Korea Utara: Iman dan pengharapan Kristen

Sementara para pemimpin dunia berdiskusi tentang peluncuran roket, orang-orang Korea menderita pengawasan yang lebih ketat dan kelaparan; Open Door USA

Missil / roket jarak jauh Korea UtaraLaporan Open Doors USA (6 April 2009). Para pemimpin dunia sedang ramai mendiskusikan peluncuran roket jarak-jauh Korea Utara minggu lalu, orang-orang Korea Utara nampaknya semakin dilupakan. Korea Utara adalah satu dari beberapa negara termiskin di dunia, 9 juta penduduknya memerlukan bantuan pangan yang mendesak. dan orang yang mati karena kelaparan semakin bertambah. Bagaimanapun, bulan lalu pemerintah KorUt menolak bantuan pangan dari USA dan mengusir lima organisasi sosial. Dilaporkan bahwa kalangan elit pemerintah memesan makanan mereka dari RRC. Jurang kaya dan miskin sangatlah besar. Video “Kehidupan sehari-hari Korea Utara”

Kepada rakyatnya sendiri penyalah gunaan hak (kerja paksa, penyiksaan kepada para tahanan politik, jalur pemasaran sex, rakyat kelaparan) meningkat dan kepada dunia luar para pemimpin negara ini terus mengalakan program-program senjata nuklir. [Banyak pemimpin di negara-negara berkembang, menghabiskan uang negara untuk militir, sementara rakyat mereka untuk makan sehari-hari saja sangat susah; inilah tindakan besar-besaran Iblis yang terkahir untuk memusnakan manusia].

Sebuah surat dari sebuah pelayanan Kristen di Korea Utara kepada Open Doors USA, “kondisi kehidupan sekarang ini di dalam negara yang mengucilkan diri adalah sangat buruk.” demikian laporan Christianpost tertanggal 30 Maret 2009. ”Harga beras terus meningkat, baru saja lima wanita di lingkungan kami dieksekusi di muka umum… Kesalahan mereka? Mencoba survive melalui mencari makanan. Setelah mereka di hukum kami tidak boleh lagi berdagang.” Rakyat Korea Utara kurus kering

”Apa yang harus kami lakukan? Bagaimanapun, kami tidak takut kelaparan,” isi surat ini tertulis. ”Kami telah menerima dukungan dari orang-orang Kristen seluruh dunia. Kami lakukan yang terbaik untuk menyebarkan Firman Elohim di Korea Utara.”

Diperkirakan ada 400 000 orang Kristen di Korea Utara yang hidup terus menerus di bawah ancaman pemenjaraan, penyiksaan atau eksekusi dimuka umum hadiahnya jika orang-orang pemerintah mendapatkan bahwa mereka orang-orang Kristen.

Open Doors melaporkan bahwa para pemimpin Gereja di Korea Utara – kebalikan dari takut karena ancaman yang keras ini – telah memulai sebuah kampanye doa untuk penginjilan di negeri mereka.

”Saya mendorong kalian untuk terlibat di dalam Minggu Kebebasan Korea Utara 26 April samap 2 Mai … dan berdoa, kalian dapat membuat suatu pengaruh,” kata Dr. Carl Moeller, president Open Doors USA.

Open Doors dalam laporannya pada “2009 World Watch List” menempatkan Korea Utara sebagai negara Nomor 1 terburuk terhadapat Kekristenan, Negara Komunis ini tidak mengijinkan agama apapun ada di wilayah kekuasaan, dan kepercayaan Kristiani adalah musuh utamanya.

Berhentilah sejenak, ambilah waktu berdoa bagi saudara dan saudari kita di Korea Utara ini. Mari kita klem Firman YAHWEH, “Kudus, kudus, kuduslah YAHWEH semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” (Yesaya 6:3). Hujan akhir kiranya tercurah di bumi Korea Utara ini!

Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari YAHWEH, yang menjadikan langit dan bumi. Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap. Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. (Mazmur 121:1-4)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja