Penulis dan sejarawan Kurdi jadi Kristen karena menterjemahkan Alkitab

Seorang pemimpin suku Kurdi yang dikenal baik, penulis dan sejarawan baru-baru ini menjadi seorang Kristen setelah bekerja pada perterjemahan Alkitab Perjanjian Baru berbahasa Kurdi. Inilah kesaksiannya.

Peta Kurdistan

”Saya dari sebuah keluarga Muslim – ayah saya seorang yang dikenal baik dan pemimpin Islam yang berkuasa dan kami telah dibesarkan sebagai orang-orang Muslim yang baik. Sebagai seorang mahasiswa saya adalah seorang pencari yang tidak pernah letih, membaca ilmu agama Islam, sejarah, filsafat dan mitologi, tetapi saya tanpa iman di dalam hatiku.”

”Pada suatu hari di tahun 1993 saya dihampiri oleh organisasi the Bible Society yang meminta saya untuk terlibat  di dalam penterjemahan Perjanjian Baru bahasa Kurdi. Saya terima dengan sukacita dan rasa hormat. ’Sekarang bangsaku akan mampu membaca sesuatu di dalam bahasa mereka sendiri,’ saya berpikit, dan itu akan menguatkan budaya kami.”

Kasihilah musuhmu?
”Saya memulai menterjemahkan kitab (Injil) Matius. Ketika saya tiba pada Matius 5:44 – Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Saya kagum dengan apa yan saya sedang baca – Saya tidak dapat mengerti bagaimana seorang manusia dapat mengasihi musuhnya. Di dalam tradisi saya, ’mata ganti mata, gigi ganti gigi’ telah mengisi makna keadilan. Saya belum pernah membaca sesuatu seperti ini sebelumnya dan saya terguncang.

Kecil dan tidak berarti
”Saya menutup mata saya dan melihat Yeshua berdiri di depan saya. Saya merasa kecil dan tidak berarti. Saya melihat kepada Yeshua dan menerima Dia sebagai Juruselamat saya. Hati saya bersukacita. Telah bertahun-tahun saya telah rindu untuk sesuatu yang tidak dapat saya jelaskan tetapi sekarang saya telah merasakan telah menemukan damai dan telah menjadi milik Elohim.”

”Saya telah banyak bepergian  dalam kehidupan saya, Syria, Irak dan negara-negara lain di Asia. Saya tidak ingin terlibat di dalam politik tetapi saya telah melihat begitu banyak rasa sakit dan penderitaan yang disebabkan ol h kebencian dan kejahatan. Saya ingin meneruskan kasih Elohim kepada orang-orang lain dan mendirikan sebuah Gereja berbahasa Kurdi untuk suku bangsa saya.

”Saya merasa sangat beruntung telah menemukan Mashiah. Saya masih mempunyai teman-teman imam dari agama Islam dan banyak profesor universitas yang adalah teman-teman pribadi saya. Saya tidak akan melewatkan kesempatan untuk menerangkan iman saya kepada mereka, dan mereka menghormati saya atas apa yang saya yakini.”

“Saya baru-baru ini menyumbang sebuah perpustakaan besar yang terdiri dari 4000 buku kepada yayasan akademi Kurdi, di dalamnya koleksi penting buku-buku agama Islam dan juga tulisan-tulisan Kristen. Saya member mereka suatu kondisi bahwa buku-buku Kristen tidaklah boleh pernah dipisahkan dari yang lainnya.”

“Saya sungguh berterima kasih kepada the Bible Society untuk pekerjaan mereka di Turkey dan untuk meminta saya berpartisipasi dalam terjemahan Terjemahan Baru berbahasa Kurdi.”

Diterjemahkan dari situs Christianity in Kurdistan blogspot.com, “Kurdish writer finds God through Bible”

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja


 

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s