WAHYU TENTANG SORGA; M.K. Baxter, II

Bagian I: Di Gerbang Sorga – Yeshua Ha Mashiah Sang Penyembuh
Bagian II: Dahulu,  Sekarang dan Nanti -Bayi-bayi Yang Keguguran
Bagian III: Dalam Pemeliharaan – Sekarang, Berdoalah seperti ini [Doa Pertobatan]

a-divine-revelation-of-heaven1

DAHULU, SEKARANG, DAN NANTI
Sampai pada tahap ini malaikat Yeshua mulai menyingkapkan kepada saya hal-hal yang sebelumnya selalu saya pertanyakan. Dia mulai membuka tabir sebuah misteri. Dia berkata: “Elohim telah berbicara kepadaku dan aku akan menunjukkan kepadamu tentang masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Hal-hal yang akan kutunjukkan kepadamu akan membuat engkau kagum. Aku akan menunjukkan kepadamu apa yang terjadi ketika seseorang dilahirkan kembali (lahir baru). Aku akan tunjukkan kepadamu bagaimana caranya dosa manusia dihapuskan oleh darah Anak Domba di ruangan-ruangan pencatatan itu. Aku akan tunjukkan apa yang terjadi ketika seseorang yang sudah lahir baru kemudian meninggal dunia lalu jiwanya datang ke sorga. Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu.”

Dengan kecepatan sangat tinggi kami meninggalkan sorga dan kembali ke bumi. Saya melihat bumi ini persis seperti dalam suatu penglihatan, lalu malaikat itu berkata, Pandanglah dan pahamilah.” Malaikat itu membawa penglihatan itu melewati saya. Saya lihat ada sebuah bangunan gereja kecil dan indah. Tapi saya tidak tahu tepatnya di bagian mana dari bumi ini gereja itu berada. Tapi itu benar-benar sebuah bangunan gereja, sepertinya di pedalaman. Dengan bantuan malaikat , saya diperbolehkan mengintip ke dalam gedung itu. Di sana ada sekitar 30 orang duduk di bangku. Pendeta di mimbar sedang berkhotbah tentang perikop Yesaya 55:6-7: “Carilah YAHWEH selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada YAHWEH, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada  kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.” Sambil menatap pemandangan itu, muncullah seorang malaikat gagah perkasa dan berdiri di atas gereja itu. Malaikat penjagaku kemudian berkata: “Di setiap gedung gereja ditugaskan seorang malaikat besar. Malaikat besar ini mengepalai malaikat lainnya di gereja itu.”

MALAIKAT-MALAIKAT DI GEREJA
Dua orang malaikat memegang kitab-kitab berdiri di pintu masuk gedung gereja. Saya melihat jemaat Yeshua masuk dan keluar gereja itu. Kemudian malaikat penjagaku memberikan isyarat dengan tangannya lalu tampak atap gedung gereja itu tergulung sehingga saya bisa melihat ke dalamnya. Di sisi kiri dan kanan pendeta yang tengah berdiri di mimbar itu berdiri pula dua malaikat Yeshua. Di belakang dua malaikat itu ada dua malaikat lagi sedang berdiri. Jadi, mimbar itu dijaga empat malaikat Yeshua. Di bagian belakang berdiri dua malaikat lagi yang menjaga jemaat  yang tengah beribadah. Dua malaikat lagi berdiri agak jauh di luar, sementara di dekat altar berdiri dua malaikat lagi. Jadi ada  cukup banyak malaikat Yeshua di gereja dan beberapa dari mereka memegang gulungan kitab beserta pulpen di tangannya. Lalu malaikat penjagaku berkata, ”Sekarang akan aku tunjukkan apa yang akan terjadi.” Pendeta mulai berbicara dan para kolektan mulai mengedarkan kantong persembahan. Ketika persembahan diberikan, para malaikat merekam sikap hati orang-orang yang memberikan persembahan. Mereka menulis isi pikiran dari setiap orang yang memberikan persembahan – apakah ada yang memberi untuk pekerjaan Yeshua sambil menggerutu, atau apakah ada yang memberi dengan bersukacita karena meyakini bahwa hal itu bagian dari ibadahnya. Semua itu dicatat oleh para malaikat di dalam kitab-kitab mereka. Kemudian dua malaikat besar yang berdiri di depan mimbar

menganggukkan kepala kepada malaikat lainnya. Tapi walau semua kejadian ini tak dapat dilihat oleh jemaat yang tengah beribadah di situ, saya dapat menyaksikan semuanya secara jelas.

Malaikat penjagaku kemudian berkata: “Aku akan menunjukkan kepadamu sesuatu yang lain lagi. Perhatikanlah dengan seksama maka engkau akan diberkati.” Tiba-tiba saya merasakan diri saya telah dipindahkan berada di belakang pendeta itu. Ketika pendeta itu berbicara tentang ayat keenam, “Carilah YAHWEH sementara Ia berkenan ditemui. Berserulah kepadaNya selagi Ia dekat,” saya tiba-tiba melihat sekelompok makhluk sorgawi (serafim) di dalam gereja itu. Sepanjang kebaktian itu para malaikat itu bersorak-sorak. Pendeta itu diurapi sementara dia menyampaikan firman. Satu dari malaikat itu mencurahkan sesuatu yang bentuknya seperti api ke atas kepala pendeta itu. Kemuliaan  tampak mengalir keluar dari mulut pengkhotbah itu. Di bagian belakang gereja itu pintu terbuka dan seorang yang sangat mabuk berjalan sempoyongan masuk. Rupanya dia datang dari pulau kecil di seberang sana. Dia berkata: “Akulah salah satu dari yang sedang kalian bicarakan, pak pendeta. Aku membutuhkan Yeshua. Aku perlu diselamatkan, sebab aku ini pemabuk.” Dia berlutut di depan altar dan mulai menangis kepada.
Dua orang diaken maju ke mimbar dan melayani orang ini. Sambil menumpangkan tangan ke atasnya, mereka bertanya: “Apakah saudara bersungguh hati dengan Yeshua? Apakah saudara sungguh mau diselamatkan?” “Ya, saya mau diselamatkan,” jawab orang itu. “Saya pemabuk. Saya rindu dilepaskan dari adiksi ini.”

KETIKA SATU JIWA DISELAMATKAN
Tiba-tiba muncul dua malaikat lagi. Mereka membawa gulungan kitab di tangan dan mulai mencatat kata-kata si pemabuk itu. Kemudian diaken mulai membimbing dia dalam prosesi pertobatan. Saya melihat si pemabuk itu penuh dengan dosa. Tapi ketika diaken mulai berdoa untuknya, satu dari malaikat itu mulai menyentuh hati orang ini, lalu asap hitam tebal bagai kabut berisi hujan lebat meluap keluar dari dada orang itu. Saya langsung teringat firman  tentang dosa yang meluap keluar dari hati: “Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan halhal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.” (Matius 12:35)  “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” (Matius 15: 18-19) Orang ini mulai berdoa kepada  dengan tangan yang terangkat. Saya melihat tubuhnya dililit pita-pita hitam yang lebar. Dia dibelenggu segala macam dosa, tapi yang paling besar adalah pita dosa adiksi alkohol dan mabuk-mabukan. Seorang diaken berkata kepadanya: “Saudara harus mengaku semua dosa ini kepada  agar Dia memberimu pengampunan, agar saudara dapat dibasuh oleh darah Anak Domba.” Ketika dia mulai mengakui semua dosanya, seorang malaikat menyentuh dia. Saya melihat api keluar dari tangan malaikat itu. Semua tali pengikat itu terbakar dan terlepas dari diri orang itu. Ini memberi dia kelegaan yang luar biasa. Dia mulai mengangkat tangan dan memuji Yeshua. Dia berdiri dan saya melihat kemuliaan  turun ke atasnya. Saya tahu Yeshua telah menghibur dia karena dia mulai bersorak memuji Yeshua. Kemudian dua malaikat besar itu saling pandang lalu menganggukkan kepala. Mereka menghampiri kami dan berkata, “Mari dan saksikanlah kemuliaan Elohimmu.”

KEMBALI KE RUANG DOKUMENTASI
Dalam kecepatan sangat tinggi, kami terbang balik ke sorga bersama dua malaikat besar itu. Setelah masuk melalui gerbang, kami berjalan menuruni sebuah jalanan indah yang beralaskan emas. Dalam sekejap kami tiba di sebuah ruangan yang sangat indah. “Mari dan saksikan apa yang kami kerjakan di sini,” ujar malaikat pendampingku. Koridor panjang tempat kami berada itu tersambung ke ruangan-ruangan lain yang sama seperti ruangan yang telah kami masuki. Malaikat itu berkata: “Ada banyak ruangan seperti ini di sorga. Ini dinamakan ruangan tempat menyimpan catatan. Engkau akan melihat apa yang terjadi di dalam ruangan-ruangan ini.” Malaikat itu berkata lagi: “Kita akan masuk ke ruangan dimana disimpan nama dari orang yang baru saja bertobat itu.” Di dalam ruangan itu saya melihat para malaikat datang dari bumi dan menyerahkan laporan yang ditulis di gulungan kitab kepada seorang malaikat lain. Ada beberapa tangga yang disandarkan di tembok di dalam ruangan yang berbentuk persegi empat. Ada rak-rak menempel di tembok-tembok ruangan itu, dan di sana ada banyak kitab, sama seperti perpustakaan di bumi. Malaikat-malaikat lain berbaris di depan meja besar sambil memuji-muji . Ukuran meja itu kira-kira 8 kaki kali 4 kaki. Di tengahnya ada papan emas berbentuk persegi empat dan meja itu seluruhnya terbuat dari emas murni. Sangat indah meja itu karena ada ukiran berbentuk buah-buahan dan dedaunan di permukaannya. Ini meja paling indah yang pernah saya lihat. Belum pernah saya lihat meja seperti itu atau gambarnya sekalipun di bumi. Saya diliputi kekuasaan dan kemuliaan  yang memenuhi ruangan itu. Malaikat-malaikat sedang turun-naik di tangga itu. Mereka sibuk menarik buku-buku dari rak-rak itu kemudian mengembalikan ke tempatnya semula. Beberapa malaikat lain sedang berdiri di dekat situ sambil membawa laporan-laporan dari berbagai belahan bumi.

Saya perhatikan buku-buku di tembok itu dan ternyata ada yang berbeda-beda warnanya. Kemudian, saya melihat dua dari malaikat-malaikat yang tadi berada di gereja itu berdiri di satu baris sambil memegang sebuah buku yang telah diambil dari rak itu. Buku itu berisi catatan kehidupan dari si pemabuk yang sudah bertobat itu. Malaikat penjagaku berkata: “Apakah kamu melihat dua malaikat yang tadi berada di gereja itu? “Ya,” jawab saya. “Kamu melihat buku yang mereka bawa?” “Ya,” jawab saya. “Itulah buku yang mencatat seluruh kehidupan orang yang baru bertobat itu. Mereka mengambilnya dari rak itu. Sekarang mereka mesti pergi ke kepala malaikat di sini.

Malaikat penjagaku menjelaskan bahwa di setiap ruangan pencatatan ada seorang melaikat yang menjadi kepala. Segala sesuatu yang terjadi di sini mesti melalui malaikat kepala itu. Ini semua berjalan begitu rapi untuk memuliakan . Saya terpesona menyaksikan semua kejadian itu. Malaikat kepala mengenakan jubah yang berkilauan. Saya tak sanggup menggambarkan keagungannya. Rambutnya seperti emas yang berkilauan, jubahnya putih dan bertabur emas. Malaikat luar biasa ini memiliki rentang sayap berukuran 12 kaki. Dia malaikat paling indah yang pernah saya lihat. Dan dia penjaga utama di ruangan itu.

Dia menatap saya dan memberi isyarat agar saya pergi berdiri di sisinya. Kuasa  memindahkan saya dan dalam sekejap saya sudah berdiri di sisi kanan malaikat indah itu. Dia berkata: “Engkau diijinkan berada di sini supaya kami dapat menunjukkan kepadamu apa yang terjadi ketika seseorang dilahirkan kembali di bumi. Engkau harus menceriterakan ini kepada orang-orang di bumi.” Kejadian yang ajaib ini menggetarkan saya dan tak dapat dilukiskan secara tepat dengan kata-kata.

MEKANISME PENYIMPANAN ARSIP
Sambil menatap ke depan, gemuruh pujian kepada  naik dari berbagai penjuru. Saya mendengar lonceng berdentang, walau tak tahu dimana lonceng itu berada. Penuh kegembiraan, gelak tawa dan sukacita, para malaikat yang berbahagia itu berdiri memegang kitab-kitab sambil menunggu giliran untuk melapor kepada malaikat kepala pencatat. Saya mulai memuliakan  lagi untuk semua kejadian ajaib yang saya saksikan di situ. “Apakah kamu melihat dua malaikat di depan meja itu?” tanya malaikat penjaga saya. “Ya,” jawabku. “Mereka hadir di sana ketika orang itu dilahirkan kembali.” Malaikat itu menarik secarik kertas pesan dari gulungan kitabnya, persis seperti marker penanda bacaan. Saya tak dapat melihat apa yang tertulis di secarik kertas itu maupun gulungan kitab itu. Kemudian, sambil menyodorkannya kepada saya, malaikat berkata: “Lihatlah apa yang tertulis di sini.” Catatan itu rapi ditulis dan tampak sangat bagus. Saya lihat di situ tertulis nama negara, nama negara bagian, nama provinsi, nama kota, dan nama gereja.

Malaikat itu menunjukkan kepada saya nama pendeta di gereja itu dan jumlah jemaat di dalam gereja. Dia menunjukkan pula susunan organisasi gereja. Semua data itu lengkap tercatat di situ. Dia tunjukkan juga nama orang-orang yang menghadiri kebaktian dan rincian dari persembahan (kolekte) yang mereka kumpulkan. Nama orang yang lahir baru tadi juga ada di situ. Begitu pula pesan-pesan Injil Yeshua Yeshua yang diberitakan sampai jiwa ini bertobat tercacat lengkap. Lebih rinci lagi, jam, menit dan detik ketika orang itu bertobat dan lahir baru dicatat secara lengkap di dokumen itu. Saya langsung memekik: “Terpujilah Elohimku .” Ketika membaca sampai pada bagian dimana orang itu mengaku dosa dan menerima Yeshua Ha Mashiah sebagai Yeshua dan Juruselamat, malaikat penjagaku berkata kepada dua malaikat itu: “Apakah benar kamu berdua adalah saksi bahwa orang ini telah lahir baru pada jam yang disebutkan di sini?” Mereka menjawab: “Ya, benar, kamilah saksinya. Kami berada di sana ketika dia menerima Yeshua Ha Mashiah sebagai Yeshua dan Juruselamat. Kami benar menyaksikan itu terjadi.”

Langsung saja timbul gemuruh besar karena para malaikat bersorak-sorak dan memekik kegirangan memuji dan memuliakan . Seluruh sorga dipenuhi sorak-sorai itu. Lalu, malaikat itu menulis sesuatu di dalam kitab itu kemudian menutupnya. Buku tersebut sangat tebal. Dia berkata kepada saya: “Perhatikanlah di belakangmu.” Saya lihat di sana sejumlah besar orang, yaitu jiwa-jiwa yang sudah ditebus berjubah putih bersih berbaris dalam kemegahan.

DARAH YESUS
Para kudus itu sedang memuji  Yang Mahatinggi dengan lagu ini:
Oh, nothing but the blood of Jesus can wash my sins away.
Oh, nothing but the blood of Jesus can make me whole today.
Oh, nothing but the blood of Jesus can cleanse me today.
I’ve been redeemed by the blood of the Lamb.
[Oh, hanya darah Yeshua yang dapat menghapus dosaku.
Oh, hanya darah Yeshua yang dapat membuat aku utuh kini.
Oh, hanya darah Yeshua yang dapat membersihkan aku kini.
Aku telah ditebus oleh darah Anak Domba].

Sambil memandang ke situ saya melihat kitab orang itu diserahkan kepada salah satu dari para kudus yang tengah bersorak kegirangan. Halaman demi halaman semua tulisan yang lama di kitab itu dicuci bersih. Mereka mengangkat halaman-halaman itu satu demi satu.

Dan saya lihat setiap halaman benar-benar sudah dicuci dalam darah Yeshua. Tak ada satu pun dosa orang itu yang tertinggal di dalam kitabnya. Ini penggenapan nats Alkitab: “Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu.” (Yesaya 43:25) Saya berucap: “Oh Tuhanku, betapa indahnya bahwa sabdaMu tetaplah relevan. Sebab semua dosa orang itu sudah terhapus dalam darah Anak Domba.”

Sambil menatap kejadian itu, saya melihat buku tersebut diserahkan kepada seorang malaikat lain. Malaikat yang satu ini rambutnya panjang dan sangat indah rupanya. Buku itu diletakkan di atas baki yang dipegang malaikat tersebut. Para malaikat itu saling memberi hormat dalam acara serah-terima buku itu dan langsung saja sorak pujian membahana lagi memenuhi sorga. Malaikat penjagaku berkata: “Mari dan saksikan kemuliaan Elohimmu.” Saya mulai meluncur sangat cepat bersama dia melewati lorong-lorong di sorga.

KITAB KEHIDUPAN ANAK DOMBA
Saya berdiri lagi di depan takhta . Umat yang disayang  Yeshua…, di situ saya mendengar bunyi sangkakala, saya mendengar tiupan terompet bagai membelah ruangan. Awan kemuliaan, kemuliaan Shekinah, menerangi seluruh kawasan di sekitar takhta itu. Bunyi guntur bergemuruh dahsyat dan halilintar sambar menyambar. Dan saya mendengar suara sejumlah besar orang kudus memuji , katanya: “Glori bagi Elohim, Halleluyah!” Saya memandang panorama dahsyat ini dan melihat malaikat meletakkan kitab itu di atas altar  lalu membungkukkan badan sambil menyembah. Lalu, suara  membahana amat keras membelah udara. Tapi saya mengerti setiap kata yang Elohim ucapkan.  berkata: “Satu jiwa lagi telah ditebus oleh darah AnakKu. Satu orang lagi telah menerima keselamatan melalui darah AnakKu.”

Lonceng sorga bersahut-sahutan menyambut pengumuman itu. Semua penduduk sorga bertempik-sorak dan memekik kegirangan. Saya menundukkan badan lalu menyembah sambil memuji. Saya melihat Kitab Kehidupan Anak Domba (Wahyu 21:27) berada di atas altar . Dan tampak di sana satu tangan terulur keluar dari awan kemuliaan itu lalu membuka kitab tersebut. Lalu di sana saya melihat nama orang yang bertobat itu ditulis di dalam Kitab Kehidupan itu. Glori bagi Elohim. Para kudus di bumi, dengar…! Nama kita semua juga ditulis di sana, di Kitab Kehidupan Anak Domba .

Sambil memandang panorama menakjubkan ini, malaikat Yeshua berkata: “Mari dan saksikan kemuliaan Elohimmu .” Dalam kecepatan sangat tinggi saya dibawa keluar. Tapi ketika itu pun saya sempat mengingat nats dalam Yesaya 45:3-4: “Aku akan memberikan kepadamu harta benda yang terpendam dan harta kekayaan yang tersembunyi, supaya engkau tahu, bahwa Akulah YAHWEH,  Israel, yang memanggil engkau dengan namamu. Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.”

SUNGAI KEHIDUPAN
Kemudian, sambil memandangi panorama itu, Yeshua membawa semua orang kudusNya melintasi Sungai Kehidupan. Sungai itu mengalir keluar dari takhta  dan Anak Domba (Wahyu 22:1). Ketika para kudusNya melewati sungai itu, mereka menyanyi: “Glori bagi Elohim kita.”
Kemudian saya melihat sejumlah besar orang kudus yang tak terhitung banyaknya, mengenakan jubah putih yang sangat bersih, sangat indah yang belum pernah dilihat oleh mata manusia. Persis seperti yang Yohanes beritakan dalam Wahyu 7:13-14: “Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: ‘Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?’ Maka kataku kepadanya: ‘Tuanku, tuan mengetahuinya.’ Lalu ia berkata kepadaku: ‘Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.”
KEMBALI KE TAKHTA
Sekali lagi saya dibolehkan masuk dan berdiri di depan takhta . Saya sangat terkagum-kagum memandang kemuliaanNya. Bunyi terompet kudus terus menggelegar membuat saya berdiri terpukau diliputi kedahsyatan kuasaNya. Tak ada bahasa yang dapat saya pakai untuk menggambarkan secara tepat kekaguman saya menyaksikan kedahsyatan itu. Ada 12 malaikat berdiri melayani di depan takhta . Mereka mengenakan pakaian gemerlapan yang tak bisa saya ungkapkan dengan bahasa manusia. Yang bisa saya katakan ialah bahwa pada bagian dadanya terdapat permata yang menyatu dengan pakaian itu. Di atas kepala mereka terdapat semacam bahan sorgawi berwarnawarni sementara tepian jubah panjang yang mereka pakai adalah emas. Gema terompet itu memanggil para kudus untuk tampil satu per satu dan berdiri di depan takhta . Ada sejumlah orang kudus, malaikat dan makhluk sorgawi lainnya yang tak terhitung banyaknya berkerumun di situ. Semuanya sedang memuji-muni dan memuliakan.
ORANG-ORANG YANG SUDAH DITEBUS
Orang-orang kudus yang ditebus dari segala zaman sungguh tampak indah dan mulia. Mereka adalah manusia sebenarnya dan bukan awan yang mengapung di udara. Sejauh mata memandang, saya tetap melihat malaikat yang sedang bersorak memuji tanpa hentinya. Dan sambil berdiri di sana, di depan takhta , saya mendengar suatu suara besar berkata: “Lihatlah, kemah  ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi  mereka.” (Wahyu 21:3)

Kemudian saya saksikan awan kemuliaan yang diselimuti halilintar yang sambar-menyambar dan diiringi bunyi guruh yang dahsyat dan juga suara-suara. Lalu, saya melihat tangan  terulur keluar dari awan kemuliaan itu lalu menyapu airmata dari para kudusNya. Firman  berkata,  akan menyapu airmata dari mata mereka. Saya mendengar suara yang berkata: “Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.” (Wahyu 21:4-5). Kemudian, Dia yang duduk di atas takhta itu berkata: “Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Dan firman-Nya lagi: “Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar.” Lalu,  berkata kepada para kudus yang berkumpul di situ: “Aku ketahui bahwa nama kamu semua tercatat di dalam Kitab Kehidupan Anak Domba. Karena itu, selamat datang di dalam sukacita Elohimmu.”

Benar sungguh, firman Yeshua tergenapi. “Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” (Matius 25:21). Dengan itu Yeshua menempatkan mahkota-mahkota kemuliaan di atas kepala para kudus yang diurapiNya. Saya tahu bahwa anugerah  akan terus mengalir bagi semua yang sudah ditebus. Saya tahu anugerah ini mengalir dengan tidak berkesudahan

SIMFONI YANG INDAH
Saya percaya Yeshua Ha Mashiah menyingkapkan sorga kepada saya agar memberikan saya keseimbangan. Dia tahu bahwa sebelumnya saya telah berhari-hari dibawaNya ke dalam alam maut yang begitu mengerikan sehingga Dia perlu mengimbanginya dengan cara membawa saya ke sorga. Malaikat Yeshua berkata: “Mari dan saksikan kemuliaan Elohimmu.”
Perawakan malaikat itu tinggi dan parasnya sangat elok. Sayapnya yang berwarna seperti pelangi berbentuk segitiga. Dia katakan bahwa  telah memberinya instruksi untuk memperlihatkan sebagian dari sorga kepada saya. Kami naik tinggi di angkasa dan masuk melalui gerbang utama sorga. Di sana saya melihat ada banyak pohon berbuah lebat dengan buah yang sangat indah. Saya juga melihat ada keluarga-keluarga mengenakan jubah yang anggun sedang berjalan naik-turun bukit sambil memuji . Musik sangat indah memenuhi tempat itu. Musik dan nyanyian di sorga adalah ungkapan rasa kebahagiaan yang amat sangat. Itulah bukti ada damai dan sukacita besar di sorga. Saya sudah menyaksikan paduan-paduan suara dan kelompokkelompok musik yang bernyanyi di bumi. Tapi, para kudus, tak satu pun di bumi ini yang dapat dibandingkan dengan keindahan dan keanggunan musik yang saya dengar di sorga.

Sorga itu setiap saat penuh dengan simfoni yang sangat indah. Bayangkan, kalau Anda bisa. Jutaan suara sempurna bernyanyi merdu diiringi alunan musik sempurna di sorga. Tak pernah terdengar walau hanya satu suara atau bunyi yang fals. Musik dan suara di sorga adalah simponi yang sangat amat sempurna. Ada alat-alat musik bertali, ada alat musik tiup seperti terompet dan banyak lagi yang lain yang mengiringi nyanyian di sorga. Perpaduan musik sempurna itu berbaur mengiringi suara para kudus bernyanyi dalam luapan sukacita yang tak terhingga. Semua suara dan bunyi musik di sana dibuat sempurna oleh kuasa . Sangat menyenangkan mendengar simponi sempurna itu yang memuji-muji  tiada hentinya. Suara orang yang kalau di bumi kedengaran fals atau tak cocok dengan irama band di bumi akan sempurna di sorga. Di sana kita semua akan bersukacita. Kumpulkan 10.000 orang dalam satu paduan suara di bumi dan dengarkan mereka bernyanyi. Ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan paduan suara dan musik yang melantunkan simponi indah di kota abadi . Gelombang demi gelombang nada dan irama pujian naik memenuhi panorama dan membahana melintasi semua jalan raya di sorga. Begitu indah dan menakjubkan sampai saya tak dapat berpikir tentang lain hal ketika mendengar musik di sorga. Kemudian, malaikat itu berkata lagi, “Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu.” Saya ingat kami berjalan melewati suatu tempat yang sangat subur dan hijau seperti yang tak pernah dibayangkan manusia. Ada kumpulan-kumpulan bunga di sejumlah bagian rumput itu. Kembang-kembang itu cantik-cantik dan menyerupai bunga rose di bumi. Setiap pohon kembang memiliki paling sedikit satu kuntum yang sedang mekar. Para kudus, kembang-kembang itu indahnya sama dengan nyanyian di sorga.

KUDA MULIA DI SORGA
Sambil berjalan bersama malaikat itu, saya melihat ada kudakuda putih yang elok. Saya teringat nats Alkitab tentang kuda-kuda dan bagaimana Yeshua menunggangi sebuah kuda putih dalam memimpin balatentara sorga. “Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: “Yang Setia dan Yang Benar”, Ia menghakimi dan berperang dengan adil. “Dan mata-Nya bagaikan nyala api dan di atas kepala-Nya terdapat banyak mahkota dan pada-Nya ada tertulis suatu nama yang tidak diketahui seorangpun, kecuali Ia sendiri. “Dan Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan nama-Nya ialah: “Firman”. “Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih.” (Wahyu 19:11-14)
Kuda-kuda ini tampak begitu agung, dan seperti patung-patung besar yang dipisahkan dari batu pijakannya, tetapi kuda-kuda itu kuda sungguhan dan hidup pula. Telapak kakinya besar, warna kuda-kuda itu putih bersih dan sangat agung. Seorang perempuan yang memakai jubah indah tersenyum sambil berbicara kepada kuda-kudat itu. Dia memberikan petunjuk agar kuda-kuda itu berlutut memuji . Semua hewan suci itu serempak menekukkan lutut kanannya lalu memuji  dengan bahasa sorga. Alangkah indahnya, pikirku. Saya teringat ketika membaca ayat-ayat Alkitab tentang hal ini, bahwa semua makhluk di bumi dan di sorga akan menyembah .“Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa…” (Yesaya 45:23)“Karena ada tertulis: ‘Demi Aku hidup, demikianlah firman Yahweh semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan.” (Roma 14:11)
“Itulah sebabnya  sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yeshua bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ‘Yeshua Ha Mashiah adalah Yeshua,’ bagi kemuliaan , Bapa.” (Filipi 2:9-11)
“Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: ‘Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!’” (Wahyu 5:13)

Damai, sukacita dan kebahagiaan bertebaran di semua penjuru sorga. Semua orang memuji dan memuji  setiap saat. Tiba-tiba malaikat penjagaku itu menghilang. Dan di sisiku Yeshua berdiri. PerawakanNya sangat tinggi, dan Dia memakai jubah yang sangat lain dari semua jubah yang saya lihat disana. Sorotan mataNya yang menembusi segala sesuatu tampak begitu anggun. Bentuk jenggotNya sangat rapi dan rambutNya lebat.
Saya membayangkan wajahNya, kelembutan yang terpancar dari wajahNya tidak dapat diceritakan dengan bahasa apa pun. Sangat ganteng Dia, membuat saya terkagum-kagum. Mendadak saya merasa sepertinya seluruh bagian tubuhku ingin membungkuk untuk menyembah Dia, Raja Segala Raja dan Tuan Segala Tuan – Yeshua Ha Mashiah namaNya. Kemuliaan dan kekuasaan memancar keluar ke sekeliling tubuhNya.

