Kristen Ethiopia diancam: ”Pindah ke Islam atau mati!”

 

Orang-orang Kristen di kota Besheno, Ethiopia, mendapat ancaman tertulis pada pintu-pintu rumah mereka: pindah ke Islam, meninggalkan kota atau menghadapi kematian, demikian laporan International Christian Concern (ICC) tertanggal 25 Januari 2011.

Orang Islam yang adalah mayoritas di kota Besheno telah bertahun-tahun menganiaya tetangga mereka yang Kristen. Pada 21 Mai 2004, beberapa orang Islam  membunuh anak perempuan seorang pemimpin Kristen. Secara terus menerus menyerang orang Kristen yang mendengarkan musik Kristen dan melihat video-video Kristen.

Tanggal 29 November 2010 pemimpin Kristen lainnya dianiaya dan masih dalam keadaan krisis saat ini. Dan beberapa hari kemudian beberapa pemimpin Kristen dibawa oleh sebuah mobil yang dikelilingi oleh 100 orang Islam untuk membuat ”perjanjian damai” kepada para pemimpin Islam; dua dari orang Kristen ini luka-luka berat dan yang lainnya luka-luka ringan. Pada 2 Januarinya, seorang Kristen diserang dengan pisau setelah memberi kesaksian penganiayaan ini di pengadilan.

Pemimpin pemerintahan setempat  menolak memberi perlindungan hak kebebasan beragama kepada orang-orang Kristen (5.82 % pada sensus nasional 2007). Gedung gereja dan tempat penguburan juga tidak diberikan.

Mayoritas penduduk Ethiopia secara umum adalah Kristen (Orthodok dan Protestan), namun di kota-kota tertentu misalnya bagian Selatan Ethiopia mayoritas adalah Islam.

”Ketika orang-orang Islam mayoritas, mereka menganiaya orang-orang Kristen,” kata pekerja ICC ini. Orang-orang Kristen yang tinggal di tanah orang Islam diperlakukan sebagai Dhimmi. Dhimmi, bahasa Arab yang berarti orang-orang bukan Islam adalah penduduk kelas dua.

Di belahan wilayah Ethiopia lainnya, dikabarkan bahwa ribuan orang-orang Islam secara suka rela memberi diri mereka di baptis setelah mereka mendengarkan berita Injil dan mengalami penampakan Yeshua Ha Mashiah  melalui mimpi serta melihat dan mengalami tanda-tanda ajaib. Bahkan Ex-PM Ethiopia  berpindah ke Kristen menurut Penginjil Daniel Tassew Haile, yang juga berasal dari Islam dan menjadi Kristen setelah milihat penampakan Yeshua, pada video www.internasionalrevival.org

Kebebasan beragama di negara ini menderita dibawah kekuasaan Komunis selama 17 tahun (1974-1991). Namun setelah Komunis tumbang, gereja-gereja tradisi dan agama Islam bangkit dan menjadi penganiaya orang-orang Protestan. Penganiayaan ini dipercayai membuat Protestan bertumbuh dengan cepat dari 9,8 % di tahun 1960 telah menjadi hampir 20% di tahun 2000.

Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, (Efesus 6:18)

Sumber:

  1. Ethiopian Muslims Warn Christians To Concert, Leave City Or Face Death
  2. Muslims post death threats of doors of Christian homes Believers
  3. Revival and Persecution in ETHIOPIA
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Menemukan Kembali Kerajaan Sorga; Dr. Myles Munroe. YouTube.

Sebuah pengajaran yang luar biasa bagusnya untuk mengerti arti, fungsi dan kerja dari Kerajaan. Pendeta Benny Hinn, yang membawa acara ini nampak sangat diberkati oleh pengupasan yang dalam namun praktis dari gembala sidang dari Bahama ini. Video Pengajaran yang patut dilihat dan dimengerti isinya oleh para pemimpin rohani dan setiap jemaat Kristen, akan membawa kita kembali melihat pribadi Yeshua Ha Mashiah dengan benar sebagai mana Alkitab menulis tentang Yeshua: Raja atas segala raja.

Dr. Munroe menekankan pentingnya memiliki konsep yang benar dengan kalimat seperti ini: Jika konsep kita salah, maka kesimpulan kita jadi salah, sehingga theologia kita juga akan salah. Konsep yang seseorang miliki akan menentukan hidup orang tersebut, katanya.

Maka dalam bukunya ia menulis:

”Sebuah idea lebih kuat dari pada seorang tentara.”

Pada video pengajaran ini, Dr. Myles Munroe membagikan konsep Kerajaan yang diambilnya dari ketiga bukunya sendiri:

  • Rediscovering the KINGDOM
  • Kingdom Principles
  • The most imported Person on earth

Melalui video Re-Discovering the Kingdom (12 video sigkat) kita akan belajar:

  • Konsep Kerajaan (Sorga), dan apa bedanya dengan konsep organisasi keagamaan, negara demokrasi, republik.
  • Kekuasaan raja, dan bedanya dengan Presiden dan Perdana Menteri.
  • Lahirnya hukum dan kekuatan hukum di dalam Kerajaan, dan bedanya dengan pemerintahan bersistem demokrasi.
  • Ketaatan kepada pemimpin
  • Siapkah sesungguhnya tentara Kerajaan Sorga.
  • Kepemilikan – perpuluhan – persembahan
  • Dan lain sebagainya.

Video 1 , Video 2 , Video 3 ,

Sebagian dari buku Rediscovering the Kingdom dapat dibaca gratis.

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Ikutlah Serta Dalam Kereta Kencana bg.2 (8-15)

8. HIDUP MATINYA PENGINJILAN

Marilah kita tinjau sekilas sejarah perkembangan Gereja Kristen dan menelusuri asal mulanya gerakan penginjilan itu. Lalu kenapa penginjilan itu kemudian surut menghilang, dan nanti bela­kangan muncul kembali lagi?

Alkitab berkata: “Yeshua Ha Mashiah telah datang ke dalam dunia ini untuk MENYELAMATKAN ORANG BERDOSA.” 1 Timotius 1: 15. Itulah penginjilan. Sebab Ha Mashiah sendiri yang memberikan contoh teladan.

Orang-orang Kristen yang pertama itu meniru contoh Ha Mashiah. Mereka menyadari bahwah amanat yang mereka pikul adalah mencari orang yang berdosa. Mereka ingat betul apa yang Ia katakan:

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Rasul 1:8)

Roh Kudus telah dicurahkan kepada mereka untuk mem­berikan kekuatan untuk BERSAKSI, pergi keluar dan berkunjung dari rumah ke rumah, seorang berbicara dengan seorang lainnya, dengan tujuan untuk mengajak orang-orang itu percaya kepada Yeshua Ha Mashiah dan menjadi pengikut Dia.

Metode mereka sangat bersahaja dan praktis:
“Maka setiap hari mereka itu berhimpun di dalam bait Elohim, dan di dalam tiap rumah, dan mereka tidak pernah berhenti mengabarkan Injil.” Kisah 5:42. Maka jamlah murid YAHWEH pun bertambahlah.Kisah 6:7. Akibatnya banyak di antara mereka malah mengalami aniaya. Tetapi dengan peristiwa itu malah “mereka lalu tersebar luas ke berbagai negeri.” … karena itu mereka lalu pergi ke mana-mana untuk menyampaikan firman YAHWEH.” Kisah 8:1,4. “Mereka menyampaikannya di hadapan orang hanyak dan dari rumah ke rumah.” Kisah 20:20.

“Dan hal ini terus berlangsung sampai kira-kira dua tahun lamanya, sehingga orang-orang yang tinggal di tanah Asia pun mendengar kabar Injil tentang Yeshua Ha Mashiah itu, baik orang Yahudi mau pun Yunani” Kisah 19:10.

Hal ini tak bisa diragukan lagi. Bahwa orang-orang Kristen yang pertama itu meniru teladan Ha Mashiah. Mereka semua adalah nelayan-nelayan penangkap jiwa buat YAHWEH. Mereka memahami bahwa dengan cara inilah jiwa mereka sendiri pernah diselamatkan. Itulah sebabnya tugas mereka pun ialah harus bersaksi kepada jlwa-jiwa yang terhilang.

Apakah akibatnya bagi gereja yang pertama itu?

Dengan cepat sekali mereka menginjil ke seluruh dunia yang dikenal waktu itu. Seluruh Asia Kecil telah berhasil di datang. Banyak kota-kota besar seperti Yerusalem, Damsyik, Epesus, dan sejumlah kota-kota lainnya serta desa-desa telah mereka datangi untuk menginjil. Mereka bahkan memberitakan Injil sampai ke tempat-tempat yang terlarang dan terkucil seperti Samaria, daerah padang rumput dengan suku-suku nomad yang berpindah-pindah tempat, dan orang-orang kafir yang tinggal di sekeliling pesisir atau pulau-pulau yang terdekat. Semuanya bagi mereka hanya memakan waktu dua puluh empat bulan saja!

Bayangkan bagaimana sulitnya mereka telah mencapai hasil yang gemilang itu. Padahal waktu itu belum ada listrik, radio, televisi, tape-rekorder, film, alat pengeras suara, pesawat terbang atau Mobil. Bahkan belum ada sepeda atau pun mesin cetak. Tetapi mereka berhasil menyelesalkan tugas mereka hanya dalam dua tahun saja!

Kemudian mereka menyebar dan menginjil ke wilayah Afrika Utara dan Eropa Selatan. Mereka bahkan mencapal daratan Spanyol dan menyusup sampai ke daerah orang-orang kafir di sebelah Utara yang sekarang terkenal dengan nama Skandinavia dan Britania Raya.

Orang-orang Kristen yang pertama itu adalah saksi-saksl yang sejati. Mereka adalah pemenang jiwa. Mereka memenang­kan jiwa di hadapan orang banyak dan dari rumah ke rumah.–SETIAP HARI!

Apakah yang bisa terjadi apabila semangat dan api perjuangan yang sejati ini terus berkobar menghangatkan daya juang gereja? Tetapi kenyataannya apa yang kita harapkan itu justru tidaklah terjadi. Di dalam abad ke dua agama Kristen terlibat dalam pertentangan ajaran teologi yang hebat. Mereka bukannya pergi keluar hendak mencapai pelosok-pelo­sok dunia atau menginjil sampai ke ujung bumi. Mereka mulai sibuk mempertengkarkan soal-soal titik-titik perbedaan doktrin, dan mulai melakukan pembagian-pembagian tingkat keduduk­an.

Dalam abad ke tiga Masehi maka orang-orang Kristen telah betul-betul terbenam dalam ajaran para rasul yang sejati.

Dalam abad ke empat jurang antara pertentangan yang hebat itu dapat dijembatani, dan para penganut yang telah murtad dapat di ajak kembali dan terjadilah semacam kompromi yang lengkap.

Tetapi setelah itu, maka agama Kristen seolah-olah hanyut tenggelam ke dalam satu masa yang kelam–Masa Kegelapan. Dan masa seribu tahun yang gelap itu merupakan tabir mengerikan yang memisahkan Gereja dari doktrin berdasarkan Alkitab Perjanjian Baru.

Ini hanya merupakan pandangan yang sekilas mengenai asal mulanya mengapa semangat perjuangan penginjilan dari umat Kristen yang pertama itu telah musnah. Dan marilah kita tinjau mengapa sampai semangat itu bisa muncul kembali. <:::><

9. MUNCULNYA KEMBALI CARA MEMENANGKAN JIWA

Martin Luther adalab orang pertama yang menemukan kembali nilai Kekeristenan dalam Alkitab Perjanji­an Baru dengan wahyu berdasarkan “orang benar akan hidup oleh iman.” [Roma 1:17]

Gereja yang pertama menyadari betul kebenaran ini, tetapi kebenaran itu telah hilang lenyap ditelan Abad Kegelapan.

Tetapi abad Reformasi dalam abad ke enam belas mencetuskan mula-mula suatu perobahan dalam paham teologia–suatu jalan kembali firman Elohim yang sejati. Sebab kalau tidak, maka kekeristenan itu sangatlah sempit artinya. Misalnya saja, orang-orang Kristen tidak lagi menaruh perhatian terhadap penginjilan kepada banyak orang, penyuci­an diri, melakukan misi, baptisan dengan Rob  Kudus, atau mengalami karunia Roh, atau tentang kedatangan Ha Mashiah kedua kalinya, yang kesemuanya merupakan kebenaran yang hakiki di dalam lingkungan Gereja YAHWEH yang pertama.

Setelah Martin Luther menemukan kembali iman pribadi bagi setiap orang, maka muncul pula Wesley dalam pertengahan tahun 1700-an dengan penemuan kembali tentang penginjilan kepada orang-orang banyak secara besar-besaran, penyucian serta kuasa Roh Kudus di kalangan umat Kristen.

Meskipun hal ini mendapat tantangan dan ditolak mentah-­mentah oleh gereja yang ortodoks atau kolot, namun Wesley menemukan kembali nilai kekeristenan semula. Bahwa seseo­rang boleh pergi keluar menelusuri taman umum, lapangan luas, jalan-jalan raya dan tempat-tempat pertemuan umum untuk menyatakan kabar selamat itu kepada banyak orang. Di situlah ratusan kaum pria dan wanita dapat diselamatkan sekaligus.

Martin Luther telah menemukan bahwa seorang manusia itu dapat datang seeara pribadi kepada Ha Mashiah untuk kepentingan dirinya sendiri. Ia boleh saja membaca Alkitab, berseru dan berdoa kepada YAHWEH secara langsung dan boleh diselamatkan OLEH IMANNYA SENDIRI. Tetapi Wesley juga menemukan bahwa seluruh rombongan orang dalam jumlah yang besar pun dapat juga sekaligus diselamatkan, asal saja mereka itu percaya dan menerima Ha Mashiah sebagai Juru selamat mereka.

Gereja yang pertama mempraktekkan penginjilan secara massal, tetapi cara ini telah hanyut lenyap di dalam Abad Kegelapan tatkala agama Kristen dinyatakan hanya terbatas dalam lingkungan gereja dan mimbar untuk para imam saja. Namun kebenaran itu telah muncul kembali yang ditekankan berulang kali oleh orang-orang macam Finney, dan kemudian Moody di dalam abad kita yang modem ini.

William Carey muncul kira-kira sekitar tahun 1790 dan menemukan bahwa Injil itu pun diperuntukkan bagi orang-­orang kafir. Maka mulailah Gereja menjalankan sistim missinya.

Padahal orang-orang Kristen yang pertama adalah misionaris-­misionaris agung. Tetapi selama Abad Kegelapan konsep tentang evangelisasi kepada berbagai macam bangsa itu lalu luntur untuk akhirnya lenyap sama sekali.

Barulah pada menjelang akhir tahun 1800-an dan awal tahun 1900-an banyak dari kebenaran sejati itu dipulihkan kembali di kalangan gereja Kristen. Seperti pencurahan Roh Kudus, karunia Roh Kudus, doktrin tentang kepercayaan akan dunia akhirat, dan tentang kedatang­an kembali Yeshua Ha Mashiah untuk kedua kalinya. Martin Luther maupun Carey tidak pernah menyinggung-nyinggung kebenaran hakiki ini. Bahkan Wesley pun kurang sekali memberikan tekanan pada hal-hal semacam ini.

Di seberang dunia Barat atau Eropa, maka pada waktu yang bersamaan orang-orang Kristen mulai menemukan apa arti sebenarnya dari baptisan Roh Kudus yang diikuti oleh tanda-tanda mujizat. Lalu mulailah karunia Roh itu bekerja, termasuk di dalamnya kuasa dari pada Ha Mashiah untuk menyembuhkan orang sakit, serta kebenaran tentang akan datangnya Ha Mashiah untuk kedua kalinya.

Orang-orang Kristen yang pertama semuanya mengetahui hal ini, tetapi selama seribu tahun gereja telah bungkem tentang kebenaran yang tercantum dalam Alkitab, Perjanjian Baru. Selama seribu tahun ini orang-orang Kristen lalu menjadi terbiasa akan konsep dan sikap agama yang sama sekali asing dari isi kitab Perjanjian Baru tersebut.

Apabila kita ingat akan 1000 tahun yang merupakan tabir kegelapan bagi kita itu dan mengaburkan pandangan kita tentang Gereja YAHWEH yang pertama, maka kita akan lebih dalam lagi memahami segala, tradisi yang berlaku sekarang ini tanpa perlu melancarkan kritik atau sesuatu penilaian.

SEMUANYA KECUALI SATU

Semenjak Martin Luther melancarkan suatu gerakan reformasi maka terjadilah suatu rentetan pengungkapan kebenaran bagi gereja. Cuma sayangnya ialah belum semua kebenaran yang hakiki itu sempat digali kembali di dalam lingkungan gereja sebagai suatu lembaga. Ada satu hal yang belum ditemukan kembali: Memenangkan jiwa secara perorangan diantara orang yang berdosa!

Semua kebenaran yang utama dari Gereja yang pertama telah sempat diketemukan kembali KECUALI motif kebenaran yang menggerakkan Gereja harus keluar mencari orang yang berdosa, bersaksi dan memenangkan jiwa buat Ha Mashiah.

Sebagai akibatnya maka gereja itu sifatnya tertutup di balik tembok, jauh dari pada jangkauan orang-orang yang berdosa, sehingga tradisi kaku terhadap orang-orang yang segan masuk ke dalamnya untuk minta diselamatkan itu memberikan kesan bahwa gereja tidak mau banyak pusing soal itu.

Dengan kata lain, Gereja seolah-olah berkata, “Orang-orang berdosa mengetahui kami berada di sini. Kalau mereka ingin diselamatkan, silakan saja datang pada kebaktian kami dan mendengarkan khotbah. Di sini di dalam gereja inilah kami akan berbuat sesuatu bagi mereka untuk menolong mereka menemukan Ha Mashiah. Kami mencintai mereka. Kami menyeleng­garakan kebaktian khusus untuk mereka. Kami senantiasa berdoa secara khusus untuk mereka. Di sini, di dalam gedung gereja ini, kami lengkap dengan peralatan kami untuk menolong mereka. Kami punya rombongan penyanyi koor kami, pekerja-pekerja kami, pendeta kami, kamar konsultasi kami. Kami bersedia melakukan sesuatu bagi mereka dalam batas kemampuan kami. Kami siap berkorban untuk menolong seorang berdosa untuk memperoleh Ha Mashiah DI SINI, DI DALAM GEDUNG GEREJA KAMI.”

Tentu saja tidak ada salahnya sama sekali pada pendirian semacam ini. Akan teapi ia hanya bisa menguntungkan SATU golongan saja, yakni mereka yang bersedia untuk datang menghadiri kebaktian di gereja. Ia tidak mempunyai arti sama sekali bagi sejumlah 90% orang-orang berdosa yang segan atau takut-takut untuk datang masuk ke gereja. Dengan kata lain, kenyataan ini menunjukkan bahwa Gereja belum menemukan tingkat kesadaran seperti yang dimiliki Gereja YAHWEH yang pertama, yakni penginjilan perorangan – di luar lingkungan gereja kita sendiri – di tempat para jiwa yang terhilang itu berada.

Kita harus sadari sekarang ini bahwa Gereja YAHWEH telah hampir pulih sama sekali dalam menyamai keadaan Gereja YAHWEH yang pertama menurut konsep Alkitab Perjanjian Baru. Semuanya sudah hampir sempurna, KECUALI SATU hal yang masih ketinggalan, yang justru merupakan kunci sukses perkembangan Gereja YAHWEH yang pertama itu, yakni: SEMANGAT BERSAKSI SECARA PERSEORANGAN -EVANGELISASI PERSEORANGAN!

Itulah sebabnya kami terdorong untuk menulis buku ini, yang berjudul “IKUTLAH SERTA DI DALAM KERETA YAHWEH”. Berbuatlah seperti Pilipus, yang pergi keluar MENCARI JIWA YANG TERHILANG DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA SENDIRI. Kita harus pergi di jalan-jalan raya, di tengah orang kaya maupun miskin, di antara orang pengemis maupun para penguasa yang agung, berjalan dan bercakap-cakap bersama mereka untuk mencari arti hidup yang sesungguhnya. Kita mencari mereka di mana saja mereka berada. Di sanalah kita menemukan mereka, dan memenang­kan jiwa mereka. Ke sanalah Ha Mashiah menghendaki kita pergi untuk “mencari dan menyelamatkan domba yang tersesat.” Di sanalah di mana Roh YAHWEH akan bekerja di dalam hati kita seperti halnya juga YAHWEH telah berbicara kepada Pilipus untuk “turut serta di dalam kereta” di mana kita akan ketemu dengan banyak orang yang berada dalam keadaan bingung, haus akan kebenaran, yang tidak bakalan datang ke gereja untuk minta diselamatkan.  <:::><

10. BUKALAH MATA LEBAR-LEBAR

Di dalam buku “Agama Kristen Masa Kini” Howard E.Butt Jr. mengemukakan satu pesan yang sangat menarik,  yaitu tentang peranan “Kaum Awam sebagai Saksi Ha Mashiah.”

Ia berkata, “Alkitab menekankan kepada kita bahwa setiap orang Kristen adalah imam.” Doktrin Reformasi yang dilancarkan Martin Luther tentang imamat bagi setiap orang yang percaya bukankah berarti TAK ADA LAGI IMAM atau KITA TIDAK MEMERLUKAN PENDETA. Tetapi dengan itu ia maksudkan bahwa KITA SEMUA SEBENARNYA ADALAH IMAM-IMAM DI HADAPAN ELOHIM. Lalu ia menunjukkan isi Alkitab Perjanjian Baru tentang perkataan pleros (akar kata dari imamat) dan laos (akar kata dari kaum awam), yang keduanya memasukkan golongan orang yang sama juga. Ia meresa perlu mengemukakan hal itu karena menganggap seseorang yang mencari nafkahnya dengan cara melakukan pekerjaan duniawi pun tidak dipandang oleh YAHWEH sebagai manusia yang setengah beriman.

Howard E. Butt mempersalahkan gereja atas pandangan yang keliru tentang pemikiran “bahwa kaum pendeta adalah pejuang tunggal di garis depan dalam medan pertempuran di ladang YAHWEH, sedangkan para anggota cukup saja berada di belakang layar memberi sokongan kepada pendeta bayaran itu untuk bekerja lebih keras atau berjuang lebih keras lagi untuk pekerjaan YAHWEH,” ia berkata bahwa justru haruslah sebaliknya. Para prajurit yang terdiri dari KAUM AWAM-lah yang harus berada di garis depan (DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA) – yakni di rumahnya, di kantornya, di toko, di perkumpulan di tengah masyarakat tempat ia berkecimpung. Orang awam itu berdiri di sana sebagai seorang prajurit YAHWEH.

Tatkala Ha Mashiah menyampaikan amanat “Pergilah kamu kepada sekalian bangsa dan beritakanlah Injil,” Ia tidak maksudkan hanyalah Afrika, Korea, India dan lain benua, tetapi dunia di sini juga berarti dunianya orang-orang pedagang, ahli-ahli hukum, para pendidik, para pekerja mesin, para seniman, pemain musik, pegawai pemerintahan, para petani. Demikian pendapat Butt.

Dengan kata lain, pergilah sampai ke ujung dunia dan kabarkanlah Injil di sana – ke dalam dunia anda bisa memberikan pengaruh anda, dunia sahabat kenalan anda, dan berbicaralah dengan mereka tentang Ha Mashiah dengan memberi pandangan kepada mereka agar mereka boleh mengambil keputusan untuk menerima Ha Mashiah.

Kitab Perjanjian Baru mulai dengan amanat Yeshua kepada setiap orang penganut kepercayaan Kristen, baik murid-murid-Nya maupun orang-orang awam biasa, untuk “pergi ke segenap pelosok dunia dan memberitakan Injil kepada sekalian mahluk.”

Tetapi apa yang telah dimulai sebagai gerakan kaum awam telah merosot demikian rupa sehingga menjadi semacam gerakan mimbar gereja yang profesionil dengan kaum pendana di balik layar upah dan sumbangan.

Selanjutuya tuan Butt berkata: “Banyak orang mencapai tangga tingkatan pengabdiannya. Yang paling tinggi adalah para misionaris yang bekerja di seberang lautan. Kemudian datang para pendeta yang menggembala sidang. Kemudian kaum pekerja YAHWEH yang profesionil. Akhirnya yang paling di bawah sekali terletak kedudukan yang paling rendah bagi kaum awam, yang tugas utamanya ialah menyokong keuangan bagi biaya para pendeta dan misionaris dan memenuhi bangku gereja pada hari kebaktian berlangsung.”

Ini merupakan suatu abad penonton – tak bedanya dengan peristiwa gelanggang olah raga di mana sebagian besar kita hanya jadi penonton saja apa yang orang lain peragakan kepada kita. Dan cara hidup sebagai pirsawan ini telah merembet dari stadion olahraga sampai ke dalam rumah tiap-tiap orang. Sebab melalui televisi dan mass media lainnya kita lalu membentuk semacam dunia pirsawan yang profesional.”

Secara lucu Fred Allen meramalkan bahwa jika keadaan begini terus berlangsung, maka bentuk manusia pada suatu hari akan berobah. Kepalanya akan menjadi kecil, sedangkan matanya akan menjadi lebar sebesar piring. Sebab otaknya tidak perlu digunakan lagi! Kebanyakan segi kehidupan hanyalah cukup ditonton saja sambil duduk enak-enak. Oleh sebab itu bentuk badannya akan menjadi gepeng dengan kepala kecil dan mata besar pada puncak ubun-ubunnya.

Sungguh suatu ramalan yang menggelikan, tetapi bila kecenderungan hidup kita kelak demikian terus menerus berlangsung, dimana orang tidak perlu lagi jadi peserta di dalam kegiatan gerejani, maka ramalan ini tidaklah menggeli­kan sama sekali.

Canon Bryan Green dari Inggris meramalkan apa yang akan terjadi di Amerika apabila kecenderungan yang sekarang ini berlangsung di dalam lingkungan gereja itu tidak mengalami perobahan : “Tatkala saya masih sebagai seorang anak muda, maka gereja kami di Inggris adalah penuh sesak dengan anggota seperti halnya keadaan gereja-gereja di Amerika sekarang ini. Tetapi kami lalu cepat menjadi puas dengan jumlah anggota jemaat yang besar yang berpatokan kepada mimbar sang pendeta. Para anggota datang begitu saja menghadiri kebaktian rutin dengan keyakinan dan penghayatan iman Kristen yang dangkal. Sebagai akibatnya lalu orang-orang itu menjadi kecewa terhadap kelesuan gereja yang kurang efektif dan mereka menjadi masa bodoh terhadap amanat Kekeristenan yang sejati. Dan kenyataannya sekarang gereja kami itu kosong melom­pong.”

”Gereja-gereja di Amerika sekarang ini penuh sesak dengan pengunjung, tetapi saya melihat tak ada pemahaman yang mendalam tentang ajaran Alkitab serta urapan Roh Kudus di kalangan kaum awamnya. Agama Lalu hanya menjadi semacam peristiwa yang sentimental pada hari Minggu, yang sama sekali tidak menyentuh kehidupan orang sehari-hari. Apabila hal ini tidak dirobah, maka gereja-gereja itu pun akan mengalami nasib yang sama, akan menjadi kosong seperti halnya gereja-gereja di negeri kami sekarang ini.”

Tuan Butt berkata: “Kita telah memperkembangkan suatu ke-Kekristenan yang bercorak penonton, di mana satu dua orang saja yang berbicara dan yang kebanyakan selebihnya cukup mendengar saja.”

“Gereja itu dimaksudkan sebagai suatu lembaga masyarakat yang hidup, bergerak, yang dijiwai oleh jalan penebusan Ha Mashiah terhadap orang berdosa, harus menjalankan missi, pelayanan, kesaksian, cinta kasih, dan pengabdian – dan bukannya suatu  perkumpulan orang-orang penggemar iman!”

Penonton-penonton yang profesional hampir rata-rata memiliki sifat cenderung hanya untuk mengeritik saja, baik di dalam lingkungan dunia olahraga ataupun dunia panggung sandiwara sampai kepada gelanggang pemerintahan. Penonton­-penonton itu tidak pernah merasa dirinya terlibat dalam kegiatan itu secara langsung, oleh sebab itu mereka enak saja melancarkan kritik tajam secara sinis bahwa semua kaum politikus misalnya adalah penipu.”

Begitu pula di kalangan umat Kristen. Manusia Kristen yang hanya jadi penonton hanya bersikap sinis dan mengejek, dingin dan masa bodoh, steril atau mandul tanpa menghasilkan apa-apa. Mereka hanya melihat dari jauh saja sambil mengeritik orang lain, tetapi tidak pemah terjun sendiri dalam gelanggang keterlibatan hidupnya dengan Yeshua Ha Mashiah.

Theodorus Roosevelt pernah melukiskan watak jiwa orang-­orang yang segan-segan semacam itu, yang takut dirinya ikut terlibat dalam kegiatan bermanfaat sebagai berikut:

Bukan kritiklah yang menghasilkan sesuatu. Juga bukan orang yang hanya pintar menuding seseorang kuat yang jatuh tergelincir. Juga bukan orang yang hanya pintar mengatakan bahwa merekalah yang sanggup berbuat lebih baik daripada orang lain.
Tetapi kehormatan patut kita berikan kepada orang-orang yang betul-betul langsung terjun dalam gelanggang. Mereka yang mukanya penuh berlumuran dengan keringat dan debu, bahkan kadang- kadang darah. Mereka yang sering membuat kesalahan, yang serba kekurangan dalam tindak tanduknya, oleh sebab tak ada satu usaha apa pun yang tak kenal kekurangan dan kesalahan. Mereka yang terus giat dalam gelanggang pekerjaan yang bermanfaat. Mereka yang mengenal kegagalan, tetapi sekalipun gagal masih mempunyai kemauan berusaha yang besar. Mereka yang kedudukannya tidak sama dengan orang-orang yang bersikap dingin dan berjiwa segan dalam melakukan perjuangan yang tidak pernah mengenal kemenangan maupun kekalahan.”

“Seorang Kristen yang sejati adalah seorang yang betul-betul berjuang di lapangan. Ia tak boleh menghindari tanggung jawabnya. Ia adalah seorang peserta aktif di dalam misi penyelamatan jiwa-jiwa. Seorang Kristen bukanlah seorang penonton yang kerjanya cuma tahu mengeritik. Seorang Kristen adalah seorang pejuang yang terlibat di dalam kehidupan di dalam dunia ini, – baik di dalam urusan dagang, dalam kegiatan pemerintahan, dalam kegiatan sosial budaya, di dalam derita kelaparan, di dalam kerja membanting tulang, di dalam tangis dan ratap sediholeh karena ia mencintai sesama manusia.

Yeshua berkata: “Aku berdoa agar Engkau jangan menarik mereka dari dalam dunia ini. Oleh karena Engkau telah mengirim Aku ke dalam dunia ini, maka demikianlah Aku akan mengirim mereka ke dalam dunia ini.” Jelaslah, bahwa kaum awam pun terpanggil untuk dikirim ke dalam dunia ini tak bedanya seperti Ha Mashiah telah dikirim oleh AIIah. – sebagai Juru penebus bagi dosa umat manusia.”

Tuan Butt berkata: “Orang Kristen yang awam memang mempunyai peranan yang hidup dalam lingkungan gereja, baik dalam kebaktian, dalam doa sembahyang, dalam persekutuan persaudaraan, dalam latihan bimbingan, dalam peningkatan nilai rohani. Tetapi dari sini ia harus KELUAR DARI LINGKUNGAN GEREJANYA SENDIRI. Masuk ke dalam dunia di mana terdapat orang-orang yang belum beriman, bersaksi kepada mereka, menjadi juru pendamai, menjadi hamba Tuhah. Ha Mashiah telah memperdamaikan kita dengan Elohim dengan mengorbankan diriNya sendiri di kayu salib.”

Maka itulah sebabnya Ia pun mengamanatkan kepada kita pelayanan perdamaian (2 Kor. 5:14-20). Jadi apabila amanat perdamaian itu adalah bagi semua orang, maka dengan sendirinya pelayanan itu pun adalah menjadi tugas semua orang pula.” <:::><

11. KEBENARAN YANG BELUM DIPULlHKAN

Amanat pelayanan satu-satunya yang dimiliki oleh umat Kristen yang pertama adalah MEMBERITA­KAN INJIL! Mereka memahami mengapa perlunya Roh Ku­dus itu datang ke atas diri mereka untuk memberi kuasa kepada mereka untuk BERSAKSI – di mana-mana.

Satu-satunya hasrat yang mereka hayati ialah keinginan untuk memberitakan kepada setiap orang tentang Yeshua Ha Mashiah dan mengajak setiap orang secara pribadi untuk menjadi pengikut Yeshua.

Mereka melakukan hal itu dengan dua macam cara: Evangelisasi secara massal dan evangelisasi secara perorangan.

Penginjilan secara massal memang sering kali pula diadakan pada setiap kesempatan yang memungkinkan. Tetapi sebagai akibatnya sering para pcmyelenggaranya mengalami penganiaya­an besar-besaran di kota-kota kampanye, sedangkan para pengabar Injil itu sering dijebloskan ke dalam penjara.

Tetapi penginjilan PRIBADI merupakan KUNCI bagi mereka. Setiap hari mereka berada di dalam bait Elohim dan di dalam setiap rumah, sedangkan mereka tidak pernah berhenti mengajar orang dan memberitakan Injil tentang Yeshua Ha Mashiah”. Kisah 5:42.

Gereja sekarang ini telah menemukan kembali cara penginjilan massal itu, tetapi penginjilan pribadi masih belum dipulihkan menurut kedudukannya yang sediakala.

Penginjilan pribadi baru mencapai taraf diperbincangkan saja. Orang-orang Kristen menulis buku tentang soal itu. Kaum pendeta berkhotbah dengan penuh semangat tentang perlunya hal itu dijalankan. Dan di dalam angkatan generasi anda kita sudah mulai melihat adanya satu dua orang yang mulai mempraktekkan penginjilan pribadi itu, tetapi ini pun masih berupa gejala perkecuallan. Masih belum merupakan gejala yang umum.

Belum ada kegiatan penginjilan pribadi yang menjiwai sesuatu gereja. Apalagi secara besar-besaran belum ada sama sekali. Yang ada barulah pertanda-pertanda yang menuju ke arah itu. Dan jumlah ini nampaknya mulai bertambah dari hari ke hari. Walaupun demikian masih belum menjadi  kegiatan resmi di dalam lembaga kegerejaan.

Gene Edwards berkata: “Tidak pernah ada satu saat pun dalam masa 1800 tahun belakangan ini di mana satu gerakan penginjilan pribadi itu berlangsung secara besar-besaran di kalangan umat Kristen. Cobalah buku sejarah anda dan telusurilah masa hampir dua ribu tahun ini. Maka anda akan perhatikan bahwa tak ada satu peristiwa pun yang disebut-se­but semacam itu. Setelah 1800 tahun gereja belum juga menemukan kembali semangat perjuangan penginjilan pribadi itu.”
“Konsep yang paling utama dan paling diperlukan oleh umat Kristen itu justru masih dalam keadaan mati! Seolah-olah kita ini memiliki mobil tanpa mesin; sebuah pesawat terbang tanpa sayap; suatu amanat – bahkan satu-satunya amanat – tetapi tidak memiliki cara yang efektif untuk menyampaikannya kepada sekalian mahluk.”

“Suatu penemuan kembali di bidang penginjilan pribadi akan betul-betul merupakan penemuan kembali dari semangat Alkitab Perjanjian Baru bagi umat Kristen.”

Kita patut bersyukur bahwa bibit penginjilan pribadi itu yang sudah mulai disebarkan melalui buku-buku semacam ini sudah nampak mengarah pada perkembangan dan pertumbuh­an. Ada terdapat tanda-tanda yang menggembirakan di seluruh dunia bahwa konsep ini sedang mendapat perhatian yang makin besar. Memang di beberapa bagian dunia kita ini hasil-hasil yang revolusioner sedang dicapai orang. Tetapi sekali lagi saya peringatkan: Semuanya ini berlangsung di kalangan kelompok-­kelompok perhimpunan, golongan dan kalangan orang-orang yang berada di luar kawasan lembaga kegerejaan.

Tetapi Pilipus-Pilipus modern sekarang ini memang sedang banyak tumbuh di mana-mana dari hari ke hari dan mereka sedang mengerahkan orang-orang untuk ikut serta naik di dalam kereta YAHWEH, yakni orang-orang yang bergerak maju, bergerak keluar ke tempat banyak orang bermukim, berlibur dan bekerja. Berbondong-bondong jumlah manu­sia sedang digapai oleh kabar keselamatan Itu. Mudah.mudah­an hal ini bisa mendorong kita ke arab TINDAKAN KELUAR DARI LINGKUNGAN GEREJA SENDIRI. Semua orang Kristen harus menyebar ke seluruh pelosok dunia dan menyampaikan berita Injil itu kepada sekalian mahluk. <:::><

12. GEREJA YANG BELUM KONSEKWEN

Gereja Kristen yang pertama memiliki amanat keselamatan yang sama dengan gereja kita jaman sekarang ini.
Baptisan Roh Kudus adalah suatu hal yang lumrah pada masa gereja yang pertama, tidak bedanya dengan pengalaman ribuan orang jaman sekarang ini.
Kebenaran yang mereka miliki tidak banyak bedanya dengan kebenaran yang kita miliki jaman sekarang, berkat anugerah Yeshua Ha Mashiah.
Penyucian yang mereka alami tidaklah lebih tinggi derajat­nya dari pada penyucian yang kita alami jaman modern Ini.
Karonia Roh Kudus waktu itu tidaklah lebih nyata daripada karunia Roh yang dialami manusia jaman sekarang.
Pengetahuan mereka tentang amanat keselamatan jiwa-jiwa terhilang serta praktek kesembahan Ilahi yang mereka jalankan tidaklah lebih bermutu dibandingkan dengan yang kita jalankan pada abad ke dua pulah ini.

Tetapi bedanya ialah bahwa orang-orang Kristen yang pertama itu tahu betul apa yang harus mereka perbuat dengan kehidupan mereka yang penuh diurapi dengan Roh Kudus. Tetapi kebanyakan orang Kristen sekarang ini tidak menemukan rahasia suksesnya itu.

Sebagai akibatnya maka gereja jaman sekarang ini sudah merasa cukup puas dengan keempat dinding tembok gereja mereka, berbuat seolab-olah mereka menaruh perhatian terhadap orang-orang yang berdosa. Malahan gereja berdoa untuk jiwa-jiwa yang sesat, mengundang mereka untuk datang ke gereja agar bisa diselamatkan. Tetapi dalam kenyataannya gereja sebenarnya tetap saja jauh dari pada jangkauan orang-orang yang berdosa itu.

Padahal gereja yang pertama itu cukup sibuk dengan kegiatan kunjungan dari rumah ke rumah, dari pasar ke pasar, mengabarkan Injil dari seorang kepada seorang yang lainnya. Mereka tahu di mana tempat jiwa-jiwa yang tersesat itu, Ialu mereka membawa Injil itu kepada mereka dengan metode tatap-muka. Inilah yang harus dijiwai kembali oleh pihak gereja abad ke dua puluh sekarang ini. Inilah yang harus dipraktek­kan oleh gereja jaman sekarang ini. Gereja sekarang ini haruslah membuktikan dalam kenyataan dan perbuatan bahwa Gereja itu betul-betul menaruh prihatin terhadap nasib jiwa-jiwa yang tersesat itu – mereka yang tidak mungkin kita harapkan bisa datang sendiri untuk minta diselamatkan di dalam gedung gereja kita.

Kini Gereja itu sudah merangkak keluar dari Abad Kegelapan. la sudab menemukan kembali kebenaran sejati dari Gereja YAHWEH yang pertama. Tetapi ia rupanya demikian terpesonanya oleh berkat rohani yang ia terima itu sebagai wahyu, maka ia pun sampai lalai terhadap aspek praktis dari kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus itu. Bukannya melaksa­nakan ajaran Kristen itu dalam praktek serta mencapai setiap mahluk di manapun mereka itu berada, tetapi ia malah menjadi terkurung kaku di tengah dinding gerejanya sendiri sambil menikmati berkat yang telah ia terima itu. la makin memperdalam arti hidup yang telab ia peroleh dan menikmati karunia Roh yang makin besar saja di dalam hidupnya, tetapi semuanya serba terkurung dalam gedung gereja. la tidak keluar untuk memenangkan jiwa yang terhilang – tidak keluar ke tempat orang-orang yang tersesat itu berada.

Saya teringat akan usaha berbagai macam bangsa yang saling berlomba menuju ke planet lain, sementara umat manusia di atas planet kita sendiri ini berjuta-juta jumlahnya yang masih memerlukan makanan, pakaian dan perumahan.

Gereja-gereja pun saling berlomba dalam memperebutkan kemuliaan Ilahi, ruang angkasa kemuliaan yang dipenuhi Roh Kudus, padahal DILUAR LINGKUNGAN GEREJA ITU SENDIRI terdapat berjuta-juta manusia yang sama sekali belum tahu bagaimana mereka bisa diselamatkan.

Dalam perlombaan mengejar “hidup rohani” dan apa yang disebut “memiliki hidup berarti yang lebih mendalam,” maka ribuan orang telah terjerumus ke dalam sikap ekstrim dan fanatisme rohani, sehingga mendatangkan satu penyesalan dan kekecewaan bagi gereja itu sendiri. Saya pernah mendengar seorang wanita yang menyatakan dirinya menerima karunia Roh Kudus dan memiliki kuasa untuk mengusir roh setan dengan jalan berkata-kata dalam bahasa lidah. Maka setiap kali ia duduk di tengah kebaktian sidang jemaat, maka ia pun dikuasai oleh “kekuatan” gaib itu. la pun berdiri dari duduknya, maka dengan keadaan seperti tidak sadar ia pun “berbicara dalam lidah asing” untuk mengusir Roh Iblis. Tetapi apakah benar demikian? Dia sama sekali tidak tahu di mana Roh lblis itu berdiam atau pada siapa roh setan itu sedang bermukim. Walaupun begitu mulut perempuan itu terus saja nyerocos seraya mengusir setan itu, tidak peduli entah di mana setan itu berada.

Sesungguhnya Gereja telah tenggelam ke dalam berkat rohani Allah, sehingga mereka lupa dan lalai untuk menemukan kembali pelayanan utama mereka agar supaya memenangkan jiwa yang terhilang. Jadi, tanpa memperhatikan sasaran utama untuk bersaksi kepada orang-orang yang terhilang, maka gereja telah tenggelam dalam kesibukan memperkembangkan “kehidupan rohani yang lebih dalam,” sehingga akibat yang dipetiknya ialah sikap yang fanatik dan ekstrim dari para penganutnya.

Sekarang ini, ditinjau dari segi status kedudukan nilai rohani, maka apa yang disebut “glossalalia” yang karismatis itu, sudah hampir menjadi suatu mode yang murahan saja.

Jika sekiranya saya tergolong salah satu di antara sekian banyak orang yang pernah menerima karunia lidah asing itu sebagai bukti bahwa saya telah dibaptis oleh Roh Kudus, maka sayalah orang yang pertama-tama sekali harus menyatakan kekecewaan saya. Sebab sekarang ini ternyata sudab terlampau banyak orang yang merasa dirinya beroleh anugerah karunia lidah asing, yang sebenarnya tidaklah sam seperti apa yang pernah dialami oleh gereja YAHWEH yang pertama itu. Tetapi yang saya terima adalah KUASA UNTUK BERSAKSI ­ke tempat di mana jiwa-jiwa yang terhilang itu berada. Kisab Rasul 1:8 perlu kita telaah dengan hati-hati dan harus kita nilai kembali dengan saksama pada masa kini.

Apa yang kita perlukan sekarang ini adalah mengurangi bicara dalam bahasa “lain” yang tidak dimengerti orang, tetapi lebih banyak biceara di dalam bahasa yang “dikenal” – agar supaya lebih jelas bagi kita dalam bersaksi – dan memenangkan jiwa yang terhilang.

Sementara perlombaan untuk hidup rohani yang lebih mendalam itu terus berlangsung, terus mempertontonkan jumlah karunia Roh Kudus yang mereka terima itu, maka penemuan kembali pentingnya nilai penginjilan pribadi itu pun sedang dilakukan pula. Hal ini akan merupakan KUNCI ke arah nilai kekeristenan yang bercorak Alkitab Perjanjian Baru. Orang-orang Kristen sudah mulai menyadari babwa segala kuasa rohani yang mereka miliki itu serta karunia Roh Kudus itu tidaklah punya arti apa-apa jika tidak dipergunakan untuk bersaksi dan memenangkan jiwa. Inilah hakekat dari baptisan Roh Kudus yang sesungguhnya. Yakni, memperleng­kapi orang-orang Kristen dengan kemampuan untuk BERSAK­SI – mendorong dan menempatkan mereka PERGI MENCARl JIWA DI LUAR LlNGKUNGAN MEREKA SENDIRI. <:::><

13. KEKERISTENAN YANG MENDALAM

Kuasa dari Roh Kudus telah dipulihkan kembali di lingkungan generasi umat manusia sekarang ini di kalangan gereja. Sebab tak tersangkal lagi kenyataan betapa berlipat kali gandanya jumlah pengikut orang beriman yang telah dipenubi Roh Kudus seperti halnya orang-orang Kristen yang pertama. Baptisan Roh Kudus yang kita terima sekarang ini tidak bedanya dengan baptisan Roh Kudus pada waktu orang-orang Kristen dahulu kala.

Oleh sebab itu, maka gereja patutlah menjajagi kembali tujuan dari pada kuasa Roh Kudus 1ni. Mengapa YAHWEH memperlengkapi kita dengan kuasa ini? Agar supaya orang-orang Kristen itu pergi keluar untuk bersaksi kepada semua orang dan membawa mereka kepada Ha Mashiah.

Tetapi masih banyak Gereja yang belum menemukan kembali kewajiban itu dalam pelayanan mereka. Jadi, mereka utamakan ialah untuk bagaimana beroleh pengalaman itu. Mereka pergi ke ibadah gereja untuk mempertontonkan betapa mendalamnya kerohanian mereka itu. Mereka sengaja mempertun­jukkan hal itu kepada orang lain, sementara pendeta mereka juga kerjanya mencari pengalaman yang mendalam bagi kehidupan rohani dirinya dan sidang jemaatnya.

Dan hal semacam ini bisa terjadi oleh karena gereja belum menemukan KEMANTAPAN ROHANI YANG PALING BE­SAR, yakni amanat untuk pergi keluar dan mencari jiwa-jiwa yang terhilang untuk dibawa kepada Yeshua Ha Mashiah.

Ada seseorang yang pernah memegang jabatan sebagai Direktur Lembaga Penginjilan di suatu Gereja yang besar selama 33 tahun lamanya. Tetapi Gereja itu tidak pernah merupakan Gereja yang memenangkan jiwa buat YAHWEH. Tetapi seorang pendeta muda yang baru saja diangkat jadi gembala di lingkungan Gereja ini dengan penuh semangat telah menjadi seorang pemenang jiwa yang luar biasa.

Pendeta muda itu merenungkan kenyataan laki-laki tua yang selama 33 tahun memimpin badan penginjilan tetapi tidak pemah memenangkan jiwa buat YAHWEH itu. Maka pendeta muda itu pun memutuskan untuk melakukan sesuatu tindakan.

Ia mengundang Direktur Lembaga Penginjilan itu untuk menemani dia barang sehari saja untuk mengikuti kunjungan acara dari rumah ke rumah untuk bersaksi. Pada malam itu setelah usai kunjungan itu, sejumlah jiwa telah menyatakan diri menerima Ha Mashiah sebagai Juru Selamat mereka di dalam rumah mereka.

Sambil memasuki kamar pendeta muda itu, maka pendeta yang tua itu duduk terhenyak sambit menangis. Sambil berpaling kepada temannya yang muda itu ia berucap: “Sahabatku, saya telah beroleh pelajaran yang mahal di dalam YAHWEH hari ini, yang selama ini tidak pernah saya sadari sama sekali.”

Sekarang ia telah turut membantu membawa banyak jiwa yang terhitang untuk datang kepada Ha Mashiah.

Ada terdapat rahasia di bidang ke-rohanian untuk menghayati bagaimana memenangkan jiwa buat YAHWEH, yakni suatu  penghayatan yang tidak mungkin kita alami dalam pelajaran Alkitab atau pun perkumpulan doa keluarga.

Billy Graham berkata: “Kenyataan yang paling menyedih­kan sekarang ini ialah bahwa para ahli-ahli Alkitab kita adalah justru orang-orang yang hampir tidak pemah memenangkan jiwa buat YAHWEH.”

Seorang penginjil berbicara di hadapan kelompok doa dan penyelidikan Alkitab tentang kewajiban untuk keluar bersaksi tentang Ha Mashiah dari rumah ke rumah.
Tetapi apa kata pemimpin mereka? “Kita tak mungkin melakukan hal itu. Kerohanian kita masih belum cukup mendalam untuk melakukan pekerjaan itu.”
Penginjil itu lalu bertanya: “Sudah berapa lamakah anda menyelenggarakan kelompok penyelidikan Alkitab dan kelom­pok doa ini?”
“Baru dua tahun!”

Di dalam kampanye kami di kota Kansas terdapat seorang pemimpin gang remaja berusia 17 tahun, yang terkenal sangat giat dalam tindak kriminal. Tetapi pada suatu hari Jumat malam ia bertobat dan menerima hidup baru. Pada keesokan harinya, hari Sabtu ia pergi membagi-bagikan traktat kepada beberapa kawan-kawan anggota gang-nya, sehingga mereka pun ikut datang ke pertemuan penginjilan itu dan diselamatkan. Pada hari Minggu mereka semua pergi keluar membagi-bagi traktat dan bersaksi kepada sisa dari anggota-anggota gang itu. Maka seluruh anggota gang itu pun selamatlah. Pada hari Senin saudaranya yang perempuan telah bertobat dan diselamatkan. Maka seluruh gang itu pun menjadi suatu gang pemenang jiwa buat YAHWEH. Sama sekali tidak memakan waktu sampai dua tahun bagi mereka untuk mempersiapkan tindakan penyelamat­an itu, bukan ?

Apabila seorang Kristen berbicara kepada seorang jiwa yang terhilang, mengajak dia untuk menerima Ha Mashiah, merangkul dia dengan hangat pada bahunya, atau menjabat tangannya dengan mesra sambil membimbing jiwa itu di dalam doa, maka – entah di dalam gedung gereja, atau di bangku sebuah taman terbuka, entah di dalam sebuah rumah atau restoran, entah di tengah jalan atau di pojok persimpangan, maka orang yang semacam itu adalah sama dengan Kristus di dalam pelayanannya dan tak dapat dibandingkan dengan pengalaman rohani apa pun juga.

Membawa seorang jiwa yang terhilang kepada Yeshua merupakan satu pengalaman rohani yang paling besar dalam kehidupan Kristen seseorang. Tak ada kedalaman rohani yang lebih indah lagi dari pada itu!

Seorang penginjil yang bersemangat berusaha memberi saran kepada suatu jemaat yang kecil agar lebih berorientasi kepada pengabaran Injil keluar. Pendetanya menjawab: “Kamu ini tidak mengerti apa-apa. Kita tidak membutuhkan kelompok yang besar. Kita hanya membutuhkan satu kelompok kecil yang tiap kali bisa bertemu dengan tenang untuk mempelajari firman YAHWEH dan belajar memperdalam kehidupan kerohanian kita di dalam Ha Mashiah!”
Sikap semacam itu harus berobah apabila Gereja ingin menjadi pemenang jiwa buat YAHWEH.

Bilamana kita menitik beratkan pada pentingnya meme­nangkan jiwa, dan bukannya hanya memperdalam kerohanian pribadi terus-menerus, maka Gereja akan menemukan suatu kedalaman yang baru di dalam Ha Mashiah, suatu pengalaman rohani yang lebih  indah dari pada pengalaman biasa di dalam lingkungan Gereja sendiri.

Dunia sekarang ini tidak memerlukan orang-orang Kristen yang profesional. Yang diperlukan ialah orang-orang Kristen yang bersaksi dan memenangkan jiwa. Inilah KEDALAMAN ROHANI itu INILAH PEKABARAN INJIL itu!

Apabila gereja sungguh-sungguh mau menyelamatkan dunia kita sekarang ini dari jiwa-jiwa yang terhilang, yang tidak mau datang masuk ke gedung gereja untuk beroleh selamat, maka Gereja harus belajar rahasia ini. Dan dunia memang betul-betul sedang MENANTI apakah ada tanda-tanda yang diperlihatkan oleh Gereja bahwa Gereja itu menaruh perhatian terhadap jiwa-jiwa yang terhilang tersebut.

Dr. Harry Denman, Sekjen Lembaga Penginjilan Gereja Metodis selama 25 tahun, pernah berucap: “Apabila kaum awam Kristen tidak menyadari panggilan mereka untuk memenangkan jiwa secara pribadi, maka dunia ini akan terhilang untuk selamanya.”

Billy Graham berkata: “Kebutuhan yang paling besar dirasakan dunia kita sekarang ini ialah penginjilan kepada perorangan – bukan oleh kaum rohaniwan yang ahli, melainkan,oleh orang-orang Kristen yang awam!”

Apabila Gereja tidak keluar mengabarkan Injil, maka dunia pun tidak mungkin bisa mendengar Injil itu.

Tatkala Paulus bicara tentang orang Kristen yang sejati, maka ia bicara soal pelayanan: Jadi siapa yang ada di dalam Ha Mashiah, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Ha Mashiah telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. (2Co 5:17-18)

“Setiap orang” yang berada di dalam Ha Mashiah adalah “manusia baru” dan ia telah menerima satu “pelayanan, perdamaian.” Setiap orang Kristen mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan perdamaian itu terhadap sesama manusia oleh karena YAHWEH. Itulah yang kita sebut memenankan jiwa. Tanpa pandang bulu, entah apa pun warna kulitnya, kebangsaannya, kedudukannya, atau jenis kelaminnya! Setiap pendengar adalah proklamator juga. Setiap penerima berkat hendaknya menjadi pembagil berkat pula. Setiap orang Kristen adalah misionaris-penginjil-seorang salesman yang hidup! Inilah arti rahasia kekristenan YANG DALAM. Inilah kedalaman arti kehidupan seorang Kristen yang dapat dialami seseorang. <:::><

14. MANUSIA SEBAGAI SALURAN

Apabila setiap orang Kristen menemu­kan kembali KUNCI rahasia keberhasilan Gereja yang pertama di dalam memenangkan jiwa maka hendaklah ia sadari bahwa penginjilan dan memenangkan jiwa ini telah dijalankan dengan efektif apabila dijalankan DI LUAR DARI LING­KUNGAN GEREJA ITU SENDIRI.

Gereja sekarang ini harus lebih banyak prihatin terhadap nasib jiwa-jiwa yang terhilang. Gereja harus meninjau kembali titik orientasinya mengenai kekeristenan yang sejati di dalam hidup ini. Gereja harus membuktikan melalui perbuatan bahwa GEREJA MENARUH PERHATIAN TERHADAP ORANG­-ORANG BERDOSA!

Sebab gereja itu adalah tubuh Ha Mashiah – SuaraNya – Kaki dan tangan-Nya – Gereja itu adalah ANDA sendiri, anda sebagai perorangan.

Apa sebabnya Injil belum tersebar kepada setiap mahluk? Karena orang-orang Kristen telah salah menafsirkan apa makna Gereja itu sesungguhnya. Bagi mereka Gereja itu hanyalah sarana keagamaan, tempat berhimpun, sidang jemaat mereka sendiri. (Dan memang tepat apabila kita katakan bahwa Gereja itu adalah persekutuan kolektif orang-orang Kristen).

Tetapi dipandang dari segi perorangan, maka Gereja itu sebenamya adalah ANDA sendiri! Tubuh anda adalah milik Ha Mashiah, tubuh Ha Mashiah. Ia hanya bisa bersaksi dan melayani dengan perantaraan Anda! [Itulah sebabnya pada web blog ini saya bedakan antara “Gereja” sebagai kumpulan Jemaat, dan “gereja” sebagai gedung ibadah atau organisasi rohani. Pada terjemahan aslinya semua kata “gereja” huruf kecil. Kata “jemaat” di Alkitab telah diterjemahkan secara salah. Penjala Baja]

Gereja tak dapat mengirim keluar Ha Mashiah, di dalam RohNya, untuk membawa berkat bagi orang-orang miskin, menghibur orang-orang yang menderita batin, berkunjung kepada orang-orang sakit, dan meyakinkan orang-orang yang berdosa.

Ha Mashiah telah mengirim Roh-Nya kepada ANDA! Andalah Gereja itu! Jadi, satu-satunya jalan bahwa Ha Mashiah boleh melawat orang sakit dan bersaksi kepada orang berdosa hanyalah tubuhNya. Dan tubuhNya itu ialah ANDA!

Pelayanan Ha Mashiah di tengah masyarakat anda hanyalah terbatas kepada ANDA! Ia ingin bicara tentang keselamatan bagi jiwa-jiwa, ingin supaya mereka bertobat dari dosa mereka, ingin meyakinkan mereka tentang kebenaran Injil – suatu pekerjaan dari Roh Kudus – tak lain tak bukan HANYALAH MELALUI ANDA! Ia tidak pandang siapa anda. Ia mau bersaksi melalui MULUT ANDA. Apabila anda tidak pergi dan bersaksi untuk menyampaikan amanat itu, maka masyarakat kita akan terhilang. Ha Mashiah mau hidup di dalam DIRI ANDA. Ia tak dapat berkunjung kepada orang-orang yang tersebar di mana-mana itu tanpa ANDA. Ia tak dapat berdiri di tengah lapangan luas dan mengabarkan Injil tanpa seorang penginjil.

Kita sering berdoa agar kepada kita dikirimi Roh Kudus yang dapat menggerakkan hati kita dan mengawal kita di dalam segala hal. Memang hal ini bisa menyelamatkan kita dari kesulitan. Hal ini meringankan beban hidup kita di samping kesibukan kita – menonton siaran televisi, kegiatan perkumpulan kita, kegiatan rekreasi kita, dan urusan pribadi kita.

Tidaklah heran apabila orang-orang yang belum bertobat itu suka mengejek umat Kristen!
Itulah sebabnya mengapa kaum yang anti Tuhun menerta­wakan kita [yang mengaku sebagai] umat Kristen.
Inilah salah satu sebabnya mengapa orang-orang Yahudi misalnya tidak menerima agama Kristen. Pemimpin agama kaum Yahudi itu membaca Alkitab Perjanjian Baru. Mereka tahu siapa Yeshua itu. Mereka tahu bahwa Yeshua adalah seorang Yahudi. Mereka tahu bagaimana Ia hidup. Dan mereka pun tahu apa yang diamanatkan oleh Ha Mashiah itu kepada umatNya untuk dikerjakan – dan mereka tahu betapa bedanya orang Kristen sekarang ini dibandingkan dengan orang Kristen yang pertama.

Yeshua adalah seorang pemenang jiwa. la bergaul dengan masyarakat umum. Ia bertindak sebagai sahabat terhadap orang-orang yang berada dalam kebutuhan. Ia menyembuhkan orang sakit. Ia bicara tentang kabar keselamat­an bagi orang-orang yang berdosa. Ia menolong orang-orang. Tanpa mementingkan diri-Nya sendiri – sepanjang waktu.

IA TlDAK PERNAH BEROBAH! Ia pun menghendaki hal yang sama sekarang ini. Ia ingin bekerja di dalam anda, agar anda mau berbuat dan sungguh-sungguh bertindak melakukan hal-hal yang berkenan bagi Dia.

INILAH MAKNA KEKERISTENAN YANG DALAM! Yang lainnya hanyalah serba dibuat-buat dan dangkal sifatnya. Ha Mashiah berada di dalam diri ANDA. Anda kini mempunyai tujuan tertentu di dalam hidup ini dan di dalam bersaksi. Anda telah dipenuhi oleh Roh Kudus oleh karena sesuatu alasan. Jadi, bukanlah sekadar hanya pergi ke gereja lalu berusaha menjadi dalam di bidang rohani. Tetapi pergilah juga keluar dari gedung gereja anda dan ceritakanlah kepada siapa saja tentang Ha Mashiah itu.

Marilah kita camkan baik-baik bahwa Roh Kudus itu bekerja MELALUI KITA. Kita adalah bait-Nya. Apabila kita terlampau sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk bersaksi, maka Ia tidak mempunyai saluran yang lain untuk melayani masyarakat. Itulah sebabnya Ia tinggal di dalam diri KITA.

Orang-orang berdosa di tengah masyarakat kita tidak mungkin beroleh kunjungan dari YAHWEH kita, apabila ANDA tidak pergi dan berbicara atas namaNya.
Orang-orang yang berada dalam kesakitan serta meringkuk dalam penjara tidak akan disentuh oleh Roh YAHWEH apabila Anda tidak bersaksi tentang NamaNya.
Manusia tidak mungkin bisa melihat YAHWEH – kecuali bisa melihat kebesaran YAHWEH melalui tindakan ANDA.
Kasih Ha Mashiah itu hanyalah bisa dinyatakan melalui KEHIDUPAN anda! Hasrat dan rasa prihtin-Nya terhadap jiwa-jiwa yang terhilang hanyalah bisa dilakukan melalui ANDA.
Yeshua Ha Mashiah mengunjungi orang-orang berdosa di ling­kungan masyarakat sekitarnya apabila ANDA pun berbuat hal yang sama.

Itulah sebabnya apabila kita megabarkan Injil maka haruslah KELUAR DARI LINGKUNGAN GEREJA kita SENDlRI. lTULAH tempat di mana orang berdosa itu berada. Dan itulah pula merupakan amanat utama dari umat Kristen, yakni menggapai orang-orang berdosa dengan bantuan Injil. Itulah namanya menyampaikan kabar selamat! la memerintahkan kepada kita untuk mengabarkan Injil kepada sekalian mahluk. Hal ini hanya bisa dilangsungkan DILUAR GEREJA SENDIRI.

Kebangunan rohani adalah untuk kepentingan di dalam lingkungan anggota-anggota gereja sendiri. Tetapi penginjilan dalam arti yang setinggi-tingginya adalah pergi keluar ke tempat orang-orang berdosa itu berada. Itulah pula sebabnya mengapa orang Kristen HARUS KELUAR DARI lingkungan gerejanya sendiri.

Orang-orang Kristen memerlukan “kebangunan” rohani sewaktu-waktu. Buku ini ditujukan bagi mereka yang berada di dalam gereja atau dilingkungan gereja. Buku ini adalah untuk memberi petunjuk, bahkan memberi satu kebangunan rohani bagi anda untuk memenangkan jiwa agar anda berhasrat dan menaruh prihatin terhadap jumlah besar manusia yang belum diselamatkan itu.

Tetapi apabila kebangunan rohani itu hidup di dalam diri kita, maka kita pun akan mengabarkan Injil itu. Kita akan melancarkan gerakan yang penuh semangat untuk memenang­kan jiwa. Dan kita akan melakukannya di luar lingkungan gereja kita sendiri. ltulah yang menjadi inti sari dari buku ini.

Itulah pula yang menjadi amanat YAHWEH bagi setiap orang Kristen tatkala Ia berseru kepada Filipus “IKUTLAH SERTA DI DALAM KERETA YAHWEH.” Dengan kata lain Ia ingin berkata: Pergilah ke gelanggang hidup yang ramai, pergilah ke tengah kesibukan hidup dunia, dan carilah seseorang yang terhilang jiwanya, bersaksilah kepada mereka, dan menangkan­lah jiwa itu untuk Ha Mashiah.

Selama anda cuma membatasi kesaksian anda itu di antara dinding gedung gereja anda saja, maka YAHWEH tidak mungkin mengajak anda ikut serta di dalam keretaNya untuk pergi mencari jiwa yang perlu diselamatkan.

Oleh sebab itu, keluarlah – pergi ke tempat orang-orang berdosa itu berada – PERGlLAH KELUAR, berangkatlah ke tempat-tempat kesibukan manusia, di tempat-tempat terbuka, maka Roh Kudus akan membimbing anda ke dalam kereta maha YAHWEH, agar anda bisa mencari jiwa yang terhilang buat Ha Mashiah.

lnilah amanat pelayanan bagi setiap orang Kristen tanpa pandang umur, jenis kelamin, suku bangsa, atau kedudukan sosial apa pun. Sebab ini adalah amanat bagi setiap orang, baik laki-laki maupun wanita, putera maupun puteri yang telah menerima Ha Mashiah dalam hidupnya.  <:::><

15. BERKUNJUNG ATAU MEMENANGKAN JIWA

Adalah penting bagi kita untuk membedakan antara melakukan kunjungan dalam rangka acara pelayanan gerejani dan memenangkan jiwa.

Gereja telah menemukan kembali sebagian besar ajaran dasar dari gereja yang pertama, tetapi barulah setelah Abad Kegelapan maka memenangkan jiwa secara perorangan di kalangan orang-orang berdosa itu mendapat perhatian dari padanya.

Membangkitkan kembali kebenaran ini adalah penting sekali. Sebab justru inilah yang menunjukkan ciri gereja yang lahir pada hari Pantekosta. Oleh sebab itu gereja yang semacam ini pulalah yang dimaksudkan Ha Mashiah sebagai mempelainya pada saat Ia datang kembali kelak untuk menjemputuya.

Ada terdapat bukti-bukti bahwa kebenaran tentang pengin­jilan pribadi itu sedang mulai berkembang giat dan mekar sepenuhnya. Di mana-mana para kaum rohaniwan dan orang-orang Kristen yang penuh pengabdian memperbincang­kan soal itu. Para pengarang buku berbicara soal itu. Para pendeta menaruh perhatian besar dalam hal itu. Program-program baru lalu diterapkan dalam bidang ini.

Tetapi sebagian besar cara pendekatan yang ditempuh itu selama ini kurang begitu lancar rasanya, sebab kecenderungan yang kita lihat sekarang ini ialah bahwa orang melakukan “kunjungan,” ada yang menyebutnya dengan istilah “besuk” atau “penginjilan statistik”. Dalam hal ini ada terdapat banyak macam versi dan pola, tetapi sebagian besar diantara­nya masih kurang memenuhi syarat bagi memenangkan jiwa-di luar dari lingkungan gerejani. Sejumlah besar “kunjungan” atau penginjilan statistik itu adalah paling banyak memenuhi lembaran acara kegiatan suatu gereja. Buku-buku dan tulisan-tullsan banyak sekali memuat cara pelaksanaan dari pada bentuk penginjilan apapun juga.

Dan kita harus akui secara jujur bahwa bentuk penginjilan inl bertanggungjawab atas segala jiwa yang patut dijangkau, meskipun hasilnya bagi gereja hanyalah 10 persen. Lalu apakah yang harus kita perbuat dengan yang 90 persen selebihnya itu? Yang tidak tahu datang ke dalam gereja?

Ide yang dimiliki banyak orang kurang memperhitungkan nasib yang 90 persen jiwa-jiwa ini. Konsep yang umum adalah bagaimana ramai-ramai orang pergi keluar dan menghubungi sebanyak mungkin orang lalu mengundang mereka ke gereja. Agar menghadiri suatu program, atau makan-minum, atau suatu pertemuan, suatu klab, suatu acara khusus yang istimewa, entah apa saja yang bia kita pikirkan untuk mengajak orang datang ke gereja.

Kita menganggap bahwa tugas penyelamatan itu adalah suatu pekerjaan berupa seni yang tinggi, yang diperuntukkan saja bagi pendeta atau pekerja profesional di kalangan gereja. Sebab pada umumnya orang beranggapan bahwa orang awam adalah tidak mampu untuk membawa jiwa kepada keselamatan. Tugas mereka cukup saja pergi keluar dan mendaftarkan orang-orang untuk datang hadir ke gereja. Selanjutnya gereja dengan gedungnya yang megah itulah yang jadi sasaran. Nanti bapak pendetalah yang akan bertindak untuk keselamatan mereka.

Acara semacam ini harus kita akui baik, tak ada salahnya. Tetapi terlampau mengabaikan jumlah yang 90 persen itu yang berada di luar pagar gereja.

Mereka itu pun PATUT kita perhitungkan!

Seorang pemuda Kristen di Inggris berkobar-kobar sema­ngatnya setelah mendengar ceramah tentang memenangkan jiwa yang diselenggarakan oleh salah seorang anggota kita. Anak muda itu lalu pergi keluar dan bersaksi di kalangan kelompok pemuda nakal, dan dalam waktu beberapa hari saja ia telah memenangkan mereka itu untuk Ha Mashiah.

Anak muda itu bertanya kepada pendetanya apakah ia boleh membawa serta rombongan teman-temannya yang baru itu untuk berbakti di dalam gereja. Pada waktu itu ia lupa menjelaskan bahwa keadaan lahiriah mereka, cara berpakaian dan dandanan rambut mereka adalah tidak sesuai dengan ukuran kerapihan yang tradisional.

Pada waktu mereka memasuki gedung gereja bersama dengan rombongan itu, maka dengan tajam sekali anak muda itu mendapat teguran, karena telah membawa serta golongan orang yang begitu duniawi dan tiak pantas ke dalam tempat yang suci. Mereka dianjurkan untuk pergi dan hanya boleh kembali apabila dandanan pakaian dan rambut mereka itu sesuai dengan standar yang dimillkl oleh “gereja.” Kepada anak muda itu ditekankan satu peringatan keras: “Tempatmu adalah di dalam gereja. Di sini kamu harus belajar bagaimana untuk menjadi seorang Kristen yang pantas. Kau tidak punya urusan apa-apa untuk pergi keluar dan membawa kesaksian semacam itu. Kau harus serahkan tugas bersaksi itu kepada kami yang berwenang untuk melakukan hal semacam ltu.”

Akan tetapi apa yang dilakukan anak muda itu adalah tepat sama dengan perempuan Samaria setelab ia bertobat. Memang sangat sedikit sekali kaum profesional itu bisa bersaksi tentang sukses Yeshua sebagai pribadi. Padahal dunia tidak memerlukan nasehat seorang profesional. Yang diperlukan orang ialah Yeshua Ha Mashiah. Mereka ingin tahu tentang Ha Mashiah. Dalam bentuknya yang sesederhana mungkin – dengan istilah-istilah yang mereka bisa pahami semudah mungkin tanpa berbelit-belit.

Kaum awam Kristen harus kita bimbing dan dorong untuk pergi keluar ke tempat rumah-rumah orang berdosa agar membawa orang berdosa itu mengambil kesimpulan untuk menerima Ha Mashiah. Di tempat itu juga mereka boleh bersaksi. Seseorang bisa saja pergi ke suatu toko buku dan memborong sejumIah buku-buku rohani, merancang sejumlah kunjungan rumah tangga, mempersiapkan diri menyebarkan Injil dan sebagainya. Pendeknya apa saja yang bermanfaatlah.

Selama seratus tabun belakangan ini memang acara penginjilan telah berkembang demikian pesatnya sehingga banyak sekali rencana telah disusun orang, bahan bacaan dicetak, dan selama dua puluh tahun terakhir ini orang sibuknya bukan main. Kegiatan itu timbul di mana-mana bagaikan cendawan di musim hujan. Lebih besar lagi jumIah orang Kristen yang berkunjung ke rumah-rumah untuk menggapai jiwa-jiwa terhilang. Acara seperti ini sungguh bagus. Langkah ini merupakan satu langkah lebih dekat ke arah apa yang berkenan bagi Ha Mashiah. Dan saya sendiri juga sangat berbesar hati melihat kemajuan rencana penginjilan yang begitu hebat itu.

Tetapi di lingkungan sebagian besar gereja rencana penginjilan semacam ini tidak memanfaatkan tenaga kaum awam. Mereka TIDAK didorong atau diberi semangat untuk pergi dan membawa jiwa-jiwa untuk mengambil keputusan mengenai sikapnya terhadap Ha Mashiah. Gereja menganggap tugas ini hanya boleh dilakukan di dalam gedung gereja. Dan tugas kaum awam hanyalah mendaftarkan saja orang-orang yang mereka hubungi.

Akan tetapi kenyataannya menunjukkan babwa 90 persen dari jiwa-jiwa yang terhilang itu berada di luar garis lingkungan gereja. Dan mereka tidak mungkin datang langsung sendiri ke gereja. Itulah sebabnya kaum awam harus siap sedia untuk berjuang di luar pagar dan memenangkan jiwa-jiwa itu. Kaum awam harus bersaksi kepada mereka itu.

Marilah kita bayangkan peri keadaan sebuah perusahaan alat pembersih ruangan yang terbuat dari listrik. Misalkan saja perusahaan itu mengirim perwakilannya yang serba parlente dan sopan santun terjun ke masyarakat sambil berkunjung dari satu rumah ke rumah yang lainnya sambil berkata : “Kami adalah dari perusahaan alat-alat pembersih ruangan. Kami ingin mengundang anda hadir beserta keluarga anda untuk datang ke ruang pameran yang kami selenggarakan. Kami telah menyusun acara yang menarik, termasuk di dalamnya rombongan koor dari perusahaan kami. Distrik Sales Manager kami akan memberi ceramah kepada anda. Dia adalah seorang pembicara yang ulung dan anda pasti menyukai kepribadiannya.”

Strategi yang dipasang dalam hal ini ialah: Asal kita bisa menggiring orang-orang itu ke tempat pertemuan, maka baru di situlah kita hendak menjual alat-alat keperluan rumah tangga itu.

Tentu saja strategi semacam itu tidaklah buruk. Setiap tindakan semacam ini pasti bisa memajukan kepentingan perusahaan. Cuma masalahnya ialah bahwa perusahaan itu bisa jatuh bangkrut-bukan saja karena alat-alat yang dijualnya itu kurang baik, tetapi karena terutama sekali jumlah pembeli yang ingin dicapai itu hanya terbatas pada persentase yang kecil sekali. Hanya mereka yang berhasil disuruh berpakaian rapih yang mempunyai mobil untuk datang ke pusat kota untuk menyaksikan pertemuan dan pameran promosi barang-barang itu.

Dan tahukah anda bahwa suatu perusahaan tidak mungkin melakukan hal semacam itu? Yang mereka lakukan ialah melatih sungguh-sungguh petugas-petugas perwakilan mereka, lalu mengirim mereka ke segala penjuru angin sambit membawa alat produksi pabrik mereka itu. Mereka berkelilng dari rumah ke rumah dan menjual langsung alat-alat itu kepada pembeli. Tidaklah heran kita menyaksikan Yeshua pernah berkata: “Anak-anak dunia ini dari generasi mereka adalah lebih bijaksana dari pada anak-anak di dalam terang.” Lukas 16:8.

Ciri khas dari Gereja yang pertama ialah bersaksi kepada setiap orang dan memenangkan jiwa buat YAHWEH, di manapun mereka temukan jiwa itu. Hal ini adalah wajar bagi seorang Kristen. Tetapi baru kemudian orang terjerumus dalam sikap yang kaku dan menjadi tradisionil, Ialu meninggalkan cara memenangkan jiwa itu sebagai tugas para pendeta dan pekerja profesional saja.

Pemilik sebuah hotel di negeri Belanda telah bertobat dan menerima Ha Mashiah pada waktu kami melakukan kampanye di sana. Berhari-hari setelah itu ia terus saja bersaksi kepada para tamunya dan menganjurkan mereka untuk menerima YAHWEH dalam hidupnya.

Adalan suatu hal yang lumrah bagi orang yang baru bertobat itu untuk menyampaikan kabar kesukaan ini kepada orang lain, agar orang lain itu pun turut diselamatkan. Oleh sebab itu hendaklah gereja menganjurkan hal ini. Tetapi apa yang dikerjakan gereja? Ia malah membela tradisi yang serba kaku itu.

Pikiran yang umum berlaku adalah bahwa orang-orang Kristen itu tidak mampu untuk berhubungan dengan orang-orang berdosa. Sebab orang menganggap mereka kelak berhadapan dengan masalah-masalah perdebatan atau perlawanan sengit dalam pendirian orang, yang seorang awam tidak mampu untuk mengatasinya.

Maka justru karena itulah kita harus AJARKAN cara memenangkan jiwa itu!

Biasanya Gereja memang tidak memperkenankan seorang anggota baru untuk memberikan pelajaran agama dalam sekolah minggu atau perkumpulan bersama. Gereja-gereja yang baik sering kali menyelenggarakan kursus latihan kepemimpin­an untuk melatih dan membentuk kader pengajar.

Maka dengan cara yang sama pun gereja hendaknya menyelenggarakan kursus latihan eara memenangkan jiwa, untuk membina dan melatih serta memajukan pelayanannya yang terbesar di atas muka bumi ini. Kursus latihan pembinaan itu hendaknya diberikan kepada anggota-anggota kaum awam biasa dan dilakukan secara tetap dan teratur.

Perusahaan-perusahaan melatih salesman mereka. Saksi-saksi Yehova melatih anggota-anggota mereka.

Gereja-gereja yang sejati melatih guru-guru mereka. Kelas-kelas dan konferensi tertentu diselenggarakan khusus untuk mengarahkan orang-orang pada program “kunjungan rumah” itu.

Tetapi hampir tidak ada gereja yang melatih anggotanya di dalam seni memenangkan jiwa. Jarang sekali kita menemukan Sekolah Alkitab atau seminari yang mempunyai kurikulum atau jadwal pelajaran yang mengandung seni memajukan cara memenangkan jiwa, dan melatih mereka berkecimpung di luar gereja sendiri. Padahal justru hal itulah – yang merupakan kunci emas – ke arah sukses dari pada Gereja yang pertama.

Dengan ajaran dan kebenaran utama dari gereja yang pertama itu yang kita gali kembali sekarang ini, maka sudah tiba saatnya kita harus berbuat sesuatu sesuai dengan kebenaran itu. Kita harus keluar dan membagi-bagi berkat YAHWEH kepada orang-orang yang berdosa.

Sekali kebenaran ini beroleh kembali ke landasannya yang tepat, maka Alkitab akan merupakan sebuah buku yang baru dan segar bagi Gereja. Para pengarang akan menghasilkan buku-buku yang bermanfaat sekali tentang caranya memenang­kan jiwa. Kursus-kursus yang intensif akan diselenggarakan, konferensi, pelajaran rutin, dilakukan untuk tujuan itu, dan para pendeta akan menemukan sumber yang tak kunjung habis-habisnya untuk mengajarkan kepada sidang jemaatnya, baik pria maupun wanita, bagaimana keluar untuk bersaksi dan memenangkan jiwa yang terhilang seperti yang pemah dikerjakan oleh Gereja yang pertama-DILUAR LINGKUNG­AN SENDIRI.

Oleh sebab itu sangat dibutuhkan guru-guru yang bisa mengajar seni memenangkan jiwa. Baik pria maupun wanita akan menemukan suatu dimensi yang baru dalam pelayanan­nya. Penginjil-penginjil akan mengajar seni bersaksi di dalam bagian pelayanan mereka. Kelompok-kelompok pemuda akan beroleh harapan baru di dalam kekeristenan mereka. Sidang jemaat yang tadinya melempem akan beroleh kesegaran kembali. Suatu masa baru di dalam dunia kekristenan akan menampilkan adegan-adegan dari dalam panggung riwayat kekristenan kita. Mungkin saja gereja itu akan merupakan Gereja yang teraniaya, tetapi ia akan merupakan satu Gereja yang bergerak dan hidup di tengah masyarakat.

Sudah terdapat kecenderungan di kalangan orang-orang beriman di mana-mana untuk bergerak. Mereka berkata: “Kita tidak merasa betah hanya duduk-duduk di dalam gedung gereja saja. Kita merasa ada sesuatu yang kekurangan pada diri kita. Kita mempunyai pendeta yang bai dan gedung yang bagus. Tetapi kita belum merasa puas. Sebab kita tidak memenangkan jiwa. Kita mempunyai program kunjungan yang bagus, tetapi orang-orang yang berdosa itu tidak mau hadir di antara kita.”

Ini adalah kehendak YAHWEH, agar kita mencari jiwa-jiwa yang terhilang itu-di luar dari pada lingkungan kita sendiri.

“Kunjungan” itu berarti anggota-anggota gereja yang harus keluar mengundang orang untuk ikut serta dalam kegiatan atau acara gerejani. Tetapi “memenangkan jiwa secara perorangan” adalah satu orang bicara kepada lain orang tentang kebutuhan orang lain akan Yeshua Ha Mashiah sebagai Juru Selamatnya, dengan tujuan agar orang itu mengambil keputusan langsung di tempat ita juga. TUGAS PELAYANAN INI ADALAH KEWAJIBAN SETIAP ORANG BERIMAN BAIK PRIA MAUPUN WANITA.

Kami sama sekali tidaklah bermaksud hendak mengurangi arti dari “kunjungan rumah tangga” itu. Selama ini cara itu telah merupakan satu kegiatan yang menguntungkan bagi gereja. Tetapi perlu saya ulangi lagi: Bahwa kita harus menjangkau sedapat mungkin setiap jiwa yang terhilang agar bisa datang ke gereja dan kita harus menyelamatkan mereka apabila mereka datang ke tempat kita.

Tetapi janganlah kita ANDALKAN cara memenangkan jiwa itu pada gedung gereja kita sama sekali.

Kita harus memperbaharui rencana dan cara kerja kita. Kita harus menyelenggarakan kursus-kursus latihan dan program untuk PENGINJILAN PERORANGAN. Kita harus mengajar orang Kristen bagaimana bertindak untuk membim­bing jiwa yang terhilang agar menerima Ha Mashiah dan dilahirkan kembali. Baik laki-Iaki maupun kaum wanita wajib melakukan­nya.

Kita harus membuktikan kepada 90 persen orang-orang yang belum mengenal gereja itu bahwa kita pun turut prihatin atas nasib mereka juga – bahwa Ha Mashiah yang kita miliki itu akan mau menyelamatkan orang berdosa juga di dalam rumahnya sendiri, atau di dalam pabrik tempat ia bekerja, atau di tengah taman terbuka bagi umum, sama dan cukup mulia seperti pertobatan yang terjadi di dalam gedung gereja.

Pergilah keluar lingkungan gereja anda sendiri dan bersaksilah tentang kekristenenan anda itu, di tengah jalan raya dan kesibukan hidup ini, maka Roh Kudus akan menunjukkan kepada anda – seperti Ia juga telah menunjukkan kepada Pilipus – kepada jiwa mana anda harus berbicara dan ANDA AKAN MENJADI SEORANG PEMENANG JIWA YANG TERHILANG – dan bukannya hanya sekadar seorang yang datang melakukan kunjungan rumah tangga atau sekadar pertemuan biasa saja dengan seseorng itu.

Sambungan dari bagian 1 (Pendahuluan-bab 7)
Bersambung ke bagian 3 (16-20)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

IKUTLAH SERTA DALAM KERETA KENCANA, Bg. 1

Terjemahan dari buku JOIN THE CHARIOT karangan T. L. Osborn

Buku penuntun PENGINJILAN yang praktis bagaimana memenangkan jiwa bagi Kerajaan Sorga.

Ditulis ulang dan diedit oleh Penjala Baja dari terjemahan Indonesianya edisi 1979. Huruf tebal (90%) dari buku aslinya. Huruf miring, garis bawah dan warna ditambahkan. Penulisan nama Yang Disembah telah diganti.

Pendeta Osborn adalah penginjil kaliber internasional, beliau membukakan beberapa rahasia yang penting untuk para pemimpin Gereja. Pada bukunya ini menunjukkan mengapa suatu Gereja sangat berhasil di dalam memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang sementara Gereja lainnya (dengan susah payah berusaha tetapi) bisa dikatakakan gagal besar.

Melalui ayat-ayat Alkitab Pendeta Osborn dengan gamlang menunjukkan kepada kita kunci ledakan jumlah jemaat pada Gereja Mula-mula.

Pada bagian terakhir bukunya, Pendeta Osborn membahas peranan kaum WANITA di dalam dunia penginjilan dan juga kekuatan media sebagai penunjang penginjilan.

Pendeta Osborn mempertanyakan Gereja-gereja masa kini: “Kita memiliki semua fasilitas (media, kendaraan, peralatan cetak bahkan peralatan komunikasi satelit,  dan lain sebagainya) yang sangat luar biasa, yang semua ini tidak dimiliki di jaman Gereja mula-mula, namun rasul Paulus dan rekan kerjanya hanya dalam dua tahun telah membuat seluruh Asia Kecil terinjili. Mengapa kedua hasil yang sangat berlawanan bisa terjadi? Salahnya dimana? Buku yang patut dibaca dan dipelajari oleh setiap pemenang jiwa!

Mohon maaf jika masih ditemukan kesalahan tulis pada buku elektronik ini, hasil scanning dari buku aslinya sangatlah buruk baik karena alat scannernya kurang baik dan juga buku aslinya sudah sangat tua, sehingga i menjadi l, rn menjadi m dan l menjadi j.  Saya akan terus perbaiki tulisan ini.

Selamat membaca!
Penjala Baja.

DAFTAR ISI

Kata Pengantar

1. Ikutlah serta di dalam kereta YAHWEH………………….. 1 (halaman)
2. Mengapa kita harus pergi?…………………………………… 5
3. Berpikirlah dengan cara baru……………………………….. 9
4. Cara berpikir kaku yang berbahaya………………………..13
5. Pandangan 20 – 20 . . . .. .. .. .. .. . .. . . . . . . . . . . . .. . .  27
6. Perlukah kita menutup Gereja?…………………………..     31
7. Sasaran yang mumi . … . . . . . . . . . . …. . . . . . . . . . . .   47
8. Hidup matinya penginjilan itu………………………………  51
9. Munculnya kembali cara memenangkan jiwa………….   55
10. Bukalah mata lebar-lebar . . . . . . . . . . . . . . ….. . . ….  61
11. Kebenaran yang belum dipulihkan…………………….. . 67
12. Gereja yang belum konsekwen…………………………..    71
13. Kekeristenan yang mendalam…………………………….  77
14. Manusia sebagai saluran…………………………………. .   83
15. Berkunjung atau memenangkan jiwa………………….      89
16. Kaum wanita tak ketinggalan……………………………..    99
17. Bagaimana mendekati seorang berdosa………….. .       121
18. Sasaran penginjilan dan barisan belakang……… . .       135
19. Adakah alat yang lebih besar lagi?………………….. .     149
20. Waktu tidaklah menguntungkan……………………… .    155

Kata Pengantar
Oleh: Drew Graham.

Pada saat para rohaniwan dan umat YAHWEH berada dalam keadaan bingung mencari jalan bagaima­na membawa orang berdosa datang ke bawah kaki  YAHWEH, maka Sdr. T.L. OSBORN mengemukakan suatu cara yang klasik yang ditujukan bagi umat Kristen untuk BERANGKAT DAN MAJU TAK GENTAR memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang DI MANA SAJA MEREKA lTU BERADA.

Pada saat sejumlah orang bersikap menutup daun pintu gereja dan hanya mau memusatkan diri dalam pekerjaan “menggembalakan domba-dombanya sampai Adonai Yeshua datang,” maka buku karangan Sdr. T.L. OSBORN yang berjudul“MENANGKAN JlWA BUAT YAHWEH”di tempat jiwa yang terhilang itu berada, telah dicetak dan diterbitkan oleh pihak PUSAT LEMBAGA PENGINJILAN OSBORN lebih dari 50.000 eksemplar dan disebarkan kepada pendeta-pendeta, misionaris, barisan penginjil di seluruh dunia.

Sekarang ini hampir tidak ada satu kota atau satu bangsa pun yang tidak menyambut hangat timbulnya kembali semangat penginjilan pribadi.

Kelompok-kelompok dan berbagai macam organisasi yang bertujuan memenangkan jiwa yang terhilang, baik petugas maupun golongan awam, baik pria maupun wanita, semuanya BERANGKAT dan MAJU TAK GENTAR mengabarkan Injil di mana-mana.

Semangat yang menjiwai panggilan dan ajakan Sdr. Osborn adalah MEMENANGKAN JIWA-DI TEMPAT JIWA YANG TERHILANG ITU BERADA. Itulah sebabnya ia menulis buku ini, sebagai tindak lanjut dari pada ajakannya itu. Ini betul-betul merupakan satu seruan bagi orang Kristen untuk PERGI dan MENANGKAN JIWA di LUAR DARI LINGKUNGAN SENDIRI. Buku ini berisi sejumlah rentetan ceramah yang pernah disuguhkan oleh Pendeta T.L. Osborn di dalam rangka kampanyenya memenangkan jiwa di berbagai pelosok dunia. Di dalamnya diuraikan tentang bagaimana rahasia memenangkan jiwa buat YAHWEH, yang ditujukan bagi ribuan sesama kaum pekerja YAHWEH. Gaya bahasa Osborn cukup jelas dan meyakinkan.

Apabila umat Kristen yang awam menemukan kembali cara pelayanan para rasul YAHWEH yang pertama dalam memenang­kan jiwa buat YAHWEH di LUAR DARI LINGKUNGAN KELOMPOK SENDIRI, maka Sdr. T.L. Osborn yakin bahwa umat Kristen akan mencatat sejarah yang gilang gemilang dari tugas gerejani yang terakhir.

Mudah-mudahan isi buku ini dapat menyuguhkan kepada anda kebenaran dasar yang anda butuhkan serta memberikan ilham kepada anda serta dorongan untuk pergi KE LUAR DARI LlNGKUNGAN ANDA SENDIRI. Anda akan memberi berkat bagi mereka yang mungkin belum pernah datang ke gereja. Mudah-mudahan buku ini dapat membantu anda dalam menuai panen jiwa-jiwa buat YAHWEH, baik di lingkungan hidup anda sendiri maupun di luar lingkungan hidup anda sendiri. Ke mana pun anda pergi, BERANGKATLAH BERSAMA YAHWEH!

1. IKUTLAH SERTA Di DALAM KERETA YAHWEH

Lukisan yang tertera pada halaman kulit depan dari pada buku ini menggambarkan suatu adegan tentang diri Pilipus, seorang hamba YAHWEH dari zaman para rasuli, sedang berbincang-bincang tentang Ha Mashiah dengan seorang kepala pemerintahan dari Etiopia. (Kisah Rasul 8:26.40). Orang asing ini menerima keselamatan itu di tengah perjalanannya tatkala ia sedang menempuh jarak melewati jalan raya dan menjadi seorang manusia yang percaya kepada YAHWEH.
Kejadian semacam inilah yang akan terjadi apabila seorang Kristen itu PERGI dan MENGABARKAN INJIL DI LUAR DARI LlNGKUNGAN SENDIRI.
Ini berarti kita harus membawa kabar selamat dari Injil ke tempat di mana orang yang berdosa itu berada. Entah di mana saja kita bisa melakukan kegiatan semacam itu.
Ini berarti menempatkan kedudukan Injil itu menurut amanat aslinya dengan tepat. Di jalan-jalan raya, di tempat­-tempat yang ramai dan tempat himpunan orang ramai, pokoknya di tempat terdapat banyak orang bisa mendengarkan­nya.
Inilah caranya kita menggerakkan kegiatan penyebaran Injil itu, menggelindingkan roda penginjilan dari satu tempat ke tempat yang lain, entah dengan perantaraan bantuan kendara­an apa, memuatnya ke dalam kapal, ataukah berkeliling dengan unit mobil pemutar film ke mana-mana, entah menumpang motor-tempel, entah menyebarkannya lewat alat-alat hasil teknologi modern, apakah menyebarkannya lewat barang cetakan yang dicetak dengan huruf dan gambar yang aneka warna, dipertunjukkan lewat pita rekaman ataukah film.

Semuanya ini berarti menyampaikan injil dalam jangkauan banyak orang, di mana orang miskin dapat memperoleh kesempatan untuk mendengarkannya bersama-sama dengan orang kaya, di mana kaum pengemis dan gelandangan bisa menikmati kabar selamat ini bersama dengan kaum pedagang yang kaya raya, di mana setiap orang beroleh kesempatan yang seluas-luasnya di sepanjang jalur kendaraan masyarakat ramai, melalui alat media massa, di mana jutaan manusia yang belum pernah mendengar kabar selamat ini atau di mana orang-orang yang belum pernah datang ke gereja boleh mendengar tentang Yesus di luar dari lingkungan kita sendiri.

Inilah yang diamanatkan oleh YAHWEH kepada sekalian umat Kristen sepanjang abad dan zaman, tatkala YAHWEH menyampai­kan perintah kepada Pilipus : “PERGILAH dan BERGA­BUNGLAH DENGAN KERETA YAHWEH”. Jadilah saksi yang hidup tentang Injil itu kepada setiap orang. Naiklah ke dalam kereta yang modern, yang menggunakan mesin, yang bergerak maju ke segala penjuru dan gapailah segala lapisan masyarakat anda. pergilah dan berbicaralah tentang Yeshua!

Keajaiban pada penginjilan zaman sekarang ini oleh orang-orang Kristen adalah PERGI KE LUAR DARI LlNGKUNGAN SENDIRI. Hal ini jelas dipaparkan rasul Paulus yang berkata: “Kabar selamat yang sama ini, yang telah datang kepada anda, sedang disebarkan pula ke segenap penjuru bumi dan sedang melakukan perobahan besar dalam kehidupan banyak orang di mana-mana”. Kolosi 1:6.

Di dalam perjalanan kunjungan kita untuk mencari jiwa buat YAHWEH biarlah kita menerima semboyan rasul Paulus tentang kehidupan Kristen yang sejati itu : Ke manapun aku pergi, aku senantiasa berbicara tentang Ha Mashiah kepada semua orang yang mendengarkannya inilah tugas pekerjaanku, dan aku hanya bisa melaksanakannya oleh karena kekuatan dan kuasa Ha Mashiah bekerja di dalam diri saya.” Kolose 1:28-29.

2. MENGAPA KITA HARUS PERGI?

Di sini kami menjunjukkan alasan kita menga­pa kita harus pergi untuk memenangkan jiwa itu buat YAHWEH. Secara singkatnya dapat kami simpulkan:

  1. Jiwa-jiwa yang terhilang itu, sebagai orang-orang yang berdosa, mereka tidak suka pergi ke gereja.
  2. Perintah YAHWEH yang diamanatkan kepada kita ialah   mencari semua jiwa yang terhilang itu (mengabarkan Injil   kepada sekalian bangsa dan mahluk di bumi ini).
  3. Oleh karena orang-orang yang berdosa itu tidak datang sendiri kepada YAHWEH atau ke gereja, maka kita umat Kristen haruslah mendatangi mereka, berkunjung ke tempat mereka itu berada, DI LUAR DARI LlNGKUNGAN KITA SENDIRI. Inilah tugas utama orang Kristen. Akan tetapi tugas inilah pula justru yang kurang dipahami oleh orang Kristen maupun kurang terlatih dirinya untuk menjalankan tugas itu.

Maka kita menganggap sudah waktunya sekarang ini untuk mengarahkan kembali perhatian kita kepada contoh teladan dari umat Kristen yang pertama, di mana mereka itu “setiap hari berada di dalam bait Elohim dan berhimpun di setiap rumah, dan mereka itu tidak pemah berhenti mengajar dan memberitakan kabar selamat dari Yeshua Ha Mashiah. Kisah 5:42.

  • Mereka lakukan hal itu di dalam bait Elohim-setiap hari.
  • Mereka berhimpun di setiap rumah-setiap hari.
  • Dan mereka pun memberitakan Injil itu ke seluruh pelosok dunia yang dikenal pada waktu itu.

Di seluruh muka bumi ini, baik kaum pendeta maupun kaum awam, yang prihatin terhadap nasib jiwa-jiwa yang terhilang, lalu menemukan dimensi-dimensi yang baru di-dalam pelayanan mereka itu. Mereka menemukan banyak jalan yang melancarkan kegiatan mereka untuk menggapai banyak orang yang belum kenal gereja YAHWEH, yakni mereka yang berada DI LUAR LINGKUNGAN KITA SENDIRI.

Tugas pekabaran Injil sebenarnya adalah tanggung jawab semua umat Kristen. Tugas ini merupakan pelayanan bagi kita untuk menggapai jiwa-jiwa yang terhilang melalui Injil itu. Oleh karena mereka itu tidak mengenal gereja, maka hendaklah kita yang mendatangi mereka, di mana pun tempat merelk itu berada. Inilah namanya penginjilan!

Banyak gereja yang tidak mempunyai program penginjilan di luar lingkungan gedung mereka sendiri.

Amanat gerejani yang utama untuk mencari jiwa yang terhilang belum terlaksana dengan baik, sebab banyak orang belum memahaminya secara sungguh-sungguh. Sebab di lingkungan masyarakat gerejani yang sekarang ini orang belum menganggapnya sebagai sesuatu kebiasaan yang lazim atau tradisional. Dan orang lalu cenderung hanya mau mengerjakan sesuatu hal yang sudah tradisionil, tidak perduli hal itu ada manfaatnya atau tidak.

Tetapi zaman sekarang ini memerlukan perobahan yang revolusioner di lingkungan kehidupan gerejani dan di kalangan sikap orang kristen sehubungan dengan orang-orang yang terhilang itu.

Apabila anda merasa diri, anda siap sedia untuk menerima ide baru yang tidak tradisionil; apabila anda merasa mampu untuk berpikir secara baru tanpa mengabaikan tugas rutin anda yang sudah berlangsung selama ini; apabila anda merasa diri cukup kuat untuk melakukan perobahan yang jujur di dalam sikap anda terhadap Jiwa-Jiwa yang terhilang itu dari segi pandangan gerejani maupun tugas ke-keristenan anda; apabila anda menyadari tugas utama untuk memenangkan jiwa seperti yang dikerjakan oleh gereja YAHWEH yang pertama; dan terutama sekali bila anda turut merasa prihatin terhadap nasib orang-orang berdosa yang tidak mengenal gereja; maka, silakan anda maju dan kerjakanlah inti pelajaran yang terkandung dalam buku ini dan anda akan melihat apa yang akan terjadi kelak. Anda akan menjadi salah seorang di antara ribuan umat Kristen yang telah memiliki semangat baru untuk PERGI DAN MENGINJIL DI LUAR DARI LINGKUNGAN SENDIRI.

3. BERPIKIRLAH DENGAN CARA BARU

Apakah perbedaan antara “Penyegaran Iman (Revival)” dan “Penginjilan”? Apakah anda pernah merenung­kan hal ini? Apakah hal ini mengandung arti bagi anda?

Saya memang beranggapan bahwa tidaklah menjadi soal bagi kita sesuatu penamaan terhadap sesuatu benda. Hal itu tidaklah begitu penting. Yang terpenting ialah bagaimana wujudnya dan apa yang kita kerjakan itu berarti atau tidak. Namun di dalam soal perbandingan antara Penyegaran Iman kita dengan soal penginjilan itu kita harus memisahkannya dari pengertian memenangkan jiwa. Sebab antara keduanya jelas sekali perbedaannya.

“Penyegaran Iman atau Kebangunan kembali” adalah membangkitkan kemball sesuatu yang telah mempunyai nyawa dan kehidupan sebelum­nya. Sebab anda tidak mungkin menghidupkan kembali sesuatu yang belum pemah mengalami hidup sebelumnya.

Tetapi “Penginjilan” adalah menyampaikan Berita Kehi­dupan itu kepada orang-orang yang berada dalam keadaan MATI (rohani) di dalam segala pelanggaran dan dosa mereka, yang tidak pernah mengalami kehidupan. Mereka adalah orang-orang yang belum pemah diselamatkan, yang belum pemah mengenal gereja. Penginjilan adalah kesaksian dan usaha memenangkan jiwa yang terhilang itu.

“Penyegaran iman atau Kebangunan kembali” diperuntukkan bagi orang­ orang Kristen – bagi gereja Kristen.
“Penginjilan” ditujukan bagi orang-orang berdosa – bagi dunia yang terhilang itu.

Seorang yang berdosa tidak bisa dihidupkan KEMBALI oleh karena ia telah mati di dalam dosa-dosanya. Sebab ia belum pernah mengalami kehidupan yang sebenamya. Jadi ia memerlukan “Penginjilan” terlebih dahulu. Ia perlu menerima Berita Kehidupan itu terlebih dahulu.

Seorang Kristen telah menerima kehidupan itu dari Ha Mashiah pada saat ia percaya dan menerima Injil serta Ha Mashiah itu di dalam hidup pribadinya. Akan tetapi oleh karena orang Kristen itu bisa menjadi suam atau bisa pula mundur atau murtad, atau bisa pula kehilangan semangat dan cinta kasihnya yang pertama kepada YAHWEH, atau berobah menjadi lemah atau kendur semangatnya di dalam YAHWEH, maka seorang Kristen itu memerlukan “Kebangunan rohaninya kembali.”

Oleh sebab itu, maka:

  • Di dalam batas lingkungan gerejani berlangsunglah apa yang disebut “penyegaran iman atau kebangunan kembali” tersebut.
  • Di luar lingkungan gerejani terdapatlah gelang­gang dunia penginjilan tersebut.

Di lingkungan gerejani, yakni di tengah-tengah orang Kristen, kita patut melakukan kegiatan kebangunan rohan!

Di tengah dunia, di antara orang-orang berdosa yang terhilang, kita patut memberitakan Injil YAHWEH.

Inilah tugas utama dari pada evangelisasi atau PENGINJIL­AN itu, yakni memenangkan jiwa buat YAHWEH. Suatu tugas yang harus dijalankan DI LUAR LlNGKUNGAN MASYARAKAT GEREJANI ITU SENDIRI.            .

Kenyataan ini patut kita pahami terlebih dahulu dengan jelas agar apa yang kita pelajari dalam buku ini dapat dengan mudah dan memberi ilham dorongan bagi anda dalam meneapai tujuan yang dimaksudkan itu.

Bacalah buku ini dengan kesediaan hati anda untuk menerima cara berpikir yang baru agar anda lebih berhasil dalam menggapai jiwa-jiwa yang terhilang dan memenangkan lebih banyak lagi jiwa-jiwa itu buat Ha Mashiah.

Seorang pendeta atau seorang anggota yang awam biasa sekali pun juga, yang sungguh-sungguh menaruh perhatian terhadap massa yang belum mengenal agama Kristen itu, dan ia bersedia mengambil sikap berpikir yang baru, maka segala kegiatannya bagaimana pun eoraknya, akan beroleh hasil yang gilang-gemilang dalam memenangkan jiwa buat YAHWEH itu.

4. CARA BERPIKIR KAKU YANG BERBAHAYA

Dalam prakteknya semua tugas gerejani yang dilaksanakan sekarang ini di bidang penginjilan dilakukan orang dalam kerangka pemikiran JlWA YANG KAKU. Pada umumnya orang beranggapan seperti ini:

“Pokoknya apabila kita dapat mengajak sejumlah jiwa yang terhilang ke dalam gereja kita, maka kita telah berhasil menyelamatkan dia.”

Lalu kita mencari pembicara yang pintar untuk memberikan ceramah di lingkungan gereja kita,  kita memasang iklan,  mengundang orang-orang agar datang dan hadir pada perte­muan gerejani tersebut,  khususnya untuk mendengarkan uraian si pembicara itu.

Kita mengajak orang bertobat lewat radio, televisi atau surat kabar.
Tetapi alangkah kecewanya! Hanya sedikit saja orang yang datang.
Mengapakah demikian? Sebabnya, karena kebanyakan orang berdosa itu segan untuk datang ke gereja!

Walaupun demikian kita tidak dapat menerima kenyataan ini. Kita mencintai lingkungan gerejani kita. Kita telah mengatur rapih meja-meja dan bangku-bangku di dalam ruangan gereja kita. Lantainya kita sapu bersih dan mengalasinya dengan permadani. Kita mempunyai rombongan koor yang hebat suaranya serta seorang pendeta yang menggembalakan jemaat­nya dengan baik sekali. Pasti orang yang berdosa mau datang ke dalam gereja yang semacam ini!

Lalu kita membawa masuk para penyanyi itu, para penyanyi kwartet dari rombongan koor itu.

Sekali lagi orang-orang yang beriman mulai menyebarkan berita kesukaan itu dan menyambut hangat saudara-saudaranya yang seiman. Lebih banyak lagi orang menyelenggarakan perkumpulan keluarga dan melakukan kebaktian dari rumah ke rumah secara bergiliran. Banyak orang diundang untuk mendengarkan suara para penyanyi koor di gereja kita yang bagus itu. Begitu pula kita bisa dibantu oleh surat kabar, radio dan televisi dalam soal penyebaran acara kita itu.

Tetapi lagi-lagi hasilnya hanya sedikit. Hanya beberapa jiwa saja yang berhasil kita menangkan – beberapa anggota gereja yang sudah lama absen, dan berhasil kita kerahkan kembali, beberapa orang yang sudah murtad berhasil kita ajak lagi kembali kepada jalan yang benar, dan kita bangunkan imannya kembali, dan selebihnya mungkin satu dua orang berdosa yang datang hadir dan sengaja ingin mendengarkan.

Lalu kita mengundang lebih banyak lagi orang. Bahkan sampai ribuan jumlahnya. Tetapi mengapa mereka itu tidak datang? Gereja kita menghendaki keselamatan jiwa orang-­orang itu, bahkan berdoa lebih keras untuk itu lebih dari pada apa pun juga. Keadaan gedung gereja kita cukup memuaskan. Pendeta yang menggembalakan sidang jemaat kita tergolong seorang gembala yang jempolan. Ia memillki tanggung jawab terhadap jiwa-jiwa yang dirawatnya. Anggota-anggota gereja pun sangat menaruh minat terhadap jiwa-jilwa yang terhilang. Kita mempunyai pekerja-pekerja YAHWEH yang hebat-hebat di lingkungan gereja kita. Sebagiannya malah merupakan priba­di-pribadi yang sangat menonjol dalam kemampuan mereka memberikan bimbingan dan penyuluhan terhadap kaum jemaat. Orang-orang yang berdosa merasa diri mereka betul-betul berbahagia apabila diri mereka dikunjungi oleh pekerja-pekerja YAHWEH semacam in! Mereka merasa beroleh pengalaman yang menyenangkan di dalam kasih YAHWEH, lalu minta dibaptiskan di dalam gereja kita. Nah, itu sajalah jiwa-jiwa yang datang bergabung dalam lingkungan kita.

MENGAPA DEMIKIAN? Mengapa tidak begitu banyak orang berdosa datang dan beroleh keselamatan? Padahal kita sudah melakukan berbagai macam usaha bersusah payah untuk menarik sebanyak mungkin orang.

Soalnya tiada lain oleh karena anda bekerja di dalam lingkungan cara berpikir gerejani yang tradisionil. Seolah-olah anda hanya berkata dalam diri anda sendiri: “Lumayan jugalah, jika kita telah berhasil mengajak masuk beberapa jiwa yang terhilang ke dalam gereja kita, maka kita yakin mereka itu sudah diselamatkan.”

Memang jalan pikiran itu benar. Memang bagus bagi jiwa-jiwa yang terhilang itu sendiri yang memang TELAH DATANG! Tetapi tahukah anda mengapa bagian terbesar justru tidak datang ke gereja, itu adalah kenyataan, bahwa orang-orang yang berdosa ltu segan antuk datang ke gereja!

“Ah,” kita tentu saja membantah. “Pandangan semacam itu terlampau pesimis sifatnya. Kita tidak yakin hal itu demikian. Mesti ada saja sesuatu yang bisa menarik perhatian mereka!”

Lalu kita membawa para pemain musik. Sekali lagi kita membuat pengumuman dan kegiatan daya tarik istimewa. Sekali lagi kita mengajak mereka ikut berdoa bersama kita dalam kebaktian. Sekali lagi pintu gereja kita buka lebar-lebar.
Dan bersyukurlah kepada YAHWEH bagi kedatangan mereka yang betul-betul telah hadir itu. Sebab bukankah satu dua jiwa itu pun adalah sesuatu investasi yang berharga pula, benar?
Tetapi pada umumnya kita belum berhasil menggapai orang­-orang berdosa itu. Mengapa? Padahal kita telah menampilkan pemain musik kita yang terbaik untuk menarik mereka. Kita telah mempersiapkan acara itu dengan mantap sekali. Bahkan saudara-saudara kita seiman pun sudah berkorban habis-habisan untuk keperluan itu. Akan tetapi hasilnya hanyalah kegagalan belaka. Lalu dengan sedih dan putus asa kita bertanya-tanya di dalam diri kita itu: “Apa sih sebenamya yang bisa menarik orang berdosa zaman sekarang ini untuk datang ke gereja?” Lalu kita jadi bingung, tak tahu harus berbuat apa.

Dunia yang terhilang itu seakan-akan menantang kita dan mengejek kita semenjak sekian lamanya:  “Ya, bisa saja kalian mempunyai seorang pendeta yang bergelar Doktor dalam Ilmu Teologia. Bisa saja gedung gereja kalian diperlengkapi dengan alat air-condition, permadani yang indah terbentang di lantainya, kursi dan bangkunya yang empuk; Ya, boleh saja kalian mengajak kami lewat acara-aca­ra kalian melalui radio dan televisi, bisa saja kalian melancarkan ajakan itu lewat hubungan telepon, surat-menyu­rat, selebaran-selebaran, buletin, iklan suratkabar, dan kun­jungan pribadi. Siapa pun yang anda tonjolkan, tidak peduli siapa, entah pendeta tersohor, penceramah ulung, nabi-nabi, guru-guru, penginjil, pemain musik, penyanyi koor, ataupun pemain akrobatik, entahlah. TETAPI KAMI TIDAK AKAN SUDI DATANG KE GEREJA!” Inilah tantangan dunia dan sikap dunia terhadap kita.

Lalu, kalau begitu, apakah yang harus kita perbuat? BUANGLAH JAUH-JAUH CARA BERPIKIR KITA YANG KAKU ITU!

Apakah yang saya maksudkan dengan kalimat ini?  Yang kumaksudkan ialah, bahwa kita harus herani menghadapi kenyataan bahwa orang-orang yang berdosa itu tidak suka datang ke gereja untuk diselamatkan. Dan oleh karena amanat YAHWEH kepada kita itu ialah untuk mencapai orang berdosa tersebut dan membawa Injil kepada mereka, maka tiada jalan lain bagi kita kecuali merobah cara pendekatan kita itu. Kita harus membawa Injil itu ke luar dart lingkungan kita sendiri, ke tempat dimana orang berdosa itu berada. KITA HARUS MEMBAWA KABAR KESUKAAN DAN KESELAMATAN ITU KELUAR – tak bedanya seperti yang telah dilakukan oleh gereja YAHWEH yang pertama.

Satu-satunya golongan orang yang dapat kita menangkan buat Kristus hanyalah orang-orang berdosa itu. Oleh sebab itu, marilah kita pergi ke tempat di mana mereka itu berada. Dan pada umumnya mereka itu berada DI LUAR DARIPADA LINGKUNGAN KITA SENDIRI! Apabila kita hanya menyebarkan Injil di kalangan lingkungan kita sendiri, maka satu-satunya orang berdosa yang bisa kita menangkan hanya­lah mereka yang bangun pagi-pagi dengan rela, yang berdandan dan berpakaian, membuang langkah pergi ke gereja dan memasang telinga mendengarkan kotbah. Selesai. Tetapi sebagian besar dari orang-orang berdosa itu tidak akan pernah mau melakukan hal semacam ini.

Di dalam sebuah buku yang berjudul “Mengapa kita perlu mempunyai gereja yang memenangkan jiwa”, si pengarang buku itu berkata: “Gedung gereja adalah kawasan yang paling banyak ditaburi Injil di atas muka bumi ini. Kita berusaha untuk mengabarkan Injil kepada dunia dengan jalan menga­barkan Injil itu kepada gedung gereja. Kita berkhotbah kepada setiap ruangan dan kepada bangku-bangku. Cara kita mengabarkan Injil itu sama saja seolah-olah kita menganggap gedung itu sendiri yang perlu bertobat. Kita bekerja seakan­-akan semua orang yang butuh keselamatan itu, semua jiwa yang terhilang itu, sedang berada di dalam gedung gereja.”

“Hanya ada satu masalah yang kita hadapi: Jiwa-jiwa yang terhilang itu berada di mana-mana, bukan saja di gereja. Dan mereka itu tidak berada di dalam gereja sekarang, dan mungkin juga tidak bakal pemah datang ke gereja. Mereka itu tersebar di mana saja di seluruh pelosok dunia. Jadi, apalah manfaatnya kita melakukan usaha susah payah untuk memenangkan jiwa mereka di tempat yang itu-itu juga!”

Kebanyakan orang Kristen sekarang ini tidak menyadari bahwa tidak terdapat gedung gereja di dalam Alkitab Perjanjian Baru. Gene Edward berkata: “Sekarang ini justru gedung gereja itulah yang jadi penghalang terbesar dalam penyebaran Injil dan memenangkan jiwa yang terhilang. Hal itu tidaklah berarti adalah SALAH BESAR BAHWA KITA INI MEMPUNY GEREJA. Bukan demikian maksudnya! KESALAHAN KITA YANG TERBESAR IALAH OLEH KARENA KITA TIDAK MAU KELUAR DARl DALAM GEDUNG GEREJA ITU!

“Sebuah gedung gereja hanya mempunyai satu tugas terpenting: Menjaga para hadirin jangan sampai kedinginan di musim salju, dan jangan pula terlampau kepanasan di musim panas, atau jangan sampai kehujanan dan basah kuyup di musim penghujan!”

“Ini sama sekali bukanlah berarti memberikan suatu saran bagi anda untuk membakar habis gedung gereja anda itu. Bukan! Jelas tak dapat disangkal bahwa gedung gereja itu merupakan salah satu kebutuhan yang tak terelakkan dalam konsep kehidupan modern kita sekarang ini. Tetapi hendaklah kita berpegang teguh pada perspektifnya yaug tepat! Sadarilah bahwa pekabaran Injil itu BUKANLAH harus dipusatkan di dalam sebuah gedung gereja. Malah kegiatan itu seharusnya dipusatkan Dl LUAR LINGKUNGAN GEDUNG GEREJA. Sebab gedung gereja bukanlah tempat untuk membawa jiwa-jiwa yang terhilang, lalu membuat mereka itu bertobat. Malah sebaliknya. Gereja itu harus merupakan suatu markas besar pertempuran yang mengatur segala kegiatan di medan perang. Ia harus mengirim para prajurit Ha Mashiah itu keluar melakukan tugasnya di luar.

Sebab di luar sana terdapat berjuta-juta orang berdosa yang menunggu dengan penuh kerinduan, kebingungan, kelaparan, penuh hasrat dan sudah cukup matang untuk dituai. Di sanalah mereka itu berada-justru DILUAR LINGKUNGAN GEREJA! Mereka tersebar di segenap penjuru bumi ini. Mereka memerlukan tindakan keselamatan. Mereka membutuhkan keampunan. Mereka rindu akan pelajaran tentang Kristus. Mereka takut menghadapi maut sementara berada dalam keadaan mereka seperti sekarang itu. Mereka dilanda masalah-masalah yang rumit dan rindu menerima YAHWEH dalam hidupnya. Akan tetapi mereka sungguh segan untuk datang ke gereja. Sebab mereka pun tidak tahu pula gereja mana yang dapat mereka andalkan, yang bisa mereka percayai.

Tetapi apabila kita pergi mendatangi mereka itu, menyam­paikan kepada mereka itu kabar Injil, justru ditempat mereka itu berada, maka mereka akan menerima Ha Mashiah Mereka akan menerima anugerahNya dan menerima keselamatan dari padaNya dengan secara suka rela.

Maka dengan suka cita mereka akan mengikuti anda ke gereja di mana iman mereka akan bertumbuh dalam anugerah Elohim serta pengetahuan mereka tentang Kristus berkembang, karena mereka akan mempercayai anda, gereja anda dan pendeta anda. Apa lagi bila mereka merasakan bahwa anda menaruh perhatian terhadap jiwa mereka. Anda datang kepada mereka dan menolong mereka menerima Kristus di tempat mereka berada. Mereka sungguh menaruh keperca­yaan atas diri anda! Mereka akan pergi ke gereja anda, Suatu gereja yang menaruh perhatian pula – terhadap orang-orang berdosa!

Seorang Kristen yang paling pemalu sekalipun di atas bumi ini yang memasuki pinta rumah seorang berdosa untuk bersaksi, boleh saja mengucapkan dua patah kata di daIam bahasa yang dapat dipahaml oleh yang bersangkutan sebelum ia berbicara panjang lebar: “SAYA PRIHATIN!” Dan pada dasarnya memang manusia itu ingin dikasihi, ingin diperlakukan dengan baik.

Salah satu rahasia terbesar yang membuat toka-toko kelontong di Amerika mengalami sukses yang begitu besar dagangannya di seluruh negeri oleh karena mereka menjalankan- suatu gerakan kampanye promosi yang bersifat nasional dengan hanya mengucapkan dua buah perkataan yang singkat: “KAMI PERHATIKAN.” Lalu mereka menam­bahkan sedikit kemungkinan bagi para langganan mereka untuk berhutang. Mereka sungguh-sungguh menaruh perhatian terhadap kepentingan para langganan yang mereka layani itu.

Orang-orang Kristen jaman sekarang pun harus bertanya  pada diri mereka sendiri: Apakah kita ini sungguh-sungguh menaruh perhatian terhadap nasib orang-orang yang berdosa itu? Mereka yang berada diluar lingkungan gereja kita, yaitu mereka yang segan atau takut untuk masuk ke dalam gedung gereja kita apakah oleh karena ragu-ragu beroleh keselamatan?

Ada terdapat sebuah gereja Baptis di New Orleans, yang telah berhasil meraih banyak jiwa datang kepada Ha Mashiah. Rata-rata tiap tahun jumlah yang dicapainya itu melebihi dari jumlah jiwa yang dimenangkan oleh gereja yang mana pun di Amerilka Serikat. Lalu seseorang bertanya kepada pendeta gembala di situ: “Apakah anda memenang­kan jiwa-jiwa itu masuk ke dalam kelompok gereja anda dengan cara menyuruh mereka itu menghadiri pelajaran Sekolah Minggu?”

Jawabannya tegas berbunyi: “Tidak!” Ia melanjutkan, “Kami memenangkan hampir setiap jiwa untuk Kristus bukanlah melalui pendaftaran di gereja. Seperti anda maklum kami hidup di suatu daerah yang sangat taat beribadah. Orang-orang di sekitar ini mempunyai kecende­rungan yang sangat setia kepada agama yang mereka anut. Walaupun demikian tidak ada seorang pun di antaranya yang dapat kami ajak datang berkunjung ke gereja kami. Itulah sebabnya mengapa model gereja kami merupakan satu gereja yang bertugas memenangkan jiwa. Kami memang terdesak untuk memenuhil tuntutan ini, yakni menjadi gereja yang mencari jiwa yang terhilang di dalam rumah-rumah mereka, atau di tempat pekerjaan mereka. Nanti setelah mereka sungguh-sunggguh bertobat dan berubah sikap hidupnya setelah menerima Ha Mashiah, dengan kata lain Lahir Baru, maka barulah mereka itu datang masuk ke daIam gereja kami dan menjadi anggota yang setia pada gereja kami.”

Setiap tahunnya gereja itu menerima tiga atau empat ratus orang baru yang datang bertobat kepada YAHWEH. Ini belum termasuk orang-orang lain yang ratusan juga jumlahnya, yang telah dimenangkan pula oleh kegiatan para anggota gereja itu untuk Kristus, tetapi jiwa-jiwa itu rela bergabung dengan gereja lain yang terdekat misalnya. Belum lagi mereka yang telah dimenangkan buat Ha Mashiah tetapi belum bersedia menggabungkan diri dengan salah satu gereja tertentu.

Bagaimanakah caranya gereja itu sampai berhasil begitu rupa?

Mereka menerima kenyataan itu, bahwa orang-orang berdosa itu tidak bisa mereka tunggu di pintu gereja. Mereka tak bisa mengharapkan kedatangan orang-orang berdosa itu harus datang masuk ke dalam gereja mereka, lalu mengharap­kan mereka itu menyatakan pertobatan kepada YAHWEH. Yang mereka lakukan ialah mengirim anggota-anggota gereja mereka yang setia MELAYANI JIWA-JIWA DILUAR! Mereka pergi keliling pada setiap minggu, mengetok pada pintu orang-orang itu, dari rumah ke rumah. Mereka duduk bertamu sambil memberitakan kabar selamat itu dari dalam Injil. Mereka bercakap-cakap di meja makan, atau di beranda, entah sambil berdiri di ambang pintu, ya mereka berhadapan langsung dengan jiwa-jiwa yang ingin mereka menangkan buat Kristus itu di tempat jiwa-jiwa itu berada, di tempat di mana orang-orang itu menyambut mereka dengan hangat, Di LUAR LINGKUNGAN GEREJA MEREKA.

Tengoklah kepada para pengikut kaum Saksi Yehova. Mereka merupakan salah satu organisasi agama yang paling cepat berkembang di dunia Barat. Mengapa bisa demikian?

Ada berapa banyakkah jiwa yang mereka bawa kepada pertobatan melalui gedung pusat kegiatan agama mereka? Praktisnya tak ada seorang pun! Mereka sadari bahwa tempat untuk membuat orang berdosa itu bertobat itu adalah di rumah-rumah orang-orang berdosa itu sendiri. Di sana, di mana mereka berdiam, bekerja dan bermain-main. Maka mereka pun PERGILAH dengan amanat yang mereka bawa, maka mereka memenangkan jutaan jiwa manusia.

Lalu kenapa kita tidak belajar dari teladan mereka itu? Oleh karena kita telah keracunan oleh satu sikap yang kaku dan kita tidak pemah berhasil untuk menggeser cara berpikir yang kaku itu! Semua program Sekolah Minggu kita, acara latihan-latihan kegiatan kita, semua pelajaran Alkitab kita, hampir semua aktivitas kita itu ditujukan sepenuhnya untuk membuat daya tarik bagi orang-orang berdosa itu agar supaya mau’ masuk ke dalam gereja kita. LALU dengan begitu kita beranggapan bahwa kita mampu dan dapat membawa mereka kepada keselamatan. Tetapi hasilnya justru adalah kebalikan­nya. Kita justru seakan-akan menempatkan gerobak di hadapan kuda penariknya.

Kita telah mengembangkan dan mengajarkan serta memajukan segala macam program, ide, skema, dan kampa­nye berdasarkan cara “penginjilan berdasarkan pendaftaran”. Kita mencoba berusaha membuat orang-orang yang belum atau tidak kenal gereja agar supaya mereka itu datang menghadiri Sekolah Minggu, pertemuan keluarga, makan-minum di pesta, perkumpulan nyanyi, pelajaran agama, pembacaan Alkitab, pertandingan-pertandingan, dan kebaktian di gereja. Tetapi hanya sedikit yang dapat kita ajarkan kepada mereka itu dibandingkan dengan tugas kita yang harus memenangkan jiwa itu – yakni bagaimana menggiring seseorang ke arah satu pengambilan keputusan untuk menerima Kristus DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA KITA. Entah hal itu berlang­sung di pabrik, di restoran, di taman umum, di jalan raya, di dalam rumah orang yang bersangkutan sendiri.

Dengan kata lain, banyak gereja-gereja punya acara yang bagus-bagus dan menarik serta pelajaran-pelajaran agama tentang bagaimana mengundang orang datang ke gereja, tetapi bukanlah bagaimana caranya meraih jiwa yang terhilang itu atau dimenangkan bagi Kristus di tempat mereka itu berada.

Di dalam kitab Perjanjian Baru kita baca bagaimana orang-orang Kristen itu bersaksi “dari rumah ke rumah.” Dengan cara begitu mereka membawa banyak jiwa menjadi murid-murid YAHWEH dari antara sekian banyak manusia.

Cara yang ditempuh orang sekarang ini adalah- bagaimana membawa orang-orang itu ke dalam gereja dan kemudian baru membawa mereka kepada Ha Mashiah. Tentu saja cara ini merupakan sistim yang cocok bagi orang-orang yang rela datang berkunjung ke gereja. Akan tetapi 90% dari orang-orang yang berdosa itu tidak pernah akan mau datang ke gereja, apa pun daya tarik yang kita pergunakan untuk memancing mereka.

Konsep yang tertera di dalam Alkitab ialah bagaimana mencari jiwa buat YAHWEH, maka BARULAH kita bawa mereka ke tempat pertemuan. Kita harus menangkan jiwa mereka terlebih dahulu di tempat mereka itu berada. Dan kesempatan semacam ini sungguh tidak mengenal batas!

Kebanyakan program latihan dan pembinaan rohani itu didasarkan atas pengarahan terhadap gereja atau organisasi. Padahal konsep yang tercantum dalam Kitab Perjanjian Baru adalah didasarkan pada prinsip bagaimana mengarahkan semua orang itu kepada Ha Mashiah.

Entah kita suka atau tidak suka menerima kenyataan ini, tetapi gereja (baik dalam bentuk gedung maupun denominasi Kristen tertentu) telah menciptakan satu suasana yang paling gersang dalam pendekatannya terhadap orang berdosa. Hasil yang dicapainya secara rata-rata dapatlah dikatakan NOL, oleh karena kebanyakan dari orang yang berdosa itu tidak mau datang ke gereja. Tetapi sebaliknya pula, adalah merupakan fakta yang mengagumkan, apabila tokoh Yeshua Ha Mashiah itulah yang jadi sasaran pembinaan kita. Apabila kita melakukannya dengan tepat, maka pendekatan semacam itu mempunyai pengaruh yang paling mantap yang bisa menyentuh hati seseorang manusia di atas muka bumi ini.

Selama turun-temurun kepada orang-orang Kristen telah ditanamkan pengajaran dan latihan untuk bagaimana mengun­dang orang datang ke gereja atau menghadiri pelajaran agama. Tetapi sekarang ini arah jarum jam itu berputar kembali. Orang-orang Kristen sudah mulai belajar bagaimana membawa jiwa-jiwa itu kepada Ha Mashiah – DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA. Mereka itu PERGI KE SEGALA PENJURU DUNIA, berbicara tentang Kristus, DI TEMPAT DI MANA JIWA­-JIWA ITU BERADA.

Inilah amanat pelayanan yang ditugaskan bagi umat Ha Mashiah yang harus kita gali kembali apabila seseorang mau menaruh minat terhadap nasib jiwa seseorang yang terhilang.

Kita harus meninjau kembali arti dan makna dari pada “evangelisasi” atau “penginjilan” itu. Kita harus berani melihat kembali apakah gereja kita itu ada memiliki atau tidak acara yang terarah semacam itu. Apabila tidak, maka hendaklah kita bertanya pada diri kita sendiri, mengapa? Jika kita telah menyadari kekurangan kita itu, maka hendaklah kita rela pula untuk melakukan sesuatu terhadap hal itu.

Tentu saja ada orang yang segera nyeletuk: “Tak bisa diragukan lagi bahwa gereja kami yakin akan prinsip penginjilan itu. Tentu saja kami memillki program penginjilan kami sendiri.”

Akan tetapi apabila gereja anda itu tidak menggapai orang-orang berdosa itu-seperti caranya yang pemah dilakukan oleh gereja YAHWEH yang pertama, maka hendaklah anda jangan menaruh curiga terhadap cara berpikir yang baru itu. Baiklah anda bersikap jujur dan terbuka terhadap diri sendiri, meninjau dari dekat dan lebih teliti pola-pola kerja gereja YAHWEH yang pertama itu, yang lebih mantap dan praktis hasilnya dalam memenangkan jiwa buat Ha Mashiah – khususnya mereka itu yang tidak tergolong dalam lingkungan kelompok gerejani kita. Lalu bersiap-siaplah untuk PERGI KE SEGALA PENJURU DUNIA dan BERSAKSI TENTANG HA MASHIAH di tempat di mana orang-orang berdosa itu berada.

5. PANDANGAN 20-20

Didalam Kisah Para Rasul 5:42 kita baca : Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Elohim dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yeshua yang adalah Mashiah. (Kis. 5:42) in every house (dari buku aslinya dan di Alkitab KJV)

Mereka melakukan hal itu setiap hari. Mereka melakukan­nya di bait Elohim, dan mereka melakukannya tiap rumah.

Dalam kisah 2:46 “Mereka senantiasa berkumpul tiap-tiap hari.”

Dalam kisah 2:47 – Dan tiap-tiap hari YAHWEH menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.”

YAHWEH hanya bisa menambah jumlah jiwa itu setiap hari apabila kita menginjil juga setiap hari. Dengan jalan melakukan kebaktian dua kali seminggu, dan melakukan program besuk secara sewaktu-waktu kepada seseorang anggota gereja yang kebetulan tidak datang ke gereja, tidaklah mungkin bisa menambah jumIah orang bertobat setiap harinya.

Apabila suatu kelompok orang-orang Kristen bersaksi “di dalam rumah ibadat dan di dalam setiap rumah orang setiap hari, sehingga YAHWEH pun bisa menambahkan jumlah mereka itu setiap hari,” maka jumlah kelompok itu akan bertambah paling kurang dengan 365 orang dalam setahun. Saya perhatikan bahwa sejumlah besar gereja-gereja itu tidak pemah meneapai taraf pertumbuhan yang minimum itu.

Kisah 6:7 – Firman Elohim makin tersebar, dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak; juga sejumlah besar imam menyerahkan diri dan percaya.” (berlipat kali ganda, multiplied greatly di KJV)

Di dalam Kisah 2 YAHWEH itu menambahkan. Tetapi di dalam Kisah 6 YAHWEH sudah mulai memperlipat-gandakannya. Jelas sekali bahwa orang-orang Kristen yang pertama itu menuai hasil yang gilang gemilang luar biasa.

Kisah 20:20 berkata – Sungguhpun demikian aku tidak pernah melalaikan apa yang berguna bagi kamu. Semua kuberitakan dan kuajarkan kepada kamu, baik di muka umum maupun dalam perkumpulan-perkumpulan di rumah kamu.”

Maka di dalam Kisah 19:10 kita dapati ayat yang paling fantastik dari masa kejayaan gereja yang pertama itu. Kadang-kadang kita memang menemukan ayat-ayat yang betul-betul merupakan ujian terhadap iman kita mengenai Alkitab itu. Ayat ini merupakan salah satu dari ayat-ayat semacam itu. Apakah yang dikemukakan ayat itu hanya dalam arti kiasan saja? Apakah keadaan itu sekadar dilebih-Iebihkan saja? Dapatkah kita menganggapnya secara harafiah tentang apa yang dimaksudkan itu?

Kisah 19:10 itu berbunyi demikian – Hal ini dilakukannya dua puluh tahun lamanya, sehingga semua penduduk Asia mendengar firman YAHWEH, baik orang Yahudi maupun orang Yunani.”

Begitu fantastik kedengarannya! Nampaknya seperti sesuatu hal yang tidak mungkin!
Hanya dalam waktu dua puluh tahun! Bayangkan, sehingga semua yang tinggal di tanah Asia itu menerima kesaksian tentang Injil Ha Mashiah itu.
Sungguh waktu yang singkat! Tetapi sungguh mengagum­kan sekali!
Tetapi maaf, sudahkah anda perhatikan bahwa SAYA TELAH KELIRU MENGUTIP JUMLAH TAHUN yang dimaksudkan itu? Bukan dua puluh tahun! Melainkan HANYA DUA TAHUN SAJA!
Hanya dalam waktu DUA tahun semua orang di tanah Asia Kecil telah sempat mendengar kabar Injil itu.
Padahal waktu itu belum ada radio, televisi, listrik, alat perekam, mobil pick-up, piringan hitam, pengeras suara atau loud-speaker, belum ada kapal terbang jet atau bahkan kapal api yang cepat pun belum ada. Belum ada mobll-mobil. Bahkan belum ada sepeda atau mesin ketik untuk menulis.
Bagaimana bisa mereka bisa mencapai hasil yang begitu mengagumkan?
Sebabnya tiada lain, oleh karena semua orang Kristen ikut giat dalam usaha pelayanan itu. Mereka tidak berhenti bersaksi setiap harinya di dalam bait Elohim maupun di dalam tiap-tiap rumah.
Mereka betul-betul memiIikl pandangan 20-20 itu secara murni.
Mereka betul-betul menaruh rasa prihatin terhadap orang­-orang yang berdosa!
Dalam waktu DUA TAHUN saja mereka sudah berhasil menjangkau setiap orang di tanah Asia waktu itu.
Mereka PERGl KE SEGALA PENJURU DUNIA dan mengabarkan Injil Ha Mashiah itu Dl LUAR
LlNGKUNGAN MEREKA SENDlRl.

6. PERLUKAH KITA MENUTUP GEREJA?

”Kita akan menyelenggarakan suatu kampanye penginjilan,” demikianlah seorang pendeta muda mengumumkan kepada para jemaatnya yang hadir.  Selama berlangsungnya kampanye penginjilan itu, maka gereja kita akan ditutup, kecuali pada hari Minggu.” [atau hari Saptu untuk gereja tertentu].

Apa maksudnya dengan kalimatnya itu? Bagaimana mungkin suatu gereja itu ditutup kegiatannya oleh karena hendak menyelenggarakan suatu kampanye penginjilan?

Tetapi pendirian kita justru adalah sebaliknya. Kita mengumumkan suatu kampanye penginjilan, tetapi semua pertemuan itu akan berlangsung di dalam gedung gereja pada setiap malamnya, agar supaya gereja itulah yang bisa menjadi pusat dari pada kegiatan kampanye penginjilan itu.

Tetapi justru cara inilah yang lagi-lagi menggambarkan cara berpikir yang kaku tentang hal penginjilan itu. Kita berpendapat bahwa kita perlu mendatangkan orang-orang yang berdosa itu masuk ke dalam gereja terlebih dahulu, barulah kita melakukan usaha-usaha untuk menyelamatkan mereka.

Pendeta yang muda itu berusia 24 tahun. Ia telah menyelesaikan pelajarannya di Sekolah Alkitab dan menaruh harapan sepenuhnya pada Elohim untuk membimbing dia ke dalam kawasan panen yang telah matang untuk dituai, yakni memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang itu.

Dia pergi ke daerah kota-kota besar. Di sana ia temukan sebuah gedung gereja yang telah lama ditutup. Yang pintu­-pintunya telah lama dipaku dengan kayu palang, sedangkan jendela-jendelanya tertutup rapat.

Pada tahun 1900 gereja itu merupakan gereja yang terbesar di dalam kota itu. Tetapi menjelang tahun 1959 gedung itu sudah ditinggalkan orang dan ditutup rapat. Selama dua tahun tak pemah lagi ada kegiatan kebaktian gerejani di dalam gedung ini. Gereja itu telah mati.

Pada hal bila kita jelajahi kembali pada tahun 1900 ada terdapat lebih dari 800 orang yang bersembahyang secara tetap dan teratur di dalam gedung ini, yang bentuknya begitu indah dan bagus sekali itu. Gereja itu adalah tempat orang golongan elite berbakti, dan terletak di salah satu wilayah tempat permukiman yang terindah di bagian kota itu.

Lalu orang-orang yang kaya dan terpelajar itu pada pindah ke tempat yang lebih bagus lagi, dan datanglah orang-orang yang miskin mendiami daerah itu. Apa pun usaha yang dilakukan oleh gembala sidang, tetapi mereka tidak berhasil dalam mempertahankan kegiatan gereja itu. Akhirnya gedung yang indah dan megah itu menjadi kosong. – Lalu pada tahun 1959 pendeta muda yang berusia 24 tahun, itu datang kekota itu dan melihat keadaan gereja yang menyedihkan itu.

la terharu. Hatinya tergerak melihat keadaan itu dan masih menaruh harapan atas adanya tujuh orang anggota yang masih tersisa yang datang menemui dia. Mereka Ialu memilih dia untuk menjadi gembala sidang mereka.

Tindakan yang berikutnya ia lakukan ialah pergi mengun­jungi sebuah rumah yatim piatu yang tidak berapa jauh letaknya dari situ. la minta izin kepada pimpinan rumah yatim itu agar supaya diperkenankan ke empat puluh orang anak-anak yatim itu datang menghadiri kebaktian di gereja itu pada hari Minggu itu.

Jadi, ia mulai dengan 40 orang yatim, tujuh orang sisa anggota-gereja yang lama itu, dan anggota keluarganya sendiri. (Seluruhnya jumlah mereka 50 orang).

Kemudian ia mengerahkan mereka itu pada kegiatan penginjilan yang bersifat memenangkan jiwa, untuk mendatangi orang-orang dan mengajarkan kepada mereka kabar selamat itu. Tetapi sebelumnya ia ajarkan terlebih dahulu kepada anggota-anggota gerejanya yang sedikit itu untuk bagaimana caranya memenangkan jiwa. Lalu terjadilah peristiwa yang ganjil. Gedung tua besar yang megah itu yang mestinya memuat hadirin sebanyak 1000 orang, lalu hanya ditempati oleh sepuluh orang anggota orang-orang Kristen yang sederhana. Mereka cukup saja menempati satu baris bangku yang paling depan. ­Tetapi jiwa dan semangat mereka cukup bernyala-nyala untuk memperoleh pelajaran tentang bagaimana earanya memenang­kan jiwa buat YAHWEH.

Tentu saja kursus latihan pekerja YAHWEH itu merupakan suatu usaha yang sukses. Maka sehabis kursus inilah maka pendeta yang masih muda usia itu melakukan pengumumannya yang tidak kolot itu:  “Kita akan menyelenggarakan suatu kampanye penginjilan. Selama kampanye penginjilan itu berlangsung, maka gereja kita akan ditutup, kecuali pada hari Minggu.”

Mengapa mesti menutup gedung gereja?

Oleh karena mereka harus pergi keluar ke tempat-tempat di mana orang-orang berdosa itu berada! Mereka akan pergi mengabarkan Injil DI LUAR LINGKUNGAN MEREKA SENDIRI.

Sepuluh orang Kristen telah dilatih untuk itu. Mereka sudah siap untuk segala tindakan memenangkan jiwa buat YAHWEH.

Setiap malam mereka berkumpul bersama untuk berdoa. Lalu tiap-tiap orang diantara mereka itu dibagi-bagi menurut jalan-jalan yang berbeda-beda pula. Mereka betul-betul memulai suatu kampanye penginjilan yang murni seperti halnya pada zaman para Rasul. Mereka mulai mengetuk pada pintu rumah-rumah, bersaksi tentang Ha Mashiah, dari rumah ke rumah. (Pada setiap hari Minggu mereka kumpul lagi dengan membawa hasil yang mereka peroleh itu, yakni orang-orang yang menyatakan dirinya bertobat kepada YAHWEH).

Empat minggu kemudian mereka sudah berhasil mengerah­kan 220 orang anggota! Sungguh suatu kebangunan kembali dari gereja tua itu, cuma karena mereka telah mempraktekkan

cara penginjilan yang pertama dulu kala itu. Dan ini pun baru suatu langkah permulaan saja.

Tanpa mengundang seorang penginjil dari daerah lain, tanpa mengeluarkan biaya tambahan, tak perlu membayar rekening gas pemanas ekstra atau arus listrik ekstra untuk air-condition. maka gereja itu telah berhasil menuai panen jiwa yang luar biasa banyaknya. Mereka telah beroleh pandangan baru tentang caranya memenangkan jiwa yang terhilang itu. ­DI LUAR LINGKUNGAN MEREKA SENDIRI. Hanya 10 orang Kristen saja yang pergi keluar setiap malamnya. berkunjung ke rumah-rumah dan memenangkan jiwa untuk Ha Mashiah – di tempat yang tidak termasuk kawasan Ilngkungan mereka sendiri.

Tetapi mereka itu tidak berhenti sampai waktu empat minggu saja. Mereka telah beroleh satu pandangan yang baru. Mereka dilanda satu semangat berkobar-kobar, yang segar dan sangat rindu untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhilang.

Mereka menemukan satu kenyataan yang besar, bahwa jiwa-jiwa itu sebenarnya mudah saja untuk dimenangkan ­apablla kita mendekati mereka il tempat mereka itu sendiri berada.

Pendeta itu berucap: “Sekarang saya hanya menghadapi satu masalah. Anggota-anggota gereja saya tidak lagi mau berbuat hal lain kecuali hendak memenangkan jiwa itu.”

Sebelum tahun itu, berakhir, maka gereja itu telah berhasil mengerahkan jiwa-iwa yang terhilang jauh leblh banyak dari pada gereja manapun di dalam kota itu. Sebab mereka telah melakukan hal itu DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA MEREKA SENDIRI.

***

Suatu gereja baru yang didasarkan atas usaha memenang­kan jiwa telah merayakan hari ulang tahunnya yang ke lima. Dalam satu tahun gereja itu telah berhasil mencapai jumlah ke anggotaan yang meliputi 440 orang. Kini jumlah hadirin yang jadi anggotannya sudah berkisar 2000 orang.

Setelah masa satu tahun mereka masih melakukan rapat pertemuan di garasi, tetapi keuangan yang mereka berhasil capai waktu itu sudah meliputi 6000 dollar, sementara jumlah pengeluaran untuk biaya penyelenggaraan segala kegiatan gerejani itu berkisar sekitar angka itu pula. Sekarang ini biaya pengeluaran mereka telah lebih meningkat jumlahnya sampai 200.000 dollar setahun, tetapi milik kekayaan gereja itu pun sudah meliputi nilai seharga satu juta dolar besamya.

Selama masa perkembangannya dalam lima tahun itu, gedung gereja itu sudah sempat berkembang luas dengan menambah lima buah gedung gereja yang baru yang lain lagi.                Mengapa gereja ini termasuk salah satu gereja yang paling pesat perkembangannya di dunia?

Pendeta itu menerangkan bahwa ia telah menjadi gembala dari gereja itu ketika mereka dalam tahun pertama masih mengadakan rapat dalam gedung garasi. Tetapi ia telab mengumumkan tekadnya, bahwa apa pun akibatnya, maka gereja itu hendaknya menjadi satu gereja yang terus-menerus memenangkan jiwa buat YAHWEH!

Ia melatih kurang lebih sepuluh orang dari anggotanya dan mulai mempraktekkan penginjiIan dari rumah ke rumah. Mereka bersaksi kepada jiwa-jiwa yang terhiIang itu – di tempat mereka itu berada – dan memenangkan jiwa-jiwa itu untuk Ha Mashiah.

Untuk tahun pertama mereka menangkan 150 jiwa ­kebanyakan di antara mereka itu dimenangkan di dalam rumah mereka sendiri.
Tahun yang berikutnya kira-kira 300 jiwa yang baru bertobat telah berhasiI dibawa masuk ke dalam gereja melalui cara yang sama.
Tahun yang berikutnya lagi mereka menangkan 500 orang, dan selanjutnya 700 orang lagi.
Pendeta itu berkata: “Sekarang ini saya mempunyai lebih banyak pengerja YAHWEH dari pada jumlah anggotaku dalam empat tahun yang lalu.”
Sekarang gereja itu sudah bisa membiayai 44 orang misionaris beserta dengan anak isteri mereka ke berbagai ladang misi, padahal jumlah mereka pada waktu empat tahun yang lampau baru 44 orang anggota saja.

Seorang penginjil lalu bertanya kepada pendeta itu bagaimana ia sampai bisa berhasiI begitu menyolok dalam perkembangannya itu. Pendeta itu menjawab: “Datanglah pada waktu kami lagi sibuk melakukan pelayanan pertengahan mingguan, maka saya akan menunjukkan kepada anda alasannya mengapa gereja kami berkembang begitu pesatnya.

Pada hari Rabu malam terdapat lebih dari 700 orang yang hadir. Lalu pendeta itu bertanya kepada para hadirin itu satu pertanyaan: “Siapakah di antara saudara-saudara yang telah keluar meninggalkan gedung gereja ini selama tahun ini dan memenangkan paling kurang satu jiwa buat YAHWEH?”

Maka lebih dari 300 orang pun bangkit berdiri dan menyatakan pernah berbuat hal yang demikian itu.

Sesungguhnya gereja itu telah sempat menemukan kembali akan perjuangan para rasul pada awal pertama gerejani untuk memenangkan jiwa – yang rahasianya sebenamya tiada lain adalah apabiIa kita sungguh merasa turut prihatin dengan nasib orang-orang yang berdosa itu, sehingga kita merasa perlu untuk memenangkan mereka buat Ha Mashiah. Dan setiap orang, babkan siapa saja dapat melakukan hal ini, asal saja ia mau pergi dan mengunjungi jiwa-jiwa yang terhiIang itu di tempat mereka itu berada – yakni DI LUAR LINGKUNGAN MASYARAKAT GEREJANI KITA SENDIRI.

***

Ada pula seorang pendeta yang beroleh kehormatan besar luar biasa karena berhasit membaptiskan ribuan orang setiap tabunnya dibandingkan dengan pendeta yang mana sekalipun di dunia ini. Oleh sebab itu gerejanya termasuk salah satu gereja yang langka yang beroleh sukses besar dalam memenang­ka jiwa di dunia ini.

Seorang pekabar Injil mengajukan pertanyaan kepadanya: “Apakah yang menyebabkan gereja anda membawa orang bertobat jauh lebih banyak jumIahnya di bandingkan dengan gereja mana pun di dunia ini?”

Ia menjawab pertanyaan ini dengan hanya satu kalimat yang pendek saja: “Oleh karena anggota-anggota gerejaku mencari jiwa buat YAHWEH.”

Dengan kalimat yang singkat ini ia telah memberikan kunci rahasia suksesnya yang sebenarnya.

Pendeta itu berkata: “Berulang-ulang kali saya selalu menekankan satu kebenaran kepada para anggotaku. Saya mengkaji-nya sampai berulang kali, sehingga’ akhirnya mereka sendiri juga yakin akan hal itu.”

Kebenaran yang selalu ia tekankan itu ialah:  ”Maka mereka itu senantiasa berada di dalam bait Elohim setiap hari dan di rumah-rumah. Mereka tidak berhenti mengajar dan memberitakan Injil tentang Ha Mashiah.”

Bahwa anggota gereja pada hakekatnya harus berkunjung ke rumah-rumah setiap keluarga dan bergerak ke dalam berbagai pelosok kota. Gereja itu mempunyai lima macam program kunjungan dalam setiap minggu. Dengan demikian mereka bisa mencapai hubungan dengan kurang leblh banyak 10.000 orang dalam seminggu.

Bagaimana hal itu mungkin ?

Pendeta itu menerangkan bahwa ia menekankan soal memenangkan jiwa dan bersaksi untuk Ha Mashiah demikian mantapnya, sehingga para anggota itu yakin betul bahwa mereka harus mencari jiwa untuk dimenangkan. Oleh sebab itulah maka mereka rela melakukan hal itu. la jadikan semboyan itu akan perjuangan di dalam kehidupannya sendiri. la kotbahkan hal itu setiap kali ia berdiri di atas mimbar. la tidak pemah berhenti menekankan pentingnya hal itu. Keyakinan itu Ialu mendapat tempat di dalam hati para anggotanya demikian rupa sehingga – di luar lingkungan gereja – hal itu menjadi semacam semangat yang kuat akan pekerjaan YAHWEH yang luar biasa hebatnya. Tahun yang lampau mereka menerima kira-kira 1.400 orang anggota baru yang bertobat dan menggabungkan diri dalam persekutuan gereja mereka.

Tetapi anda mungkin saja berkata, bahwa gereja-gereja itu adalah gereja-gereja yang besar. Sedangkan gereja anda sendiri hanyalah kecil saja.

Tetapi anda jangan lupa, bahwa orang-orang berdosa itu pun hidup dalam kelompok-kelompok kecil juga. dan mereka pun sama pekanya dalam menyambut Ha Mashiah asal saja kita mencari mereka itu dan menyampaikan kabar Injil itu kepada mereka diluar, di mana mereka ita berada.

Sebuah gereja kecil terletak di tengah masyarakat pedesaan yang serba polos di alam terbuka. Pendetanya berkata: “Anda bisa berdiri di atas atap gereja ini dan hanya dapat melihat dua buah rumah.”

Tatkala ia menjadi pendeta di situ anggotanya baru kurang lebih 75 orang. (Seluruh wilayah itu mempunyai penduduk tidak leblh dari 400 orang saja).

Lalu pendeta itu melakukan semacam sensus agama. la menemukan bahwa hanya ada enam orang yang belum diselamatkan di daerah itu – Dan mereka itu sangatlah sulit dan kebal sekali terhadap Injil.

Akan tetapi hanya dalam waktu dua tabun gereja itu telab memenangkan kurang lebih 300 anggota untuk Ha Mashiah. Dengan demikian kehadiran di gereja itu berkisar sekitar 400 orang setiap hari Minggu.

Bagaimana hal ini terjadi ?

Sebab pendeta yang muda itu tahu betul rahasia untuk memenangkan jiwa. la tahu bahwa orang-orang berdosa itu pada umumnya tidak mau datang ke gereja untuk minta diselamatkan. Oleh sebab itulah mereka harus kita raih diluar Iingkungan masyarakat kita  sendiri.

la melatih sekelompok aoggotanya untuk bersaksi dan membimbing jiwa-jiwa untuk mengambil keputusan menerima Yeshua, – dari tempat mereka bermuakim. Mereka berjalan keliling di sekitar daerah itu, mengetuk pintu dari rumah ke rumah, memperkenalkan Ha Mashiah kepada orang-orang itu dan mengajak mereka untuk diselamatkan.

Mereka akan berkunjung sampal kota-kota yang terletak 15 atau 25 mil jauhnya, dan memenangkan jiwa buat Ha Mashiah. Dalam dua tahun gereja itu sudah punya tiga buah bus yang tugasnya mengangkut 200 orang pulang pergi ke tempat beribadah pada setiap kali ada perkumpulan atau kebaktian.

***

DI dalam sebuah distrik di kota besar, sebuah gereja telah memenangkan 40 orang untuk Ha Mashiah. Hanya dalam waktu satu tahun. Mereka belum merasa puas dengan hasil ini. Lalu mereka pun menyelenggarakan suatu program latihan khusus mengenal cara memenangkan jiwa selama dua minggu lamanya.

Pendeta dengan para anggota jemaat tersebut menentukan satu sasaran tertentu, yakni “menginjil kepada masyarakat sekiltarnya.”

Dalam jangka waktu dua bulan gereja itu telah mengerah­kan anggota-anggotanya keluar dari lingkungan gerejanya sendiri. Mereka berhasil membawa sejumlah besar jiwa untuk diselamatkan serta 67 keluarp baru ke dalam persekutuan kelompok gereja mereka.

***

Di dalam sebuah kota kecil dengan penduduk 45.000 jiwa, sebuah gereja menyisihkan waktu tiga minggu lamanya yang diperuntukkan bagi kampanye memenangkan jiwa Dl LUAR LINGKUNGAN SENDlRI. Tujuannya ialah hendak menginjil kepada penduduk kota itu.

Minggu yang pertama dikhususkan sama sekali untuk melatih orang-orang Kristen Itu bagaimana caranya bersaksi dan membawa jiwa buat YAHWEH.

Kaum pria pergi bersaksi, ketemu dengan perorangan satu persatu, baik yang meringkuk dalam penjara, ataupun di rumah panti asuhan anak-anak nakal, atau di daerah gubuk-gubuk orang miskin dl perkotaan Itu. Kaum wanitanya berkunjung ke rumah-rumah sakit, rumah penampungan orang-orang tua jompo, dan rumah-rumah panti perawatan sosial menyelusuri satu tempat tidur ke tempat tidur lainnya, dari satu kursi ke kursi yang lainnya.

Sasaran utama dari pada usaha kegiatan bersama itu tentu saja adalah penginjilan dari rumah ke rumah. Pada setiap malamnya sesoorang itu ditugaskan di sebuah jalanan tertentu. Jadi, setiap malam tentu saja mereka menyelusuri jalan yang berbeda pula masing-masingnya. Mereka memasuki rumah ke rumah untuk bersaksi tentang Ha Mashiah. Mereka melakukan daya upaya sekuat tenaga untuk mengajak jiwa-jiwa yang terhilang itu mengambil satu keputusan guna menerima Dia secara langsung.

Hanya dalam waktu dua minggu terdapat 333 orang yang telah berhasil di jaring buat YAHWEH. Malah dalam waktu tiga minggu sesudahnya gereja itu menerima Iebih dari 150 orang yang datang bertobat sebagai jiwa baru di dalam persckutuan gereja itu.

Pendeta itu berkata, bahwa para anggotanya telah menjadl terbiasa akan penginjilan dari  rumah ke rumah. Dengan demikian program kunjungan mereka kepada anggota lainnya Ialu diperluas sampai kepada orang-orang yang mereka jumpai di luar lingkungan mereka sendiri. Tetapi program besuk Itu juga telah meluas demikian rupa, sehingga setiap rumah tangga boleh dikata baru dalam waktu tiga bulan lamanya barulah beroleh giliran untuk dikunjungi.

***

Seorang mahasiswa muda selama hari-hari libur mengikuti suatu kursus latihan yang diselenggarakan sebuah gereja mengenai cara memenangkan jiwa di luar lingkungan gereja sendiri. Pemuda itu lalu dapat memahani maksud yang sesungguhnya dari para penginjilan tersebut.

Ia kembali lagi ke sekolahnya menghadiri kuliah dan mengorganisir sekelompok rekan-rekan mahasiswa yang terdiri dari sepuluh orang dengan tujuan hendak memenangkan jiwa yang terhilang. Mereka menyebut kelompok mereka itu ”evangelis” yang bermaksud hendak bersaksi kepada orang berdosa di manapun mereka berada.

Dalam balan pertama saja kelompok itu sudah berhasil meraih lebih dari 50 orang anggota untuk datang kepada Ha Mashiah, Mahasiswa yang muda-muda itu pergi keluar untuk mencari jiwa yang terhilang.

***

Sebuah gereja lain lagi yang mempunyai soorang pendeta yang telah mendengar tentang kegiatan di luar lingkungan gereja, yakni memenangkan jiwa buat YAHWEH. Ia lalu meminta bahan-bahan bacaan mengenai soal ini, Ialu melatih sejumlah anggotanya untuk mampu bersaksi kepada orang berdosa.

Tahun yang lampau mereka hanya memperoleh tambahan anggota dua orang saja.

Tetapi setelah mereka menyelenggarakan suatu jangka waktu latihan, maka merekapun melangsungkan kegiatan penginjilan – dI luar lingkungan gereja mereka sendiri ­sambil bersaksi dari rumah ke rumah tentang Ha Mashiah.

Dalam satu tahun saja gereja yang kecil itu telah memenangkan lebih dari 100 jiwa yang terhilang dan masuk ke dalam lingkungan keanggotaan gereja mereka.

***

Seorang profesor yang mengajar di suatu Sekolah Tinggi Alkitab menceritakan kepadaku tentang pengalamannya.

Ia berkata bahwa ia menyadari kenyataan perlunya orang Kristen itu pergi keluar               dan berkecimpung di antara orang-orang yang berdosa untuk bersaksi. Bahwa gereja tidak boleh menunggu orang-orang berdosa itu datang masuk ke gereja untuk minta diselamatkan. Lalu ia memutuskan untuk membuat satu percobaan tentang cara memenangkan jiwa di luar lingkungan gereja dan mencari jiwa-jiwa tersebut di tempat mereka sendiri.

Ia mengajak serta tujuh orang anak-anak muda Kristen lalu mereka pun berangkat menuju ke suatu kota tertentu.

Mereka mengabdikan diri selama tiga hari dengan jalan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah dan bersaksi tentang Ha Mashiah. Setiap sore harinya mereka pergunakan dua jam untuk berkunjung ke rumah-rumah itu.

Hanya dalam jangka waktu tiga hari, dan itu pun hanya dua jam per hari, mereka kerjanya mengetok pintu rumah orang. Mereka berhasil melakukan kunjungan kepada 392 buah rumah dan sempat berbincang-bincang dengan para penghuninya sejumlah 198 Orang. Di antara mereka itu 24 orang telah diselamatkan karena menerima Yeshua sebagai Juruselamat mereka.

***

Kita dapat mengemukakan banyak lagi contoh-contoh di sini, dan oleh karena rahasia cara memenangkan jiwa yang terhilang ini telah tersebar luas di kalangan para pendeta dan kaum pekerja YAHWEH dengan cepat sekali, maka contoh-contoh kejadian yang baru pun banyak pula bermunculan. Setiap hari dan setiap minggu orang senantiasa membuat kemajuan dalam hal ini.

Tidak ada masalah sebenarnya yang menyangkut persoalan ini. SETIAP GEREJA DAPAT SAJA MEMENANGKAN JIWA. GEREJA MANA PUN JUGA DAPAT MENGINJIL DI LUAR LINGKUNGANNYA SENDIRI. – Apabila orang-orang Kristen dari suatu gereja memahami betul panggilan ini dan bersedia melatih diri dengan perlengkapan seperlunya untuk melakukan penginjilan (atau memenangkan jiwa) itu, di luar lingkungan gereja sendiri, maka – terbukalah kemungkin­an besar bahwa kita bisa panen jiwa di tempat mereka itu berada, – dan kita telah berhasil menyelamatkan jlwa-jiwa YANG BERADA DI LUAR LINGKUNGAN KITA SENDIRI.

7. SASARAN YANG MURNI

Salah satu gereja yang paling menyolok dalam abad ke 20 ini ialah contoh gerakan pertumbuhan aliran agama Saksi Yehova.

Meteka telah mengajarkan dan menyampaikan ajaran agama mereka dengan cara mendatangi satu rumah ke rumah yang lainnya di seluruh dunia. Sekarang ini mereka merupakan satu gerakan yang paling pesat kemajuannya di antara sekian banyak organisasi di dunia ini terutama sekali di dunia Barat.

Walaupun demikian saya meragukan apakah ada seseorang yang mereka ajak datang ke tempat markas besar kegiatan organisasi mereka itu. Artinya pada awal mula perjumpaan mereka dengan seseorang yang mereka garap itu. Sebab rencana mereka adalah memasuki setiap rumah untuk kemudian bisa melakukan kunjungan ulangan lagi untuk memenangkan jiwa yang jadi sasaran itu. Maka baru kemudian mereka mengajak serta orang yang telah bertobat itu masuk ke dalam Gedung Kerajaan mereka. Tetapi itu pun bukan dengan maksud apa-apa kecuali hendak memberikan satu latihan pembinaan kepadanya. Agar supaya orang Itu mampu pergi ke mana-mana lagi untuk memenangkan jiwa seperti halnya orang lain telah berhasil memenangkan jiwanya sendiri.

Apakah sebenarnya yang mendorong pengabdian “Saksi­-saksi” itu pergi keluar dan melakukan tugas gemilang itu? Apakah yang membuat mereka itu sukses dalam memenangkan jiwa, yang pada pandangan umat Kristen lainnya dianggap sebagai sesuatu hal yang mustahil atau sulit untuk dilaksanakan? Dan apakah halangan yang menyebabkan umat Kristen lainnya segan meniru teladan mereka itu? Padahal cara mereka itu begitu efektif menurut bukti-bukti yang telah menjadi kenyataan. Begitu besar hasil yang telah mereka tuai! Apakah cara panen jiwa semacam itu tidak bisa diterapkan di dalam lingkungan gereja kita juga? Tentu saja hal itu bisa saja terlaksana bagi semua gereja yang berada di atas bumi ini. Sungguh mengherankan, bukan? Mengapa justru kaum Saksi Yehova itulah yang telah membuktikan berhasilnya sistim gereja YAHWEH yang pertama itu. Artinya sejauh menyangkut hal yang berhubungan dengan cara memenangkan jiwa itu.

Menurut anggapan penganut “Saksi-saksi” itu kerinduan mereka yang terbesar dalam usaha mereka ialah berbuat seperti apa yang pernah dikerjakan oleh orang-orang Kristen yang pertama. Bila ditilik dari segi sejarah, demikian kata mereka, maka agama Kristen itu sebenarnya adalah agama yang timbul dari perorangan kepada perorangan yang lainnya. Jadi, mereka menyampaikan keyakinan mereka itu dari satu orang kepada orang lainnya. Apakah ada hambatan dasar yang mencegah umat Kristen untuk berbuat hal yang sama? (terpisah dari rasa takut, sikap masa bodoh, sibuk dengan kegiatan duniawi, atau tanggapan yang keliru bahwa tugas itu harus memerlukan orang profesional?)

Ada satu kelebihan mereka. Bahwa mereka tidak mengenal perbedaan menyolok. antara kaum rohaniwan dan kaum awam. “Semuanya adalah guru dan penginjil, dan wajib menyampaikan firman Elohim itu kepada siapa saja.” Demikian­lah pernyataan mereka itu. Oleh sebab itu mereka tidak tumpahkan tanggung jawab penyebaran Injil itu di atas pundak kaum pendeta saja yang jumlahnya tidak seberapa itu. Setiap anggota mereka adalah saksi yang hidup tentang keyakinan mereka.

Dan saya pun berpendirian bahwa setiap Pengikut Yeshua adalah saksi yang hidup bagi Yeshua! Apabila kita yakin akan ayat yang tertera dalam Kisah 1:8 yang menjanjikan berkat-Nya bagi kita, (maka kamu akan menerima kuasa!), maka hendaklah pula kita yakin akan perintah-Nya (hendaklah kamu menjadi saksi!).

Kalau ada golongan umat Kristen yang bisa menghabiskan waktu mereka sebagian besar di dalam tiap rumah dan di tempat-tempat umum, mengapa orang-orang Kristen yang sejati mesti menghabiskan waktunya dengan mengurung diri di dalam lingkungan sempit mereka sendiri?

Apabila kita hanya tetap tinggal di dalam lingkungan kita yang sempit itu, maka mungkin tak akan ada orang yang akan bergabung diri lagi dengan gereja kita. Apabila para rasul dan orang-orang Kristen yang pertama itu terus saja bercokol di ruang tingkat atas di Yerusalem sambil menikmati berkat yang mereka terima dari Roh Kudus, maka hanya sedikit saja orang yang sempat mendengar Injil YAHWEH itu. Tetapi orang-orang Kristen yang pertama itu pergi keluar mengunjungi tempat jiwa-jiwa yang terhilang, sehingga seluruh tanah Asia waktu itu berhasil dijelajahi dalam waktu dua tahun saja.

Golongan Saksi Yehova pun pergi keluar dan apabila mereka melakukan suatu pertemuan bersama, maka mereka akan memenuhi balai pertemuan umum yang paling besar atau memadati ruang stadion yang bisa mereka peroleh sambil belajar berjam-jam tentang tehnik memenangkan jiwa.

Sudah waktunya kita meneliti caranya mereka itu bersaksi. Agar supaya kita pun terdorong untuk PERGI KELUAR DAN MENINGGALKAN LlNGKUNGAN KITA SENDIRI.

Adalah rada memalukan juga apabila kita justru mengabai­kan cara yang belum pemah kita coba, padahal kita sendiri sering mengumandang bahwa “Iewat kitalah kabar keselamatan itu disampaikan kepada seluruh dunia.” Kita harus menyam­paikan kabar selamat itu kepada sekalian bangsa dan kepada setiap orang yang mau menerima keyakinan Itu. Mudah-mudahan kasih Elohim itu menyertai kita untuk menyampaikan apa yang kita KETAHUI kepada orang-orang berdosa di tempat mereka itu berada.

Dari catatan resmi diperoleh data di Amerika bahwa Saksi-saksi Yehova itu sempat mengunjungi 900.000 rumah keluarga setiap minggunya. Di dalam rumah tangga yang mereka datangi itu kebanyakan di antara mereka itu dilayani dengan pelajaran Alkitab. Mereka juga bersaksi dengan alat-alat perekam, piringan hitam atau pun majalah-majalah.

Sekarang ini dengan sedikit biaya kita sudah dapat memperoleh tape dan rekaman atau piringan hitam, sedangkan barang cetakan cuma-cuma banyak sekali mengalir untuk keperluan penginjilan itu. Oleh sebab itu kaum awam Kristen pun harus dapat lebih giat untuk menyampaikan Injil itu DI LUAR GEREJA MEREKA ITU SENDIRI.

Sebab di balik itu semua kita punya sasaran yang murni Hidup yang baru di dalam Yeshua Ha Mashiah! <:::><

Bersambung ke bagian 2: Bab 8 sampai 15Bersambung ke bagian 3: Bab 6 sampai Tamat

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Januari 2011
      M S S R K J S
      « Nov   Feb »
       1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      3031  
  • Cari