Kesaksian Samaa Habib Berhadapan Muka Dengan Yeshua

Buku Face to face with Jesus kesaksian Samaa HabibIni adaalah kisah nyata perjalanan rohani seorang wanita ex-Muslim dari sebuah negara di Timur Tengah yang sedang menghadapi perang sipil. Ringkasan cerita di bawah ini diambil dari buku kesaksiannya: Face to Face with Jesus: A Former Muslim’s Extraordinary Journey to Heaven and Encounter with the God of Love by Samaa Habib & Bodie Thoene

Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. (Wahyu 12:11)

Perang Sipil membawanya ke kursus Taekwondo dan berjumpa Yeshua
Samaa Habib lahir dari keluarga Muslim di sebuah negara Islam yang berpenduduk 98% Muslim dan dimana para radikal Muslim menganggap mutad ke Kristianiti sebagai penghianat yang layak untuk dihukum mati.
Ayah Samaa adalah seorang ahli hukum dan professor dalam bidang philosophy dan sekaligus seorang Mullah, pemimpin dan guru agama Islam. Ibunya juga seorang professor dalam bidang bahasa menguasai tiga bahasa; ibunya memberi sepuluh anak laki dan perempuan bagi ayahnya dan Samaa adalah puteri bungsu mereka.

Perang sipil antara Muslim Sunni dan Shia* telah membuat ekonomi negaranya menjadi sulit sampai tingkat kelaparan. Kekerasan yang dibuat oleh kedua pihak yang berperang telah menbuat banyak orang muslim termasuk Samaa haus mencari hubungan intim dengan Allah. Namun Allah tidak menjawab.
Kehidupan Samaa berubah secara drastis ketika ia mulai mengikuti kelas gratis Taekwondo (ilmu bela diri asal Korea), yang dipimpin oleh seorang missionari. Pria Kristen ini dengan berani berbicara secara terbuka tentang Yeshua dan Injil pada kelas-kelas Taekwondonya. Di sinilah Samaa menerima Alkitab untuk Anak-anak, saat itu ia berumur 14 tahun.
Ia mulai berkunjung ke gereja dan menerima mimpi dimana Yeshua menampakkan diri-Nya kepada dia. Sejak itu dia mulai berdoa untuk keluarganya. Anianya mulai melanda dirinya; saudara laki-lakinya memukulinya, dibenci oleh ayahnya dan mendapat ancaman dari par tetangganya. Ia sempat diserang beberapa kali, namun bagaimanapun ia mendapatkan perlindungan yang khusus dari Elohim dan tetap bersaksi.
Tentang pindahnya Samaa dan kakak-kakak wanitanya dari Islam ke Kristianiti ia menulis, ”Dalam Islam ayahku akanlah ada dibenarkan untuk membunuh kami.” [Namun, sama sekali tidak dibenarkan di dalam Kristianiti; pindah agama tidak bisa dijadikan alasan untuk melanggar 10 Perintah YAHWEH: “Jangan Membunuh!”, Keluaran 20:13]
Singkat cerita, enam dari 10 anak-anak Habib dan juga isterinya sudah berpindah ke Kristianiti, sementara ayahnya tetap di dalam Islam. Perang sesama kelompok Islam di negaranya dan prilaku baik dari keluarganya yang Kristen telah membuka mata ayahnya – menjadikan ia toleran terhadap Kristianiti.

Ibadah Minggu Gereja yang tidak terlupakan; “Itu bukanlah pesan yang menggembirakan, namun …”
“Kamu perlu makan pagi,” kakaknya berkata kepada Samaa sambil memberikan secangkir teh ketika melihat adiknya memeluk semua saudara-saudarinya dan memberi mereka ciuman pagi untuk segera pergi ke latihan koor bagi ibadah Minggu yang tidak akan terlupakan bagi keluarga Habib, khususnya dirinya sendiri.

Saya minun teh itu secepatnya sebelum mengambil sebuah delima dari mangkok buah dan berkata, “Tidak punya waktu lagi. Saya akan bernyanyi di koor dan ingin mengunjungi Adila sebelum praktek.” Adila kakak kandung perempuan Saaba hanya satu tahun lebih tua darinya. Adila sedang menjalani praktek kerja pelayanan gereja setelah ia menyelesaikan pelajaran Alkitab di Eropa, dan ia tinggal di gereja.
Bapanya memasuki dapur. “Sampaikan kasihku pada saudari mu Aila. Bawa dia pulang ke rumah. Mengapa ia tinggal di gereja sementara ia memiliki rumah dan ibu dan bapa?”
Saya akan sampaikan ke dia, papa. Tetapi papa tahukan itu adalah bagian dari sekolahnya.”
”Katakan kepadanya bahwa saya sayang padanya. Dan saya sayang kamu juga, putri kesayanganku,” papa bekata.
Saya mencium dia dan lari ke luar pintu.
”Selamat ya, putriku tersayang,” ia menjerit kepada ku. Pada saat itu, apakah ayahku merasakan sesuatu yang akan terjadi?
Saya secara pribadi tidak merasakan ancaman dari para terorris. Sebaliknya gereja kami telah diancam oleh orang pemerintah, Komisi untuk Masalah-masalah Agama telah mengancam untuk mencabut ijin gereja sebab kami telah mengadakan penginjilan di ibukota.
Kami semua tidak takut sama sekali. Sukacita dan damai Yeshua, yang melampaui segala pengertian telah memenuhi hati-hati dan pikiran-pikiran kami.
Pada ibadah Minggu itu, setelah jemaat menyanyikan lagu-lagu pujian, Missionari Johnny berkotbah sebab pendeta sedang pergi ke tempat lain. Johnny berkotbah tentang ”bersiap menghadapi aniaya” – ia menceritakan suatu cerita bagaimana seorang missionari di RRC dianiaya oleh karena imanya. Ketika akhirnya ia berhasil lolos ia harus hidup di atas kursi roda dan hidungnya telah terpotong. ”Itu bukan sebuah pesan yang menggembirakan, namun YAHWEH telah berkata kepada ku bahwa aniaya sedang datang,” kata Johnny dengan suara yang bergetar dan menambahkan, ”Kita harus ada siap untuk itu. Yeshua telah dianiaya saat hidup-Nya. Ia menderita dan kita akan juga. Apakah kalian siap dianiaya demi Dia? Apakah kalian siap mati untuk Dia?”

Dan setelah Johnny selesai berbicara ia kembali ke kursinya, asisten pendeta maju ke muka membacakan Matius 16:13-19 - ”Ia bertanya kepada para murid-Nya, ’Kata orang, siapakah Anak Manusia itu ? ….Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? ….Maka jawab Simon Petrus: Engkau adalah Mashiah (Mesias), Putra Elohim yang hidup! …’
Ia kemudian berhenti sebentar lalu bertanya ke jemaat, ”Ketika seorang berkata kepada kalian, ’Siapakah Yeshua ini yang kamu bicarakan itu, Siapakah Dia?’ akankah kalian ada cukup berani , meskipun jika kamu akanlah ada dianiaya , untuk berkata seperti Petrus berkata: ‘Dia adalah Mashiah, Putra dari Elohim yang hidup.’”
Kolekte dilakukan dan lagu Glory, Glory Halleluyah dinyanyikan, dan tiba-tiba kilatan cahaya memancar diikuti suara yang menulikan telinga terdengar! Seluruh auditorium tiba-tiba diliputi asap hitam yang pekat.
Samaa melihat rohnya meninggalkan tubuhnya, meninggal dunia. Rohnya dibawa ke Sorga, melihat Yeshua. Dan Adonai memberi dia pilihan untuk kembali ke bumi. Samaa memilih kembali ke bumi untuk memberi hidupnya melayani Yeshua. Dia secara ajaib kembali sembuh dari luka-lukanya yang parah meskipun ada dianiaya oleh para dokter dan suster Muslim.
Dikemudian hari ia baru tahu bahwa para terroris telah menaruh bom di gereja mereka, dan ia berdiri tepat disebelah kanan bom yang meledak tersebut. Bom tersebut menelan beberapa korban jiwa dan melukai banyak jemaat. Itu terjadi pada waktu ia berusia 19 tahun.

Ia tetap bersaksi, pertama sebagai pelayan restoran, lalu sebagai seorang model dan karyawati real estate. Secara ajaib ia pergi ke Amerika Serikat untuk sekolah misi. Sekarang ia berkeliling dunia untuk membagikan kesaksiannya yang luar biasa tersebut.
Bodie Thoene adalah penyusun cerita kesaksian Samaa Habib. Ia penulis Amerika yang terkenal, telah menulis lebih dari 65 novel, dan telah menjual lebih dari 35 juta buku dan memenangkan delapan kali ECPA Gold Medallion Award.

*) Sunni dalam bahasa Arab mengandung arti ”seorang yang mengikuti tradisi-tradisi Nabi Muhammad” dan Shia dalam bahasa Arab mengandung arti ”kelompok atau pendukung partai rakyat (a group or supportive party of people). Tidak lama setelah Muhammad meninggal dunia, pengikut Sunni selalu memerangi pengikut Shia. Hal ini terjadi sampai hari ini.

Nama-nama tokoh di buku ini (terkecuali nama penyusun cerita) bukanlah nama sebenarnya, nama negara juga tidak disebut hal ini dilakukan demi keselamatan mereka dan penduduk Kristen dimana mereka tinggal.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Film Maria Magdalena: Terlepas Dari Malu (Released From Shame)

Film Maria Magdalena Terlepas Dari MaluKlik di sini untuk menonton online Film Maria Magdalena: Released From Shame (bahasa Inggris).  Film untuk semua umur.

Pada tahun 2007 film ”Maria Magdalena: Terlepas dari malu” ini telah disambut dengan hangat di 22 negara, lebih dari 300 pertunjukan di bioskop, gereja-gereja, rumah-rumah pribadi, pusat-pusat pertokoan, desa-desa terpencil bahkan di penjara seluruh Asia Tengah, Timur Tengah, Amerika Selatan dan Afrika. Terlibat juga di dalam Hari Wanita Internasional di bulan Maret, film ini juga ditayangkan pad Persatuan Bangsa-bangsa di Kota New York untuk para diplomat, duta besar dan pemimpin lainnya yang mewakili 70 negera. Telah menjangkau 3,6 juta jiwa dan 4013 mengambil keputusan untuk mengikut Ha Mashia hanya dalam periode Maret ke September 2007. Data lengkap bisa dilihat di sini.

Dikeluarkan oleh Nordine Productons bekerja sama dengan Inspirational Films, Maria Magdalena: Terlepas dari Malu (Released From Shame) menggambarkan kisah Yeshua (Yesus/ Isa) yang nampak melalui mata Maria Magdalena, dan mendemontrasikan bagaimana Yeshua menghargai para wanita dengan berfokus pada catatan sejarah dari interaksi-Nya dengan mereka.

Film Magdalena: Terlepas dari Malu menjalin cerita-cerita empat wanita di dalam Alkitab – Maria Magdalena, wanita Samaria di sumur, wanita yang menyentuh jubah Yeshua, dan wanita yang tertangkap di dalam perzinahan – ke dalam adegan film baru. Film ini menekankan belas kasihan Yeshua kepada para wanita dan kemampuan-Nya merestorasi martabat dan indentitas mereka melalui pertemuan pribadi dengan Dia.

Tersedia di dalam multibahasa: Albania, Arab (Algeria), China, Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Kurdis (Sorani), Farsi, Portugis, Spanyol, Rusia, Tamil, Thailand, Turki

Situs resmi: Magdalena: Released From Shame

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Syria: Terbukti ‘Indomie’ telah dapat memurtadkan banyak orang Islam.

Banyak orang Islam di Indonesia telah mendengar bahwa tidak sedikit saudara-saudara mereka menjadi murtad (pindah ke Kristen) karena menerima ‘Indomie’ (paket lima bahan pokok) dari orang-orang Kristen. Kejadian ini juga telah terjadi di Syria, dimana perang sipil masih masih berlangsung sementara berita ini ditulis. Paket bantuan makanan untuk orang Syria

Berikut ini laporan dari sebuah organisasi Kristen yang beroperasi di Syria.

Diakui perang yang pecah di Syria telah membuat kehancuran dan penderitaan yang memilukan hati (bagi orang Syria). namun Elohim bekerja secara  luar biasa di negara ini. Para Muslim (Orang-orang Islam) berdatangan ke pada Ha Mashiah (Kristus) dan kehidupan mereka dirubah selamanya.

Kekacauan di Syria yang diawali dari demo politik pada Maret 2011, telah membuat lebih 60.000 korban jiwa dari lebih dari satu juta rakyat Syria terusir dari negaranya sendiri, menjadi pengungsi di negara-negara tetanga dan sebagian tetap tinggal. Kedua kelompok masyarakat ini menanggung kondisi kehidupan yang sangat berat untuk bisa hidup.

Organisasi Operation Mobilization telah membuat belasan kelompok kecil beberapa tahun lamanya di Syria. Para pekerja asing telah keluar dari Syria, namun para pekerja lokal Kristen tetap terus beroperasi.

Para Kristen Syria membagi-bagikan bantuan darurat kepada masyarakat-masyarakat yang membutuhkan. Mereka secara rutin mengunjungi para keluarga yang terlantar ini, membawakan bungkusan-bungkusan makanan, dan minyak pemanas supaya mereka bisa tetap hidup di musim salju dalam kondisi tersebut (tinggal  ditenda-tenda atau rumah yang tanpa listrik)

Dampaknya luar biasa, kelompok Kristen ini diijinkan memutar film-film Kristen secara terbuka di lebih 300 (tiga ratus) desa dan beberapa sekolah. Elohim jelas sekali bekerja: sejak awal dari kericuhan politik di Syria ini kelompok pertemuan-pertemuan rumah telah berlipat ganda jumlahnya.

Kesaksian murtad karena pengaruh pemberian ’Indomie':
1. Ali (nama samaran) bapa dari lima anak, telah berkunjung secara rutin ke gereja sejak ia menerima bungkusan-bungkusan makanan setiap bulan. Suatu hari ia diundang Pendeta gereja tersebut untuk makan siang dirumah pendeta. Ali sangat malu untuk memakannya, jadi pendeta ini membungkuskan makanan tersebut bagi Ali untuk dibawa pulang. Ditengah jalan menuju rumah, Ali teringat para tetangganya yang sedang berjuang untuk hidup, didorong oleh perbuatan dari perubahan hidupnya, Ali memilih untuk memberikan makanan tersebut kepada para tetangganya.

2. Ahmed (nama samaran) bapa dari enam anak. Merasa tidak mampu lagi untuk menghidupi keluargannya, pekerjaan tidak di dapat, sementara anak perempuannya yang terkena kanker sangat perlu obat, namun sama sekali tidak punya uang, Ahmed suatu malam memutuskan untuk menghabiskan hidupnya.
Sementara ia menaruh tali gantungan kedalam  lehernya, ia mendengar suara yang jelad di dalam hatinya berkata, ”Apa yang akan terjadi dengan anak-anakmu? Siapa yang akan merawat mereka ketika kamu telah pergi?” Ahmed hancur hatinya dan menangis. Ia meras bersalah dan menceritakan pengalaman tersebut ke pendeta setempat esok harinya. Pendeta ini membagikan cerita pada Ahmed apa yang Yeshua telah lakukan dan betapa banyak Dia mengasihi Ahmed dan keluarganya.

Ahmed mulai menangis dan memohon pengampunan dari Elohim . Pendeta ini berdoa untuk anak yang terkena kanker tersebut. Kemudian, ketika Ahmed membawa anaknya ini ke dokter, test darah menunjukkan tidak ada jejak kanker pada tubuh gadis kecil ini. Iman dari keluarga ini menjalar, beberapa anggota keluarga juga telah datang kepada Ha Mashiah. Kamp Pengungsi Syria dalam dan luar negeri

3. Belum lama ini , sebuah team Kristen Kurdi mengalami kuasa transformasi Elohim pada keluarga Islam di Syria sementara membagi-bagikan makanan dan bungkusan lainnya.  Mereka mengetuk pintu sebuah rumah, ibu tua menjawab dengan suara ketakutan “Siapkah kalian?” Team ini mengatakan bahwa mereka adalah kelompok anak muda yang menolong orang-orang miskin di daerah tersebut. Ibu ini dengan penuh semangat memanggil dua puterinya. Segera setelah kedua gadis ini melihat anggota team mereka mulai mencurahkan penghargaan mereka atas paket makanan tersebut. Mereka menerangkan bahwa ayah mereka baru saja meninggal tiga bulan lalu dan mereka tidak lagi memiliki uang untuk makanan.

Para gadis ini ingin tahu apakah team ini datang dari partai politik; team menyatakan mereka datang membawa pertolongan dari Elohim, orang-orang Kurdi yang percaya kepada Yeshua. Lalu keluarga ini mengundang mereka masuk rumahnya  untuk minun kopi bersama mereka. Pada wanita tertarik ingin tahu bagaimana mereka bisa ada sebagai orang Kurdi dan juga percaya Yeshua (Kristen dan bukan Islam). Team ini bersaksi pada keluarga ini tentang kasih, pengampunan Elohim dan penebusan dosa melalui Ha Mashiah. Salah satu gadis ini begitu tertarik sehingga team ini bersaksi tentang mujizat-mujizat dari Yeshua. Gadis ini meminta Alkitab dan ia sangat bergembira menerimanya.

Ya situasi di Syria adalah parah, tidak dapat dibayangkan penderitaanya. Namun Elohim, dengan hikmat dan belas kasihan-Nya yang besar, memakai situasi yang menyakitkan tersebut  untuk membalikkannya menjadi membawa orang-orang ke pada Diri-Nya.

Perhatikan: Bukanlah ‘indomie’ (paket bantuan makanan) yang telah membuat orang-orang Islam berpindah ke Kristen atau percaya kepada Yeshua Ha Mashiah, tetapi kuasa kasih dan belas kasihan Elohim YAHWEH melalui ketaatan, pengorbanan diri dan kerendahan hati para pengikut-Nya yang telah menghancurkan hati-hati batu dan para selaput mata banyak orang Islam – di manapun di dunia termasuk di Indonesia. Paket bantuan makanan itu sendiri tidaklah memiliki kekuatan magis apapun, dan nilai nominalnya tidak seberapa besar, tetapi kasih, kerendahan hati dan pengorbanan (siap mati tertembak saat membawa paket tersebut) yang disertai belas kasihan dari orang Kristen kepada orang yang miskin dan terbuang itulah yang sesungguhnya memiliki kekuatan dahsyat yang mampu merubah hati-batu menjadi hati-daging, meruntuhkan kebutaan rohani yang didasarkan atas kebencian dan kecurigaan yang tidak berdasar menjadi melek rohani, betapa sesungguhnya Yeshua Ha Mashiah dan para pengikut-Nya sungguh mengasihi dan berelas kasihan kepada mereka – sekalipun mereka membenci dan menganiaya orang Kristen dari tahun ke tahun, abad ke abad.

Kasih tidak dapat dikalahkan oleh apapun; inilah arti kasih di dalam ajaran Kristen:
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. …
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1 Korintus 13:4-7, 13)

Sumber kutipan: 
God’s transforming power in a war-torn nation (13/12/2012)
Local believers deliver food packages in Syria (3/01/2013)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Kesaksian Claude Ezagouri, Yahudi kelahiran Algeria, berjumpa Yeshua

Artikel ini diterjemahkan dari buku Sons of Abraham worshipping God Together As A Blessing On the Earth ditulis oleh Tom Hess. Kesaksian yang sama dalam bentuk Audio bisa di dengar dari The Olive Tree: Week 117 to 119 – Claude EzagouriBeliau sekarang adalah seorang pendeta jemaat Yahudi yang percaya Yeshua berlokasi di Tiberias, kota tepi danau Galilea.  Ini suatu kesaksian nyata mengenai kuasa doa syafaat dan pekerjaan YAHWEH memulihkan hubungan persaudaraan antara orang Yahudi (keturunan Ishak) dengan orang Arab Kanaan (keturunan Ismael, putra Hagar; tidak semua orang Arab adalah keturunan dari Ismael).

Sementara Iblis membangkitkan konflik Israel-Arab yang semakin panas, YAHWEH melalui Putra Tunggal-Nya, Adonai Yeshua Ha Mashiah, melakukan perdamaian abadi diantara kedua suku bangsa yang berasal dari satu benih, yakni benih Abraham; nubuatan yang dikatakan oleh nabi Yesaya sedang terjadi saat ini, Pada hari itu akan ada sebuah jalan raya dari Mesir menuju Ashur, maka orang Ashur akan datang ke MesiBuku Sons of Abraham by Tom Hessr, juga orang Mesir ke Ashur, dan orang Mesir akan melayani oran Ashur. Pada waktu itu Israel akan menjadi yang ketiga setelah Mesir dan Asyur, suatu berkat di tengah-tengah bumi, yang YAHWEH Tsebaot berkati, dengan berkata: Diberkatilah Mesir umat-Ku, dan Ashur buatan tangan-Ku, dan Israel milik pusaka-Ku.” (Yes 19:23-25; ILT). Dan rasul Paulus, berdasarkan nubuatan nabi Yesaya ini, memproklamasikan perdamaian antara bangsa Yahudi dengan bukan-Yahudi melalui darah Yeshua Ha Mashiah di kayu salib: Namun sekarang, di dalam Kristus YESUS (Mashiah Yeshua), kamu yang dahulu berjauhan sudah menjadi dekat oleh darah Kristus (Mashiah). Sebab Dia sendiri adalah damai sejahtera kita yang sudah membuat keduanya satu, dan yang sudah merobohkan tembok pemisah, dengan melenyapkan perseteruan di dalam tubuh-Nya yaitu torat tentang perintah-perintah di dalam dogma-dogma[1], supaya Dia menciptakan keduanya sebagai satu manusia baru di dalam diri-Nya sendiri dengan membuat damai sejahtera … melalui salib. Sebab melalui Dia, kita keduanya dalam satu Roh memperoleh jalan masuk kepada Bapa.” (Efesus 2:13-18; ILT). Buku Sons of Abraham ini berisi puluhan kesaksian pemulihan hubungan yang ajaib antara kedua suku bangsa dari latar belakang Yahudi dan Arab (Mesir, Asyur) melalui kasih dan kuasa Yeshua Ha Mashiah.

[Latar belakang keluarga dan pendidikan; aliyah; dari agama tradisi ke agama-agama tradisi lainnya]
Saya berasal dari latar belakang orang Yahudi Sephardim.[2] Lahir di tahun 1949, saya menghabiskan 13 tahun pertama kanak-kanak saya di Algeria dan hidup di dalam kondisi perang dari 1954-62. Khususnya diantara mayarakat berbahasa Perancis telah ada ketidak percayaan yang besar dan curiga kepada orang-orang Arab. Ini adalah cara kami telah dididik.

Saya telah dididik untuk memiliki perasaan yang sama kepada orang-orang Kristen (Katolik), oleh sebab sejarah penganiayaan mereka terhadap orang-orang Yahudi. Para rabbi akanlah mengatakan tujuan orang-orang Kristen untuk memurtadkan dan memindah orang-orang Yahudi ke percayaan Kristen, yang secara eklusif berarti pindah ke agama Katolik. Sebagaimana kami hati-hati akan orang Arab yang anti-orang Yahudi kami juga hati-hati akan orang Kristen yang anti-orang Yahudi. Saya juga telah diajar untuk merasakan cara ini terhadap orang-orang Rusia juga. Pendidikan awal ini nampak keluar ketika saya menoleh kebelakang untuk melihat apa yang Adonai telah kerjakan di dalam kehidupan dan pelayananku.

Selama bulan JunPeta Algeriai 1962, satu juta orang berbahasa Perancis di Algeria keluar. Itu adalah pengugsian keluar yang besar ke Perancis. Di Perancis adalah bagian dari masyarakat agama Yahudi yang sedang menjalankan tradisi Bar-Mitzvahed[3] dan pergi ke synagogue secara rutin. Ketika saya menikahi isteriku, yang adalah Katolik nominal (tidak serius), ia memutuskan untuk pindah ke agama tradisi Yahudi dibawah rabbi-rabbi orthodox. Selama waktu perpindahannya kami mulai masuk mendalami agama tradisi Yahudi (Judaism). Saya belajar Talmud dan sebagainya. Saya teringat para rabbi memeriksa rumah kami dan praktek-praktek untuk menyelesaikan perpindahan agama isteri saya. Setelah isteri saya dinyatakan layak untuk berpindah agama, kami melakukan aliyah (kata Ibrani yang berarti migrasi ke tanah leluhur) ke Israel.

Ketika saya migrasi ke Israel di tahun 1975 saya datang dengan pemikiran yang sama anti-Arab, anti-Kristen, dan anti-Russia. Setelah beberapa tahun di kibbutz (permukiman sebuah masyarakat; seperti ”banjar” bagi orang Bali) di Galilea saya merasa bahwa saya harus melalukan sesuatu untuk melindungi agama tradisi Yahudi. Saya telah mengganjurkan kepada kibbutz untuk melarang siapapun orang bukan Yahudi untuk menjadi bagian dari kibbutz bagaimanapun caranya. Karena kibbutz ini bukanlah keagamaan ide ini tentunya ditolak, tetapi itu menunjukkan posisi pikirang saya pada saat itu.

Di awal tahun delapanpuluhan kibbutz kami mulai menerima beberapa sukarelawan Kristen. Orang-orang Kristen ini memcoba berbicara kepada ku tentang Yeshua (Yesus), tetapi saya tolak. Pada waktu itu, meskipun saya berdoa setiap pagi dengan talith (kerudung sembayang Yahudi) dan tali-tali sembayang (phylacteries)[4] dan buku doa. Saya memimpin sebuah pencarian rohani sebab  saya merasakan ada sesuatu yang kurang, sesuatu yang saya tidak tahu. Saya mencari kebenaran. Saya mulai melihat ke dalam agama-agama lain. Saya beralih ke ajaran Buddha, lalu Hindu dan kemudian ke meditasi kebatinan.

Dari tahun 1980-1983 saya praktek meditasi kebatinan, setiap hari. Itu tidak bagus untuk keluargaku. Selama waktu saya seharusnya ada bersama keluargaku, saya melakukan meditasi. Saya melalukan hal-hal yang berbahaya seperti berdoa kepada bulan, mengisi diri dengan kekuatan bulan, dan segala macam praktek perdukunan. Saya berpikir saya mendapatkan kebenaran yang  sedang saya cari, tetapi sesungguhnya saya mendapatkan damai yang palsu melalui meditasi kebatinan dan yoga.

[Terkail Elohim melalui buku meditasi dan radio SW; percaya kepada Yeshua, apa yang harus saya lakukan?]
Di tahun 1983 isteriku membeli sebuah buku untuk ku berjudul ”The Art of Meditation” (Seni Bermeditasi) ditulis oleh sebuah guru. Isteri saya berpikir bahwa itu adalah sejenis buku yang saya pastilah akan suka dan tertarik. Saya menerimanya, tetapi ketika saya memulai membacanya saya sungguh terkejut melihat bahwa itu adalah meditasi berdasarkan ayat-ayat Alkitab. Saya tidak tahu saat ini jika guru tersebut telah menerima Adonai atau belum, tetapi Adonai telah memakai buku tersebut untuk menjamah hatiku.

Ketika saya mendapatkaPendeta Claude Ezagourin ayat-ayat dari Perjanjian Baru itu, saya merasakan bahwa sesuatu terjadi di dalam saya. Itu adalah perjumpaan pertama saya dengan Perjanjian Baru dan merasakan ada pengaruh yang kuat padaku, khususnya kata-kata Yeshua tentang iman. Itu tertulis di Alkitab bahwa Yeshua berbicara dengan penuh kuasa dan ini adalah bagaimana saya menyadarinya. Perkara lainnya yang ditemukan di Perjanjian Baru yang saya tidak temukan di dalam agama tradisi Yahudi (Judaism) adalah kasih. Saya tersentuh oleh kata-kata Yeshua dan mulai percaya, tetapi berpikir itu gila. Saya berpikir bahwa saya sedang menuju keproses sakit mental: Saya seorang Yahudi dan percaya pada seorang Juruselamat orang Kristen. Saya bahkan tidak dapat berdoa di dalam nama Yesus (Jesus). Nama Yesus telah dilarang bahkan diucapkan oleh pengajaran-pengajaran para Rabbi. Jadi saya singkirkan buku tersebut dan berkata kepada diri sendiri untuk melupakan tentang hal tersebut. Tetapi Adonai mempunyai ‘jebakan’ lain untuk ku.

Pada saat itu saya memiliki hobby dengan perangkat radio. Saya dapat mendengarkan stasiun-stasiun radio dari seluruh dunia. Setiap pagi saya mencari stasiun baru. Suatu pagi mendengar suara dalam bahasa Inggris, tetapi saya tidak mengenali stasiunnya. Saya berpikir itu sebuah stasiun baru atau dari tempat yang sangat jauh. Sesungguhnya itu dipancarkan dari Libanon Selatan. Seorang pengkotbah sedang berkotbah pada nubuatan tentang Yeshua di kitab Yesaya [pasal 53?]. Saya tahu bahwa Yesaya ada di dalam Alkitab Yahudi saya dan saya pikir itu tidak mungkin. Dia menggundang para pendengarnya untuk menulis surat kepadanya, jadi saya menulis. Ia mengirim 12 pita kaset membahas kitab Yesaya.

Saya bekerja pada sebuah perkebunan pisang saat itu, jadi saya sepanjang waktu di dunia untuk mendengarkan pita-pita kaset sementara saya bekerja. Sementara saya bekerja, saya memeriksa semua ayat-ayat pada Alkitab Ibrani saya. Saya akhirnya menemukan kebenaran. Saya memiliki seluruh pewahyuan tentang Yeshua adalah Juruselamat (Mashiah) orang Yahudi. Saya bertanya kepada diri sendiri, ”Apa yang saya harus lakukan sekarang? Saya satu-satunya orang di Israel yang mengetahui kebenaran ini?” Saya berkesimpulan mungkin saya harus menulis sebuah buku, tetapi pertama-tama harus perlu bercerita kepada isteriku.

[Masuk iman kepada Yeshua tetapi terancam cerai dari isteri; disadarkan ia tidak sendirian; doa-doa syafaat yang berkuasa]
Ketika saya kembali kerumah dan menceritakan isteri saya kabar indah tersebut. Dia tidak menanggapinya dengan sungguh baik. Dia berkata, ”Kamu adalah seorang yang telah biasa kedalam ajaran Budha, kemudian kamu pergi ke ajaran Hindu, kemudian kamu pergi ke meditasi kebatinan, dan sekarang kamu bercerita bahwa Yesus (Yeshua) adalah Ha Mashiah orang Yahudi. Engkau gila?” Dia tidak ingin mendengar tentang itu atau sesuatu tentang Alkitab dari diriku. Dua tahun berikutnya adalah masa yang sangat sulit, sebab kami tidak memiliki kesamaan bahasa. Saya tidak tahu bagaimana melakukan iman ku dan membuat banyak kesalahan. Kami memutuskan untuk bercerai.Peta kota Tiberias dan Danau Galilea

Ketika kami memutuskan untuk memulai proses perceraian, seorang sukarelawan (wanita) Kristen bekerja dengan isteriku. Ketika ia datang kerumah kami saya katakan padanya bahwa saya adalah seorang Yahudi, tetapi saya percaya kepada Yesus dan pastilah saya adalah satu-satunya orang di Israel. Wanita ini berkata bahwa saya tidaklah satu-satunya, tetapi ada yang lainnya yang percaya seperti saya, bahkan ada persekutuan-persekutuan orang Yahudi beriman di Israel. Saya sungguh terkejut dan ingin bertemu mereka. Melalui wanita ini saya bertemu orang-orang Yahudi percaya Yeshua (Yesus) dan menerangkan kepada mereka bahwa setelah saya mulai percaya isteriku ingin menceraikan saya. Mereka katakan kepada ku bahwa itu tidaklah masalah dan saya harus berdoa setiap hari untuk keselamatan isteri saya.

Senaif itu kedengarannya saya ambil ini sebagai tugasku. Saya berdoa setiap hari tanpa kapok untuk keselamatan isteriku meskipun kami tidak berbicara satu sama lain. Setelah beberapa minggu berdoa saya melihat isteriku membaca Alkitab setiap hari dari pagi sampai malam. Melalui firman Elohim, doa dan pekerjaan orang-orang beriman lainnya Adonai melakukan pekerjaan kilat di dalam kehidupannya. Adonai tidak hanya menyelamatkan isteriku, tetapi juga Dia menyelamatkan pernikahanku. Saya berpikir bahwa ini luar biasa. Itu adalah pengalaman mujizat pertama saya: saya berdoa untuk keselamatan isteriku dan hanya didalam sedikit minggu dia diselamatkan meskipun dia telah begitu keras melawan iman percayaku. Sekarang mempercayai kuasa doa, saya memutuskan berdoa untuk anak-anakku. Saya berdoa untuk mereka setiap hari dan mereka menerima Adonai.

Elohim telah memberi saya lampu hijau untuk mendadopsi seorang pemuda remaja yang datang dari keluarga bermasalah. Keluarganya dan kibbutnya telah memperingatkan dia bahwa kami adalah missionari dan jika kami berbicara kepadnya tentang Alkitab dia tidak perlu dengarkan.[5] Pemuda ini sangat curiga dengan kami, khususnya ketika kami berkumpul sebagai sebuah keluarga dengan Alkitab untuk berbicara dan berdoa kepada Adonai. Saya mulai berdoa untuk dia setiap hari sebagaimana telah saya lakukan untuk isteriku. Setelah setahun berdoa dengan setia dia datang kepadaku dan berkata, ”Sesuatu sedang berputar di dalam hatiku,saya tidak tahu apa yang sedang terjadi padaku. Saya merasa tertarik oleh peribadi Yeshua. Itu sungguh tidak dapat dipercaya setiap kali saya ada ujian di sekolah dan saya berdoa di dalam nama Yeshua, saya lulus.” Dia menerima Yeshua dan menjadi orang beriman. Itu adalah pengalaman mujizat kedua saya dan konfirmasi bahwa Adonai mendengarkan kepada doa-doaku.

[Bersyafaat dan menginjili Orthodox fanatik-ibunya sendiri; jadi hamba YAHWEH; menjalin hubungan dengan para pemimpin Arab Kristen]
Saya memutuskan berdoa untuk ibuku. Saya tahu itu akanlah ada tugas yang sulit sebab ibuku adalah seorang yang telah mengajar keluarganya untuk menentang para Arab, Kristen dan Russia. Saya mulai berdoa setiap hari sama seperti saya telah berdoa untuk keluargaku. Setelah setahun berdoa ibuku datang ke Israel dimana saya membagikan imanku kepadanya. Dia menjadi marah dan berkata bahwa Yeshua bukanlah untuk orang-orang Yahudi. Dia pergi dan kembali ke Perancis.

Saya tidak menjadi lemah dan terus berdoa untuknya. Beberapa lama kemudian saya pergi ke Perancis mengunjunginya. Disana, sekali lagi membagikan iman saya kepadanya membawa khususnya ayat-ayat dari Perjanjian Lama, Alkitab orang Yahudi, menyatakan bahwa Yeshua (Yesus) adalah Ha Mashiah bagi para Yahudi. Dia meresponi dengan berkata, ”Itu adalah mustahil. Jika itu adalah benar, maka para rabbi akanlah sudah mengatakannya kepada kita. Saya akan hanya percaya itu jika kamu menunjukkan hal itu kepadaku dari Alkitab ayahku.”

Kakek saya adalah seorang Yahudi Orthodox yang telah menghabiskan waktunya mempelajari Talmud dengan para rabbi lainnya  di synagogue. Itu adalah Alkitab yang sangat tua, dari tahun 1906. Ketika ibu saya memberikan Alkitab itu kepadaku saya sungguh terkejut melihatnya sebab itu ada keduanya Perjanjian Lama dan Baru, sebuah Alkitab yang lengkap! Itu tidak terlalu susah menunjukkan kepada ibuku dalam Alkitab ayahnya bahwa Yeshua adalah Ha Mashiah orang Yahudi. Dia menerima Adonai. Tahun-tahun berikutnya saya juga berdoa untuk keselamatan tiga saudari-saudariku dan mereka semua menerima Adonai juga.

Elohim secara praktek menyelamatkan seluruh keluargaku melalui doa. Dia memberi saya kasih terhadap orang-orang Kristen, Arab dan beban untuk orang-orang (Yahudi) Russia yang kembali ke Israel.

Sebelum saya datang ke Israel saya tidak mempunyai hubungan apapun dengan orang-orang Arab. Bahkan di Algeria, kami telah hidup dalam lokasi-lokasi yang terpisah dan hubungan sangat jarang. Setelah saya menjadi orang percaya di Israel, sikapku berubah terhadap orang Arab. Saya telah berubah bahkan lebih lagi ketika saya pertama kali bertemu orang-orang Arab percaya di Israel. Ketika saya masuk pelayanan, saya lebih terlibat. Itu menakjubkan saya melihat orang-orang Arab yang percaya seperti aku dan yang telah diisi kasih Elohim. Kepada pikiranku sebelumnya, para Arab adalah orang-orang buruk dan musuh. Meskipun tidak ada peristiwa yang dramatik untuk menandai apa yang Adonai telah lakukan di dalam kehidupanku sehubungan dengan pola pikir anti-Arab, sebagaimana saya bertemu saudara-saudara Arabku pada pertemuan-pertemuan (rohani), saya mengingat-ingat kebelakang dan kagum pada apa yang Adonai telah lakukan di dalam hatiku.

Di Galelia kami memiBuku kesaksian Yahudi dan Arab didamaikan ke Mashiahliki hubungan-hubungan jangka panjang yang sangat bagus dengan saudara-saudara Arab kami. Sebelum saya memasuki dunia pelayanan, saya telah menggembangkan suatu hubungan yang khusus dengan saudara Anis Barhoun di Galelia. Kami terbiasa berkunjung kepadanya dan keluarga kami dihubungkan dalam suatu cara yang special. Hubungan-hubungan berlanjut dengan para pemimpin Arab dalam cara persahabatan yang serupa. Hal ini terus berkembang setelah saya menjadi pendeta.

Pada pertemuan-pertemuan yang terpisah dimana fellowship-fellowship orang Yahudi dan fellowship-fellowship orang Arab bergabung saya melayani bersama dengan para pemimpin Arab percaya dan menghadiri pertemuan-pertemuan dengan para pemimpin Arab dan Yahudi. Juga ada pertemuan-pertemuan yang diprakarsai oleh Tom White.[6] Membagi waktu setiap tahun bersama, Adonai menggembangkan hubungan yang sangat kuat. Selama masa-masa retreat ini kami bersama selama tiga hari bertukar makanan dan masalah-masalah pribadi yang sangat dalam diantara kami. Tidak ada perbedaan antara Arab dan Yahudi. Ketika kami bersama kami melupakan permusuhan diantara kami.

Saat pertama saya keluar negeri dengan seorang pemimpin Arab kira-kira tiga tahun yang lalu dengan Nizar Touma.[7] Sejak itu kami melakukannya setiap tahun. Dengan kesaksian Yeshua yang sama, tidak ada perbedaan antara Yahudi dan Arab. Nyatanya, sekarang keluargaku dan keluarga Nizar adalah dekat. Kami kadang-kadang pergi mengunjungi mereka di Nazaret.

[Pelayanan dengan pemimpin Arab ke Singapore, namun diserang roh jahat; penyakitnya dipakai Elohim untuk mempererat persaudaraan Yahudi dan Arab]
Sekali saya ada di Singapore dengan N. (namanya dirahasiakan), seorang pendeta Arab dari sebuah negara Arab di Teluk Timur Tengah; Saya diserang (roh jahat) secara rohani dan menjadi sakit. N. adalah penolong saya yang sangat khusus. Selama siang hari saya dikelilingi orang-orang dan saya mendapatkan pertolongan dari mereka, tetapi pada malam hari saya memiliki banyak masalah yang datang dari serangan tersebut. Saya harus membangunkan dia (saudara N.) kadang-kadang pukul 4 pagi dan dia merawat saya, bahkan membawa saya kerumah sakit. Suatu malam serangan-serangan berlipat kali ganda. Saya memohon kepada N. bolehkan saya membangungkan dia  apabila serangan datang kembali di tengah-tengah malam. Dia berkata tidak masalah, dan lakukan saja.

Saya kasihan kepadanya ketika saya membangunkan dia pada pukul empat pagi. Dia datang kepada saya dan berdoa dengan saya dan menunggu sampai saya kembali tertidur. Pada suatu malam dia terus terbangun berdoa sepanjang malam sampai pagi hari. N. sungguh  teladan yang sempurna dan berkat. Saya terkagum oleh saudara Arab ini yang bersama saya tidak seperti orang lain sebelumnya. Adonai menunjukkan dan mengatakan kepadaku, ”Ini adalah saudara Arabmu untuk ada beserta mu dan pergi melalui kesulitan ini bersama kamu.”

Pagi berikutnya N. akan berkotbah setelah hanya sedikit jam tidur. Saya sungguh bersyukur kepada Adonai untuk N. Kemudian N. bercerita bahwa pengalaman tersebut (menolong saudara Yahudinya) telah bekerja sangat dalam di dalam kehidupannya. Elohim telah memakai saat-saat itu untuk sungguh-sungguh membuka hati saudara N untuk masyarakat Yahudi di dalam cara yang sangat dalam. Ketika saya melihat kebelakang, saya terkagum melihat apa yang Adonai telah kerjakan di dalam merubah pemikiran anti-Arabku. TAMAT.


[1] Dokma-dokma: Pokok ajaran yang disusun manusia, sangat mungkin bersifat legalistik; referensi dari ILT. Torat (Torah/Taurat) arti literalnya adalah petunjuk dan perintah, tidaklah dihapus atau diakhiri, seperti Yeshua sendiri berkata (Mat. 5:18-20), namun dogma dan peraturan teknisnya yang dihapuskan.

[2] Sephardim atau Separdi  adalah orang Yahudi yang berasal dari Spanyol, Portugis dan Timur Tengah dan keturunan mereka memiliki budaya yang berbeda dari orang-orang Yahudi asli di seluruh dunia. Orang Yahudi dari Afrika Utara dan Timur  Tengah sering digambarkan secara terpisah sebagai orang Yahudi Mizrachi; www.jewfaq.org. Sephardim datang dari kata “Sepharad” kata Ibrani untuk Spanyol.  Mereka adalah keturunan dari orang-orang Yahudi yang tinggal di Spanyol dan Portugal di Abad Pertengahan sampai meningkatnya penganiayaan di tahun 1492 yang memaksa mereka untuk pergi dari kedua negara tersebut atau pindah dengan paksa kedalam agama Katolik.

[3]  Tradisi Yahudi dimana laki-laki yang menginjak usia 13 tahun harus belajar kitab Torah dibawah pimpinan rabbi dan dianggap mulai bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

[4]  Tali sembayang ini berisi dua perintah utama dari seluruh perintah YAHWEH: Dengarlah, hai orang Israel: YAHWEH itu Elohim kita, YAHWEH yang esa! Kasihilah YAHWEH, Elohimmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu (Ulangan 6:4-5), ayat-ayat ini di taruh di dahi mereka (pada sebuah kotak kecil) dan pada tangan mereka (tertulis pada tali kulit yang dibelitkan pada lengan mereka); bahkan juga pada tiang pintu rumah dan pintu gerbang mereka. Baca ayat 8-9.

Pada Matius 23:1-10 Yeshua menunjukkan kepada murid-murid-Nya bahwa perintah YAHWEH melalui Musa tersebut telah dirubah oleh para rabbi (pemimpin agama Yahudi saat itu) menjadi tanda kebanggaan dan kehormatan rohani diri sendiri, makna yang sebenarnya telah diganti oleh kelompok tertentu.

[5] Orang-orang Yahudi yang beriman kepada Yeshua juga digelari sebagai ”missionary” oleh para pengikut agama tradisi Yahudi (Orthodox). Kata ini juga berkonotasi “penghianat Israel” = bekerja sama dengan Roma, penjajah Israel. Sekarang ini telah banyak orang Israel bisa membedakan antara orang Kristen yang mengikuti ajaran Yeshua dengan pengikut ajaran gereja Roma Katolik.

[6] Direktur eksekutif yayasan The Voice of the Martyrs (VOM); almarhum.

[7] Pendeta dari Nazarene Church, Nasaret, Israel.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

 

Kesaksian Mike Shreve, ex-guru New Age bertemu Yeshua

Mike Shreve adalah seorang guru Yoga Kundalini yang telah mengajar di empat universitas di Florida, Amerika. Hingga sampai suatu pengalaman Kenyataan Hakiki atau Realitas Tertinggi (Ultimate Reality)[1] akhirnya itu merubah pola pikirnya secara radikal.

Tulisan kesaksian ini adalah ringkasan dari buku tulisan Mike Shreve sendiri: Encountering GOD. Kesaksian serupa juga di dapat pada buku In Search of the True Light pada Bab 3-Monumental Moments. Material asli adalah Copyright (2011). Dipakai dan diterjemahkan sesuai persyaratan dari pemilik, yakni tidak untuk diperdagangkan.

Kesaksian Mike Shreve juga terdapat di buku Truth Seekers, Sid Roth & Mike Shreve,  di dalamnya terdapat 9 kesaksian orang lain yang telah menemukan Kebenaran Sejati yang mereka cari.

Catatan dari penterjemah: Semua catatan kaki berasal dari penterjemah, kecuali itu ditulis. Artikel ini dapat dipakai dengan bebas, namun catatan kaki harus disertakan. Penjala Baja.

Mike Shreve on It’s Supernatural with Sid Roth – Truth Seekers

[Perubahan dari hidup duniawi ke agama New Age, dunia roh]
Itu sekarang mudah melihat kebelakang dan melihat titik-titik balik utama: lagu-lagu, buku-buku, pengertian-pengertian, pengalamaan-pengalaman, hubungan-hubungan dan ide-ide yang membangkitkan perubahan-perubahan fundamental di dalam sistem keyakinanku. Saat-saat monumental adalah titik balik yang bernilai dalam kehidupan kita.

Menurut tradisi Buddha, Siddhartha Gautama ditemui seperti ‘saat monumental’ sekitar usia dua puluh sembilan. Para Pemikir modern bahkan dapat mengistilahkan hal itu ’pergeseran paradigma yang bersifat pribadi’ (transformasi pribadi dalam gaya hidup dan keyakinan yang mengakibatkan adanya sebuah perubahan sosial).

Meskipun terlindung sepanjang hidupnya dalam batas-batas sebuah istana kerajaan, ia berani untuk menjelajah kedalam ‘dunia luar.’ Menurutu tradisi, itulah saat Siddhartha melihat apa yang disebut “Empat Pemandangan” – orang sakit, pria tua, mayat dan petapa.
Setelah menyaksikan penderitaan yang berlimpah di dunia ini, ia terguncang, tersentak dari mentalitas melayani diri sendiri. Keputusasaan yang dihasilkan untuk menemukan jawaban menjadi, penulis William Burrough katakan sebagai, “bahan baku perubahan drastis.”
Kemudian setelah beberapa tahun, sementara bermeditasi di bawah pohon Bodhi, ia mengklaim menerima sebuah pengalaman Kenyataan Hakiki (Ultimate Reality). Pada saat itu, menurut mereka yang mempraktekkan filosofinya [filosofi si Siddhartha Gautama], ia (Siddartha) menjadi “Buddha,”  (artinya) “Yang Tercerahkan,” “Enlightened One.”[2]
Pengalaman menjelang kematian di tahun pertama kuliahku terbukti menjadi ‘titik penting’ bagi saya.
Pada malam hampir-tragis itu, saya memiliki kesan bahwa jiwa saya benar-benar meninggalkan tubuh saya dan masuk ke dalam kekosongan yang sangat menakutkan dan gelap. Saya merasa benar-benar tidak siap. Saya telah mendengar bahwa mereka yang ingin mati dengan baik, terlebih dahulu harus belajar untuk hidup dengan baik. Saya jelas belum hidup dengan baik, jadi saya belum siap untuk mati dengan baik tentunya.

Mendapatkan gelar sarjana? Mengejar karir? Menjadi aman secara finansial? Untuk apa-jika akhirnya kuburan menunggu di suatu tempat di masa depan saya? Itu suara dari dalam terus menyelidik dan mendorong dengan peringatan serupa dengan yang diberikan kepada Horatio, dalam drama Shakespeare, “Hamlet“: “Ada banyak hal di sorga dan bumi … daripada yang diimpikan dalam filsafat Anda”
Seperti orang buta aku tersandung dalam kegelapan, menggenggam sesuatu benda. Saya sangat ingin melampaui batas-batas yang dikenakan pada diriku dan putus asa untuk jawaban abadi. Sekali lagi, rasa putus asa ini telah menjadi “bahan baku perubahan drastis.”
Agama[3] telah mengambil kepentingan yang diperbaharui. Saya telah dibesarkan sebagai seorang Roma Katolik. Sampai awal remajaku, saya sangat setia, tetapi gagasan bahwa Kristianiti adalah satunya jalan kepada Elohim, dengan mengesampingkan semua agama lain, hanya tampak terlalu sempit, terlalu tidak masuk akal. Selain itu, saya memutuskan untuk tidak bisa lagi menerima sesuatu hanya karena itu adalah bagian dari budaya saya atau ’sistem keyakinan’ keluarga.

Socrates berkata, “Kehidupan yang tak teruji tidak layak dijalani.” Saya memutuskan bahwa kepercayaan-kepercayaan yang belum diuji tidak juga banyak berarti … setidaknya, bagi saya pribadi. Bermaksud untuk mengeksplorasi berbagai agama dunia dengan pikiran terbuka, aku berangkat pada sebuah pencarian demi “Terang Yang Sesungguhnya.” (True Light).[4] Meskipun saya sedang belajar wahyu, teori dan pendapat orang lain saat itu, dengan tujuan utamaku adalah untuk mengalami Elohim untuk diriku sendiri. Saya beriman bahwa sesuatu di suatu tempat akan terbukti menjadi koneksi saya dengan Kenyataan Terakhir.

Sebuah Encounter Dengan Agama New Age atau agama Asia Timur  (Far East)[5]
Saya mulai membaca banyak literatur tentang agama-agama Asia Timur dan mata pelajaran terkait. Fraseologi (Phraseology) baru mengisi pikiran saya: yoga, proyeksi astral, mantra, cakra, mata ketiga, Nirvana, kesadaran-Ilah – semua hal ini terdengar sangat menantang dan menarik. [Bagi orang sekuler dan atheis, banyak orang Barat saat mereka sadari bahwa hal-hal yang bersifat kebendaan (materialsm) tidak dapat memuaskan jiwa mereka, umumnya akan jatuh pada titik ektrim yang sebaliknya, yaitu alam roh, spritualism]
Kemudian pada musim gugur tahun 1969 saya pergi untuk mendengar Yogi Bhajan: seorang guru dari India yang mengaku dia datang ke Amerika Utara untuk membantu ‘anak bunga’, ‘generasi perdamaian’ menemukan jalan yang bersifar roh. Dia mengajarkan kami tentang yoga[6] (secara harfiah yoga berarti ‘untuk dibebani’).

Mengemasi barang-barangku, saya meninggalkan kampus Universitas Florida State di Tallahassee, Florida, untuk membantu memulai sebuah pondok meditasi (ashram) di Pantai Daytona. [Disini Make dan yang lainnya berjam-jam dan setiap hari belajar dan praktek meditasi Hindu, mantera[7] yoga, dan pengendalian nafas dan pikiran untuk mendapatkan pencerahan jiwa, dengan tujuan menjadi serupa Elohim] Kami bertekad secara penuh pada proses tersebut.

Hal-hal aneh mulai terjadi padaku: rasa damai dan keterpisahan dari dunia, jiwa terkadang keluar dari tubuh berkunjung ke beberapa jenis alam yang lebih tinggi, mimpi rohani. Saya, dalam hal seperti-Adam, rindu suatu hari terbangun dari mimpi rohani menemukan diri saya sendiri mengamati wajah Penciptaku. Adakah yang lebih baik dari itu?

[Menjadi guru Yoga di empat universitas, surat Larry]
Saya tidak dapat lagi mengabaikan penderitaan ras manusia yang tertutup oleh kebodohan rohani. Setelah berunding dengan para pemimpin, saya meninggalkan pondok meditasi pergi ke kota lainnya dan memulai kelas-kelas pengajaran untuk saya sendiri.

Dengan dorongan yang kuat, saya pindah ke kota berkembang Tampa, Florida. Empat universitas di wilayah ini (the University of South Florida, the University of Tampa, Florida Presbyterian and New College) membuka pintu mereka, Beberapa ratus mahasiswa mulai hadir. Rindu untuk menabdikan diri mereka lebih lagi, sejumlah murid-muridku miminta saya untuk menyewa tempat dan menjadikan itu pondok meditasi kecil. Degan senang hati saya menuruti.

Suatu malam, selama waktu itu, saya mengalami apa orang lain sebut sebagai ’cahaya putih.’ Saya mendapat kesan yang berbeda jiwaku keluar dari tubuhku dan ditarik ke dalam cahaya yang sangat kuat dan abadi.[8] Meskipun sekarang saya memiliki interpretasi yang berbeda dari apa yang sebenarnya telah terjadi pada diriku, pada saat itu, aku merasa aku melewati suatu kondisi tertinggi dari meditasi. Lebih jakin dari sebelumnya bahwa saya benar-benar pada ‘jalan’ saya, saya diintensifkan usaha saya.
Lalu hal itu terjadi! Sangat tiba-tiba … sangat tak terduga … suatu perjanjian ilahi telah mengganggu apa yang telah menjadi pola kehidupan yang dapat diduga. Saya bahkan tidak mencari arah baru, tapi Elohim tahu hati saya. Dia tahu kasih saya kepada Dia dan ketulusanku dari tujuan. Jadi Dia turun tangan bagi saya melalui pembuatan beberapa peristiwa yang sangat bernilai yang membawa …

Sebuah Perubahan Dramatis [Surat Larry yang menantang, Di doa syafaati dan dipuasai oleh orang-orang Kristen, menguji ke-elohim-an Yeshua, ujian diterima Elohim]
Beberapa kejadian kunci telah terjadi dalam beberapa minggu yang menyebabkan ’titik balik’ terpenting dalam hidupku.
Pertama, koran Tribune Tampa menerbitkan sebuah wawancara dengan saya setengah halaman. Reporter itu menanyai saya tentang keyakinan saya sebagai guru Yoga Kundalini dan melaporkan semua yang saya lakukan di daerah Tampa. Saya bersyukur untuk pemaparan itu, yakin bahwa publisitas gratis ini akan meningkatkan kehadiran di kelas-kelasku.

Sedikit yang saya tahu bahwa hal itu juga akan menyadarkan kelompok doa Kristen setempat mulai mendoakan saya.
Seorang anggota kelompok doa memotong artikel dari koran tersebut, menempelkan nya ke papan doa mereka dan meminta orang-orang untuk berpuasa dan berdoa bagi saya setiap hari sampai pertobatanku terjadi. Selama periode yang sama ini, saya menerima surat dari teman kuliahku yang meninggalkan sekolah pada saat yang sama saya tinggalkan, karena alasan yang sama. Isi dari surat Larry cukup mengejutkan. Ini menggambarkan perubahan mendadak yang baru saja terjadi dalam hidupnya. Meskipun ia telah mengkhususkan diri untuk agama-agama Asia Timur dan disiplin-disiplin yoga tertentu, sesuatu telah berubah secara radikal seluruh pendekatannya pada hal-hal tentang Elohim. Larry menjelaskan bagaimana ia menerima berkat, pengalaman supranatural dengan Yeshua, yang disebut sebagai “dilahirkan kembali.”
Larry juga mengklaim pengalaman ini berbeda daripada pengalaman yang diperoleh melalui yoga dan itu meneguhkan klaim Yeshua sebagai satu-satunya cara untuk keselamatan. Kata-kata Larry adalah tegas, “Mike, kamu tidak akan pernah menemukan kedamaian yang sesungguhnya melalui yoga dan meditasi. Kamu harus melalui salib. Kamu harus dilahirkan kembali. Yeshua adalah jalan kepada kehidupan kekal.”

