Walid: Dari pencinta Hitler ke Yeshua

Kesaksian seorang Muslim Betlehem, Israel yang berjumpa Yeshua. Diterjemahkan  dari situs www.bible-koran.com.

Nama saya Walid, saya lahir di Betlehem, Israel. Ayah saya adalah seorang Muslim Palestina yang mengajar pelajaran bahasa Inggris dan agama Islam di Tanah Suci, dan ibu saya adalah seorang Amerika yang menikah dengan ayah saya selama studinya di Amerika Serikat pada tahun 1956.

Khawatir dengan cara hidup Amerika, orang tua saya pindah ke Israel pada tahun 1960 dengan dua anak dan sementara ibu saya masih mengandung saya, ketika kami tiba di Betlehem saya lahir, dan kemudian kami pindah ke tempat terendah di bumi, Yerikho.

Saya tidak lupa lagu pertama yang saya pernah pelajari di sekolah sebelum Perang Enam Hari terjadi berjudul “Arabs our beloved and Jews our dogs.” (orang-orang Arab ialah kekasih kami dan orang-orang Yahudi ialah anjing-anjing kami). Saya sering bertanya-tanya pada waktu itu siapakah orang-orang Yahudi, tetapi saya mengulangi kata-kata tersebut dengan sisa anak-anak lainnya tanpa mengerti maknanya.

Kemudian kami pindah kembali ke Betlehem dan ayahku mendaftarkan kami pada sebuah sekolah Anglikan-Lutheran karena sekolah ini memiliki kursus bahasa Inggris yang lebih baik, kakak laki-laki dan perempuan saya dan saya sendiri yang adalah Muslim di sekolah ini, kemudian ayah saya memindahkan saya ke sekolah pemerintah dimana saya tumbuh dalam iman Islam. Selama masa mudaku seperti ayah saya, saya selalu berkiblat ke Islam dan apa yang para guru muslim kami ajarkan. Percaya kepada nubuatan Muhammad, aku menawarkan hidup saya untuk ‘Jihad’ atau ‘Perang Suci’ sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan baik kemenangan atau mati syahid. Dalam Islam mati syahid adalah satu-satunya cara Anda dapat memastikan keselamatan dan masuk ke surga, terutama karena Allah [Islam] dan nabi-Nya Muhammad berjanji, sebagaimana Quran menyatakannya:

“Jangan berpikir tentang siapa yang dibunuh untuk jalan Allah (dalam Perang Suci), untuk mati, melainkan hidup dengan Allah mereka menerima berkat-Nya.”

Saat itu aku bersumpah untuk melawan musuh saya Yahudi, dengan keyakian bahwa saya melakukan kehendak Allah di bumi, dan saya menepati kata-kata saya karena saya telah ikut serta dalam banyak kerusuhan melawan tentara Israel, tidak ada yang bisa mengubah hati saya,  mati atau mukjizat dibutuhkan untuk merubahnya . Cara paling mudah untuk menggambarkan diri saya adalah bahwa saya adalah salah satu dari orang-orang yang dapat di lihat pada CNN melemparkan batu dan bom molotov di hari-hari Intifadah atau ‘Pemberontakan’, saya adalah salah satu dari teroris yang orang Yahudi menyebut kami, hal yang menarik ialah bahwa saya tidak hanya meneror tapi saya diteror oleh kepercayaan saya, karena saya harus mendapatkan kelayakan  [Allah] dan perbuatan baik yang cukup untuk masuk surga tapi tidak pernah yakin apakah perbuatan baik saya akan melebihi perbuatan buruk saya dalam skala ketika saya dihakimi oleh Allah, tentu mati memerangi orang-orang Yahudi akan memudahkan amarah Allah terhadap dosa saya dan saya akan diamankan di tempat yang bagus di surga dengan wanita-wanita cantik bermata lebar [“kismis-kismis putih” pada Quran bahasa Syro-Aramnya, harap baca buku Syro-Aramaic Reading of the Kuran] untuk memenuhi keinginan saya yang paling terdalam, cara lainya saya akan menang, dan teror adalah satunya.

