Hampir 100 Remaja Kristen Koptik Mesir Disiksa Pemerintah

Setelah malam Natal berdarah, 6 Januari 2010, hampir 100 remaja Koptik ditangkapi oleh petugas-petugas keamanan pemerintah Mesir. Mereka ditangkap dijalan-jalan dan di rumah mereka tanpa surat.

Hampir seminggu disiksa dipenjara, mereka dilepaskan kecuali 15 lainnya tetap ditahan dan dipindahkan kepenjara lainnya dengan tuduhan ‘kerusuhan dan melawan penguasa.’

Satu dari tersiska ini, berumur 17 tahun, bercerita: ”Mereka menyetrom kami melalui bagian-bagian kelamin kami. Kami diancam oleh pihak keamanan bahwa jika kami membongkar apa yang kami telah alami [selama siksaan ini], kami akan ditangkap ulang.”

Dokter yang memeriksa tubuh mereka bercerita bahwa tidak satupun dari mereka yang akan mampu memberi keturunan atau menikah, dokter ini berkata dengan sedih.

Apa ’dosa’ para remaja Koptik ini sehingga mereka disiksa dengan sadis pihak keamaan? Pada malam Natal berdarah tersebut dua mobil dengan pengemudi bertopeng mencoba membunuh Uskup Koptik Kirollos, namun gagal. Kegagalan ini para  terrorist bertopeng ini menembaki remaja-remaja yang sedang keluar dari gereja. Korban jiwa 6 orang dan 9 luka-luka. Menurut The New York Times (Jan 31) meninggal 7  (6 jemaat dan 1 petugas keamanan gereja) dan 10 luka-luka.

Pembunuhan berencana atas dirinya ini yang gagal di atas, terjadi sehubungan dengan pembelaan yang ia berikan kepada para korban  kerusuhan di bulan Nofember 2009, dimana orang-orang Kristen di hina dan tempat-tempat usaha mereka dibakar. Namun pihak keamanan berkata peristiwa penembakan di gereja tgl 6 Januari adalah lanjutan balas dendam (23 Nof) dari peristiwa “seorang Kristen memperkosa seorang wanita Muslim.” Pemimpin Koptik Kanada mengkomentari “pemerkosaan” ini sebagai: “Belum terbukti kebenarannya, dan andaikan itu benar, tetap pengerusakan toko-toko tersebut tidak dapat dibenarkan.”

Aksi kemarahan Nofember orang-orang Muslim karena ‘kabar’ pemerkosaan telah menghancurkan 80 persent usaha dagang orang Kristen. Diperkirakan 10 apotik dan 55 toko dan kantor-kantor di empat wilayah di rampokin, dirusak dan dibakar, dengan total kerugian sekitar 5 juta Mesir Pound (sekitar 1 juta USD).  Peristiwa perusakan besar ini (22-23 Nof 2009) dipercayai oleh para pembela HAM sebagai di tutup-tutupi oleh Pemerintah Mesir, sebab ketika peristiwa itu terjadi semua jurnalis diusir keluar oleh kepala keamanan Jengeral Mahmoad Gohar: “Kami ingin kalian keluar, kamu harus memiliki permisi yang kusus untuk ada di sini.” Dengan tepukan tangannya mereka diperintahkan keluar dengan segera dari wilayah kerusuhan tersebut. The New York Times berkata.

Peristiwa ini yang membuat Uskup Koptik di atas protest dan membela hak asasi para Kristen Koptik. Hasilnya? Nyawanya terancam, dan hampir 100 remaja di strom di kemaluan mereka!!

Peristiwa penembakan pada Malam Natal 2010 ini membuat Uskup ini protest kepada pihak keamanan. Aksi protest ini lah yang membuat Jenderal Mahmoud Gohar, direktur keamanan Qena tersinggung dan berjanji akan mengajar ‘para demontrant’ dengan sungguh dan keras.

Di Bahgoura, Mesir, tanggal 8 Januari 2010 malam hari seorang keluarga rumahnya dibakar. “Para Muslim memasuki rumah mereka setelah memutuskan hubungan listrik,” ibu ini bercerita, “Mereka melempari gas ke kami dan mencoba membakar kami dan mereka mebawa pisau. Putera-putera saya melempari batu-bata kepada mereka sebab kami tidak memiliki apa-apa lagi untuk membela diri. Kami mendengar para Muslim bercerita satu sama lain untuk menyeret gadis-gadis keluar [anak perempuan ibu ini]. Putera kedua ibu ini sekarang dicari polisi dan yang terbesar ditahan. Ibu ini dengan tersedu-sedu dan berlinang air mata berkata: “Apakah Milad (putera terbesar) telah berlaku sebuah tindak kriminal karena melempar batu-bata kepada para pengacau untuk melindungi saudari perempuannya yang belum menikah dari pemerkosaan?”

Para ahli hukum dan beberapa organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) mengadakan demontrasi di depan Pengadilan Tertinggi di Kairo pada tanggal 24 Febuari 2010, dan mereka juga akan memberikan sebuah catatan protes melawan penangkapan-penangkapan kepada Seketaris Departemen Pengadilan.

Orang Kristen di Mesir, mayoritas adalah Koptik, sekarang hanyalah 10 persent. Tekanan agama Islam melalui politik dan militer semakin membuat orang Kristen kehilangan hak mereka di tanah mereka sendiri yang adalah mayoritas sebelum Mesir menjadi negara Islam.

Raja Salomo (Amsal 14 31-34) berkatak: Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia. Orang fasik dirobohkan karena kejahatannya, tetapi orang benar mendapat perlindungan karena ketulusannya. Hikmat tinggal di dalam hati orang yang berpengertian, tetapi tidak dikenal di dalam hati orang bebal. Kebenaran meninggikan derajat bangsa, tetapi dosa adalah noda bangsa.

Bagaimana rakyat bisa belajar hidup adil jika para pemimpin negara penuh dengan ketidakadilan. Negara hancur bukan karena jahatnya rakyat, tetapi pemimpin bangsa itu sendiri, lihat pada sejarah hancurnya Kerajaan Romawi, Kerajaan Turky. Mesir dan Indonesia telah hilang kejayaannya oleh karena para pemimpin bangsanya mempermainkan hukum. Selama ketidakadilan berkuasa, HAM diinjak-injak, maka kemakmuran tidak akan pernah tercapai, penemuan teknologi baru tidak akan pernah bisa dilahirkan.

Baca juga:
Mark Gabriel: “Ijinkan saya memperkenalkan Anda pada Yeshua dan  Muhammad”Mohammad al-Ghazoli: “Lihat semuanya berubah!”

Sumber:
Egyptian State Security Accused of Torturing Christian Youth
Stand In Solidarity With Egyption
In Egypt, Religious Clashes Are Off the Record.
Egyptian State Security Accused of Cover-up in Muslim Riots

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Negara Barat sangat kuatir akan banjir Muslim radikal

Amr Khaled pengkotbat Islam Mesir pada siaran TV menjawab pertanyaan ” Bagaiman kamu memandang kehidupan Islam di Eropa?”

Dengan senyum bangga ia berkata: “Ada sekitar 25-30 juta Muslim di Eropa. ia memberi alasan, Muslim-muslim terus memiliki anak, sementara orang Europa tidak. Ini berarti bahwa di dalam 20 tahun Muslim akan menjadi mayoritas.”

“Kita sungguh perlu 10 tahun untuk membuat Muslim di Eropa menjadi hadir dengan kuat dan sangat sukses.” tambah pengkotbat ini

Rasa bangganya ini disertai juga kekuatiran bahwa tujuan mendominasi Eropa ini akan gagal oleh tindakan Muslim radikal, ”Ini  akan membuat group-group lain sangat marah. .. Orang Eropa akan mengusir orang-orang Muslim, karena beberapa orang percaya bahwa itu lebih menguntungkan untuk mengusir 30 juta dari pada kerugian dari boikot. ” Sumber Memritv.org: The Muslim plan to take over Europe

Muslims are taking all over the World – Muslim Immigration, suatu laporan ilmiah bagaimana Islam bertumbuh melalui immigrasi dan kelahiran anak. Eropa. Laporan ini mengutip perkataan presiden Libya bahwa Islam akan menguasai Eropa dengan cara immigrasi dan melahirkan anak yang banyak Muammar Qaddafi: Kami tidak perlu para terrorist, kami tidak perlu para pelaku bom-bunuhdiri. Lima puluh juta lebih Muslim [di Europe] akan merubah itu kedalam benua Muslim di dalam hanya beberapa dekade.”

US.  laporan ini menulis : 1970 terdapat 100,000 Muslim dan 2008 menjadi 9000 000 Muslim. Pemimpin Muslim USA pad Islamic Strategy Conference in Chicago: ”Kita harus siapakan diri kita sendiri untuk suatu kenyataaan bahwa di dalam 30 tahun akan ada 50 juta Mulim tinggal di Amerika.”

Kekuatiran negara-negara Barat akan hilangnya budaya dan adat mereka bisa disaksikan pada komentar-komentar di bawah ini:

Lahirnya Manifesto melawan faham Totalitarian setelah demontrasi anti-Muhammad cartoon di London: ”Setelah mengatasi Fascism, Nazims, dan Stalinism, Dunia sekarang menghadapi sebuah ancaman global yang baru: Islamism … itu bukanlah sebuah benturan peradaban-peradaban, bukan juga sebuah pemikiran permusuhan Barat dan Timur yang kita saksikan, tetapi sebuah perjuangan global yang menantang para Demokrat dan Theokrat.” Manifesto: Againts Totalitariansm. Sumber: Islam will take over the world, CBN News London

Geert Wilders, dalam wawancara dengan sebuah media Denmark menyatakan bahwa ”Holland akan mengembalikan juta Muslim jika memang diperlukan”

Stop all Muslim Immigration in US

Islamic Muslim Immigration Destroying Sweden

Laporan banjirnya Muslim radikal di negara-negara Barat, dan khususnya di negara-negara Eropa dan merubah hati dan pikiran tuan rumah kepada tamu mereka ini dari senang dan bersahabat menjadi sangat benci sungguh menggenapi penglihatan supernatural ibu dari Norwegia yang ia dapat dari Roh Kudus  1969.  Perkataan YAHWEH itu pasti, dan Amin.

Baca juga:

Iran: Kebangunan rohani besar-besaran terjadi datangDampak positif TV satelit Sat-7 di Timur TengahRibuan Muslim tinggalkan Islam di Irak

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Ethiopia: Muhammad Ahmad, imam dari 40 mesjid menjadi penjala manusia

Terlahir sebagai seorang Muslim yang taat di tengah keluarga Muslim yang dihormati oleh lingkungannya. Bapanya adalah seorang guru Kuran, sedangkan Muhammad Ahmad sendiri melayani di 40 mesjid. Yeshua Ha Mashiah menampakan diriNya dan berbicara kepada Muhammad melalui mimpi-mimpi. Ketika ia menerima Yeshua sebagai Juruselamatnya, bapanya ingin membunuhnya dan isterinyapun meninggalkan dia. Untuk keselamatan jiwanya, jemaat setempat mengirim dia keluar kota dan belajar Alkitab. Dia kembali ke kotanya dan membawa terang Injil  kepada keluarganya bahkan ke dalam Mesjid-mesjid.

Ini adalah kesaksian Muhammad sendiri bagaimana ia berpindah dari seorang Muslim yang fanatik menjadi penjala manusia untuk Juruselamatnya, Yeshua Ha Mashiah. Haleluyah!

“Sepanjang hidup saya, saya adalah seorang muslim yang taat. Tujuan keluarga saya adalah mendirikan Islam di mana-mana, untuk menyebarkan agama Islam. Sebagai pemimpin Mesjid saya juga membuat gang untuk menangkapi orang-orang Kristen dan menganiaya mereka, mereka yang pergi kegereja. Dan membakar 7 Alkitab.”

Suatu hari ia mendengar suara dari Sorga di dalam mimpinya memanggil namanya: ”Muhammad … Muhammad kamu hidup di dalam  kegelapan. Kamu melakukan pekerjaan-pekerjaan yang besar, tetapi itu bukan pekerjaan yang baik, semua itu bukan pekerjaan-Ku. Keluarlah dari situ, ikutlah Aku maka Aku akan tunjukan kepadamu jalan yang benar.” Dia tahu bahwa itu adalah suara Elohimnya orang Kristen. Ketika ia ceritakan mimpinya tersebut kepada ibunya. Ia dimarahi oleh ibunya. Karena ia lahir di keluarga Islam yang ketat, ia memutuskan untuk tidak mengikuti perintah yang ia dapat dari mimpinya tersebut. Dan kembali ia mendapat mimpi yang sama, namun kali ini suara tersebut nampak sebagai perintah yang tegas untuk dia meninggalkan hidupnya yang gelap tersebut dan mengikuti Yeshua. Muhammad tetap menolak perintah tersebut, lalu ia mengalami sakit yang berat, tidak dapat makan dan berjalan, ia merasa beban yang berat telah jatuh di atas pundaknya. Ia mencoba berkunjung ke beberapa rumah sakit, namun tidak membantu.

Ia teringat kepada seorang penginjil yang pernah mencoba menginjili dia beberapa waktu yang lalu. Saya berusaha menghubunginya, sekalipun takut akan keluarga dan teman-temannya. Singkat cerita mereka bertemu, dan penginjil ini menceritakan kepadanya tentang Alkitab dan menasehat dia untuk menerima Yeshua sebagai Juruselamatnya. Dia menerima nasehat tersebut, pada hari itu juga, Muhammad berkata, bahwa beban beratnya terangkat keluar dari padanya, dan ia disembuhkan dari semua sakitnya. Ketika orang tuanya tahu bahwa ia telah berpindah ke Kristen, ia diusir dari rumahnya dan terancam untuk dibunuh.

Sekembalinya dari sekolah Alkitab, ia bercerita kepada ibunya, dan anggota-anggota keluarganya bagaimana ia telah disembuhkan dan menggalami kedamaian di hatinya, mereka juga menggambil keputusan untuk menerima Yeshua sebagai Yahweh mereka. Langkah selanjutnya yang Muhammad lakukan adalah meminta maaf kepada orang-orang Kristen yang ia pernah aniaya. Dan belajar bagaimana ia bisa memberitakan Injil kepada orang-orang Muslim lainnya yang hidup di dalam kegelapan seperti masa lalunya. Muhammad berkata, ”Saya tidak malu-malu lagi menyatakan bahwah Yeshua adalah nyata, kesembuhanku, damai sejahteraku, pelayananku dan Juruselamatku.”

Dia memohon dukungan doa saudara-saudara seiman, untuk mendapatkan kekuatan sorgawi di dalam pelayanannya, terlebih ketika memasuki mesjid-mesjid dan memberitakan Injil kepada guru-guru agama Islam .

Sumber bacaan:

Ethiopia: Violent Muslim IMAM Finds Jesus Christ

dan lainnya.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Kesaksian Mosab Hassan Yousef Son of Hamas

Ringkasan hidup Mosab sebagai anak dari seorang ayah yang adalah satu dari tujuh pendiri Organisasi Hamas.

Suatu hari setelah bebas dari sebuah penjara Israel, Mosab berjalan  melewati Gerbang Damaskus di Yerusalem. Seseorang –  tanpa mengetahui siapa dirinya – mengundang dia untuk sebuah pelajaran Alkitab. Penasaran, ia menghadirinya. Mereka belajar Perjanjian Baru, dan memberi dia sebuah Alkitab Perjanjian Baru untuk dirinya sendiri. ”Saya mulai membaca pada bagian permulaan Injil Matius, ketika saya sampai pada paragraf ”Kotbah di bukit,” saya berpikir, Wow, Yeshua ini sungguh mengagumkan! Segala sesuatu yang Ia katakan adalah indah!  Saya tidak bisa berhenti membacanya. Setiap ayat nampak menjamah luka-luka dalam yang ada di dalam kehidupanku. Itu adalah suatu pesan yang sangat  sederhana, tetapi memiliki kuasa untuk menyembuhkan jiwaku dan memberi saya pengharapan. Kemudian saya membaca ini: ”Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. (Matius 5:43-45) … Saya tersambar petir oleh kata-kata ini. Belum pernah sebelumnya saya mendengar sesuatu seperti ini, tetapi saya tahu bahwa ini adalah pesan yang saya telah cari-cari di dalam seluruh kehidupanku.”

Berikut ini adalah wawancara Joel Resenberg dengan Mosab Hassan Yousef penulis buku Son of Hamas di hari Senin Maret 2010, berbicara bagaimana Elohim Abraham, Ishak dan Yakob secara supernatural telah merubah Mosab dari seorang pemimpin Muslim yang radikal dari Organisasi terrorist Hamas menjadi pengikut lahir baru dari Yeshua Ha Mashiah dan seorang teman dari Israel dan masyarakat Palestina.

JOEL: Bagaimana kehidupanmu telah berubah sejak menjadi seorang Kristen lahir baru? Bagaimana sikapmu telah berubah terhadap Israel sejak perpindahanmu yang dramatis?

MOSAB: Hati nurani saya tidak sama lagi. Ini tidak berarti saya telah menjadi seorang yang sempurna tetapi sedikitnya ketika saya melakukan kesalahan saya tahu bagaimana membetulkannya dan  menghindari itu di hari depan. Hari ini saya bebas dari dosa karena saya putra Raja. Ketika pertama saya mengerti bagaimana agama tidak sempurna secara umum – dan di dalam Islam khususnya – dan mengijinkan diriku sendiri untuk menerima Mashiah sebagai Juruselamat pribadiku dan keluar dari kotak agama, tidak hanya Israel nampak berbeda untuk diriku, saya mulai melihat segala sesuatu berbeda.

Saya ingat suatu hari ketika berjalan di Yerusalem tepat setelah saya belajar Firman Elohim yang berkata ”beri kepada mereka yang meminta” [Yeshua berkata di Matius 5:42, Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.”]. Ada seorang Yahudi tampa rumah di wilayah Yahudi Yerusalem, dan saya menjawab panggilan YAHWEH untuk membagi sesuatu dari dompet saya kepadanya.  Kemudian saya duduk dan menangis karena saya mendapat kesempatan untuk mengerti kasih tampa batas Elohim kepada setiap orang.  Itu telah mengejutkan saya bahwa sebelumnya saya tidak merasa kasihan kepada seorang Yahudi yang tampa rumah. Kemudian secara bertahap – melalui anugerah dan belah kasihan Elohim, melalui tahun-tahun – semua manusia menjadi sederajat bagiku. Bangsaku melihat matahari setiap hari tetapi tidak pernah bertanya diri mereka sendiri mengapa matahari bersinar pada kedua sisi Yerusalem, timur dan barat. Hal yang termudah bagiku dahulu ialah membenci musuhku tetapi tantangan yang nyata ialah mengasihi mereka. Kemudian hari saya sadar musuh saya ialah  bukan manusia lagi – bukan orang Israel, bukan orang Palestina – tetapi dosa dan kegelapan di dalam kita.

JOEL: Apa yang dapat pengikut-pengikut Yeshua lakukan dalam bentuk nyata dan praktik untuk mengasihi orang-orang Palestina dan menjangkau mereka dengan Injil Yeshua Ha Mashiah?

MOSAB: Ini adalah pertanyaan yang luar biasa bagusnya, terima kasih.  Orang-orang Kristen memiliki sebuah tugas yang sangat besar  untuk mengasihi sesamanya dan musuhnya. Setiap orang Kristen perlu memikul salib ’berat’ ini [tanda petik dari saya, sebab Yeshua bilang itu sesungguhnya ringan, tentu melalui kuasaNya di dalam kita; Matius 11:29-30]. Mengasihi orang-orang Muslim dan Palestina adalah tanggung jawab kita. Dan tukas kita sebagai orang Kristen  menunjukkan kasih Elohim kepada Muslim adalah lebih penting dari para pemerintah, PBB dan komunitas dunia. Mereka semua ini tidak tahu bagaimana berurusahan dengan permasalahan Islam. Kita tahu sebagai orang Kristen bahwa konfik tersebut adalah rohaniah dan bersifat ideologi. Kamu tidak dapat membunuh sebuah idea. Kamu harus menggantikannya. Pemerintah dapat mengirim tentara-tentara menukar regim atau membunuh para terrorist, tetapi mereka tidak punya jenis senjata  yang kita miliki – KASIH dan PENGHARAPAN dan ANUGERAH.

Saat ini, saya perlu dari saudara-saudari Kristen saya untuk mengerti sensitifnya missi pengharapan, kasih dan pengampunan kita.  Tampa nilai-nilai ini manusia akan merusak sendiri setiap sesuatu yang indah. Bangga akan Elohim kita dan bawa Ia kepada para Muslim. Bagaimana mungkin orang-orang Kristen malu akan Elohim yang mengasihi dan mengampuni? Elohim kita mengirim sebuah berita pengharapan besar melalui pengalamanku dengan Elohim. Dia berkata kepada orang-orang Israel, bangsaku dan setiap orang yang terlibat dalam konflik Timur Tengah bahwa kasih dan pengampunan yang tanpa syarat melalui contoh dari Yeshua Ha Mashiah di dalam hidup kita adalah pengharapan satu-satunya untuk damai di Timur Tengah dan seluruh dunia – damai dengan Elohim, dengan diri senidiri dan damai dengan sesama.

Kasih bukanlah sebuah idea, itu adalah sebuah kenyataan. YAHWEH kita telah menunjukan kepada kita kasih-Nya melalui pencurahan darah-Nya yang tidak bercela. Kasih-Nya adalah sebuat kenyataan kita hidup di dalam kehidupan kita setiap hari. Kita tidak dapat jadi sempurna, tetapi jika kita menunjukkan kepada dunia sedikit saja kasih Yahweh kita, kita akan mampu merubah seluruh dunia hanya dalam beberapa tahun saja. Keluar dari gedung-gedung gereja kalian. Tunjukan manusia siapa kita di dalam Mashiah dan siap Elohim kita. Manusia terluka dan luka-lukanya mengeluarkan darah. Mari sembuhkan itu dengan obat kasih, yakni kasih Yeshua!

JOEl: Apakah kamu kuartir pada keamananmu dengan terbitnya buku [Son of Hamas] ini?  Dan bagaimana dapat kami berdoa untuk mu dan keluargamu dengan terbitnya bukumu?

MOSAB: Pribadi yang telah menyelamatkan hidupku di masa lalu mampu untuk menyelamatkan itu saat ini dan di masa depan juga. Kematian fisik tidaklah suatu hal yang terburuk dapat terjadi pada seorang manusia. Kematian rohani lebih bahaya lagi. Ini bukanlah waktu untuk menyerah. Tujuan kita adalah untuk menbebaskan orang-orang dan senjata kita adalah kasih. Mereka dapat membenci kita tetapi kita akan tetap mengasihi mereka. Mereka dapat menyiksa kita tetapi kita akan berdoa untuk mereka dan mereka akan menuduh kita tetapi kita terus mengampuni mereka semagaimana kita telah diampuni!

Tamat.

Catatan kaki dari pewawancara:
Sabagai bukit bagaimana Elohim telah merubah dia, Mosab telah membahayakan hidupnya untuk menyelamatkan orang-orang Yahudi Israel dengan cara menjadi mata-mata untuk agent rahasia Shin Bet Israel. Dia juga membahayakan hidupnya untuk menyelamatkan bangsanya sendiri (Palestina) di West Bank dan Gaza. Saat ini dia tidak hanya berkehendak tetapi juga bersemangat  membagikan Kabar Baik dari kasih, pengampunan dan kuasa perubahan Yeshua kepada setiap orang yang ia dapat, walaupun keluarganya menolak dia secara umum dan menyakitkan dan bahwa terrorist dapat saja memburu dia dan membunuhnya.

Lebih banyak saya belajar tentang Mosab, lebih lagi saya temukan diri saya berpikir tentang kata-kata Rasul Paulus. Sebagai Saul dari Tarsus, dia adalah seorang terrorits agama. Tetapi dia mendapatkan pertemuan supernatural dengan Yeshua Ha Mashiah dan dirubah kedalam seorang manusia yang penuh kasih, hikmat dan berperngaruh untuk Yahweh sebagai hasilnya.

Di suratan Efesus 2:8-15, Rasul Paulus – di inpirasikan oleh Roh Kudus – menulis:
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Elohim, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Karena kita ini buatan Elohim, diciptakan dalam Mashiah Yeshua untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Elohim sebelumnya.

Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya. Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu–sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, — bahwa waktu itu kamu tanpa Mashiah, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Elohim di dalam dunia.

Tetapi sekarang di dalam Mashiah Yeshua kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Mashiah. Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,

Diterjemahkan dari: Exlusive – How did the son of Hamas come to Christ? Part Two.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

‘Saulus Libanon’ Jerry Rassamni bertemu Yeshua

Kesaksian perjalanan Iman dari seorang Ex-Muslim Militant  Libanon, dari membenci berubah menjadi mengasihi sesamanya. Ia telah menulis kesaksin hidupnya dalam sebuah buku berjudul From Jihad to Jesus;  An Ex-Militant’s Journey of Faith (Living Ink Books)

Para pembaca dapat melihat kesaksian Jerry Rassamni dalam video klip ini: Kesaksian dan Wawancara

Saulus dari Tarsis adalah bekas seorang pembenci dan pembunuh orang-orang Kristen, namun di tengah jalan menuju kota Damsyik Yeshua Ha Mashiah menampakan diriNya dan berbicara kepadanya. “Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku?” Sejak pertemuan itu hidup Saulus berubah sama sekali. Ia berubah menjadi pemburu jiwa-jiwa untuk Jalan Lurus (Yeshua Ha Mashiah). Ia menjadi rasul Paulus, seorang bapa Gereja untuk orang-orang bukan Israel. Berikut ini ringkasan perubahan hidup ‘Saulus’ dari Libanon, Jerry Rassami, seorang jihad Islam menjadi pengkotbah Injil Kerajaan Sorga.

Masa remaja, perang sipil dan menjadi militan Islam.
Jerry membuka kesaksiannya dengan peristiwa perang sipil Libanon di tahun 1975, suatu perang panjang, 15 tahun, antara Muslim dan Kristen, yang mengambil korban jiwa sedikitnya 100 000 (seratus ribu). Periode ini adalah awal transisi dari Negara Libanon Kristen menjadi Libanon Islam, moment-moment yang sejenis ini awal lahirnya Negara Islam Pakistan dari tanah India. Perang ini membuat ia, seorang Muslim Druze, dari rasa takut kepada musuh menjadi kebencian.

”Orang-orang Kristen membom kami setiap hari. Dan saya saat itu berpikir bahwa mereka adalah inkarnasi Setan. Saya telah membenci mereka begitu rupa, dan bahkan membenci orang-orang Israel sepuluh kali dari itu,” Jerry mengingat masa lalunya.

“Saya harus membela tanah saya dan keberadaan saya.  Saya telah harus membunuh atau dibunuh. Dan tidak lama kemudian bubuk senjata api telah menjadi indentitas jiwaku, pelarianku, dan keterikatanku. Terkadang itu terwujud di dalam sebuah senjata AK-47.  Terkadang dalam granat tangan, …”

Lalu ia bergabung ke sebuah milisi Islam dan turut berperang.

Kejahatan perang membawa Jerry mempertanyakan prinsip-prinsip keyakinan Islamnya. Ia berkata: “Saya telah melihat kejahatan kemampuan manusia yang tidak dapat dibendung. Ketika agama memberitahu Anda bahwa manusia pada dasarnya baik, itu adalah kebohongan dari dimensi kolosal, karena aku melihat hati manusia yang sebenarnya dan aku telah diubah oleh kengerian itu. “Aku ingat melihat orang berbaring di jalan-jalan di kubangan darah mereka sendiri, tidak lebih baik dari anjing-anjing. Saya mulai melihat bahwa tidak ada yang menebus tentang manusia. Bagaimana bisa seorang manusia yang mampu melakukan kejahatan yang luar biasa di satu sisi, sementara di sisi lainya memiliki kebaikan di dalam hatinya, seperti Islam mengklaim? Apakah tidak sebaliknya? “

Setelah melarikan diri dari Libanon dan masuk ke Amerika Serikat, lama sebelum peristiwa 9/11 (11 September di New York) terjadi.

Bertemu calon isteri, awal perubahan hidup Jerry.
Segera ia bertemu dengan seorang wanita muda, Jennifer, dan jatuh hati. Tetapi ia adalah seorang Kristen.

”Ketika pertama saya melihat kepadanya, sesuatu terjadi di dalam hatiku. Itu adalah pandangan pertama. Saya tahu bahwa dia calon isteriku.” Kata Jerry.  Beberapa bulan kemudian, Jerry melamar Jennifer.

Jennifer bercerita tentang lamaran tersebut: “Saya berdoa dan bertanya kepada Yahweh, apakah kehendakNya. Setelah banyak berdoa, saya merasakan damai untuk menikah dengannya. Tetapi dengan beberapa kondisi, menghadiri gereja sebagai sebuah keluarga dan anak-anak kami haruslah di besarkan dalam iman Kristen.” Jerry setuju, tetapi bersumpah tidak akan berpindah ke Kristianiti.

Jennifer mengingat perkataan Jerry kepadanya: “Saya katakana kepadamu, saya tidak akan pernah pindah agama. Saya terlahir Muslim Druze, saya akan mati sebagai Muslim Druze, dan tidak ada satupun yang kamu dapat katakana atau merubah itu.” “Jadi saya tidak berkata apa-apa dan hanya mulai berdoa,” Jennifer berkata.

Sebagaimana Jennifer berdoa, Jerry menyelidiki Alkitab. Dia ingin membuktikan klaimnya (bahwa Alkitab sesat, seperti yang Kuran katakan). Sebagai gantinya, ia mulai melihat perbedaan-perbedaan yang sangat fundamental antara Islam dan Kristianiti.

  • ”Saat saya mulai menyelidiki firman-firman Elohim,  saya telah temukan hal-hal yang sangat luar biasa: Dari semua nama-nama Allah (ada 99 panggilan atau titel), tidak satupun yang adalah kasih. Tidak satupun adalah bapa,” Jerry bercerita.  Sebaliknya tentang Alkitab ia berkata: ”Tetapi saya membaca tentang Elohim yang mengasihi manusia begitu rupa, bahkan setelah mereka berontak melawan Dia,  bahwa Dia telah membuat sebuah jalan sehingga kita dapat datang di hadapanNya dan memanggilNya Abba. Ini bukanlah elohimnya Islam.” Abba adalah panggilan untuk ”ayah” untuk orang Ibrani dan Arab, seperti ”daddy” atau ”papa.” Suatu panggilan yang akrab antara anak dan bapanya.
  • Membunuh dengan darah dingin adalah jahat, sebaliknya kasih adalah mengalahkan kebencian.
  • Kebebasan adalah lebih berharga daripada penekanan.
  • Kebenaran adalah lebih mulia daripada penjiplakan atau peniruan.

Kehidupan mereka tidak sama lagi.
”Setelah saya menerima Mashiah (Kristus) kami sungguh menjadi satu keluarga dan kami  menyembah Yahweh bersama,” ungkap Jerry. ”Itu suatu berkat yang sungguh indah bahwa Jerry telah mengenal Yahweh sebelum kami memiliki anak-anak,”

”Saya seharusnya berada di neraka selamanya. Itu adalah tempat saya. Tetapi Elohim di dalam belas kasihanNya yang besar, telah mengirim  putraNya untuk mati mengambil tempatku sehingga aku tidak perlu menghabiskan hidupku selamanya di neraka. Dan tidak melalui apapun, hanyalah melalui Juruselamat yang Ia telah kerjakan di kayu salib untuk aku dua ribu tahun yang lalu.” Jerry berkata.

Dalam situsnya Jerry berkata: ”Di dalam jihadku, saya telah melihat muka bertemu muka (”dengan mata sendiri”) sebuah penemuan yang menakutkan: hati manusia yang sesungguhnya. Saya telah melihat itu terungkap di belakang kedok-kedok mengasihi diri sendiri, di belakang kebohongan kemurnian, dan di belakang rasa malu kebaikan, dan saya telah melihat  sumber/ jantung  kegelapan. .. Selanjutnya, saya telah berani bertanya … infrastruktur  agama saya. Saya memiliki keberanian untuk berpikir bebas, tidak dibebani oleh tradisi dan idealismeku. Saya telah melihat, dan apa yang saya telah lihat merubahku selamanya.”

Tentang bukunya From Jihad to Jesus, ia berkata: “Buku ini berisi penggalian saya akan kebenaran dan emansipasi dari belenggu kesombongan dan idealisme. Perjalanan ini bukan untuk lemah jantung, bukan juga untuk robot, tetapi untuk pencari kebenaran yang membakar dalam diri sendiri dan tidak dapat dibungkam, tidak perduli berapapun harganya.”
“Itu adalah irony terbesar bahwa para pria dan wanita hidup dan mati diperbudak  tanpa pernah mengintip di bawah permukaan, tanpa mencari kebenaran …”

Jerry menulis di Pendahuluan bukunya: “Saya sungguh menghargai kaum Muslim sedunia. Saya mengasihi kalian dari kedalaman batinku, dan untuk kalianlah buku ini saya tulis. Saya memiliki kabar baik untuk kalian. Kalian tidak harus menghabiskan sisa hidup kalian dengan ketakutan akan Hari Penghakiman seperti yang saya dahulu alami. Mashiah telah menebus dosa-dosa kalian ….”

Jerry mengundang setiap Anda untuk berhubungan dengannya jika kalian memiliki pertanyaan, alamat e-mailnya dapat dilihat pada situ: Jihad to  Jesus.

Ingat, YAHWEH Elohim Abraham, Ishak dan Israel dapat juga mampu merubah hidup Anda. Ia mampu merubah Anda, siapapun Anda, sejahat dan seburuk apapun Anda, menjadi suatu bejana yang indah dan berguna bagi dunia yang gelap dan jahat ini. Apakah Anda bersedia memberikan hati dan pikiran Anda dibentuk oleh YAHWEH?, bawalah hati dan pikiran Anda kedalam tanganNya saat ini juga.

Caranya:

1. Bertobat. Sesali dan akuilah segala dosa-dosa Anda kepadaNya; maka Dia akan memgampuni Anda dan memberikan hati yang baru dan bersih.
2. Jadikan YAHWEH penguasa hidup Anda. Undanglah Roh KudusNya masuk ke kedalam hati Anda; maka Anda akan mengerti jalan-jalan YAHWEH.
3. Bersekutu setiap hari denganNya. Sembayanglah/ berdoalah kepadaNya sebagaimana Anda berbicara dengan teman Anda yang Anda percayai. YAHWEH adalah Elohim (God), tetapi Ia juga ABBA/ BAPA dan Teman bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Dan bacalah Alkitab, seringkali Ia berbicara kepada kita melalui firmanNya yang tertulis.

Tulisan diambil dari:

Jerry Rassamni: “From Jihad to Jesus”, by Rod Thomas and Tim BransonSitus Jihad to  Jesus

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Prophecies of the Third World War and the Second Coming of Yeshua

These two interesting and amazing prophecies were given long ago in Norway.

First prophecy: YESHUA IS COMING SOON (SUDDENLY)

An old woman of 90 from Valdres in Norway had a vision from Elohim in 1968. The evangelist Emanuel Minos had meetings (services) where she lived. He had the opportunity to meet her, and she told him what she had seen. He wrote it down, but thought it to be so unintelligible that he put it in a drawer. Now, almost 30 years later, he understands he has to share the vision with others.

The woman from Valdres was a very alert, reliable, awake and credible Christian, with a good reputation among all who knew her. This is what she saw:

“I saw the time just before the coming of Yeshua and the outbreak of the Third World War. I saw the events with my natural eyes. I saw the world like a kind of a globe and saw Europe, land by land. I saw Scandinavia. I saw Norway. I saw certain things that would take place just before the return of Yeshua, and just before the last calamity happens, a calamity the likes of which we have never before experienced.”

She mentioned four waves:

1. “First before Yeshua comes and before the Third World War breaks out there will be a ‘détente’ like we have never had before. There will be peace between the super powers in the east and the west, and there will be a long peace. (Remember, that this was in 1968 when the cold war was at its highest. E. Minos) In this period of peace there will be disarmament in many countries, also in Norway and we are not prepared when it (the war) comes. The Third World War will begin in a way no one would have anticipated – and from an unexpected place.

2. “A lukewarmness without parallel will take hold of the Christians, a falling away from true, living Christianity. Christians will not be open for penetrating preaching. They will not, like in earlier times, want to hear of sin and grace, law and gospel, repentance and restoration. There will come a substitute instead: prosperity (happiness) Christianity.

“The important thing will be to have success, to be something; to have material things, things that Elohim never promised us in this way. Churches and prayer houses will be emptier and emptier. Instead of the preaching we have been used to for generations -like, to take your cross up and follow Yeshua, – entertainment, art and culture will invade the churches where there should have been gatherings for repentance and revival. This will increase markedly just before the return of Yeshua.”

3. “There will be a moral disintegration that old Norway has never experienced the likes of. People will live together like married without being married. (I do not believe the concept ‘co-habitor’? existed in 1968 – E. Minos.) Much uncleanness before marriage, and much infidelity in marriage will become the natural (the common), and it will be justified from every angle. It will even enter Christian circles and we pet it – even sin against nature. Just before Yeshua return there will be TV- programs like we have never experienced.” (TV had just arrived in Norway in 1968. E. Minos)

“TV will be filled with such horrible violence that it teaches people to murder and destroy each other, and it will be unsafe in our streets. People will copy what they see. There will not be only one ‘station’ on TV, it will be filled with ‘stations.’ (She did not know the word ‘channel’ which we use today. Therefore she called them stations. E. Minos.) TV will be just like the radio where we have many ‘stations,’ and it will be filled with violence. People will use it for entertainment. We will see terrible scenes of murder and destruction one of the other, and this will spread in society. Sex scenes will also be shown on the screen, the most intimate things that takes place in a marriage.” (I protested and said, we have a paragraph that forbids this kind of thing. E. Minos.) There the old woman said: “It will happen, and you will see it. All we have had before will be broken down, and the most indecent things will pass before our eyes.”

4. “People from poor countries will stream to Europe. (In 1968 there was no such thing as immigration. E. Minos.) They will also come to Scandinavia – and Norway. There will be so many of them that people will begin to dislike them and become hard with them. They will be treated like the Jews before the Second World War. Then the full measure of our sins will have been reached.” (I protested at the issue of immigration. I did not understand it at the time. E. Minos.)

The tears streamed from the old woman’s eyes down her cheeks. “I will not see it, but you will. Then suddenly, Yeshua will come and the Third World War breaks out. It will be a short war.” (She saw it in the vision.)

“All that I have seen of war before is only child’s play compared to this one, and it will be ended with a nuclear atom bomb. The air will be so polluted that one cannot draw one’s breath. It will cover several continents, America, Japan, Australia and the wealthy nations. The water will be ruined (contaminated?). We can no longer till the soil. The result will be that only a remnant will remain. The remnant in the wealthy countries will try to flee to the poor countries, but they will be as hard on us as we were on them.”

“I am so glad that I will not see it, but when the time draws near, you must take courage and tell this. I have received it from Elohim, and nothing of it goes against what the Bible tells.”

[This a record of the Gospel about the end time: As he sat on the Mount of Olives, the disciples came to him privately, saying, “Tell us, when will these things be, and what will be the sign of your coming and of the close of the age? (Mat 24:3 ESV). Please read the full capter 24 of the Gospel of Matthew, then you will see the power of God’s Word!]

“The one who has his sin forgiven and has Yeshua as Savior and Lord, is safe.”

Second prophecy: WHEN THE OIL FLOWS

An elder in the Pentecostal Church at Moss, Norway, Martin Andersen, heard the following prophecy in 1937, in Moss:

“When oil comes out of the North Sea and along the Norwegian coast, things will begin to happen, and the return of Yeshua is approaching.”

When these words had been proclaimed, people stood up in the congregation and asked the man to sit down and not speak such nonsense. In 1937 it was indeed nonsense to talk about oil being pumped along the Norwegian coast. Today all the world’s big oil companies are pumping oil along the coast of Norway. Norway is the world’s second greatest exporter of oil – after Saudi Arabia.

The sum of it all is: Yeshua is coming soon (suddenly).

***

Editor’s note: The above account was originally transmitted from Israel to friends in the US. It was sent by a Norwegian Christian worker by the name of Ragna Von Porat. Ragna states in a footnote that it was translated from Danish. She further states that Emanuel Minos, the evangelist mentioned in the account, was her friend’s closest neighbor in Oslo. She says, “I heard him in my young days. My parents knew him.”

Because of my fear of transmitting false prophecy, I have diligently inquired concerning the information in this letter. Publication has been delayed until permission could be secured from Ragna in Israel. In my contact with her, she has assured me that these accounts are true and reliable. In fact, she relates that the first account has already been published in one of Norway’s Christian newspapers.

I have found in my own research that the first account was also published by the Christian Information Service in Germany. The website of Dr. Emanuel Minos is active today and can be accessed for verification. Although the language on this site is Norwegian, the very similar story of the woman and her vision is posted there in English. The above accounts are transmitted just as they were received.

Ragna took it upon herself to verify as much of the above information as she could. In contacting the Embassy of Norway she learned that Norway has now dropped to the world’s third largest oil exporter.

Ragna states, “I certainly have no objection to your going ahead [with publishing]. It must be now-if ever.”

Read  this article in Indonesian language.

Source:  Jesus is coming soon (suddenly) ; http://www.churchisraelforum.com

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Norwegia: Nubuatan Perang Dunia Ketiga & Kedatangan Yeshua

Dua nubuatan yang menarik dan luar biasa ini telah diberikan Elohim lama sekali di Norwegia.

Nubuatan pertama. Yeshua datang segera (tiba-tiba)!

Tulisan ini diterjemahkan dari bahasa Inggris. Telah diterjemahkan sama seperti aslinya tanpa dipotong. Gambar, tulisan dalam kurung siku dan berwarna biru tua dari penterjemah. Perterjemah, PenjalaBaja.

Seorang wanita tua [berusia] 90 dari Valdres di Norwegia telah mendapat sebuah penglihatan dari Elohim di tahun 1968. Penginjil Emanuel Minos telah mengadakan pertemuan-pertemuan (pelayanan-pelayanan) dimana dia [ibu tersebut] tinggal. Dia telah mendapat kesempatan bertemu dengan dia [ibu tersebut], dan wanita ini telah bercerita kepadanya apa yang ia telah lihat. Penginjil ini mencatat itu, tetapi karena ia berpikir penglihatan itu sungguh mustahil untuk dimengerti [diterima oleh otak sehatnya], ia menyimpan tulisan penglihatan itu di dalam sebuah laci. Sekarang, hampir 30 tahun kemudian, dia mengerti bahwa dia harus bagikan itu kepada orang lainnya.

Wanita dari Valdres ini telah dikenal sebagai seorang Kristen yang sangat waspada, dapat diandalkan, terjaga dan dapat dipercaya, memiliki reputasi yang baik di antara semua orang yang mengenalnya. Ini adalah apa yang dilihatnya:

”Saya telah melihat waktu  saat-saat sebelum  datangnya Yeshua dan pecahnya Perang Dunia Ketiga (PD III). Saya melihat kejadian-kejadian tersebut dengan mata jasmani [Inilah yang disebut ”penglihatan” di dalam banyak peristiwa di Alkitab, mereka diperlihatkan oleh YAHWEH peristiwa-peristiwa yang akan datang, terlihat sama seperti seorang melihat sebuah film]. Saya melihat Dunia seperti sebuah bola dunia dan melihat Eropa, negara demi negara. Saya melihat Skandinavia. Saya melihat Norwegia. Saya melihat hal-hal tertentu yang akan terjadi sebelum kembalinya Yeshua, dan  tepat  sebelum bencana terahir terjadi, sebuah bencana seperti bencana yang kita belum pernah alami.”

Ia menyebutkan empat gelombang:

1. ”Pertama sebelum Yeshua datang dan sebelum Perang Dunia III pecah akan ada sebuah ’detente’ [sebuah perkembangan dalam hubungan antara dua negara atau lebih yang sebelumnya tidak bersahabat  satu sama lainyanya pada masa lampau] seperti kita tidak pernah miliki sebelumnya.  Akan ada perdamaian antara  super power-super power  di timur dan barat, dan akan damai yang panjang. (Ingat, bahwa ini adalah tahun 1968 ketika Perang Dingin mencapai puncaknya. E. Minos). Dalam masa periode damai akan ada perlucutan senjata di banyak negara, juga di Norwegia dan kita tidak siap ketika itu (perang) datang. Perang Dunia Ketiga akan mulai dengan cara yang tidak seorangpun dapat menduga – dan dari sebuah tempat yang tidak terduga.”

2. “Sebuah kesuaman yang tidak ada bandingnya akan menguasai orang-orang Kristen, suatu kejatuhan dari kehidupan benar Kekristenan. Orang-orang Kristen tidak akan terbuka untuk kotbah yang keras / tidak menyenangkan teliga. Mereka tidak akan, seperti pada masa-masa yang lebih awal, ingin mendengar kotbah tentang dosa dan anugerah, hukum dan Injil, pertobatan dan pemulihan. Sebagai gantinya akan datang: ajaran Kristen kemakmuran (kebahagiaan).

”Yang penting adalah memiliki sukses, menjadi sesuatu, memiliki hal-hal material, hal-hal yang Elohim tidak pernah berjanji kepada kita dalam cara ini. Gereja-gereja dan rumah-rumah doa akan ada lebih kosong dan lebih kosong. Sebagai ganti dari kotbah kita telah terbiasa untuk turun-temurun – seperti pikul salib-mu dan ikutlah Yeshua, – hiburan, seni dan budaya akan menguasai gereja-gereja di mana seharusnya ada pertemuan pertobatan dan kebangkitan rohani. Ini akan meningkat tajam tepat sebelum kedatangan Yeshua.”

Sekarang kita dapat mengerti mengapa Yeshua mengatakan kalimat  ini: “Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?” (Luk 18:8).

3. ”Akan ada kebejatan moral yang Norwegia lama belum pernah mengalami seperti: orang-orang akan hidup bersama seperti menikah tanpa ada menikah. (Saya tidak percaya konsep ’co-habitor’ [’kumpul kerbo’] ada pada tahun 1968. E. Minos).

Banyak kenajisan sebelum menikah, dan banyak ketidak setiaan di dalam pernikahan akan menjadi hal alami (umum), dan itu akan dibenarkan dari setiap sisi. Itu bahkan akan memasuki kalangan Kristen dan kita sayangi itu – bahkan dosa melawan [hal yang] alamiah [hubungan homosexual?]. Tepat sebelum kedatangan Yeshua akan ada program-program TV seperti kita tidak pernah alami.” (TV baru saja tiba di Norwegia di tahun 1968. E. Minos).

