Delapan Prinsip Untuk Pertumbuhan Gereja oleh Floyd McClung

Dan sebagaimana batu yang hidup, kamu sendiri sedang dibangun sebagai rumah rohani, imamat yang kudus, untuk mempersembahkan kurban rohani yang berkenan kepada Elohim melalui Yeshua Ha Mashiah, karena hal itu pun tercantum di dalam kitab suci (Yesaya 28:16), “Lihatlah, Aku meletakkan di Sion batu penjuru utama yang terpilih, yang berharga, dan orang yang percaya kepada-Nya sekali-kali tidak dipermalukan.” (1 Petrus 2:5-6)

Floyd McClung adalah salah satu pemimpin senior dari sebuah yayasan misi internasional Youth With A Mission (YWAM.org) yang memfokuskan penjangkauan dunia melalui memuridkan pemuda-pemudi dan mengirim mereka sebagai misionari muda ke berbagai pelosok penjuru dunia.

Artikel ini hanyalah ringkasan dari artikel aslinya : Eight Principles For Church Growth; Floyd, 13 Mai 2012. Catatan kaki ditambahkan oleh penterjemah.Grafik Pertumbuhan

Yeshua berkata Dia yang akan membangung Gereja-Nya,[1]  dan kita membuat murid-murid. Bagian Dia adalah membangun Gereja, dan bagian kita membuat murid-murid. Dia tidak akan melakukan bagian kita bagi kita, dan kita tidak dapat melakukan bagian Dia bagi Dia.

Prinsip-prinsip untuk pertumbuhan gereja:
1. MULAI DENGAN VISI AKHIR = Prinsipnya ialah mengetahui jenis Gereja atau gerakan Gereja yang Elohim memanggil kita untuk membangunnya, entah Gereja Sel, Gereja Rumah, Gereja Kommunitas, Gereja Sekolah Minggu, atau gerakkan Penanaman Gereja (church planting movement). Ketahui modelnya dan ketahui strategi Anda.

Nilai-nilai dapat ditransfer ke segala model Gereja. Nilai-nilai seperti bumbu-bumbu. Itu bukanlah ukuran atau bahan dari mangkok pencampur ketika Anda membuat kue; itu semua tentang bumbu-bumbu yang Anda masukkan kedalam mangkok tersebut. Melalui memulai dengan visi akhir tersebut, Anda memilih bagaimana Anda ingin membuat murid-murid dan proses apa yang Anda akan ikuti untuk melakukannya.

Kira-kira 95% dari seluruh Gereja di dunia adalah berukuran kurang dari 350 orang. Tidak perlu malu ada sebagai satu dari Gereja-gereja tersebut. Tetapi perlu malu jika kita tidak memiliki visi atau kita tidak menghasilkan lebih murid-murid untuk Kerajaan (Sorga).

2. LEBIH BESAR GEREJA, LEBIH KOMPLEK UKURAN ORGANISASI GEREJA MENJADI = Prinsip ini untuk mengantisipasi apa yang diperlukan pada level pertumbuhan berikutnya. Tumbuh secara jumlah tanpa perencanaan antisipasi akan menyebabkan konflik dan sakit pertumbuhan yang tidak perlu.
Untuk kelanjutan dari point ini silahkan baca Five Stages of Growth of an Apostolic Movement di www.floydandsally.com

3. JANGAN MENYEMBAH METHODE ANDA ATAU MODEL GEREJA ANDA = Prinsipnya, Elohim telah menciptakan Gereja-gereja pergi melalui tahap-tahap pertumbuhan alamiah, persis seperti Dia telah mendesign manusia untuk mengalami tahap-tahap alami dari perkembangan manusia.

Gereja yang sehat akan merubah methodologinya atau modelnya sesuai transisi tahap pertumbuhannya – jika itu akan menolong menjangkau dan mendisiplinkan lebih banyak orang.

Jika sebuah Gereja tidak bersedia untuk merubah untuk menjangkau dan memperhatikan lebih jiwa-jiwa, maka ia bersalah menyembah-methode, seorang menyebutnya “method-olatry.”[2] Method-olatry akibat dari kebingungan antara prinsip-prinsip Alkitabiah yang tidak berubah, nilai-nilai kita dengan merubah method atau model, yang kita harus ada terbuka untuk ubah. Methode-olatry adalah melawan Elohim sebagai bentuk-bentuk penyembahan lain sebab itu berarti kita memberi method-methode kita sebuah tempat penyembahan yang hanya layak bagi Elohim.

4. JANGAN MELEKATKAN NILAI-NILAI MORAL KE UKURAN ATAU KE MODEL GEREJA = Prinsipnya adalah kita haruslah teguh kepada nilai-nilai kita, tapi tidak kepada model yang mengijinkan kita hidup keluar dari nilai-nilai tersebut. Ada sebuah lagu tua yang mengalun seperti ini:
Methods are many (Methode2 adalah banyak)
Values are few (Nilai2 adalah sedikit)
Methods always change (Methode2 selalu berubah)
Values never do (Nilai2 tidak pernah berubah)

Saya telah menggembalai Gereje-gereja kecil dan besar. Dan saya telah berbicara banyak sekali di berbagai gereja di enam benua, dan saya pastikan Anda, ukuran tidak menggaransi apapun, entah sebuah Gereja kecil atau besar.

5. JIKA ANDA INGIN MENUMBUHKAN GEREJA YANG LEBIH BESAR, ANDA PERLU MEMPERSIAPKAN  PERUBAHAN-PERUBAHAN YANG BERARTI SEKARANG = Prinsipnya ialah melihat kedepan kedalam masa depan sehingga Anda tidak tertangkap oleh kejutan ketika Gereja Anda bertumbuh dari satu tahap pertumbuhan ke tapah lainnya. Mark Driscoll menunjukkan beberapa perubahan tersebut: (ada 11, diantaranya ialah)

  • Anda berpindah dari mengatur para pekerja, ke memimpin para manager, memimpin para pemimpin.
  • Tugas-tugas  orang  berpindah dari tanggung  jawab umum ke tanggung jawab khusus.
  • Para anggota berpindah dari ada berhubungan kepada pendeta ke para pemimpin lainnya.

6. CARI NASEHAT PARA PENDETA DAN PENANAN GEREJA (CHURCH PLANTERS) YANG LEBIH BERPENGALAMAN DARI ANDA = Prinsipnya ialah bahwa ada orang lain yang tahu lebih dari Anda dan adalah bijaksana belajar dari mereka.
Saya telah mencari nasehat dari pendeta-pendeta dan pemimpin-pemimpin rohani pada tiap tahap pengalaman pribadi penggembalaanku, menyadari adanya orang lain yang telah mendahului saya dan tahu lebih dari saya.

Apapun masalah yang Anda hadapi, carilah hikmat, doa, dan pementoran dari mereka yang lebih berpengalaman dan lebih dewawa dari dirimu sendiri.

7. BEDAKAN ANTARA TEGURAN DAN TUDUHAN DALAM MASA-MASA TRANSISI = Prinsipnya ialah Anda tidak dapat menyenangkan setiap orang dan Anda tidak dapat ada segala sesuatu kepada semua orang. Ketahuilah siapa Anda, ada damai di dalam tugas sebagaimana Elohim memimpin Anda untuk melakukannya.
Ketahui kekuatanmu dan kesukaanmu, teguh pada nilai-nilaimu, jangan berusaha untuk menjadi Gereja ”sukses.”

Amsal 29:25 berkata bahwa takut akan orang mendatangkan ”jebakkan” atau ”jerat.”  Berusahalah untuk ada setia kepada Yeshua, tidak kepada permintaan-permintaan orang banyak (Mark Driscoll, 8 Principles for Churches That Want to Grow).

8. MEMBUAT MURID-MURID DAN MELATIH ORANG-ORANG UNTUK MEMBUAT PARA MURID = Prinsipnya ialah Elohim ingin Gereja-gereja local bertumbuh melalui jiwa-jiwa baru bukan melalui pertumbuhan perpindahan jemaat. Elohim ingin Anda menumbuhkan murid-murid yang sehat, bukan “para pengunjung” hari Minggu (dan hari Saptu bagi yang ibadah mingguannya hari Saptu).
Gereja adalah tentang menciptakan budaya pemuridan melalui proses-proses pemuridan yang sehat. Yeshua mengutus murid-murid-Nya pergi untuk memuridkan bangsa-bansa, bukan pergi dan memuridkan “semua Gereja.”[3] Bagi Yeshua pembuatan murid adalah bagaimana Dia membawa orang beriman di dalam Dia. Model pertumbuhan Gereja dari Yeshua adalah memuridkan orang untuk perpindahan (conversion), bukan memindahkan mereka untuk memuridkan mereka. Jika pemuridan bukanlah bagian dari proses bergabung ke Gerejamu, maka Anda akan kesulitan menjaga mereka tetap dalam Gereja.

Itu bergitu mudah. Anda membuat murid-murid, dan Dia membangun Gereja. Ajar setiap orang dasar-dasar (Kristianiti).  Kejar mereka yang taat dan terapkan apa yang mereka belajar. Bangunlah fondasi di dalam kehidupan orang. Itu makan waktu. Tidak dapat terburu-buru atau dipaksakan kedalam sebuah formula atau bungkusan.

Floyd mengembangkan artikel diatas dari “8 Principles For Churches That Want To Grow,” ditemukan pada www.theResurgence.com.

Bacaan lainnya yang dianjurkan oleh Floyd McClung:

  • Wiki Church by Steve Murrell
  • You See Bones – I See an Army by Floyd McClung
  • Miraculous Movements by Jerry Trousdale. Buku yang baik tentang gerakan Church Planting.
Catatan kaki:
[1] Injil Matius 16:18. Gereja dari kata Ekklesia (assembly, congregation) artinya Jemaat. Yeshua berkata Dia yang akan membangun Gereja tersebut di atas Pribadi-Nya sendiri (Batu Karang Yang Teguh).
[2] Definisi dari methodolary: Worship of a method that employs it uncritically regardless of ever- changing particulars and steadfastly ignoring past negative results; Collin Dictionary.
[3] Injil Matius 28:19-20.  “Jadikan semua bangsa (ethnos) murid-Ku dan baptislah mereka…” Perintah ini Jemaat diminta memenangkan jiwa yang terhilang melalui proses pemuridan, hal ini nyata dari anak kalimatnya ”dan baptislah mereka” bahwa mereka di sini bukanlah ”Jemaat lama.”

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s