Penglihatan: Waktu Sedang Terburu Habis!!

Inilah kesaksian singkat Oleh Victoria Nehale. English version.

Saya dilahirkan dan dibesarkan dan tinggal di Namibia dan menyerahkan hidupku bagi Yeshua pada 6 February, 2005. Yahweh Yeshua Ha Mashiah telah menyatakan banyak hal dalam spiritual kehidupanku termasuk beberapa perjalanan ke Neraka. Yahweh memberi petunjuk agar membagikan pengalaman ini dengan orang lain; Dia juga memperingatkan saya untuk tidak menambahkan atau mengurangi dari apa yang Yahweh Yeshua Kristus telah tunjukan atau katakan. Saat saya menulis buku ini, akhir tahun 2006, saya telah dikunjungi 33 kali oleh Yahweh Yeshua Kristus. Setiap kunjungan, Yahweh mengatakan sebelum pergi bahwa: WAKTU SEDANG TERBURU HABIS (THE TIME IS FAST RUNNING OUT).

Perjalanan pertama ke Neraka
Pada akhir pekan 23 Juli 2005, Saya menumpang taksi selama 30 menit dari kota Ondangwa dimana saya tinggal dan bekerja, ke kampungku, ber-akhir pekan bersama orang tuaku. Pada perjalanan pulang, Saya rasakan sesuatu yang Luarbiasa akan terjadi malam itu.Saya tiba di rumah sekitar jam 18H00 saat makan malam disiapkan. Saya berada di dapur dengan semua keluarga, berbaring di lantai beralaskan selimut tua, sementara keponakan dan kemenakan kecilku menyanyikan lagu-lagu sekolah minggu mereka. Tiba-tiba urapan yang luar biasa turun padaku, tubuhku menjadi sangat lemah, dan saya pingsan dalam Kuasa Elohim. Saya melihat seorang lelaki, memakai sebuah jubah putih panjang dan ikat pinggang berwarna sama, berjalan ke-arah dimana saya berbaring. Cahaya yang luar biasa mengelilingi-Nya seolah-olah bersinar dari-Nya. Dia memakai sandal coklat; Wajah-Nya seperti orang timur tengah, dan kulitnya indah.Wajah-Nya sangat ramah dan penuh kemuliaan tetapi saya tak dapat melihat mata-Nya. Saat Dia berbicara, Suara-Nya sangat lembut, ramah dan penuh kasih, namun berkuasa; gelombang-gelombang kasih keluar dari rupa-Nya.

Dia mengulurkan tangan-Nya dan mengangkatku. Tiba-tiba saya berada dalam tubuh yang indah, tubuh transformasiku; saya terlihat seperti umur saya pada saat delapan belas tahun. Saya memakai jubah putih dan ikat pinggang putih. Walaupun jubahku putih, namun bahannya berbeda dari lelaki yang berjubah putih tersebut. Jubah-Nya ber-sutera indah yang tak dapat di- gambarkan.

Dia berkata, suara-Nya lemah lembut dan penuh kasih: “Victoria, AKu-mau engkau ikut Aku; Akan Aku tunjukan kepada kamu hal-hal yang menakutkan, Aku akan membawah  kamu ke tempat di mana engkau tak pernah berada sebelumnya dalam sepanjang hidupmu.” Dia memegang tangan kananku dan kamipun pergi. Seolah-olah kami berjalan di udara dan terus naik. Dalam perjalanan, saya letih dan berkata pada-Nya bahwa saya tak dapat lanjutkan perjalanan dan memohon agar membawaku kembali. Namun, dengan lembut Dia memandangku dan berkata,“Engkau tidak letih–engkau baik-baik saja. Jika kamu letih Aku akan menggendong-mu, namun saat ini engkau baik. Damai menyertaimu. Mari kita pergi.”

Tempat dimana kami tiba sangat kering, lebih buruk dari padang kering yang diketahui manusia, tak ada tanda kehidupan sedikitpun. Tak ada pepohonan atau rumput atau suatu tanda-tanda kehidupan. Sungguh tempat yang sangat tertekan.

Kami tiba di gerbang, Dia menoleh padaku dan berkata: “Victoria,  kita akan masuk melalui gerbang ini, dan hal yang kamu akan saksikan akan sangat menakutkan dan tidak menyenangkan kamu – namun kuatkan percayamu kemanapun Aku membawa kamu, sebab kamu dalam perlindungan yang baik.  Hanya bukalah matamu dan perhatikanlah segala sesuatu yang Aku tunjukan kepadamu.” Saya terkejut dan menangis. Saya mem-protes dan memohon agar Ia membawaku kembali. Saya berkata bahwa saya tak suka pergi kesana sebab saya dapat melihat ke dalam melalui gerbang. Dia memandangku dan berkata, “Damai menyertaimu; Aku menyertai-mu. Kami harus masuk, sebab waktu terburu habis.”

Kami masuk melalui gerbang. Saya tak dapat menggambarkan pada kalian kengerian tempat itu. Saya yakin tak ada tempat di seluruh jagat raya ini seburuk itu. Tempat itu sangat besar dan aku rasakan seperti melebar terus menerus. Tempat itu sangat gelap pekat dan kepanasannya tak dapat diukur: panasnya melebihi panas api. Saya tak dapat melihat lidah-lidah api atau pusat kepanasan itu tetapi sungguh sangat PANAS. Tempat itu dipenuhi dengan serangga berbagai ukuran dan warna- hijau, hitam, dan abu-abu. Segala jenis serangga ada disana. Ditambah cacing pendek, tebal, hitam dimana-mana, memanjat dimana-mana pada segala sesuatu. Cacing-cacing itu mulai memanjati kami dan serangga-serangga itu mulai mengerumuni kami. Tempat itu dipenuhi benda-benda menjijikan; tak ada kata-kata yang pantas bagi segala sesuatu yang ada disana. Aromanya seperti daging busuk tetapi seratus kali lebih buruk dari daging busuk yang pernah saya cium baunya dalam seumur hidupku. Tempat itu dipenuhi dengan keluhan tangisan dan kertakan gigi, bersamaan dengan iblis-iblis dan kekejian tertawanya.

Hal terburuk di tempat ini ialah dipenuhi manusia. Tak terhitung banyaknya orang. ber-bentuk tengkorak. Dapat ku-pastikan bahwa tengkorak-tengkorak ini adalah manusia sebab ku-kenal beberapa sanak saudara-ku dan orang-orang desaku. Tulang mereka abu-abu gelap dan sangat kering. Mereka memiliki gigi-gigi tajam panjang seperti binatang liar. Ber-Mulut besar dan lebar dan lidah mereka panjang dan merah menyala. Tangan dan kaki mereka panjang, jari-jari kaki kurus dan jari tangan panjang, kuku-kuku tajam. Beberapa dari mereka memiliki ekor dan tanduk.

Ada iblis-iblis yang bergabung dengan mereka: iblis-iblis yang rupanya seperti buaya dan berjalan dengan empat kaki. Mereka terlihat senang dengan lingkungannya dan terus menerus mengganggu dan menekan manusia. Suara yang dikeluarkan iblis-iblis ini seperti suara perayaan, sebagaimana mereka terlihat gembira dan bebas; mereka bahkan selalu berdansa dan melompat. Manusia, disisi lain, terlihat sangat tertekan dan depresi; tak ada pertolongan dan pengharapan. Suara-suara manusia ini disebabkan oleh penderitaan yang sangat; mereka menangis, menjerit dan menggertakkan giginya, mereka sungguh dalam situasi yang putus asa oleh penderitaan yang tak terbandingkan.

Orang-orang di tempat ini sangat tak terhitung tetapi dapat kulihat bahwa mayoritas perempuan. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok berbeda. Bahkan jika mereka dalam kelompok, sangat sulit untuk mengetahui jumlah mereka sebab kelompok-kelompok mereka sangat besar.

Aku dibimbing kearah-kelompok timur. Dia memandangku dan berkata: “Victoria, kelompok ini ialah orang yang tidak mengampuni orang lain. berkali-kali Aku berkata dalam banyak cara agar mengampuni yang lain namun mereka menolak-Ku; Aku telah mengampuni dosa-dosa mereka namun mereka menolak untuk mengampuni sesama mereka. Saat waktu telah berakhir mereka temukan diri mereka sendiri di sini. selamanya; mereka memakan buah pekerjaan mereka selama-lamanya. Bagaimanapun juga, hal ini sangat menyakiti-Ku melihat mereka di tempat dan situasi keji ini – sebab Aku mengasihi mereka.”

Kemudian aku di pimpin ke kelompok lain, Pria ini mengatakan padaku bahwa kelompok berikut ini adalah mereka yang memiliki kesalahan-kesalahan. Ada tiga kategori berbeda dalam kelompok itu.

Kategori pertama adalah orang-orang yang menahan hutang itu: mereka dapat membayar kewajibannya namun mereka menunda dan mengulur-ulur tanpa alasan. Mereka berjanji bahwa mereka akan membayarnya besok, minggu depan, tahun depan, hingga waktunya habis bagi mereka. Sekarang mereka menemukan dirinya mereka sendiri di tempat ini. Di sinilah mereka berada selamanya; mereka memakan buah pekerjaan mereka.

Kategori kedua ialah mereka yang mempunyai kesalahan yang dapat dibayar kembali dan mereka-pun mau bersedia membayar kesalahan mereka, tetapi mereka takut akan konsekuensinya sebab, mungkin, jika mereka mengatakan yang sebenarnya mereka akan menderita ditolak atau dijebloskan ke penjara atau apa yang mereka telah perbuat  akan disebarkan keseluruh dunia dan mereka akan dipermalukan. Lelaki ini berkata: “Tak ada seorangpun dari mereka yang datang pada-Ku untuk meminta petunjuk. Jika mereka melakukannya, Aku akan menunjukan jalan keluar yang mudah bagi mereka. Mereka menggunakan hikmat dan akal mereka yang tak menolong.Waktu mereka habis dan mereka menemukan dirinya ditempat ini untuk selamanya. Mereka memakan buah pekerjaannya.”

Lalu Ia berkata: ”Kategori ketiga ialah telah memiliki kesalahan yang tak bisa dibayar, namun, sekali lagi, tak seorang dari mereka datang pada-Ku, berkata bahwa mereka telah mempunyai kesalahan-kesalahan yang mereka tidak  mampu membayarnya. Seaindainya jika mereka datang, pastilah Aku akan menebus kesalahan-kesalahan mereka. Merekapun juga telah mencoba memakai akal dan hikmat mereka sendiri, yang bagaimanapun tidak menolong mereka. Sekarang mereka temukan dirinya disini selamanya. Mereka memakan buah pekerjaannya.Hati-Ku pilu bagi semua orang-orang ini sebab Aku sangat mengasihi mereka.”

Pada kelompok pertama, saya melihat dua keluarga dekatku, juga yang berumur dua belas tahun, juga sanak-saudaraku. Saya tahu dia berumur dua belas tahun sebab pada umur itulah dia meninggal. Pada kelompok kedua saya juga melihat keluargaku yang lain dan seorang Pastor/pendeta, yang kukenal sangat dekat. Jakes, pasanganku yang membunuh dirinya sebab saya memberikan hidupku bagi Mashiah, juga berada dalam kelompok kedua. Juga kulihat beberapa tetanggaku pada kedua kelompok ini.

Aku mengenali orang-orang ini sebelum kematiannya; merekapun mengenalku. Keluarga dekat ku sangat marah saat melihatku dan meneriakkan kata-kata keji padaku; mereka menggunakan kata-kata kasar seolah-olah mengutuk-ku. Salah seorang dari mereka mengatakan bahwa saya tak layak mengikuti Lelaki yang bersama dengan-ku; mereka mengatakan hal-hal yang pernah kulakukan sebelum memberi hidupku bagi Kristus. Mereka tak berdusta; hal-hal yang dituduhkan mereka adalah benar. Jakes bahkan berkata bahwa saya miliknya dan harus pergi ketempat dia berada sekarang sebab dosa saya sama sepertinya. Awalnya Pastor/ Pendeta itu terlihat senang melihatku dan dia berkata bahwa baik sekali perbuatanku datang ketempat itu tetapi segera kelakuannya berubah saat mengetahui siapa yang menemaniku lalu dia bergabung dengan mereka dan melontarkan kutukan yang sangat kasar. Lelaki yang bersamaku mengatakan untuk menghiraukan mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

Saya takut dan sangat sedih; tubuhku bergetar dan tak dapat berdiri. Saya menangis tak terkendali. Lelaki ini berpaling kepada saya, memberi pelukanan , dan berkata: “Damai menyertaimu, Victoria.” Kekuatanku pulih dan kurasa aman dalam pelukan-Nya. Dia berkata kami harus pergi dari tempat itu dan kembali. Dia memandangku dan berkata: Victoria, telah Aku tunjukan padamu. Sekarang kau harus pilih pada kelompok mana kau mau berada; pilihan ada dalam tangan-mu. Kau harus katakan pada orang-orang apa yang kau lihat dan alami namun jangan menambakan atau mengurangi sesuatupun.”

Saya teringat kami tinggalkan tempat keji itu bersamaan tetapi tidak kuketahui dimana saya meninggalkan-Nya sebab Dia tak nampak lagi: saat mataku terbuka saya telah kembali pada tubuh jasmaniku, terbaring di RS Oshakati. Ada cairan di lengan kiriku, dan saya lihat ibuku serta tetanggaku yang lainnya dari desa pada sudut kamar, darimana mereka memandang saya dengan penuh ketakjuban. Dapat kulihat bekas tangisan pada wajah ibuku. Saya bertanya pada salah satu suster jika dia tahu apa yang telah terjadi denganku namun dia hanya berkelakar dan berkata: “Kau dikirim kembali; mungkin karena engkau melakukan sesuatu yang salah dan perlu pertobatan.” Suster itu mencoba berbicara dengan santai tentang kondisiku namun dapat kulihat bahwa dia takut mendekatiku. Saya berkata padanya untuk memanggil dokter bagi-ku.

Saat tiba, dokter katakan bahwa dia tak tahu apa penyebabnya. inisialnya, dia berpikir bahwa saya sakit malaria namun hasil pemeriksaan malaria negatif. Dia mengatakan bahwa suhu badan, urat nadi dan peredaran darahku sangat mengancam rendah namun dia tak mendapatkan penyebab semuanya itu. Dia katakan bahwa tak ada yang dapat dilakukan untukku; dia tak bisa mengaku bahwa saya sebenarnya tidak sakit. Cairan yang digunakan sebelumnya tak bekerja namun setelah saya membuka mataku, cairan itupun mulai bekerja. Dia merekomendasikan agar suster memberikan cairan kedua agar saya memiliki cukup tenaga untuk pulang.

Saya ketakutan pada apa yang telah saya lihat dan menangis. Bau tempat menjijikan itu terus menjadi nyata seolah-olah saya masih berada disana. Pemandangan tempat tersebut muncul setiap waktu. Saya tak dapat tidur dan seluruh tubuhku kesakitan. Kurasakan seolah-olah seluruh sendi-sendiku terlepas, dan diatur kembali. Oh, Saya tak berdaya. Diare dan sakit kepala muncul dalam seminggu.

Pikiranku telah mantap, tak akan saya ceritakan peristiwa ini pada siapapun, siapakah yang akan mempercayaiku? Apa yang akan mereka pikir? Saya terus berkata pada diriku bahwa tak akan menghubungkan pengalaman ini dengan siapapun. Salah satu mentor menelepon-ku tiga hari berikutnya memastikan kesehatanku sebab saya telah megirim SMS dan memintah dia berdoa bagiku. Sebelum saya menyadari bahwa saya telah menceritakan peristiwa ini padanya. Saat sadar apa yang saya sedang perbuat sebenarnya saya telah menceritakan kepadnya hampir seluruh peristiwa itu. Saya ingin menendang diriku. Saya menangis sebab telah melakukan kesalahan besar dalam hidupku. Sekarang terlambat, tak mungkin saya dapat menyembunyikan lagi. Sekarang saya tahu bahwa jika Elohim ingin sesuatu disampaikan, hal itu akan terjadi. Dia-lah Elohim, atas segalanya.

Pada 19 Agustus, saya terbangun, merasakan urapan dalam tubuhku. Saya lemah dan bergetar, sementara gelombang listrik menjalar diseluruh tubuhku. Pada malam saya melihat cahaya terang masuk ke-kamarku dan dalam terang itu kulihat Lelaki yang sama. Kali ini Dia duduk pada kursi di samping tempat tidurku. tak kutahu darimana datangnya kursi tersebut namun berada disana pada saat Dia hendak duduk. Kursi itu indah terbuat dari emas murni; bentuk kursi indah, dan sandarannya. Pada setiap kaki ada bintang perak yang diukir dalam emas; bintang yang sama juga pada pusat sandarannya. Dan roda-roda bulat pada setiap kaki kursi.

Setelah menyalamiku, Dia katakan bahwa Dia tahu saya mempunyai banyak pertanyaan tentang identitas-Nya dan Dia hendak menyatakan diri padaku dan jelaskan hal-hal khusus yang kualami.Dia berkata: “Aku-lah Yeshua Ha Mashiah , Juruselamat-mu. Jika ada kebimbangan padamu, lihatlah pada tangan-Ku. Tempat dimana kita telah pergi ialah neraka.” Ketika kulihat tangan-Nya, saya melihat bekas luka-luka dimana paku-paku menembus-nya.

