Kesaksian Rio Firmansyah aku di gandeng Adonai Yeshua ke Sorga & Neraka

Kata Pengantar. Filipus Rio Firmansyah, remaja Muslim yang rajin beribadah. Lahir dari keluarga Muslim ayah dan ibunya orang Padang, Sumatra. Ia lahir di Jakarta tahun 1998 dan pada bulan Juni 2011, ia mendapatkan pengalaman rohani bertemu Adonai Yeshua, yang umat Muslim mengenalnya sebagai Isa al-Masih. Yeshua membawa Rio berkunjung ke Neraka, dimana ia melihat kedua orang tuanya dan mendengar suara yang mengaku nabi Muhammad, kemudian ia diperlihatkan isi Sorga. Teks kesaksian diambil dari Berita Kabar Baik.  Kesaksian lengkap dan lebih baru bisa dilihat pada video di bawah ini. GBU!

filipus rio firmansyah dan kedua orang tuanya[Asal usul Rio Firmansyah]
Perkenalkan nama saya Rio Firmansyah. Alm. papa saya orang Padang dan mama saya orang Palembang. Setelah mempercayai Yeshua Ha Mashiah sebagai Adonai (Tuhan) dan Juruslamat, nama saya menjadi Filipus Rio Firmansyah. Saya dibaptis di Gereja Tiberias Indonesia oleh Pdt.DR.Yesaya Pariadji, pada tanggal 10 Mei 2012.

Saya mau berbagi kesaksian saya, dahulu saya seorang beragama Islam dan sebagai seorang Islam saya menjalankan syari’at dan perintah-perintah-nya. Saya selalu sholat 5 waktu dan tahajud tak pula lupa zakat dan fitrah dan puasa wajib dan puasa di bulan ramadhan. Semuanya saya menjalankan dengan setulus hati saya. Dari saya TK saya selalu diajari mengaji oleh orang tua saya. Saya sudah ditinggalkan oleh alm. papa saya di tahun 2007. Semua urusan rumah tangga dan anak-anaknya mama saya yang urus sampai besar-besar dan bersekolah sampai tinggi. Selamat menyaksikan kesaksian saya. Tuhan memberkati.

[Berjumpa Yeshua, Diperlihatkan isi Neraka dan Sorga]
Berawal sesudah lulus Sekolah Dasar di SD Muhamadiyah 4 Depok dan pada kelas 4 SD saya Pesantren di Al Habib Asegaf Bin Mahdi, Parung – Bogor. Kisah saya di Injili Yeshua Ha Mashiah, Yesus Kristus, (dibawa) ke Sorga dan Neraka pada bulan Juni tahun 2011 Jam 02.00 pagi sampai jam 05.00 pagi. Berawal saya melihat suatu sosok 3 orang, 2 di antaranya di belakang-Nya kanan dan kiri, yang satu ini orang yang berjubah putih bersih dan wangi dan bersinar, (keduanya adalah malaikat; video kesaksian) yang meghampiri saya dan lelaki itu berambut panjang dan ganteng sekali dan sanggat bercahaya kilau kemuliaan dari Sorga dan berkata kepada saya, “Rio ikutilah Aku.”

Sampai suara itu 3 kali terdengar di telinga saya dan tangan Tuhan Yesus berlubang Dan lalu tangan Adonai Yeshua saya pegang, dan roh saya keluar dari tubuh saya sehingga roh saya melayang-layang di udara.

Saya terbang terus ke langit sampai keluar bumi saya melihat ke bawah bumi banyak sekali api-api mengelilingi bumi. dan saya lanjut sampai ke suatu tempat istana yang sangat besar berkilau dan jalanannya berkilau kilauan emas berlian bebatuan daun daun semua dari berlian dan kemuliaan Adonai ada di situ dan banyak sekali orang-orang yang berjubah putih dan saya melihat banyak sekali mailaikat malaikat penghuni sorga itu dan saya berkata kepada Tuan Itu,“Tuan…Tuan saya mau pergi ke istana itu.” Tuan Itu Menjawab,“Tidak bisa tempat mu di sana.”

Dan saya melihat suatu tempat yang sinar nya panas seperti api yang menyala nyala…saya merasakan apakah saya sudah mati. di pintu itu ada dua sosok malaikat memakai jubah hitam tinggi, membawa pedang dan tongkat yang panas menjaga pintu neraka itu dan saya pun juga berkata kepada Adonai Yeshua, ”tuan…tuan…tuan saya takut” Dan Tuan Itu Berkata: kamu tidak usah takut sebab Aku bersamamu Rio…”

Aku berjalan memasuki pintu neraka dan pintu itu terbuka dan saya melihat orang-orang yang di tarik tarik di injak dan banyak sekali iblis iblis yang menerkam mereka dan hidup mereka terlambat bertobat tuan itu berkata lagi kepada saya, ”lihatlah banyak sekali orang orang yang di dunia yang terlambat bertobat sekalipun mereka orang Kristen.” Dan melalui terowongan yang panjang sekali… saya melihat banyak dan ribuan orang yang memasuki terowongan neraka itu dan di tarik-tarik di injak-injak, di pukul, di potong dan di situ saya menangis dalam hati saya oh Tuhan apakah aku ini manusia yang berdosa sehingga saya cepat mati  dan Tuan itu juga berkata lagi kepada saya Rio…Rio…Rio cepatlah sebelum waktu mu habis. Dan suara itu selalu terdengar di telinga saya dan tibalah saya di dalam neraka itu yang sangat begitu luasnya lautan api nereka disitu, saya melihat perempuan yang terpotong lidahnya di potong kepalanya sampai badan mereka menjadi tengkorak dan ada lagi dipotong-potong mereka dan diceburkan ke dalam lautan api yang sangat panas itu.

Lalu saya berbelok arah ke sebelah kiri melihat papah saya yang sudah meninggal pada tahun 2007 kok ada di tempat seperti ini. ”Tuan mengapa papaku di tempatkan di neraka lalu Tuan itu menjawab lagi: Rio karena papa mu belum menerima Aku sebagai Tuhan dan Juruslamatnya. (Padahal papa saya seorang Haji). Dan saya melihat ke sebelah kanan lagi kok saya melihat mamah saya, mama saya berada di tempat gelap sedang merenung sedih memakai pakaian hitam sobek2, saya bertanya kepada Tuan itu, “ada apa dengan mama saya Tuan? bukankah mama saya masih hidup?” Jawab Tuan itu, “benar Rio, tetapi dia belum menerima Ku, pakaian mama mu masih kotor karena dosa, sampaikan kepada nya terima Aku maka dia akan selamat”.

Akhirnya saya pun meninggalkannya, saya di giring keluar dari tempat itu, tetapi di tengah jalan saya melihat banyak jiwa2 yg terbakar di lembah api, kulit mereka meleleh, dan kelihatan tengkoraknya, mereka berteriak teriak minta tolong, dan ada satu orang di dalam lembah api itu berteriak, “Tolong sampaikan kepada orang-orang di bumi, jangan mengikuti aku, ikutilah Yeshua, aku Muhammad, itu semua karanganku, aku hanya ingin seperti Dia, tapi sekarang aku di sini, sampaikan ke semua orang di bumi, jangan ikuti aku, semua hanya karangan!!!”* Lalu saya di giring keluar oleh Adonai Yeshua lalu saya terbang dengan kecepatan tinggi menuju Sorga..

Ketika saya sampai di Surga, saya melihat gerbang Surga yg begitu indah dan besar dijaga oleh dua malaikat, saya ingin masuk tapi di tahan oleh dua malaikat itu, katanya kepada saya, “kamu tidak boleh masuk sebab pakaianmu kotor, kami akan ganti pakaianmu,” maka dengan sekejap pakaian saya berubah menjadi jubah putih yg terang dan indah sekali, akhirnya gerbang pun di buka, saya di sambut oleh banyak malaikat2 dan jiwa2, mereka mengatakan “Selamat datang di Kerajaan Surga!”

Saya melihat pemandangan yang luar biasa, jalan yang terbuat dari emas, permata, berlian, rumah2 yg begitu banyak, semua dari emas, dan saat itu Tuan mengajakku makan di meja yg sangat panjang, Tuan itu sekarang memakai mahkota, dan saya melihat Maria ibu Yeshua pun di sebelahNya, Maria sangat cantik seperti masih muda, dan ada juga banyak orang di meja itu, setelah itu Adonai Yeshua berkata kepadaku “Rio ikutilah Aku, Akulah yang empunya Kerajaan Surga,” kata saya kepada Nya, “Baik Tuan, aku percaya sekarang, aku akan mengikut Engkau,” tetapi Tuan itu berkata: “Jika engkau mengikut Aku, kamu akan diusir, disiksa dan dicaci maki oleh keluargamu, tetapi janganlah takut sebab Aku selalu menyertaimu Rio” kata saya kepada Nya, “Baik Tuan apa pun yang terjadi aku akan mengikut Engkau” kemudian Tuan itu berkata “Baiklah Rio, sekarang waktunya kamu kembali lagi ke bumi, dan ceritakan apa yang sudah kamu lihat kepada semua orang.” kemudian saya pun seperti terjatuh lagi sampai ke bumi terus menuju rumah saya, dan menuju kamarku kemudian saya masuk kembali ke tubuh saya.

Ketika saya menceritakannya kepada keluarga saya, keluarga saya langsung marah besar, ketika saya ke gereja, mereka mengetahuinya, kemudian mereka menyiksa saya, mencaci maki saya, mereka memukul saya, menendang saya, mencambuk saya, saya hanya diam dan menyebut nama Adonai Yeshua, tetapi saya kemudian tidak merasa sakit walau badan saya terluka, sampai saya SMP saya terus di siksa jika saya ke gereja, sampai pada akhirnya mereka tanya “siapa Tuhanmu sekarang Rio? Jawab!”, saya dengan tegas menjawab “Adonai Yeshua!!”, semakin saya menyebut nama Yeshua, saya semakin di siksa, hingga akhirnya mama saya minta tolong kepada paman saya yang haji supaya mengeluarkan setan Kristen yg ada di dalam diri saya, tetapi saya berani menjawab mama saya, “mama, Adonai Yeshua ada di dalam diri aku, mama, mau pakai air suci atau orang pintar pun, aku tidak takut, tidak akan mempan ma.” Mama saya pun marah dan mengusir saya dari rumah, dan mama saya pun tidak menganggap saya anak lagi, akhirnya saya pergi dari rumah ke rumah untuk bisa makan dan tidur, saya selalu bertemu dengan orang-orang yg baik yg mau menampung saya, saya Adonai itu tidak meninggalkan saya sedetik pun, sekarang saya tinggal dengan Maria Ellizabeth dan kakaknya yg mau menampung saya, Tuhan mempertemukan saya dengan mereka di gereja, mereka yg juga dulunya Muslim, yg mempunyai latar belakang yang sama, sekarang saya pun sedang melanjutkan sekolah saya yang sempat berhenti karena masalah itu.

Ohh iya.. Paman saya sempat bilang ke mama saya, “ada seseorang berjubah putih yang ada dalam diri Rio, sosok yang tidak bisa dikalahkan dengan apapun dan siapapun… mereka pun langsung bingung sebab Rio tidak bisa disembuhkan (dikembalikan jadi Muslim)
Demikian kesaksian saya… Adonai Yeshua memberkati.

*) “Muhammad mengakui ajarannya hanyalah karangan beliau belaka.” Ada sejumlah bahasan yang beredar menyatakan bahwa mereka percaya bahwa Kuran sesungguhnya bukanlah Firman Elohim (Allah). Bo Ra Choi, pendeta wanita Korea pada kesaksiannya ia juga pernah mendengar jeritan Muhammad serupa di atas; menyesali ingin seperti Yeshua dan membunuh banyak orang. Semoga ketiga link ini bisa menolong pembaca mengerti kesaksian Firmasyah yang berkaitan dengan pernyataannya di atas.

Five Reasons the Quran Is Not the Word of God (David Wood)
Dr. David Wood memberikan lebih dari 10 ayat-ayat Kuran, diantaranya:
Surah 33:37-38; Muhammad mengeluarkan ayat untuk membela perbuatannya sendiri setelah ia mengambil isterinya Zaid (anak angkat Muhammad) menjadi isterinya.
Surah 33:53; Muhammad mengeluarkan ayat, Allah memerintahkan umatnya melalui nabi bagaimana bertingkah laku dalam berkunjung ke rumah Muhammad.
Surah 66:1-2; Muhammad mengeluarkan ayat untuk membatalkan sumpahnya setelah ia bersumpah kepada Aisha untuk tidak bersetubuh lagi dengan Maria, budak Kristen Koptiknya tersebut.

Satanic Verses Prove that Almighty God is NOT the Author of Quran!!! (Salman Rushdie

Baca lebih lanjut

Perjalanan seorang Isteri teraniaya dari Islam menjadi Pendeta Kristen – Kesaksian Annahita Parsan

pendeta annashita parsan asal persia iran

Pendeta Iran Annahita Parsan

Kata pengantar dari penterjemah. Dale Hurd, wartawan senior CBN, mewawancarai Pendeta Annahita Parsan, wanita Iran. Terbit tanggal 3 Januari 2019. Di bawah ini terjemahan lengkap dalam bahasa Indonesianya. Suatu kesaksian perjalanan hidup wanita yang sangat memilukan hati, namun Annahita dan juga putrinya mengakui bahwa Elohim menyertai, bahkan mengasihi, mereka sejak awal, sekalipun mereka saat itu belum mengenai Yeshua sebagai Adonai (Tuhan) dan Juruselamat mereka. Dale berkata, pendeta wanita Iran telah membawa lebih seribu ex-Muslim kepada Ha Mashiah (Kristus). Elohim Yang Mahatinggi, bukan saja perduli dengan orang-orang yang seperti Annahita Parsan di bumi ini, lebih lagi Dia bisa mengangkap mereka menjadi anak-anak-Nya dan menjadi berkat besar bagi banyak orang. Video wawancaranya bisa dilihat pada sumber aslinya: ‘The Stuff of Movies’: A Battered Wife’s Journey from Islam to Christian Pastor

Stockholm – Tidak seorang pun akanlah pernah berpikir bahwa seorang wanita Muslim di Iran yang hanya ingin mencoba untuk tetap hidup dalam sebuah pernikahan yang kasar di Iran kelak akan memimpin dua buah Gereja di Swedia, membawa lebih dari seribut ex-Muslim kepada Ha Mashiah, dan ada diundang untuk berbicara di hadapan Ratu Swedia.

Hidup dalam kegelapan di Negara Islam Iran
Sebagai seorang wanita dalam sebuah budaya Islam, Annahita Parsan, tidaklah memiliki buku biografi annahita parsan stranger no morekuasa dan tidak bernilai. Harapan dia satu-satunya adalah berharap suatu hari kelah menemukan seorang suami yang baik, dan ia mendapatkannya. Tetapi suaminya mati mendadak dalam sebuah kecelakaan, dan ia menemukan dirinya terjebak dalam sebuah pernikahan kedua yang sangat kasar, ia berharap untuk mati.

Dia bercerita kepada kami selama masa perlakuan buruk atas dirinya, “Saya tidak tahu apapun. Itu gelap, sungguh sebuah kehidupan yang buruk.”

Meskipun ia telah menulis tentang perlakuan buruk tersebut dalam bukunya, Stranger No More, Parsan tidak suka membicarakan hal itu sekarang: “Itu bukanlah hal yang mudah untuk dibicarakan.”

Dipukuli dengan sekop dan terdorong untuk bunuh diri
Parsan mengakui ada dipukuli dengan sebuah skop oleh pria tersebut yang kemudian menjadi suaminya. Sebagai seorang isteri yang babak belur, dengan memar-memar dan bilur-bilur di seluruh tubuhnya, Parsan tepatnya telah mencoba untuk menghabiskan hidupnya sendiri dengan obat-obatan, namun ia berhasil tetap hidup.

Roksana, putrinya, ingat benar bagaimana ketika ayahnya mengancam untuk memotong lehernya meskipun ia masih kanak-kanak.

“Kami hanya menginginkan tambahan biskuit-biskuit [buatan ibu]. Sungguh normal, kami berlari dan berkata, ’biskuit lagi! Biskuit lagi!’ Dan ia datang dengan sebuah pisau, meletakkan itu pada tenggorokkanku dan ia berkata: ‘minta biskuit lagi!’”

Tentang ibunya, Roksana berkata, “Ia hanya berusaha untuk hidup bagi kami, hanya untuk hidup membuat sebuah kehidupan yang lebih baik bagi kami. Mungkin itulah yang Elohim telah tanam dalam dia sehingga ia mempunyai sesuatu untuk perpegang.”

Baca juga:

Melarikan diri dari Iran hanya untuk masuk ke penjara Turki, kemudian kepada Iman dalam Ha Mashiah
Perjalanan Annahita Parsan kepada Ha Mashiah dan menyeberangi dua benua adalah suatu yang menyertai dari film-film Hollywood, satu diantaranya akanlah termasuk sejumlah memar-memar dengan kematian.

Annahita, suaminya dan kedua anaknya melarikan diri dari Iran melalui gunung-gunung ke Turki di tahun 1984, dimana ia dan Roksana menghadapi bahaya yang lebih besar, sebelum tiba di sebuah penjara Turki. Akhirnya mereka sampai ke Denmark, dimana ia menceraikan suminya yang masih tetap menganiaya, dan juga pertama kalinya mendengar pesan Injil. Kemudian ia pindah ke Swedia dimana ia dan dua anaknya berjalan masuk ke sebuah gereja dan berdoa, “Kami orang-orang Kristen, sejak sekarang.”

Perjalanan indahnya: menjadi seorang pendeta di Swedia
Annahita memasuki dunia pelayanan dan telah memimpin lebih dari 1500 Muslim kepada Ha Mashiah. Ia memimpin dua Gereja dan melatih gereja-gereja lainnya bagaimana menjangkau dan memuridkan para orang Kristen yang berlatar belakang Muslim. Para bekas Muslim yang haus akan ’Elohim yang mengasihi’ mengisi gerejanya setiap Minggu. Parsan percaya bahwa ini telah dinubuatkan dalam kitab Yeremiah bab 49 ayat 29

Tetapi dikemudian hari Aku akan memulihkan keadaan Elam, demikanlah firman YAHWEH. (mengakhiri pemenjaraan Elam)

“Itu tentang Elam dan Elam adalah orang Persia!” Parsan berkata, “Ketika saya membaca itu saya tahu bahwa itu adalalah tentang kami. Itu tentang kehidupan mereka semua dan itu ajaib. Elohim telah berkata kepada Yeremia pada waktu itu, dan itu sedang berlangsung sekarang ini!”

Tetapi imigran Muslim juga telah membuat Swedia sebagai rumah bagi para radikal yang berbahaya, dan Parsan bercerita kepada kami bahwa ia telah menerima ancaman-ancaman kematian dan hidup dengan pengetahuan bahwa ia dapatlah ada terbunuh.

Parsan berkata tentang Swedia “… adalah sebuah negara yang bebas, namun juga berbahaya.” Ia berkata kadang-kadang ia terpikir jika ia akan ada terbunuh oleh para Islamist di Swedia.

Sebagai seorang wanita muda, hidup ini yang nampaknya seperti keberadaan yang tanpa harapan di Iran, Annahita Parsan melihat tanpa rencana dan tanpa tujuan dalam pernikahannya yang keras tersebut, hanyalah ada kekerasaan yang acak. Tetapi Elohim sesungguhnay memiliki rencana.

“Elohim mengasihi kami dan Dia ada dalam kehidupanku dari sejak awal,” Parsan berkata.
“Kadang-kadang [ketika ia mengingat pada kehidupanya yang lalu] saya berpikir, wow, itu adalah indah.”

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Penjala Baja (Persiapkan Jalan Bagi Raja)

Film seri Alkitab: Paul Apostle of Christ Paulus, Rasul Ha Mashiah

Film Paul Apostle of Christ Paulus Rasul Ha MashiahFilm yang baik ditonton untuk bisa mengerti peranan Lukas, penulis kitab Injil Lukas dan Kisah para Rasul, dalam kehidupan Rasul Paulus dan penyebaran surat-suratnya kepada Jemaat. Film ini berfokus pada saat Paulus dipenjara di kota Roma dan bagaimana ia meninggal dunia. Memberi gambaran bagaimana kondisi kehidupan orang Kristen, Yahudi dan bukan Yahudi di bawah pemerintahan Kaisar Nero (Oktober 54 – June 68 AD). Lukas membahayakan hidupnya sendiri melalui perjalanannya ke Roma mengunjungi Paulus – rasul yang terikat dengan rantai dan terpenjara di sel gelap bawah tanahnya Kaisar Nero yang terkenal sadis tersebut.  Rasul Paulus diperankan oleh James Faulkner dan dokter Lukas diperankan oleh Jim Caviezel. Lihat trailernya di bawah.

Film Paul the APOSTLE, diperankan oleh Johannes Brandrup, mengkisahkan bagaimana lahirnya Gereja Mula-mula dan aniaya yang ditimbulkan oleh Saulus, perjalanan iman Saulus menjadi Paulus dan pekerjaan kerasulannya, bisa dilihat lebih jelas di sini: Film RASUL PAULUS (PAUL THE APOSTLE)

Film Paul Apostle of Christ adalah hasil produksi dari studio AFFIRM Films, studio yang telah menghasilkan dua film Kristen lainnya: RISEN; saksi mata dari sebuah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah manusia melalui mata orang bukan Kristen dan WAR ROOM; seorang janda yang merubah hidup pernikahan wanita muda melalui kamar doanya, dan kemudian gerakan ”kamar doa” ini menjalar ke gereja-gereja. Klik pada link untuk melihat tailer kedua film tersebut.

Film lainnya:

Baca lebih lanjut

Generasi muda Kristen Somalia Yang Pemberani dan Pantang Mundur

Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.  (Matius 10:26-27, ITB)

Generasi muda bangsa SomaliaArtikel berbahasa Indonesia ini diterjemahkan dari Bold, Somali believers (16/1/2018)
“Di Negara Skandinavia dimana mereka bertumbuh, banyak orang Somalia muda berjumpa Yeshua melalui teman-teman kelas sekolah mereka dan teman-teman mereka, menurut Bertil, pekerja OM yang memfasilitaskan jaringan global para Kristen Somalia. ”Kami melihat sejumlah orang-orang muda yang sungguh muncul dengan kuat dalam Adonai,” ia menyatakan.

KESAKSIAN MANAAR

Manaar*, seorang wanita Somalia berusia 21 tahun, pertama kali mendengar tentang Yeshua dari seorang teman kelasnya. Berkehendak untuk mengetahui lebih, ia membaca Alkitab, memperbandingkan itu dengan Kuran. “Dalam Kuran tidak ada kasih. Dalam Alkitab ada kasih Ha Mashiah,” ia menyimpulkan.

Ketika Mannar menjadi seorang percaya (menjadi Kristen), berita secara cepat menyebar diantara keluarganya dan lingkungan tetangga yang Islam fundamental. Bahkan bibinya yang tinggal di Amerika Serikat ikut terlibat. “Kamu membawa malu kepada keluarga. Kamu harus kembali ke Islam,” bibinya menulis.

Meskipun tekanan tersebut, Manaar tidak bergeming.
”Pernahkan kamu membaca Alkitab?” ia menantang para anggota keluarganya.
“Apakah kalian sungguh tahu apa yang kalian sedang bicarakan?
“Sudahkan kalian membaca Kuran?

Kenyataanya, mereka belum membaca kedua kitab tersebut, jadi Manaar mengirim kedua kitab tersebut dalam versi elektonik agar mereka belajar bagi mereka sendiri sebelum menghakimi dirinya.

Kitaabka Quduuska Ah (pdf; Somali)  (Alkitab Somalia / Holy Bible)
Somali Believers Fellowship (web site)

Ibunya, bagaimanapun, tidaklah menyerah dalam menekan Manaar untuk ia kembali ke Islam. Ibunya menyusun rencana mengirim tiga pria untuk berbicara kepada putrinya: mereka adalah seorang Muslim Somalia berusia 25 tahun, seorang mantan Hindu yang menjadi Muslim, dan seorang Swedia ahli theologi yang telah berpindah ke Islam.

Manaar setuju berbicara dengan ketiga pria tersebut dengan satu kondisi – ibunya datang dengan dirinya ke ibadah Gereja. Ibunya menemani putrinya ke ibadah Gereja, namun ia tidak tertarik dengan Jemaat Afrika. Demkian juga dengan Manaar tidak terguncang dengan argumen-argumen pembuktian ketiga pria tersebut.
“Kalian tidak tahu Kuran dan kalian tidak tahu Alkitab. Apa yang kalian sedang bicarakan?” Manaar mempertanyakan mereka.

Kemudian, ia mendengarkan tanpa sengaja satu dari tiga pria berkata kepada ibunya di dapur, ”Ini akanlah ada persoalan yang susah untuk dipecahkan.”

Setelah gagal dengan tiga pria itu, ibunya Manaar meminta seorang imam setempat untuk berbicara kepada putrinya. Sekali lagi, Manaar setuju dengan sebuah kondisi: Imam tersebut ikut dia ke Gereja.

”Saya pikir itu adalah sangat menarik,” Bertil mengklaim. “Dia berusia 21 tahun dan sungguh berani bersaksi. Elohim sedang melakukan perkara-perkara yang besar.”

KESAKSIAN ALI

Ali,* pemuda Somalia berusia 21 tahun, bertemu Yeshua ketika sementara ia mencoba mempengaruhi orang-orang muda lainnya untuk mengikuti Islam.

Ketika ia lebih muda, keluarga Ali – semuanya Muslim-muslim yang taat – berimigrasi ke Skandinavia. Pada sebuah kota dimana mereka menetap, Ali mendapatkan ternyata di situ tidak ada kelas-kelas pengajaran Kuran, jadi ia memulai sebuah kelompok, berawal dari sejumlah anak-anak dan hingga mencangkau hampir 30 jiwa.

“Ia cukup terkenal dan sangat giat,” Bertil mengingat masa lalu tersebut. “Ia berkendak untuk orang-orang sungguh-sungguh mengerti siapakah Allah adanya.”

Ali menghadiri sebuah sekolah lokal dan belajar bahasa, “tetapi ia mencoba menjangkau teman-temannya untuk mengerti Islam, untuk menjadi para Muslim,” Bertil bercerita.

Suatu hari Ali memutuskan untuk mengunjungi Gereja tidak jauh dari rumahnya. “Ini pastinya adalah sebuah tempat yang bagus untuk pergi dan berbicara sebab mereka sudah percaya adanya Elohim,” ia berpikir.

Maka pergilah ia ke Gereja tersebut dan mulai mengadakan diskusi panjang dengan orang-orang yang ia jumpai. Oleh karena ia sungguh sosial, Bertil mencatat, ia juga membuat banyak teman.

Ali menghadiri pertemuan-pertemuan remaja dengan teman-teman barunya, dan pada suatu malam ia mendapatkan dirinya sendiri mengangkat kedua tanganya saat acara penyembahan. Meskipun ia menarik kedua tangannya turun secepat ia menyadari posisinya, Ali tetap mendengarkan para pembicara dan mulai percaya kepada Yeshua.

Segera, sejumlah pemuda Kristen mengundang Ali untuk bergabung dengan mereka pada sebuah retreat (pertemuan kamp di luar kota besar) pada akhir minggu Hari Paskah. Ali setuju dan “iman dan keyakinannya mulai bertumbuh,” Bertil menggambarkan.

Ketika orang-orang di kamp tersebut bertanya kepada Ali apakah ia bersedia menerima Adonai, ia menjawab, “Ya.”

Ali kembali dari kamp tersebut sebagai seorang percaya, tetapi untuk sementara ia merahasiakan imannya dari keluarganya. Bagaimana pun, gossip-gossip menyebar melalui komunitas bahwa sesuatu telah terjadi atas dirinya.

Setelah bertemu dengan sebuah kelompok orang-orang Kristen muda yang berbeda, termasuk orang Somalia lainnya, Ali meras tertantang untuk bersaksi kepada keluarganya. Besok paginya, ia bertanya kepada ayahnya jika mereka dapat berbicara. “Bapa tahu, saya tepatnya telah menjadi seorang Kristen,” ia mengawali percakapannya.
“Saya telah menduga demikian,” ayahnya meresponi
“Mengapa?” Ali bertanya
”Sebab sebelumnya ayah telah sungguh berusaha keras membuat kamu keluar dari ranjang setiap pagi untuk ke sekolah. Tetapi setiap Minggu pagi, kamu bangun lebih pagi, kamu mandi, siap-siap, kamu berpakaian dengan rapi, dan kamu lenyap serta tidak kembali sebelum malam,” ayahnya berkata

Meskipun ayahnya tidak segera menantang iman baru putranya, tetapi ketika ibunya mengetahui itu, Ali harus meninggalkan rumah. Pada saat pertama, ia tinggal dengan sebuah keluarga Kristen. Namun ketika keluarga Kristen itu perlu pindah rumah, orang tua Ali mengundang ia pulang, sejauh ia tidak berbicara tentang agama.

Sekarang Ali menjalani sebuah pendidikan di sebuah Sekolah Alkitab dimana ia belajar kepemimpinan. Tambahan untuk tiga bahasa yang ia sudah kuasai, Ali sudah mulai belajar bahasa Dari dan Farsi untuk menjangkau para imigran lainnya. “Ia dipakai oleh Elohim secara luar biasa, khusunya diantara para imigran,” Bertil berkata. “Elohim mengambil dia dan memakai dia dalam kontek (latar belakang) dirinya.” (Dari bahasa orang Afganisatan, bagian dari rumpun bahasa Farsi, Iran)

* Nama telah diganti demi alasan-alasan keselamatan
Nicole James adalah seorang penjelajah dunia dan penulis dari OM Internasional. Ia sangat tertarik tentang kerja sama dengan orang-orang beriman untuk membicarakan cara-cara Elohim bekerja di seluruh dunia. (OM)

Baca lebih lanjut

Para Somalia Kristen seluruh Eropa bertemu muka (Somali Christians Conference 8th)

 

Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.  (Wahyu 3:7, ITB)

Pertemuan Kristen Somali dari seluruh Eropa di SwediaKata pengantar dari Penjalabaja. Bangsa Somalia tergolong suku bangsa yang sangat tertutup terhadap berita Injil dibanding suku-suku beragama Islam lainnnya di benua Afrika. 10 tahun lalu, hampir tidak pernah terdengar adanya seorang Somalia pindah dari Muslim ke Krisianiti. Mereka yang pindah akan mendapat aniaya yang sangat berat. Tahun 2018 World Watch List menempatkan negara Somalia tetap berada pada rengking ketiga paling berbahaya sedunia di dalam penganiayaan terhadap orang Kristen. The Top 50 Countries Where It’s Most Dangerous to Follow Jesus; 2018 (download the file). 

Daftar 50 Teratas Negara Penganiaya Terburuk atas umat Kristen 2016 World Watch List (rincian)

Bangsa Somalia sangat bangga dengan agama Islamnya, sampai saat ini perang saudara muncul-tenggelam sejak tahun 1991, korban jiwa diperkirakan hampir mencapai 1 juta jiwa. Hampir dua dekade negara Somalia tidak memiliki pusat pemerintahan – ideologi agama adalah paling penting dalam kehidupan orang Somalia. Mereka menyebut diri mereka sebagai “Muslim-muslim yang benar” atau “the True Muslims.” Mereka berpikir lebih Muslim dibanding yang lainnya bahkan dari tetangganya bangsa Arab Saudi yang terkenal dengan aliran Wahabinya yang sangat keras itu.

10 tahun belakangan ini, Adonai Yeshua telah membuka pintu gerbang kuno Somalia yang telah tertutup berabad-abad tersebut. Di bawah ini laporan dari sebuah organisasi misi internasional pada situsnya tentang kebangkitan orang-orang mantan-Islam Somalia yang telah percaya kepada Yeshua sebagai Tuhan (Adonai) mereka. Kiranya berita ini bisa menjadi berkat dan menguatkan iman percaya para pembaca, bahwa bagi Elohim tidak ada yang terlalu sulit, jika Ia membuka pintu maka tidak ada seorang bahkan mahluk apapun yang bisa menutupnya. GBU, Penjalabaja

Selama minggu pertama bulan Agustus sekitar 80 orang-orang percaya Somalia telah bertemu di luar Örebro, pertengahan Swedia, untuk sebuah minggu persekutuan, penguatan dan pengajaran, diorganisir oleh OM (Operation Mobilization).

