Penglihatan-penglihatan tentang Sorga dan Neraka; kesaksian John Bunyan

Diterjemahkan dari: Visions of Heaven and Hell by John Bunyan

Logo Kesaksian Penglihatan Sorga dan Neraka oeh Joh BunyanCatatan dari penterjemah: Penjabaran John Bunyan tentang apa yang ia telah lihat (Sorga dan Neraka) sungguh luar biasa indahnya; mengungkapkan banyak hal yang kita di bumi masih pertanyakan dengan begitu detilnya dan sangat baik; sebab ia adalah bukan sekedar seorang penulis yang tersohor lebih dari itu ia adalah seorang pengkotbah yang  mencintai  Elohim dan Firman-Nya sedemikian rupa dalamnya. Kesaksian ini adalah sumur yang penuh dengan air yang melimpah bagi jiwa-jiwa yang haus akan kebenaran dan keadilan; dapat mematahkan setiap kebimbangan dan tekanan putus asa yang disebabkan oleh ajaran-ajaran agama palsu dan filosofi dunia yang nampaknya masuk akal namun sesunggunya adalah jebakkan Iblis yang dibungkus dalam kesombongan dan pemberontakan manusia atas Pencipta mereka yang sempurna, panjang sabar dan adil.
Tanda kurung persegi dan catatan kaki ditambahkan, termasuk pewarnaan kalimat dan kutipan-kutipan kalimat John Bunyan yang terkenal.  Kiranya buku terjemahan Vision of Heaven and Hell oleh John Bunyan dalam bahasa Indonesianya ini dapat menjadi berkat bagi para pembacanya; sehingga genaplah ayat Firman YAHWEH ini:

Kuatkanlah kamu tangan-tangan yang lemah, dan teguhkanlah lutut-lutut yang goyah. Katakanlah kepada mereka yang tawar hati: ”Jadilah kuat, janganlah takut: ketahuilah Elohimu akan datang dengan pembalasan, bahkan dengan ganjaran Elohim ; Dia akan datang dan menyelamatkan kamu. (Yesaya 35:3-4; KJV)

Yeshua Ha Mashiah memberkati kita semua. Penjalabaja, Penterjemah.

KATA PENGANTAR
John Bunyan adalah seorang pengkotbah Inggris abad 17, yang terpenjara selama dua belas tahun karena iman Kristennya dan telah menulis lebih dari 40 buku. Tulisannya yang paling terkenal adalah Pilgrim’s Progress, satu dari buku-buku yang paling terkenal dan populer di seluruh sejarah dunia.

John Bunyan telah menulis peristiwa berikut ketika ia masih muda, bagaimana seorang malaikat  yang dikirim oleh Adonai mengambil dia untuk melihat Sorgan dan Neraka. Cerita ini adalah cerita sungguhan, bukanlah sebuah buku allegory atau bersifat fiksi (dongeng). Sementara semua penglihatan haruslah diuji oleh Alkitab, ini nampak sangat alkitabiah dan dipakai oleh Adonai untuk menolong mentranform remaja John ke dalam pemuda Elohim yang perkasa.Buku Vision of Heaven and Hell oleh John Bunyan

DAFTAR ISI:

  1. Merencanakan Bunuh Diri
  2. Melampaui Matahari Dan Bintang-Bintang
  3. Elia Menerangkan
  4. Kebahagian Sorga
  5. Kita Mengenal Satu Sama Lain
  6. Dibawa ke Neraka
  7. Siksaan-Siksaan Neraka
  8. Seorang Jiwa Yang Terhilang Berbicara
  9. Percakapan-Percakapan Lebih Lanjut
  10. Seorang Ateis Di Neraka

Bab 1. Merencanakan Bunuh Diri

[Putus ada karena terjebak oleh ajaran-ajaran Atheis;  diselamatkan oleh malaikat; John bersyukur terbebas dari konsekuensi bunuh diri]
Ketika pribadi-pribadi yang jahat telah terjatuh kedalam sebuah kehidupan dosa, dan menemukan bahwa mereka punya alasan untuk takut akan pengadilan yang adil dari Elohim, mereka mulai pertama-tama berharap bahwa tidak ada Elohim yang akan menghukum mereka. Lalu kemudian sedikit demi sedikit mereka menyakinkan diri mereka sendiri bahwa tidak ada Elohim, dan mencari argumen-argumen untuk mendukung opini mereka. Saya pernah memiliki ketidak bahagian kerena mengenal seseorang seperti itu, yang selalu akan menceritakan kepada ku bahwa tidak ada Elohim atau juga Setan, dan tidak ada Sorga atau Neraka.

Dengan ketakutan dan gemetar ketika pertama kali saya mendengar ia berbicara tentang topik-topik ini, tetapi ia berbicara tentang hal-hal itu begitu sering sehingga saya merasa mulai memperhitungkan apa yang ia katakan. Sejak saat itu saya mendapatkan pikiranku begitu bingung menjadikan saya tidak dapat mengingat kebenaran-kebenaran tentang Elohim yang telah mencul begitu jelas kepada saya sebelumnya. Saya sebelumnya tidak pernah dapat berpikir bahwa tidak ada Elohim tetapi dengan ketakutan yang sangat besar, kemudian saya mempertanyakan kebenaran dari keberadaan-Nya. Saya tidaklah membagi pengharapan Sorgaku bagi semua kekayaan dunia, namun ketika itu saya tidak yakin entah ada tempat seperti demikian [baik Sorga maupun Neraka].

Dalam kebingunganku sayaA Pilgrims Progress The Story of John Bunyan pergi ke pada teman yang palsu untuk melihat penghiburan apa yang ia dapat berikan kepadaku. Dia hanya mentertawakan ketakutan-ketakutanku dan berpura-pura kasihan dengan kelemahan-kelemahanku. Dia berbicara hanya membuat saya bertambah bingung, sampai kehidupan menjadi sebuah beban bagiku.  Tidaklah mungkin untuk menceritakan pada mu penderitaan yang terus menerus saya rasakan, sampai saya didorong ke ujung keputus asaan. Saya berpikir, ”Mengapa saya harus terombang-ambing diantara tidak ada harapan dan pengharapan? Tidakkah ada lebih baik untuk mengakhiri kehidupanku dan menemukan apa itu kebenaran?” Jadi saya memutuskan untuk membunuh diri.

Pagi suatu pagi saya pergi ke dalam sebuah hutan yang tidak jauh, dimana saya  telah merencanakan untuk membunuh diriku sendiri. Tetapi sebelum saya mencoba memakai pisau tersebut, saya mendengar sebuah bisikan yang kudus berkata, ”Janganlah terjatuh kedalam penderitaan yang kekal untuk memuaskan musuh jiwamu. Kejatuhan fatal yang kamu sedang berikan pada dirimu sendiri adalah segel kutukan kamu sendiri. Karena jika Elohim ada, yang sesungguhnya adalah ada, bagaimana dapat kamu mengharapkan belas kasihan dari-Nya jika kamu menghancurkan dirimu sendiri yang telah dibuat oleh gambar-Nya?”

Darimana bisikan kudus ini datang, saya tidak tahu, tetapi saya percaya itu datang dari Elohim; sebab itu tiba dengan begitu penuh kekuatan yang membuat saya melempar pisauku, dan itu telah menunjukkan saya pada kejahatan besar dari bunuh diri. Kegerian yang telah hampir saya kerjakan membuat saya bergetar begitu rupa sehingga saya susah untuk dapat berdiri. Saya mengenali pembebasanku ada datang dari Adonai, dan dalam hormat saya memberi ucapan terima kasih.

Saya berlutut di tanah dan menyembah Dia, meminta Dia untuk mencabut kehitaman di dalam jiwaku agar supaya saya tidaklah lagi mempertanyakan keberadaan atau kuasa besar-Nya yang baru saja saya alami.

Tiba-tiba saya dikelilingi dengan sebuah cahaya yang   mulia, lebih bercahaya dari segala sesuatu yang saya pernah lihat sebelumnya. Saya melihat datang kearah saya suatu pribadi yang mulia seperti seorang laki-laki, namun dilingkari dengan pancaran-pancaran terang dan kemulian yang dipantulkan dari dirinya sebagaimana Ia datang semakin mendekat. Saya mencoba berdiri, tetapi tidak memiliki kekuatan tertinggal di dalamku, sehingga saya terbaring dengan muka di tanah. Ketika Ia mengangkat ku dan diberikan kekuatan baru, saya berkata kepadanya, ”O pembebasku yang bercahaya, bagaimana akan saya mengakui syukurku, dan bagaimana seharusnya saya menyembah engkau?”

Dengan kemulian dan lembut ia menjawab, ”Bayarlah penyembahan-penyembahanmu kepada Elohim, dan bukan kepadaku sebab saya hanyalah teman-ciptaan mu. Saya dikirim oleh Dia yang baru saja kamu ada tolak, untuk menghentikan kamu dari terjatuh kedalam kehancuran kekal.”

Ini menyentuh hatiku dengan rasa ketidak layakanku yang membuat saya hanya dapat menangis, ”Oh, betapa sangat tidak layak saya dari semua anugrah dan belas kasihan ini!” Untuk ini utusan surgawi tersebut menjawab, ”Ketika Elohim memutuskan untuk menunjukkan belas kasihan Dia tidak berkonsultasi dengan ketidak layakan kamu, tetapi pada kebaikan dan keluasan kasih-Nya sendiri yang tidak terbatas. Dia telah melihat musuh utama jiwa-jiwa tersebut rindu kehancuranmu, tetapi Dia menegakkan kamu oleh kekuatan rahasia-Nya. Melalui hal ini, ketika Setan berpikir bahwa kamu telah dihancurkan, jebakkan dirusak dan kamu telah dilepaskan.” Kata-kata ini membuat saya terpacu kedalam nyanyian, dan saya memuji Juruselamatku dan memproklamirkan bahwa Dia adalah Elohim sendiri.

Bab 2.  Melampaui Matahari Dan Bintang-Bintang

[Langit penuh roh-roh jahat; dibawa ke Sorga]
Utusan sorgawi ini kemudian berkata, ”Supaya kamu tidaklah pernah bimbang akan kenyataan akan hal-hal yang kekal, saya telah datang untuk menunjukkan kamu kebenaran akan semua itu: tidaklah oleh iman saja, tetapi juga oleh penglihatan. Saya akan menunjukkan kamu hal-hal yang belum pernah dilihat oleh mata yang fana, dan pada akhirnya mata-matamu akan ada dikuatkan dan dibuat mampu melihat hal-hal yang sorgawi.”
Pada kata-kata malaikat ini saya sungguh terkejut, dan ragu akankah saya mampu melakukannya. Saya berkata kepadanya, ”Siapkah yang mampu meyaksikan pemandangan seperti itu?” Dia menjawab, ”Sukacita YAHWEH akan ada sebagai kekuatanmu.” [Nehemiah 8:10; KJV]. Ketika ia mengatakan hal itu, ia memegang ku dan berkata, ”Janganlah takut, karena saya dikirim untuk menunjukkan hal-hal yang kamu belum pernah lihat.” Tiba-tiba sebelum saya sadar, saya menemukan diriku sendiri telah jauh dari atas bumi, yang nampaknya sekarang ada begitu kecil.

Lalu saya berkata kepada penuntun saya yang bercahaya, ”Harap ini tidak menyinggungmu jika saya

foto Pengkotbah John Bunyan

bertanya satu atau dua pertanyaan.” Ia menjawab, ”Katakanlah. Itu adalah tugasku untuk memberitahu kamu tentang apa yang kamu tanyakan. Sebab saya adalah sebuah roh yang melayani, dikirim untuk melayani kamu dan kepada mereka yang akan mewarisi keselamatan.”

Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.  (Yesaya 40:15)

Lalu saya berkata, ”Tolong beritahukan saya tentang titik gelap dibawa sana, yang menjadi semakin kecil dan kecil sementara kita semakin tinggi, dan yang nampaknya lebih gelap sejak saya datang kedalam wilayah terang ini.”

Penuntun saya menjawab, ”Titik kecil yang sekarang nampak begitu gelap dan lenyap adalah dunia dimana kamu hidup. Untuk memiliki satu bagian kecil dari titik itu di bumi begitu banyak orang telah mengambil resiko dan kehilangan jiwa-jiwa kekal mereka; yang adalah sungguh bernilai sehingga Pangeran Damai (the Prince of Peace) telah mengatakan kepada kita meskipun seorang dapat memiliki seluruh dunia , itu tidaklah sebanding dengan kerugiannya yang begitu besar. Sebagaimana kamu telah naik menuju Sorga, dunia nampak tetap lebih kecil dan semakin kurang bernilai, dan itu akan nampak sama kepada semua orang yang dapat melalui iman memiliki hati mereka diatas itu. Jika anak-anak manusia di bumi dapat melihat dunia sebagaimana adanya, mereka tidaklah akan serakah untuk memilikinya sebagaimana mereka lakukan sekarang, namun celaka, mereka ada di dalam kondisi kegelapan. Lebih buruk lagi, mereka senang berjalan dalam kegelapan ini. Karena meskipun Pangeran Terang telah turun dan berada di antara mereka dan telah menunjukkan mereka terang kehidupan yang sesungguhnya, namun mereka terus di dalam kegelapan, dan tidak membawa diri mereka sendiri keluar kepada terang itu, oleh sebab perbuatan-perbuatan mereka adalah jahat.”

Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Ha Mashiah. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Ha Mashiah Yeshua, Adonaiku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Ha Mashiah,  (Filipi 3:7-8)

Kemudian saya bertanya kepadanya, ”Apakah sekumpulan hitam tersebut dan berbentuk buruk yang menaungi udara di atas dunia? Saya ada banyak takut atas mereka, tetapi saya lihat bahwa ketika kamu meliwatinya, mereka melarikan diri; mungkin karena tidak mampu tinggal di dalam cahayamu.”
Ia menjawab saya, ”Mereka adalah malaikat-malaikat yang jatuh karena kesombongan dan pemberontakan mereka dilempar keluar dari Sorga. Mereka berkeliling di udara oleh keputusan Yang Mahatinggi, ada diikat dalam rantai-rantai kegelapan dan dijaga untuk masuk kedalam penghakiman dari hari yang besar tersebut. Mereka diinjikan untuk turun ke dalam dunia, untuk mencobai baik orang pilihan dan menuduh orang fasik. Dan meskipun kamu melihat  mereka sekarang ada hitam dan bentuk-bentunya yang buruk, dahulunya mereka adalah anak-anak Terang. Mereka dahulu berpakaian dalam jubah-jubah terang yang mulia, seperti yang kamu lihat saya pakai. Tetapi mereka kehilangan ini, meskipun itu adalah hasil dari kehendak dosa mereka sendiri, hal ini menjadikan mereka marah dan benci melawan Elohim yang diberkati yang kuasa dan kemuliannya mereka takuti dan benci.”  

“He that is down needs fear no fall, He that is low, no pride” John Bunyan

”Ceritakan padaku,” saya berkata, ”O pemimpin yang diberkati, apakah mereka tidak memiliki harapan untuk diperdamaikan kepada Elohim lagi, setelah beberapa waktu kemudian, atau sedikitnya sebagian dari mereka?”

”Tidak, tidak sama sekali. Mereka terhilang selamanya. Mereka adalah yang pertama berdosa, dan sebelum ada pencoba (temper), dan mereka semua sekagus dilempar ke bawah dari sorga. Disamping itu, Putra Elohim, Meshiah yang diberkati oleh Dia saja keselamatan dapat didapat, tidaklah mengambil diri-Nya dalam sifat malaikat. Dia membiarkan semua malaikat murtad tersebut binasa, dan mengambil atas diri-Nya hanya benih Abraham. Karena alasan inilah mereka memiliki banyak kebencian melawan anak-anak manusia, sebab itu adalah siksaan bagi mereka melihat manusia ciptaan mewarisi Sorga sementara  mereka dimusnahkan ke Neraka.”

Pada saat ini kami berada di atas matahari. Penuntun saya mengatakan padaku bola api besar ini adalah satu dari beberapa pekerjaan Elohim yang besar. Meskipun semua bintang tidaklah kurang indah, yang berjarak sangat jauh membuat mereka nampak seperti lilin-lilin dalam pandangan kita. Mereka tergantung pada tempat-tempat mereka ditempatkan tanpa dukungan apapun. Tanpa apapun, tetapi perkataan-Nya yang pertama menciptakan mereka dapat menjaga mereka dalam tempat mereka.

”Kata-kata ini cukup, saya berkata kepada penuntunku, ”untuk menyakinkan setiap orang akan kuasa besar dari Pencipta mereka, dan untuk menunjukkan kejahatan dari ketidak percayaan yang mempertanyakan keberadaan Elohim yang telah memberikan begitu banyak bukti-bukti dari kuasa dan kemulian-Nya. Jika manusia tidak sama seperti binatan-binatang buas tetap melihat kebawah, mereka tidak dapat menolak, tetapi mengenali kekuatan besar dan hikmat-Nya.”
”Kamu mengatakan yang benar, ia berkata. ”Tetapi kamu akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada semua ini. Ini adalah tempat-tempat pertahanan untuk tempat yang mulia bagi orang-orang yang diberkati yang akan tinggal. Sebuah pemandangan darinya akan sekarang diberikan kepadamu, sejauh kamu dapat mengatasinya.”

Dalam sedikit waktu saya telah menemukan apa yang pemimpinku telah katakan kepadaku adalah benar. Sebab saya temukan diriku sendiri diubahkan kedalam Sorga, dimana saya melihat hal-hal yang tidak mungkin untuk dijelaskan, da mendengar lagu-lagu yang indah yang saya tidak pernah dapat nyanyikan. Siapapun yang belum pernah melihat kemulian tersebut dapat berbicara tetapi sangat tidak sempurna mengenainya, dan mereka yang pernah melihatnya tidak dapat menceritakan bagian seperseribu dari apa itu adalah. Itulah sebabnya rasul besar bagi para bukan-Yahudi, yang menceritakan kita bahwa ia telah diangkat masuk kedalam Sorga dimana ia mendengar kata-kata yang tidak terkatakan yang tidak mungkin seorang manusia untuk mengucapkannya  [2 Korintus 12:1-7a], telah menulis bahwa , Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Elohim untuk mereka yang mengasihi Dia.”  [1 Korintus 2:9]. Saya akan memberikan kamu pernjelasan terbaik yang dapat saya lakukan dari apa yang saya telah lihat dan dengar, setepat saya dapat ingat.

Bab 3.  Elia Menerangkan

[Keindahan Sorga ; dipertemukan dan diajar oleh Elia di Sorga;  ]
Ketika pertama kali saya dibawa dekat tempat mulia ini, saya melihat para penghuni terang  yang jumlahnya tidak terhitung hadir, yang menyambut saya masuk kedalam tempat kebahagian yang diberkati ini. Dan disana saya melihat cahaya yang sempurna dan tidak dapat didekati, itu merubah segala sesuatu kedalam alamnya sendiri, karena bahkan jiwa-jiwa dari orang kudus yang dimuliakan adalah transparan. Mereka tidak diterangi oleh matahari; tetapi semua terang itu, yang mengalir dengan cahaya yang tranparan lewat melalui seluruh rumah-rumah sorgawi itu, tidak yang lainnya, tetapi pancaran sinar kemulian Elohim.

Dibandingkan pada kemulian ini, cahaya matahari hanyalah kegelapan, dan api dari pancaran permata  terbaik adalah arang-arang yang mati. Oleh karenanya itu disebut Tahta Kemulian Elohim, dimana radian Yang Mulia dinyatakan dalam cara yang paling terhormat. Elohim terlalu terang untuk dipandang sebagaimana Dia ditinggikan pada tahta yang tinggi kemulian-Nya, sementara banyak malaikat dan orang kudus menyanyikan halleluyah dan pujian selamnya untuk Dia. Ya, mungkin Dia ada dipanggil Elohim Glori, sebab oleh kehadiran-Nya Dia membuat sorga sebagaimana itu ada. Sungai-sungai kenikmatan terus menerus muncul dari Hadirat-Nya, dan memancarkan keceriaan, sukacita, dan kemegahan untuk semua penduduk Sorga yang diberkati, kursi kerajaan-Nya yang kekal.

Bagi saya sendiri, saya terlalu lemah untuk menanggung pancaran kemulian yang terkecil yang ditembakan dari Pancaran Cahaya kekal yang duduk di atas tahta tersebut. Saya dipaksa untuk berseru kepada penuntunku, ”Penglihatan yang begitu glori adalah terlalu besar untuk ku menanggungnya, namun itu sungguh menyegarkan dan menyenangkan yang saya rindu untuk melihat, meskipun saya mati.”
”Tidak, tidak,” kata penuntunku, ”kematian tidak dapat masuk ke dalam tempat yang diberkati ini, tidak juga dosa ataupun penderitaan dapat tinggal. Itu adalah keagungan dari tempat bahagia ini untuk ada selamanya bebas dari semua itu yang jahat; dan tanpa kebebasan itu, keberkatan kita bahkan disini akanlah ada tidak sempurna. Turutlah bersama saya dan saya akan bawa kamu ke seorang yang ada di dalam tubuh, seperti kamu adanya. Berbicaralah dengan dia sebelum saya bawa kamu kembali lagi.”

”O sebaliknya,” saya dengan semangat berkata, ”biarkan saya tinggal di sini. Tidak diperlukan bangunan tabernakel, sebab rumah-rumah sorgawi telah dupersiapkan.” Utusanku yang bersinar menjawab, ”Disini sementara waktu, kamu akan ada selamanya, tetapi kehendak sorgawi haruslah pertama ada ditaati.” 

“One leak will sink a ship: and one sin will destroy a sinner.” John Bunyan

Cepat seperti pikiran, ia membawa saya melewati ribuan malaikat, dan menghadirkan saya ke orang kudus yang besar, nabi Elia. Meskipun ia telah hidup di dunia ratusan tahun yang lalu, saya mengenali dia pada pandangan pertama.

”Ini adalah seorang,” kata penuntunku kepada Elia, ”siapa oleh perintah dari Tahta Kerajaan telah ada mengijinkan untuk mengunjungi dunia terang ini, dan saya telah bawa dia kepada kamu, untuk belajar dari pada mu.”

”Itu,” kata nabi, ”saya dengan senang hati melakukannya. Sebab itu adalah daging dan minuman kami di wilayah yang diberkati ini untuk melakukan kehendak Elohim dan Anak Domba, menyanyikan pujian-pujian-Nya, dan melayani Dia dengan penghormatan hati yang terendah, berkata, ’Berkat, dan glori, dan kekuatan, ada bagi-Nya yang duduk di atas tahta; dan kepada Anak Domba selama lamanya: karena Dia telah menebus kita kepada Elohim oleh darah-Nya keluar dari setiap suku dan bahasa, dan orang-orang dan bangsa, dan telah membuat kita kedalam Elohim kita raja-raja dan penguasa-penguasa: demikianlah, Amin.’” Dan saya juga menambahkan ”Amin” kepada perkataan nabi suci ini.

Nabi ini kemudian bertanya pada ku mengapa ijin dan kesempatan besar ini diberikan kepada ku. (Dengan ini saya mengerti bahwa para orang kudus di sorga tidak tahu apa yang terjadi dibumi; jadi bagaimana dapat doa-doa ada diarahkan kepada mereka?) Saya kemudian bercerita kepadanya peristiwa-peristiwa yang telah saya tuliskan di sini, yang membuat nabi kudus berseru dalam pujian, ”Glori selamanya ada diberikan kepada Dia yang duduk di tahta, dan kepada Anak Domba, karena ketidak terbatasan kebaikan dan kebesaran belas kasihan-Nya kepada kelemahan orang berdosa yang miskin dan ragu.” Setelah itu ia berkata, ”Sekarang beri perhatian atas apa yang akan saya katakan. Apa yang kamu telah lihat dan dengar saya yakin kamu tidak akan dapat membuat mengerti seluruhnya kepada mereka yang belum diterjemahkan ke tempat mulia ini, yang belum ada dibebaskan dari tubuh jasmani mereka. Tidak juga keberadaanku disini dalam tubuh keberatan atas apa yang saya katakan, karena meskipun itu belum tunduk kepada kematian, namun itu sudah dirubah sederajat. Itu telah dibuat rohaniah, dan tidak lagi bisa menderita. Namun di dalam kondisi penuh kebahagian saya tidak dapat jelaskan semua yang saya suka, tidak juga saya tahu apa yang belum ada dinikmati, sebab di sini kebahagian kita adalah selalu baru.”

Saya kemudian bertanya nabi yang diberkati ini untuk menerangkan dirinya sendiri. Saya tidak mengerti bagaimana kebahagian dapat ada komplit, namun terus ada ditambahkan. Berikut ini adalah jawabannya:
”Ketika jiwa dan tubuh  keduanya bahagia, seperti milikku sekarang ada, saya memperhitungkan itu suatu kondisi kebahagian yang komplit. Karena melewati seluruh usia kekekalan, itu adalah jiwa dan tubuh bergabung bersama di posisi kebangkitan yang diberkati yang akan menerima kebahagian ini. Tetapi mengenai masalah kebahagian kita, yang selalu menyenangkan dan diberkati Elohim, penglihatan kita akan Dia adalah baru selamanya. Karena sebagaimana kesempurnaan-kesempurnaan sorgawi tidak terbatas, tidaklah kurang kekekalan dapat ada puas untuk menampilkan kemulian mereka. Ini membuat kebahagian kita selamanya ditambahkan, demikian juga pengetahuan kita akan Dia akan ada selamanya juga bertambah. ”

“Pray often; for prayer is a shield to the soul, a sacrifice to God, and a scourge for Satan” John Bunyan

”Karenanya Rasul Paulus berkata, ” ”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Elohim untuk mereka yang mengasihi Dia.”  [1 Corinthians 2:9].[1] Namun mata jasmani telah melihat banyak hal-hal mengabumkan di alam. Telah melihat gunung-gunung kristas, batu-batu berlian, tambang-tambang emas, pantai-pantai mutiara. Bagaimanapun, mata-mata yang telah melihat begitu banyak keajaiban di bawah dunia tidak akan pernah dapat membandingkannya dengan kemulian-kemulian dari tempat kemenangan ini. Dan meskipun telinga manusia telah mendengar banyak suara-suara yang menyenangkan dan harmonis, bahkan manusia tersebut dan alam dapat mencuplai dia semuanya itu, namun dia belum pernah mendengar melodi sorgawi yang keduanya orang-orang kudus dan malaikat buat di depan tahta. Hati orang sangat halus dan imajinatif hampir dapat memahami semua yang ada, atau telah ada, atau yang akan ada di bawah dunia, dan bahkan apa yang tidak akan pernah ada. Orang dapat berpikir setiap batu di bumi akan ada berubah kedalam mutiara-mutiara, dan setiap  sisi rumput kedalam terang permata-permata bercahaya. Ia dapat berpikir seluruh bumi ada dirubah kedalam sebuah bongkah emas murni, dan udara berubah menjadi kristal. Ia dapat berpikir setiap bintang menjadi seterang matahari, dan matahari menjadi seribu kali  lebih besar dan lebih terang. Tetapi semua ini jauh terbatas dibanding dengan apa kekal Mulia telah siapkan untuk semua pengikut setia-Nya.”

Bab 4.  Kebahagian Sorga

[Macam-macam kebahagian orang kudus di Sorga; arti dari tubuh kebangkitan; trinitas]
Nabi melanjutkan, ”Saya akan menceritakan kamu secara singkat tentang kebahagian kami di sini, karena berabad-abad dihabiskan pada thema yang menyenangkan ini hanya mulai untuk menerangkannya. Supaya kamu dapat memiliki pengertian terbaik, saya akan pertama-tama menerangkan tentang bagaimana jiwa-jiwa yang ditebus telah dibebaskan dari, dan kedua tentang kebahagian yang mereka nikmati di sini.”

”Yang pertama, jiwa-jiwa dari semua yang diberkati adalah selamanya bebas dari segala sesuatu yang dapat membuat mereka sengsara, yang semua semua itu adalah dosa. Itua adalah dosa yang telah membawa sengsara kedalam ciptaan. Elohim yang di berkati pada awalnya membuat segala sesuatu berbahagia, seperti diri-Nya sendiri. Dosalah yang merusak keindahan karya-Nya, para malaikat dan manusia tidaklah akan pernah tahu apa artinya penderitaan. Itulah dosa yang melempar para malaikat yang murtad tersebut kedalam Neraka, dan merusaka keindahan dunia yang lebih rendah. Itu adalah dosa yang merusak gambar Elohim di dalam jiwa manusia, dan menjadikan orang-orang yang adalah tuan-tuan atas ciptaan masuk kedalam budak-budak dari napsu dosa mereka sendiri. Itu adalah dosa yang dapat juga menceburkan mereka kedalam lautan penderitaan kekal yang tida  ada penembusan. Itu adalah suatu belas kasihan yang berharga bahwa di tempat bahagia ini semua orang kudus adalah dibebaskan selamnya dari dosa melalui darah dari Penebus kita. Di bumi di bawah, jiwa-jiwa terbaik dan terkudus merana dibawah beban dosa. Dosa mencoba melekat ke semua apa yang mereka lakukan, dan sering menuntun mereka tertawan melawan kehendak mereka. ”Siapakah yang akan membebaskan saya?”  jeritan yang telah ada dari hamba-hamba Elohim yang setia, yang pada saat bersamaan telah ada sayang pada Yeshua.  Dosa adalah beban berat para orang kudus sementara mereka hidup di dalam tubuh mereka yang tidak sempurna. Karenanya ketika mereka meninggal dunia, jiwa-jiwa mereka seperti sebuah burung yang terlepas dari sarangnya, dan dengan sukacita sorgawi mereka naik ke Sorga. Tetapi di sini peperangan mereka berakhir, dan ’kematian ditelan dalam kemenangan.’ Di bawah jiwa-jiwa mereka cacat dan ternoda oleh dosa, tetapi di sini jiwa-jiwa terang mereka oleh Yeshua yang selalu diberkati dihadirkan kepada Bapa ’tanpa cacat dan kerut.’”

“Prayer will make a man cease from sin, or sin will entice a man to cease from prayer” John Bunyan

”Tidak hanya para orang kudus di sini bebas dari dosa, tetapi juga dari segala macam godaan dosa. Ketika Adam di paradis, meskipun ia tidak berdosa dan bebas dari dosa, namun ia tidak bebas dari pencobaan. Setan masuk kedalam paradis dan Adam termakan secara fatal oleh godaan-godaannya. Seperti penyakit, dosa telah menjalar kedalam sifat alami manusia dan merusak seluruh umat manusia.”

”Di sini setiap jiwa bebas dari itu. Tidak ada, kecuali apa yang murni dan kudus dapat diterima disini. Singa yang megaum itu yang mundar mandir seluruh bumi mencari siap ia dapat telan, tunduk kepada orang-orang kudus di Sorga, adalah terikat kuat di rantai-rantai kekal. Pencobaan-pencobaan dunia tidak akan pernah lagi menarik mereka yang melalui iman dan kesabaran telah mengalahkan itu dan tiba dengan aman di sini. Di Sorga kami melihat dengan kejijikan pada semua kenikmatan duniawi. Tidak ada di sini yang dapat mengganggu damai kami, tetapi ketenangan kekal memahkotai semua kebahagian kami.”

”Sejak kami dibebaskan dari semua dosa dan pengaruh-pengaruhnya, kami juga dibebaskan dari hukuman. Setelah kematian, Neraka meraih orang berdosa ke penderitaan abadi. Namun yang diberkati dibebaskan dari semuah hal-hal tersebut. ”

”Di sini kami menikmati pandangan Elohim, musim semi yang diberkati dan sumber abadi semua kebahagiaan kami. Tapi apa ini adalah, saya tidak dapat jelaskan lebih lengkap daripada yang mahluk terbatas dapat memahami yang tidak terbatas. Namun pandangan Elohim terus-menerus mengisi jiwa-jiwa kami dengan sukacita yang tidak dapat diucapkan dan penuh kesukaan, dan dengan kasih yang begitu menyala yang tidak ada kecuali penulis yang diberkati itu dapat memuaskan, tidak juga kekekalan itu sendiri dapat berakhir. Itulah yang membuat kami hidup, menyayangi, bernyanyi dan memuji selamanya sementara itu juga merubah kami kedalam rupa-Nya yang diberkati. Mengamati wajah Elohim, kami menikmati kasih-Nya. Senyum-senyum-Nya yang diberkati membuat senang jiwa kami, dan dalam dukungan-Nya kami bersuka-cita senantiasa, ‘karena dalam dukungan-Nya adalah kehidupan.’ Dan melalui visi Elohim yang diberkati ini, kami semakin tahu Dia semakin tinggi lebih dari setiap orang yang pernah mengenal Dia di bawah dunia. Sebab pendangan akan Diam membuka perngertian-pengertian kami,  dan ’memberi kami cahaya pengetahuan akan kemulian Elohim dalam wajah Yeshua Ha Mashiah.’ Di bawah (di bumi) para orang kudus menikmati Elohim dalam ukuran, tetapi di sini kami menikmati Dia tanpa batas.

“You have chosen the roughest road, but it leads straight to the hilltops.” John Bunyan

Di sana mereka memiliki beberapa teguk kebaikan-Nya,  tetapi di sini kita minum  sebanyaknya dan berenang di samudra kebahagian yang tak terbatas.
Di bawah orang-orang kudus memiliki persekutuan mereka dengan Elohim terputus berkali-kali, tapi di sini tidak terganggu.
Di bawah kasih dicampur dengan rasa takut, dan rasa takut memiliki siksaan; tapi di sini kasih sempurna, dan kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan. Di Surga kita mengasihi Elohim lebih dari diri kita sendiri, dan satu sama lain seperti diri kita sendiri. Di sini kita menikmati kesempurnaan sumber segala kasih karunia.
Di surga pemahaman dan pengetahuan kami diperbesar sesuai kebesaran yang kita dapat amati dan pikir.
Dalam dunia di bawah cahaya hanya dapat bersinar dalam pikiran kita melalui jendela indra kita, sehingga Elohim harus merendahkan diri-Nya ke kapasitas kita yang terbatas ketika mengungkapkan Kemuliaan-Nya. Ide-ide kami paling murni tentang Elohim sangat tidak sempurna, tapi di sini emas dipisahkan dari kotorannya dan kami dapat memahami kesederhanaan dan kemurnian Elohim. Kami memahami keputusan-keputusan dan nasehat-nasehat-Nya, pemeliharaan dan dispensasi-Nya. Kita melihat dengan jelas di sini bahwa dari kekekalan Elohim adalah satu-satunya yang ada, tapi tidak sendirian, KeElohiman tidak bingung dalam kesatuan, tidak juga terbagi dalam bilangan. Kami melihat adanya suatu prioritas urutan tetapi tidak superioritas diantara pribadi-pribadi Tritunggal, tetapi bahwa Mereka setara memiliki kesempurnaan dan kuasa yang sama, dan sama-sama dipuja. Jalan-jalan Elohim yang di bumi dibawah nampaknya tidak terselidiki dan melampau dan diluar pemahaman kita, kami mengerti dengan begitu jelas di ini melalui hikmat sorgawi-Nya yang mana kebenaran tidak dapat dibuat lebih sederhana.

“Ini adalah beberapa hal yang membuat jiwa kami bahagia. Namun, kebahagiaan orang-orang kudus di surga tidak akan lengkap sampai tubuh mereka dibangkitkan dan bersatu dengan jiwa mereka. Saya karena itu akan menunjukkan kepadamu kebangkitan tubuh akan ada seperti apa:

”Pertama, tubuh-tubuh kebangkitan yang diberkati akanlah ada sebagai tubuh-tubuh rohani, seperti milikku. Kamu mungkin mengerti ini lebih baik tidak hanya melalui melihat, tetapi melalui sentuhan. (Setelah mengatakan ini, nabi kudus ini dengan senang memberi saya tangannya.) Mereka akan menjadi tubuh-tubuh yang dimurnikan dari semua korupsi, namun memiliki substansi. Mereka tidak akan ada seperti angin atau udara, sebagaimana orang-orang di bumi terkadang membayangkan secara bodoh.”

Kemudian saya berkata padanya bahwa saya selalu mengerti spiritual sebagai hal yang berlawanan dengan material, jadi saya berpikir bahwa tubuh rohani pastilah bukan benda, dan tidak dapat ada disentuh atau dirasakan sebagaimana saya rasakan pada tangannya.

Untuk ini nabi ini menjawab bahwa tubuh-tubuh mereka adalah bersifat roh, tidak hanya mereka dimurnikan dari semua korupsi, namun sebagaimana mereka dikuatkan oleh kesukaan Elohim tanpa perlu makanan, minuman, atau tidur. Mengamati YAHWEH adalah yang mengukung baik jiwa mereka dan tubuh mereka, dan adalah yang mereka hidup ada selama-lamanya.

”Belumkah kamu membaca,” nabi ini berkata, ”bahwa Yeshua yang diberkati, setelah kebangkitan-Nya, muncul dalam tubuh-Nya kepada murid-murid-Nya ketika mereka bertemu bersama di sebuah kamar dengan pintu-pintu tertutup? Dan namun Dia memanggil Thomas untuk datang dan mengulurkan tangannya untuk menyentuh-Nya, yang menunjukkan itu memiliki substansi. Tubuh kita saat kebangkitan akan ada abadi, dan tidak dapat mati. Di bawah tubuh-tubuh mereka semua fana, binasa, dan tunduk hancur kedalam debu setia saat. Tetapi di sini tubuh-tubh kita akanlah tidak dapat rusak dan bebas dari kematian selama-lamanya, karena di sini ketidak sempurnaan kita akan memakai yang tidak korupsi, dan kematian kita akan ditelan oleh kehidupan.”

Di sini saya rindu nabi bersama saya sedikit, sementara saya memberi dia tentang pikiran-pikiran ku sendiri tentang masalah ini.
”Berbicaralah, sebab saya siap untuk menghapus keraguanmu,” ia berkata.
”Saya telah belajar,” saya berkata, ”di Kitab-kitab Suci yang abadi adalah hanya milik Elohim, dan bukan manusia. Pengalaman sehari-hari menceritakan kepada kami bahwa tubuh-tubuh manusia adalah fana dan mati. Karenanya Paulus berkata kepada Timotius bahwa Elohimlah yang hanya memiliki keabadian.”

“When you pray, rather let your heart be without words than your words without heart.” John Bunyan

Nabi menjawab, ”Ketika saya mengatakan bahwa tubuh-tubuh yang diberkati di sini adalah abadi, saya berbicara tentang tubuh-tubuh mereka di saat kebangkitan, ketika mereka tidak lagi tunduk kepada kematian. Seorang manusia dalam kondisinya yang tidak sempurna adalah binasa dan tunduk pada kematian. Dan tidak ada lebih bukti  untuk semua yang tinggal di dunia di bawah. Bahkan tubuh-tubuh dari semua jiwa-jiwa yang dimuliakan yang ada di sini di Sorga adalah saat ini tetap dijaga di bawah kuasa kematian. Dan sebagaimana untuk apa yang kamu bilang dari Kitab Suci, bahwa Elohim yang diberkati saja yang memiliki keabadian, itu adalah sungguh benar. Dia memang yang paling utama dalam keberadaan dan sifat-Nya sendiri; tidak ada malaikat atau manusia yang dapat, dalam hal khusus ini, demikianlah dikatakan. Kami adalah abadi melalui anugerah dan kemurahan-Nya; namun Elohim adalah abadi dalam hakikat-Nya dan sudahlah demikian sejak seluruh kekekalan. Dalam arti bahwa Dia dapat dikatakan dengan baik hanyalah yang memiliki keabadian. Apapun Elohim yang diberkati adalah, Dia adalah sungguh utama di dalam keberadaa-Nya sendiri, tidak ada seorangpun yang benar, tidak juga yang berbelas kasihan kecuali Dia.”

Bab 5.  Kita Mengenal Satu Sama Lain

[Tidak perlu diperkenalkan; bertemu jiwa orang kudus  yang baru meninggal]
Saya telah nyatakan, ”Saat saya dibawah ke sini, saya telah melihat diantara orang-orang kudus beberapa nampak bercahaya dengan terang yang lebih besar dari orang-orang lain. Adakah ada diantara yang diberkati perbedaan derajat kemulian?”
”Kebahagian dan kemulian yang semua yang diberkati di sini nikmati adalah hasil dari hubungan mereka dengan dan kasih kepada Elohim yang diberkati. Lebih banyak kita melihat Dia, lebih kita mengasihi Dia; dan kasih merubah jiwa-jiwa ke dalam sifat-Nya, dan dari ini keluar kemulian kita. Ini yang membuat perbedaan di dalam derajat kemulian. Tidak ada seorang mengerutu atas orang lain ketika melihat kemulian orang lain lebih besar dari dirinya sendiri. Elohim yang sungguh diberkati adalah samudra cahaya dan kehidupan dan sukacita dan kebahagian yang melimpah,  tetap mengisi setiap bejana yang diletakkan di dalamnya, sampai tidak dapat diisi lagi. Dan meskipun bejana-bejana  terdiri dari ukuran yang berbeda-beda, sementara setiap yang dipenuhi tidak ada yang dapat menggerutu. Jawaban saya karenanya atas pertanyaan mu adalah bahwa mereka yang berkapasitas terbesar mengasihi Elohim terbesar, dan karenanya dirubah terbanyak ke dalam keserupaan-Nya. Ini adalah kemulian terbesar Sorga dapat beri. Kiranya ini nampak tidak aneh bagimu, karena bahkan diantara malaikat-malaikat Elohim yang menyala ada perbedaan-perbedaan tingkatan dan perbedaan derajat-derajat kemulian.”

“He who bestows his goods upon the poor shall have as much again, and ten times more.” John Bunyan

Sementara aku sedang berbicara dengan nabi sebuah bentuk bersinar mendekat. Itu adalah salah satu orang yang ditebus. Dia bilang dia telah meninggalkan tubuhnya beristirahat di bawah dalam pengharapan sampai kebangkitan, dan meskipun ia masih sebuah substansi namun itu adalah suatu yang rohani, tidak untuk disentuh oleh manusia.

Dia berkata, “Kami di sini melihat pemandangan layak untuk meninggal-Anak Domba Elohim yang diberkati, Juruselamat yang mulia. Di sini kami melihat Dia dalam jabatan-Nya yang bersifat kerajaan, yang mana Dia disebut Raja segala raja dan Adonei ha’adonim (Tuhan segala tuhan). ” Tetapi semua kemulian besar dari Penebus kami yang diberkati tidak membuat kebaikkan-Nya nampak berjarak, tetapi hanya lebih mulia. Itu membuat Sorga lebih dari Sorga bagi ku untuk menemukan Dia berkuasa di sini, Dia yang telah menderita begitu banyak untuk saya di dunia di bawah. Dan kebahagian besar dari Penebus kita meningkatakan kita sendiri, sebagaimana Dia mengundang setiap hamba yang setia masuk ke dalam kesukaan Tuan-Nya.

”Di sini kami tidak hanya melihat Saudara tua kami, Ha Mashiah, tetapi juga para kerabat dan famili kami. Meskipun Elisa telah hidup di bawah bumi jauh sebelum waktu kamu, ketika kamu melihat dia langsung kamu tahu dia, demikian juga dengan Adam.”  Di sini kami berbicara kenikmatan yang termurni satu sama lain, kasih yang tulus mempersatukan masyarakat kami. Dan oh, betapa bahagia kondisi kasih itu! Dimana ada kasih seperti ini, semuanya diisi dengan kegembiraan. Bagaiman dapat itu ada kebalikannya, karena dalam masyarakat yang diberkati ini ada penerimaan dan pengembalian kasih dan sukacita yang terus-menerus.”

“Tapi selain semua kebahagiaan yang datang kepada kami oleh persekutuan kita dengan Tuhan dan dengan satu sama lain, itu bagi ku sebuah kebahagian besar  untuk mengerti semua dalamnya rahasia-rahasia agama yang orang terbijak di dunia di bawah tidaklah dapat mengerti secara penuh.  Di sini kita melihat harmoni yang sempurna antara teks-teks kitab suci bahwa di dunia di bawah ini tampaknya saling bertentangan. Dan di sini kami sangat takjub dan syukur dalam menemukan kebaikan sorgawi terhadap masing-masing dari kami pada khususnya. Dalam kaitannya dengan kehidupan saya sebelumnya di bumi, saya telah melihat sifat murah hati dari orang-orang yang sangat penderitaan bahwa saya pernah (ketika di atas bumi) berpikir untuk menunjukkan murka-Nya. Saya sekarang sepenuhnya yakin bahwa tidak ada penderitaan yang saya bertemu dengan di dunia bawah (dan saya bertemu dengan banyak) baik datang lebih cepat atau jatuh berat atau dilanjutkan lebih lama dari itu yg diperlukan.  Pengharapan-pengharapanku tidaklah mengecewakan, tetapi Elohim memakai semua hal untuk mempersiapkan ku untuk sebuah upah kekal yang lebih baik dibanding apa yang telah saya harapkan.

”Tetapi saya ingat bahwa kamu masih di dalam tubuh, dan mungkin cape mendengarkan yang saya dapat ceritakan selamanya, begitu besar kebahagian yang saya meliki. Saya akan hanya menambahkan satu lain lagi tentang kebahagian kami: meskipun banyak melimpah dari jiwa-jiwa yang diberkati turut bersukacita dan bermuliaan ini, ini tidaklah membuat kurang dari apa yang masing-masing terima. Karena samudera kebahagian ini sungguh tidak berdasar yang teman yang tidak terhitung dari semua orang kudus tidak pernah dapat menghabiskannya. Ini tidaklah asing, sebab di dunia di bawah setiap orang secara merata menikmati keuntungan dari cahaya. Tidak ada seorangpun yang dapat menggerutu bahwa mereka menikmati itu kurang, sebab orang lain menikmati itu juga. Semua menikmati keuntungan cahaya sebanyak jika tidak ada yang lain menikmati itu melainkan mereka sendiri. Jika sejumlah pribadi meminum dari sungai yang sama tidak seorangpun mampu menhabiskannya, meskipun setiap dari mereka memiliki kemampuan menum sebanyak ia dapat. Jadi siapapun menikmati Elohim menikmati Dia sebanyak ia dapat tampung, menurut kemampuan dia.

”Saya telah memberikan kamu penjelasan singkat akan Kanaan sorgawi kami. Itu tidak seperseribu  dari apa yang dapat dikatakan, namun itu cukup untuk kamu melihatnya tanah penuh dengan susu dan madu. Dalam tempat yang bahagia ini, hubungan duniawi (persetubuhan) berakhir. Tidak juga ada laki-laki dan perempuan di sini, tetapi semua seperti para malaikat. Sebab jiwa-jiwa tidak dapat dibedakan kedalam jenis sex, sebab itulah semua hubungan (intim) di sini dikubur di dalam Elohim.”

Ia berkata tidak lebih cepat dari ia membawa saya melalui tangan. Kemudian, jauh lebih cepat dari sebuah anak panah dari  busurnnya, kami melewati beberapa bentuk yang bercahaya berpakaian dalam jubah-jubah keabadian, yang melihat kepadaku ketika saya melewati mereka. Ia berkata, ”Selamat berpisah, temanku, malaikat pelindungmu  segera akan datang dan membawa kamu kembali ke dunia  dibawah.”

Saya mendekati bentuk bersinar seorang yang ditebus yang berdiri di depan saya, yang tampil sangat mulia, dikelilingi dengan garis-garis sinar yang menyilaukan. Saya hampir tidak dapat melihat wanita ini karena cerah wajahnya yang melimpah.
Wanita ini berkata kepadaku, ”Untuk apa saya adalah, bagi Dialah yang ada di tahta semua pujian dan kemuliaan. Jubah kemulian yang kamu lihat saya pakai adalah hanya pantulan dari sorotan-sorotan terang-Nya sendiri!”
Saya berkata, ”Kamu nampaknya seorang yang mengisi sukacita-sukacita yang luar biasa yang kamu bicara tentang.”

Ia menjawab, ”Kamu seharusnya tidak berpikir bahwa ini aneh. Keajaiban-keajaiban kasih dan anugerah sorgawi yang perkasa akan menjadi subjek dari lagu kita selama-lamanya. Di sini semua hubungan manusia berakhir dan ditelan di dalam Elohim Yang adalah Bapa yang besar sendiri dari semua keluarga sorgawi ini. Adapun anggota-anggota keluarga yang saya tinggalkan dibelakang di dunia di bawah, saya telah menyerahkan mereka  kepada Elohim. Saya akanlah senang melihat mereka semua mewarisi warisan yang diberkati ini. Namun jikalau mereka bergabung dengan musuh utama dari jiwa-jiwa dan menolak anugerah tersebut yang telah ditawarkan mereka, dengan demikian binasa dalam ketidakpercayaan mereka, Elohim akan ada dimuliakan dalam keadilan-Nya, dan dalam kemulian-Nya saya akan tetap bersukacita.”

Kemudian saya ingin mengetahui entah orang-orang kudus di Sorga mengerti dan ada prihatin atas apa yang berlangsung di dunia bawah.
Untuk ini wanita ini menjawab, ”Seperti untuk masalah-masalah dari orang-orang tertentu, kami tidak perduli dengan mereka dan mengabaikan mereka. Hanya Elohim yang hadir dalam semua tempat dan melihat semua hal. Namun perjuangan-perjuangan dan kemenangan-kemenangan Gereja di bawah ada diceritakan ke kami oleh para malaikat, yang adalah roh-roh yang melayani dikirim  untuk melayani mereka yang akan ada mewarisi keselamatan. Dari apa yang mereka laporkan kami sangat gembira untuk memperbaharui pujian-pujian kami bagi Dia yang duduk di atas tahta.”

Bab 6.  Dibawa  ke Neraka

[Jangan terlalu ingin tahu masalah yang masih termaterai; Lucifer di atas tahtanya; percakapan pedas dua sahabat berdosa]
Kemudian utusan terang yang telah membawa saya ke Sorga kembali. ”Saya dapat,” kata malaikat, ”sebuah perintah untuk membawa kamu kembali ke bumi dari mana kamu saya ambil, setelah pertama-tama mengunjungi wilayah-wilayah pangeran kegelapan. Di sana kamu akan melihat upah dari dosa, dan keadilan apa telah disiapkan sebagai hukuman dari mereka yang meninggikan diri mereka sendiri di atas tahta Yang Mahatinggi.”

Meninggalkan Sorga untuk ke bumi sangatlah mengecewakan. Tetapi meninggalkan Sorga untuk ke Neraka tidaklah dapat diterima! Bagaimanapun, ketika saya tahu bahwa itu adalah kehendak Elohim yang  baik, saya sedikit dikuatkan. Jadi saya berkata kepada penuntun-ku yang bercahaya, ”Itu yang telah diperintahkan Elohim saya akan selalu berkehendak untuk taat. Bahkan di Neraka saya tidak akan takut jika saya boleh memiliki kehadiran-Nya bersama saya di sana.”
Penuntunku menjawab, ”Dimanapun Elohim yang diberkati memberikan kehadiran-Nya, di sana di Sorga, dan dan sementara kita ada di Neraka Dia akan ada beserta kita.”

Kemudian membungkuk rendah di hadapan takhta Yang Mahakuasa, lebih cepat dari pikiran malaikat penuntunku membawa saya pada suatu perjalana cepat melalui langit-langit. Saat saya melihat bintang-bintang saya berkata ke penuntunku bahwa  saya telah mendengar di bumi bahwa setiap satu dari mereka memiliki dunia-dunia mereka sendiri. ”Tetapi saya hendak meminta kamu menceritakan pada ku kebenaran akan masalah ini.”
Untuk ini penuntunku yang bersinar menjawab, ”Bagi Dia Yang Mahakuasa tidak ada yang mustahil. Tetapi dari mengetahui bahwa itu adalah di dalam kuasa-Nya melakukan hal ini, berpendapat bahwa it adalah kehendak-Nya, adalah tidak ada logika yang baik di sekolah Sorga. Kami tahu apa yang Dia senang untuk nyatakan kepada kami, dan apa yang Dia tidak nyatakan adalah rahasia-rahasia terkunci dalam dewan abadi-Nya sendiri. Karena setiap orang yang menyelidiki ke dalam rahasi-rahasia ini akanlah ada tetapi berani dan keingin tahuan yang lancang. Tidak ada keraguan bahwa Dia dapat membuat sebanyak dunia yang Dia inginkan, tetapi Dia belumlah menyatakan itu kepada kami, dan itu bukan tugas kami untuk menyelidikinya.”

Saat ini kami telah turun ke wilayah-wilayah udara yang terendah. Di sana saya melihat sejumlah bentuk-bentuk yang buruk dan penampilan gelap suram yang melarikan diri dari kehadiran cahaya penuntunku.
Saya berkata, ”Ini pastilah beberapa pemimpin Neraka, begitu gelap dan begitu menankutkan bentuk-bentuk mereka.”
Ia menjawab, ”Sekarang kita ada di perbatasan Neraka, mereka adalah roh-roh yang murtad yang berkeliling seperti singa-singa yang mengaum.”
”Sekarang,” kata malaikat penjagaku, ”kamu berada pada ujung Neraka, tetapi janganlah takut kepada kuasa perusak. Pemimpinku dari Tahta Kerajaan mengamankan kamu  dari semua bahaya. Di sini kamu dapat mendengar dari para iblis dan jiwa yang dikutuk kutukan yang disebabkan oleh kehancuran mereka yang tidak pernah habis. Apa yang kamu tanyakan pada mereka, mereka akan jawab. Iblis-iblis tidak dapat melukai kamu, meskipun dia berkehendak, sebab mereka diikat oleh Dia yang telah menugaskan saya.”

Kami kemudian tiba di dalam wilayah Neraka, ditempatkan di goa-goa jauh di dalam pusat bumi. Di sana di sebuah danau cairan api belerang, duduk Lucifer di atas tahta yang menyala. Kedua matanya yang mengerikan nyala seperti kemarahan neraka. Saya melihat para iblis yang melarikan diri dari kami ketika kami datang telah memberikan pemberitahuan akan kedatangan kami. Ini telah membuat semua Neraka menjadi heboh, dan membuat Lucifer mengeluarkan hujatan-hujatan arrogen dan kesombongan melawan Elohim yang diberkati.

“Apa yang akan Pengguntur miliki?” katanya. “Dia telah memiliku Sorgaku, yang tongkat bercahaya tangan kuat ini harus tanggung. Sebagai ganti medan-medan cahaya yang tidak pernah habis tersebut, Dia membatasi saya  di sini di rumah kematian yang gelap, sedih dan celaka ini! Apakah ia akan juga mengambil Neraka dari ku, bahwa Dia menghina saya di sini? Ah! Dapatkah saya mendapatkan satu hari lainnya untuk mencoba itu, saya akanlah membuat Sorga bergoncang dan tahta cahaya-Nya goyah.
Tidaklah saya takut kemaha kuasaan-Nya, meskipun Dia memiliki api-api yang dasyat untuk melempar saya ke dalam sini.
Meskipun saya kalah dalam peperangan pada hari tersebut, kesalahan bukanlah kepada ku! Tidak ada roh bersayap di sorga berusaha lebih baik untuk menang dibanding yang saya telah lakukan. Tetapi, ah!” Ia terus dengan sebuah suara yang bertukar, ”Hari itu telah kalah, dan saya selamanya binasa ke teritori-teritori gelap ini! Namun ada tetap sedikitnya beberapa kenyamanan untuk ku bahwa kesedihan manusia menantikan saya. Dan karena saya tidak bisa melawan Penguntur,  saya akan membuat yang terbesar dari kemarahanku jatuh menimpa mereka.”   

Saya terperana mendengar kotbah durhakanya,  dan merasa terdorong untuk mengatakan pada penuntunku, “Bagaimana adil hujatan di diupahi!”
”Apa yang kamu telah dengar dari roh pemberontak ini adalah dosa dan hukumannya; karena setiap hujatan dia jeritkan melawan Sorga, membuat Neraka lebih panas bagi dirinya.”

Kami kemudian lewat untuk melihat adegan-adegan  yang lebih menyedihkan. Saya melihat dua jiwa yang malang ada disiksa oleh sebuah iblis. Ia menceburkan mereka ke dalam cairan api dan batubelerang menyala terus-menerus, sementara pada waktu yang bersamaan mereka menuduh dan mengutuk satu sama lain. Yang satu berkata, ”O terkutuklah wajahmu, yang pernah saya lihat atas mu! Penderitaan saya adalah karena mu, itu adalah kamu yang telah menjebak saya masuk kedalam sini. Itu adalah kerakusan, kebohongan, dan penindasan atas orang miskin kamu yang telah membawa saya ke sini. Seandainya kamu telah ada sebaik contoh kamu telah ada sebagai orang jahat, pastilah saya sekarang ada di Sorga. O betapa bodohnya saya telah ada!  Ketika saya mengikuti jejak-jejakmu kamu menghancurkan ku selama-lamanya. O  seandainya saya tidak pernah melihat wajahmu, atau seandainya kamu tidak pernah terlahir!”

Orang malang lainnya menjawab, ”Tidakkah saya juga menyalahkan kamu? Tidakkah kamu ingat bagaimana pada waktu dan tepat tertentu kamu tarik aku pergi bersama dengan mu? Saya sedang menggali bisnisku sendiri ketika kamu memanggilku untuk pergi, jadi kamu sama salahnya sebagaimana aku. Meskipun saya rakus, kamu sombong. Meskipun kamu belajar bagaimana menipu dari ku, namun kamu mengajari aku untuk nafsu birahi, berbohong, menjadi mabuk dan mengejek kebaikan. Jadi meskipun saya menyandung kamu dalam beberapa hal, kamu menyandung saya dalam banyak hal lainnya. Sebab itu jika kamu menyalahkan saya, saya dapat menyalahkan kamu sama banyaknya. Saya berharap kamu tidak pernah datang kesini, kehadiranmu melukai jiwaku,  dengan membawa dosa segar ke dalam pikiranku. Bersama mu, bersama mu saya berdosa. O kesedihan bagi jiwaku! Karena saya tidak dapat menghindari persahabatanmu di bumi, o seandainya saya bisa tanpa mu di sini!”

Dari percakapan sedih ini saya belajar bahwa mereka yang turut dalam dosa di bumi akan juga ada dihukum bersama di Neraka. Saya percaya ini adalah alasan yang benar mengapa orang kaya (dari cerita di Alkitab) sungguh nampak beramal kepada saudara-saudaranya (Lukas 16:27-28). Alasan dia tidak ingin mereka bergabung dengan dia di Neraka adalah sebab mereka akanlah ada menambah siksaan-siksaannya.

Bab 7.  Siksaan-Siksaan Neraka

[Siksaan bagi pencinta emas; penyesalan pahit seorang yang menolak anugrah keselamatan]
Ada lagi adegan yang penderitaan yang lebih tragis yang kami lihat saat tinggalkan kedua penjahat terkutuk yang saling menuduh satu sama lain. Seorang wanita yang terbakar dengan belerang terus menerus dipaksa memasukkan belerang tersebut ketenggorakannya oleh sebuah roh penyiksa. Roh ini melakukannya kekejaman yang mengerikan dan keangkuhan yang membuat saya berkata kepadanya, ”Mengapa kamu begitu senang dalam menyiksa orang celaka yang terkutuk itu, dan ada mengucurkan cairan neraka yang menyala itu  kedalam ternggorokan dia?”
”Ini adalah lebih dari sekedar upah,” jawab si iblis. ”Wanita ini  di masa hidupnya adalah seperti penjahat rakus meskipun ia telah memiliki banyak emas, dia tidaklah pernah puas. Itu sebabnya saya sekarang mengucurkannya itu kedalam tenggorokannya. Ia tidak perduli siapa yang ia hancurkan sejauh ia dapat memiliki emas mereka. … Karena emas adalah ilahnya di bumi, bukankah itu hanyalah sebuah upah yang ia harus terima perutnya penuh dengan itu di Neraka?”

Ketika penyiksanya selesai berbicara, saya tanya dia (wanita tersebut) entah ini adalah semuan benar. Ia menjawab kepada ku, ”Tidak, untuk penderitaanku itu adalah tidak (benar).”
”Mengapa itu tidak benar,” saya berkata, ”dan mengapa kamu sedih bahwa itu adalah tidak benar?”
”Sebab jika apa yang penyiksaku bilang pada mu adalah benar, dia berkata, saya pastilah ada dipuaskan. Ia berkata padamu ia menuangkan emas ke tenggorokanku; tetapi ia adalah iblis penipu dan bicara bohong. Jika itu adalah emas, pastilah saya tidak akan komplain. Tetapi dia mengolok-olak saya, bukan emas ia hanya memberikan belerang busuk yang mengerikan ini. Jika saya mendapatkan emasku saya pastilah tetap ada berbahagia, sebab saya menghargai itu begitu rupa jika saya memilikinya, saya tidak  akan terpisah dengan itu bahkan jika sebuah pintu masuk ke sorga dapat ada dibeli.”

Saya berkata kepada malaikat penuntunku bahwa saya terperanjat mendengar pengakuan orang berdosa itu sendiri di Neraka yang begitu serakah untuk kekayaan sementara selamanya ada disiksa.
”Ini,” malaikat berkata, ”bolehlah menyakinkan kamu itu adalah dosa yang terbesar dari segala kejahatan. Setiap kali cinta akan dosa mengontrol sebuah jiwa, itu adalah dosa terbesar dari semua hukuman bagi mereka untuk ada ditinggalkan pada cinta yang jahat tersebut. Cinta akan emas yang mana jiwa terkutuk ini dikuasai oleh, adalah hukuman yang lebih fatal dari pada apa yang para iblis bisa timpakan ke atas wanita itu di sini.”
”O!,” saya berkata, “jika saja orang-orang jahat di bumi dapat sejenak saja mendengar jeritan-jeritan mengerikan jiwa-jiwa terkutuk tersebut, mereka pastilah tidak akan ada mengasihi dosa lagi.”

”Kebenaran Abadi telah memberitahukan kita sebaliknya, bagi mereka yang tidak takut hamba-hamba-Nya, dan tidak juga menaruh perhatian kepada isi Firman-Nya, tidaklah akan ada perduli sekalipun seorang didatangkan dari Neraka.”

Kami belum pergi terlalu jauh ketika kami melihat sebuah jiwa yang menderita berbaring pada sebuah ranjang baja yang terbakar susah bernafas karena batu belerang. Ia berseru dengan penderitaan yang mengerikan dan putus asa, saya meminta penuntunku untuk menunggu. Saya mendengar ia berbicara  sebagai berikut:
”Ah, aduh penderitaan! Hancur selamanya, selamanya! Oh, kata membunuh ini, ‘selamanya!’ Tidakkah seribu tahun ada cukup panjang untuk menanggung kesakitan ini, yang mana jika itu dapat aku hindari, saya tidaklah akan dapat bertahan selamanya bahkan untuk sesaat demi tawaran satu juta dunia? Tidak, tidak penderitaanku tidak akan pernah berakhir; setelah jutaan tahun, itu akan tetapi ada untuk seterusnya. Oh, sebuah kondisi tidak ada pertolongan dan pengharapan saya sedang berada! Itu adalah ‘selamanya’ ini yang adalah Neraka dari neraka! O orang malang yang terkutuk! Dikutuk untuk sepanjang kekekalan! Bagaimana dengan sengaja saya telah menghancurkan  diriku sendiri!” Oh, betapa bodoh luarbiasanya saya bersalah, untuk memilih kesenangan dosa yang singkat dan sementara dengan harga kesakitan yang tidak berkesudahan! Betapa seringnya saya diberitahu itu akanlah berakitab demikian! Betapa sering saya dianjurkan untuk meningalkan jalan-jalan berdosa yang membawa saya ke kamar-kamar kematian kekal! Tetapi saya, seperti seekor binatang yang bodoh, tidak mendengarkan permohonan-permohonan tersebut. Sekarang itu sangatlah telat untuk merubahnya, sebab kondisi kekekalan saya sudah pasti selamanya. Mengapa saya dibuat sebagai orang yang memilih nasib ini? Mengapa saya dibuat dengan suatu jiwa yang tidak binasa, namun harus merawatnya begitu sedikit? Oh pengabaianku sendiri menyengat ku kepada kematian, dan namun saya tahu saya tidak dapat mati! Saya menghidupi sebuah kehidupan kematian [Alkitab menyebut kondisi ini sebagai ”kematian kedua” yaitu hidup selamanya dalam hukuman Neraka”], lebih buruk dari sepuluh ribu kematian; dan namun saya pernah dapat merubah semua ini, tetapi saya tidak melakukannya! Oh, ulat yang mengrogoti yang tidak pernah mati! Saya mungkin pernah ada bahagia, keselamatan ditawarkan kepada ku dan saya tolak itu.

Bila keselamatan ditawarkan pada ku hanya sekali, itu akanlah ada kebodohan yang tidak dapat diampuni untuk menolaknya. Tetapi keselamatan telah ditawarkan kepada ku seribu kali, tetapi (malangnya saya adalah) saya tetap menolak itu. O dosa terkutuk, dengan kenikmatan-kenikmatan yang menipu memimpin manusia ke kehancuran kekal! Elohim sering memanggil, tetapi saya sebagaimana sering menolaknya; Dia mengulurkan lengan-Nya, tetapi saya tidak memperdulikanya. Betapa sering saya mengabaikan nasehat-Nya! Betapa sering telah saya menolak teguran-Ny! Tetapi sekarang situasinya adalah berubah, kasusnya berbalik. Sekarang Dia menertawakan kehancuranku, mengolok-olok pada kehancuran yang datang ke atas ku.Dia penah menolongku sekali, tetapi saya tidak menerima pertolongan-Nya. Sebab itu penderitaan-penderitaan kekal tersebut saya diputuskan untuk melakukannya adalah sekedar upah dari perbuatanku sendiri.”

Saya tidak dapat mendengarkan ratapan sedih ini tanpa berpikir tentang anugerah indah yang Elohim telah tunjukkan kepada ku, pujian-pujian selamanya bagi nama-Nya yang kudus! Sebab hatiku berkata pada ku bahwa saya telah layak menerima penghakiman kekal sebanyak orang malang tersebut, tetapi anugerah Elohim semata itu saja yang membuat kami berbeda. O betapa tak terselami nasehat-nasehat-Nya! Siapakah yang dapat menyelami keputusan keelohiman-Nya?

Setelah pikiran-pikiran ini saya berbicara ke penggerutu sedih tersebut, berkata bahwa saya telah mendengar keluhannya yang menyedihkan. Saya melihat bahwa kemalangannya besar , dan kehilangannya diperbaiki, dan mengatakan padanya bahwa saya berkendak mendengar lebih banyak tentang itu jika ini mungkin dapat menolong mengurangi penderitaan-penderitaannya.

Ia menjawab, ”Tidak, tidak sama sekali; kesakitan-kesakitanku tidak dapat dilepaskan bahkan untuk sebentar saja. Tetapi oleh pertanyaanmu  saya mengerti bahwa kamu adalah seorang asing di sini; dan mungkin kamu pernah menjadi orang asing! Ah, seandainya saya masih ada sedikit harapan tetap tinggal, saya akanlah berlutut dan berseru dan berdoa selama-lamanya untuk ada ditebus dari Neraka ini! Tetapi semua itu adalah sia-sia, saya lenyap selamanya. Tetapi agar supaya kamu diperingatkan tentang berakhir di sini, saya akan ceritakan kepada mu apa orang terkutuk menderita.”

Bab 8.  Seorang Jiwa Yang Terhilang Berbicara

[Dua jenis kehilangan yang besar dan sangat penting bagi manusia yang hidup di Neraka]
“Penderitaan-penderitaan kami di penjara kekal ini terbagi dalam dua macam: apa yang kami telah kehilangan, dan apa yang kami derita. Saya akan berbicara tentang apa yang kami telah kehilangan.

  1. Di tempat penderitaan dan duka yang gelap menyedihkan ini, kami telah kehilangan kehadiran Elohim yang diberkati. Ini adalah apa yang membuat neraka kekal ini. Meskipun kami telah kehilangan seribu dunia, itu tidaklah ada begitu penting dengan kehilangan terpenting satu ini. Seandainya kami dapat melihat sekilas saja kasih-Nya di sini, kami mungkin senang, tetapi telah kehilangan itu untuk celaka kekal kami.
  2. Di sini kami juga telah kehilangan persekutuan dari para orang kudus dan malaikat, dan sebagai semua itu adalah iblis-iblis yang menyiksa.
  3. Di sini kami juga kehilangan Sorga, pusat dari keberkatan. Ada jurang yang dalam antara kami dan Sorga, sehingga kami tertutup untuk itu selamanya. Pintu-pintu kekal tersebut yang membawa orang yang ditebus kedalam Sorga adalah sekarang selamanya tertutup melawan kami.
  4. Untuk membuat kemalangan kami jauh lebih buruk, kami telah kehilangan harapan untuk dapat memiliki sebuah kondisi yang lebih baik. Ini membuat kami sungguh tidak berpengarapan. Ya mungkin hati-hati kami sekarang hancur, sebab kami tanpa keduanya harapan dan pertolongan. Ini adalah apa yang kami telah kehilangan, dan jika kami memikirkan hal-hal ini, itu cukup untuk merobek dan mengrogoti jiwa-jiwa malang kami selama-lamanya. Namun, oh, bahwa ini adalah semua siksaan-siksaan kami ada!

Tetapi kami juga disiksa oleh penderitan dan kesakitan, sebagaimana saya akan coba menerangkannya kepada mu sekarang.

  1. Pertama, kami menjalani suatu variasi siksaan-siksaan. Kami disiksa di ini seribu, tidak, sepuluh ribu cara yang berbeda. Mereka yang menderita di bumi jarang memiliki lebih dari satu penderitaan pada suatu waktu. Tetapi jika mereka mendapati luka terpotong, batu empedu, sakit kepala, dan demam semuanya ada pada waktu yang bersamaan, tidakkah mereka akan berpikir mereka adalah sangat menderita? Namun semua itu disatukan adalah seperti gigitan dari sebuah kutu dibanding pada sakit-sakit yang tidak tertahan dan tajam yang kami tanggung. Di sini kami memiliki semua penderitan-penderitaan Neraka. Di sini api yang tidak bisa padam yang membakar kami: sebuah danau batu sulfur yang menyala yang dapat mencekik kami; dab rantai-rantai kekal yang mengikat kami. Di sini ada kegelapan yang dasyat yang menakutkan kami, dan ulat hati nurani yang menggrogoti kami selamanyanya. Salah satu dari ini adalah lebih buruk dari semua siksaan-siksaan yang manusia pernah rasakan di bumi!
  2. Tetapi siksaan-siksaan kami di sini tidaklah hanya bermacam-macam, tetapi juga lengkap. Mereka menindas setiap bagian dari tubuh, dan menyiksa semua kekuatan-kekuatan dari jiwa. Ini membuat kami menderita terburuk dari siksaan- siksaan. Kesakitan-kesakitan yang manusia miliki di bumi, meskipun beberapa bagian tubuh mereka akan menderita, namun bagian-bagian lain tidak mendapatkan kesakitan. Di sini berbeda, setiap bagian dari jiwa dan tubuh menderita pada waktu bersamaan.

”Mata-mata kami disiksa di ini dengan penglihatan akan iblis-iblis yang semuanya muncul dalam bentuk-bentuk yang menakutkan dan penampakan-penampakan hitam yang dosa dapat memberikan mereka. Kuping-kuping kami disiksa terus menerus dengan suara teriakan yang berkelanjutan dari orang terkutuk. Lubang-lubang hidung kami dibungkus dengan api-api belerang; lidah-lidah kami dengan lepuhan-lepuhan yang terbakar; dan seluruh tubuh diputar di kobaran-kobaran cairan api. Semua kekuatan dan bagian jiwa kami juga di siksa di sini. Imajinasi menderita dengan pikiran-pikiran kesakitan kami saat ini dan ingatan akan Sorga yang kami telah kehilangan. Pikiran-pikiran kami disiksa sebagaimana kami mengingat bagaimana dengan bodohnya kami telah menghabiskan waktu kami yang berharga di bumi. Pengertian kami disiksa dengan pikiran-pikiran tentang kenikmatan-kenikmatan masa lalu kami, kesakitan-kesakitan saat ini, dan penderitaan-penderitaan masa depan, yang adalah untuk berlangsung selamanya. Dan hati nurani kami disiksa dengan cacing yang menggerogoti terus-menerus.

  1. Hal yang membuat penderitaan kami begitu buruk adalah ketajaman siksaan-siksaan kami. Api yang membakar kami begitu brutal sehingga semua air di laut tidak pernah dapat memadamkan itu. Kesakitan-kesakitan yang kami derita di sini begitu ekstrim bahwa itu tidak mungkin untuk seorang pun tahu hal-hal tersebut kecuali mereka yang terkutuk ini.
  2. Bagian lain dari penderitaan kami ialah tidak berakhirnya siksaan-siksaan kami. Bermacam-macam, komplit, dan luar biasa kasar sebagaimana mereka ada, mereka juga terus-menerus. Kami tidak pernah istirahat dari semua ini. Jika ada suatu istirahat, itu pastilah ada sedikit kelegaan. Tetapi tidak ada hentinya siksaan-siksaan kami, dan apa yang kami derita sekarang haruslah menderita selama-lamanya.
  3. Masyarakat atau mereka yang menyertai kami di sini adalah bagian lain dari penderitaan kami. Siksaan iblis-iblis dan jiwa-jiwa yang disiksa adalah semua yang menyertai kami. Jeritan-jeritan mengerikan, ratapan, dan kutukan yang menakutkan adalah percakapan yang berkelanjutan sebab keganasan dari kesakitan kami.
  4. Tempat di mana kami berada juga menambah penderitaan-penderitaan kami. Itu adalah penyempurna semua penderitaan, penjara, sel penjara yang gelap (a dungeon), jurang maut, danau belerang, pembakaran api yang terbakar selamanya, Kehitaman dari kegelapan selamanya, dan terakhir, Neraka itu sendiri. Sedemikian tempat celaka seperti ini hanya menambah kemalangan kami.
  5. Kekejaman siksaan-siksaan kami adalah hal lain yang menambah penderitaan-penderitaan kami. Para penyiksa kami adalah iblis-iblis yang tidak punya belas kasihan. Sementara mereka sendiri disiksa, mereka tetap mengambil kepuasan dalam menyiksa kami.
  6. Semua penderitaan tersebut yang saya telah ceritakan adalah sangat menyedihkan. Tetapi yang membuat mereka sangat menyedihkan adalah bahwa mereka selalu ada selama-lamanya. Semua penderitaan kami yang tidak tertahankan akanlah berlangsung sepanjang kekekalan! ”Keluar dari ku, kamu yang terkutuk, masuk kedalam api yang kekal,’ adalah suara-suara yang terus menerus di teligaku. Oh, seandainya saya dapat membatalkan hukuman yang fatal ini! Oh, jika seandainya ada sebuah kesempatan dari keselamatan! Ini adalah situasi yang menyedihkan kami berada, dan akan ada selama-lamanya.”

Bab 9.  Percakapan-Percakapan Lebih Lanjut

[Orang berdosa dan iblis saling menuduh di Neraka; tipuan iblis yang sangat licik dan jahat; ”cukup sebuah kalimat penyesalan menjelang kematian = penyesalan yang sangat telat!”]
Jiwa celaka ini belumlah selesai apa yang ia katakan ketika ia disiksa lagi oleh iblis Neraka, yang memerintahkan dia untuk berhenti menggerutu. Iblis ini berkata, ”Tidakkah kamu tahu bahwa kamu layak menerima semua itu? Betapa sering kamu telah dibilangin tentang ini sebelumnya, tetapi kamu tidak percaya itu? Kamu mentertawai mereka yang memperingatkan mu tentang Neraka. Kamu bahkan begitu lancang untuk berani hukuman Yang Mahatinggi menghancurkan kamu! Betapa sering kamu sudah memanggil Elohim untuk menghukum kamu. Kamu menggerutu bahwa kamu menerima sesuai yang kamu harapkan?” Suatu hal yang tidak beralasan! Kamu tahu bahwa kamu telah ditawarankan keselamatan kepada mu, dan kamu tolak itu. Bagaimana dapat kamu sekarang menggerutu karena dihukum? Saya lebih punya alasan untuk menggerutut, sebab kamu telah memiliki waktu yang panjang ditawarkan kepada mu untuk bertobat; tetapi saya dibuang ke dalam Neraka secepatnya setelah saya berdosa. Seandainya saya telah ditawarkan keselamatan, pastilah saya tidak akan menjolak itu sebagaimana kamu telah lakukan. Siapakah kamu pikir harus ada kasihan kepada mu sekarang, dengan semua yang Sorga telah tawarkan kepada mu?”

Ini membuat orang malang itu berseru, ”Oh, janganlah terus menyiksa ku; saya tahu bahwa saya memilih kehancuran. Oh, bahwa saya dapat melupakannya! Pikiran-pikiran itu adalah siksaan terbesarku. Saya memilih untuk dikutuk, dan karenanya adillah saya dikutuk.”

“If you have sinned, do not lie down without repentance; for the want of repentance after one has sinned makes the heart yet harder and harder” John Bunyan

Kemudian beralih ke iblis yang menyiksanya, dia berkata, ”Tetapi saya juga datang ke sini melalui pencobaan-perncobaanmu, kamu iblis terkutuk. Kamu adalah seorang yang telah mencobaiku untuk melakukan semua dosa-dosaku; dan sekarang kamu menyalahkan saya? Kamu berkata kamu tidak pernah punya seorang Juruselamat ditawarkan kepada mu; namun kamu haruslah ingat juga bahwa kamu tidak pernah memiliki pencoba sebagaimana kamu selalu ada mencobai saya.”

Untuk hal ini iblis pencemooh berkata, ”Itu adalah pekerjaan saya menuntun kamu ke sini! Kamu telah sering diingatkan akan hal ini oleh pengkotbahmu. Kamu telah diceritakan secara gamblang bahwa kami mencari kehancuranmu, berkeliaran seperti singa-singa yang mengaum terus-menerus, mencari mereka yang kami dapat lahap. Saya terkadang takut bahwa kamu akan percaya  kepada mereka, sebagaimana beberapa jiwa telah lakukan, untuk kekecewaan besar kami. Tetapi kamu berkehendak melakukan apa yang kami inginkan; dan karena kamu telah melakukan pekerjaan kami jadi itu sangatlah beralasan jika kami seharusnya membayar upahmu.” Lalu iblis ini kembali menyiksa dia lagi dan menyebabkan dia menjerit begitu mengerikan yang membuat saya tidak dapat tahan lagi  mengengarkan orang tersebut, jadi saya meneruskan perjalanan.

”Bagaimana suram,” saya kemudian berkata kepada penuntunku, ”kondisi jiwa-jiwa yang terkutuk ini! Mereka adalah budak-budak para iblis sementara ada di bumi, dan sekarang ia menyalahkan dan kemudian menyiksa mereka karena itu ketika mereka datang ke Neraka.”

”Para iblis membenci semua keturunan Adam,” kata penuntunku. ”Dan karena banyak jiwa mengabaikan jebakan-jebakan mereka, dengan mudah mereka berhasil membawa orang-orang tersebut ke kehancuran kekal. Kamu akan melihat lebih lagi bagaimana para iblis memperlakukan orang terkutuk di sini.”

Melewati sedikit lebih jauh kami melihat sekumpulan jumlah jiwa-jiwa yang terkutuk, mengkertakan gigi-gigi mereka dengan kemarahan dan kesakitan yang luar biasa, sementara iblis-iblis penyiksa menuangkan cairan api dan belerang dengan kemarahan neraka  ke atas mereka. Sementara itu mereka mengutuk Elohim dan orang-orang lain, dan menghujat dengan cara yang luar biasa. Saya tidak bisa menahan diri untuk bertanya pada satu iblis yang menyiksa mereka, siapakah jiwa-jiwa ini yang ia siksa dengan begitu sadisnya?

Katanya, ”Para penjahat ini sungguh layak mendapatkan hukuman mereka. Mereka mencoba mengajar orang-orang lain jalan yang benar ke Sorga, sementara mereka begitu mengasihi Neraka yang membuat mereka datang ke sini. Ini semua adalah jiwa-jiwa yang telah menjadi penolong yang berjasa untuk kami di atas bumi, karenanya mereka layak mendapatkan perhatian khusus kami di Neraka. Kami memakai seluruh kerajinan kami untuk memberikan setiap orang bagian siksaan-siksaan terbesar mereka, karena mereka tidak hanya memiliki dosa mereka sendiri untuk menjawabnya, namun juga semua dosa-dosa  orang-orang lain yang  mereka telah sesatkan oleh keduanya doktrin dan teladan mereka.”

”Karena mereka telah ada sebagai pembantu-pembantu yang berjasa untuk kamu. Tentunya saya akan berpikir dalam ucapan syukur kamu seharusnya memperlakukan mereka sedikit lebih ramah,” kata ku.

Untuk ini teman yang tidak menaruh respek tersebut menjawab saya dengan cara yang mengejek, ”Mereka yang mengharapkan ucapan syukur dari antara iblis-iblis akan menemukan diri mereka sendiri keliru. Ucapan syukur adala suatu kebajikan, tetapi kami membenci semua kebajikan. Selain ini, kami membenci semua manusia, dan adalah dengan kekuatan kami tidak satupun dari mereka seharusnya berbahagia. Adalah benar bahwa kami tidak mengatakan itu demikian sementara di bumi, karena itu adalah pekerjaan kami untuk menyanjung dan menipu mereka. Tetapi ketika kami memiliki mereka di sini dimana mereka tidak dapat melarikan diri, kami segera menyakinkan mereka akan kebodohan mereka di dalam melayani kami.”

“One leak will sink a ship: and one sin will destroy a sinner” John Bunyan

Untuk hal ini, saya hanya dapat berpikir tentang anugerah yang tidak terbatas yang setiap orang berdosa yang malang yang dibawa Sorga, mengingat betapa banyaknya perangkap, dengan segala caranya, yang diletakkan oleh musuh tersebut untuk menjebak mereka. Karenanya itu adalah pelayanan yang sangat berharga dari Putra Elohim yang diberkati  untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka, dan membebaskan mereka dari murka yang akan datang. Tetapi itu adalah juga kebodohan dan ketidak warasan para manusia untuk menolak tawaran-tawaran anugerah-Nya, dan memilih untuk berpihak dengan perusak.

Pergi lebih jauh, saya mendengar sebuah gerutu orang malang lainnya dalam sebuah tekanan kekuatan yang memilukan melawan orang-orang yang telah memperdayakan dia dan membawa dia ke sini.

”Kepadaku dikatakan, ” katanya, ”oleh mereka yang saya bergantung kepada, dan yang saya telah berpikir dapatlah ada memberitahu saya dengan benar, bahwa jika saya mengatakan, ’Adonai, belas kasihianlah saya,’ ketika saya akan meninggal, itu akanlah cukup untuk menyelamatkan saya. Tetapi oh, sekarang saya temukan diri saya sendiri keliru,  kepada duka kekal ku! Celaka, saya berseru untuk belas kasihan di atas ranjang kematianku, tetapi ternyata sangat telat. Sebelum waktu itu, iblis terkutuk ini di sini bilang bahwa saya selamat. Kemudian di ranjang kematianku, dia bilang pada ku itu adalah sangat terlambat. Neraka selamanya harus ada bagianku.”

”Kamu lihat, saya telah katakan padamu kebenaran pada akhirnya,” kata iblis, ”namun kamu tidak percaya padaku. Suatu akhir yang sangat cocok, tidakkah kamu berpikir demikian? Kamu telah menghabiskan hari-harimu menikmati dosa, dan berkubang di dalam kenajisanmu, dan kamu ingin pergi ke Sorga ketika meninggal! Akankah seseorang, kecuali orang gila yang berpikir bahwa itu adalah adil? Tidak; dia yang dengan tulus ingin pergi masuk ke Sorga ketika meninggal, haruslah berjalan di jalan kekudusan dan kebajikan sementara ia hidup. Kamu bilang beberapa teman cabulmu berkata kepada mu bahwa mengatakan , ”Adonai, belas kasihanilah saya” ketika menjelang kematian mu akanlah ada cukup. Suatu alasan yang sangat baik! Seandainya kamu telah membaca Alkitab pastilah kamu tahu bahwa ’Tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat YAHWEH.’ Sebab itu, jika kamu berkehendak untuk hidup dalam dosa-dosamu sejauh kamu dapat, kamu pada akhirnya tidak meninggalkan dosa-dosa itu sebab kamu tidak suka mereka, tetapi oleh sebab kamu tidak dapat mengikuti mereka lagi. Hal ini kamu tahu persis. Bagaimanakah kamu dapat ada begitu bodoh untuk berpikir kamu dapat pergi ke Sorga dengan cinta akan dosa di hatimu? Tidak, tidak, tidak. Kamu telah cukup dipeingatkan bahwa kamu harus berhati-hati untuk ada ditipu, sebab Elohim tidak dapat dihina, namun apa yang kamu tabur kamu akan menuai. Kamu tidak punya alasan untuk menggerutu akan apapun kecuali kepada kebodohanmu sendiri yang sekarang kamu lihat terlalu telat.”

“Sin is the dare of God’s justice, the rape of His mercy, the jeer of His patience, the slight of His power, and the contempt of His love” John Bunyan

”Kuliah iblis tersebut adalah sesuatu yang sangat luar biasa untuk orang celaka malang yang teraniaya tersebut,” saya berkata kepada penuntunku, ”dan menunjukkan situasi yang benar dari banyak orang sekarang di bumi dan juga mereka di Neraka. Namun oh, betapa sebuah penilaian yang jauh berbeda dilakukan mereka di tempat sedih ini dibanding dari apa yang mereka telah lakukan di bumi.”

”Alasan untuk ini,” jawab malaikat penuntunku, ”adalah bahwa mereka tidak akan mengijinkan mereka sendiri untuk berpikir apakah pengaruh dosa akan ada sementara di bumi. Ketidak hati-hatian menghancurkan banyak jiwa-jiwa yang tidak berpikir tentang apa yang mereka perbuat, tidak juga dimana mereka pergi,  sampai akhirnya itu terlalu telat untuk menolongnya.”

Bab 10.  Seorang Atheis Di Neraka

[Bertemu seorang terkemuka di dunia, ”Thomas Hobbes dari Malmesbury – the Atheist”; asal mulanya pikiran “Elohim tidak ada”; alasan kejatuhan iblis; sukacita besar orang yang menang]
Kami tidak beranjak terlalu jauh kami melihat sejumlah besar iblis-iblis yang menyiksa. Mereka terus-menerus menjambuki sekumpulan besar jiwa-jiwa yang celaka dengan pecut-pecut  tersimpul baja terbakar. Tersiksa menjerit dengan teriakan-teriakan sedemikan keras sehingga saya berpikir itu mungkin ada lumer bahkan kejaman itu sendiiri kedalam rasa kasihan. Ini telah membuat saya berkata kepada satu dari para penyiksa tersebut, ”Oh, berhentilah cambukanmu, janganlah menggunakan kesadisan yang demikian pada mereka yang adalah sesama ciptaan, dan siapa kamu mungkin membantu memimpin untuk semua penderitaan ini.”

”Tidak!” jawab penyiksa itu dengan lancar. “Meskipun kami cukup buruk, tidak ada iblis seburuk mereka, tidak juga kami bersalah seperti kejahatan-kejahatan yang mereka miliki. Kami semua tahu bahwa Elohim eksis sekalipun kami benci Dia; namun jiwa-jiwa ini tidaklah pernah mengakui (sampai akhirnya mereka tiba di sini) bahwa ada sesosok Pribadi seperti itu.”

Orang bebal berkata dalam hatinya: “Tidak ada Elohim.” Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik.  (Mazmur 14:1)

“Jadi ini,” saya berkata, “adalah para ateis. Mereka adalah orang-orang yang celaka, dan telah mencoba menghancurkan saya jika tidak karunia abadi mencegah hal itu.”
Saya belumlah lagi berbicara, ketika satu dari orang-orang malang tersiksa itu berseru dengan sedih, ”Pastilah saya tahu suara itu. Itu pastilah John.”
Saya terperanjat mendengar namaku disebut; oleh sebab itu saya menjawab, ”Ya, saya adalah John; namun siapakah kamu?”
Ia menjawab, ”Saya pernah sekali mengenal kamu sementara di atas bumi, dan hampir membujuk kamu untuk berada pada pendapatku. Saya adalah penulis dari buku terkenal berjudul ’Leviathan.’”[2]”Apa! Hobbs agung?”[3] kata ku. ”Apakah kamu datang ke sini?”

”Celaka,” ia menjawab, ”saya adalah orang yang sungguh tidak berbahagia. Tetapi saya sangat jauh dari ada agung saya adalah satu dari orang-orang yang paling malang di seluruh territori-territori kotor ini. Karena sekarang saya tahu bahwa ada Elohim. Namun oh! Saya berharap tidak ada, sebab saya sangat yakin Dia akan berbelas kasihan kepada ku. Tidak juga ada alasan bahwa Dia akanlah demikian. Memang saya akui bahwa saya adalah musuh-Nya di bumi, dan sekarang Dia milikku  di Neraka. Itu adalah keyakinan sombong yang saya miliki di dalam hikmatku sendiri yang sungguh telah menghianati ku.”

Saya berkata, ”Kasus mu adalah menyedihkan, namun kamu akui bahwa kamu menderita secara adil. Karena bagaimana tekunnya kamu meyakinkan orang-orang lain dan mencoba membawa mereka ke kehancuran yang sama. Tidak seorangpun dapat mengetahui ini lebih baik dari saya, sebab saya hampir terjatuh dalam jebakanmu untuk binasa selamanya.”

”Itu adalah,” katanya, ”hal yang menyengat ku ke hati, untuk berpikir berapa banyak akan binasa oleh pengaruhku. Saya takut ketika pertama kali mendengar suaramu bahwa kamu juga telah ada dilempar kedalam Neraka. Bukan berarti saya berharap setiap orang berbahagia, karena itu adalah siksaanku untuk berpikir bahwa seseorang berbahadia sementara saya sungguh menderita. Tetapi saya tidak ingin kamu ada dilempas ke dalam Neraka, sebab setiap jiwa yang dibawa ke sini melalui penyesatan-penyesatanku, menambah sakit-sakit ku di Neraka.”

”Tetapi ceritakan pada ku,” saya berkata, ”karena saya ingin mengetahui kebenaran. Sungguhkah kamu percaya bahwa tidak ada Elohim ketika kamu hidup di atas bumi?

“They are for religion when in rags and contempt, but I am for Him when he walks in His golden slippers in the sunshine and with applause.” John Bunyan

”Pada mulanya saya percaya Elohim itu ada,” ia menjawab, ”tetapi ketika saya berpaling pada dosa-dosa yang akanlah membawa saya kepada penghakiman-Nya, saya berharap Elohi itu tidak ada. Karena itu adalah tidak mungkin untuk berpikir adanya Elohim yang adil, dan juga tidak mengingat bahwa Dia akan menghukum mereka yang tidak mentaati Dia. Tetapi ketika saya terus menerus dalam dosa-dosaku dan mendapatkan bahwa keadilan tidak segera datang, saya kemudian mulai berharap Elohim tidak ada. Dari harapan-harapan tersebut saya mulai menyusun ide-ide di dalam pikiranku sendiri yang membenarkan apa yang saya harapkan. Ide-ideku membentuk sebuah sistem asal dunia yang baru yang melibatkan keberadaan Elohim. Pada akhirnya saya temukan diriku sendiri sungguh menyukai teori-teori baru ini saya memutuskan untuk mempercayai mereka dan meyakinkan orang-orang lain bahwa semua itu adalah benar. Namun sebelum ini, saya temukan beberapa pemeriksaan dalam hati nuraniku sendiri. Saya rasa mungkin saya salah, tetapi saya mengabaikan peringatan-peringatan tersebut. Sekarang saya dapatkan pikiran-pikiran pemeriksaan tersebut yang mungkin dapat menolong ku kemudian adalah di sini hal-hal yang paling menyiksa aku dari semuanya. Saya harus akui bahwa cinta akan dosa mengeraskan hatiku melawan Penciptaku, dan menjadikan aku pertama membenci Dia, kemudian menolak keberadaan-Nya. Dosa yang saya begitu bangga memeluknya, telah menjadi penyebab kutukan dari semua celaka ini; adalah ulat tersebut yang telah menyengat jiwaku kepada kematian. Karena sekarang saya dapatkan, sebagai ganti filsafatku yang sia-sia, Elohim itu ada. Saya juga temukan bahwa Elohim itu tidak dapat dipermaikan,[4] meskipun itu praktek sehari-hariku di dunia untuk mengejek Sorga dan semua yang suci, karena ini adalah cara yang saya temukan sangat berhasil untuk menyebarkan ide-ide terkutukku ke luar negeri.[5]  Dahulu, bagi siapa saja saya dapat mengejek kebenaran-kebenaran Elohim, saya melihat orang tersebut sebagai menjadi salah satu murid-muridku. Tetapi sekarang pikiran-pikiran ini adalah lebih menyiksa ku daripada penderitaan-penderitaan yang saya tanggung dari cambukan-cambukan baja terbakar ini.”

Karena orang fasik memuji-muji keinginan hatinya, dan orang yang loba mengutuki dan menista YAHWEH. Kata orang fasik itu dengan batang hidungnya ke atas: Elohim tidak akan menuntut! Tidak ada Elohim!”, itulah seluruh pikirannya. Ia berkata dalam hatinya: “Aku takkan goyang. Aku tidak akan ditimpa malapetaka turun-temurun.” Mulutnya penuh dengan sumpah serapah, dengan tipu dan penindasan; di lidahnya ada kelaliman dan kejahatan.  (Mazmur 10:3-7)

”Sangatlah menyedihkan,” saya berkata. ”Lihat apa yang Kuasa Yang Mahatinggi dapat timbulkan pada mereka yang melanggar hukum-Nya yang benar.” Saya sedang membuat komentar lebih lanjut ketika iblis yang tanpa henti yang ada menyiksa mereka menyetop saya, berkata, “Sekarang kamu melihat macam manusia apa mereka ketika di bumi. Tidakkah kamu berpikir mereka layak menerima hukuman mereka sekarang?”

Saya menjawab, ”Tidaklah diragukan itu adalah upah dosa yang adil yang mana mereka derita, dan yang kamu akan derita juga. Karena kamu, sama seperti mereka, telah berdosa melawan Elohim yang sungguh diberkati, dan untuk dosamu kamu akan menderita pembalasan  api kekal yang adil. Juga tidak ada alasan untuk mengatakan kamu tidak pernah ragu akan keberadaan Elohim, karena meskipun kamu telah tahu Elohim itu ada, namun kamu berontoak melawan Dia. Oleh karenanya kamu akan dihukum secara adil dengan kehancuran kekal dari kehadiran YAHWEH.”

Iblis ini menjawab, ”Itu benar kami tahu kami harus dihukum, seperti yang kamu bilang. Tetapi jika kamu berkata bahwa manusia haruslah menunjukkan belas kasihan mereka, sebab mereka jatuh melalui pencobaan-pencobaan iblis, itu hal yang sama dengan saya, dan semua roh-roh yang lebih rendah. Sebab kami dicobai oleh Lucifer untuk berontak bersama dia. Karenanya, itu melipat gandakan kejahatan Lucifer, menguranginya hukuman bagi roh-roh yang lebih rendah.”

Mengenai ini malaikat penuntunku menjawab dengan wajah marah. ”O kamu (malaiakat) murtad, jahat, roh penipu! Dapatkah kamu mengatakan hal-hal tersebut dan melihat saya di sini? Kamu tahu itu adalah kesombongan hatimu yang telah membuat kamu berontak dengan Lucifer melawan Elohim yang diberkati yang telah menciptakan kamu dengan kemulian! Namun sejak kamu dengan sombong meninggikan dirimu sendiri mengatasi Penciptamu yang diberkati, dan bergabung dengan Lucifer, kamu dibuang ke Neraka dengan adil. Keindahan asalmu telah berubah menjadi bentuk mengerikanmu yang sekarang ini sebagai hukuman adil bagi kesombongan pemberontakanmu.”

Roh murtad ini menjawab malaikat terang, ”Mengapa kamu menduduki teritorial-teritorial kami, dan datang kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Dan sementara ia berkata ini, ia menyelinap pergi seolah-olah ia tidak ingin memiliki jawabannya. Setelah iblis ini pergi saya berkata kepada malaikat penjagaku bahwa saya telah mendengar tentang kejatuhan para malaikat murtad tersebut, namun ingin tahu lebih mengapa. Penuntunku menjawab, ”Ketika kamu selesai kehidupan fanamu dan kembali ke Sorga, kamu akan belajar banyak hal-hal yang kamu belum siap untuk pahami. Pada posisi kamu sekarang ini janganlah menghendaki belajar lebih dari apa yang tertulis di dalam Kitab Suci. Cukuplah untuk mengetahui malaikat -malaikat berdosa, karena dosa mereka mereka dibuang ke Neraka. Tetapi bagaimana roh-roh yang murni dapat muncul suatu pikiran di hati-hati mereka melawan Kemurnian kekal yang pertama menciptakan mereka  belumlah kamu mampu untuk memahaminya.”

”Saya telah mengamati,” kataku, ”yang mereka di Neraka paling banyak menggerutu tentang siksaan dari perasaan bersalah mereka sendiri, yang mana meneguhkan keadilan dari hukuman mereka. Penjara suram ini adalah tempat terbaik untuk mengerti dosa dengan baik; sebab jika itu tidak begitu jahat, pastilah itu tidak diupahi dengan hukuman sedemikian ekstrim.”

Malaikat menjawab, ”Apa yang kamu katakan adalah sangat normal; namun masih ada tempat yang lebih baik untuk melihat hanya pahala karena dosa. Tempat itu dapat ada dillihat ketika kamu memperhatikan Putra Elohim yang diberkati berada di atas salib. Disana kita dapat melihat efek-efek buruk akan dosa. Disanalah kita dapat melihat semua kejahatan yang sebenarnya. Sebab semua penderitaan dari orang dikutuk disini adalah tidak lain dari penderitaan-penderitaan mahluk-mahluk ciptaan, namun pada salib tersebut [di Golgota, dimana Yeshua tersalib] kamu melihat sebuah penderitaan Elohim (God).”

”Tentu saja,” kata ku, ”keadilan dan belas kasihan telah menang dan mencium satu sama lain di saat yang fatal itu. Karena keadilan telah sungguh puas pada salib dalam hukuman dosa setimpal; dan belas kasihan menang dan telah puas di sana karena keselamatan bagi orang-orang berdosa yang malang telah sempurna. Oh, puji-pujian kekal untuk nama-Nya yang kudus untuk selama-lamanyanya, bahwa anugerah-Nya telah membuat saya berkehendak untuk menerima keselamatan ini, dan menjadi seorang pewaris kemulian! Karena saya ingat beberapa dari orang-orang malang terhilang tersebut telah meratap bahwa ketika keselamatan telah ditawarkan kepada mereka, mereka telah menolaknya. Oleh karena iut hanyalah anugerah yang telah menolong saya untuk menerima tawaran tersebut.”

Pada titik ini pelindungku yang bercahaya bercerita kepada ku bahwa ia harus membawa saya balik ke bumi lagi dan meninggalkan saya di sana sampai waktunya untuk saya  memasuki upah sorgawi saya. ”Ayo,” ia berkata, ”mari kita tinggalkan tempat dukacita dan mengerikan ini untuk balik ke bumi.”

Dalam ruang waktu yang sangat singkat saya telah temukan diriku sendiri di bumi lagi. Saya ditinggalkan ditempat dimana malaikat telah bertemu saya, ketika saya telah berpikir untuk melakukan bunuh  diri melalui pencobaan iblis yang telah mencoba untuk menyakinkan saya bahwa Elohim tidak ada. Bagaimana saya kembali kesana saya tidak tahu. Namun segera saya kembali kesana, malaikat terang tersebut yang telah menjadi penuntunku bekata, ”John sekarang saya harus pergi. Saya memiliki pelayanan lainnya untuk diselesaikan. Pujilah Dia yang duduk di atas tahta selamanya, yang memiliki semua kuada di Sorga, Bumi dan Neraka. Pujilah Dia untuk semua keajaiban dari kasih dan anugerah-Nya yang Dia telah tunjukkan kamu dalam waktu yang sungguh singkat.”

“Temptations, when we meet them at first, are as the lion that roared upon Samson; but if we overcome them, the next time we see them we shall find a nest of honey within them” John Bunyan

Saat saya ingin menjawab, malaikat bercahaya tersebut menghilang dan saya ditinggal sendiran. Saya menghabiskan beberapa waktu mempertimbangkan hal-hal yang luar biasa yang telah saya lihat dan dengar, dan kemudian berlutut dan berdoa. Ketika saya bangkit berdiri saya mulai memberkati dan memuji Elohim atas semua kebaikan-Nya.

Ketika saya balik kerumahku, keluargaku sungguh terkejut melihat bagaimana wajahku telah berubah begitu banyak. Mereka menatap pada ku seolah-oleh mereka belum mengetahui saya. Saya bertanya kepada mereka apa yang mereka sedang plototiin. Mereka menjawab sebab adanya perubahan dalam wajahku yang menyebabkan itu. Saya berkata, ”Bagaimana saya berubah sangat banyak?”

Mereka berakata kepadaku, ”Kemarin kamu nampak begitu tertekan kamu menampakkan gambaran yang sangat tertekan. Tetapi sekarang, wajahmu nampak memancarkan keindahan, dan terlihat penuh kesukaan yang sempurna dan kepuasan.”

Seandainya kalian telah melihat,” saya berkata ”apa yang telah saya lihat hari ini, kalian pastilah tidak akan terkejut atas perubahan di dalam ku.” Kemudian saya pergi masuk ke dalam kamarku, mengambil pen dan tintaku, dan menuliskan segala sesuatu yang telah saya dengar dan lihat. Dan saya berharap bahwa mereka yang membaca ini akanlah digerakkan dalam hati-hati mereka sama seperti sebagaimana saya telah ketika saya menuliskan semuanya.

Tamat.


[1] Rasul Paulu mengerti masalah ini sebab ia sendiri pernah di bawa untuk melihat Sorga. Baca 2 Korintus 12:1-5.
[2] Lewiatan (bahasa Indonesia), digambarkan dalam Alkitab sebagai binatang laut yang sangat besar;  Lihat di King James Version: Ayub 41:1-10, Mazmur 104:26 dan Yesaya 27:1  http://www.youtube.com/watch?v=CAfm7erZK3U youtube
[3] Hobbes dikenal di Barat sebagai “Thomas Hobbes dari Malmesbury,” (1588-1679); seorang  filsafat Inggris karyanya dikenal saat ini sebagai filsafat politik. Bukunya Leviathan (1651) telah mendasari hampir seluruh filsafat politik Barat dari sisi pandang teori hubungan sosial. http://en.wikipedia.org/wiki/Thomas_Hobbes[4] Galatia 6:7-8.
[5] Waspadalah jika kita disukai oleh penduduk dunia, namun celakalah jika kita dicintai oleh dunia, sebab itu berarti kita sedang bermusuhan dengan Elohim (Yakobus 4:4), sebab ketenaran dan pujian dunia berasal dari Setan (Matius 4:8-10).

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s