Pakistan: Gadis cacat ditahan atas tuduhan menghina Islam

BBC: Polisi Pakistan telah menahan gadis 11 tahun berpenyakit mental Down syndrome, setelah sekelompok orang-orang yang marah menuduh gadis tersebut merusak beberapa halaman Kuran.  Mereka mendesak gadis Kristen ini ditangkap untuk menerima hukuman mati dan mengancam membakar rumah-rumah orang Kristen diluar ibukota Islamabad, koran lokal berkata.

WND: Rimsha Masih, nama dari gadis ini malang ini, ternyata hanya membakar halaman-halaman “Noorani Qaida,” yakni buku petunjuk yang dipakai untuk belajar dasar-dasar Kuran. Lapor Barnabas Aid (yayasan kemanusia) kepada WND.

Tuduhan ini berawal dari tetangga Rimsha, dan menyebar seperti kebakaran hutan yang tidak terkendali oleh karena tuduhan disebarkan di mesjid-mesjid.

Para orang Islam yang marah besar ini sempat memukul dengan keras gadis ini, keluarganya dan beberapa orang Kristen setempat. Dua rumah Kristen juga dibakar dan beberapa rumah mereka dirusak pagarnya juga pintu-pintu dan jendela-jendela. [Mengapa orang-orang Muslim begitu mudah dihasut dan berbuat dosa atas dasar hasutan? Seorang murid sekolah Alkitab di Sumatra dipukuli oleh masyarakat sampai mati hanya karena membakar kertas jimad bertulisan Arab, di awal th 90an]

Akibat penyalah gunaan hukum penghinaan agama Islam ini, sekarang Rimsha tinggal dipenjara Rawalpindi setelah penangkapannya pada tanggal 16 Agustus.   Lebih dari 800 orang Kristen terpaksa harus meninggalkan rumah mereka demi keselamatan. Untuk pemimpin gereja dan para yayasan kemanusia datang menolong memberikan makanan dan minuman.

Aidan Clay dari International Christian Concern’s Pakistan menyatakan lebih dari 46 orang yang dituduh menghina Islam sejak 1986 sampai 2011 telah terbunuh oleh kekerasan masyarakat yang marah sementara menunggu sidang pengadilan.

“Keadilan akanlah hanya berjalan ketika ratusan Muslim yang menuntut Rimsha dan menyerang rumah-rumah Kristen di Islamabad ditangkap dan diadili,” Clay berkata.

Clay atas nama umat Kristen meminta Presiden Asif Ali Zardari menahan mereka yang terlibat.

Para pembela HAM telah mendorong Pakistan untuk mereformasi hukum-hukum penghinaan kepada Allah (blasphemy) yang kontroversi tersebut, yang mana seorang dapat ada diperjarakan seumur hidup hanya karena menghina Koran.

Kebanyakan dari mereka yang dituduh mengina Allah telah dibunuh oleh orang-orang brutal tersebut, sementara para politikus yang menasehati untuk merubah hukum telah juga jadi sasaran kemarahan.

Tahun kemarin, Shahbaz Bhatti, menteri untuk masalah-masalah kaum minoritas dibunuh setelah meminta mencabut hukum penghinaan tersebut.

Kematiannya tiba hanya beberapa bulan setelah pembunuhan Salman Taseer Gubernur Punjab, yang juga berbicara tentang hal yang sama. Tamat.

Yeshua mengajar orang Kristen: Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. (Matius 5:43-45)

Berdoalah bagi saudara-saudari kita di Pakistan, agar iman mereka semakin kuat kepada Yeshua Ha Mashiah di dalam penganiayaan ini. Dan melalui kejadian ini, kiranya banyak orang-orang Islam dibukakan mata rohani mereka.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

2 Komentar

  1. Terima kasih untuk doa-doa kalian bagi Rimsha Masih. Elohim telah menjawab doa-doa kita!
    Hari Saptu malam, 31 Agustus. Imam yang membuat rencana jahat atas Rimsha telah ditangkap polisi. Imam ini terbukti telah menghina Islam dengan menaruh halaman-halaman Kuran yang dirobeknya sendiri lalu memasukkannya ke kantong plastik yang berisi debu bakaran kertas dari buku Noorani Qaida. Penjala Baja.

  2. Reblogged this on pasifo98.


Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s