Sahabat, saya ingin menceritakan kepada kamu bahwa Neraka itu bukan ilusi siapapun tetapi tempat nyata dan men-jijikkan. Bukan bagi manusia tetapi bagi Setan dan roh-roh jahatnya. Tempat kita sebenarnya ialah Surga bersama Yeshua tetapi kita harus memilih Yeshua sebelum terlambat. Hari ini, jikalau engkau mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hati-mu; terimah Yeshua sebagai Juruselamat pribadimu dan hiduplah bagi-Nya. Neraka tempat yang keji: penuh ketakutan dan kesedihan; siksaan, tangisan kekal dan kertakan gigi. Setan mau membawa sebanyak mungkin. Jangan-lah bekerja sama dengannya; bekerja-samalah dengan Yeshua dan engkau akan hidup dan tak mati.

Saya tak mengerti mengapa Yahweh memberiku pilihan diantara dua kelompok di neraka saat saya telah dilahirkan kembali. Saya telah menerimah Dia kedalam hidup-ku dan Dia masih mengatakan padaku untuk memilih entah saya ingin pergi ke neraka atau tidak. Saya tak mengerti. Saya mulai berdoa dan memohon Elohim memberiku petunjuk akan apa yang Dia maksudkan dan apa yang Dia inginkan saya lakukan. Yahweh menunjukan padaku bahwa saya menahan pengampunan dan luka mendalam di hati terhadap salah seorang saudari-ku, juga sepupu-ku. Saya memohon pada Yahweh mengampuni roh tidak-mengampuniku Saya juga memohon saudariku agar mengampuniku atas marah dan kepahitan dalam hatiku terhadapnya. Yahweh memberi ku petunjuk agar pergi dan memohon pengampunan dari sepupuku.

Yahweh juga mengingatkan-ku saat melamar sebagai pengajar dengan diploma palsu/ tak murni dan Dia menganggap itu sebagai kesalahan dan pencurian. Saya berkeras hati bahwa saya telah melakukan apa yang perlu saya lakukan dan memohon Yahweh agar menolongku melalui persoalan ini dan menunjukan jalan keluar sebab hal ini adalah kriminal serius yang dapat membawaku ke penjara. Yahweh memberi petunjuk untuk pergi ke Departemen pendidikan dan mengakui apa yang telah kulakukan. Saya siap masuk penjara jika ini tak dapat dihindari. Saya mengalami pertolongan Yahweh yang besar. Kepala Departemen pendidikan mengatakan bahwa saya haruslah memutuskan apa yang hendak saya dilakukan: membayar kembali gaji yang telah saya terima melalui pemerintah atau tidak. Mereka janji tak akan membuat tuntutan terhadap-ku sebab mereka tertegun oleh pengakuan-ku. Elohim kita Elohim yang setia yang menghormati Firman-Nya.

Jika Anda dalam situasi yang sama seperti saya ini, saya ingin mendorong Anda melakukan apa yang benar, tidak perduli apapun akibat-akibatnya.
Mungkin akan dijebloskan di penjara dunia yang sementara. Tak ada kesakitan atau malu yang sebanding dengan perpisahan kekal dari Elohim.
Neraka bukan tempat indah: lebih baik membiarkan Elohim mengadili-mu sekarang sebelum itu terlambat. Kita harus takut akan pengadilan Elohim selama dalam masa Anugerah ini: kita harus mengijinkan Yahweh menilik apa yang salah dalam hidup kita selama masih ada waktu untuk memperbaiki bersama Dia, sebab tidak ada pengampunan dibalik kuburan.

Kunjungan ke-2 ke Neraka
Pada 18 Oktober 2005 Saya terbangun pada pukul 5:30 pagi, tetapi saya tak dapat pergi bekerja. Saya merasa lemah dan sempoyongan; saya tak bisa bergerak atau berbalik badan di tempat tidurku, kehadiran Yahweh sangat-lah kuat dalam ruangan itu. Saya bergetar dan merasakan aliran listrik diseluruh tubuhku. Yahweh datang membawa saya tepat sebelum pukul 08:00 sebab saat terakhir saya melihat jam tanganku itu pukul 07:48, dan Dia tiba saat segera setelah itu. Dia menyalamiku dan berkata kita harus pergi lagi sebab waktunya terburu habis. Saya berdiri dan mulai berjalan. Cara kami berjalan saat ini berbeda dari saat yang lain; walaupun kaki kami bergerak, kami seperti terapung daripada berjalan. Sementara dalam perjalanan, Yeshua berkata bahwa semua dosa adalah buruk dan tak ada dosa kecil atau dosa besar. Semua dosa membawa pada kematian, tak peduli besar atau kecil. Yahweh mengatakan padaku bahwa kami akan mengunjungi neraka lagi lalu bertanya jikalau saya ketakutan. Saya menjawab bahwa saya takut.

Dia berkata, Roh ketakutan bukan dari Bapa-Ku atau Dari-Ku, namun dari Iblis. Ketakutan akan menyebabkan kamu melakukan hal-hal yang mengirim kamu kedalam  Neraka.” [2Timotius 1:7; Amsal 29:25]

Tanpat Iman tidak mungkin berkenan pada Elohim dan ketakutan berlawanan dengan Iman. Sangat jelas bahwa ketakutan tidak berkenan pada Elohim sebab itu merusakkan iman manusia. Selama kami dalam perjalanan, kami berjalan bersama tetapi saat kami tiba di gerbang neraka, Dia memegang tanganku dan menggenggamnya setiap detik kami di Neraka. Saya sangat bersukacita bahwa Yahweh memegang tangan-ku sebab kepalan tangan-Nya menghalau segala ketakutan dari padaku.Tempat itu masih sama: tak ada perbedaan dari awal. Ada serangga, cacing, sangat panas, bau, tengkorak, jeritan: segala sesuatu sama seperti pada awal kunjungan. Kami masuk gerbang kotor itu dan Yahweh membawaku pada kelompok yang satu. Banyak orang yang kukenal selama mereka hidup di bumi. Orang-orang malang berada dalam kesengsaraan; mereka terlihat putus asa dan menderita tetapi yang terburuk dari semuanya ialah  raut putus harapan pada wajah-wajah mereka.

Yahweh tunjukan seorang wanita setengah usia yang kukenal sebelum mati. Dia mengalami kecekaan mobil di awal tahun 2005. Saya terkejut melihatnya di Neraka sebab kami mengenalnya sebagai seorang yang takut akan Elohim dan mencintai Elohim. Yahweh katakan bahwa wanita ini mengasihi Dia dan Dia pun mengasihi wanita ini. Wanita ini telah melayani Dia saat di bumi; telah membimbing banyak orang pada Yahweh dan mengetahui Firman Yahweh dengan baik. Ia baik pada yang miskin dan yang membutuhkan; memberi dan menolong mereka dalam banyak hal. Wanita ini hamba Yahweh yang baik hampir disemua hal.

Perkataan itu sangat mengejutkanku dan saya bertanya kepada-Nya mengapa Dia membiarkan seseorang yang melayani-Nya sangat baik dapat berakhir dalam Neraka. Yahweh memandangku dan berkata bahwa wanita ini telah percaya tipuan si-jahat. Walaupun wanita ini tahu benar Firman Yahweh dengan baik, dia percaya tipuan Setan bahwa ada “dosa besar” dan “dosa kecil.” Dia berpikir bahwa “dosa kecil” tidak akan membawanya ke neraka sebab, bagaimanapun juga, dia adalah orang kristen. [Aku berkata kepadamu: … Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. Matius 5:34-37]

Yahweh melanjutkan, “Aku pergi menemui-nya beulang-kali dan mengatakan untuk berhenti melakukan apa yang dibuatnya namun banyak kali dia ber-alasan bahwa apa yang dilakukan-nya sangat kecil dan dia menyimpulkan peringatan-Ku sebagai perasaan bersalah-nya sendiri . Ada saat dia berhenti untuk sementara namun kemudian dia menguatkan dirinya sendiri bahwa peringatan itu bukan dari-Ku tetapi suara-nya sendiri sebab [ia perpikir bahwa] dosa itu terlalu kecil untuk mendukakan Roh Kudus.”

Saya bertanya pada Yahweh dosa apakah yang diperbuatnya dan Yahweh menjawab, “Wanita ini mempunyai seorang teman suster di RS Oshakati. Kapan saja wanita ini sakit, dia tak akan pergi ke RS dan membayar kartu RS-nya sebagaimana praktek umumnya; sebagai gantinya, dia akan menelepon temannya dan mengatakan agar mengambil obat-obat untuk dirinya dari gudang obat RS. Temannya selalu merasa dipaksa melakukannya dan meminta wanita ini mengambil obat pada jam yang ditentukan. Pertama, dia telah memutuskan menerimah tipuan si-jahat tentang dosa kecil dan besar dan menolak kebenaran-Ku; dia menyebabkan orang lain berdosa dan mencuri demi dirinya, tetapi yang lebih buruk dari semuanya, DIA TELAH MENDUKAKAN ROH KUDUS. Inilah yang menyebabkannya di Neraka. Tak perduli sekalipun kamu membawa milyaran jiwa pada Yahweh; itu tetap mungkin masuk ke Neraka oleh sebab mendukakan Roh Kudus. Kamu harus perduli tidak hanya keselamatan orang lain namun kamu harus berhati-hati untuk tidak lupa akan jiwamu sendiri. Peka-lah pada Roh Kudus setiap saat.” Setelah itu Yahweh berkata-kata kalimat tersebut, Dia berkata bahwa kami harus kembali.

[Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau. (1Timotius 4:16)
Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Elohim, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. (Efesus 4:30); Yesaya 63:10]

Banyak orang Kristen mendengar cerita ini mendapatinya sebagai persoalan. Mereka akan bertanya padaku,
“Bagaimana dengan pembenaran, rahmat/ belas kasihan dan anugerah?” dan
“Adakah kemungkinan kehilangan keselamatan itu setelah menerimanya?”
“Bukankah hal itu sedikit keras?” “Dapatkah Elohim sedemikian kasar?”

Baiklah, seperti saya telah sampaikan di-mana-mana dalam buku ini, saya tak membawah ajaran teologia disini. Saya hanya menyampaikan padamu apa yang telah Yahweh tunjukan dan ajarkan pada-ku dan yang Yahweh telah ijinkan saya mengalaminya. Tolong pelajari Alkitab anda bagi semua jawaban. Perhatikan fasal-fasal berikut ini dan adili dirimu sendiri.

  • “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri di tolak”. (1Korintus 9:27)
  • “Jika demikian,apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu?sekali-kali tidak!bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup didalamnya? (Roman 6:1-2)
  • “Hendaklah dosa jangan berkuasa lagi didalam tubuhmu yang fana,supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.” (Roman 6:12)
  • “Sebab jika kita sengaja berbuat dosa sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa kita, tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dasyat yang akan menghapuskan semua orang durhaka.” (Ibrani 10:26 –27)

Dapatkah aku keneraka setelah melayani Yahweh dan membawa jiwa bagi-Nya? Engkau-lah hakimnya!
[Saya menemukan suatu karya tulis yang cocok dengan masalah ini, mungkin ini bisa membantu menjernihkan masalah ini: Iblis berkata: “Sekali selamat tetap selamat, temanku!” ]

Ketidak-Taatan
Hari senin 6 Maret 2006, saya terbangun oleh alarm pada pukul 05:30. Saya berdoa dan menyadari adanya urapan yang kuat padaku. Tubuhku lemah bergetar; gelombang listrik menjalariku.

Sore hari, saya ditempat tidur, kulihat cahaya terang mengisi kamarku. mungil, putih, bola-bola kecil, ukuran jepit rambut. Benda kecil ini jatuh seperti hujan dan masuk dalam kulitku. Lalu, kulihat awan seperti kabut putih datang dari atas; juga mengisi kamar dan menembus kulitku. kulihat Yeshua berjalan kearah-ku dalam awan. Dan duduk pada kursi-Nya disamping tempat tidur-ku. Saya tak tahu darimana asal kursi ini; selalu muncul pada saat Yahweh hendak duduk. Kursi yang indah terbuat dari emas tulen; bentuknya hampir sama seperti kursi pada umumnya tetapi ada sandaran belakang.Pada setiap kaki kursi ada bintang perak; bintang yang sama namun agak besar juga berada pada sandaran belakang. Dan roda bulat pada setiap kaki kursi.

Yeshua menyalamiku dan mengulurkan tangan-Nya dan katakan bangun sebab waktu terburu habis. Dia menarik tangan-ku dan duduk disamping tempat tidur-ku.

Lalu Ia berkata padaku, “Victoria, mari kita berdoa.” Dia berdoa dalam bahasa yang tidak saya mengerti; yang saya mengerti hanyalah kata ‘Amen’. Lalu Dia menanyakan padaku tentang apa yang ku-lihat saya berkata bahwa kulihat kelompok orang-orang yang pergi bekerja yang lainnya tiba di tempat kerjanya. Saya juga melihat hal yang sama bola-bola putih kecil jatuh pada mereka yang masuk pertama. Setelah kelompok pertama, kelompok kedua-pun muncul. Saat itu benda-benda ini berhenti.

Saya juga melihat kelompok lain, tiba di Gereja-Gereja pada Minggu pagi. Hujan bola-bola putih inipun turun pada saat orang-orang ini tiba lebih awal di halaman Gereja. Terus menerus berjatuhan dan kemudian berhenti. Yang terlambat tidak akan menemukan apapun.

Yeshua bertanya jika saya mengerti arti penglihatan itu dan saya katakan bahwa saya tak mengerti. Lalu Dia menjelaskan: “Penglihatan-penglihatan ini artinya bahwa setiap tempat dimana engkau seharusnya berada pada waktu tertentu dan kamu tahu jam berapa kau harus berada disana, selalu ada malaikat-malaikat Yahweh membagi-bagikan berkat pada waktu tertentu. Jika engkau tiba tepat pada waktunya, engkau akan menerimah berkat namun jika engkau terlambat, engkau akan kehilangan berkatmu pada hari itu sebab malaikat membagi-bagikan berkat hanya pada waktu tertentu.
Victoria, Aku ingin memperingatkan kamu sebab kau terlambat ketempat kerja dan lebih khusus terlambat pada jam-jam kebaktian. Kamu harus tahu bahwa pada saat-saat itu kau telah terlambat tanpat alasan yang benar; kamu akan selamanya kehilangan berkat-berkat pada hari-hari itu; mereka tak akan pernah kembali padamu lagi. Victoria kamu harus berhenti akan hal-hal ini dan jangan lakukan lagi, kecuali kamu mempunyai alasan yang benar untuk ada telat.”

Saat Yahweh mengatakannya saya berharap agar dapat menghilang dan memberikan-Nya beberapa alasan yang masuk akal untuk ketidak disiplinan-ku. Saya berkata bahwa kadang saya terlambat bangun tetapi Dia memandang saya pada kedua mataku dan berkata bahwa saya berdusta dan bahwa saya memiliki kebiasaan buruk kembali tidur setelah bangun, menyerah pada keinginan tidur hanya ‘beberapa menit lagi’.

Setelah Yahweh Yeshua memperingatkan-ku, Dia berkata, “Berdiri. Kita harus pergi. Waktu terburu habis ada hal-hal yang harus kita kerjakan.”

Saat ini Yahweh membawaku ketempat dimana saya tidak pernah berada sebelumnya; pertama kali kami berjalan dijalan itu. Kami tiba di taman penuh bunga-bunga indah dan pepohonan hijau: tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat dibandingkan dengan keindahan ini. Bunga-bunga sangat indah, berwarna cerah. Kami duduk pada kursi taman yang indah, yang terbuat dari emas murni dan dihiasi dengan bintang-bintang perak bercahaya.

Saat kami duduk, Yahweh menunjuk kedepan dan berkata, “Victoria, lihat, dapatkah engkau melihat kota itu?” Saat itu, Ku-lihat, kota besar bercahaya. Sangat indah diluar perkataan dan tiada duanya. Kota itu memiliki sebuah sebuah gerbang emas yang bercahaya dan pada gerbang itu ada seorang lelaki berumur yang duduk. Dia mempunyai, janggut panjang dan rambut putih. Ku-lihat lelaki ini sebelumnya, saat kutanya Yeshua siapa orang itu, Dia katakan bahwa lelaki itu adalah Abraham, Bapa segala orang ber-Iman.

Ku-lihat banyak jalan dikota itu, yang juga diukir dengan emas. Ada bangunan-bangunan yang tinggi dan semuanya bercahaya seperti emas. Cahaya pantulan dari kota itu sungguh sangat tak terbilang.

Yeshua menoleh pada-ku dan berkata, “Apakah pendapatmu tentang kota itu?”

Ku-jawab, sangat indah dan saya ingin kesana. Yeshua berkata: “Aku akan membawa-mu kesana jika kamu ada tetap taat sebab disitu juga rumah-mu akan berada.  Tetaplah patuh–sebab jika kamu tidak patuh, Victoria, burung gagak akan mengisi rumah-mu. Rumah-mu akan menjadi kediaman burung hantu dan tempat bermain hantu-hantu. Bagaimanapun juga, jangan takut, sebab Aku menyertai-mu. Hanya taat-lah. Sebab siapa yang tak patuh, rumahnya akan menjadi tempat burung gagak terbang; menjadi sebuah tempat tinggal burung hantu dan tempat bermain hantu-hantu.”

Yeshua Ha Mashiah nyata dan Ia mengasihi kita dengan kasih-Nya yang tak terbilang, Keinginan hati-Nya yang terbesar ialah agar kita memilih hidup yang kekal bersama Nya. Hati-Nya pedih bagi mereka yang mati dan masuk Neraka sebab mereka lebih memilih mati dan menolak tawaran keselamatan yang Ia tawarkan pada mereka.

Siapapun engkau Kristen yang di-lahirkan kembali atau tidak, tolong ingat satu hal ini: Waktu sedang terburu habis.

Di Edit dari Waktu Sedang Terburu Habis

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Penjala Baja (Persiapkan Jalan Bagi Raja)

1 Komentar

  1. Jesus love


Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s