Isik wanita dari Turki: “Saya telah siap menjadi pembom bunuh diri!”

Kesaksian Isik Abla, wanita Turki ini di terjemahkan dari bahasa Swedia: Hon var beredd att bli självmords- bombare  ditulis oleh Åke Lager dari majalah Ljus I Öster  (The Light for the Peoples) edisi Nomor 7, Oktober 2011. Terima kasih banyak untuk penterjemah.

Isik Abla, penyiar Kanal Hayat Turki

Saya bertumbuh di sebuah keluarga Islam di Turki. Kami memiliki status sosial yang baik, ayah seorang ekonomi dan ibu seorang ibu rumah tangga. Tepatnya kami memiliki semuanya – kecuali damai, sukacita dan kasih kami tidak punya. Ayah suka melakukan kekerasan di rumah, ia bukan seorang beriman (Islam KTP) dan ibu saya mengalami gangguan syaraf.

Saya seorang yang tidak beruntung dan tidak berbahagia ketika kecil, tetapi saya berpikir jika saya mencari Elohim  yang menciptakan saya, bisa jadi saya akan mendapatkan damai. Saya mendengarkan orang-orang dewasa ketika mereka berbicara tentang Allah – elohimnya orang Islam – Allah yang adalah ilah pemarah.

Menghafal Kuran di luar kepala tanpa mengerti apapun.
Isik belajar Islam dan Kuran ketika ia berumur 12 tahun, ia mampu mengutip ayat-ayat, tetapi di dalam bahasa Arab.
Saya tidak mengerti apa-apa, tidak juga Kuran merubah hidupku. Saya menjadi semakin pemarah dan pembenci. Saya mulai belajar Islam literatur di universitas, namun semua penderitaan tetap tinggal di dalam hidupku. Saya merasakan sekali kesepian di dalam hidupku.

Isik bertemu seorang pemuda, yang mencari Allah setekun dirinya, dan mereka menikah. Pemuda ini seorang fanatik Islam, dan juga membuat Isik segera menjadi fanatik.
Kami tertarik akan  jihad (perang suci ala Islam), kami memberi uang kami demi jihad, dan setelah terpilih untuk menjadi pembom bunuhdiri, saya siap untuk hal itu, Isik Abla bercerita.
Isik melakukan karir profesional dan mendapatkan posisi yang baik, tetapi di rumah ia merasa seperti di neraka. Suaminya ribut dengan dengannya. Ia dipaksa untuk menjadi seorang Islam perempuan yang lebih baik.
Lebih buruknya saya percaya bahwa suami saya yang benar. Saya berpikir bahwa saya tidak punya kepercayaan diri yang penuh dan keyakinan diri sendiri. Saya berpikir bahwa saya tidak layak untuk apapun.

Pindah ke Amerika Serikat.
Karena alasan pekerjaan, Isik mulai bepergian ke Eropa. Dia melihat kehidupan yang lain dan mulai keluar dari kotak sempit hidupnya sendiri. Tetapi suaminya tidak suka akan hal ini dan mengancam: bunuh dirimu sendiri atau keluar dari Turky. Isik pindah ke Amerika Serikat.
Di Amerika Serikat ia bertemu seorang pemuda. Pemuda ini seorang pemabuk dan pemakai obat-obat terlarang, dan kembali Isik mengalami penganiayaan.

Titik perubahan terjadi di awal tahun 2000. Kami mengendari mobil, putri kami, mertua perempuan saya dan suami saya yang mabuk mengendarai mobil. Mobil berjalan siksak di jalan tol, saya berusaha memegang stir mobil, tetapi suami saya menyetop usaha saya. Pada akhirnya, suami saya menendang saya keluar dari mobil.

Di sana saya berdiri di sebuah jalan yang gelap dan kecil dan menangis terisak-isak. Saya mengerutu kepada Allah: “Kejahatan apa yang telah saya buat sehingga saya layak menerima perlakuan seperti ini?”

Kemudian seorang pengendara wanita berhenti dan mengajak saya masuk kemobilnya.
Saya bertanya kepada wanita ini, mengapa dia bersedia menolong saya. “Apa kiranya yang Yeshua akan lakukan?” ia menjawab “Elohim telah mengutus saya,” dia terus berbicara dan berkata, bahwa Elohim memiliki rencana untuk kehidupanku.
Wanita ini membawa Isik Abla kerumahnya, dimana juga ada orang-orang lain yang penuh kasih, dan menguatkan Isik. Isik mulai mencari pekerjaan, dan ia menemukan suatu pekerjaan di sebuah perusahaan media Kristen.

