Jannet melihat isi sorga, Maria, neraka dan tahta Iblis

yeshua-dan-kuda-putihJannet Balderas Canela Kesaksian gadis kecil berumur 8 tahun yang ditemui Yeshua Ha Mashiah. MP3 English

Kesaksian ini telah di periksa dan di konfirmasikan oleh nabi yang dipercayakan. (www.DivineRevelations.info)

Saudara/i, Kiranya Yahweh memberkati-mu pada saat ini. Marilah kita membaca Alkitab dalam 2 Korintus 12:1-4, Firman Elohim yang Kudus. Dalam Nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus “Aku harus bermegah. Sekalipun memang hal itu tak ada faedahnya, namun demikian aku hendak memberitakan penglihatan-penglihatan dan penyataan-penyataan yang kuterimah dari Yahweh. Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau, entah didalam tubuh aku tidak tahu entah diluar tubuh aku tidak tahu—Elohim yang mengetahuinya. Ia tiba-tiba diangkat ke Firdaus dan ia mendengar kata-kata yang tak terkatakan, yang tidak boleh di-ucapkan manusia.”

Saya hubungkan anda dalam pengalaman-ku bersama Yeshua pada 5 September,1999.  Kami berada di Gereja dan Kuasa Elohim memenuhi kami. Saya terjatuh ke Lantai dan merasakan kehadiran Elohim didalam-ku.  Seolah-olah menawarkan-ku, dan mulai-lah suatu Penglihatan padaku.

Dalam penglihatan, Saya melihat ada dua jalan, satu sangat lebar, dan banyak orang berjalan pada jalan itu, tetapi mereka berjalan menuju pada kehancuran mereka. Jalan yang berikut sangat sempit, Saya melihat banyak orang yang berjalan pada jalan itu, memuji dan memuliakan Yahweh.

Lalu Yahweh menunjukan penglihatan lain dimana Malaikat sedang berperang dengan seekor Naga.Naga ini melemparkan api dan iblis-iblis ke bumi ini.

Kemudian ku-lihat sebuah Jam sangat bercahaya. Terbuat dari emas. Jam menunjukkan pukul dua belas. Namun ku-lihat sebuah tangan menarik jarum jam kembali pada angka sebelas. Yahweh berkata padaku,“Lihat,Hamba-Ku, Ku-kembalikan jam itu sebab umat-Ku tak siap seperti yang Ku inginkan, Ku-kembalikan waktu itu, sebab Umat-Ku tidak memuji-Ku seperti yang KU-inginkan,namun besar Anugerah-Ku, kesempatan terakhir Ku-berikan, supaya setiap orang yang bertelut pada kaki-KU menerima kehidupan kekal”

Sementara aku berada di lantai. kulihat seorang penunggang kuda datang. Yahweh mendekati tempat dimana aku berada Di-ulurkan tanganNya, dan kurasakan Roh-ku keluar dari tubuhku dan didekapNYA. Kami mulai menunggang kuda, menanjak dan berhenti di tempat yang tidak tinggi ataupun rendah. Dia berkata padaku, “Lihat hamba-Ku, Telah Ku-katakan bahwa Aku datang membawa-mu, dan itulah yang Ku-lakukan sekarang, sebab apa yang keluar dari mulut-Ku Aku menggenapinya. Apa yang kukatakan, itu yang Ku-perbuat. Itulah sebabnya Aku membawa-mu ketempat ini. Pertama-tama akan Ku-tunjukan padaMu Luka-luka-Ku, agar kau dapat perhitungkan dan tak pernah melupakan apa yang telah Kuperbuat bagimu sekalian.”

Kami tiba pada Takhta Elohim dan Yahweh menunjukan-ku dimana paku-paku itu terletak dan bagian tubuhNya yang tertikam. Dia menangis. Kulihat bekas-bekas luka dan bilur-bilur yang telah diangkutNya bagi kita semua. Dia berkata, “Lihat Hamba-Ku, banyak diantaramu yang tidak memperhitungkan semua yang telah kuperbuat bagimu, banyak diantaramu lupa bahwa Aku telah mati di salibkan bagimu, Ku-rasakan sakit hamba-Ku. Rasa Sakit yang sangat saat Umat-Ku menyangkal-Ku, seperti membuka luka-luka itu kembali, sangat menyakiti-Ku.Seolah-olah mereka menyalibkan-Ku kembali.” Ku-lihat Yahweh menangis, Sakit saat kita mengecewakan-Nya.

DIPERLIHATKAN ISI SURGATahta Elohim

Dia berkata, “Hamba akan Ku-tunjukan banyak hal, jalan emas dan lautan kaca, agar kau dapat pergi dan sampaikan pada umatKu segala keindahan yang Kusiapkan bagi mereka.”

Kami tiba pada jalan indah.Tak pernah Kulihat dibumi. Jalan-jalan itu bercahaya! Yahweh berkata, “HambaKu, sentuhlah jalan emas ini, sebab kau dan umat-Ku akan hidup disini, ketempat ini umat-Ku akan segera tiba.” Ku-lihat refleksi kami yang sedang menunggang kuda pada jalan itu.

Lalu kami tiba pada lautan kaca, sangat indah. Yahweh berkata, “HambaKu, semua ini bukan untuk-Ku,semua ini untuk umat-Ku. Semua yang engkau jamah telah Aku siapkan dengan cinta-Ku bagi umat-Ku.” Dia berkata, “Hamba marilah, sebab akan Ku-tunjukan hal-hal lain.”

Selanjutnya kami tiba di tempat dimana saya melihat kemuliaan Elohim, dan merasakan Kuasa Nya. sungguh indah. Kulihat meja-meja, saya bertanya, “Yahweh untuk apa meja-meja ini?” Dia berkata, “Hamba, ingat perjamuan kawin anak Domba,ingat bahwa pada meja-meja ini akan dirayakan perjamuan kawin anak Domba.” Kulihat meja-meja yang tak terhitung banyaknya, dan tak dapat melihat ujung-ujungnya. Ada Malaikat pada setiap meja, saya bertanya, “Yahweh, mengapa ada Malaikat pada setiap meja dan kursi?” Yahweh berkata, “Hamba-Ku, mereka ini sedang mendekorasi meja-meja ini, dan bersiap pada setiap meja sebab Aku telah selesai menyediakan segala sesuatu.”

Saudara/iku, meja-meja itu sangat bercahaya; semuanya terbuat dari emas. Meja-meja itu sangat indah didekorasikan. Kulihat bagaimana Malaikat-malaikat menaruh garpu, pisau, sendok, gelas, dan peralatan lain yang terbuat dari emas, sangat indah. Yahweh berkata, “Hamba, katakan pada umat-Ku bersiap sebab segera Aku akan membawa mereka supaya mereka dapat datang ketempat ini dan menikmati perjamuan kawin anak Domba.” Sangat indah; Hadirat Yahweh dapat dirasakan disana, Kemuliaan dan Kemaha-Kuasaan-Nya! Yahweh berkata, “Hamba, kemarilah sebab Aku akan menunjukan hal-hal yang lain.” Kami tiba pada suatu tempat dengan banyak pintu, sangat indah. Saya berkata, “Yahweh apa dibalik pintu-pintu ini?” Dia berkata, “Dibalik pintu-pintu ini adalah Rasul-Rasul Ku,dibalik pintu-pintu ini adalah nabi-nabi-Ku,dibalik pintu-pintu ini adalah mereka yang sekali berjalan dibumi memuji dan memuliakan Nama-Ku.”

BERJUMPA MARIA – Ibu Yeshua

Kami menunggang lagi dan tiba pada sebuah pintu yang setengah terbuka, Yahweh berkata, “Hamba kemarilah, sebab dibalik pintu ini adalah Maria. Mendekatlah dan dengar apa yang sedang dikatakannya, supaya kau dapat pergi dan katakan pada Umat-Ku, katakanlah pada mereka bagaimana Maria sedang menderita.” Saya mendekat dan melihat seorang gadis muda, yang sangat cantik, dan sangat elok parasnya. Sedang melihat melalui suatu jendela yang kecil. Dia sedang bertelut dan melihat kebawah memandang bumi, menangis karena kesakitan yang sangat.  Menyembah bunda Maria

Maria berkata, “Mengapa kamu menyembahku? mengapa? Aku tidak memiliki Kuasa! Mengapa kamu menyembahku? Aku tidak melakukan sesuatu apapun! Jangan menyembahku! Jangan bertelut padaku! Aku tak dapat menyelamatkanmu! Yang hanya dapat menyelamatkan, yang hanya dapat menebusmu ialah Yeshua, yang telah mati untuk semua manusia! Banyak orang mengatakan aku memiliki kuasa, bahwa aku dapat mendatangkan mujizat-mujizat, tetapi semua itu tipu muslihat! aku tidak dapat berbuat apapun! Elohim yang Maha Kuasa berkenan denganku dan menggunakan rahimku agar Yeshua dapat lahir dan menyelamatkan setiap orang, tetapi aku tidak memiliki kuasa apapun. Aku tak dapat melakukan apapun! Jangan bertelut padaku! Jangan menyembahku! Sebab aku tak layak disembah. Hanya satu Yang layak, yang disembah dan didambahkan adalah Yeshua! Dialah satu-satuNya yang menyembuhkan dan menyelamatkan!”

Saya dapat melihat wanita muda itu sedang dalam kesakitan yang sangat, penuh dengan kepedihan dan tangisan. Dia berkata, “Tidak! Tidak! Jangan menyembahku! Mengapa kamu bertelut padaku? Aku tidak melakukan apapun!” Saudara/i terkasih, sangat luarbiasa dapat melihat wanita muda ini, bagaimana dia menangis dengan kepedihan dan kesedihan.

JUBAH-JUBAH DAN MAHKOTA-MAHKOTA

Yahweh mengatakan padaku, “Hamba kemarilah, sebab Aku akan terus menunjukan hal-hal padamu.” Kami tiba pada tempat indah dimana Aku dapat merasakan kemuliaan Elohim. Saya melihat barisan jubah-jubah putih, sangat putih dan indah! Saya menyentuhnya dan Yahweh berkata, “Hamba, jamahlah, sebab jubah-jubah ini adalah untuk kamu sekalian.”

Ku-lihat banyak Jubah dan kujamah. sangat putih dan bercahaya, tak ada sepertinya yang pernah kujamah dibumi ini. Yahweh berkata,“Hamba, bagimulah sekalian Jubah-Jubah ini.” Airmata jatuh di pipih Yahweh.  Ia berkata, “Hamba, banyak dari jubah ini akan berada disini, menunggu seseorang untuk membawanya. Banyak Jubah ini akan berada disini, menunggu sebuah tubuh.” “Mengapa Yahweh?” Saya bertanya. “Sebab banyak yang tidak menyembahKu seperti yang Ku-inginkan, banyak yang tidak menaruh perhatian terhadap semua yang telah Ku-perbuat bagimu sekalian. Hamba, banyak Jubah ini akan berada disini, menunggu sebuah tubuh, sebab dalam Kerajaan Ku Aku tidak menerimah sesuatu yang kotor. Aku hanya mengijinkan hal-hal yang Kudus, sebab ada tertulis pada FirmanKu, Kuduslah kamu, sebab Aku Kudus.(1 Petrus 1:16)

Saya melihat banyak Jubah; Masing-masing Jubah memiliki nama yang tertulis dengan emas. Kujamah Jubah yang kecil dan yang berbeda ukuran, dan saya bertanya, “Yahweh, yang kecil –kecil ini, siapakah yang akan memakainya?” Yahweh menjawab, “Hamba, ingat anak-anakKu yang kecil, ingat yang kuperolah untuk masing-masing mereka, Aku bukanlah seorang pemberi Hormat, Jubah-Jubah ini bagi anak-anakKu yang memuji NamaKu, mereka adalah anak-anakKu yang suka pergi ke RumahKu dan memuji NamaKu, Aku bahkan menyediakan sesuatu yang besar bagi mereka. Aku mempunyai-Nya bagi setiap orang yang mencariKu, Bagi semua yang datang bertelut pada KakiKu, Aku memberikan Kehidupan yang kekal.”

Kami menunggang lagi dan segera tiba pada suatu tempat yang penuh dengan Mahkota-Mahkota. sangat mewah, Mereka berkilauan, saya berkata,“OhYahweh!Mereka, sangat indah. Untuk siapakah Mahkota-Mahkota itu? Yahweh berkata, “Hamba,mahkota-mahkota yang kau jamah ini, adalah bagi mereka yang sungguh-sungguh memuliakan-Ku, Bagi mereka yang sungguh-sungguh memuliakan NamaKu seperti yang Kuinginkan.”

Yahweh menunjukanku Mahkota lain, namun saat kuperhatikan hanyalah bingkaian. Kemudian Yahweh berkata, “Hamba lihatlah ini.” Dan Kulihat Mahkota lain, Mahkota ini terbuat dari semak duri saya bertanya, “Yahweh, Jangan berikan sebuah Mahkota berduri atau hanya bingkai bagiku!” Yahweh berkata, “Hamba, ditempat ini ada tiga tipe Mahkota:

Yang mewah dan yang bersinar yang dapat dilihat dan dijamah adalah bagi mereka yang sungguh – sungguh memuliakan NamaKu, bagi mereka yang dengan segenap hati memuji NamaKu. Bagi mereka yang bekerja pada kebun anggurKu, bagi mereka yang senang berada di RumahKu, bagi mereka yang mengabdi dan bersukacita dalam penderitaan bagi FirmanKu.

Mahkota lukisan, yang dapat kau lihat dan jamah adalah bagi mereka yang bermain-main dengan FirmanKu, bagi mereka yang tak mau berada di RumahKu, bagi mereka yang tak mau berpuasa, atau bersungguh-sungguh,bahkan tidak memuliakan NamaKu, Mahkota itu bagi mereka yang memujiKu dengan mulut tetapi bukan dengan hati seperti yang Ku inginkan. Mengapa HambaKu? Sebab tak seorangpun dapat menipuku, tak ada tempat persembunyian dihadapanKu. Hamba,

Mahkota itu terbuat dari onak duri. yang kau jamah dan lihat, adalah bagi mereka yang membuat lelucon dengan FirmanKu, bagi mereka yang mengkritik FirmanKu, bagi mereka kepada siapa Aku mengetok pintu hati tetapi mereka tidak menerimah FirmanKu, bagi mereka yang mengkritik FirmanKu, bagi mereka yang Kuketok pintu hati mereka tetapi tak mau menerimah FirmanKu, bagi mereka semua yang mengkritik FirmanKu.”

Pengangkatan atau repturePENGLIHATAN PENGANGKATAN

Yahweh berkata,“Hamba akan Ku-tunjukan saatnya, bagaimana kedatangan Ku akan terjadi.” Saya berkata,“Yahweh telah banyak yang kulihat,mengapa Yahweh menunjukankan ku yang lebih?” Kami tiba pada Tahta Elohim, u lihat ribuan Malaikat berkumpul. Kami mulai turun, dan berhenti pada awan-awan putih yang indah. Yahweh memberi perintah pada Malaikat-malaikat untuk datang dan menerima Gereja, Yahweh katakan,Hamba perhatikan baik-baik,beginilah saatnya Aku datang kembali, inilah kedatanganKu.”

Kulihat orang-orang terangkat di keempat penjuru bumi, memuji nama Yahweh. Dan dipenuhi kuasa Elohim. Berpakaian putih dan terangkat. Mereka nyanyikan lagu indah,“Kudus,Kudus, Kuduslah ya Yahweh! Terimakasih Bapa!Sebab Engkau telah mengangkat kami! Terimakasih Yahweh,sebab Engkau telah mengangkat kami!

Kulihat berbagai jenis orang, tinggi, pendek, hitam, putih. Semua orang, dan semua Malaikat terangkat bersama-sama kearah dimana kami berada. Semuanya penuh Ucapan Syukur bagi Yahweh, kami semua berkata, “Kudus! Kudus! Kuduslah YAHWEH!” sangat luar biasa,  saya melihat banyak orang dan berpikir saya mengenal mereka. Mereka semua dipenuhi kemuliaan Elohim.

PENGLIHATAN MASA TRIBULASI (KESUKARAN-BESAR)

Setelah itu kami tiba pada Takhta Elohim, Yahweh berkata, Hamba, marilah.” Kami keluar dari ruangan Tahta dan tiba di suatu tempat berjendela kecil. Yahweh berkata, “Hamba, pandanglah kebawah.” kulihat desolasi [kehancuran] yang buruk, desolasi yang dasyat; seluruh bumi penuh kesulitan dan penderitaan. Yahweh berkata, “Lihat Hamba, inilah yang akan terjadi setelah Ku-jemput Umat-Ku dari bumi, kejadian ini setelah kedatangan-Ku, kejadian ini setelah Gereja-Ku berada disini bersama-Ku.”

Kulihat desolasi yang sangat dasyat. Kulihat orang merayakan sesuatu sejenak, lalu, kulihat bapa mencari anaknya, seorang ibu mencari anak-anak perempuannya, namun tak menemukan, karena Elohim yang Maha Kuasa telah membawa mereka. Keluarga mencari keluarganya namun tak menemukannya. Orang-orang mencari tetangga nya namun tak menemukannya,sebab Yahweh telah mengangkat mereka bersama-sama dengan Dia.

Sesuatu dasyat telah terjadi diseluruh bumi. Ku-lihat pendeta berlari dari satu tempat ketempat lain, saya bertanya, “Yahweh, mengapa orang itu berlari kian kemari?” Yahweh menjawab, “Hamba, orang ini seorang pendeta, namun karena Dia mengira Aku akan berlambat, diapun tertinggal. Dia tak mengira Aku datang sekarang,dia mengira saat kedatanganKu sangat lama,itu sebabnya dia tertinggal.” Pendeta itu berlari kian kemari,berkata “Yahweh, mengapa saya tertinggal dibelakang? Jika saya seorang Pendeta, jika saya mempunyai posisi dalam Gereja, dan Gereja telah pergi, saya tertinggal? mengapa?” Yahweh menjawab, “Hamba, Aku tak dapat berbuat sesuatu sekarang, dia mengira kedatanganKu akan di perlambat, sebab itu, dia tertinggal.”

Kulihat orang itu disiksa. Dia berkata, “Yang aku inginkan yaitu di angkat bersama Yeshua! yang kumau yaitu bersama Yahweh sebab aku tak mau di sini dan menderita dalam kesusahan yang besar ini!” dia terus berlari kian kemari dan bertanya pada dirinya, “mengapa saya tertinggal? Bawalah saya denganMu Yahweh! Saya tak mau disini dan menderita!” Yahweh berkata, “Hamba, tak ada yang dapat Kuperbuat sekarang, sekian lama Aku berbicara dengannya dan berkata bahwa Aku datang segera, namun dia tidak mempercayai-Ku, baiklah, sekarang dia tertinggal.”

Saya melihat orang-orang berlari kian kemari. Sangat banyak, putus asa, mencoba mencari damai namun tak menemukan. Mereka berteriak, “Kami inginkan Firman Hidup! Kami haus Firman Elohim!” Namun sudah terlambat, sebab Yahweh telah membawa Gereja bersamaNya.

Kulihat anak-anak muda perempuan dan lelaki berlari di hutan,dan gunung-gunung mencoba mencari damai. Namun tidak menemukan. Yahweh berkata mengapa, “Hamba AKu telah membawah GerejaKu, sekarang setan-lah yang mengontrol.” Setan mengontrol dan kesusahan sedang terjadi dibumi! Orang-orang berlari dari satu tempat ketempat lain. mereka mau memakan sesamanya hidup-hidup, dan tarik menarik rambut. Menyalakan satu sama lain dan saling menyakiti, sebab mereka ingin kedamaian, namun tak menemukannya! sangat sulit sebab Yahweh telah membawah GerejaNya.

Masa sukar di bumi, Kulihat hal buruk. Banyak orang menyakiti satu sama lain, mengatakan, “kami inginkan kasih! Kami inginkan damai!” Namun terlambat! Yahweh berkata, “Lihat HambaKu, Aku telah berbicara pada mereka, Aku memberikan waktu mengetok pada pintu hati orang-orang ini, Namun mereka tak mau melihat padaKu. baiklah, sekarang mereka tertinggal, dan tak ada yang dapat Ku-lakukan bagi mereka sekarang. mengapa, sebab Aku telah membawah GerejaKu bersama Ku. Sedang Umat-Ku berada di Surga dengan-Ku menikmati perjamuan kawin anak Domba, sementara orang-orang ini dalam penderitaan, akan ada tangisan dan kertak gigi. Sebab mereka tidak menuruti Firman-Ku, mereka lebih suka ber lelucon dan mengkritik Firman-Ku.”

KITAB KEHIDUPAN

Yahweh menunjukan sebuah buku besar. bercahaya dan terbuat dari emas. Saya berkata, “Yahweh buku besar itu,untuk apakah itu?” Dia menjawabku, “Hamba dalam buku ini ada nama-nama mereka yang memuji-Ku, dan nama-nama mereka yang bertobat dan mencari jalan-jalan-Ku. Sebab inilah Kitab kehidupan. Dalam buku ini tertulis mereka semua yang berkumpul bersama memuji dan memuliakan Nama-Ku.” Buku itu sangat besar, ditulis dengan emas. Dia berkata, “Lihat Hamba-Ku,banyak nama-nama ini belum Ku-hapus sebab besar Anugerah-Ku,banyak telah berpaling. Banyak telah membelakangi-Ku, namun Anugerah-Ku besar sehingga belum Ku-hapus mereka, sebab tidak Ku-kehendaki seorangpun binasa,tetapi menerimah hidup Kekal.” Kujamah, dan kulihat banyak nama tertulis didalam nya.

NERAKA

Kemudian Yahweh berkata,“Hamba,Akan Ku-tunjukan neraka.” saya berkata, “Yahweh, jangan, saya tak mungkin menghadapinya, semua yang Engkau tunjukan, sudahlah cukup.Yahweh berkata padaku, “Hamba akan Ku-tunjukan neraka,agar kau pergi dan beritakan pada Gereja dan manusia bahwa ada Surga dan juga ada Neraka.” Kami mulai turun. Masih jauh dari neraka saat kudengar jeritan dan keluhan. Saya berkata, “Yahweh bawalah saya keluar dari sini,sebab saya tak mampu menghadapinya!” Yahweh menjawab, “Lihat Hamba, jangan takut sebab Aku menyertaiMu.” Kami turun melalui beberapa terowongan.Gelap pekat di tempat itu seperti tak pernah kurasakan di bumi Kami lalui beberapa tembok dan kudengar banyak jiwa-jiwa yang menjerit dan berteriak, teriakan kesakitan dan kepedihan. Yahweh berkata, “Hamba mari berjalan.” Kami tiba pada tempat dimana ada orang berteriak.saya bertanya, “Yahweh,mengapa kami berhenti disini?” Dia menjawab,“Lihat Hamba,perhatikan orang ini, sebab orang ini adalah keluargamu didunia.” Saya berkata, “Yahweh siapa dia? Saya tak dapat mengenalnya.” Yahweh berkata, “dia adalah nenekmu sewaktu didunia, dia keluargamu,tetapi dia sangat tidak percaya, itulah sebabnya dia disini.

Ia berkata, “Tolong berikan aku air,bawah aku keluar dari sini, sebab saya tak dapat menahan penderitaan ini, saya haus.” Namun saya tak dapat berbuat sesuatu, hanya menangis. Dan berkata,“Yahweh untuk AnugerahMu yang pasti dan untuk kebaikanMu yang pasti, bawalah ia keluar dari sini! Mengapa ia disini, jika orang tua ku berkata bahwa ia di Surga?

Yahweh berkata, “Hamba, Pendeta katakan pada orang tuamu bahwa dia telah pergi ke Surga, namun itu tipu. penipuan, sebab dia menyembah gambar-gambar [berhala: benda, gambar, imaginasi atau apapun yang disembah atau ditempatkan lebih mulia dibanding Yahweh ], dia mendambakan gambar-gambar dan lihat bagaimana imaginasinya tak dapat menyelamatkannya. Berulangkali Aku mengetok pintu hatinya, agar dia membukanya, dan Aku akan masuk, namun dia memutuskan untuk berlelucon dengan Firman-Ku. Dia putuskan lebih baik mengikuti dunia daripada Menghormati NamaKu, dan itulah sebabnya dia berada disini. Dia tak pernah ingin menerimah Firman-Ku, dia tak pernah ingin bertobat,dan pendeta mengatakan pada mereka bahwa ia telah terbang ke surga dan bahwa dia telah berada dirumahnya disurga, namun itu suatu tipuan. Lihat HambaKu, dimana dia.” Dia menangis dalam kepedihan. Dan berkata, “berikan aku air! Bawalah aku keluar dari sini!” Yahweh berkata, “Hamba, Aku tak dapat melakukan sesuatu, Jiwa ini bukan milik-Ku lagi.” Kami berbalik dan melangkah pergi. Dia berteriak, “Tidak! Jangan tinggalkan aku disini! Berikan aku air!bawalah aku keluar dari sini!” dia tak dapat berbuat apa-apa.

Kami terus melihat banyak orang. Jiwa-jiwa mencoba menjamah Jubah Yahweh, dan berkata, “Bawalah kami keluar dari sini!” tetapi Yahweh berkata pada mereka, “Enyahlah dari padaKu, sebab engkau bukan kepunyaanKu lagi, punyamulah setan dan iblis-iblisnya.” Itu suatu tempat yang buruk, dengan banyak jiwa-jiwa, sangat banyak orang.

TAHTA SETAN / IBLIS

Kami tiba di tempat buruk, Yahweh berkata, “Lihat Hamba, Akan Ku-tunjukan tahta Setan.” Saya berkata, “Tidak Yahweh! Saya tak mau melihat takhta itu!” Ia membalas, “Hamba jangan takut,sebab Aku menyertaiMu.” Kamipun tiba ditempat menakutkan, Kulihat kursi besar dan setan diatasnya. dia memiliki kuku yang besar, dia tertawa-tawa, tak dapat berhenti. Kulihat roh-roh jahat [demons] dimana-mana. dalam berbagai ukuran, kulihat penguasa-penguasa, pertahanan-pertahanan, dan banyak roh-roh jahat yang berbeda. kulihat Setan memberikan perintah pada roh-roh jahat untuk pergi kedunia dan memprovokasi segala macam perkara jahat. Kulihat bagaimana roh-roh ini pergi dan meyebabkan kehancuran, pembunuhan, pertikaian, perceraian serta segala bentuk kejahatan. Lalu mereka kembali dan melaporkan apa yang mereka telah buat. Dan Setan akan tertawa-tawa. dan ia memberikan hadiah pada roh-roh jahat itu, dan roh-roh jahat itu mulai merayakannya, dan memujinya serta bernyanyi untuknya.

Kulihat Setan mempunyai rancangan besar menghancurkan orang Kristen, menghancurkan hamba-hamba Elohim. Kulihat Gereja-Gereja megah dan jemaat yang hidup sama seperti orang duniawi. Yahweh berkataDilempar ke Neraka,“Lihat Hamba, Jemaat-jemaat ini telah dipengaruhi oleh Setan, mereka tak akan diangkat bersama denganKu.”

Yahweh tunjukan bagaimana setan menyebabkan pembunuhan, dan semua jiwa-jiwa itu yang tiba di tempat terkutuk ini, sebuah tempat keji.  Kulihat tungku perapian, dan Yahweh berkata, “Lihat Hamba, inilah Lautan Api, dan ini adalah Neraka.”

Setiap saat iblis-iblis menyebabkan pembunuhan, jiwa-jiwa itu jatuh kedalam perapian. Api lalu membakar melelehkan mereka. Jiwa-jiwa itu menangis dalam kesakitan dan siksaan, dan iblis-iblis akan kembali pada takhta setan dan menceritakan apa yang mereka lakukan.  setan akan tertawa-tawa dan memberi hadiah pada iblis-iblis itu. mereka lalu menyanyi dan melompat bagi setan, dan merayakannya. Setan tertawa dengan gembira dan bangga sebab semua jiwa-jiwa yang tiba di neraka. Jiwa-jiwa ini jatuh setiap detik, setanpun sangat bangga dan membuatnya tertawa-tawa.

Inderaku merasakan iblis-iblis disekitar itu, sangat banyak kubu-kubu pendirian. Saya berkata, “Yahweh tolong bawah saya keluar dari sini,saya tak dapat bertahan lagi.” Para demon akan menikam dan mengganggu jiwa-jiwa itu. jiwa-jiwa ini akan menjerit, “tinggalkan kami sendirian! tinggalkan kami dalam damai, kami tak mau diganggu lagi, kami ingin kedamaian!” Roh-roh jahat inipun tertawa.

KOTA KUDUS

Setelah itu kami pergi dan Yahweh berkata, “Lihat,Hamba Aku akan menunjukan Kota Kudus, agar kau dapat pergi dan katakan pada umat-Ku keagungan yang kusiapkan bagi mereka.” Kami menanjak dan tiba pada suatu tempat yang indah, dimana ada pepohonan indah, cemara yang sangat tinggi. Segala sesuatu sangat indah disana. Saya dapat merasakan kedamaian. Ada pelangi indah Pada pintu kota itu. Banyak malaikat pada kedua sisi jalannya. Kami melalui pintu dan Yahweh berkata, “Hamba, inilah Kota Kudus.” Kami berjalan hingga tiba pada sebuah taman yang dipenuhi bunga-bunga rose indah, yang tak pernah kulihat di bumi.

Kulepaskan tangan Yahweh lalu berlari ketaman. Kupeluk bunga –bunga itu, mereka sangat sempurna dan aromanya sangat nikmat. Saya hendak memetik bunga namun Yahweh berkata, “Tidak Hamba, belum saatnya mengambil sesuatu. Kau dapat mengambil bunga-bunga ini saat umat-Ku tiba disini, saat Gereja-Ku tiba ditempat ini, lalu dapat kau ambil bunga-bunga ini.” Saya katakan,“Yahweh, kuingin membawah hanya satu bunga agar dapat kutunjukan pada semua Gereja dibumi.” Tetapi Yahweh berkata, “Tidak, hamba, karena Umat-Ku belum tiba disini.” Kulihat banyak tipe bunga-bunga indah.

Kami lalui padang rumput hijau yang indah.Yahweh duduk pada rumput,dan dengan senyuman indah Dia berkata,Hamba, semua yang kau lihat dan jamah ini telah Ku-sediakan bagi umat-Ku.”  Sorga

Kami ketempat dimana sebuah pohon besar dipenuhi buah-buahan. Saya berkata, “Yahweh, pohon ini? Apa arti pohon ini?Dan semua buah-buah ini?” Hendak kupetik se-buah namun sekali lagi Yahweh katakan, “Tidak, Hamba, kau belum dapat memetik buah-buah itu,sebab pohon ini adalah pohon kehidupan, dari pohon kehidupan ini umat-Ku akan makan saat mereka tiba disini. Sementara itu kau tak dapat memetik apapun sampai mereka telah tiba disini.” Buah pohon itu sangat indah.

Kami berpacu,kulihat kupu-kupu dan hewan indah. Yahweh berkata, “Hamba semua ini bagi umat-Ku. Katakan pada umat-Ku bahwa segera,mereka akan bersamaKu disini,di kota Kudus ini.”

Kami lanjut dan tiba ditempat indah lain,banyak pepohonan besar dan cemara. Yahweh berkata, “Hamba,semua ini bagi umat-Ku.hamba,kemarilah sebab hendak Ku-tunjukan suatu kejutan.”

Kami tiba ditempat dimana banyak Malaikat berada. Seorang Malaikat sangat besar, mempunyai sebuah sangkakala besar pada mulutnya. Saya berkata, “Yahweh, malaikat itu,apa artinya?Yahweh menjawab, “Lihat Hamba,malaikat ini sedang menunggu tanda, Ia sedang menunggu aba-aba yang akan Kuberi, agar Dia meniup sangkakala, saat Ia memainkan sangkakala, umat-Ku akan terangkat, diangkat,dan di-ubah. Namun pastikan satu hal hamba, sangkakala ini akan terdengar bagi yang memperhatikan!sebab itu pergi dan katakan pada umat-Ku untuk memperhatikan, katakan pada umatKu jangan tertidur,sebab jika tertidur, engkau tak dapat mendengar sangkakala, katakan pada umat-Ku untuk memperhatikan,bagi mereka yang tidur, Aku tak dapat membangunkan mereka.”

Malaikat ini sangat besar dan indah, dibelakangnya ada banyak malaikat yang mempunyai sangkakala kecil. Yang terbuat dari emas, sangat bercahaya. Yahweh katakan, “Hamba, katakan pada umat-Ku untuk bersiap,Aku hendak memberi aba-aba bagi sangkakala dibunyikan.”

kami terus menunggang dan Yahweh berkata, “Lihat hamba, akan Ku-tunjukan Takhta Bapa-Ku. Belum Ku-tunjukan pada-Mu, namun akan Ku-tunjukan sekarang, agar kau dapat pergi dan katakan pada umat-Ku bahwa Bapa-Ku benar-benar ada, dan bahwa Aku benar-benar ada.” Kami mulai berjalan, Yahweh, Malakat dan saya. Saat masih jauh dari Takhta Bapa, saya tak bisa bertahan; tak bisa berdiri dihadapan Kuasa dan Kemuliaan. Saat mendekat, saya merasa seperti sebuah kapas, saya tak mampu. Jika malaikat tidak memegangku, maka saya tak bisa berjalan.

Kami tiba pada Takhta Bapa, dan saya dapat merasakan sesuatu Kuasa yang dasyat mengalir dari Takhta.  Kilat yang kuat datang dari Takhta; sangat mulia dan Besar. Kekuatan yang dasyat sedang mengelilingi Takhta; bersinar dan terbuat dari emas. Seseorang duduk di Takhta, tetapi Saya tak dapat melihat wajahNya, saya tak dapat bertahan dengan Kuasa yang mengalir dari Takhta. Saya hanya dapat melihat Bapa dari pinggangnya kebawah. Tetapi dari pinggang keatas tak dapat kulihat, karena saya telah terjatuh kelantai. tak mampu dengan Kuasa dan kemuliaan.

Setelah itu kulihat 24 tua-tua memuji dan memuliakan Nama Yahweh. Kulihat Malaikat-malaikat penghulu juga memuliakan Nama Yahweh. Ke-24 tua-tua bersujud dan berkata “Kudus, Kudus, Kudus-lah Yahweh!Malaikat-malaikat tidak pernah merasa lelah memuliakan dan memuji Yahweh, dan tua-tua tidak pernah berhenti memuliakan Nama Yahweh. Api yang dasyat datang dari Takhta, dan ada banyak hal-hal yang indah ada pada Takhta itu.

Kemudian kami meninggalkan Takhta dan datang pada Malaikat yang besar. Saya berkata, “Yahweh siapakah malaikat itu?Yahweh menjawab, “Lihat hamba, inilah Malaikat Gabriel, dan Lihat pada malaikat yang lain,sebab inilah Mikael.” Mereka sangat besar dan indah. Yahweh berkata, “Hamba,pergi dan katakan pada umat-Ku bahwa malaikat Gabriel dan malaikat Mikael sungguh ada.”

