Kesaksian Claude Ezagouri, Yahudi kelahiran Algeria, berjumpa Yeshua

Artikel ini diterjemahkan dari buku Sons of Abraham worshipping God Together As A Blessing On the Earth ditulis oleh Tom Hess. Kesaksian yang sama dalam bentuk Audio bisa di dengar dari The Olive Tree: Week 117 to 119 – Claude EzagouriBeliau sekarang adalah seorang pendeta jemaat Yahudi yang percaya Yeshua berlokasi di Tiberias, kota tepi danau Galilea.  Ini suatu kesaksian nyata mengenai kuasa doa syafaat dan pekerjaan YAHWEH memulihkan hubungan persaudaraan antara orang Yahudi (keturunan Ishak) dengan orang Arab Kanaan (keturunan Ismael, putra Hagar; tidak semua orang Arab adalah keturunan dari Ismael).

Sementara Iblis membangkitkan konflik Israel-Arab yang semakin panas, YAHWEH melalui Putra Tunggal-Nya, Adonai Yeshua Ha Mashiah, melakukan perdamaian abadi diantara kedua suku bangsa yang berasal dari satu benih, yakni benih Abraham; nubuatan yang dikatakan oleh nabi Yesaya sedang terjadi saat ini, Pada hari itu akan ada sebuah jalan raya dari Mesir menuju Ashur, maka orang Ashur akan datang ke MesiBuku Sons of Abraham by Tom Hessr, juga orang Mesir ke Ashur, dan orang Mesir akan melayani oran Ashur. Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga setelah Mesir dan Asyur, suatu berkat di tengah-tengah bumi, yang YAHWEH Tsebaot berkati, dengan berkata: Diberkatilah Mesir umat-Ku, dan Ashur buatan tangan-Ku, dan Israel milik pusaka-Ku.” (Yes 19:23-25; ILT). Dan rasul Paulus, berdasarkan nubuatan nabi Yesaya ini, memproklamasikan perdamaian antara bangsa Yahudi dengan bukan-Yahudi melalui darah Yeshua Ha Mashiah di kayu salib: Namun sekarang, di dalam Kristus YESUS (Mashiah Yeshua), kamu yang dahulu berjauhan sudah menjadi dekat oleh darah Kristus (Mashiah). Sebab Dia sendiri adalah damai sejahtera kita yang sudah membuat keduanya satu, dan yang sudah merobohkan tembok pemisah, dengan melenyapkan perseteruan di dalam tubuh-Nya yaitu torat tentang perintah-perintah di dalam dogma-dogma[1], supaya Dia menciptakan keduanya sebagai satu manusia baru di dalam diri-Nya sendiri dengan membuat damai sejahtera … melalui salib. Sebab melalui Dia, kita keduanya dalam satu Roh memperoleh jalan masuk kepada Bapa.” (Efesus 2:13-18; ILT). Buku Sons of Abraham ini berisi puluhan kesaksian pemulihan hubungan yang ajaib antara kedua suku bangsa dari latar belakang Yahudi dan Arab (Mesir, Asyur) melalui kasih dan kuasa Yeshua Ha Mashiah.

[Latar belakang keluarga dan pendidikan; aliyah; dari agama tradisi ke agama-agama tradisi lainnya]
Saya berasal dari latar belakang orang Yahudi Sephardim.[2] Lahir di tahun 1949, saya menghabiskan 13 tahun pertama kanak-kanak saya di Algeria dan hidup di dalam kondisi perang dari 1954-62. Khususnya diantara mayarakat berbahasa Perancis telah ada ketidak percayaan yang besar dan curiga kepada orang-orang Arab. Ini adalah cara kami telah dididik.

Saya telah dididik untuk memiliki perasaan yang sama kepada orang-orang Kristen (Katolik), oleh sebab sejarah penganiayaan mereka terhadap orang-orang Yahudi. Para rabbi akanlah mengatakan tujuan orang-orang Kristen untuk memurtadkan dan memindah orang-orang Yahudi ke percayaan Kristen, yang secara eklusif berarti pindah ke agama Katolik. Sebagaimana kami hati-hati akan orang Arab yang anti-orang Yahudi kami juga hati-hati akan orang Kristen yang anti-orang Yahudi. Saya juga telah diajar untuk merasakan cara ini terhadap orang-orang Rusia juga. Pendidikan awal ini nampak keluar ketika saya menoleh kebelakang untuk melihat apa yang Adonai telah kerjakan di dalam kehidupan dan pelayananku.

Selama bulan JunPeta Algeriai 1962, satu juta orang berbahasa Perancis di Algeria keluar. Itu adalah pengugsian keluar yang besar ke Perancis. Di Perancis adalah bagian dari masyarakat agama Yahudi yang sedang menjalankan tradisi Bar-Mitzvahed[3] dan pergi ke synagogue secara rutin. Ketika saya menikahi isteriku, yang adalah Katolik nominal (tidak serius), ia memutuskan untuk pindah ke agama tradisi Yahudi dibawah rabbi-rabbi orthodox. Selama waktu perpindahannya kami mulai masuk mendalami agama tradisi Yahudi (Judaism). Saya belajar Talmud dan sebagainya. Saya teringat para rabbi memeriksa rumah kami dan praktek-praktek untuk menyelesaikan perpindahan agama isteri saya. Setelah isteri saya dinyatakan layak untuk berpindah agama, kami melakukan aliyah (kata Ibrani yang berarti migrasi ke tanah leluhur) ke Israel.

Ketika saya migrasi ke Israel di tahun 1975 saya datang dengan pemikiran yang sama anti-Arab, anti-Kristen, dan anti-Russia. Setelah beberapa tahun di kibbutz (permukiman sebuah masyarakat; seperti ”banjar” bagi orang Bali) di Galilea saya merasa bahwa saya harus melalukan sesuatu untuk melindungi agama tradisi Yahudi. Saya telah mengganjurkan kepada kibbutz untuk melarang siapapun orang bukan Yahudi untuk menjadi bagian dari kibbutz bagaimanapun caranya. Karena kibbutz ini bukanlah keagamaan ide ini tentunya ditolak, tetapi itu menunjukkan posisi pikirang saya pada saat itu.

Di awal tahun delapanpuluhan kibbutz kami mulai menerima beberapa sukarelawan Kristen. Orang-orang Kristen ini memcoba berbicara kepada ku tentang Yeshua (Yesus), tetapi saya tolak. Pada waktu itu, meskipun saya berdoa setiap pagi dengan talith (kerudung sembayang Yahudi) dan tali-tali sembayang (phylacteries)[4] dan buku doa. Saya memimpin sebuah pencarian rohani sebab  saya merasakan ada sesuatu yang kurang, sesuatu yang saya tidak tahu. Saya mencari kebenaran. Saya mulai melihat ke dalam agama-agama lain. Saya beralih ke ajaran Buddha, lalu Hindu dan kemudian ke meditasi kebatinan.

Dari tahun 1980-1983 saya praktek meditasi kebatinan, setiap hari. Itu tidak bagus untuk keluargaku. Selama waktu saya seharusnya ada bersama keluargaku, saya melakukan meditasi. Saya melalukan hal-hal yang berbahaya seperti berdoa kepada bulan, mengisi diri dengan kekuatan bulan, dan segala macam praktek perdukunan. Saya berpikir saya mendapatkan kebenaran yang  sedang saya cari, tetapi sesungguhnya saya mendapatkan damai yang palsu melalui meditasi kebatinan dan yoga.

[Terkail Elohim melalui buku meditasi dan radio SW; percaya kepada Yeshua, apa yang harus saya lakukan?]
Di tahun 1983 isteriku membeli sebuah buku untuk ku berjudul ”The Art of Meditation” (Seni Bermeditasi) ditulis oleh sebuah guru. Isteri saya berpikir bahwa itu adalah sejenis buku yang saya pastilah akan suka dan tertarik. Saya menerimanya, tetapi ketika saya memulai membacanya saya sungguh terkejut melihat bahwa itu adalah meditasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab. Saya tidak tahu saat ini jika guru tersebut telah menerima Adonai atau belum, tetapi Adonai telah memakai buku tersebut untuk menjamah hatiku.

Ketika saya mendapatkaPendeta Claude Ezagourin ayat-ayat dari Perjanjian Baru itu, saya merasakan bahwa sesuatu terjadi di dalam saya. Itu adalah perjumpaan pertama saya dengan Perjanjian Baru dan merasakan ada pengaruh yang kuat padaku, khususnya kata-kata Yeshua tentang iman. Itu tertulis di Alkitab bahwa Yeshua berbicara dengan penuh kuasa dan ini adalah bagaimana saya menyadarinya. Perkara lainnya yang ditemukan di Perjanjian Baru yang saya tidak temukan di dalam agama tradisi Yahudi (Judaism) adalah kasih. Saya tersentuh oleh kata-kata Yeshua dan mulai percaya, tetapi berpikir itu gila. Saya berpikir bahwa saya sedang menuju keproses sakit mental: Saya seorang Yahudi dan percaya pada seorang Juruselamat orang Kristen. Saya bahkan tidak dapat berdoa di dalam nama Yesus (Jesus). Nama Yesus telah dilarang bahkan diucapkan oleh pengajaran-pengajaran para Rabbi. Jadi saya singkirkan buku tersebut dan berkata kepada diri sendiri untuk melupakan tentang hal tersebut. Tetapi Adonai mempunyai ‘jebakan’ lain untuk ku.

Pada saat itu saya memiliki hobby dengan perangkat radio. Saya dapat mendengarkan stasiun-stasiun radio dari seluruh dunia. Setiap pagi saya mencari stasiun baru. Suatu pagi mendengar suara dalam bahasa Inggris, tetapi saya tidak mengenali stasiunnya. Saya berpikir itu sebuah stasiun baru atau dari tempat yang sangat jauh. Sesungguhnya itu dipancarkan dari Libanon Selatan. Seorang pengkotbah sedang berkotbah pada nubuatan tentang Yeshua di kitab Yesaya [pasal 53?]. Saya tahu bahwa Yesaya ada di dalam Alkitab Yahudi saya dan saya pikir itu tidak mungkin. Dia menggundang para pendengarnya untuk menulis surat kepadanya, jadi saya menulis. Ia mengirim 12 pita kaset membahas kitab Yesaya.

Saya bekerja pada sebuah perkebunan pisang saat itu, jadi saya sepanjang waktu di dunia untuk mendengarkan pita-pita kaset sementara saya bekerja. Sementara saya bekerja, saya memeriksa semua ayat-ayat pada Alkitab Ibrani saya. Saya akhirnya menemukan kebenaran. Saya memiliki seluruh pewahyuan tentang Yeshua adalah Juruselamat (Mashiah) orang Yahudi. Saya bertanya kepada diri sendiri, ”Apa yang saya harus lakukan sekarang? Saya satu-satunya orang di Israel yang mengetahui kebenaran ini?” Saya berkesimpulan mungkin saya harus menulis sebuah buku, tetapi pertama-tama harus perlu bercerita kepada isteriku.

[Masuk iman kepada Yeshua tetapi terancam cerai dari isteri; disadarkan ia tidak sendirian; doa-doa syafaat yang berkuasa]
Ketika saya kembali kerumah dan menceritakan isteri saya kabar indah tersebut. Dia tidak menanggapinya dengan sungguh baik. Dia berkata, ”Kamu adalah seorang yang telah biasa kedalam ajaran Budha, kemudian kamu pergi ke ajaran Hindu, kemudian kamu pergi ke meditasi kebatinan, dan sekarang kamu bercerita bahwa Yesus (Yeshua) adalah Ha Mashiah orang Yahudi. Engkau gila?” Dia tidak ingin mendengar tentang itu atau sesuatu tentang Alkitab dari diriku. Dua tahun berikutnya adalah masa yang sangat sulit, sebab kami tidak memiliki kesamaan bahasa. Saya tidak tahu bagaimana melakukan iman ku dan membuat banyak kesalahan. Kami memutuskan untuk bercerai.Peta kota Tiberias dan Danau Galilea

Ketika kami memutuskan untuk memulai proses perceraian, seorang sukarelawan (wanita) Kristen bekerja dengan isteriku. Ketika ia datang kerumah kami saya katakan padanya bahwa saya adalah seorang Yahudi, tetapi saya percaya kepada Yesus dan pastilah saya adalah satu-satunya orang di Israel. Wanita ini berkata bahwa saya tidaklah satu-satunya, tetapi ada yang lainnya yang percaya seperti saya, bahkan ada persekutuan-persekutuan orang Yahudi beriman di Israel. Saya sungguh terkejut dan ingin bertemu mereka. Melalui wanita ini saya bertemu orang-orang Yahudi percaya Yeshua (Yesus) dan menerangkan kepada mereka bahwa setelah saya mulai percaya isteriku ingin menceraikan saya. Mereka katakan kepada ku bahwa itu tidaklah masalah dan saya harus berdoa setiap hari untuk keselamatan isteri saya.

Senaif itu kedengarannya saya ambil ini sebagai tugasku. Saya berdoa setiap hari tanpa kapok untuk keselamatan isteriku meskipun kami tidak berbicara satu sama lain. Setelah beberapa minggu berdoa saya melihat isteriku membaca Alkitab setiap hari dari pagi sampai malam. Melalui firman Elohim, doa dan pekerjaan orang-orang beriman lainnya Adonai melakukan pekerjaan kilat di dalam kehidupannya. Adonai tidak hanya menyelamatkan isteriku, tetapi juga Dia menyelamatkan pernikahanku. Saya berpikir bahwa ini luar biasa. Itu adalah pengalaman mujizat pertama saya: saya berdoa untuk keselamatan isteriku dan hanya didalam sedikit minggu dia diselamatkan meskipun dia telah begitu keras melawan iman percayaku. Sekarang mempercayai kuasa doa, saya memutuskan berdoa untuk anak-anakku. Saya berdoa untuk mereka setiap hari dan mereka menerima Adonai.

Elohim telah memberi saya lampu hijau untuk mendadopsi seorang pemuda remaja yang datang dari keluarga bermasalah. Keluarganya dan kibbutnya telah memperingatkan dia bahwa kami adalah missionari dan jika kami berbicara kepadnya tentang Alkitab dia tidak perlu dengarkan.[5] Pemuda ini sangat curiga dengan kami, khususnya ketika kami berkumpul sebagai sebuah keluarga dengan Alkitab untuk berbicara dan berdoa kepada Adonai. Saya mulai berdoa untuk dia setiap hari sebagaimana telah saya lakukan untuk isteriku. Setelah setahun berdoa dengan setia dia datang kepadaku dan berkata, ”Sesuatu sedang berputar di dalam hatiku,saya tidak tahu apa yang sedang terjadi padaku. Saya merasa tertarik oleh peribadi Yeshua. Itu sungguh tidak dapat dipercaya setiap kali saya ada ujian di sekolah dan saya berdoa di dalam nama Yeshua, saya lulus.” Dia menerima Yeshua dan menjadi orang beriman. Itu adalah pengalaman mujizat kedua saya dan konfirmasi bahwa Adonai mendengarkan kepada doa-doaku.

[Bersyafaat dan menginjili Orthodox fanatik-ibunya sendiri; jadi hamba YAHWEH; menjalin hubungan dengan para pemimpin Arab Kristen]
Saya memutuskan berdoa untuk ibuku. Saya tahu itu akanlah ada tugas yang sulit sebab ibuku adalah seorang yang telah mengajar keluarganya untuk menentang para Arab, Kristen dan Russia. Saya mulai berdoa setiap hari sama seperti saya telah berdoa untuk keluargaku. Setelah setahun berdoa ibuku datang ke Israel dimana saya membagikan imanku kepadanya. Dia menjadi marah dan berkata bahwa Yeshua bukanlah untuk orang-orang Yahudi. Dia pergi dan kembali ke Perancis.

Saya tidak menjadi lemah dan terus berdoa untuknya. Beberapa lama kemudian saya pergi ke Perancis mengunjunginya. Disana, sekali lagi membagikan iman saya kepadanya membawa khususnya ayat-ayat dari Perjanjian Lama, Alkitab orang Yahudi, menyatakan bahwa Yeshua (Yesus) adalah Ha Mashiah bagi para Yahudi. Dia meresponi dengan berkata, ”Itu adalah mustahil. Jika itu adalah benar, maka para rabbi akanlah sudah mengatakannya kepada kita. Saya akan hanya percaya itu jika kamu menunjukkan hal itu kepadaku dari Alkitab ayahku.”

Kakek saya adalah seorang Yahudi Orthodox yang telah menghabiskan waktunya mempelajari Talmud dengan para rabbi lainnya  di synagogue. Itu adalah Alkitab yang sangat tua, dari tahun 1906. Ketika ibu saya memberikan Alkitab itu kepadaku saya sungguh terkejut melihatnya sebab itu ada keduanya Perjanjian Lama dan Baru, sebuah Alkitab yang lengkap! Itu tidak terlalu susah menunjukkan kepada ibuku dalam Alkitab ayahnya bahwa Yeshua adalah Ha Mashiah orang Yahudi. Dia menerima Adonai. Tahun-tahun berikutnya saya juga berdoa untuk keselamatan tiga saudari-saudariku dan mereka semua menerima Adonai juga.

Elohim secara praktek menyelamatkan seluruh keluargaku melalui doa. Dia memberi saya kasih terhadap orang-orang Kristen, Arab dan beban untuk orang-orang (Yahudi) Russia yang kembali ke Israel.

Sebelum saya datang ke Israel saya tidak mempunyai hubungan apapun dengan orang-orang Arab. Bahkan di Algeria, kami telah hidup dalam lokasi-lokasi yang terpisah dan hubungan sangat jarang. Setelah saya menjadi orang percaya di Israel, sikapku berubah terhadap orang Arab. Saya telah berubah bahkan lebih lagi ketika saya pertama kali bertemu orang-orang Arab percaya di Israel. Ketika saya masuk pelayanan, saya lebih terlibat. Itu menakjubkan saya melihat orang-orang Arab yang percaya seperti aku dan yang telah diisi kasih Elohim. Kepada pikiranku sebelumnya, para Arab adalah orang-orang buruk dan musuh. Meskipun tidak ada peristiwa yang dramatik untuk menandai apa yang Adonai telah lakukan di dalam kehidupanku sehubungan dengan pola pikir anti-Arab, sebagaimana saya bertemu saudara-saudara Arabku pada pertemuan-pertemuan (rohani), saya mengingat-ingat kebelakang dan kagum pada apa yang Adonai telah lakukan di dalam hatiku.

Di Galelia kami memiBuku kesaksian Yahudi dan Arab didamaikan ke Mashiahliki hubungan-hubungan jangka panjang yang sangat bagus dengan saudara-saudara Arab kami. Sebelum saya memasuki dunia pelayanan, saya telah menggembangkan suatu hubungan yang khusus dengan saudara Anis Barhoun di Galelia. Kami terbiasa berkunjung kepadanya dan keluarga kami dihubungkan dalam suatu cara yang special. Hubungan-hubungan berlanjut dengan para pemimpin Arab dalam cara persahabatan yang serupa. Hal ini terus berkembang setelah saya menjadi pendeta.

Pada pertemuan-pertemuan yang terpisah dimana fellowship-fellowship orang Yahudi dan fellowship-fellowship orang Arab bergabung saya melayani bersama dengan para pemimpin Arab percaya dan menghadiri pertemuan-pertemuan dengan para pemimpin Arab dan Yahudi. Juga ada pertemuan-pertemuan yang diprakarsai oleh Tom White.[6] Membagi waktu setiap tahun bersama, Adonai menggembangkan hubungan yang sangat kuat. Selama masa-masa retreat ini kami bersama selama tiga hari bertukar makanan dan masalah-masalah pribadi yang sangat dalam diantara kami. Tidak ada perbedaan antara Arab dan Yahudi. Ketika kami bersama kami melupakan permusuhan diantara kami.

Saat pertama saya keluar negeri dengan seorang pemimpin Arab kira-kira tiga tahun yang lalu dengan Nizar Touma.[7] Sejak itu kami melakukannya setiap tahun. Dengan kesaksian Yeshua yang sama, tidak ada perbedaan antara Yahudi dan Arab. Nyatanya, sekarang keluargaku dan keluarga Nizar adalah dekat. Kami kadang-kadang pergi mengunjungi mereka di Nazaret.

[Pelayanan dengan pemimpin Arab ke Singapore, namun diserang roh jahat; penyakitnya dipakai Elohim untuk mempererat persaudaraan Yahudi dan Arab]
Sekali saya ada di Singapore dengan N. (namanya dirahasiakan), seorang pendeta Arab dari sebuah negara Arab di Teluk Timur Tengah; Saya diserang (roh jahat) secara rohani dan menjadi sakit. N. adalah penolong saya yang sangat khusus. Selama siang hari saya dikelilingi orang-orang dan saya mendapatkan pertolongan dari mereka, tetapi pada malam hari saya memiliki banyak masalah yang datang dari serangan tersebut. Saya harus membangunkan dia (saudara N.) kadang-kadang pukul 4 pagi dan dia merawat saya, bahkan membawa saya kerumah sakit. Suatu malam serangan-serangan berlipat kali ganda. Saya memohon kepada N. bolehkan saya membangungkan dia  apabila serangan datang kembali di tengah-tengah malam. Dia berkata tidak masalah, dan lakukan saja.

Saya kasihan kepadanya ketika saya membangunkan dia pada pukul empat pagi. Dia datang kepada saya dan berdoa dengan saya dan menunggu sampai saya kembali tertidur. Pada suatu malam dia terus terbangun berdoa sepanjang malam sampai pagi hari. N. sungguh  teladan yang sempurna dan berkat. Saya terkagum oleh saudara Arab ini yang bersama saya tidak seperti orang lain sebelumnya. Adonai menunjukkan dan mengatakan kepadaku, ”Ini adalah saudara Arabmu untuk ada beserta mu dan pergi melalui kesulitan ini bersama kamu.”

Pagi berikutnya N. akan berkotbah setelah hanya sedikit jam tidur. Saya sungguh bersyukur kepada Adonai untuk N. Kemudian N. bercerita bahwa pengalaman tersebut (menolong saudara Yahudinya) telah bekerja sangat dalam di dalam kehidupannya. Elohim telah memakai saat-saat itu untuk sungguh-sungguh membuka hati saudara N untuk masyarakat Yahudi di dalam cara yang sangat dalam. Ketika saya melihat kebelakang, saya terkagum melihat apa yang Adonai telah kerjakan di dalam merubah pemikiran anti-Arabku. TAMAT.


[1] Dokma-dokma: Pokok ajaran yang disusun manusia, sangat mungkin bersifat legalistik; referensi dari ILT. Torat (Torah/Taurat) arti literalnya adalah petunjuk dan perintah, tidaklah dihapus atau diakhiri, seperti Yeshua sendiri berkata (Mat. 5:18-20), namun dogma dan peraturan teknisnya yang dihapuskan.

[2] Sephardim atau Separdi  adalah orang Yahudi yang berasal dari Spanyol, Portugis dan Timur Tengah dan keturunan mereka memiliki budaya yang berbeda dari orang-orang Yahudi asli di seluruh dunia. Orang Yahudi dari Afrika Utara dan Timur  Tengah sering digambarkan secara terpisah sebagai orang Yahudi Mizrachi; www.jewfaq.org. Sephardim datang dari kata “Sepharad” kata Ibrani untuk Spanyol.  Mereka adalah keturunan dari orang-orang Yahudi yang tinggal di Spanyol dan Portugal di Abad Pertengahan sampai meningkatnya penganiayaan di tahun 1492 yang memaksa mereka untuk pergi dari kedua negara tersebut atau pindah dengan paksa kedalam agama Katolik.

[3]  Tradisi Yahudi dimana laki-laki yang menginjak usia 13 tahun harus belajar kitab Torah dibawah pimpinan rabbi dan dianggap mulai bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

[4]  Tali sembayang ini berisi dua perintah utama dari seluruh perintah YAHWEH: Dengarlah, hai orang Israel: YAHWEH itu Elohim kita, YAHWEH yang esa! Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu (Ulangan 6:4-5), ayat-ayat ini di taruh di dahi mereka (pada sebuah kotak kecil) dan pada tangan mereka (tertulis pada tali kulit yang dibelitkan pada lengan mereka); bahkan juga pada tiang pintu rumah dan pintu gerbang mereka. Baca ayat 8-9.

Pada Matius 23:1-10 Yeshua menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa perintah YAHWEH melalui Musa tersebut telah dirubah oleh para rabbi (pemimpin agama Yahudi saat itu) menjadi tanda kebanggaan dan kehormatan rohani diri sendiri, makna yang sebenarnya telah diganti oleh kelompok tertentu.

[5] Orang-orang Yahudi yang beriman kepada Yeshua juga digelari sebagai ”missionary” oleh para pengikut agama tradisi Yahudi (Orthodox). Kata ini juga berkonotasi “penghianat Israel” = bekerja sama dengan Roma, penjajah Israel. Sekarang ini telah banyak orang Israel bisa membedakan antara orang Kristen yang mengikuti ajaran Yeshua dengan pengikut ajaran gereja Roma Katolik.

[6] Direktur eksekutif yayasan The Voice of the Martyrs (VOM); almarhum.

[7] Pendeta dari Nazarene Church, Nasaret, Israel.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

 

About these ads

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s