Brother Rashid, putra keluarga Ustadz Maroko menjadi Penginjil Yeshua di Dunia Arab

Penginjil Yeshua Ha Mashiah Brother Rashid ex-Muslim Maroko

Rashid, penginjil Maroko, Al-Hayat

Perjalanan iman Brother Rashid (Rachid) ke Kristianiti ini disadur ulang dari video kesaksiannya (tersedia di bawah) agar enak dibaca dan mudah diingat (singkat, padat dan jelas dan sesuai tahapan cara bersaksi: kehidupan sebelum menjadi Kristen, bagaimana awal mula mendengar Injil dan proses benih Injil bertumbuh dalam jiwa orang tersebut, tantangan sebelum dan sesudah menjadi Kristen, dan ditutup dengan bagaimana kehidupan orang tersebut setelah menjadi Kristen).

[Latar belakang kehidupan Brother Rashid; diperkenalkan pada Injil yang salah]

Nama saya Rashid, berasal dari Maroko. Aku dibesarkan di keluarga Muslim yang sangat kolot dan konservatif. Ayahku adalah seorang imam, dan sampai sekarang masih bekerja sebagai imam di Mesjid. Dan kakekku juga adalah seorang imam, begitu juga dengan pamanku. Jadi keluarga kami adalah keluarga yang sangat taat dalam beribadah dalam Islam. Aku belajar menghafal setiap pelafalan doa-doa dan semua ibadah sholat sejak usia 4 tahun. Seperti anak Muslim lainnya, akupun menghormati Islam. Sejak usia 6 tahun aku telah hafal 1/6 isi Quran. Aku juga mencintai ayahku dan aku diharapkan akan menggantikan kesuksesannya, tapi aku tidak mewujudkan keinginan mereka sebab Elohim berkehendak lain.

Ayahku, keluargaku, masyarakatku, semuanya mendorong kami melihat budaya Barat sebagai budaya Kristen. Sebagai Muslim, kami biasa melihat negara-negara Barat – seperti Perancis dan Amerika Serika – sebagai wakil dari agama Kristen. Apapun film atau berita dari barat Amerika yang mereka lihat di televisi, dianggap sebagai wujud dari agama Kristen. Dahulu sewaktu aku baru belajar Injil, aku mengira Kristianiti itu mengajarkan umatnya untuk mabuk-mabukan minum anggur, seks bebas, bermain wanita seperti yang kami pikirkan mereka melakukan itu karena kami pikir semua itu ada di dalam Injil dan kami lihat di berbagai film Barat, jadi kami berfikir begitulah Kristianiti.

[Pertemuan pertama Brother Rashid dengan Injil, beriman dan penginjilan pertamanya]

Suatu hari aku mendengar tentang Yeshua Ha Mashiah dari sebuah siaran Radio dan aku mulai surat menyurat selama 4 tahun yang akhirnya membawaku menerima Yeshua ke dalam hidupku. Aku meninggalkan Islam dan memeluk Kristianiti di tahun 1990, setelah 19 tahun menjadi seorang Muslim di Maroko. Sejak itu saya hidup secara rahasia sebagai orang yang percaya kepada Ha Mashiah sampai tahun 2005.

Aku melakukan banyak kegiatan yang berhubungan dengan orang-orang dari komunitas Alkitab, seperti menyebarkan Alkitab di Maroko, dan juga menterjemahkan Kuran ke dalam bahasa daerah Maroko.

[Brother Rashid hari ini, pola pikir Muslim,  Menginjili Dunia Arab melalui Media]

Selama 32 tahun aku hidup di Maroko. Sebagai Muslim, dan sebagian besar muslim dunia lainnya, kami melihat Islam sebagai perlawanan terhadap Kristen dan Yahudi. Umat muslim tidak pernah melihat (masalah perang, konflik bersenjata) sebagai pertentangan antar negara, antar perbedaan politik, tetapi sebagai perang melawan Islam. Begitulah pandangan umat Muslim terhadap dunia Barat. Begitulah kacamata kami dalam menilai masalah dunia. [Islam sesungguhnya adalah politik di dalam agama dan agama di dalam politik; ibadah dan hukum Islam menjadi satu-kesatuan. Ini sama sekali berbeda dengan Kristianiti]

Di dunia Islam, umat Muslim tidak mempunyai kebebasan beragama, mereka bahkan tidak punya kebebasan untuk berpikir. Umat Islam dilarang untuk mempertanyakan Islam, Muslim tidak berani bertanya tentang Muhammad dan Kuran, karena sikap seperti ini bisa dianggap sebagai melawan. Oleh sebab itu, kami mencoba mengajak umat Muslim untuk berani bertanya (Daring Questions) dalam menilai Islam

Media adalah alat penting Rashid dalam penginjilan.  Setiap kali aku duduk berhadapan dengan kamera, aku membayangkan sedang berbicara dengan ayahku, ibuku, saudara laki dan perempuanku. Dan ketika aku berdoa untuk mereka dan memikirkannya, dan berpikir tentang diriku, jika aku dulu tidak punya kesempatan untuk mendengarkan Yeshua Ha Mashiah dari radio, mungkin aku tidak di sini saat ini, mungkin aku sudah menjadi teroris yang mem-bom diriku sendiri, karena aku menyukai Allah dan ingin menyenangkan hati Allah.

Sekarang aku bekerja di bidang media. Dan aku membuat film untuk orang-orang Timur Tengah dan Afrika, dan mencoba menerangkan kepada mereka perbedaan antara Kristen dan Islam. Sampai sekarang kami telah membuat lebih dari 77 buah film live, setiap episode berdurasi 1.5 jam, juga 55 buah film rekaman, dan semuanya memperbandingkan antara Islam dan Kristen. Programnya bisa dilihat di sini: Al-Hayat.org

Sepuluh tahun yang lalu, kita tidak pernah mendengar adanya Islam murtad. Tetapi sekarang kita mendengar ribuan, bahkan jutaan Muslim murtad di Mesir. Sekarang terdapat lebih dari dua juta Muslim murtad dan memeluk Kristen disana.

Doa dan Harapan brother Rashid: Berkaitan dengan tuaian yang sangat besar ini, ia mengajak Gereja-gereja dimanapun membantu umat Kristen lokal di Maroko, Yordania, Saudi Arabia dan Kuwait dan berbagai negara Arab lainnya di dalam usaha mereka menyadarkan saudara-saudari Muslim mereka di negara mereka masing-masing. Proyek besar ini akan bisa diselesaikan secara gotong-royong.

Anak Ustadz Maroko tobat ikut Tuhan Yesus | Brother Rachid

Baca lebih lanjut

Iklan

Penginjil Afsar Ahmed, perjalanan rohani Muslim Pakistan Inggris menjadi Kristen

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:34-35)

Afsar Ahmed kesaksian ex-Muslim bertemu Yeshua HaMashiah

Perjalanan Afsar Ahmed berjumpa Yeshua

Saya lahir dan dibesarkan di Inggris. Ibuku adalah seorang Inggris Kristen, ayahku adalah dari Pakistan, seorang Muslim. Ketika mereka telah menikah ayahku memaksa ibuku menjadi seorang Muslim; menanggapi ini ibuku berdoa bahwa salah satu putranya akan menjadi seorang Kristen – karenanya saya selalu mulai kesaksianku dari sini karena saya benar-benar percaya bahwa Elohim menjawab doa tersebut. Ketika tumbuh dewasa ayahku selalu memastikan dia membawa kami keluar dari sekolah dasar terutama hari-hari Paskah dan Natal, sebab dia tidak ingin kami mendengarkan pesan-pesan yang terhubungan dengan peristiwa-peristiwa tersebut.

 

Di sekolah menengah pertama saya membuat sebuah salib saat kelas praktek logam, saya cak warna perak dan simpan itu pada saputanganku, jika Anda bertanya padaku mengapa aku melakukan ini? Saya pun tidak tahu mengapa saya melakukannya. Koleksi Kristianiti lainnya yang saya pernah miliki adalah sebuah Alkitab Perjanjian Baru terbitan The Gideon Internasional, yang diberikan pada kami murid-murid dari sekolah. Saya tidak membacanya, hanya mengukir sebuah salib di depannya dan saya menyimpan itu di kamar tidurku. Beberapa tahun kemudian itu menjadi masalah; orang tuaku ingin berimigrasi ke Kanada dan ayahku memeriksa barang-barangku yang dapat saya bawa serta, dan ia menjumpai Salib dan Alkitab kecil tersebut.

Ia menjadi sangat marah dan saya melihat ketakutan di matanya dan saya bertanya-tanya mengapa. Jadi ia bertanya pada ku dariman saya mendapatkan Pernjanian Baru tersebut. Saya katakan mereka (guru-guru sekolah) memberikannya kepada kami. Ia menyuruh ku membuang itu. Saya katakan tidak, saya akan bawa itu serta ke Kanada; ia sungguh marah. Saya melihat ada banyak ketakutan di matanya … Itu ironis. Karena ketakutan dan kemarahannya itu telah menjadi pemicu pencarianku akan Kristianiti.

Ketika kami tiba di sini (Kanada), saya mulai bertemu dengan orang-orang Kristen. Di Inggris saya mendapat masalah, di sini pertama kali dalam hidupku saya menatap ke langit kepada Elohim, minta kepada Nya melepaskan ku dari masalah; saya terlepas, saya berterima kasih pada Dia, saya mulai menyebutkan Doa Bapa Kami sebagaimana guru-guru telah mengajar kami di sekolah.

Ketika saya berumur 15 tahun di tahun 1970, pada saat orang-orang Kristen memakai peneng/lencana Kristen di baju mereka – tujuannya adalah membuat orang lain bertanya pada mereka, maka mereka akan membagikan berita Injil.

Mereka berkata bahwa saya dapat memiliki hubungan pribadi dengan Elohim melalui Yeshua. Ketika mendengar itu saya terkejut, sebab sebagai seorang Muslim saya selalu berpikir bahwa Elohim adalah unik dan jauh. Dia tidak memiliki rekan kerja, tidak memiliki pasangan-pasangan. Saya menolak ide tersebut, karena saya tidak percaya seseorang bisa memiliki hubungan pribadi dengan dengan Elohim

Saya dan saudara laki-lakiku mengajukan program belajar pertanian yang disponsori pemerintah, kami diterima bersamaan dengan 40 orang lainnya. Singkat cerita. Program ini memiliki kunjungan ke ladang pertanian pada akhir minggu, bagian dari sebuah program Musim Panas, dimana kami tinggal di ladang pertanian. Pada program akhir minggu inilah saya bertemu seorang gadis muda yang sangat berapi-api , ia sungguh-sungguh berapi-api bagi Adonai. Ia membagikan Injil kepada ku, saya katakan “Maaf, saya tidak percaya itu.” Namun ia tetap melakukannya sepanjang pelajaran. Pada suatu titik saya katakan “Kita tidaklah akan bisa belajar banyak dari pelajaran-pelajaran ini!” Tetapi dia tidak perduli, terus saja membagikan Injil kepadaku.

Akhirnya gadis muda ini berkata kepadaku,

“Saya akan membuktikan pada mu bahwa Elohimku adalah Elohim yang nyata.

“Bagaimana kamu melakukan ini?” saya tertarik dengan apa yang ia katakan

“Ok, saya akan mendemontrasikan pada mu jawaban doa berdasarkan hubungan pribadiku dengan Elohim.”

“Doa apa itu? Saya bertanya

“Saya akan berdoa bahwa kamu akan pergi ke sebuah pertanian dimana mereka semua adalah orang Kristen lahir-baru” dan ia menambahkan, “dan … dimana kamu akan mendapatkan Injil mengalir masuk ke tenggorakanmu pada bulan penuh.”

“Allah tidak akan menjawab doa tersebut” saya berkata dengan marah, “Kita tidak memerintahkan Allah melakukan sesuatu, sebalinya, Dia yang memerintahkan kita apa yang kita lakukan!”

“Saya percaya, Elohim akan menjawab doa tersebut,” gadis ini berkata dengan yakin

Kami berargumentasi sepanjang jalan sampai kami meninggalkan seminar tersebut.

Tibalah harinya untuk murid-murid tinggal diperkebunan dimana mereka ditempatkan.

Tiba di rumah, saya mengepak barang ke koper, ayahku mengantarku tiba di perkebunan dimana saya akan tinggal sementara waktu. Saya mendekati pintu dan mengetuk pintu rumah seorang bapa kurus tinggi orang Belanda Kanada bernama Jerry. Dia baru saja hendak memperkenalkan dirinya saat saya melihat di belakangnya; saya pikir itu adalah lukisan Yeshua, sebab pria pada gambar tersebut ada lingkaran cahaya pada kepalanya, jadi saya berkata ke pada bapa ini,

“Tunggu. Apakah itu lukisan Yeshua yang ada dibelakangmu?” saya bertanya

“Ya!” bapa ini menjawab. Jantungku berdebar sedikit lebih cepat.

“Apakah Anda seorang Kristen penuh cahaya atau sejenisnya?”

“Saya adalah seorang Kristen lahir-baru”

“Anda punya keluarga?”

Saya memiliki istri dan tiga anak perempuan.”

Apakah isteri Anda lahir-baru?”

“Ya”

Putri nomor satu Anda?”

Dia adalah seorang Kristen lahir-baru.”

Putri nomor dua?

Dia adalah seorang Kristen lahir-baru” dan melanjutkan, “putri …”

Saya potong perkataannya, “Janganlah katakan pada saya putri nomor tiga adalah seorang Kristen lahir-baru!”

“Kami adalah orang-orang Kristen lahir-baru dalam rumah ini,” bapa ini berkata.

Afsar tidak percaya apa yang baru saja ia dengar dan terkagum-kagum dengan kuasa doa gadis kristen tersebut.

“Saya merasa kewalahan, sulit untuk menjelaskan bagaimana perasaanku, perasaan saya dipenuhi kekaguman, saya tertunduk kalah; pada saat yang bersamaan saya tidak dapat mengerti bagaiman gadis usia 16 tahun ini dapat berdoa kepada Elohim dan Elohim menjawab sebuah doa. Saya belum pernah mendengar itu sebelumnya di dalam Islam.”

Hal ini berakibat membuka hatiku pada apa yang Jerry perlu bagikan pesan yang ia miliki. Pesan yang ia telah percayai, Pesan yang ia telah hidupi. Saya pikir lewat kursus Musim Panas tersebut, ia telah memenangkan saya atas dua hal.

Pertama dari semuanya, kasihnya. Ia memiliki kasih yang saya belum pernah lihat sebelumnya dalam Islam. Ia lembut, sabar dan pemaaf … kasih Adonai bersinar melalui hatinya … melalui matanya … melalui pembicaraannya … melalui sifatnya. Itu sungguh indah. Jujurnya, saya bisa katakan, ia seorang yang menyenangkan, sungguh orang yang menyenangkan. Ia masih hidup, saya baru berjumpa dia minggu lalu. Ia tinggal di Danville.

Seorang pria (lainnya) bernama Gerald Bruce Emma, saya menganggap dia sebagai bapa rohani saya dalam iman. Ia memenangkan diriku dalam konsistennya. Ia menjalankan apa yang ia kotbahkan. … seperti Yakobus katakan, “jadilah pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja.”[Yakobus 1:22]

Berdoalah untuk Afsar Ahmad dan keluarganya. Ayahnya masih Muslim, tinggal di Amerika Serikat. Ibunya masih memiliki iman Kristen. Saudara kembarnya masih Muslim. Doakan juga pelayanan Afsar menjangkau orang-orang Muslim di Inggris dan dua Gereja yang ia terlibat.

Diterjemahkan dari InternationalTestimony Blogspot “This is why Muslim became Christian Minister”

Video kesaksian Afsar ini dengan text bahasa Indonesianya tersedia di sini:

Baca lebih lanjut

Jalan unik pasangan Muslim Kuwait menjadi Penginjil Yeshua

Namun, berapa banyak orang yang telah menerima Dia, kepada mereka Dia telah memberikan otoritas untuk menjadi anak-anak Elohim, yaitu mereka yang percaya dalam Nama-Nya; Injil Yohanes 1:12

Adel dan Layla Masoud Kuwait Kristen

Adel dan Layla Masoud dari Kuwait

Adel dan Layla Masoud adalah suami-isteri orang Arab Kuwait yang sangat menikmati kehidupan mewah pada masa lalunya, sebagaimana warga-warga Kuwait pada umumnya. Sebagai seorang ayah yang masih muda, Adel pernah memiliki sebuah perusahaan khusus menjual mobil-mobil mewah. Kemakmuran duniawi adalah gaya hidup, kebersamaan dalam keluarga dan sanak famili demikianlah urutan kehidupan di Kuwait.

Diler mobil Ferrari menjadi miskin. Kehidupan keluarga Masoud tiba-tiba berubah ketika Presiden Irak Sadam Hussein  menyerang Kuwait pada bulan Agustus 1990. Negara-negara kualisi pimpinan Amerika Serikat datang menyelamatkan Kuwait, pertama-tama dengan serangan udara, lalu peperangan darat dan kemudian menduduki Kuwait di bulan Febuari 1991.

 

Keluarga ini terpaksa harus berimigrasi ke Yordania. “Kami pergi dengan tangan yang sungguh kosong. Kami berpindah dari kaya menjadi miskin. Saat itu kami memiliki empat anak-anak yang masih kecil, yang termuda hanyalah baru setengah tahun umurnya.”

Adel mulai tertarik akan Elohim yang hidup di negara pembuangannya. Sebagai pengungsi-pengungsi ilegal, anak-anak tidaklah harus pergi ke sekolah pemerintah, jadi mereka menaruh anak-anak mereka ke sekolah yang tersedia; sekolah Kristen.

“Pada pertemuan sekolah, kami mendengar bahwa Yeshua adalah Putra Elohim. Kami kagum, orang-orang yang baru kami kenal ini nampak menyenangkan, namun kami sedih bahwa mereka tidak bisa masuk ke Sorga [pemikiran Muslim Arab tentang orang Kristen], jadi kami memutuskan untuk memurtadkan mereka.” Namun kebalikannya yang terjadi.

Mujizat-mujizat besar terjadi atas Keluarga Masoud di Yordania.  Pertama datang kepada kepala keluarga: Adel.
Secara terus-menerus mujizat terjadi kepada diriku. Suatu kali saya memerlukan 50 Dinar untuk sewa. Saya pergi dengan perasaan putus asa ke seorang teman untuk meminjam uang. Teman ini teryata juga tidak memiliki uang. Ia mengeser kursi ke depan bangunan, saya mendapatkan sebuah perasaan untuk melihat benda apa yang ada di bawah kursi yang baru dipindahkan tersebut, itu ternyata sebuah Salib dari kayu. Saya mengambilnya dan berpikir: “Yeshua, jika Engkau Elohim tolonglah saya, maka saya akan memberi hidupku kepada Mu.”

Pada hati yang sama tersebut, segera teman saya menganjurkan untuk kami berkunjung ke tetangganya. Di rumah temannya, tetangga dari teman saya ini memberikan saya satu bundel uang berisi seratus Dinar (pada saat itu nilainya setara dengan satu bulan gaji di Yordan; kira-kira 140 USD saat ini)!

Mujizat-mujizat yang ia alami dan penelitan Alkitab meyakinkan Adel bahwa Yeshua adalah Elohim. Layla, isterinya, menjadi marah ketika ia tahu Adel telah menjadikan Yeshua Adonainya (Tuhannya).

“Aku marah, saya berteriak, ‘Kamu sudah dicuci otak’” Namun Adel tidak bereaksi, tidak juga menaikkan suaranya, hanya pergi ke luar.

“Pemisahan kamar tidur terjadi, saya melarang ia berada di sisiku dan melarang menyentuh anak-anak kami. Saya menekan dia dengan keras untuk kembali ke Islam. Saya pun tidak setuju ia berdoa dengan bersuara kepada Yeshua. Itu merupakan waktu-waktu yang sulit” Layla bercerita mengingat masa lalunya

Doa Layla dan Jawaban Elohim melalui Mimpi. Layla sangat terganggu pikirannya. Di satu sisi, ia bertanya-tanya apakah semua negara-negara Muslim dan sanak famili adalah salah dan sia-siakah mereka telah belajar Kuran di luar kepala. Pada sisi lainnya, ia mengasihi suaminya dan keluarganya.

Adel memberi bantuan petunjuk kepada Layla yang sedang bimbang: “Berdoalah dari hatimu kepada Penciptamu – bukan kepada Elohim Islam atau pun Elohim Kristen”

Layla lalu berdoa dan memohon: “Tunjukkanlah kepada ku manakah dari keduanya yang adalah Jalan yang Benar.” (the Straight Path)

Baca: Menyingkap Kuran Al-Faatihah Surah 1:6-7 JALAN LURUSnya Allah

“Pada malam itu aku bermimpi. Saya sedang berpakaian hitam dan mati. Empat orang datang mengunjungi diriku. Mereka membawa saya ke penguburan. Di perjalanan menuju penguburan nampak dari kejauhan terdapat air yang bersih. Mereka bertanya kepada ku, ‘Layla, akankah kami celupkan kamu ke air?’ Lalu mereka menenggelamkan aku ke dalam kolam air dan ketika saya keluar dari air, saya tiba-tiba hidup kembali, bajuku menjadi berwarna putih, dan tanpa hijab (kerudung kepala untuk wanita Muslim), dan saya mengalami suatu damai dan suka cita yang belum pernah saya alami sebelumnya.

Baca: Baptisan Air atau Baptisan Selam

Paginya ketika saya terbangun dari mimpi tersebut saya masih merasakan sukacita tersebut. Saya pergi kepada Adel untuk bertanya apa arti dari mimpiku tersebut.

“Tanpa Yeshua, kita semua mati dan ada sebagai orang-orang berdosa seperti layaknya dibungkus dalam pakaian-pakaian berwarna gelap. Dalam Yeshua kita bersih. Lenyapnya hijab itu berarti kebebasan,” Adel menjawab.

“Saya tidak ingin bertengkar lebih lanjut, sebaliknya berkehendak dengan semangat untuk mendengar lebih banyak tentang iman Kristen. Dan ketika Adel menjelaskan lebih lanjut kepadaku tentang Adam dan Hawa, saya mengerti semua pesan cerita tersebut.   [Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Elohim menyembelih binatang untuk kulitnya dipakai sebagai pembungkus tubuh mereka yang telanjang, lalu mengusir keduanya dair Taman. Yeshua adalah benih Hawa yang menghancurkan kuasa dosa atas manusia melalui korban darah-Nya sendiri dan menghancurkan kuasa kematian Setan setelah kebangkitan-Nya. Kejadian 3, Yesaya 53 dan Injil Yohanes 3:13-18]

Setelah ia memutuskan menjadi Kristen, ternyata Layla baru tahu bahwa anak-anaknya juga telah menjadikan Yeshua sebagai Adonai mereka. Adel dan Layla di depan gedung Yayasan Middle Eastern Friendship Center mereka

Sinkat cerita, keluarga pengungsi Kuwait ini mendapat ijin tinggal di Vancouver, Kanada. Di tempat barunya ini, mereka memulai Gereja mereka. Telah ada 44 anggota Jemaat dari latar belakang Muslim dan seorang bekas Atheis. Mereka memiliki sebuah yayasan kemanusian, bernama Middle Eastern Friendship Centre. Yayasan ini menolong para pengungsi Timur Tengah untuk hal-hal yang praktis: misalnya memberikan paket-paket makanan, peralatan rumah tangga untuk mereka yang baru mendapat tempat tinggal. Mereka juga membuat kegiatan-kegiatan dan bercerita tentang kasih Yeshua Ha Mashiah.
Menurut Wikipedia, Penduduk Kuwait berjumlah 4,2 juta orang (2016), 1,3 juta orang Kuwait dan 2,9 pendatang. 60% Arab, 37,8 % Asia dan 1,9 % Afrika. Orang Kuwait asli 75% Sunni dan 25% Syiah. Pendatang 85% Muslim dan sisanya Kristen dan Hindu.

Di bawah ini beberapa video tentang aktivitas Gereja-gereja di Kuwait:

  1. Kuwaiti Royal Prince, Abdullah al-Sabah, Declared “his Faith in Jesus Christ”
  2. Sharing the Light of Christ in Kuwait

Baca lebih lanjut

God’s NOT Dead 2, film seru dan bagus!!!

Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Elohim. Matius 10:18

 

Poster Film God's Not Dead 2Film drama Kristen Amerika 2016 ini lanjutan sukses dari seri pertamanya God’s Not Dead 1. Keduanya bukanlah film berdasarkan autobiografi, namun berdasarkan kenyataan hidup secara umum di Amerika Serikat; Atheisme melalui filosofi Teori Evolusi mencoba menteror siapapun yang percaya adanya Elohim (isi pada God’s Not Dead 1) dan melalui filosofi Modernisme dan Liberalisme, kelompok yang sama bukan hanya sekedar memecat dosen yang percaya adanya Elohim lebih dari itu mereka siap menjadikan kasus pemecatan dosen tersebut sebagai pelajaran nasional di Amerika (isi God’s Not Dead 2). Tekanan pemerintah juga terjadi pada para pendeta, mereka harus menyerahkan isi kotbah mereka 3 bulan sejak tiga bulan terakhir dan isi kotbah perlu disensor – cerita film ini juga bagian fakta nyata untuk di negara bagian tertentu – atau dikenakan denda / masuk penjara. Demikian juga dengan kasus-kasus murid sekolah dan kampus dikeluarkan dan dosen dipecat adalah kisah nyata di Amerika.
Film yang sangat bagus dan perlu ditonton oleh seisi keluarga! Banyak pelajaran yang bisa diambil: bagaimana orang Kristen harus bersikap dan bertindak ketika iman mereka dalam ujian.


Skenario film: Brooke (mahasiswi) terpukul batinnya atas kematian kakak. Ia mendapatkan simpati dari dosen sejarahnya, Grace Wesley, yang adalah orang Kristen yang taat. Di kantin kampus, Brooke mendekati dosennya dan bertanya ”darimana kamu mendapatkan sikap optimismu?” Grace menjawab singkat ”Yeshua” – ini memimpin Brooke mulai membaca Alkitab. Pada kelas Sejarah, Grace mengajar tentang Mahatma Gandhi dan Martin Luther King, Jr., mahasiswi ini bertanya entah ajaran damai keduanya berkaitan dengan ajaran dari cerita Alkitab pada Kotbat di Bukit, Grace menjawab dengan mengutip (di luar kepala) beberapa ayat dari ajaran Yeshua tersebut. Sementara Grace masih bicara, seorang mahasiswa yang hadir mengirim SMS kepada orang tuanya, yang berakhir pada pemecatan Grace dengan tuduhan “kristenisasi di kampus.” Pihak kampus memaksa Grace minta maaf dan berhenti bicara nama Yeshua, kedua hal ini ditolak oleh Grace mentah-mentah dengan alasan ia bicara dalam kontek “pelajaran sejarah” dan juga tidak “mengkotbahkan siapapun.” Kondisi “keras kepala” Grace dipakai oleh pihak Kampus menjadi masalah nasional, mereka membawa Grace ke meja pengadilan.
Tom Endler, seorang ahli hukum bukan Kristen menawarkan diri untuk menjadi pembela hukum untuk Grace. Tom di tengah-tengah proses pengadilan yang sengit dan pajang, menyadari bahwa ini bukan sekedar klainnya semata, tapi masalah mencoba menghapus iman Kristianiti di Amerika, maka ia menghadirkan saksi mata dua orang atheis yang telah menjadi apologetik Kristen: Lee Patrick Strobel dan J. Warner Wallace  (keduanya adalah tokoh benaran!); Kesaksian Lee Strobel sudah banyak ditulis dalam bahasa Indonesia.

Karena sistim pemerintahan saat itu dikuasai oleh pihak Atheis, maka jaksa penuntut tetap membela pihak kampus. Usaha terakhir Tom sungguh tidak terduka- ia menggemparkan bukan hanya para lawannya dan para hadirin di persidangan tapi juga Grace yang ia bela. Dan … ia akhirnya memenangkan bukan hanya bagi Grace, klainnya, tapi juga para mahasiswa-mahasiswi dan para pendidik di Amerika yang selama ini tertindas oleh karena iman mereka. Film ini juga diperankan oleh penyanyi Kristen legendaris Pat Boone, berperan sebagai ayat dari Grace Wesley. Film yang seru sejak awal dan berakhir dengan spektakuler.

Baca lebih lanjut

RRCina: Orang-orang Kristen mengabaikan larangan pemerintah atas aktivitas Sekolah Minggu

Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. … Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” (Markus 4:3,8)

Murid-murid Kristen Cina di Kamp Musim Panas

Remaja Kristen Cina di Kamp Musim Panas

Republik Rakyat Cina. Orang-orang Kristen di kota Wenzhou (profinsi Zhejiang) mengabaikan larangan resmi kelas-kelas Sekolah Minggu — dan telah bersumpah untuk terus mengajar anak-anak mereka tentang Yeshua sampai orang percaya melebihi jumlah orang komunis di negara tersebut.

Menurut laporan baru dari Reuters, Gereja-gereja di Wenzhou — dikenal sebagai “Yerusalemnya Cina” karena komunitas Kristen yang cukup besar — mulai mengajar anak-anak di rumah pribadi atau di tempat lain setelah pihak berwenang melarang aktivitas Sekolah Minggu awal tahun ini.

“Iman prioritas pertama, pendidikan sekolah hal yang kedua,” seorang ibu dengan nama keluarga Chen berkata. “Anak-anak harus menghadiri kelas-kelas Alkitab sebab sekolah-sekolah pemerintah gagal menyediakan tuntunan moral yang cukup dan kerohanian.

“Obat-obatan, porno, perjudian dan kekerasan adalah masalah serius di antara remaja masa kini dan game-game video sangat menggoda,” ibu ini bercerita kepada Reuters. “Kami tidak bisa bersama dengan putra kami sepanjang waktu, jadi hanya melalui iman kita dapat membuat dia mengerti (yang tepat untuk dilakukan).” Ibu ini menambahkan, “pastilah akan ada lebih banyak orang Kristen beriman pada generasi berikutnya. Kemampuan untuk iman Kristen untuk ada diwariskan dan diteruskan sedang bertumbuh pesat.”

Selain melarang Sekolah-sekolah Minggu di beberapa kabupaten Wenzhou, anak-anak di daerah lain dilarang mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan iman, termasuk kamp-kamp Musim Panas. Saat itu, pihak berwenang memberi alasan “udara panas” kemungkinan menimbulkan bahaya kesehatan.

Reuters memperhatikan bahwa sementara hukum negara Cina secra resmi megijinkan kebebasan beragama untuk semua orang, termasuk anak-anak, peraturan perlindungan anak di bawah umur dan pendidikan juga mengatakan agama tidak dapat digunakan untuk “memaksa” anak-anak untuk percaya.

Pada bulan September, pemerintah merilis peraturan baru yang memperluas pengaruh negara dalam pengawasan pendidikan agama di seluruh negara. Para pejabat Cina sebelumnya memperingatkan orang tua Kristen bahwa jika mereka tetap membawa anak-anak mereka ke Gereja-gereja yang tidak disetujui oleh pemerintah, keturunan mereka akan dilarang dari menghadiri kuliah atau melayani di militer, dan akan menghadapi tindakan hukum.