Setelah itu Yahweh berkata, “Hamba, kemarilah, sebab akan Ku-tunjukan sebuah cambuk.” Kami tiba di tempat lain dimana kulihat Yahweh mengeluarkan sebuah cambuk ada tiga bagian di ujungnya. Dia memukul sebuah kursi besar, dan berkata, “Hamba ini bagi anak-anak yang tidak taat, cambuk ini bagi mereka yang tidak mematuhi Firman-Ku, baiklah, Aku akan mencambuk mereka dengan cambuk ini, sebab Aku menghajar mereka yang Ku-kasihi.” Kulihat Yahweh mencambuk sebuah kursi, dan saya berkata, “Tolong Bapa, jangan memukulku dengan cambuk itu!” Yahweh membalas, “Baiklah Hamba, jika demikian Patuh-lah pada-Ku, sebab siapa yang tidak mematuhi-Ku, AKu-men-disiplinkan.” (Wahtu 3:19 Barangsiapa Kukasihi, Ia Kutegor dan Kuhajar.sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah.)

Yahweh membawahku ketempat istimewa,indah,kulihat Makhota–Makhota emas. Namun makhota-makhota ini telah mempunyai nama tertulis padanya, dan dipenuhi mutiara-mutiara! Yahweh berkata, “Lihat hamba, makhota disini adalah untuk hamba-Ku Yiye Avila, ini untuk hamba-Ku Arturo García.” Makhota-makhota itu sangat berharga! satu Makhota tertulis [nama-nama orang]: “Aida Vadillo”, yang lain “Miguel Duran”, lainnya lagi “Armando Duran.””Pablo Pintado”, danNahum Zamudio.”

Yahweh berkata, “Hamba, disini Kuijinkan engkau melihat. Ini menunjukan padamu bahwa makhota-makhota hamba-Ku yang bekerja pada kebun anggur-Ku, ada pada-Ku. Sebab itu dapat kau lihat bahwa hamba-Ku yang memberitakan Firman-Ku. Aku mempunyai hadiah yang besar bagi mereka.” Kulihat ribuan makhota-makhota bernama.

Kujamah sebuah makhota, tetapi kulihat makhota ini gugur semuanya. “Yahweh! Jangan biarkan makhota ini menjadi milikku! Yahweh berkata, “Lihat Hamba, inilah yang terjadi bagi mereka yang tidak mau bekerja pada kebun anggur-Ku lagi, kepada siapa yang lebih suka membelakangi-Ku dari pada  memuji-Ku. Lihatlah hamba, hamba ini tak mau memuji-Ku lagi, inilah yang terjadi dengan makhotanya. Hamba-hamba yang tak mau bekerja di kebun anggur-Ku lagi, inilah yang terjadi dengan makhotanya.” (Wahyu 3: 11)

Yahweh membawaku ketempat indah lainnya, dan kulihat banyak orang yang sedang tertidur. Mereka dikenakan jubah-jubah putih. Saya berkata, “Yahweh, siapakah orang-orang ini? Yahweh menjawab, “Lihat hamba, semua orang-orang ini adalah mereka yang telah mati dibumi, dan sekarang mereka beristirahat di Firdaus, dan ketika tanda Ku-beri bagi sangkakala dibunyikan, yang mati akan dibangkitkan terlebih dahulu kemudian yang berada dibumi.” Banyak sekali orang-orang, dan jubah –jubah merekapun sangat putih. (1 Tesalonika 4:16-17)

Tak ada seorangpun berbicara kepada yang lainnya; mereka hanya tertidur, dalam ketiduran yang nyenyak. Dan Yahweh berkata padaku, “Hamba mereka sedang beristirahat, tetapi pada saat sangkakala dibunyikan, mereka akan bangkit pertama, dan mereka yang masih berada di bumi akan terangkat bersama-sama dengan-Ku, bersama dengan-Ku. Dan Kemudian kami dapat merayakan perjamuan kawin Anak Domba.”

[Tamat]
oleh Jannet Balderas Canela

Lalu Ia berkata kepadaku: “Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, dan Yahweh, Elohim yang memberi roh kepada para nabi, telah mengutus malaikat-Nya untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi.” “Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!” (Wahyu 22:6-7)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Elizabeth dari Indonesia Diperlihatkan Sorga dan Neraka

Elizabeth bersaksi tentang neraka

Kata Pengantar dari Moderator PenjalaBaja.wordpress.com: Puji syukur kepada Bapa Sorgawi, yang begitu bermurah hati bersedia membukakan perkara-perkara yang begitu penting – Kehidupan kekal setelah kematian dari tubuh yang fana; yakni kehidupan di Sorga dan di Neraka. Dalam abad yang semakin tidak perduli dengan hati nurani dan kehidupan bermoral sekarang ini, Dia masih tetap bekerja dan berbicara – untuk menunjukkan Jalan Keselamatan menuju Sorga – melalui cara-Nya sendiri yang unik; membawa beberapa orang dari berbagai negara untuk melihat dengan mata-rohani mereka sendiri bahwa Sorga dan Neraka sungguh ada, dan sekali lagi kita bersyukur kepada Dia, bahwa Dia juga memberi kita saksi hidup untuk menyaksikan perkara-perkara ini kepada kita melalui seorang wanita Indonesia, bernama Elizabeth.

Sebagian kesaksian Saudari Elizabeth dapat dilihat pada video ini Video Kesaksian Pertama ; Video Kesaksian Kedua.
Kesaksian Elizabeth dalam bentuk tulisan di bawah ini (lebih lengkap dari yang di video) diadopsi dari  Pedson.blogspot yang berjudul Sorga dan Neraka.
Semoga menjadi berkat bagi setiap Anda yang membacanya. Moderator.

[Elizabeth memulai kesaksiannya]
Shalom saudara, selamat sore, saya mengucap syukur kalau sampai saat ini saya masih boleh ada dan diberi kesempatan oleh YAHWEH untuk hidup dan untuk bersaksi semuanya ini oleh karena kasih karunia YAHWEH
Kejadiannya pada bulan September 2001, ketika itu saya dan team sedang berdoa syafaat di gereja.
Saat itu saya sadar masih ada di dalam gereja, tapi saya juga merasakan bahwa roh saya dibawa oleh Adonai Yeshua ke suatu tempat lain.

N E R A K A

Saya tiba di sana dan tempat itu sangat mengerikan. Berbau busuk, amis, bau darah, bau benda-benda terbakar, bahkan lebih busuk dari bau pasar ikan.
Saya lihat disana ada banyak hal-hal yang mengerikan. Dan yang paling membuat saya tidak tahan adalah begitu banyaknya orang-orang yang menjerit ketakutan, minta tolong, minta ampun kepada Adonai. Mereka berkata ”Lepaskan saya Adonai, tolong saya Adonai, ampuni saya Adonai, saya sudah tidak kuat lagi berada disini” tetapi Adonai Yeshua hanya berkata, “Pengampunan yang Aku berikan sudah terlambat kesempatan itu sudah tidak ada lagi ketika kamu masih ada di dunia kamu tidak mau pakai kesempatan itu tapi kamu sia-siakan, tetapi jika kamu minta ampun sekarang itu sudah terlambat.”
[Setelah seorang mati, roh dan jiwanya keluar dari tubuhnya, maka sejak saat itu segala penyesalan dan permintaan ampun sudah terlambat. Jiwanya langsung dilempar ke Neraka, tubuh kebangkitannya akan menyusul dan disatukan kembali setelah Hari Penghakiman.]
Disana saya juga melihat berbagai macam hal-hal yang sangat mengerikan, jutaan orang di sisi kanan saya dibakar api hingga tubuh mereka meleleh. Anehnya tubuh yang meleleh tadi kemudian kembali tumbuh normal dan utuh, tapi kemudian dibakar lagi sampai habis, dan hal ini terjadi berulang kali, sehingga sakitnya itu tidak terkira dan tidak pernah berhenti. Sifatnya kekal.
Di sisi kanan itu juga saya melihat ada orang yang digerogoti ulat-ulat kecil, seperti yang sudah disampaikan dalam Firman YAHWEH bahwa di Neraka terdapat api tidak pernah padam dan ulat-ulatnya tidak pernah mati itu adalah benar. Jutaan orang berteriak-teriak kesakitan karena dibakar api dan digerogoti ulat-ulat.

Tubuh-tubuh tersebut digerogoti dari bawah sampai atas sampai habis tidak bersisah, tapi kemudian dagingnya muncul lagi lalu digerogoti lagi. Itu terjadi terus menerus dan saya lihat bahwa kebanyakan orang-orang yang digerogoti ulat itu adalah para pemimpin dari agama sepupu kita (Islam), yang dapat saya kenali dari pakaian mereka, seperti juga ada yang menggunakan sorban, dll. Mereka ini menjerit minta tolong dan minta ampun, tapi Adonai berkata, “Semuanya sudah terlambat.”

Keadaan Neraka sangat mengerikan, panas, berbau busuk, jalanan dan dindingnya pun lembek, seperti ingus, lengket dan berwarna busuk.
Waktu itu Adonai berkata pada saya “Setiap kamu bertemu dengan orang lain, terutama orang-orang yang belum dan tidak percaya Aku, sampaikan kesaksian ini, bahwa Neraka itu benar ada, bahwa Sorga itu benar-benar ada. Jika mereka tidak percaya itu terserah mereka apabila mereka percaya itu bagus, Haleluyah; tetapi apabila mereka tidak percaya ya sudah, biarkan saja, tidak usah bingung, yang penting kamu sudah menyampaikan dan mereka sudah mendengar, keputusan ada di tangan mereka masing-masing.”

Saya dan Adonai Yeshua terus berjalan hingga tiba di sebuah persimpangan, ada jalan yang ke kiri dan ada jalan yang ke kanan. Saya melihat ada banyak sel-sel yang diisi dengan orang yang jumlahnya banyak sekali. 1 sel diisi 1 orang, kemudian juga ada iblis yang sedang tertawa kesenangan diantara banyak orang yang menangis menjerit karena tidak tahan oleh siksaan. Ada yang matanya dicungkil sampai darahnya mengalir deras sekali, tapi anehnya bisa muncul lagi mata yang baru dan dicungkil lagi.  Ada yang tangannya dikuliti, ada yang lidahnya dipotong-potong, tetapi sama seperti diawal kesaksian saya, mata, tangan, lidah, dan lain-lain itu bisa kembali normal utuh kembali, namun setelah itu kembali disiksa. Tiada henti-hentinya, siksaan di Neraka itu sifatnya kekal. Saya dengar lagi semua orang menangis, minta tolong dan minta ampun, tapi Adonai tetap tidak bisa menolong, karena semua memang sudah terlambat.

Saya kemudian bertanya pada Dia, “Adonai, orang-orang yang ada disini pasti orang-orang yang tidak percaya Engkau ya?” Tetapi Adonai menjawab, “Oh tidak. Justru yang ada disini adalah orang-orang Kristen yang sudah percaya Aku.” Saya kaget sekali, lalu saya bertanya kenapa orang-orang Kristen tersebut juga ada di Neraka, bukankah mereka sudah percaya dan menerima Yeshua. Adonai pun menjawab, “Mereka memang orang Kristen yang percaya dan menerima Yeshua, tetapi kehidupan yang mereka jalani bukanlah kehidupan kudus yang diinginkan YAHWEH. Mereka diberi anggota tubuh yang lengkap seperti tangan yang seharusnya untuk menyembah YAHWEH, tetapi digunakan untuk memukul dan membunuh. Diberi mulut untuk memuji YAHWEH tetapi digunakan untuk menggerutu, mengomel dan mencaci maki orang. Memakai mata untuk menonton video porno atau buku-buku yang tidak benar.”
Jadi hal-hal itu tidak berkenan bagi YAHWEH. Kita harus dapat mempergunakan tubuh yang diberikan YAHWEH dengan benar dan selalu menjaga kekudusannya, karena apapun yang kita lakukan di dunia ini akan kita pertanggungjawabkan kepada YAHWEH setelah kita dipanggil kembali. Kita tidak dapat menyembunyikan apapun dari YAHWEH karena YAHWEH mengetahui segala apa yang kita lakukan, walaupun ditempat yang tersembunyi sekalipun.
Saya pun diajak jalan – yang dinding temboknya berlendir seperti cairan ingus, lengket dan sangat bau – ke dalam ke pusat Neraka. Dipusat Neraka ada ada sebuah sumur yang menyerupai kawah belerang. Didalam sumur itu saya melihat ada orang-orang yang diikat berdua-duaan, perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki. Adonai pun menjelaskan kepada saya bahwa mereka yang diikat berduaan itu adalah para lesbian, waria dan homo. Yang walaupun mereka mengaku bahwa mereka menerima dan percaya Yeshua, tetapi kehidupan mereka tetap seperti itu (tidak berhenti dari praktek kehidupan yang dilarang Elohim), maka mereka akan di tempatkan YAHWEH di sana.

Tidak jauh dari sana, di pusat Neraka juga ada juga orang-orang yang dihukum di kawah belerang ini, yaitu orang-orang yang suka dengan perdukunan, suka cari penglarisan, cari paranormal, kemudian ada juga sel-sel, dimana 1 sel diisi 1 org, yang didalamnya terdapat orang-orang yang alat kelaminnya digerogoti ulat-ulat sampai darahnya mengalir deras kemudian bentuknya kembali normal dan utuh lagi, kemudian digerogoti lagi dan hal itu terjadi berulang-ulang, tidak pernah berhenti. Adonai bilang kepada saya bahwa itu adalah tempat untuk orang-orang yang mengaku sudah Kristen tetapi masih tetap bermain-main dengan dosa, masih ke tempat-tempat yang tidak benar, sudah punya isteri tapi punya simpanan (gundik), itu akan masuk ke sana, karena menganggap masih ada waktu buat bertobat, padahal kita tidak tahu kapan kita akan menghadap YAHWEH.

Semakin kedalam lorong Neraka, keadaan semakin gelap dan pengap, terus saya melihat ada iblis-iblis yang berkata “Ayo pak pendeta, khotbah lagi pak pendeta, kamu kan didunia khotbah, kenapa disini tidak mau khotbah.” Saya jadi bingung kok ada pendeta yang masuk Neraka? Pendeta kan hidupnya suci dan percaya Yeshua. Tapi Adonai berkata, pendeta itu memang rajin berkhotbah, mengabarkan Firman YAHWEH, tetapi dia sendiri tidak menjalankan Firman itu dalam kehidupannya; dia menggelapkan dan menggunakan uang jemaat, hidup tidak kudus, punya istri simpanan, dll. Merekalah yang ditempatkan disana oleh Adonai. Saya melihat pendeta itu berusaha keluar, tetapi tidak bisa, kemudian mulutnya dirobek dan dicakar oleh iblis sampai tidak berbentuk, darah mengalir, tetapi mulut dan wajahnya kembali normal lagi, terus dicakar disobek lagi, dst, dst. Disana juga para pendeta itu berteriak kepada Adoanai, minta ampun, tapi Adonai tetap berkata, bahwa semua itu sudah terlambat, ketika orang-orang tiba di Neraka kesempatan bertobat itu sudah tidak ada.

Setelah melihat semua ini, saya bilang ke Adonai, ”Adonai saya tidak mau tinggal disini, saya tidak mau masuk kesini lagi,” bahkan sampai saya sadar dan roh saya telah kembali ke tubuh saya pun, bau busuk Neraka itu masih tercium, padahal didekat saya tidak ada sampah atau kotoran berbau busuk (saking bau busuknya, setelah sadar, elizabeth sampai 40 hari tidak makan, hanya minum saja. Haleluyah dia tetap kuat, tidak lemas, menurutnya mungkin karena dia makan buah yang diberikan Adonai pada saat mereka berada di taman dalam Sorga).
Ketika saya bilang ke Adonai kalo saya sudah tidak kuat lagi, lalu Adonai memeluk saya dengan hangat, menghibur saya dan akhirnya membawa saya ke suatu tempat lain yang sangat jauh berbeda dengan Neraka. Tempat yang sangat indah, teramat sangat indah sekali.

S O R G A

[Jenis rumah yang berbeda; Bertemu nabi Musa, raja Daud dan rasul Yohanes dan rasul Paulus]
Disana saya melihat ada banyak sekali rumah, ada yang kecil dan ada yang besar, ada yang sudah jadi dan ada yang belum jadi. Lalu saya bertanya kepada Adonai, rumah-rumah siapakah itu. Dia menjawab kalo itu adalah rumah untuk anak-anak-Ku. Nanti apabila pulang sudah disediakan rumah tinggal. Saudara, apa yang dikatakan Alkitab itu benar bahwa Adonai Yeshua pergi kepada Bapa Sorgawi untuk menyediakan tempat tinggal bagi kita semua.

Yang disediakan untuk kita yang percaya kepada Adonai Yeshua, yang percaya dan mau melayani-Nya dengan kudus, tulus dan murni hatinya.
Saya juga bertanya kok rumahnya ada yang kecil dan ada yang besar, Adonai menjawab bahwa itu semua tergantung dari ketulusan pelayanan kita…bukan dari banyaknya pelayanan yang dilakukan, tapi dari ketulusan dalam melayani Dia, motivasi dalam melayani. Semakin kita tulus dan dekat maka semakin Dia memberikan tempat yang terbaik.
Terus diantara rumah-rumah itu ada yang separoh jadi dan ada yang sudah jadi, Tuhan bilang bahwa yang sudah jadi artinya orangnya sudah meninggal dan sudah bersama dengan Dia, sedangkan yang baru separuh jadi artinya orangnya masih belum meninggal.
Sorga itu sangat terang sekali, tidak menyilaukan tidak panas di kulit walalupun terang sekali, tapi sejuk di kulit.

Di ujungnya Sorga saya melihat ada barak, ada suatu tempat besar tapi untuk rombongan banyak orang, yang ternyata itu adalah tempat untuk orang-orang yang tidak percaya Adonai Yeshua tetapi waktu mau meninggal, misalnya dalam keadaan sakit atau koma, terus didoakan dan mau bertobat, menerima Yeshua Ha Mashiah terus langsung meninggal, maka mereka akan ditempatkan disana. [Masuk Sorga dengan perasaan malu atau pas-pasan, kata Pendeta  Yong Gyu Park dari Korea Selatan]

Jalan yang ada di Sorga, di rumah-rumah itu indah sekali, seperti butiran kaca. Ada banyak pohon buah-buahan. Saya juga sempat diberi buah oleh Adonai dan ajaib, begitu buahnya dipetik, langsung numbuh lagi. Jadi kehidupan di Sorga maupun di Neraka itu semua adalah kekal.
Tidak jauh dari situ saya melihat ada istana yang indah sekali, Adonai katakan itu adalah Istana-Nya dan akhirnya mengajak saya kesana.

Disana saya melihat banyak orang memuji dan menyembah Adonai setiap saat tanpa ada rasa capek, ngantuk dan lelah. Mereka memuji Adonai setiap saat, setiap waktu. Sesuai dengan Firman YAHWEH, saya lihat istana itu benar terdiri dari emas permata. Lantainya terbuat dari emas, dindingnya dari batu permata yang indah sekali. Adonai adalah Raja diatas segala raja, Dia adalah Raja yang sangat kaya sekali.
Saya lihat juga ada malaikat. Malaikat itu ada dua macam, ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap.

Malaikat yang bersayap itu adalah untuk peperangan rohani dan yang tidak bersayap untuk puji-pujian.
Kemudian karena kasih dan kemuarahan hati Bapa, saya juga dipertemukan dengan Yohanes, murid yang paling dikasihi Adonai. Yohanes berkata pada saya, “Kamu ingini hati-Nya saja, ingini dekat sama Adonai saja, janganlah mengingini yang lainnya.”

Setelah itu saya diajak ke pekarangan dan disana saya bertemu dengan Raja Daud yang masih berpakaian seorang raja lengkap, kemudian dia berkata pada saya kalo dia ada di sana hanya karena kasih dan kemurahan hati Adonai. Saya takjub sekali karena setahuu saya Raja Daud itu kan intim sekali dengan YAHWEH, tetapi kok dia sendiri bisa berkata bahwa dia ada disana hanyalah karena kemurahan hati YAHWEH. Kemudian bagaimana dengan kita yang hidup di dunia ini dan tidak intim dengan Dia? Raja Daud juga berpesan pada saya untuk menyampaikan kepada anak-anak YAHWEH untuk selalu menjaga kekudusan apalagi anak-anak muda jaman sekarang yang gampang jatuh dalam ketidak kudusan seperti melakukan perzinahan dan kenajisan.
Saya juga bertemu dengan Musa yang hanya berkata “Aku menyesal karena tidak dapat masuk ke Tanah Perjanjian (Israel).”

Saya juga ketemu Paulus yang bilang bahwa jika kamu menghadapi pencobaan yakinlah bahwa itu tidak akan melebihi kekuatannmu. Jadi saudara-saudara, yakinlah saat kita menghadapi kesulitan yang luar biasa yakinlah bahwa Adonai pasti akan menolong dan pencobaan itu tidak akan melebihi kekuatan kita.
Kemudian saya bertanya pada Adonai, apa kunci untuk bisa masuk istana-Nya, Dia pun menjawab, “Hal itu gampang sekali, kamu cuma harus intim hanya sama Aku, deket dengan Aku, melekat pada Aku, tidak ada yg lain.”

Saya bersyukur sekali bisa ketemu Adonai Yeshua yang memulihkan kehidupan saya, karena hanya pertemuan pribadi ini yang memulihkan saya.
Adonai Yeshua wajahnya lembut dan penuh kasih, jauh berbeda denga gambar-gambar yang ada. Wajahnya mulia dan bisa membuat kita terkesima melihat-Nya.
Tokoh-tokoh Alkitab yang kita baca umurnya ratusan tahun juga waktu saya temui di Sorga, mereka umurnya masih muda, sedang gagah-gagahnya, sekitar umur 30 – 40 tahun. Sayapun waktu dibawa Adonai, di alam roh, saya seperti anak kecil berumur 10 tahun, padahal dalam kehidupan nyata, umur saya sudah 21 tahun.

Jadi saudara-saudara, bersiap-siaplah, supaya kita selalu layak di hadapan Adonai, hidup kudus dan dekat melekat denga Dia. Kita tidak tahu kapan kita dipanggil, jadi harus cepat bertobat dan hidup kudus.
Buat saudara-saudara yang belum percaya, cepat-cepatlah percaya karena hanya Adonai Yeshua Ha Mashiah lah yang punya Kerajaan Sorga, hanya Adonai Yeshua lah satu-satunya jalan menuju keselamatan dan Sorga.
Praise The Lord….

Karena begitu besar kasih Elohim akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Elohim mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Elohim. (Injil Yohanes 3:16-18)

Yeshua inilah yang dibangkitkan Elohim, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Jadi seluruh kaum Israel [dan bangsa-bangsa lain di dunia] harus tahu dengan pasti, bahwa Elohim telah membuat Yeshua, yang kamu salibkan itu, menjadi Yahweh dan Ha Mashiah.” Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: “Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?” Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yeshua Ha Mashiah untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Yahweh Elohim kita.” (Kisah para Rasul 2:32, 36-39)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Anak-anak kecil Nazaret Menghidupkan Kembali Bahasa Aramik

“Haleluyah, diberkatilah Yahweh, “ teriak anak laki berumur 7 tahun bermain-sepak-bola dalam bahasa Aramik. Mereka bemain sepak bola sambil berkomunikasi dalam bahasa Aramik Tidak jauh dari situ seorang gadis memegang tas merah jambu berisi kertas-kertas salinan Doa Bapa Kami dalam bahasa Aramik. May Shkhady, 8 tahun, seorang anak perempuan dari sekolah ini yang senang sekali memakai bahasa ini di dipergaulannya, mengatakan, “Saya senang belajar bahasa Aramik karena itu adalah bahasa Yeshua. Itu seperti bahasa rahasia yang kami dapat bicara diantara kami.”

Bahasa Aramik dipercayai oleh banyak ahli Alkitab sebagai bahasa ibu dari Yeshua Ha Mashiah. Dan kota Nazaret adalah tempat dimana Juruselamat Dunia ini dibesarkan.

Saat ini kurang dari 5 persent dari populasi orang Maronite, bertempat di Nazaret bagian utara, yang mengaku dirinya lancar berbahasa Aramik. ”Goal kami ialah menghidupkan kembali bahasa Aramik. Ketika sebuah bahasa hilang bagian dari budayanya hilang. Lagu-lagu tertentu , tradisi-tradisi, praktek-praktek hanya dapat dimengerti di dalam bahasa dimana mereka diciptakan,” kata Shadi Khalloul, direktur pembantu dari sebuah gereja berbahasa Aramik. “Ini adalah bahasa Yeshua, cara terbaik kami mengerti Dia melalui bahasa-Nya sendiri,“ ia menambahkan.

Orang-orang Maronit, dikenali sejak abad ke empat, tersebar didalam komunitas-komunitas kecil di seluruh dunia, group terbesar di Libanon. Khalloul berkata, “Kami melihat kepada orang-orang Yahudi sebagai contoh. Orang-orang Yahudi menghidupkan kembali bahasa mereka. 100 tahun lalu hampir tidak ada yang bicara bahasa Ibrani, sekarang bahasanya hidup kembali,”

Ada 100 murid yang mengikuti program bahasa ini, diharapakan akhir tahun ini mereka bisa mendapat 7000 murid.

Beberapa ungkapan bahasa Aramik:

Siapa namamu? Moon shmokh?

Dari mana kamu? Ow men aydo atro at?

Brilliant! Saggee shapeer!

Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu

Abba debashmaya nethqadash shmak

Diambil dari AINA.org

Aramic menjadi bahasa resmi kerajaan Asyur pada tahun 752 B.C. dipakai bersamaan dengan bahasa aslinya Akkadian.

Wahyu 7:9-10 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. (10) Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Elohim kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

WAHYU TENTANG SORGA; M.K. Baxter, III

Bagian I: Di Gerbang Sorga – Yeshua Ha Mashiah Sang Penyembuh
Bagian II: Dahulu,  Sekarang dan Nanti -Bayi-bayi Yang Keguguran
Bagian III: Dalam Pemeliharaan – Sekarang, Berdoalah seperti ini [Doa Pertobatan]

DALAM PEMELIHARAANa-divine-revelation-of-heaven2

Sejauh mata memandang tak pernah saya lihat ada sesuatu yang cacat atau kurang sempurna di sorga. Ayat Alkitab tentang penciptaan Adam terbayang di benak saya.  melihat semuanya itu, sungguh sangat baik adanya. Segala sesuatu yang hilang di jaman Adam yang pertama dipulihkan oleh Adam yang kedua. Saya percaya bahwa hanya pada tubuh Yeshua dapat kita temukan sesuatu yang “cacat” di sorga, yaitu tangan dan kaki-Nya yang berbekas paku serta lambungNya yang dulu ditikam. Tanda-tanda ini tetap selama-lamanya sebagai bukti bahwa hanya Dia-lah yang telah membayar harga yang begitu mahal untuk menebus dosa-dosa manusia.

Kemudian saya melihat sesuatu yang menurut hemat saya merupakan bagian atas dari kepala  Bapa – bentuknya seperti wol. (Wahyu 1:14). Suatu transformasi yang dahsyat terjadi ketika  menghembuskan nafas ke dalam bayi itu lalu ia bertumbuh menjadi manusia sempurna. Sambil menyaksikan semua ini, lenyaplah semua pertanyaan yang sebelumnya selalu menyelimuti saya tentang apa yang terjadi terhadap bayi yang mengalami aborsi. Sekarang saya sudah mengerti bahwa bayi seperti itu ternyata hidup di sorga dan menjadi ciptaan sempurna di dalam pemeliharaan  Bapa. Setelah itu malaikat pengawal membawa saya naik tinggi melintasi sisi sebuah tempat di sorga. Tampak di sana banyak pohon rindang dan banyak buah-buahan yang sangat bagus. Ada banyak kembang dari berbagai jenis dan varitas. Saya lihat juga banyak unggas beterbangan, beberapa dari burung-burung itu tak pernah saya lihat di bumi. Indahnya pemandangan itu tak mungkin bisa dilukiskan dengan bahasa manusia. Kami naik terus ke suatu tempat lain. Gemuruh sorak pujian terdengar di sana. Seorang malaikat sangat besar yang mengenakan jubah putih berdiri di sisi gerbang. Dia berdiri di belakang sebuah meja. Dia membuka sebuah kitab emas dan memberikannya kepada seorang malaikat lain. Malaikat tersebut kemudian membuka kitab itu lalu berkas-berkas cahaya yang sangat cemerlang terpancar keluar dari kitab tersebut, layaknya percikan cahaya jutaan kembang api yang memancar secara bersamaan.

Kemudian saya melihat para orangtua dan banyak orang lain secara individu bergerak ke segala arah mendekati orang-orang tertentu. Mereka bersorak-sorak dan melompat-lompat. Saya tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Malaikat pengawalku berkata: “Orang-orang ini mengenali sanak keluarga mereka di sini.” Semua orang yang ketika di bumi putus anggota badannya, atau yang lumpuh, atau meninggal prematur  sekarang menjadi manusia sempurna, menjadi manusia seutuhnya di sorga. Di sorga Anda akan mengenal semua orang. Anda akan kenal Abraham, Isak, Yakub. Anda akan kenal Musa dan semua  nabi lain. Anda juga akan kenal semua murid Yeshua Yeshua seperti yang diceritakan di dalam Perjanjian Baru. Setiap orang di sorga mengenal setiap orang di sorga. Anda akan mengenal mereka sama seperti mengenalmu (I Korintus 13:12). Pengetahuanmu akan

sangat luas ketika berada di sorga. Malaikat pengawal berkata lagi: “Mari, kamu akan masuk melalui gerbang ini.” Inilah gerbang yang paling indah yang saya lihat di sorga. Tampak bagai gerbang sebuah taman yang berlapis kayu tapi gerbangnya sendiri terbuat dari pualam putih bersih yang diselubungi bunga-bunga cantik. Kami masuk ke dalam dan menyaksikan reuni berbagai keluarga yang tengah bersorak gembira – keluarga besar .

REUNI DI SORGA

Raja Daud paham betul bahwa ketika bayi-bayi dilahirkan secara prematur lalu meninggal, jiwanya pergi ke sorga sambil menunggu sanak familinya yang beriman datang ke situ di kemudian hari. Ketika bayinya sendiri yang lahir di luar nikah melalui Betsyeba meninggal, Daud secara tulus bertobat dari dosa perzinahannya dan kemudian menyadari  telah memberi dia pengampunan (Mazmur 32:5). Oleh karena Daud menemukan damai sejahtera dalam keyakinannya bahwa ia akan tinggal di sorga bersama (Mazmur 23:6) dan akan berjumpa dengan bayinya itu (II Samuel 12:23) maka ia dapat menghibur Betsyeba yang tengah berduka. Baca II Samuel 12:13-24.

Malaikat Yahweh berkata kepada saya: “Mulai sejak terjadi pembuahan di dalam kandungan, setiap bayi merupakan jiwa yang kekal. Apabila seorang bayi diaborsi atau keguguran,  mengetahui itu.  menugaskan malaikat-malaikat untuk memelihara bayi itu. “Kami membawa jiwa-jiwa kecil itu ke sorga kemudian  membuat mereka menjadi ciptaan sempurna, tidak peduli apakah bayi itu diaborsi atau meninggal secara alamiah. “Tangan  yang Mahakuasa itulah yang membentuk mereka menjadi ciptaan sempurna. “Apabila orangtua dari para bayi itu hidup benar di dalam Yeshua Ha Mashiah, maka ketika mereka datang ke sorga mereka akan dipertemukan dengan dan mengenali anak-anak mereka. Mereka akan berjumpa di pintu gerbang kebahagiaan.”

MALAIKAT PENGAWAL

Saya bersyukur kepada  karena mendapat kesempatan menulis buku ini. Semua kenangan ini membara di dalam hati saya setiap saat. Memang banyak orang menyuruh saya menulis semua ini. Dalam setiap kesempatan mengunjungi gereja-gereja, saya berceritera tentang perjalanan saya ke sorga dan juga ke alam maut. Saya mau membagikan beberapa pengalaman lain yang saya alami di sorga karena saya rindu Anda memahami betul bahwa sorga itu benar-benar ada. Dan yakinlah, bahwa apabila Anda telah kehilangan seorang anggota keluarga atau orang yang dicintai, dia akan menemui Anda di pintu gerbang kebahagiaan. Saya rindu Anda mengerti betul hal ini, sebab kita memiliki harapan yang pasti di dalam Yeshua yang telah pergi untuk menyediakan tempat bagi kita.

Semua malaikat yang saya lihat di sorga itu besar dan kuat-kuat. Mereka memakai jubah yang bersinar-sinar secara luar biasa. Mereka sangat kuat tapi juga tulus dan pikiran mereka selalu tertuju pada . Malaikat-malaikat yang berdisi di pintu-pintu gerbang adalah malaikat penjaga yang memegang pedang terhunus. Setiap kali saya melihat pedang mereka, saya selalu berucap: “Glori haleluya, Elohim benar-benar menjaga anak-anakNya.”

Alkitab banyak berbicara tentang malaikat. Ironisnya, sering kita mengabaikan hal yang satu ini yang sudah berulang kali dinyatakan oleh Firman. Baru setelah terjadi pewahyuan, kita mendapat lebih banyak penjelasan tentang topik ini.

Mari kita simak beberapa pernyataan Alkitab tentang malaikat: “… sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu. Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu. (Mazmur 91:11-12)
“YAHWEH, yang di hadapan-Nya aku hidup, akan mengutus malaikat-Nya menyertai engkau, dan akan membuat perjalananmu berhasil, sehingga engkau akan mengambil bagi anakku seorang isteri dari kaumku dan dari rumah ayahku.” (Kejadian 24:40)
“Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.” (Wahyu 10:1)
“Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya.” (Wahyu 18:1)
“Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.” (Markus 12:25)
“Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.” (Lukas 22:43)
“Bukankah mereka semua adalah roh-roh yang melayani, yang diutus untuk melayani mereka yang harus memperoleh keselamatan?” (Ibrani 1:14)
“Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat  karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Lukas 15:10)
Saya merenungkan betapa sabdaNya terbukti dalam berbagai kesempatan. Dan setiap kali Yeshua memberikan pewahyuan kepada seseorang, makna sabdaNya semakin tersingkapkan. Di dalam Firman  masih ada banyak rujukan lain tentang malaikat.
“Pujilah YAHWEH, hai malaikat-malaikat-Nya, hai pahlawan-pahlawan perkasa yang melaksanakan firman-Nya dengan mendengarkan suara firman-Nya.” (Mazmur 103:20)
“Malaikat YAHWEH berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.” (Mazmur 34:7)
“Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Yeshua turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.” (Matius 28:2-3)
Yeshua sendiri juga berbicara tentang bagaimana manusia dibawa pergi ke sorga oleh malaikat. “Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.” (Lukas 16:22)

Saya teringat ketika masuk melalui gerbang sorga. Dengar, umat Yeshua…, tak pernah saya dapat melukiskan secara tepat betapa besarnya damai sejahtera dan sukacita yang ada di sana. Nyanyian, pujian dan sembah dan sukacita yang begitu besar. Saya yakin tak seorang pun di bumi dapat menggambarkannya secara tepat karena bumi belum pernah merasakan seperti apa sukacita yang ada di sorga itu. Sejak Taman Eden, bumi belum pernah mengalami damai sejahtera dan sukacita seperti yang ada di sorga. Tak ada yang namanya penyakit di sorga. Tak ada kursi roda di sana. Tak ada orang yang memiliki kelemahan jasmani di sana. Semua orang sempurna dan sangat cantik dan ganteng. Korupsi juga tentu tak ada di sana. Di sorga tidak ada tipu daya dan kebohongan. Tidak ada dosa karena  tidak mengijinkan dosa apa pun mendekati sorga.

PENYEMBAHAN DI DEPAN TAKHTA

Dalam kecepatan sangat tinggi malaikat pengawal membawa saya pergi lagi melintasi kawasan pepohonan rindang yang berbuah lebat di tepi Sungai Kehidupan. Tampak setiap pohon di situ penuh buah yang sangat bagus. Sambil berjalan, saya merasa seperti menjadi bagian dari irama musik yang sedang berkumandang. Di sorga, setiap saat terdengar irama musik dan selalu saja ada musik-musik dan nyanyian baru. Saya mendengar alunan musik berkesinambungan memuji. Malaikat berkata: “Kita akan berjalan di depan takhta untuk menyaksikan penyembahan kepada.”

Di sepanjang jalan saya lihat orang-orang berdatangan dari berbagai penjuru sorga. Mereka katakan mereka datang untuk memuji “Raja Segala Raja dan Tuan Segala Tuan.” Awalnya jumlah mereka beberapa ratus. Kemudian bertambahn menjadi beberapa ribu. Setelah itu membludak tak terhitung banyaknya. Kami berada di sebuah tempat yang diceriterakan oleh Rasul Yohanes dalam Wahyu 4:2-5, 10-11: “Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. “Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya. “Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.

“Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh . “Maka tersungkurlah kedua puluh empat tua-tua itu di hadapan Dia yang duduk di atas takhta itu, dan mereka menyembah Dia yang hidup sampai selama-lamanya. Dan mereka melemparkan mahkotanya di hadapan takhta itu, sambil berkata: Ya Yeshua dan  kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan.”

Tampak di depan sana ada awan kemuliaan  yang bergerak masuk dan keluar dari takhta. Bentuknya seperti ledakan bom atom yang berbentuk cendawan. Tapi setiap berkas awan kemuliaan itu berwarna-warni sangat menakjubkan. Sebentuk pelangi kemuliaan yang bersinar-sinar menudungi takhta itu. Dari situ keluar kuasa  yang amat dahsyat dan tak dapat saya temukan ungkapan yang pas untuk menggambarkannya. Saya tahu persis bahwa sosok yang tampak di dalam awan kemuliaan itu adalah representasi  Bapa.

Ribuan tahun silam  menjadikan manusia menurut gambarNya: “Maka  menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar  diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kejadian 1:27) benar-benar mengambil tanah dari bumi ini dan membuatnya menjadi seorang manusia. Coba bayangkan kehadiran  ketika itu.
“… ketika itulah YAHWEH  membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7)
“Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:20)

Karena Adam sendirian,  membuatnya tertidur lelap.  membuka bagian samping tubuhnya lalu mencopot satu dari tulang rusuk Adam lalu dengan ini Ia menciptakan Hawa, yaitu pendamping dan teman Adam semasa hidupnya, yang juga diciptakanNya sesuai dengan gambarNya (Kejadian 1:27). Bayangkan betapa mulianya manusia diciptakan menurut gambar!

PERSIAPAN BAGI SANG RAJA

Penyembahan di depan takhta itu menyaksikan betapa indah dan kudus  kita. Ketika kami tiba di tengah kerumunan orang banyak itu, saya melihat banyak malaikat berbaur di tengah orang banyak itu. Walau sangat besar jumlah orang di situ, suasananya tetap tertib. Para kudus dan malaikat terus menyembah dan memuji . Sungai Kehidupan yang mengalir keluar dari takhta itu bagai lautan kaca yang begitu bening dan kristal yang sangat indah. Tapi kaca itu mengalir karena tempat itu benar-benar sungai. Saya lihat orang-orang kudus, juga kuda-kuda putih dan berbadan besar dan sangat anggun. Kuda-kuda ini tubuhnya seperti terbuat dari pualam yang tak bercacat sedikit pun. Di atas punggung kudakuda ini terdapat selimut putih yang sangat rapi jahitannya dan pinggirannya dilapisi emas murni. Di mulut mereka tampak tali kekang yang terbuat dari emas. Mereka mengenakan perhiasan sangat indah di kaki dan di ekor. Kuda-kuda ini berridi tegap dan bersiap-siaga di depan takhta .

Saya lihat ada 12 malaikat berdiri di depan takhta sambil membawa terompet dan nafiri yang tergantung di pinggang. Mereka mengenakan pakaian emas yang cahayanya mengalir keluar dan jubah-jubah itu bertabur batu-batu mulia. Tiba-tiba muncul berbagai jenis alat musik yang tak pernah dibayangkan oleh pikiran manusia. Banyak pula harpa terlihat di

sana. Betapa indahnya tempat itu. Saya memperhatikan secara cermat siapa yang berada di tengah peralatan musik itu. “Oh, Allahku. Segala kemuliaan bagiNya. Haleluya.”

SERUAN PENYEMBAHAN

Dengar, umat Yeshua…, Roh Kudus menunjukkan kepada saya sesuatu secara amat jelas. Seorang perempuan berada di tengah kuda-kuda itu. Ia berdiri terdiam. Para malaikat di depan takhta , masing-masing mangangkat terompet dan nafiri lalu membunyikannya. Bunyi suara alat musik itu sungguh luar biasa indahnya mengiringi sorak pujian, lalu terdengar suara: Sekarang telah tiba saatnya untuk memberikan pujian syukur tertinggi, menyembah Dia dalam nyanyian dan tarian, menyembah Dia dengan musik, menyembah Dia karena kebaikanNya. Dia sajalah . Dialah Raja di atas segala raja dan Tuan di atas segala tuan. Dia itu Penebus dosa semua umat manusia.”

Pengumuman itu disambut dengan tiupan terompet dan sangkakala. Kemudian malaikat yang sedang membacakan pengumuman dari gulungan kitab itu berhenti dan sebuah tanda lain diberikan. Kuda-kuda yang mulia itu membungkukkan badan lalu berlutut. Kepala mereka serempak menunduk rapi dalam barisan sebagai penghormatan kepada .

“… supaya dalam nama Yeshua bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi.” (Filipi 2:10)

“Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: ‘Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!’” (Wahyu 5:13)

Kuda-kuda itu kemudian bangun lalu berlari berjingkrak-jingkrak di hadapan Yeshua. Mereka mengeluarkan semua kemampuan untuk memuliakan dan menyembah . Betapa aku rindu Anda juga menyaksikan semua ini. Dan  sungguh senang melihat penyembahan itu.

MOTIVASI UNTUK MEMUJI

Umat Yahweh, dengar…, saya yakin banyak di antara kita tidak menyadari sepenuhnya betapa  menyukai puji-pujian yang kita naikkan. Kita patut memuji , bukan karena telah terlepas dari semua kesusahan, melainkan karena kita memang mencintai Dia. Ketika kita menyembah Dia, kita tidak melakukan itu untuk kepentingan kita. Ketika kita memuji Dia karena segala peristiwa luar biasa yang telah Ia kerjakan di dalam hidup kita, sebetulnya kita mengalihkan fokus kita dari diri sendiri kepada . Dalam proses penyembahan barulah kita boleh menyadari bahwa Dialah satu-satunya Pribadi yang sanggup mengatasi semua masalah yang kita hadapi dan karena itu kita mempercayakan solusinya kepada Dia. Jadi, sebetulnya kita sangat beruntung dapat memuji dan menyembah Yeshua. Melihat gegap gempitanya kuda-kuda itu menyembah Yeshua, semua pemain musik di sorga turut memainkan alat musiknya. Sejumlah besar penyanyi mendendangkan lagu pujian. Gemuruh sorak pujian membahana lagi diiringi dentangan lonceng bersahutsahutan di seantero sorga. Berjam-jam suasana meriah itu terjadi dan semua tertuju pada.

Betapa indahnya saya mendengarnya dan betapa bahagia hati saya ketika berada di tengah akolade pujian itu. Di sana, di tengah resonansi pujian itu ingatan tentang planet bumi ini seperti lenyap ditelan sukacita sorgawi. Kesusahan dan masalah sirna, kengerian tentang alam maut menghilang.

TUGAS YANG  BERIKAN

Saya menyadari bahwa  mempunyai suatu maksud yang harus saya kerjakan. Malaikat  menyentuh saya dan seketika itu juga tubuh saya kembali dikuatkan. Dia berkata: “Anak,membolehkan engkau melihat semua ini agar engkau mengingat dan merekam semua ini. Wahyu dan penglihatan dan mimpi diberikan kepadamu agar engkau memberitahukan kepada manusia di bumi tentang Elohimmu “segala sesuatu yang telah  sediakan bagi mereka ... yang mengasihi Dia dan melaksanakan perintah-perintahNya.” (I Korintus 2:9, Ulangan 7:9).

Kemudian, umat Yeshua, dengar…, saya mendengar suara . Mendengar suaraNya saja saya sudah diliputi sukacita yang luar biasa. Bunyi suara  Bapa itu bagaikan gemuruh guntur, tapi saya mengerti kata-kataNya. Begitu mendengar suaraNya, saya langsung rebah dan bersujud, menyembah dan memuji Sang Raja Segala Raja dan Tuan Segala Tuan.

KITAB SUCI MENGAMINI

Ketika saya kembali ke planet bumi dan merenungkan semua peristiwa dahsyat yang telah  tunjukkan, saya memeriksa Kitab Suci. Anehnya, di setiap lembar Alkitab, saya seperti sedang membaca sesuatu tentang sorga dan kebesaran . Beberapa ayat yang saya temukan adalah:

“Hanya Engkau adalah YAHWEH! Engkau telah menjadikan langit, ya langit segala langit dengan segala bala tentaranya, dan bumi dengan segala yang ada di atasnya, dan laut dengan segala yang ada di dalamnya. Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentara langit sujud menyembah kepada-Mu.” (Nehemia 9:6)
“Bukankah  bersemayam di langit yang tinggi? Lihatlah bintang-bintang yang tertinggi, betapa tingginya!” “Awan meliputi Dia, sehingga Ia tidak dapat melihat; Ia berjalanjalan
sepanjang lingkaran langit!” (Ayub 22:12, 14)
“… sebab Ia telah memandang dari ketinggian-Nya yang kudus, YAHWEH memandang dari sorga ke bumi…” (Mazmur 102:19)
“YAHWEH sudah menegakkan takhta-Nya di sorga dan kerajaan-Nya berkuasa atas segala sesuatu.” (Mazmur 103:19)
“Biarlah semuanya memuji-muji YAHWEH, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.” (Mazmur 148:13)
“Tetapi kamu sudah datang ke Bukit Sion, ke kota  yang hidup, Yerusalem sorgawi dan kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah…” (Ibrani 12:22)

MAKHLUK-MAKHLUK SORGAWI

Ini kisah nyata tentang apa yang terjadi pada saya. Malaikat Yeshua datang lagi dan berkata kepada saya: “Saksikanlah kebesaran Elohimmu.” Dengan cepat dia membawa saya lagi ke sorga melalui salah satu gerbang indah itu. Setiap gerbang itu terbuat dari mutiara tulen berhiaskan dekorasi amat cantik. Keindahan sorga itu tidak bisa diceritakan sepenuhnya. Kami berjalan melewati Sungai Kehidupan. Di sepanjang tepi sungai itu saya mendengar sorak pujian tak henti-hentinya. Sekali lagi saya dibawa ke depan takhta  yang seperti dikisahkan dalam kitab Wahyu. Luar biasa gemuruh pujian dan penyembahan di situ.

Umat Yeshua…, takhta  yang saya lihat itu sama persis dengan apa yang dikatakan Alkitab.
“Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh. “Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.” (Wahyu 4:5-6)
Sambil menyaksikan itu, saya mendengar paduan suara malaikat bergemuruh di sekeliling takhta itu. Malaikat-malaikat itu tak terhitung banyaknya. Lalu, saya melihat makhluk-makhluk sorgawi lainnya dan juga para tua-tua. Ada empat makhluk lain dan 24 tua-tua,
sama persis dengan yang ditulis di dalam Alkitab:
“Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa…” (Wahyu 5:11)
“Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah …” (Wahyu 7:11)

SERAFIM DI DEPAN TAKHTA

Dalam perjalanan kali ini saya menyaksikan apa yang disebut seraf atau makhluk sorgawi di depan takhta . Mereka memiliki mata yang besar, ada yang di bagian depan dan ada yang di bagian belakang kepala mereka. Karena itu mereka dapat melihat ke depan dan ke belakang sekaligus. Mereka memiliki enam sayap. Ada yang wajahnya seperti singa, satu lagi seperti anak lembu, satu lagi berwajah manusia dan ada pula yang wajahnya seperti burung nasar yang sedang terbang. Perawakan mereka tinggi besar. Mereka bertempik-sorak, “Kudus, kudus, kuduslah, Yahweh Mahakuasa.”

Saya merasa itu pemandangan aneh karena sebelumnya tak pernah saya melihat makhluk seperti itu. Tapi saya sadar betul bahwa  menciptakan mereka untuk tinggal di sorga. Saya memuji  karena karya dan kuasa-Nya yang luar biasa itu. Sungguh,  kita itu terlalu amat dahsyat. Saya rindu Anda memahami bahwa setelah memandang makhluk sorgawi itu saya mulai menyelidiki tentang mereka dan saya memukan pernyataan Rasul Yohanes yang menakjubkan di kitab Wahyu 4:6-8: “Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang. “Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang. “Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: Kudus, kudus, kuduslah Yeshua , Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.”

TUGAS PARA SERAFIM

Tugas dan pekerjaan para serafim – inilah juga tugas para tua-tua itu – adalah menyembah dan memuji , seperti yang diceritakan di dalam Alkitab. “Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: Kudus, kudus, kuduslah Yeshua , Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang. … (Wahyu 4:8-11)

“Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meteraimeterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi  dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. “Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi  kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.” (Wahyu 5:9-10)

“… “Anak Domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan, dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!” “Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya! “Dan keempat makhluk itu berkata: “Amin”. Dan tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.” (Wahyu 5:11-14)

[Saya kumpulkan ayat-ayatnya saja] (Wahyu 5:8; 6:1, 7:11-12; 15:6-8; 19:4-6)

RIWAYAT PERJALANAN KE SORGA

Yahweh Yeshua membawa saya ke sorga 10 kali. Saya tiba di sorga dalam kuasa. Ini semua terjadi segera setelah Dia membawa saya ke alam maut selama 30 malam.
Perjalananku ke alam roh ini berlangsung dalam masa Paskah. Yeshua pertama kali muncul pada suatu subuh, antara jam 02:00 dan jam 05:00.

Pertama-tama Dia membawa saya ke dalam alam maut untuk menunjukkan kepadaku tempat perhentian bagi semua manusia yang menolak atau tidak percaya kepadaNya. Artinya, manusia yang tidak percaya Yeshua tak akan pernah sampai ke sorga. Jadi, sebelum Dia membawa saya ke sorga, Dia terlebih dahulu membawa saya ke dalam perut bumi dan menunjukkan tempat tinggal orang mati. Tentang kunjungan ke alam maut ini telah saya bukukan dalam buku berjudul A Divine Revelation of Hell (Wahyu  tentang Naraka).

Seusai melakukan perjalanan 30 malam ke dalam perut bumi yang penuh kengerian itu, selama 10 malam berikutnya Yeshua menunjukkan kepada saya tentang kemuliaanNya di sorga. Setelah itu masih ada lagi serentetan penglihatan yang Yeshua anugerahkan kepada saya. Semua yang saya tulis di dalam buku ini adalah kisah nyata yang saya alami sendiri dan dinyatakan oleh Roh  Yang Hidup. Dan  mempunyai tujuan bahwa Anda mendengarnya hari ini.

Beberapa hal lain perlu saya ceriterakan di sini. Di sorga ada malaikat yang memiliki sayap dan ada juga yang tidak memiliki sayap. Setiap kali saya tiba di sorga, saya melihat setiap malaikat itu sedang sibuk mengerjakan sesuatu tugas. Mereka merampungkan semua tugas yang diberikan bahkan sampai hal-hal yang sangat rinci.  Setiap malaikat memiliki tugas tertentu, jadi tugas mereka berbeda-beda. Tapi yang sama adalah setiap mereka selalu memuji  dan mereka mengerjakan semua tugas itu dengan penuh sukacita walau tampak begitu sibuk. Misalnya, setiap kali jiwa-jiwa baru tiba di sorga, para malaikat menemui mereka dan mengantar mereka melewati Sungai Kehidupan. Jadi, ada malaikat yang tugasnya mengantar jiwa melewati Sungai Kehidupan. Malaikat pengantar ini menyerahkan jiwa-jiwa itu kepada malaikat-malaikat lain lagi yang tugasnya adalah memakaikan pakaian baru kepada jiwa-jiwa yang baru tiba tersebut. Pakaian keselamatan yang diberikan itu adalah “jubah kebenaran.” Setelah itu, malaikat pengantar membawa jiwa-jiwa itu ke sebuah ruangan lain bernama “ruang mahkota.” Di sini setiap jiwa akan menerima mahkota yang dipakaikan di atas kepalanya. Semua keagiatan ini berlangsung secara sangat tertib dan sangat indah pula. Dalam melakukan tugas ini, para malaikat selalu tampak girang dan kebahagiaan yang terpancar dari mereka amatlah sempurna.

Saya tidak pernah melihat lonceng di sorga, tapi saya selalu mendengar bunyi lonceng berdentang. Malaikat bilang lonceng di sorga itu berbunyi setiap kali ada jiwa baru yang diselamatkan di bumi. Hal ini mereka namakan “sukacita sorgawi.”

Selama 10 kali perjalanan ke sorga itu saya sering melihat meja-meja yang amat cantik. Saya tidak tahu bagaimana harus mengungkapkan keindahan meja-meja itu. Di bumi ada banyak meja cantik seperti meja bergaya Victoria atau yang lain yang pernah Anda lihat, misalnya ada meja ditempatkan di sudut ruangan dan di atasnya ada vas bunga atau buku.

Di sorga begitu juga. Tapi, bedanya adalah, meja-meja di sorga itu memiliki desain yang keindahannya tidak bisa diterangkan oleh manusia. Ada banyak sekali buku di sorga, juga banyak benda lain yang tak sanggup saya ceriterakan di sini.

REKAMAN SORGAWI

Dengar baik-baik, umat Yeshua…! Setiap kali engkau menolong seseorang misalnya dengan cara memberikan uang untuk kemuliaan Yeshua, atau setiap kali engkau membayar perpuluhan, itu semua dicatat di sorga. Saya tahu betul hal ini sebab ketika sampai di sana,

Yeshua menyingkapkan suatu kejadian yang tidak akan terhapus dari ingatan saya.

Di sana saya melihat banyak malaikat yang baru saja kembali dari bumi. Mereka membawa laporan dari berbagai pelosok planet bumi. Mereka kemudian pergi ke pusat dokumentasi dan menyerahkan laporan-laporan itu kepada malaikat pencatat untuk diarsipkan. Tapi sebelum itu, malaikat pembawa laporan akan membacakan laporannya. Malaikat pencatat kemudian bertanya: “Apakah benar engkau menyaksikannya sendiri hal itu? Apakah benar kejadiannya persis seperti yang engkau laporkan?” Setelah laporan itu dikonfirmasikan kebenarannya, barulah dimasukkan ke dalam kitab kehidupan dari jiwa-jiwa yang dilaporkan itu. Kitab-kitab ini lalu dibawa ke depan takhta. Tapi sebelumnya harus melewati suatu proses khusus. Saya masih ingat betul bahwa Roh Yeshua bergerak senantiasa di sorga. Roh itu jauh lebih besar dari apa pun di bumi. Itulah sebabnya Alkitab berkata: Kamu berasal dari  …, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.” (I Yohanes 4:4)

Segala sesuatu yang ada di bumi ini sebetulnya diciptakan berdasarkan model yang sudah ada di sorga, tapi semua yang di bumi hanyalah pantulan atau bayang-bayang dari apa yang sesungguhnya yang ada di sorga. Misalnya musik di bumi ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan musik di sorga. Begitu juga puji-pujian serta kemuliaan yang ada di sorga tidak bisa dibandingkan dengan apa pun yang ada di seantero bumi.  memang menghendaki umatNya memuliakan Dia. Dari kitab Kejadian sampai kitab Wahyu,  menghendaki adanya keluarga besar  yang mencintai Dia. Sampai di sini Anda mesti camkan bahwa sorga hanya disediakan bagi orang-orang yang mengasihi Yeshua Ha Mashiah. Suatu hari nanti saya akan pergi lagi ke sana. Suatu hari nanti engkau pun akan pergi ke sana – jika engkau sudah bertobat dari semua dosamu dan jika Yeshua Ha Mashiah tetap tinggal di dalam hatimu. Hanya Yeshua sajalah yang dapat menghapus dosa manusia melalui darahNya yang kudus dan mulia. Berikut ini saya berbicara tentang darah Yeshua penghapus dosa manusia.

DARAH YANG MENGHAPUS DOSA

Di atas sudah saya jelaskan tentang ruangan arsip di sorga. Tapi saya mau memberikan informasi yang lebih rinci lagi. Di dalam ruangan itu ada beberapa malaikat duduk sambil bekerja. Di depan mereka ada ember-ember yang terbuat dari emas. Ini juga merupakan bagian dari kemuliaan sorgawi. Di depan malaikatmalaikat itu ada tumpukan-tumpukan buku. Di dalam buku-buku itu tampak marker (penanda bacaan) yang berisi pesan-pesan dari bumi tentang kehidupan seseorang. Setiap pesan itu harus diperiksa oleh seorang malaikat tinggi besar yang bertugas melakukan penyimpanan data. Saya melihat dua malaikat lain datang dari bumi sambil membawa pesan-pesan seperti yang tertulis di marker itu.

Setiap kali seseorang lahir baru, maka satu pesan dituliskan tentang itu dan dibawa ke sorga. Ini terjadi ketika seseorang sungguh-sungguh bertobat dan menerima Yeshua di dalam hatinya. Ketika seseorang benar-benar bertobat dari dosa-dosanya dan meminta Yeshua menjadi Yeshua dan Juruselamatnya, maka di marker itu akan ditulis bahwa orang tersebut telah “menyerahkan hidupnya kepada Yeshua.”

Malaikat yang mengawasi ember-ember emas itu kemudian mengambil sebuah buku dari tumpukan itu. Setiap malaikat itu memegang apa yang tampak bagai secarik kain yang dibasuh dengan darah. Ini representasi darah Yeshua. Kain berwarna merah darah ini juga memancarkan sinar kemuliaan dan kuasa. Kain ini tidak kelihatan menyeramkan walau basah karena darah, melainkan tampak sangat indah. Setiap malaikat itu kemudian meletakkan buku yang telah diambil itu di hadapannya dan, mulai dari halaman yang paling awal, malaikat itu menghapus tulisan-tulisan dalam buku itu dengan menggunakan kain berdarah itu. Hebatnya, walaupun kain penghapus itu berwarna merah, tapi halaman yang dihapus tidak ternodai melainkan menjadi putih bersih. Atas petunjuk , malaikat menghilangkan semua catatan lama di dalam buku-buku itu kemudian membuat catatan baru yang mengatakan bahwa orang berdosa ini benar telah dilahirkan kembali dan  tidak mengingat dosanya lagi. “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu

oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” (Yesaya 43:25)

Dengar, anak-anak. Sabda  itu benar.  benar-benar menghapus dosa-dosa kita. Suatu pemandangan yang sungguh indah melihat para malaikat itu bekerja membersihkan halaman demi halaman dalam buku-buku itu. Haleluyah, karena Yeshua menghapus dosa setiap kita yang percaya Dia. Sekali lagi saya mendengar gemuruh pujian. Lirik nyanyian itu sebagai berikut:

Oh, nothing but the blood of Jesus can wash my sins away.
Oh, nothing but the blood of Jesus can make me whole today.
Oh, nothing but the blood of Jesus can cleanse me today.
[Oh, hanya darah Yeshua yang dapat menghapus dosaku.
Oh, hanya darah Yeshua yang dapat membuat aku lengkap kini.
Oh, hanya darah Yeshua yang dapat membersihkan aku kini]
Kemudian para malaikat bernyanyi:
Another one’s been redeemed
by the blood of the Lamb.
Another one’s been saved from the Devil’s hand
by the blood of the Lamb.
Another one’s been saved from hell
by the blood of Jesus Christ.
[Satu jiwa lagi telah ditebus
oleh Darah Anak Domba
Satu jiwa lagi telah dilepaskan dari cengkeraman Iblis
oleh darah Anak Domba
Satu jiwa lagi telah dibebaskan dari naraka
oleh darah Yeshua Ha Mashiah]

Umat Yeshua, dengar…, jangan pernah merasa malu untuk meminta kuasa darah Yeshua. Dua ribu tahun silam darahNya dicurahkan untuk menghapus dosa kita. Sejak itu kuasa darah Yeshua tidak pernah berkurang. Yeshua telah mengalahkan Iblis satu kali untuk selama lamanya ketika Dia memberikan diriNya untuk digantung di salib menggantikan kita (Ibrani 7:2-7). Ha Mashiah turun dari sorga yang mulia. Dia dilahirkan oleh Perawan Maria. Dia menyerahkan diriNya agar kita dapat ditebus oleh da-rahNya yang mulia itu. Dia melakukan ini semua agar kita jangan dimasukkan ke naraka. Saudara bisa bayangkan betapa girangnya hati saya ketika menyaksikan dosa manusia dihapus oleh darah Yeshua. Bayangkan kejadian itu—semua catatan lama tentang dosa, kecemaran, semua yang kelam itu lenyap dan  tidak mengingat lagi semua dosa yang sudah terhapus itu.

MEZBAH

Saya sangat suka melihat mezbah Yeshua. Ketika saya berada di sebuah gereja yang dipenuhi Roh , saya melihat ada mezbah yang sangat indah. Indah mezbah itu karena saya menyadari pasti di sana sudah banyak airmata ditumpahkan. Di dalam Perjanjian Lama,  berulang kali memberi perintah untuk merobohkan mezbah-mezbah penyembahan berhala. “Mezbah mereka kamu harus robohkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, tiang-tiang berhala mereka kamu bakar habis, patung-patung  mereka kamu hancurkan, dan nama mereka kamu hapuskan dari tempat itu. Jangan kamu berbuat seperti itu terhadap YAHWEH, Allahmu.” (Ulangan 12:3-4)

Umat  diperintahkan untuk melenyapkan mezbah-mezbah penuh dosa yang tidak memuliakan . Mereka diperintahkan untuk menghancurkan semua mezbah yang tidak menghormati Dia dan mereka diminta mendirikan dan merawat mezbah untuk menyembah Dia. Hanya Yeshua sajalah yang dapat melakukan itu bagi kamu. Engkau tidak bisa melakukannya sendiri. Baca Hakim-Hakim 6:25-26: “Pada malam itu juga YAHWEH berfirman kepadanya: Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang di dekatnya. Kemudian dirikanlah mezbah bagi YAHWEH, Allahmu, di atas kubu pertahanan ini dengan disusun baik, lalu ambillah lembu jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu tiang berhala yang akan kautebang itu.”

MEZBAH DI JAMAN SEKARANG

Dalam misi penginjilanku di seantero Amerika, saya selalu merenungkan tentang mezbah Yeshua. Ketika kita maju ke depan dan “curhat” kepada  sambil berlutut di altar gereja, kita tidak malu menghadapi Dia. Mezbah yang dikhususkan bagi Yeshua adalah tempat dimana kita dapat berada di dalam hadirat , tempat dimana kita dapat memanggil-manggil Dia dan mengakui semua dosa kita kemudian meminta pengampunan dariNya.

Banyak di antara kita yang telah merasakan kehadiranNya yang amat dahsyat. Dia menjawab doa kita. Kadang-kadang kita juga merasakan tanganNya sedang merangkul diri kita. Ada sesuatu yang luar biasa tentang mezbah di dalam Perjanjian Lama. Di sana engkau hanya berlutut dan menyembah. Engkau juga bisa memuji  ketika berada di rumah atau di dalam mobil. Dimana pun engkau berada engkau dapat memuji Yeshua. Tapi saya ingin katakan satu hal: Mezbah adalah tempat dimana engkau dapat mengikat janji dan bersekutu dengan  dalam suasana akrab. Nabi-nabi dalam Perjanjian Lama mendirikan mezbah sebagai tempat dimana mereka dapat berseru kepada  meminta pengampunan bagi umat  dan juga bagi diri mereka sendiri. Di mezbah itu mereka lakukan pertobatan dan mempersembahkan korban curahan darah atas nama umat.  menerima pertobatan dan korban itu.

Tapi karena Ha Mashiah telah mencurahkan darahNya sebagai korban yang paling tinggi maka kita tak perlu lagi memberikan korban curahan untuk penebusan dosa. Tapi tetap kita mesti bertobat dari semua dosa. Dan tempat paling baik untuk melakukan pertobatan itu adalah di mezbah atau altar. Karena itu, ketika melihat altar gereja, jangan segan-segan maju dan berlutut di sana untuk berdoa sebisa mungkin. Karena altar itu sangat berarti. Di setiap rumah mesti ada altar seperti itu, agar kita dapat senantiasa berbicara kepada  dan agar ada tempat untuk berduaan dengan. Setiap kali saya berkhotbah, saya selalu katakan: Jangan malu untuk maju ke altar ini, sebab di sini  akan berjumpa denganmu. Betul, Dia dapat menemuimu ketika engkau sedang duduk. Tapi ada nilai lebih tentang mezbah yang diurapi Yeshua dimana engkau dapat merendahkan diri, mengangkat tanganmu dan berkata: Yeshua, aku ada di sini. Pakailah demi kemuliaanMu.

MENYEMBAH  SECARA TULUS

Hatimu harus selaras dengan kata-katamu ketika engkau berdoa.  masih terus mencari orang-orang yang secara tulus mencintai dan memuji Dia.  masih terus mencari orang-orang yang mau berbalik dari jalan hidup yang jahat dan bertobat di hadapanNya. Dia masih mencari orang-orang yang mau menyembah Dia di dalam roh dan kebenaran. “Dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.” (II Tawarikh 7:14)

Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.  itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” (Yohanes 4:23-24)

Tuluslah di hadapan. Jujurlah kepadaNya. Ketika maju ke altar, jangan sekali-kali berlutut untuk berkata “Betty bersalah kepada saya,” atau “Joe membuat aku kecewa.” Tapi, katakan: “Bapa, akulah yang bersalah. Itu sebabnya aku ada di sini untuk memohon pengampunanMu.” Engkau sendiri harus mengampuni mereka yang menurut pendapatmu telah bersalah kepadamu. Yeshua rindu melihat umat yang dibebaskan agar mata yang buta dapat melihat dan telinga yang tuli dapat mendengar apa yang tengah dikatakan Roh kepada gerejaNya. (Wahyu 2:7).

Kita sering mengalami banyak pencobaan dan guncangan hidup. Terkadang kita merasa bahwa si jahat itu telah mencuri semua kedamaian dari kita. Tapi  memberikan kepada kita ketabahan agar pada akhirnya kita menerima kemenangan. Ada banyak sekali tekanan di dalam hidup ini, tapi di dalam Yeshua ada kedamaian dan ketenteraman. Carilah gereja yang percaya pada kuasa Roh Kudus. Di sana engkau akan belajar tentang hikmat  dan terbebas dari masalah, penderitaan dan kesedihan. Sangat penting bagi setiap anak Yeshua untuk selalu bersekutu di gereja. Alkitab mengajarkan kita tentang pentingnya persekutuan seperti itu (Ibrani 10:25). Jangan pernah mengasingkan diri.  mengasihi kamu dan ada banyak orang kudusNya yang juga mengasihi kamu.

SUKACITA YANG AKAN DINYATAKAN

Bagian lain dari sukacita di sorga merupakan misteri ilahi yang akan dinyatakan kelak. Saya tidak dibolehkan untuk melihat bagian tersebut. Tapi yang pasti, dalam salah satu kunjungan saya ke sorga, saya melihat sendiri rumah-rumah megah dan istana-istana yang maha indah. Hanya sekejap saja saya dibolehkan melihat istana-istana indah itu. Kemudian saya dibawa ke suatu tempat dimana malaikat-malaikat sedang sibuk bekerja. Mereka mengerjakan berbagai macam pekerjaan. Tampaknya mereka baru saja tiba dari bumi dan masuk secara teratur. Setiap malaikat itu membawa berkas-berkas di tangannya.

Terkadang juga malaikat membawa kitab-kitab yang penuh dengan catatan yang telah mereka tulis sendiri. Laporan dari bumi ini kemudian dibawa ke tempat-tempat tertentu untuk diarsipkan. Di antara arsip-arsip itu ada catatan tentang upah yang akan diterima semua orang kudus.

Nanti, ketika Anda tiba di sorga, Anda akan diberikan upah untuk setiap pekerjaan yang telah Anda lakukan di bumi untuk kemuliaan Yeshua Ha Mashiah. Inilah sebabnya buku ini harus saya tulis. Saya tulis ini semua demi hormat dan kemuliaan Yeshua Yeshua Ha Mashiah. Saya ingin Anda mengerti betul tentang bagian misteri yang  perkenankan untuk saya saksikan.

Benar, seperti kata Alkitab (I Korintus 13:9) bahwa sekarang kita hanya mengetahui sebagian saja dan kita hanya bernubuat sebagian saja, sebab waktunya belum tiba untuk mengetahui segalanya. Itu sebabnya  juga menyatakan hanya sebagian kecil dari misteriNya di sorga. Terpujilah nama Yeshua, sebab ketika nanti kita tiba di sana, di rumah kita yang abadi, semua pertanyaan kita akan terjawab, semua doa kita akan dijawab, semua kerinduan kita yang terdalam akan dipuaskan.

PENGLIHATAN PARA NABI

Saya mau berceritera tentang penglihatan saya mengenai para malaikat yang tengah bekerja. Saya rindu Anda mengerti tentang beberapa hal indah yang telah  nyatakan. Saya ingin membagikan kepadamu sukacita yaitu ketika kita tahu bahwa Yeshua menyediakan upah untuk semua orang yang bekerja bagi kemuliaanNya. Bapa di sorga begitu hebat karena Dia terus menyingkapkan banyak “rahasiaNya kepada hamba-hambaNya – para nabi” (Amos 3:7). Kerinduan Bapa di sorga adalah menyingkapkan semua ini kepada mereka yang peka terhadap wahyu-Nya dan mereka yang tergerak hati untuk menyebarluaskan pesanNya. “Beginilah firman YAHWEH, Raja dan Penebus Israel, YAHWEH semesta alam: Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada  selain dari pada-Ku. Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepada-Ku! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami! Janganlah gentar dan janganlah takut, sebab memang dari dahulu telah Kukabarkan dan Kuberitahukan hal itu kepadamu. Kamulah saksi-saksi-Ku! Adakah  selain dari pada-Ku? Tidak ada Gunung Batu yang lain, tidak ada Kukenal!” (Yesaya 44:6-8)

“Lalu YAHWEH menjawab aku, demikian: Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.” (Habakuk 2:2)

Ada banyak contoh di dalam Alkitab tentang bagaimana rindu menyatakan sesuatu kepada umatNya melalui utusan-utusan yang diurapiNya. Sabda Yeshua itu sungguh benar adanya.

Menurut Alkitab, Daniel mendapat penglihatan: “… bermimpilah Daniel dan mendapat penglihatan-penglihatan di tempat tidurnya. Lalu dituliskannya mimpi itu …” (Daniel 7:1 NIV) “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab …” (Wahyu 1:11).

Yesaya adalah seorang nabi besar yang membawa pesan penting untuk Yehuda karena keberaniannya dalam menyampaikan pesan Yeshua. Kitab Yesaya dimulai dengan kalimat: Penglihatan dari Yesaya anak Amos, yang dilihatnya mengenai Yehuda dan Yerusalem (Yesaya 1:1). Krena Yehezkiel mendapat penglihatan dari Yeshua (Yehezkiel 1:1), dia terpanggil dan diurapi untuk suatu misi nubuatan. , dalam belaskasihanNya yang tak terbatas, telah memandang perlu memanggil saya dan menyatakan penglihatan-penglihatan

yang berasal dari diriNya sendiri. Saya bersyukur kepadaNya untuk hal ini. Ketika saya sedang berdoa dan meditasi, mencari kehendak  untuk hal-hal tertentu, Roh Kudus membolehkan saya mengetahui berbagai misteri sorgawi. Panggilan saya di dalam Yeshua adalah untuk menerima mimpi-mimpi, penglihatan dan wahyu untuk dibagikan kepada banyak orang. Sebagai salah satu hamba  yang diurapi, saya hanya mendeskripsikan tentang hal-hal yang  nyatakan kepada saya. Dan saya percaya seperti inilah peran alkitabiah yang harus saya turuti.

Ketika Yahweh Yeshua Ha Mashiah menyatakan diri-Nya kepada saya, Dia memakai jubah putih yang berkilau-kilau, penuh cahaya kemuliaan dan kuasa. Tinggi badan Yahweh Yeshua, menurut yang saya lihat, adalah 6 kaki (6 x 12 inci = 180 sentimeter). JenggotNya amat rapi. Rambut-Nya lebat dan panjang, terurai lepas ke bahu. MataNya amat indah dan sorotan mataNya tajam menembus. Gambar Yahweh Yeshua yang paling mirip dengan wajah asliNya yang saya lihat itu adalah yang tergantung di lokasi Tembok Ratapan di Israel yang menggambarkan Dia sedang berdoa untuk orang-orang Yahudi dan Israel. Dia penuh dengan kasih sayang dan kepedulian terhadap kita semua, persis seperti yang digambarkan oleh pelukis di Israel itu. Baca Kisah Para Rasul 1:10: “Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka…”

Bagaimana mungkin seseorang membaca dan tidak mempercayai apa yang dibacanya? secara terang-terangan menunjukkan kepada manusia tentang adanya malaikat ketika Yeshua terangkat ke sorga. Kita perlu mengerti bahwa  rindu untuk menyatakan kuasa kemuliaan dan karya-karyaNya yang ajaib kepada kita justru pada bagian akhir dari akhir zaman ini.  mempunyai banyak penglihatan untuk kita saksikan. Dia rindu menyampaikan semua kebenaran ini kepada kita supaya kita bersukacita dan bekerja di bumi dengan senang hati untuk Dia.

MUJIZAT DI GEREJA

Setelah semua penglihatan itu berlalu, saya mulai melayani di sebuah acara gereja. Saya tenggelam dalam doa dan meditasi yang kusuk. Pada malam itu, di gereja, saya melihat banyak malaikat datang. Mereka memegang pedang yang terbuat dari emas. Roh  kemudian berbicara kepada saya dengan sangat jelas: “AnakKu, ketika tiba saatnya umat ini berdoa, Aku akan menyembuhkan berbagai penyakit. Aku mau ini menjadi tanda dalam pelayananmu, bahwa penglihatan yang telah engkau lihat tentang naraka itu benar adanya. Sudah Kukatakan bahwa Aku akan memberi tanda-tanda ajaib dan mujizat-mujizat seperti yang ditulis di dalam Injil Yeshua Ha Mashiah.”

Sangat bahagia hati saya ketika mendengar itu. Ketika saya sedang berkhotbah, tampak seorang malaikat memegang sebuah kitab besar dan menulis semua yang saya khotbahkan. Tampak atap gereja itu terbuka dan di atas sana takhta  dapat dilihat dari tempat saya berdiri. Para malaikat di atas sana tampak sedang bertempik-sorak.

KETIKA RANTAI DOSA DIPUTUSKAN

Ketika tiba saatnya untuk maju ke depan altar, saya melihat para malaikat berjalan-jalan di tengah jemaat sambil membujuk mereka untuk berjalan ke altar dan menyerahkan hati kepada Yeshua Yeshua. Ketika malaikat menyentuh hati setiap individu yang sedang berlutut di altar itu, asap dosa hitam pekat mulai menguap keluar dari hati mereka. Menakjubkan pemandangan itu. Saya melihat juga rantai-rantai yang membelenggu jemaat. Sewaktu mereka menerima pengampunan, para malaikat memutuskan rantai-rantai dosa tersebut dan membuangnya ke luar. Semua rantai pengikat itu mulai putus ketika orang-orang itu mulai mengangkat tangan sambil mengaku dosa kepada Yeshua Yeshua. Ada lagi hal lain terjadi. Ketika Firman  saya bacakan, Firman itu tampak seperti pedang yang melompat keluar dari halaman-halaman Alkitab lalu menembusi tubuh setiap orang dan langsung menyembuhkan penyakit apa pun yang mereka derita. Saya sendiri juga heran. Tapi kemuliaan Yeshua memenuhi ruangan itu dan saya bersyukur Dia bekerja melalui mujizat-mujizat untuk menyalurkan berkat-berkat sorgawi ke bumi. Tangisan dan pujian naik dari semua sudut ruangan mengiringi penyelamatan jiwa-jiwa itu. Dalam banyak pelayanan saya di berbagai tempat di bumi,  selalu menunjukkan mujizatmujizatNya seperti ini dan banyak jiwa diselamatkan. Terpujilah nama Yeshua karena semua tanda ajaibNya itu. Saya yakin betul bahwa malaikat masih terus bekerja seperti itu, membantu saya melaksanakan pelayanan bagi hormat dan kemuliaan Yeshua Yeshua Ha Mashiah.

FIRMAN

Dalam banyak kebaktian yang saya kunjungi, saya melihat malaikat mengerjakan banyak hal indah. Perlu diingat bahwa malaikat adalah roh-roh yang melayani Yeshua. Mereka diutus untuk melayani semua orang yang mewarisi keselamatan (Ibrani 1:13). Suatu ketika saya melihat seorang hamba Yeshua sedang bernubuat. Ketika dia sedang bernubuat, membuka mata saya untuk melihat malaikat yang tengah berdiri di atasnya. Malaikat itu sedang mencurahkan ke atas kepala hamba Yeshua itu sesuatu yang tampak bagai minyak bercampur api yang keluar dari sebuah tabung berbentuk nafiri. Lalu saya melihat isi hati orang itu – penuh dengan firman. Firman itu keluar dari hati orang itu kemudian naik melalui kerongkongannya dan keluar melalui mulutnya. Saya lihat firman itu mengalir keluar dari mulutnya. Ketika firman itu menyentuh udara, firman itu berubah bentuk menjadi sebilah pedang tajam bermata dua. Seorang malaikat lain tampak sedang mencatat semua yang diucapkan oleh hamba Yeshua itu. Saya berkata: “Yeshua, ini benar-benar firmanMu yang keluar untuk umatMu di sini.” Tampak seorang malaikat lain lagi memegang Kitab Suci. Ketika hamba  itu berkhotbah, kata-kata dalam Kitab Suci itu melompat keluar, masuk ke dalam hati pengkhotbah itu lalu keluar melalui mulutnya dan kata-kata yang keluar itu pun berubah bentuk menjadi pedang bermata dua.

Ketika hamba Yeshua itu berdoa bagi mereka yang sakit, Yeshua membuka mata saya untuk melihat sebuah bercak hitam di dalam paru-paru, kaki, liver atau bagian lain dari jemaat yang sakit. Pedang firman  yang keluar tadi menyentuh bagian-bagian tubuh jemaat yang sakit itu dan uap panas meluap keluar mengelilingi bagian tubuh yang sakit tersebut. Banyak kali ketika jemaat yang sakit didoakan, mereka merasakan panas seperti itu.

Saya menyaksikan bagaimana penyakit di tubuh jemaat dibakar dan dilenyapkan oleh firman . Bagian tubuh yang sakit tadi menjadi sembuh ketika sel-sel baru dan kulit baru muncul menggantikan sel-sel lama yang tadinya terserang penyakit. Betapa indahnya menyaksikan cara Yeshua bekerja melalui mujizat seperti itu. Terpujilah nama Yeshua Yeshua.
Beberapa waktu kemudian, saya berbicara dengan beberapa anggota jemaat yang disembuhkan. Ada yang berkata: “Saya disembuhkan secara sangat ajaib hari itu.”
Benar, umat Yeshua, di sini, di bumi, kita hanya melihat secara samar-samar. Kita hanya dibolehkan melihat dan mengetahui apa yang  ijinkan untuk kita ketahui. Apa yang saya lihat di gereja itu hanyalah apa yang  perbolehkan bagi saya. Hormat dan puji dan syukur saya bagi Dia Yang Mahamulia.

DATANG KE TAKHTA

Saya menyadari betapa pentingnya peran para nabi di dalam dunia masa kini sama seperti peran mereka di dalam dunia masa lalu. Saya mulai menyadari pentingnya pelayanan seperti yang diberitakan dalam Efesus 4:11-12: “Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Ha Mashiah.”

Saya mengerti betapa pentingnya setiap kita sebagai sesama anggota dalam Tubuh Ha Mashiah. Alkitab berkata kita dapat datang dengan berani ke hadapan takhta anugerah  agar kita boleh memperoleh pengasihan dan anugerah untuk melayani sesama (Ibrani 4:16).

Kata-kata itu meyakinkan kita bahwa kita memiliki keberanian untuk masuk ke dalam kekudusan melalui darah Yeshua (Ibrani 10:19), karena sesuai dengan hukum, hampir segala sesuatu mesti dimurnikan oleh darah dan tanpa darah yang tertumpah tak akan ada pengampunan (Ibrani 9:22). Kawan, saya bersaksi di sini bahwa semua ini adalah benar. Hanya darah Yeshua Ha Mashiah sajalah yang dapat melakukan pendamaian bagi jiwa manusia. Darah dan firmanNya bekerja bersama dalam anugerahNya.

“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” (Ibrani 4:16)

PERTOLONGAN DI MASA KINI

Betapa seringnya kita membutuhkan pertolongan! Ada yang sakit secara fisik, ada pula yang sakit hati, ada lagi yang bergumul karena perceraian. Banyak yang berkabung karena kehilangan orang-orang yang dikasihinya, atau ada anak yang tersesat melakukan hal-hal yang tidak senonoh. Ada masalah lain lagi seperti ketika tak ada harapan dari mana kita akan mendapatkan uang. Pada saat-saat seperti itu, kita membutuhkan pertolongan. Kita dapat datang dengan berani menghadap takhta  dan berdoa: Ya Allahku, aku membutuhkan uluran tanganMu.

Dalam penglihatan yang  berikan kepada saya tentang berbagai kejadian di muka bumi, setiap kali ada hamba Yeshua berkeluh-kesah, Firman  ada di sana. Seorang malaikat yang memegang sebuah Kitab Suci besar datang ke situ. Malaikat itu membuka firman  lalu menempelak wajah Iblis dengan firman itu. Si Iblis biasanya muncul dalam bentuk roh jahat atau pun ular.

Ketika malaikat membuka Kitab Suci, Iblis langsung terpental dan menjerit, karena dia tahu betul bahwa malaikat itu sedang menggunakan pedang tajam bermata dua. Tidak semua mujizat itu terjadi pada setiap gereja yang saya layani. Dalam roh biasanya saya dapat melihat hal-hal yang terjadi di berbagai tempat yang jauh di bumi. Kadang saya tak tahu tempat apa yang tengah saya lihat di dalam roh atau kapan hal-hal ajaib itu terjadi. Puji syukur kepada Bapa di sorga sebab Yeshua Yeshua telah mengalahkan Iblis secara tuntas demi kita semua, agar kita boleh memperoleh kelepasan dan hidup kekal. Dengan itu kita kini boleh secara berani menghadap takhta  yang penuh anugerah itu di tempat mana pun kita berada.

KUASA NAMA YESUS

Melalui Kitab Suci, belas kasihan dan anugerah  tersedia secara nyata demi menyembuhkan semua penyakit yang kita derita. Saya rindu saudara bersemangat di dalam firman  pada hari ini. Jika saudara mempunyai suatu keperluan, datanglah dengan berani menghadap takhta kemurahan  dan mintalah Dia menolong saudara. Sebab malaikat-malaikat  adalah rohroh yang melayani yang diutus untuk melayani semua orang yang menjadi ahli waris keselamatan (Ibrani 1:14). Saya yakin betul akan hal ini sebab saya mengalaminya. Saya sudah melihat semua itu di dalam roh berulang kali. Ketika kita berseru kepada Yeshua, Dia mengutus malaikat-malaikatNya untuk menolong kita melalui kuasa dan kebesaran firman dan rohNya. Ketika setan-setan telah dibuang keluar dari diri seseorang yang dilayani, saya melihat roh-roh jahat menyembul keluar bagai bayang-bayang hitam dalam penampakan. Ketika nama Yeshua disebutkan, saya sering melihat malaikat menyeret keluar roh-roh jahat itu lalu mengikat mereka dengan rantai. Spontan saya berseru: Oh Yeshua, betapa berkuasanya firmanMu untuk menyelamatkan umatMu dari belenggu kuasa jahat.

Firman Yeshua sajalah yang mengerjakan semua ini. Dan itu adalah kata-kata yang Yeshua ucapkan. Hanya di dalam nama Yeshua yang berkuasa itu semua kuasa kegelapan takluk. Sekarang, panggillah Yeshua. Sebutlah namaNya, maka Dia akan menolong saudara. Engkau akan dilahirkan kembali dan dibebaskan dari dosa-dosamu agar dapat memiliki istana megah di sorga. Suatu ketika saya berada di Malaysia. Orang-orang di sana sangat haus akan firman Yeshua. Dan saya sadar bahwa dengan kehadiran  di sana banyak orang akan melihat mujizat. Kemuliaan Yeshua tercurah ke atas Malaysia ketika itu bagai hujan yang deras. Roh Kudus bergerak di antara umat yang berhimpun di sana dan menyelamatkan banyak jiwa. Banyak orang terjatuh dari kursinya dan tersungkur ke tanah ketika mereka menerima Yeshua Yeshua. Banyak jiwa diselamatkan ketika kuasa Yeshua menyentuh mereka. Betapa hausnya mereka akan firman! Mereka bergegas ingin segera dilahirkan kembali dan mengundang Yeshua ke dalam hati mereka. Kuasa Yeshua bekerja dahsyat dalam kunjungan itu.

MEMBENCI OKULTISME

Saya rindu saudara merenungkan ayat-ayat berikut ini: Kemudian bergeraklah Malaikat , yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berjalan di belakang mereka; dan tiang awan itu bergerak dari depan mereka, lalu berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang itu berdiri di antara tentara orang Mesir dan tentara orang Israel; dan oleh karena awan itu menimbulkan kegelapan, maka malam itu lewat, sehingga yang satu tidak dapat mendekati yang lain, semalam-malaman itu.” (Keluaran 14:19-20)

Anak-anak Yahweh,  dengar! Tidak tahukah kamu bahwa Yeshua rindu untuk mengerjakan mujizatNya dalam hidupmu pada hari ini juga, sama seperti yang Dia lakukan di masa lalu? Sadarkah kita bahwa sering kita mengabaikan hal ini yang mestinya sudah mendatangkan keuntungan bagi kita? Hal-hal indah yang Yeshua sediakan bagi kita justru sering tidak kita hiraukan.

Berbagai jenis ilmu sihir, perdukunan dan sejenisnya begitu marak di negeri ini. Hal-hal ini disodorkan oleh Iblis sebagai jawaban untuk memuaskan hati banyak orang. Orang jaman sekarang mencari petunjuk dari berbagai sumber tentang kehidupan mereka. Tapi saya mau tegaskan kepada saudara hari ini: itu benar-benar ada dan Dia sajalah yang sungguh benar. Dia tidak mengijinkan kita untuk mencari pertolongan dari sumber lain. Bapa di sorga membenci semua praktek okultisme, sihir, perdukunan dan apa pun namanya di dunia.

“Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah YAHWEH, Elohimmu.” (Imamat 19:31)

Sangat besar dosanya dan salah besar apabila saudara mencari pertolongan atau petunjuk melalui medium atau alat Iblis. Sebab malaikat Yeshua itu nyata dan diutus untuk melayani kita demi keselamatan kita.

“… sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.” (Mazmur 91:11)

“… dalam segala kesesakan mereka. Bukan seorang duta atau utusan, melainkan Ia sendirilah yang menyelamatkan mereka; Dialah yang menebus mereka dalam kasih-Nya dan belas kasihan-Nya. Ia mengangkat dan menggendong mereka selama zaman dahulu kala.” (Yesaya 63:9)

“Berkatalah Nebukadnezar: “Terpujilah Elohimnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah  manapun kecuali  mereka.” (Daniel 3:28)

PASUKAN MALAIKAT SORGA

Ketika Yahweh Yeshua menyingkapkan alam maut kepada saya, dapat saya saksikan dengan mata rohani saya bahwa rumah saya di bumi dikawal oleh firman  yang ditulis di udara. Tiga pasukan malaikat Yeshua mengawal rumah saya. Ada yang duduk, ada yang sedang bercakap-cakap dengan temannya. Satu pasukan lainnya yang tampak sangat berwibawa dan berkuasa juga tampak mengawal rumah itu. Jadi ada tiga pasukan malaikat yang mengawal rumah saya ketika roh saya dibawa ke alam maut dan ke sorga.

Kelompok yang ketiga berdiri begitu rapat satu dengan lainnya. Sayap mereka bersentuhan dan wajah mereka menghadap keluar. Malaikat dalam group ini sangat besar perawakannya dan tampak bagai jawara-jawara perang yang gagah perkasa. Mereka memiliki pedang yang tergantung di pinggang. Dan setiap kali sebuah bayangan hitam mencoba mendekati rumah itu, mereka serempak mencabut pedang, bersiap melindungi keluarga saya.

Pedang yang mereka tarik itu sebetulnya adalah firman. Ingat, pedang Roh” adalah “firman .” (Efesus 6:17). Pedang firman  itu ketika ditarik keluar dari sarungnya menyerupai nyala api yang akan menghanguskan musuh. Dan musuh akan hancur lebur dan menjadi debu.

Saya teringat firman  di dalam Maleaki 4:3 yang membuat saya kagum. Ingat, ketika  mengirimkan firmanNya, maka Petrus yang terbelenggu di dalam penjara dibebaskan oleh malaikat.

Baca kisahnya dalam Kisah Para Rasul 12:7-11: “Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Yeshua dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: Bangunlah segera! Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. “Lalu kata malaikat itu kepadanya: Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu! Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku! “Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan.

“Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. “Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia. “Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: Sekarang tahulah

aku benar-benar bahwa Yeshua telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.”

Baca juga II Raja-Raja 6:17: “Lalu berdoalah Elisa: Ya YAHWEH: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat. Maka YAHWEH membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.”

MALAIKAT DAN FIRMAN
Untuk merenungkan tentang peran malaikat  di dalam kehidupan manusia, baca ayat-ayat berikut ini:
“Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Yahweh nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” (Matius 1:20)
“Kemudian YAHWEH menyingkapkan mata Bileam; dilihatnyalah Malaikat YAHWEH dengan pedang terhunus di tangan-Nya berdiri di jalan, lalu berlututlah ia dan sujud.” (Bilangan 22:31)
“Yakub melanjutkan perjalanannya, lalu bertemulah malaikatmalaikat
dengan dia.” (Kejadian 32:1)
“… dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yeshua terbaring.” (Johanes 20:12)
“Kemudian berkatalah seorang malaikat Yeshua kepada Filipus, katanya: ‘Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza.’ Jalan itu jalan yang sunyi.” (Kisah Para Rasul 8:26)
“Karena tadi malam seorang malaikat dari , yaitu dari yang aku sembah sebagai milik-Nya, berdiri di sisiku…” (Kisah Para Rasul 27:23)

Karena itu, saudaraku, sebagai pengikut Yeshua kita perlu memahami betul bahwa kita dilindungi secara sangat sempurna. Kita perlu mengerti bahwa  telah menyediakan segala sesuatu untuk kita melalui firmanNya yang kudus itu.

Apabila Anda memerlukan pertolongan, datanglah kepadaNya dengan berani. Di sana, di takhta kemurahan , dalam nama Yeshua Ha Mashiah, kita dapat meminta apa yang kita inginkan. Apabila saudara dan saya membutuhkan bantuanNya, Dia akan selalu menyediakan itu. Dia gemar menolong kita ketika kita memelihara dan menjalankan perintah-perintahNya dan melayani Dia.

KENANGAN TENTANG ALAM MAUT

Saya ingat waktu saya menyelesaikan perjalanan ke dalam alam maut, sebelum Yeshua membawa saya ke sorga, selama beberapa hari saya terguncang dan sakit. Setiap malam saya tak ingin lampu dimatikan dan harus ada Alkitab di samping ketika saya tidur. Dan saya terus membaca Alkitab. Jiwa saya benar-benar goyah karena membayangkan semua peristiwa mengerikan di alam maut itu. Tapi setiap kali saya mengalami guncangan jiwa seperti itu, suara Yeshua selalu terdengar: “Damai sejahtera atasmu. Tenanglah.” (Markus 4:39). Dan seketika itu damai sejahtera Yeshua mengalir ke dalam diri saya. Tapi beberapa saat kemudian masih saja saya terkenang lagi akan kengerian naraka lalu menjerit ketakutan. Tapi kemudian saya meyakini bahwa saya tidak sendirian sebab Yahweh Yeshua selalu ada di sini di samping saya. Hal itu tidak lantas berarti saya setiap saat merasa kuat dan tak takut lagi. Masih saja saya kadang tidak merasakan kehadiran Yeshua. Kadang saya begitu takut sehingga mengharapkan kehadiran Yeshua pun seperti membuat saya ketakutan – takut kalau nanti Dia membawa saya ke alam maut lagi.

Awalnya orang-orang tidak mau mendengar kalau saya berbicara tentang perjalanan ke alam maut itu. Saya harus memohon-mohon dan berkata: “Tolong bertobatlah dari dosa-dosamu sebelum semuanya terlambat.”

Sangat sukar bagi siapa pun untuk mempercayai cerita saya  tentang siksaan di alam maut yang telah saya alami sendiri. Lebih sulit lagi bagi mereka untuk percaya bahwa Yeshua sudah menyuruh saya menuliskan pengalaman itu dalam buku. Tapi Yeshua kemudian meyakinkan saya bahwa Dia adalah Yeshua yang menyembuhkan. Walau awalnya saya tidak yakin akan dapat pulih dari trauma alam maut itu, tapi akhirnya kesembuhan dari Yeshua tiba juga dan saya disembuhkan secara sempurna.

PLANET BARU

Setelah itu, Yeshua datang lagi kepada saya. Dalam sekejap, kami naik tinggi di luar angkasa. Yeshua berkata: “Aku akan menunjukkan kepadamu tentang cinta kasih dan kebaikan  dan tentang beberapa kawasan lain di sorga. Aku mau engkau melihat pekerjaan-pekerjaan besar yang sudah Kulakukan yang semuanya sangat indah; karena itu perhatikanlah.” Seorang malaikat Yeshua kemudian tampil dan berkata: “Pandanglah betapa baiknya Yeshua,  Eohimmu. Kasih setiaNya tetap selama-lamanya.”

Perasaan kasih sayang dan kelembutan yang amat sangat mengalir keluar dari malaikat itu dan membuat saya hampir menangis ketika dia berkata lagi: “Lihatlah kuasa dan kedahsyatan dan kebesaran. Baiklah kutunjukkan kepadamu tempat yang telah Dia sediakan bagi anak-anakNya.” Tiba-tiba sebuah planet besar muncul di depan kami. Planet baru ini besarnya sama seperti planet bumi.

“Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi. Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari sorga, dari , yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.” (Wahyu 21:1-2)

MENGASIHI ANAK-ANAK

Sambil mengamati planet yang muncul itu, saya mendengar Bapa berbicara: Bapa, Anak dan Roh Kudus adalah satu. Bapa dan Anak adalah satu. Bapa dan Roh Kudus adalah satu. Aku mengutus AnakKu untuk mati di kayu salib agar tak seorang pun yang harus binasa. Aku akan menunjukkan kepadamu tempat yang telah Kusediakan bagi anak-anakKu. Aku sangat peduli terhadap semua anak-anak. Aku peduli ketika seorang ibu kehilangan anaknya, sekalipun buah kandungannya lahir sebelum waktunya. Ingat, Aku mengetahui segala sesuatu. Dan Aku peduli. “Mulai sejak ada kehidupan di dalam kandungan, Aku tahu. Aku tahu tentang bayi-bayi yang dibunuh ketika mereka masih di dalam rahim ibunya – bayi-bayi yang diaborsi karena tidak dikehendaki kehadirannya. “Aku tahu tentang bayi yang meninggal ketika lahir dan yang lahir cacat. Dari sejak terjadi pembuahan, sudah ada jiwa di situ. Malaikat-malaikat Ku-utus untuk turun dan membawa anak-anak yang meninggal itu kepadaKu. “Di sorga, mereka disayangi dan mereka tumbuh menjadi manusia sempurna. Aku memberikan kepada mereka tubuh yang lengkap dan memulihkan bagian manapun dari tubuh mereka yang cacat ketika dilahirkan. Aku memberi mereka tubuh yang sempurna.”

SEKOLAH MALAIKAT

Di seantero planet yang muncul itu ada perasaan saling menyayangi, rasa menjadi manusia sempurna. Segala sesuatu yang ada di situ amatlah sempurna. Di sana-sini di tengah rerumputan hijau lebat dan kolam-kolam air kristal terdapat tempat-tempat duduk yang terbuat dari pualam, dilengkapi bangku-bangku kayu yang amat mulus tampaknya.

Sejauh mata memandang, saya melihat anak-anak tengah sibuk dengan berbagai kegiatan. Setiap anak mengenakan jubah putih yang tak bernoda sedikitpun. Mereka memakai sandal. Jubah-jubah mereka sangat berkilauan sehingga memancarkan cahaya gemerlap yang terpantul di planet itu. Warna-warni cantik di semua tempat menambah aksentuasi cemerlang pada jubah anak-anak itu. Pintu gerbang ke sana dijaga para malaikat dan nama anak-anak ini lengkap tertulis di dalam sebuah kitab.

Saya melihat ada anak-anak yang tengah bersekolah – mempelajari firman . Ada juga sedang belajar memainkan berbagai alat musik. Buku pelajaran musik yang mereka gunakan terbuat dari emas. Saya terperanjat melihat berbagai jenis binatang berlari menghampiri anak-anak itu lalu duduk atau berbaring di dekat anak-anak yang sedang bersekolah di sekolah malaikat tersebut. Tak satu pun anak di situ yang menangis. Tak satu pun tampak bersedih sebab suasananya sangat menyenangkan dan kebahagiaan menyelimuti seluruh tempat itu.

Setelah beberapa saat, malaikat menunjukkan planet bercahaya terang benderang yang muncul di depan saya. Ini bagaikan batu cahaya yang disinari jutaan bintang. Segala sesuatu di planet ini amat indah, menyenangkan dan hidup. Dari kejauhan tampak dua gunung yang seluruhnya terdiri dari emas murni. Lebih dekat ke arah saya tampak dua gerbang yang juga terbuat dari emas murni. Gerbang-gerbang itu ditaburi berlian dan banyak batu mulia lainnya. Saya baru menyadari bahwa inilah bumi baru yang diberitakan dalam Akitab dan kota yang tampak sangat anggun di planet itu adalah Yerusalem Baru – Kota  yang akan turun ke bumi.

PEMERINTAHAN YAHSHUA HA MASHIAH

Dalam sekejap saya tiba kembali di bumi lama, yaitu bumi yang keadaannya akan seperti menjelang masa Kesukaran Besar tapi sebelum Perang Armageddon memurnikannya. Di situ saya melihat Yerusalem, ibukota Milennium (seribu tahun). Dalam penglihatan itu tampak banyak orang datang dari tempattempat jauh dan dekat, semuanya berusaha masuk ke dalam kota tersebut. Raja di kota itu adalah Yeshua. Dan semua bangsa di atas bumi membawa kepadaNya banyak hadiah sebagai penghormatan kepadaNya. Di situ Dia diakui tidak hanya sebagai raja, tetapi Raja Segala Raja.

Yahweh Yeshua kemudian menjelaskan arti dari penglihatan itu kepada saya dan menerangkan tentang apa yang akan segera terjadi. Yeshua berkata: “Tak lama lagi Aku akan kembali dan membawa balik ke sorga pertama-tama orang-orang benar yang sudah meninggal. Setelah itu, mereka yang masih hidup akan diangkat untuk berjumpa denganKu di angkasa. Setelah itu, Antikris akan muncul dan memerintah bumi selama waktu yang telah ditetapkan. Di masa itu akan ada kesukaran dan penderitaan amat besar seperti yang belum pernah terjadi dan tak akan terjadi lagi. “Kemudian Aku akan datang kembali bersama orang-orang kudusKu, dan Setan akan dicampakkan ke dalam jurang yang tak berujung untuk tinggal di situ selama seribu tahun. Dalam masa seribu tahun itu Akulah yang akan memerintah seluruh bumi. Aku memerintah dari Yerusalem. “Di akhir masa seribu tahun itu Setan akan dibebaskan untuk satu masa, tapi Aku akan mengalahkan dia dengan gemerlap cahaya kedatanganKu. Lalu, bumi yang lama ini akan lenyap. Tapi, akan ada bumi yang baru dan Yerusalem Baru yang akan turun dari sorga dan Aku akan memerintah untuk selama-lamanya.”

KEDATANGAN KEMBALI YESUS KRISTUS

Dalam penglihatan lain setelah itu, saya menyaksikan apa yang akan terjadi, yaitu kembalinya Yeshua Yeshua Ha Mashiah ke bumi. Saya mendengar Dia memanggil. SuaraNya bagai bunyi terompet yang menggelegar dan saya mendengar juga suara penghulu malaikat. (ITesalonika 4:16). Mendengar bunyi dahsyat itu, seluruh planet bumi bergetar dan dari kubur keluar semua orang kudus yang diangkat naik ke angkasa untuk bertemu Yeshua. Berjam-jam gemuruh terompet itu saya dengar. Bumi dan laut menyerahkan semua orang yang terkubur di sana (Wahyu 20:13).

Yahweh Yeshua Ha Mashiah tampak berdiri di atas awan-awan. Gaun luar jubahnya berbentuk nyala api dan kemuliaanNya memancar keluar penuh keagungan. Terompet terus membelah udara dan sambil mengamati itu semua saya lihat orang-orang benar yang masih hidup juga terangkat ke angkasa untuk bergabung.

“Karena jikalau kita percaya, bahwa Yeshua telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yeshua akan dikumpulkan  bersama-sama dengan Dia. “Ini kami katakan kepadamu dengan firman Yeshua: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Yeshua, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. “Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu

malaikat berseru dan sangkakala  berbunyi, maka Yeshua sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Ha Mashiah akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Yeshua di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Yeshua.” (I Tesalonika 4:14-17)

Saya melihat orang-orang yang sudah ditebus itu bagai jutaan titik cayaha berkumpul di suatu tempat di angkasa raya. Di sana malaikatmalaikat memberikan jubah baru yang putih bersih kepada mereka semua. Mereka bertempik-sorak setelah mengenakan pakaian baru itu.

Malaikat-malaikat memang ditugaskan untuk melayani mereka. Dan para malaikat itu tampak memberikan perhatian khusus kepada semua orang yang baru bangkit tersebut. Orang-orang ini menggunakan tubuh baru yaitu tubuh mulia. Tubuh baru itu mereka dapatkan ketika mereka terangkat ke angkasa. Suatu tempik-sorak kegirangan yang bergemuruh terdengar memenuhi langit sementara para malaikat bernyanyi: “Glori bagi Raja Segala Raja.”

REPRESENTASI TUBUH KRISTUS

Dalam penglihatan lain saya melihat sesosok tubuh rohani yang besar jauh tinggi di sorga. Itulah Tubuh Ha Mashiah yang berada dalam posisi terlentang. Dari sana mengalir darah ke bumi. Ini adalah representasi dari tubuh Yeshua kita yang telah disembelih dahulu.

Tubuh ini terus bertambah besar sampai memenuhi seantero sorga. Jutaan jiwa yang sudah ditebus masuk ke dalam tubuh tersebut. Saya memandang penuh kekaguman ketika jutaan orang menaiki tangga dan masuk menjadi satu dengan tubuh itu. Mereka masuk mulai dari bagian kaki terus ke lutut, lengan, perut, jantung, dan terus ke kepala. Ketika tubuh itu sudah penuh, tampaklah bahwa tubuh itu berisi manusia dari berbagai penjuru planet bumi. Dengan suara yang menggelegar, orang-orang itu bernyanyi memuji Yeshua seperti yang ditulis dalam Alkitab: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi  dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi  kita, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi.” (Wahyu 5:9-10)

Jutaan manusia tampak berhimpun di dekat takhta  dan saya melihat para malaikat membawa kitab-kitab yang berisi vonis pengadilan. Ada juga kursi pengasihan dan banyak pula upah yang diberikan kepada banyak orang. Sambil memandangi itu penuh kekaguman, tiba-tiba kegelapan menutupi seluruh bumi lalu kuasa-kuasa kegelapan beterbangan ke semua penjuru. Roh-roh jahat yang tak terhitung banyaknya dilepaskan dari penjara alam maut dan membludak menumpuk di bumi. Lalu terdengar suatu suara lain berkata, seperti dalam Wahyu 12:12: “Karena itu bersukacitalah, hai sorga dan hai kamu sekalian yang diam di dalamnya, celakalah kamu, hai bumi dan laut! Karena Iblis telah turun kepadamu, dalam geramnya yang dahsyat, karena ia tahu, bahwa waktunya sudah singkat.”

JURANG MAUT

Kemudian saya melihat seekor binatang buas yang sedang marah. Dia menumpahkan geramnya ke atas bumi. Alam maut bergetar karena murka binatang itu. Lalu, dari jurang maut muncul sejumlah besar rombongan makhluk jahat. Jumlahnya sangat banyak sehingga bumi menjadi gelap pekat. Tampak manusia baik laki-laki maupun perempuan berlari menjerit mencari bukit dan gunung dan gua-gua persembunyian. Lalu berkobarlah peperangan besar di bumi di tengah kelaparan dan bayang-bayang kematian.

Sesudah itu tampak kuda-kuda mulia dan kereta berapi di sorga. Bumi terhuyung-huyung sementara matahari menjadi gelap dan bulan berubah seperti darah (Wahyu 6:12). Lalu, tampil seorang malaikat sambil berseru: “Dengar, wahai penduduk bumi, Sang Raja sedang datang.” Setelah pengumuman itu, tampak Raja Segala Raja dan Yeshua Segala Tuan muncul di angkasa. Bersama Dia dalam kemuliaanNya itu banyak orang kudus dari berbagai jaman dan masa, semua mengenakan jubah putih bersih.

Betul seperti kata Alkitab (Wahyu 1:7) bahwa semua mata akan memandang Dia dan semua lutut akan bertelut dan semua lidah akan mengakui (Roma 14:11) bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah Yeshua. Kemudian tampak para malaikat mengacungkan sabit untuk menuai gandum yang telah matang (Wahyu 14:14-19) dan inilah akhir dunia ini. Umat Yahweh … saya yakin kita mesti saling mengasihi. Kita mesti berdiri teguh di dalam kebenaran dan mengoreksi anak-anak kita untuk menyadari bahwa Yeshua Yeshua akan segera datang. Setuju atau tidak, Raja Segala Raja itu pasti datang.

PERMINTAAN TERAKHIR YESHUA HA MASHIAH

Yahweh Yeshua berkata kepada saya: “Bertobatlah dan kalian akan selamat, karena kerajaan sudah hampir tiba. KehendakKu dan FirmanKu akan terlaksana. Siapkanlah jalan bagi Tuhanmu.” Kemudian Dia berkata lagi, persis seperti dalam ayat-ayat berikut: “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada  yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.” (I Timotius 6:17).

“Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging.” (Galatia 5:16).

“Jangan sesat!  tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” (Galatia 6:7-8).

“Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap

semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan . Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Barangsiapa menjadi milik Ha Mashiah Yeshua, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” (Galatia 5:19-24).

Yahweh Yeshua melanjutkan perkataanNya: “Ketika Firman sudah digenapi, maka kesudahan itu tiba. Tak seorang pun tahu hari dan jam ketika Anak  akan turun ke bumi lagi. Anak pun tidak tahu kapan Dia akan ke bumi lagi sebab hanya BapaKulah yang mengetahuinya. Firman ini sedang digenapi secara cepat. Datanglah seperti seorang anak kecil biar Aku membersihkan kalian dari dosa-dosa kedaginganmu.

“Katakanlah kepadaKu: Yahweh Yeshua, masuklah ke dalam hatiku dan ampunilah aku dari semua dosaku. Aku tahu aku orang berdosa, karena itu aku bertobat sekarang. Basuhlah aku dalam darahMu dan bersihkanlah aku. Aku telah berdosa terhadap sorga dan di hadapanMu aku tak layak disebut anak. Sekarang aku menerima Dikau dalam iman sebagai Juruselamatku.”

“Aku akan menjadi Gembalamu dan engkau akan menjadi umatKu. Dan Aku akan menjadi Allahmu. Bacalah firman  dan janganlah meninggalkan persekutuan. Serahkanlah seluruh hidupmu kepadaKu maka Aku akan menjagamu. Aku tidak akan pernah meninggalkan engkau.”

BERSIAPLAH MENEMUI

Kekasih Yeshua, dari lubuk hati yang terdalam saya telah membagikan kepadamu penglihatan dan wahyu yang diberikan kepada saya oleh  Yang Mahakuasa.

Saya dapat simpulkan bahwa  sangat menyayangi kita semua. Dia telah menunjukkan kasih setiaNya kepada kita melalui FirmanNya dan melalui penglihatan-penglihatan di hari-hari terakhir ini. Anak-anak yang dikasihi Yeshua, kita mesti bersiap-siap untuk berjumpa dengan Yeshua kita. Setiap saat kita mesti merindukan kedatanganNya. Saudara dan saya mengetahui semua kesusahan, tanda-tanda akhir jaman dan masa dimana kita kini berada. Perhatikanlah dengan seksama berbagai kejadian di dunia saat ini. Tak pernah ada masa seperti yang sekarang sedang kita alami. Semua ini adalah penggenapan dari apa yang tertulis di dalam Alkitab. Oleh sebab itu, dengan segenap hati saya menganjurkan saudara yang sedang membaca buku ini untuk bersiap diri karena tak seorang pun tahu kapan Anak Manusia akan tiba. (Matius 25:13). Suka atau tidak, setuju atau tidak, Yeshua Ha Mashiah pasti datang lagi. Dan tak ada kuasa atau kekuatan apa pun di seluruh alam semesta ini yang dapat menghalangi Dia. Yeshua Ha Mashiah sang Maharaja alam semesta itu tidak membutuhkan persetujuan manusia untuk melaksanakan rencana kedatanganNya. Dia pasti akan datang ke dunia sebagai Hakim Yang Adil. Dan hanya Dia satu-satunya jalan untuk manusia dapat sampai ke sorga. Sebab Dia bersabda: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Yohanes 14:6)

Ingat perkataan malaikat kepada saya waktu di sorga, bahwa apabila kita hidup kudus, kita akan berjumpa dengan semua orang terkasih yang sudah mendahului kita. Ingat juga bahwa apa pun yang kita kerjakan di bumi untuk Yeshua pasti dicatat di sorga. Dan upah kita di sorga pasti lebih besar daripada upah apa pun yang dapat kita terima di bumi, sebab semua perbuatan kita di bumi dicatat oleh para malaikat Yeshua.

Banyak kali para penginjil, pengkhotbah, dan guru agama harus meninggalkan sanak keluarga untuk memberitakan firman Yeshua sambil mengalami berbagai kesulitan. Yeshua tahu semua itu karena Dia melihat semua itu. Dia juga tahu betapa kita sering ditolak atau tidak diperlakukan dengan baik. Tapi jangan khawatir, sebab kita tetap anak-anak sang Raja Segala Raja itu. Dia menghendaki kita menjadi pelayan untuk para pelayan lainnya. Dia mau kita saling melayani seperti Dia melayani kita. Elohim tidak menjanjikan taman bunga mawar bagi kita. Walau Dia tidak menjanjikan kesenangan untuk kita di bumi, kita dapat menikmati berkat-berkat, kekayaan, kehormatan dan berbagai materi lainnya. Kita dapat memiliki semua ketika kita memikul salib dan mengikuti Ha Mashiah.

Saya rindu Anda sudah bersiap diri. Kalau belum menerima Yeshua sebagai Yeshua dan Juruselamatmu, sekaranglah saatnya, agar hidup kekal menjadi bagianmu.

“Karena begitu besar kasih  akan dunia ini sehingga telah dikaruniakanNya AnakNya yang tunggal, supaya siapa yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)

“Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yeshua adalah Yeshua, dan percaya dalam hatimu, bahwa  telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan selamatkan. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Yeshua, akan diselamatkan.” (Roma 10:9-10, 13)

SEKARANG, BERDOALAH SEPERTI INI [Doa pertobatan]
Bapa di dalam nama Yeshua Ha Mashiah.
Aku datang kini kepadaMu sebagaimana adanya diriku.
Aku seorang berdosa, ya Yeshua.
Aku telah berdosa terhadap Dikau dan terhadap sorga.
Karena itu aku mohon kepadaMu, Yahweh Yeshua, ampunilah aku
dan masuklah ke dalam hatiku dan selamatkanlah jiwaku.
Biarlah aku dilahirkan kembali oleh Roh Yang Hidup.
Aku menyerahkan hidupku ke dalam tanganMu, Yahweh Yeshua.
Aku percaya sungguh bahwa Engkaulah Anak .
Aku percaya bahwa Engkaulah Yeshua Ha Mashiah
yang diutus untuk menyelamatkan jiwaku agar terluput dari naraka.
Aku berterima kasih kepadaMu dan memuji dan memuliakan Dikau,
sebab Yeshua telah mencurahkan darahMu untuk menebus aku.

Kalau Anda tadi berdoa dengan penuh keyakinan seperti yang saya anjurkan di atas, maka saat ini juga Anda sudah diselamatkan. Sebab Yahweh Yeshua telah masuk ke dalam hatimu. Sekarang, akuilah Dia dengan hati dan bibirmu; dan dengan hati dan bibirmu pujilah Dia. Biarkanlah Dia memimpin hidupmu setiap hari. Segala hormat dan puji bagi  sampai selama-lamanya!

[Doa pertobatan ini penting dan awal dari hubungan baik kembali Anda kepada Pencipta Anda. Setelah Anda bertobat, maka Ia menghapus segala dosa dan kesalahan Anda. Dan Anda dinyatakan benar dihadapan-Nya. Tugas Anda selanjutnya ialah menjaga kehidupan Anda tetap kudus dan benar; bagaimana caranya? Lakukan perintah-perintah-Nya – telah tertulis di Alkitab. Firman Yahweh berkata bahwa UPAH hanya diberikan kepada mereka yang setia SAMPAI AKHIR; Penjala Baja]

Terima Kasih,
YAHWEH Memberkati
Dengan hikmat dan pimpinan YAHWEH, buku A Divine Revelation of Heaven ini telah kami terjemahkan dengan judul WAHYU  TENTANG SORGA untuk diedarkan di kalangan umat Kristiani di Indonesia. […] Kami tak dapat merampungkan tulisan ini tanpa dukungan doa dari hamba-hamba YAHWEH yang setia mendoakan kami selama ini. Kiranya YAHWEH memberkati pelayanan, usaha, dan pekerjaan Anda semua.
Jakarta, 8 Maret 2007
— Pitan Daslani (Editor)

Bagian I: Di Gerbang Sorga – YESHUA Ha MASHIAH SANG PENYEMBUH
Bagian II :  Dahulu,  Sekarang dan Nanti – Bayi-bayi Yang Keguguran
Bagian III : Dalam Pemeliharaan – Sekarang, berdoalah seperti ini [Doa Pertobatan]

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

WAHYU TENTANG SORGA; M.K. Baxter, II

Bagian I: Di Gerbang Sorga – Yeshua Ha Mashiah Sang Penyembuh
Bagian II: Dahulu,  Sekarang dan Nanti -Bayi-bayi Yang Keguguran
Bagian III: Dalam Pemeliharaan – Sekarang, Berdoalah seperti ini [Doa Pertobatan]

a-divine-revelation-of-heaven1

DAHULU, SEKARANG, DAN NANTI
Sampai pada tahap ini malaikat Yeshua mulai menyingkapkan kepada saya hal-hal yang sebelumnya selalu saya pertanyakan. Dia mulai membuka tabir sebuah misteri. Dia berkata: “Elohim telah berbicara kepadaku dan aku akan menunjukkan kepadamu tentang masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Hal-hal yang akan kutunjukkan kepadamu akan membuat engkau kagum. Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang terjadi ketika seseorang dilahirkan kembali (lahir baru). Aku akan tunjukkan kepadamu bagaimana caranya dosa manusia dihapuskan oleh darah Anak Domba di ruangan-ruangan pencatatan itu. Aku akan tunjukkan apa yang terjadi ketika seseorang yang sudah lahir baru kemudian meninggal dunia lalu jiwanya datang ke sorga. Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu.”

Dengan kecepatan sangat tinggi kami meninggalkan sorga dan kembali ke bumi. Saya melihat bumi ini persis seperti dalam suatu penglihatan, lalu malaikat itu berkata, Pandanglah dan pahamilah.” Malaikat itu membawa penglihatan itu melewati saya. Saya lihat ada sebuah bangunan gereja kecil dan indah. Tapi saya tidak tahu tepatnya di bagian mana dari bumi ini gereja itu berada. Tapi itu benar-benar sebuah bangunan gereja, sepertinya di pedalaman. Dengan bantuan malaikat , saya diperbolehkan mengintip ke dalam gedung itu. Di sana ada sekitar 30 orang duduk di bangku. Pendeta di mimbar sedang berkhotbah tentang perikop Yesaya 55:6-7: “Carilah YAHWEH selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada YAHWEH, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada  kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.” Sambil menatap pemandangan itu, muncullah seorang malaikat gagah perkasa dan berdiri di atas gereja itu. Malaikat penjagaku kemudian berkata: “Di setiap gedung gereja ditugaskan seorang malaikat besar. Malaikat besar ini mengepalai malaikat lainnya di gereja itu.”

MALAIKAT-MALAIKAT DI GEREJA
Dua orang malaikat memegang kitab-kitab berdiri di pintu masuk gedung gereja. Saya melihat jemaat Yeshua masuk dan keluar gereja itu. Kemudian malaikat penjagaku memberikan isyarat dengan tangannya lalu tampak atap gedung gereja itu tergulung sehingga saya bisa melihat ke dalamnya. Di sisi kiri dan kanan pendeta yang tengah berdiri di mimbar itu berdiri pula dua malaikat Yeshua. Di belakang dua malaikat itu ada dua malaikat lagi sedang berdiri. Jadi, mimbar itu dijaga empat malaikat Yeshua. Di bagian belakang berdiri dua malaikat lagi yang menjaga jemaat  yang tengah beribadah. Dua malaikat lagi berdiri agak jauh di luar, sementara di dekat altar berdiri dua malaikat lagi. Jadi ada  cukup banyak malaikat Yeshua di gereja dan beberapa dari mereka memegang gulungan kitab beserta pulpen di tangannya. Lalu malaikat penjagaku berkata, ”Sekarang akan aku tunjukkan apa yang akan terjadi.” Pendeta mulai berbicara dan para kolektan mulai mengedarkan kantong persembahan. Ketika persembahan diberikan, para malaikat merekam sikap hati orang-orang yang memberikan persembahan. Mereka menulis isi pikiran dari setiap orang yang memberikan persembahan – apakah ada yang memberi untuk pekerjaan Yeshua sambil menggerutu, atau apakah ada yang memberi dengan bersukacita karena meyakini bahwa hal itu bagian dari ibadahnya. Semua itu dicatat oleh para malaikat di dalam kitab-kitab mereka. Kemudian dua malaikat besar yang berdiri di depan mimbar

menganggukkan kepala kepada malaikat lainnya. Tapi walau semua kejadian ini tak dapat dilihat oleh jemaat yang tengah beribadah di situ, saya dapat menyaksikan semuanya secara jelas.

Malaikat penjagaku kemudian berkata: “Aku akan menunjukkan kepadamu sesuatu yang lain lagi. Perhatikanlah dengan seksama maka engkau akan diberkati.” Tiba-tiba saya merasakan diri saya telah dipindahkan berada di belakang pendeta itu. Ketika pendeta itu berbicara tentang ayat keenam, “Carilah YAHWEH sementara Ia berkenan ditemui. Berserulah kepadaNya selagi Ia dekat,” saya tiba-tiba melihat sekelompok makhluk sorgawi (serafim) di dalam gereja itu. Sepanjang kebaktian itu para malaikat itu bersorak-sorak. Pendeta itu diurapi sementara dia menyampaikan firman. Satu dari malaikat itu mencurahkan sesuatu yang bentuknya seperti api ke atas kepala pendeta itu. Kemuliaan  tampak mengalir keluar dari mulut pengkhotbah itu. Di bagian belakang gereja itu pintu terbuka dan seorang yang sangat mabuk berjalan sempoyongan masuk. Rupanya dia datang dari pulau kecil di seberang sana. Dia berkata: “Akulah salah satu dari yang sedang kalian bicarakan, pak pendeta. Aku membutuhkan Yeshua. Aku perlu diselamatkan, sebab aku ini pemabuk.” Dia berlutut di depan altar dan mulai menangis kepada.
Dua orang diaken maju ke mimbar dan melayani orang ini. Sambil menumpangkan tangan ke atasnya, mereka bertanya: “Apakah saudara bersungguh hati dengan Yeshua? Apakah saudara sungguh mau diselamatkan?” “Ya, saya mau diselamatkan,” jawab orang itu. “Saya pemabuk. Saya rindu dilepaskan dari adiksi ini.”

KETIKA SATU JIWA DISELAMATKAN
Tiba-tiba muncul dua malaikat lagi. Mereka membawa gulungan kitab di tangan dan mulai mencatat kata-kata si pemabuk itu. Kemudian diaken mulai membimbing dia dalam prosesi pertobatan. Saya melihat si pemabuk itu penuh dengan dosa. Tapi ketika diaken mulai berdoa untuknya, satu dari malaikat itu mulai menyentuh hati orang ini, lalu asap hitam tebal bagai kabut berisi hujan lebat meluap keluar dari dada orang itu. Saya langsung teringat firman  tentang dosa yang meluap keluar dari hati: “Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan halhal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.” (Matius 12:35)  “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Matius 15: 18-19) Orang ini mulai berdoa kepada  dengan tangan yang terangkat. Saya melihat tubuhnya dililit pita-pita hitam yang lebar. Dia dibelenggu segala macam dosa, tapi yang paling besar adalah pita dosa adiksi alkohol dan mabuk-mabukan. Seorang diaken berkata kepadanya: “Saudara harus mengaku semua dosa ini kepada  agar Dia memberimu pengampunan, agar saudara dapat dibasuh oleh darah Anak Domba.” Ketika dia mulai mengakui semua dosanya, seorang malaikat menyentuh dia. Saya melihat api keluar dari tangan malaikat itu. Semua tali pengikat itu terbakar dan terlepas dari diri orang itu. Ini memberi dia kelegaan yang luar biasa. Dia mulai mengangkat tangan dan memuji Yeshua. Dia berdiri dan saya melihat kemuliaan  turun ke atasnya. Saya tahu Yeshua telah menghibur dia karena dia mulai bersorak memuji Yeshua. Kemudian dua malaikat besar itu saling pandang lalu menganggukkan kepala. Mereka menghampiri kami dan berkata, “Mari dan saksikanlah kemuliaan Elohimmu.”

KEMBALI KE RUANG DOKUMENTASI
Dalam kecepatan sangat tinggi, kami terbang balik ke sorga bersama dua malaikat besar itu. Setelah masuk melalui gerbang, kami berjalan menuruni sebuah jalanan indah yang beralaskan emas. Dalam sekejap kami tiba di sebuah ruangan yang sangat indah. “Mari dan saksikan apa yang kami kerjakan di sini,” ujar malaikat pendampingku. Koridor panjang tempat kami berada itu tersambung ke ruangan-ruangan lain yang sama seperti ruangan yang telah kami masuki. Malaikat itu berkata: “Ada banyak ruangan seperti ini di sorga. Ini dinamakan ruangan tempat menyimpan catatan. Engkau akan melihat apa yang terjadi di dalam ruangan-ruangan ini.” Malaikat itu berkata lagi: “Kita akan masuk ke ruangan dimana disimpan nama dari orang yang baru saja bertobat itu.” Di dalam ruangan itu saya melihat para malaikat datang dari bumi dan menyerahkan laporan yang ditulis di gulungan kitab kepada seorang malaikat lain. Ada beberapa tangga yang disandarkan di tembok di dalam ruangan yang berbentuk persegi empat. Ada rak-rak menempel di tembok-tembok ruangan itu, dan di sana ada banyak kitab, sama seperti perpustakaan di bumi. Malaikat-malaikat lain berbaris di depan meja besar sambil memuji-muji . Ukuran meja itu kira-kira 8 kaki kali 4 kaki. Di tengahnya ada papan emas berbentuk persegi empat dan meja itu seluruhnya terbuat dari emas murni. Sangat indah meja itu karena ada ukiran berbentuk buah-buahan dan dedaunan di permukaannya. Ini meja paling indah yang pernah saya lihat. Belum pernah saya lihat meja seperti itu atau gambarnya sekalipun di bumi. Saya diliputi kekuasaan dan kemuliaan  yang memenuhi ruangan itu. Malaikat-malaikat sedang turun-naik di tangga itu. Mereka sibuk menarik buku-buku dari rak-rak itu kemudian mengembalikan ke tempatnya semula. Beberapa malaikat lain sedang berdiri di dekat situ sambil membawa laporan-laporan dari berbagai belahan bumi.

Saya perhatikan buku-buku di tembok itu dan ternyata ada yang berbeda-beda warnanya. Kemudian, saya melihat dua dari malaikat-malaikat yang tadi berada di gereja itu berdiri di satu baris sambil memegang sebuah buku yang telah diambil dari rak itu. Buku itu berisi catatan kehidupan dari si pemabuk yang sudah bertobat itu. Malaikat penjagaku berkata: “Apakah kamu melihat dua malaikat yang tadi berada di gereja itu? “Ya,” jawab saya. “Kamu melihat buku yang mereka bawa?” “Ya,” jawab saya. “Itulah buku yang mencatat seluruh kehidupan orang yang baru bertobat itu. Mereka mengambilnya dari rak itu. Sekarang mereka mesti pergi ke kepala malaikat di sini.

Malaikat penjagaku menjelaskan bahwa di setiap ruangan pencatatan ada seorang melaikat yang menjadi kepala. Segala sesuatu yang terjadi di sini mesti melalui malaikat kepala itu. Ini semua berjalan begitu rapi untuk memuliakan . Saya terpesona menyaksikan semua kejadian itu. Malaikat kepala mengenakan jubah yang berkilauan. Saya tak sanggup menggambarkan keagungannya. Rambutnya seperti emas yang berkilauan, jubahnya putih dan bertabur emas. Malaikat luar biasa ini memiliki rentang sayap berukuran 12 kaki. Dia malaikat paling indah yang pernah saya lihat. Dan dia penjaga utama di ruangan itu.

Dia menatap saya dan memberi isyarat agar saya pergi berdiri di sisinya. Kuasa  memindahkan saya dan dalam sekejap saya sudah berdiri di sisi kanan malaikat indah itu. Dia berkata: “Engkau diijinkan berada di sini supaya kami dapat menunjukkan kepadamu apa yang terjadi ketika seseorang dilahirkan kembali di bumi. Engkau harus menceriterakan ini kepada orang-orang di bumi.” Kejadian yang ajaib ini menggetarkan saya dan tak dapat dilukiskan secara tepat dengan kata-kata.

MEKANISME PENYIMPANAN ARSIP
Sambil menatap ke depan, gemuruh pujian kepada  naik dari berbagai penjuru. Saya mendengar lonceng berdentang, walau tak tahu dimana lonceng itu berada. Penuh kegembiraan, gelak tawa dan sukacita, para malaikat yang berbahagia itu berdiri memegang kitab-kitab sambil menunggu giliran untuk melapor kepada malaikat kepala pencatat. Saya mulai memuliakan  lagi untuk semua kejadian ajaib yang saya saksikan di situ. “Apakah kamu melihat dua malaikat di depan meja itu?” tanya malaikat penjaga saya. “Ya,” jawabku. “Mereka hadir di sana ketika orang itu dilahirkan kembali.” Malaikat itu menarik secarik kertas pesan dari gulungan kitabnya, persis seperti marker penanda bacaan. Saya tak dapat melihat apa yang tertulis di secarik kertas itu maupun gulungan kitab itu. Kemudian, sambil menyodorkannya kepada saya, malaikat berkata: “Lihatlah apa yang tertulis di sini.” Catatan itu rapi ditulis dan tampak sangat bagus. Saya lihat di situ tertulis nama negara, nama negara bagian, nama provinsi, nama kota, dan nama gereja.

Malaikat itu menunjukkan kepada saya nama pendeta di gereja itu dan jumlah jemaat di dalam gereja. Dia menunjukkan pula susunan organisasi gereja. Semua data itu lengkap tercatat di situ. Dia tunjukkan juga nama orang-orang yang menghadiri kebaktian dan rincian dari persembahan (kolekte) yang mereka kumpulkan. Nama orang yang lahir baru tadi juga ada di situ. Begitu pula pesan-pesan Injil Yeshua Yeshua yang diberitakan sampai jiwa ini bertobat tercacat lengkap. Lebih rinci lagi, jam, menit dan detik ketika orang itu bertobat dan lahir baru dicatat secara lengkap di dokumen itu. Saya langsung memekik: “Terpujilah Elohimku .” Ketika membaca sampai pada bagian dimana orang itu mengaku dosa dan menerima Yeshua Ha Mashiah sebagai Yeshua dan Juruselamat, malaikat penjagaku berkata kepada dua malaikat itu: “Apakah benar kamu berdua adalah saksi bahwa orang ini telah lahir baru pada jam yang disebutkan di sini?” Mereka menjawab: “Ya, benar, kamilah saksinya. Kami berada di sana ketika dia menerima Yeshua Ha Mashiah sebagai Yeshua dan Juruselamat. Kami benar menyaksikan itu terjadi.”

Langsung saja timbul gemuruh besar karena para malaikat bersorak-sorak dan memekik kegirangan memuji dan memuliakan . Seluruh sorga dipenuhi sorak-sorai itu. Lalu, malaikat itu menulis sesuatu di dalam kitab itu kemudian menutupnya. Buku tersebut sangat tebal. Dia berkata kepada saya: “Perhatikanlah di belakangmu.” Saya lihat di sana sejumlah besar orang, yaitu jiwa-jiwa yang sudah ditebus berjubah putih bersih berbaris dalam kemegahan.

DARAH YESUS
Para kudus itu sedang memuji  Yang Mahatinggi dengan lagu ini:
Oh, nothing but the blood of Jesus can wash my sins away.
Oh, nothing but the blood of Jesus can make me whole today.
Oh, nothing but the blood of Jesus can cleanse me today.
I’ve been redeemed by the blood of the Lamb.
[Oh, hanya darah Yeshua yang dapat menghapus dosaku.
Oh, hanya darah Yeshua yang dapat membuat aku utuh kini.
Oh, hanya darah Yeshua yang dapat membersihkan aku kini.
Aku telah ditebus oleh darah Anak Domba].

Sambil memandang ke situ saya melihat kitab orang itu diserahkan kepada salah satu dari para kudus yang tengah bersorak kegirangan. Halaman demi halaman semua tulisan yang lama di kitab itu dicuci bersih. Mereka mengangkat halaman-halaman itu satu demi satu.

Dan saya lihat setiap halaman benar-benar sudah dicuci dalam darah Yeshua. Tak ada satu pun dosa orang itu yang tertinggal di dalam kitabnya. Ini penggenapan nats Alkitab: “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” (Yesaya 43:25) Saya berucap: “Oh Tuhanku, betapa indahnya bahwa sabdaMu tetaplah relevan. Sebab semua dosa orang itu sudah terhapus dalam darah Anak Domba.”

Sambil menatap kejadian itu, saya melihat buku tersebut diserahkan kepada seorang malaikat lain. Malaikat yang satu ini rambutnya panjang dan sangat indah rupanya. Buku itu diletakkan di atas baki yang dipegang malaikat tersebut. Para malaikat itu saling memberi hormat dalam acara serah-terima buku itu dan langsung saja sorak pujian membahana lagi memenuhi sorga. Malaikat penjagaku berkata: “Mari dan saksikan kemuliaan Elohimmu.” Saya mulai meluncur sangat cepat bersama dia melewati lorong-lorong di sorga.

KITAB KEHIDUPAN ANAK DOMBA
Saya berdiri lagi di depan takhta . Umat yang disayang  Yeshua…, di situ saya mendengar bunyi sangkakala, saya mendengar tiupan terompet bagai membelah ruangan. Awan kemuliaan, kemuliaan Shekinah, menerangi seluruh kawasan di sekitar takhta itu. Bunyi guntur bergemuruh dahsyat dan halilintar sambar menyambar. Dan saya mendengar suara sejumlah besar orang kudus memuji , katanya: “Glori bagi Elohim, Halleluyah!” Saya memandang panorama dahsyat ini dan melihat malaikat meletakkan kitab itu di atas altar  lalu membungkukkan badan sambil menyembah. Lalu, suara  membahana amat keras membelah udara. Tapi saya mengerti setiap kata yang Elohim ucapkan.  berkata: “Satu jiwa lagi telah ditebus oleh darah AnakKu. Satu orang lagi telah menerima keselamatan melalui darah AnakKu.”

Lonceng sorga bersahut-sahutan menyambut pengumuman itu. Semua penduduk sorga bertempik-sorak dan memekik kegirangan. Saya menundukkan badan lalu menyembah sambil memuji. Saya melihat Kitab Kehidupan Anak Domba (Wahyu 21:27) berada di atas altar . Dan tampak di sana satu tangan terulur keluar dari awan kemuliaan itu lalu membuka kitab tersebut. Lalu di sana saya melihat nama orang yang bertobat itu ditulis di dalam Kitab Kehidupan itu. Glori bagi Elohim. Para kudus di bumi, dengar…! Nama kita semua juga ditulis di sana, di Kitab Kehidupan Anak Domba .

Sambil memandang panorama menakjubkan ini, malaikat Yeshua berkata: “Mari dan saksikan kemuliaan Elohimmu .” Dalam kecepatan sangat tinggi saya dibawa keluar. Tapi ketika itu pun saya sempat mengingat nats dalam Yesaya 45:3-4: “Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah YAHWEH,  Israel, yang memanggil engkau dengan namamu. Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.”

SUNGAI KEHIDUPAN
Kemudian, sambil memandangi panorama itu, Yeshua membawa semua orang kudusNya melintasi Sungai Kehidupan. Sungai itu mengalir keluar dari takhta  dan Anak Domba (Wahyu 22:1). Ketika para kudusNya melewati sungai itu, mereka menyanyi: “Glori bagi Elohim kita.”
Kemudian saya melihat sejumlah besar orang kudus yang tak terhitung banyaknya, mengenakan jubah putih yang sangat bersih, sangat indah yang belum pernah dilihat oleh mata manusia. Persis seperti yang Yohanes beritakan dalam Wahyu 7:13-14: “Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: ‘Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?’ Maka kataku kepadanya: ‘Tuanku, tuan mengetahuinya.’ Lalu ia berkata kepadaku: ‘Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.”
KEMBALI KE TAKHTA
Sekali lagi saya dibolehkan masuk dan berdiri di depan takhta . Saya sangat terkagum-kagum memandang kemuliaanNya. Bunyi terompet kudus terus menggelegar membuat saya berdiri terpukau diliputi kedahsyatan kuasaNya. Tak ada bahasa yang dapat saya pakai untuk menggambarkan secara tepat kekaguman saya menyaksikan kedahsyatan itu. Ada 12 malaikat berdiri melayani di depan takhta . Mereka mengenakan pakaian gemerlapan yang tak bisa saya ungkapkan dengan bahasa manusia. Yang bisa saya katakan ialah bahwa pada bagian dadanya terdapat permata yang menyatu dengan pakaian itu. Di atas kepala mereka terdapat semacam bahan sorgawi berwarnawarni sementara tepian jubah panjang yang mereka pakai adalah emas. Gema terompet itu memanggil para kudus untuk tampil satu per satu dan berdiri di depan takhta . Ada sejumlah orang kudus, malaikat dan makhluk sorgawi lainnya yang tak terhitung banyaknya berkerumun di situ. Semuanya sedang memuji-muni dan memuliakan.
ORANG-ORANG YANG SUDAH DITEBUS
Orang-orang kudus yang ditebus dari segala zaman sungguh tampak indah dan mulia. Mereka adalah manusia sebenarnya dan bukan awan yang mengapung di udara. Sejauh mata memandang, saya tetap melihat malaikat yang sedang bersorak memuji tanpa hentinya. Dan sambil berdiri di sana, di depan takhta , saya mendengar suatu suara besar berkata: “Lihatlah, kemah  ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi  mereka.” (Wahyu 21:3)

Kemudian saya saksikan awan kemuliaan yang diselimuti halilintar yang sambar-menyambar dan diiringi bunyi guruh yang dahsyat dan juga suara-suara. Lalu, saya melihat tangan  terulur keluar dari awan kemuliaan itu lalu menyapu airmata dari para kudusNya. Firman  berkata,  akan menyapu airmata dari mata mereka. Saya mendengar suara yang berkata: “Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:4-5). Kemudian, Dia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya lagi: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” Lalu,  berkata kepada para kudus yang berkumpul di situ: “Aku ketahui bahwa nama kamu semua tercatat di dalam Kitab Kehidupan Anak Domba. Karena itu, selamat datang di dalam sukacita Elohimmu.”

Benar sungguh, firman Yeshua tergenapi. “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:21). Dengan itu Yeshua menempatkan mahkota-mahkota kemuliaan di atas kepala para kudus yang diurapiNya. Saya tahu bahwa anugerah  akan terus mengalir bagi semua yang sudah ditebus. Saya tahu anugerah ini mengalir dengan tidak berkesudahan

SIMFONI YANG INDAH
Saya percaya Yeshua Ha Mashiah menyingkapkan sorga kepada saya agar memberikan saya keseimbangan. Dia tahu bahwa sebelumnya saya telah berhari-hari dibawaNya ke dalam alam maut yang begitu mengerikan sehingga Dia perlu mengimbanginya dengan cara membawa saya ke sorga. Malaikat Yeshua berkata: “Mari dan saksikan kemuliaan Elohimmu.”
Perawakan malaikat itu tinggi dan parasnya sangat elok. Sayapnya yang berwarna seperti pelangi berbentuk segitiga. Dia katakan bahwa  telah memberinya instruksi untuk memperlihatkan sebagian dari sorga kepada saya. Kami naik tinggi di angkasa dan masuk melalui gerbang utama sorga. Di sana saya melihat ada banyak pohon berbuah lebat dengan buah yang sangat indah. Saya juga melihat ada keluarga-keluarga mengenakan jubah yang anggun sedang berjalan naik-turun bukit sambil memuji . Musik sangat indah memenuhi tempat itu. Musik dan nyanyian di sorga adalah ungkapan rasa kebahagiaan yang amat sangat. Itulah bukti ada damai dan sukacita besar di sorga. Saya sudah menyaksikan paduan-paduan suara dan kelompokkelompok musik yang bernyanyi di bumi. Tapi, para kudus, tak satu pun di bumi ini yang dapat dibandingkan dengan keindahan dan keanggunan musik yang saya dengar di sorga.

Sorga itu setiap saat penuh dengan simfoni yang sangat indah. Bayangkan, kalau Anda bisa. Jutaan suara sempurna bernyanyi merdu diiringi alunan musik sempurna di sorga. Tak pernah terdengar walau hanya satu suara atau bunyi yang fals. Musik dan suara di sorga adalah simponi yang sangat amat sempurna. Ada alat-alat musik bertali, ada alat musik tiup seperti terompet dan banyak lagi yang lain yang mengiringi nyanyian di sorga. Perpaduan musik sempurna itu berbaur mengiringi suara para kudus bernyanyi dalam luapan sukacita yang tak terhingga. Semua suara dan bunyi musik di sana dibuat sempurna oleh kuasa . Sangat menyenangkan mendengar simponi sempurna itu yang memuji-muji  tiada hentinya. Suara orang yang kalau di bumi kedengaran fals atau tak cocok dengan irama band di bumi akan sempurna di sorga. Di sana kita semua akan bersukacita. Kumpulkan 10.000 orang dalam satu paduan suara di bumi dan dengarkan mereka bernyanyi. Ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan paduan suara dan musik yang melantunkan simponi indah di kota abadi . Gelombang demi gelombang nada dan irama pujian naik memenuhi panorama dan membahana melintasi semua jalan raya di sorga. Begitu indah dan menakjubkan sampai saya tak dapat berpikir tentang lain hal ketika mendengar musik di sorga. Kemudian, malaikat itu berkata lagi, “Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu.” Saya ingat kami berjalan melewati suatu tempat yang sangat subur dan hijau seperti yang tak pernah dibayangkan manusia. Ada kumpulan-kumpulan bunga di sejumlah bagian rumput itu. Kembang-kembang itu cantik-cantik dan menyerupai bunga rose di bumi. Setiap pohon kembang memiliki paling sedikit satu kuntum yang sedang mekar. Para kudus, kembang-kembang itu indahnya sama dengan nyanyian di sorga.

KUDA MULIA DI SORGA
Sambil berjalan bersama malaikat itu, saya melihat ada kudakuda putih yang elok. Saya teringat nats Alkitab tentang kuda-kuda dan bagaimana Yeshua menunggangi sebuah kuda putih dalam memimpin balatentara sorga. “Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. “Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri. “Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman”. “Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.” (Wahyu 19:11-14)
Kuda-kuda ini tampak begitu agung, dan seperti patung-patung besar yang dipisahkan dari batu pijakannya, tetapi kuda-kuda itu kuda sungguhan dan hidup pula. Telapak kakinya besar, warna kuda-kuda itu putih bersih dan sangat agung. Seorang perempuan yang memakai jubah indah tersenyum sambil berbicara kepada kuda-kudat itu. Dia memberikan petunjuk agar kuda-kuda itu berlutut memuji . Semua hewan suci itu serempak menekukkan lutut kanannya lalu memuji  dengan bahasa sorga. Alangkah indahnya, pikirku. Saya teringat ketika membaca ayat-ayat Alkitab tentang hal ini, bahwa semua makhluk di bumi dan di sorga akan menyembah .“Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa…” (Yesaya 45:23)“Karena ada tertulis: ‘Demi Aku hidup, demikianlah firman Yahweh semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan.” (Roma 14:11)
“Itulah sebabnya  sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yeshua bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yeshua Ha Mashiah adalah Yeshua,’ bagi kemuliaan , Bapa.” (Filipi 2:9-11)
“Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: ‘Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!’” (Wahyu 5:13)

Damai, sukacita dan kebahagiaan bertebaran di semua penjuru sorga. Semua orang memuji dan memuji  setiap saat. Tiba-tiba malaikat penjagaku itu menghilang. Dan di sisiku Yeshua berdiri. PerawakanNya sangat tinggi, dan Dia memakai jubah yang sangat lain dari semua jubah yang saya lihat disana. Sorotan mataNya yang menembusi segala sesuatu tampak begitu anggun. Bentuk jenggotNya sangat rapi dan rambutNya lebat.
Saya membayangkan wajahNya, kelembutan yang terpancar dari wajahNya tidak dapat diceritakan dengan bahasa apa pun. Sangat ganteng Dia, membuat saya terkagum-kagum. Mendadak saya merasa sepertinya seluruh bagian tubuhku ingin membungkuk untuk menyembah Dia, Raja Segala Raja dan Tuan Segala Tuan – Yeshua Ha Mashiah namaNya. Kemuliaan dan kekuasaan memancar keluar ke sekeliling tubuhNya.

GUDANG KESEMBUHAN
Tiba-tiba saya lihat mata Yeshua Yeshua sepertinya memantulkan kesedihan. Saya bertanya: “Yeshua, ada apa?” “AnakKu, tengoklah,” jawabNya. Dia melambaikan tanganNya ke arah sebuah gedung dan tampak terbuka pintunya. Dari pintu itu, kemuliaan dan kekuasaan mengalir keluar bagai arus yang deras. Saya lalu bertanya lagi: “Yeshua, ini apa lagi?” “AnakKu,” jawabNya, adakah engkau melihat penyembuhan di dalam gudang-gudang ini?” “Ya, saya lihat, Yeshua.” “Semua penyembuhan ini sedang menantikan umat,” jawab Yeshua.
Betapa banyaknya penderitaan di dalam hidup kita di bumi. Ada penyakit, ketidak-sempurnaan fisik, kecacatan tubuh, dan banyak lagi penderitaan yang dialami manusia. Anda dapat melihatnya dimana-mana. Cobalah pergi ke rumah sakit dan lihat di bangsal tempat perawatan mereka yang menderita penyakit menular, penyakit gangguan mental, unit gawat darurat, dan tempat lain yang melayani banyak orang yang menderita secara fisik dan mental. Penyakit adalah akibat dari jatuhnya Adam dan Hawa ke dalam dosa di Taman Eden dahulu kala. Penyakit adalah salah satu turunan daripada dosa. Ada orang yang menganggap penyakit sebagai rintangan, tragedi manusia, atau mungkin bagian normal dari hidup manusia. Padahal, penyakit adalah kutukan yang dilakukan oleh Iblis.

PENYEMBUHAN DI SORGA
Betapa manusia memerlukan penyembuhan. Sebab penyakit adalah korupsi terhadap kehendak . Penyakit merupakan elemen tak wajar dari hukum ekonomi . Penyakit tidak berasal dari , tidak datang dari sorga. Sebab dosa berasal dari si jahat, bukan dari sumber yang baik. Ketika kita sampai di sorga, semua penyakit dan penderitaan langsung lenyap selama-lamanya. Paulus menulis hal ini ketika ia berbicara tentang pemulihan tubuh kita secara sempurna: “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. “Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak  dinyatakan.” (Roma 8:18-19)
Tapi, penderitaan fisik yang terberat di bumi ini tak ada apaapanya bila dibanding dengan kesenangan dan kemuliaan menakjubkan yang akan kita alami di sorga. Di sorga tubuh kita menjadi sempurna dan kita akan bersandar pada Ha Mashiah, karena itu tidak akan ada lagi penderitaan fisik. Tapi walau masih di bumi, Dia mau kita disembuhkan, sekarang. Salah satu nama  di dalam Alkitab adalah YAHWEH-Rapha, yang berarti “YAHWEH Penyembuh Kita.” membuat perjanjian khusus dengan umatNya ketika Ia berjanji kepada bangsa Israel: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara YAHWEH, Elohimmu dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.” (Keluaran 15:26)
Kendati penyakit adalah kutuk dosa, Yeshua telah mengangkat kutuk itu melalui karya penebusaan dosa. Luka-luka dan bilurbilur yang diderita Ha Mashiah membayar harga untuk menebus dosa. Dia menjadi Juruselamat kita. Tapi penderitaan Ha Mashiah lebih dari sekadar menebus dosa kita. PenderitaanNya membuat Dia diresmikan sebagai Penyembuh kita.
“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:5)
“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (I  Petrus 2:24)

MINTA YESUS UNTUK MENYEMBUHKAN
Misi penyembuhan Yeshua Yeshua tidak berhenti ketika Dia terangkat ke sorga. Kisah Para Rasul adalah kelanjutan dari semua yang telah dimulai Yeshua (Kisah Rasul 1:1)
Yeshua memberi teladan untuk misi penyembuhan di bumi dan mengajarkan bahwa penyembuhan adalah bagian dari kerajaanNya. Sebelum kembali kepada Bapa, Yeshua memberi perintah kepada orang percaya untuk pergi dan menyembuhkan orang sakit. Dia berkata: “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka; mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16-17-18)
Yeshua juga berpesan kepada kita dalam Yohanes 14:13-15: “… dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.“Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”
Setelah beberapa saat, Yeshua tidak lagi saya temukan di situ. Malaikat penjaga kembali berdiri di sisi saya dan berjalan bersama saya di antara gudang-gudang itu. “Betapa banyaknya gudang ini, Yeshua,” saya berkata dalam hati.
Yeshua berbicara ke dalam rohku: “AnakKu, ketika engkau berdoa buat seseorang di bumi, berdoalah dengan memakai namaKu. Ingat, bukan engkau yang melakukan penyembuhan, tetapi Aku yang melakukannya. Mintalah Aku untuk mencelikkan mata yang buta atau menyembuhkan kaki yang timpang, dan Aku akan melakukannya. Mintalah Aku meluruskan rusuk yang bengkok atau menyembuhkan tubuh yang sedang sakit, maka Aku akan menyembuhkan mereka. “Apa pun yang engkau mau Aku lakukan, mintalah itu di dalam namaKu maka Aku akan melaksanakannya. Sebab jawaban untuk semua persoalan itu sedang menunggu di dalam gudang-gudang ini, menunggu engkau memintanya.”
Yeshua kembali menegaskan kepada saya bahwa berkat-berkat yang tersedia di dalam gudang-gudang itu memang diperuntukkan bagi umatNya, bagi orang-orang berdosa di bumi. Saya ingat Dia berkata bahwa dalam waktu dekat akan terjadi badai penyembuhan di atas bumi. Saya kemudian berpikir tentang penyembuhan yang sedang terjadi di bumi, lalu berkata: “Yeshua, betapa baiknya Dikau menyembuhkan tubuh kami.”
Semakin usia kita bertambah, semakin lemah dan rusak tubuh kita. Itu adalah dampak alami dari dosa dan kita tak bisa bebas sepenuhnya dari dampak itu. Tapi  tidak berkehendak agar usia kita dihabiskan dalam penyakit sehingga tak dapat berbuat apa-apa.   menghendaki kita menjadi produktif dan aktif. Untuk itulah Yeshua telah mati agar kita  dipulihkan seutuhnhya. Yeshua Ha Mashiah, Anak , mencurahkan darahNya agar kita terbebas dari naraka. Jika kita percaya bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah Anak , maka kita memiliki pengharapan. Harapan bagi jiwa kita adalah di dalam Yeshua. Yeshua Ha Mashiah telah menderita agar tubuh kita disembuhkan. Di dalam Yeshua ada berkat, dan pengharapan dan kelebihan kita. Dia sajalah pengharapan untuk menyempurnakan tubuh jasmani kita.
Para kudus, di sorga ada gudang-gudang berkat yang belum kita klaim. Gudang-gudang berkat itu mesti diklaim oleh umat  yang meminta dengan iman di dalam nama Yeshua. Ketika Dia masih di bumi, Dia pernah berkata: “Aku pergi untuk menyediakan tempat bagi kamu.” (Yohanes 14:2). Tempat yang Dia sediakan itu adanya di sorga. Tempat itu sangat indah dan segala sesuatu yang di sana itu indah. Ketika saya bersaksi dalam buku ini dan berbicara tentang sorga, ingatan tentang tempat itu membuat saya merinding. Terima kasih, Yeshua, untuk Firman yang begitu indah yang telah Dikau berikan kepada anak-anakMu.

KESIBUKAN DI SORGA
Sorga itu tempat yang amat ramai. Tempat itu padat dengan banyak sekali kegiatan dan kegembiraan. Malaikat-malaikat selalu tampak sedang mengerjakan sesuatu, sibuk dengan berbagai urusan yang mulia. Salah satu tujuan buku ini ditulis adalah agar saya menceriterakan tentang apa yang dikerjakan para malaikat di sorga. Mereka selalu bergirang, tak pernah lelah, tak pernah murung, dan selalu memuji .
Orang-orang kudus yang sudah ditebus juga selalu tampak sibuk di sorga. Ada saja kegiatan yang mereka kerjakan di sana. Seperti apa rincian pekerjaan mereka saya tidak tahu persis. Tapi yang jelas di tempat abadi itu tak ada orang yang nganggur. Para orang kudus mengerjakan pekerjaan yang tak pernah dialami di bumi. Mereka terlibat dalam kegiatan menstimulasi, menambah semarak dan melaksanakan tugas-tugas khusus. Selalu mereka memuji-muji  sambil menyelesaikan tugas yang diberikan  kepada mereka.
Ketika saya melihat malaikat-malaikat yang membawa laporan naik dari bumi, mereka itu ternyata datang dari berbagai belahan bumi. Mereka sebelumnya telah mengunjungi berbagai acara kebaktian dan perkumpulan doa. Selalu saja mereka membawa kertas-kertas putih yang berbentuk gulungan bertepi emas. Dari bumi mereka terbang balik ke beberapa tempat di sorga dan menyerahkan laporan-laporan itu kepada malaikat lainnya untuk diarsipkan.

PENDUDUK SORGA
Di sebuah tempat di sorga saya melihat sejumlah laki-laki berjubah putih bersih dan sangat indah. Terkenang saya akan ayat firman Yeshua di dalam Yesaya 61:10 yang berbunyi: “Aku bersukaria di dalam YAHWEH, jiwaku bersorak-sorai di dalam Elohimku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.”
Orang-orang yang saya lihat itu memiliki ciri khas yang berbeda-beda dan berasal dari berbagai bangsa di bumi seperti yang difirmankan dalam Wahyu 7:9: “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.”
Satu hal lain lagi yang membuat saya terpesona agak lama adalah bahwa sorga itu sebuah tempat yang sangat apik. Segala sesuatu yang dikerjakan di situ dikerjakan secara tuntas, sesuai aturan dan dengan derajat kesempurnaan yang sangat tinggi. Tak satu pun perkerjaan yang rendah mutunya, tak satu pun kegiatan yang tidak bermutu tampak di sana.
Pemandangan yang paling indah, mungkin, adalah ketika saya melihat sebuah keluarga yang berjalan di atas bukit kudus. Sukacita dan kegembiraan mereka begitu besar dan tak terlukiskan. Mereka tampak sibuk mengerjakan pekerjaan luar biasa di dalam hadirat Yeshua. Apa pun yang dikerjakan di situ, entah dikerjakan secara sendiri-sendiri atau secara bersama-sama, selalu terjadi dalam kesempurnaan. Sebab sorga itu tempat yang bebas dari cacat. Segala yang ada di situ sempurna dalam arti yang sesungguhnya. Kesenangan dan kebahagiaan yang sempurna terpancar keluar dari wajah, hati, dan jiwa setiap orang yang ada di sorga.

KETERATURAN SEMPURNA
Keagungan, keteraturan sempurna dan tujuan pasti mewarnai segala sesuatu yang terjadi di sorga. Setiap saat para malaikat dan orang-orang kudus terlibat dalam pelayanan penuh damai sejahtera sempurna. Tak seorang pun tidak bekerja di sorga. Tak seorang pun merasa bosan tinggal di sorga. Semua anak, juga para malaikat dan semua makhluk sorgawi lainnya melayani Dia selama-lamanya. Ketika kita menerima tubuh baru, yaitu tubuh sorgawi setelah kebangkitan orang-orang kudus, tak akan pernah lagi kita merasa letih atau lemah. Tak ada seorang pun yang lesu badan. Sebab tubuh mulia yang supra-natural itu tak dapat kehilangan kekuatannya. Di dalam kekekalan, waktu tidak berlaku dan pikiran, kehendak, dan tubuh kita tak akan dapat terganggu oleh situasi dan kondisi seperti di bumi.
Untuk melibatkan diri dalam pekerjaan dan sukacita di sorga, kita hanya bisa hadir di sana dengan tubuh sorgawi. Ini dimulai ketika seseorang dilahirkan kembali lalu ikut mengambil bagian di dalam bagian sorgawi seperti diuraikan dalam II Petrus 1:4: “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat sorgawi [divine nature] dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”
Arsitektur sorga dirancang dan dibangun di dalam kekekalan oleh  yang kekal. Di suatu tempat saya melihat semua deretan bangunan di dalam Kota . Bangunan-bangunan itu sangat besar. Di atas setiap bangunan itu saya melihat mahkota yang teramat besar yang terbuat dari sangat banyak permata. Saya tidak tahu ada berapa banyak orang tinggal di dalam istana-istana megah itu karena saya tidak masuk ke dalamnya. Tapi semua bangunan itu tampak kokoh, lengang dan luas, jauh melampaui bangunan besar apa pun yang ada di planet bumi. Saya teringat firman Yeshua yang berkata jika kita bekerja keras di bumi untuk Yeshua, kita sebetulnya sedang menabung harta di sorga (Lukas 18:22).
Lalu, dalam ingatanku muncul ayat-ayat firman Yeshua seperti berikut:
“Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan  di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah, sambil berkata: Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Yeshua, , Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orangorang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi.” (Wahyu 11:16-18)
“Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.” (Lukas 6:23)
“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. (Wahyu 22:12)

KERETA
Ketika kami beranjak pergi ke kawasan lain di sorga, malaikat pengawalku berkata lagi: “Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu.” Malaikat itu menunjukkan kepada saya kereta . Roda-roda kereta itu sangat besar sehingga saya tak tahu bagaimana mengukurnya dengan kata-kata. Roda-roda itu ditaburi permata dan berlian dan ruby dan zamrud. Setiap kereta memiliki paling sedikit dua roda besar di setiap sisinya. Bagian depan kereta itu agak rendah dan terbuka. Semua kereta itu tampak diselubungi nyala api tapi tidak terbakar. Kereta-kereta itu dikemudikan oleh para malaikat. Bentuk kereta itu sangat besar dan penuh dengan keagungan. Elia naik ke sorga dengan menggunakan kereta kuda. Tak perlu merasa heran mengapa kuda bisa berlari naik ke sorga. Apa yang mustahil dalam akal pikiran manusia itu tidak mustahil bagi .

TUBUH MULIA
Badan semua orang yang saya lihat di sorga itu mulia, sempurna, dan sangat serasi. Tak satu pun orang di sana memiliki keriput setitik pun. Semua orang itu sangat anggun dan tubuhnya memancarkan cahaya kemuliaan. Saya pernah mendengar orang berkata bahwa nanti di sorga tubuh kita hanya bagaikan gumpalan asap. Itu tidak benar. Tubuh kita akan mengenakan kodrat, bentuk dan sifat-sifat sorgawi. Alkitab berkata para tua-tua ada di dekat takhta : “Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhtatakhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.” (Wahyu 4:4)
Para sesepuh di sorga adalah orang-orang kudus yang tampak begitu anggun, yaitu mereka yang telah mendahului kita.  telah memberikan kehidupan kekal kepada mereka. Tubuh yang mereka gunakan itu adalah tubuh mulia seperti yang akan diberikan kepada  orang-orang yang akan dibangkitkan kelak. Dengar, umat Yeshua…, Anda akan sangat bahagia di sorga, lebih dari yang dapat Anda bayangkan saat ini. Ketika saya berada di sorga, kenangan tentang rumah saya di bumi nyaris tak terpikirkan. Sebab di sorga tidak ada kesedihan, tidak ada susah atau sengsara. Saya sendiri tenggelam dalam sukacita yang amat besar dan terpesona oleh keindahan Yeshua kita. Di sorga tidak ada kegelapan.
Yang ada hanya sukacita, kuasa dan kedahsyatan  terpancar dari segala tempat, khususnya ketika kita mendekati takhta . Tempat bagai lautan kaca itu terlalu indah untuk dilukiskan. “Lalu ia menunjukkan kepadaku air Sungai Kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta  dan takhta Anak Domba itu.” (Wahyu 22:1)
Lagi-lagi malaikat itu berkata “Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu,” ketika saya beranjak pergi dari tempat itu. Dengar, umat Yeshua…, saya dibawa dalam kecepatan yang sangat tinggi ke suatu tempat lain di sorga dimana sorak pujian dan alunan musik terdengar kian kencang. Itu musik mahaindah yang pernah didengar telinga manusia. Sorak dan teriakan sukacita membahana di segala tempat. Kemudian malaikat itu berkata lagi: “Kini kita makin dekat ke takhta.” Saya berucap: “Ya Yahweh, betapa indahnya tempat ini.”

KETIKA  BAPA BERBICARA
Sebelum  Bapa berbicara, tampak 12 malaikat besar dan tinggi – kira-kira 12-15 kaki tingginya – berdiri di depan takhtaNya sambil meniup terompet. Permata yang sangat indah menghiasi bagian depan jubah mereka. Dengan musik yang bergema ditambah suara mereka, dan semua yang mereka lakukan di situ, mereka tampak mendominasi suasana. Mereka sibuk melakukan persiapan sebelum  Bapa mulai berkata-kata. Setiap kali  Bapa mengucapkan sepatah kata, saya melihat awan mulia menutupi takhta itu. Begitu pula ketika Yang Mahakuasa menyampaikan pesan-pesan. Dan dari takhta itu keluar halilintar dan bunyi guruh yang dahsyat, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh. (Wahyu 4:5)
Kemudian kuasa  naik dari bagian depan takhta itu. Di tengah takhta itu Yang Mahakuasa berdiam di dalam awan kemuliaanNya. Ketika  Bapa berbicara, suaraNya mengaum bagai desau air bah (Wahyu 14:2). Tapi saya mengerti setiap kata yang diucapkanNya. Suatu ketika  berbicara tentang darah AnakNya. berkata bahwa darah AnakNya telah ditumpahkan bagi (penebusan dosa) semua manusia di bumi.  berkata bahwa hanya darah Yeshua Ha Mashiah sajalah yang dapat menghapus dosa manusia (I Yohanes 1:7).
“Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: ‘Marilah!’ Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!” (Wahyu 22:17 )
katakan bahwa darah anakNya dicurahkan untuk menebus dosa laki-laki dan perempuan di bumi. Dia katakan bahwa harga yang paling mahal yang telah Dia bayar untuk menghapus dosa manusia adalah mengutus AnakNya sendiri untuk mati di kayu salib. “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.” (Efesus 1:7)
“… di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.” (Kolose 1:14)
“… Yeshua Ha Mashiah, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya.” (Wahyu 1:5)
Saya gemetar, tapi sangat girang bisa mendengar suara . Suara  Bapa itu bagai auman mahadahsyat, tapi sekaligus sangat menyenangkan dan saya mengerti setiap ucapanNya. Saya terus berucap: Ya Allahku, betapa indahnya Dikau. Dikau telah menyediakan segala sesuatu. “Engkau ya Yeshua telah menyediakan segala sesuatu untuk kami. Kami bahkan tak mampu memikirkan semua yang Engkau sediakan untuk orang-orang yang mengasihi Dikau (I Korintus 2:9).

SORGA ITU BENAR-BENAR ADA
Saya ingat ketika di sana saya berkata dalam hati: Sungguh, sorga itu benar-benar ada. Orang-orang yang saya lihat itu nyata. Malaikat-malaikat itu nyata. Semua yang indah-indah ini semua nyata. Dan suatu hari nanti saya akan datang lagi ke sini untuk terus melayani Yeshua. Bagi saya, berbicara tentang  dan keindahanNya adalah sesuatu yang menyenangkan. Saya bersyukur dengan segenap hati kepadaNya karena mendapat kesempatan melayani Dia. Saya berterimakasih kepada Bapa karena Yeshua Ha Mashiah menyelamatkan saya dari naraka. Saya bersyukur sebab saya dilahirkan kembali dan menjadi anak Sang Raja yang ditebus oleh darah Yeshua. Saya bersyukur dan merasa sangat beruntung bahwa Yeshua adalah Yeshua saya. Apabila Anda belum dilahirkan kembali, Anda perlu dibebaskan dari semua dosamu itu. Undanglah Yeshua Ha Mashiah untuk masuk ke dalam hatimu agar Dia menyelamatkan jiwamu. Yakinlah bahwa Dia benar-benar Anak . Percayalah bahwa  Bapa mengutus Dia ke dalam dunia, bahwa Dia dilahirkan melalui Perawan Maria dan bahwa Dia-lah Anak  Yang Kudus yang dikirim ke dunia untuk menebus dosa semua kita agar kita terluput dari naraka. Dan yang paling penting, Anda perlu yakin bahwa Yeshua telah melakukan satu-satunya pengorbanan yang dapat menghapus dosamu ketika Dia mati di kayu salib.

ANAK-ANAK DI SORGA
Ketika mengajar dahulu Yeshua pernah berbicara tentang anakanak. “Biarkanlah anak-anak itu datang kepadaKu dan janganlah melarang mereka, karena yang seperti inilah yang empunya kerajaan sorga.” (Matius 19:14)
Baca juga Matius 18:3-4: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.”
Markus 10:15: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan  seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”
Markus 9:37: “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”
Yoel 1:3: “Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian.”

Bagian sorga yang satu ini akan membuat banyak orang terperanjat. Saya tahu banyak orang tak bisa menerima hal ini, tapi saya tahu  sudah menyatakannya kepada saya ketika saya mengunjungi sorga. Saya didampingi malaikat besar yang sayapnya merupakan pelangi berbentuk segi tiga. Dia mengenakan pakaian putih berkilauan dan rambutnya berupa emas yang terurai lepas. Perawakannya anggun dan mulia. Cahaya kemuliaan dan kekuatan mengelilingi dia. Dia berkata: “Mari dan lihat kemuliaan Allahmu.  Elohimmu telah bersabda bahwa saya harus menunjukkan tempat dimana anak-anak berada dan apa yang terjadi ketika seorang anak meninggal dunia.” Perlu saya jelaskan bahwa ketika Yeshua membawa saya ke naraka, saya tidak melihat seorang anak pun di sana. Sepanjang ingatan saya, tidak tampak baik bayi maupun anak-anak kecil di dalam naraka. Mungkin orang lain tidak bisa menerima ini, tapi ingin saya sampaikan apa yang diperlihatkan kepada saya oleh malaikat Yeshua ketika di sorga khususnya tentang tempat berdiam anak-anak. Bersama malaikat itu saya terbang tinggi di angkasa sorga dan ketika berhenti, dia berkata, “Saya harus menunjukkan semua ini kepadamu.” Banyak hal terjadi ketika saya bersama malaikat itu tapi tidak semua dapat saya ingat sekarang, karena saya tidak diperkenankan  untuk mengingat semua hal yang saya lihat. Banyak peristiwa terjadi selama perjalananku ke sorga yaitu hal-hal yang saya lihat tetapi otak saya dibikin untuk tidak boleh mengingat semuanya. Apa yang saya ceritakan di sini adalah hal-hal yang  ijinkan untuk saya ingat agar disampaikan kepada Anda semua tentang sorga.

Daniel mengerti sepenuhnya tentang penglihatan dan mimpimimpinya. Tapi ketika Yeshua membawa saya ke sorga, ada banyak peristiwa yang terjadi yang tidak diterangkan maknanya kepada saya. Saya hanya dibawa ke berbagai tempat di sorga. Dan tempat yang paling menakjubkan adalah tempat tinggal bayi-bayi dan anak-anak kecil.

BAYI-BAYI YANG KEGUGURAN
Malaikat  berkata: “Mari dan lihat.” Dia menggerakkan tangannya dan tampak di sana sebuah rumah sakit. Saya melihat ruang bersalin. Seorang perempuan seperti mau melahirkan. Malaikat berkata: “Dia keguguran. Bayi itu usianya baru tiga bulan.” Saya menatap dengan teliti. Dua malaikat yang tampan mendekati tempat tidur perempuan itu. Mereka membawa sesuatu yang tampaknya seperti sebuah keranjang yang terbuat dari pualam putih dan mutiara. Sangat indah keranjang itu. Malaikat itu terus memuji . Saya mendengar itu jelas sekali. Ketika terjadi keguguran, roh bayi yang berusia tiga bulan itu,
bagai uap, naik dari janin tersebut. Malaikat menangkap roh itu lalu meletakkannya di dalam keranjang, kemudian menutup bagian atasnya. Malaikat-malaikat itu kemudian mengangkat tangan menunjuk ke sorga, lalu mereka bersorak nyanyikan pujian bagi Yeshua. Mereka mengagungkan dan meninggikan Dia sebagai Raja Segala Raja dan Yeshua Segala Tuan, Pencipta segala yang ada di sorga dan di bumi. Mereka berseru, “Kepada Elohim beri pujian.”
Ketika dua malaikat itu naik melewati kami, mereka berkata lagi: “Mari dan lihat.” Kami berjalan kembali melalui pintu gerbang masuk ke dalam sorga. Ya Yeshua, inilah bagian yang sungguh paling indah di sorga. Belum pernah saya lihat tempat yang satu ini. Saya ingat berjalan bersama malaikat-malaikat itu didampingi malaikat penunjuk jalan. Kami naik tinggi sekali dan saya bisa melihat lagi takhta . Saya bisa mendengar lagi gemuruh sorak pujian. Sepertinya kami menuju takhta dari bagian sebelah kiri. Ketika sampai di situ saya masih berucap: “Elohimku, betapa indahnya Dikau. Betapa menakjubkan diriMu.” Dari segala penjuru sorak pujian tiada hentinya. Panggilanku yang terutama adalah melalui mimpi, penglihatan dan pewahyuan. Kesaksianku adalah bahwa diri saya ini hanyalah seorang hamba sahaya di tangan Yeshua dan karena itu kerinduanku adalah  menyampaikan cerita tentang anak-anak. Betapa saya selalu ingat akan kemuliaan yang saya saksikan di sana serta puji-pujian yang memenuhi segala tempat. Saya masih ingat betul akan halilintar dan guntur yang bergemuruh serta pelangi di atas takhtaNya. Saya ingat bahwa di takhta ituada sesosok tubuh manusia, seperti seorang lelaki di dalam awan kemuliaan yang menutupi takhta itu.
Para malaikat meletakkan keranjang itu di atas takhta  kemudian membungkukkan badan untuk menyembah. Sayap-sayapnya terangkat ke atas lalu sorak pujian berkumandang memenuhi sorga: “Glori, haleluyah, pujilah.” Tampak kami berada di sebuah arena yang amat luas.  Malaikat-malaikat besar sedang meniup terompet bagai sedang mengumumkan sesuatu. Saya tak dapat melihat wajah  Bapa, tapi saya melihat sesuatu yang seperti dilihat Musa (Keluaran 33:17-23). Kemudian saya melihat ada tangan yang terulur ke depan membuka keranjang tadi. Saya tahu itu tangan Bapa.

Umat Yeshua, dengar…, andai saja Anda pun berada di situ ketika itu, betapa bahagianya memandang kemuliaan  seperti yang Ia nyatakan kepada saya. Kuasa kehadiranNya sungguh amat menyilaukan, tapi sangat indah dan luar biasa. Tangan itu keluar dari awan kemuliaan itu dan mengangkat jiwa bayi itu lalu mengeluarkannya kemudian meletakkannya di atas altar. Kemudian saya melihat tangan-tangan bekerja seperti sedang melakukan sesuatu terhadap jiwa bayi tersebut. Setelah selesai pekerjaan itu, tampaklah sesosok tubuh manusia yang begitu bagus dan sempurna muncul di situ. Sosok bayi itu bertumbuh dan terus membesar sampai menjadi seorang pria yang sangat tampan seperti yang belum pernah saya lihat di bumi. [Bersambung]

Bagian I:    Di Gerbang Sorga – YESHUA Ha MASHIAH SANG PENYEMBUH
Bagian II :  Dahulu,  Sekarang dan Nanti – Bayi-bayi Yang Keguguran
Bagian III : Dalam Pemeliharaan – Sekarang, berdoalah seperti ini [Doa Pertobatan]

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

WAHYU TENTANG SORGA; M.K. Baxter, I

a-divine-revelation-of-heaven Mary Kathryn Baxter dibawa oleh Yeshua melihat Sorga dan Neraka. Tulisan di bawah ini adalah 10 kali kunjungannya ke Sorga. Diterjemahkan oleh Pitan Daslani dari buku A DIVINE REVELATION OF HEAVEN. Artikel ini diringkas dari http://Spiritlessons.com edisi Indonesia PDF.Bahasa asing lainnya dan bentuk audio MP3 bisa ditemukan pada alamat situs tersebut.
Inilah pengalaman spiritual amat komprehensif dan dahsyat yang dialami seorang hamba di Amerika Serikat. membawa dia ke dalam alam maut selama 30 malam berturut-turut. Pengalamannya yang amat mengerikan itu dituangkannya di dalam bukunya yang pertama A DIVINE REVELATION OF HELL

Mulai malam ke-31 sampai dengan malam ke-40, Mary Kathryn Baxter dibawa ke dalam sorga untuk menyaksikan semua keindahan kediaman beserta kemuliaan, kebesaran dan kedahsyatannya. Pengalaman 10 malam di sorga itu ia tuangkan dalam buku kedua yang versi Indonesia-nya sedang Anda baca ini.
Tentang Mary Kathryn, penulis buku ini, lahir di Tennessee, USA, bertobat dan menjadi pengikut Yeshua ( proses ini disebut sebagai Lahir Baru ) ketika ketika berumur 19 tahun. 1976 Ia mulai dikunjungi oleh Yeshua.

Catatan dari editor Penjala Baja: Memasuki bab 1 (Di Gerbang Sorga) dan seterusnya disalin seperti aslinya, tanpa pemotongan kata, jika ada itu akan diberitahu. Garis miring dan warna ditambahkan agar sesuai sumber aslinya (berbahasa Inggris). Garis bawah dan kurung kotok dari editor. Kata-kata Yang Disembah telah ditukar Allah menjadi Elohim (kata Ibrani untuk GOD/God) dan Yesus Kristus menjadi Yeshua Ha Mashiah dan TUHAN menjadi YAHWEH (kata Ibrani yang berasal dari huruf kuno YHWH, sebagaimana Alkitab Perjanjian Lama menulisnya). Selamat membaca dan diberkati YAHWEH. Penjala Baja.

Klaim penulis buku tentang apa yang ia saksikan: Buku ini berisi sejumlah kisah nyata yang telah saya alami sendiri bersama . Ini bukan hasil ilusi seorang pengkhayal yang menginginkan sesuatu yang lebih baik daripada yang ia dapatkan dalam hidupnya.

Sorga itu sesuatu yang nyata, dan pengalaman yang saya uraikan di dalam buku ini adalah persis seperti yang terjadi pada saya. (hal. 8) Yeshua berkata kepadanya, “Untuk maksud ini engkau dilahirkan,untuk menulis dan menceritakan apa yang telah Aku perlihatkan dan sampaikan kepadamu, karena semua ini tulus dan benar.“Panggilanmu adalah untuk memberitahukan kepada dunia bahwa sorga itu benar ada,dan naraka itu juga benar ada, dan bahwa Aku, Yeshua,telah diutus oleh Bapa untuk menyelamatkan mereka semua dari penghukuman dan menyediakan bagi mereka tempat di sorga.”

[Bagian I: Di Gerbang Sorga sampai Yeshua Ha Mashiah sang Penyembuh]

DI GERBANG SORGA

Elohim di dalam pengasihan dan anugerahNya yang abadi mengijinkan saya untuk masuk ke dalam tempat yang indah itu yang disebut sorga. Tak jelas bagi saya persiapan dan alat transportasi seperti apa yang saya gunakan untuk bisa masuk ke sana dan kembali lagi ke bumi. Tapi kenyataan yang saya alami tidak mungkin keliru. Bagaimana caranya keajaiban sorga yang begitu hebat itu diperlihatkan kepada seorang manusia fana seperti saya? Saya mulai dari awal peristiwa. Pada suatu malam Yeshua Yeshua menampakkan diriNya kepada saya dan berkata bahwa saya telah dipilihNya untuk suatu tugas khusus.

Dia berkata: “AnakKu, Aku akan memanifestasikan diriKu kepadamu untuk membawa manusia keluar dari dalam kegelapan untuk masuk ke dalam terang. Aku telah memilihmu untuk sebuah tujuan: Engkau akan menulis dan mendokumentasikan semua yang akan Kutunjukkan dan katakan kepadamu.”

Ketika saya berserah diri sepenuhnya kepada , hal-hal yang luar biasa mulai terjadi. Saya dijemput dari tempat saya berada dan dipindahkan langsung ke dalam alam maut. Saya sadar bahwa kelima pancainderaku bekerja baik: Saya dapat melihat, meraba, mendengar, mencium dan merasakan apa yang terjadi. Tapi ini semua terjadi di alam supranatural. Saya tahu bahwa semua kejadian ini memiliki tujuan tertentu. Berhari-hari setelah saya dibawa Yeshua ke dalam alam maut, saya sangat bersedih. Hati saya galau dan pikiranku sumpek akibat dari kejadian-kejadian mengerikan yang saya lihat. Saya sudah menyaksikan penghakiman terhadap dosa dan terhadap mereka yang masuk ke naraka. Saya berdoa dengan sangat kepada dan meminta penghiburan dariNya.

Pada malam ke-31 setelah semua kejadian ini mulai, kuasa Yang Mahadahsyat itu menyelimuti saya lagi. Pada jam 2 pagi, seorang malaikat yang gagah perkasa berdiri di samping ranjangku. Yeshua Ha Mashiah tampak berdiri di belakang malaikat itu. Yeshua tersenyum ketika saya mencoba memperhatikan wajahNya. Tapi Dia tidak berkata sepatah pun. Malaikat itu berkata: “Elohim telah memberi aku tugas khusus. Aku dikirim ke sini untuk membawamu ke sorga dan memperlihatkan kepadamu beberapa bagian dari sorga.” Kemudian dia berkata lagi, “Mari dan saksikan kemuliaan .”

Dalam sekejap saya sudah dibawa keluar dari rumah, dan tiba-tiba saya menemukan diri saya sedang berdiri bersama malaikat itu di depan satu dari gerbang-gerbang di sorga.Indahnya pemandangan yang saya lihat di situ begitu menakjubkan sampai-sampai saya nyaris tak dapat bernafas. Pakaian yang dikenakan oleh malaikat sorgawi itu adalah jubah yang terbuat dari cahaya benderang. Malaikat itu memiliki sayap-sayap berbentuk segi tiga yang memantulkan warna-warni pelangi. Saya tidak heran, tapi sangat takjub menyaksikan tempat yang keindahannya tak dapat diceritakan dalam bahasa manusia. Kemudian saya mendengar seruan malaikat yang dikumandangkannya berulang-ulang: “Saksikanlah ini kemuliaan.” Gerbang megah di depanku itu terbuat dari mutiara yang padat. Saya berdiri terkagum-kagum memandang gerbang itu. Sampai di situ saya tidak melihat Yeshua Yeshua, tapi saya diselimuti kemuliaan dan kebahagiaan sorgawi.

MASUK KE DALAM SORGA

Ketika kami tiba di sana, dua orang malaikat yang sangat tinggi sedang berdiri di depan gerbang. Keduanya mengenakan jubah cahaya yang berkilauan dengan pedang terhunus di tangan. Rambut mereka bagai untaian emas sementara wajah mereka memancarkan cahaya benderang. Malaikat yang membawa saya maju ke depan dan berbicara dengan salah satu dari malaikat penjaga pintu sorga itu, sementara saya berdiri sendirian di situ. Sambil terkagum-kagum saya berbicara dalam hati: “Betapa indahnya gerbang-gerbang sorga ini. Dan alangkah bahagianya saya dapat melihat dengan mataku sendiri semua ini.” Tiba-tiba saya sadari bahwa saya memang akan masuk ke dalam sana. Sambil memperhatikan para malaikat itu, saya dapat mendengar percakapan mereka. Satu dari malaikat-malaikat itu masuk ke dalam lalu kembali lagi sambil membawa sebuah kitab. Buku tersebut bersampul emas dan isinya pun ditulis dengan tinta emas. Rupanya itu buku tentang riwayat kehidupan saya. Di sampul buku itu tertulis sebuah nama: Mary Kathryn Baxter.

Di wajah malaikat-malaikat itu terpancar senyuman persetujuan. Mereka memeriksa buku itu dan sambil berpandangan mereka serentak berucap: “Dia boleh masuk ke dalam gerbang ini.” Malaikat penunjuk jalan mengantarkan saya ke dalam. Tiba-tiba terdengar musik indah yang melingkupi saya. Musik itu tampaknya datang dari atas dan merembes ke dalam seluruh tubuhku. Alun-alunan musik yang sangat dahsyat disertai nyanyian indah memenuhi seluruh tempat itu. Irama sorgawi itu menyelimuti semua tempat dan semua orang yang ada di situ. Ketika saya melangkah masuk ke dalam kota , perasaan takjub yang sangat besar membuat saya nyaris tak dapat bernafas. Indahnya tempat itu tidak dapat diceritakan dengan bahasa manusia. Di sekeliling saya ada kembang-kembang berwarna-warni yang paling indah yang pernah saya tahu. Di situ ada dataran hijau dengan tumbuhan sangat subur dan ini pun tak dapat dilukiskan secara tepat. Bahkan kuncup-kuncup bunga di situ pun hidup dan bereaksi terhadap irama musik dan nyanyian indah itu. Alunalunan musik itu memenuhi dan menutupi saya dan saya bagaikan bagian dari musik itu sendiri.

Mencoba menceriterakan tentang semua keajaiban kota itu adalah satu hal, tapi mengetahui bahwa Anda akan mengambil bagian dalam kesenangan itu adalah hal lain lagi. Saya melihat beberapa warga sorga asyik tenggelam dalam kesenangan itu. Mereka semua memakai jubah. Genaplah firman dalam Kitab Suci (Yesaya 61:10): “Aku bersukaria di dalam YESHUA, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.”

Kebahagiaan dan kesenangan yang terpancar dari wajah mereka tak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Sorga itu memang tempat yang nyata. Itu bukan kiasan atau hasil imaginasi seseorang. Di dalam Alkitab Yeshua bersabda: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada , percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” (Yohanes 14:1-2)

Sorga adalah tempat yang disediakan bagi orang-orang yang siapsedia. Oleh karena kita sebagai anak-anak telah diubahkan melalui kelahiran kembali dan oleh karena kita sekarang adalah ciptaan baru di dalam Ha Mashiah, amatlah menggembirakan bahwa tempat dimana kita akan tinggal dalam kekekalan adalah tempat yang disediakan oleh Juruselamat yang telah menyelamatkan kita. Sorga adalah tempat yang sempurna. Karena Juruselamat kita itu sempurna adanya, kekal dan tidak terbatas kuasaNya, maka sorga pun adalah tempat yang sempurna. Oleh karena Dia menyediakan tempat bagi kita untuk tinggal bersamaNya di sana selamanya, maka rumah kita yang abadi itu sempurna adanya. Tak ada sesuatu apa pun yang dapat mengotori rumah sorgawi kita itu. Tak akan ada suatu apa pun yang diijinkan masuk ke sorga untuk mengotori atau mencemari tempat itu. “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.” (Wahyu 21:27)

Sorga itu jauh di luar jangkauan dosa maupun pendosa dalam bentuk apa pun. Setan tak akan pernah masuk ke situ sampai selama-lamanya. (Wahyu 12:3-4, 7-10, 12-13): “Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. “Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikatmalaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. “Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan kita. “Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.”

Si ular tua itu, Iblis atau Setan, dan semua pengikutnya tak akan pernah mengangkat kepalanya yang jelek itu di dalam iklim dan suasana kudus di sorga. Setan-setan tidak bisa masuk ke sorga. Malaikat yang mermberontak terhadap dan yang dicampakkan ke bumi yaitu “yang tidak menetap di tempat semestinya tetapi meninggalkannya” (Yudas 1:6) tak akan dapat kembali ke sorga. Di sorga tidak ada orang yang kekuarangan apa pun. Tak ada setitik sekecil apapun yang tidak sempurna. Tak peduli kemana kita bepergian di bumi, tak peduli dimana kita tinggal, atau seberapa mahalnya rumah kita di bumi, toh tak bisa tanpa kekurangan. Tidak begitu keadaannya di sorga. Di sana telah membangun tempat yang bernama sorga itu dengan sangat sempurna. Kemuliaannya, keindahannya, serta keajaibannya tak mungkin dapat diceritakan dalam bahasa manusia. Kesenangan yang tak dapat digambarkan dari tempat mahaindah itu sungguh sangat menakjubkan. Tak ada pelukis di muka bumi yang dapat menggambarkan secara tepat betapa indahnya kegemerlapan cahaya dari Putra yang memantul dari tembok-tembok permata yaspis, gerbang-gerbang mutiara, serta istana-istana yang tak terhitung banyaknya, serta Sungai Kehidupan di sana.

RUMAH BAGI JIWA-JIWA YANG TELAH DITEBUS

Sorga itu adalah tempat yang permanen. Tak akan ada musuh apa pun yang sanggup menaklukkan Firdaus kita. Bangunanbangunnya tidak dapat runtuh, bahan-bahan bangunannya tidak dapat rusak, dan semua tumbuhan di sana tak dapat layu. Lagi pula tak ada asap atau polusi yang dapat mencemari tempat kudus itu. Tempat tinggal permanen ini bersifat abadi, sebuah kota yang terus ada selama-lamanya. Kita akan bernyanyi di sana lagu-lagu seperti yang diciptakan oleh Hattie Buell berikut ini:

A tent or a cottage, why should I care?
They’re building a palace for me over there;

Tho’ exiled from Him, yet still I may sing;
All glory to God, I’m a child of the King.

[Sebuah tenda atau gubug, mengapa harus kupedulikan?
Di sana sedang mereka bangun tempat bagiku;
Kendati jauh terbuang dariNya, tetaplah aku bernyanyi;

Segala puji bagi , aku anak Sang Raja]

Di tempat yang tak terkatakan itu para kudusNya menerima kelepasan dari segala kekewecaan, sakit hati, tragedi dan bencana. Sebab di sana tak ada kesedihan atau kesukaran. Tak ada kesakitan atau kesusahan, tak ada orang menangis di sorga (Wahyu 21:4): “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

Para warga Kerajaan Sorga yang saya lihat di sana tampaknya datang dari berbagai usia dan berbagai negara di bumi. Jelas sekali bahwa mereka ketika di bumi berasal dari banyak kewarganegaraan. Seketika saya teringat Wahyu 5:9 yang berkata: “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meteraimeterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.”

BEKERJA UNTUK MEMUJI

Dengan sangat bersukacita jiwa saya mulai memuji kebesaran . Kesusahan dan kepedihan hati yang saya alami, ketika Yeshua mewahyukan kepada saya tentang naraka sebelum kejadian ini, langsung lenyap. Sebab sekarang saya mengalami pewahyuan tentang sorga. Saya melihat banyak keluarga secara lengkap. Semua mereka sangat berbahagia, sedang melakukan sesuatu, sedang tersenyum bahagia. Ada sinar kebahagiaan memancar dari setiap wajah yang saya lihat di sana. Para kudus di sorga tampak sedang sibuk melakukan sesuatu. Setiap saat mereka selalu sibuk. Sebab waktu mereka dipakai untuk memuji dan membesarkan nama . Ada nyanyian di bibir setiap orang. Dan musik indah membahana memenuhi semua tempat. Keabadian di sorga itu tidak dipakai untuk bersantai atau bermalas-malasan. Jadi tidak seperti yang disangka banyak orang. Di sana kita tidak hanya melayang bebas di atas awan, atau membunyikan alat musik harpa atau mencelupkan ujung jari kaki di air Sungai Kehidupan. Waktu kita akan dipenuhi dengan kegiatan untuk berbakti kepada . Seperti apa pengabdian itu persisnya tak dapat kita gambarkan selengkapnya, tetapi semua umatNya akan melayani Dia.

PERMATA BAGI YANG MEMBAWA JIWA BARU

Sejauh mata memandang saya melihat permata dan berlian bersinar berkilauan memantulkan cahaya ke segala tempat. Ada berlian yang sebesar balok besar. Beberapa dari batu mulia ini dimaksudkan untuk menjadi bagian dari istana yang diperuntukkan bagi mereka yang membawa jiwa bagi ketika berada di bumi. Jadi, setiap kali ada seseorang membawa satu jiwa baru kepada Ha Mashiah, di sorga disediakan satu batang berlian untuk istananya. Alkitab berkata: “Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.” (Amsal 11:30) Baca juga Daniel 12:3: “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selamalamanya.”

Sementara saya berdiri dan menikmati dan keagungan tempat itu, saya melihat seorang malaikat yang amat elok parasnya berjalan turun. Di tangannya ada gulungan kitab yang dirajut dengan emas di tepinya. Malaikat itu meletakkan gulungan kitab tersebut di sebuah meja yang terbuat dari bahan seperti perak, tapi ini tidak seperti perak yang pernah saya ketahui. Meja panjang itu memancarkan cahaya terang. Di gulungan kitab itu tertulis sebuah nama. Seorang kudus tampil lalu membuka dan membaca gulungan kitab itu: “Yeshua adalah Kepala Tukang,” berkata orang kudus itu kepada saya. “Dia-lah yang menentukan siapa yang layak menerima berlian dan dimana mereka ditempatkan. Gulungan kitab yang kupegang ini adalah laporan dari bumi tentang seorang yang telah membawa jiwa baru bagi Yeshua. Dia memberi makanan kepada orang miskin, dia memberi pakaian kepada orang telanjang dan melakukan perbuatan baik bagi .”

Baca Matius 25:31-41, 46: “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. “Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. “Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. “Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Yeshua, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? “Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? “Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. “Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. “Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

TEMPAT ABADI UNTUK SEMUA ORANG

Malaikat pengantar itu mengulangi ucapan penyambutannya: “Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu.” Atas petunjuk Yeshua, saya merekam semua kejadian tentang sorga ini seperti yang saya saksikan di sana. Kita mesti mengerti betul bahwa fokus dari pengharapan dan keinginan kita adalah tinggal bersama Yeshua kita di sorga untuk selama-lamanya. Sorga adalah negeri impian yang pasti menjadi kenyataan. Saya bergirang tentang sorga sebab setelah semua pekerjaan dan jerih lelah kita di bumi ini berlalu maka kita akan pergi ke sana. telah menyediakan kota itu untuk kita. Dan Yeshua sedang menyiapkan tempat di sana untuk semua orang yang mencintai Dia. Persekutuan antara dan manusia akan dipulihkan sepenuhnya di sorga. Ketika Adam dan Hawa berada di Taman Eden, datang ke bumi menjenguk mereka. Setelah persekutuan dengan dirusakkan oleh dosa dan ketidaktaatan, terus menunjukkan keinginanNya untuk berkomunikasi dengan manusia. Bentuk dari hasrat yang paling tinggi untuk menunjukkan kasih sayangNya kepada manusia adalah memberikan AnakNya sendiri untuk mati secara begitu kejam di atas kayu salib. Melalui kematian dan kebangkitan Ha Mashiah itulah persekutuan antara dan manusia dimungkinkan untuk terjadi lagi. Di bumi saat ini, kondisi kehidupan kita dapat menghalangi keakraban persekutuan kita dengan . Tapi di sorga, tak ada apa pun yang menghalangi kita. Kita akan mengetahui apa artinya persekutuan sempurna dengan Raja Segala Raja dan Tuan Segala Tuan. Persekutuan kita dengan Dia akan menjadi lengkap.

Sorga adalah tempat tinggal yang hidup. Sorga itu letaknya jauh di seberang langit yang dapat kita lihat dan jauh di seberang semua planet dan galaxy. Sorga adalah tempat tinggal abadi bagi “semua yang ditebus oleh Yeshua” (Yesaya 62:12). Tempat itu adalah tujuan abadi bagi semua anak yang beriman kepada Ha Mashiah. Di sana Anda tak akan kuatir kalau akan berdesak-desakan masuk ke tempat yang disebut istana. Tatkala semua yang ditebus dari segala jaman berkumpul di dalam kemuliaan, akan ada tempat yang cukup bagi semua orang dan setiap orang akan mendapat satu dari begitu banyak istana megah di sana, yaitu tempat tinggal abadi yang Yeshua janjikan ketika Dia berbicara tentang Rumah Bapa: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada , percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” (Yohanes 14:1-4)

Di sorga pasti ada tempat bagi setiap orang beriman: “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. “Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” “Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah ” (Wahyu 7:9-11)

AIRMATA DARI BUMI

Suatu ketika malaikat penunjuk jalan itu membawa saya ke suatu tempat lalu dia berhenti di situ kemudian berkata: “Elohim menyuruh aku untuk menunjukkan kepadamu ruangan untuk airmata.” Anda mungkin sering membaca di dalam Mazmur tentang airmata kita dan apa yang diperbuat terhadap airmata kita. Para malaikat menangkap semua airmata kita dan menyimpannya di dalam kirbat (Mazmur 56:8). Sebelumnya saya sering bertanya, apa maksud ayat ini. Saya tahu bahwa banyak di antara Anda yang membaca tulisan ini pernah atau sering menangis—ketika ditinggal pergi oleh orang yang dikasihi entah itu anggota keluarga atau kekasih hati, apalagi bila Anda diceraikan suami atau isteri. Mungkin Anda berpikir semua pengharapan telah lenyap sehingga Anda menangis tersedu-sedu karenanya. Dengar, umat Yeshua, menunjukkan kepada saya sebuah ruangan penuh airmata. Indah sekali ruangan itu. Malaikat membawa saya ke jalan masuk ruangan yang tidak berpintu itu.

Melihat ke dalam, saya tahu ruangan itu sendiri tidak terlalu besar. Di dinding kamar itu ada banyak rak yang terbuat dari papan-papan kristal dan tembok bagian dalamnya bertaburkan cahaya gemerlap. Di rak-rak itu ada banyak kirbat atau botol, ada yang diletakkan berkelompok, misalnya tiga kirbat setiap kelompok. Tampak kirbat-kirbat itu tembus pandang. Di bawah tiap kelompok kirbat itu terdapat papan nama yang bertuliskan nama asal airmata tersebut. Ada banyak kirbat seperti ini di dalam ruangan tersebut.
Kemudian, di dalam ruangan itu tampaklah seorang yang dimuliakan—malaikat Yeshua. Jubahnya yang berwarna ungu tua tampak sangat indah bagai sutera.
Tampak di dalam sana sebuah meja mewah dan bersinar-sinar. Pemandangan yang glamor itu membuat saya terpesona.
Di atas meja itu ada banyak buku yang tampaknya dijahit dengan sutera yang sangat indah yang belum pernah kulihat. Ada buku yang berlapiskan berlian, ada yang berlapiskan mutiara, ada pula yang dilapisi batu mulia berwarna hijau dan ungu. Semua kitab itu

sangat rapi dan teliti pembuatannya. Saya berkata di dalam hati: “Ya Yeshua, betapa indahnya buku-buku ini!” Saya memang suka buku, tapi buku-buku yang saya lihat di situ sungguh sangat indah dan membuat saya amat terpukau. Sementara tertegun memandangi buku-buku itu, orang yang berada di dalam ruangan itu berkata, ”Mari, dan lihat. Aku akan menunjukkan isi ruangan ini kepadamu. Dan aku akan menerangkan arti dari airmata. Ini hanyalah satu dari banyak ruangan sejenis ini. Aku bertanggung-jawab untuk ruangan ini.” Sementara dia berbicara, seorang malaikat tinggi besar masuk melewati gerbang tadi. Keindahan dan kemuliaannya membuat saya terkagum-kagum. Saya lihat dia memakai jubah putih terbuat dari bahan yang bertabur cahaya. Jumbai jubahnya terbalut emas yang berkilau terus ke bagian depan. Postur malaikat ini besar, tingginya kira-kira 12 kaki (144 inci = 3,6 meter) dan sayapnya pun sangat besar. Malaikat besar ini memegang sebuah mangkuk emas berisi cairan (Wahyu 5:8). Kemudian orang yang di dalam ruangan itu berkata pada saya: “Dia membawa kepadaku mangkuk berisi airmata dari bumi. Aku ingin memperlihatkan kepadamu apa yang kami lakukan terhadap airmata ini.” Malaikat tadi menyerahkan mangkuk tersebut beserta sehelai kertas yang di atasnya tercantum nama dari orang yang airmatanya berada di dalam mangkuk itu. Malaikat di dalam ruangan itu membacakan catatan itu lalu pergi ke salah satu rak kirbat. Dia lalu membaca label nama di bawah kirbat untuk mencocokkan namanya dengan airmata yang baru saja dibawa dari bumi. Dia kemudian mengangkat kirbat yang sudah hampir penuh itu dan membawanya ke mangkuk tadi. Lalu dia memasukkan airmata di mangkuk itu ke dalam kirbat tersebut. “Sekarang aku akan menunjukkan padamu apa yang kami lakukan di sini,” ucap orang kudus itu. “Ceritakanlah ini kepada manusia di bumi.” Kemudian dia membawa kirbat itu ke meja, membuka salah satu buku lalu berkata: “Sekarang, lihat.” Halaman-halaman buku itu kosong dan tidak bertuliskan apa-apa. Dia berkata: “Ini adalah airmata dari orang-orang kudus di bumi yang melayani ketika mereka menangis. Sekarang lihat apa yang terjadi.” Dia menjatuhkan satu tetes airmata itu dari kirbat ke atas halaman kosong itu. Begitu tetes airmata tersebut menyentuh lembaran kertas kosong itu, timbullah tulisan. Kata-kata indah dengan ukiran tulisan tangan yang indah bermunculan di halaman itu sampai penuh halaman itu berisi tulisan. Dia melakukan ini halaman demi halaman sampai selesai. Dia kemudian menutup buku tersebut dan berbicara. Sepertinya dia sedang berbicara kepada seluruh umat manusia di bumi dan juga kepada saya. “Doa yang paling sempurna adalah doa yang bermandikan airmata yang datang dari hati dan jiwa laki-laki dan perempuan di bumi.” Kemudian malaikat dengan sayap pelangi itu berkata kepada saya: “Mari dan saksikan kemuliaan .”

MEMBUKA KITAB ITU

Tanpa disadari kami sudah berpindah ke sebuah pelataran luas berisi ribuan orang dan makhluk-makhluk sorgawi. Betapa indahnya pemandangan itu. Dalam sekejap semua orang di situ perlahan-lahan lenyap dari pandanganku lalu kemuliaan yang sangat dahsyat memenuhi tempat itu. Puji-pujian kepada terdengar begitu kencang membahana bagai gemuruh guntur membelah langit. Lalu malaikat penunjuk jalan membawa saya ke depan takhta . Saya melihat awan lebat, kabut dan juga suatu bentuk Sang Maha-Ada di dalam kabut itu. Saya tidak dapat memandang wajah , tapi saya melihat kemuliaan dan sebentuk pelangi melingkupi takhta . Kemudian saya mendengar suara yang bunyinya sama seperti apa yang telah ditulis oleh Yohanes: “Aku mendengar suara dari sorga bagai bunyi air bah dan bagai bunyi guntur.” (Wahyu 14:2). Di tempat mahadahsyat ini saya melihat banyak kuda dengan penunggangnya berdiri di samping takhta itu. Tiba-tiba saya melihat ada sebuah kitab di atas altar di depan takhta . Saya melihat para malaikat menyembah di hadapanNya. Sambil berdiri termangu-mangu dan menyaksikan semua ini, saya melihat sesuatu yang tampaknya seperti tangan manusia muncul dari tengah awan itu lalu membuka kitab tersebut. Saya tahu itu tangan yang sedang membuka kitab tersebut. Terkejut ketika saya melihat sesuatu yang seperti asap naik dari kitab itu. Lalu, sekonyong-konyong menyebarlah aroma parfum yang sangat luar biasa yang tak pernah saya cium keharumannya. Malaikat itu katakan bahwa kitab tersebut berisi doa orang-orang kudus dan bahwa telah mengirim malaikatNya ke bumi untuk menjawab doa yang keluar dari hati yang menjerit kepadaNya. Tampak sejumlah besar orang kudus memuji dan memuliakan . Ketika membuka kitab tersebut, halaman-halaman kitab tampak muncul bergantian kemudian terbang pergi ke dalam tangan malaikat-malaikat penunggang kuda. Saya masih dapat mendengar suara , bagai bunyi gemuruh yang dahsyat, berkata, “Pergilah dan jawablah doa perempuan itu. Pergilah dan jawablah doa laki-laki itu.” “Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, airmataku Kautaruh ke dalam kirbatMu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa memihak kepadaku. Kepada , firman-Nya kupuji, kepada YAHWEH, firman-Nya kupuji, kepad aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 56: 8-11) Firman yang hidup menerangkan kepada kita tentang apa yang Ia perbuat terhadap airmata kita. Betapa indahnya bila kita mengerti kemuliaan dan keajaiban kita. Betapa hebatnya bahwa kita menjadi penerima kasih sayangNya! Dia begitu peduli, bahkan terhadap airmata kita. Kitab Suci banyak berbicara tentang airmata kita, tentang kesedihan kita, dan tentang penghiburan dari buat kita.

“Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman Yeshua, Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah YAHWEH.” (II Raja-Raja 20:5). [dan] “Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku. Mataku mengidap karena sakit hati, rabun karena semua lawanku. Menjauhlah dari padaku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan, sebab YAHWEH telah mendengar tangisku; YAHWEH telah mendengar permohonanku, YAHWEH menerima doaku.” (Mazmur 6:6-9)
“Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.”
(Mazmur 116:8)
“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” (Mazmur 126:5-6) “Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Yeshua akan menghapuskan airmata dari pada segala muka; dan aib umat- Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab YAHWEH telah mengatakannya.” (Yesaya 25:8) “Beginilah firman YAHWEH: Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, demikianlah firman YAHWEH; mereka akan kembali dari negeri musuh.” (Yeremia 31:16)
“Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan.
Dan akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” (Wahyu 7:17) “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:4)
“… dan orang-orang yang dibebaskan YAHWEH akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.” (Yesaya 35:10)

Segala puji bagi, sebab sorga itu benar-benar ada! Kita benar-benar akan ke sana. Dan kita tidak akan menjadi uap atau asap yang beterbangan ketika kita tiba di sorga, sebab kita mengenakan tubuh mulia. Salah satu keajaiban di sorga adalah bahwa segala airmata dan dukacita kita akan diganti dengan kebahagiaan kekal, seperti yang telah dijanjikan dalam Kita Suci. Dan bahkan masih ada lebih banyak lagi kesenangan yang akan kita alami di sana. Sorga itu benar-benar nyata. Sorga adalah tempat pasti yang menjadi tujuan kita. Itu bukan suatu mimpi atau ilusi. telah menyatakan kepada kita semua tentang banyak fakta sorgawi melalui Kitab Suci.

LANGIT YANG PERTAMA

Pertama, ada langit atmosfir. Ini adalah kawasan yang melingkupi planet bumi. Inilah kawasan tempat unggas beterbangan dan angin berhembus. Inilah kawasan tempat terjadi hujan, badai, kabut, uap, dan awan. Inilah bentangan langit yang dimaksudkan oleh malaikat dalam Kisah Para Rasul 1:11 ketika ia bertanya mengapa murid-murid Yeshua memandang ke langit. Yeshua, ketika berbicara kepada BapaNya, memandang ke langit (Yohanes 17:1).

LANGIT YANG KEDUA

Kemudian, ada pula langit yang disebut kawasan luar angkasa. Ini adalah kawasan tempat bulan, matahari, dan bintang-bintang. Kawasan langit ini disebutkan dalam Alkitab berulang kali, misalnya: “… maka Aku akan memberkati engkau berlimpahlimpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.” (Kejadian 22:17) “… dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan YAHWEH, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka.” (Ulangan 4:19) “Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika, dan membuka belenggu bintang Belantik? Dapatkah engkau menerbitkan Mintakulburuj pada waktunya, dan memimpin bintang Biduk dengan pengiring-pengiringnya? Apakah engkau mengetahui hukum-hukum bagi langit atau menetapkan pemerintahannya di atas bumi?” (Ayub 38:31-33)
“Sebab bintang-bintang dan gugusan-gugusannya di langit tidak akan memancarkan cahayanya; matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit, dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya.” (Yesaya 13:10)
“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.” (Matius 24:29)

LANGIT YANG KETIGA

Tempat yang menjadi tujuan semua orang yang dibenarkan oleh Yeshua Yeshua itu jauh di seberang langit yang berbintang. Inilah tempat yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus ketika ia berkata: “Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau–entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, yang mengetahuinya–orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. (II Korintus 12:2). Istilah “sorga” yang saya gunakan dalam buku ini adalah kawasan yang sering digambarkan sebagai tempat takhta . “Sebab Ha Mashiah bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat guna kepentingan kita.” (Ibrani 9:24)

Sorga adalah tempat dimana berdiam. Waktu Yeshua mengajar kita untuk berdoa, Dia menyuruh kita berdoa kepada “Bapa … di dalam sorga.” (Matius 6:9).

Dalam I Raja-Raja 8:30, sorga disebut sebagai tempat tinggal abadi bagi . Dalam Mazmur 11:4 tempat itu dinamakan Bait Kudus dan tempat dimana ada takhta. Di sana di Bait Kudus , kemuliaanNya dinyatakan secara lengkap. Tempat itu adalah tempat sakral penuh cahaya kemuliaan dan kesenangan. Kita tidak dapat mengetahui letak tempat itu secara tepat. Tapi Alkitab selalu menggunakan kata “di atas” untuk menunjukkan arah tempat tersebut. Kita tahu bahwa Yang Mahakuasa itu berada di sana. Di tempat itu, Bapa dan Yeshua Ha Mashiah adalah pusat perhatian semua orang kudus, malaikat dan semua makhluk yang menyembah. Di sana ada suatu persekutuan yang begitu indah. Ada malaikat, sebab Yeshua berkata di sorga “ada malaikat yang selalu memandang wajah Bapaku” (Matius 18:10). Ada orang-orang kudus, sebab Yeshua berjanji, “dimana Aku berada, kamu pun berada (Yohanes 14:3). Kita pelajari dari I Petrus 1:4 bahwa suatu harta berharga telah disediakan bagi kita di sorga yaitu harta yang tidak akan dimakan ngengat dan karat dan yang tidak akan pernah lenyap.
Umat pilihan Yeshua, saya bersukacita dapat menceritakan tentang kunjungan saya yang begitu indah itu ke sorga. Saya merinding ketika berbicara tentang apa yang saya lihat dan orang-orang yang saya tatap wajahnya di sana.

PUJI-PUJIAN DI SORGA

Setelah malaikat penunjuk jalan itu menunjukkan tempat airmata di sorga, dia kembali mengulangi ungkapan yang sering diucapkannya selama kunjungan saya di sorga: “Mari dan lihat kemuliaan Allahmu.” Gemerlapnya cahaya abadi yang sangat indah di sorga menyelubungi diri saya. Kemuliaan yang merebak dan memancar dari berbagai arah memenuhi saya dan saya tertegun menyaksikan semua itu. Keindahan dan semarak tempat itu tidak mungkin bisa digambarkan secara tepat oleh akal pikiran manusia sebelum seseorang menyaksikannya sendiri. Seketika itu juga saya teringat sebuah sajak yang pernah saya dengar di bumi:

Terang di sorga adalah wajah Yeshua.
Sukacita di sorga adalah kehadiran Yeshua.
Harmoni di sorga adalah pujian kepada Yeshua.
Tema di sorga adalah karya Yeshua.
Pekerjaan di sorga adalah melayani Yeshua.
Kepenuhan di sorga adalah Yeshua itu sendiri.

Sewaktu berjalan bersama malaikat itu, saya bisa merasakan sukacita, damai dan kebahagiaan di semua tempat. Lalu pikiranku melayang kembali mengingat keluargaku di bumi. Malaikat itu tahu apa yang sedang saya pikirkan. Dia berkata: “Ada tugas yang mesti kamu kerjakan bagi . Kamu ditugaskan untuk menyampaikan kepada manusia di bumi tentang apa yang kamu lihat di sini. sedang menunjukkan padamu beberapa bagian sorga, tetapi bukan semua bagian sorga. Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu.”

Ketika kami tiba di suatu tempat, saya mendengar sangat banyak orang sedang memuji . Alunan musik yang megah bersama nyanyian para penyembah itu menggetarkan jiwa saya. Hormat dan kemuliaan bagi memantul melintasi bentangan sorga sementara para malaikat serafim dan orang-orang kudus menyanyikan kidung pujian dengan penuh semangat.

MENGHAMPIRI TAKHTA

Jiwaku sungguh bersukacita dan tenggelam di dalam kebahagiaan. Tapi aku tetap sadar bahwa kami sedang mendekati Takhta . Malaikat penunjuk jalan itu berhenti jauh, sangat jauh dari takhta . Saya masih dapat menatap suatu panorama sangat indah yakni berbagai kejadian yang sedang terjadi disitu. Saya melihat pemandangan yang sama persis dengan apa yang telah dilihat oleh Rasul Yohanes seperti yang tertulis di dalam Wahyu 5:11: “Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa.” Wahai penduduk bumi, betapa aku rindu jika semua orang mengerti tentang apa yang disediakan bagi semua orang yang mengasihi Dia. Sementara saya memandangi panorama indah itu dengan penuh kebahagiaan, sesuatu yang menakjubkan terjadi. Saya mendengar gemuruh puji-pujian kepada yang dinyanyikan oleh sejumlah besar orang. Kemudian, yang paling menakjubkan bagi saya, malaikat itu mengijinkan saya untuk menyaksikan sendiri apa yang sudah sekian lama saya dambakan: Takhta .

TAKHTA KEMULIAAN

Takhta itu tinggi dan berada di atas sana (Yesaya 6:1). Persis di bawah takhta itu mengalir Sungai Kehidupan. Sungguh jernih, sungguh sangat indah dan murni sungai itu. Kemuliaan menutupi seluruh takhta itu. Ada halilintar sambar-menyambar, ada guntur bergemuruh dan ada suara di sekeliling takhta itu. Yohanes, ketika berbicara tentang sorga, berkata: “Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh .” (Wahyu 4:5)

Saya melihat semacam pelangi melingkar di atas takhta itu. Pelangi itu bentuknya seperti permata. “Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.” (Wahyu 4:3). Pelangi itu cemerlang lagi mulia, bercampur cahaya benderang dan memantulkan warna-warni gemerlapan. Ini pemandangan yang belum pernah saya lihat di atas bumi. Warna-warni pelangi itu menandakan kemuliaan dan kuasa. Keagungan memancar keluar dari takhta itu bagai berkas-berkas cahaya yang mahaindah. Dari situ sinar-sinar kemuliaan menyebar keluar lalu menerangi dan dipantulkan di seluruh bagian sorga. Saya tidak tahu persis berapa lama saya berada di tempat yang satu ini. Tapi saya diliputi rasa kagum yang amat sangat. Saya lalu membayangkan begitu banyak orang yang sudah sampai ke sorga dan begitu banyak lagi yang akan sampai ke sana. Saya merenung tentang kekudusan , kemurnian kebesaranNya, dan kesempurnaan sabdaNya. Tiba-tiba saya memekik: Oh Yeshua, betapa indahnya aku memandang kemuliaan, kebesaran dan kekuasaanMu. Seperti biasanya, malaikat penunjuk jalan itu berseru lagi: “Mari ikuti aku. Masih ada banyak hal lain yang belum dan akan aku tunjukkan kepadamu.”

PUSAT DOKUMENTASI DI SORGA

Saya terpesona melihat sebuah ruangan di sorga yang menyimpan catatan sangat rinci mengenai semua kejadian di bumi. Malaikat itu berkata, menugaskan malaikat-malaikat untuk mencatat semua kejadian di dalam setiap kebaktian di gereja serta kebaktian rumah tangga dimana namaNya ditinggikan. Elohim juga mempunyai catatan lengkap tentang kehidupan mereka yang keluar dari kehendakNya. Malaikat itu menunjukkan kepada saya tentang bagaimana caranya para malaikat membuat catatan tentang uang yang dikumpulkan di dalam kebaktian serta sikap hati setiap orang yang memberi derma. Dia bercerita tentang mereka yang memiliki uang tetapi tidak mau memberi bagi pekerjaan Yeshua. Saya lalu teringat ketika Yeshua begitu teliti memperhatikan persembahan di dalam Bait : “Pada suatu kali Yeshua duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. “Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. “Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. “Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Markus 12:41-44)

Sementara semua itu ditunjukkan kepada saya, malaikat itu mengingatkan saya untuk tidak lupa mencatat kejadian di bagian ini. Dia berkata ada banyak hal yang akan menjadi misteri bagi saya karena saya hanya melihatnya secara samar-samar (I Korintus 13:12). Tapi dia menekankan bahwa saya harus menceritakan semua yang dilihat kepada manusia di atas bumi. Ketika kami sampai di bagian lain dari sorga, saya melihat sebuah koridor yang sangat panjang. Tembok-temboknya sangat tinggi dan tampaknya dibuat dari platina. Dari dalam sana keluar gemuruh puji-pujian kepada . Pujian itu tak henti-hentinya dinyanyikan. Sekali lagi saya tertegun melihat keindahan tempat itu yang tembok-temboknya memancarkan sinar-sinar kemuliaan . “Apa ini,” saya bertanya keheranan, karena tembok-tembok itu tak berujung sehingga saya tak sanggup melihat dimana ujungnya.

GUDANG BERKAT

Malaikat itu berkata, “Pandanglah bagian atas tembok ini.” Di bagian atas sana tertulis kata Storehouse (rumah penyimpanan). Saya bertanya, “ini ruangan apa?” Malaikat itu menjawab bahwa ruangan-ruangan itu berisi berkat-berkat yang disediakan bagi umatNya. Sorga adalah kemurnian yang sempurna, itu sebabnya ingin memurnikan orang-orang kudusNya di bumi agar mereka dapat menikmati suasana di sorga. Sorga adalah kepenuhan kesenangan, itu sebabnya berkehendak untuk memberikan kesenangan bagi umatNya di bumi. Sorga adalah kemerdekaan abadi, makanya menginginkan agar umatNya mengalami kelepasan bahkan ketika masih di bumi. Sorga adalah keutuhan sempurna, dan karena itu mau menyembuhkan umatNya di bumi. Sorga adalah keamanan sempurna, dan ingin umatNya merasa aman tenteram di bumi. Sorga adalah keberhasilan dan penggenapan Makanya ingin melihat umatNya dipenuhkan di bumi. Ketika Yeshua menyuruh kita berdoa “Jadilah kehendakMu di bumi seperti di dalam sorga,” (Matius 6:10), Dia sebetulnya menyatakan bahwa ingin kita merasakan walau sedikit suasana sorga itu terjadi di bumi. Umat , di sana ada gudang-gudang penuh berkat yang sediakan untukmu. Gudang-gudang itu menunggu di sorga dan Anda harus mengklaim untuk menerima berkat-berkat itu di sini, di bumi, sekarang. ingin menyelamatkanmu, memberimu kelepasan dan kesembuhan. Dia ingin Anda mengetahui tentang “damai sejahtera yang melampaui segala akal,” (Filipi 4:7). Dia ingin Anda mengalami kebahagiaan abadi penuh kemuliaan sampai selama-lamanya (I Petrus 1:8).

YESHUA Ha MASHIAH SANG PENYEMBUH

“Saksikanlah kemuliaan Allahmu,” seru malaikat penunjuk jalan itu lagi. Seketika dia lenyap dari pandanganku dan di sisiku berdiri Yeshua. Saya memandang wajah Yeshua. Ternyata perawakanNya lebih tinggi dari yang saya bayangkan sebelumnya. JubahNya yang berkilau-kilauan itu terurai begitu elegan dan mantap. SandalNya yang khas membungkus kakiNya yang kudus. Wajah dan rambutNya begitu anggun dan indah. Sambil terpesona memandang wajahNya, saya bertanya, “Yeshua, ruangan apa ini?” Yeshua tak menjawab. Tapi Dia mengulurkan tanganNya ke arah tembok. Tiba-tiba tembok itu membuka diri. Di sekeliling tepi pintu itu saya melihat kemuliaan dan kuasa dan cahaya. Seperti obyek lainnya, yang ini pun bersaksi tentang kemuliaan . Saya memekik: “Oh, Yeshua, apa lagi ini?” Dia berkata, “AnakKu, ini semua untuk umatKu. Ini disediakan untuk orang-orang berdosa di bumi, kalau saja mereka percaya, Aku telah mati untuk membuat mereka sempurna.” Sambil menatap ke dalam mataNya, saya diberi pengertian bahwa Dia menghendaki manusia percaya bahwa Dia, Yeshua Ha Mashiah, telah mati supaya kita semua bisa menjadi sempurna. Dia berkata,
“Penyembuhan menanti semua orang di bumi. Akan datang harinya dimana akan terjadi badai mujizat dan penyembuhan di atas bumi.” Yeshua kembali melanjutkan: “AnakKu, sejauh matamu memandang, ini semua adalah bagunan tempat perbekalan atau gudang-gudang berkat. Semua berkat di sini menunggu iman percaya manusia di bumi. Yang perlu mereka lakukan hanyalah percaya bahwa Aku adalah Yeshua Yeshua Ha Mashiah dan bahwa Aku sanggup melakukan semua ini. Hanya itu yang perlu mereka lakukan lalu mereka akan menerima semua berkatKu ini. “Nanti, ketika engkau kembali ke bumi,” Dia menegaskan, “ingatlah, bahwa bukan dirimu yang akan menyembuhkan, bukan apa yang engkau gunakan, tetapi Aku. Ucapkan saja sabdaKu dan
berdoa dan Aku akan melakukan penyembuhan. Percayalah bahwa Aku sanggup melakukan itu.” Sampai di situ saya memekik kegirangan: “Glori, haleluyah.Terima kasih Yesusku.” Kemudian Dia menurunkan tanganNya lalu tembok besar itu menutup dirinya lagi seperti semula. Lalu malaikat dan saya bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan tiba di suatu tempat lain. Di sini pun saya masih mendengar sorak pujian kepada . Malaikat itu berkata, “Anak, aku telah diperintahkan Yeshua untuk menunjukkan kepadamu beberapa hal. Sampaikan ini semua kepada manusia di bumi.”

Bagian II : Dahulu, Sekarang dan Nanti -Bayi-bayi Yang Keguguran
Bagian III : Dalam Pemeliharaan – Sekarang, Berdoalah seperti ini [Doa Pertobatan]

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Surga Sungguh Nyata kesaksian Choo Thomas

heavenissoreal_choothomas

choo_thomas_picture

Choo Thomas adalah seorang ibu rumah tangga yang telah dibawa oleh Yeshua Ha Mashiah ke Sorga selama 17 kali, setiap kali berkunjung ia diperlihatkan sesuatu yang baru. Bukunya “Heaven is so Real” atau “Surga Itu Nyata” dalam edisi Indonesianya telah menjadi salah satu buku terlaris di dunia. Ada beberapa pesan khusus yang Yeshua berikan kepadanya bagaimana orang bisa hidup selamanya di Sorga yang indah ini. Di bawah ini adalah kesaksian ibu Choo Thomas, Video kesaksian dalam bahasa Inggris bisa di dapat di bawah cerita ini.

Bill Cheung (Pembawa Acara): Pada Tahun 1992, seorang wanita Amerika kelahiran Korea bernama Choo Thomas bertobat dan lahir baru menjadi searang Kristen.Yang membuat cerita ini menjadi unik adalah, 2 tahun setelah pertobatannya, Choo mendapat kunjungan Yeshua dari Nazaret. Dia dibawa ke surga beberapa kali dan dibawa ke neraka 2 kali. Choo Thomas telah menulis sebuah buku tentang pengalamannya tersebut; Buku itu berjudul ‘Surga Itu Nyata’ dan telah diterbitkan pada bulan Oktober 2003. Dalam kurun waktu sebulan setelah diterbitkan, buku ini telah menjadi salah satu buku terlaris di dunia dan masuk di dalam jajaran 10 buku Kristen Karismatik terlaris di Amerika.

Choo Thomas:

Bapa Surgawi, terima kasih telah mengijinkan saya bersaksi. Haleluya! Saya menjadi seorang Kristen sejak tahun 1992 dan saya benar-benar jatuh cinta kepada Yeshua setelah saya pergi ke gereja beberapa kali, dan saya ingin memberikan setiap segi kehidupan saya kepadaNya sepanjang sisa hidup saya…Maka…

Saya ingin berbicara singkat tentang sebuah buku yang berjudul ‘Surga Itu Nyata’. Yahweh Yeshua sendiri yang telah membawa saya ke Surga sebanyak 17 kali dengan tubuh transformasi (tubuh yang diubahkan / tubuh spiritual) saya, seperti ketika saya berusia 15 atau 16 tahun. Sebelum semuanya ini terjadi, Dia mempersiapkan semuanya tahap demi tahap. Pada tahun 1994, Dia mengurapi seluruh tubuh saya dengan Api Roh Kudus, Dia membaptis saya dengan Roh Kudus, Bahasa Roh, Nyanyian Surgawi, Tawa Kudus, dan saya mengalami urapan yang luar biasa selama 3 jam dan saya rebah di lantai. Saya tidak bisa bangun karena urapan yang begitu kuat. Setelah itu, beberapa bulan kemudian, Pastor Larry Randolph memberikan sebuah nubuatan untuk saya. Dia berkata bahwa Yahweh ingin memakai saya dengan cara yang spesial. Dan semua nubuatannya itu menjadi nyata, ribuan kali lipat malah. Dan setelah itu, pada bulan Januari 2006, Yahweh Yeshua mengunjungi dan menampakkan diriNya kepada saya. Dia mengunjungi saya selama 10 kali untuk mengatakan bagaimana Dia akan memakai saya serta mengatakan hal-hal lain, rencana-rencanaNya, dan Dia ceritakan itu semua pada saya, seperti yang tertulis di dalam buku, tetapi Dia tidak mengatakan bahwa Dia akan membawa saya ke surga. Maka setelah 10 kali kunjungan, pada tanggal 19 Februari 1996, Dia mulai membawa saya ke surga dengan tubuh transformasi saya. Tubuh saya seperti tubuh spiritualNya. Setiap saat sebelum Dia membawa saya ke surga, Dia membawa saya ke sebuah pantai di bumi. Sebelum Dia membawa saya ke surga untuk pertama kalinya, Dia membawa saya ke satu sisi dari pantai dan Dia menunjukkan kepada saya air sebening kristal dan kemudian sebuah terowongan yang besar dan mengkilat. Dan setelah itu Dia membawa saya ke surga.

BC: Setelah melewati terowongan itu, Choo menulis: “Yahweh Yeshua dan saya berjalan melewati jalan yang menurun dari pucak bukit menuju lembah. Akhirnya tibalah kami di sebuah pintu gerbang putih yang sangatlah besar dan megah yg terletak di depan sebuah bangunan besar berwarna putih. Kami berjalan melalui pintu gerbang menuju bangunan putih. Kami masuk dan berjalan di sepanjang lorong yg menuju ke sebuah ruangan yg sangat besar. Kemudian kami masuk. Ketika saya melihat ke bawah,barulah saya sadar untuk pertama kalinya bahwa saya sedang memakai jubah yg lain daripada yang saya pakai ketika saya sedang berada di pantai, dan saya bisa merasakan ada suatu benda berat yang bertengger di atas kepala saya. Saya meraihnya dan benda itu ternyata adalah sebuah mahkota cantik yang telah diletakkan di atas kepala saya tanpa saya sadari. Kemudian saya memandang ke arah Yeshua. Dia sedang duduk di atas sebuah tahta. Dia memakai jubah kemilau dan mahkota emas. Selain saya, ada beberapa orang lain yang sedang berlutut dan sujud menyembah di hadapan hadiratNya. Dinding-dinding di ruangan itu terbuat dari batu-batu besar mengkilat yang berkilauan cahayanya. Batu-batu beraneka warna itu memberikan sebuah efek atau pengaruh yang membuat ruangan itu terasa hangat dan membahagiakan, sekaligus misterius. Kemudian, secepat ketika saya dipindahkan dari puncak bukit ke dalam bangunan putih, secepat itu pulalah saya telah berada di pantai kembali.

Choo Thomas:

Pada kunjungan pertama ke surga, Dia hanya menunjukkan ruangan tahtaNya kepada saya. Kemudian setelah itu, kami turun dari surga dan kemudian, tibalah kami di pantai di bumi dan kamipun duduk-duduk bersama di atas pasir. Diapun mulai berbicara. Dia berkata,”Kita baru saja pergi ke Kerajaan Surga. Hanya mereka yang patuh dan berhati murni saja yang akan masuk ke sana. Dia melanjutkan,”Mengabarkan Injil sangatlah penting”, dan setelah diam beberapa saat lamanya, dia berkata,”Mereka yang tidak membayar persembahan perpuluhan adalah orang-orang Kristen yang tidak patuh”. Itu adalah kata-kata terakhir yang dikatakannya pada kunjungan pertama saya ke surga.

BC: Choo terus dibawa berkunjung ke Surga sebanyak 16 kali setelah itu. Di dalam setiap kunjungannya ia menuliskan,”Di dalam tubuh transformasi saya, saya berjalan dengan Yahweh di tepi pantai dan Dia mendampingi saya selama di Surga. Kami berjalan melalui pintu gerbang mutiara dan pegi ke bangunan putih untuk berganti pakaian. Setelah itu kami berjalan sepanjang jembatan emas. Semuanya itu serasa begitu alamiah bagi saya. Saya yakin setiap orang yang percaya kepada Yahweh Yeshua akan melalui prosedur yang sama ketika dia pergi ke Surga.

ChooThomas:

Setelah itu, Dia membawa saya ke surga 16 kali lagi. Setiap kali Dia membawa saya ke sana, Dia menunjukkan berbagai hal baru. Dan ketika Dia menunjukkan sesuatu yang spesial atau istimewa, selalu, Dia berkata, Aku telah mempersiapkan semua ini untuk anak-anakKu. Aku tahu apa yang mereka sukai. Sama seperti ketika Dia menunjukkan kepada saya pantai (di surga), Dia berkata, ”Kau lihat, AnakKu, betapa indahnya pantai ini. Aku tahu anak-anakKu akan menyukai pantai ini”. Ketika Dia membawa saya pergi memancing, Dia berkata, Aku tahu anak-anakKu suka memancing, itulah sebabnya Aku telah sediakan begitu banyak hal yang mereka suka”. Saya menyadari bahwa surga itu 1000 kali lebih indah daripada di bumi, akan tetapi ada begitu banyak benda dan tempat yang menyerupai benda dan tempat bi bumi, seperti jalan-jalan raya, bangunan-bangunan, pohon-pohon, semak-semak belukar, batu-batu karang, bunga-bunga, dan tempat-tempat dengan permukaan yang kasar di luar Kerajaan Surga. Ada begitu banyak benda dan tempat yg menyerupai bumi di sana. Bedanya, di surga semuanya itu 1000 kali lebih indah. Indah sekali. Keindahan surga tak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Benar-benar tak terkatakan indahnya. Dan saya pun menyadari betapa Yeshua sangat mencintai setiap dari kita. Itu terlihat dari cara Dia bertutur kata kepada saya ketika Dia berkata, ”Engkau lihat betapa besar cintaKu kepada anak-anakKu dan Aku telah lakukan ini semua demi mereka”. Itulah alasan mengapa Dia membawa saya ke sana, yaitu untuk menunjukkan kepada mereka apa yang telah disiapkanNya untuk anak-anakNya. Maka hendaklah setiap dari kita menyadari bahwa surga sedang menanti kita, dan sebelum Dia datang, Dia ingin semua orang Kristen tahu dan sadar akan hal ini sehingga mereka boleh bersuka cita dan pergi ke sana. Saya yakin itulah alasan mengapa Dia menunjukkan hal-hal ini kepada saya. Memang Dia tidak menunjukkan kepada saya semua hal secara menyeluruh. Dia hanya menunjukkan beberapa hal tertentu dan beberapa kata yang dianggapNya perlu untuk disampaikan. Dia adalah Elohim yang penuh cinta. Terpujilah Engkau Ya Elohimku.

BC: Di samping perjalanan ke Surga, Choo juga ditunjukkan neraka sebanyak 2 kali.

Dia menggambarkan penglihatan akan neraka sebagai berikut: Saya bisa melihat kabut dan asap hitam keluar dari lubang / jurang yang dalam, seperti kawah gunung berapi dan di dalamnya saya dapat melihat nyala api yang panas sedang membakar sekumpulan besar orang yang sedang menjerit dan meraung-raung. Jeritan itu adalah jeritan kesakitan yang hanya orang yang pernah mengalami luka bakar yang sangat parah yang mengetahuinya. Orang-orang itu telanjang, tidak berambut, dan berdiri dekat satu sama lain atau berdesak-desakan. Mereka menggeliat seperti cacing dan api melahap tubuh mereka. Tak ada jalan keluar bagi mereka yang terperangkap di dalam jurang tersebut. Dinding-dindingnya terlalu curam untuk mereka panjat, dan bara api yang membara meliputi seluruh penghujung dinding. Nyala api secara tiba-tiba menyambar dari segala penjuru. Orang-orang itu bergerak menjauh, dan kemudian ketika mereka pikir mereka telah lolos, nyala api yang lain melahap mereka dari depan mereka. Tiada henti-hentinya korban dosa yang malang ini disiksa. Mereka harus menghabiskan keabadian mereka dalam siksa api neraka dan tadak ada jalan keluar. “Siapakah orang-orang ini?” Tanya saya. “AnakKu, orang-orang ini tidak mengenalku.”

Choo Thomas: [di Neraka bertemu kedua orang tuanya dan keluarga dekat lainnya]

Di surga, semua yang Dia tunjukkan kepada saya adalah hal-hal yang menyenangkan dan luar biasa, tetapi setelah itu Dia menunjukkan kepada saya neraka. Ketika Dia membawa saya ke neraka, hal pertama yang saya lihat adalah api dimana-mana. Tempat itu begitu dalam, gelap, dan merupakan lubang tak berpenghujung. Orang-orang telanjang, tak berambut. Mereka semua tak memiliki rambut, tak berpakaian, benar-benar telanjang bulat. Mereka berdiri berdesakan dan sepertinya mereka saling dorong karena mereka mau menjauh dari api. Setiap kali mereka bergerak, api memburu mereka maju dan mundur, maju dan mundur. Seluruh tempat itu dikelilingi api dan mereka berdiri berdesak-desakan satu sama lain. Mereka terlihat begitu kesakitan dan sedih dan saya tak henti-hentinya menangis untuk mereka. Ketika saya dibawa ke sana untuk kedua kalinya, saya melihat orang-orang yang sama. Kemudian saya mendengar suara-suara dan saya menoleh ke segala penjuru. Begitu banyak orang-orang berwajah Oriental (serupa etnis Cina) di sana. Dan wanita ini, dia sedang melambaikan tangannya ke arahku. Dia berkata, ”Panas, panas sekali !”. Saya melihat ke arahnya dan mata kami pun beradu pandang. Dia adalah ibu saya. Ketika saya tersadar bahwa wanita itu adalah ibu saya, hati saya serasa runtuh dan saya pun mulai menangis. Saya belum pernah merasakan penderitaan yang begitu berat sebelumnya. Benar-benar hancur perasaan saya. Begitu hancur sehingga saya tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dan dia terus berteriak, ”Panas, panas!” dan dia melambai-lambaikan tangannya kepada saya. Saya merasakan ketika saya memandangnya dia ingin saya turun dan menolongnya. Kemudian saya melihat juga orang-orang lain, ayah saya, ibu tiri saya, keponakan saya, dia meninggal ketika dia masih begitu muda, serta dua orang teman yang saya kenal. Oh, itu adalah suatu memori yang sangat menyakitkan dan saya terus menangis sejadi-jadinya, dan kemudian Yahweh Yeshua berkata, ”AnakKu, Aku mempunyai alasan yang baik untuk menunjukkan hal ini kepadamu, dan Aku merasakan penderitaan yang lebih besar daripada engkau.” Kemudian saya berkata kepadaNya, ”Yahweh, ibu saya meninggal saat dia masih muda, dia menderita sakit untuk jangka waktu yang lama, saya pikir da bukanlah seorang yang jahat.” Dia berkata, Tak peduli betapapun baiknya seseorang, kalau dia tidak mengenalku, ke sinilah mereka akan pergi.” Tetapi dalam hati saya berkata, mengapa Engkau tunjukkan hal-hal yang sangat melukai perasaan saya ini. Saya memikirkan hal itu, namun saya tidak pernah bisa marah kepadaNya. Saya tidak dapat melihat wajahNya namun saya berani bilang bahwa sesungguhnya Diapun sedang menangis bersama dengan saya. Saya hanya bisa merasakannya. Dia terlihat begitu sedih, kemudian Dia membelai kepala saya, menggandeng tangan saya. Kami berjalan keluar dari tempat itu dan saya menangis sepanjang perjalanan. Di dalam buku, saya menjelaskan hal ini dengan lebih jelas dan gamblang. Dan kemudian Dia menunjukkan kepada saya hal lain yang menyedihkan, yaitu tentang bayi-bayi yang diaborsi. Dia membawa saya ke sebuah bangunan yang sangat besar. Bangunan itu menyerupai sebuah gudang penyimpanan barang. Ketika kami melangkah masuk, sejauh mata memandang, bayi-bayi mungil telanjang terbaring berjajar. Hm…dan saya pun mulai menangis. Saya bertanya, ”Yahweh, mengapa ada begitu banyak bayi?” “Mereka adalah bayi-bayi yang diaborsi”. Saya menanyakan apa yang akan dilakukanNya dengan bayi-bayi ini. Dia mengatakan bahwa jika ibu-ibu mereka diselamatkan dan tiba di surga, mereka boleh memiliki bayi-bayi mereka kembali.

BC: Pada kunjungannya yang ke-17 kali ke surga, Yeshua memberitahu Choo bahwa ini mungkin adalah kunjungannya yang terakhir ke surga. Mengenai hal itu Choo menulis: Kata-katanya membuat hati saya sangat gundah. Hati saya sesungguhnya telah terpaut kepadaNya. Dia berdiri dan saya tahu bahwa inilah saatnya bagi kami untuk pergi. Saya terus menangis namun di dalam hati saya, saya merasakan suatu jaminan bahwa saya akan bersama-sama dengan Dia selamanya, dan Dia akan selalu menyertai saya sepanjang saya hidup di dunia. Di ruang ganti, seorang malaikat Yahweh memeluk saya. Sungguh tak terkira bahagianya berada di tempat dimana begitu banyak cinta, belas kasih, dan pengertian yang selalu hadir. Ketika saya sedang berganti pakaian, saya bisa merasakan bahwa Abraham dan malaikat Yahweh itu tahu bahwa ini adalah kunjungan saya yang terakhir. Ketika saya berjalan meninggalkan ruang ganti tersebut, malaikat Yahweh tadi memeluk saya sekali lagi. Malaikat Yahweh ini berambut pirang, memakai jubah putih panjang dan wajahnya memancarkan kehangatan dan kelembutan. Dia tersenyum kepada saya seiiring langkah saya menuju Yahweh Yeshua.

Choo Thomas:

Ketika Yahweh Yeshua membawa saya ke surga untuk yang ke-17 kalinya, Dia menunjukkan kepada saya awan-awan. Itu adalah kunjungan saya yang terakhir ke surga. Yahweh Yeshua mengatakan bahwa ini adalah saat terakhir bagi saya untuk berada di tempat ini. Dia tidak akan membawa saya ke sini lagi sampai hari terakhir. Saya bisa merasakan betul bahwa ini adalah saat terakhir bagi saya di tempat ini. Saya pun mulai menangis karena sungguh saya tidak ingin meninggalkan tempat ini. Saya memegang tanganNya dan memohon, ”Yahweh, tolong jangan biarkan saya pergi meninggalkan tempat ini.” Saya tidak ingin pergi karena saya ingin datang ke sini lagi dan lagi. Ini benar-benar menyedihkan bagi saya bahwa saya tidak akan pergi ke sana lagi, karena setiap kali saya pergi bersamaNya ke surga, saya tidak melihat hal-hal yang menyedihkan, melainkan damai sukacita. Saya tak bisa menjelaskan, takkan pernah bisa menjelaskan perasaan damai dan sukacita yang saya alami di sana. Meskipun sedih, saya masih memilki damai sukacita. Begitu banyak cinta. Saya menangisinya selama berhari-hari.

BC: Alkitab berbicara tentang hari ketika Yeshua Ha Mashiah akan datang kembali untuk menjemput gerejaNya. Di dalam 1 Tesalonika 4:16-17: ”Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Elohim berbunyi, maka Yahweh sendiri akan turun dari Surga dan mereka yang mati dalam Ha Mashiah akan lebih dahulu bangkit;sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Yahweh di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Yahweh”. Inilah yang dinamakan ‘pengangkatan’.

Choo Thomas: [Pengangkatan]

Setelah semuanya itu, kira-kira beberapa minggu kemudian, Yahweh Yeshua membawa saya ke pantai dengan tubuh transformasi saya. Kami duduk di tempat biasa, dan setelah berbincang sejenak Dia berkata bahwa Dia akan menunjukkan sesuatu kepada saya. Hampir bersamaan dengan saat Dia mengatakannya, saya mengeluarkan suara jeritan yang mengiringi penglihatan. Setiap kali Dia menunjukkan kepada saya sesuatu yang istimewa, saya mengeluarkan suara jeritan khusus atau khas yang keluar dari dalam tubuh saya, perut saya. Jeritan itu begitu keras dan berlangsung cukup lama. Kemudian saya mendengar suara ribut-ribut, suara-suara hiruk-pikuk yang begitu bising. Saya merasakan bahwa bumi telah jatuh, begitu keras, benar-benar suara-suara yang membisingkan telinga. Kemudian saya melihat langit berwarna putih. Orang-orang berjubah putih berterbangan dimana-mana. Mereka bermunculan dimana-mana, di sana-sini, terbang menghilang, bermunculan, langit dipenuhi oleh manusia. Kemudian saya tahu bahwa itu adalah peristiwa pengangkatan. Saya pun tertawa, menangis, menjerit, penuh gairah dan sukacita . Kemudian saya melihat cucu perempuan saya, ia baru berusia 10 bulan, ia belum memiliki rambut, tiba-tiba ia terbang keluar dari dalam kamar tidurnya. Ia memakai jubah putih dan rambutnya tergerai di bahunya. Anda bisa bayangkan betapa besar sukacita saya saat itu. Berikutnya saya melihat cucu perempuan saya yang lain. Ia baru berusia 4 bulan. Ia belum memiliki rambut. Ia juga terbang keluar dari jendela sama seperti cucu perempuan saya yang lain, dengan memakai jubah putih. Rambutnya juga tergerai di bahunya. Saya pun menjerit, menangis, tertawa, kegembiraan saya meluap. Saya belum pernah merasakan kegembiraan sebesar ini sebelumnya, begitu dahsyat, sehingga seluruh rumah bisa mendengar suara saya. Untunglah suami saya sedang tidak ada di rumah. Kalau ya, tentu dia akan berpikir bahwa ada sesuatu yang salah dengan saya. Setelah itu, Yahweh menunjukkan kepada saya suatu penglihatan yang lain. Penglihatan kali ini benar-benar menyedihkan. Sungguh mengerikan.

BC: Alkitab juga bercerita tentang masa penderitaan besar, yang terjadi segera setelah pengangkatan. Di Matius 24:21-22, Yeshua berkata,Sebab pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat. Hal ini dikenal sebagai ‘masa sengsara’.

Choo Thomas: [yant tertinggal dan cap/ tanda 666]

Setelah itu, Yahweh Yeshua menunjukkan kepada saya suatu penglihatan yang lain. Ini tentang orang-orang yang tertinggal di bumi. Saya yakin diantara mereka ada banyak orang-orang Kristen. Itulah sebabnya mereka berlarian, bukan?. Kalau mereka bukan orang-orang Kristen tentulah mereka tidak akan berlarian ke sana kemari. Tetapi ada polisi dimana-mana, orang-orang juga berlarian dimana-mana, mereka ketakutan, kepanikan menghiasi wajah mereka. Sebagian orang masuk ke mobil-mobil, naik ke perahu-perahu, berlarian menuju gunung, mereka benar-benar tidak tahu harus kemana mencari tempat berlindung., seolah-olah mereka sedang dikejar-kejar oleh monster atau sesuatu yang mengerikan. Begitu menakutkan, begitu mengerikan, suatu pemandangan yang benar-benar mengerikan. Setelah itu Yahweh Yeshua memberitahu saya bahwa apa yang baru saya lihat itu tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan keadaan yang sebenarnya pada saat hari itu tiba. Kemudian Dia berkata bahwa setelah umatKu terangkat, Setan akan mengambil alih bumi dan dia menginginkan setiap orang menerima angka 666. Setiap orang yang menolak menerima angka 666 akan dipenggal kepalanya. Maka barangsiapa tidak mau menerima tanda dari binatang buas itu, yaitu angka 666, berarti mereka memberi hati mereka kepada Yeshua. Mereka ingin bersama-sama dengan Yeshua sampai selama-lamanya (Wahyu 20:4). Tetapi barangsiapa telah menerima tanda dari binatang buas itu, yaitu angka 666, mereka semua akan dilemparkan ke danau api sampai selama-lamanya; mereka akan dibakar di sana siang dan malam tanpa henti (Wahyu 14:11). Maka hendaklah setiap orang mengerti betul tentang hal ini dan ingat, untuk mereka yang memilih untuk dipenggal, tidak akan semudah itu. Mereka akan mengalami siksaan hebat sebelum mereka dipenggal karena Setan tidak akan membiarkan semuanya terjadi begitu mudah (bagi mereka yang memilih untuk meenolak tanda 666.) Maka bagi siapapun yang mendengar pesan ini, jika anda tidak memiliki hubungan yang dekat dengan Yahweh Yeshua Ha Mashiah, saya mohon lakukanlah sesuatu berkenaan dengan keselamatan anda. Juga, jika anda tertinggal, apapun yang terjadi jangan pernah menerima tanda 666. Lebih baik menderita untuk sementara waktu daripada dibakar untuk selama-lamanya di neraka. Tolong perhatikan pesan saya ini.

BC: Buku ini, ‘Surga Itu Nyata’, telah diterjemahkan ke dalam banyak bahasa dan telah diedarkan ke seluruh dunia. Tersedia juga versi MP3 dari buku ini yang bisa dibeli secara online.

Choo Thomas:

Terpujilah namaMu, Yahweh. Buku ini adalah bukuNya di akhir zaman ini. Dia ingin semua orang Kristen membaca dan bersaksi tentang buku ini dan inilah yang banyak orang sedang lakukan ; Setelah mereka membeli 1 buku, mereka membeli lusinan bahkan ratusan dan mereka berkata buku ini adalah alat kesaksian terbaik di samping Alkitab. Dan kemudian, saya menerima begitu banyak e-mail sampai saya tidak punya waktu untuk diri saya sendiri. Dan khususnya ketika saya menerima e-mail dari anak-anak muda atau remaja usia 12-13 tahun. Mereka bilang mereka sangat terkesan dengan buku ini. Mereka mencintai Yeshua dan menyebut buku ini sebagai ‘buku Yeshua’ dan mereka diubahkan melalui buku ini. Beberapa dari mereka bilang mereka berkeinginan untuk berhenti sekolah dan bekerja untuk Yahweh. Saya melarang mereka berhenti sekolah. Saya berpesan, ”Kalian harus terus belajar. Yahweh ingin kalian mendapatkan pendidikan”. Itulah yang saya katakan pada mereka. Apapun yang kalian lakukan, utamakanlah Yahweh, letakkan Dia sebagai prioritas utama. Ketika saya membalas e-mail mereka, mereka sangat gembira. Ribuan jiwa telah dimenangkan melalui buku ini karena buku ini benar-benar adalah ‘buku Yeshua’. Dan Dia menggenapi semua janji-janjiNya dari awal sampai akhir berkenaan dengan buku ini. Dia mengatakan Dia akan mengurusi segalanya berkenaan dengan buku ini dari awal sampai akhir. Saya bilang bahwa saya begitu kuatir tentang banyak hal dan Dia berkata,”Mengapa engkau kuatir? Ini bukuKu. Aku akan mengurusi segalanya; Dia mengatakannya berulang kali. Dan Dia benar-benar mengurus segalanya dari awal sampai akhir. Barang siapa telah membaca buku ini, mereka pasti tahu bahwa ini adalah buku milik Yeshua dan Dia telah mengurus segalanya. Semua janji-janjiNya tentang buku ini ditepatiNya. Sekarang tugas saya yang tertinggal adalah pelayanan tarian. Dia telah melatih pelayanan tarian saya selama 3 tahun; Ini adalah tarian kudus. Saya telah menari di gereja selama 2 tahun. Saat ini saya telah menunggu kedatanganNya selama tiga setengah tahun. Menunggu adalah hal terberat dalam melayani Yahweh. Anda tahu, saya harus menunggu selama 7 tahun sebelum Dia menerbitkan buku ini. Saya sempat berpikir bahwa Dia tidak akan pernah menerbitkan buku ini, tetapi Dia selalu menggenapi janjiNya. Anda bisa lihat sendiri.

BC: Pada kunjungan terakhirnya ke Surga, Yeshua membuat sebuah janji yang sangat spesial kepada Choo.

Choo Thomas:

Akhir dari kunjungan-kunjungan ini adalah saat saya sedang mengerjakan manuskrip (teks asli berupa tulisan tangan atau ketikan yang siap untuk diserahkan kepada penerbit) buku ini. Kemudian Dia membawa saya menuju pantai di bumi. Kami menghabiskan waktu bersama selama beberapa jam. Dia bilang Dia akan mebawa saya ke sana setiap Senin. Saat itu tanggal 27 Mei 1996. Sejak saat itu, tanpa pernah luput sekalipun, Dia selalu membawa saya ke pantai itu setiap Senin dengan tubuh transformasi saya. Dia membangunkan saya beberapa menit setelah jam 12 dini hari. Dia membuat tubuh saya bergetar selama 30 menit, tepat 30 menit, tidak pernah kurang dan tidak pernah lebih. Kemudian hadiratNya nampak dan tubuh spiritNya bersama tubuh spirit saya menuju ke pantai. Dan ketika kami tiba di sana, hampir selalu Dia yang berbicara dan saya mendengarkan. Kemudian saya menyanyi, saya menari dengan tubuh spirit saya. Itu adalah saat-saat terindah dalam hidup saya.

BC: Alasan mengapa Yeshua telah mati di kayu salib adalah Yohanes 3:16 – Karena begitu besar kasih Elohim akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Oleh karena itu, menurut Roma 10:9 – Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yeshua adalah Yahweh, dan percaya dalam hatimu bahwa Elohim telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.

Choo Thomas:

Banyak orang berkata,”Siapa yang peduli tentang apa yang terjadi setelah saya mati”? Hehehe.. Kemudian saya berkata,”Sebaiknya anda peduli.”

Siapapun dari anda yang belum pernah mengucapkan doa keselamatan sebelumnya, Saya ingin berdoa bersama anda. Ikuti doa saya.

“Yahweh Yeshua, aku percaya bahwa Engkau adalah Anak Elohim dan Engkau telah mati demi aku. Masuklah ke dalam hatiku dan jadilah Yahweh dan Juru Selamatku. Kumohon ampunilah segala dosa-dosaku dan sucikanlah aku dengan darahmu yang kudus. Kendalikanlah segala segi kehidupanku mulai saat ini dan seterusnya. Yeshua, penuhilah aku dengan Roh KudusMu dan mampukanlah aku untuk dipakai bagi kemuliaanMu. Aku mau melayaniMu, mencintaiMu, dan mematuhiMu sepanjang hidupku, serta melakukan sesuatu yang dapat mengubah hidup orang-orang lain. Bapa, terima kasih telah menjadikanku anakMu. Dalam nama Yeshua yang kudus, Amin.

Haleluya! Siapapun yang telah bersama saya mengucapkan doa di atas, pergilah ke gereja, dengarkanlah Firman Elohim yang disampaikan oleh pendeta dan bacalah Alkitab setiap hari. Pelajarilah, bukan sekedar baca. Berdoalah dengan sering sepanjang hari dan milikilah hubungan dengan Yeshua. Terima kasih. Amin. Haleluya!

BC: Mewakili Pelayanan Injil Choo Thomas, saya ucapkan terima kasih anda telah menyaksikan tayangan kami. Dalam buku ‘Surga Itu Nyata’, Yeshua berkata bahwa Dia akan datang lebih cepat dari yang kita perkirakan. Maka, bersiaplah dan marilah kita persembahkan segala pujian pada Elohim kita!

  1. Kesaksian Choo Thomas dalam bentuk Video
  2. Buku Heaven is so rael baca online

Diambil dari

Surga itu Nyata

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial.