Gereja-gereja di Negara Afrika Utara Dalam Tekanan Yang Berat

Kompas Direct mengabarkan penganiayaan yang semakin berat di negara-negara Afrika bagian utara.

Algeria. Gubernur profinsi Bejaia telah mengirim surat perintah (22 Mei) kepada presiden Gereja Protestant Algeria (GPA), dengan surat tembusan kepada polisi, untuk menutup 7 tempat ibadah orang Kristen, dengan alasan tempat ibadah tersebut “tidak sah” sebab tidak terdaftar.

“Semua bangunan yang dibuat secara permanen atau sedang dalam proses pembuatan untuk kegiatan ibadah agama lainnya diluar Muslim akan ditutup secara permanen di dalam seluruh negara, juga mereka yang tidak mendapat pengesahan kuasa dari Komisi Nasional,”  kata kepala polisi mengutip keputusan gubernur Bejaia.

Para pemimpin Kristen Algeria menolak perintah tersebut dengan alasan:

  1. Gubernur tidak punya kuasa atas seluruh negara
  2. Pemerintah selalu menolak untuk memberi permisi tempat ibadah Kristen beroperasi.

Hukum negara yang melarang aktivitas ibadah diluar agama Islam diperkenalkan tahun 2006.  Sejak ini aniaya semakin keras terhadap non Islam. gedung ibadah di Kabylie dibakar sekalipun mayoritas dari lokasi setempat adalah orang Kristen. Di lain lokasi, 6 orang Kristen ditangkap setelah mereka selesai pertemuan doa. Seorang pria 33 tahun ditangkap selama 5 hari karena membawa Alkitab dan buku pelajaran Kristen, ia juga didenda 460 Amerika Dollar dengan tambahan satu tahun perjara.

Sumber berita lain mengabarkan, walaupun aniaya semakin besar, perpindahan orang-orang Islam ke Kristianity tetap besar.

Orang Kristen di Algeria ada lebih dari 99 000 menurut Operation World, tulis Kompas.

Berdoalah untuk bangsa Algeria; Yeshua melalui Roh Kudusnya menguatkan iman dan menghibur mereka di dalam aniaya ini, semoga terang dan kebenaran yang sejati semakin kuat berkuasa di negeri ini.

Mesir. Jatuhnya presiden H. Mubarak dari jabatan oleh demontrasi atas nama ”Demokrasi” telah menambah berat tekanan orang Islam atas minoritas Kristen di negeri ini. Orang-orang Islam radikal semakin leluasa berbuat kejahatan, pencurian, pengerusakan dan pembunuhan terhadap bangsa mereka sendiri yang beraliran Kristen. Sedikitnya 12 meninggal dan 200 luka-luka setelah dua gedung gereja  dirusak, satu melalui bom-bom molotov dan beberapa rumah dan pertokoan orang Kriten dirusak pada Saptu 7 Mei 2011. Diawali dengan gossip bahwa sebuah gereja menahan seorang wanita Kristen yang ingin berpindah ke Islam, pemimpin gereja mengijinkan sekelompok imam Islam untuk masuk dan memeriksa gedung. Tidak ditemukan. Penyerangan atas gereja dilakukan, dan pihak keamanan baru datang setelah dua jam kemudian,

Hukum “menghina Allah”  (Blasphemy Law) di Mesir dan Sudan semakin megancam bukan saja para murtad Islam, tetapi juga orang-orang Islam (Shia dan Suuni) yang tidak setuju dengan hukum Islam tersebut. Beberapa orang Sunni dari latar belakang profesi seperti wartawan, bloggers, ahli hukum, professor universitas dan sastrawan telah dituduh menghina agama Islam, sekalipun mereka hanya tidak setuju dengan garis keras Islam.

Praktek dari hukum “menghina Allah” ini sering kali salah pakai dan terburuk adalah pemaksaan kehendak, tulis Komas Direct mengutip para korban:

  1. Orang Kristen yang berbicara hanya tentang imannya sendiri dapat dilaporkan ke polisi dan ditangkap.
  2. Orang-orang Kristen yang membela diri saat melindungi gedung ibadah mereka dari perusakan lebih sering menjadi korban penangkapan dan penyeksaan polisi dari pada orang-orang Islam yang merusak milik orang Kristen.
  3. Seorang guru warga Inggris di Sudan dipenjara oleh karena ia menyetujui 20 pendapat murid dari 23 untuk menamai boneka beruang mereka “Muhammad” untuk mengingat murid pria yang paling populer di kelas mereka.
  4. Pemerintah dapat menangkap siapapun (termasuk orang Islam) yang menentang mereka atas nama menghina Allah.
  5. Pihak pemerintah Mesir yang bersedia mengijinkan pembukaan kembali gedung gereja yang telah dirusak atau mengijinkan pendirian gedung gereja telah mendapat ancaman dari pihak Islam sebagai menghina Allah.

Berdoalah untuk bangsa-bangsa di Afrika Utara berdasarkan perkataan Yeshua ini:

Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” (Yoh. 8:31-32).

Alkitab-alkitab berbahasa Arab semakin perlu untuk didatangkan. Hubungi organisasi Misi bagaimana Anda bisa terlibat di dalam percetakan dan pengiriman Alkitab tersebut.

Marokko. Hukum negara melarang penduduk Marokko menghadiri ibadah di luar agama Islam yang dilakukan oleh penduduk asing di Marokko. Namun belakangan ini orang Kristen asingpun mendapat ancaman dari pemerintah,  Pada bulan Maret tahun 2010, Compas menulis, total orang Kristen asing yang telah diusir telah mencapai 128 orang. Termasuk seorang wanita Spanyol yang bersuamikan orang Marokko.

Yang diusir diantaranya pekerja dari yayasan sosial, kemanusian, guru dan juga businessmen. Pemerintah hanya memberi dua jam waktu untuk meninggalkan tanah Marokko dan tanpa menyertakan surat legal deportasi kepada orang asing.

Jamaa Ait Bakrim (berusia 47 tahun), seorang Marokko yang berpindah ke Kristianiti,  telah dihukum penjara 15 tahun. Ia sudah terpenjara selama 6 tahun (sejak 2005).  Rachid (nama samaran) seorang Marokko Kristen lainnya, pembicara dari TV Kristen berbahasa arab yang terkenal Al Hayat Television berkata tentang Jamaa: “Dia menjadi Kristen. Dia menceritakan imannya itu kepada orang-orang disekitar dia. Di Marokko, dan ini juga terjadi pada saya secara pribadi, jika engkau menjadi Kristen kamu kemungkinan dianiaya oleh keluargamu, Jika kamu pegang itu untuk dirimu sendiri, tidak ada orang yang akan mengganggu kamu. Jika kamu menceritakan itu kepada orang lain dan mulai berbicara tentang itu (iman Kristen), itu adalah masalah lainnya.”

Rachid telah melarikan diri dari negaranya, “Para saudara dan saudari Marokko kami menderita, dan kami hanya berharap sesuatu akan jadi OK. Mereka tidak akan berubah jika kita tidak membawa masalah ini ke perhatian internasional,” Rachid berkata.

Rachid memohon orang-orang Kristen di seluruh dunia terus lobby dan berdoa agar saudara dan saudari Marocco mereka berdiri teguh dan menambah kebebasan mereka.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s