GUDANG KESEMBUHAN
Tiba-tiba saya lihat mata Yeshua Yeshua sepertinya memantulkan kesedihan. Saya bertanya: “Yeshua, ada apa?” “AnakKu, tengoklah,” jawabNya. Dia melambaikan tanganNya ke arah sebuah gedung dan tampak terbuka pintunya. Dari pintu itu, kemuliaan dan kekuasaan mengalir keluar bagai arus yang deras. Saya lalu bertanya lagi: “Yeshua, ini apa lagi?” “AnakKu,” jawabNya, adakah engkau melihat penyembuhan di dalam gudang-gudang ini?” “Ya, saya lihat, Yeshua.” “Semua penyembuhan ini sedang menantikan umat,” jawab Yeshua.
Betapa banyaknya penderitaan di dalam hidup kita di bumi. Ada penyakit, ketidak-sempurnaan fisik, kecacatan tubuh, dan banyak lagi penderitaan yang dialami manusia. Anda dapat melihatnya dimana-mana. Cobalah pergi ke rumah sakit dan lihat di bangsal tempat perawatan mereka yang menderita penyakit menular, penyakit gangguan mental, unit gawat darurat, dan tempat lain yang melayani banyak orang yang menderita secara fisik dan mental. Penyakit adalah akibat dari jatuhnya Adam dan Hawa ke dalam dosa di Taman Eden dahulu kala. Penyakit adalah salah satu turunan daripada dosa. Ada orang yang menganggap penyakit sebagai rintangan, tragedi manusia, atau mungkin bagian normal dari hidup manusia. Padahal, penyakit adalah kutukan yang dilakukan oleh Iblis.

PENYEMBUHAN DI SORGA
Betapa manusia memerlukan penyembuhan. Sebab penyakit adalah korupsi terhadap kehendak . Penyakit merupakan elemen tak wajar dari hukum ekonomi . Penyakit tidak berasal dari , tidak datang dari sorga. Sebab dosa berasal dari si jahat, bukan dari sumber yang baik. Ketika kita sampai di sorga, semua penyakit dan penderitaan langsung lenyap selama-lamanya. Paulus menulis hal ini ketika ia berbicara tentang pemulihan tubuh kita secara sempurna: “Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. “Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak  dinyatakan.” (Roma 8:18-19)
Tapi, penderitaan fisik yang terberat di bumi ini tak ada apaapanya bila dibanding dengan kesenangan dan kemuliaan menakjubkan yang akan kita alami di sorga. Di sorga tubuh kita menjadi sempurna dan kita akan bersandar pada Ha Mashiah, karena itu tidak akan ada lagi penderitaan fisik. Tapi walau masih di bumi, Dia mau kita disembuhkan, sekarang. Salah satu nama  di dalam Alkitab adalah YAHWEH-Rapha, yang berarti “YAHWEH Penyembuh Kita.” membuat perjanjian khusus dengan umatNya ketika Ia berjanji kepada bangsa Israel: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara YAHWEH, Elohimmu dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau.” (Keluaran 15:26)
Kendati penyakit adalah kutuk dosa, Yeshua telah mengangkat kutuk itu melalui karya penebusaan dosa. Luka-luka dan bilurbilur yang diderita Ha Mashiah membayar harga untuk menebus dosa. Dia menjadi Juruselamat kita. Tapi penderitaan Ha Mashiah lebih dari sekadar menebus dosa kita. PenderitaanNya membuat Dia diresmikan sebagai Penyembuh kita.
“Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” (Yesaya 53:5)
“Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” (I  Petrus 2:24)

MINTA YESUS UNTUK MENYEMBUHKAN
Misi penyembuhan Yeshua Yeshua tidak berhenti ketika Dia terangkat ke sorga. Kisah Para Rasul adalah kelanjutan dari semua yang telah dimulai Yeshua (Kisah Rasul 1:1)
Yeshua memberi teladan untuk misi penyembuhan di bumi dan mengajarkan bahwa penyembuhan adalah bagian dari kerajaanNya. Sebelum kembali kepada Bapa, Yeshua memberi perintah kepada orang percaya untuk pergi dan menyembuhkan orang sakit. Dia berkata: “Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka; mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.” (Markus 16-17-18)
Yeshua juga berpesan kepada kita dalam Yohanes 14:13-15: “… dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.“Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya. “Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.”
Setelah beberapa saat, Yeshua tidak lagi saya temukan di situ. Malaikat penjaga kembali berdiri di sisi saya dan berjalan bersama saya di antara gudang-gudang itu. “Betapa banyaknya gudang ini, Yeshua,” saya berkata dalam hati.
Yeshua berbicara ke dalam rohku: “AnakKu, ketika engkau berdoa buat seseorang di bumi, berdoalah dengan memakai namaKu. Ingat, bukan engkau yang melakukan penyembuhan, tetapi Aku yang melakukannya. Mintalah Aku untuk mencelikkan mata yang buta atau menyembuhkan kaki yang timpang, dan Aku akan melakukannya. Mintalah Aku meluruskan rusuk yang bengkok atau menyembuhkan tubuh yang sedang sakit, maka Aku akan menyembuhkan mereka. “Apa pun yang engkau mau Aku lakukan, mintalah itu di dalam namaKu maka Aku akan melaksanakannya. Sebab jawaban untuk semua persoalan itu sedang menunggu di dalam gudang-gudang ini, menunggu engkau memintanya.”
Yeshua kembali menegaskan kepada saya bahwa berkat-berkat yang tersedia di dalam gudang-gudang itu memang diperuntukkan bagi umatNya, bagi orang-orang berdosa di bumi. Saya ingat Dia berkata bahwa dalam waktu dekat akan terjadi badai penyembuhan di atas bumi. Saya kemudian berpikir tentang penyembuhan yang sedang terjadi di bumi, lalu berkata: “Yeshua, betapa baiknya Dikau menyembuhkan tubuh kami.”
Semakin usia kita bertambah, semakin lemah dan rusak tubuh kita. Itu adalah dampak alami dari dosa dan kita tak bisa bebas sepenuhnya dari dampak itu. Tapi  tidak berkehendak agar usia kita dihabiskan dalam penyakit sehingga tak dapat berbuat apa-apa.   menghendaki kita menjadi produktif dan aktif. Untuk itulah Yeshua telah mati agar kita  dipulihkan seutuhnhya. Yeshua Ha Mashiah, Anak , mencurahkan darahNya agar kita terbebas dari naraka. Jika kita percaya bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah Anak , maka kita memiliki pengharapan. Harapan bagi jiwa kita adalah di dalam Yeshua. Yeshua Ha Mashiah telah menderita agar tubuh kita disembuhkan. Di dalam Yeshua ada berkat, dan pengharapan dan kelebihan kita. Dia sajalah pengharapan untuk menyempurnakan tubuh jasmani kita.
Para kudus, di sorga ada gudang-gudang berkat yang belum kita klaim. Gudang-gudang berkat itu mesti diklaim oleh umat  yang meminta dengan iman di dalam nama Yeshua. Ketika Dia masih di bumi, Dia pernah berkata: “Aku pergi untuk menyediakan tempat bagi kamu.” (Yohanes 14:2). Tempat yang Dia sediakan itu adanya di sorga. Tempat itu sangat indah dan segala sesuatu yang di sana itu indah. Ketika saya bersaksi dalam buku ini dan berbicara tentang sorga, ingatan tentang tempat itu membuat saya merinding. Terima kasih, Yeshua, untuk Firman yang begitu indah yang telah Dikau berikan kepada anak-anakMu.

KESIBUKAN DI SORGA
Sorga itu tempat yang amat ramai. Tempat itu padat dengan banyak sekali kegiatan dan kegembiraan. Malaikat-malaikat selalu tampak sedang mengerjakan sesuatu, sibuk dengan berbagai urusan yang mulia. Salah satu tujuan buku ini ditulis adalah agar saya menceriterakan tentang apa yang dikerjakan para malaikat di sorga. Mereka selalu bergirang, tak pernah lelah, tak pernah murung, dan selalu memuji .
Orang-orang kudus yang sudah ditebus juga selalu tampak sibuk di sorga. Ada saja kegiatan yang mereka kerjakan di sana. Seperti apa rincian pekerjaan mereka saya tidak tahu persis. Tapi yang jelas di tempat abadi itu tak ada orang yang nganggur. Para orang kudus mengerjakan pekerjaan yang tak pernah dialami di bumi. Mereka terlibat dalam kegiatan menstimulasi, menambah semarak dan melaksanakan tugas-tugas khusus. Selalu mereka memuji-muji  sambil menyelesaikan tugas yang diberikan  kepada mereka.
Ketika saya melihat malaikat-malaikat yang membawa laporan naik dari bumi, mereka itu ternyata datang dari berbagai belahan bumi. Mereka sebelumnya telah mengunjungi berbagai acara kebaktian dan perkumpulan doa. Selalu saja mereka membawa kertas-kertas putih yang berbentuk gulungan bertepi emas. Dari bumi mereka terbang balik ke beberapa tempat di sorga dan menyerahkan laporan-laporan itu kepada malaikat lainnya untuk diarsipkan.

PENDUDUK SORGA
Di sebuah tempat di sorga saya melihat sejumlah laki-laki berjubah putih bersih dan sangat indah. Terkenang saya akan ayat firman Yeshua di dalam Yesaya 61:10 yang berbunyi: “Aku bersukaria di dalam YAHWEH, jiwaku bersorak-sorai di dalam Elohimku, sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, seperti pengantin laki-laki yang mengenakan perhiasan kepala dan seperti pengantin perempuan yang memakai perhiasannya.”
Orang-orang yang saya lihat itu memiliki ciri khas yang berbeda-beda dan berasal dari berbagai bangsa di bumi seperti yang difirmankan dalam Wahyu 7:9: “Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.”
Satu hal lain lagi yang membuat saya terpesona agak lama adalah bahwa sorga itu sebuah tempat yang sangat apik. Segala sesuatu yang dikerjakan di situ dikerjakan secara tuntas, sesuai aturan dan dengan derajat kesempurnaan yang sangat tinggi. Tak satu pun perkerjaan yang rendah mutunya, tak satu pun kegiatan yang tidak bermutu tampak di sana.
Pemandangan yang paling indah, mungkin, adalah ketika saya melihat sebuah keluarga yang berjalan di atas bukit kudus. Sukacita dan kegembiraan mereka begitu besar dan tak terlukiskan. Mereka tampak sibuk mengerjakan pekerjaan luar biasa di dalam hadirat Yeshua. Apa pun yang dikerjakan di situ, entah dikerjakan secara sendiri-sendiri atau secara bersama-sama, selalu terjadi dalam kesempurnaan. Sebab sorga itu tempat yang bebas dari cacat. Segala yang ada di situ sempurna dalam arti yang sesungguhnya. Kesenangan dan kebahagiaan yang sempurna terpancar keluar dari wajah, hati, dan jiwa setiap orang yang ada di sorga.

KETERATURAN SEMPURNA
Keagungan, keteraturan sempurna dan tujuan pasti mewarnai segala sesuatu yang terjadi di sorga. Setiap saat para malaikat dan orang-orang kudus terlibat dalam pelayanan penuh damai sejahtera sempurna. Tak seorang pun tidak bekerja di sorga. Tak seorang pun merasa bosan tinggal di sorga. Semua anak, juga para malaikat dan semua makhluk sorgawi lainnya melayani Dia selama-lamanya. Ketika kita menerima tubuh baru, yaitu tubuh sorgawi setelah kebangkitan orang-orang kudus, tak akan pernah lagi kita merasa letih atau lemah. Tak ada seorang pun yang lesu badan. Sebab tubuh mulia yang supra-natural itu tak dapat kehilangan kekuatannya. Di dalam kekekalan, waktu tidak berlaku dan pikiran, kehendak, dan tubuh kita tak akan dapat terganggu oleh situasi dan kondisi seperti di bumi.
Untuk melibatkan diri dalam pekerjaan dan sukacita di sorga, kita hanya bisa hadir di sana dengan tubuh sorgawi. Ini dimulai ketika seseorang dilahirkan kembali lalu ikut mengambil bagian di dalam bagian sorgawi seperti diuraikan dalam II Petrus 1:4: “Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat sorgawi [divine nature] dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”
Arsitektur sorga dirancang dan dibangun di dalam kekekalan oleh  yang kekal. Di suatu tempat saya melihat semua deretan bangunan di dalam Kota . Bangunan-bangunan itu sangat besar. Di atas setiap bangunan itu saya melihat mahkota yang teramat besar yang terbuat dari sangat banyak permata. Saya tidak tahu ada berapa banyak orang tinggal di dalam istana-istana megah itu karena saya tidak masuk ke dalamnya. Tapi semua bangunan itu tampak kokoh, lengang dan luas, jauh melampaui bangunan besar apa pun yang ada di planet bumi. Saya teringat firman Yeshua yang berkata jika kita bekerja keras di bumi untuk Yeshua, kita sebetulnya sedang menabung harta di sorga (Lukas 18:22).
Lalu, dalam ingatanku muncul ayat-ayat firman Yeshua seperti berikut:
“Dan kedua puluh empat tua-tua, yang duduk di hadapan  di atas takhta mereka, tersungkur dan menyembah, sambil berkata: Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Yeshua, , Yang Mahakuasa, yang ada dan yang sudah ada, karena Engkau telah memangku kuasa-Mu yang besar dan telah mulai memerintah sebagai raja dan semua bangsa telah marah, tetapi amarah-Mu telah datang dan saat bagi orang-orang mati untuk dihakimi dan untuk memberi upah kepada hamba-hamba-Mu, nabi-nabi dan orangorang kudus dan kepada mereka yang takut akan nama-Mu, kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar dan untuk membinasakan barangsiapa yang membinasakan bumi.” (Wahyu 11:16-18)
“Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.” (Lukas 6:23)
“Sesungguhnya Aku datang segera dan Aku membawa upah-Ku untuk membalaskan kepada setiap orang menurut perbuatannya. (Wahyu 22:12)

KERETA
Ketika kami beranjak pergi ke kawasan lain di sorga, malaikat pengawalku berkata lagi: “Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu.” Malaikat itu menunjukkan kepada saya kereta . Roda-roda kereta itu sangat besar sehingga saya tak tahu bagaimana mengukurnya dengan kata-kata. Roda-roda itu ditaburi permata dan berlian dan ruby dan zamrud. Setiap kereta memiliki paling sedikit dua roda besar di setiap sisinya. Bagian depan kereta itu agak rendah dan terbuka. Semua kereta itu tampak diselubungi nyala api tapi tidak terbakar. Kereta-kereta itu dikemudikan oleh para malaikat. Bentuk kereta itu sangat besar dan penuh dengan keagungan. Elia naik ke sorga dengan menggunakan kereta kuda. Tak perlu merasa heran mengapa kuda bisa berlari naik ke sorga. Apa yang mustahil dalam akal pikiran manusia itu tidak mustahil bagi .