Saya balas menulis kawan kuliah saya, menjelaskan bagaimana senangnya saya  bahwa ia telah menemukan ‘jalan Kristianiti’ tepat baginya. Namun, saya menyatakan dengan tegas bahwa klaim Kristianiti terlalu eksklusif bagi saya. Keyakinan saya dahulu mencakup semua agama di dunia. Semua ‘jalan’ berbeda-beda untuk (menuju) Elohim yang sama: ini adalah keyakinan saya dahulu. Anehnya, meskipun, saya tidak bisa mengluarkan surat Larry dari pikiran saya. Kata-katanya terus bergema dalam diri saya, meskipun logika dari kata-kata Larry itu tidak saya terima.
Setelah beberapa minggu, saya memutuskan bahwa saya harus menangani masalah ini. Mengabaikan Kristianiti tanpa sepenuhnya mengeksplorasi klaim-klaimnya akanlah menjadi tidak adil – tidak adil bagi saya dan tidak adil bagi Dia yang telah mengklaim sebagai Juruselamat dunia. Aku sadar bahwa aku belum pernah benar-benar telah memberikan Yeshua kesempatan untuk membuktikan dirinya sendiri. Jadi saya menyimpulkan, “Jika dia benar-benar ialah siapa dia telah mengklaim, dan jika saya tidak menguji ajaran-ajarannya, saya mungkin akan kehilangan hal yang saya telah cari selama ini … Selain itu, jika Yeshua membiarkan dirinya untuk disalibkan bagi keselamatan umat manusia, saya berutang kepadanya untuk setidaknya membuka hati saya untuk kemungkinan klaimnya yang benar.” Jadi suatu pagi, meskipun melibatkan perjuangan batin, sebagai ganti mengikuti rutinitas yoga kebiasaanku, saya memutuskan untuk …
Mendedikasikan Satu Hari Untuk Adonai[9] Yeshua Ha Mashiah!
Aku bangun, seperti biasa, sekitar 3:15  pagi. Itu adalah waktu normal kami bangun di pondok meditasi. Dimulai pada pukul 3:30, kami akan menghabiskan sekitar satu jam melakukan berbagai latihan badan dan pernapasan. Lalu 4:30-6:30 kami akan duduk bersila dan tanpa bergerak, dalam apa yang disebut ‘posisi teratai,’ melakukan berbagai macam meditasi. Biasanya kami mempraktekkan Yoga Mantra. Pada pagi  yang penting itu, bagaimanapun, saya memutuskan untuk melepaskan diri dari kebiasaan tersebut.
Dengan sengaja, saya masuk ke sebuah ruangan sendirian dan duduk. Meskipun tampaknya salah secara rohani, saya mendedikasikan sepanjang hari itu berdoa sungguh-sungguh kepada Pribadi yang Larry klaim sebagai satu-satunya “pengantara antara Elohim dan manusia” ini. (1 Timotius 2:5). Beberapa kali saya mengaku, Adonai Yeshua, saya menyerahkan hari ini kepada Engkau. Saya percaya, jika Engkau nyata dan jika Engkau adalah Juruselamat dunia, Engkau akan tunjukkan itu pada hari ini.”

Lalu saya mulai membaca Alkitab, menghabiskan sebagian besar waktu saya tenggelam dalam Injil Yohanes dan kitab Wahyu. Aku sangat tergugah pada kitab terakhir (kitab Wahyu), dengan kuasanya, gambaran nubuatannya, terutama ayat-ayatnya yang meramalkan bahwa konflik terakhir antara kekuatan baik dan jahat di medan pertempuran di Israel disebut Armageddon (Lembah Megido).
Saat saya membaca, saya terus berdoa. Meskipun saya sepenuhnya mengharapkan semacam kunjungan yang bersifat kuat, gaib (penglihatan, suara yang terdengar) pada awalnya, hal itu tidak terjadi seperti itu. Selama sekitar sepuluh jam hari itu saya telah bertahan, membaca Alkitab dan mencari Adonai Yeshua. Kemudian, tepat ketika saya akan menyerah dan menolak klaim Mashiah (Kristus atau Masih),[10] Elohim campur tangan … dan saya tiba pada…

My Momen Of Destiny!
Kent Sullivan adalah seorang senior di University of South Florida. Dia adalah seorang mahasiswa berprestasi, tetapi pengejaran pendidikannya tidak membawanya pada jawaban-jawaban atas kehidupan atau ketenangan pikiran yang dia harapkan. Beberapa bulan sebelumnya, ia telah mempelajari ajaran mistik (hal-hal yang bersifat roh) Asia Timur. Secara khusus, ia telah mengikuti ajaran Yogananda, seorang guru terkenal India yang menulis sebuah buku populer disebut, The Autobiography of a Yogi (Catatan Pribadi seorang Yogi). Tiba-tiba, bagaimanapun, Kent telah beralih dari Kriya Yoga ke Kristianiti.
Meskipun saya belum pernah bertemu Kent secara pribadi, saya sangat menyadari perpindahan tak terduganya. Itu adalah telah menjadi ‘percakapan sekota’ di antara mereka yang terlibat dalam yoga dan meditasi. Kami semua bertanya-tanya, “Bagaimana dia dapat melakukannya? Ia telah dikenal sebagai salah satu siswa paling maju tentang yoga di daerah Tampa? Bagaimana dia bisa terlibat dengan orang yang mengajarkan bahwa Yeshua adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan?” Bukan saja kami tertegun atas ‘murtadnya’ Kent, penilaian kami adalah bahwa ia telah memilih jalan yang lebih rendah. Saya merenung, “Bagaimana mungkin orang yang mengerti konsep ‘semua agama menjadi satu’[11] bahkan murtad dari itu? Apa yang telah merubah pikirannya?” Tentu saja, saat saya merenungkan hal-hal ini, saya tidak tahu bahwa ….
Kent ternyata anggota dari kelompok doa yang sedang berdoa untuk saya.
Hari yang ditetapkan secara ilahi tersebut Kent memutuskan untuk mencuci pakaian-pakaian kotornya. Dia memiliki jam kosong antara kelas-kelas. Itu adalah waktu yang tepat untuk mengurus tugas yang membosankan, tapi perlu. Dengan setumpuk pakaian hingga dagunya, sekitar pertengahan jalan melalui pintu cuci pakaian, Roh Elohim menghentikannya. Dia mendengar suara yang lembut dalam rohnya mengatakan, “Jangan masuk ke sana saya memiliki sesuatu yang lain untuk kamu lakukan.. Kembali di dalam (mobil) van dan nyetir kemana Saya pimpin kamu.” Semuanya tampak tidak praktis dan tidak logis. Selain itu, sebagai seorang Kristen baru, Kent belum terbiasa rencananya terganggu oleh Roh Kudus. Dia menyerah kepada rencana Elohim, meskipun, berpikir itu cukup aneh bahwa untuk beberapa alasan Elohim tidak ingin dia mencuci pakaian kotornya. Tentu saja, dia tidak tahu bahwa sekitar dua mil jauhnya …
Guru yoga yang menjadi objek doa-doanya selama beberapa minggu itu mencari tumpangan, berusaha mendapatkan tumpangan ke University of South Florida.
Meskipun saya telah menghabiskan hari itu berfokus pada klaim Kristianiti, saya sedang dalam perjalanan sore itu untuk melakukan salah satu kelas yoga saya. (Karena saya telah meninggalkan semua harta benda yang tidak perlu, jadi saya biasa berjalan atau menumpang di mana-mana.) Sementara berdiri di sisi jalan, saya tetap berdoa bahwa jika Yeshua adalah “Jalan,” ia tentunya entah bagaimana menyatakan dirinya sendiri.
Sebagai Kent mengemudi, Roh Elohim membuat dia kagum untuk melakukan beberapa belokan-belokang yang tertentu, akhirnya menuntun dia menyusuri jalan tepat di belakang Busch Gardens. Dia masih bertanya-tanya mengapa ia melakukan semua ini ketika ia melihat suatu yang tampak unik, anak muda ‘memberi tanda jempol’ untuk numpang. Dengan rambut panjang, keriting, coklat, jenggot panjang dan pakaian longgar gaya-India, saya tampak secara jelas bagian dari Orang Barat pemuja agama-agama Asia Timur. Kent tidak pernah mengambil para penumpang jalanan, tapi merasa aneh ‘dipimpin’ untuk menepi. Saat aku membuka pintu dan melangkah ke dalam van, hati saya mulai memacu keras di dada saya, karena …
Tempelan di langit-langit mobil Kent adalah sebuah foto besar bergambar Yeshua.
Saya tahu ini bukan kebetulan, saya tahu ini adalah jawaban untuk saya. Pikiran dan hati saya merasa dibebankan dengan antisipasi. Setelah beberapa menit sunyi, Kent berbicara, “Teman, dapatkah saya mengajukan sebuah pertanyaan?” Tanpa ragu, saya menjawab, “Ya!” Dia segera bertanya, “Apakah Anda pernah mengalami Yeshua datang ke dalam hati Anda?” Aku segera menjawab, “Tidak, tetapi kapan saya bisa dapat? Saya telah berdoa tentang pengalaman tersebut sepanjang hari.”
Wajah Kent berubah menjadi ekspresi terkejut. Dia tentu tidak mengharapkan saya merespon begitu cepat. Dia menawarkan, “Kamu bisa datang ke pertemuan doa kami malam ini.” Saya menjawab, “Saya tidak ingin menunggu untuk pertemuan doa saya telah berdoa sepanjang hari. Jika ini adalah pendekatan yang valid untuk Elohim, saya ingin mengalami Yeshua sekarang.” Tertarik atas kesungguhanku, Kent keluar dari jalur jalan menuju tempat parkir pertama yang bisa dia temukan. Setelah mematikan mesin, ia mengundang saya untuk duduk bersamanya di lantai mobil van tersebut. Menarik tirai di belakang kursi depan sehingga kami memiliki kesendirian, ia mulai hati-hati menjelaskan jalan keselamatan. Kemudian, tepat ketika saya masih di ambang menjangkau pendekatan Kristen untuk keselamatan, kecerdasan saya sendiri menjadi ….
Sebuah Batu sandungan yang Sangat Susah!
Sebuah pikiran mendorong kuat mencengkeram pikiran saya. Jika saya akan tulus selama waktu doa, saya harus pertama-tama berurusan dengan masalah-masalah doktrinal yang mengganggu. Satu per satu, saya mengeluarkan konsep-konsep alkitabiah tradisional yang sangat membingungkan saya. Setiap pertanyaan atau komentar Kent dengan tenang meyakinkan saya dengan kata-kata, “Jangan khawatir tentang itu HANYA COBALAH  (JUST TRY) YESHUA!.” Saat aku menunjuk kepercayaan Asia Timur tertentu yang saya merasa saya tidak pernah bisa lepaskan, Kent terus menekankan, “Jangan khawatirkan diri Anda dengan hal-hal tersebut, HANYA COBALAH YESHUA!”[12]
Menjadi seorang mantan mahasiswa yoga sendiri, Kent mengerti ketakutanku. Dia bisa mengkaitkan kepada perlindungan yang saya rasakan terhadap sistem kepercayaan saya. Dia menunjukkan kebijaksanaan yang luar biasa. Dia tahu bahwa jika kami terlibat dalam beberapa diskusi mendalam atas doktrin, saya bisa mengubah hati saya jauh dari pengalaman Yeshua sama sekali. Jadi ia terus menekankan hal yang penting. Mengulangi kata-kata Yeshua, ia menjelaskan, “Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Elohim.” (Yohanes 3:3 KJV)
Kent telah memahami sesuatu yang saya sangat yakin sekarang. Dibutuhkan kelahiran kembali rohaniah sebelum siapapun dapat melihat atau memahami rahasia kerajaan Elohim. Karena Yeshua adalah “kebenaran,” begitu Dia datang ke dalam hati seseorang, ’Dia menggerakan proses memimpin orang tersebut, oleh Roh Kudus, ke dalam seluruh kebenaran. (Lihat Yohanes 14:6). Jadi, hal yang paling penting bagi para pencari adalah pertama-pertama mengalami realitas dari kehadiran pribadi Yeshua. Kemudian mereka dapat lebih jauh dengan mudah mencari-cari semua kebenaran terkait yang mengelilingi ini tema sentral dari Kekristenan sejati. Itu bukanlah AGAMA, itu adalah HUBUNGAN – sebuah perbedaan yang besar!

Jadi, hal yang paling penting bagi para pencari adalah pertama-pertama mengalami realitas dari kehadiran pribadi Yeshua.

Kent akhirnya menyakinkan saya. Logikanya cukup kuat untuk menyenggol saya ke yang tidak diketahui. Selain itu, saya sangat lapar untuk mengenal Elohim; menyingkirkan kecerdasanku untuk sementara ternyata tidaklah terlalu susah. Kami menundukkan kepala kami dan teman baru-ketemu ini menuntun saya kedalam doa untuk keselamatan:

Adonai Yeshua, datang ke dalam hatiku. Bersihkanlah saya dalam darah-Mu. Maafkan saya atas dosa-dosaku. Berikan saya hidup yang kekal. Penuhilah saya dengan kehadiran-Mu dan kasih-Mu. Saya mengakui bahwa Engkau telah mati bagi dosa-dosa dunia dan bahwa Engkau telah bangkit dari kematian. Saya menerima Engkau sekarang sebagai Adonai (Tuhan, artinya: Pemilik, Raja, Tuan) atas hidupku.”

Saya merasakan sensasi hangat di bagian terdalam dari hatiku. Sesuatu yang berbeda itu telah terjadi, jauh berbeda dari apa yang pernah saya alami. Sebagai seorang anak saya menghadiri misa secara teratur di berbagai gereja-gereja Katolik. Saya melayani selama bertahun-tahun sebagai putra altar dan menghadiri sekolah paroki. Para biarawati dan pendeta yang mempengaruhi saya selama tahap pembentukan hidupku telah mengilhamiku dengan kerendahan hati, ketulusan dan komitmen mereka. Tetapi tetap saja, dalam tahun-tahun tersebut – diisi dengan tradisi-tradisi dan upacara-upacara yang berarti – Saya belum pernah menerima sejenis perjumpaan nyata dengan Elohim.
Rasul Paulus, menyebut pengalaman ini “pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, (Titus 3:5). Meskipun saya masih banyak pertanyaan bercampur aduk di hatiku, batin ‘mengetahui’ bahwa saya akhirnya telah dikembalikan ke hubungan yang benar dengan Elohim telah mengisi diriku. Saya yakin bahwa jika saya mati, saya akan menghabiskan kekekalan di surga. Ketenangan yang tak terlukiskan dari Elohim menetap seperti embun segar di jiwaku. Saya telah berubah … dan aku tahu itu.
Kenyataan Hidup

Seorang Vietnam Buddha, Thich Nhat Hanh, menulis, “Jika kita menyentuh Roh Kudus, kita menyentuh Elohim, bukan sebagai sebuah konsep, melainkan sebagai realitas hidup.”[13]  Ini adalah pola pikirku secara pasti sebagai seorang (bekas) guru yoga dan saya masih yakini saat ini. Namun, saya sekarang mengerti bahwa mengalami sesuatu yang ‘supranatural’ dapat dan tidak dapat menunjukkan sebuah pengalaman sebenarnya tentang Elohim. Saya berpikir dengan jujur (seperti Thich Nhat Hanh harus pasti) bahwa saya mengalami “realitas hidup” Roh Kudus selama masa disiplin yogaku, tapi setelah dilahirkan kembali, saya melihat pengetahuan pengalaman ini dari perspektif baru sepenuhnya. [sepertinya sama namun sangat berbeda, Iblis juga dapat menyamar menjadi malaikat terang, namun kedamaian sejati hanya datang dari Elohim].

Selama beberapa hari mengikuti pengalaman yang mengubah kehidupan ini, saya mengumumkan kepada semua siswa saya bahwa saya akhirnya menemukan “realitas hidup” ini. Saya mengakui bahwa saya telah salah dalam penilaianku sebelumnya tentang Kenyataan Hakiki, bahwa saya sebelumnya tidak pernah bertemu dengan Roh Elohim yang sejati sampai saya pergi melalui Yeshua, dan akibatnya, semua kelas yoga saya akanlah dibatalkan. Meskipun perubahan tiba-tiba sedemikian mengejutkan para muridku, banyak dari mereka telah percaya pada wawasan-wawasan penemuan baruku dan secara antusias menerima Yeshua sebagai Adonai dari kehidupan mereka.

Seperti biasa, kegairahan saya adalah berbagi pengalamanku dengan orang lain, yang saya lakukan sangat penuh semangat. Setelah berjuang begitu keras untuk menemukan Pencipta saya, begitu saya menemukan Dia, sangatlah penting untuk menyatakan wahyu penting ini kepada setiap orang yang terbuka hatinya yang saya temukan. Saya menutup pondok meditasi dan pindah ke lokasi yang berbeda. Belajar Alkitab berjam-jam dan berdoa. Itu merupakan salah satu titik penting bagi saya pribadi, musim transisi radikal, waktu yang sangat penting dari belajar untuk melihat perbedaan antara doktrin yang salah dan benar. Seperti Plato pernah berkata, “Elohim adalah kebenaran dan cahaya bayangan-Nya.” Karena Elohim yang di sorga akhirnya membayangi saya dengan pribadi dan pengaruh pengasihan-Nya, terang kebenaran mulai bersinar semakin banyak dari hari ke hari.

[Perbandingan-perbandingan yang menjadi perhatian]
Polytheism or Monotheism?
Semua guruku dan para pelatih New Age meninggikan kehadiran dan penyembahan banyak dewa dan dewi. Sering ada gambar-gambar atau patung-patung tersebut di berbagai studio dan pondok meditasi yoga yang saya pernah kunjungi. sebagai seorang yang buta rohani, saya dahulu tidak pernah mempertanyakan keberadaan mereka.

Saya terkejut Yeshua (lambang tokoh yang tidak bercacat!) menerangkan beribadah kepada dewa-dewa sebagai kesalahan rohani yang serius. Ketika ditanya oleh seorang ahli kitab perintah apa yang terbesar di seluruh Perjanjian Lama, Dia menjawab:
Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel: YAHWEH itu Elohim kita, YAHWEH itu esa! (Markus 12:29, Ulangan 6:4)
Megutip ayat pada Perjanjian Lama ini, Yeshua berpegang pada konsep Yahudi yang kukuh tentang monotheism – persepsi bahwa hanya ada satu Elohim yang benar. Dia adalah personal, tidak terbatas, mahahadir (omnypresent), mahatahu (omnyscient), mahakuasa (omnipotent), dan sempurna dalam segala jalan-Nya. Dengan mengutip Ulangan 6:4 Yeshua juga meneguhkan seluruh bagian dari Kitab Suci yang juga dengan kuat memerintahkan umat Elohim: Janganlah kamu mengikuti elohim (gods/ ilah-ilah) lain, …(Ulangan 6:14). Hal ini telah dikatakan sebelumnya, ketika Elohim, dengan jari-Nya yang menakutkan menulis Sepuluh Perintah pada dua loh batu:  Jangan ada padamu elohim lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. (Keluaran 20:3-4). Kita tahu bahwa Yeshau setuju dengan pernyataan ini, Dia berkata: Tetapi jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup, turutilah segala perintah Elohim.” (Matius 19:17)

Sebagai seorang guru yoga, saya telah mencoba untuk mencampur agama Budha, Hindu, Jain, Sikh dan agama-agama lainnya kedalam satu pola pikir, namun saya sadar bahwa melakukan hal itu adalah seperti mencoba mencampurkan minyak dengan air. Semuanya agama tersebut tidak sejalan dengan Kristianiti.

Ketika orang Hindu berkata, ”Hanya ada satu Elohe (bentuk tunggal),” ia merefer kepada sebuah kekuatan cosmik yang tidak berpribadi, dipanggil Brahman. Pada sisi lainnya, ketika Yeshua atau pengikut-Nya yang sejati berkata, ”Hanya ada satu Elohim (tunggal namun bisa berarti jamak),” pernyataan ini berarti satu Elohim yang diluar dari lainnya. Dia adalah Elohim yang personal, bukan sebuah kekuatan yang tidak berkepribadian. Dia adalah tiga di dalam satu secara alami: menggabungkan Bapa, Putra dan Roh Kudus.

Satu Jalan atau Banyak Jalan?
Guruku juga telah mengajar banyak jalan menuju Elohim, tetapi Yeshua mengklaim hanya ada satu jalan, satu jalan kecil[14] yang memimpin ke kehidupan kekal: Akulah pintu; barang siapa masuk melalui Aku, ia akan selamat… (John 10:9)

Yeshua bahkan menyegaskan: Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. (Yoh.  10:8). Itu termasuk: Lao Tzu, Krishna, Buddha, Zoroaster atau pribadi-pribadi lainnya (nyata atau mistik) yang telah mengklaim sebagai guru besar yang memimpin orang kepada kenyataan yang tertinggi. Umumnya, mereka jujur di dalam menerangkan kehidupan dan kerohanian sebagaimana mereka telah lihat. (Hanya Yeshua yang mengklaim) : “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. (Yohanes 14:6) Pada ayat yang sama Ia menegaskan: Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Pentingnya Penyaliban Yeshua
Guruku berkata bahwa kematian Yeshua di salib tidak dapat menebus dosa siapapun, hanya memberikan contoh keteladanan. Namun, pada Perjamuan Suci terakhir,  Dia memberikan cawan berisi air anggur kepada murid-murid-Nya . Kemudian Dia memberi sebuah nubuatan penting yang ekstrim:
Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. (Matius 26:28)

Karma atau Pengampunan dari Elohim?
Bhajan Yogi mengajar bahwa tidak ada yang kebetulan. Segala sesuatu yang datang pada kita – positive atau negative – kita tarik karena hal-hal yang telah kita lakukan pada kehidupan sebelumnya.
Yeshua mengajar sama sekali berbeda, melalui pertobatan dan iman mereka yang datang kepada Elohim akan dilepaskan dari dosa-dosa lampau mereka. Dia bahkan mengajar berdoa:  Bapa kami yang di sorga, … ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; (Matius 6:9, 12)
Kalimat yang sering dikutip dari doa (Bapa Kami) mengingatkan secara terus-menerus pewahyuan bahwa Elohim adalah Elohim yang personal (sebagaimana Yeshua mengajar), bukan sebuah kekuatan tidak-berkepribadian [benda mati] (sebagaimana semua guru-guru New Age saya telah mengajar).
Kekuatan tidak mengampuni, pribadi dapat (1 Yohanes 1:9).

Mengucapkan mantra-mantra atau Berdoa dengan perasaan hati
Bhajan Yogi mengajar kami untuk mengucapkan berulang-ulang mantra-mantra agar supaya ’membakar’ karma dan menerima kesatuan dengan Elohim. Semua guru yoga yang pernah saya ikuti menegaskan bahwa Yeshua menghabiskan tahun-tahun persembunyiannya, dari usia 12 sampai 30, di Asia Timur, belajar mentera-mantera. Jika itu benar, kenapa kemudian Dia kembali ke negara-Nya, Israel, hanya untuk melawan praktek-praktek agama Asia Timur ini? Pada korbah utama pertama-Nya Dia bahkan melarang:  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele  (pengulangan yang sia-sia/ vain repetitions; KJV) seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. (Matius 6:7)
Meskipun Mahatma Gandhi seorang Hindu, sangat terbiasa dengan Mantra Yoga, dia mengaungkan penulis Kristen, John Bunyan, yang berkata: Di dalam doa, adalah lebih biak memiliki hati daripada kata-kata namun tanpa hati[15]

Pantheism atau Theism?
Satu dari hal-hal yang sangat terpenting dalam daftar perbandingan adalah Pantheism lawan Theism.
Kebanyakan dari para penganut New Age dan murid-murid  agama Asia Timur percaya dalam pantheism (kepercayaan “Semua benda adalah Elohim/ Allah”). Dalam kebanyakan pola pikir mereka kenyataan yang tertinggi adalah Itu (It; benda) bukan “Dia” (pribadi). Jagat alam adalah kenyataan Deity yang menyelimuti dirinya sendiri dalam ‘perwujudan’ benda nyata. Namun pada kenyataannya (pantheism mengajar), dunia nyata adalah sebuah illusi, orang Hindu menyebutnya maya.
Sebaliknya, theism percaya bahwa Elohim telah menciptakan jagat raya dan dunia yang bersifat benda adalah nyata.

(Dalam) pantheism tidak hanya pepohonan, bunga-bunga dan binatang ekpresi dari keilahian – semua manusia, jahat maupun yang baik adalah ekpressi ilahi juga. Mempercayai hal-hal ini adalah sebuah dilemma ilmu agama yang serius. (Dengan kata lain) “Dia” menjadi sumber baik dan jahat, kegelapan dan terang (tepat seperti arti symbol dari yin-yang.[16]

(Dalam) pantheism … semua manusia, jahat maupun yang baik adalah ekpressi ilahi juga. Mempercayai hal-hal ini adalah sebuah dilemma ilmu agama yang serius.

Kitab Suci menyatakan:

  • ”Dan inilah berita, yang telah kami dengar dari Dia, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Elohim adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan. (1 Yoh. 1:5)
  • bahwa YAHWEH itu benar, … dan tidak ada kecurangan pada-Nya. (Mazmur 92:16)

Reincarnation atau Resurrection?
Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. (Yoh. 5:28-29)
Ketika saya masih sebagai guru yoga, saya berpikir itu lebih masuk kalau bahwa kita akan berinkarnasi (berubah bentuk) menjadi mahluk roh tanpa bentuk tubuh [atau jadi monyet atau binatang lainnya jika hidup sebelumnya jahat]. Agama Buddha mengajar tujuan akhir manusia adalah menjadi kosong (nirvana – akhir dari keberadaan pribadi). Agama Hindu mengajar kita menjadi segala sesuatu (bersatu dengan Brahman). Tetapi Kristianiti adalah berbeda sama sekali. Kita akan selalu ada bersama dengan Elohim dan memiliki semua di sorga dan di bumi.

Berubahlah secara rohani!
Berdoalah doa ini dengan seluruh jiwamu:
”Adonai YESHUA. Saya menerima Engkau kedalam hatiku sebagai Juruselamat dan Adonaiku. Saya dengan tulus bertobat dari semua dosaku dan kebiasaan-kebiasaan yang salah. Ampuni saya sesuai janji-Mu. Basuhlah saya di dalam darah-Mu yang telah tercurah di Kalvari.
Oleh iman, saya menerima karunia kehidupan kekal-Mu. Saya berdoa kiranya Engkau memenuhi saya dengan Roh Kudus, kebaikkan-Mu dan kasih-Mu. Saya mengakui bahwa Engkau telah mati untuk dosa-dosa dunia ini dan Engkau telah bangkit dari kematian untuk memerintah selamanya. Saya terima Engkau sekarang sebagai Adonai hidupku dan saya percaya saya akan berada dalam kekekalan dalam hadirat-Mu.”

Yakinlah bahwa kami perduli secara tulus akan kamu dan akan pertumbuhan rohani kamu. Kami mendorong kamu untuk menghubungi kami dan biarkan kami tahu bahwa kamu telah memberikan hatimu dan kehidupanmu kepada Adonai Yeshua. Kami ingin menolong kamu dalam perjalanan (rohani) kamu.

“In Search of the True Light” ©2002 copyright by Mike Shreve.
All articles unless otherwise noted are copyright by Mike Shreve.
Personal Stories are the work of the individuals.
All Rights Reserved.


[1] Kenyataan yang Hakiki  atau Realitas Tertinggi (Ultimate Reality) adalah suatu istilah yang memiliki banyak arti.  Dalam ilmu philosophy, itu produk tertinggi dari kesimpulan  (berdasar pengalaman dan atau penemuan) pribadi masing-masing, ilmu pengetahuan bagi para Scientist, atau sebuah ”pencerahan kehidupan manusia” yang didapat oleh seorang guru (seperti Sidartha Gautama atau Kong Fucie).  Bagi penganut Anisme itu adalah suatu kesadaran bahwa benda-benda (an impersonal being) bernyawa dan itulah target mereka untuk ada sebagai. Bagi orang Kristen itu adalah suatu pengertian bahwa Elohimlah pencipta semua benda-benda di langit dan di bumi dan Dia berkuasa atas semua yang ada baik dunia nyata maupun roh (tidak nyata) dan kita, manusia, diciptakan sempurna pada awalnya, namun kemudian terjatuh kedalam dosa. Melalui Putra Elohim saja, kita bisa kembali bersama-sama dengan Pencipta semesta alam tersebut.

[2]  Sejarah Budhisim pada awalnya adalah sebuah philosophy (ajaran yang bersumber dari pengalaman hidup Siddhartha Gautama), dan berkembang menjadi agama – patung Buddha yang pada awalnya objek dari fokus tujuan mereka (ingin serupa seperti) telah menjadi sebuah ilah (god), dikenal sebagai ”berhala.” Penyembahan/ pemujaan pada berhala dan juga  ajaran manusia tidak akan pernah meraih Elohim (God/ Allah). Sebab Elohim adalah Pribadi yang bersifat roh dan maha kudus.

[3] Agama adalah ciptaan manusia, ”cara-cara manusia untuk mencapai kepada Elohim (Allah) melalui perbuatan-perbuatan baik, meditasi, mempersembahkan korban. Menyenangkan agar mendapat pembenaran adalah inti dari semua agama.” Kristianiti sama sekali berbeda, Elohim, Pencipta manusia, menjelma menjadi manusia daging, Yeshua Ha Mashiah, berusaha mencapai manusia, ciptaan-Nya, yang telah terhilang (terputus hubungan karena dosa)  untuk mengembalikan mereka pada tujuan yang semula – hidup kekal bersama dengan Dia.

[4] Alkitab berkata Terang Yang Sesungguhnya adalah Yeshua (Yesus) Ha Mashiah. Titel itu disandang dan diklaim oleh Yeshua sendiri: ”Akulah terang dunia,” (Lihat Yohanes 8:12 & 9:5 & 12:46. Baca seluruh Injil Yohanes bab 1 dan Matius 4:12-17.

[5] Far East diartikan sebagai negara-negara Asia Timur [Afganistan, Pakistan, India, Nepal], termasuk Cina, Jepang, Korea dan Indonesia; Cambridge Dictionaries

[6] Inti dari ajaran Yoga adalah mengontrol pikiran sendiri  dengan cara mengosongkannya, lalu membiarkan alam roh masuk memimpin pikiran tersebut. Mike Shreve juga mengakui bahwa praktek ini membuka   dan meninggikan praktek penyembahan berhala

[7] Mantra adalah praktek umum di dalam kebanyakkan agama-agama Asia Timur, mengucapkan kalimat tertentu berulang-ulang untuk mendapatkan ‘iman.’ Sesungguh mantra keagamaan tidaklah berbeda dengan mantra sekule, dikenal dengan nama “berpikir positif” yang dipraktekkan di dalam dunia sekuler yang dibawa oleh Dr.  Norman Vincent Peale pada pertengahan abad 20.

[8] Inilah pengalaman tertinggi bagi penganut agama-agama Asia Timur yang serius atau sekarang disebut agama New Age, yakni roh keluar dari  tubuh mereka berhubungan dengan dunia alam roh. Alkitab menyatakan hal ini sebagai ‘berkomunikasi dengan roh-roh jahat.’ Suatu hal yang dilarang oleh YAHWEH. Baca Imamat 20:6-8, 27 dan Ulangan 18:10-14. Hanyalah  perkataan Yeshua Ha Mashiah yang harus umat –Nya dengarkan sungguh-sungguh (Ul. 18:15-22).

[9] Adonai adalah kata Ibrani di Alkitab yang diterjemahkan sebagai “Tuhan” atau “the Lord.” Di Perjanjian Lama umunya menunjuk kepada nama Elohim Israel, Elohim semesta alam, yaitu YAHWEH (diterjemahkan degan kata ”TUHAN”). Di Perjanjian Baru itu adalah titel Yeshua, yang menunjukkan sifat ke-Elohim-an diri-Nya dan juga panggilan hormat sama seperti ”Tuan/ Master.”

[10]  Ha Mashiah bahasa Ibrani di Alkitab yang diterjemahkan menjadi ”The  Christ”  oleh orang Eropa atau ”Al-Masih” dalam Islam. Artinya literalnya ”yang diurapi.” raja dan nabi di Perjanjian Lama dinobatkan dengan pencurahan urapan minyak minyak di kepala mereka. Namun pada semua agama Monotheism itu adalah TITEL atau JABATAN yang dimiliki oleh Yeshua (Yesus atau Isa).

[11] ”Semua agama menjadi satu” adalah gerakan baru yang maju pesat di negara-negara Barat yang dikenal dengan nama agama ”New Age.” Mike Shreve, mengutip suatu data statistik, berkata di Amerika Serikat itu pernah mencapai peningkatan 240% hanya dalam priode 1990-2000, menjadikan itu sebagai perkembangan agama tercepat di Amerika.

[12]  Sikap keras Mike Shreve untuk tidak mau mencoba mengalami ”bertemu Yeshua” adalah hal yang umum, oleh sebab salah pengertian dan salah pengajaran tentang siapakah sebenarnya Yeshua Ha Mashiah, hal ini digambarkan secara baik oleh seorang Kristen pada artikelnya ”Tiga botol racun.” Diperlukan keberanian untuk ”JUST TRY JESUS.”

[13] Thich Nhat Hanh, Living Buddha, Living Christ (New York, New York: Riverhead Books, 1995) p. xvi. Dari sumber aslinya

[14]  Yeshua menggambarkan ”Jalan menuju Surga” adalah jalan yang sempit, sebaliknya jalan yang lebar (mudah dan bebas hambatan) sesungguhnya menuju kepada kebinasaan, lihat Matius 7:13-18.

[15] Mahatma Ghandi and John Bunyan, http://www.quotesdaddy.com/quote/1020048/

Mahatma+Gandhi/in-prayer-it-is-better-to-have-aheart-without-words. Dari sumber aslinya.

[16]  Jin Yang adalah filosophi Korea atau agama Buddha Korea yang percaya kebaikan dan kejahatan tidak bisa dipisahkan, ajaran ini berasumsi bahwa pada setiap yang baik (putih) terdapat bagian yang jahat (hitam), dan pada setiap yang jahat (hitam) terdapat bagian yang baik. Konsep ini juga dianut oleh agama Hindu. Alkitab menyatakan bahwa kedua hal itu tidak dapat terjadi, HARUS dipisahkan. Lihat Matius 7:15-23 tentang nabi palsu dan 1 Yohanes 8-11 tentang kebaikan dan kejahatan.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Kesaksian Perdamaian antara Yahudi dan Palestina melalui Yeshua

Diterjemahkan dari Forbidden Peace by Naomi Rothstein

Cerita Dari Seorang Tentara (A Soldier’s Story)
[Perjumpaan seorang tentara Yahudi dengan kebenaran Alkitab: Yeshua adalah Mashiah yang dijanjikan]
Ketika Moran beremigrasi dari Israel ke Amerika Serikat, ia merasa putus asa mengenai situasi di Timur Tengah: “Orang-orang sekarat dari kanan dan dari kiri; tidak ada yang melakukan sesuatu, dan saya memutuskan untuk pindah.”  Kekerasan di Israel telah menyerang Moran secara pribadi, seorang pembom bunuh diri Palestina telah menelan korban tujuh dari teman-temannya di unit IDF-nya. Jadi dia datang ke AS, mencari “realitas yang berbeda.” IDF Israel Defent Force, sejenis TNI.

Bekas tentara ini hanya sedikit menyadari bahwa realitas itu akan berubah begitu drastis untuk menyertakan dua kelompok orang yang sebelumnya terlarang baginya [Kristen dan Arab].
Pada tahun 1998, Moran menemukan dirinya di Los Angeles, pergi ke kebaktian di gereja atas undangan seorang teman. Moran meninggalkan ibadah dengan gelisah, dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang Elohim. Dia ingin jawaban dan di tangtang untuk membaca Alkitab, baik Tanakh (Bahasa Ibrani untuk Perjanjian Lama)* dan Perjanjian Baru.

“Sepanjang seluruh Kitab Suci, Anda menemukan bahwa Elohim mengasihi umat-Nya, Israel. Dia mengasihi mereka sehingga bahkan ketika kita terus berbuat dosa terhadap dia dan menolak Dia. Dia  tetap setia kepada kita dan Dia memberi telah memberikan kita Mashiah (Mesias/ Kristus) yang dijanjikan. untuk menyelamatkan kita dari semua kejahatan kita. Elohim telah membuka mata saya untuk kebenaran tersebut,” Moran berkata.

Apa yang Moran baca di Alkitab telah meyakinkan dia bahwa Yeshua (Yesus) adalah Mashiah, dan Moran telah berkomitmen menyerahkan hidupnya untuk pribadi yang dia selalu menganggap itu bukan untuknya.
Tapi meskipun iman barunya memberinya cinta dan damai yang ia tidak pernah kenal sebelumnya, pertanyaannya adalah, apakah itu akan cukup untuk memadamkan kepahitan terhadap orang Arab yang masih melekat dalam hatinya? Mungkinkah bahwa cinta dan perdamaian yang benar-benar menggantikan kemarahan yang berabad-abad?

Persahabatan Yang Terlarang (Forbidden Friendship).
[Moran besaksi; bertemu muka dengan Tass, mantan pejuang PLO;  Tass dihadapakan dengan Alkitab; Berdamai]
Moran telah pergi dari mempertanyakan entah ada atau tidaknya Elohim (a God)  untuk percaya sepenuh hati pada Elohim dan pada klaim-klaim Yeshua sebagai Putra Elohim dan Juruselamat pribadinya (Moran) dari dosa. Namun, dalam hatinya, dia masih tidak mempercayai orang-orang Arab.

Suatu hari di bulan Maret, 2001, Moran diundang untuk membagikan kesaksiannya di sebuah konferensi yang dihadiri oleh orang-orang Yahudi dan Arab yang percaya dalam Yeshua. Di podium, ia berbicara tentang bagaimana teman-temannya dibunuh oleh seorang pembom bunuh diri dan tentang bagaimana ia telah datang untuk percaya bahwa Yeshua adalah siapa yang Dia telah klaim.
Ketika dia selesai, Moran bergabung dengan sekelompok teman-temannya. Saat ia berbicara dengan mereka dia melihat seorang lelaki Arab mendekat. Orang Arab berdiri di depan Moran dan berkata, “Nama saya adalah Tass Abu Saada.” Moran menyapanya dengan cukup baik, tapi dalam hati bertanya-tanya, “Apa yang dia inginkan dari saya?” Lalu Tass mengatakan, “Saya dahulu adalah seorang pejuang Fatah.” Ketika Moran mendengar bahwa orang ini telah bekerja di PLO, ia melangkah mundur dengan syok.
Tapi Tass melanjutkan: “Tapi aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”
“Ya?” Moran bertanya.
Tass menjawab, “Aku ingin kamu tahu bahwa aku mengasihimu.” Moran tidak bisa mempercayai telinganya.

Tahun sebelumnya, Tass telah mengalami perubahan radikal dalam dirinya terhadap orang-orang Yahudi. Sebagai seorang pria muda yang lahir di Gaza, ia tidak merasakan apa pun tapi kejahatan bagi orang Yahudi: “Saya percaya bahwa mereka adalah orang-orang yang mengambil tanah saya, yang mencuri dariku, jadi aku membenci mereka dengan napsu yang besar.”
Kemarahannya mendorong dia untuk berjuang bersama para pasukan Yaser Arafat. Bertahun-tahun kemudian, ketika ia berangkat ke AS dan menjadi pengusaha restoran yang sukses, ia membawa kebencian tersebut bersamanya. Dia mengakui untuk memiliki impian meracuni para pelanggan Yahudi.
Akhirnya, Tass berteman dengan Charlie, seorang pelanggan yang telah membuat Tass berkesan dengan kebaikannya. Charlie memberitahu Tass, seorang Islam, bahwa Yeshua adalah Elohim (Allah). Tass percaya bahwa Yeshua adalah seorang nabi, namun tidak lebih. Jadi dia berketetapan tidak setuju dengan teman barunya. “Tidak mungkin!” kata Tass.
Tapi Charlie bertahan dan kembali dengan Alkitabnya, dan meletakkannya di meja di antara dirinya dan Tass. Tass melompat mundur. “Aku tidak bisa menyentuh itu,” dia berseru. Ketika temannya bertanya mengapa, Tass tidak dapat bicara, dia memiliki kesan yang jelas bahwa apa yang di depan mereka adalah firman Elohim. Pewahyuan ini bahkan mengejutkan Tass, yang tidak pernah menganggap Alkitab adalah benar [Orang Islam telah diajar sejak kecil bahwa Alkitab telah dipalsukan, jelas tanpa bukti]. Tapi ketika Charlie mulai membaca apa yang Alkitab katakan tentang Yeshua, Tass merasakan beban telah terangkat dari dirinya. Dia mengalami kedamaian dan sukacita yang instan dalam dirinya dan mulai percaya bahwa apa yang Alkitab katakan adalah benar. Seperti hari-hari berlalu dan dia mulai membaca buku ini untuk dirinya sendiri, ia terdorang untuk berdoa. Dan apa yang ia doakan mengejutkan dirinya sendiri:

“Tiba-tiba aku mendengar diriku sendiri berdoa untuk orang-orang Yahudi .. Aku mendengar diriku berdoa, ‘YAHWEH, berkati orang yang Engkau telah pilih dan bawa mereka kembali ke tanah perjanjian.'” Aku mulai ingin menutup mulut saya dengan tanganku, tetapi aku tidak dapat sebab itu meletup-letup di dalam diriku.”
Tass menemukan keinginan yang dalam untuk membuang kebencian terhadap orang Yahudi yang ia telah bawa begitu lama. Saat dia ingat kata-kata Yeshua akan pengampunan, Tass menyimpulkan: “Sekarang itu adalah model bagi saya Jika ia bisa memaafkan begitu banyak, saya bisa memaafkan setidaknya sedikit.”
Tass diundang untuk bersaksi di sebuah konferensi Arab-Yahudi, di mana ia melihat Moran bersaksi tentang perjalanan sendiri. Tass terdorong untuk mendekati Moran dan memperkenalkan dirinya sebagai seorang pejuang mantan Fatah dan percaya kepada Yeshua.

Dia mengatakan kepada Moran bahwa ia mengasihinya dan kemudian dia minta maaf atas nama bangsanya untuk apa yang telah terjadi pada teman-teman Moran. Pada saat itu, Moran merasa kekerasan hatinya terhadap orang-orang Arab lumer, dan giliran Moran memohon kepada Tass untuk memaafkannya atas ketidak mampuannya mempercayai atau mengasihi orang-orang Arab.
Moran berkata, “Apa yang Elohim telah dilakukan pada saat itu, Dia telah mengangkat keluar beban dari bahu saya dan Dia memberiku kasih. Dia memberiku begitu banyak kasih.”

Sekarang, mantan musuh-musuh ini adalah teman-teman yang terbaik. Menurut Tass, “Ketika orang-orang Yahudi dan orang-orang Palestina datang bersama-sama dalam nama Elohim, Elohim yang benar, maka akan ada kedamaian sejati. Jika Elohim dapat melakukan perubahan ini di dalam hati orang sembrono seperti saya sendiri, saya percaya bahwa ada harapan bagi siapa saja, dan itu bukan hanya untuk konflik di Timur Tengah, melainkan untuk konflik dalam kehidupan mereka sendiri.”

Kesimpulan: Tidak lagi terlarang.
Itu nampaknya mustahil bahwa masyarakat Yahudi dan masyarakat Arab dengan history konflik panjang telah dapat mencapai damai dengan satu sama lain melalui Yeshua. Pada akhirnya, keduanya Yeshua dan Kitab yang berisi peristiwa-peristiwa tentang kehidupan-Nya yang adalah terlarang bagi kedua kelompok masyarakat … telah menjangkau banyak hubungan …
Dapatkah itu ada bahwa konflik-konflik dan problem kita ialah bukan semata-mata bersifat politik atau sosial atau ekonomi, tetapi bersifat rohani? Adakah itu hanya mungkin jika masyarakat Yahudi, Arab atau lainnya berdamai dengan Elohim, mereka dapat sungguh-sunguh diperdamaikan kepada satu dengan lainnya? Dan jika demikian adanya, dapakah kita melawan arus meskipun jika kita harus beralih ke subjek-subjek yang dianggap terlarang?

*) Christian OT and the Jewish Tanakh

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Janet Boynes: dibebaskan dari gaya hidup lesbian

Kesaksian pribadi Janet Boynes bagaimana Yeshua membebaskan dirinya dari keterikatan gaya hidup lesbian (hubungan homosex antara wanita dengan wanita). Diterjemahkan dari Janet Boynes: Lesbian Lifestyle Left Behing dan ditambahkan dari tulisan Janet sendiri di Janet Boynes Ministries pada judul:  Change Comes From the inside out.

Yeshua Ha Mashiah adalah jawaban dari setiap pergumulan dan keterikatan setiap manusia, Yeshua juga mampu menolong Anda. Doa saya, kiranya kesaksian ini dapat menguatkan iman dan memberi penghibur jiwa bagi setiap yang membacanya, bahwa Elohim itu setia dan berkuasa menolong setiap orang yang berseru kepada Dia. Salam kasih, Penjala Baja.

Janet Boynes dibesarkan dalam sebuah keluarga yang memiliki 7 anak, Janet anak ke empat, dari ayah yang berbeda. Pria yang membesarkan Janet adalah seorang peminum bir. Polisi selalu ada diluar rumah keluarga Boynes. Ibu Janet di abuse ketika Janet dalam masa pertumbuhan.

“Saya pikir kecenderungan Anda melakukan sesuatu adalah disebabkan oleh apa yang telah dilakukan orang lain kepada Anda,” Janet berkata. “Saya tahu ibu saya telah berkeinginan melakukan terbaik kepada saya, tetapi abuse yang ia telah lakukan lebih dari batas. Saya tidak dapat mengingat saat ini sebagai seorang anak kecil ibuku pernah memeluk saya atau berkata kepada saya bahwa ia mengasihi saya.”

Kekerasan yang ia alami dirumah  membawa Jenes pada perkelahian-perkelahian di sekolah . Janet menumbuhkan reputasi sebagai seorang pengganggu dan seorang tomboy (wanita berlaku  seperti laki-laki).

Ketika ia berumur 12 tahun, seorang familinya menjamah tubuhnya dengan paksa. Dan beberapa bulan berikutnya, ia diperkosa oleh seorang altar boy pada pada sebuah gereja.  Mengatasi rasa sakit hatinya, Janet melarikan diri kepada rokok dan obat-obat terlarang. (Altar boy: pria remaja yang bertugas membantu seorang pastor untuk pelayanan mimbar, jenis pekerjaan ini biasanya ada pada gereja-gereja tradisional).  Janet tidak menceritakan perlakuan sex abuse ini kepada ibunya, sebab ia berpikir bahwa ia akan ada disalahkan untuk kejadian itu. [Ini adalah kesalahan umum para remaja, mereka tidak melaporkan kepada orang tua mereka atau kepada polisi apa yang telah terjadi pada diri mereka, akibat nya remaja tersebut akan semakin dalam jatuh di dalam permasalahan mereka]

Janet menyelesaikan Sekolah Tingginya dan masuk ke College (sejenis Akademi). Ia masih menggunakan obat-obatan terlarang, tetapi ada masalah lainnya. “Saya mulai tertarik kepada wanita-wanita,” Janet berkata, dan memberikan alasan, “Begitu banyak pria telah melukai diriku, wanita, saya berpikir, akan ada lebih suka kepada saya.” [Penelian membuktikan bahwa tingkah laku homosex terjadi umumnya karena faktor pengalaman hidup (trauma, contoh gaya hidup, pendidikan dsb.)  dan bukan sama sekali oleh karena kelahiran (genetik)]

Janet bergumul untuk membuang pikiran tersebut. Ia mulai berkunjung ke sebuah gereja dan menerima Kristus sebagai Juruselamat. Ia berhenti dari obat-obatan dan mulai pacaran dengan seorang pria yang ia temui di sebuah gereja. Ketika pria ini meminta Janet untuk menikahinya, segala sesuatu sepertinya sempurna.

”Keluargaku suka kepadanya. Dan mereka berpikir bahwa kami akan menjadi pasangan yang baik,” Jenet berkata. “Saya menanti untuk menikahi pria ini, tetapi karena ia adalah pembalap sepeda profesional, ia melakukan pekerjaannya pada akhir minggu (weekend), yang membuat saya kebanyakan sendirian saja.”

Janet mulai menghabiskan banyak waktu dengan seorang teman kerja wanitanya. ”Dia memperkenalkan saya kepada keluarganya, yang adalah keluarga Kristen. Ayahnya adalah seorang pastor dari sebuah gereja di St. Paul, dan bertemu dengan ibunya,” Janet bercerita. “Karena terlalu malam maka saya bermalam di sana dan berakibat tidur bersama.” Janet menjadi bingung dan takut, ia pergi ke pendetanya untuk mendapat nasehat.

Partornya menasehati, “batalkan pernikahan, berkonseling, dan ceritakan kepada tunanganmu,” Janet mengingat perkataan pastornya. ”Well, saya lakukan satu dari tiga. Saya ceritakan kepada tunungan saya, mengembalikan cincin tunangan kepadanya dan saya melarikan diri dari Adonai.”

Ia semakin dalam di dalam dosa. Selama 14 tahun lamanya Janet hidup  dalam gaya hidup homosex dan berpindah dari wanita ke wanita. Ia semakin terikat secara dalam oleh obat-obatan, cocaine dan  mengembangkan bulimia (penyakit mental, makan melampau batas).

Ia dan teman wanitanya memutuskan untuk menikah (pernikahan homosex). ”Kami pergi menemui seorang pastor. ”Pastor ini berkata kepada kami bahwa apa yang kami lakukan adalah okay, bahwa kami akan tetap pergi ke sorga. Jadi kami pergi keluar dan mendapatkan dua cincin tunangan, sebab kami berpikir kami akan menikah, pastor berkata itu okay. Saya ingin keduanya. Saya ingin Elohim, dan saya ingin hidup dengan kehidupan homosex.” [Di Amerika Serikat ada gereja-gereja tertentu pastornya berpikir pernikahan homosex adalah tidak dosa, bahkan lima tahun belakangan ini muncul gereja-gereja yang khusus untuk para homosex].

Selama waktu itu, sesuatu yang aneh terjadi.

“Ada sebuah gedung gereja dekat rumah saya bernama Gereja Maple Grove Assemblies of God.  Setiap kali saya melewati gereja ini, itu hampir seperti saya ingin melangkah keluar dari diriku sendiri dan ada di dalam gereja itu,” Janet berkata. “Suara hati berkata kepada saya bahwa suatu hari saya akan pergi ke Gereja tersebut.”  Perasaan ini begitu kuat sehingga saya bercerita kepada teman perempuan saya, dan dia melihat kepadaku dengan wajah seperti mengatakan ‘apa yang sedang engkau bicarakan?’” [Sebab temannya tahu bahwa Janet sedang berada di dalam lumpur dosa, dan ia berpikir Janet sudah terlambat untuk hidup benar]

Janet memulai bisnis pribadinya membersihkan klub-klub kesehatan. Suatu malam. dia berhadapan dengan seuatu yang ganjil ketika ia sedang berjalan.

“Saya meninggalkan tempat pada pukul 03:00 pagi. Dan berkata kepada mereka saya sekarang pergi ke toko.” Di tempat parkir toko itu ia terlibat dalam suatu percakapan dengan seorang ibu. Saya berkata,

”Ibu, apa yang Anda lakukan di sini pukul 3 pagi dengan barang-barang ini?”
Ibu ini menjawab: “Ya, saya baru saja menghantar  putra saya ke collage.” Ibu ini menolong anaknya pindah ke penginapan kampus.
”Akademi apa yang buka pada waktu malam begini?
“Akademi  Norhcentral Bible, ” ia balas menjawab

“Saya tahu dengan segera bahwa ia seorang Kristen. Saya mulai bercerita kepadanya  bahwa saya adalah orang Kristen yang tersesat dan hidup dalam kehidupan homosex, dan ia mengambil brosur dari tasnya – Maple Grove Assemblies of God,” Janet berkata.

Ibu ini mengundang Janet ke pelajaran Alkitab wanita.

”Dan saya tanpa berpikir, saya berkata ’tentu, saya akan datang,’ dan saya datang dengan celana  sederhana, Nampak kotor, tidak mengetahui apa yang diharapkan. Saya berada di sebuah ruangan dengan sembilan wanita lainnya, wanita-wanita cantik, feminine, dan saya berpikir, ”apa yang saya telah libatkan diri saya sendiri? Jadi, saya duduk di sana dengan kepala tertunduk, merasa sungguh malu, berpikir wanita-wanita ini adalah sadir, mereka akan mengunyah saya dan membuang saya dari mulut mereka.”

Setiap orang memperkenalkan diri, ketika pada giliran saya, mereka bertanya nama saya, dan saya berkata ”nama saya Janet, saya hidup dalam kehidupan homosex. Tetapi jika kalian menolong saya, saya akan hidup untuk Adonai.”

Janet terkejut dengan reaksi mereka. ”Mereka tidak bicara tentang saya. Mereka tidak mengatakan kepada saya bahwa saya berpakaian dengan bodoh. Mereka menginjikan Elohim merubah saya, mereka tidak berusaha merubah saya,” Janet bercerita.

Kesembilan wanita ini mengasihi saya sebagaimana saya ada. Mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dan menolong setiap cara yang mereka dapat lakukan. Mereka memberi saya petunjuk-petunjuk bagaimana berpakaian dan memakai make-up.

Mereka mendidik saya tentang peperangan rohani, dan menolong saya menghancurkan benteng-benteng setan yang telah dibangunnya di dalam kehidupanku.

”Seorang dari mereka datang kepada saya beberapa bulan kemudian, [bercerita kepada saya bahwa] wanita ini bersama suaminya ketika sedang berdoa, dan merasa di dalam hati mereka bahwa saya seharusnya datang dan tinggal bersama mereka. Jadi saya jual rumah saya, meminta teman wanita saya pergi. Pada usia 40 tahun saya pindah ke rumah keluarga Kristen ini selama satu tahun. Itu adalah hal yang sangat ajaib untuk melihat keluarga ini memiliki sesuatu yang belum pernah saya alami.”

Dan luka hati Janet mulai sembuh.

”Elohim memulai menaruh pria-pria yang  hidup benar di dalam kehidupanku, Janet berkata, ”pria-pria  gereja  ini ketika bertemu [dengan saya] memberikan pelukan” [ini Budaya Barat yang baik, sebagai tanda bahwa Anda diterima oleh mereka; dalam Gereja, ini berarti Anda dianggap sebagai saudara dan saudari mereka]. “Dan sebagimana saya terus ada disekitar orang-orang yang mengasihi saya dan perduli tentang saya, Elohim melanjutkan menyembuhkan saya dari bagian dalam (jiwa) ke bagian luar (tubuh).”

Sepuluh tahun kemudian, Janet aktif di dalam gereja barunya ini dan mulai melayani orang-orang yang ingin meninggal kehidupan homosex mereka. Ia ingin mereka tahu bahwa kesembuhan adalah sebuah proses, tetapi  mereka dapat mengalami kebebasan yang penuh di dalam Yeshua Ha Mashiah.

”Saya ingin setiap orang yang hidup dalam kehidupan homosex, yang tidak memiliki ibu yang baik atau ayah yang baik untuk mengalami bahwa Elohim adalah Bapa untuk mereka yang tidak memiliki bapa dan tidak memiliki ibu. Itulah yang Ia telah lakukan kepada saya, Ia akan lakukan hal yang sama juga,” Janet berkata. Tamat.

Kesaksian Janet ini mengingatkan saya pada cerita Injil:
Pada suatu ketika Yeshua memanggil Matius untuk mengikuti-Nya, menjadi murid Yeshua. Matius adalah tukang pungut pajak untuk keuntungan pemimpin Roma di Israel. Segera Matiu mengundang Yeshua dan murid-murid lainnya untuk makan di rumah Matius, ’orang berdosa tersebut.’ Hadir pula di perjamuan makan tersebut ‘beberapa orang berdosa’ pemungut pajak lainnya. Ketika orang-orang Farisi (dari luar nampak sebagai orang yang sangat beragama) melihat hal ini  mereka marah dan berkata kepada salah satu murid Yeshua: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang-orang berdosa?” Yeshua mendengar suara mereka dan menjawab: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa, supaya mereka bertobat.” [Matius 9:9-13/ Markus 2:14-17/ Lukas 5:27-32/ Hosea 6:6/ Mika 6:8]. Terlalu sering kita menghakimi orang lain oleh karena tampak luarnya, dan membunuh mereka dengan pikiran kita bahkan menyiksa tubuh mereka. Namun Yeshua melihat isi hati manusia, dan Ia selalu siap memuaskan kehausan dan dahaga hati mereka dengan Air Kehidupan. Ajarlah saya untuk dapat hidup seperti Engkau Yeshua.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja