Morokko: Tentara Menggerebek Pelajaran Alkitab

Pada tanggal 4 Pebuari sekitar 60 tentara pemerintah Morokko  telah menggerebek sebuah rumah orang Kristen di Amizmiz, 56 kilometer timur laut Marrakech. Menangkap 18 orang dan mengusir seorang warganegara USA.

Lima dari 18 orang yang ditangkap untuk 14 jam introgasi adalah anak-anak kecil, dua diantaranya bayi yang berumur tidak lebih dari 6 bulan, sisanya berumur antara 20 bulan sampai 4 tahun. Mereka digerebek dengan pasukan besar tentara disertai dengan 15 kendaraan militer dipimpin oleh seorang colonel dan dua kapten.

“Ini adalah kali pertama di dalam sejarah gereja Marokko pemerintah menggunakan begitu besar tentara untuk menyerang sebuah pertemuan Kristen. Saya tidak berpikir tentara dengan kekuatan sebesar ini pernah digunakan untuk melawan para Muslim fundamental,” pemimpin kelompok Kristen Marokko ini berkata.

Tentara yang menangkap orang-oran Kristen ini mengatakan bahwa perintah penangkapan ini dikeluarakan oleh  Menteri Pengadilan Marokko yang baru, Mohamed Naciri, dan juga Jendral tertinggi Gendarmerie, Housni Benslimane,

Konflik Undang-undang Dasar Morokko.
Secara umum konstitusi Marokko menjamin kebebasan mempraktekkan sbuah agama, bahkan pemerintah Marokko merupakan salah satu negara penandatangan Perjanjian Internasional pada Hukum-hukum Masyakat dan Politik. Di sisi lainnya ada butir hukum pemerintah Marokko tertentu menyatakan sebagai tindakan kriminalitas bagi orang yang mencoba menarik seorang Muslim keluar dari agama Islamnya.

Pengusiran orang-orang asing yang berhubungan dengan orang Kristen Marokko sering terjadi belakangan ini. Pada awal Desember tahun lalu 5 orang Kristen di deportasi dari Marokko dengan alasan ‘menghadiri sebuah pertemuan terlarang’ (‘pemaksaan pindah agama). “Kami sangat terkejut bahwa Marokko begitu berani menangkap dan mengusir kami, … kami adalah sahabat-sahabat yang hanya bertemu bersama untuk berkawan dan mengajar satu sama lain,” kata salah seorang yang diusir. 17 orang Marokko yang hadir pada ‘pertemuan terlarang’ itu adalah orang-orang Kristen. “Kami ditangkap satu hari satu malam, dan diintrogasi berjam-jam, sampai pukul 4:30 pagi esoknya,” ia menambahkan.

Pada tanggal 29 Maret 2009, pemerintah Marokko telah mengumumkan bahwa mereka telah mengusir lima wanita Kristen karena alasan pertemuan ’pemaksaan pindah agama’. Dari 12 orang yang diintrogasi, sebelas diantaranya adalah orang Kristen Marokko, dan 5 wanita yang diusir ini adalah bagian dari 23 turis.

Kementerian Dalam Negeri Marokko awal tahun 2009 telah membuat suatu pernyataan bahwa aparaatnya tidak ragu-ragu untuk menghancurkan media atau perbuatan-perbuatan yang mereka anggap mengancam agama negara, yakni Islam Sunni. Pernyataan ini menurut laporan lokal dialamatkan juga kepada gerakan hak-hak homosex dan Islam Syiah.

Pemimpin Kristen Marokko berkata, ”Orang-orang Kristen Marokko bangga menjadi orang-orang Marokko dan berkehendak kebebasan untuk ada di akui secara legal oleh pemerintah.”

Sumber:
Compas Direct.org

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s