Puisi Fatima Al-Mutairi sebelum dibunuh

Fatima Al-Mutairi, seorang wanita Arab Saudi Kristen berusia 26 tahun, lidahnya dipotong dan dibakar mati, nampaknya oleh abangnya sendiri, ketika keluarganya mendapatkan bahwa ia telah berpindah dari islam ke Kristiani. Tidak lama sebelum kematiannya dia telah menulis sajak berbahasa Arab dan kirimkan sajaknya itu ke internet. Peristiwa terjadi pada Agustus 2008.

Dan kami demi Ha Mashiah menanggung segala sesuatu

Kiranya Yahweh Yahshua menuntun kamu, O para Muslim

Dan menerangi hati-hati kamu sehingga kamu boleh dapat mengasihi sesama

Forum tidak menyingkapkan Tuan dari nabi-nabi*

Itu adalah untuk menunjukan kebenaran, dan untuk kalian it telah dinyatakan

Ini adalah kebenaran yang kalian tidak tahu

Apa yang kami miliki adalah kata-kata Tuan dari nabi-nabi *

Kami tidak menyembah salib, dan kami tidak memiliki

Kami menyembah Yahweh Yeshua, Terang dunia

Kami meninggalkan Muhammad, dan kami tidak mengikuti jalannya

Kami mengikuti Yeshua Ha Mashiah Kebenaran Yangjernih *

Sungguh, kami cinta tanah air kami, dan kami bukanlah penghianat-penghianat

Kami turut berbangga bahwa kami adalah warganegar Saudi

Bagaimana dapat kami menghianati tanah-air kami, orang-orang kami yang terhormat?

Bagaimana dapat kami, ketika mati – untuk Arab Saudi – kami siap membela?

Tanah-air kakek-kakekku, kebesaran-kebesaran mereka, dan lirik-liriknya – untuk itu saya menulis

Dan kami berkata, ”Kami bangga, kami bangga menjadi Saudi-Saudi”

Kami pilih jalan kami, jalan yang dituntun dengan benar

Dan setiap orang adalah bebas untuk memilih agama apapun

Jadilah puas untuk membiarkan kami bagi kami sendiri untuk menjadi orang-orang percaya di dalam Yeshua

Biarkan kami hidup di dalam anugerah sebelum waktu kami datang

Ini adalah air mata-air mata pada pipiku, dan oh! Hati ini sedih

Kepada mereka yang menjadi orang-orang Kristen, kalian sungguh kecam!

Dan Ha Mashiah berkata, ”Diberkatilah orang yang dianiaya”

Dan kami demi Ha Mashiah menanggung segala sesuatu

Apakah itu untuk kalian bahwa kami infidel-infidel?

Kamu tidak masuk kedalam kuburan-kuburan kami, sebagaimana jika kami dikubur

Cukup – pedang-pedang kalian tidak menarik perhatianku, tidak jahat tidak juga malu

Ancaman-ancaman kalian tidak menggentarkan aku, dan kami tidak takut*

Dan melalui Elohim, Saya sampai mati [adalah tetap] seorang Kristen – Pasti

Saya menangis untuk apa yang telah lalu, suatu kehidupan yang sedih

Saya dahulu jauh dari Yahweh Yeshua untuk bertahun-tahun

O Catatan Sejarah! dan membawa saksi, O saksi-saksi!

Kami adalah orang-orang Kristen – di dalam jalan Ha Mashiah kami berjejak

Ambil dari saya perkataan ini, dan catat itu baik-baik

Kamu lihat, Yeshua adalah Yahwehku, dan Dia adalah Pelindung yang terbaik

Saya menasehatkan kalian untuk menangisi diri kalian sendiri, bertepung tangan di dalam kedukaan

Lihat wajah buruk kebencian kalian

Orang adalah saudara atas orang lain, Oh orang-orang yang terpelajar

Dimana kemanusiaan, kasih, dan dimana kalian?

Sebagai kata-kata terakhir ku, saya berdoa kepada Yahweh semerta alam,Yeshua Ha Mashiah, Terang Penuntun Yang-jernih

Bahwa Ia merubah keyakinan-keyakinan, dan membuat timbangan-timbangan keadilan menjadi benar

Dan semoga Ia menyebarkan Kasih di antra kalian, O para Muslim

Fatima Al-Mutairi

Keterangan:

“Forum” merefer kepada sebuah situs dimana orang-orang Arab Kristen berkumpul dalam online fellowship dan bersaksi.

“Tuan dari nabi-nabi” ialah biasanya sebuah titel untuk Muhammad, tetapi digunakan pada puisi ini sebagai sebuah titel untuk Ha Mashiah “Kebenarn Yang-jernih / the Clear Truth” adalah sering digunakan sebagai sebuah nama untuk Elohim (Ilah) di dalam Islam.

Menurut seorang penulis blog, ia mendapat informasi tentang pembunuhan Mutairi ini dari temannya baiknya yang tinggal di Timur Tengah. Itu terjadi setelah Fatima memberitakan Injil kepada keluarganya. Fariwa adalah anak perempuan tertua dari seorang guru agama Islam dari suku Bedouin yang besar (Al-Mutair) yang bertempat di daerah Buraydah, sebuah kota yang sangat serius dengan agama. Cerita kematiannya sekarang menyebar di banyak internet bahasa Arab blog ini melaporkan. Dari sumber lain dikatakan pembunuhnya adalah ayah Fatimah.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. (Yohanes 12:24)

Sumber tulisan

Bahan Puisi ber bahasa Inggris dalam bentuk pdf halaman 13, dari Barnabas Fund.org

Puisi berbahasa Arab dan Inggris dalam bentuk slid show

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Dampak positif TV satelit SAT-7 di Timur Tengah

Penjala Baja; menonton SAT-7

Leila dan keluarganya

Pelayanan SAT-7 telah merubah Leila melalui kebenaran Alkitab yang ditunjukan oleh siaran tv satelit ini. Laila tinggal di Teluk (sebuah negara di Timur Tengah), melalui menonton dan merekam semua pembacaan Alkitab Harian pada SAT-7, ia telah mengenal Yeshua Ha Mashiah secara pribadi. Kelaparannya akan pesan Elohim telah membuat ia pergi selama 10 jam untuk mendapat Alkitab bagi dirinya sendiri.

Sejak saat itu, dua setengah tahun sebagai seorang pengikut Yeshua, contoh hidupnya telah merubah jiwa-jiwa di sekitarnya. Saudara prianya, kedua anaknya laki dan perempuan semuanya sudah mengikuti dia di dalam percaya Elohim melalui iman di dalam Ha Mashiah. Sekarang mereka menyembah dan memuji Elohim bersama untuk apa yang Ia telah perbuat kepada mereka sebagai sebuah keluarga.

Para petani bersuka cita bersama

Heidi Fawzy, bekas seorang dokter, yang sekarang menjabat sebagai Pekerja Hubungan Pendengar SAT-7 Mesir, berkata bahwa program-pragram TV membuat sebuah pengaruh besar diantara orang-orang miskin di Timur Tengah. “Mereka adalah orang-orang sederhana yang bekerja di perkebunan-perkebunan pada siang hari, mereka berkumpul bersama di sebuah penerima satelit milik bersama pada malam harimya. Mereka bercerita kepada saya bahwa itu adalah peristiwa yang besar untuk melihat SAT-7 da mereka senang bersikusi apa yang telah lihat.”. Heide menambahkan, “Untuk orang-orang ini [meskipun petani dan berpendidikan rendah mereka bisa mengerti bahwa] Injil adalah sungguh jelas.”

Seorang remaja wanita dari Syria menulis kepada SAT-7 demikian, “Keluargaku dan saya telah berkeputusan melihat program-program SAT-7. Kami menantikan untuk menonton film Yeshua, Salomo, Musa dan nabi-nabi lainnya juga. Film-film ini telah menyegarkan kehausan rohani kami dan mereka membawa kami berjalan lebih dekat kepada Elohim.”

Seorang wanita dari Algeria, “Melalui layar SAT-7, Saya pertama kali mengetahi bahwa wanita-wanita Kristen dapat dan melakukan sebuah tugas yang penting di dalam membentuk peristiwa-peristiwa di dunia melalui doa. Idea dari Hari Wanita Internasional brilliant dan telah menguasai perhatian saya.”

Diterjemahkan dari kesaksian-kesaksian para penonton TV satelit SAT-7.

Yeshua Ha Mashiah berkata: ”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” (Matius 11:28-30)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Satelit TV SAT-7 semakin laris di Timur Tengah

TV Satelit SAT-7 yang dipancarkan ke dalam bahasa Persia, Arab dan Turki telah menarik berjuta-jutaPenonton TV satelit SAT-7 penonton perminggunya, demikian laporan suatu media independen pada suveynya baru-baru ini. Saluran TV SAT-7 dapat ditonton oleh mereka yang tinggal di Asia Tengah seperti Iran dan Afganistan (SAT-7 Pars; Turk-7), Timur Tengah dan Afrika Utara dan Europa.

SAT-7 adalah TV satelit Kristen yang dibuat oleh dan untuk orang-orang Timur Tengah ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1996 semakin menarik perhatian para penontonya. Sekarang program acaranya terpancar 24 jam sehari, dan memiliki program-program khusus untuk anak-anak (SAT-7 Kids)

Menurut survey di Irak saja 5, 3 juta orang Irak (19 % dari seluruh populasi) menonton saluran ini. 2,6 juta orang melihat itu setiap hari atau secara mingguan. Di Irak orang Kristen kurang dari 600 ribu jiwa, artinya mayoritas penonton TV satelit SAT-7 adalah orang Muslim. Keseluruhan penonton berbahasa Arab diperkirakan enam sampai 7 juta perminggunya. menurut survey terakir diperkirakan 8 juta dewasa, dan sekitar 3 juta anak-anak (SAT-7 Kids). Survey ini bahkan memperkirakan penonton anak-anak lebih besar dari itu, dengan alasan canel anak-anak masih jarang dan mereka konsumen TV yang terbesar. [Alasan tambahan ialah seorang ayah di Timur Tengah umumnya memiliki lebih dari satu istri jadi satu rumah tangga bisa terdapat sedikitnya 12 anak].

Pertambahan jumlah penonton SAT-7 sungguh melambung tinggi jika dibandingkan dengan survey sebelum tahun 2006 dimana jumlah keseluruhan penonton berkisar 9-10 juta orang.

Kami telah mendapat suatu respon yang luar biasa atas siaran-siaran yang telah ditayangkan…. Kami telah menerima panggilan telepon dari seluruh Iran, Afganistan dan termasuk Europa,” kata Sara, direktur utama SAT-7 Pars.

Kesaksian singkat dari para penonton berbagai kebangsaan dan informasi posisi satelit bisa dilihat di sini.

Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, — bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang.” Sejak waktu itulah Yeshua memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 4:13-17)

Ingatlah dan berdoalah untuk para penjala baja dan penjala jiwa.Permohonan setiap Penjala di manapun sama seperti permohonan rasul Paulus ini:

“Berdoa jugalah untuk kami, supaya Elohim membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Ha Mashiah, … Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya. (Kolose 4:3-4)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Suzette Hattingh: Pelayanan atau Ketaatan

Diterjemahkan dari pelayanan Voice in the City

Pengajaran dalam bentuk cerita ini ditulis oleh Suzette Hattingh, pendiri Voice in the City. Pengajaran ini sungguh penuh kuasa dan dalam artinya, sebab ini berhubungan langsung dengan ibu Suzette, penginjil caliber Internasional yang sangat aktif, sementara ia dikursi roda untuk lebih dari lima bulan. Bagi saya cerita ini adalah kemenangan ibu Suzette Hattingh yang sangat besar terhadap keinginan diri beliau sendiri (kerinduannya yang sangat besar untuk memberitakan kasih dan kuasa Elohimnya). Tulisan ini bukanlah suatu hinaan kepada ibu Suzette, tetapi sebaliknya, suatu rasa hormat dan kekaguman kepada hamba Elohim ini. Cerita kehidupan pribadinya ini ialah suatu teladan yang sangat baik bagi setiap Penjala-penjala manusia yang mengaku bahwa YAHWEH adalah TUAN dan KOMANDAN mereka. Semoga setiap pembaca diberkati. Salam, Penjala Baja.

Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut; Aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” (Mazmur 40:6, 8)

Saya sering dikagumkan pada bagaimana kita mengabaikan kebenaran yang sederhana ini [beliau memulai ceritanya]. Aktif untuk YAHWEH adalah bagus tetapi kadang-kadang tindakan yang sangat terkecil dari ketaatan itulah yang membawa kita melewati waktu-waktu yang sangat susah.

PERINTAH ELOHIM

Pada waktu-waktu susah atau bermasalah, Elohim akan memberi sebuah perintah. Itu bisa saja tidak penting apa yang kita telah ingin dengar, tetapi itu dapat jadi SATU hal yang membawa kita ke pertempuran atau menggenapi rencana Elohim.

  • Elohim berkata kepada Musa, ”Angkatlah tongkatmu dan ulurkanlah tanganmu”. (Keluaran 14:16)
  • Elohim berkata kepada Yoshua, ”Haruslah kamu mengelilingi kota”. (Yoshua 6:3)
  • Elisa berkata kepada janda itu, ”Pergilah, mintalah … bejana-bejana kosong”. (2 Raja-raja 4:3)
  • Yahshua berkata kepada orang buta itu, ”Basuhlah dirimu dalam kolam Siloam”. (Yohanes 9:7)
  • Malaikat berkata kepada Filipus, “Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem”. (Kisah para rasul 8:26)

Semua ini sendiri adalah perintah-perintah kecil dan namun mereka adalah perintah-perintah utama yang telah memimpin kepada langkah berikut atau breakthrough.

MENTAATI SUARA ELOHIM

Sering kali kita terdorong untuk sangat terlibat dengan banyaknya aktivitas-aktivitas yang berbeda dan meskipun semua itu adalah sangat penting dan benar, kita sering kali menjadi sungguh sibuk yang [membuat] kita sungguh-sungguh lupa bahwa Elohim benar-benar ingin ”ketaatan lebih dari korban”. Itu tidak luar biasa juga tidak ajaib namun adalah selalu sungguh penting, bahwa ketaatan yang sederhana ini yang Elohim cari dan Dia akan mengetest kita dalam hal ini.

Ada sebagai sebuah pribadi yang sangat aktiv, itu tentunya telah menjadi hal yang sungguh susah untuk saya ketika tidak ada kesembuhan setelah menjadi operasi pertama. Syaraf di dalam kakiku rusak dan dua plat harus dimasukkan sewaktu operasi kedua.

Tidak mampu berjalan untuk lima bulan dan menyadari hidup di dalam sebuah kursi-roda telah meletihkan secara praktis dan emosi. Tetapi segera setelah operasi pertama YAHWEH berbicara kepada saya dan berkata, ”Saya ingin kamu melakukan perjamuan kudus setiap pagi sebelum kamu minum atau makan sesuatu”. Itu sesuatu perintah yang sederhana. Itu bukan hal yang dramatis atau susah dan itu perintah satu-satunya yang Ia telah berikan sepanjang waktu ini.

Mentaati perintah yang sederhana telah mengambil disiplin yang sungguh pada waktu-waktu, namun itu telah membawa saya melewati momen-moment yang tergelap pada enam bulan yang lalu. Itu telah menjadi sebuah jangkar untuk berpegang ketika saya merasakan ada dipanggang maju-mundur di dalam sebuah lautan emosi-emosi dan kesakitan tubuh yang ingin menenggelamkan saya.

