Vietnam: Penganiayaan dan pemenjaraaan orang Kristen terus berlanjut

“Kekristenan masuk ke Vietnam pertama kali tahun 1912,  namun ketika Komunis merebut selatan Vietnam pada tahun 1975, Komunis menutup gereja-gereja dan memasukkan para pendeta ke penjara. Bahkan 10 tahun berikutnya kondisi Kekristenan semakin bertambah parah, hampir membuat kepercayaan Kristen ini mati di Vietnam,” cerita seorang penginjil Vietnam

Nguyen Thanh Nhan, seorang penginjil muda berkata: ”Kami sering kali dipukulin oleh pemirintah sampai koma.  Kami megerti kenapa kami ditangkap dan dianiaya: ”Sebab kami Kristen.” Pemuda ini sekarang lumpuh oleh karena aniaya tersebut.

Guru Sekolah Minggu, Le Thi Hong Lieon (21 tahun), dipukuli oleh polisi Komunis sampai otaknya rusak: tidak dapat lagi mengenali kedua orang tuanya. Dan sampai saat laporan ini dibuat, ia masih di dalam penjara.

Karena penderitaan gadis ini, ayahnya akhirnya menulis surat:

Kota Ho Chi Minh, 14 Desember 2004
Nama saya adalah Le Quang Du. Saya lahir di tahun 1958. Kami adalah sebuah keluarga Kristen yang berjumlah lima orang anggota Gereja Mennonite Vietnam.  Le Quang Banh anak kami yang terkecili, laki-laki megalami gangguan jiwa dan …
Dua polisi perempuan datang kepada saya dan mengatakan bahwa anak perempuan saya pikirannya sudah benar-benar rusak dan terus-menerus kencing dan buang air besar. Karena hal ini, mereka memukul dia sangat kasar … bahkan lebih lagi. Saat mereka menarik anak perempuan saya kembali masuk ke penjara, saya mengawasi kaki-kakinya lenyap dan saya dapat  menangis  dengan hati yang hancur untuk puteri saya.
Ditengah kesedihan yang dalam bapa ini berdoa kiranya Elohim mengampuni polisi tersebut.

Pham Thi Phuong Trang, suaminya dipenjara, dia sungguh terkejut dengan apa yang ia alami sampai-sampai ia tidak dapat lagi menghasilkan ASI untuk bayinya yang baru berusia satu bulan saat itu. Ditengah kesulitan ini ibu ini teringat akan nama anaknya Setia, YAHWEH mengingatkan kami untuk setia. Di manapun kami berada, dan kondisi apapun Dia akan memberi kami kekuatan dan menolong kami untuk maju terus.

Li Thi Phu Dung, isteri dari Pendeta Quang, yang suaminya dipenjara karena memberitakan Injil bercerita: Suaminya dimasukkan kepenjara  satu sel dengan 40 narapidana yang mayoritas adalah kecanduan Narkoba. Ketika isterinya berkunjung ke penjara, suaminya ini sangat lemah sebab setiap kali ia mendapat makanan dari isterinya ia membagi-bagikan itu kepada rekan penjaranya. Perbuatan dan kesaksiannya menghasilkan banyak narapidana percaya kepada Yeshua dan memberi diri mereka dibaptis. Melihat gejala yang ’tidak baik’ ini polisi memindahkan pastor ini kepenjar lain, dan pastor ini melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Suati hari pastor ini menghibur isterinya: ”Jangan kuatir  tentang saya, ada di penjara untuk Elohim hanyalah masalah kecil.” Suaminya berdoa banyak sekali untuk gereja-gereja di Vietnam agar mereka menjadi berani dan kuat.

Ibu ini bercerita, ”Mengapa polisi menangkap ayah, ia tidak melakukan kejahatan, atau membunuh orang lain atau mencuri sesuatu?,” tanya kedua anaknya. ”Kami berdoa supaya kami cepat bertumbuh agar kami bisa mengambil tempat ayah dan melayani Elohim,” kedua anak kecil ini berkata kepada ibunya.

Dapatkah pemerintah Komunis Vietnam dengan tangan besinya mematikan iman-iman orang Kristen? Lihat laporan di bawah ini,  seorang penginjil Vietnam bercerita:

”Jemaat yang tersisa berkumpul secara rahasia mencari wajah YAHWEH berpuasa dan berdoa untuk kondisi Gereja yang ada saat itu. Akibatnya akhir 1980 bangkilah gerakan ”Gereja Rumah” dan bertumbuh sangat cepat.”

Pemerintah Komunis mengeluarkan peraturan “pertemuan Kristen di-rumah-rumah adalah illegal”, dan memulai menyerang rumah-rumah orang Kristen. Ajaib semakin mereka di aniaya semakin cepat mereka berkembang. Seorang penginjil berkata ketika mereka harus pindah ke tempat yang baru, di tempat yang baru mereka membawa jiwa-jiwa baru kepada Yeshua!

Tahun 2004, pemerintah Komunis hanya mengijinkan hanya gereja yang ’terdaftar’ di pemerintah saja.

Para pemimpin gereja Evangelis terus berusaha meminta pemerintah mengijinkan mereka beribadah dengan bebas, sepeti Musa berseru kepada Firaun: ”Biarkan umatku pergi, sehingga mereka bisa menyembah YAHWEH.”

“Kami memerlukan kalian, teruslah berdoa untuk kami di sini. Kami ingin ada rivival di gereja-gereja. Kami rindu kebangkitan besar di antara orang-orang di sini, mereka boleh mengetahui Injil dan Yeshua.” Orang Kristen Vietnam memohon kepada semua orang Kristen di seluruh dunia.

Sumber: Kristen di Negara Komunis Vietnam

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

2 Komentar

  1. Salam kenal Lidahcerita.wordpress.com
    Silahkan saja, Anda boleh melink bahkan mengopi artikel yang Anda suka pada Penjalabaja ini.
    Yeshua memberkati pelayanan Anda!
    Penjalabaja

  2. Salam kenal, saya newbie penulis blog tentang kehidupan

    numpang link nya ya

    http://lidahcerita.wordpress.com/


Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s