Saya ingat murid-murid biasa bertanya kepada guru selama pelajaran-pelajaran agama Islam kami di Sekolah Tinggi Bethlehem, apakah orang-orang Muslim diijinkan memperkosa wanita-wanita Yahudi setelah kami mengalahkan mereka, jawaban guru ini adalah ”Para wanita yang tertangkap di medan perang harus memilih masalah ini, mereka adalah selir-selir dan perlu taat kepada tuan-tuan mereka, melakukan sex dengan tawanan budak adalah bukan sebuah ”masalah pilihan untuk para budak,” ini adalah bukti apa yang tertulis di Quran, itu dikatakan:

Diharamkan bagimu juga menikahi para perempuan, kecuali mereka yang berada di tanganmu sebagai budak, ini adalah hukum Allah untuk kamu. (An-Nisa/4:20) [Dari terjemahan asli artikelnya]

Dan dalam ayat lainnya Quran berkata:

O Prophet! We have made lawful to thee thy wives to whom thou hast paid their dowers; and those whom thy right hand possesses out of the prisoners of war whom Allah has assigned to thee; and daughters of thy paternal uncles and aunts, and daughters of thy maternal uncles and aunts, who migrated (from Makka) with thee; and any believing woman who dedicates her soul to the Prophet if the Prophet wishes to wed her;- this only for thee, and not for the Believers (at large); We know what We have appointed for them as to their wives and the captives whom their right hands possess;- in order that there should be no difficulty for thee. And Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful. (al-Ahzab/33:50) [penekanan ditambahkan]

Kami tidak memiliki masalah dengan Muhammad mengambil keuntungan dari hak istimewa ini sebagaimana ia telah menikahi 14 wanita untuk dirinya sendiri dan beberapa selir yang ia telah kumpulkan dari rampasan perang, kami tidak pernah tahu berapa banyak isteri dia telah punya dan pertanyaan ini selalu diperdebatkan oleh kami, satu dari isteri-isteri ini diambil dari putra angkatnya sendiri Zaid, lainnya ialah para tawanan Yahudi yang dipaksa menjadi budak setelah Muhammad memenggal suami dan keluarga mereka.

Ibuku di sisi lain mencoba untuk mengajari saya pemikiran yang berbeda di rumah yang dia sebut ”rencana Elohim (Allah),” ia berbicara kepada saya tentang nubuatan Alkitab, dia mengatakan bahwa kembalinya orang Yahudi adalah pra-rencana  Elohim (Allah Israel) dan terpenuhi. Dia juga mengatakan kepada saya tentang banyaknya kejadian di masa depan harus dipenuhi dalam generasi kita yang mana sekarang ada dipermukaan setiap hari, dia mengatakan kepada saya tentang  para Meshiah (Kristus atau al-Masih) sesat dan palsu, tetapi semua itu tak banyak berpengaruh, karena hati saya telah diset pada memerangi orang Yahudi.

Ibuku dipengaruhi oleh beberapa Misionaris Amerika, yang diam-diam ia meminta untuk membaptisnya, dan ketika dia menolak untuk dibaptis di kolam yang penuh ganggang hijau, misionaris harus memohon ke YMCA di Yerusalem untuk mengosongkan kolam renang dari laki-laki, dan ibu saya dibaptis, tidak ada yang tahu dari keluarga kami.

Sering kali ibu saya membawa saya berkunjung ke beberapa museum di Israel, dan aku jatuh cinta dengan arkeologi, dan terpesona dengan itu, dalam banyak argumen dengan dia aku terus terang berkata bahwa orang-orang Yahudi dan Kristen mengubah Alkitab, dia menjawab dengan membawa saya ke museum gulungan kitab suci di Yerusalem dan menunjukkan padaku kitab Yesaya, masih utuh tidak ada satu pengambilan gambar-gambar dari apapun kesalah Alkitab untuk membuktikan suatu korupsi, dan saya tidak bisa menanggapi ibuku.

Saya ingat ketika aku masih menyiksa ibu saya dengan menyebut dia seorang “kafir” dan Imperialis Amerika terkutuk yang menyatakan bahwa Yeshua adalah Anak Elohim. Aku akan menunjukkan padanya gambar-gambar di surat kabar tentang para remaja seharusnya martir sebagai akibat kekerasan dan menuntut dia untuk menjawab, saya benci dia dan selalu minta kepada ayahu saya ntuk menceraikannya dan menikah kembali dengan seorang wanita Muslim yang baik.
Orang tua saya khawatir banyak tentang saya saat aku dilempar ke dalam penjara oleh tentara Israel, ibu saya pergi kepada Perwakilan Amerika di Yerusalem untuk mencoba mengeluarkan saya, ia begitu stres rambutnya mulai gugur, di penjara saya belajar lebih banyak tentang seni terorisme dan ketika saya keluar saya lebih fanatik daripada sebelumnya.

Ketika saya lulus dari sekolah tinggi mereka mengirim saya ke Amerika Serikat untuk mencari perguran tinggi, dan tentu saja saya terlibat dengan banyak kegiatan sosial dan politik anti-Israel. Aku masih ingat lelucon sakit favorit saya, memberitahu teman-teman saya, bahwa saya benci Hitler sangat banyak karena dia tidak pernah menyelesaikan pekerjaan, yaitu: ia tidak pernah menyelesaikan masalah  orang Yahudi “sekali dan untuk semua”. [maksud Walid ialah memusnahkan orang Yahudi selama-lamanya. Alkitab menulis, bangsa Israel akan ada untuk selamanya].

Dengan Hitler menjadi idola saya, dan Muhammad nabi saya, saya melanjutkan hidup saya dengan memandang  rendah orang-orang Yahudi, Kristen, atau siapa saja yang tidak Muslim. Saya percaya bahwa suatu hari seluruh dunia akan menerima Islam, inilah yang diajar orang Muslim, mereka juga mengajarkan bahwa Muhammad adalah satu-satunya penebus kami dan nabi yang disukai Elohim.

Saya akan jujur; Sepanjang hidupku saya takut setiap kali saya membaca Quran, dari ayat satu ke ayat yang lainnya selalu ancaman api neraka untuk dosa ini dan itu, aku selalu bertanya-tanya tentang takdir saya, hilang dalam ketakutan dan keraguanku, aku benar-benar benci terhadap gagasan membunuh untuk keselamatan saya.

Pada suatu waktu di tahun 1992 saya terpesona ketika saya membaca sebuah buku  berjudul ARMAGEDDON, Appointment With Destiny, (Armageddon, Pertemuan janji dengan Tujuan,” oleh Grant Jeffrey. Beberapa hal yang dijelaskan dalam buku ini terdapat banyak nubuat terperinci tentang Yeshua: kelahiran, kehidupan, kematian dan kebangkitan-Nya, dan penciptaan kembali negara Israel. Banyak dari nubuatan yang terjadi tepat sebagaimana Elohim meletakkan mereka di dalam Alkitab! Yang juga mengagumkan saya, adalah untuk mengetahui –peluang-peluang bagi seorang manusia untuk memprediksi ratusan peristiwa bersejarah yang ditulis ratusan dan ribuan tahun sebelum mereka genap adalah satu dalam milyaran … apa yang lebih menarik adalah bahwa margin kesalahan haruslah ada nol (tidak ada sama sekali), khususnya ketika penggenapan dari banyaknya nubuat-nubuat ini adalah terjadi dalam generasi saya.

Pergumulan dimulai, saya bingung, bagaimana mungkin Alkitab ada palsu dan telah dikorupsi oleh orang-orang Yahudi jika tanah di mana saya telah menjadi besar telah berbicara dan berteriak, sebagaimana ribuan kepingan bukti arkeologi muncul dari tanah Israel, meneguhkan Alkitab, dan kitab Yesaya yang ditemukan di gua-gua Qumran oleh seorang Muslim kota tetangga Betlehem yang bernama Muhammad Deib, ia sedang mencari domba yang hilang, dari penemuan itu mereka menemukan sisa dari Perjanjian Lama yang mengkonfirmasikan Alkitab Perjanjian Lama di tangan kita hari ini dengan ratusan ayat-ayat yang meramalkan kedatangan Yeshua Ha Mashiah.

Saya harus membaca (past perfect tents) Alkitab untuk mengetahui siapakah Yeshua sesungguhnya adalah, dan akhirnya Elohim melayakkan saya mengerti sesungguhnya, saya membaca apa yang Yeshua katakan:

“Aku adalah Alfa dan Omega, firman Elohim YAHWEH, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa.” (Wahyu 1:8)
Mashiah berkata juga kepada orang-orang Yahudi:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku (I AM, God) telah ada.” (Yoh. 8:58)

Itu mengejutkan saya menemukan klaim-klaim sejenis antara Yeshua dan Mohammad. Klaim ini serius, sebagaimana Mohammad berkata:

“Aku adalah awal dari semua ciptaan dan nabi terakhir”,
dia juga mengatakan:
“Aku adalah nabi Allah, sementara Adam masih dibentuk dari tanah liat”,

Dan lebih lanjut ia mengklaim ada sebagai pendoa syafaat untuk para Muslim di hari Penghakiman, melalui semua klaim ini ia menjadi nabi terakhir dunia dan penyelamat.

Hal-hal ini telah membingungkan saya. Jika Muhammad mengklaim semua apa yang ia telah klaim maka siapakah Yeshua yang telah mengklaim sebagai penebus dan juruselamat kita, pertanyaan ini mengganggu saya banyak sekali, satu dari dua klaim pastilah ada bohong, jika ada dua penebus ini tentunya ada berhubungan dengan Elohim, sebab Elohim adalah satu-satunya penebus.

[Salah satu dari keduanya ini] Ha Mashiah atau Muhammad harus menjadi penebus dan perantara bagi umat manusia, Alkitab atau Quran harus benar. Saya menyadari bahwa kematian nabi Islam berbeda dari kematian Yesus, seperti Muhammad meninggal di pangkuan favorit istrinya “Aisha” sementara Yeshua mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia.

Bersumpah untuk membuat keputusan untuk “Kebenaran”, saya telat tidur sampai beberapa malam membandingkan banyak detail antara Quran dan Alkitab, di beberapa titik selama penelitian saya berdoa berkata: “ELOHIM, Engkau adalah pencipta langit dan bumi, Elohim Abraham, Musa, dan Yakub, Engkau adalah permulaan dan akhir, Engkau adalah ‘Kebenaran’, ‘satu-satunya Kebenaran’, pembuat kitab yang sejati, satu-satunya dan firman Elohim, Saya menderita untuk menemukan kebenaran-Mu, saya ingin melakukan kehendak-Mu dalam hidup saya, saya merindukan kasih-Mu dan dalam nama ‘Kebenaran’ aku meminta. AMIN!!!”

Hal itu mengejutkan saya menemukan bahwa Muslim dan seluruh Dunia mengakui tiga agama utama yang menyembah Elohim (God/Allah), meskipun Elohim berkata bahwa Dia adalah Satu dan Firman-Nya adalah Satu.

Saya dulu buta, tetapi hanya dengan Alkitab saya telah mulai melihat, maksud saya benar-benar MELIHAT!!!, dengan begitu banyak nubuatan Alkitab terpenuhi, menunjukkan kembalinya Israel dari kuburan. Yahweh mulai menunjukkan pengaruh setan yang telah mempengaruhi cara berpikir saya terlepas dari latar belakang Islamku yang mana saya telah biasa berpikir itu berasal dari Elohim.

Saya juga belajar bahwa Yeshua, orang yang berasal kampung saya ‘Beth-Lechem’ (Betlehem), yang berarti ‘Rumah Roti’, ketika ia berkata:

“Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. (Yohanes 6:35)

Kebenaran di depan mata saya sendiri, terus-menerus mengetuk hatiku, dan ingin masuk. Saya telah memanggil Kebenaran dan Ia telah menjawab, aku dulu buta dan mencari kebenaran, dan sekarang saya melihat, Dia telah mengetuk pintu saya dan saya telah membukanya, dan sekarang Ia telah membebaskan saya! Mashiah berkata:
Kata Yeshua kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)

Cara saya berpikir, perasaan saya, dan tujuan saya dalam hidup mulai berubah, mengetahui Kebenaran telah mentransfer cara berpikir saya dari percaya Hitler kepada percaya Mashiah, dari percaya kebohongan kepada mengetahui kebenaran, dari sakit rohani menjadi sembuh, dari hidup dalam kegelapan kepada melihat cahaya, dari terkutuk menjadi diselamatkan, dari keraguan kepada iman, dari benci kepada mengasihi, dan dari perbuatan jahat kepada kasih karunia Elohim melalui Ha Mashiah. Transformasi ini mengajarkan saya bahwa tanpa firman elohim (yang benar) hal-hal dapat terlihat baik di permukaan tetapi dalam intinya terletak penipuan. Saya lalu menerima Yeshua Ha Mashiah, sebagai Tuanku dan Juruselamat, yang mati untuk semua dosa kita, kepada Dia saya taat.

Yeshua berkata:

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (Matius 11:28)

Terima kasih Adonai Yeshua untuk penggenapan janji-Mu.

Jika Anda berkendak menghubungi Walid, Anda dapat mengirim e-mail ke padanya. [Dapat ditemukan di www.bible-koran.com]

Kesaksian lainnya dari bible-loran.com dapat ditemukan di sini:

  1. My testimony
  2. Mohammed: I knew the one true God
  3. Testimony of Siniraj Mohammed
  4. Thayer: Mhightier than death
  5. Son of the desert
  6. The testimony of Leah
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s