Hubungan Kekudusan dengan Kebangunan Rohani

Berkatalah Musa kepada Harun: “Inilah yang difirmankan YAHWEH: Kepada orang yang karib kepada-Ku Kunyatakan kekudusan-Ku, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaan-Ku.” (Imamat 10:3)

Gelombang kebangunan rohani yang berkelanjutan di dalam sejarah selalu dihubungkan oleh kehidupan dan ajaran-ajaran tentang kehidupan yang kudus.

Jonathan Edwards (1734-1775). Kotbahnya yang sangat terkenal ialah “Orang-orang berdosa di dalam tangan Elohim yang marah, digambarkan dalam seramnya Neraka.

John Wesley (1703-1792). Pendiri gerakan Methodis lahir dari sebuah keluarga yang cinta kekudusan. Formulanya tentang bangkitnya kebangunan rohani ialah:

“Kekudusan tidak akan pernah dapat dipisahkan dari kebangunan rohani. Jika sejenis pengalaman pribadi di dalam seseorang , atau diantara sebuah komunitas yang memiliki label kebangunan rohani dilekatkan kepadanya, sudah seharusnya kita  melihat pada kehidupan-kehidupan orang-orang Kristen dan petobat-petobat baru.” Ia menambahkan, ”Apakah mereka orang-orang kudus yang takut hanya kepada Elohim dan dosa-dosa, dan mengijinkan Firman Elohim memerintah atas kehidupan-kehidupan mereka? Jika tidak, maka kita tidak melihat kebangunan rohani.”

Charles Finney (1792-1873). Tentang kegerakan rohani yang dihasilkan oleh kehidupan dan pelayanannya, saksi-saksi mata mengatakan bahwa orang-orang jatuh belutut dan disertai tangisan pertobatan yang kuat oleh karena kehadiran dirinya (sebelum ia berkotbah), Dikatakan juga bahwa orang-orang yang bertobat oleh pelayanannya sebagian besar tetap pada kehidupan yang kudus. Ia adalah salah satu orang yang terkenal dengan kehidupan kudusnya. Mereka yang bertobat terbukti bukan karena perkataannya sendiri (ia seorang ahli hukum), tapi karena kekudusan Elohim yang memancarkan keluar dari kehidupan Charles Finney.

Smith Wigglesworth (1859-1947). Pengkotbah yang sederhana namun mewarnai dunia, pernyataan-pernyataanya yang menggambarkan kehidupan rohaninya yang membuat pelayanannya penuh kuasa:

“Saya tidak pernah menganggap diriku berpakaian lengkap sebelum Firman Elohim itu saya masukkan kedalam saku.”
“Saya tidak pernah berdoa lebih dari satu jam, tapi saya berdoa setiap menit.”

Pada suatu ibadah, diantara orang-orang yang maju kedepan untuk minta didoakan terdapat seorang wanita yang ingin mendapat kesembuhan tubuhnya. Melalui hikmat Elohim, hamba YAHWEH ini tahu bahwa wanita ini bermain-main dengan dosa. Beliau tidak berdoa untuknya, namun dengan suara yang tegas berkata kepada wanita ini: “Jangan kembali kesini sebelum kamu bertobat dari cara hidupmu!”

Bila kita ingin melihat kebangunan rohani terjadi di kota di mana kita tinggal mulailah hidup kudus dan bicara apa yang benar.

Hidup kudus bukan dihasilkan oleh ”tidak boleh sentuh ini dan itu” dan ”harus ini dan itu” atau ”menyiksa tubuh sendiri”, semua ini hanyalah menghasilkan anti-kekudusan, dan kemunafikan belaka. Cara-cara manusia tidak akan pernah menyentuh Sorga.

Kekudusan yang sejati dihasilkan oleh kerendahan hati, Yahshua Ha Mashiah mengajar; ”….belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.”  (Mat 11:29 ). Kekudusan adalah hasil dari kemurahan, seperti kita tahu bahwa Elohim memberi kemurahan hanya kepada yang rendah hati.

Dan kekudusan dipelihara bukan dengan ”meninggalkan kehidupan sehari-hari”, seperti ikan tidak dapat meninggalkan air, demikianlah orang Kristen harus menghadapi apa yang ada didunia ini, bukan lari dari padanya. Kekudusan dipelihara melalui ”Takut akan YAHWEH” (Ayub 28:28; Mazmur 19:10 dan 25:12), dan melalui ”memegang teguh perintah-perintah-Nya (Mazmur 119:9; Ulangan 10:14-22)

Kombinasi dari kerendahan hati dan takut akan YAHWEH diformulakan oleh raja Salomo sebagai berikut: Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan. (Amsal 22:4), dapatkan Anda melihat kebangunan rohani melalui ayat ini? Kebangungan rohani dimulai bukan dari orang lain tapi dari diri kita sendiri. Jadi saat hidup kita berubah, dunia disekitar kita pun lambat atau cepat akan berubah!

Jika kita menceritakan kepada seseorang tentang seramnya Neraka,  bukanlah karena kita ingin ia menjadi seorang Kristen, tetapi kita bicara yang sebenarnya bahwa upah dosa (menolak Yeshua Ha Mashiah/ Yesus Kristus) adalah maut (Roma 6:23)
Jika Yohanes Pembaptis menkotbahkan pertobatan untuk terhindar dari murka Elohim ”yang akan datang” atau Neraka (Matius 3:7-10)
Jika Yeshua sendiri memperingtkan upah hukuman yang besar dari hukuman tanah Sodom dan Gomora kepada siapa yang menolak Dia (Matius 10:14-15), maka

Mengapa banyak pendeta dan penginjil tidak mengkotbahkannya pentingnya pertobatan?

Jika kita ingin melihat kebangunan rohani terjadi, maka saatnya kita memberitakan Firman Elohim sesuai isinya secara lengkap.

Revival Fire Fall (Lyric lagu) Paul Baloche

As we lift up Your name, (echo)
Let Your fire fall, (echo)
Send Your wind and Your rain, (echo)
On Your wings of love, (echo)
Pour out from Heaven
Your passion and presence,
Bring down Your burning desire.

(chorus)
Revival  fire,  fall, Revival  fire,  fall;
Fall on us here with the power of Your Spirit,
Father, let revival fire fall.
Revival  fire,  fall, Revival  fire,  fall;
Let the flame consume us
With hearts ablaze for Jesus,
Father, let revival fire fall.

As we lift up Your name, (echo)
Let Your kingdom come. (echo)
Have Your way in this place, (echo)
Let Your will be done, (echo)
Pour out from Heaven
Your passion and presence,
Bring down Your burning desire.

Bacaan lebih lanjut:

Holiness and Rivival
The Reviving Work of the Holy Spirit Throughout the Centuries
Holiness – The Key To Rivival, by Patricia Knowles. buku on-line
Kunci Kebangunan Rohani

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s