Abdullah (Saudi): Dari Neraka, ke Penjara karena Iman Kristennya.

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.” (Mat 13:44-46)

Abdullah adalah seorang Islam (Muslim) yang setia. Dia tinggal dekat Mecca, hanya satu jam perjalanan dengan mobil, berdoa di mesjid lima kali sekali dalam sehari, melakukan semua ajaran Islam, dan tentu secara tetap berkunjung ke Mecca. Seperti banyak orang Islam, ia telah diajar bahwa orang-orang Kristen memiliki roh-roh jahat dan ia harus jauh-jauh dari mereka.

Suatu malam Abdullah bermimpi ia berada di neraka, terbakar di api yang menyala-nyala. Esok paginya, sangat kuatir, ia berdoa kepada Allah, “Saya telah melakukan segala sesuatu dengan baik; mengapa saya harus pergi ke neraka?” Hari-hari berikutnya kekuatirannya semakin membesar. Suatu malam ia tidak bisa tidur karena takut, pada tengah malam itu sebuah sinar terang memasuki kamarnya dan sebuah suara berkata: “Saya Yeshua. Datanglah kepadaku. Saya adalah Jalan ke Sorga. Ikutilah Aku dan kamu akan diselamatkan dari Neraka.” Abdullah tersungkur dengan muka ke tanah menangis dan berkata, ”Harap tolonglah saya menemukan Engkau.”

Hanya dalam beberapa hari Abdullah menemukan Alkitab dan mulai membacanya. Dia segera memberikan hidupnya kepada Yeshua. Dipenuhi dengan suka cita, dia mulai membagikan iman yang baru ia temukan kepada keluarganya dan teman-temannya. Melalui hukum negaranya, Arab Saudi, seorang Islam yang meninggalkan imannya haruslah ada dibunuh. Keluarga Abdullah menyeret dia ke pemerintah. Dia dipenjara dan dianiaya berbulan-bulan.

Ketika Abdullah menolak untuk menyangkal Yeshua, dia dibawa ke Pengadilan Sharia, dimana para criminal yang paling berbahaya diadili. Hakim berkata kepada Abdullah, “Sangkal iman barumu dan kamu akan keluar sebagai orang bebas; jika kamu menolak, kamu akan digorok (beheaded).

“Saya tidak akan menyangkal Yeshua,” Abdullah menjawab, “Jika kamu membunuh aku saya akan pergi ke Sorga, tetapi darahku akan ada pada tanganmu” [idiom, artinya: kamu bertanggung jawab atas kematianku]. Abdullah diputuskan untuk digorok pada hari Jumat mendatang.

Dia dikembalikan ke penjara, tangan dan kakinya terantai. Pada hari hukuman matinya, bagaimanapun, tidak seorangpun muncul.  Pada hari Senin pagi beberapa penjaga penjara mencabut rantai-rantainya dan berkata, ”Lari, kamu setan, kami tidak ingin melihatmu lagi.” Tidak percaya apa yang teliganya telah dengar, Abdullah bertanya apa alasannya. Para petugas ini berkata bahwa di hari dimana Abdullah harus ada dihukum mati putra dari hakim (yang mengadilinya) tiba-tiba mati. Itulah sebabnya hakim menarik keputusannya.

Seperti kebanyakan orang Saudi, Abdullah berasal dari keluarga yang kaya raya dan memiliki segala sesuatu yang ia perlukan. Tidak hanya dia ditolak oleh keluarganya, dia tidak memiliki sumber penghasilan, dan tidak mendapat sebuah pekerjaan sebab dianggap sebagai penghianat Islam. Semua surat-surat indentitasnya diambil dari dirinya dan dia dapat ditangkap lagi kapan saja. Namun meskipun tekanan-tekanan Abdullah tetap tinggal di Arab Saudi selama beberapa tahun, secara aktiv bercerita tentang Yeshua kepada orang lain.

Artikel ini ditulis oleh ”Pendeta Daniel” yang telah bertemu ”Abdullah” (bukan nama aslinya) di Arab Saudi. ”Pendeta Daniel” melayani di negara ini dari 1995 sampai 1998, sekarang tinggal di Australia. Sumber: Missions Update, dibuat oleh AOG World Missions. PO Box 254, Mitcham, Victoria, 3132, Australia, July/Sept 1998, page 17.

Artikel berbahasa Inggris dapat dibaca di : Muslim Encounters with Jesus. Hell

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja