Ikutlah Serta Dalam Kereta Kencana bg.2 (8-15)

8. HIDUP MATINYA PENGINJILAN

Marilah kita tinjau sekilas sejarah perkembangan Gereja Kristen dan menelusuri asal mulanya gerakan penginjilan itu. Lalu kenapa penginjilan itu kemudian surut menghilang, dan nanti bela­kangan muncul kembali lagi?

Alkitab berkata: “Yeshua Ha Mashiah telah datang ke dalam dunia ini untuk MENYELAMATKAN ORANG BERDOSA.” 1 Timotius 1: 15. Itulah penginjilan. Sebab Ha Mashiah sendiri yang memberikan contoh teladan.

Orang-orang Kristen yang pertama itu meniru contoh Ha Mashiah. Mereka menyadari bahwah amanat yang mereka pikul adalah mencari orang yang berdosa. Mereka ingat betul apa yang Ia katakan:

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Rasul 1:8)

Roh Kudus telah dicurahkan kepada mereka untuk mem­berikan kekuatan untuk BERSAKSI, pergi keluar dan berkunjung dari rumah ke rumah, seorang berbicara dengan seorang lainnya, dengan tujuan untuk mengajak orang-orang itu percaya kepada Yeshua Ha Mashiah dan menjadi pengikut Dia.

Metode mereka sangat bersahaja dan praktis:
“Maka setiap hari mereka itu berhimpun di dalam bait Elohim, dan di dalam tiap rumah, dan mereka tidak pernah berhenti mengabarkan Injil.” Kisah 5:42. Maka jamlah murid YAHWEH pun bertambahlah.Kisah 6:7. Akibatnya banyak di antara mereka malah mengalami aniaya. Tetapi dengan peristiwa itu malah “mereka lalu tersebar luas ke berbagai negeri.” … karena itu mereka lalu pergi ke mana-mana untuk menyampaikan firman YAHWEH.” Kisah 8:1,4. “Mereka menyampaikannya di hadapan orang hanyak dan dari rumah ke rumah.” Kisah 20:20.

“Dan hal ini terus berlangsung sampai kira-kira dua tahun lamanya, sehingga orang-orang yang tinggal di tanah Asia pun mendengar kabar Injil tentang Yeshua Ha Mashiah itu, baik orang Yahudi mau pun Yunani” Kisah 19:10.

Hal ini tak bisa diragukan lagi. Bahwa orang-orang Kristen yang pertama itu meniru teladan Ha Mashiah. Mereka semua adalah nelayan-nelayan penangkap jiwa buat YAHWEH. Mereka memahami bahwa dengan cara inilah jiwa mereka sendiri pernah diselamatkan. Itulah sebabnya tugas mereka pun ialah harus bersaksi kepada jlwa-jiwa yang terhilang.

Apakah akibatnya bagi gereja yang pertama itu?

Dengan cepat sekali mereka menginjil ke seluruh dunia yang dikenal waktu itu. Seluruh Asia Kecil telah berhasil di datang. Banyak kota-kota besar seperti Yerusalem, Damsyik, Epesus, dan sejumlah kota-kota lainnya serta desa-desa telah mereka datangi untuk menginjil. Mereka bahkan memberitakan Injil sampai ke tempat-tempat yang terlarang dan terkucil seperti Samaria, daerah padang rumput dengan suku-suku nomad yang berpindah-pindah tempat, dan orang-orang kafir yang tinggal di sekeliling pesisir atau pulau-pulau yang terdekat. Semuanya bagi mereka hanya memakan waktu dua puluh empat bulan saja!

Bayangkan bagaimana sulitnya mereka telah mencapai hasil yang gemilang itu. Padahal waktu itu belum ada listrik, radio, televisi, tape-rekorder, film, alat pengeras suara, pesawat terbang atau Mobil. Bahkan belum ada sepeda atau pun mesin cetak. Tetapi mereka berhasil menyelesalkan tugas mereka hanya dalam dua tahun saja!

Kemudian mereka menyebar dan menginjil ke wilayah Afrika Utara dan Eropa Selatan. Mereka bahkan mencapal daratan Spanyol dan menyusup sampai ke daerah orang-orang kafir di sebelah Utara yang sekarang terkenal dengan nama Skandinavia dan Britania Raya.

Orang-orang Kristen yang pertama itu adalah saksi-saksl yang sejati. Mereka adalah pemenang jiwa. Mereka memenang­kan jiwa di hadapan orang banyak dan dari rumah ke rumah.–SETIAP HARI!

Apakah yang bisa terjadi apabila semangat dan api perjuangan yang sejati ini terus berkobar menghangatkan daya juang gereja? Tetapi kenyataannya apa yang kita harapkan itu justru tidaklah terjadi. Di dalam abad ke dua agama Kristen terlibat dalam pertentangan ajaran teologi yang hebat. Mereka bukannya pergi keluar hendak mencapai pelosok-pelo­sok dunia atau menginjil sampai ke ujung bumi. Mereka mulai sibuk mempertengkarkan soal-soal titik-titik perbedaan doktrin, dan mulai melakukan pembagian-pembagian tingkat keduduk­an.

Dalam abad ke tiga Masehi maka orang-orang Kristen telah betul-betul terbenam dalam ajaran para rasul yang sejati.

Dalam abad ke empat jurang antara pertentangan yang hebat itu dapat dijembatani, dan para penganut yang telah murtad dapat di ajak kembali dan terjadilah semacam kompromi yang lengkap.

Tetapi setelah itu, maka agama Kristen seolah-olah hanyut tenggelam ke dalam satu masa yang kelam–Masa Kegelapan. Dan masa seribu tahun yang gelap itu merupakan tabir mengerikan yang memisahkan Gereja dari doktrin berdasarkan Alkitab Perjanjian Baru.

Ini hanya merupakan pandangan yang sekilas mengenai asal mulanya mengapa semangat perjuangan penginjilan dari umat Kristen yang pertama itu telah musnah. Dan marilah kita tinjau mengapa sampai semangat itu bisa muncul kembali. <:::><

9. MUNCULNYA KEMBALI CARA MEMENANGKAN JIWA

Martin Luther adalab orang pertama yang menemukan kembali nilai Kekeristenan dalam Alkitab Perjanji­an Baru dengan wahyu berdasarkan “orang benar akan hidup oleh iman.” [Roma 1:17]

Gereja yang pertama menyadari betul kebenaran ini, tetapi kebenaran itu telah hilang lenyap ditelan Abad Kegelapan.

Tetapi abad Reformasi dalam abad ke enam belas mencetuskan mula-mula suatu perobahan dalam paham teologia–suatu jalan kembali firman Elohim yang sejati. Sebab kalau tidak, maka kekeristenan itu sangatlah sempit artinya. Misalnya saja, orang-orang Kristen tidak lagi menaruh perhatian terhadap penginjilan kepada banyak orang, penyuci­an diri, melakukan misi, baptisan dengan Rob  Kudus, atau mengalami karunia Roh, atau tentang kedatangan Ha Mashiah kedua kalinya, yang kesemuanya merupakan kebenaran yang hakiki di dalam lingkungan Gereja YAHWEH yang pertama.

Setelah Martin Luther menemukan kembali iman pribadi bagi setiap orang, maka muncul pula Wesley dalam pertengahan tahun 1700-an dengan penemuan kembali tentang penginjilan kepada orang-orang banyak secara besar-besaran, penyucian serta kuasa Roh Kudus di kalangan umat Kristen.

Meskipun hal ini mendapat tantangan dan ditolak mentah-­mentah oleh gereja yang ortodoks atau kolot, namun Wesley menemukan kembali nilai kekeristenan semula. Bahwa seseo­rang boleh pergi keluar menelusuri taman umum, lapangan luas, jalan-jalan raya dan tempat-tempat pertemuan umum untuk menyatakan kabar selamat itu kepada banyak orang. Di situlah ratusan kaum pria dan wanita dapat diselamatkan sekaligus.

Martin Luther telah menemukan bahwa seorang manusia itu dapat datang seeara pribadi kepada Ha Mashiah untuk kepentingan dirinya sendiri. Ia boleh saja membaca Alkitab, berseru dan berdoa kepada YAHWEH secara langsung dan boleh diselamatkan OLEH IMANNYA SENDIRI. Tetapi Wesley juga menemukan bahwa seluruh rombongan orang dalam jumlah yang besar pun dapat juga sekaligus diselamatkan, asal saja mereka itu percaya dan menerima Ha Mashiah sebagai Juru selamat mereka.

Gereja yang pertama mempraktekkan penginjilan secara massal, tetapi cara ini telah hanyut lenyap di dalam Abad Kegelapan tatkala agama Kristen dinyatakan hanya terbatas dalam lingkungan gereja dan mimbar untuk para imam saja. Namun kebenaran itu telah muncul kembali yang ditekankan berulang kali oleh orang-orang macam Finney, dan kemudian Moody di dalam abad kita yang modem ini.

William Carey muncul kira-kira sekitar tahun 1790 dan menemukan bahwa Injil itu pun diperuntukkan bagi orang-­orang kafir. Maka mulailah Gereja menjalankan sistim missinya.

Padahal orang-orang Kristen yang pertama adalah misionaris-­misionaris agung. Tetapi selama Abad Kegelapan konsep tentang evangelisasi kepada berbagai macam bangsa itu lalu luntur untuk akhirnya lenyap sama sekali.

Barulah pada menjelang akhir tahun 1800-an dan awal tahun 1900-an banyak dari kebenaran sejati itu dipulihkan kembali di kalangan gereja Kristen. Seperti pencurahan Roh Kudus, karunia Roh Kudus, doktrin tentang kepercayaan akan dunia akhirat, dan tentang kedatang­an kembali Yeshua Ha Mashiah untuk kedua kalinya. Martin Luther maupun Carey tidak pernah menyinggung-nyinggung kebenaran hakiki ini. Bahkan Wesley pun kurang sekali memberikan tekanan pada hal-hal semacam ini.

Di seberang dunia Barat atau Eropa, maka pada waktu yang bersamaan orang-orang Kristen mulai menemukan apa arti sebenarnya dari baptisan Roh Kudus yang diikuti oleh tanda-tanda mujizat. Lalu mulailah karunia Roh itu bekerja, termasuk di dalamnya kuasa dari pada Ha Mashiah untuk menyembuhkan orang sakit, serta kebenaran tentang akan datangnya Ha Mashiah untuk kedua kalinya.

Orang-orang Kristen yang pertama semuanya mengetahui hal ini, tetapi selama seribu tahun gereja telah bungkem tentang kebenaran yang tercantum dalam Alkitab, Perjanjian Baru. Selama seribu tahun ini orang-orang Kristen lalu menjadi terbiasa akan konsep dan sikap agama yang sama sekali asing dari isi kitab Perjanjian Baru tersebut.

Apabila kita ingat akan 1000 tahun yang merupakan tabir kegelapan bagi kita itu dan mengaburkan pandangan kita tentang Gereja YAHWEH yang pertama, maka kita akan lebih dalam lagi memahami segala, tradisi yang berlaku sekarang ini tanpa perlu melancarkan kritik atau sesuatu penilaian.

SEMUANYA KECUALI SATU

Semenjak Martin Luther melancarkan suatu gerakan reformasi maka terjadilah suatu rentetan pengungkapan kebenaran bagi gereja. Cuma sayangnya ialah belum semua kebenaran yang hakiki itu sempat digali kembali di dalam lingkungan gereja sebagai suatu lembaga. Ada satu hal yang belum ditemukan kembali: Memenangkan jiwa secara perorangan diantara orang yang berdosa!

Semua kebenaran yang utama dari Gereja yang pertama telah sempat diketemukan kembali KECUALI motif kebenaran yang menggerakkan Gereja harus keluar mencari orang yang berdosa, bersaksi dan memenangkan jiwa buat Ha Mashiah.

Sebagai akibatnya maka gereja itu sifatnya tertutup di balik tembok, jauh dari pada jangkauan orang-orang yang berdosa, sehingga tradisi kaku terhadap orang-orang yang segan masuk ke dalamnya untuk minta diselamatkan itu memberikan kesan bahwa gereja tidak mau banyak pusing soal itu.

Dengan kata lain, Gereja seolah-olah berkata, “Orang-orang berdosa mengetahui kami berada di sini. Kalau mereka ingin diselamatkan, silakan saja datang pada kebaktian kami dan mendengarkan khotbah. Di sini di dalam gereja inilah kami akan berbuat sesuatu bagi mereka untuk menolong mereka menemukan Ha Mashiah. Kami mencintai mereka. Kami menyeleng­garakan kebaktian khusus untuk mereka. Kami senantiasa berdoa secara khusus untuk mereka. Di sini, di dalam gedung gereja ini, kami lengkap dengan peralatan kami untuk menolong mereka. Kami punya rombongan penyanyi koor kami, pekerja-pekerja kami, pendeta kami, kamar konsultasi kami. Kami bersedia melakukan sesuatu bagi mereka dalam batas kemampuan kami. Kami siap berkorban untuk menolong seorang berdosa untuk memperoleh Ha Mashiah DI SINI, DI DALAM GEDUNG GEREJA KAMI.”

Tentu saja tidak ada salahnya sama sekali pada pendirian semacam ini. Akan teapi ia hanya bisa menguntungkan SATU golongan saja, yakni mereka yang bersedia untuk datang menghadiri kebaktian di gereja. Ia tidak mempunyai arti sama sekali bagi sejumlah 90% orang-orang berdosa yang segan atau takut-takut untuk datang masuk ke gereja. Dengan kata lain, kenyataan ini menunjukkan bahwa Gereja belum menemukan tingkat kesadaran seperti yang dimiliki Gereja YAHWEH yang pertama, yakni penginjilan perorangan – di luar lingkungan gereja kita sendiri – di tempat para jiwa yang terhilang itu berada.

Kita harus sadari sekarang ini bahwa Gereja YAHWEH telah hampir pulih sama sekali dalam menyamai keadaan Gereja YAHWEH yang pertama menurut konsep Alkitab Perjanjian Baru. Semuanya sudah hampir sempurna, KECUALI SATU hal yang masih ketinggalan, yang justru merupakan kunci sukses perkembangan Gereja YAHWEH yang pertama itu, yakni: SEMANGAT BERSAKSI SECARA PERSEORANGAN -EVANGELISASI PERSEORANGAN!

Itulah sebabnya kami terdorong untuk menulis buku ini, yang berjudul “IKUTLAH SERTA DI DALAM KERETA YAHWEH”. Berbuatlah seperti Pilipus, yang pergi keluar MENCARI JIWA YANG TERHILANG DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA SENDIRI. Kita harus pergi di jalan-jalan raya, di tengah orang kaya maupun miskin, di antara orang pengemis maupun para penguasa yang agung, berjalan dan bercakap-cakap bersama mereka untuk mencari arti hidup yang sesungguhnya. Kita mencari mereka di mana saja mereka berada. Di sanalah kita menemukan mereka, dan memenang­kan jiwa mereka. Ke sanalah Ha Mashiah menghendaki kita pergi untuk “mencari dan menyelamatkan domba yang tersesat.” Di sanalah di mana Roh YAHWEH akan bekerja di dalam hati kita seperti halnya juga YAHWEH telah berbicara kepada Pilipus untuk “turut serta di dalam kereta” di mana kita akan ketemu dengan banyak orang yang berada dalam keadaan bingung, haus akan kebenaran, yang tidak bakalan datang ke gereja untuk minta diselamatkan.  <:::><

10. BUKALAH MATA LEBAR-LEBAR

Di dalam buku “Agama Kristen Masa Kini” Howard E.Butt Jr. mengemukakan satu pesan yang sangat menarik,  yaitu tentang peranan “Kaum Awam sebagai Saksi Ha Mashiah.”

Ia berkata, “Alkitab menekankan kepada kita bahwa setiap orang Kristen adalah imam.” Doktrin Reformasi yang dilancarkan Martin Luther tentang imamat bagi setiap orang yang percaya bukankah berarti TAK ADA LAGI IMAM atau KITA TIDAK MEMERLUKAN PENDETA. Tetapi dengan itu ia maksudkan bahwa KITA SEMUA SEBENARNYA ADALAH IMAM-IMAM DI HADAPAN ELOHIM. Lalu ia menunjukkan isi Alkitab Perjanjian Baru tentang perkataan pleros (akar kata dari imamat) dan laos (akar kata dari kaum awam), yang keduanya memasukkan golongan orang yang sama juga. Ia meresa perlu mengemukakan hal itu karena menganggap seseorang yang mencari nafkahnya dengan cara melakukan pekerjaan duniawi pun tidak dipandang oleh YAHWEH sebagai manusia yang setengah beriman.

Howard E. Butt mempersalahkan gereja atas pandangan yang keliru tentang pemikiran “bahwa kaum pendeta adalah pejuang tunggal di garis depan dalam medan pertempuran di ladang YAHWEH, sedangkan para anggota cukup saja berada di belakang layar memberi sokongan kepada pendeta bayaran itu untuk bekerja lebih keras atau berjuang lebih keras lagi untuk pekerjaan YAHWEH,” ia berkata bahwa justru haruslah sebaliknya. Para prajurit yang terdiri dari KAUM AWAM-lah yang harus berada di garis depan (DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA) – yakni di rumahnya, di kantornya, di toko, di perkumpulan di tengah masyarakat tempat ia berkecimpung. Orang awam itu berdiri di sana sebagai seorang prajurit YAHWEH.

Tatkala Ha Mashiah menyampaikan amanat “Pergilah kamu kepada sekalian bangsa dan beritakanlah Injil,” Ia tidak maksudkan hanyalah Afrika, Korea, India dan lain benua, tetapi dunia di sini juga berarti dunianya orang-orang pedagang, ahli-ahli hukum, para pendidik, para pekerja mesin, para seniman, pemain musik, pegawai pemerintahan, para petani. Demikian pendapat Butt.

Dengan kata lain, pergilah sampai ke ujung dunia dan kabarkanlah Injil di sana – ke dalam dunia anda bisa memberikan pengaruh anda, dunia sahabat kenalan anda, dan berbicaralah dengan mereka tentang Ha Mashiah dengan memberi pandangan kepada mereka agar mereka boleh mengambil keputusan untuk menerima Ha Mashiah.

Kitab Perjanjian Baru mulai dengan amanat Yeshua kepada setiap orang penganut kepercayaan Kristen, baik murid-murid-Nya maupun orang-orang awam biasa, untuk “pergi ke segenap pelosok dunia dan memberitakan Injil kepada sekalian mahluk.”

Tetapi apa yang telah dimulai sebagai gerakan kaum awam telah merosot demikian rupa sehingga menjadi semacam gerakan mimbar gereja yang profesionil dengan kaum pendana di balik layar upah dan sumbangan.

Selanjutuya tuan Butt berkata: “Banyak orang mencapai tangga tingkatan pengabdiannya. Yang paling tinggi adalah para misionaris yang bekerja di seberang lautan. Kemudian datang para pendeta yang menggembala sidang. Kemudian kaum pekerja YAHWEH yang profesionil. Akhirnya yang paling di bawah sekali terletak kedudukan yang paling rendah bagi kaum awam, yang tugas utamanya ialah menyokong keuangan bagi biaya para pendeta dan misionaris dan memenuhi bangku gereja pada hari kebaktian berlangsung.”

Ini merupakan suatu abad penonton – tak bedanya dengan peristiwa gelanggang olah raga di mana sebagian besar kita hanya jadi penonton saja apa yang orang lain peragakan kepada kita. Dan cara hidup sebagai pirsawan ini telah merembet dari stadion olahraga sampai ke dalam rumah tiap-tiap orang. Sebab melalui televisi dan mass media lainnya kita lalu membentuk semacam dunia pirsawan yang profesional.”

Secara lucu Fred Allen meramalkan bahwa jika keadaan begini terus berlangsung, maka bentuk manusia pada suatu hari akan berobah. Kepalanya akan menjadi kecil, sedangkan matanya akan menjadi lebar sebesar piring. Sebab otaknya tidak perlu digunakan lagi! Kebanyakan segi kehidupan hanyalah cukup ditonton saja sambil duduk enak-enak. Oleh sebab itu bentuk badannya akan menjadi gepeng dengan kepala kecil dan mata besar pada puncak ubun-ubunnya.

Sungguh suatu ramalan yang menggelikan, tetapi bila kecenderungan hidup kita kelak demikian terus menerus berlangsung, dimana orang tidak perlu lagi jadi peserta di dalam kegiatan gerejani, maka ramalan ini tidaklah menggeli­kan sama sekali.

Canon Bryan Green dari Inggris meramalkan apa yang akan terjadi di Amerika apabila kecenderungan yang sekarang ini berlangsung di dalam lingkungan gereja itu tidak mengalami perobahan : “Tatkala saya masih sebagai seorang anak muda, maka gereja kami di Inggris adalah penuh sesak dengan anggota seperti halnya keadaan gereja-gereja di Amerika sekarang ini. Tetapi kami lalu cepat menjadi puas dengan jumlah anggota jemaat yang besar yang berpatokan kepada mimbar sang pendeta. Para anggota datang begitu saja menghadiri kebaktian rutin dengan keyakinan dan penghayatan iman Kristen yang dangkal. Sebagai akibatnya lalu orang-orang itu menjadi kecewa terhadap kelesuan gereja yang kurang efektif dan mereka menjadi masa bodoh terhadap amanat Kekeristenan yang sejati. Dan kenyataannya sekarang gereja kami itu kosong melom­pong.”

”Gereja-gereja di Amerika sekarang ini penuh sesak dengan pengunjung, tetapi saya melihat tak ada pemahaman yang mendalam tentang ajaran Alkitab serta urapan Roh Kudus di kalangan kaum awamnya. Agama Lalu hanya menjadi semacam peristiwa yang sentimental pada hari Minggu, yang sama sekali tidak menyentuh kehidupan orang sehari-hari. Apabila hal ini tidak dirobah, maka gereja-gereja itu pun akan mengalami nasib yang sama, akan menjadi kosong seperti halnya gereja-gereja di negeri kami sekarang ini.”

Tuan Butt berkata: “Kita telah memperkembangkan suatu ke-Kekristenan yang bercorak penonton, di mana satu dua orang saja yang berbicara dan yang kebanyakan selebihnya cukup mendengar saja.”

“Gereja itu dimaksudkan sebagai suatu lembaga masyarakat yang hidup, bergerak, yang dijiwai oleh jalan penebusan Ha Mashiah terhadap orang berdosa, harus menjalankan missi, pelayanan, kesaksian, cinta kasih, dan pengabdian – dan bukannya suatu  perkumpulan orang-orang penggemar iman!”

Penonton-penonton yang profesional hampir rata-rata memiliki sifat cenderung hanya untuk mengeritik saja, baik di dalam lingkungan dunia olahraga ataupun dunia panggung sandiwara sampai kepada gelanggang pemerintahan. Penonton­-penonton itu tidak pernah merasa dirinya terlibat dalam kegiatan itu secara langsung, oleh sebab itu mereka enak saja melancarkan kritik tajam secara sinis bahwa semua kaum politikus misalnya adalah penipu.”

Begitu pula di kalangan umat Kristen. Manusia Kristen yang hanya jadi penonton hanya bersikap sinis dan mengejek, dingin dan masa bodoh, steril atau mandul tanpa menghasilkan apa-apa. Mereka hanya melihat dari jauh saja sambil mengeritik orang lain, tetapi tidak pemah terjun sendiri dalam gelanggang keterlibatan hidupnya dengan Yeshua Ha Mashiah.

Theodorus Roosevelt pernah melukiskan watak jiwa orang-­orang yang segan-segan semacam itu, yang takut dirinya ikut terlibat dalam kegiatan bermanfaat sebagai berikut:

Bukan kritiklah yang menghasilkan sesuatu. Juga bukan orang yang hanya pintar menuding seseorang kuat yang jatuh tergelincir. Juga bukan orang yang hanya pintar mengatakan bahwa merekalah yang sanggup berbuat lebih baik daripada orang lain.
Tetapi kehormatan patut kita berikan kepada orang-orang yang betul-betul langsung terjun dalam gelanggang. Mereka yang mukanya penuh berlumuran dengan keringat dan debu, bahkan kadang- kadang darah. Mereka yang sering membuat kesalahan, yang serba kekurangan dalam tindak tanduknya, oleh sebab tak ada satu usaha apa pun yang tak kenal kekurangan dan kesalahan. Mereka yang terus giat dalam gelanggang pekerjaan yang bermanfaat. Mereka yang mengenal kegagalan, tetapi sekalipun gagal masih mempunyai kemauan berusaha yang besar. Mereka yang kedudukannya tidak sama dengan orang-orang yang bersikap dingin dan berjiwa segan dalam melakukan perjuangan yang tidak pernah mengenal kemenangan maupun kekalahan.”

“Seorang Kristen yang sejati adalah seorang yang betul-betul berjuang di lapangan. Ia tak boleh menghindari tanggung jawabnya. Ia adalah seorang peserta aktif di dalam misi penyelamatan jiwa-jiwa. Seorang Kristen bukanlah seorang penonton yang kerjanya cuma tahu mengeritik. Seorang Kristen adalah seorang pejuang yang terlibat di dalam kehidupan di dalam dunia ini, – baik di dalam urusan dagang, dalam kegiatan pemerintahan, dalam kegiatan sosial budaya, di dalam derita kelaparan, di dalam kerja membanting tulang, di dalam tangis dan ratap sediholeh karena ia mencintai sesama manusia.

Yeshua berkata: “Aku berdoa agar Engkau jangan menarik mereka dari dalam dunia ini. Oleh karena Engkau telah mengirim Aku ke dalam dunia ini, maka demikianlah Aku akan mengirim mereka ke dalam dunia ini.” Jelaslah, bahwa kaum awam pun terpanggil untuk dikirim ke dalam dunia ini tak bedanya seperti Ha Mashiah telah dikirim oleh AIIah. – sebagai Juru penebus bagi dosa umat manusia.”

Tuan Butt berkata: “Orang Kristen yang awam memang mempunyai peranan yang hidup dalam lingkungan gereja, baik dalam kebaktian, dalam doa sembahyang, dalam persekutuan persaudaraan, dalam latihan bimbingan, dalam peningkatan nilai rohani. Tetapi dari sini ia harus KELUAR DARI LINGKUNGAN GEREJANYA SENDIRI. Masuk ke dalam dunia di mana terdapat orang-orang yang belum beriman, bersaksi kepada mereka, menjadi juru pendamai, menjadi hamba Tuhah. Ha Mashiah telah memperdamaikan kita dengan Elohim dengan mengorbankan diriNya sendiri di kayu salib.”

Maka itulah sebabnya Ia pun mengamanatkan kepada kita pelayanan perdamaian (2 Kor. 5:14-20). Jadi apabila amanat perdamaian itu adalah bagi semua orang, maka dengan sendirinya pelayanan itu pun adalah menjadi tugas semua orang pula.” <:::><

11. KEBENARAN YANG BELUM DIPULlHKAN

Amanat pelayanan satu-satunya yang dimiliki oleh umat Kristen yang pertama adalah MEMBERITA­KAN INJIL! Mereka memahami mengapa perlunya Roh Ku­dus itu datang ke atas diri mereka untuk memberi kuasa kepada mereka untuk BERSAKSI – di mana-mana.

Satu-satunya hasrat yang mereka hayati ialah keinginan untuk memberitakan kepada setiap orang tentang Yeshua Ha Mashiah dan mengajak setiap orang secara pribadi untuk menjadi pengikut Yeshua.

Mereka melakukan hal itu dengan dua macam cara: Evangelisasi secara massal dan evangelisasi secara perorangan.

Penginjilan secara massal memang sering kali pula diadakan pada setiap kesempatan yang memungkinkan. Tetapi sebagai akibatnya sering para pcmyelenggaranya mengalami penganiaya­an besar-besaran di kota-kota kampanye, sedangkan para pengabar Injil itu sering dijebloskan ke dalam penjara.

Tetapi penginjilan PRIBADI merupakan KUNCI bagi mereka. Setiap hari mereka berada di dalam bait Elohim dan di dalam setiap rumah, sedangkan mereka tidak pernah berhenti mengajar orang dan memberitakan Injil tentang Yeshua Ha Mashiah”. Kisah 5:42.

Gereja sekarang ini telah menemukan kembali cara penginjilan massal itu, tetapi penginjilan pribadi masih belum dipulihkan menurut kedudukannya yang sediakala.

Penginjilan pribadi baru mencapai taraf diperbincangkan saja. Orang-orang Kristen menulis buku tentang soal itu. Kaum pendeta berkhotbah dengan penuh semangat tentang perlunya hal itu dijalankan. Dan di dalam angkatan generasi anda kita sudah mulai melihat adanya satu dua orang yang mulai mempraktekkan penginjilan pribadi itu, tetapi ini pun masih berupa gejala perkecuallan. Masih belum merupakan gejala yang umum.

Belum ada kegiatan penginjilan pribadi yang menjiwai sesuatu gereja. Apalagi secara besar-besaran belum ada sama sekali. Yang ada barulah pertanda-pertanda yang menuju ke arah itu. Dan jumlah ini nampaknya mulai bertambah dari hari ke hari. Walaupun demikian masih belum menjadi  kegiatan resmi di dalam lembaga kegerejaan.

Gene Edwards berkata: “Tidak pernah ada satu saat pun dalam masa 1800 tahun belakangan ini di mana satu gerakan penginjilan pribadi itu berlangsung secara besar-besaran di kalangan umat Kristen. Cobalah buku sejarah anda dan telusurilah masa hampir dua ribu tahun ini. Maka anda akan perhatikan bahwa tak ada satu peristiwa pun yang disebut-se­but semacam itu. Setelah 1800 tahun gereja belum juga menemukan kembali semangat perjuangan penginjilan pribadi itu.”
“Konsep yang paling utama dan paling diperlukan oleh umat Kristen itu justru masih dalam keadaan mati! Seolah-olah kita ini memiliki mobil tanpa mesin; sebuah pesawat terbang tanpa sayap; suatu amanat – bahkan satu-satunya amanat – tetapi tidak memiliki cara yang efektif untuk menyampaikannya kepada sekalian mahluk.”

“Suatu penemuan kembali di bidang penginjilan pribadi akan betul-betul merupakan penemuan kembali dari semangat Alkitab Perjanjian Baru bagi umat Kristen.”

Kita patut bersyukur bahwa bibit penginjilan pribadi itu yang sudah mulai disebarkan melalui buku-buku semacam ini sudah nampak mengarah pada perkembangan dan pertumbuh­an. Ada terdapat tanda-tanda yang menggembirakan di seluruh dunia bahwa konsep ini sedang mendapat perhatian yang makin besar. Memang di beberapa bagian dunia kita ini hasil-hasil yang revolusioner sedang dicapai orang. Tetapi sekali lagi saya peringatkan: Semuanya ini berlangsung di kalangan kelompok-­kelompok perhimpunan, golongan dan kalangan orang-orang yang berada di luar kawasan lembaga kegerejaan.

Tetapi Pilipus-Pilipus modern sekarang ini memang sedang banyak tumbuh di mana-mana dari hari ke hari dan mereka sedang mengerahkan orang-orang untuk ikut serta naik di dalam kereta YAHWEH, yakni orang-orang yang bergerak maju, bergerak keluar ke tempat banyak orang bermukim, berlibur dan bekerja. Berbondong-bondong jumlah manu­sia sedang digapai oleh kabar keselamatan Itu. Mudah.mudah­an hal ini bisa mendorong kita ke arab TINDAKAN KELUAR DARI LINGKUNGAN GEREJA SENDIRI. Semua orang Kristen harus menyebar ke seluruh pelosok dunia dan menyampaikan berita Injil itu kepada sekalian mahluk. <:::><

12. GEREJA YANG BELUM KONSEKWEN

Gereja Kristen yang pertama memiliki amanat keselamatan yang sama dengan gereja kita jaman sekarang ini.
Baptisan Roh Kudus adalah suatu hal yang lumrah pada masa gereja yang pertama, tidak bedanya dengan pengalaman ribuan orang jaman sekarang ini.
Kebenaran yang mereka miliki tidak banyak bedanya dengan kebenaran yang kita miliki jaman sekarang, berkat anugerah Yeshua Ha Mashiah.
Penyucian yang mereka alami tidaklah lebih tinggi derajat­nya dari pada penyucian yang kita alami jaman modern Ini.
Karonia Roh Kudus waktu itu tidaklah lebih nyata daripada karunia Roh yang dialami manusia jaman sekarang.
Pengetahuan mereka tentang amanat keselamatan jiwa-jiwa terhilang serta praktek kesembahan Ilahi yang mereka jalankan tidaklah lebih bermutu dibandingkan dengan yang kita jalankan pada abad ke dua pulah ini.

Tetapi bedanya ialah bahwa orang-orang Kristen yang pertama itu tahu betul apa yang harus mereka perbuat dengan kehidupan mereka yang penuh diurapi dengan Roh Kudus. Tetapi kebanyakan orang Kristen sekarang ini tidak menemukan rahasia suksesnya itu.

Sebagai akibatnya maka gereja jaman sekarang ini sudah merasa cukup puas dengan keempat dinding tembok gereja mereka, berbuat seolab-olah mereka menaruh perhatian terhadap orang-orang yang berdosa. Malahan gereja berdoa untuk jiwa-jiwa yang sesat, mengundang mereka untuk datang ke gereja agar bisa diselamatkan. Tetapi dalam kenyataannya gereja sebenarnya tetap saja jauh dari pada jangkauan orang-orang yang berdosa itu.

Padahal gereja yang pertama itu cukup sibuk dengan kegiatan kunjungan dari rumah ke rumah, dari pasar ke pasar, mengabarkan Injil dari seorang kepada seorang yang lainnya. Mereka tahu di mana tempat jiwa-jiwa yang tersesat itu, Ialu mereka membawa Injil itu kepada mereka dengan metode tatap-muka. Inilah yang harus dijiwai kembali oleh pihak gereja abad ke dua puluh sekarang ini. Inilah yang harus dipraktek­kan oleh gereja jaman sekarang ini. Gereja sekarang ini haruslah membuktikan dalam kenyataan dan perbuatan bahwa Gereja itu betul-betul menaruh prihatin terhadap nasib jiwa-jiwa yang tersesat itu – mereka yang tidak mungkin kita harapkan bisa datang sendiri untuk minta diselamatkan di dalam gedung gereja kita.

Kini Gereja itu sudah merangkak keluar dari Abad Kegelapan. la sudab menemukan kembali kebenaran sejati dari Gereja YAHWEH yang pertama. Tetapi ia rupanya demikian terpesonanya oleh berkat rohani yang ia terima itu sebagai wahyu, maka ia pun sampai lalai terhadap aspek praktis dari kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus itu. Bukannya melaksa­nakan ajaran Kristen itu dalam praktek serta mencapai setiap mahluk di manapun mereka itu berada, tetapi ia malah menjadi terkurung kaku di tengah dinding gerejanya sendiri sambil menikmati berkat yang telah ia terima itu. la makin memperdalam arti hidup yang telab ia peroleh dan menikmati karunia Roh yang makin besar saja di dalam hidupnya, tetapi semuanya serba terkurung dalam gedung gereja. la tidak keluar untuk memenangkan jiwa yang terhilang – tidak keluar ke tempat orang-orang yang tersesat itu berada.

Saya teringat akan usaha berbagai macam bangsa yang saling berlomba menuju ke planet lain, sementara umat manusia di atas planet kita sendiri ini berjuta-juta jumlahnya yang masih memerlukan makanan, pakaian dan perumahan.

Gereja-gereja pun saling berlomba dalam memperebutkan kemuliaan Ilahi, ruang angkasa kemuliaan yang dipenuhi Roh Kudus, padahal DILUAR LINGKUNGAN GEREJA ITU SENDIRI terdapat berjuta-juta manusia yang sama sekali belum tahu bagaimana mereka bisa diselamatkan.

Dalam perlombaan mengejar “hidup rohani” dan apa yang disebut “memiliki hidup berarti yang lebih mendalam,” maka ribuan orang telah terjerumus ke dalam sikap ekstrim dan fanatisme rohani, sehingga mendatangkan satu penyesalan dan kekecewaan bagi gereja itu sendiri. Saya pernah mendengar seorang wanita yang menyatakan dirinya menerima karunia Roh Kudus dan memiliki kuasa untuk mengusir roh setan dengan jalan berkata-kata dalam bahasa lidah. Maka setiap kali ia duduk di tengah kebaktian sidang jemaat, maka ia pun dikuasai oleh “kekuatan” gaib itu. la pun berdiri dari duduknya, maka dengan keadaan seperti tidak sadar ia pun “berbicara dalam lidah asing” untuk mengusir Roh Iblis. Tetapi apakah benar demikian? Dia sama sekali tidak tahu di mana Roh lblis itu berdiam atau pada siapa roh setan itu sedang bermukim. Walaupun begitu mulut perempuan itu terus saja nyerocos seraya mengusir setan itu, tidak peduli entah di mana setan itu berada.

Sesungguhnya Gereja telah tenggelam ke dalam berkat rohani Allah, sehingga mereka lupa dan lalai untuk menemukan kembali pelayanan utama mereka agar supaya memenangkan jiwa yang terhilang. Jadi, tanpa memperhatikan sasaran utama untuk bersaksi kepada orang-orang yang terhilang, maka gereja telah tenggelam dalam kesibukan memperkembangkan “kehidupan rohani yang lebih dalam,” sehingga akibat yang dipetiknya ialah sikap yang fanatik dan ekstrim dari para penganutnya.

Sekarang ini, ditinjau dari segi status kedudukan nilai rohani, maka apa yang disebut “glossalalia” yang karismatis itu, sudah hampir menjadi suatu mode yang murahan saja.

Jika sekiranya saya tergolong salah satu di antara sekian banyak orang yang pernah menerima karunia lidah asing itu sebagai bukti bahwa saya telah dibaptis oleh Roh Kudus, maka sayalah orang yang pertama-tama sekali harus menyatakan kekecewaan saya. Sebab sekarang ini ternyata sudab terlampau banyak orang yang merasa dirinya beroleh anugerah karunia lidah asing, yang sebenarnya tidaklah sam seperti apa yang pernah dialami oleh gereja YAHWEH yang pertama itu. Tetapi yang saya terima adalah KUASA UNTUK BERSAKSI ­ke tempat di mana jiwa-jiwa yang terhilang itu berada. Kisab Rasul 1:8 perlu kita telaah dengan hati-hati dan harus kita nilai kembali dengan saksama pada masa kini.

Apa yang kita perlukan sekarang ini adalah mengurangi bicara dalam bahasa “lain” yang tidak dimengerti orang, tetapi lebih banyak biceara di dalam bahasa yang “dikenal” – agar supaya lebih jelas bagi kita dalam bersaksi – dan memenangkan jiwa yang terhilang.

Sementara perlombaan untuk hidup rohani yang lebih mendalam itu terus berlangsung, terus mempertontonkan jumlah karunia Roh Kudus yang mereka terima itu, maka penemuan kembali pentingnya nilai penginjilan pribadi itu pun sedang dilakukan pula. Hal ini akan merupakan KUNCI ke arah nilai kekeristenan yang bercorak Alkitab Perjanjian Baru. Orang-orang Kristen sudah mulai menyadari babwa segala kuasa rohani yang mereka miliki itu serta karunia Roh Kudus itu tidaklah punya arti apa-apa jika tidak dipergunakan untuk bersaksi dan memenangkan jiwa. Inilah hakekat dari baptisan Roh Kudus yang sesungguhnya. Yakni, memperleng­kapi orang-orang Kristen dengan kemampuan untuk BERSAK­SI – mendorong dan menempatkan mereka PERGI MENCARl JIWA DI LUAR LlNGKUNGAN MEREKA SENDIRI. <:::><

13. KEKERISTENAN YANG MENDALAM

Kuasa dari Roh Kudus telah dipulihkan kembali di lingkungan generasi umat manusia sekarang ini di kalangan gereja. Sebab tak tersangkal lagi kenyataan betapa berlipat kali gandanya jumlah pengikut orang beriman yang telah dipenubi Roh Kudus seperti halnya orang-orang Kristen yang pertama. Baptisan Roh Kudus yang kita terima sekarang ini tidak bedanya dengan baptisan Roh Kudus pada waktu orang-orang Kristen dahulu kala.

Oleh sebab itu, maka gereja patutlah menjajagi kembali tujuan dari pada kuasa Roh Kudus 1ni. Mengapa YAHWEH memperlengkapi kita dengan kuasa ini? Agar supaya orang-orang Kristen itu pergi keluar untuk bersaksi kepada semua orang dan membawa mereka kepada Ha Mashiah.

Tetapi masih banyak Gereja yang belum menemukan kembali kewajiban itu dalam pelayanan mereka. Jadi, mereka utamakan ialah untuk bagaimana beroleh pengalaman itu. Mereka pergi ke ibadah gereja untuk mempertontonkan betapa mendalamnya kerohanian mereka itu. Mereka sengaja mempertun­jukkan hal itu kepada orang lain, sementara pendeta mereka juga kerjanya mencari pengalaman yang mendalam bagi kehidupan rohani dirinya dan sidang jemaatnya.

Dan hal semacam ini bisa terjadi oleh karena gereja belum menemukan KEMANTAPAN ROHANI YANG PALING BE­SAR, yakni amanat untuk pergi keluar dan mencari jiwa-jiwa yang terhilang untuk dibawa kepada Yeshua Ha Mashiah.

Ada seseorang yang pernah memegang jabatan sebagai Direktur Lembaga Penginjilan di suatu Gereja yang besar selama 33 tahun lamanya. Tetapi Gereja itu tidak pernah merupakan Gereja yang memenangkan jiwa buat YAHWEH. Tetapi seorang pendeta muda yang baru saja diangkat jadi gembala di lingkungan Gereja ini dengan penuh semangat telah menjadi seorang pemenang jiwa yang luar biasa.

Pendeta muda itu merenungkan kenyataan laki-laki tua yang selama 33 tahun memimpin badan penginjilan tetapi tidak pemah memenangkan jiwa buat YAHWEH itu. Maka pendeta muda itu pun memutuskan untuk melakukan sesuatu tindakan.

Ia mengundang Direktur Lembaga Penginjilan itu untuk menemani dia barang sehari saja untuk mengikuti kunjungan acara dari rumah ke rumah untuk bersaksi. Pada malam itu setelah usai kunjungan itu, sejumlah jiwa telah menyatakan diri menerima Ha Mashiah sebagai Juru Selamat mereka di dalam rumah mereka.

Sambil memasuki kamar pendeta muda itu, maka pendeta yang tua itu duduk terhenyak sambit menangis. Sambil berpaling kepada temannya yang muda itu ia berucap: “Sahabatku, saya telah beroleh pelajaran yang mahal di dalam YAHWEH hari ini, yang selama ini tidak pernah saya sadari sama sekali.”

Sekarang ia telah turut membantu membawa banyak jiwa yang terhitang untuk datang kepada Ha Mashiah.

Ada terdapat rahasia di bidang ke-rohanian untuk menghayati bagaimana memenangkan jiwa buat YAHWEH, yakni suatu  penghayatan yang tidak mungkin kita alami dalam pelajaran Alkitab atau pun perkumpulan doa keluarga.

Billy Graham berkata: “Kenyataan yang paling menyedih­kan sekarang ini ialah bahwa para ahli-ahli Alkitab kita adalah justru orang-orang yang hampir tidak pemah memenangkan jiwa buat YAHWEH.”

Seorang penginjil berbicara di hadapan kelompok doa dan penyelidikan Alkitab tentang kewajiban untuk keluar bersaksi tentang Ha Mashiah dari rumah ke rumah.
Tetapi apa kata pemimpin mereka? “Kita tak mungkin melakukan hal itu. Kerohanian kita masih belum cukup mendalam untuk melakukan pekerjaan itu.”
Penginjil itu lalu bertanya: “Sudah berapa lamakah anda menyelenggarakan kelompok penyelidikan Alkitab dan kelom­pok doa ini?”
“Baru dua tahun!”

Di dalam kampanye kami di kota Kansas terdapat seorang pemimpin gang remaja berusia 17 tahun, yang terkenal sangat giat dalam tindak kriminal. Tetapi pada suatu hari Jumat malam ia bertobat dan menerima hidup baru. Pada keesokan harinya, hari Sabtu ia pergi membagi-bagikan traktat kepada beberapa kawan-kawan anggota gang-nya, sehingga mereka pun ikut datang ke pertemuan penginjilan itu dan diselamatkan. Pada hari Minggu mereka semua pergi keluar membagi-bagi traktat dan bersaksi kepada sisa dari anggota-anggota gang itu. Maka seluruh anggota gang itu pun selamatlah. Pada hari Senin saudaranya yang perempuan telah bertobat dan diselamatkan. Maka seluruh gang itu pun menjadi suatu gang pemenang jiwa buat YAHWEH. Sama sekali tidak memakan waktu sampai dua tahun bagi mereka untuk mempersiapkan tindakan penyelamat­an itu, bukan ?

Apabila seorang Kristen berbicara kepada seorang jiwa yang terhilang, mengajak dia untuk menerima Ha Mashiah, merangkul dia dengan hangat pada bahunya, atau menjabat tangannya dengan mesra sambil membimbing jiwa itu di dalam doa, maka – entah di dalam gedung gereja, atau di bangku sebuah taman terbuka, entah di dalam sebuah rumah atau restoran, entah di tengah jalan atau di pojok persimpangan, maka orang yang semacam itu adalah sama dengan Kristus di dalam pelayanannya dan tak dapat dibandingkan dengan pengalaman rohani apa pun juga.

Membawa seorang jiwa yang terhilang kepada Yeshua merupakan satu pengalaman rohani yang paling besar dalam kehidupan Kristen seseorang. Tak ada kedalaman rohani yang lebih indah lagi dari pada itu!

Seorang penginjil yang bersemangat berusaha memberi saran kepada suatu jemaat yang kecil agar lebih berorientasi kepada pengabaran Injil keluar. Pendetanya menjawab: “Kamu ini tidak mengerti apa-apa. Kita tidak membutuhkan kelompok yang besar. Kita hanya membutuhkan satu kelompok kecil yang tiap kali bisa bertemu dengan tenang untuk mempelajari firman YAHWEH dan belajar memperdalam kehidupan kerohanian kita di dalam Ha Mashiah!”
Sikap semacam itu harus berobah apabila Gereja ingin menjadi pemenang jiwa buat YAHWEH.

Bilamana kita menitik beratkan pada pentingnya meme­nangkan jiwa, dan bukannya hanya memperdalam kerohanian pribadi terus-menerus, maka Gereja akan menemukan suatu kedalaman yang baru di dalam Ha Mashiah, suatu pengalaman rohani yang lebih  indah dari pada pengalaman biasa di dalam lingkungan Gereja sendiri.

Dunia sekarang ini tidak memerlukan orang-orang Kristen yang profesional. Yang diperlukan ialah orang-orang Kristen yang bersaksi dan memenangkan jiwa. Inilah KEDALAMAN ROHANI itu INILAH PEKABARAN INJIL itu!

Apabila gereja sungguh-sungguh mau menyelamatkan dunia kita sekarang ini dari jiwa-jiwa yang terhilang, yang tidak mau datang masuk ke gedung gereja untuk beroleh selamat, maka Gereja harus belajar rahasia ini. Dan dunia memang betul-betul sedang MENANTI apakah ada tanda-tanda yang diperlihatkan oleh Gereja bahwa Gereja itu menaruh perhatian terhadap jiwa-jiwa yang terhilang tersebut.

Dr. Harry Denman, Sekjen Lembaga Penginjilan Gereja Metodis selama 25 tahun, pernah berucap: “Apabila kaum awam Kristen tidak menyadari panggilan mereka untuk memenangkan jiwa secara pribadi, maka dunia ini akan terhilang untuk selamanya.”

Billy Graham berkata: “Kebutuhan yang paling besar dirasakan dunia kita sekarang ini ialah penginjilan kepada perorangan – bukan oleh kaum rohaniwan yang ahli, melainkan,oleh orang-orang Kristen yang awam!”

Apabila Gereja tidak keluar mengabarkan Injil, maka dunia pun tidak mungkin bisa mendengar Injil itu.

Tatkala Paulus bicara tentang orang Kristen yang sejati, maka ia bicara soal pelayanan: Jadi siapa yang ada di dalam Ha Mashiah, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Ha Mashiah telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. (2Co 5:17-18)

“Setiap orang” yang berada di dalam Ha Mashiah adalah “manusia baru” dan ia telah menerima satu “pelayanan, perdamaian.” Setiap orang Kristen mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan perdamaian itu terhadap sesama manusia oleh karena YAHWEH. Itulah yang kita sebut memenankan jiwa. Tanpa pandang bulu, entah apa pun warna kulitnya, kebangsaannya, kedudukannya, atau jenis kelaminnya! Setiap pendengar adalah proklamator juga. Setiap penerima berkat hendaknya menjadi pembagil berkat pula. Setiap orang Kristen adalah misionaris-penginjil-seorang salesman yang hidup! Inilah arti rahasia kekristenan YANG DALAM. Inilah kedalaman arti kehidupan seorang Kristen yang dapat dialami seseorang. <:::><

14. MANUSIA SEBAGAI SALURAN

Apabila setiap orang Kristen menemu­kan kembali KUNCI rahasia keberhasilan Gereja yang pertama di dalam memenangkan jiwa maka hendaklah ia sadari bahwa penginjilan dan memenangkan jiwa ini telah dijalankan dengan efektif apabila dijalankan DI LUAR DARI LING­KUNGAN GEREJA ITU SENDIRI.

Gereja sekarang ini harus lebih banyak prihatin terhadap nasib jiwa-jiwa yang terhilang. Gereja harus meninjau kembali titik orientasinya mengenai kekeristenan yang sejati di dalam hidup ini. Gereja harus membuktikan melalui perbuatan bahwa GEREJA MENARUH PERHATIAN TERHADAP ORANG­-ORANG BERDOSA!

Sebab gereja itu adalah tubuh Ha Mashiah – SuaraNya – Kaki dan tangan-Nya – Gereja itu adalah ANDA sendiri, anda sebagai perorangan.

Apa sebabnya Injil belum tersebar kepada setiap mahluk? Karena orang-orang Kristen telah salah menafsirkan apa makna Gereja itu sesungguhnya. Bagi mereka Gereja itu hanyalah sarana keagamaan, tempat berhimpun, sidang jemaat mereka sendiri. (Dan memang tepat apabila kita katakan bahwa Gereja itu adalah persekutuan kolektif orang-orang Kristen).

Tetapi dipandang dari segi perorangan, maka Gereja itu sebenamya adalah ANDA sendiri! Tubuh anda adalah milik Ha Mashiah, tubuh Ha Mashiah. Ia hanya bisa bersaksi dan melayani dengan perantaraan Anda! [Itulah sebabnya pada web blog ini saya bedakan antara “Gereja” sebagai kumpulan Jemaat, dan “gereja” sebagai gedung ibadah atau organisasi rohani. Pada terjemahan aslinya semua kata “gereja” huruf kecil. Kata “jemaat” di Alkitab telah diterjemahkan secara salah. Penjala Baja]

Gereja tak dapat mengirim keluar Ha Mashiah, di dalam RohNya, untuk membawa berkat bagi orang-orang miskin, menghibur orang-orang yang menderita batin, berkunjung kepada orang-orang sakit, dan meyakinkan orang-orang yang berdosa.

Ha Mashiah telah mengirim Roh-Nya kepada ANDA! Andalah Gereja itu! Jadi, satu-satunya jalan bahwa Ha Mashiah boleh melawat orang sakit dan bersaksi kepada orang berdosa hanyalah tubuhNya. Dan tubuhNya itu ialah ANDA!

Pelayanan Ha Mashiah di tengah masyarakat anda hanyalah terbatas kepada ANDA! Ia ingin bicara tentang keselamatan bagi jiwa-jiwa, ingin supaya mereka bertobat dari dosa mereka, ingin meyakinkan mereka tentang kebenaran Injil – suatu pekerjaan dari Roh Kudus – tak lain tak bukan HANYALAH MELALUI ANDA! Ia tidak pandang siapa anda. Ia mau bersaksi melalui MULUT ANDA. Apabila anda tidak pergi dan bersaksi untuk menyampaikan amanat itu, maka masyarakat kita akan terhilang. Ha Mashiah mau hidup di dalam DIRI ANDA. Ia tak dapat berkunjung kepada orang-orang yang tersebar di mana-mana itu tanpa ANDA. Ia tak dapat berdiri di tengah lapangan luas dan mengabarkan Injil tanpa seorang penginjil.

Kita sering berdoa agar kepada kita dikirimi Roh Kudus yang dapat menggerakkan hati kita dan mengawal kita di dalam segala hal. Memang hal ini bisa menyelamatkan kita dari kesulitan. Hal ini meringankan beban hidup kita di samping kesibukan kita – menonton siaran televisi, kegiatan perkumpulan kita, kegiatan rekreasi kita, dan urusan pribadi kita.

Tidaklah heran apabila orang-orang yang belum bertobat itu suka mengejek umat Kristen!
Itulah sebabnya mengapa kaum yang anti Tuhun menerta­wakan kita [yang mengaku sebagai] umat Kristen.
Inilah salah satu sebabnya mengapa orang-orang Yahudi misalnya tidak menerima agama Kristen. Pemimpin agama kaum Yahudi itu membaca Alkitab Perjanjian Baru. Mereka tahu siapa Yeshua itu. Mereka tahu bahwa Yeshua adalah seorang Yahudi. Mereka tahu bagaimana Ia hidup. Dan mereka pun tahu apa yang diamanatkan oleh Ha Mashiah itu kepada umatNya untuk dikerjakan – dan mereka tahu betapa bedanya orang Kristen sekarang ini dibandingkan dengan orang Kristen yang pertama.

Yeshua adalah seorang pemenang jiwa. la bergaul dengan masyarakat umum. Ia bertindak sebagai sahabat terhadap orang-orang yang berada dalam kebutuhan. Ia menyembuhkan orang sakit. Ia bicara tentang kabar keselamat­an bagi orang-orang yang berdosa. Ia menolong orang-orang. Tanpa mementingkan diri-Nya sendiri – sepanjang waktu.

IA TlDAK PERNAH BEROBAH! Ia pun menghendaki hal yang sama sekarang ini. Ia ingin bekerja di dalam anda, agar anda mau berbuat dan sungguh-sungguh bertindak melakukan hal-hal yang berkenan bagi Dia.

INILAH MAKNA KEKERISTENAN YANG DALAM! Yang lainnya hanyalah serba dibuat-buat dan dangkal sifatnya. Ha Mashiah berada di dalam diri ANDA. Anda kini mempunyai tujuan tertentu di dalam hidup ini dan di dalam bersaksi. Anda telah dipenuhi oleh Roh Kudus oleh karena sesuatu alasan. Jadi, bukanlah sekadar hanya pergi ke gereja lalu berusaha menjadi dalam di bidang rohani. Tetapi pergilah juga keluar dari gedung gereja anda dan ceritakanlah kepada siapa saja tentang Ha Mashiah itu.

Marilah kita camkan baik-baik bahwa Roh Kudus itu bekerja MELALUI KITA. Kita adalah bait-Nya. Apabila kita terlampau sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk bersaksi, maka Ia tidak mempunyai saluran yang lain untuk melayani masyarakat. Itulah sebabnya Ia tinggal di dalam diri KITA.

Orang-orang berdosa di tengah masyarakat kita tidak mungkin beroleh kunjungan dari YAHWEH kita, apabila ANDA tidak pergi dan berbicara atas namaNya.
Orang-orang yang berada dalam kesakitan serta meringkuk dalam penjara tidak akan disentuh oleh Roh YAHWEH apabila Anda tidak bersaksi tentang NamaNya.
Manusia tidak mungkin bisa melihat YAHWEH – kecuali bisa melihat kebesaran YAHWEH melalui tindakan ANDA.
Kasih Ha Mashiah itu hanyalah bisa dinyatakan melalui KEHIDUPAN anda! Hasrat dan rasa prihtin-Nya terhadap jiwa-jiwa yang terhilang hanyalah bisa dilakukan melalui ANDA.
Yeshua Ha Mashiah mengunjungi orang-orang berdosa di ling­kungan masyarakat sekitarnya apabila ANDA pun berbuat hal yang sama.

Itulah sebabnya apabila kita megabarkan Injil maka haruslah KELUAR DARI LINGKUNGAN GEREJA kita SENDlRI. lTULAH tempat di mana orang berdosa itu berada. Dan itulah pula merupakan amanat utama dari umat Kristen, yakni menggapai orang-orang berdosa dengan bantuan Injil. Itulah namanya menyampaikan kabar selamat! la memerintahkan kepada kita untuk mengabarkan Injil kepada sekalian mahluk. Hal ini hanya bisa dilangsungkan DILUAR GEREJA SENDIRI.

Kebangunan rohani adalah untuk kepentingan di dalam lingkungan anggota-anggota gereja sendiri. Tetapi penginjilan dalam arti yang setinggi-tingginya adalah pergi keluar ke tempat orang-orang berdosa itu berada. Itulah pula sebabnya mengapa orang Kristen HARUS KELUAR DARI lingkungan gerejanya sendiri.

Orang-orang Kristen memerlukan “kebangunan” rohani sewaktu-waktu. Buku ini ditujukan bagi mereka yang berada di dalam gereja atau dilingkungan gereja. Buku ini adalah untuk memberi petunjuk, bahkan memberi satu kebangunan rohani bagi anda untuk memenangkan jiwa agar anda berhasrat dan menaruh prihatin terhadap jumlah besar manusia yang belum diselamatkan itu.

Tetapi apabila kebangunan rohani itu hidup di dalam diri kita, maka kita pun akan mengabarkan Injil itu. Kita akan melancarkan gerakan yang penuh semangat untuk memenang­kan jiwa. Dan kita akan melakukannya di luar lingkungan gereja kita sendiri. ltulah yang menjadi inti sari dari buku ini.

Itulah pula yang menjadi amanat YAHWEH bagi setiap orang Kristen tatkala Ia berseru kepada Filipus “IKUTLAH SERTA DI DALAM KERETA YAHWEH.” Dengan kata lain Ia ingin berkata: Pergilah ke gelanggang hidup yang ramai, pergilah ke tengah kesibukan hidup dunia, dan carilah seseorang yang terhilang jiwanya, bersaksilah kepada mereka, dan menangkan­lah jiwa itu untuk Ha Mashiah.

Selama anda cuma membatasi kesaksian anda itu di antara dinding gedung gereja anda saja, maka YAHWEH tidak mungkin mengajak anda ikut serta di dalam keretaNya untuk pergi mencari jiwa yang perlu diselamatkan.

Oleh sebab itu, keluarlah – pergi ke tempat orang-orang berdosa itu berada – PERGlLAH KELUAR, berangkatlah ke tempat-tempat kesibukan manusia, di tempat-tempat terbuka, maka Roh Kudus akan membimbing anda ke dalam kereta maha YAHWEH, agar anda bisa mencari jiwa yang terhilang buat Ha Mashiah.

lnilah amanat pelayanan bagi setiap orang Kristen tanpa pandang umur, jenis kelamin, suku bangsa, atau kedudukan sosial apa pun. Sebab ini adalah amanat bagi setiap orang, baik laki-laki maupun wanita, putera maupun puteri yang telah menerima Ha Mashiah dalam hidupnya.  <:::><

15. BERKUNJUNG ATAU MEMENANGKAN JIWA

Adalah penting bagi kita untuk membedakan antara melakukan kunjungan dalam rangka acara pelayanan gerejani dan memenangkan jiwa.

Gereja telah menemukan kembali sebagian besar ajaran dasar dari gereja yang pertama, tetapi barulah setelah Abad Kegelapan maka memenangkan jiwa secara perorangan di kalangan orang-orang berdosa itu mendapat perhatian dari padanya.

Membangkitkan kembali kebenaran ini adalah penting sekali. Sebab justru inilah yang menunjukkan ciri gereja yang lahir pada hari Pantekosta. Oleh sebab itu gereja yang semacam ini pulalah yang dimaksudkan Ha Mashiah sebagai mempelainya pada saat Ia datang kembali kelak untuk menjemputuya.

Ada terdapat bukti-bukti bahwa kebenaran tentang pengin­jilan pribadi itu sedang mulai berkembang giat dan mekar sepenuhnya. Di mana-mana para kaum rohaniwan dan orang-orang Kristen yang penuh pengabdian memperbincang­kan soal itu. Para pengarang buku berbicara soal itu. Para pendeta menaruh perhatian besar dalam hal itu. Program-program baru lalu diterapkan dalam bidang ini.

Tetapi sebagian besar cara pendekatan yang ditempuh itu selama ini kurang begitu lancar rasanya, sebab kecenderungan yang kita lihat sekarang ini ialah bahwa orang melakukan “kunjungan,” ada yang menyebutnya dengan istilah “besuk” atau “penginjilan statistik”. Dalam hal ini ada terdapat banyak macam versi dan pola, tetapi sebagian besar diantara­nya masih kurang memenuhi syarat bagi memenangkan jiwa-di luar dari lingkungan gerejani. Sejumlah besar “kunjungan” atau penginjilan statistik itu adalah paling banyak memenuhi lembaran acara kegiatan suatu gereja. Buku-buku dan tulisan-tullsan banyak sekali memuat cara pelaksanaan dari pada bentuk penginjilan apapun juga.

Dan kita harus akui secara jujur bahwa bentuk penginjilan inl bertanggungjawab atas segala jiwa yang patut dijangkau, meskipun hasilnya bagi gereja hanyalah 10 persen. Lalu apakah yang harus kita perbuat dengan yang 90 persen selebihnya itu? Yang tidak tahu datang ke dalam gereja?

Ide yang dimiliki banyak orang kurang memperhitungkan nasib yang 90 persen jiwa-jiwa ini. Konsep yang umum adalah bagaimana ramai-ramai orang pergi keluar dan menghubungi sebanyak mungkin orang lalu mengundang mereka ke gereja. Agar menghadiri suatu program, atau makan-minum, atau suatu pertemuan, suatu klab, suatu acara khusus yang istimewa, entah apa saja yang bia kita pikirkan untuk mengajak orang datang ke gereja.

Kita menganggap bahwa tugas penyelamatan itu adalah suatu pekerjaan berupa seni yang tinggi, yang diperuntukkan saja bagi pendeta atau pekerja profesional di kalangan gereja. Sebab pada umumnya orang beranggapan bahwa orang awam adalah tidak mampu untuk membawa jiwa kepada keselamatan. Tugas mereka cukup saja pergi keluar dan mendaftarkan orang-orang untuk datang hadir ke gereja. Selanjutnya gereja dengan gedungnya yang megah itulah yang jadi sasaran. Nanti bapak pendetalah yang akan bertindak untuk keselamatan mereka.

Acara semacam ini harus kita akui baik, tak ada salahnya. Tetapi terlampau mengabaikan jumlah yang 90 persen itu yang berada di luar pagar gereja.

Mereka itu pun PATUT kita perhitungkan!

Seorang pemuda Kristen di Inggris berkobar-kobar sema­ngatnya setelah mendengar ceramah tentang memenangkan jiwa yang diselenggarakan oleh salah seorang anggota kita. Anak muda itu lalu pergi keluar dan bersaksi di kalangan kelompok pemuda nakal, dan dalam waktu beberapa hari saja ia telah memenangkan mereka itu untuk Ha Mashiah.

Anak muda itu bertanya kepada pendetanya apakah ia boleh membawa serta rombongan teman-temannya yang baru itu untuk berbakti di dalam gereja. Pada waktu itu ia lupa menjelaskan bahwa keadaan lahiriah mereka, cara berpakaian dan dandanan rambut mereka adalah tidak sesuai dengan ukuran kerapihan yang tradisional.

Pada waktu mereka memasuki gedung gereja bersama dengan rombongan itu, maka dengan tajam sekali anak muda itu mendapat teguran, karena telah membawa serta golongan orang yang begitu duniawi dan tiak pantas ke dalam tempat yang suci. Mereka dianjurkan untuk pergi dan hanya boleh kembali apabila dandanan pakaian dan rambut mereka itu sesuai dengan standar yang dimillkl oleh “gereja.” Kepada anak muda itu ditekankan satu peringatan keras: “Tempatmu adalah di dalam gereja. Di sini kamu harus belajar bagaimana untuk menjadi seorang Kristen yang pantas. Kau tidak punya urusan apa-apa untuk pergi keluar dan membawa kesaksian semacam itu. Kau harus serahkan tugas bersaksi itu kepada kami yang berwenang untuk melakukan hal semacam ltu.”

Akan tetapi apa yang dilakukan anak muda itu adalah tepat sama dengan perempuan Samaria setelab ia bertobat. Memang sangat sedikit sekali kaum profesional itu bisa bersaksi tentang sukses Yeshua sebagai pribadi. Padahal dunia tidak memerlukan nasehat seorang profesional. Yang diperlukan orang ialah Yeshua Ha Mashiah. Mereka ingin tahu tentang Ha Mashiah. Dalam bentuknya yang sesederhana mungkin – dengan istilah-istilah yang mereka bisa pahami semudah mungkin tanpa berbelit-belit.

Kaum awam Kristen harus kita bimbing dan dorong untuk pergi keluar ke tempat rumah-rumah orang berdosa agar membawa orang berdosa itu mengambil kesimpulan untuk menerima Ha Mashiah. Di tempat itu juga mereka boleh bersaksi. Seseorang bisa saja pergi ke suatu toko buku dan memborong sejumIah buku-buku rohani, merancang sejumlah kunjungan rumah tangga, mempersiapkan diri menyebarkan Injil dan sebagainya. Pendeknya apa saja yang bermanfaatlah.

Selama seratus tabun belakangan ini memang acara penginjilan telah berkembang demikian pesatnya sehingga banyak sekali rencana telah disusun orang, bahan bacaan dicetak, dan selama dua puluh tahun terakhir ini orang sibuknya bukan main. Kegiatan itu timbul di mana-mana bagaikan cendawan di musim hujan. Lebih besar lagi jumIah orang Kristen yang berkunjung ke rumah-rumah untuk menggapai jiwa-jiwa terhilang. Acara seperti ini sungguh bagus. Langkah ini merupakan satu langkah lebih dekat ke arah apa yang berkenan bagi Ha Mashiah. Dan saya sendiri juga sangat berbesar hati melihat kemajuan rencana penginjilan yang begitu hebat itu.

Tetapi di lingkungan sebagian besar gereja rencana penginjilan semacam ini tidak memanfaatkan tenaga kaum awam. Mereka TIDAK didorong atau diberi semangat untuk pergi dan membawa jiwa-jiwa untuk mengambil keputusan mengenai sikapnya terhadap Ha Mashiah. Gereja menganggap tugas ini hanya boleh dilakukan di dalam gedung gereja. Dan tugas kaum awam hanyalah mendaftarkan saja orang-orang yang mereka hubungi.

Akan tetapi kenyataannya menunjukkan babwa 90 persen dari jiwa-jiwa yang terhilang itu berada di luar garis lingkungan gereja. Dan mereka tidak mungkin datang langsung sendiri ke gereja. Itulah sebabnya kaum awam harus siap sedia untuk berjuang di luar pagar dan memenangkan jiwa-jiwa itu. Kaum awam harus bersaksi kepada mereka itu.

Marilah kita bayangkan peri keadaan sebuah perusahaan alat pembersih ruangan yang terbuat dari listrik. Misalkan saja perusahaan itu mengirim perwakilannya yang serba parlente dan sopan santun terjun ke masyarakat sambil berkunjung dari satu rumah ke rumah yang lainnya sambil berkata : “Kami adalah dari perusahaan alat-alat pembersih ruangan. Kami ingin mengundang anda hadir beserta keluarga anda untuk datang ke ruang pameran yang kami selenggarakan. Kami telah menyusun acara yang menarik, termasuk di dalamnya rombongan koor dari perusahaan kami. Distrik Sales Manager kami akan memberi ceramah kepada anda. Dia adalah seorang pembicara yang ulung dan anda pasti menyukai kepribadiannya.”

Strategi yang dipasang dalam hal ini ialah: Asal kita bisa menggiring orang-orang itu ke tempat pertemuan, maka baru di situlah kita hendak menjual alat-alat keperluan rumah tangga itu.

Tentu saja strategi semacam itu tidaklah buruk. Setiap tindakan semacam ini pasti bisa memajukan kepentingan perusahaan. Cuma masalahnya ialah bahwa perusahaan itu bisa jatuh bangkrut-bukan saja karena alat-alat yang dijualnya itu kurang baik, tetapi karena terutama sekali jumlah pembeli yang ingin dicapai itu hanya terbatas pada persentase yang kecil sekali. Hanya mereka yang berhasil disuruh berpakaian rapih yang mempunyai mobil untuk datang ke pusat kota untuk menyaksikan pertemuan dan pameran promosi barang-barang itu.

Dan tahukah anda bahwa suatu perusahaan tidak mungkin melakukan hal semacam itu? Yang mereka lakukan ialah melatih sungguh-sungguh petugas-petugas perwakilan mereka, lalu mengirim mereka ke segala penjuru angin sambit membawa alat produksi pabrik mereka itu. Mereka berkelilng dari rumah ke rumah dan menjual langsung alat-alat itu kepada pembeli. Tidaklah heran kita menyaksikan Yeshua pernah berkata: “Anak-anak dunia ini dari generasi mereka adalah lebih bijaksana dari pada anak-anak di dalam terang.” Lukas 16:8.

Ciri khas dari Gereja yang pertama ialah bersaksi kepada setiap orang dan memenangkan jiwa buat YAHWEH, di manapun mereka temukan jiwa itu. Hal ini adalah wajar bagi seorang Kristen. Tetapi baru kemudian orang terjerumus dalam sikap yang kaku dan menjadi tradisionil, Ialu meninggalkan cara memenangkan jiwa itu sebagai tugas para pendeta dan pekerja profesional saja.

Pemilik sebuah hotel di negeri Belanda telah bertobat dan menerima Ha Mashiah pada waktu kami melakukan kampanye di sana. Berhari-hari setelah itu ia terus saja bersaksi kepada para tamunya dan menganjurkan mereka untuk menerima YAHWEH dalam hidupnya.

Adalan suatu hal yang lumrah bagi orang yang baru bertobat itu untuk menyampaikan kabar kesukaan ini kepada orang lain, agar orang lain itu pun turut diselamatkan. Oleh sebab itu hendaklah gereja menganjurkan hal ini. Tetapi apa yang dikerjakan gereja? Ia malah membela tradisi yang serba kaku itu.

Pikiran yang umum berlaku adalah bahwa orang-orang Kristen itu tidak mampu untuk berhubungan dengan orang-orang berdosa. Sebab orang menganggap mereka kelak berhadapan dengan masalah-masalah perdebatan atau perlawanan sengit dalam pendirian orang, yang seorang awam tidak mampu untuk mengatasinya.

Maka justru karena itulah kita harus AJARKAN cara memenangkan jiwa itu!

Biasanya Gereja memang tidak memperkenankan seorang anggota baru untuk memberikan pelajaran agama dalam sekolah minggu atau perkumpulan bersama. Gereja-gereja yang baik sering kali menyelenggarakan kursus latihan kepemimpin­an untuk melatih dan membentuk kader pengajar.

Maka dengan cara yang sama pun gereja hendaknya menyelenggarakan kursus latihan eara memenangkan jiwa, untuk membina dan melatih serta memajukan pelayanannya yang terbesar di atas muka bumi ini. Kursus latihan pembinaan itu hendaknya diberikan kepada anggota-anggota kaum awam biasa dan dilakukan secara tetap dan teratur.

Perusahaan-perusahaan melatih salesman mereka. Saksi-saksi Yehova melatih anggota-anggota mereka.

Gereja-gereja yang sejati melatih guru-guru mereka. Kelas-kelas dan konferensi tertentu diselenggarakan khusus untuk mengarahkan orang-orang pada program “kunjungan rumah” itu.

Tetapi hampir tidak ada gereja yang melatih anggotanya di dalam seni memenangkan jiwa. Jarang sekali kita menemukan Sekolah Alkitab atau seminari yang mempunyai kurikulum atau jadwal pelajaran yang mengandung seni memajukan cara memenangkan jiwa, dan melatih mereka berkecimpung di luar gereja sendiri. Padahal justru hal itulah – yang merupakan kunci emas – ke arah sukses dari pada Gereja yang pertama.

Dengan ajaran dan kebenaran utama dari gereja yang pertama itu yang kita gali kembali sekarang ini, maka sudah tiba saatnya kita harus berbuat sesuatu sesuai dengan kebenaran itu. Kita harus keluar dan membagi-bagi berkat YAHWEH kepada orang-orang yang berdosa.

Sekali kebenaran ini beroleh kembali ke landasannya yang tepat, maka Alkitab akan merupakan sebuah buku yang baru dan segar bagi Gereja. Para pengarang akan menghasilkan buku-buku yang bermanfaat sekali tentang caranya memenang­kan jiwa. Kursus-kursus yang intensif akan diselenggarakan, konferensi, pelajaran rutin, dilakukan untuk tujuan itu, dan para pendeta akan menemukan sumber yang tak kunjung habis-habisnya untuk mengajarkan kepada sidang jemaatnya, baik pria maupun wanita, bagaimana keluar untuk bersaksi dan memenangkan jiwa yang terhilang seperti yang pemah dikerjakan oleh Gereja yang pertama-DILUAR LINGKUNG­AN SENDIRI.

Oleh sebab itu sangat dibutuhkan guru-guru yang bisa mengajar seni memenangkan jiwa. Baik pria maupun wanita akan menemukan suatu dimensi yang baru dalam pelayanan­nya. Penginjil-penginjil akan mengajar seni bersaksi di dalam bagian pelayanan mereka. Kelompok-kelompok pemuda akan beroleh harapan baru di dalam kekeristenan mereka. Sidang jemaat yang tadinya melempem akan beroleh kesegaran kembali. Suatu masa baru di dalam dunia kekristenan akan menampilkan adegan-adegan dari dalam panggung riwayat kekristenan kita. Mungkin saja gereja itu akan merupakan Gereja yang teraniaya, tetapi ia akan merupakan satu Gereja yang bergerak dan hidup di tengah masyarakat.

Sudah terdapat kecenderungan di kalangan orang-orang beriman di mana-mana untuk bergerak. Mereka berkata: “Kita tidak merasa betah hanya duduk-duduk di dalam gedung gereja saja. Kita merasa ada sesuatu yang kekurangan pada diri kita. Kita mempunyai pendeta yang bai dan gedung yang bagus. Tetapi kita belum merasa puas. Sebab kita tidak memenangkan jiwa. Kita mempunyai program kunjungan yang bagus, tetapi orang-orang yang berdosa itu tidak mau hadir di antara kita.”

Ini adalah kehendak YAHWEH, agar kita mencari jiwa-jiwa yang terhilang itu-di luar dari pada lingkungan kita sendiri.

“Kunjungan” itu berarti anggota-anggota gereja yang harus keluar mengundang orang untuk ikut serta dalam kegiatan atau acara gerejani. Tetapi “memenangkan jiwa secara perorangan” adalah satu orang bicara kepada lain orang tentang kebutuhan orang lain akan Yeshua Ha Mashiah sebagai Juru Selamatnya, dengan tujuan agar orang itu mengambil keputusan langsung di tempat ita juga. TUGAS PELAYANAN INI ADALAH KEWAJIBAN SETIAP ORANG BERIMAN BAIK PRIA MAUPUN WANITA.

Kami sama sekali tidaklah bermaksud hendak mengurangi arti dari “kunjungan rumah tangga” itu. Selama ini cara itu telah merupakan satu kegiatan yang menguntungkan bagi gereja. Tetapi perlu saya ulangi lagi: Bahwa kita harus menjangkau sedapat mungkin setiap jiwa yang terhilang agar bisa datang ke gereja dan kita harus menyelamatkan mereka apabila mereka datang ke tempat kita.

Tetapi janganlah kita ANDALKAN cara memenangkan jiwa itu pada gedung gereja kita sama sekali.

Kita harus memperbaharui rencana dan cara kerja kita. Kita harus menyelenggarakan kursus-kursus latihan dan program untuk PENGINJILAN PERORANGAN. Kita harus mengajar orang Kristen bagaimana bertindak untuk membim­bing jiwa yang terhilang agar menerima Ha Mashiah dan dilahirkan kembali. Baik laki-Iaki maupun kaum wanita wajib melakukan­nya.

Kita harus membuktikan kepada 90 persen orang-orang yang belum mengenal gereja itu bahwa kita pun turut prihatin atas nasib mereka juga – bahwa Ha Mashiah yang kita miliki itu akan mau menyelamatkan orang berdosa juga di dalam rumahnya sendiri, atau di dalam pabrik tempat ia bekerja, atau di tengah taman terbuka bagi umum, sama dan cukup mulia seperti pertobatan yang terjadi di dalam gedung gereja.

Pergilah keluar lingkungan gereja anda sendiri dan bersaksilah tentang kekristenenan anda itu, di tengah jalan raya dan kesibukan hidup ini, maka Roh Kudus akan menunjukkan kepada anda – seperti Ia juga telah menunjukkan kepada Pilipus – kepada jiwa mana anda harus berbicara dan ANDA AKAN MENJADI SEORANG PEMENANG JIWA YANG TERHILANG – dan bukannya hanya sekadar seorang yang datang melakukan kunjungan rumah tangga atau sekadar pertemuan biasa saja dengan seseorng itu.

Sambungan dari bagian 1 (Pendahuluan-bab 7)
Bersambung ke bagian 3 (16-20)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s