WAHYU TENTANG SORGA; M.K. Baxter, I

a-divine-revelation-of-heaven Mary Kathryn Baxter dibawa oleh Yeshua melihat Sorga dan Neraka. Tulisan di bawah ini adalah 10 kali kunjungannya ke Sorga. Diterjemahkan oleh Pitan Daslani dari buku A DIVINE REVELATION OF HEAVEN. Artikel ini diringkas dari http://Spiritlessons.com edisi Indonesia PDF.Bahasa asing lainnya dan bentuk audio MP3 bisa ditemukan pada alamat situs tersebut.
Inilah pengalaman spiritual amat komprehensif dan dahsyat yang dialami seorang hamba di Amerika Serikat. membawa dia ke dalam alam maut selama 30 malam berturut-turut. Pengalamannya yang amat mengerikan itu dituangkannya di dalam bukunya yang pertama A DIVINE REVELATION OF HELL

Mulai malam ke-31 sampai dengan malam ke-40, Mary Kathryn Baxter dibawa ke dalam sorga untuk menyaksikan semua keindahan kediaman beserta kemuliaan, kebesaran dan kedahsyatannya. Pengalaman 10 malam di sorga itu ia tuangkan dalam buku kedua yang versi Indonesia-nya sedang Anda baca ini.
Tentang Mary Kathryn, penulis buku ini, lahir di Tennessee, USA, bertobat dan menjadi pengikut Yeshua ( proses ini disebut sebagai Lahir Baru ) ketika ketika berumur 19 tahun. 1976 Ia mulai dikunjungi oleh Yeshua.

Catatan dari editor Penjala Baja: Memasuki bab 1 (Di Gerbang Sorga) dan seterusnya disalin seperti aslinya, tanpa pemotongan kata, jika ada itu akan diberitahu. Garis miring dan warna ditambahkan agar sesuai sumber aslinya (berbahasa Inggris). Garis bawah dan kurung kotok dari editor. Kata-kata Yang Disembah telah ditukar Allah menjadi Elohim (kata Ibrani untuk GOD/God) dan Yesus Kristus menjadi Yeshua Ha Mashiah dan TUHAN menjadi YAHWEH (kata Ibrani yang berasal dari huruf kuno YHWH, sebagaimana Alkitab Perjanjian Lama menulisnya). Selamat membaca dan diberkati YAHWEH. Penjala Baja.

Klaim penulis buku tentang apa yang ia saksikan: Buku ini berisi sejumlah kisah nyata yang telah saya alami sendiri bersama . Ini bukan hasil ilusi seorang pengkhayal yang menginginkan sesuatu yang lebih baik daripada yang ia dapatkan dalam hidupnya.

Sorga itu sesuatu yang nyata, dan pengalaman yang saya uraikan di dalam buku ini adalah persis seperti yang terjadi pada saya. (hal. 8) Yeshua berkata kepadanya, “Untuk maksud ini engkau dilahirkan,untuk menulis dan menceritakan apa yang telah Aku perlihatkan dan sampaikan kepadamu, karena semua ini tulus dan benar.“Panggilanmu adalah untuk memberitahukan kepada dunia bahwa sorga itu benar ada,dan naraka itu juga benar ada, dan bahwa Aku, Yeshua,telah diutus oleh Bapa untuk menyelamatkan mereka semua dari penghukuman dan menyediakan bagi mereka tempat di sorga.”

[Bagian I: Di Gerbang Sorga sampai Yeshua Ha Mashiah sang Penyembuh]

DI GERBANG SORGA

Elohim di dalam pengasihan dan anugerahNya yang abadi mengijinkan saya untuk masuk ke dalam tempat yang indah itu yang disebut sorga. Tak jelas bagi saya persiapan dan alat transportasi seperti apa yang saya gunakan untuk bisa masuk ke sana dan kembali lagi ke bumi. Tapi kenyataan yang saya alami tidak mungkin keliru. Bagaimana caranya keajaiban sorga yang begitu hebat itu diperlihatkan kepada seorang manusia fana seperti saya? Saya mulai dari awal peristiwa. Pada suatu malam Yeshua Yeshua menampakkan diriNya kepada saya dan berkata bahwa saya telah dipilihNya untuk suatu tugas khusus.

Dia berkata: “AnakKu, Aku akan memanifestasikan diriKu kepadamu untuk membawa manusia keluar dari dalam kegelapan untuk masuk ke dalam terang. Aku telah memilihmu untuk sebuah tujuan: Engkau akan menulis dan mendokumentasikan semua yang akan Kutunjukkan dan katakan kepadamu.”

Ketika saya berserah diri sepenuhnya kepada , hal-hal yang luar biasa mulai terjadi. Saya dijemput dari tempat saya berada dan dipindahkan langsung ke dalam alam maut. Saya sadar bahwa kelima pancainderaku bekerja baik: Saya dapat melihat, meraba, mendengar, mencium dan merasakan apa yang terjadi. Tapi ini semua terjadi di alam supranatural. Saya tahu bahwa semua kejadian ini memiliki tujuan tertentu. Berhari-hari setelah saya dibawa Yeshua ke dalam alam maut, saya sangat bersedih. Hati saya galau dan pikiranku sumpek akibat dari kejadian-kejadian mengerikan yang saya lihat. Saya sudah menyaksikan penghakiman terhadap dosa dan terhadap mereka yang masuk ke naraka. Saya berdoa dengan sangat kepada dan meminta penghiburan dariNya.

Pada malam ke-31 setelah semua kejadian ini mulai, kuasa Yang Mahadahsyat itu menyelimuti saya lagi. Pada jam 2 pagi, seorang malaikat yang gagah perkasa berdiri di samping ranjangku. Yeshua Ha Mashiah tampak berdiri di belakang malaikat itu. Yeshua tersenyum ketika saya mencoba memperhatikan wajahNya. Tapi Dia tidak berkata sepatah pun. Malaikat itu berkata: “Elohim telah memberi aku tugas khusus. Aku dikirim ke sini untuk membawamu ke sorga dan memperlihatkan kepadamu beberapa bagian dari sorga.” Kemudian dia berkata lagi, “Mari dan saksikan kemuliaan .”

Dalam sekejap saya sudah dibawa keluar dari rumah, dan tiba-tiba saya menemukan diri saya sedang berdiri bersama malaikat itu di depan satu dari gerbang-gerbang di sorga.Indahnya pemandangan yang saya lihat di situ begitu menakjubkan sampai-sampai saya nyaris tak dapat bernafas. Pakaian yang dikenakan oleh malaikat sorgawi itu adalah jubah yang terbuat dari cahaya benderang. Malaikat itu memiliki sayap-sayap berbentuk segi tiga yang memantulkan warna-warni pelangi. Saya tidak heran, tapi sangat takjub menyaksikan tempat yang keindahannya tak dapat diceritakan dalam bahasa manusia. Kemudian saya mendengar seruan malaikat yang dikumandangkannya berulang-ulang: “Saksikanlah ini kemuliaan.” Gerbang megah di depanku itu terbuat dari mutiara yang padat. Saya berdiri terkagum-kagum memandang gerbang itu. Sampai di situ saya tidak melihat Yeshua Yeshua, tapi saya diselimuti kemuliaan dan kebahagiaan sorgawi.

MASUK KE DALAM SORGA

Ketika kami tiba di sana, dua orang malaikat yang sangat tinggi sedang berdiri di depan gerbang. Keduanya mengenakan jubah cahaya yang berkilauan dengan pedang terhunus di tangan. Rambut mereka bagai untaian emas sementara wajah mereka memancarkan cahaya benderang. Malaikat yang membawa saya maju ke depan dan berbicara dengan salah satu dari malaikat penjaga pintu sorga itu, sementara saya berdiri sendirian di situ. Sambil terkagum-kagum saya berbicara dalam hati: “Betapa indahnya gerbang-gerbang sorga ini. Dan alangkah bahagianya saya dapat melihat dengan mataku sendiri semua ini.” Tiba-tiba saya sadari bahwa saya memang akan masuk ke dalam sana. Sambil memperhatikan para malaikat itu, saya dapat mendengar percakapan mereka. Satu dari malaikat-malaikat itu masuk ke dalam lalu kembali lagi sambil membawa sebuah kitab. Buku tersebut bersampul emas dan isinya pun ditulis dengan tinta emas. Rupanya itu buku tentang riwayat kehidupan saya. Di sampul buku itu tertulis sebuah nama: Mary Kathryn Baxter.

Di wajah malaikat-malaikat itu terpancar senyuman persetujuan. Mereka memeriksa buku itu dan sambil berpandangan mereka serentak berucap: “Dia boleh masuk ke dalam gerbang ini.” Malaikat penunjuk jalan mengantarkan saya ke dalam. Tiba-tiba terdengar musik indah yang melingkupi saya. Musik itu tampaknya datang dari atas dan merembes ke dalam seluruh tubuhku. Alun-alunan musik yang sangat dahsyat disertai nyanyian indah memenuhi seluruh tempat itu. Irama sorgawi itu menyelimuti semua tempat dan semua orang yang ada di situ. Ketika saya melangkah masuk ke dalam kota , perasaan takjub yang sangat besar membuat saya nyaris tak dapat bernafas. Indahnya tempat itu tidak dapat diceritakan dengan bahasa manusia. Di sekeliling saya ada kembang-kembang berwarna-warni yang paling indah yang pernah saya tahu. Di situ ada dataran hijau dengan tumbuhan sangat subur dan ini pun tak dapat dilukiskan secara tepat. Bahkan kuncup-kuncup bunga di situ pun hidup dan bereaksi terhadap irama musik dan nyanyian indah itu. Alunalunan musik itu memenuhi dan menutupi saya dan saya bagaikan bagian dari musik itu sendiri.

Mencoba menceriterakan tentang semua keajaiban kota itu adalah satu hal, tapi mengetahui bahwa Anda akan mengambil bagian dalam kesenangan itu adalah hal lain lagi. Saya melihat beberapa warga sorga asyik tenggelam dalam kesenangan itu. Mereka semua memakai jubah. Genaplah firman dalam Kitab Suci (Yesaya 61:10): “Aku bersukaria di dalam YESHUA, jiwaku bersorak-sorai di dalam Allahku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.”

Kebahagiaan dan kesenangan yang terpancar dari wajah mereka tak dapat saya ungkapkan dengan kata-kata. Sorga itu memang tempat yang nyata. Itu bukan kiasan atau hasil imaginasi seseorang. Di dalam Alkitab Yeshua bersabda: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada , percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.” (Yohanes 14:1-2)

Sorga adalah tempat yang disediakan bagi orang-orang yang siapsedia. Oleh karena kita sebagai anak-anak telah diubahkan melalui kelahiran kembali dan oleh karena kita sekarang adalah ciptaan baru di dalam Ha Mashiah, amatlah menggembirakan bahwa tempat dimana kita akan tinggal dalam kekekalan adalah tempat yang disediakan oleh Juruselamat yang telah menyelamatkan kita. Sorga adalah tempat yang sempurna. Karena Juruselamat kita itu sempurna adanya, kekal dan tidak terbatas kuasaNya, maka sorga pun adalah tempat yang sempurna. Oleh karena Dia menyediakan tempat bagi kita untuk tinggal bersamaNya di sana selamanya, maka rumah kita yang abadi itu sempurna adanya. Tak ada sesuatu apa pun yang dapat mengotori rumah sorgawi kita itu. Tak akan ada suatu apa pun yang diijinkan masuk ke sorga untuk mengotori atau mencemari tempat itu. “Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.” (Wahyu 21:27)

Sorga itu jauh di luar jangkauan dosa maupun pendosa dalam bentuk apa pun. Setan tak akan pernah masuk ke situ sampai selama-lamanya. (Wahyu 12:3-4, 7-10, 12-13): “Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. “Maka timbullah peperangan di sorga. Mikhael dan malaikatmalaikatnya berperang melawan naga itu, dan naga itu dibantu oleh malaikat-malaikatnya, tetapi mereka tidak dapat bertahan; mereka tidak mendapat tempat lagi di sorga. “Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: “Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan kita. “Dan ketika naga itu sadar, bahwa ia telah dilemparkan di atas bumi, ia memburu perempuan yang melahirkan Anak laki-laki itu.”

Si ular tua itu, Iblis atau Setan, dan semua pengikutnya tak akan pernah mengangkat kepalanya yang jelek itu di dalam iklim dan suasana kudus di sorga. Setan-setan tidak bisa masuk ke sorga. Malaikat yang mermberontak terhadap dan yang dicampakkan ke bumi yaitu “yang tidak menetap di tempat semestinya tetapi meninggalkannya” (Yudas 1:6) tak akan dapat kembali ke sorga. Di sorga tidak ada orang yang kekuarangan apa pun. Tak ada setitik sekecil apapun yang tidak sempurna. Tak peduli kemana kita bepergian di bumi, tak peduli dimana kita tinggal, atau seberapa mahalnya rumah kita di bumi, toh tak bisa tanpa kekurangan. Tidak begitu keadaannya di sorga. Di sana telah membangun tempat yang bernama sorga itu dengan sangat sempurna. Kemuliaannya, keindahannya, serta keajaibannya tak mungkin dapat diceritakan dalam bahasa manusia. Kesenangan yang tak dapat digambarkan dari tempat mahaindah itu sungguh sangat menakjubkan. Tak ada pelukis di muka bumi yang dapat menggambarkan secara tepat betapa indahnya kegemerlapan cahaya dari Putra yang memantul dari tembok-tembok permata yaspis, gerbang-gerbang mutiara, serta istana-istana yang tak terhitung banyaknya, serta Sungai Kehidupan di sana.

RUMAH BAGI JIWA-JIWA YANG TELAH DITEBUS

Sorga itu adalah tempat yang permanen. Tak akan ada musuh apa pun yang sanggup menaklukkan Firdaus kita. Bangunanbangunnya tidak dapat runtuh, bahan-bahan bangunannya tidak dapat rusak, dan semua tumbuhan di sana tak dapat layu. Lagi pula tak ada asap atau polusi yang dapat mencemari tempat kudus itu. Tempat tinggal permanen ini bersifat abadi, sebuah kota yang terus ada selama-lamanya. Kita akan bernyanyi di sana lagu-lagu seperti yang diciptakan oleh Hattie Buell berikut ini:

A tent or a cottage, why should I care?
They’re building a palace for me over there;

Tho’ exiled from Him, yet still I may sing;
All glory to God, I’m a child of the King.

[Sebuah tenda atau gubug, mengapa harus kupedulikan?
Di sana sedang mereka bangun tempat bagiku;
Kendati jauh terbuang dariNya, tetaplah aku bernyanyi;

Segala puji bagi , aku anak Sang Raja]

Di tempat yang tak terkatakan itu para kudusNya menerima kelepasan dari segala kekewecaan, sakit hati, tragedi dan bencana. Sebab di sana tak ada kesedihan atau kesukaran. Tak ada kesakitan atau kesusahan, tak ada orang menangis di sorga (Wahyu 21:4): “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”

Para warga Kerajaan Sorga yang saya lihat di sana tampaknya datang dari berbagai usia dan berbagai negara di bumi. Jelas sekali bahwa mereka ketika di bumi berasal dari banyak kewarganegaraan. Seketika saya teringat Wahyu 5:9 yang berkata: “Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: “Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meteraimeterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.”

BEKERJA UNTUK MEMUJI

Dengan sangat bersukacita jiwa saya mulai memuji kebesaran . Kesusahan dan kepedihan hati yang saya alami, ketika Yeshua mewahyukan kepada saya tentang naraka sebelum kejadian ini, langsung lenyap. Sebab sekarang saya mengalami pewahyuan tentang sorga. Saya melihat banyak keluarga secara lengkap. Semua mereka sangat berbahagia, sedang melakukan sesuatu, sedang tersenyum bahagia. Ada sinar kebahagiaan memancar dari setiap wajah yang saya lihat di sana. Para kudus di sorga tampak sedang sibuk melakukan sesuatu. Setiap saat mereka selalu sibuk. Sebab waktu mereka dipakai untuk memuji dan membesarkan nama . Ada nyanyian di bibir setiap orang. Dan musik indah membahana memenuhi semua tempat. Keabadian di sorga itu tidak dipakai untuk bersantai atau bermalas-malasan. Jadi tidak seperti yang disangka banyak orang. Di sana kita tidak hanya melayang bebas di atas awan, atau membunyikan alat musik harpa atau mencelupkan ujung jari kaki di air Sungai Kehidupan. Waktu kita akan dipenuhi dengan kegiatan untuk berbakti kepada . Seperti apa pengabdian itu persisnya tak dapat kita gambarkan selengkapnya, tetapi semua umatNya akan melayani Dia.

PERMATA BAGI YANG MEMBAWA JIWA BARU

Sejauh mata memandang saya melihat permata dan berlian bersinar berkilauan memantulkan cahaya ke segala tempat. Ada berlian yang sebesar balok besar. Beberapa dari batu mulia ini dimaksudkan untuk menjadi bagian dari istana yang diperuntukkan bagi mereka yang membawa jiwa bagi ketika berada di bumi. Jadi, setiap kali ada seseorang membawa satu jiwa baru kepada Ha Mashiah, di sorga disediakan satu batang berlian untuk istananya. Alkitab berkata: “Hasil orang benar adalah pohon kehidupan, dan siapa bijak, mengambil hati orang.” (Amsal 11:30) Baca juga Daniel 12:3: “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selamalamanya.”

Sementara saya berdiri dan menikmati dan keagungan tempat itu, saya melihat seorang malaikat yang amat elok parasnya berjalan turun. Di tangannya ada gulungan kitab yang dirajut dengan emas di tepinya. Malaikat itu meletakkan gulungan kitab tersebut di sebuah meja yang terbuat dari bahan seperti perak, tapi ini tidak seperti perak yang pernah saya ketahui. Meja panjang itu memancarkan cahaya terang. Di gulungan kitab itu tertulis sebuah nama. Seorang kudus tampil lalu membuka dan membaca gulungan kitab itu: “Yeshua adalah Kepala Tukang,” berkata orang kudus itu kepada saya. “Dia-lah yang menentukan siapa yang layak menerima berlian dan dimana mereka ditempatkan. Gulungan kitab yang kupegang ini adalah laporan dari bumi tentang seorang yang telah membawa jiwa baru bagi Yeshua. Dia memberi makanan kepada orang miskin, dia memberi pakaian kepada orang telanjang dan melakukan perbuatan baik bagi .”

Baca Matius 25:31-41, 46: “Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. “Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. “Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. “Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Yeshua, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? “Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? “Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? “Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. “Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. “Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”

TEMPAT ABADI UNTUK SEMUA ORANG

Malaikat pengantar itu mengulangi ucapan penyambutannya: “Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu.” Atas petunjuk Yeshua, saya merekam semua kejadian tentang sorga ini seperti yang saya saksikan di sana. Kita mesti mengerti betul bahwa fokus dari pengharapan dan keinginan kita adalah tinggal bersama Yeshua kita di sorga untuk selama-lamanya. Sorga adalah negeri impian yang pasti menjadi kenyataan. Saya bergirang tentang sorga sebab setelah semua pekerjaan dan jerih lelah kita di bumi ini berlalu maka kita akan pergi ke sana. telah menyediakan kota itu untuk kita. Dan Yeshua sedang menyiapkan tempat di sana untuk semua orang yang mencintai Dia. Persekutuan antara dan manusia akan dipulihkan sepenuhnya di sorga. Ketika Adam dan Hawa berada di Taman Eden, datang ke bumi menjenguk mereka. Setelah persekutuan dengan dirusakkan oleh dosa dan ketidaktaatan, terus menunjukkan keinginanNya untuk berkomunikasi dengan manusia. Bentuk dari hasrat yang paling tinggi untuk menunjukkan kasih sayangNya kepada manusia adalah memberikan AnakNya sendiri untuk mati secara begitu kejam di atas kayu salib. Melalui kematian dan kebangkitan Ha Mashiah itulah persekutuan antara dan manusia dimungkinkan untuk terjadi lagi. Di bumi saat ini, kondisi kehidupan kita dapat menghalangi keakraban persekutuan kita dengan . Tapi di sorga, tak ada apa pun yang menghalangi kita. Kita akan mengetahui apa artinya persekutuan sempurna dengan Raja Segala Raja dan Tuan Segala Tuan. Persekutuan kita dengan Dia akan menjadi lengkap.

Sorga adalah tempat tinggal yang hidup. Sorga itu letaknya jauh di seberang langit yang dapat kita lihat dan jauh di seberang semua planet dan galaxy. Sorga adalah tempat tinggal abadi bagi “semua yang ditebus oleh Yeshua” (Yesaya 62:12). Tempat itu adalah tujuan abadi bagi semua anak yang beriman kepada Ha Mashiah. Di sana Anda tak akan kuatir kalau akan berdesak-desakan masuk ke tempat yang disebut istana. Tatkala semua yang ditebus dari segala jaman berkumpul di dalam kemuliaan, akan ada tempat yang cukup bagi semua orang dan setiap orang akan mendapat satu dari begitu banyak istana megah di sana, yaitu tempat tinggal abadi yang Yeshua janjikan ketika Dia berbicara tentang Rumah Bapa: “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada , percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ.” (Yohanes 14:1-4)

Di sorga pasti ada tempat bagi setiap orang beriman: “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. “Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!” “Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah ” (Wahyu 7:9-11)

AIRMATA DARI BUMI

Suatu ketika malaikat penunjuk jalan itu membawa saya ke suatu tempat lalu dia berhenti di situ kemudian berkata: “Elohim menyuruh aku untuk menunjukkan kepadamu ruangan untuk airmata.” Anda mungkin sering membaca di dalam Mazmur tentang airmata kita dan apa yang diperbuat terhadap airmata kita. Para malaikat menangkap semua airmata kita dan menyimpannya di dalam kirbat (Mazmur 56:8). Sebelumnya saya sering bertanya, apa maksud ayat ini. Saya tahu bahwa banyak di antara Anda yang membaca tulisan ini pernah atau sering menangis—ketika ditinggal pergi oleh orang yang dikasihi entah itu anggota keluarga atau kekasih hati, apalagi bila Anda diceraikan suami atau isteri. Mungkin Anda berpikir semua pengharapan telah lenyap sehingga Anda menangis tersedu-sedu karenanya. Dengar, umat Yeshua, menunjukkan kepada saya sebuah ruangan penuh airmata. Indah sekali ruangan itu. Malaikat membawa saya ke jalan masuk ruangan yang tidak berpintu itu.

Melihat ke dalam, saya tahu ruangan itu sendiri tidak terlalu besar. Di dinding kamar itu ada banyak rak yang terbuat dari papan-papan kristal dan tembok bagian dalamnya bertaburkan cahaya gemerlap. Di rak-rak itu ada banyak kirbat atau botol, ada yang diletakkan berkelompok, misalnya tiga kirbat setiap kelompok. Tampak kirbat-kirbat itu tembus pandang. Di bawah tiap kelompok kirbat itu terdapat papan nama yang bertuliskan nama asal airmata tersebut. Ada banyak kirbat seperti ini di dalam ruangan tersebut.
Kemudian, di dalam ruangan itu tampaklah seorang yang dimuliakan—malaikat Yeshua. Jubahnya yang berwarna ungu tua tampak sangat indah bagai sutera.
Tampak di dalam sana sebuah meja mewah dan bersinar-sinar. Pemandangan yang glamor itu membuat saya terpesona.
Di atas meja itu ada banyak buku yang tampaknya dijahit dengan sutera yang sangat indah yang belum pernah kulihat. Ada buku yang berlapiskan berlian, ada yang berlapiskan mutiara, ada pula yang dilapisi batu mulia berwarna hijau dan ungu. Semua kitab itu

sangat rapi dan teliti pembuatannya. Saya berkata di dalam hati: “Ya Yeshua, betapa indahnya buku-buku ini!” Saya memang suka buku, tapi buku-buku yang saya lihat di situ sungguh sangat indah dan membuat saya amat terpukau. Sementara tertegun memandangi buku-buku itu, orang yang berada di dalam ruangan itu berkata, ”Mari, dan lihat. Aku akan menunjukkan isi ruangan ini kepadamu. Dan aku akan menerangkan arti dari airmata. Ini hanyalah satu dari banyak ruangan sejenis ini. Aku bertanggung-jawab untuk ruangan ini.” Sementara dia berbicara, seorang malaikat tinggi besar masuk melewati gerbang tadi. Keindahan dan kemuliaannya membuat saya terkagum-kagum. Saya lihat dia memakai jubah putih terbuat dari bahan yang bertabur cahaya. Jumbai jubahnya terbalut emas yang berkilau terus ke bagian depan. Postur malaikat ini besar, tingginya kira-kira 12 kaki (144 inci = 3,6 meter) dan sayapnya pun sangat besar. Malaikat besar ini memegang sebuah mangkuk emas berisi cairan (Wahyu 5:8). Kemudian orang yang di dalam ruangan itu berkata pada saya: “Dia membawa kepadaku mangkuk berisi airmata dari bumi. Aku ingin memperlihatkan kepadamu apa yang kami lakukan terhadap airmata ini.” Malaikat tadi menyerahkan mangkuk tersebut beserta sehelai kertas yang di atasnya tercantum nama dari orang yang airmatanya berada di dalam mangkuk itu. Malaikat di dalam ruangan itu membacakan catatan itu lalu pergi ke salah satu rak kirbat. Dia lalu membaca label nama di bawah kirbat untuk mencocokkan namanya dengan airmata yang baru saja dibawa dari bumi. Dia kemudian mengangkat kirbat yang sudah hampir penuh itu dan membawanya ke mangkuk tadi. Lalu dia memasukkan airmata di mangkuk itu ke dalam kirbat tersebut. “Sekarang aku akan menunjukkan padamu apa yang kami lakukan di sini,” ucap orang kudus itu. “Ceritakanlah ini kepada manusia di bumi.” Kemudian dia membawa kirbat itu ke meja, membuka salah satu buku lalu berkata: “Sekarang, lihat.” Halaman-halaman buku itu kosong dan tidak bertuliskan apa-apa. Dia berkata: “Ini adalah airmata dari orang-orang kudus di bumi yang melayani ketika mereka menangis. Sekarang lihat apa yang terjadi.” Dia menjatuhkan satu tetes airmata itu dari kirbat ke atas halaman kosong itu. Begitu tetes airmata tersebut menyentuh lembaran kertas kosong itu, timbullah tulisan. Kata-kata indah dengan ukiran tulisan tangan yang indah bermunculan di halaman itu sampai penuh halaman itu berisi tulisan. Dia melakukan ini halaman demi halaman sampai selesai. Dia kemudian menutup buku tersebut dan berbicara. Sepertinya dia sedang berbicara kepada seluruh umat manusia di bumi dan juga kepada saya. “Doa yang paling sempurna adalah doa yang bermandikan airmata yang datang dari hati dan jiwa laki-laki dan perempuan di bumi.” Kemudian malaikat dengan sayap pelangi itu berkata kepada saya: “Mari dan saksikan kemuliaan .”

MEMBUKA KITAB ITU

Tanpa disadari kami sudah berpindah ke sebuah pelataran luas berisi ribuan orang dan makhluk-makhluk sorgawi. Betapa indahnya pemandangan itu. Dalam sekejap semua orang di situ perlahan-lahan lenyap dari pandanganku lalu kemuliaan yang sangat dahsyat memenuhi tempat itu. Puji-pujian kepada terdengar begitu kencang membahana bagai gemuruh guntur membelah langit. Lalu malaikat penunjuk jalan membawa saya ke depan takhta . Saya melihat awan lebat, kabut dan juga suatu bentuk Sang Maha-Ada di dalam kabut itu. Saya tidak dapat memandang wajah , tapi saya melihat kemuliaan dan sebentuk pelangi melingkupi takhta . Kemudian saya mendengar suara yang bunyinya sama seperti apa yang telah ditulis oleh Yohanes: “Aku mendengar suara dari sorga bagai bunyi air bah dan bagai bunyi guntur.” (Wahyu 14:2). Di tempat mahadahsyat ini saya melihat banyak kuda dengan penunggangnya berdiri di samping takhta itu. Tiba-tiba saya melihat ada sebuah kitab di atas altar di depan takhta . Saya melihat para malaikat menyembah di hadapanNya. Sambil berdiri termangu-mangu dan menyaksikan semua ini, saya melihat sesuatu yang tampaknya seperti tangan manusia muncul dari tengah awan itu lalu membuka kitab tersebut. Saya tahu itu tangan yang sedang membuka kitab tersebut. Terkejut ketika saya melihat sesuatu yang seperti asap naik dari kitab itu. Lalu, sekonyong-konyong menyebarlah aroma parfum yang sangat luar biasa yang tak pernah saya cium keharumannya. Malaikat itu katakan bahwa kitab tersebut berisi doa orang-orang kudus dan bahwa telah mengirim malaikatNya ke bumi untuk menjawab doa yang keluar dari hati yang menjerit kepadaNya. Tampak sejumlah besar orang kudus memuji dan memuliakan . Ketika membuka kitab tersebut, halaman-halaman kitab tampak muncul bergantian kemudian terbang pergi ke dalam tangan malaikat-malaikat penunggang kuda. Saya masih dapat mendengar suara , bagai bunyi gemuruh yang dahsyat, berkata, “Pergilah dan jawablah doa perempuan itu. Pergilah dan jawablah doa laki-laki itu.” “Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, airmataku Kautaruh ke dalam kirbatMu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? Maka musuhku akan mundur pada waktu aku berseru; aku yakin, bahwa memihak kepadaku. Kepada , firman-Nya kupuji, kepada YAHWEH, firman-Nya kupuji, kepad aku percaya, aku tidak takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 56: 8-11) Firman yang hidup menerangkan kepada kita tentang apa yang Ia perbuat terhadap airmata kita. Betapa indahnya bila kita mengerti kemuliaan dan keajaiban kita. Betapa hebatnya bahwa kita menjadi penerima kasih sayangNya! Dia begitu peduli, bahkan terhadap airmata kita. Kitab Suci banyak berbicara tentang airmata kita, tentang kesedihan kita, dan tentang penghiburan dari buat kita.

“Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman Yeshua, Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah YAHWEH.” (II Raja-Raja 20:5). [dan] “Lesu aku karena mengeluh; setiap malam aku menggenangi tempat tidurku, dengan air mataku aku membanjiri ranjangku. Mataku mengidap karena sakit hati, rabun karena semua lawanku. Menjauhlah dari padaku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan, sebab YAHWEH telah mendengar tangisku; YAHWEH telah mendengar permohonanku, YAHWEH menerima doaku.” (Mazmur 6:6-9)
“Ya, Engkau telah meluputkan aku dari pada maut, dan mataku dari pada air mata, dan kakiku dari pada tersandung.”
(Mazmur 116:8)
“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.” (Mazmur 126:5-6) “Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Yeshua akan menghapuskan airmata dari pada segala muka; dan aib umat- Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab YAHWEH telah mengatakannya.” (Yesaya 25:8) “Beginilah firman YAHWEH: Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, demikianlah firman YAHWEH; mereka akan kembali dari negeri musuh.” (Yeremia 31:16)
“Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan.
Dan akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” (Wahyu 7:17) “Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:4)
“… dan orang-orang yang dibebaskan YAHWEH akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.” (Yesaya 35:10)

Segala puji bagi, sebab sorga itu benar-benar ada! Kita benar-benar akan ke sana. Dan kita tidak akan menjadi uap atau asap yang beterbangan ketika kita tiba di sorga, sebab kita mengenakan tubuh mulia. Salah satu keajaiban di sorga adalah bahwa segala airmata dan dukacita kita akan diganti dengan kebahagiaan kekal, seperti yang telah dijanjikan dalam Kita Suci. Dan bahkan masih ada lebih banyak lagi kesenangan yang akan kita alami di sana. Sorga itu benar-benar nyata. Sorga adalah tempat pasti yang menjadi tujuan kita. Itu bukan suatu mimpi atau ilusi. telah menyatakan kepada kita semua tentang banyak fakta sorgawi melalui Kitab Suci.

LANGIT YANG PERTAMA

Pertama, ada langit atmosfir. Ini adalah kawasan yang melingkupi planet bumi. Inilah kawasan tempat unggas beterbangan dan angin berhembus. Inilah kawasan tempat terjadi hujan, badai, kabut, uap, dan awan. Inilah bentangan langit yang dimaksudkan oleh malaikat dalam Kisah Para Rasul 1:11 ketika ia bertanya mengapa murid-murid Yeshua memandang ke langit. Yeshua, ketika berbicara kepada BapaNya, memandang ke langit (Yohanes 17:1).

LANGIT YANG KEDUA

Kemudian, ada pula langit yang disebut kawasan luar angkasa. Ini adalah kawasan tempat bulan, matahari, dan bintang-bintang. Kawasan langit ini disebutkan dalam Alkitab berulang kali, misalnya: “… maka Aku akan memberkati engkau berlimpahlimpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.” (Kejadian 22:17) “… dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan YAHWEH, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka.” (Ulangan 4:19) “Dapatkah engkau memberkas ikatan bintang Kartika, dan membuka belenggu bintang Belantik? Dapatkah engkau menerbitkan Mintakulburuj pada waktunya, dan memimpin bintang Biduk dengan pengiring-pengiringnya? Apakah engkau mengetahui hukum-hukum bagi langit atau menetapkan pemerintahannya di atas bumi?” (Ayub 38:31-33)
“Sebab bintang-bintang dan gugusan-gugusannya di langit tidak akan memancarkan cahayanya; matahari akan menjadi gelap pada waktu terbit, dan bulan tidak akan memancarkan sinarnya.” (Yesaya 13:10)
“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang.” (Matius 24:29)

LANGIT YANG KETIGA

Tempat yang menjadi tujuan semua orang yang dibenarkan oleh Yeshua Yeshua itu jauh di seberang langit yang berbintang. Inilah tempat yang dimaksudkan oleh Rasul Paulus ketika ia berkata: “Aku tahu tentang seorang Kristen; empat belas tahun yang lampau–entah di dalam tubuh, aku tidak tahu, entah di luar tubuh, aku tidak tahu, yang mengetahuinya–orang itu tiba-tiba diangkat ke tingkat yang ketiga dari sorga. (II Korintus 12:2). Istilah “sorga” yang saya gunakan dalam buku ini adalah kawasan yang sering digambarkan sebagai tempat takhta . “Sebab Ha Mashiah bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat guna kepentingan kita.” (Ibrani 9:24)

Sorga adalah tempat dimana berdiam. Waktu Yeshua mengajar kita untuk berdoa, Dia menyuruh kita berdoa kepada “Bapa … di dalam sorga.” (Matius 6:9).

Dalam I Raja-Raja 8:30, sorga disebut sebagai tempat tinggal abadi bagi . Dalam Mazmur 11:4 tempat itu dinamakan Bait Kudus dan tempat dimana ada takhta. Di sana di Bait Kudus , kemuliaanNya dinyatakan secara lengkap. Tempat itu adalah tempat sakral penuh cahaya kemuliaan dan kesenangan. Kita tidak dapat mengetahui letak tempat itu secara tepat. Tapi Alkitab selalu menggunakan kata “di atas” untuk menunjukkan arah tempat tersebut. Kita tahu bahwa Yang Mahakuasa itu berada di sana. Di tempat itu, Bapa dan Yeshua Ha Mashiah adalah pusat perhatian semua orang kudus, malaikat dan semua makhluk yang menyembah. Di sana ada suatu persekutuan yang begitu indah. Ada malaikat, sebab Yeshua berkata di sorga “ada malaikat yang selalu memandang wajah Bapaku” (Matius 18:10). Ada orang-orang kudus, sebab Yeshua berjanji, “dimana Aku berada, kamu pun berada (Yohanes 14:3). Kita pelajari dari I Petrus 1:4 bahwa suatu harta berharga telah disediakan bagi kita di sorga yaitu harta yang tidak akan dimakan ngengat dan karat dan yang tidak akan pernah lenyap.
Umat pilihan Yeshua, saya bersukacita dapat menceritakan tentang kunjungan saya yang begitu indah itu ke sorga. Saya merinding ketika berbicara tentang apa yang saya lihat dan orang-orang yang saya tatap wajahnya di sana.

PUJI-PUJIAN DI SORGA

Setelah malaikat penunjuk jalan itu menunjukkan tempat airmata di sorga, dia kembali mengulangi ungkapan yang sering diucapkannya selama kunjungan saya di sorga: “Mari dan lihat kemuliaan Allahmu.” Gemerlapnya cahaya abadi yang sangat indah di sorga menyelubungi diri saya. Kemuliaan yang merebak dan memancar dari berbagai arah memenuhi saya dan saya tertegun menyaksikan semua itu. Keindahan dan semarak tempat itu tidak mungkin bisa digambarkan secara tepat oleh akal pikiran manusia sebelum seseorang menyaksikannya sendiri. Seketika itu juga saya teringat sebuah sajak yang pernah saya dengar di bumi:

Terang di sorga adalah wajah Yeshua.
Sukacita di sorga adalah kehadiran Yeshua.
Harmoni di sorga adalah pujian kepada Yeshua.
Tema di sorga adalah karya Yeshua.
Pekerjaan di sorga adalah melayani Yeshua.
Kepenuhan di sorga adalah Yeshua itu sendiri.

Sewaktu berjalan bersama malaikat itu, saya bisa merasakan sukacita, damai dan kebahagiaan di semua tempat. Lalu pikiranku melayang kembali mengingat keluargaku di bumi. Malaikat itu tahu apa yang sedang saya pikirkan. Dia berkata: “Ada tugas yang mesti kamu kerjakan bagi . Kamu ditugaskan untuk menyampaikan kepada manusia di bumi tentang apa yang kamu lihat di sini. sedang menunjukkan padamu beberapa bagian sorga, tetapi bukan semua bagian sorga. Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu.”

Ketika kami tiba di suatu tempat, saya mendengar sangat banyak orang sedang memuji . Alunan musik yang megah bersama nyanyian para penyembah itu menggetarkan jiwa saya. Hormat dan kemuliaan bagi memantul melintasi bentangan sorga sementara para malaikat serafim dan orang-orang kudus menyanyikan kidung pujian dengan penuh semangat.

MENGHAMPIRI TAKHTA

Jiwaku sungguh bersukacita dan tenggelam di dalam kebahagiaan. Tapi aku tetap sadar bahwa kami sedang mendekati Takhta . Malaikat penunjuk jalan itu berhenti jauh, sangat jauh dari takhta . Saya masih dapat menatap suatu panorama sangat indah yakni berbagai kejadian yang sedang terjadi disitu. Saya melihat pemandangan yang sama persis dengan apa yang telah dilihat oleh Rasul Yohanes seperti yang tertulis di dalam Wahyu 5:11: “Maka aku melihat dan mendengar suara banyak malaikat sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua itu; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa.” Wahai penduduk bumi, betapa aku rindu jika semua orang mengerti tentang apa yang disediakan bagi semua orang yang mengasihi Dia. Sementara saya memandangi panorama indah itu dengan penuh kebahagiaan, sesuatu yang menakjubkan terjadi. Saya mendengar gemuruh puji-pujian kepada yang dinyanyikan oleh sejumlah besar orang. Kemudian, yang paling menakjubkan bagi saya, malaikat itu mengijinkan saya untuk menyaksikan sendiri apa yang sudah sekian lama saya dambakan: Takhta .

TAKHTA KEMULIAAN

Takhta itu tinggi dan berada di atas sana (Yesaya 6:1). Persis di bawah takhta itu mengalir Sungai Kehidupan. Sungguh jernih, sungguh sangat indah dan murni sungai itu. Kemuliaan menutupi seluruh takhta itu. Ada halilintar sambar-menyambar, ada guntur bergemuruh dan ada suara di sekeliling takhta itu. Yohanes, ketika berbicara tentang sorga, berkata: “Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh .” (Wahyu 4:5)

Saya melihat semacam pelangi melingkar di atas takhta itu. Pelangi itu bentuknya seperti permata. “Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata yaspis dan permata sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan zamrud rupanya.” (Wahyu 4:3). Pelangi itu cemerlang lagi mulia, bercampur cahaya benderang dan memantulkan warna-warni gemerlapan. Ini pemandangan yang belum pernah saya lihat di atas bumi. Warna-warni pelangi itu menandakan kemuliaan dan kuasa. Keagungan memancar keluar dari takhta itu bagai berkas-berkas cahaya yang mahaindah. Dari situ sinar-sinar kemuliaan menyebar keluar lalu menerangi dan dipantulkan di seluruh bagian sorga. Saya tidak tahu persis berapa lama saya berada di tempat yang satu ini. Tapi saya diliputi rasa kagum yang amat sangat. Saya lalu membayangkan begitu banyak orang yang sudah sampai ke sorga dan begitu banyak lagi yang akan sampai ke sana. Saya merenung tentang kekudusan , kemurnian kebesaranNya, dan kesempurnaan sabdaNya. Tiba-tiba saya memekik: Oh Yeshua, betapa indahnya aku memandang kemuliaan, kebesaran dan kekuasaanMu. Seperti biasanya, malaikat penunjuk jalan itu berseru lagi: “Mari ikuti aku. Masih ada banyak hal lain yang belum dan akan aku tunjukkan kepadamu.”

PUSAT DOKUMENTASI DI SORGA

Saya terpesona melihat sebuah ruangan di sorga yang menyimpan catatan sangat rinci mengenai semua kejadian di bumi. Malaikat itu berkata, menugaskan malaikat-malaikat untuk mencatat semua kejadian di dalam setiap kebaktian di gereja serta kebaktian rumah tangga dimana namaNya ditinggikan. Elohim juga mempunyai catatan lengkap tentang kehidupan mereka yang keluar dari kehendakNya. Malaikat itu menunjukkan kepada saya tentang bagaimana caranya para malaikat membuat catatan tentang uang yang dikumpulkan di dalam kebaktian serta sikap hati setiap orang yang memberi derma. Dia bercerita tentang mereka yang memiliki uang tetapi tidak mau memberi bagi pekerjaan Yeshua. Saya lalu teringat ketika Yeshua begitu teliti memperhatikan persembahan di dalam Bait : “Pada suatu kali Yeshua duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. “Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. “Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. “Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.” (Markus 12:41-44)

Sementara semua itu ditunjukkan kepada saya, malaikat itu mengingatkan saya untuk tidak lupa mencatat kejadian di bagian ini. Dia berkata ada banyak hal yang akan menjadi misteri bagi saya karena saya hanya melihatnya secara samar-samar (I Korintus 13:12). Tapi dia menekankan bahwa saya harus menceritakan semua yang dilihat kepada manusia di atas bumi. Ketika kami sampai di bagian lain dari sorga, saya melihat sebuah koridor yang sangat panjang. Tembok-temboknya sangat tinggi dan tampaknya dibuat dari platina. Dari dalam sana keluar gemuruh puji-pujian kepada . Pujian itu tak henti-hentinya dinyanyikan. Sekali lagi saya tertegun melihat keindahan tempat itu yang tembok-temboknya memancarkan sinar-sinar kemuliaan . “Apa ini,” saya bertanya keheranan, karena tembok-tembok itu tak berujung sehingga saya tak sanggup melihat dimana ujungnya.

GUDANG BERKAT

Malaikat itu berkata, “Pandanglah bagian atas tembok ini.” Di bagian atas sana tertulis kata Storehouse (rumah penyimpanan). Saya bertanya, “ini ruangan apa?” Malaikat itu menjawab bahwa ruangan-ruangan itu berisi berkat-berkat yang disediakan bagi umatNya. Sorga adalah kemurnian yang sempurna, itu sebabnya ingin memurnikan orang-orang kudusNya di bumi agar mereka dapat menikmati suasana di sorga. Sorga adalah kepenuhan kesenangan, itu sebabnya berkehendak untuk memberikan kesenangan bagi umatNya di bumi. Sorga adalah kemerdekaan abadi, makanya menginginkan agar umatNya mengalami kelepasan bahkan ketika masih di bumi. Sorga adalah keutuhan sempurna, dan karena itu mau menyembuhkan umatNya di bumi. Sorga adalah keamanan sempurna, dan ingin umatNya merasa aman tenteram di bumi. Sorga adalah keberhasilan dan penggenapan Makanya ingin melihat umatNya dipenuhkan di bumi. Ketika Yeshua menyuruh kita berdoa “Jadilah kehendakMu di bumi seperti di dalam sorga,” (Matius 6:10), Dia sebetulnya menyatakan bahwa ingin kita merasakan walau sedikit suasana sorga itu terjadi di bumi. Umat , di sana ada gudang-gudang penuh berkat yang sediakan untukmu. Gudang-gudang itu menunggu di sorga dan Anda harus mengklaim untuk menerima berkat-berkat itu di sini, di bumi, sekarang. ingin menyelamatkanmu, memberimu kelepasan dan kesembuhan. Dia ingin Anda mengetahui tentang “damai sejahtera yang melampaui segala akal,” (Filipi 4:7). Dia ingin Anda mengalami kebahagiaan abadi penuh kemuliaan sampai selama-lamanya (I Petrus 1:8).

YESHUA Ha MASHIAH SANG PENYEMBUH

“Saksikanlah kemuliaan Allahmu,” seru malaikat penunjuk jalan itu lagi. Seketika dia lenyap dari pandanganku dan di sisiku berdiri Yeshua. Saya memandang wajah Yeshua. Ternyata perawakanNya lebih tinggi dari yang saya bayangkan sebelumnya. JubahNya yang berkilau-kilauan itu terurai begitu elegan dan mantap. SandalNya yang khas membungkus kakiNya yang kudus. Wajah dan rambutNya begitu anggun dan indah. Sambil terpesona memandang wajahNya, saya bertanya, “Yeshua, ruangan apa ini?” Yeshua tak menjawab. Tapi Dia mengulurkan tanganNya ke arah tembok. Tiba-tiba tembok itu membuka diri. Di sekeliling tepi pintu itu saya melihat kemuliaan dan kuasa dan cahaya. Seperti obyek lainnya, yang ini pun bersaksi tentang kemuliaan . Saya memekik: “Oh, Yeshua, apa lagi ini?” Dia berkata, “AnakKu, ini semua untuk umatKu. Ini disediakan untuk orang-orang berdosa di bumi, kalau saja mereka percaya, Aku telah mati untuk membuat mereka sempurna.” Sambil menatap ke dalam mataNya, saya diberi pengertian bahwa Dia menghendaki manusia percaya bahwa Dia, Yeshua Ha Mashiah, telah mati supaya kita semua bisa menjadi sempurna. Dia berkata,
“Penyembuhan menanti semua orang di bumi. Akan datang harinya dimana akan terjadi badai mujizat dan penyembuhan di atas bumi.” Yeshua kembali melanjutkan: “AnakKu, sejauh matamu memandang, ini semua adalah bagunan tempat perbekalan atau gudang-gudang berkat. Semua berkat di sini menunggu iman percaya manusia di bumi. Yang perlu mereka lakukan hanyalah percaya bahwa Aku adalah Yeshua Yeshua Ha Mashiah dan bahwa Aku sanggup melakukan semua ini. Hanya itu yang perlu mereka lakukan lalu mereka akan menerima semua berkatKu ini. “Nanti, ketika engkau kembali ke bumi,” Dia menegaskan, “ingatlah, bahwa bukan dirimu yang akan menyembuhkan, bukan apa yang engkau gunakan, tetapi Aku. Ucapkan saja sabdaKu dan
berdoa dan Aku akan melakukan penyembuhan. Percayalah bahwa Aku sanggup melakukan itu.” Sampai di situ saya memekik kegirangan: “Glori, haleluyah.Terima kasih Yesusku.” Kemudian Dia menurunkan tanganNya lalu tembok besar itu menutup dirinya lagi seperti semula. Lalu malaikat dan saya bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dan tiba di suatu tempat lain. Di sini pun saya masih mendengar sorak pujian kepada . Malaikat itu berkata, “Anak, aku telah diperintahkan Yeshua untuk menunjukkan kepadamu beberapa hal. Sampaikan ini semua kepada manusia di bumi.”

Bagian II : Dahulu, Sekarang dan Nanti -Bayi-bayi Yang Keguguran
Bagian III : Dalam Pemeliharaan – Sekarang, Berdoalah seperti ini [Doa Pertobatan]

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

2 Komentar

  1. Shalom Freyke. Saya senang mendengar kabar dari kamu, bahwa itu telah memberkati kamu.

  2. kesaksian ini sungguh sangat memberkati saya.dan ini juga akan menjadi berkat bagi banyak orang.SYALOM


Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s