“Saya belum pernah melihat ini sebelumnya banyak orang Somalia bersama di dalam satu tempat untuk periode waktu yang panjang tanpa adanya konflik!” seorang peserta berkata.

Ibu muda Somali dan dua anaknya.jpg

Yeshua mengasihi juga bangsa Somali

Itu adalah konferensi (Kristen) Somali kedelapan, yang enam diantaranya telah diadakan di Swedia. Orang-orang Kristen Somalia dari seluruh Eropa telah hadir, bagi beberapa orang itu adalah pertemua pertama dimana mereka bertemu orang-orang percaya Somalia lainnya. Pekerja OM Bertil Engqvist, seorang yang bekerja diantara para Somalia yang meninggalkan tanah air mereka untuk bertahun-tahun, berkata bahwa jumlah orang-orang percaya terus menerus bertambah. Ini adalah tahun kedua dari konferensi yang pengajarannya dipimpin oleh orang-orang Somalia asli.

Diselambatkan oleh kasih karunia (grace)
Thema pengajaran pada konferensi ini adalah ”Diselamatkan oleh Kasih karunia”  berdasarkan Kitab Efesus.

“Orang-orang Somalia terlahir sebagai Muslim-muslim,” Shino berkata, “dan menurut (ajaran) Islam Anda mendapatkan upahmu sebuah tempat di Sorga melalui pekerjaan-pekerjaan baik, jadi sangatlah penting kami mengajar tentang kasih karunia melalui Ha Mashiah.”

Shino mengorganisasikan konferensi ini dengan bantuan isterinya, Shania, dan Bertil. Partisipan lainnya pada konferensi ini adalah Faisal* (pekerja OM Swedia, yang umumnya bekerja dengan pelatihan pemuridan di antara orang-orang Somalia di Tanduk Afrika (negara Somalia).

Selama konferensi empat orang Somalia menerima Meshiah sebagai Juruselamat mereka dan delapan menerima baptisan selam. Seorang peserta bahkan berkata, “Saya akan kembali datang tahun depan dan kemudian saya ingin mendapat baptisan.”

Semakin banyak orang percaya dibanding sebelumnya
Berpindah kepercayaan ke Kristianiti adalah terlarang di Somalia. Shino dan Shania adalah sejumlah orang-orang Somalia yang secara rutin berhubungan dengan sebangsa mereka melalui Skype untuk pemuridan, pendalaman Alkitab dan penguatan.

Baca bagaimana Shania menjadi Pengikut Yeshua Ha Mashiah: Kesaksian Shania Gabo wanita Somalia berjumpa Yeshua Ha Mashiah

Diantara 20 juta orang Somalia di seluruh dunia ada kira-kira 1000 (seribu) orang Kristen, dan jumlah ini terus bertumbuh.

“Sejak Januari (2018) saya telah memimpin 42 orang Somalia kepada Ha Mashiah,” Shania berkata. “Kebanyakan membuat hubungan melalui internet. Kemarin seorang pria menelpon memakai Facebook dan ingin mengetahui bagaimana caranya menjadi seorang Kristen. Kami berdoa bersama dan sebelum kami menutup percakapan telpon, dia telah menerima Ha Mashiah sebagai Juruselamat pribadinya.”

Terpujilah Elohim atas membawa orang-orang Somalia kepada pribadi-Nya sendiri. Berdoalah sehingga lebih banyak lagi mereka datang kepada keselamatan iman dalam Ha Mashiah di seluruh Eropa. (Penulis OM)

* Nama dirubah untuk alasan-alasan keamanan (OM)
Sumber artikel: Somali believers meet face to face (17 September 2015)

Baca lebih lanjut

Yuce Kabakci, Muslim Izmir Turki belajar sejarah agama, menemukan Yeshua yang sesungguhnya

7 Gereja Mula-mula di Asia Minor, Turki

Saya dilahirkan di Izmir, sebuah kota yang dikenal sebagai Smirna dalam Kitab Wahyu. Saya dilahirkan dalam sebuah keluarga Muslim tradisional Turki. Meskipun mereka mengidentifikasi diri sebagai Muslim, mereka selalu jauh dari apa seharusnya seorang Muslim ada. Jadi, saya kehilangan semua pendidikan formal agama karena mereka agak takut jika saya menjadi seorang fanatik, yang mereka tidak setuju sama sekali.

Sebagian besar pendidikan agama Islam saya datang dari nenekku yang saleh melalui hidup dan doanya. Dia akan selalu membuat saya berdoa sebelum tidur. Saya berdoa beberapa doa bahasa Arab tetapi tidak tahu sama sekali maksudkan. Namun doa-doa itu membuat saya merasa aman dan puas sebagai ana kecil, mengetahui bahwa Allah mengawasiku ketika aku tidur. Ketika aku tumbuh dewasa, saya menjadi lebih akrab dengan Islam dan cara hidup orang-orang Muslim menjalani iman mereka. Setiap tahun, kami akan mengorbankan seekor domba bagi Allah sebagai bagian dari tradisi kami tapi aku tidak pernah tahu apa makan pengorbanan itu baik bagi Dia maupun bagi kami. Namun sebagai anak kecil, saya biasanya akan menangisi domba itu, yang dibunuh tanpa alasan.

Ketika saya mulai Sekolah Menengah Atas, saya bertembuh menjadi suka membaca. Bergaul dengan teman-temanku dan melakukan hal-hal yang sia-sia dan agak tidak bermoral tidak tampak sangat menarik bagiku. Yuce bercerita bagaimana awalnya ia kagum dengan buku-buku filosofi kehidupan dari para pemikir Yunani, seperti Baruch Spinoza: “Etika”. Immanuel Kant: “Sebuah Kritik dari Alasan yang Murni” dan Renee Descartes: “Wacana pada Metode.” Ia semakin bingung, menyimpulkan: “Ada sebagai agamawan nampaknya semakin tidak mungkin setiap hari.” Dengan pikiran demikian saya masuk bangku kuliah di sebuah kota kecil di Turki.

