Penjala Baja Yang Berhasil

Setiap bidang keahlian memiliki keterampilan dan perkakas kerja tersendiri. Apakah keterampilan dan perkakas kerja seorang Penjala Baja? – Pembuat Jalan Bagi Raja atas segala raja, demikianlah arti dari kata Penjala Baja untuk bentuk subjek, dan dalam kata kerja Penjala Baja berarti Persiapkan Jalan Bagi Raja atas segala raja.

Yeshua Ha Mashiah, Raja atas segala raja, sering mengajar prinsip-prinsip Kerajaan Surga dengan memakai dunia pertanian dan perkebunan sebagai ilustrasi / perumpamaan untuk memudahkan para pendengar-Nya mengerti hal-hal yang rohani. Ini bisa dilihat pada Matius pasal 13 (penabur benih dengan empat kondisi tanah yang berbeda), Markus 4:26-33 (penabur dan pertumbuhan benih-benih yang ditanamnya). Matius 20 bicara tentang upah pekerja kebun anggur, pada pasal 21 pada Injil yang sama Ia berbicara tentang seorang kebun anggur yang mempunyai dua anak laki-laki (28-32) dan perumpamaan lainnya tentang tuan pemilik kebun anggur yang anak tunggalnya dibunuh oleh para pekerja-pekerja sewaannya (33-46).

Petani dan tukang kebun masing-masing berurusan dengan tanah, namun perkakas kerja mereka tidak sama; petani padi, gandum dan sejenisnya perlu alat bajak (dengan kekuatan lembu, keledai, traktor). Petani kebun anggur tidak perlu memiliki perkakas berat, mungkin lingis dan pacul cukup untuk penanaman benih, pemeliharaan dan penuaian pun cukup dengan gunting-gunting tangan dan pisau. Pada Yohanes 15 ia mengajar bagaimana pohon anggur bisa menghasilkan buah yang melimpah-limpah.

Memiliki perkakas kerja yang tepat dan tahu memakainya merupakan penopang suksesnya suatu usaha, namun keduanya bukanlah kunci keberhasilan. Kunci keberhasilan dari suatu usaha ialah kepribadian yang benar dari si pengusaha itu sendiri. Dalam dunia restoran bisa dikatakan bahwa ”menu dan resep makanan boleh saja sama, tapi tangan dan lidah si jurumasak yang membuat sebuah restoran berhasil atau tidak”. Jadi pribadi orang itu sendiri, memilki alat yang tepat dan tahu bagaimana menggunakan alat tersebut (sesuai kondisinya) adalah kesuksesan yang pasti.

Dalam dunia rohanipun prinsip di atas tidaklah berbeda jauh. Tidak sedikit penjala / penuai jiwa bagi YAHWEH gagal di dalam usahanya memenangkan jiwa-jiwa, mereka menjual produk yang bekualitas tinggi : INJIL KERAJAAN SURGA – kebenaran, damai sejahtera dan sukacita di dalam Roh Kudus (Roma 14:17)(dikenal sebagai berita KABAR BAIK) – , namun sedikit pembelinya. Banyak kesaksian dari orang dari latar belakang agama lain, Islam contohnya, yang kemudian mengikuti Yahshua bersaksi bahwa mereka menjadi pengikut Yahshua bukan karena hasil dari penginjilan seorang penjala /penuai jiwa, tetapi karena Yahshua sendiri menampakan diri-Nya kepada mereka. Terkadang saya mendengar kesaksian bagaimana mereka bisa menjadi Kristen (mengakui bahwa Yeshua adalah Juruselamat dan YAHWEHnya (Yeshua / Yahshua arti literalnya adalah Juruselamat / Sevior) membuat pernyataan sebagai berikut ”Jika saya melihat kelakuan orang Kristen, saya tidak ingin jadi orang Kristen”, ini merupakan tamparan berat bagi orang yang percaya Alkitab, khususnya jika pemercaya Alkitab ini seorang penjala /penuai jiwa.

Dari tiga aspek sumber keberhasilan itu, kita bahas aspek yang pertama; kepribadian seorang Penjala Baja.

Aspek kehidupan sehari-hari Penjala Baja yang berhasil. Ayat bacaan diambil dari kitab Ibrani pasal 12 dan 13.

  • Tinggalkan kehidupan lama, berhenti menjadi hamba uang (13:5-6) – marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita (Ibrani 12:1)
  • Miliki jiwa seorang atlit yang baik – berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. (12:1). Tidak sekedar tekun, tapi juga harus mengikuti aturan dan kewajiban perlombaan.
  • Miliki iman dan spirit Kekristenan yang sehat (tidak putus asa dan self-pity) – mata yang tertuju kepada Yesus… , tekun memikul salib (12:2-4) dan siap di hina oleh karena nama-Nya (13:11-13)
  • Bangunkan semangat diri kita sendiri (12:12)
  • Sempurnakan kehidupan kekristenan kita: kasih persaudaraan, memberi tumpangan dan memperhatikan orang hukuman (13:1-3) – luruskanlah jalan bagi kakimu (12:13). Ini akan menyembuhkan kepercayaan kita sendiri yang akan berdampak kepada anggota-anggota Gereja Local. Kebangunan rohani yang benar dan sehat terjadi di dalam Gereja Lokal, dan kemudian meluap keluar menjangkau lingkungannya.
  • Berusahalah hidup damai dengan semua orang (12:14). Damai bukan berarti kompromi, tapi bersahabat dan mudah mengampuni. YAHWEH tidak pernah komproni dengan kejahatan dan dosa.
  • Hidup di dalam doktrin yang Alkitabiah, bukan tradisi dan aturan manusia (13:9)
  • Menghormati pimpinan rohani kita dan meneladani kehidupannya yang baik dan juga tidak lupa berdoa untuk dirinya (13:7, 18)
  • Hargailah hak dan kuasa adopsi menjadi anak Elohim (Yohanes 1:12-13) yang telah kita miliki. Perbuatan Esau menukar hak sulungnya dengan semangkuk kacang merah (karena lapar) disamakan dengan perbuatan bercabul: “napsu yang rendah” oleh penulis kitab Ibrani ini. Kepuasan bercabul hanylah beberapa menit namun itu adalah dosa yang sangat besar di mata Elohim. (12:15-17; 13:4)
  • Hidup senantiasa di dalam kasih karunia Elohim (12:15). Selalu siap mengampuni (orang lain dan diri sendiri) dan diampuni. I Kor 13, adalah acuan yang bagus.

Dan beberapa nasehat lainnya yang sangat penting dan tidak boleh dilupakan ialah:

  • Kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat YAHWEH (Ibrani 12:14). Untuk apa menjual semua harta, meninggalkan orang tua dan memikul salib setiap hari tapi pada akhirnya tidak dapat melihat YAHWEH? Hidup kita dan motif melayani Dia haruslah kudus, di luar itu semua usaha kita tidak diperhitungkan.
  • Jagalah supaya kamu jangan menolak Dia [Yeshua], yang berfirman. (Ibrani 12:25). Penulis ini sungguh-sunguh mengingatkan kita untuk memperhatikan nasehatnya, ia berkata; ”Sebab jikalau mereka, yang menolak Dia yang menyampaikan firman Elohim di bumi, tidak luput, apa lagi kita, jika kita berpaling dari Dia yang berbicara dari sorga?” (Ibrani 12:25). Penulis ini memberi perbandingan kemulian dan kebesaran YAHWEH kepada kita, Orang Israel, umat perjanjian-Nya, telah mendengar suara Elohim di gunung Sinai, namun mereka dibinasakan-Nya ketika mereka tidak mau mendengar firman-Nya (Kisah Para Rasul 7:39). Bisa kita bayangkan betapa lebih parah lagi bagi mereka yang menolak firman YAHWEH (Yahshua Messias) yang duduk di tahtanya di sorga. Perlu di ingat bahwa kitab Ibrani ini (sesuai nama kitabnya) ditulis untuk orang-orang Ibrani yang telah percaya kepada Yahshua. Bila orang Ibrani sendiri, umat pilihan-Nya, diperingati dengan begitu keras, apalagi orang-orang Kristen dari lingkungan non-Ibrani, yang adalah ”ranting anggur liar yang dicangkokan kepada pokok anggur yang asli.”

Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Elohim menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut. Sebab Elohim kita adalah api yang menghanguskan. (Ibrani 12:28-29)

Ini merupakan campuran dua kata perintah yang sungguh unik, seperti mencampurkan besi dengan tanah liat. Namun inilah sesungguhnya aspek kehidupan kekristenan yang YAHWEH kehendaki atas umat-Nya, kedua aspek kehidupan inilah yang akan membuat kita menjadi penjala-penjala (pekerja-pekerja yang mempersiapkan jalan bagi kedatangan-Nya yang kedua kali dan juga pekerja-pekerja penjala manusia) yang sungguh berhasil.

Sebab ketika kita melakukan perintah Ibrani 12:28-29 ini, sekililing kita akan melihat perwujudan dari keindahan, kesukacitaan, pertolongan dan kasih YAHWEH melalui hidup kita pada satu sisi, dan pada sisi lainnya mereka dapat melihat dan mengenali kekudusan, keadilan, keagungan, kemulian YAHWEH.

Saya sendiri menjadi pengikut Yahshua bukan karena hasil kotbah dari pengkotbah besar. Ajaran Kristen saya sudah tahu sejak usia 6 tahun, sekalipun keluarga saya bukan orang Kristen. Dunia saya berubah oleh karena seorang gadis kecil yang sederhana memperaktekkan I Korintus 14:24-25. Gadis kecil ini yang tidak tahu siapa saya sama sekali, menceritakan di depan ’mimbar’ apa yang YAHWEH perlihatkan kepadanya tentang kehidupan saya. Itu terjadi di persekutuan rumah tangga, bukan di Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), dan itu adalah kunjungan saya yang pertama. Tidak ada yang tahu siapa saya. Itu terjadi saat saya berumur 16 tahun. Kuasa YAHWEH di dalam gadis kecil yang sederhana ini merubah saya hanya di dalam dua menit! Kalian bisa bayangkan betapa lebih luar biasa jika ada sebuat Gereja Lokal dengan anggota-anggotanya yang hidup sesuai firman-Nya, tentu lingkungan, kota bahkan satu propinsi bisa di rubah dan ditarik kepada Yeshua!

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s