Ikutlah Serta Dalam Kereta Kencana bg. 3 (16-20)

Ikutlah Serta Dalam Kereta Kencana bg.1
Ikutlah Serta Dalam Kereta Kencan bg. 2 bab 8-15)

16. KAUM WANITA TIDAK KETINGGALAN

Amanat untuk memenangkan jiwa tersebut dan bersaksi tentang Ha Mashiah di luar dari lingkungan Gereja sendiri ditujukan juga bagi kaum wanita.

Di dalam pasal ini kami sengaja memasukkan pembahasan persoalan ini, oleh karena kaum wanita terdiri dari suatu barisan besar yang bisa turut mengambil bagian di dalam usaha memenangkan jiwa seperti yang diamanatkan oleh Ha Mashiah di dalam kegiatan penginjilan itu.

Di dalam banyak gereja atau organisasi, maka kaum wanita itu dilarang atau tidak diperkenankan untuk berbicara atau mengajar, berdasarkan tafsiran yang pernah diberikan oleh Rasul Paulus, yang ucapan itu memang terdorong oleh keadaan yang lain dan berbeda sekali dengan keadaan generasi gerejani sekarang ini.

Di dalam tempat beribadah orang Yahudi memang ada ditekankan enam golongan yang diwajibkan oleh keharusan agama mereka. Ke enam pembatasan yang terpisah-pisah itu adalah:

1). Ruangan untuk orang kafir atau orang asing, yang berada di bagian pekarangan sebelah luar sama sekali.
2). Ru­ang suci tempat berhimpun, di mana tak diperkenankan adanya orang kafir atau orang asing masuk ke dalamnya. Bila mereka masuk, maka mereka akan mati.
3). Ruang khusus bagi kaum wanita.
4). Ruang untuk bani Israel dari golongan kaum pria.
5). Ruang khusus hanya untuk imam.
6). Ruang maha suci tempat Elohim bersemayam.

Tetapi dengan usainya tugas penebusan Ha Mashiah, maka semua pembagian itu telah diruntuhkan dan setiap orang percaya, tidak peduli ia dari bangsa mana, atau apa pun jenis kelamin atau kedudukan sosialnya, semuanya berdiri pada tingkat yang sama di hadapan Elohim Elohim.

Hukum Kristen yang baru ini memasuki suatu kurun jaman yang baru. Di dalam Ha Mashiah semua pembagian itu perbedaan antara orang Yahudi dan kafir itu telah dihapuskan. (Rum 10:12) Demikian pula tak ada perbedaan derajat antara pria dan wanita (Galatia 3:28). Tak ada pula perbedaan antara kaum imam dan anggota jemaat atau kaum awam biasa. (Wahyu 1:6).

Walaupun demikian, tidaklah mudah bagi umat Kristen yang pertama itu untuk menerapkan persamaan derajat bersama dengan kaum wanita itu. Orang hampir-hampir tidak memperkenankan kaum wanita itu untuk turut serta mengam­bil bagian dalam upacara keagamaan, sebab dianggap kurang menjamin kesucian suasana keagamaan. Bahkan kadang-ka­dang mereka sama sekali tidak boleh menghampiri tempat beribadat itu.

Orang-orang Yahudi yang telah bertobat dan menerima Ha Mashiah di dalam hidupnya masih berpegang teguh pada banyak adat kebiasaan mereka yang lama. Sebagian di antara mereka itu ada yang menolak untuk makan daging tertentu. Yang lainnya lagi tetap meneruskan adat kebiasaan menyunat.

Memang banyak hal-hal yang membingungkan disebabkan oleh orang-orang yang masih tetap saja taat dibawah ikatan hukum taurat yang ketat, termasuk juga mengizinkan kaum wanita untuk boleh ikut beribadat di dalam rumah kebaktian bersama-sama dengan kaum pria.

Di kalangan umat Yahudi tempat pertemuan kaum wanita memang terpisah sama sekali. Bagi mereka tersedia ruangan khusus di bagian belakang agar segala obrolan dan nafsu bergunjing mereka itu boleh berlangsung dengan leluasa tanpa mengganggu jalannya upacara keagamaan. Kaum pria yang selama ini menjadi alat di tangan YAHWEH yang serba suci, lalu menduduki jabatan yang utama di dalam pelaksanaan upacara agama. Mereka dengan bebas boleh melakukan pertemuan untuk berbakti, berdiskusi teritang masalah kehidupan sehari-­hari yang mereka hadapi, tentang urusan dagang dan berbagai macam masalah di samping menjalankan upacara agama secara resmi. (Gereja-gereja di negara-negara tertentu juga masih menempatkan kaum wanita secara terpisah dalam kebaktian).

Memang sejauh menyangkut kedudukan kaum wanita pada jamannya Rasul Paulus itu, mereka dianggap lebih rendah derajatnya dari pada kaum lelaki. Pada umumnya orang memandang mereka kurang terpelajar, kurang beroleh pan­dangan luas tentang peradaban umum, dan kurang bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman.

Di dalam revolusi paham Kristen yang baru itu, maka umat Yahudi terutama kaum prianya yang telah menganut agama Kristen, masih kurang begitu senang melihat kenyataan bahwa kaum wanita pun boleh memperoleh keselamatan. Oleh karena mereka itu dianggap mahluk yang lebih rendah derajatnya,

maka tidaklah diperkenankan bagi mereka untuk mempunyai jabatan apa lagi mengajar di lingkungan pekerjaan YAHWEH. Kaum pria yang merasa kedudukan mereka itu lebih tinggi tak dapat mentolerir penggeseran hak dan tingkat derajat itu.

Kemerdekaan derajat kaum wanita yang dicetuskan dalam paham Kristen itu lalu mesti berhadapan dengan adat kebiasaan umat Yahudi yang ketat itu. ltulah sebabnya masih terdapatnya pembatasan yang ketat antara pria dan wanita di kalangan umat Kristen yang pertama itu.

Oleh karena kaum wanita ini kurang begitu terpelajar dibandingkan dengan kaum pria, maka dengan sendirinya mereka sangatlah berbangga hati begitu memperoleh kemerde­kaan. Sikap mereka tak bedanya dengan orang-orang yang telah lama menderita tekanan lalu beroleh emansipasi. Soalnya selama ini mereka senantiasa dikucilkan di ruang belakang dari rumah ibadat itu. Tetapi sekarang, mereka sudah boleh masuk dengan bebas ke dalam rumah kebaktian dan dapat mellhat dan mendengar segala sesuatunya dengan leluasa.

Keadaan ini memang menggoncangkan juga. Jiwa mereka gempar. Yang sebagian malah terlampau kegirangan. Yang lainnya menjadi sombong dan berbangga-bangga. Yang lainnya lagi sampai-sampai tidak terkendalikan lagi. Timbullah Ialu suatu dimensi yang baru lagi. Kehadiran mereka kemudian menjadi kejengkelan bagi kaum pria yang pada dasarnya memang sudah tidak senang dengan kebebasan yang tak terbatas itu.

Apabila wanita-wanita ini berada dalam suasana diskusi di dalam rumah kebaktian, sebagian ada yang tidak bisa menguasai diri untuk berteriak-teriak dan memaki-maki suami mereka. Ada pula kaum wanita yang menentang suatu pendapat, memasuki gelanggang perdebatan, atau mengajukan usul-usul, bahkan ada yang bernubuat atau memberikan tafsiran-dan umumnya dilakuk;mnya dengan cara yang sembarangan saja, terutama sekali memandangnya dari segi tuntutan hak kaum wanita, agar mendapat perhatian dari plhak kaum pria.

Kita mesti ingat bahwa ekses ini timbul sebagai reaksi kaum wanita yang baru untuk pertama kalInya di dunia beroleh emansipasi. Mereka sama sekali tidak terlatlh atau belum terdidik dalam disiplin mengenai kemerdekaan pribadi yang mereka peroleh itu dalam peranan dunia mereka yang baru.

Untuk duduk di dalam rumah kebaktian untuk melihat dan mendengar dalam suasana bebas yang pertama sekali adalah suatu pengalaman yang istimewa. Karenanya mereka tidak pernah belajar atau tidak terlatlh dalam mengatur diri mereka sendiri. Maka mereka pun mengobral apa saja seenaknya apa yang mereka pikirkan atau rasakan.

Oleh sebab itu Rasul Paulus kemudian bermaksud hendak melakukan semacam penertiban terhadap kebebasan baru di dalam alam Kristen yang telah mengangkat derajat kaum wanita itu. Bagi Rasul Paulus nampaknya kurang serasi apabila kaum wanita terlalu bersikap berleblh-leblhan di dalam kemerdekaan mereka yang baru ini. Tidaklah pantas bagi wanita untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan, atau menya­takan kebebasan mereka itu dengan jalan bernubuat atau mengajukan bantahan terhadap doktrin agama atau berusaha mengajar kaum pria dengan semena-mena. Sambil meng­gendong anak dalam pelukan dan berteriak-teriak untuk menarik perhatian kaum pria merupakan adegan yang memalukan bagi kaum pria Yahudi itu. Itulah sebabnya Rasul Paulus harus mencari sesuatu untuk mengatasi persoalan ini. Sebab kaum wanita itu telah menyalah gunakan kebebasan hak mereka. Paulus ingin agar mereka belajar menyesuaikan diri dengan peranan mereka yang baru itu di dalam Ha Mashiah.

Dalam hal inilah kaitannya anjuran Rasul Paulus itu yang berbunyi: YAHWEH bukanlah Elohim kekacauan, melainkan Elohim sejahtera. Maka seperti di dalam segala sidang jemaat orang suci, hendaklah segala perempuan berdiam dirinya di dalam sidang-sidang jemaat itu. Karena tiada diizinkan kepada mereka itu berkata-kata melainkan wajiblah mereka itu takluk, seperti kata taurat itu juga. Jikalau mereka itu suka belajar sesuatu, biarlah mereka itu bertanya kepada suaminya sendirl di rumah, karena menjadi suatu aib bagi perempuan berkata-kata di dalam sidang jemaat. 1 Kor. 14:33-35.

[“Sebab Elohim tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat. (1 Kor. 14:33-35, ITB]

Inilah sebabnya mengapa Paulus mengemukakan di dalam 1 Timotius 2:11-12 “Adapun perempuan itu hendaklah ia belajar dengan diam-diam, dan bersungguh-sungguh merendahkan dirinya.” Tetapi tiada aku mengizinkan seorang perempuan mengajar, atau memerintah laki-laki, melainkan hendaklah ia berdiam diri.”
[Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri. (1Tim 2:11-12; ITB]

Maksudnya ialah bahwa tidaklah pantas bagi kaum wanita yang belum bisa mengendalikan dirinya dan masih belum matang jiwanya untuk berdiri di hadapan Jemaat, karena bisa mengganggu khidmatnya jalan kebaktian. Sebab sebagian di antara mereka itu ada yang terlampau urakan sifatnya, sehingga di hadapan umum tidak segan-segan untuk berdebat dengan kaum pria, bertengkar dan menggugat pendapat umum dengan cara mengemukakan pendiriannya secara terbuka.

Kita tentu saja sudah bisa membayangkan betapa kacaunya suasana yang bisa ditimbulkan oleh agitasi semacam itu. Maka di dalam keadaan semacam itulah Rasul Paulus memperingat­kan, “Saya tak dapat menerima keadaan semacam itu.” Maka selanjutnya ia menegur agar “Biarlah kaum wanita itu belajar secara diam-diam saja.” Dan apabila mereka itu mempunyai pertanyaan, “Biarlah mereka bertanya kepada suami mereka di rumah.”

Saya dapat memahami hai ini, oleh karena saya sudah pemah mengunjungi banyak negara di dunia ini. Saya pernah melihat bagaimana kaum wanita itu masih terbelenggu oleh adat-istiadat kesukuan mereka. Ada yang masih diperjual-beli­kan seperti binatang, menjadi milik pribadi kaum pria seperti memiliki benda biasa yang bisa dipakai begitu saja. Di berbagai macam bangsa yang kafir pun kaum wanita itu tidak diperkenankan untuk turut mengambil bagian di dalam upacara adat atau keagamaan maupun menghadiri upacara korban persembahan. Mereka adalah kaum yang tertindas dan tidak memiliki kebebasan mengeluarkan pendapat sama sekali.

Di bidang kegiatan dunia kekeristenan sekarang ini, apabila orang-orang semacam ini bertobat dan memperoleh kemerde­kaannya yang baru di dalam Ha Mashiah, maka akan makan waktu beberapa lamanya bagi mereka untuk menyesuaikan dengan peranan mereka yang baru itu sebagai wanita-wanita Kristen yang bebas.

Di daerah-daerah yang masih terkebelakang keadaannya, maka saya pun pemah menyaksikan keadaan kacau balau seperti yang pemah dialami Rasul Paulus itu. Saya terpaksa harus memberi anjuran kepada wanita-wanita yang maslh sedang perlu dibina kepribadiannya itu agar mereka bersikap diam dan tenang, duduk dengan tenteram, membiarkan kaum pria memimpin jalannya pertukaran pikiran, dan menunggu sampai mereka tiba di rumah untuk memperbincangkannya dengan para suami mereka. Adalah tidak pantas sama sekali bagi seorang wanita kampung untuk berdiri dengan dada terbuka sambil menggendong anaknya berdiri di hadapan banyak orang dan bertingkah laku seperti orang di pasar umum.

Di daerah-daerah yang beragama Islam di mana kaum wanita masih diselubungi dengan cadar seluruh tubuh dan wajahnya, adalah suatu cela apabila mereka mempertunjukkan bagian badannya kepada kaum lelaki, kecuali suaminya sendiri. Apa lagi berdiri di depan umum, hal itu merupakan suatu aib di tengah masyarakatnya. Saya sering kali menganjurkan kaum pria itu untuk membawa serta isteri-isteri mereka. Tentu saja peristiwa semacam ini dirasakan sangat janggal oleh para kaum isteri itu. Saya pernah menyaksikan bagaimana mereka itu menjadi demikian bersemangatnya mengenai berita Injil, sehingga mereka sangat mengganggu jalannya pertemuan ini. Mereka membuka suara keras dalam diskusi, dan bertanya dengan suara setengah berteriak kepada suami mereka dan meminta penjelasan tentang apa yang telah saya kemukakan itu. Keadaan semacam inilah yang pernah dihadapi Rasul Paulus, maka di dalam suasana dunia modern sekarang ini pun keadaan semacam ini tak dapat kita terima.

Namun apabila kita melarang kaum wanita modern yang sudah maju untuk berbicara di depan umum atau kita suruh mereka itu sebagai orang Kristen berdiam diri, maka tindakan semacam itu adalah tindakan yang kolot. Tidak ada perbuatan yang begitu kuno di anggap oleh masyarakat kita selain menghidupkan kembali tradisi kolot itu di kalangan umat yang modern. Kehilangan kaum wanita berarti kehilangan besar bagian gereja. Sedangkan waktu berjalan dengan cepat. Oleh sebab itu gereja harus membuka belenggu barisan kaum wanita ini dan menyusunnya menjadi satu barisan penginjil yang bisa mencapai dan memenangkan JUTAAN JIWA EKSTRA bagi YAHWEH.

Di negara-negara modern kedudukan kaum wanita adalah sama derajatnya dengan kaum pria. Kebudayaan kita telah lebih meningkat kehalusannya. Pertemuan keagamaan tldak lagi menjadi gelanggang pertengkaran yang terbuka dan perdebatan yang tidak karuan. Semua acara biasanya sudah tersusun rapi dan teratur. Begitu pula soal tempat duduk tidaklah lagi kaku ketat seperti yang dibatasi oleh kebiasaan masa Perjanjian Lama. Sebab Rasul Paulus sendiri berkata: “Kita bukan lagi orang Yahudi atau Yunani, bukan lagi hamba atau manusia merdeka, atau kita tak mengenal perbedaan antara pria maupun wanita, akan tetapi kita semua adalah sama, sebab KITA ADALAH UMAT KRISTEN. Kita adalah satu saja di dalam Yeshua Ha Mashiah.” Gal. 3:28

Dalam abad modern ini kita tidak lagi dalam jaman kegelapan. Kaum wanita adalah sama pintar dan cekatannya di bidang usaha perdagangan, ilmu pendidikan dan ilmu pengeta­huan seperti juga halnya kaum pria. Negara-negara tertentu malah ada yang dipimpln oleh kaum wanita. Sebagian besar lembaga usaha perdagangan di negara modern termasuk toko-toko diselenggarakan oleh tangan-tangan kaum wanita.

Maka adalah betul-betul kolot sekali apabila kita harus membungkam kaum wanita itu di bidang kegiatan pekerjaan YAHWEH, cuma karena kita berpegang pada ayat yang dikemuka­kan Rasul Paulus, yang ditujukan terhadap keadaan yang sama sekali berbeda dengan keadaan kita sekarang ini. (Keadaan itu berlaku bagi kaum wanita di daerah yang masih terkebelakang dan baru mengenal kebebasan setelah menerima pertobatan baru). Bagi masyarakat modern dan maju, maka meredam atau membatasi gerak kaum wanita adalah suatu tindakan yang tidak sesuai lagi. Sama saja halnya kita mewajibkan seorang Kristen harus mencuci kaki seorang tamunya cuma karena kebiasaan itu pemah dijalankan pada jaman dahulu kala itu. Bagi seorang tamu jaman sekarang ini, yang datang berkunjung ke rumah kita dengan mengendarai mobil yang memakai air-condition, dan memakai sepatu yang mengkilat, maka tidaklah perlu sama sekali untuk mencuci kaki orang itu. Tetapi pada jaman dahulu kala, seorang tamu yang datang berkunjung itu, biasanya adalah orang yang telah menempuh jarak bermil-mil jauhnya, melewati jalan yang panas dan berdebu dengan hanya memakai sandal jepit. Maka tak ada yang lebih menyegarkan dan menyenangkan seorang tamu dari pada menyiram kakinya dengan air yang dingin setelah menempuh perjalanan yang begitu meletihkan itu.

Firman Elohim dengan jelas mengemukakan bahwa YAHWEH telah menempatkan kaum pria sebagai kepala rumah tangga, sedangkan kaum wanita diwajibkan tunduk kepada suami mereka di dalam YAHWEH. Bahwa kaum pria harus mengasihi isteri mereka seperti mengasihi dirinya sendiri, dan bahwa kaum wanita itu diciptakan YAHWEH untuk melengkapi kehidupan kaum pria, dan bukannya sebaliknya. Tetapi ketentuan ini bukanlah dimaksud untuk menutup kaum wanita di dalam tugas penginjilan mereka. Juga tidaklah untuk mereng­gut hak mereka di dalam pelayanan gerejani untuk memenangkan jiwa-jiwa.

Apabila kita meninjau ayat-ayat Alkitab itu secara tepat, maka adalah tidak mungkin bagi kita hanya menerapkan dua buah ayat ucapan Rasul Paulus untuk kondisi yang sama sekali lain susunan masyarakatnya, sedangkan ayat-ayat lain yang jumlahnya lebih banyak lagi tentang soal wanita itu kita harus kesampingkan. Hal ini bertentangan dengan logika.

Di sepanjang kisah Alkitab maka kita melihat bahwa kaum wanita turut mengambil peranan yang penting sekali di dalam pekerjaan YAHWEH. Mereka tidaklah diperjual-belikan macam hewan, tidak dilarang untuk menghadiri kebaktian, dan tidak pula dikekang dalam menuntut pelajaran dan pendidikan.

Sekalipun dalam masyarakat terdapat rintangan-rintangan yang hebat terhadap kedudukan mereka, namun mereka telah menempati peranan raksasa yang penub arti di dalam perjalanan sejarah. Kita tengoklah kepada Miriam, Debora, Hulda, Noadia, Anna, puteri Pilipus, Athalia, Esther, dan Ratu Sheba. Belum lagi kita harus menyebut nama-nama seperti Rut, Hanna, atau Abigail, yang cukup terkenal dalam Alkitab itu.

Orang yang paling penghabisan meninggalkan salib tatkala Yeshua disalib adalah seorang wanita. (Markus 15:47)
Orang yang pertama datang menjenguk kuburan YAHWEH Yeshua adalah wanita. (Yohanes 20:1)
Orang pertama yang menyatakan kabar kesukaan tentang kebangkitan YAHWEH adalah seorang wanita. (Matius 28:8)
Pengkhotbah pertama kepada orang Yahudi dan memberi­takan Injil kepada mereka adalah seorang wanita. (Lukas 2:37,38).
Di antara orang-orang yang mula pertama menghadiri kebaktian doa adalah sejumlah kaum wanita. (Kisah 1: 14)
Di antara mereka yang mula-mula sekali menerima ketuangan Roh Kudus agar bisa bersaksi tentang Ha Mashiah adalah kaum wanita. (Kisah 2:4; Kisah 1 :8)
Orang-orang yang pertama menyambut para pemberita Injil di Eropa –  waktu itu Paulus dan Silas-adalah kaum wanita. (Kisah 16:13)
Orang yang pertama menyatakan dirinya bertobat dan menerima Ha Mashiah sebagai Juru selamatnya adalah seorang wanita. (Kisah 16: 14)

Buku ini membahas tentang pelayanan orang Kristen DILUAR LINGKUNGAN GEREJA. Sungguh tepat dan menyenangkan bagi kaum wanita untuk mengetahui bahwa satu-satunya tempat di mana mereka pernah dilarang berbicara ialah “di dalam gereja” – yakni di dalam gedung gereja. (Bahasa Yunani yang dipakai oleh Rasul Paulus ialah “sidang jemaat”, “himpunan orang beriman”, “gedung sinagoge Yahu­di”).

Jadi, sekalipun larangan kolot ini seandainya diteruskan juga kepada kaum wanita modern, namun tak ada ketentuan adat istiadat kuno atau pun ayat Alkitab yang melarang pelayanan wanita Kristen untuk berkecimpung DI LUAR GEDUNG GEREJA. Dan justru di situlah tempat kita memenangkan jiwa yang paling tepat.

Ibu Osborn selalu berkata: “Mengapa kaum wanita mesti merasa kagok atau terbatas ruang geraknya di dalam pelayanan mereka cuma oleh karena mereka pernah dibatasi di dalam ruangan gereja?”

“Amanat Kristen dan kesaksian kita serta pelayanan kaum wanita itu sangat diperlukan sekali, bahkan berjuta kali lebih penting dari pada di dalam batas ruang gereja itu sendiri. Seluruh dunia ini adalah ladang kita.”

“Kita tak perlu kecewa bilamana kita tidak diizinkan berbicara di dalam gereja. Sebab pelayanan dan tugas kita yang paling besar adalah DI LUAR DI MANA ORANG-ORANG BERDOSA ITU BERADA.”

“Jadi, daripada berkeluh kesah tentang ruang sempit pajok gereja kita yang begitu terbatas sekali kemungkinannya, maka alangkah baiknya apabila kita sebagai wanita mengangkat muka kita dan menengok ke ladang yang luas itu, yakni SELURUH DUNIA, di mana tidak ada tradisi maupun batasan Rasul Paulus itu yang perlu diterapkan di dalam pelayanan kita tersebut.”

“Kalau kita memang merasa wajib mematuhi anjuran Paulus itu tentang “keadaan di dalam gedung gereja” itu, mengapa kita tidak harus merasa patut untuk mentaati pula anjuran YAHWEH kita Yeshua Ha Mashiah untuk bekerja di luar batas ruangan gereja itu? Apakah kita harus lebih banyak mendengar Paulus ataukah justru harus taat kepada Ha Mashiah?

Ketika Yeshua memerintahkan: “Pergilah kamu ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil itu kepada sekalian mahluk,” maka anjuran itu adalah ditujukan bagi setiap orang yang percaya, tidak pandang bulu, tak peduli laki-laki atau perempuan, tidak pandang asal keturunan, warna kulit ataupun kebudayaan yang dianutnya.

Ketika Ia memberikan ciri-ciri kepada tanda-tanda yang akan mengiringi pelayanan itu, maka dengan tandas Ia kemukakan: “Maka tanda-tanda inilah yang akan mengiringi MEREKA YANG PERCAY A.” Ini berarti sudah termasuk di dalamnya kedua jenis kelamin umat manusia.

Yeshua berkata: “Barang siapa yang percaya kepada Ku, maka apa yang telah Ku lakukan hendaklah ia lakukan pula.” Di dalam hal ini sudah terangkum baik laki-laki maupun perempuan.

Banyak pemimpin kaum wanita yang terkenal telah beroleh kekuatan jiwa dan menjadi berani bertindak oleh dorongan Yeshua ini. Yohanes 14:12-14 berlaku bagi kaum pria maupun kaum wanita. Jadi, di dalamnya termasuk KAUM WANITA. APABILA KAUM WANITA MEMPUNYAI CUKUP IMAN UNTUK PERCAYA AKAN HAL INI MAKA IA AKAN BERTINDAK SESUAI DENGAN HAL ITU.

Jika sekiranya saya adalah seorang wanita, maka saya pun bisa menunjuk kepada Yohanes pasal 15 sebagai pegangan pribadi. Sebab kalau tidak demikian hanyalah kaum pria saja yang bisa diselamatkan.

Ketika Yeshua berkata di dalam kisah Rasul 1:8: “Kamu akan menerima kuasa setelah Roh Kudus datang di atas kamu”, maka janji itu juga berlaku bagi kaum wanita. Hal ini terbukti di dalam ayat 14: “Mereka semua bersekutu di dalam doa dan pengajaran”, BERSAMA DENGAN KAUM WANI­TA” … Dan mereka itu SEMUA telah dipenuhi Roh Kudus.”

Kisah 2:4. Untuk apa? Demi memenuhi Kisah 1:8: “Dan kamu hendaklah menjadi saksi bagiKu.” Di dalamnya jelas termasuk kedua golongan itu, baik pria maupun wanita.

Apabila kita sorot betul-betul kedudukan kaum wanita yang tertindas itu di bawah tata krama bangsa Yahudi, serta kenyataan bahwa mereka tidak diperkenankan sama sekali berada di sekitar tempat ibadat, selain boleh duduk di pekarangan luar tempat menampung kaum wanita, maka bukanlah secara kebetulan bahwa Roh Kudus itu menekankan secara khusus kenyataan “BERSAMA DENGAN KAUM WANITA”. Maka mereka itu semua pun dipenuhi oleh Roh Kudus, sehingga mereka SEMUA pun bisa melakukan pekerjaan penginjilan itu.

J adi, di manakah batas kedudukan kaum wanita itu harus kita tetapkan?

Jawaban dari segi tradisi bunyinya: ”Adalah baik bahwa kaum wanita itu mengajar sekolah minggu bagi anak-anak, atau bahkan berdiri di dalam gereja dan bersaksi apa yang telah dilakukan oleh Ha Mashiah bagi dia, atau menjadi pendeta atau pekerja gerejani, atau berkunjung ke rumah tangga kaum anggota, tetapi ia tidak boleh menginjil atau mengajar. “

Tetapi dalam hal ini kita harus berhati-hati sekali. Kalau tidak kita bisa terjerumus dalam kemelut yang serba tanggung dan ruwet nantinya. Misalnya saja: Apabila ada seorang wanita yang pergi keluar lingkungan gereja lalu bersaksi, apakah ia boleh merangkum ayat-ayat Alkitab di dalam kesaksiannya itu? Apabila boleh, maka berapa banyakkah batasnya itu? Betapa jauhnya pembatasan itu yang tidak memperkenankan seorang wanita itu mengajar? Jika sekiranya ia berkesempatan untuk bersaksi kepada seorang yang berdosa, dan sekumpulan orang telah berhasil dihimpunnya. Apakah ia boleh bersaksi kepada sepuluh orang, ataukah seratus orang, ataukah seribu orang? Sampai berapa jauhkah batas baginya untuk bersaksi? Berapakah jumlah sidang jemaat agar ia harus berdiam diri untuk kemudian menyerahkan pimpinan itu kepada seorang pria?

Apabila ia boleh bersaksi kepada seorang jiwa yang terhilang, apakah ia boleh bersaksi di stasiun kereta api atau di rumah perorangan, bolehkah ia menginjil di tepi jalan, di tengah taman, atau di bawah kemah yang ia dirikan? Sampai batas manakah peri hal kesaksiannya itu harus kita larang?

Jika misalnya ia boleh bersaksi di jalan kecil di sebuah taman. Umpamanya saja serombongan orang lalu berkumpul. Apakah boleh ia berdiri di atas sebuah batu agar ia boleh kelihatan oleh semua hadirin? Misalkan ia menginjil di pingglr jalan raya, bolehkah ia menaiki salah sebuah tangga rumah orang di dekat-dekat situ sehlngga semua orang bisa mende­ngarkan dia? Kalau demikian halnya, apakah boleh ia berdiri di atas sebuah peti kemas, sebuah kursi atau panggung?  Secara tepatnya berapa kerasnya suaranya itu boleh bergema dan berapa tingginya ia boleh berdiri di hadapan orang banyak sebelum ia dinyatakan telah melewati batas bagi seorang wanita dan telah merembes ke dalam wilayah kekuasaan orang laki-laki?

Apabilaa ia boleh memimpin doa bagi seorang yang berdosa, apakah ia boleh berdoa dengan dua, ataukah sepuluh atau seratus orang sekaligus? Berapakah sebenarnya batas jumlah yang dianggap sudah terlampau banyak bagi seorang wanita?

Apabila ia boleh bersaksi, apakah dalam kesaksiannya itu dia boleh mengajar dan berkhotbah? Apakah bedanya? Siapakah yang bisa memberikan batas-batas yang pelik itu antara apa yang disebut bersaksi, berkhotbah, mengajar, menginjil, dan berbicara, sehingga kaum wanita itu bisa mengetahui apakah mereka harus mengikuti petunjuk Yeshua untuk mengabarkan Injil DILUAR LINGKUNGAN GEREJA seperti halnya juga mereka harus mentaati petunjuk Paulus DI DALAM BATAS ruang gereja.

Apakah wanita-wanita Kristen yang sudah terpelajar, berkebudayaan tinggi, memiliki kemampuan yang mantap di segala bidang, harus terus berdiam diri dan tidak mengabarkan Injil cuma karena adanya teguran Paulus terhadap kaum wanita yang masih kurang terpelajar, kurang terdidik, yang suka meneriaki suami mereka dari antara himpunan sidang jemaat tentang hal-hal yang pada waktu itu mereka belum berwenang dan belum terlatih kematangannya untuk memperdebatkannya?

Apakah kaum wanita Kristen modern harus dikekang oleh adat istiadat yang kolot ini?

Bagi saya, sungguh suatu tindakan yang terbelakang dan kolot sekali apabila kita harus mencekoki barisan kaum wanita kita dengan paham yang melarang mereka melakukan kegiatan penginjilan kepada dunia. Kita tidak mungkin melarang mereka menjadi saksi yang hidup buat Ha Mashiah, sedangkan abad ke dua puluh sekarang ini sudah berlalu begitu cepatnya. Sebab ada ribuan kaum wanita Kristen yang dengan riang gembira mau maju mematuhi perintah YAHWEH, lalu buat apakah kita harus menerapkan larangan yang kolot itu? Bagaimanakah kita kaum pria harus bertanggung jawab terhadap jutaan umat manusia yang jiwanya perlu diselamatkan? Yang hanya bisa diselamatkan melalui kegiatan penginjilan oleh pihak kaum wanita yang taat kepada YAHWEH, yang mempunyai semangat juang untuk maju di ladang YAHWEH?

Saya tak dapat berkata lain dari pada menganggap hal ini sebagai satu dosa besar bagi kita, apabila kita harus melarang kaum wanita pergi ke segenap penjuru bumi untuk menginjil dan memenangkan jiwa-ratusan bahkan ribuan jiwa – cuma karena kita mengorbankan mereka sama dengan kedudukan kaum wanita yang masih belum maju di jaman dahulu itu.

Saya malah membuka satu tantangan bagi kaum wanita sekarang untuk berani pula mencapai hal-hal yang luar biasa suksesnya di bidang penginjilan seperti halnya mereka juga begitu sukses di dalam bidang usaha perdagangan, pertokoan, perkantoran. dan lain-lain kegiatan sosial masyarakat. Dan kalau sampai mereka itu dianggap berdosa cuma karena mereka menginjil dan mencari jiwa buat YAHWEH, maka biarlah segala dosa mereka itu saya yang memikulnya. Dan saya pun yakin bahwa ada banyak lagi pemimpin-pemimpin Kristen lainnya yang mempunyai pendapat yang sama dengan saya ini.

Marilah kita justru harus berdoa agar terbentuklah satu barisan pejuang-pejuang rohani macam Joan of Arc di bidang penginjilan ini agar dunia boleh menyaksikan kebebasan Ha Mashiah di mana-mana.

Salah satu ayat yang paling gemilang di dalam Alkitab ialah Yohanes 20:18, yang bunyinya bernada sebagai berikut: “Mari Magdalena bertemu dengan para murid YAHWEH dan menyampaikan kepada mereka berita “Saya telah melihat YAHWEH”. Lalu ia pun memberitahukan kepada mereka ita amanat yang disampaikan YAHWEH.”

Saya kurang paham apa sebabnya maka kaum pria itu tidak berada di pekuburan YAHWEH pada pagi hari tatkala YAHWEH bangkit. Padahal mereka sudah menerima firman YAHWEH. YAHWEH telah menyatakan kepada mereka bahwa Ia akan bangkit. Tetapi mereka itu bersikap terlampau alim dan terlalu hati-hati, bahkan ragu-ragu sikapnya. Tetapi Maria Magdalena hadir di sana. Dialah yang mula pertama melihat YAHWEH telah bangkit, dan YAHWEH memanggil dia pada namanya. Maka ia pun beroleh rahmat anugerah dari YAHWEH yang telah bangkit itu.

Yeshua telah memilih seorang wanita untuk menjadi orang pertama yang harus menerima kabar kesukaan tentang kebangkitanNya itu. Maria Magdalena-lah orang pertama yang telah mengabarkan berita kesukaan yang pertama kepada semua orang. dan dialah orang pertama yang menyatakan bahwa Ha Mashiah telah bangkit dari antara orang mati.

Berita tentang kebangkitan ini merupakan denyut jantung kehidupan agama Kristen. “Apabila Ha Mashiah itu tidak bangkit. maka iman kita itu hampa. sedangkan kita masih saja tetap dalam keadaan dosa kita.” 1 Kor. 15:17; Roma 10:9-10 mengikat keselamatan setiap orang percaya bahwa “YAHWEH telah bangkit dari maut.” Dan oleh karena itu kita wajib mengakuinya pula kenyataan ini di hadapan dunia.

KEBANGKITAN itu merupakan berita kesukaan yang paling besar bagi gereja, sedangkan Yeshua telah memilih seorang wanita sebagai pembawa berita pertama tentang hal itu. Ia berkata, “Pergilah kepada sekalian saudara-saudaraKu dan beritahukanlah bahwa Aku telah bangkit dan akan pergi kepada BapaKu dan BapaMu. Kepada ElohimKu dan Elohimmu.”

Coba bayangkan: Yeshua mengutus seorang wanita untuk menyatakan berita yang terbesar di kalangan gereja, yakni kepada MURID-MURID YAHWEH ITU SENDIRI.

Apakah kita berhak melarang kaum wanita yang telah diutus oleh Yeshua sendiri untuk melakukan apa yang Ia amanatkan?

Apakah kita harus membuat pembatasan-pembatasan terhadap seorang saksi wanita, sedangkan Yeshua sendiri telah memilih seorang wanita untuk membawa berita yang pertama itu kepada gereja setelah Ia bangkit dari antara orang mati? Padahal berita itu adalah berita yang paling vital dan paling besar artinya di dalam agama Kristen – yakni, bahwa HA MASHIAH TELAH BANGKIT!

Apakah kita harus membatasi kaum wanita itu atau jumlah orang yang harus mereka hubungi untuk bersaksi, sedangkan Yeshua sendiri telah memberikan wewenang kepada kaum wanita untuk menyatakan dengan bebas amanat kesukaan yang besar tersebut? Bahkan wanitalah yang menyampaikan berita itu kepada murid-murid dan para rasul, – yang justru adalah para pemimpin gereja. Maria Magdalena-lah yang “menyampaikan kepada mereka tentang amanat Ha Mashiah itu.”

Dapatkah kaum wanita Kristen disuruh terus berdiam diri jaman sekarang ini, padahal di sepanjang kisah Alkitab sejak jaman dahulu kala begitu banyaknya kaum wanita telah dipakai YAHWEH sebagai pembawa amanat dari YAHWEH?

Apakah kaum wanita Kristen itu menggunakan anjuran Paulus itu sebagai alasan untuk tidak berbuat sesuatu atau berbuat sedikit saja di dalam pelayanan penginjilan itu? Bukankah hal itu justru mengurangi kegembiraan mereka dalam mengabdi kepada YAHWEH serta memenangkan jiwa buat YAHWEH?

Apakah kaum wanita Kristen bersedia menerima begitu banyak pembatasan di dalam pelayanan pekerjaan YAHWEH, sementara kaum wanita lainnya begitu bebas melakukan kegiatan di bidang usaha, ilmu pengetahuan, suster Rumah Sakit, kegiatan politik, dan pemerintahan?

Jika sekiranya saya adalah seorang wanita, maka saya pun tidak mau dianggap dan diperlakukan sebagai kaum wanita dari masa abad pertengahan di masa lampau itu, yang masih jauh ketinggalan dan belum begitu tinggi taraf pengetahuan dan kemajuan peradabannya.

Jika seandainya saya ini adalah seorang wanita, maka saya ingin mematuhi perintah Yeshua untuk menyampaikan kabar kesukaan itu di luar lingkungan gereja, tidak kurang semaraknya seperti pembatasan Paulus untuk tidak bergiat di dalam lingkungan ruang gereja.

Jika sekiranya saya inl adalah seorang wanita, maka saya ingin dipandang orang sebagai seorang Kristen yang sejati, seorang yang beriman, seorang pengikut Ha Mashiah, seorang saksi buat Dia, seorang utusan pembawa amanatNya, seorang pemberita tentang kebangkitanNya, seorang pemenang jiwa.

Bila seandainya saya ini dilahirkan sebagai seorang wanita, maka saya akan terjun dalam kegiatan pelayanan pekerjaan YAHWEH, yang diamanatkan YAHWEH bagi setiap orang Kristen, ­tak peduli siapa pun juga. Saya ingin membuktian kenyataan bahwa Ha Mashiah itu hidup di dalam diri saya. Bahwa Ia melayani sesamaku manusia melalui saya. Bahwa Ia berbicara melalui cermin kehidupan saya. Bahwa tubuhku adalah tubuhNya juga. Bahwa Ia menghendaki saya menerus­kan pelayananNya MELALUI diri saya. Bahwa “sebagaimana YAHWEH telah mengirim Ha Mashiah ke dalam dunia ini, maka Ha Mashiah pun telah mengirim saya pula ke dalam dunia ini.” Yohanes 17:18; 20:21.

Jika seumpamanya saya ini adalah seorang wanita, maka saya akan melakukan hal-hal yang dianjurkan Ha Mashiah bagi para pengikutNya untuk dikerjakan. Tidak peduli sekalipun saya harus menderita aniaya atau sengsara untuk tujuan itu. Sebab YAHWEH sudah menderita buat saya,  maka saya pun bersedia menderita buat Dia.

Jika saya ini adalah seorang wanita, maka saya akan menjadi salah satu di antara orang-orang yang bijaksana, yang “mendengarkan ucapan Ha Mashiah dan MELAKSANAKANnya,” Matius 7:24. Saya akan membangun iman saya di atas batu karang iman dan pelayanan saya.

Jika sekiranya saya ini adalah tergolong kaum wanita, yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus, (Kisah 1:8), maka saya ingin jadi SAKSI buat Ha Mashiah, “baik di Yerusalem, di seluruh tanah Yudea, dan di Samaria, bahkan sampai kepada ujung bumi sekalipun. ”

Andai kata saya ini adalah berstatus wanita, saya akan bergembira sekall, sebab nabi Yoel berkata: “YAHWEH akan mencurahkan RohNya ke atas SEMUA orang. Maka PUTERA-PUTERIMU akan benubuat,” Yoel. 2:28. Sebab Rasul Petrus pun telah berkata: “dan ke atas segala hambaku laki-laki dan PEREMPUAN pun, aku akan mencurahkan Rohku pada masa itu, dan mereka itu akan benubuat,” Kisah 2:18. Saya senang sekali menerima arti bahasa Ibrani yang digunakan oleh nabi Yoel itu, yakni: Berbicara atau menyanyi oleh dorongan ilham. Bernubuat atau memberi pengarahan. Sedangkan perkataan yang dipakai Petrus berarti: Berbicara di bawah bimbingan hikmat YAHWEH; menjalankan tugas nubuatan; menjadi seorang pembicara yang menaruh hikmat kebljaksanaan.

