Buku SON OF HAMAS (PUTRA HAMAS). Pendahuluan

Son of Hamas (Putra Hamas) adalah sebuah buku otobiografi seorang pemuda Palestina, Mosab Hassan Yousef, anak dari seorang pemimpin Organisasi Islam Hamas. Sebuah buku yang penuh dengan masalah politik, konflik antara bangsa Israel dan Arab-Palestina yang berakar pada agama, dan setelah ”putra Hamas” melewati jalan-jalan kehidupan yang keras dan menyakitkan, akhirnya ia menemukan kedamaian yang teguh dalam jiwanya, segera setelah ia keluar dari penjara, yang ia yakin bahwa apa yang ia telah temukan ini adalah juga jawaban bagi bangsanya – Arab Palestina yang selalu jauh dari ketenangan dan kedamaian lebih dari setengah abad lamanya.

Edisi Indonesianya ini adalah hasil kerja keras Saudara Adadeh. Naskah asli diambil dari Indonesia.FaithFreedom.org pada “Buku-buku Inggris yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia.”

Wawancara video:  Mosab “Son Of Hamas – Now A Christian” by Risen Magazine

Di bawah ini terjemahan buku Son of Hamas. Selamat membaca,
Salam sejahtera, Penjala Baja.

———————

SON OF HAMAS (PUTRA HAMAS)

Oleh Mosab Hassan Yousef, dibantu oleh Ron Brackin

Kisah mencekam penuh teror, pengkhianatan, intrik politik, dan pilihan² yang tak terbayangkan.

Bagi yang tercinta ayahku dan keluargaku yang terluka
Bagi korban² perseteruan Palestina – Israel
Bagi setiap umat manusia yang telah diselamatkan oleh Elohimku

Wahai keluargaku, aku sangat bangga dengan kalian; hanya Elohimku saja yang mengetahui segala hal yang telah kalian alami. Aku menyadari bahwa apa yang telah kulakukan menyebabkan luka yang dalam yang mungkin tak akan bisa sembuh di masa hidup ini dan mungkin kalian harus hidup dengan rasa malu untuk selamanya.

Aku bisa saja jadi seorang pahlawan dan membuat masyarakatku bangga akan diriku. Aku tahu jenis pahlawan apa yang mereka inginkan: seorang pejuang yang membaktikan dirinya dan keluarganya bagi kepentingan negara. Jikalau aku terbunuh, maka mereka akan menyampaikan kisah diriku pada generasi mendatang dan mereka akan merasa bangga terhadap diriku untuk selamanya, tapi pada kenyataannya aku bukanlah pahlawan yang mereka harapkan.

Sebaliknya, aku telah jadi pengkhianat di mata bangsaku. Meskipun dulu aku pernah membuat kalian bangga akan diriku, sekarang aku hanya membawa malu saja. Meskipun dulu aku adalah seorang pangeran bagimu, sekarang aku adalah orang asing di negeri orang yang melawan kesepian dan kegelapan.

Aku tahu kalian memandang aku sebagai seorang pengkhianat; tapi mohon untuk mengerti bahwa aku tidak bermaksud berkhianat pada kalian, tapi aku berkhianat pada angan² kalian akan sosok seorang pahlawan. Ketika negara² Timur Tengah – Yahudi dan Arab – mulai mengerti apa yang kumengerti, maka akan timbul perdamaian. Dan jika Elohimku telah ditolak karena menyelamatkan seluruh dunia dari hukuman neraka, maka aku tidak keberatan ditolak!

Aku tak tahu apa yang akan terjadi di masa datang, tapi aku tahu aku tidak merasa takut. Sekarang aku berikan apa yang menolong diriku untuk bisa selamat sampai sekarang: semua rasa bersalah dan rasa malu yang kutanggung selama bertahun-tahun hanyalah bayaran yang kecil saja jika semua ini bisa menyelamatkan bahkan satu nyawa seorang manusia saja.

Berapa banyak orang yang bisa menghargai apa yang telah kulakukan? Tidak banyak. Tapi itu tak jadi masalah. Aku percaya apa yang kulakukan dan aku tetap yakin sampai sekarang, dan keyakinan ini menjadi bahan bakar satu²nya bagiku dalam perjalanan panjang ini. Setiap tetesan darah orang tak berdosa yang berhasil diselamatkan dari kematian memberi harapan bagiku untuk terus berjuang sampai hari akhir.

Aku telah bayar, kau pun telah bayar, tapi tagihan perang dan damai terus berdatangan. Elohim menyertai kita semua dan memberi apa yang kita butuhkan untuk menanggung beban berat ini.

Daftar Isi
Peta Israel dan Daerah yang Diduduki
Sepatah Kata dari Pengarang
Kata Pengantar
Bab 1 – Tertangkap
Bab 2 – Tangga Iman
Bab 3 – Muslim Brotherhood (Persaudaraan Muslim)
Bab 4 – Melempar Batu
Bab 5 – Menyelamatkan Diri
Bab 6 – Kembalinya Seorang Pahlawan
Bab 7 – Radikal
Bab 8 – Mengipas Api
Bab 9 – Senjata²
Bab 10 – Rumah Jagal
Bab 11 – Penawaran
Bab 12 – Nomer 823
Bab 13 – Jangan Percaya Siapapun
Bab 14 – Kekacauan di Penjara
Bab 15 – Jalan ke Damaskus
Bab 16 – Intifada Kedua
Bab 17 – Tugas Rahasia
Bab 18 – Orang yang Paling Dicari
Bab 19 – Sepatu²
Bab 20 – Duri
Bab 21 – Permainan
Bab 22 – Perisai Pertahanan
Bab 23 – Perlindungan Illahi
Bab 24 – Tahanan yang Dilindungi
Bab 25 – Saleh
Bab 26 – Pandangan (Sebuah Visi) bagi Hamas
Bab 27 – Selamat Tinggal
Bagian Akhir
Catatan Tambahan
Waktu Kejadian

———————

Sepatah Kata dari Penulis
Waktu adalah tahapan – bagaikan sebuah benang yang merentang diantara jarak kelahiran dan kematian.
Akan tetapi, kejadian² adalah bagaikan sebuah permadani Persia – ribuan benang kaya warna tersulam membentuk pola dan gambar. Usaha apapun yang mencoba menyusun kejadian² dalam sekedar urutan kronologi belaka adalah bagaikan menguraikan benang² permadani dan merentangkannya jadi satu baris. Benang itu jadi tampak sederhana, tapi hilang sudah semua desain permadani yang utuh.

Kejadian² dalam buku ini adalah hasil terbaik usahaku mengingat ulang, dimulai dari pengalamanku saat ditawan di daerah yang dikuasai Israel. Peristiwa² yang terjadi kemudian terjalin bersama secara berurutan dan berhubungan satu sama lain.

Untuk memberikan referensi dan penjelasan nama² dan istilah² Arab, aku mencantumkan urutan waktu singkat di bagian Apendix, juga kamus, dan daftar para tokoh pelaku.

Karena alasan keamanan, aku sengaja tidak mencantumkan keterangan terinci tentang berbagai operasi rahasia yang dilakukan oleh Badan Keamanan Israel, yakni Shin Bet. Keterangan di buku ini tidak akan membahayakan perang global yang tengah berlangsung melawan terorisme, di mana Israel memerankan peranan utama.

Akhirnya, buku Son of Hamas, sama seperti Timur Tengah, adalah kisah yang terus berlanjut. Aku undang kalian untuk berhubungan denganku di blog-ku yakni http://www.sonofhamas.com, di mana aku akan membagi pandangan²ku tentang perkembangan berbagai daerah. Aku juga akan mencantumkan apa yang Elohim lakukan dengan bukuku, keluargaku, dan bagaimana Dia membimbingku saat ini.
MHY.

Kata Pengantar
Perdamaian di Timur Tengah telah jadi tujuan suci bagi para diplomat, perdana menteri, dan presiden selama lebih dari lima dasawarsa. Setiap wajah baru di panggung dunia mengira dia akan jadi orang yang berhasil memecahkan konflik Arab-Israel. Dan satu per satu gagal total sama seperti orang² yang dahulu telah mencoba.

Faktanya adalah, hanya segelintir orang² Barat yang bisa mengerti kepelikan Timur Tengah dan masyarakatnya. Tapi aku mengenal mereka – melalui latar belakangku yang unik. Aku adalah putra daerah di mana konflik itu terjadi. Aku adalah putra Islam, dan anak dari seseorang yang dituduh sebagai seorang teroris. Aku juga pengikut Yeshua.

Sebelum usia 21 tahun, aku sudah melihat hal² yang seharusnya tidak dilihat seorang pun: kemiskinan terparah, penyalahgunaan kekuasaan, penyiksaan, dan kematian. Aku menyaksikan perjanjian² di belakang layar antara para pemimpin utama Timur Tengah yang menjadi berita utama di seluruh dunia. Aku dipercaya dalam kalangan atas Hamas, dan aku juga berpartisipasi melakukan Intifada. Aku ditahan di penjara Israel yang paling ditakuti. Dan nantinya kalian akan lihat, aku menentukan pilihan² yang membuatku tampak sebagai pengkhianat di mata masyarakat yang kucintai.