Gereja-gereja Protestan yang dibawah kontrol pemerintah Cina dikenal sebagai Gerakan Patriotik Tiga-Mandiri [3-M](the Three-Self Patriotic Movement) secara khusus melarang para anggotanya “mencuci otak” para remaja dengan kepercayaan agama dan melarang membawa anak-anak ke aktivitas keagamaan.

“Pemerintah sedang mencoba mengkontrol ideologi,” seorang Kristen bernama keluarga Zhang bercerita kepada seorang karyawan pengawas penganiayaan China Aid. “Selama periode (presiden) Jiang Zemin dan Hu Jintao, pemerintah ada toleran terhadap kotbah dan pekerjaan pemberitaan Injil. Setelah Xi Jinping memasuki kekuasaan, cengkraman pemerintah atas agama semakin kuat.”

Pada tahun 2014, pemerintah meluncurkan sebuah kampanye di Wenzhou untuk menghancurkan Gereja-gereja “ilegal” dan meruntuhkan tiang-tiang salib. Selama kampanye “keindahan” itu, tiang-tiang salib sebanyak 360 buah disingkirkan (dengan paksa) dari tempat-tempat ibadah.

Jemaat Wenzhou protes menentang aksi anti-Salib pemerintah RRC

Jemaat protes anti-Salib pemerintah RRC

Ratusan orang Kristen, termasuk pendeta, pengacara dan aktivis, telah ditangkap karena berbicara melawan penganiayaan yang terus-menerus, dan banyak dari mereka masih ditahan. Para pengacara HAM (hak asasi manusia) yang memberikan bantuan hukum kepada jemaat di Cina telah menjadi korban atas kebrutalan polisi dan dipaksa mengaku di depan siaran TV pemerintah bahwa mereka telah mengganggu keamanan, dan mengancam keamanan negara.

Walaupun adanya larangan-larangan tersebut, diperkiran ada sekitar 30 juta Kristen di Cina, sementara sumber independen memperkirakan jumlah sekitar 60 juta, mayoritas mereka adalah orang-orang Protestan. [Ini hanya jumlah jemaat dari Gereja 3-M, jika ditambah dengan jemaat “Gereja bawah tanah” jumlah pasti lebih dari 200 juta, sebab tahun 2014 saja itu telah mencapai 163 juta orang Kristen laporan menulis, baca: How many Christians in China?]

Sarah Cook, seorang penganalisa dari Freedom House dan kelompok penasehat yang berbasis di New York (AS) berkata kepada Reuters, bahwa Partai Komunis Cina hanya dapat mengontrol sejauh pendidikan iman, “Akanlah selalu ada berlangsung dimana anak-anak di rumah yang cerita-cerita sebelum tidur mereka adalah berasal dari cerita Alkitab.”

Sumber terjemahan: Christians in China Ignore Sunday School Ban: Vow to Teach Children About Jesus Anyway by Leah Marieann Klett (Dec 27, 2017), Gospelherald.com
Baca lebih lanjut

Laos: Dua gadis remaja dianiaya keluarga dan pemerintah, ”Kami ingin mentaati Yeshua!”

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. (Matius 10:37-38)

Peta Laos dan negara tetangganyaDi tengah-tengah tekanan agama Animisme, Buddha dan Komunisme – dua gadis remaja ini telah menempuh perjalanan iman yang sukar. Mereka menemukan bahwa Yeshua layak bagi hati mereka, bahkan hidup mereka. Laos termasuk dalam daftar ke 24 pada laporan tahunan World Watch List yang dibuat oleh Open Doors, sebuah organisasi Kristen yang menolong kelompok-kelompok minoritas yang teraniaya.

Nani (17 tahun) dan adiknya Nha Phong (16 tahun), telah menjadi orang Kristen pada Musim Gugur tahun 2016 setelah mendengar kebenaran Injil dari sepupunya.

Sepupu kami adalah seorang pendeta di sebuah desa tidak jauh dari tempat kami tinggal. Dialah orang yang membagikan Kabar Baik (Injil) kepada kami, berjalan bersama kami di saat-saat kami belajar lebih dalam tentang Yeshua. Kami suka apa yang kami dengar dan itu sebuah pilihan yang mudah untuk dibuat, namun kami tahu komitmenya adalah berat.

[Diancam]. Ketika keluarga kami tahu apa yang kami telah lakukan, mereka menjadi marah. Ayah kami berkata kami tidak boleh mengunjungi Gereja, dan ia mengancam kami.

”Ketika sekali waktu kami ingin pergi ke Gereja, keluarga kami menjadi begitu marah kepada kami. Mereka berkata jangan pergi. Sepupu saya dan keponakan laki-laki berkata saya perlu kembali ke agama lama saya, dan jika kami tidak melakukannya mereka akan memukul saya dan memaksa saya keluar dari Gereja,” Nani bercerita

Menyadari pentingnya mendengarkan firman Elohim dan berada Bersama saudara-saudari seiman, mereka berkata, ”Namun kami tetap pergi. Mengapa kami tidak dapat pergi? Kami masih bayi rohani. Kami haruslah ada bersama dengan orang-orang beriman lainnya.

Saat itu, sepupu tersebut tidak memenuhi apa yang ia katakan, namun tiga minggu kemudian ketiga kedua gadis ini meninggalkan rumah untuk beibadah, anggota keluarga mereka – sekitar enam sampai sembilan orang – mengikuti mereka. Open Doors bercerita.

”Pada suatu pagi, banyak anggota keluarga kami mengikuti kami secara diam-diam untuk melihat kemana kami pergi. Mereka mungkin telah tahu, tetapi ingin melihat dengan mata mereka sendiri.

[Dianiaya]. Ketika ibadah Gereja dimulai, mereka secara tergesa-gesa memasuki ruangan dan menangkap kami – mengikat kami dan menyeret kami keluar gedung. Mereka membawa saya ke rumah paman saya dan bertanya berkali-kali ‘Apakah kamu tetap percaya Elohim?'” Nha Phong Laos dua remaja Kristen dianiaya karena iman Kristianiti merekabercerita.

Ayah kami berlaku kasar – ia tetap membiarkan kami terikat untuk beberapa hari. Keluarga kami berkata mereka tidak akan melepaskan kami dari ikatan sebelum kami menolak iman kami kepada Yeshua. Setelah empat hari berlalu, ayah kami akhirnya melepaskan kami. Namun kehidupan kami tidaklah sama lagi.

Sementara ayah mereka tetap menentang  keyakinan iman kedua putrinya, ibu mereka nampak tertarik pada Kristianiti dan bahkan terkadang ikut mereka ke Gereja sekali-sekali.

Ibu kami tidak pernah memukul kami, tetapi ayah kami ya. Ayah lakukan itu setelah kepala desa memerintahkannya. Ayah mendengarkan para petugas pemerintah yang tidak suka kami pergi ke Gereja,” Nani berkata. Ayah tidak ingin melihat Alkitab saya ada di rumah, jadi ia mengambilnya dan menyembunyikan itu dari diriku. Saya temukan itu dikemudian hari dan sekarang saya dapat kembali menbaca Alkitab saya.

[Melarikan diri]. Kami tidak suka menentang ayah kami yang adalah kepala keluarga, namun kami ingin mentaati Yeshua lebih dari siapa pun juga. Kami tahu bahwa Yeshua telah mati bagi kami, dan kami tidak ingin kembali ke agama lama kami. Bahkan seandainya itu sulit, kami tetap mengikuti Yeshua. Dan kekuatan kami untuk berdiri teguh adalah karunia dari Elohim. Dia telah memberi kami semangat untuk percaya.

Menentang ayah kami adalah suatu hal, namun kemudian pemimpin desa mengambil masalah kami ke dalam tangannya sendiri. Ia mengutus petugas-petugas pemerintah ke rumah kami untuk menahan kami. Syukurlah kami berhasil melarikan diri  dan bersembunyi dengan sepupu kami di desanya dimana ia melayani sebagai pendeta. Kami tidak tahu akan masa depan, juga esok hari akan terjadi apa. Kami berharap keluarga kami suatu hari menerima kepercayaan baru kami. Namun sekarang kami menghabiskan waktu kami dalam persembunyian. Ada ayat di Alkitab dalam kitab Efesus 6, ketika orang-orang bertempur pada masa lalu, mereka memakai perisai. Kami ingin memiliki iman seperti sebuah perisai, ketika si jahat mencoba memanahkan anak-anak pamah kepada kami, kami akan pakai perisai iman tersebut untuk melindungi kami. Perisai iman kami tersebut adalah iman kami di dalam Yeshua.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Imam Hindu menantang ketuhanan Yeshua 30 hari – kesaksian Penginjil Kosh Dahal

Sebab besarlah YAHWEH dan sangat terpuji, dan Dia ditakuti oleh semua ilah. Sebab semua ilah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi YAHWEH-lah yang telah menjadikan langit. (1 Tawarikh 16:25-26, KS-ILT)

Imam Kosh Dahal dikunjungi seorang Penginjil secara terus-menerus, merasa cape dengan kunjungan Penginjil ini ia memberi tantangan serius kepada si Penginjil, jika Yeshua tidak bisa membuktikan kuasa-Nya pada imam Hindu ini maka Penginjil akan dilaporkan ke polisi Nepal. Kesaksian ini saya ambil dari video kesaksian pribadi Kosh Dahal di bawah. Selamat membaca dan diberkati. Adonai Yeshua memberkati!

”Saya ingin membuktikan bahwa Kristen adalah agama palsu. Yesus Kristus tidak dapat melakukan apa-apa.” Kosh mengawali kesaksiannya, dan melanjutkan, ”saya Pastor Kosh dari Nepal. Aku punya istri Shobha dan tiga anak. Mereka di Nepal. Ayah saya adalah seorang pendeta Hindu. Kami dari latar belakang keluarga imam Hindu. Semua saudara-saudari berasal dari keluarga imam Hindu. Mereka pemeluk Hindu yang kuat. Saya sebelumnya juga adalah seorang iman Hindu

[Imam yang setia, 330 juta dewa tidak bisa memuaskan jiwanya] Pada suatu hari ia merenungkan hidupnya sendiri, bertanya: ”Mengapa saya tidak memiliki damai dalam hatiku?” Meskipun saya telah melayani banyak dewa-dewi, saya memiliki 330 juta dewa-dewi, menyembah mereka, berdoa untuk mereka, selama bertahun-tahun, katakanlah tiga puluh tahun, namun mereka tidak menjawab doa-doaku, tidak menanggapi penyembahanku. Saya bertanya-tanya: mengapa? Mengapa saya ada di bumi? Apa tujuan utamaku hadir di bumi? Apa yang akan terjadi setelah saya meninggal dunia?

“Karena didalam agama Hindu berkata bahwa setelah kita mati kita harus melewati inkarnasi sebanyak 840.000 kali. Saya perlu mengalami inkarnasi (puturan kelahiran-kematian) menjadi rupa seperti serangga, sapi, ayam, anjing. Ada begitu banyak hal yang saya perlu lakukan untuk mengubah keberadaanku. Saya menjadi kecewa.  [Alkitab menyatakan manusia mati hanya satu kali, setelah itu kita akan hidup kekal di Sorga dan yang tidak percaya kepada Firman-Nya hidup kekal di Neraka]

Kosh selain seorang imam Hindu ia juga pengusaha dari beberapa klinik untuk binatang di Kathmandu. Pada suatu hari seorang Kristen datang ke kliniknya dan membagikan berita Injil.

”Ia membagikan berita Injil kepada saya selama ber-hari-hari. Dan dia benar-benar mengganggu saya. Saya tidak ingin menerima Yeshua Ha Mashiah, namun ia terus menerus datang ke klinik hewan saya dan selalu memberitakan Injil.

Saya menolak karena saya berasal dari keluarga kasta tertinggi. Saya tidak ingin masuk gereja dan bercampur dengan orang-orang berkasta rendah.

Selain itu, saya sudah memiliki 330 juta dewa-dewi. Apa yang saya bisa lakukan dengan satu Elohim (God)? Apa yang satu Elohim ini bisa lakukan bagiku? 330 juta juta (dewa-dewi) tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi hanya satu, tidak ada harapan.

Jadi saya katakan kepada dia, “Tidak mungkin! Saya tidak percaya itu. Kristianitimu adalah agama palsu, dan saya tidak ingin percaya itu semua. Namun dia terus-menerus datang. Saya mencari sebuah ide, bagaimana saya bisa menghentikan orang yang terus-menerus datang kepadaku untuk mengabarkan Injil?”