Jika sekiranya saya ini adalah seorang wanita, saya akan bergirang sekali karena Yeshua tidak pemah melakukan tindak perbedaan antara kaum pria dan wanita. Saya akan sangat terkesan sekali oleh sesama kaum wanita yang begitu tekun dan penuh pengabdian melayani pekerjaan YAHWEH. Saya ingin menjadi semacam wanita Samaria itu, yang begitu percaya kepada Yeshua Ha Mashiah, segera pula menuangkan air dan mengabarkan Injil kesukaan itu kepada seluruh isi kota tentang Yeshua itu. Di dalam Yohanes 4 di katakan bahwa “orang-orang pun keluar dari tempat mereka dan pergi mendatangi Dia.” ….. “Dan banyak di antara penduduk kota di Samaria itu lalu percaya kepadaNya,” Berkat adanya kesaksian dan pemberita­an Injil dari SEORANG WANITA. (ayat 30, 39).

Ibu Osborn berpendapat, bahwa kaum wanita itu mempunyai panggilan yang suci dari Elohim di dalam jalan kehidupan mereka. Sebab tugasnya istimewa. Ia memikul tanggung jawab keadaan rumah tangga, sementara ia selalu taat kepada suaminya di dalam YAHWEH. Tetapi di atas segala-galanya ia pun mempunyai pengaruh yang tidak bisa sama dengan suaminya itu baik terhadap suaminya sendiri maupun anak-anaknya.

Seseorang pernah berkata, bahwa “tangan yang pernah menggoyang-goyang ayunan bayi itulah adalah tangan yang mengatur jalannva kehidupan di dunia ini.”

Ibu Osborn berpendapat bahwa hak keibuan itu adalah suatu hak istimewa, yang begitu suci di dalam hidup ini, sehingga ia melebihi segala pahala dan kegirangan yang bisa dialami oleh kaum pria yang yang manapun juga.

Ia melihat keagungan dan pengaruh yang mulia dari seorang wanita itu sebagai sesuatu yang indah dan tinggi nilainya tiada tara di dunia.

Ia berkata bahwa kaum wanita memiliki misi pelayanan yang tidak terbatas ruang lingkupnya, apabila mereka memenu­hi anjuran Ha Mashiah untuk dilaksanakan itu. Mereka boleh bersaksi, memenangkan jiwa buat YAHWEH, memberitakan Injil. Lapangan tugas mereka itu adalah DUNIA itu sendiri. Ia berkata: Jangan ada seorang wanita pun yang mau dikung­kung oleh pembatasan-pembatasan dalam pelayanannya, se­hingga ia harus meringkuk saja di pojok ruang gereja. Padahal Ha Mashiah memberikan kepada kita keleluasaan yang tak terbatas DILUAR LINGKUNGAN GEREJA.”

Pelayanan yang diamanatkan Yeshua kepada para pengikut­Nya tatkala Ia naik ke surga adalah hanya bisa dilaksanakan di luar lingkungan gereja. Dan untung sekali bahwa di dalam Alkitab tidak ada pembatasan apa pun bagi kaum wanita di luar lingkungan gerejani itu.

Jadi, intisari amanat yang terkandung dalam buku ini ialah tertuju bagi kaum pria maupun kaum wanita, keduanya sama saja, untuk pergi keluar di mana orang-orang berdosa itu berada. Kita harus pergi KE LUAR DARI LlNGKUNGAN GEREJA KITA SENDIRI. Pergi ke tempat yang ramai dengan kegiatan hidup ini, di jalan-jalan raya dan persimpangan orang banyak, di tempat-tempat pertemuan umum, di bioskop, taman-taman, tenda-tenda, di rumah-rumah orang, di tengah kaum kafilah, di bawah naungan pohon rindang, di gedung pementasan sandiwara, dan menceritakan kepada dunia bahwa “Saya telah melihat YAHWEH.”- lalu SAMPAIKAN KEPADA MEREKA BERITA KESUKAAN lTU. (Yohanes 20:18).

Pada buku “Why Not Women?”,   Loren Cunningham dan David Joel Hamilton mengatakan bahwa pelarangan wanita terlibat di dunia penginjilan dan misi adalah tipu daya iblis untuk menghambat rencana Elohim bagi memenangkan jiwa dan interpretasi pemimpin Gereja yang salah atas tulisan Rasul Paulus. Bp. L. Cunningham adalah pendiri organisasi misi internasional, dan Bp Hamilton ahli budaya kuno Ibrani, Yunani dan Romawi. Penjala Baja

17. BAGAIMANA MENDEKATI ORANG BERDOSA

Maksud saya menulis buku ini bukanlah untuk mengajarkan kepada anda tehnik memenangkan jiwa. Sebab untuk keperluan itu kita butuhkan pembahasan tersendiri lagi. Dengan uraian singkat ini saya hanya ingin menggugah perhatian pihak gereja, bahwa tradisi yang kaku sangatlah membatasi pelayanan gereja terhadap orang-­orang berdosa yang ingin datang ke gereja. Sembilan puluh persen dari orang yang belum bertobat itu hanya bisa diberitakan Injil kepada mereka itu, DI LUAR DARI LlNGKUNGAN GEREJA. Oleh karena kita diperintahkan untuk menggapai “semua mahluk” untuk menyampaikan Injil itu kepada mereka, maka kita pun harus membawa Injil itu kepada orang-orang yang berdosa di tempat mereka itu berada.

Walaupun demikian, saya ingin menyisihkan satu pasal ini khusus untuk membicarakan bagaimana cara yang baik melaksanakan tugas penginjilan itu. Jadi pembahasan saya ini hanyalah berupa suatu pendekatan ke arah memenangkan jiwa yang terhilang itu. – yakni apa yang dapat diucapkan oleh seorang Kristen kepada seorang berdosa untuk menarik dia pada suatu pembicaraan, sehingga kita boleh bersaksi kepada­nya tentang Ha Mashiah dan keselamatan bagi dirinya itu.

Saya persembahkan cara ini sebagai suatu usaha untuk menunjukkan kepada kaum awam betapa mudahnya sebenar­nya memenangkan jiwa. Yang meruwetkannya sebenamya hanyalah tradisi manusia itu.

Tradisi mewajibkan seseorang harus menjadi manusia yang hafal ayat-ayat Alkitab apabila ia harus pergi memberi kesaksian. Tradisi mewajibkan kaum awam harus menguasai isi Alkitab itu dengan pengetahuan yang cukup mantap, agar bisa memojokkan seorang berdosa. Atau kita harus senantiasa siap sedia dengan senjata ampuh “Maka demikianlah sabda YAHWEH Elohim!” Tradisi memaksakan seseorang harus menjadi seorang manusia suci sebelum ia berusaha hendak memenangkan jiwa orang lain. Tradisi itu membuat suatu pelayanan yang bersahaja itu serba rumit segala-galanya. Tradisi itu merenggut berkat yang paling berlimpah-limpah dari pihak kaum awarn dan menetapkannya sebagai hak istimewa kaum profesional saja, yang kadang kala malah tidak becus untuk melaksanakan pekerjaan itu dengan hasil yang baik.

Seorang pastor atau pendeta menyampaikan pengumuman kepada anggota jemaatnya pada suatu hari Minggu: “Kalian serahkan saja tugas penginjilan dan bersaksi itu kepada gembala sidang. Tempat kalian ialah cukup saja hadir dengan setia di dalam gedung gereja ini.” Itulah tradisi!

Padahal apa yang disebut bersaksi sebenarnya hanyalah suatu percakapan yang sederhana antara seorang Kristen dengan seorang jiwa yang terhilang tentang suatu rencana penyelamatan. Setiap orang awamn dapat melakukannya. Yang terpenting ialah bagaimana kita melibatkan diri dalam percakapan itu tanpa membangkitkan rasa pertentangan.

Apabila anda bisa belajar melakukan hal itu, maka anda bisa memenangkan jiwa buat Ha Mashiah. Itulah sebabnya mengapa saya membatasi diri dalam pasal ini pada teknik bagaimana datang kepada persoalan pokok itu.
Mungkin anda sudah berapa puluh kali ingin bersaksi kepada seseorang, tetapi anda tidak dapat mengarahkan pembicaraan itu dengan tepat. Oleh karena kuatir akan mengalami kegagalan, maka anda membiarkan saja kesempat­an itu berlalu.
Saya ingin membantu anda bagaimana bertindak bijaksana dalam berhubungan dengan seorang jiwa yang terhilang untuk dimenangkan buat Ha Mashiah.
Di sini saya kemukakan beberapa petunjuk sederhana dalam melakukan “pendekatan” yang anda bisa pergunakan dalam keadaan yang bagaimana pun juga agar bisa memperlan­car jalannya pembicaraan anda itu.

***

Pertama: “PERNAKAH ANDA MEMIKIRKAN SECARA MENDALAM SOAL-SOAL YANG BERSANGKUTAN DE­NGAN PERKARA ROHANI?”

Kemukakanlah pertanyaan ini dalam bentuk yang hati-hati dan bijaksana sekali. Jangan kentara seperti dirancang, melainkan buatlah sedemikian rupa sehingga pertanyaan itu terasa seolah-olah wajar saja.
Maksud dari pada pertanyaan ini ialah untuk memusatkan jalan pikiran jiwa yang terhilang itu ke arah perkara-perkara yang bernilai rohani sehingga ia tidak merasa langsung dikejutkan.
Tetapi hendaklah anda tetap usahakan bahwa pembicaraan anda itu berada di atas rel yang wajar dan santai sifatnya. Anda boleh mengajukan pertanyaan ini apabila anda sudah merasa jalannya pembicaraan itu sudah cukup licin. Misalnya setelah beberapa menit anda bercakap-cakap itu anda berkata :

“Kami datang berkunjung ke tempat anda sebenarya dengan maksud agar kita bisa berkenalan lebih erat dan akrab lagi. Mary dan saya telah memperoleh banyak kawan melalui cara ini. Kami telah menjadi orang Kristen selama bertahun-­tahun lamanya dan kami merasa diri kami sangat berbahagia. Saya tidak tahu bagaimana sikap dan pandangan anda terhadap YAHWEH. Tetapi saya kira kita mempunyai banyak perbedaan dalam hal ini. Oh ya, ngomong-ngomong apakah anda pernah merenungkan tentang nilai-nilai rohani dalam kehidupan kita ini?”

Jawabannya: “Oh, rasanya saya sudah pernah. Meskipun tidak begitu mendalam.”

Bisa juga anda beroleh suatu jawaban yang terlalu umum sifatnya. Sebagian orang ada yang perlu waktu sepuluh menit baru tiba pada jawabannya yang sebenarnya. Yang lainnya lagi hanya sekadar menjawab “ya” atau “tidak” secara singkat saja.

Tetapi janganlah anda menyela terhadap jawabannya itu. Biarkanlah dia berbicara terus. Dengarkan saja dulu. Nilailah dirinya itu lewat ucapan-ucapannya tersebut. Pelajari baik-baik bagaimana jalan pikirannya.

Pertanyaan “pendekatan” itu hanyalah sekadar untuk memancing dia bagaimana sebenarnya pendiriannya mengenai hal itu, agar dia mengungkapkan hal itu. Saat bagi anda untuk berbicara ialah setelah anda mendapat jawaban terhadap “pertanyaan pendekatan” itu dan pintu kelihatannya terbuka sudah. Apabila anda adalah seorang pendengar yang baik, maka anda pun akan didengarkannya apabila anda mengemu­kakan kesaksian kelak.

Yang terpentlng ialah: Apa pun jawaban orang itu terhadap pertanyaan pendekatan anda itu, entah panjang atau pendek, hendakIah anda terus melangkah kepada pertanyaan yang berikutnya! Anda hanya bisa memimpin terus pembicaraan itu apabila anda tetap bertaut pada pertanyaan “pendekatan” tadi itu.

Kedua: “APAKAH PENDAPAT ANDA TENTANG KE­ BUTUHAN NILAI ROHANI TERBESAR DAGI SESEORANG?”

Dalam hal ini anda harus bertindak sebagai seorang penanya yang betul-betul menaruh minat  dan jangan sama sekali bersikap seperti seorang guru. Dengarkanlah kepada jawabannya. Mungkin saja ia akan mengemukakan masalah hidupnya sendiri.

Bersikaplah tetap santai. Berdirilah tetap pada garis umum. Biarlah kawan bicara anda itu menaruh kepercayaan kepada diri anda, bahwa dia boleh membicarakan hal ini tanpa beroleh tekanan dari pihak anda. Malah ada kemungkinan ia akan mengemukakan sendiri kebutuhannya untuk merindukan kese­lamatan itu. Apabila hal ini dinyatakannya demikian, maka ini berari “pendekatan” anda itu telah sempat membuka pintu lebar-Iebar bagi pembicraan anda lebih lanjut.

Anda boleh mengajukan pertanyaan pendekatan yang kedua di atas tadi dalam susunan kata-kata dan percakapan yang sangat wajar sekali, seperti misalnya: “Anda tahu bukan, betapa ramainya orang berbicara soal kebutuhan jasmani dalam hidup kita belakangan ini. Akan tetapi kebutuhan rohani pun tidak kalah pentingnya bagi kita. Menurut pendapat anda, apakah kebutuhan utama bagi kita dalam mengemban nilai-nilai rohani itu?”

Jawaban: “Oh, saya tidak tahu. Mungkin saja pergi ke rumah ibadat dan percaya kepada YAHWEH, atau semacam itulah kira-kira.

Tentu saja anda bisa harapkan bahwa anda akan beroleh macam-macam jawaban terhadap pertanyaan anda di atas tadi itu.
Janganlah memotong pembicaraannya. Dengarkan saja dulu! Kesempatan itu akan memberikan gambaran kepada anda bagaimana sebenarnya pendirian orang itu. Apa pun jawabannya, maka hendaklah anda bergerak melangkah kepada pertanyaan yang herikutnya.

Ketiga: “SEPERTI ANDA KETAHUI MAKA KEBUTUHAN MANUSIA AKAN NILAI-NILAI ROHANI YANG TERBESAR ADALAH PENGAMALAN TENTANG KESELAMATAN (KEKAL). APAKAH ANDA PERNAH MEMIKIRKAN SOAL KESELAMATAN (KEKAL) DIRI ANDA SENDIRI?”

Pokoknya anda beranggapan bahwa ia belum beroleh keselamatan itu, tetapi walaupun demikian janganlah anda berkata bahwa dia belum beroleh keselamatan itu. Tunggulah dahulu dari ungkapan jawaban-jawaban yang ia berikan. Ia akan berpikir dulu mengenai sesuatu waktu atau hal yang mungkin pernah ia alami. Entah sesuatu yang meyakinkan dia tentang nilai hidup itu, entah pengalaman hampir mendekati maut dan sebagainya. Dari penjelasannya anda bisa beroleh petunjuk bagaimana sikap orang itu sebenarnya terhadap agama.

Apabila ia pernah mengalaml hal yang meyakinkan dia tentang keselamatan tidak apa-apa. Pertanyaan anda itu masih tetap juga bermanfaat untuk membuka pintu bagi anda untuk mengetahui pengalaman hidup orang itu. Kemungkinan besar jawabannya akan berbunnyi sebagai berikut:

Jawaban: “Saya yakin, setiap orang memerlukan keselamat­an kekal tersebut.”

Hampir selalu pertanyaan pendekatan ketiga ini membang­kitkan ingatan pada sesuatu pengalaman. Apabila ia mengemukakannya, DENGARKANLAH baik-baik! Hendaklah anda pasang telinga dan menaruh minat terhadap keterangannya itu. Lalu anda melangkah maju langsung kepada langkah yang ke empat, tidak peduli apa pun jawaban yang ia berikan.

***

Keempat: “BAGAIMANA PENDAPAT ANDA, APAKAH YANG BARUS DIPERBUAT SESEORANG AGAR IA BEROLEH KESELAMATAN TERSEBUT?”

Bersikaplah polos dalam mengajukan pertanyaan itu. Sebab pertanyaan ini sangat vital sekali sifatnya. Dari jawabannya maka anda akan bisa menilai sampai berapa jauh ia memahami Injil itu.

Mungkin saja anda akan terpesona, bahwa anda harus menerima jawaban semacam ini misalnya: Kebanyakan orang yang belum mengenal kesela­matan mengemukakan jawaban “tepergantung pada diri anda sendiri”. “Kita hendaknya selalu berbuat baik sedapat mungkin, membayar segala hutang kita, bersikap baik hati terhadap hewan.” Atau mungkin pula jawaban itu berbunyi begini, “Bergabunglah dengan salah satu gereja, dibaptis, lalu berdoalah.” Atau ada kemungkinan pula jawaban itu akan bernada protes dari sikap pribadinya dengan berkata, “Oh, saya tidak pemah menyakiti hati orang lain. Pokoknya saya rasa diri saya bereslah.”

Perhatikan baik-baik. bahwa dengan pertanyaan yang keempat ini anda sedang meneliti sasaran anda itu apakah ia sudah mengenal keselamatan itu atau belum, tanpa ia menyadarinya. Sebab apabila anda bertanya langsung kepada­nya, “Apakah anda sudah diselamatkan?” atau “Apakah anda sudah menjadi seorang Kristen?” maka bisa saja ia langsung

menjawab “Ya” Dengan demikian anda tidak beroleh kesempatan untuk mengetahui pengalamannya tersebut, selain itu kemungkinan timbulnya perdebatan.

Apabila kemungkinan pertentangan paham itu timbul di dalam percakapan anda berdua itu, maka besar kemungkinan, anda akan menang dalam perdebatan itu, akan tetapi anda akan kehilangan jiwa tersebut. Oleh sebab itu hindari sebanyak mungkin adanya perbedaan paham atau perdebatan sengit dalam soal ini. Tetaplah berdiri di atas garis di mana anda nampaknya tetap bisa sejalan dengan cara pikir kawan bicara anda itu, tetapi anda tetap memegang kendali pembicaraan tersebut.

PERKECUALIAN: Apabila kawan anda bicara itu membe­rikan jawaban terhadap pertanyaan “pendekatan” yang keem­pat ini secara jujur dalam pengakuannya misalnya: Entahlah, saya tidak tahu.” atau Saya belum bisa menjawabnya, maka hendaklah anda segera meloncat ke pertanyaan yang kelima, dengan maksud menunjukkan kepadanya tentang firman Elohim itu kepadanya.

Tetapi pada umumnya pertanyaan yang keempat ini akan menarik perhatiannya atau menggeser dia keluar dari garis pembicaraan itu. Sebab kebanyakan orang biasanya sudah punya pendapat atau pendirian tertentu mengenai hal ini. Banyak yang percaya akan perbuatan baik atau hal-hal semacam itu. Tidak apa, bilamana ia memberikan jawaban kepada anda berupa pendirian pribadinya itu, terimalah, dengarkanlah baik-baik! Hal ini penting bagi anda agar anda bisa mengetahui bagaimana jalan pikiran dia yang sebenarya. Lalu melangkahlah ke pada pertanyaan anda yang ke lima.

Kelima: “YA, ANDA BENAR. SETIAP ORANG ME­MANG WAJIB BERBUAT HAL SEPERTI ITU. AKAN TETAPI APA YANG SAYA MAKSUDKAN SEBENARNYA IALAH: BAGAIMANA CARANYA ANDA MELAKSANAKAN HAL ITU UNTUK BEROLEH KESELAMATAN KEKAL TERSEBUT.”

Jawaban: Apa pun yang dikemukakan kawan bicara anda itu sebagai jawaban, berbuatlah diri anda seakan-akan setuju  dengan dia, dan bahwa buah pikirannya itu adalah baik. (dan biasanya juga hal itu akan membawa pabala), akan tetapi hendaklah anda melangkah kepada “pertanyaan pendekatan” yang keenam.

***

Keenam : “YA, ANDA BENAR DALAM HAL INI. MEMANG KESELAMATAN ITU SEBENARNYA ADALAH JAUH LEBIH SEDERHANA DARI APA YANG KlTA DUGA. IZINKANLAH SAYA MENUNJUKKAN KEPADA ANDA TIGA ATAU EMPAT KEJADIAN (sementera itu anda boleh mengambil keluar Alkitab anda) YANG MENUNJUKKAN APA SEBENARNYA YANG PATUT DIPERBUAT SESEORANG UNTUK BEROLEH KESELAMATAN ITU.”

Jawaban : Biasanya kawan bicara anda itu akan berkata, “Ya, silakan.” atau, “Tentu saja, saya tidak keberatan.”

PERHATIAN: Mungkin ada sesorang yang berkata, “Ah, saya sudah pernah membaca Alkitab.” Dalam hal semacam ini berkatalah singkat, “Ya, saya tahu hal itu, bahwa anda telah paham soal itu. Saya yakin anda merasakannya sungguh menarik, bukan? Coba perhatikan, di sini ada terdapat dua buah ayat yang menarik seperti yang anda katakan ltu.” Maka tentu saja ia akan ikut mendengarkan.

***

Sekarang pintu telah terbuka bagi anda untuk mengemukakan lima buah kesaksian anda. Akan tetapi janganlah anda sama sekali berkhotbah!
Gunakanlab jangan lebih Dari dua atau tiga ayat saja dari Alkitab itu.
Kemukakanlah apa yang hendak anda utarakan itu secara tegas dan gamblang agar betul-betul terarah baginya untuk mengambil satu keputusan.

Saya sarankan ayat-ayat yang berikut ini bersama dengan lima titik pakok dalam garis besarnya:

1. KEBUTUHAN MANUSIA. -Roma 3:23.
2. HUKUMAN ATAS DOSA. -Roma 6:23a.
3. JALAN KELUAR MELALUI HA MASHIAH. -Roma 5:8.
4. ANUGERAH ELOHIM BAGI MANUSIA. -Roma 6:23b.
5. BAGAIMANA MENERIMA KESELAMATAN. -Roma 10:9, 10, 13.

(Anda bisa memberi tanda pada tepi halaman ayat-ayat ini dengan pinsil merah misalnya, untuk memudahkan anda mencarinya dan memperlancar penggunaan urutannya di dalam pelaksanaan pembicaraan itu nanti).

Di dalam kesaksian anda itu hendaklah anda berbicara serba singkat dan jangan sama sekali mengajukan pertanyaan kepada orang yang bersangkutan. Kemukakan kenyataan-kenyataan!
Marilah kita bayangkan misalnya orang yang bersangkutan itu setuju dengan kesaksian anda itu.
Walaupun demikian hendaklah anda bersikap positif. Berikanlah kesan bahwa anda yakin bahwa dia setuju sepenuhnya di dalam segala hal tentang apa yang anda kemukakan itu. Hendaklah anda yakin betul bahwa dia senang dan gembira dengan adanya kenyataan tentang keselamatan itu.

Maka segeralah anda memberi kesipulan dengan segera dengan cara memberi saran-saran seperti ini misalnya, “John, semuanya ini merupakan kebenaran yang betul-betul indah. Saya telah yakin bahwa anda sangat menghargai betapa mudahnya dan sederhananya YAHWEH telah membuat bagi kita kesempatan untuk diselamatkan itu. YAHWEH bersabda agar kita mengaku dosa kita dan meminta agar Ha Mashiah mengampuni kita agar bisa diselamatkan. Apabila anda mau melakukan hal ini, maka Ia akan datang ke dalam hatimu dan masuk ke dalam kehidupanmu. Maka Ia akan betul-betul (mengampuni dosa-dosa masa lalu dan) menyelamatkan anda!”

***

LALU BERKATALAH DENGAN SUARA PERLAHAN:
“Apabila anda tidak keberatan, maka saya ingin agar kita boleh berdoa bersama-sama sebentar.”
Janganlah menunggu izin yang akan dia berikan. Tundukkanlah langsung kepala anda, tutuplah mata anda­ dan teruskanlah ucapan anda dengan berkata:
“Sementara saya berdoa untuk anda, saya mohon anda pun turut menutup mata dan menundukkan kepala bersama dengan saya. Biarlah kita membayangkan bahwa YAHWEH berada sungguh-sungguh di samping kita berdua in! Saya yakin betul bahwa YAHWEH mengasihi anda, oleh sebab itu Ia pun ingin memberkati anda dengan seluruh keluarga isi rumah anda.”

***

SEKARANG BERDOALAH:
“Yahweh Yeshua, terima kasih atas kesempatan yang Engkau berikan bagi kami untuk dapat diselamatkan. Tolonglah saudara John ini juga melihat keselamatan baginya itu sekarang ini juga. Tolonglah dia berseru akan nama Yeshua sebagai Juru Selamatnya. Selamatkan saudara John ini sekarang juga.
YAHWEH, biarlah kegirangan dalam beroleh keampunan dosa dan damai dari padaMu itu datang atas saudara kami ini pada saat ini juga.”
Apabila kawan bicara anda itu adalah seorang tua, maka berdoalah juga kepada YAHWEH agar Dia menganugerahkan sanak keluarga dan anak-anaknya itu satu rumah tangga Kristen yang berbahagia. Tetapi hendaknya semuanya serba singkat. Kemukakan saja hal-hal pokok, dan tepat pada sasaran.

***

PENTING: Janganlah menutup doa anda! Jangan berkata, “Di dalam nama Yeshua, Amin!” Apabila anda lakukan hal ini, maka ia akan mengangkat muka dan kesempatan bagi anda untuk memperoleh keputusan dari padanya akan hilang.

Janganlah tutup doa anda itu! Mulailah berbicara lagi dengan dia sementara kepala anda masih menunduk.
Berkatalah: “John, sementara matamu tertutup dan kepalamu tertunduk maukah anda meminta di dalam hati anda agar Yeshua menyelamatkan anda? Anda bisa melakukan­nya hal itu sekarang ini juga. [Ikulah doa saya.]
Berkatalah: Ya YAHWEH, saya mengaku bahwa saya ini manusia yang berdosa.”

Tunggulah sampai ia mengulangi ucapan anda itu. Anda telah melakukan apa yang anda mampu perbuat. Ha Mashiah beserta dengan anda. Oleh sebab itu kawan bicara anda itu hendaknya menjawab “Ya” atau “Tidak” kepada YAHWEH. Apabila ia memang tertarik oleh Roh YAHWEH, dan apabila ia memang telah mengambil keputusan untuk mengiring Ha Mashiah, maka ia akan mulai berdoa.

Kadang kala orang itu akan melanjutkan doa itu tanpa perlu lagi kita memberi saran-saran kepadanya. Jika keadaan­nya demikian, maka hendaklah anda menggabungkan diri di dalam hati anda bersama dengan dia. Atau mungkin juga ia meniru ucapan anda yang pertama, lalu anda hendaklah berhenti sejenak menunggu. Waspadalah. Kemudian anda boleh teruskan.

“Saya berseru kepadaMu YAHWEH.”
“Ampunilah segala dosaku.”
“Saya percaya Engkau telah mati bagi saya.”
“SAYA MENERIMA ENGKAU SEBAGAI JURU SELA­MAT PRIBADIKU.”
“Saya percaya bahwa Engkau telah bangkit dari antara orang mati sesuai dengan bunyi Alkitab.”
“Saya menerima Engkau di dalam kehidupanku.”
“Saya percaya Engkau telah menyelamatkan saya sekarang ini.”
”Terima kasih YAHWEH Yeshua untak keselamatan itu. Amin!”

***

Setelah kawan anda itu menerima Ha Mashiah, maka anda dapat menolong dia dalam banyak hal.

Sekarang ia menaruh kepercayaan pada diri anda. Ia merasa bahwa ia boleh mempercayai anda sepenuhnya. Ia tahu bahwa anda MENARUH PERHATIAN atas nasibnya. Maka ia pun kemungkinan besar akan mau menghadiri kebaktian di dalam gereja anda, sebab kini ia telah sama-sama percaya apa yang anda yakini itu.

Aturlah waktu agar anda bisa ke gereja bersama dengan dia, atau anda hendaknya sudah berada di pintu gereja apabila ia datang, sehingga anda boleh menyambutnya dengan baik. [Menjemputnya untuk ke gereja untuk pertama kali adalah tindakan terbaik, menghindari teman anda ini dari rasa malu atau ’tidak aman’ berada di tempat yang baru] Perkenalkanlah dia kepada kawan-kawan anda serta saudara-­saudara anggota gereja lainnya yang seiman. Antarkanlah dia kepada pendeta anda secara pribadi. Ceritakanlah kepada pendeta anda tentang pertobatan yang telah ia lakukan.

Doronglah dia dengan saran-saran untuk membaca Alkitab setiap hari!

Berikanlah kepadanya bahan bacaan pilihan.

Berkunjunglah ke rumahnya secara tetap. Bacalah Alkitab bersama dengan dia. Sambutlah dengan ramah apabila ia menghadiri pelajaran Alkitab. Ia adalah saudara seiman anda. Maka tidak akan makan waktu lama, ia pasti akan mengikuti anda berkunjung ke rumah jiwa orang yang terhilang lainnya, belajar bagaimana bersaksi itu, maka dalam waktu singkat anda telah menghasilkan seorang pemenang jiwa yang baru pula. Gereja anda telah diperkaya dengan satu pemenang jiwa lagi.

***

Untuk kepentingan anda, yang sewaktu-waktu mungkin anda bisa gunakan, di sini kami sajikan enam buah “pertanyaan pendekatan” sebagai bahan pembuka pembicaraan dengan seorang jiwa yang terhilang itu:

1. Pernahkah anda memikirkan secara mendalam peri hal nilai rohani dalam hidup ini?
2. Apakah pendapat anda tentang kebutuhan manusia yang terbesar dalam kehidupan rohaninya?
3. Pemahkah anda memikirkan tentang perlunya anda membutuhkan suatu keselamatan bagi hidup anda?
4. Bagaimanakah pendapat anda, apakah yang diperlukan seseorang untuk diperbuat agar beroleh keselamatan itu?
5. Bagaimanakah sikap anda untuk beroleh selamat itu?
6. Dapatkah saya menunjukkan kepada anda satu dua ayat Alkitab yang berisi sesuatu petunjuk bagaimana seseorang bisa beroleh keselamatan?

Saya sarankan agar pertanyaan-pertanyaan ini dihafal dengan baik urutannya dan demikian pula ayat-ayat yang menjadi pendam­ping bagi 5 pokok kesaksin anda. Inilah garis besar dari apa yang diperlukan seorang Kristen dalam untuk ia ketahui apabila pergi keluar dari lingkungan gereja dan memenang­ kan jiwa buat Ha Mashiah.

“Mereka yang bertindak bijaksana akan bercahaya gemer­lap bagaikan cuaca terang di langit, sedangkan mereka yang membawa banyak orang kepada kebenaran akan bersinar cemerlang bagaikan bintang-bintang yang kekal seIama-lama­nya.” (Daniel 12:3)

18. SASARAN PENGINJILAN DAN BARISAN BELAKANG

Saya tidak percaya akan penanggulangan masalah. Yang saya yakini ialah kebijaksanaan dalam mengam­bil keputusan untuk menanggulangi masalah itu.

Oleh karena kami telah menyelenggarakan misi di ladang YAHWEH hampir ke seluruh dunia, maka YAHWEH telah memberi kesan kepadaku dari waktu ke waktu, bahwa dengan keputusan yang bijaksana kita bisa menanggulangi kesulitan itu. Salah satu dari keputusan itu ialah menghasilkan dan memperkembangkan sejumlah peralatan bagi keperluan memenangkan jiwa. Alat-alat penginjilan ini, seperti yang biasanya kami menyebutkannya, terbukti sangatlah bermanfaat dalam penggu­naannya selama bertahun-tahun.

***

BAHAN CETAKAN YANG BERBICARA
Dalam menghadapi pembaca yang baru melek huruf di daerah-daerah yang masih sederhana tingkat peradabannya, maka saya telah menulis traktat atau selebaran dengan gaya yang demikian sederhananya, sehingga seorang anak kecil pun bisa mengertinya – di dalam delapan belas macam berita keselamatan.

Dengan bantuan ahli-ahli penterjemah, maka bahan bacaan itu telah dicetak kembali dalam lebih dari 100 macam bahasa. Sekarang ini bahan-bahan bacaan itu mengalir keluar dari mesin percetakan dalam jumlah satu TON perharinya. Penyampaiannya sedemikian sederhana dan jelas sehingga penginjil di seluruh dunia yang meliputi lebih dari dua ratus organisasi dapat memanfaatkannya. Banyak ladang YAHWEH betul-betul merasakan betapa besar manfaatnva alat-alat penginjilan itu.

Kaum yang tidak percaya adanya Elohim justru telah menyebarkan paham mereka secara luas di seluruh dunia dengan penyebaran bahan cetakan yang luar biasa banyaknya.
Alkitab itu sendiri sebenarya adalah iman Kristen dalam bentuk CETAKAN. Dan kita tidak perIu memperbincangkan lagi betapa besar nilainya bahan-bahan cetakan itu bagi para pembaca.
Saya melihat betapa besar pula peranan barisan belakang untuk medan penginjilan yang luas itu. Betapa besarnya para pendeta, kaum penginjil dan anggota-anggota gereja sebagai pekerja nasional membutuhkan bantuan dari garis belakang Ini. ltuIah sebabnya mengapa kami juga membuat alat-alat pemenang jiwa ini juga di bagian barisan belakang.

Brosur dan pamflet adaIah cukup sederhana isinya bagi pembaca di pedesaan Afrika dan Amerika Selatan, tetapi sama efektifnya bagi desa-desa di Amerika Utara dan Eropa. Berita keselamatan yang terkandung di dalamnya tidak mengandung bahasa yang tinggi-tinggi atau muluk-muluk. Tak ada alat yang begitu praktis penggunaannya di dalam tugas memenangkan jiwa seperti traktat-traktat Penginjilan yang kami terbitkan itu.

Suatu senyuman, sambil menyodorkan selembar traktat dan kata-kata kesaksian yang meyakinkan, dapat membuka jalan ke arah memenangkan jiwa yang dapat membawa seorang jiwa yang terhilang datang berdoa dan berlutut di kaki Ha Mashiah untuk bertobat.

Oleh sebab itu perlengkapilah diri anda beserta rekan-re­kan anda yang seiman dengan traktat-traktat itu. Dengan demikian anda berada di ambang pintu langkah keluar untuk menemui pengalaman di bidang memenangkan jiwa. Kami mempersiapkan ke delapan belas macam traktat dalam jumlah yang besar, dengan CUMA-CUMA kepada para pemenang jiwa. Anda cukup saja membayar ongkos perangko pengirimannya beserta biaya penyerahan sebesar ($ 1 dolar setiap 1000 lembarnya. Data lama, Penjala Baja). Anda boleh menyampaikan permintaan itu kepada perwakilan kantor kami yang terdekat dengan negara atau daerah anda.

***

AMANAT YANG MAGNETIS
Salah satu masalah yang dihadapi orang di bidang penginjilan ialah bahwa sebagian besar jumlah orang-orang Kristen setempat di berbagai negara itu masih merasa sulit, terutama dalam tahap pertama kalinya, untuk memberitakan Injil dengan tepat dan teliti, oleh karena sebagian besar di antara mereka itu belum begitu menguasai kisah-kisah dalam Alkitab.

Saya merasa mendapat tantangan untuk membantu para pekerja nasional di tiap negara di mana pun mereka itu berada, agar mereka bisa berbuat apa yang saya bisa perbuat jika sekiranya mereka adalah bertugas seperti saya juga. Oleh sebab itulah saya menciptakan suatu alat yang bisa membantu para pekerja itu menginjil dengan Iancar seperti pekerja YAHWEH yang berpengalaman. Dengan bantuan alat perekam magnetis, maka saya bisa merekam khotbah-khotbah yang temyata bisa efektif, sebab sudah diterjemahkan pula ke dalam berbagai bahasa dan dialek oleh para penterjemah.

Dengan membawa perlengkapan alat-alat rekamanan ini (lingua tape units), maka kita membuka kemungkinan bagi orang-orang Kristen untuk membawa amanat penginjilan itu ke tempat-tem­pat yang tidak pemah kita bayangkan sebelumnya.

Sekarang ini alat-alat itu telah membawa kita pada suatu kenyataan. Peralatan dengan memakai kemampuan tape itu telah membuka kemungkinan penyebaran Injil itu ke seluruh permukaan bumi. Lebih banyak jiwa telah berhasil dimenang­kan lewat penggunaan tape itu dari pada penginjilan yang saya sendiri harus datangi. Dan sementara jiwa-jiwa itu diselamat­kan, maka bertambah pula jumlah kaum pekerja yang harus dididik. Setelah mereka mendengarkan khotbah-khotbah itu sampai beberapa kali, maka mereka lalu pergi berkhotbah pula ke mana-mana. Tidak makan banyak waktu bagi mereka untuk berkhotbah secara efektif seperti yang saya lakukan – tanpa perlu menggunakan seorang juru bahasa untuk menterjemahan­nya langsung.

Di markas bagian belakang ini kita memperoleh hasil yang cukup memuaskan pula. Karena kami beroleh kenyataan bahwa alat perekam atau alat pemutar piringan hitam [sekarang CD, DVD, USB serta Internet] yang mudah dibawa ke mana-mana itu dapat merupakan bantuan yang besar dalam memenangkan jiwa.

Coba ingat akan rasul Paulus. Ia harus bekerja berhari-hari lamanya untuk sekadar menulis dengan tangan untuk dapat menghasilkan sebuah surat kiriman kepada sidang jemaat.

Pada waktu itu ia tidak menggunakan kertas karbon ataupun mesin ketik. Bagaimana jika sekiranya pada jaman Rasul Paulus itu sudah dikenal tape-recorder seperti sekarang? Tentu saja Paulus pasti menggunakan tape recorder [komputer] untuk keperluan penginjilan seperti yang kita gunakan sekarang ini. Ia pasti telah memperbanyak surat-surat ajarannya itu sebanyak mungkin dengan tape [disc dan usb], agar bisa dikirimkan ke segenap pelosok dunia untuk memberitakan Ha Mashiah kepada sekalian bangsa itu. Dengan bantuan alat tape recorder dan piringan hitam itu kita bisa melaksanakan kampanye penginjilan selama dua minggu berturut-turut di dalam suatu rumah keluarga, ruang pertemuan umum, salon kecantikan, penjara, rumah sakit, atau bahkan di samping sebuah tempat tidur seorang yang sakit atau cacat bila anda menghendakinya. (Anda dapat menggunakan alat pendengar yang bisa dipasang di telinga sambil mendengar­kan rekaman itu tanpa mengganggu orang-orang di sekitar anda, sebab suaranya bisa disumbat pula). Sedangkan alat amplifair memungkinkan anda bisa berkhotbah kepada sejum­lah besar orang-di tengah ribuan kaum pekerja, di pasar-pasar yang ramai, atau di mana saja tempat orang-orang banyak bisa beroleh kesempatan untuk mendengarkannya.

Tim-tim yang tersusun rapi dan terdiri dari para penginjil dan barisan pekerja YAHWEH dari kalangan sesama rekan orang Kristen, dapat menggunakan alat ini dengan berhasil baik dalam memenangkan jiwa. Dengan hanya menekan knop saja maka anda sudah bisa memenangkan jiwa dengan sistim yang sungguh modern.

Seorang wanita tua berusia 73 tahun di Ohio membeli sebuah tape recorder portable, sehingga ia bersama dengan kakaknya yang berusia 76 tahun umumya bisa berkeliling melakukan kunjungan ke berbagai rumah sakit, penjara setempat, balai-balai desa, dan kawan-kawan mereka yang sudah lama tidak muncul di gereja. Ia menulis kepada kami sebagai berikut, “Saya berusia 73 tahun, tetapi itu hanyalah ukuran lahiriah saja. Tetapi jiwaku tetap muda untuk bersaksi tentang YAHWEH. Kita orang-orang tua yang sudah beruban patut pula berbuat sesuatu dalam sisa hidup kita ini.”

Setiap gereja hendaknya memiliki sejumlah tape recorder atau pick-up piringan hitam untuk keperluan penginjilan pribadi, dan meminjamkan kepada orang-orang Kristen yang mau bekerja untuk penyebaran Injil YAHWEH dan memenangkan jiwa buat YAHWEH. Sampai sekarang masih sedikit sekali gereja YAHWEH yang memanfaatkan tehnologi modern! Padahal tidak ada salahnya kita menggunakan kemajuan peralatan itu.

Di dalam peralatan yang berkembang luas itu kami menyebar luaskan suara kami, khotbah kami, pengalaman memenangkan jiwa yang kami bersama dengan kaki, tangan, dan hati ribuan umat Kristen yang awam lainnya, sambil memenangkan jiwa dan menambahkan jiwa-jiwa itu menjadi anggota gereja YAHWEH.

***

PERPUSTAKAAN AGAMA MODEL ABAD KE DUAPULUH
Buku-buku yang memberi penerangan dan merupakan berkat bagi jalan pikiran orang banyak betul-betul merupakan satu harta yang tak ternilai harganya. Saya telah berkesempatan menulis dan menerbitkan sejumlah buku-buku yang murah, yang berisi kebangunan iman, keselamatan, penyembuhan ilahi serta cara memenangkan jiwa buat YAHWEH.

Perpustakaan agama model abad ke dua puluh yang kami miliki ini, yang kami sebut “20th Century Faith Library”, merupakan sebuah gedung besar dan luas, tempat menampung peralatan bagi penginjilan. Di gedung ini seorang pencari jiwa yang terhilang dapat bertekun diri dan mempersiapkan hati dan pikirannya dengan membaca-baca persediaan buku yang terdapat di situ, belajar bagaimana harus menjawab pertanya­an-pertanyaan yang timbul dalam masyarakat, bagaimana menghilangkan keragu-raguan, sebelum atau sesudah ia memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang itu.
Perorangan dapat memesannya untuk dikirim atau dibeli atas minat seseorang (bagi perpustakaan gereja atau pembeli dalam jumlah besar dapat beroleh potongan. yang lumayan).

Sebuah gereja, atau perorangan pun dapat mendirikan perpustakaan untuk dipinjamkan tentang buku-buku dan bahan bacaan di bidang agama, baik bagi orang-orang yang belum bertobat maupun bagi pengukuhan iman mereka yang sudah berada di dalam YAHWEH. Apabila sebuah buku itu telah membawa berkat buat kita dan kita menganggapnya sangat penting, maka pantaslah bagi kita untuk meneruskannya kepada orang lain. Buku-buku kami itu justru ditujukan untuk keperluan yang semacam itu.

BERITA BULANAN BERKALA
Majalah kami bemama “Faith Digest,” yakni majalah bulanan yang memuat berita perkembangan penginjilan di seluruh dunia. Majalah ini pun dapat merupakan “alat” pendorong dan pemberi semangat bagi anda bila anda memintanya. Majalah itu diterbitkan di dalam bahasa Inggris dan Jerman. Majalah itu akan dapat dikirimkan dengan CUMA-CUMA kepada setiap orang Kristen yang nama dan alamatnya anda serahkan kepada kami. Ada terdapat enam belas majalah berukuran tabloid, yang kami kirimkan dengan slogan, “Anda telab memberikan buat YAHWEH begitu banyaknya sehingga pantaslab bagi anda untuk menerima majalah FAITH DIGEST ini.”

***

ALAT YANG TAK TERKALAHKAN
Belum ada alat, baik dari jenis yang kuno maupun modern, yang mampu menyaingi daya tarik Film-film Mujizat sebagai penarik jiwa di dalam negeri maupun di berbagai negara di luar negeri. Kami menyebut film-film itu dengan julukan Film-film mujuzat yang tidak terkalahkan.

Dari berbagai macam negara kami telah menerima laporan yang sama nadanya: Tak ada yang lebih mampu menandingi daya tarik terhadap orang banyak dari pada film-film mujizat itu. Perhatian orang sungguh-sungguh tertarik akan berita-beri­ta peristiwa yang mengagumkan berupa dokumen penginjilan itu. Tak ada yang bisa menyaingi daya kerja pemberitaan Injil terhadap orang banyak dari pada film-film yang berisi pesan yang sangat berkesan secara audo-visual itu, di mana orang banyak bisa menyaksikan kuasa YAHWEH itu bekerja di mana-mana.

Film-film itu telah dibuat selama penginjilan massal yang kami lakukan dalam rangka perjalanan kampanye penginjilan kami. Belum ada film yang begitu mengagumkan sebelum ini, yang menarik perhatian begitu banyak orang serta berisi begitu banyak mujizat YAHWEH yang justru terjadi di dalam abad cinematografi modern ini. (Perlu saya sebutkan bahwa film ini adalah merupakan kombinasi pengalaman penginjilan yang berisi unsur:

1. Perjalanan keliling.
2. Penginjilan massal.
3. Peristiwa dan adegan-adegan mujizat.

Kami telah memelo­pori pembuatan film ini sebagai film dokumenter non-fiksi yang terbesar selama kampanye keliling yang kami selenggarakan di pulau Jawa. Maka suatu masa penginjilan yang baru pun merekahlah.

Film-film ini tidak ditujukan untuk sekadar menjadi alat hiburan bagi para anggota gereja. Tetapi film-film itu diperuntukkan bagi alat daya tarik buat orang-orang yang belum percaya YAHWEH, atau orang-orang yang belum diselamat­kan, atau orang-orang yang belum mengenal kehidupan gerejani, agar mereka, boleh mendengar, melibat dan yakin tentang kuasa Elohim pada abad sekarang ini.

Gereja-gereja sering menyewa film ini untuk satu malam sebagai pertunjukan selingan apabila sang pendeta sudah terlampau lelah, atau mungkin tidak berada di tempat, atau untuk keperluan tambahan lain-lainnya. Tetapi kesempatan semacam ini sangatlah terbatas sifatnya.

Industri film selalu menghasilkan film dalam bentuk SERI agar bisa dapat melanjutkan daya tarik pertunjukkannya itu sampai berulang kali – dan tidak mungkin hanya untuk pertunjukan satu malam saja. Memang, para pengusaha industri film cukup bijaksana dan mengetahui bahwa orang akan bercerita kepada orang lain tentang apa yang mereka telah lihat, sehingga mereka pun menganjurkan kepada sahabat kenalan mereka untuk datang menontonnya. Para pemimpin orang Kristen pun haruslah bersikap demikian pula, artinya paling kurang, tidaklah kalah gesitnya dibandingkan dengan orang-orang yang belum mengenal YAHWEH itu.

Kami tekankan di sini bahwa film-film DOKUMENTER kami mempunyai pengaruh yang lain sama sekali terhadap orang banyak serta peri kehidupan iman mereka. Orang-orang berdosa-bahkan kaum atheis dan yang bersikap sinis-bisa menemukan bukti-bukti tentang kekuasaan YAHWEH di dalam film ini, suatu hal yang nampaknya seperti mustahil. Kami menganjurkan agar film-film ini diputar berulang kali di daerah-daerah yang tertentu, sehingga cukup lama bagi film itu untuk menyusupkan pengaruhnya yang menyangkut bidang pelayanan Ha Mashiah itu.

Ingatlah baik-baik, bahwa suatu film DOKUMENTER mempunyai pengaruh yang berbeda sama sekali terhadap orang banyak bila dibandingkan dengan sebuah film cerita dengan suatu plot yang mengandung rahasia. Apabila masalahnya sudah terpecahkan di hadapan mata si penonton, demikianlah sifat sebuah film cerita, maka ia tidak lagi mempunyai daya tarik lebih lanjut. Akan tetapi sebuah film dokumenter akan ditonton orang lebih dari satu kali oleh orang yang sama itu juga. Sedangkan film-film kami ini adalah jelas-jelas merupa­kan suatu rentetan KAMPANYE BAGI KRlSTUS DALAM TINDAK PELAYANANNYA! Itulah sebabnya mengapa film-film ini sangat cocok sekali bagi orang-orang Kristen untuk menggunakan film-film ini bagi keperluan menggapai orang­ orang yang belum diselamatkan itu.

Sejumlah daftar mengenai film-film  kami ada terdapat pada bagian terakhir buku ini. Mintalah keterangan dan formulir Film Kampanye dari kami, maka anda pun bisa turut memperkembangkan penginjilan massal di luar lingkungan gereja sendiri.

Alat penginjilan ini dapat memberikan perlengkapan bagi tujuan penyebaran Injil itu dengan skala sasaran yang lebih luas dan banyak lagi. Film-film dokumenter semacam ini dapat membuka pintu bagi sejumlah besar tempat, yang mungkin anda sendiri barangkali tidak diizinkan untuk menginjil di situ.

***

SASARAN-SASARAN DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA SENDIRI

Lembaga-Iembaga Pendidikan.
Dalam meneliti bidang penginjilan kita, maka hendaklah kita camkan, bahwa film-film dokumenter ini merupakan sarana yang efektif sekali bagi penginjilan di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, universitas, sekolah juru rawat, rumah yatim piatu, lembaga rehabilitasi, asrama-asrama bagi anak-anak putera maupun puteri dan sebagainya.
Film-film itu dapat diperkenankan atas dasar nilai pendidik­an yang terkandung di dalamnya. Anda biasanya diberikan kebebasan untuk memberikan sepatah dua kata sebelum atau sesudah film itu diputar.
Saya rasa inilah alat yang paling bagus dan lebih meyakinkan sifatnya, yang dapat digunakan untuk membawa kesaksian bagi generasi muda sekarang ini.

Cobalah lihat bagaimana Iblis telah memanfaatkan sebaik baiknya film-film ini di dalam gedung bioskop sekarang ini. Bandingkanlah betapa hebatnya pengaruh film-film itu di bidang kejahatan terhadap umat manusia sekarang ini.

Oleh sebab itu apa salahnya bila kita pun memberikan pengaruh yang baik kepada generasi muda kita melalui film-film penginjilan itu. Saya rasa kita bertanggung jawab untuk menyelamatkan generasi muda kita itu. Sayang sekali apabila kita tidak melakukannya.

Lembaga-Iembaga Umum.
Rumah-rumah sakit, rumah-rumah peristirahatan, rumah atau panti asuhan orang jompo, sanatorium, dan rumah pemulihan orang-orang cacad dan sebagainya adalah ladang yang subur bagi penyebaran Injil. Ingatlah, bahwa sekarang ini orang tuli sekali pun sudah dapat menikmati film pada saat ia menonton film. Sedangkan orang buta dapat mendengar pita suara rekaman atau piringan hitam yang berisi penginjilan. (Salah sebuah dari pada buku kami malah sudah diterbitkan dalam huruf Braille).
Kemudian ada lagi terdapat lowongan kesempatan yang luas sekali di lingkungan.

Lembaga Rehabilitasi.
Kita sebutkan saja seperti gedung-gedung penjara, rumah penampungan, orang-orang terlantar, panti asuhan anak-anak nakal dan lembaga pertanian bagi nara pidana.
Boleh juga kita garap penghuni rumah-rumah kaum janda, para pemabuk yang telah ketagihan alkohol, para penyedot madat atau lembaga ketergantungan obat bius, projek-projek pemerintah, basis-basis militer, dan daerah permukiman kelompok orang-orang tertentu.
Sudahkah terlintas dalam benak anda tentang kemungki­nan di KAMP PENGUNGSIAN?

Di mana saja anda temukan sekelompok orang dari kebangsaan tertentu, maka anda pun dapat menemukan suatu ladang penginjilan di dalam negeri anda sendiri. Film-film kami, tape, traktat, dan buku-buku dapat diperoleh hampir dalam segala macam bahasa utama di dunia ini. (Bahasa Spanyol bagi bangsa-bangsa yang berbahasa Spanyol, baik di Spanyol sendiri maupun kepulauan dan jajahannya. Bahasa Urdu, Hindi, Tamil atau India bagian Timur; Bahasa Mandarin atau Kanton bagi orang Cina; Bahasa Tagalog, Cebu atau IIongo bagi orang-orang penduduk Pilipina; Bahasa Perancis bagi bangsa-bangsa dan kepulauan yang berbahasa Perancis; Bahasa Italia; Jerman; atau hampir setiap jenis bahasa apa saja yang anda butuhkan). Mungkin anda punya panggilan besar untuk menginjil, tetapi anda tidak mampu untuk terjun sendiri ke dalam ladang YAHWEH ltu. Inilah cara yang paling serasi bagi anda untuk menjadi penginjil dari markas barisan belakang. Mungkin dengan cara ini anda bisa memenangkan lebih banyak jiwa lagi dari pada anda sendiri pergi berkunjung ke luar negeri dengan hasil yang belum beroleh ketentuan.

Dan bagaimana pula pendapat anda tentang tempat-tempat hiburan umum semacam balai hiburan, pasar malam, gelang­gang pameran dan semacamnya? Kesempatan ini pun membuka lowongan yang luas pula bagi penginjilan lewat film dan lain-lainnya itu. Rumah-rumah penginapan, pabrik-pabrik, klab-klab hiburan, bar dan restoran, rumah pembinaan, kedai minum dan sebagainya. Gedung-gedung apartemen, pojok-pojok jalanan, taman umum, plaza, pasar. Di mana saja ada terdapat manasia, maka di situ kita dapat memenangkan jiwa!

Alat ini dapat membuka pintu orang-orang atau keluarga yang kaya-kaya maupun lingkungan gubuk-gubuk orang miskin di perkampungan kota. Misi-misi penyelamatan, hostel milik Bala Keselamatan, panti pendidikan anak-anak nakal, tempat berenang dan banyak lagi tempat-tempat lainnya.

Anda bisa mempertunjukkan film itu pada kampanye penginjilan, kampanye kebangunan rohani bagi perkumpulan kaum muda, pertemuan Pemuda untuk Ha Mashiah, dan lain-lain kelompok sosiaI. Boleh juga di putar di kalangan YMCA dan YWCA (organisasi pemuda dan pemudi Kristen se dunia) atau di lain-lain tempat di mana kaum muda biasanya senang berkumpul.

Dengan menggunakan film-film yang berisikan mujizat YAHWEH itu, maka gereja boleh bersaksi kepada wilayah-wilayah yang jauh sekali bidang penjangkauannya. Begitu pula segala buku-buku, piringan hitam, pita rekaman, traktat untuk disebarkan dari rumah ke rumah, semuanya berguna untuk memenangkan jiwa. Suatu undangan untuk menyaksikan film mujizat ini di tempat yang dipandang netral akan menarik banyak orang berdosa yang tidak mungkin mau datang ke gereja.

Ingatlah baik-baik, pemenang jiwa yang aktif adalah orang-orang Kristen yang berbahagia. Seorang gembala sidang dapat saja mendorong semangat para anggotanya yang awam untuk PERGI KELUAR UNTUK MENGINJIL DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA SENDIRI. Dengan demikian dapat­ dapatlah kita uji sampai di mana kemampuan kita sebagai pemenang jiwa secara pribadi.

Saya yakin sepenuhnya bahwa kebangunan rohani di dalam lingkungan gereja akan berhasil dan kelak membangkitkan satu kebangunan perorangan dalam memenangkan jiwa DILUAR LINGKUNGAN GEREJA SENDIRI.  <:::><

19. ADAKAH SUATU ALAT YANG LEBIH BESAR LAGI?

Seorang ahli filsafat Perancis pernah berkata: “Publik tidak lagi menengok kepada Gereja untuk mencari kebenaran. – mereka telah berpaling ke gedung-gedung bios­kop.” Yang ia maksudkan dengan ucapan ini ialah bahwa Gereja telah tenggelam demikian dalam dan tekunnya di bidang ritual atau berbagai macam upacara keagamaan sehingga gereja sudah tidak sanggup lagi menarik perhatian generasi muda sekarang ini. Dari sini kita berkesimpulan bahwa kaum muda itu menyerap fatsafah hidup ini melalui perantaraan film. Akibatnya ialah suatu masyarakat yang penuh dengan pembe­rontakan, kekejaman dan prinsip hidup yang serba kacau balau. Bukan karena film itu sendiri adalah suatu alat yang jahat, melainkan disebabkan oleh apa yang dipertontonkan di dalam film itu.

Di dalam tahun 1947 YAHWEH muncul di hadapan peman­dangan mataku. Saya menjadi yakin sepenuhnya, bahwa mujizat yang sama seperti dikisahkan dalam Alkitab itu berlaku pula sekarang ini. Karenanya hanyalah mujizat di bidang penginjilan saja yang dapat meyakinkan kaum muda jaman sekarang babwa Ha Mashiah itu masih hidup.

Saya lalu menyadari, bahwa di banyak negeri dewa-dewa yang mati banyak disembah orang, oleh karena orang-orang itu tidak mengetahui atau tidak mengenal apa yang disebut Elohim yang hidup itu. Maka itulah pula sebabnya mengapa saya sampai berangkat meninggalkan tempatku lalu berlayar untuk mengabarkan Injil ke tempat-tempat yang jauh, lewat lautan. Kepadaku ditekankan bahwa apabila orang banyak yang belum mengenal Ha Mashiah itu bisa menyaksikan kuasa Elohim itu bisa menyembuhkan orang sakit, seperti halnya pada jaman Alkitab, maka mereka akan menerima Yeshua Ha Mashiah sebagai juru selamat dan menjadi orang-orang Kristen yang setia.

Kami lalu mulai menjelajahi negara demi negara, dan mengabarkan Injil di tempat-tempat yang terbuka. Kami memberitakan kabar selamat, lalu berdoa untuk orang sakit.

Setiap mujizat yang terjadi merupakan bukti bahwa Ha Mashiah itu satu kenyataan dan bahwa janji Elohim itu benar adanya. Puluhan ribu umat yang beragama Islam, Budha, Shinto, Hindu, orang-orang kafir, dan para kaum penyembah berhala telah bertobat dan mengambil keputusan di hadapan umum untuk menerima Ha Mashiah. Ribuan orang telah menyatakan diri hendak menggabungkan diri dengan salah satu gereja yang mengkoordinir kegiatan kampanye yang diselenggarakan itu.

KEBIJAKSANAAN DI DALAM PENGINJILAN KAMI MELALUI FILM adalah kebijaksanaan berdasarkan pandang­an untuk memperlihatkan kampanye besar-besaran itu berlang­sung DALAM KENYATAANNYA, dalam suara dan tatawarna­ untuk menjadi bahan catatan atau laporan tentang amanat iman itu DISAMPAIKAN KEPADA ORANG BANYAK, serta mengabadikan dalam film peristiwa-peristiwa ajaib YANG TELAH TERJADI seperti yang dialami orang-orang dalam rangka kampanye itu. Dengan perantaraan ALA T FILM itu, maka seluruh dunia boleh menyaksikan lagi satu dokumentasi, kesaksian bahwa Yeshua Ha Mashiah itu tidak pernah berobah sama sekali. Juga sekarang ini tidak!

Sekarang ini ada terdapat ratusan film dokumenter penginjilan itu yang beredar dalam lebih dari 50 macam bahasa. Misi-misi yang berkecimpung di bidang pekerjaan YAHWEH di luar negeri. menggunakan film ini untuk menarik ribuan massa agar mendengarkan Injil. Film-fiIm itu terbukti telah merupa­kan “alat penginjilan yang paling ampuh” baik bagi keperluan penginjilan di ladang YAHWEH di luar negeri maupun di dalam wilayah lingkungan tempat sendiri.

Film-film ini bukanlah film fiktif di bidang keagamaan dan dibintangi oleh aktris dan aktor, melainkan merupakan BAHAN DOKUMEN OTENTIK TENTANG KUASA ELOHIM DAN HA MASHIAH YANG HIDUP DI DALAM KENYATAAN YANG SEBENARNYA. Bukti-bukti macam yang dikandung oleh film-film kita itu yang justru diperlukan oleh generasi muda yang sinis masa kini, agar supaya mereka boleh datang kepada Ha Mashiah untuk percaya dan beroleh selamat.

Sekarang ini industri perusahaan film telah mempesona dan menjerat jutaan jalan pikiran anak muda di seluruh dunia. Bintang-bintang layar putih yang tingkah lakunya merangsang nafsu seks yang rendah, tetap saja terus mempunyai pengaruh di kalangan anak muda sekalipun bintang tenar itu telah lama meninggal dunia ataupun menarik diri dari dunia film. Mengapa? Karena alat film itu lebih langgeng sifatnya.

Itulah sebabnya sudah sepantasnya bila kita suguhkan kepada generasi muda sekarang ini film-film mujizat penginjil­an – bukan film agama yang fiktif yang dibintangi oleh aktor atau aktris terkenal. Tetapi satu film dokumenter yang memberikan bukti kebenaran tentang Yeshua Ha Mashiah yang Hidup itu.

Penyakit modernisme, atheisme, skeptisme merongrong sikap hidup dan jalan pikiran orang-orang yang terpelajar maupun lembaga-lembaga pembina kemajuan dalam masyara­kat itu. Anak-anak muda jaman sekarang ada juga yang tidak mengakui YAHWEH sama sekali, sekurang-kurangnya bersikap masa bodoh terhadap adanya YAHWEH itu dengan sikap seakan-akan berkata: ”Apa sih bedanya? Hidup beriman kepada YAHWEH dan tidak mengenal YAHWEH bagi saya sama saja.”

Tak ada lagi alat yang lebib besar peranannya dari pada film di dalam abad manusia lagi gandrung televisi dan bioskop sekarang ini. Tetapi film-film ini adalah film kisah dokumentasi yang membuktikan kuasa HA MASHIAH SEDANG BERLANG­SUNG DALAM KENYATAAN. Film bukti tentang caranya mencapai orang banyak berupa JIWA-JIWA YANG TERHILANG ITU.

Kita telah memanfaatkan alat modern ini untuk menjadi alat yang ampuh dalam penginjilan. Perusahaan-perusahaan besar menggunakan film untuk mempromosikan barang dagangan mereka sampai ke seberang lautan kepada jutaan umat manusia. Kaum yang tidak ber-YAHWEH juga telah mempergunakan film sebagai alat mencapai tujuan cita-cita mereka. Holywood telah lama menggunakannya untuk meracu­ni anak-anak muda dengan kuasa kegelapan yang jahat. Akan tetapi sekarang ini Film Penginjilan merupakan alat yang paling agung dan efektif untuk pelebaran kerajaan YAHWEH – ba­ik di lingkungan sendiri maupun di luar negeri.

OSBORN FOUNDATION telah membagi-bagikan film-film ini kepada para misionaris selama bertahun-tahun lamanya, berlandaskan semboyan prioritas “penginjilan terlebib dahulu.”

Permintaan akan film-film itu demikian besarya mengalir kepada kami, di bagian garis belakang, sehingga film-film ini sangat terkenal dan dianggap vital sekali sebagai sarana ampuh di tangan para kaum pendeta, penginjil-pengin­jil, para misionaris yang sedang bercuti, sekolah-sekolah Alkitab, maupun orang-orang Kristen awam yang terpercaya, baik laki-laki maupun wanita. untuk keperluan memenangkan  jiwa buat YAHWEH.

­

20. WAKTU TIDAKLAH MENGUNTUNGKAN KITA

Secara umum haruslah kita akui bahwa amanat Ha Mashiah yang patut kita sebar luaskan itu kurang cukup lancar dan kurang cepat jalannya. Sebab setiap kali Gereja memenangkan satu jiwa, sudah ada tiga puluh jiwa lagi yang lahir di dalam lingkungan rumah tangga orang Kristen.

Dunia perusahaan dagang memanfaatkan segala macam metode baru apa saja untuk keperluan promosi barang dagangan mereka itu, Banyak nama-nama produksi pabrik­-pabrik telah berhasil menyusup sampai ke daerah-daerah terpencil sekali pun-sedangkan Injil BELUM sempat menyen­tuh daerah itu barang sedikit pun juga.

Sering kati kita menyesali atau meratapi betapa cepatnya kejahatan itu meluas dalam masyarakat. pada hal kita bisa pula mencapai kemajuan yang sama cepatnya dalam memenangkan jiwa asal saja kita mau dan bersedia menggunakan kesempatan itu. Akan tetapi sayang sekali. Banyak orang terlampau sibuk dan tekun dengan perkara-perkara di balik pintu tertutup, sehingga mereka malah buta-tuli terhadap lowongan yang terdapat di balik pintu terbuka itu.

Golongan kaum yang tidak percaya YAHWEH telah merang­kum alat-alat modern dan memperkembangkan suatu tehnik yang efektif dan luar biasa besarya untuk keperluan propaganda, dengan maksud hendak mempengaruhi jalan pikiran berbagai macam bangsa itu. Film-film, piringan hitam, pita rekaman, dan bahan-bahan cetakan bagi mereka adalah jauh lebih berharga dari pada nilai kegunaan bom, tank baja, dan senapan. Ajaran mereka yang menyesatkan itu telah menyusup sampai ke dalam ribuan desa-desa di mana Injil belum pernah di dengar sedikit pun oleh penduduk di desa-desa itu. Mengapa kaum yang tidak beriman itu begitu cepat mencapai sasarannya, sedangkan bagi gereja usaha ini merupakan suatu kegagalan sementara untuk mengejarya memerlukan waktu yang cukup panjang?

Gereja itu tidak hanya berhadapan dengan tantangan yang hebat di luar negeri. Bahkan di bagian barisan garis belakang pun gereja itu diserang oleh atheisme dan sinisme. Dari semenjak masa kanak-kanak di sekolah sampai menduduki bangku sekolah tinggi pengaruh PERLAWANAN terhadap YAHWEH itu makin bertambah pesat juga dari hari ke hari, sampai banyak anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga Kristen kembali ke masyarakat mereka-dengan hati yang buta terhadap YAHWEH.

Seorang pengabar Injil yang bijaksana akan mengambil sikap yang waspada tentunya dan menyadari betapa bobroknya sudah pengaruh buruk terhadap generasi muda sekarang ini.

Adegan-adegan televisi dan bioskop betul-betul meracuni jiwa anak-anak dan pemuda masa kini. Setiap hari hal itu berlangsung terus. Suatu siaran televisi yang berlangsung selama 30 menit atau film yang sangat merangsang dalam waktu yang sesingkat itu bisa memberi kesan yang lebih dalam dan merusak jiwa anak muda kita dari pada apa yang dikerjakan oleh gereja dalam usaha pembinaannya dalam memperbaiki moral generasi muda masa kini.

Waktu memang betul-betul tidak berada di pihak kita, ia tidak menguntungkan kita. Oleh sebab itu gereja harus bergerak lebih capat berlipat ganda untuk dapat mengejar ketinggalan itu. Apalagi bila kita prihatin terhadap nasib orang-orang yang belum mengenal Injil itu. Alat-alat yang diciptakan oleh Osborn Foundation itu merupakan semacam TALENTA bagi kaum awam Kristen, bagi para penginjil, bagi para pendeta, bagi siswa-siswa sekolah Alkitab, dan bagi Gereja. Mereka mempunyai tanggung jawab untuk mengguna­kan talenta itu sebaik-baiknya.

Kita lebih baik tidak usah mengkhayalkan hari esok. Kesempatan untuk hari besok biarlah besok pula kita tangani. Sebab yang penting ialah hari sekarang. Alat apakah sekarang ini yang dapat kita peroleh untuk menambah kemampuan kita memenangkan jiwa di tempat yang jauh-jauh?

Orang laki-laki yang digambarkan didalam Matius.25:14-30 menyerahkan barang.barangnya ke dalam tangan para rekan­nya sesama hamba Elohim. Saya berdoa bagi setiap orang Kristen awam, penginjil, pendeta, dan pengajar agama, yang telah menyadari adanya “telenta” itu, agar menempatkan miliknya itu menjadi bermanfaat, dan agar supaya talentanya itu boleh berlipat ganda leblh banyak lagi, sehingga pada suatu saat berkatalah sang majikan :

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, (Mat 25:23). Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (Mat 25:29)

Semoga YAHWEH mengaruniakan hal itu kepada anda, tidak peduli anda seorang pria, wanita, anak laki-laki atau anak perempuan, agar supaya anda boleh menemukan suatu metode baru yang segar di dalam pelayanan anda untuk memenangkan jiwa yang terhilang itu. Semoga anda akan IKUT SERTA DI DALAM KERETA YAHWEH untuk menuju ladang penginjilan. Bahwa anda akan meninggalkan lingkungan anda sendiri dan pergi ke tempat di mana Roh Kudus akan membimbing anda untuk mencari jiwa yang terhilang, agar bisa bersaksi kepadanya tentang Ha Mashiah.

Mudah-mudahan anda akan melakukan tugas seperti yang telah dijalankan oleh Pilipus (Kisah 8:32-33), sampai tiba saatnya pada suatu hari orang akan berkata kepada anda, tak bedanya seperti kepala pemerintahan di Ethiopia itu berkata kepada Pilipus : “Ya, saya percaya bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah Anak Elohim,”

TAMAT

Buku T.L Orbon lainnya:

  • Bagaimana Anda Bisa Dilahirkan Kembali (How To Be Born Again)
  • Rahasia Hidup Berkelimpahan (How To Enjoy Planty)
  • Jalan Hidup Sejahtera (How To Have The Good Live)
  • Panggilan Yang Agung (Soul Winning Out Where The Sinner Are)
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s