Perjalanan hidupku yang tak lumrah telah membawaku ke tempat² gelap dan memberiku jalan masuk untuk mengetahui rahasia² besar. Dalam halaman² buku ini, aku akhirnya mengemukakan rahasia² yang lama tersembunyi, mengutarakan kejadian² dan proses² yang dulunya hanya diketahui oleh segelintir orang saja.

Mengungkapkan fakta seperti ini tampaknya akan membangkitkan gelombang kejut di sebagian Timur Tengah, tapi aku berharap hal ini akan mendatangkan ketenteraman bagi para keluarga koraban konflik yang tak berkesudahan ini.

Setelah pindah dan hidup bersama masyarakat Amerika sekarang, aku mengetahui banyak dari mereka yang bertanya-tanya tentang konflik Arab-Israel, tapi hanya sedikit jawaban² dan informasi yang tersedia.

Ini contoh beberapa pertanyaan yang kudengar:
○ Kenapa sih mereka itu tidak bisa hidup rukun di Timur Tengah?
○ Siapa sih yang benar? Orang Israel atau orang Arab?
○ Yang punya tanah itu siapa sih sebenarnya? Mengapa orang² Palestina tidak pindah saja ke negara² Arab?
○ Mengapa Israel tidak menyerahkan kembali saja tanah dan harta milik yang mereka kuasai setelah menang di Perang Enam Hari di tahun 1967?
○ Mengapa masih banyak orang² Palestina yang hidup di kamp pengungsian? Kenapa mereka tidak bikin negara sendiri saja?
○ Mengapa sih orang² Palestina sangat membenci orang² Israel?
○ Bagaimana Israel melindungi diri mereka dari para pembom bunuh diri dan serangan roket yang terus-menerus?

Semua ini adalah pertanyaan² yang baik. Tapi tak ada satu pun yang menyentuh akar permasalahan. Konflik masa kini sebenarnya berkaitan dengan permusuhan antara Sarah dan Hagar yang dijabarkan di Kitab Kejadian di Alkitab. Akan tetapi, untuk mengetahui realita politik dan budaya Timur Tengah, kita hanya perlu melihat apa yang terjadi setelah Perang Dunia I.

Ketika PD I berakhir, daerah Palestina, yang merupakan tempat tinggal bangsa Palestina selama beratus-ratus tahun, jatuh ke tangan kekuasaan Inggris. Pemerintah Inggris menentukan ketetapan aneh bagi daerah itu, yang tercantum dalam Deklarasi Balfour di tahun 1917: “Pemerintah sang Paduka menetapkan Palestina sebagai negara tempat tiinggal masyarakat Yahudi.”

Karena terdorong keputusan Pemerintah Inggris tersebut, maka ratusan ribu imigran Yahudi, terutama dari Eropa Timur, datang membanjiri daerah² Palestina. Setelah itu, pertikaian antara orang² Arab dan Yahudi tidak terhindari lagi.

Israel menjadi negara berdaulat di tahun 1948. Akan tetapi, daerah Palestina tetap tak punya kedaulatan. Tanpa adanya hukum negara yang berkuasa mengatur, maka yang jadi hukum tertinggi adalah hukum agama. Dan jika setiap orang bebas mengartikan dan memaksakan hukum seenaknya, maka terjadilah kekacauan. Bagi dunia luar, konflik Timur Tengah tak lain adalah adu tarik tambang memperebutkan tanah sejengkal saja. Tapi masalah sebenarnya adalah tiada seorang pun yang mengetahui akar permasalahan. Karena itulah, para negosiator dari Camp David sampai Oslo dengan penuh percaya diri terus memlintir kaki dan tangan pasien yang menderita sakit jantung.

Harap mengerti bahwa aku tidak lebih cerdas daripada para pemikir besar dunia. Aku sama sekali tidak. Tapi aku percaya bahwa Elohim telah memberiku sudut pandang yang unik dengan cara meletakkan diriku di berbagai pihak yang tengah menghadapi konflik yang seakan tak terpecahkan. Hidupku terpecah-belah bagaikan tanah kecil di Timur Tengah yang dikenal dengan nama Israel bagi sebagian orang, atau dengan nama Palestina bagi orang lain, atau tanah terjajah bagi pihak lain lagi.

Tujuanku adalah untuk menjelaskan dengan benar kejadian² penting, mengungkapkan rahasia², dan jika semua berlangsung dengan baik, maka kau akan mempunyai harapan bahwa hal yang mustahil akan bisa terjadi.

Bersambung ke Bab 1-4

Bab 5-8 Bab 9-12 ; Bab 13-16 ; Bab 17-20 ; Bab 21-24

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Penjala Baja (Persiapkan Jalan Bagi Raja)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s