TUBUH MULIA
Badan semua orang yang saya lihat di sorga itu mulia, sempurna, dan sangat serasi. Tak satu pun orang di sana memiliki keriput setitik pun. Semua orang itu sangat anggun dan tubuhnya memancarkan cahaya kemuliaan. Saya pernah mendengar orang berkata bahwa nanti di sorga tubuh kita hanya bagaikan gumpalan asap. Itu tidak benar. Tubuh kita akan mengenakan kodrat, bentuk dan sifat-sifat sorgawi. Alkitab berkata para tua-tua ada di dekat takhta : “Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhtatakhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka.” (Wahyu 4:4)
Para sesepuh di sorga adalah orang-orang kudus yang tampak begitu anggun, yaitu mereka yang telah mendahului kita.  telah memberikan kehidupan kekal kepada mereka. Tubuh yang mereka gunakan itu adalah tubuh mulia seperti yang akan diberikan kepada  orang-orang yang akan dibangkitkan kelak. Dengar, umat Yeshua…, Anda akan sangat bahagia di sorga, lebih dari yang dapat Anda bayangkan saat ini. Ketika saya berada di sorga, kenangan tentang rumah saya di bumi nyaris tak terpikirkan. Sebab di sorga tidak ada kesedihan, tidak ada susah atau sengsara. Saya sendiri tenggelam dalam sukacita yang amat besar dan terpesona oleh keindahan Yeshua kita. Di sorga tidak ada kegelapan.
Yang ada hanya sukacita, kuasa dan kedahsyatan  terpancar dari segala tempat, khususnya ketika kita mendekati takhta . Tempat bagai lautan kaca itu terlalu indah untuk dilukiskan. “Lalu ia menunjukkan kepadaku air Sungai Kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta  dan takhta Anak Domba itu.” (Wahyu 22:1)
Lagi-lagi malaikat itu berkata “Mari dan saksikan kemuliaan Allahmu,” ketika saya beranjak pergi dari tempat itu. Dengar, umat Yeshua…, saya dibawa dalam kecepatan yang sangat tinggi ke suatu tempat lain di sorga dimana sorak pujian dan alunan musik terdengar kian kencang. Itu musik mahaindah yang pernah didengar telinga manusia. Sorak dan teriakan sukacita membahana di segala tempat. Kemudian malaikat itu berkata lagi: “Kini kita makin dekat ke takhta.” Saya berucap: “Ya Yahweh, betapa indahnya tempat ini.”

KETIKA  BAPA BERBICARA
Sebelum  Bapa berbicara, tampak 12 malaikat besar dan tinggi – kira-kira 12-15 kaki tingginya – berdiri di depan takhtaNya sambil meniup terompet. Permata yang sangat indah menghiasi bagian depan jubah mereka. Dengan musik yang bergema ditambah suara mereka, dan semua yang mereka lakukan di situ, mereka tampak mendominasi suasana. Mereka sibuk melakukan persiapan sebelum  Bapa mulai berkata-kata. Setiap kali  Bapa mengucapkan sepatah kata, saya melihat awan mulia menutupi takhta itu. Begitu pula ketika Yang Mahakuasa menyampaikan pesan-pesan. Dan dari takhta itu keluar halilintar dan bunyi guruh yang dahsyat, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh. (Wahyu 4:5)
Kemudian kuasa  naik dari bagian depan takhta itu. Di tengah takhta itu Yang Mahakuasa berdiam di dalam awan kemuliaanNya. Ketika  Bapa berbicara, suaraNya mengaum bagai desau air bah (Wahyu 14:2). Tapi saya mengerti setiap kata yang diucapkanNya. Suatu ketika  berbicara tentang darah AnakNya. berkata bahwa darah AnakNya telah ditumpahkan bagi (penebusan dosa) semua manusia di bumi.  berkata bahwa hanya darah Yeshua Ha Mashiah sajalah yang dapat menghapus dosa manusia (I Yohanes 1:7).
“Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: ‘Marilah!’ Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!” (Wahyu 22:17 )
katakan bahwa darah anakNya dicurahkan untuk menebus dosa laki-laki dan perempuan di bumi. Dia katakan bahwa harga yang paling mahal yang telah Dia bayar untuk menghapus dosa manusia adalah mengutus AnakNya sendiri untuk mati di kayu salib. “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya.” (Efesus 1:7)
“… di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.” (Kolose 1:14)
“… Yeshua Ha Mashiah, Saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya.” (Wahyu 1:5)
Saya gemetar, tapi sangat girang bisa mendengar suara . Suara  Bapa itu bagai auman mahadahsyat, tapi sekaligus sangat menyenangkan dan saya mengerti setiap ucapanNya. Saya terus berucap: Ya Allahku, betapa indahnya Dikau. Dikau telah menyediakan segala sesuatu. “Engkau ya Yeshua telah menyediakan segala sesuatu untuk kami. Kami bahkan tak mampu memikirkan semua yang Engkau sediakan untuk orang-orang yang mengasihi Dikau (I Korintus 2:9).

SORGA ITU BENAR-BENAR ADA
Saya ingat ketika di sana saya berkata dalam hati: Sungguh, sorga itu benar-benar ada. Orang-orang yang saya lihat itu nyata. Malaikat-malaikat itu nyata. Semua yang indah-indah ini semua nyata. Dan suatu hari nanti saya akan datang lagi ke sini untuk terus melayani Yeshua. Bagi saya, berbicara tentang  dan keindahanNya adalah sesuatu yang menyenangkan. Saya bersyukur dengan segenap hati kepadaNya karena mendapat kesempatan melayani Dia. Saya berterimakasih kepada Bapa karena Yeshua Ha Mashiah menyelamatkan saya dari naraka. Saya bersyukur sebab saya dilahirkan kembali dan menjadi anak Sang Raja yang ditebus oleh darah Yeshua. Saya bersyukur dan merasa sangat beruntung bahwa Yeshua adalah Yeshua saya. Apabila Anda belum dilahirkan kembali, Anda perlu dibebaskan dari semua dosamu itu. Undanglah Yeshua Ha Mashiah untuk masuk ke dalam hatimu agar Dia menyelamatkan jiwamu. Yakinlah bahwa Dia benar-benar Anak . Percayalah bahwa  Bapa mengutus Dia ke dalam dunia, bahwa Dia dilahirkan melalui Perawan Maria dan bahwa Dia-lah Anak  Yang Kudus yang dikirim ke dunia untuk menebus dosa semua kita agar kita terluput dari naraka. Dan yang paling penting, Anda perlu yakin bahwa Yeshua telah melakukan satu-satunya pengorbanan yang dapat menghapus dosamu ketika Dia mati di kayu salib.

ANAK-ANAK DI SORGA
Ketika mengajar dahulu Yeshua pernah berbicara tentang anakanak. “Biarkanlah anak-anak itu datang kepadaKu dan janganlah melarang mereka, karena yang seperti inilah yang empunya kerajaan sorga.” (Matius 19:14)
Baca juga Matius 18:3-4: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.”
Markus 10:15: Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa tidak menyambut Kerajaan  seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”
Markus 9:37: “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku. Dan barangsiapa menyambut Aku, bukan Aku yang disambutnya, tetapi Dia yang mengutus Aku.”
Yoel 1:3: “Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian.”

Bagian sorga yang satu ini akan membuat banyak orang terperanjat. Saya tahu banyak orang tak bisa menerima hal ini, tapi saya tahu  sudah menyatakannya kepada saya ketika saya mengunjungi sorga. Saya didampingi malaikat besar yang sayapnya merupakan pelangi berbentuk segi tiga. Dia mengenakan pakaian putih berkilauan dan rambutnya berupa emas yang terurai lepas. Perawakannya anggun dan mulia. Cahaya kemuliaan dan kekuatan mengelilingi dia. Dia berkata: “Mari dan lihat kemuliaan Allahmu.  Elohimmu telah bersabda bahwa saya harus menunjukkan tempat dimana anak-anak berada dan apa yang terjadi ketika seorang anak meninggal dunia.” Perlu saya jelaskan bahwa ketika Yeshua membawa saya ke naraka, saya tidak melihat seorang anak pun di sana. Sepanjang ingatan saya, tidak tampak baik bayi maupun anak-anak kecil di dalam naraka. Mungkin orang lain tidak bisa menerima ini, tapi ingin saya sampaikan apa yang diperlihatkan kepada saya oleh malaikat Yeshua ketika di sorga khususnya tentang tempat berdiam anak-anak. Bersama malaikat itu saya terbang tinggi di angkasa sorga dan ketika berhenti, dia berkata, “Saya harus menunjukkan semua ini kepadamu.” Banyak hal terjadi ketika saya bersama malaikat itu tapi tidak semua dapat saya ingat sekarang, karena saya tidak diperkenankan  untuk mengingat semua hal yang saya lihat. Banyak peristiwa terjadi selama perjalananku ke sorga yaitu hal-hal yang saya lihat tetapi otak saya dibikin untuk tidak boleh mengingat semuanya. Apa yang saya ceritakan di sini adalah hal-hal yang  ijinkan untuk saya ingat agar disampaikan kepada Anda semua tentang sorga.

Daniel mengerti sepenuhnya tentang penglihatan dan mimpimimpinya. Tapi ketika Yeshua membawa saya ke sorga, ada banyak peristiwa yang terjadi yang tidak diterangkan maknanya kepada saya. Saya hanya dibawa ke berbagai tempat di sorga. Dan tempat yang paling menakjubkan adalah tempat tinggal bayi-bayi dan anak-anak kecil.

BAYI-BAYI YANG KEGUGURAN
Malaikat  berkata: “Mari dan lihat.” Dia menggerakkan tangannya dan tampak di sana sebuah rumah sakit. Saya melihat ruang bersalin. Seorang perempuan seperti mau melahirkan. Malaikat berkata: “Dia keguguran. Bayi itu usianya baru tiga bulan.” Saya menatap dengan teliti. Dua malaikat yang tampan mendekati tempat tidur perempuan itu. Mereka membawa sesuatu yang tampaknya seperti sebuah keranjang yang terbuat dari pualam putih dan mutiara. Sangat indah keranjang itu. Malaikat itu terus memuji . Saya mendengar itu jelas sekali. Ketika terjadi keguguran, roh bayi yang berusia tiga bulan itu,
bagai uap, naik dari janin tersebut. Malaikat menangkap roh itu lalu meletakkannya di dalam keranjang, kemudian menutup bagian atasnya. Malaikat-malaikat itu kemudian mengangkat tangan menunjuk ke sorga, lalu mereka bersorak nyanyikan pujian bagi Yeshua. Mereka mengagungkan dan meninggikan Dia sebagai Raja Segala Raja dan Yeshua Segala Tuan, Pencipta segala yang ada di sorga dan di bumi. Mereka berseru, “Kepada Elohim beri pujian.”
Ketika dua malaikat itu naik melewati kami, mereka berkata lagi: “Mari dan lihat.” Kami berjalan kembali melalui pintu gerbang masuk ke dalam sorga. Ya Yeshua, inilah bagian yang sungguh paling indah di sorga. Belum pernah saya lihat tempat yang satu ini. Saya ingat berjalan bersama malaikat-malaikat itu didampingi malaikat penunjuk jalan. Kami naik tinggi sekali dan saya bisa melihat lagi takhta . Saya bisa mendengar lagi gemuruh sorak pujian. Sepertinya kami menuju takhta dari bagian sebelah kiri. Ketika sampai di situ saya masih berucap: “Elohimku, betapa indahnya Dikau. Betapa menakjubkan diriMu.” Dari segala penjuru sorak pujian tiada hentinya. Panggilanku yang terutama adalah melalui mimpi, penglihatan dan pewahyuan. Kesaksianku adalah bahwa diri saya ini hanyalah seorang hamba sahaya di tangan Yeshua dan karena itu kerinduanku adalah  menyampaikan cerita tentang anak-anak. Betapa saya selalu ingat akan kemuliaan yang saya saksikan di sana serta puji-pujian yang memenuhi segala tempat. Saya masih ingat betul akan halilintar dan guntur yang bergemuruh serta pelangi di atas takhtaNya. Saya ingat bahwa di takhta ituada sesosok tubuh manusia, seperti seorang lelaki di dalam awan kemuliaan yang menutupi takhta itu.
Para malaikat meletakkan keranjang itu di atas takhta  kemudian membungkukkan badan untuk menyembah. Sayap-sayapnya terangkat ke atas lalu sorak pujian berkumandang memenuhi sorga: “Glori, haleluyah, pujilah.” Tampak kami berada di sebuah arena yang amat luas.  Malaikat-malaikat besar sedang meniup terompet bagai sedang mengumumkan sesuatu. Saya tak dapat melihat wajah  Bapa, tapi saya melihat sesuatu yang seperti dilihat Musa (Keluaran 33:17-23). Kemudian saya melihat ada tangan yang terulur ke depan membuka keranjang tadi. Saya tahu itu tangan Bapa.

Umat Yeshua, dengar…, andai saja Anda pun berada di situ ketika itu, betapa bahagianya memandang kemuliaan  seperti yang Ia nyatakan kepada saya. Kuasa kehadiranNya sungguh amat menyilaukan, tapi sangat indah dan luar biasa. Tangan itu keluar dari awan kemuliaan itu dan mengangkat jiwa bayi itu lalu mengeluarkannya kemudian meletakkannya di atas altar. Kemudian saya melihat tangan-tangan bekerja seperti sedang melakukan sesuatu terhadap jiwa bayi tersebut. Setelah selesai pekerjaan itu, tampaklah sesosok tubuh manusia yang begitu bagus dan sempurna muncul di situ. Sosok bayi itu bertumbuh dan terus membesar sampai menjadi seorang pria yang sangat tampan seperti yang belum pernah saya lihat di bumi. [Bersambung]

Bagian I:    Di Gerbang Sorga – YESHUA Ha MASHIAH SANG PENYEMBUH
Bagian II :  Dahulu,  Sekarang dan Nanti – Bayi-bayi Yang Keguguran
Bagian III : Dalam Pemeliharaan – Sekarang, berdoalah seperti ini [Doa Pertobatan]

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s