Diterima kerja di perusahaan Kristen.
Isik mendapat pekerjaan dimana setiap hari pekerjaan dimulai dengan doa dan pembacaan Alkitab. Isik berkata kepada Allah tentang keberadaan dirinya sebagai seorang Islam. Dia mengikuti renungan pagi tersebut hanya demi pekerjaan.
Saya merasakan damai dan kasih, tetapi pada waktu bersamaan perbedaan antara orang-orang Kristen dan kehidupanku semakin nampak terlihat oleh perbedaan tersebut. Namun bagi seorang Islam tidak mudah berpindah menjadi Kristen; itu adalah masalah keimanan, budaya, keluarga dan segala sesuatu.

Pada suatu hari Isik duduk dikantornya tidak mampu berbuat apa-apa, dan bermaksud membunuh diri. Kemudian dia lari ke WC dan menangis sedih.
Saya melihat diri saya sendiri di cermin. Saya berumur 28 tahun ja saya telah gagal dalam segala sesuatu. Saya menangis dan menangis, dan akhirnya kembali ke tempat meja kerjaku.
Hari berikutnya pemimpin kantor memanggil saya ke ruang kantornya dan berkata: ”Yeshua baru saja berkata kepada saya bahwa Ia telah melihat air matamu dan mendengar keluhanmu, tidak hanya di WC tetapi juga sejak kamu lahir.”

Meminta Yeshua masuk kedalam hidupnya.
Kemudian pemimpin kantor ini menolong Isik berdoa untuk Yeshua masuk kedalam hidup Isik. Tiga bulan kemudian Isik pergi menemukan pendeta meminta pekerjaan pelayanan – seperti misalnya membersikan WC dan sebagainya.
Kemudian pendeta ini meminta saya menceritakan kesaksian hidup saya di hari Minggu mendatang. Jadi saya bersaksi, sejak itu sesuatu terjadi. Banyak panggilan kepada saya untuk bersaksi tentang perubahan hidup saya.
Isik Abla setuju dengan kebanyakan undangan tersebut, dan mulai bersaksi dengan rajin. Dia menemukan seorang pria yang telah lahir baru dan kemudian menikah. [Injil mengajar bahwa perceraian sebelum mengenal kebenaran tidak diperhitungkan sebagai perzinahan jika ia menikah kembali].

Pada suatu hari saya mendapat panggilan untuk berbicara di sebuah kelompok kecil. Saya keberatan, sebab itu hanya kelompok kecil dan tempatnya jauh, tetapi Elohim berkata kepada saya untuk pergi.

Jalan terbuka ke Kanal Hayat (sebuah saluran TV Kristen).
Di sana ia bertemu dengan seorang pribadi, yang membuka jalan bagi dirinya ke pekerjaan di Kanal Hayat. Isik ingin hidup tenang dan tidak ingin menjadi pengkotbah TV. Tetapi Elohim memberi dirinya suatu beban untuk tanah airnya, Turki, hal ini merubah keputusannya.
Isik Abla sadar akan resiko pekerjaan TV ini. Puterinya yang berumur 11 bagaimanapun menguatkan Isik untuk terus maju, dan pada hari yang bersamaan perwakilan Kanal Hayat menelepon dirinya dan meminta suatu kerjasama.

Dia menjawab setuju, dan hari ini program Isik menerima tanggapan terbanyak di antara program Kanal Hayat lainnya.
Saya menyiarkan siaran yang sederhana. Saya tidak pernah menentang Islam. Saya hanya bercerita tentang apa yang saya telah alami sendiri.
Target dari Isik adalah orang-orang Turki, tetapi ia mendapat balasan positif dari Iran, Irak, Afganistan, Kuwait, Dubai, Rusia bahkan Swedia, dimana juga ada tinggal orang-orang Islam. Selesai.

Di banyak negara Islam diajar bahwa kepandaian wanita hanya seperempat kepandaian laki-laki, dan tidak layak mengajar laki-laki. Namun dunia telah mebuktikan bahwa wanita memiliki kepandaian dan nilai yang sederajat dengan laki-laki. Banyak eksekutif direktur perusah besar bahkan presiden dan orang-orang pentind dunia adalah wanita. Para wanita mari berkata: “Saya bangga menjadi wanita!!

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja