Umar ‘Fidayee’ kisah remaja pembom bunuh diri yang gagal dan menyesal

“Dia berkata kepada saya bahwa semua pendidikan sekolah adalah tidak ada gunanya,” Umar bercerita tentang seorang Taliban, Qari Zafar, yang telah  membawa hidupnya ke dalam dunai Jihad, mengutip perkataan Qari: ”jadilah pejuang Islam dan kamu akan pergi ke Sorga.” Umar bercerita pada siaran TV Pakistan sementara berbaring di rumah sakit.

Peristiwa yang bersejarah yang merubah hidup pria remaja bernama Umar ‘Fidayee’ (sama artinya dengan Jihadist) terjadi pada hari Senin tanggal 4 April 2011, ia bersama Ismail (16 tahun) dan rekan pembom bunuh diri lainnya masuk ke dalam keramaian orang-orang Islam Sufi yang sedang berkunjung ke kuburan Syed Sakhi Sarwari di Dera Ghazi Khan, Pakistan. Mereka siap melakukan aksi teror mereka.

Umar Fidayee adalah satu ratusan remaja desa yang di latih untuk menjadi pembom bunuh diri atas nama “berjuang demi agama Islam” oleh sebuah kelompok Islam Taleban di Pakistan. Umar berasal dari sebuah desa kecil bernama Khat, tidak jauh dari kota Mir Ali. Kemiskinan, rendahnya pendidikan di tempat ia tinggal, dan ditambah kondisi keluarga yang berat  menjadikan Umar sasaran yang empuk untuk terjaring di dalam gerakan Taiban ini. Ayahnya, Akbar Khan meninggal  beberapa bulan sebelumnya pada operasi bom bunuh diri di Karachi.

Kepada kami dikatakan bahwa kami akan diselundupkan ke dalam Afganistan untuk membunuh para non-Islam. Namun mereka membawa saya ke Dera Ghazi Khan. ”Tidak ada orang-orang kafir di sini,” Umar berkata kepada para Taliban senior. Dijawab, ”Orang-orang ini [para Islam Sufi] adalah lebih buruk dari para kafir.” Dan Umar diperintahkan untuk menarik tali bom pinggangnya 30 menit setelah dua bom lainya meledak, supaya menghasilkan korban yang semaksimal mungkin.

Setelah dua bom meledak, dan sekarang giliran  Umar untuk meledakkan bom yang terikat pada pinggagnya. Umar gagal, dalam keadaan panik oleh karena kegagalan tersebut ia berusaha untuk meledakan granat tangan, granat ini meledak dan menghancurkan sebuah tanganya. Polisi yang melihat kejadian ini segera menembak tangan Umar yang sebelah lagi.  Serangan bom bunuh diri tanggal 4 April ini membunuh 50 orang, Dan Umar di amankan oleh polisi.

Dalam pengakuannya kepada media, ia berkata: “350 sampai 400 pembom bunuh diri sedang dalam latihan di Mir Ali, di utara Waziristan. “Saya dilatih selama dua bulan dan melihat banyak remaja-remaja pria dari berbagai kebangsaan (Uzbek, Tazikkhan, Arab) ada juga dilatih di tempat tersebut.” Warziristan diketahui sebagai satu pusat pertahan Taliban dan al-Qaida.

Umar dengan nada menyesal dan meminta maaf kepada keluarga yang anggotanya telah terbunuh dan terluka, ”Elohim telah memberi saya kehidupan yang baru, tetapi saya sedih bahwa kami telah membunuh orang-orang dan anak-anak yang tidak bersalah.”

Lebih dari 4200 orang telah terbunuh di Pakistan oleh serangan Taliban dan kelompok Islam lainnya sejak tentara pemerintah Pakistan menyerbu sebuah mesjid yang dipakai oleh Islam radikal di Islamabad pada Juli 2007.

Perkataan Yeshua ini tepat untuk remaja Umar dari Pakistan di atas:

Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.  (Injil Matius 18:8)

Pembunuhan kepada sesama manusia tidak akan pernah dibenarkan oleh Elohim, terlebih jika itu disertai kesombongan dan kebencian. Pembunuhan atas nama agama adalah tipuan Iblis yang paling jahat dan merusak bagi kehidupan manusia.

Disadur dari:   

  1. ‘400 Pakistan suicide bombers in training’ 
  2. A teenage boy in Pakistan has warned that 400 suicide bombers are being prepared in a war against authorities. 
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s