[Mengadakan tantangan pembuktian ketuhanan Yeshua selama 30 hari] Kosh menemukan ide, biasanya ia menolak tamu ini datang sekarang ia sengaja mengundang pria kristen ini datang. Perjanjian tantangan dibuat.

“Anda adalah orang yang mengatakan kepada saya ‘Yesus adalah Elohim, benarkan?” Kosh membuka forum tantangannya

“Ya,” pria Kristen ini menjawab

“Anda adalah orang mengatakan kepadaku selama beberapa hari dan bulan bahwa Yeshua dapat menyelamatkanmu, dapat berbicara kepadamu, tinggal bersamamu, dapat menjamahmu, dapat mengubah (hidup)mu, dapat melakukan semuanya. Selain Dia tidak ada orang yang bisa melakukan semua hal itu. Kamu telah mengatakan demikian, benar atau tidak?

”Kamu katakan Yeshua adalah Elohim yang penuh kasih dan Elohim yang hidup. Dan elohim (ilah-ilah) lainnya adalah berhala, dan mereka tidak dapat melakukan apa-apa. Apakah kamu mengatakan hal-hal itu? Saya marah kepada mu. Saya ingin membuktikan bahwa Kristianiti adalah agama palsu! Yeshua Ha Mashiah tidak dapat melakukan apa-apa, saya akan membuktikan itu!”

“Tidak, tidak, kamu tidak dapat membuktikan.” si penginjil berkata

“Saya akan membuktikannya!”

“Bagaimana?” tanya tamunya

”Baiklah, kamu berkata, ‘Yeshua Ha Mashiah adalah Elohim yang hidup dan mengasihi, Dia akan datang kepadaku dan Dia mengubahku dan menjamahku, benar begitu?”

“Benar.” tamunya mengiakan

“Baiklah, saya akan meminta kepada Yeshuamu, 10 menit di pagi hari, dan 10 menit di malam hari secara setia dan jujur. Saya akan bertanya kepada Dia, jika Dia adalah Elohim yang nyata. Datanglah, sentuhlah saya dan ubahlah saya dalam waktu 30 hari. Jika tidak terjadi dalam 30 hari itu, maka saya akan membuktikan untuk pertama kalinya di dunia bahwa agama Kristen sungguh palsu.”

“Setuju, kamu dapat melakukan itu.” tamunya setuju

“Jika Yeshua Ha Mashiah tidak membuktikan diri sebagai Elohim, Elohim yang mengasihi dan Elohim yang hidup, dan tidak menyentuhku dan mengubahku, dalam waktu satu bulan kamu tahu apa yang akan saya lakukan? – saya akan membuat keluhan formal terhadap kamu di kantor polisi dan polisi akan menangkapmu. Apakah kamu setuju dengan itu?”

“Setuju!” jawab penginjil tersebut, membuat Kosh terperanjat dengan keyakinan iman dan keberanian tamunya

“Namun dalam waktu satu bulan tersebut, jika kuasa Yesus Kristus datang dan menyentuh saya dan merubah hidupku maka saya akan hidup bagi Dia, meninggalkan rumahku, menjual semua milikku. menjual bisnisku. Saya akan mengorbankan semua yang saya miliki,” Kosh berjanji, ia menambahkan,

“Saya akan mengorbankan segala sesuatu yang saya miliki. Namun jika tidak terjadi, kamu akan berada dalam kesulitan. Jadi saya minta jangan mengajari saya selama satu bulan ini, Saya akan mencoba untuk menemukan Yeshua. saya akan datang pada anda dan saya akan menuntut anda jika Yeshua Ha Mashiah tidak menjamahku dan mengubahku.”

[Masa 30 hari pembuktian ketuhanan Yeshua] Saya mulai melakukan itu, dengan penuh keyakinan. Saya benar-benar ingin menemukan. Saya ingin benar-benar membuktikan bahwa Yeshua Ha Mashiah ini adalah palsu.

Dan apa yang saya lakukan, saya mulai bertanya di pagi hari, dengan satu hati, satu pikiran, satu keinginan: ‘Yeshua, siapa Kamu? Jika Engkau adalah Elohim, mari jamahlah aku dan ubahlah aku. Jika tidak, maka Engkau bukan Elohim.’

Minggu pertama, tidak ada yang terjadi. Minggu kedua, tidak ada yang terjadi. minggu ketiga juga, tidak terjadi apa-apa.

“Yeshua waktu hanya tinggal satu minggu,” saya berkata Dan apa yang terjadi, hari pertama di minggu terakhir itu, sesuatu terjadi pada saya. Waktu itu di Kathmandu sedang musim salju, saat yang dingin, dan saya sedang membungkus diriku dengan selimut, selimut itu sangat tipis, meskipun saya merasa dingin, saya tetap memohon permintaan yang sama. Pagi itu tiba-tiba, ada terasa semacam arus listrik masuk ke dalam tubuhku, awalnya tidak kuat, namun segera menguat, bergerak cepat sekali dalam tubuhku. Saya terkejut, tubuhku mulai gemetar, dengan rasa takut saya bertanya-tanya, “Siapakah ini? Apa yang terjadi padaku?

Selama satu menit jamahan Elohim itu terjadi, ia merasakan sesuatu yang baru tinggal di dalam dirinya dan memberinya kedamaian, Kosh mengingat.

“Saya telah menyembah selama bertahun-tahun kepada 330 juta dewa-dewi tidak pernah terjadi seperti ini meskipun saya menyembah mereka dengan rajin. Namun hari itu saya percaya sekali bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah benar-benar Elohim yang memiliki kekuatan yang besar. Dia datang, Dia menyamah dan merubah saya. Dia membebaskan saya, Dia menyadarkan saya. Saat itu saya menangis dan menyadari dan berkata: “Oh, Yeshua Ha Mashiah, Engkau adalah nyata.”

Isterinya, Shobha juga telah disembuhkan oleh Yeshua dan percaya Yeshua. Kosh menepati semua janjinya, dan pergi ke Filipin untuk belajar Alkitab. Keduanya sekarang memberitakan Injil dan membangun gereja-gereja di Nepal dan melatih calon-calon misionari di negara-negara Asean untuk menjangkau bangsa Nepal.

Jika anda tertarik untuk berhubungan dengan pendeta Kosh hubungi emailnya: koshnet@yahoo.com

Baca lebih lanjut

  • Kalender

    • Juni 2018
      M S S R K J S
      « Apr    
       12
      3456789
      10111213141516
      17181920212223
      24252627282930
  • Cari