Syria: Terbukti ‘Indomie’ telah dapat memurtadkan banyak orang Islam.

Banyak orang Islam di Indonesia telah mendengar bahwa tidak sedikit saudara-saudara mereka menjadi murtad (pindah ke Kristen) karena menerima ‘Indomie’ (paket lima bahan pokok) dari orang-orang Kristen. Kejadian ini juga telah terjadi di Syria, dimana perang sipil masih masih berlangsung sementara berita ini ditulis. Paket bantuan makanan untuk orang Syria

Berikut ini laporan dari sebuah organisasi Kristen yang beroperasi di Syria.

Diakui perang yang pecah di Syria telah membuat kehancuran dan penderitaan yang memilukan hati (bagi orang Syria). namun Elohim bekerja secara  luar biasa di negara ini. Para Muslim (Orang-orang Islam) berdatangan ke pada Ha Mashiah (Kristus) dan kehidupan mereka dirubah selamanya.

Kekacauan di Syria yang diawali dari demo politik pada Maret 2011, telah membuat lebih 60.000 korban jiwa dari lebih dari satu juta rakyat Syria terusir dari negaranya sendiri, menjadi pengungsi di negara-negara tetanga dan sebagian tetap tinggal. Kedua kelompok masyarakat ini menanggung kondisi kehidupan yang sangat berat untuk bisa hidup.

Organisasi Operation Mobilization telah membuat belasan kelompok kecil beberapa tahun lamanya di Syria. Para pekerja asing telah keluar dari Syria, namun para pekerja lokal Kristen tetap terus beroperasi.

Para Kristen Syria membagi-bagikan bantuan darurat kepada masyarakat-masyarakat yang membutuhkan. Mereka secara rutin mengunjungi para keluarga yang terlantar ini, membawakan bungkusan-bungkusan makanan, dan minyak pemanas supaya mereka bisa tetap hidup di musim salju dalam kondisi tersebut (tinggal  ditenda-tenda atau rumah yang tanpa listrik)

Dampaknya luar biasa, kelompok Kristen ini diijinkan memutar film-film Kristen secara terbuka di lebih 300 (tiga ratus) desa dan beberapa sekolah. Elohim jelas sekali bekerja: sejak awal dari kericuhan politik di Syria ini kelompok pertemuan-pertemuan rumah telah berlipat ganda jumlahnya.

Kesaksian murtad karena pengaruh pemberian ’Indomie’:
1. Ali (nama samaran) bapa dari lima anak, telah berkunjung secara rutin ke gereja sejak ia menerima bungkusan-bungkusan makanan setiap bulan. Suatu hari ia diundang Pendeta gereja tersebut untuk makan siang dirumah pendeta. Ali sangat malu untuk memakannya, jadi pendeta ini membungkuskan makanan tersebut bagi Ali untuk dibawa pulang. Ditengah jalan menuju rumah, Ali teringat para tetangganya yang sedang berjuang untuk hidup, didorong oleh perbuatan dari perubahan hidupnya, Ali memilih untuk memberikan makanan tersebut kepada para tetangganya.

2. Ahmed (nama samaran) bapa dari enam anak. Merasa tidak mampu lagi untuk menghidupi keluargannya, pekerjaan tidak di dapat, sementara anak perempuannya yang terkena kanker sangat perlu obat, namun sama sekali tidak punya uang, Ahmed suatu malam memutuskan untuk menghabiskan hidupnya.
Sementara ia menaruh tali gantungan kedalam  lehernya, ia mendengar suara yang jelad di dalam hatinya berkata, ”Apa yang akan terjadi dengan anak-anakmu? Siapa yang akan merawat mereka ketika kamu telah pergi?” Ahmed hancur hatinya dan menangis. Ia meras bersalah dan menceritakan pengalaman tersebut ke pendeta setempat esok harinya. Pendeta ini membagikan cerita pada Ahmed apa yang Yeshua telah lakukan dan betapa banyak Dia mengasihi Ahmed dan keluarganya.

Ahmed mulai menangis dan memohon pengampunan dari Elohim . Pendeta ini berdoa untuk anak yang terkena kanker tersebut. Kemudian, ketika Ahmed membawa anaknya ini ke dokter, test darah menunjukkan tidak ada jejak kanker pada tubuh gadis kecil ini. Iman dari keluarga ini menjalar, beberapa anggota keluarga juga telah datang kepada Ha Mashiah. Kamp Pengungsi Syria dalam dan luar negeri

3. Belum lama ini , sebuah team Kristen Kurdi mengalami kuasa transformasi Elohim pada keluarga Islam di Syria sementara membagi-bagikan makanan dan bungkusan lainnya.  Mereka mengetuk pintu sebuah rumah, ibu tua menjawab dengan suara ketakutan “Siapkah kalian?” Team ini mengatakan bahwa mereka adalah kelompok anak muda yang menolong orang-orang miskin di daerah tersebut. Ibu ini dengan penuh semangat memanggil dua puterinya. Segera setelah kedua gadis ini melihat anggota team mereka mulai mencurahkan penghargaan mereka atas paket makanan tersebut. Mereka menerangkan bahwa ayah mereka baru saja meninggal tiga bulan lalu dan mereka tidak lagi memiliki uang untuk makanan.

Para gadis ini ingin tahu apakah team ini datang dari partai politik; team menyatakan mereka datang membawa pertolongan dari Elohim, orang-orang Kurdi yang percaya kepada Yeshua. Lalu keluarga ini mengundang mereka masuk rumahnya  untuk minun kopi bersama mereka. Pada wanita tertarik ingin tahu bagaimana mereka bisa ada sebagai orang Kurdi dan juga percaya Yeshua (Kristen dan bukan Islam). Team ini bersaksi pada keluarga ini tentang kasih, pengampunan Elohim dan penebusan dosa melalui Ha Mashiah. Salah satu gadis ini begitu tertarik sehingga team ini bersaksi tentang mujizat-mujizat dari Yeshua. Gadis ini meminta Alkitab dan ia sangat bergembira menerimanya.

Ya situasi di Syria adalah parah, tidak dapat dibayangkan penderitaanya. Namun Elohim, dengan hikmat dan belas kasihan-Nya yang besar, memakai situasi yang menyakitkan tersebut  untuk membalikkannya menjadi membawa orang-orang ke pada Diri-Nya.

Perhatikan: Bukanlah ‘indomie’ (paket bantuan makanan) yang telah membuat orang-orang Islam berpindah ke Kristen atau percaya kepada Yeshua Ha Mashiah, tetapi kuasa kasih dan belas kasihan Elohim YAHWEH melalui ketaatan, pengorbanan diri dan kerendahan hati para pengikut-Nya yang telah menghancurkan hati-hati batu dan para selaput mata banyak orang Islam – di manapun di dunia termasuk di Indonesia. Paket bantuan makanan itu sendiri tidaklah memiliki kekuatan magis apapun, dan nilai nominalnya tidak seberapa besar, tetapi kasih, kerendahan hati dan pengorbanan (siap mati tertembak saat membawa paket tersebut) yang disertai belas kasihan dari orang Kristen kepada orang yang miskin dan terbuang itulah yang sesungguhnya memiliki kekuatan dahsyat yang mampu merubah hati-batu menjadi hati-daging, meruntuhkan kebutaan rohani yang didasarkan atas kebencian dan kecurigaan yang tidak berdasar menjadi melek rohani, betapa sesungguhnya Yeshua Ha Mashiah dan para pengikut-Nya sungguh mengasihi dan berelas kasihan kepada mereka – sekalipun mereka membenci dan menganiaya orang Kristen dari tahun ke tahun, abad ke abad.

Kasih tidak dapat dikalahkan oleh apapun; inilah arti kasih di dalam ajaran Kristen:
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu.
Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.
Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. …
Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1 Korintus 13:4-7, 13)

Sumber kutipan: 
God’s transforming power in a war-torn nation (13/12/2012)
Local believers deliver food packages in Syria (3/01/2013)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja