Mohammad Al Ghazoli: ”Lihat, semuanya berubah!”

Kesaksian pribadi seorang intelektual Mesir yang menemukan Jalan-lurus. Disadur dari bukunya sendiri: Christ, Mohmammad and I, dalam bahasa Indonesianya: Al-Masih, Mohammad dan Saya.

Latar belakang hidupnya. Saya adalah seorang yang berjalan di jalan yang panjang, mencari kebenaran di semua sudut dan semua jalan. Siapa itu Musa, Yeshua dan Muhammad! Akhirnya sampai kepada kesadaran yang mendalam, bahwa diri saya selama 40 tahun telah tertawan dalam sel kebanggaan pada sebuah penjara besar yang bernama ketidak-jelasan dalam agama bangsa saya, Islam

Saya telah menyelesaikan studi tingkat universitas, menerima gelar Master dalam Ekonomi dan Ilmu Politik di Mesir. Dan memulai menitih karier pada bisnis manajemen penerbitan di sebuah koran Arab. Dua tahun kemudian saya menjadi pemimpin editor, lalu bekerja selama lima tahun sebagai penasehat pers untuk seorang presiden Arab.

Saya telah menulis lebih dari 2000 artikel yang diterbitkan di koran serta majalah Arab dan Islam, untuk berbagai agen pers Arab dan internasional. Saya telah menerbitkan sepuluh buku mengenai ekonomi, sosiologi dan politik yang menjangkau pasar dunia Arab maupun internasional. Dan Sebagian telah diterjemahkan dalam tiga bahasa.

Bagaimana seorang berpendidikan tinggi berbahasa Arab sebagai bahasa ibu, yang merupakan bahasa asli Alkuran, dan hidup diantara kaum Muslim dapat meragukan ajaran Islam?

Pada suatu hari seorang saudara bertanya kepadanya: “Apakah Anda telah membaca Alkuran dan Hadits Muhammad secara mendalam?” Setelah menyelidiki buku-buku suci agama Islam ini, ia semakin bingung dan imannya mengalami kegoncangan yang besar. Ia katakan, ”Setelah membaca, saya justru terkena penyakit ”intelektual kepala” yang menyakitkan, kemudian berakibat pada penulisan buku saya yang terakhir, Lost Between Reason and Faith (“Tersesat antara Nalar dan Iman”, diterbitkan hanya dalam bahasa Arab). Akibatnya, saya menemukan diri saya di luar batas-batas agama selama lebih dari sepuluh tahun.”

Proses keraguan Mohammad Al Ghazoli kepada Alkuran sebagai firman Elohim. 18 tahun yang lalu [terhitung dari terbitnya buku ini], saya mulai membaca Alkuran dan Hadits (tradisi dari Muhammad dan pengikutnya). Saya mempelajari dengan mendalam kegiatan Muhammad dan penerus-penerusnya. Setelah saya banyak membaca mengenai hal ini, lambat laun sebuah gambaran mulai tampak jelas. Saya menjadi yakin, bahwa Alkuran adalah buku ciptaan manusia dan Muhammad bukan utusan Yahweh. Keraguan ini sesungguhnya telah ada sejak ia duduk di bangku 1 SMP, guru agama sekolah Mahmood Qasem, mengatakan ” “Allah membimbing siapapun yang dia inginkan” dan “Allah mensejahterakan siapapun yang dia inginkan tanpa batas.” Kemudian dia mengkontradiksikan dirinya dengan mengutip ayat yang lain: “Carilah dengan rajin di tempat-tempat paling rendah dan makanlah makanannya, karena pada Dialah terdapat keputusan terakhir.” Ayat-ayat lain dari Alkuran mengatakan bahwa Allah menyesatkan siapapun yang dia inginkan. Kontradiksi ini membuat gurunya sendiri panik karena si kecil Al Ghazoli sering dengan kritis mempertanyakan ayat-ayat Alkuran yang seperti ini, yang akhirnya ayahnya dipanggil ke sekolah. Masa SMP ini ia merupakan awal keraguannya akan Alkuran, ia munulisnya sabagai berikut: ”Itulah awal dari keraguan saya. Keraguan terus bertambah, namun dalam kesibukan kehidupan bisnis saya, saya mencoba untuk melupakannya.”

Awan gelap kehidupan disingkapkan dari Mohammad Al Ghazoli. Di dalam masa lebih dari sepuluh tahun kekeringan rohani ini, ia mencatat: dan ketika Setan yakin bahwa saya tidak akan kembali ke agamanya. Dia mulai menteror dan menyerang saya. Pertama-tama dengan merampas harta kekayaan saya, kemudian dengan menghancurkan semua yang saya telah bangun. Mereka menyerang kesehatan saya hingga saya berada di titik hampir mati. Saya menghabiskan kebanyakan waktu saya di rumah sakit. Tak lama kemudian saya kehilangan uang dan nama baik saya.

Di tengah-tengah kezaliman ini, seorang nyonya menelepon saya dan mengatakan “Saya ingin bertemu dengan Anda.” Saya sungguh-sungguh tidak ingin menanggapinya. Namun dia kemudian menelepon lagi, dan kali ini saya memilih untuk menemuinya, walaupun saya teramat letih dan tubuh saya sedang sakit. Ketika saya menemuinya, dia meletakkan sebuah Alkitab di tangan saya dan mengatakan : ”Baca.” Saya membukanya secara acak dan hal pertama yang muncul di depan mata saya: “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28).“Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.” (Matius 5: 44) Saya terus membaca. Mengapa saya tidak pernah melihat buku ini, saat saya telah membaca ratusan buku? Kata-kata indah ini tidak mungkin keluar dari mulut seorang manusia biasa, kecuali dari Yahweh yang Agung yang menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati. Hebatnya lagi, Yahweh Yeshua yang penuh kasih ini mengatakan: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup!” (Yohanes 14: 6).

Saya membaca dan akhirnya awan-awan gelap menghilang dan terang matahari mulai memasuki hidup saya. Sebuah perjumpaan yang teramat berharga, seperti budak yang tersesat berjumpa dengan seorang tuan yang baik; domba yang tersesat menemukan seorang Gembala yang baik, yaitu Yahweh Yeshua Ha Mashiah.

Ya, saya menyerahkan jiwa saya kepada-Nya dan lihat …! semuanya berubah. Semuanya dipulihkan secara bertahap kembali normal. Sepertinya saya memasuki sebuah lembah yang berbeda…sebuah lembah yang hijau permai. Saya merasakan suka cita, kedamaian dan kasih-Nya.

Sekarang saya hidup di dalam tangan Yahweh saya. Saya tidak puas hanya dengan bertemu Dia, memuji nama-Nya dan berdoa kepada-Nya. Adalah kewajiban saya kepada keluarga dan rakyat saya untuk menghantarkan mereka kepada Kebenaran lewat kesaksian tulisan ini: Al-Masih, Muhammad dan Saya.”

Injil Matius 13:44-46 “Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.  (45)  Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.  (46)  Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu.”

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s