  • Itu bukanlah kotbah-kotbah yang telah menolong saya, meskipun mereka datang dari Elohim
  • Itu bukanlah penyembahan yang telah menolong saya untuk tetap terfokus, meskipun musik adalah suatu alat yang bagus dan membangun.
  • Itu bukan juga doa yang berlandaskan ayat-ayat Alkitab yang menopang saya sepanjang waktu ini, meskipun kita tahu Firman memiliki kuasa dan tidak kembali dengan sia-sia.
  • Semua ini dapat menjadi alat-alat yang bagus pada waktu yang tepat, tetapi itu adalah SATU langkah ini yaitu ketaatan setiap pagi: keluar dari ranjang, pergi kedapur dengan kursi rodaku dan mengambil perjamuan. Konsentrasi beb erapa menit kepada YAHWEH dan salib-Nya telah menolong saya tetap terfokus, khususnya ketika saya telah ingin menarik selimut keatas kepala saya dan jatuh kedalam sebuah spiral kekecewaan tidak memiliki kekuatan atau nafas untuk berdoa.
  • Ketika saya memiliki benda asing kecil disaluran pernapasan karena operasi kakiku. Saya teringat memegang roti dan cangkir perjamuan dan tidak punya kekuatan berbicara atau berdoa. Tetapi sebagaimana saya telah taat, damai dan kekuatan mengisi rohku. Berfokus kepada Yahshua yang telah membayar harga untuk diriku sekali lagi telah menjadi jangkarku.

APA YANG TEAKHIR TELAH KAMU DENGAR YAHWEH MEMINTA KAMU UNTUK MELAKUKAN?

Sudahkah kamu melakukannya? Atau itu sungguh kecil sehingga kamu telah mengabaikan [perintah] itu? Seperti apakah nampaknya perintah itu kepada kamu?

  • Untuk seseorang itu akan sudah ada pergi dan bagikan traktat-traktat di daerah kaki lima setiap minggu
  • Untuk seseorang itu akan sudah ada berdoa sebagai bagian dari kelompok doa-syafaat atau sebuah pelayanan
  • Untuk seorang lainnya itu sudah ada menjadi sukarelawan sebuah dapur soup untuk orang tidak ber-rumah dan untuk orang lainnya itu boleh jadi sederhannya menguatkan orang-orang lain.

Mereka semuanya hanyalah hal-hal kecil, tetapi itu yang Elohim minta: KETAATAN KEPADA PERINTAH-NYA.

Tetapi jawab Samuel: “Apakah YAWHEH itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara YAHWEH? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan. (1 Samuel 15:22)

[Ibu Suzette Hattingh sungguh berterima kasih kepada doa-doa dan kata-kata penghiburan melalui kartu-kartu, surat-surat dan e-mail, beliau sekarang sudah mulai bisa berjalan sedikit, beliau menulis:]

Menerima kasih dan dukungan sedemikian rupa dari rekan-rekan doa saya, menyentuh hati saya sungguh dalam dan telah membuat saya menangis dihadapan YAHWEH. … Di dalam waktu-waktu ketiaka saya merasa kesepian, saya membaca email-email dan surat-surat yang dikirim untuk menghibur diriku dan itu menghangatkan saya seperti selimut kasih dari hati Bapa [surgawi].

Saya melihat ”terang pada akhir terowongan” dan melihat kedepan kepada hari saya akan jalan melewati tanah, mengkobahkan pesan keselamatan yang indah kembali.

Bersama untuk yang terhilang,

Suzette Hattingh

Pengajaran lainnya dari beliau bisa dilihat pada www.voiceinthecity.org

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Penjala Baja Yang Berhasil

Setiap bidang keahlian memiliki keterampilan dan perkakas kerja tersendiri. Apakah keterampilan dan perkakas kerja seorang Penjala Baja? – Pembuat Jalan Bagi Raja atas segala raja, demikianlah arti dari kata Penjala Baja untuk bentuk subjek, dan dalam kata kerja Penjala Baja berarti Persiapkan Jalan Bagi Raja atas segala raja.

Yeshua Ha Mashiah, Raja atas segala raja, sering mengajar prinsip-prinsip Kerajaan Surga dengan memakai dunia pertanian dan perkebunan sebagai ilustrasi / perumpamaan untuk memudahkan para pendengar-Nya mengerti hal-hal yang rohani. Ini bisa dilihat pada Matius pasal 13 (penabur benih dengan empat kondisi tanah yang berbeda), Markus 4:26-33 (penabur dan pertumbuhan benih-benih yang ditanamnya). Matius 20 bicara tentang upah pekerja kebun anggur, pada pasal 21 pada Injil yang sama Ia berbicara tentang seorang kebun anggur yang mempunyai dua anak laki-laki (28-32) dan perumpamaan lainnya tentang tuan pemilik kebun anggur yang anak tunggalnya dibunuh oleh para pekerja-pekerja sewaannya (33-46).

Petani dan tukang kebun masing-masing berurusan dengan tanah, namun perkakas kerja mereka tidak sama; petani padi, gandum dan sejenisnya perlu alat bajak (dengan kekuatan lembu, keledai, traktor). Petani kebun anggur tidak perlu memiliki perkakas berat, mungkin lingis dan pacul cukup untuk penanaman benih, pemeliharaan dan penuaian pun cukup dengan gunting-gunting tangan dan pisau. Pada Yohanes 15 ia mengajar bagaimana pohon anggur bisa menghasilkan buah yang melimpah-limpah.

Memiliki perkakas kerja yang tepat dan tahu memakainya merupakan penopang suksesnya suatu usaha, namun keduanya bukanlah kunci keberhasilan. Kunci keberhasilan dari suatu usaha ialah kepribadian yang benar dari si pengusaha itu sendiri. Dalam dunia restoran bisa dikatakan bahwa ”menu dan resep makanan boleh saja sama, tapi tangan dan lidah si jurumasak yang membuat sebuah restoran berhasil atau tidak”. Jadi pribadi orang itu sendiri, memilki alat yang tepat dan tahu bagaimana menggunakan alat tersebut (sesuai kondisinya) adalah kesuksesan yang pasti.

Dalam dunia rohanipun prinsip di atas tidaklah berbeda jauh. Tidak sedikit penjala / penuai jiwa bagi YAHWEH gagal di dalam usahanya memenangkan jiwa-jiwa, mereka menjual produk yang bekualitas tinggi : INJIL KERAJAAN SURGA – kebenaran, damai sejahtera dan sukacita di dalam Roh Kudus (Roma 14:17)(dikenal sebagai berita KABAR BAIK) – , namun sedikit pembelinya. Banyak kesaksian dari orang dari latar belakang agama lain, Islam contohnya, yang kemudian mengikuti Yahshua bersaksi bahwa mereka menjadi pengikut Yahshua bukan karena hasil dari penginjilan seorang penjala /penuai jiwa, tetapi karena Yahshua sendiri menampakan diri-Nya kepada mereka. Terkadang saya mendengar kesaksian bagaimana mereka bisa menjadi Kristen (mengakui bahwa Yeshua adalah Juruselamat dan YAHWEHnya (Yeshua / Yahshua arti literalnya adalah Juruselamat / Sevior) membuat pernyataan sebagai berikut ”Jika saya melihat kelakuan orang Kristen, saya tidak ingin jadi orang Kristen”, ini merupakan tamparan berat bagi orang yang percaya Alkitab, khususnya jika pemercaya Alkitab ini seorang penjala /penuai jiwa.

Dari tiga aspek sumber keberhasilan itu, kita bahas aspek yang pertama; kepribadian seorang Penjala Baja.

Aspek kehidupan sehari-hari Penjala Baja yang berhasil. Ayat bacaan diambil dari kitab Ibrani pasal 12 dan 13.

  • Tinggalkan kehidupan lama, berhenti menjadi hamba uang (13:5-6) – marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita (Ibrani 12:1)
  • Miliki jiwa seorang atlit yang baik – berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. (12:1). Tidak sekedar tekun, tapi juga harus mengikuti aturan dan kewajiban perlombaan.
  • Miliki iman dan spirit Kekristenan yang sehat (tidak putus asa dan self-pity) – mata yang tertuju kepada Yesus… , tekun memikul salib (12:2-4) dan siap di hina oleh karena nama-Nya (13:11-13)
  • Bangunkan semangat diri kita sendiri (12:12)
  • Sempurnakan kehidupan kekristenan kita: kasih persaudaraan, memberi tumpangan dan memperhatikan orang hukuman (13:1-3) – luruskanlah jalan bagi kakimu (12:13). Ini akan menyembuhkan kepercayaan kita sendiri yang akan berdampak kepada anggota-anggota Gereja Local. Kebangunan rohani yang benar dan sehat terjadi di dalam Gereja Lokal, dan kemudian meluap keluar menjangkau lingkungannya.
  • Berusahalah hidup damai dengan semua orang (12:14). Damai bukan berarti kompromi, tapi bersahabat dan mudah mengampuni. YAHWEH tidak pernah komproni dengan kejahatan dan dosa.
  • Hidup di dalam doktrin yang Alkitabiah, bukan tradisi dan aturan manusia (13:9)
  • Menghormati pimpinan rohani kita dan meneladani kehidupannya yang baik dan juga tidak lupa berdoa untuk dirinya (13:7, 18)
  • Hargailah hak dan kuasa adopsi menjadi anak Elohim (Yohanes 1:12-13) yang telah kita miliki. Perbuatan Esau menukar hak sulungnya dengan semangkuk kacang merah (karena lapar) disamakan dengan perbuatan bercabul: “napsu yang rendah” oleh penulis kitab Ibrani ini. Kepuasan bercabul hanylah beberapa menit namun itu adalah dosa yang sangat besar di mata Elohim. (12:15-17; 13:4)
  • Hidup senantiasa di dalam kasih karunia Elohim (12:15). Selalu siap mengampuni (orang lain dan diri sendiri) dan diampuni. I Kor 13, adalah acuan yang bagus.

Dan beberapa nasehat lainnya yang sangat penting dan tidak boleh dilupakan ialah:

  • Kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat YAHWEH (Ibrani 12:14). Untuk apa menjual semua harta, meninggalkan orang tua dan memikul salib setiap hari tapi pada akhirnya tidak dapat melihat YAHWEH? Hidup kita dan motif melayani Dia haruslah kudus, di luar itu semua usaha kita tidak diperhitungkan.
  • Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia [Yeshua], yang berfirman. (Ibrani 12:25). Penulis ini sungguh-sunguh mengingatkan kita untuk memperhatikan nasehatnya, ia berkata; ”Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Elohim di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?” (Ibrani 12:25). Penulis ini memberi perbandingan kemulian dan kebesaran YAHWEH kepada kita, Orang Israel, umat perjanjian-Nya, telah mendengar suara Elohim di gunung Sinai, namun mereka dibinasakan-Nya ketika mereka tidak mau mendengar firman-Nya (Kisah Para Rasul 7:39). Bisa kita bayangkan betapa lebih parah lagi bagi mereka yang menolak firman YAHWEH (Yahshua Messias) yang duduk di tahtanya di sorga. Perlu di ingat bahwa kitab Ibrani ini (sesuai nama kitabnya) ditulis untuk orang-orang Ibrani yang telah percaya kepada Yahshua. Bila orang Ibrani sendiri, umat pilihan-Nya, diperingati dengan begitu keras, apalagi orang-orang Kristen dari lingkungan non-Ibrani, yang adalah ”ranting anggur liar yang dicangkokan kepada pokok anggur yang asli.”

Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Elohim menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Elohim kita adalah api yang menghanguskan. (Ibrani 12:28-29)

Ini merupakan campuran dua kata perintah yang sungguh unik, seperti mencampurkan besi dengan tanah liat. Namun inilah sesungguhnya aspek kehidupan kekristenan yang YAHWEH kehendaki atas umat-Nya, kedua aspek kehidupan inilah yang akan membuat kita menjadi penjala-penjala (pekerja-pekerja yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Nya yang kedua kali dan juga pekerja-pekerja penjala manusia) yang sungguh berhasil.

Sebab ketika kita melakukan perintah Ibrani 12:28-29 ini, sekililing kita akan melihat perwujudan dari keindahan, kesukacitaan, pertolongan dan kasih YAHWEH melalui hidup kita pada satu sisi, dan pada sisi lainnya mereka dapat melihat dan mengenali kekudusan, keadilan, keagungan, kemulian YAHWEH.

Saya sendiri menjadi pengikut Yahshua bukan karena hasil kotbah dari pengkotbah besar. Ajaran Kristen saya sudah tahu sejak usia 6 tahun, sekalipun keluarga saya bukan orang Kristen. Dunia saya berubah oleh karena seorang gadis kecil yang sederhana memperaktekkan I Korintus 14:24-25. Gadis kecil ini yang tidak tahu siapa saya sama sekali, menceritakan di depan ’mimbar’ apa yang YAHWEH perlihatkan kepadanya tentang kehidupan saya. Itu terjadi di persekutuan rumah tangga, bukan di Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), dan itu adalah kunjungan saya yang pertama. Tidak ada yang tahu siapa saya. Itu terjadi saat saya berumur 16 tahun. Kuasa YAHWEH di dalam gadis kecil yang sederhana ini merubah saya hanya di dalam dua menit! Kalian bisa bayangkan betapa lebih luar biasa jika ada sebuat Gereja Lokal dengan anggota-anggotanya yang hidup sesuai firman-Nya, tentu lingkungan, kota bahkan satu propinsi bisa di rubah dan ditarik kepada Yeshua!

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Rabbi Asher Levy menerima Yeshua

Saya adalah seorang rabbi Yahudi selama 35 tahun. Terlahir di Yugoslavia, Saya bertumbuh di dalam keluarga Yahudi Orthodok yang sangat fanatik. Saya melakukan persis seperti tertulis pada Ulangan 6:8 dan 11:18

Pada usia 15, saya masuk sekolah theologia khusus untuk para Rabbi dimana saya belajar Alkitab bahasa Ibrani dan juga buku-buku Tafsiran Talmud. Enam tahun kemudian saya digelari sebagai Rabbi di Romania. Setelah itu melayani di Belgia, Inggris dan Kalifornia Amerika Serikat.

Nampak luar saya terlihat bahagia dan sukses di dalam pelayanan, tapi di dalam hati saya tidak tenang dan tidak puas karena menderita sangat banyak kekosongan kehidupan secara umum. Enam tahun yang lalu saya bertemu dengan pria Yahudi dengan siapa saya mendiskusikan masalah di atas. Saya tidak tahu bahwa ia seorang percaya di dalam Yeshua Ha Mashiah, tetapi nasehat dia adalah. ”Baca Yesaya 53.”

Saya baca pasal yang terkenal sehubungan dengan Yeshua orang Nasaret, yang mana dikatakan bahwa,

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:5)

Saya merasa terdorong untuk meneliti ayat-ayat Alkitab berbahasa Ibrani dan kemudian menemukan kata-kata ini dari nabi yang sama:

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Elohim yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan YAHWEH semesta alam akan melakukan hal ini. (Yesaya 9:6-7)

Saya juga membaca: ”

And he said, Hear ye now, O house of David; Is it a small thing for you to weary men, but will ye weary my God also? Therefore the Lord himself shall give you a sign; Behold, a virgin shall conceive, and bear a son, and shall call his name Immanuel. (Yesaya 7:13-14). (Immanuel artinya Elohim beserta kita).