[Mahasiswa yang haus mencari makna kehidupan]
Aku secara konsisten sedang mencoba untuk menerapkan pandangan yang telah saya pelajari dari Hegel, Spinoza, Kant dan Descartes. Tetapi tidak berhasil… Semakin saya berusaha untuk hidup berdasarkan prinsip-prinsip mereka, kehidupan yang nampaknya semakin tidak bermakna. Setelah membaca karya-karya mereka sekali lagi, saya mulai melihat ketidakkonsistenan dalam pandangan dunia mereka. Jadi sebagai jalan terakhir, aku menoleh kembali untuk agama, khususnya Islam. Itu mengisi ruang kosong dalam hatiku. Saya tidak pernah melewatkan waktu shalat. Saya mencoba untuk melakukan segala sesuatu yang saya lihat dalam Kuran. Tetapi masih ada sebuah masalah, bagaimana saya bisa bebas dari dosa-dosa saya? Saya telah berdoa, berpuasa dan melakukan semua yang aku bisa untuk bebas dari dosa-dosa tersebut, mencoba berhenti dari jalan-jalan jahat tersebut, tetap tidak ada jaminan bahwa saya akan pergi ke Sorga.

Saya tidak pernah melewatkan waktu shalat. Saya mencoba untuk melakukan segala sesuatu yang saya lihat dalam Kuran. Tetapi masih ada sebuah masalah, bagaimana saya bisa bebas dari dosa-dosa saya?

Saat membaca Kuran, saya sering kali menemukan nama-nama seperti, Daud, Abraham, Yeshua dan Musa. Kuran berbicara tentang mereka dengan rasa hormat yang sangat tinggi dan merujuk kepada mereka sebagai nabi-nabi yang tidak berdosa. Saya pikir mungkin aku harus membaca Alkitab. Tapi aku tidak tahu bagaimana untuk bisa ke sana. Saya mencarinya pada setiap toko buku, tapi aku tidak bisa menemukan sebuah Alkitab. Kemudian aku menyerah pada hal itu dan memutuskan untuk berlanjut ke Kuran.

Suatu malam, aku mendapatkan mimpi yang sangat aneh, yang saya ingat hari berikutnya seolah-olah itu benar-benar terjadi. Dalam mimpiku aku melihat sebuah kuburan dan perlahan-lahan seseorang mendorong saya ke arah kubur tersebut dan aku melihat seorang pria terbungkus dalam kain linen putih, berbaring di dalam kubur. Dan tiba-tiba ia bangun dan berjalan menjauh dari saya. Kemudian saya melihat tiga perempuan, bergegas ke kuburan itu. Secepat mereka melihat ke dalam itu, mereka mulai berteriak, “Dia tidak ada di sini, Dia tidak ada di sini, Dia tidak ada di sini, Adonai (Tuhan) tidak di sini.” Saya lalu terbangun, anehnya saya ingat setiap detail mimpi itu namun tidak mengerti sama sekali.

Tiga bulan setelah kejadian ini, ketika saya sedang membaca koran saya melihat sebuah penawaran Alkitab gratis. Aku segera menelpon mereka dan meminta Alkitab. Mereka mengirim saya sebuah. Saya melakukan semua ritual pembersihan badan sebelum menyentuhnya. Saya membuka Injil Matius dan mulai membacanya sampai pasal 27. Untuk pertama kalinya, saya membaca tentang penyaliban Yeshua. Sebagai seorang Muslim, saya telah diajarkan bahwa Dia diangkat ke surga sebelum dia disalibkan tetapi Yudas Iskariot telah disalibkan ganti Yeshua. Setelah aku membalik beberapa halaman, saya melihat sesuatu menyebabkan Alkitab tersebut menyelinap ketanganku: Dia dibangkitkan. Dia adalah dalam pakaian linen dan dia kembali hidup. Kata-kata Malaikat, “Dia tidak ada di sini” bergema dalam pikiran saya. Segera saya teringat mimpiku dan menjadi sangat takut, saya jatuh berlutut dan mulai berdoa; “Tolong Allah janganlah menguji saya seperti ini, jangan buat saya menjadi seorang Kristen. Saya ingin menjadi seorang Muslim yang setia, bukan seorang Kristen.”

Setelah pengalaman ini, saya tidak berani menyentuh Alkitab lagi. Setelah beberapa minggu, saudariku, yang tinggal di IL, menelepon saya dan meminta saya untuk menyelesaikan studi saya di Turki secepat mungkin sehingga saya bisa mulai gelar MBA di Universitas Chicago. Saya sangat senang mendengarnya dan sekarang memiliki Alkitab, saya pikir ini akan menjadi kesempatan yang baik untuk memurtadkan orang-orang Kristen Amerika yang “telah tertipu” ke dalam Islam. Tapi aku tidak tahu bahwa saya sedang dalam perjalanan ke Damaskus dan segera melihat kemuliaan Kristus yag tak tertahankan ditampilkan.

Dengan motivasi ini, ia mulai membaca Alkitab lagi, dari awal sampai halaman akhir! Namun semakin ia membacanya semakin ia mengerti bedanya keyakinan Kristen dengan keagamaan dan ibadah buatan manusia belaka.

“Kitab ini sungguh memiliki pesan yang berbeda dengan kitabku, Kuran,” saya berkata. Jadi saya pergi ke Departemen agama Islam kampusku, bertanya pada para professor tentang perbedaan besar baik cerita maupun pewahyuan kedua kitab tersebut. Yang mereka jawab sebagai “Alkitab telah dipalsukan.”

“Apa bukti sejarah yang mendasari teori kalian?” saya bertanya. Mereka tidak bisa memberi bukti yang masuk akal. Saya sungguh kecewa sebab mereka adalah harapan terakhir saya dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Ayat-ayat Alkitab, perumpamaan-perumpamaan Yeshua bersuara dalam telingaku kemanapa pun saya pergi dan saya juga tidak mampu belajar untuk ujianku dan mendengarkan kuliah-kuliah di kampus. Jadi saya putuskan untuk memecahkan masalah ini. Saya habiskan seluruh waktuku di berbagai perpustakaan, mencoba mencari sejumlah dokumen sejarah yang akurat dari sejarah Alkitab.

Membaca buku Josephus, Tacitus dan sejarawan-sejarawan Romawi dan Yahudi telah membuat saya hampir tidak mungkin menyangkal kebenaran Alkitab. Sejarah mendukung Alkitab. Tapi keyakinan utama saya tidak datang dari mereka.

Yuce berkata, sebagai orang Muslim, meskipun ia sadar bahwa isi Alkitab benar, namun mengakui Yeshua Ha Mashiah sebagai Elohimnya adalah sebuah penghujatan terhadap Elohim itu sendiri. Sampai akhirnya ia membaca Injil Yohanes:

Yeshua berkata kepada mereka, “Sesungguh-sungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum Abraham ada, Aku ada!” (before Abraham was, I AM) (Yoh 8:28)

[Yuce menutup kesaksiannya bagaimana akhirnya ia menjadi pengikut Yeshua Ha Mashiah]
Ini adalah cerita Dia (His-story). Sebuah cerita yang membuktikan kuasa kehendak-Nya. Tidak ada orang-orang Kristen, tidak ada gedung-gedung Gereja, tidak ada toko-toko buku Kristen di sekeliling. Dia menetapkan bahwa saya akanlah ada diselamatkan dan Dia telah datang menyelamatkanku dalam kamarku yang kecil. Ini bukan ceritaku, itu adalah cerita-Nya (HIS-story). Saya telah berkehendak memurtadkan orang Kristen, namun pada kamarku yang kecil Dia merubahku dan merubah arah seluruh kehidupanku. Jadi, saya mohon anda bergabung dengan saya mengatakan ayat-ayat ini dengan pujian dan ucapan syukur:

AKU MAU MERAHMATI SIAPA YANG MAU AKUR RAHMATI, DAN AKU MAU BER BELAS KASIHAN SIAPA YANG MAU AKU BELAS KASIHANI.” Jadi kemudian, bukan karena seseorang yang berkehendak atau pun yang berusaha, tetapi karena Elohim yang merahmati. (Roma 9:15-16; KS-ILT)

Teks diambil dan  diringkas dari sini: “The Testimony of Yuce Kabakci,
Another Prodigal Son”

Baca lebih lanjut

“Saya tidak akan pernah jadi seorang Kristen!” Sekarang jutaan jiwa diberkati oleh musiknya.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14)

Itulah sumpah Austin French, putra dari seorang pendeta, pada masa kanak-kanaknya yang kecewa pada ayahnya sendiri. Bahkan orang tuanya bercerai. Namun tangan kasih Bapa Sorgawi tidak membiarkan ia terhilang, di sebuah kamp remaja, ia mengalami sendiri pentingnya Adonai Yeshua. Sekarang pemuda yang masih tergolong muda ini telah membawa jutaan jiwa kepada kasih dan kuasa Elohim YAHWEH.

Austin French – Freedom Hymn (Official Lyric Video); telah ditonton hampir 6 juta kali.

[Kepalsuan hidup hamba Adonai menghancurkan iman putranya]
Penyanyi Austin French sekarang sedang dalam perjalanan misinya melalui musik yang menyangkau hati dan jiwa para peminatnya. Austin, 24 tahun bersaksi perjalanan rohaninya yang luar biasa dari seorang bocah skeptik anak pendeta menjadi pemusik Kristen yang pupuler.

“Sebagai seorang anak usia 8 tahun, saya ingat saat menulis pada buku harian saya, ‘Saya tidak akan pernah jadi seorang Kristen,'” ia bercerita di The Billy Hallowell Podcast. “Dan saya sungguh membenci Gereja – saya benci orang-orang Kristen, saya tidak ingin ada termasuk dengan itu.”

Penyanyi ini menjelaskan apa yang terjadi pada masa kanak-kanaknya tersebut, mengapa ia sampai bersumpah seperti itu.
”Saya ingat orang-orang datang kepada kami dan berkata, ‘Keluarga kalian adalah keluarga yang paling sangat berohani dari semua keluarga yang pernah kami temui,” Austin mulai bercerita. “Tetapi di rumah itu terasa seperti Perang Dunia ke-III, dan topeng tercabut, pelanggaran terjadi. (Semua tertib rohani) itu adalah di dasarkan pada ketakutan, bukan oleh kasih dan saya sungguh ingat ketika saat itu menulis di buku harian, ‘Jika seorang Kristen adalah seperti ini, saya tidak ingin ada sebagai seorang Kristen.’”

Austin kecil yang masih polos ini sungguh terganggu dengan dualisme kehidupan orang tuanya – di Gereja dan di rumah berbeda jauh, lebih parah lagi, kedua orang tuanya bercerai, dan Gereja dimana mereka biasa mellayani kemudian menolak keluarganya, menjadikan dia merasa terasing dan kecewa dengan Kristianiti. “Yeshua melukai orang-orang,” demikian ia berpikir saat itu.

[Austin menemukan Mashiah yang sesungguhnya]
Mazmur Daud: Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang. (Maz 139:6-12)

Setelah orang tuanya bercerai. Austin hidup ikut ibunya. Ibunya kemudian mendapatkan pekerjaan di sebuah Gereja yang berjemaat sedikit. Ibunya mengirim ia ke sebuah kamp musik Kristen.

“Seorang pemuda bangkit dan naik ke podium,” Austin bercerita kejadian di kamp tersebut. Pemuda Kamp tersebut berkata, “Hai, saya ingin berbicara tentang kemunafikan. Saya akan menceritakan kalian semua bahwa banyak orang yang mengikuti Yeshua dengan lidah mereka dan mereka berbicara sebuah permainan yang luar biasa hebat, tetapi sesungguhnya mereka tidak pernah mengikuti Yeshua dengan kehidupan mereka.” Wau, sangat menarik di dengar! Si pengkotbah muda ini menandaskan, “Itu bukanlah seorang Kristen – ada sebagai seorang Kristen adalah memberikan seluruh hidupmu kepada Yeshua. Itu nampak seperti Yeshua, sebab kalian menghabiskan waktu bersama Yeshua.'” (Baca 1 Yoh 5-7)

Pengkotbah ini lanjut berkata bahwa orang-orang yang hancur hatinya melukai orang-orang lain, tetapi Yeshua “telah mati untuk menyembuhkan orang-orang yang hancur.” Itulah hari dimana Austin menyadari bahwa dia telah memiliki pemikiran yang salah selama ini. Lalu ia menerima Yeshua di acara kamp tersebut.

“Itu adalah hari dimana saya telah memberikan kehidupanku kepada Yeshua dan menyadari bahwa saya telah diselamatkan oleh bilur-bilur-Nya. Saya bukan dibenarkan oleh perbuatan sendiri.”

Dan inilah yang sering terjadi, saat Anda lahir baru, biasanya saat itu juga Anda mengetahui panggilan Anda. Pada hari yang sama, Austin menyadari bahwa ia ingin membuat “musik bagi orang-orang yang hancur” – itulah yang sekarang ia lakukan dengan album pertamanya yang berjudul Wide Open.

Austin French saat ini telah menikah dan memiliki dua anak pria. membagi hidupnya antara keluarga dan karir musiknya

Sumber tulisan: He Vowed ‘I Will Never Be a Christian.’ Now, His Music Is Inspiring Millions (CBN.Com; 15/10/2018)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

 

 

  • Kalender

    • Juni 2019
      M S S R K J S
      « Jan    
       1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      30  
  • Cari