Bob Bush Dahulu Seorang Jesuit, Sekarang Anak Elohim

Kesaksian pemuda Amerika yang haus akan kebenaran, tersesat di rimba tradisi, setelah perjalanan hidup yang panjang akhirnya ia menemukan kebenaran yang sempurna. Diterjemahkan dari “Once a Jesuit, Now a Child of God; Bob Bush.” Jesuit atau “Society of Jesus” adalah sebuah cabang organisasi gereja Katolik hadir untuk menandingi gelombang revormasi Gereja di Eropa (dibawah pimpinan Dr. Martin Luther, Swingi dan banyak tokoh lainnya). Jesuit dikenal di Indonesia dengan nama “Serikat Yesus.”

Saya memulai perjalanan Katolik saya di sebuah kota kecil di California utara di Amerika Serikat. Kota itu sungguh kecil sehingga kami tidak dapat mengadakan Misa (Mass; ibadah mingguan gereja Katolik) setiap hari Minggu, tetapi pendeta biasa datang sebulan sekali jika ia mungkin dapat mengadakan Misa di sebuah ruang pertemuan umum yang besar.

Saya memiliki kakak laki-laki dan adik laki-laki. Ayah saya telah dilatih di Universitas Santa Clara. Itu sebabnya, kedua orang tua saya berpikir adalah ide yang bagus untuk kami anak-anaknya untuk tinggal di penginapan sekolah Katolik (dimana murid-murid makan, tidur dan diajar pada komplek sekolah yang sama).  Sekolah ini dijalankan oleh orang-orang Jesuit dan saya belajar di sana selama empat tahun. Secara akademi itu adalah sekolah yang sangat baik, tetapi hanya satu aliran agama yang mana kami diajar yakni theologi dan tradisi Katolik dengan tanpa penekanan pada Alkitab.

Rindu untuk melayani Elohim dan sesama.  Ketika mendekati masa kelulusan, saya berpikir apa yang seharusnya saya lakukan dengan kehidupanku. Saya berpikir menjadi seorang pendeta Jesuit (Serikat Yesus) mungkin adalah sebuah jalan yang baik untuk menghormati dan melayani Elohim dan menolong sesama; itulah semua yang saya ketahui. Pada saat itu, bahkan ketika saya meningglkan Sekolah Tinggi, saya telah memiliki kerinduan dan kelaparan di dalam hati saya untuk bertemu dengan Elohim dan untuk mengenal Dia. Bukti, suatu saat ketika saya di tahun keempat dan tahun terakhir di Sekolah Tinggi, saya ingat pergi keluar ke lapangan sepak bola dan hanya untuk berlutut di sana di kegelapan dengan tangan-tangan terangkat ke langit. Saya berteriak. ”Elohim, Elohim, dimanakah Engkau?” Saya sungguh lapar akan Elohim.

Seminari Jesuit (Serikat Yesus). Saya masuk Jesuit Order (”Adalah sebuah organisasi Roma Katolik didirikan oleh Saint Ignatius dari Loyola di tahun 1534 untuk membela ajaran Katolik melawan Reformasi dan untuk melakukan pekerjaan misi diantara ’orang kafir.’”  Word Dictionary) di tahun 1953 setelah lulus dari Sekolah Tinggi. Ketika saya masuk Organisasi tersebut, hal pertama yang terjadi adalah kepada saya dikatakan (di ajarkan) untuk memelihara semua hukum dan peraturan, melakukan semua itu maka akan menyenangkan Elohim, dan itulah yang Dia inginkan dari saya.   Kami diajar sebuah motto, ”Peliharalah hukum dan hukum akan memelihara kamu.”

Kami membaca banyak tentang kehidupan-kehidupan saints (orang-orang kudus), dan mulai dari awal saya telah dilahtih untuk melihat kepada mereka sebagai contoh untuk diikuti, tanpa menyadari bahwa mereka telah menjadi orang-orang kudus karena mereka telah melayani Gereja Katolik. [Garis bawah ditambahi] Saya belajar seminari secara total selama 13 tahun,  mengambil sebuah kursus ke kursus lainnya dan mempelajari satu hal ke hal lainnya. Pada akhirnya saya mengakhiri pelajaran puncak theology dalam ordinasi di tahun 1966.

Lapar akan Elohim tetapi Tidak ada Damai. Saya tetap memiliki kelaparan didalam hati saya untuk Elohim. Saya belum bertemu Yahweh dan tetap tidak memiliki damai. Kenyataannya, pada saat itu saya terbiasa merokok dan saya sangat gelisah. Saya berjalan bolak balik di dalam kamar saya menghembuskan asap dari sebuah rokok ke rokok lainnya oleh karena ketidak damaian di dalam hati saya.

Saya memasuki program post graduate di Roma, berpikir bahwa saya akan ada di puncak gunung, namun kelaparan di dalam hati saya tetap melawan. Saya bahkan berbicara kepada seorang pendeta yang bertugas untuk para missionari di Afrika, sebab saya ingin pergi kesana sebagai seorang misionari. Saya sadar bahwa jika saya pergi ke Afrika, bagaimanapun,  satu-satunya hal yang saya dapat lakukan adalah bercerita kepada orang-orang tentang apa yang saya telah perlajari, doktrin-doktrin Katolik dan apa yang Gereja Katolik dapat berikan, meskipun itu  tidak memuaskan saya. Saya tidak dapat melihat bagaimana itu tidak akan dapat  memuaskan mereka juga.

Saya belajar di sepanjang tahun-tahun Vatican Council II (1962-1965) dan ditugaskan setahun setelah itu berakhir. Dokumen-dokumen dari Vatican Council II keluar dari Roma [pusat Gereja Katolik sedunia] dan saya berpikir bahwa segala sesuatu akanlah berubah. Ide ini adalah kekuatan yang menguasai saya. Tetapi saya tidak sadar akan sesuatu perubahan-perubahan, sama seperti doktrin-doktrin Katolik  yang dihasilkan dari the Council of Trent (Sidang Trent) adalah tetapi di tempatnya [doktrin yang dihasilkan di Vatican Council II adalah sama dengan Concil sebelumnya, tidak ada perubahan]. Jadi saya tidak pergi ke Afrika tetapi kembali ke California, dimana Elohim memiliki sebuah kejutan yang tersimpan untuk saya.

Memimpin kelompok doa. Pada sebuah pondok retreat dimana saya mengadakan Misa, seorang wanita bertanya kepada saya jika saya bersedia memimpin sebuah kelompok doa rumah di rumahnya. Saya belum pernah memimpin sebuah pertemuan doa  di dalam hidup ku dan tidak tahu bagaimana itu berjalan, tetapi saya berpikir bahwa saya telah dilahtih sema hal pada tahun-tahun yang lalu, saya tentunya mampu melakukan itu dan bersedia. Itu diadakan setiap Kamis dari 10 pagi sampai sore. Sekelompok orang akan bertemu dan membaca hanya Alkitab, menyanyi puji-pujian kepada Yaheh dan berdoa untuk keperluan satu sama lain. Saya masih merokok saat itu. Dini hari dimana pertemuan doa akan berlangsung di hari itu, saya mundar mandir dan berpikir, ”Oh, megapa saya katakan ’saya akan pergi kesana?’” Saya sama sekali tidak tertarik untuk pergi, tetapi ketika sore tiba [pertemuan berakhir], saya tidak ingin meninggalkannya. Kuasa Perkataan Alkitab mulai menyentuh hati dan kehidupanku.

Dikejutkan dengan kasih karunia Elohim. Kejutan yang besar yang YAHWEH simpan untuk saya terjadi di dalam cara ini. Suatu malam kami pergi ke pondok retreat dengan kelompok orang-orang dari pertemua doa rumah. Pembicara mengundang pendengarnya diakhir kotbahnya, ”Sekarang jika ada orang di sini yang lapar akan Elohim dan belum pernah mengalami sentuhan Elohim dan ingin Elohim menyentuh hidupnya , datanglah kedepan dan kami akan berdoa untuk Anda.” Seorang wanita, Sonia, datang kepadaku dan memohon, ”Dapatkah Anda meminta suamiku Joe maju kedepan untuk didoakan?” Saya berkata kepadanya, ”Sonia, saya tidak dapat melakukan hal itu. Itu akanlah sungguh tidak ada jujur, sebab saya belum ada di doakan untuk diri saya sendiri,  jadi bagaimana mungkin saya meminta dia untuk pergi kedepan?” Tinggi saya sekitar 6 kaki 4 inchi [mendekati 2 meter] dan dia wanita yang sangat pendek. Saya tidak akan pernah bisa melupakannya; dia melihat kepada wajah saya dan menunjuk kepada wajah saya, berkata, ”Saya pikir kamu perlu didoakan untuk dirimu sendiri.” Saya tertawa dan bekata, ”Ya, saya akan lakukan.” Apa yang dia tidak sadari adalah adanya kelaparan besar di dalam hatiku. Setelah semua tahun pelajaran saya masih belum bertemu Elohim. Saya membaca Alkitabku di pertemuan doa, tetapi masih belum tahu Elohim yang memerintah yang ada di Alkitab atau saya sendiri sebagai orang berdosa yang besar dihadapan-Nya.

Inilah momentnya saya meminta Elohim merubah saya, jadi saya maju kedepan dan mereka menumpangkan tanganya keatas saya dan berdoa untuk saya. Itu bukan karena  suatu pekerjaan, entah mereka atau saya, tetapi itu sungguh oleh karena anugerah Elohim yang membuat saya ”lahir baru.” Yeshua menjadi nyata, Dia adalah nyata dan perubah kehidupan. YESHUA TELAH MERUBAH KEHIDUPANKU. ”Tetapi ketika nyata kemurahan Elohim, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, (Titus 3:4-5.Ayat 4 ditambahkan).

Kami mencoba untuk berfondasikan Alkitab. Itu adalah Agustus 1970 ketika anugerah Elohim sungguh menjamah saya. Saya mulai bekerja pada gerakan [Katolik] karismatik, yang adalah gerakan baru di dalam Gereja Katolik. Sementara ada segala macam keputusan dan dokma keluar dari Roma, gerakan ini pada mulanya mencoba hanya memiliki satu manual – Alkitab.

Kami memulai suatu kelompok doa di sebuah Sekolah Tinggi dan itu bertumbuh begitu besar sehingga kami harus pindah ke sebuah ruang olahraga. Saat itu datang 800 sampai 1000 orang setiap Jumat malam. Kami menekankan pujian dan penyembahan dan memuliakan Elohim. Di ruang olahraga ini tidak ada bahan lainnya, kami mencoba untuk tetap di dalam Alkitab.

Saya banyak belajar. Itu telah memakan tahunan untuk menyadari bahwa saya telah berkompromi melalui tinggal di dalam Gereja Roma Katolik. Sepanjang tahun-tahun tersebut saya terus menekankan bahwa keselamatan adalah hanya di dalam pekerjaan Yeshua Ha Mashiah yang telah selesai di salib dan tidak di dalam baptisan bayi; bahwa hanya ada satu sumber atoritas yaitu adalah Alkiab, Firman Elohim; dan tidak ada purgatory (penghukuman sementara bagi yang mati tanpa percaya Yeshua) tetapi sebaliknya bahwa ketika kita mati, kita pergi ke Sorga atau Neraka, dan seterusnya.

Disinilah dimana konflik datang. Melihat orang-orang bergantung pada kepercayaan yang salah dan menipu tersebut untuk keselamatan mereka adalah sungguh menyayat hati saya. Saya merasa mungkin Elohim ingin memakai saya merubah hal-hal di dalam Gereja Roma Katolik sehingga kami tetap tinggal sebagai orang-orang Katolik. Tetapi untuk tinggal sebagai Katolik, saya sekarang melihat, adalah untuk hidup dalam sebuah kehidupan kompromi.

Ditegur Oleh Roh Kudus. Saya akhirnya menyadari, setelah menerima banyak teguran dari Roh Kudus, bahwa saya tidak memberi diri saya sendiri secara total kepada Dia, tidak 100 persen adalah menyedihkan Adonai saya, berdosa dengan dosa kompromi.  Saya juga akhirnya sadar bahwa Gereja Roma Katolik tidak dapat dirubah. Jika itu telah berubah, tentunya tidak ada Paus, tidak ada rosary, tidak ada purgatory, tidak ada system kependetaan, tidak ada Misa, dan seterusnya. Setelah 17 tahun di cuci otak [oleh Gereja Katolik]. Saya mencuci otak saya dan dicuci oleh oleh Roh Kudus. Apa yang terjadi kepada saya pada periode ini diterangkan dalam Roma 12:1-2. Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Elohim aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Elohim: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Elohim: apa yang baik, yang berkenan kepada Elohim dan yang sempurna. 

Penelitian di India. Di saat inilah saya bertemu dengan pendeta lainnya yang telah meninggalkan Gereja Roma.  Ia mengkotbahkan hal yang sama , menghabiskan setengah waktunya di India dan setengahnya lagi di Amerika Serikat. Victor Affonso dahulu juga seorang Jesuit, dan saya berkata kepadanya saya berpikir bahwa itu akan ada baik pergi ke India melakukan beberapa pekerjaan missionari  disana. Kami dapat meneliti dogma dan doktrin-doktrin dari Gereja Katolik.

Saya pergi ke India pada 1986 dan menghabiskan waktu selama 6 bulan disana melakukan pekerjaan missionari. Kami juga telah menghabiskan waktu sebulan dengan sekelompok orang meneliti dogma Katolik di dalam terang ayat-ayat Alkitab. Kami berketetapan mengikuti apa Alkitab katakan; jika doktrin-doktrin Katolik menentang itu, kami akan menolak doktrin-doktrin tersebut.

Kami melihat bahwa Yeshua berkata, ”Datanglah kepadaKu,” dan itu di kitab-kitab Injil kita diajar untuk berdoa kepada Bapa kami di Sorga di dalam nama Yeshua, tidak pernah kepada seorang kudus (saint) atau kepada Maria. Murid-murid tidak berdoa kepada Stefanus, yang mati sangat awal di kitab Kisah para Rasul, atau kepada Yakobus, yang terbunuh sangat awal. Apa yang mereka lakakukan setelah kebangkitan Yeshua? Dia berkata.  ”Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”  (Matius 18:20) Mereka berdoa kepada Yeshua, mereka berdoa kepada Bapa, mereka memiliki pimpinan Roh Kudus dan mentaati perintah-perintah Elohim.

Di India kami menemukan bahwa katekisasi Katolik telah merubah Sepuluh Perintah dari apa yang ada di Alkitab. Dalam katekisasi Roma Katolik, perintah pertama adalah sama dengan di Firman. Perintah kedua di katekisasi adalah, ”Jangan menyebut nama YAHWEH, Elohimmu, dengan sembarangan [ayat 7]. Ini sama sekali berubah dari Alkitab. Perintah ketiga dari Alkitab telah naik ke [perintah] kedua. Perintah kedua yang asli di Kitab Suci telah hilang. Hampir semua katekisasi telah membuang perintah kedua yang ada di Alkitab. Sebagai contoh, Katekisasi New Baltimore, Pertanyaan 195, menjawab, ”Perintah-perintah Elohim adalah sepuluh sebagai berikut: (1) Jangan ada padamu allah (elohim) lain di hadapan-Ku.  (2) Jangan menyebut nama YAHWEH, Elohimmu, dengan sembarangan,”  dan seterusnya.

Di Alkitab perintah kedua dinyatakan sebagai, Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, YAHWEH, Elohimmu, adalah Elohim yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.”  (Keluaran 20:4-6).

Elohim melarang kita sujud didepan mereka atau beribadah kepada mereka, namun ada gambar-gambar Paus sujud dan mencium patung-patung.
Kami sungguh terganggu bahwa perintah ini telah dikeluarkan dari katekisasi. Sekarang kita dapat bertanya, ”Bagaimana kita mendapatkan Sepuluh Perintah tersebut?” Apa yang katakisasi lakukan adalah membagi perintah yang terakhir (aslinya kesepuluh, sekarang dipecah kedalam perintah kesembilan dan kesepuluh). ”Jangan mengingini  isteri sesamamu” di daftarkan sebagai perintah yang terpisah dari ”jangan mengingini apapun yang dipunyai sesamamu.” Ini adalah gangguan terhadap Alkitab. Saya menemukan dokma-dokma dan doktrin-doktrin yang secara langsung bertentangan dengan Kitab-kitab Suci.

Maria dan Misa (ibadah hari Minggu Katolik). Kami juga menginvestigasi doktrin Terkandung Tanpa-dosa (the Immaculate Conception). Ini adalah diartikan sebagai “doktrin bahwa Maria dikandung tanpa dosa; pada saat pertama dikandungan tidak ada dosa,” Ini bertentangan dengan Roma 3:23 yang berkata, ”Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Elohim.” Di sini kita ada doktrin, sebuah tradisi yang diteruskan dan dinyatakan dengan hormat sebagai kebenaran yang tidak bercacat, dan itu menentang apa yang ada di Alkitab.

Dan kami sampai kepada satu dari hal-hal konflik terbesar. Berurusan dengan korban Misa (the sacrifice of Mass). Posisi Katolik secara resmi tentang korban Misa ialah sebuah kejadian yang terus menerus dari korban di Kalvary [nama dari tempat Yeshua mati tersalib].

Dewan Trent (The Council of Trent) mendifinisikan itu secara tepat seperti demikian:  ”And since in this divine sacrifice, which is celebrated in the Mass, that same Christ is contained and immolated in an unbloody manner, who on the altar of the cross ‘once offered Himself’ in a bloody manner (Hebrews 9:27), the holy Synod teaches that this is truly propitiatory… For it is one and the same victim, the same one now offering by the ministry of the priests as He who then offered Himself on the Cross, the manner of offering alone being different…” (Denzinger 940). [Dewan Trent menyatakan Yeshua harus di korbarkan berkali-kali, setiap ibadah Misa]. Beberapa orang dapat saja berkata bahwa Dewan Trent tidak berlaku lagi dan hal-hal di dalamnya telah dirubah. Tetapi Laporan Kardinal Ratzinger [sekarang menjadi Paus Benediktus XVI] berkata: ”It is likewise impossible to decide in favor of Trent and Vatican I, but against Vatican II. Whoever denies Vatican II denies the authority that upholds the other two councils and thereby detaches them from their foundation.” [Katolik]Katesisasi berkata sama, bahwa Misa adalah korban yang sama dengan korban [Yeshua] disalib. Contoh, Katekisasi New Baltimore berkata, “Imam utamanya adalah sama, Yeshua Ha Mashiah.” Namun di kitab Ibrani 10:18 itu dikatakan demikian,  Jadi apabila untuk semuanya itu ada pengampunan, tidak perlu lagi dipersembahkan korban karena dosa.”  Jadi Kitab Suci membuat itu sangat jelas. Buktinya, delapan kali di dalam empat bab, dimulai dari bab tujuh surat kepada orang-orang Ibrani itu dinyatakan, “sekali untuk selama-lamanya,” dan telah ada satu korban untuk dosa, sekali untuk semuanya!!!”

Korban yang sempurna.  Setiap orang yang  pernah berkunjung Misa di Gereja Katolik akan ingat doa ini yang dikatakan oleh pendeta, “Berdoalah saudara, supaya korban kita kiranya dapat layak bagi Elohim, Bapa Yang Mahakuasa.” Ini adalah doa yang sangat serius. Para hadirin meresponi dengan kalimat yang sama, memohon korban tersebut kiranya ada dapat layak bagi Elohim. Tetapi ini adalah bertentangan dengan Firman Elohim sebab korban [Yeshua] tersebut sudah ada diterima. Ketika Yeshua ada tersalib, Dia berkata: “Sudah selesai.” (Yohanes 19:30)  dan kita tahu bahwa itu telah sempurna sebab Yeshua telah diterima oleh Bapa dan bangkit dari mati dan sekarang duduk disebelah kanan Bapa. Kabar Baik adalah yang kami kotbahkan ialah Yeshua telah bangkit dari mati, bahwa pengorbanan-Nya sudah lengkap, dan Dia sudah membayar semua hutang dosa. Oleh anugerah Elohim ketika kita terima korban yang sempurna tersebut untuk dosa-dosa kita, maka kita diselamatkan dan memiliki kehidupan kekal.

Sebuah peringatan adalah pengingatan kembali akan sesuatu yang seseorang telah lakukan untuk kita. Yeshua berkata, ”perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” [Luk 22:19]. Jadi setiap orang yang membaca ini atau pendeta apapun yang mengatakan Misa, haruslah sungguh-sungguh menyadari kesalahan dari doa “Berdoalah saudara, supaya korban kita kiranya dapat layak…” Korban telah diterima dan itu telah dikerjakan [2000 tahun yang lalu di Golgota]. Apa yang seharusnya dilakukan ketika kita mengadakan perjamuan suci adalah melakukan itu untuk mengingat apa yang Yeshua telah dikerjakan. Kita lihat bahwa korban yang Yeshua persembahkan [yakni, diri-Nya sendiri] di salib telah layak dan selesai. Itu tidak dapat ditambahi atau diulang kemali.

Dapatkan Misa menebus dosa?  Gereja Katolik berkata bahwa Misa adalah korban perdamaian yang berfungsi menebus dosa-dosa mereka yang masih hidup dan mereka yang telah meninggal. Itulah alasannya sampai saat ini, meskipun beberapa orang akan berkata bahwa gereja [Katolik] di beberapa tempat  tidak lagi percaya doktrin purgatory [orang yang meninggal diluar atau tidak percaya Yeshua akan mendapat penghukuman neraka untuk waktu tertentu, dan dosa mereka bisa ditebus melalui ibadah Misa], tetap secara umum pada setiap Misa keyakinan itu dinyatakan untuk orang-orang yang telah mati. Itu dipercayai bahwa Misa akan mempersingkat waktu mereka di purgatory. Itulah alasannya mengapa itu dikatakan untuk orang-orang yang telah mati. [Catatan: Doktrin purgatory hanya dipercayai oleh Gereja Katolik, Gereja-gereja lainnya tidak percaya doktrin tersebut]. Ketika seorang meninggal, penghakiman segera mengikuti, ”Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,  (Ibrani 9:27). Jika mereka diselamatkan [meninggal di dalam iman kepada Yeshua], mereka pergi secara langsung ke Sorga; namun jika mereka tetap di dalam dosa mereka, mereka pergi ke Neraka. Tidak ada perpindahan orang dari Neraka ke Sorga. Namun Gereja Katolik percaya bahwa Misa ada sebagai korban penebusan atau perdamaian, akan mengurangi waktu di purgatory. Tetapi semua penderitaan atas dosa dan semua penebusan untuk dosa telah dikerjakan oleh Yeshua di salib, dan kita perlu menerima kebenaran ini. Tidak ada bukti yang Alkitabiah yang mendukung pemikiran bahwa setelah meninggal kita dapat mengalami suatu perubahan.

Untuk ada dibenarkan dihadapan Elohim. Kami kemudian mulai mempelajari ajaran-ajaran Gereja Katolik mengenali keselamatan. Doktrin Gereja Katolik mengatakan bahwa kita dapat diselamatkan melalui baptisan saat bayi. Hukum gereja [Katolik] pada masa sekarang mengatakan, ”Baptisan, gerbang kepada sakramen-sakramen, penting untuk keselamatan, pada kenyataannya, atau setidaknya dalam niat, dimana laki-laki dan perempuan dibebaskan dari dosa-dosa mereka, terlahir kembali sebagai anak-anak Elohim, dikonfigurasi kepada Mashiah (Kristus) … “(Kanon 849). Itu artinya  bahwa Gereja Katolik menyatakan bahwa ketika seorang bayi kecil dibaptis ia diselamatkan dan memiliki hidup yang kekal berdasarkan baptisan [bayi tersebut]. Tetapi  ini tidak benar. Yeshua tidak pernah mengatakan hal seperti itu, tidak ada sebuah ayat dalam Alkitab tentang hal seperti itu terjadi. Tidak ada limbo! Yeshua berkata, “Janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku [Matius 19:14].

Alkitab selalu mengatakan kita diselamatkan ketika kita menerima bahwa Mashiah Yeshua benar-benar telah membayar harga dosa kita sehingga pembenaran-Nya menjadi milik kita. ”Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Elohim.  (2 Korintus 5:21,)

Pekerjaan Mashiah atau pekerjaan kita?
Gereja Katolik kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa untuk diselamatkan Anda harus menjaga hukum-hukumnya, peraturan-peraturannya dan regulasi-regulasinya. Dan jika hukum-hukum dilanggar (misalnya, pembatasan kelahiran atau puasa atau menghadiri Misa
setiap hari Minggu), maka Anda telah melakukan dosa. Gereja Katolik mengatakan dalam hukum gerejanya yang masih berlaku saat ini bahwa jika Anda melakukan dosa yang serius, dosa tersebut harus diampuni dengan mengakui dosa tersebut kepada pendeta; “Pengakuan yang bersifat pribadi dan menyeluruh, wakil absolut merupakan satu-satunya cara yang umum yang mana olehnya orang beriman yang menyadari dosa serius dapat didamaikan dengan Elohim, dan dengan Gereja [Katolik]… “(Kanon 9609). Gereja Katolik mengatakan bahwa ini adalah cara dosa-dosa diampuni, cara yang umum bahwa dosa-dosa diampuni. Alkitab mengatakan bahwa jika kita bertobat dalam hati kita dan percaya pada pengorbanan-Nya yang telah selesai maka kita diselamatkan. Kita diselamatkan oleh anugerah, bukan oleh perbuatan kita. Gereja Katolik menambahkan pekerjaan-pekerjaan,  bahwa Anda harus melakukan hal-hal tertentu untuk diselamatkan, sedangkan Alkitab mengatakan dalam Efesus 2:8-9 bahwa oleh kasih karunia kita diselamatkan, bukan oleh pekerjaan. Alkitab membuatnya itu sangat jelas bahwa kita diselamatkan oleh anugerah atau kasih karunia. Ini adalah hadiah gratis yang diberikan oleh Elohim, bukan karena pekerjaan yang kita lakukan. ” Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Elohim, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”  (Efesus 2:8-9). ”Tetapi jika hal itu terjadi karena kasih karunia, maka bukan lagi karena perbuatan, sebab jika tidak demikian, maka kasih karunia itu bukan lagi kasih karunia. ” (Roma 11:6).

Saya tinggalkan India dan lainnya. . .
Kami menguju ini dan doktrin-doktrin lainnya sementara kami di India, dan ketika aku meninggalkan India, saya tahu bahwa saya tidak dapat mewakili Gereja Katolik lagi. Saya mulai melihat bahwa dogma-dogma Roma Katolik yang bertentangan dengan Kitab Suci begitu berakar bahwa mereka tidak dapat diubah.
Gerakan Katolik karismatik  (the Catholic charismatic movement) saat ini telah kembali kepada dogma-dogma fundamental dan doktrin-doktrin Roma. Semua itu menguasai dan mencengkram gerakan karimatik tersebut, sehingga semua gerakan telah benar-benar dirusak. Gerakan Katolik karismatik bukanlah nafas  dari udara segar yang bertiup melalui gereja Katolik, bukan juga mengubah segala sesuatu bergerak kembali ke Alkitab. Semuanya tidak bisa kembali ke Alkitab, sebab gereja Katolik tidak akan membiarkannya kembali sejauh itu. Gereja Katolik tidak akan melepaskan Misa dan membiarkan itu menjadi sebuah peringatan seperti kata Yeshua. Gereja ini akan selalu bersikeras bahwa Misa adalah kelanjutan dari korban Yeshua yang terus-menerus. Gereja Katolik tidak akan melepaskan dogma bayi kecil  dilahirkan kembali dan menerima kehidupan kekal pada saat pembaptisan, meskipun baptisan bayi tidak dipraktekkan dalam Gereja mula-mula. Baptisan bayi ini baru dimulai di abad ketiga, dan tidak dipraktekkan secara universal sampai abad kelima. Gereja Katolik tidak  akan melepaskan suatu atau semua persyaratan lain yang ia letakkan di atas jemaatnya.
Sekarang saya dengan tulus mengasihi orang-oran Katolik dan ingin menolong mereka. Saya ingin menolong mereka menemukan kebebasan  dari keselamatan , kehidupan dan berkat yang datang dari mengikuti Kitab Suci. Dan saya tidak menentang orang Katolik atau pendeta Katolik apapun, tetapi dogma-dogma dan doktrin-doktrin yang membuat mereka tetap terikat. Elohim sendiri ingin
melepaskan ikatan mereka. Dalam bab tujuh dari kitab Markus, Yeshua berkata, “mengesampingkan perintah-perintah Elohim, kamu pegang tradisi manusia….” Itu adalah masalah yang kita hadapi saat ini. Tradisi-tradisi menghancurkan Firman Elohim sebab tradisi-tradisi menentang kebenaran firman-Nya.
Ketika saya meninggalkan India dan pulang, saya tahu bahwa saya sedang menghadapi perubahan terbesar dalam hidup saya. Itu adalah masa penderitaan besar bagi saya sebab saya telah percaya secara total pada Gereja Roma Katolik dan telah melayaninya untuk begitu banyak dalam hidup saya. Saya tahu ketika saya kembali saya harus meninggalkan Gereja Roma.
Saya sekarang orang bebas sebab kebenaran-Nya telah membebaskan saya. Saya tidak lagi berjalan dengan satu kaki dalam Alkitab dan satu kaki lainnya dalam tradisi. Saya berjalan berdasarkan kewenangan absolut dari Firman-Nya yang tertulis. Saya mengikuti Alkitab sebagai
satunya sumber otoritas dari kebenaran yang terungkap. Yeshua berkata, berkata, “Kuduskanlah mereka dalam kebenaran-Mu; firman-Mu adalah kebenaran.  (Yohanes 17:17). [Disalin dari sumber aslinya, thy truth]

Orangtua saya dan Pemeliharaan Elohim.
Pada waktu itu, saya mengalami banyak penderitaan. Saya pulang ke rumah orang tua saya, keduanya telah berumur lebih dari delapan puluh tahun, dan suatu malam kami ada percakapan yang  serius. Saya katakan kepada mereka apa yang akan saya lakukan, saya memberitahu
mereka bahwa saya diselamatkan oleh kasih karunia Elohim dan aku akan meninggalkan Gereja Katolik karena alasan-alasan doktrinal.
Terjadi keheningan yang panjang, dan ayah saya berkata, berbicara dengan sangat lambat, “Bob, kamu tahu, ibumu dan saya telah berpikir hal yang sama.” Mereka pergi ke satu Misa dan pulang kerumah dan berkata, “Apakah kamu tahu bahwa ada sebuah altar di depan gereja? Altar adalah tempat pengorbanan.  Saya melihat dengan jelas sekarang  tidak ada lagi korban.” Keduanya, ibu dan ayah saya mulai membaca Alkitab dan mengikutinya. Di tahun 1989 ibu saya meninggal membaca Firman Elohim dan dengan kedamaian dan jaminan bahwa dia telah memiliki kekal hidup dan pergi untuk ada bersama dengan Yahweh selamanya.
Pada tanggal 6 Juni 1992, Elohim telah memberi saya karunia terbesar YAHWEH bisa berikan kepada seorang  disamping keselamatan, isteri saya yang cantik, Joan. Ayah saya meninggal pada tahun 1993 dengan sebuah doa di bibirnya bagi mereka yang ia tinggalkan. Dia telah menulis kesaksian pribadinya dengan kasih karunia Elohim, dan sementara cukup tua ia telah bersaksi kepada orang-orang lain bahkan di rumah pensiun.

Alkitab – Otoritas dari Kebenaran
Pada tahun 1987 saya meninggalkan Gereja Katolik secara resmi dengan menulis surat pengunduran diri dan mulai berkoresponden secara dua arah dengan para mantan pimpinan sebab saya ingin bersaksi kepada mereka semua. Saya akhirnya menulis ke Roma sebelum saya keluar. Saya melakukannya dengan cara demikian sebab saya ingin bersaksi kepada mereka semua dan memberi mereka alasan mengapa saya meninggalkan [jabatan kependetaan Katolik saya]. Saya ingin mengikuti Alkitab. Paus, yang berkuasa sebagai pemimpin dalam kerajaan Kristen [Roma Katolik], berpegang kepada hal-hal yang bertentangan dengan Alkitab. Adalah sangat penting untuk semua orang tahu bahwa di Kode Hukum Kanonik, Kanon 333 mengatakan, “Tidak ada naik banding atau jalan lain terhadap keputusan atau ketetapan Uskup Roma.” Ini berarti Paus memiliki kekuasaan mutlak dan otoritas mutlak. Hal ini diringkas di Kanon 749, “Paus Agung, dalam kebajikan tugasnya, memiliki otoritas pengajaran yang sempurna sebagai gembala dan guru tertinggi dari semua orang beriman … dia memproklamasikan dengan tindakan sempurna bahwa ajaran iman atau moral adalah sedemikian harus ada.”
Sayangnya, Paus mempertahankan hal-hal yang bertentangan dengan Alkitab dan sekarang berbicara sangat keras melawan para orang Injili Amerika Selatan seolah-olah mereka adalah musuh dari Alkitab. Dia mengeluh tentang mereka dan ia mengatakan bahwa mereka merusak Gereja, tetapi alasan ia menentang mereka adalah bahwa mereka mempertahkankan otoritas tertinggi Alkitab dan mereka tidak ingin berada di bawah kekuasaannya.
Seluruh posisi Paus pada dasarnya berasal dari kesalahpahaman Kitab Suci itu sendiri [contoh] dalam kitab Matius. Yeshua berkata, Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku [Matius 16:18]. Kita perlu melihat ini dengna hati-hati. Batu apakah yang  Dia bicarakan? Tidak lama sebelum itu, Yeshua telah bertanya kepada para murid-Nya, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Whom do men say that I the Son of man am? [dari aslinya]

Dan Petrus angkat suara dan berkata, “Engkau adalah Mesias, Anak Elohim yang hidup!” Dan Yeshua berkata, Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.  (Matius 16:17). Dan kemudian Dia mengatakan kata-kata ini, Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku.”

Gereja Yeshua Ha Mashiah  dibangun di atas Batu yang adalah Yeshua Ha Mashiah. Petrus telah menerima wahyu tersebut dari Elohim, dan setiap orang percaya yang sejati yang dilahirkan kembali menerima pewahyuan tentang siapa Yeshua Ha Mashiah. Darah-Nya tercurah di kayu salib menanggung dosa kita, dan ketika kita bertobat dan percaya hanya kepada-Nya, kita memiliki
hidup kekal di dalam Dia dan akan hidup dan memerintah bersama Yeshua selama-lamanya: Ha Mashiah adalah fondasi,  batu penjuru, Batu tersebut. Batu (The Rock) bukan Petrus yang Yeshua telah pilih sebagai murid-Nya dengan semua kekurangan dan sebagainya, juga bukan Paus yang sekarang. Batu adalah Yeshua Ha Mashiah. Seperti Petrus sendiri mengatakan, Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: “Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu yang terpilih, sebuah batu penjuru yang mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan.”  (1 Petrus 2:6,)
Oleh kasih karunia-Nya Elohim telah mengungkapkan itu kepada saya dan saya berdiri dan membangun keseluruhan iman saya pada Batu tersebut, Yeshua,  Dia telah mati untuk menghapus dosa saya dan memberi saya kehidupan kekal.

Saat ini. Saya sekarang seorang pendeta, dalam persekutuan dengan orang –orang lain yang  beriman kepada Alkitab. Jangan ikuti banyak orang, lebih baik memilih masuk  ke jalan yang sempit. Jangan tersinggung oleh proklamasi Injil Anugerah Elohim. Tidak ada cara lain untuk diselamatkan. Tanpa kasih karunia Elohim kita masing-masing hilang dan tanpa harapan. Dari diri kita sendiri tidak ada untuk ditawarankan kepada Elohim. Sebagaimana sebuah nyanyian rohani mengatakan, ”In my hand no price I bring, simply to Thy cross I cling.” (Di tanganku tidak ada harga yang saya membawa, hanya kepada  salib-Mu saya berpegang teguh.”)
Bertobatlah dari mencoba untuk melakukan apa pun untuk mendapatkan Sorga. Percayalah kepada darah Ha Mashiah (Kristus) yang telah tercurah dan itu saja. Anugerah atau rahmat adalah nikmat Elohim yang memberi kita apa yang kita tidak layak. Sebagaimana Elohim membenarkan Anda dengan pembenaran Ha Mashiah, pujilah Dia, dan lakukan segala sesuatu “supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.  (Ephesians 1:6)
Kabar Baik. Ini adalah Kabar Baik yang saya ingin bagikan kepada setiap pembaca. Ketika Anda bertobat dan mengakui bahwa Yeshua telah mati bagi dosa-dosa Anda secara pribadi di kayu salib, kehidupan-Nya adalah milikmu oleh iman. “Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.  (Roma 4:5). Dihadapan Elohim, berdoa bahwa Anda tidak berkompromi. Mintalah Yahweh untuk menguduskan kamu dalam kebenaran. Perkataan Alkitabiah-Nya adalah kebenaran. Berdoalah agar Anda berdiri dengan berani bagi firman-Nya yang tertulis ,  sehingga Anda dapat memproklamasikan sebagaimana dilakukan oleh pemazmur: “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku, dan terang bagi jalanku” (Mazmur 119:105). Di zaman kompromi ini, berdoalah seperti Adonai Yeshua sendiri dan para rasul bahwa otoritas tertinggi Anda haruslah  ada Firman Elohim yang tertulis. Tahannlah semua godaan untuk berkompromi, seperti yang  telah dilakukan oleh Adonai sendiri, dengan tiga kata yang berkuasa: “ITU ADA TERTULIS. ”
Bob Bush
Segera setelah meninggalkan keimamat an dan Gereja Katolik, ia mulai bekerja sebagai seorang penginjil di USA. juga di Amerika Selatan dan Tengah. Pada tahun 1992 ia menderita kelumpuhan parah setelah operasi punggung. Sukacitanya di dalam menjalani cacat  tersebut  telah menjadi suatu kesaksian atas kasih karunia Elohim itu sendiri. Sekarang sebagai seorang pendeta, penginjil dan pembawa acara radio Kristen dia terus memberikan perkataan Injil. (209) 847-7123

Kesaksian-kesaksian bekas pendeta Katolik lainnya bagaimana mereke menemukan Elohim mereka:

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s