Ini membuktikan kepada ku bahwa Yeshua sudahlah dan adalah Ha Mashiah (the Messiah) atau Messias. Dari Alkitab Perjanjian Baru, pada bagian pertama saya membaca

Inilah silsilah Yeshua Ha Mashiah, anak Daud, anak Abraham. (Matius 1:1)

Saya sunguh terpesona, bahwa saya membaca sebuah buku Yahudi tentang seorang Yahudi. Membaca itu hati-hati, saya sampai pada kesimpulan bahwa Yeshua orang Nasaret adalah seorang Yahudi dari benih Abraham dan David (Daud); bahwa Ia lahir dari seorang perawan Yahudi di kota Yahudi Betlehem, dari sebuah suku Yahudi dan suku Yehuda.

Karena Dia tahu Taurat dan Nabi-nabi, Saya mengikuti Dia pada perjalanan-nya melalui Tanah Perjanjian [Israel], mendengarkan kepada perkataan-perkataan dan ajarannya-Nya yang indah, meneliti dan mengagumi belas kasihan dan kesembuhan-kesembuhan-Nya. Itu telah menjadi makanan rohani saya. Janji-Nya akan pengampunan dosa dan hidup kekal kepada mereka yan percaya kepada-Nya telah menarik saya sampai saya mempercayai Dia sebagai Mashiah-ku dan Juru selamat pribadi-ku.

Saya ingin memastikan kenyataannya bahwa hari saya tidak tertuduh untuk kepercayaan baru saya, karena saya merasa bahwa saya tetap seorang Yahudi dan tetap akan ada seorang Yahudi. Saya tidak menolak warisan Abraham, Ishak dan Yakub kita. Seperti Paulus, saya dapat katakan setelah saya menerima Ha Mashiah sebagai Juru Selamatku:

”Apakah mereka orang-orang Ibrani? Demikian juga saya.

Apakah mereka orang-orang Israel? Demikian juga saya.

Apakah mereka benih Abraham? Demikian juga saya” (2Kor 11:22). Karenanya, saya mengulangi dengan kebanggaan kalimat pada Roma 1:16:

For I am not ashamed of the gospel of Christ: for it is the power of God unto salvation to every one that believeth; to the Jew first, and also to the Greek. (Rom 1:16; KJVA)

Contoh kecerdasan dari rasul besar Paulus mempengaruhi saya sangat banyak dan telah memberi keberanian untuk menerima Yahweh Yeshua sebagai Juru Selamat pribadi ku. Paulus pada awalnya seorang penyiksa serius Messias dan kemudian menjadi pengikut-Nya yang sangat setia. Dia adalah murid dari profesor besar hukum Taurat, Rabbi Gamaliel. Dipercayai bahwa Rabbi Gamaliel juga menjadi seorang pengikut Messias sebelum Paulus. Alkitab bercerita kepada kita bahwa beberapa orang ingin membunuh Petrus dan rasul-rasul lainnya karena mereka berkotbah dengan sangat berani.

“Tetapi seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta, supaya orang-orang itu disuruh keluar sebentar. Sesudah itu ia berkata kepada sidang: “Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik, apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! … Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap, tetapi kalau berasal dari Elohim, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Elohim.” Nasihat itu diterima. (Kisah para Rasul 5:34-39)

Itu adalah dua ribu tahun sejak orang Galilea yang rendah hati, Yeshua, berjalan ke bukit-bukit dan lembah-lembah di Israel, dan Dia tetap Tuan atas dunia ini. Kabar Baik-Nya tetap diberitakan, dan nama-Nya sebagai Mashiah Israel tetap diproklamirkan. Dan pesan-Nya tetap diulang di-mana-mana:

“Karena begitu besar kasih Elohim akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Injil Yohanes 3:16)

Diterjemahkan dari Rabbi Asher Levy, Rabbis who believed in Jesus

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Iman seorang pembantu Kristen di Pakistan.

Kisah nyata.
Diterjemahkan dari:
The Voice of the Martyrs
20090308_1064
Parveen M. seorang pembantu rumah tangga berusia 23 tahun, ia bekerja di sebuah keluarga Muslim. Dengan gaji 17 USD sebulan ia boleh menopang keuangan keluargannya. Bapa dan abangnya yang berpenghasilan tidak menentu. Pakistan adalah satu dari beberapa negara Islam dimana orang Kristen diperlakukan sangat buruk, mereka sangat miskin secara jasmani dan material.

Setiap minggu Parveen berkunjung ke gereja dan aktif di paduan suara. Malamnya ia membaca Alkitab di rumah dengan keluarganya. Pada suatu hari Sabtu mulailah pengalaman pahit yang panjang menimpa dirinya, Fatima nyonyanya berkata, ”Besok kamu tidak libur. Datang kerja. Beberapa tamu akan datang besok ke sini.” ”Besok adalah hari Minggu, nyonya, dan itu adalah hari libur saya”, jawab Parveen lembut. Apa yang khusus pada hari Minggu? Mengapa kamu tidak bisa datang kerja pada hari Minggu?, nyonyanya bertanya. “Kami kegereja setiap hari Minggu,” kata Parveen.

Sejak Saptu ini keluarga Fatima merencanakan penganiayaan kepada Perveen. Esoknya Perveen sebagaimana biasanya setiap Minggu, ia saat itu sedang bersiap-siap untuk pergi kegereja. Nyonya memanggil dia untuk datang kerumahnya dan bertanya ada apa. Fatima meminta ia membersihkan rumah. ”Saya sedang bersiapa-siap untuk berangkat ke gereja, saya telat nyonya.” jawab Parveen.
Maka keluarlah apa alasan sebenarnya Fatima memanggil pemudi ini: ”Mengapa mengikuti Yeshua Ha Mashiah dan memanggil Dia Anak Elohim? Mengapa pergi ke gereja? Tidak benar bahwa Yeshua adalah Anak Elohim. Nabi suci kami Muhammad adalah yang terakhir dan nabi yang dicintai Allah.”
Parveen menjawab dengan singkat: ”Tetapi adalah benar bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah Yahweh kami. Saya mengasihi Dia dan ingin melayani Dia.”
Maka meledaklah kemarahan Fatima, ia berteriak: ”Kalian orang Kristen adalah manusia golongan kelas ketiga. .(dan kata-kata kutukan lainnya keluar)..:” [Begitulah orang Kristen dipandang oleh orang Muslim di Pakitstan].

Di depan rumah nyonya ini, Parveen dipukuli, ditendang dan dikutuki. Tidak cukup di situ Fatima menarik Parveen kedalam rumahnya. Ia memerintahkan kedua anak perempuannya dan suaminya, Muhammad Tariq, membantu dirinya untuk memukuli gadis malang ini. Seperti kesurupan keempat orang ini memukuli dan berteriak-teriak: “Berhenti berkata, bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah Yahweh-mu. Tariq berkata sambil memukul: “Akui Islam, katakan dua kalimat Sahadat kami.” ”Tidak, saya tidak bisa lakukan”, jawab Parveen.
Kemudian Fatima berkata, ”Kamu hanyalah seorang pembersih rumah. Jika kamu mau menerima Islam, kami akan menghadiahkan kamu 100 ribu rupii. Kamu bisa gunakan untuk keluargamu.” Melihat keatas, kewajah nyonyanya, Parveen berkata: ”Meskipun kalian menawarkan kepadaku 10 juta, saya tidak akan menjadi orang Muslim.”
Mereka mengancam dia dan berkata: ”Jika kamu tidak mengakui agama kami, kami akan memukuli kamu, kami akan tuduh kamu mencuri uang kami dan menghina nabi Muhammad.” Setelah tiga jam Perveen ’dihakimi’, dengan luka-luka di seluruh tubuhnya ia disekap di sebuah kamar.

Malamnya Muhammad Tariq dan putranya membuka gembok kamar di mana Parveen terkurung. Tariq dengan memeras kuat-kuat tangan Parveen ia berkata: ”Apa keputusanmu? Menerima agama kami atau tidak?”
Dengan penolakan yang tegas ia berkata: “Tidak, saya tidak bisa menerima agama Islam.” Dua malam ia hanya diberi roti dan sedikit sayur, tanpa air.

Orang tua Parveen, Majeed dan Nasreen, mencari putri mereka. Namun mereka diusir oleh keluarga Tariq dengan perkataan bohong: ”Kami ada beberapa tamu dan Parveen sedang bekerja. Besok ia pulang kerumah.”

Hari Senin pukul 6 malam orang tuanya datang lagi kali ini bersama dengan beberapa orang seiman untuk menjemput putri mereka. Dan mereka berhasil.

Parveen bercerita tentang hari-hari penyiksaannya di rumah tuannya itu: “Pemukulan mereka begitu buruk, tapi saya tidak nangis sedikitpun, sebab saya ingin menunjukkan kepada mereka bahwa saya bahagia bersama Yeshua saya. … Saya berbahagia menderita sebagai saksi dari Ha Mashiah Yeshua. Saya bangga atas Dia. Saya berdoa dan bernyanyi Mazmur 23 di dalam hati saya: ”YAHWEH adalah gembalaku… aku tidak takut bahaya,”

Berkat bantuan doa dan dana para saudara seiman di seluruh dunia Parveen sekarang bisa bebas dan mandiri dengan hadiah mesin jahit yang ia dapatkan. Dan ia juga mengajari wanita-wanita lainnya untuk belajar menjahit.
”Sekarang saya bebas dari ketakutan dera, ancaman dan penghinaan, di rumah saya bekerja, berdoa dan melayani YAHWEH … kapanpun saya mau. Haleluyah!”, ia berkata dengan suka cita.

Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Mashiah? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: “Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.” Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Elohim, yang ada dalam Ha Mashiah Yeshua, Yahweh kita. (Rom 8:35-39 )

Berdoalah dan ingatlah saudara-saudarimu yang tertindas oleh karena nama-Nya. Mereka memerlukan bantuan Kita.

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Maret 2009
      M S S R K J S
          Apr »
      1234567
      891011121314
      15161718192021
      22232425262728
      293031  
  • Cari