Kristen Ethiopia diancam: ”Pindah ke Islam atau mati!”

 

Orang-orang Kristen di kota Besheno, Ethiopia, mendapat ancaman tertulis pada pintu-pintu rumah mereka: pindah ke Islam, meninggalkan kota atau menghadapi kematian, demikian laporan International Christian Concern (ICC) tertanggal 25 Januari 2011.

Orang Islam yang adalah mayoritas di kota Besheno telah bertahun-tahun menganiaya tetangga mereka yang Kristen. Pada 21 Mai 2004, beberapa orang Islam  membunuh anak perempuan seorang pemimpin Kristen. Secara terus menerus menyerang orang Kristen yang mendengarkan musik Kristen dan melihat video-video Kristen.

Tanggal 29 November 2010 pemimpin Kristen lainnya dianiaya dan masih dalam keadaan krisis saat ini. Dan beberapa hari kemudian beberapa pemimpin Kristen dibawa oleh sebuah mobil yang dikelilingi oleh 100 orang Islam untuk membuat ”perjanjian damai” kepada para pemimpin Islam; dua dari orang Kristen ini luka-luka berat dan yang lainnya luka-luka ringan. Pada 2 Januarinya, seorang Kristen diserang dengan pisau setelah memberi kesaksian penganiayaan ini di pengadilan.

Pemimpin pemerintahan setempat  menolak memberi perlindungan hak kebebasan beragama kepada orang-orang Kristen (5.82 % pada sensus nasional 2007). Gedung gereja dan tempat penguburan juga tidak diberikan.

Mayoritas penduduk Ethiopia secara umum adalah Kristen (Orthodok dan Protestan), namun di kota-kota tertentu misalnya bagian Selatan Ethiopia mayoritas adalah Islam.

”Ketika orang-orang Islam mayoritas, mereka menganiaya orang-orang Kristen,” kata pekerja ICC ini. Orang-orang Kristen yang tinggal di tanah orang Islam diperlakukan sebagai Dhimmi. Dhimmi, bahasa Arab yang berarti orang-orang bukan Islam adalah penduduk kelas dua.

Di belahan wilayah Ethiopia lainnya, dikabarkan bahwa ribuan orang-orang Islam secara suka rela memberi diri mereka di baptis setelah mereka mendengarkan berita Injil dan mengalami penampakan Yeshua Ha Mashiah  melalui mimpi serta melihat dan mengalami tanda-tanda ajaib. Bahkan Ex-PM Ethiopia  berpindah ke Kristen menurut Penginjil Daniel Tassew Haile, yang juga berasal dari Islam dan menjadi Kristen setelah milihat penampakan Yeshua, pada video www.internasionalrevival.org

Kebebasan beragama di negara ini menderita dibawah kekuasaan Komunis selama 17 tahun (1974-1991). Namun setelah Komunis tumbang, gereja-gereja tradisi dan agama Islam bangkit dan menjadi penganiaya orang-orang Protestan. Penganiayaan ini dipercayai membuat Protestan bertumbuh dengan cepat dari 9,8 % di tahun 1960 telah menjadi hampir 20% di tahun 2000.

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, (Efesus 6:18)

Sumber:

  1. Ethiopian Muslims Warn Christians To Concert, Leave City Or Face Death
  2. Muslims post death threats of doors of Christian homes Believers
  3. Revival and Persecution in ETHIOPIA
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
About these ads

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s