Mencari Pengampunan Dari Raja – susah sekali!

Pada suatu hari Sabat (Saptu) saya mengambil istirahat tidur siang, dan saya bermimpi suatu mimpi yang memilukan hati.  Saat saya terbangun saya merenungkan mimpi sedih tersebut dan bertanya kepada Roh Kudus apa maksud atau arti dari mimpi tersebut. Ia berkata bahwa begitu banyak orang di bumi ini ingin kembali ke jalan yang benar, menyesali perbuatan salah dan dosa mereka namun mereka frustasi oleh banyaknya aturan agama. Roh Kudus turut sedih atas kondisi mereka, dan ingin menolong mereka.
Mimpi tersebut saya tulis dalam bentuk sebuah cerita, dan diakhir cerita Anda akan menemukan langkah-langkah JALAN KELUAR yang ringan dan mudah yang Elohim telah sediakan. Semoga artikel ini menjadi berkat bagi Anda. God Bless You. PenjalaBaja.

Di suatu negara terdapat seorang raja yang terkenal baik hati. Di negara itu hidup seorang bapa yang miskin namun jujur. Ia dipenjara oleh karena tertangkap basah mencuri empat buah roti dari sebuah toko. Bapa ini sungguh sedih dan menyesali perbuatannya, mengapa ia telah bertindak sebodoh itu hanya untuk perut keluarganya yang lapar, namun yang membuat ia lebih sedih lagi adalah keluarganya, isterinya yang sedang sakit dan dua anak-anaknya yang masih kecil. Keluarganya selalu ada dipikirannya, ”siapakah yang akan menolong mereka dan bagaimana mereka mendapat makanan sehari-hari.”

Sudah menjadi kebiasaan raja, sebulan sekali pintu gerbang halaman kerajaan dibuka, memberi kesempatan bagi setiap rakyatnya untuk memohon pengampunan untuk setiap pelanggaran yang rakyatnya telah lakukan. Para imam yang bertugas melakukan acara pengampunan pelanggaran akan menjadi mediator untuk orang yang bersalah. Setelah orang bersalah mengaku perbuatannya maka imam mencelupkan sebagian atau seluruh dari tasbih doanya kedalam sebuah bejana air yang terbuat dari tembaga sebagai tanda pembersihan kesalahan, sementara tasbih tetap di dalam air raja akan lewat di depan iman dan orang tersebut, jika tangan raja terentang kearah mereka itu berarti kesalahan orang tersebut diampuni, jika tangan raja tidak terentang kesalahan tidak diampuni.

Bapa yang miskin menantikan hari pengampunan tersebut, sebulan seperti bertahun-tahun bagi bapa ini, ia sungguh rindu untuk melihat dan berada bersama keluarganya kembali. Akhirnya hari yang indah itu tiba, pagi-pagi sekali ia telah bangun. Ia membersihkan diri dan siap menghadap imam. Dibawah pengawasan beberapa tentara raja, rombongan napi ini berjalan menuju taman raja. Celaka, rupanya ia bukanlah seorang diri yang ingin dibebaskan dari penjara, ada hampir seratus orang dalam rombongan tersebut. Dari kejauhan telah nampak oleh nya istana raja yang besar dan megah,  celaka, ia melihat rombongan lain di depan mereka menuju tempat yang sama. Dan setibanya ia di lokasi istana raja tersebut ia melihat antrian yang sangat panjang di depannya, celaka, dari pintu gerbang raja ke tempat ia berdiri antri ada dua kilometer panjang antrian, dan ketika ia melihat kebelakang terdapat antrian sekitar tiga kelometer. Sungguh susah mencari pengampunan dari raja, ia berkata dalam hatinya.

Raja duduk dikursinya di teras istana, dan ada 12 imam duduk bersila di bawah tangga teras tersebut, mereka telah siap dengan tasbih doa di tangan mereka masing-masing dan bejana tembaga berisi air di depan mereka. Dua belas per dua belas rakyat dilayani oleh imam, mereka mengaku kesalahan kepada imam, imam mencelupkan tasbih doanya, lalu raja berdiri dan berjalan di depan mereka, dengan tangan raja memberi pengampunan bagi mereka yang layak diampuni dan hukuman atau kembali kepenjara bagi yang tidak layak diampuni.

Pagi berganti siang dan siang berganti sore, akhirnya tibalah giliran bapa tersebut. Dengan air mata berlinang ia mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan melakukannya kembali apapun alasannya. Imam mencelupkan seluruh tasbihnya untuk bapa yang miskin ini. Dan tangan kemurahan raja terentang untuk dirinya. Ia bangkit berdiri dan membungkukkan badannya berkali-kali di depan raja, air mata bahagia mengalir deras di pipinya, ia sungguh berterima kasih kepada raja untuk pengampunan dan kemurahan hati raja kepadanya, bahwa ia akhirnya bisa kembali lagi berada bersama dengan keluarganya yang ia sangat kasihi. TAMAT.

KETAHUILAH. Tahukah Anda bahwa satu dari sekian banyak nama Elohim, Pencipta kita adalah ”Elohim Penyayang” (Ulangan 4:31, Yesaya 49:10).
Nabi Musa ketika Elohim lewat di depannya ia berseru: “YAHWEH, YAHWEH, Elohim penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya” (Keluaran 34:6)
Dan raja (sekaligus nabi) Daud dalam mazmurya sering kali berkata demikan:  YAHWEH adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mazmur 103:8). Ayat sejenis: Maz 78:38; 111:4; 116:5 dan 145:8. Kabar baik untuk Anda dan saya ialah bahwa Pencipta kita jauh lebih baik dari raja yang baik hati pada cerita di atas.

MENGAKU DAN BEROBAT. Jika kita menyesali dosa kita, kita sungguh ingin bertobat, seperti bapa di atas, maka Ia selalu siap mengampuni Anda dan saya, seperti janji-Nya di Alkitab:  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yohanes 1:9)

PENEBUSAN TELAH TERSEDIA. Yeshua Ha Mashiah adalah Mediator (Pengantara) yang resmi antara YAHWEH, Elohim Pencipta, dengan kita, ciptaan-Nya (1 Yohanes 2:1).[1] Yeshua adalah Imam Besar yang telah menyuci segala kesalahan dan dosa kita melalui pencurahan darah-Nya sendiri di kayu salib, suatu korban yang sempurna (sekali untuk selamanya, tidak perlu diulang).[2] Mengapa penebusan dosa hanya harus melalui darah Yeshua saja? Imam Eli menjawab pertanyaan ini dengan baik sekali, kesalahan antar sesama maka Elohim yang menjadi hakimnya, namun jika seorang berdosa (salah kepada YAHWEH) maka perantaranya adalah Yeshua, baca 1 Samuel 2:22-25.

DIMANA SAJA. Karena YAHWEH adalah Raja atas segala raja, dan Ia mahahadir (omnipresent), Anda dan saya bisa menghadap Dia  dimana saja, di penjara, di hutan, di kantor, di kamar tidur Anda, ya kita bisa langsung menghadap kepada Dia, kita tidak perlu pergi kesuatu tempat tertentu dan harus mengeluarkan jutaan rupiah untuk biaya perjalan ibadah tersebut .

TIDAK PERLU MENUNGGU DAN KAPAN SAJA. Anda dan saya tidak perlu menunggu berjam-jam untuk memohon pengampunan dosa, bahkan tidak perlu menunggu hari dan bulan tertentu seperti pada cerita di atas. Setiap hari setiap jam dan setiap detik Elohim siap untuk ditemui oleh hati-hati yang haus untuk bertobat dan ingin hidup benar. YAHWEH adalah Elohim yang tidak pernah menjadi lelah, bahkan Ia menganjurkan kita untuk melakukannya segera ”Pada hari ini.” (Mazmur 95:7-8; Ibrani 3:7-8).
Kesempatan bertobat ”Pada hari ini” maksudnya ialah ”Jangan menunda.” Mengapa Firman YAHWEH menasehati demikian? Tiga alasan utama,

1. Maut itu selangkah jua adanya, artinya ancaman kematian bisa terjadi kapan saja, ia datang seperti pencuri. Penyesalan dan pertobatan hanya berlaku selagi manusia masih hidup, setelah ia mati kesempatan untuk bertobat hilang selamanya.
2. Ketika dosa kita terlalu matang, maka tidak adalagi kesempatan untuk bertobat, seperti Yudas Iskariot.
3. Masa pengampunan ini ada masa akhirnya, seperti kata Firman ini: Sebab Elohim berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. (2 Korintus 6:2)

 

Catatan kaki:
[1] Yeshua sebagai Pengantara satu-satunya antara YAHWEH dengan kita  juga bisa dilihat pada kitab Ibrani 7:22-28; 8:1-7; 9:11-15
[2] Ibrani 9:11-12 dan 24-28.
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s