”TV akan ada diisi dengan kekerasan mengerikan yang mengajari orang-orang untuk membunuh dan menghancurkan satu sama lain, dan akan ada ketidak amanan di jalan-jalan kita. Orang-orang akan meniru apa yang mereka lihat. Tidak akan ada hanya satu ’stasiun’ TV, Itu akan ada diisi dengan banyak ’stasiun.’ (Wanita ini tidak tahu kata ’channel/ saluran’ yang kita gunakan hari ini. Karenanya ia memanggil mereka ’stasiun-stasiun. E. Minos). TV akan ada tepat seperti Radio, dimana kita memiliki banyak ’stasiun,’ dan akan diisi dengan kejahatan. Orang-orang akan pakai itu untuk hiburan. Kita akan melihat adegan-adegan mengerikan   dari pembunuhan dan penghancuran satu sama lain, dan ini akan menyebar di masyarakat. Adegan-adegan sex akan ada juga ditunjukan pada layar, hal-hal yang paling intim yang terjadi di dalam sebuah pernikahan.” (Saya telah protes dan berkata, kita memiliki sebuah paragraf yang melarang semacam ini. E. Minos).

Perempuan tua ini berkata: “Itu akan terjadi, dan kamu akan melihatnya. Semua yang telah kita miliki [nilai-nilai moral yang luhur dan agung] akan ada hancur, dan hal-hal yang paling tidak senonoh akan lewat di depan mata kita.”

4. Orang-orang dari negara-negara miskin akan mengalir ke Eropa. (Dalam 1968 tidak ada hal seperti immigrasi. E. Minos).  Mereka akan juga datang ke Skandinavia – dan Norwegia. Akan ada begitu banyaknya mereka sehingga orang-orang [Eropa dan Skandinavia] akan mulai tidak suka mereka dan menjadi keras terhadap mereka. Mereka akan diperlakukan seperti Yahudi-yahudi sebelum Perang Dunia Kedua. Kemudian ukuran penuh dosa-dosa kita akan ada terjangkau (Saya telah protes pada soal immigrasi. Saya tidak mengerti hal tersebut pada saat itu. E. Minos).

Air-air mata mengalir dari kedua mata ibu tua ini ke pipi-pipinya. ”Saya tidak akan melihat itu, tetapi kamu akan. Namun tiba-tiba, Yeshua akan datang dan Perang Dunia Ketiga pecah. Itu akan ada sebuah perang yang singkat.” (Ibu ini melihat itu di dalam penglihatan).

”Semua perang yang saya pernah lihat sebelumnya adalah hanya permainan anak kecil dibandingan dengan [perang] satu ini, dan akan diakhiri dengan sebuah bom atom nuklir. Udara akan ada begitu polusinya sehingga seorangpun dapat menarik satu nafas. Itu akan menutupi beberapa benua, Amerika, Jepang, Australia dan negara-negara kaya. Air akan rusak (terkontaminasi?). Kita tidak dapat lagi mengolah tanah. Hasilnya adalah  hanya orang yang tersisa akan tersisa. Orang yang tersisa dari negara-negara kaya akan mencoba lari ke negara-negara miskin, tetapi mereka akan ada sekeras pada kita sebagaimana kita telah keras terhadap mereka.”

”Saya bersuka cita bahwa saya tidak akan melihat itu, tetapi ketika waktunya mendekat, kamu harus berani dan menceritakan ini. Saya telah terima ini dari Elohim, dan tidak ada dari [penglihatan] itu bertentangan dari apa yang Alkitab katakan.”

Orang yang dosanya telah diampuni dan memiliki Yeshua sebagai Juruselamat dan Adonainya, ada selamat/ aman.

Ayat-ayat Alkitab yang bernubuat tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di akhir jaman bisa dibaca di Injil Matius pasal 24.

Nubuatan kedua. KETIKA MINYAK MENGALIR

Seorang penatua di Gereja Pentakosta di Moss, Norwegia, Martin Anderson, telah mendengar nubuat berikut ini di tahun 1937, di Moss:

“Ketika minyak mengalir keluar dari Lautan Utara dan juga pantai Norwegia, hal-hal akan mulai terjadi, dan kembalinya Yeshua adalah tidak lama lagi atau mendekat.”

Ketika kata-kata ini diproklamasikan, orang-orang berdiri di dalam pertemuan jemaat tersebut dan meminta pria itu duduk dan tidak bicara hal yang tidak masuk akal. Pada tahun 1937 itu sungguh tidak masuk akal bebicara tentang minyak ada dipompa sepanjang pantai Norwegia. Hari ini semua perusahaan-perusahaan minyak besar dunia memompa minyak sepanjang pantai Norwegia. Norwegia adalah pengekport minyak kedua terbesar – setelah Arab Saudi. [Sekarang menduduki posisi ketiga terbesar, sesuai laporan dari Kedutaan Norwegia]

Kesimpulan dari semua di atas adalah: Yeshua akan datang segera (tiba-tiba).

Catatan [English article] Editor: Berita ini aslinya dikirim dari Israel ke teman di Amerika Serikat. Dikirim oleh seorang pekerja Kristen Norwegia bernama Von Porat Ragna. Ragna menyatakakan pada catatan kaki bahwa itu diterjemahkan dari Denmark. Dia [wanita ini, Ragna] menyatakan lebih lanjut bahwa Emanuel Minos, Penginjil yang disebutkan dalam cerita ini adalah tetangga terdekat temannya di Oslo. Ragna berkata., ”Saya telah mendengar dia [penginjil ini] saat saya masih muda. Kedua orang tua saya telah tahu dia [Emanuel Minos].”

Karena ketakutan saya untuk tidak menyebarkan nubuatan yang palsu, saya rajin bertanya  tentang informasi di dalam surat ini. Publikasi telah ditunda  sampai izin bisa dijamin dari Ragna di Israel. Dalam kontak saya dengan dia, dia telah menyakinkan saya bahwa cerita tersebut adalah benar dan dapat diandalkan. Bahkan, dia [Ragna] menceritakan bahwa cerita pertama telah diterbitkan di salah satu koran Kristen Norwegia.

Saya telah temukan di dalam penyelidikan sendiri bahwa cerita pertama telah juga diterbitkan oleh the Chritian Information Service in Germany. Situs Dr. Emanuel Minos aktif hari ini dan dapat diakses untuk verifikasi. Merkipun bahasa di stuus ini adalah Norwegia, kisah yang sangat mirip dari perempuan dan penglihatannya di dalam Inggrinya. Cerita di ats disebarkan tepat seperti sebagaimana mereka telah diterima.

Ragna telah mengambil itu keatas dirinya sendiri untuk memverifikasi sebanyak mungkin infomasi di atas yang dia bisa. Ia telah menghubungi Kedutaan Besar Norwegia, dan ia tahu bahwa kini Norwegia telah turun menjadi ekportir minyak ketiga terbesar di dunia.

Baca artikel ini dalam bahasa Inggrisnya

Sumber artikel: Jesus is coming soon (suddenly)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja