Janet Boynes: dibebaskan dari gaya hidup lesbian

Kesaksian pribadi Janet Boynes bagaimana Yeshua membebaskan dirinya dari keterikatan gaya hidup lesbian (hubungan homosex antara wanita dengan wanita). Diterjemahkan dari Janet Boynes: Lesbian Lifestyle Left Behing dan ditambahkan dari tulisan Janet sendiri di Janet Boynes Ministries pada judul:  Change Comes From the inside out.

Yeshua Ha Mashiah adalah jawaban dari setiap pergumulan dan keterikatan setiap manusia, Yeshua juga mampu menolong Anda. Doa saya, kiranya kesaksian ini dapat menguatkan iman dan memberi penghibur jiwa bagi setiap yang membacanya, bahwa Elohim itu setia dan berkuasa menolong setiap orang yang berseru kepada Dia. Salam kasih, Penjala Baja.

Janet Boynes dibesarkan dalam sebuah keluarga yang memiliki 7 anak, Janet anak ke empat, dari ayah yang berbeda. Pria yang membesarkan Janet adalah seorang peminum bir. Polisi selalu ada diluar rumah keluarga Boynes. Ibu Janet di abuse ketika Janet dalam masa pertumbuhan.

“Saya pikir kecenderungan Anda melakukan sesuatu adalah disebabkan oleh apa yang telah dilakukan orang lain kepada Anda,” Janet berkata. “Saya tahu ibu saya telah berkeinginan melakukan terbaik kepada saya, tetapi abuse yang ia telah lakukan lebih dari batas. Saya tidak dapat mengingat saat ini sebagai seorang anak kecil ibuku pernah memeluk saya atau berkata kepada saya bahwa ia mengasihi saya.”

Kekerasan yang ia alami dirumah  membawa Jenes pada perkelahian-perkelahian di sekolah . Janet menumbuhkan reputasi sebagai seorang pengganggu dan seorang tomboy (wanita berlaku  seperti laki-laki).

Ketika ia berumur 12 tahun, seorang familinya menjamah tubuhnya dengan paksa. Dan beberapa bulan berikutnya, ia diperkosa oleh seorang altar boy pada pada sebuah gereja.  Mengatasi rasa sakit hatinya, Janet melarikan diri kepada rokok dan obat-obat terlarang. (Altar boy: pria remaja yang bertugas membantu seorang pastor untuk pelayanan mimbar, jenis pekerjaan ini biasanya ada pada gereja-gereja tradisional).  Janet tidak menceritakan perlakuan sex abuse ini kepada ibunya, sebab ia berpikir bahwa ia akan ada disalahkan untuk kejadian itu. [Ini adalah kesalahan umum para remaja, mereka tidak melaporkan kepada orang tua mereka atau kepada polisi apa yang telah terjadi pada diri mereka, akibat nya remaja tersebut akan semakin dalam jatuh di dalam permasalahan mereka]

Janet menyelesaikan Sekolah Tingginya dan masuk ke College (sejenis Akademi). Ia masih menggunakan obat-obatan terlarang, tetapi ada masalah lainnya. “Saya mulai tertarik kepada wanita-wanita,” Janet berkata, dan memberikan alasan, “Begitu banyak pria telah melukai diriku, wanita, saya berpikir, akan ada lebih suka kepada saya.” [Penelian membuktikan bahwa tingkah laku homosex terjadi umumnya karena faktor pengalaman hidup (trauma, contoh gaya hidup, pendidikan dsb.)  dan bukan sama sekali oleh karena kelahiran (genetik)]

Janet bergumul untuk membuang pikiran tersebut. Ia mulai berkunjung ke sebuah gereja dan menerima Kristus sebagai Juruselamat. Ia berhenti dari obat-obatan dan mulai pacaran dengan seorang pria yang ia temui di sebuah gereja. Ketika pria ini meminta Janet untuk menikahinya, segala sesuatu sepertinya sempurna.

”Keluargaku suka kepadanya. Dan mereka berpikir bahwa kami akan menjadi pasangan yang baik,” Jenet berkata. “Saya menanti untuk menikahi pria ini, tetapi karena ia adalah pembalap sepeda profesional, ia melakukan pekerjaannya pada akhir minggu (weekend), yang membuat saya kebanyakan sendirian saja.”

Janet mulai menghabiskan banyak waktu dengan seorang teman kerja wanitanya. ”Dia memperkenalkan saya kepada keluarganya, yang adalah keluarga Kristen. Ayahnya adalah seorang pastor dari sebuah gereja di St. Paul, dan bertemu dengan ibunya,” Janet bercerita. “Karena terlalu malam maka saya bermalam di sana dan berakibat tidur bersama.” Janet menjadi bingung dan takut, ia pergi ke pendetanya untuk mendapat nasehat.

Partornya menasehati, “batalkan pernikahan, berkonseling, dan ceritakan kepada tunanganmu,” Janet mengingat perkataan pastornya. ”Well, saya lakukan satu dari tiga. Saya ceritakan kepada tunungan saya, mengembalikan cincin tunangan kepadanya dan saya melarikan diri dari Adonai.”

Ia semakin dalam di dalam dosa. Selama 14 tahun lamanya Janet hidup  dalam gaya hidup homosex dan berpindah dari wanita ke wanita. Ia semakin terikat secara dalam oleh obat-obatan, cocaine dan  mengembangkan bulimia (penyakit mental, makan melampau batas).

Ia dan teman wanitanya memutuskan untuk menikah (pernikahan homosex). ”Kami pergi menemui seorang pastor. ”Pastor ini berkata kepada kami bahwa apa yang kami lakukan adalah okay, bahwa kami akan tetap pergi ke sorga. Jadi kami pergi keluar dan mendapatkan dua cincin tunangan, sebab kami berpikir kami akan menikah, pastor berkata itu okay. Saya ingin keduanya. Saya ingin Elohim, dan saya ingin hidup dengan kehidupan homosex.” [Di Amerika Serikat ada gereja-gereja tertentu pastornya berpikir pernikahan homosex adalah tidak dosa, bahkan lima tahun belakangan ini muncul gereja-gereja yang khusus untuk para homosex].

Selama waktu itu, sesuatu yang aneh terjadi.

“Ada sebuah gedung gereja dekat rumah saya bernama Gereja Maple Grove Assemblies of God.  Setiap kali saya melewati gereja ini, itu hampir seperti saya ingin melangkah keluar dari diriku sendiri dan ada di dalam gereja itu,” Janet berkata. “Suara hati berkata kepada saya bahwa suatu hari saya akan pergi ke Gereja tersebut.”  Perasaan ini begitu kuat sehingga saya bercerita kepada teman perempuan saya, dan dia melihat kepadaku dengan wajah seperti mengatakan ‘apa yang sedang engkau bicarakan?’” [Sebab temannya tahu bahwa Janet sedang berada di dalam lumpur dosa, dan ia berpikir Janet sudah terlambat untuk hidup benar]

Janet memulai bisnis pribadinya membersihkan klub-klub kesehatan. Suatu malam. dia berhadapan dengan seuatu yang ganjil ketika ia sedang berjalan.

“Saya meninggalkan tempat pada pukul 03:00 pagi. Dan berkata kepada mereka saya sekarang pergi ke toko.” Di tempat parkir toko itu ia terlibat dalam suatu percakapan dengan seorang ibu. Saya berkata,

”Ibu, apa yang Anda lakukan di sini pukul 3 pagi dengan barang-barang ini?”
Ibu ini menjawab: “Ya, saya baru saja menghantar  putra saya ke collage.” Ibu ini menolong anaknya pindah ke penginapan kampus.
”Akademi apa yang buka pada waktu malam begini?
“Akademi  Norhcentral Bible, ” ia balas menjawab

“Saya tahu dengan segera bahwa ia seorang Kristen. Saya mulai bercerita kepadanya  bahwa saya adalah orang Kristen yang tersesat dan hidup dalam kehidupan homosex, dan ia mengambil brosur dari tasnya – Maple Grove Assemblies of God,” Janet berkata.

Ibu ini mengundang Janet ke pelajaran Alkitab wanita.

”Dan saya tanpa berpikir, saya berkata ’tentu, saya akan datang,’ dan saya datang dengan celana  sederhana, Nampak kotor, tidak mengetahui apa yang diharapkan. Saya berada di sebuah ruangan dengan sembilan wanita lainnya, wanita-wanita cantik, feminine, dan saya berpikir, ”apa yang saya telah libatkan diri saya sendiri? Jadi, saya duduk di sana dengan kepala tertunduk, merasa sungguh malu, berpikir wanita-wanita ini adalah sadir, mereka akan mengunyah saya dan membuang saya dari mulut mereka.”

Setiap orang memperkenalkan diri, ketika pada giliran saya, mereka bertanya nama saya, dan saya berkata ”nama saya Janet, saya hidup dalam kehidupan homosex. Tetapi jika kalian menolong saya, saya akan hidup untuk Adonai.”

Janet terkejut dengan reaksi mereka. ”Mereka tidak bicara tentang saya. Mereka tidak mengatakan kepada saya bahwa saya berpakaian dengan bodoh. Mereka menginjikan Elohim merubah saya, mereka tidak berusaha merubah saya,” Janet bercerita.

Kesembilan wanita ini mengasihi saya sebagaimana saya ada. Mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dan menolong setiap cara yang mereka dapat lakukan. Mereka memberi saya petunjuk-petunjuk bagaimana berpakaian dan memakai make-up.

Mereka mendidik saya tentang peperangan rohani, dan menolong saya menghancurkan benteng-benteng setan yang telah dibangunnya di dalam kehidupanku.

”Seorang dari mereka datang kepada saya beberapa bulan kemudian, [bercerita kepada saya bahwa] wanita ini bersama suaminya ketika sedang berdoa, dan merasa di dalam hati mereka bahwa saya seharusnya datang dan tinggal bersama mereka. Jadi saya jual rumah saya, meminta teman wanita saya pergi. Pada usia 40 tahun saya pindah ke rumah keluarga Kristen ini selama satu tahun. Itu adalah hal yang sangat ajaib untuk melihat keluarga ini memiliki sesuatu yang belum pernah saya alami.”

Dan luka hati Janet mulai sembuh.

”Elohim memulai menaruh pria-pria yang  hidup benar di dalam kehidupanku, Janet berkata, ”pria-pria  gereja  ini ketika bertemu [dengan saya] memberikan pelukan” [ini Budaya Barat yang baik, sebagai tanda bahwa Anda diterima oleh mereka; dalam Gereja, ini berarti Anda dianggap sebagai saudara dan saudari mereka]. “Dan sebagimana saya terus ada disekitar orang-orang yang mengasihi saya dan perduli tentang saya, Elohim melanjutkan menyembuhkan saya dari bagian dalam (jiwa) ke bagian luar (tubuh).”

Sepuluh tahun kemudian, Janet aktif di dalam gereja barunya ini dan mulai melayani orang-orang yang ingin meninggal kehidupan homosex mereka. Ia ingin mereka tahu bahwa kesembuhan adalah sebuah proses, tetapi  mereka dapat mengalami kebebasan yang penuh di dalam Yeshua Ha Mashiah.

”Saya ingin setiap orang yang hidup dalam kehidupan homosex, yang tidak memiliki ibu yang baik atau ayah yang baik untuk mengalami bahwa Elohim adalah Bapa untuk mereka yang tidak memiliki bapa dan tidak memiliki ibu. Itulah yang Ia telah lakukan kepada saya, Ia akan lakukan hal yang sama juga,” Janet berkata. Tamat.

Kesaksian Janet ini mengingatkan saya pada cerita Injil:
Pada suatu ketika Yeshua memanggil Matius untuk mengikuti-Nya, menjadi murid Yeshua. Matius adalah tukang pungut pajak untuk keuntungan pemimpin Roma di Israel. Segera Matiu mengundang Yeshua dan murid-murid lainnya untuk makan di rumah Matius, ’orang berdosa tersebut.’ Hadir pula di perjamuan makan tersebut ‘beberapa orang berdosa’ pemungut pajak lainnya. Ketika orang-orang Farisi (dari luar nampak sebagai orang yang sangat beragama) melihat hal ini  mereka marah dan berkata kepada salah satu murid Yeshua: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang-orang berdosa?” Yeshua mendengar suara mereka dan menjawab: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa, supaya mereka bertobat.” [Matius 9:9-13/ Markus 2:14-17/ Lukas 5:27-32/ Hosea 6:6/ Mika 6:8]. Terlalu sering kita menghakimi orang lain oleh karena tampak luarnya, dan membunuh mereka dengan pikiran kita bahkan menyiksa tubuh mereka. Namun Yeshua melihat isi hati manusia, dan Ia selalu siap memuaskan kehausan dan dahaga hati mereka dengan Air Kehidupan. Ajarlah saya untuk dapat hidup seperti Engkau Yeshua.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s