Anak-anak kecil Nazaret Menghidupkan Kembali Bahasa Aramik

“Haleluyah, diberkatilah Yahweh, “ teriak anak laki berumur 7 tahun bermain-sepak-bola dalam bahasa Aramik. Mereka bemain sepak bola sambil berkomunikasi dalam bahasa Aramik Tidak jauh dari situ seorang gadis memegang tas merah jambu berisi kertas-kertas salinan Doa Bapa Kami dalam bahasa Aramik. May Shkhady, 8 tahun, seorang anak perempuan dari sekolah ini yang senang sekali memakai bahasa ini di dipergaulannya, mengatakan, “Saya senang belajar bahasa Aramik karena itu adalah bahasa Yeshua. Itu seperti bahasa rahasia yang kami dapat bicara diantara kami.”

Bahasa Aramik dipercayai oleh banyak ahli Alkitab sebagai bahasa ibu dari Yeshua Ha Mashiah. Dan kota Nazaret adalah tempat dimana Juruselamat Dunia ini dibesarkan.

Saat ini kurang dari 5 persent dari populasi orang Maronite, bertempat di Nazaret bagian utara, yang mengaku dirinya lancar berbahasa Aramik. ”Goal kami ialah menghidupkan kembali bahasa Aramik. Ketika sebuah bahasa hilang bagian dari budayanya hilang. Lagu-lagu tertentu , tradisi-tradisi, praktek-praktek hanya dapat dimengerti di dalam bahasa dimana mereka diciptakan,” kata Shadi Khalloul, direktur pembantu dari sebuah gereja berbahasa Aramik. “Ini adalah bahasa Yeshua, cara terbaik kami mengerti Dia melalui bahasa-Nya sendiri,“ ia menambahkan.

Orang-orang Maronit, dikenali sejak abad ke empat, tersebar didalam komunitas-komunitas kecil di seluruh dunia, group terbesar di Libanon. Khalloul berkata, “Kami melihat kepada orang-orang Yahudi sebagai contoh. Orang-orang Yahudi menghidupkan kembali bahasa mereka. 100 tahun lalu hampir tidak ada yang bicara bahasa Ibrani, sekarang bahasanya hidup kembali,”

Ada 100 murid yang mengikuti program bahasa ini, diharapakan akhir tahun ini mereka bisa mendapat 7000 murid.

Beberapa ungkapan bahasa Aramik:

Siapa namamu? Moon shmokh?

Dari mana kamu? Ow men aydo atro at?

Brilliant! Saggee shapeer!

Bapa kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu

Abba debashmaya nethqadash shmak

Diambil dari AINA.org

Aramic menjadi bahasa resmi kerajaan Asyur pada tahun 752 B.C. dipakai bersamaan dengan bahasa aslinya Akkadian.

Wahyu 7:9-10 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. (10) Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Elohim kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s