Kesaksian Naeem Fazal ex-Muslim Kuwait pindah ke Kristianiti

Naeem Fazal, ex-Muslim Pakistan bertemu Yeshua ha MashiahNaeem Fazal pemuda Pakistan yang lahir dan besar sebagai orang Muslim di Kuwait. Ia pindah ke Amerika Serikat tidak lama setelah Perang Teluk 1990, di negara barunya ini ia berjumpa Yeshua ha Mashiah melalui hal-hal natural dan supernatural yang membuat dia meninggal agama Islamnya. Sekarang Naeem aktiv bersaksi dan mengajar Alkitab di banyak gereja. Situsnya: NaeemFazal.com. Kesaksian lengkapnya tertulis pada bukunya berjudul: Ex-Muslim, How one daring prayer to Jesus changed a life forever.
Kesaksian Naeem Fazal dalam bentuk video dapat di lihat di sini:
Naeem Fazal: A Muslim’s Earnest Prayer by CBN/TV.com (5:44 menit)
Ex-Muslim, Why I Left Islam – Naeem Fazal by HeavenVisitNet.com (disertai text Arabik; 10:48 menit)

Tulisan kesaksian Naeem di bawah ini diambil dari CBN.com, dan ditambahkan sedikit dari kesaksiannya di HeavenVisitNet.com.

“Kami bertumbuh sebagai Muslim-muslim Sunni, dan jadi kami tidak radikal atau orang-orang extrimist dalam arti apapun. Kami sungguh konservativ, berpuasa selama bulan Ramadan, doa-doa Jumat adalah hal normal dan para saudari kandung kami menutup tubuh mereka (berpakaian layaknya seperti wanita Timur Tengah).”
Di Kuwait, Naeem mempelari Kuran dengan rajin.
“Saya dapat mengutip ayat-ayat Kuran, sebab ada yang baik di dalam menghafal kitab-kitab Islam,” Naeem berkata.
Sementara kehidupannya di dasarkan dalam keyakinan Islam, rantai kejadian telah membawa Naeen ke suatu perjalanan rohani yang baru. Saudara yang lebih besar memiliki kesempatan belajar di Amerika Serikat.
”Setahun kemudian, ia pulang, dan ia nampak berubah. Saya sadar sesuatu telah terjadi. Itu tepatnya ketika ia akhirnya bercrita kepada kami bahwa ia sudah jadi orang Kristen. Saya ingat hari itu, sebab saya ketika itu mengancam untuk membunuhnya.”
Meskipun Naeem telah membenci perubahan hati saudaranya ini, ia memutuskan mengunjungi kakaknya di Amerika.
Saya meloncat ke kapal terbang dan pergi ke A.S., dan itulah saatnya saya dihadapkan dengan Kristianiti (ajaran dan keyakinan orang Kristen; orang Kristen artinya orang yang mengikuti ajaran Mashiah Yeshua/ Kristus Yesus).
Tiga minggu setelah tiba di A.S., Naeem pergi melihat film dengan kakaknya – film Kristen. Dia mengingat, ”Di sini saya diperhadapkan dengan suatu konsep yang sama sekali baru dari agama yang seluruhnya baru [bagi dirinya, Kristianiti hadir sekitar 600 tahun sebelum lahirnya nabi Muhammad]. Tetapi itu lebih dari sekedar sebuah agama. Pada film tersebut saya sadari bahwa mungkin ada sesuatu yang lain di luar sana.”
Naeem mulai bingung dan mulai mempertanyakan keyakinan Islamnya.
“Jadi saya ingat saya berdoa saat itu, dan mungkin saya tidak bisa sebut itu sebagai sebuah doa, ucapan doa itu seperti ini: ’Saya tidak tahu siapa ada di atas sana. Jika Engkau sungguh nyata, tunjukkanlah kepada saya.’”
”Setelah itu saya memiliki percakapan lainnya dengan saudaraku. Ia berkata bahwa Elohim ynag ia sedang bicarakan, yang telah datang dalam bentuk Yeshua, Putra-Nya, akan mengejar saya dan melakukan apapun untuk memiliki hubungan dengan saya. Saya ingat meresponi dia dengan ejekan, saya berkata: ”Ya, akahkan Dia begitu saja datang jika saya hanya meminta pada Nya?” ”Ya,” kakakku berkata. Saya teringat saat itu dan pergi, ’Ini konyol.’ Tetapi di dalam kepalaku saya berpikir, ’Jika ini benar, mengapa Engkau tidak menyatakan Diri-Mu sendiri.’”
Pada malam itu ketika ia pergi untuk tidur, ia merasakan sesuatu yang ia gambarkan mahluk jahat hadir mengisi tempat tidurnya. Pintu kamarnya akhirnya terbuka.
”Saya melihat, dan ruangan mulai nampak sungguh aneh – lebih seperti kematian. Setan memasuki kamar, saya tidak dapat menerangkannya. Roh ini mulai berjalan mendekati say dan berkomunikasi sepertinya dia sedang akan membunuh saya. Dia berhenti tepat di ranjang saya dan lenyap begitu saja.”
Ia berlali ke luar pergi ke kamar saudaranya.
”Ia berkata, hanya seorang pribadi yang saya tahu memiliki kuasa atas roh-roh jahat dan para malaikat adalah Yeshua.”
”Saya berkata, ’Yeshua, saya tidak tahu siapakah Engkau adalah. Saya tidak dapat memanggil Engkau Adonai (Tuhan) dari kehidupanku, saya tidak dapat memanggil Enkau Juruselamatku. Saya tidak dapat memanggil Engkau apapun. Namun saat ini saya ketakutan, saya memerlukan pertolongan. Jika Engkau menolong saya, maka saya akan memberi Engkau seluruh kehidupanku.’”
Lalu kakaknya memimpin doa untuk dirinya, dan menyuruh Naeem kebali ke kamarnya.

Naeem kembali lagi ke kamarnya, duduk di ranjangnya dan mulai membaca Alkitab yang ia dapat dari kakaknya – membaca Injil Yohanes.
Moment berikutnya saya temukan diriiku sendiri sedang duduk pada ranjangku dengan mata terbuka. Suatu cahaya memasuki kamarnya, Yeshua hadir. ”Pribadi ini sungguh agresif, menguasai segala sesuatu, segala sesuatu dari ku. Saya merasakan itu berkata kepada ku seperti mengatakan, ’Kehidupanmu bukanlah milikmu.’ Dan saya percaya itu.”

Naeem akhirnya mengerti semua yang saudaranya telah mencoba menceritakan kepadanya.
Naeem berkata, – mengingat hari-hari pertama setelah penampakan Yeshua – ”Saya ingin melakukan apapun yang mungkin. Bulan pertama saya berdoa doa pengakuan dosa atau mengundang Yeshua sekitar delapan atau sembilan kali, saya hanya ingin memastikan.”
Sebagai seorang Muslim, dia telah belajar Koran dan telah mengetahui tentang Allah tetapi tidak memiliki hubungan dengannya.
”Itu sekarang total masuk akal sekarang,” Naeem berkata. ”Itu hanya menjadi masuk akal bahwa Elohim datang kepada kita di dalam bentuk seorang manusia, untuk ada mampu berkaitan kepada kita, juga untuk menebus kita dan untuk memiliki hubungan dengan kita.”
Tahun-tahun berikutnya, Naeem melayani di murid-murid akademi dan bertemu isterinya, Ashley. Mereka sekarang memiliki dua anak yang manis Aher dan Nurah.
Naeem menantang mereka yang dari keyakinan Islam untuk membuat sebuah doa yang spesifik jika mereka sungguh ingin memiliki hubungan dengan Elohim.
”Ketika para Muslim berbicira dengan saya dan kami berbicara tentang perbedaan-perbedaan kita dan mengapa saya pindah keyakinan, tantangan saya kepada mereka adalah ini: ’Silahkan kamu secara konsisten dua minggu atau lebih secara jujur mencari Elohim ini, Yeshua. Dia mampu secara radikal mentranformasi mereka dan memberi mereka tujuan melampau imaginasi mereka. Itu adalah tepatnya yang Elohim telah lakukan kepada ku. Elohim ingin melakukan hubungan dengan mereka lebih daripada mereka inginkan. Jadi Elohim akan mengejar mereka. Semua yang mereka perlu lakukan adalah hanya meminta.’”

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Kesaksian Samaa Habib Berhadapan Muka Dengan Yeshua

Buku Face to face with Jesus kesaksian Samaa HabibIni adaalah kisah nyata perjalanan rohani seorang wanita ex-Muslim dari sebuah negara di Timur Tengah yang sedang menghadapi perang sipil. Ringkasan cerita di bawah ini diambil dari buku kesaksiannya: Face to Face with Jesus: A Former Muslim’s Extraordinary Journey to Heaven and Encounter with the God of Love by Samaa Habib & Bodie Thoene

Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut. (Wahyu 12:11)

Perang Sipil membawanya ke kursus Taekwondo dan berjumpa Yeshua
Samaa Habib lahir dari keluarga Muslim di sebuah negara Islam yang berpenduduk 98% Muslim dan dimana para radikal Muslim menganggap mutad ke Kristianiti sebagai penghianat yang layak untuk dihukum mati.
Ayah Samaa adalah seorang ahli hukum dan professor dalam bidang philosophy dan sekaligus seorang Mullah, pemimpin dan guru agama Islam. Ibunya juga seorang professor dalam bidang bahasa menguasai tiga bahasa; ibunya memberi sepuluh anak laki dan perempuan bagi ayahnya dan Samaa adalah puteri bungsu mereka.

Perang sipil antara Muslim Sunni dan Shia* telah membuat ekonomi negaranya menjadi sulit sampai tingkat kelaparan. Kekerasan yang dibuat oleh kedua pihak yang berperang telah menbuat banyak orang muslim termasuk Samaa haus mencari hubungan intim dengan Allah. Namun Allah tidak menjawab.
Kehidupan Samaa berubah secara drastis ketika ia mulai mengikuti kelas gratis Taekwondo (ilmu bela diri asal Korea), yang dipimpin oleh seorang missionari. Pria Kristen ini dengan berani berbicara secara terbuka tentang Yeshua dan Injil pada kelas-kelas Taekwondonya. Di sinilah Samaa menerima Alkitab untuk Anak-anak, saat itu ia berumur 14 tahun.
Ia mulai berkunjung ke gereja dan menerima mimpi dimana Yeshua menampakkan diri-Nya kepada dia. Sejak itu dia mulai berdoa untuk keluarganya. Anianya mulai melanda dirinya; saudara laki-lakinya memukulinya, dibenci oleh ayahnya dan mendapat ancaman dari par tetangganya. Ia sempat diserang beberapa kali, namun bagaimanapun ia mendapatkan perlindungan yang khusus dari Elohim dan tetap bersaksi.
Tentang pindahnya Samaa dan kakak-kakak wanitanya dari Islam ke Kristianiti ia menulis, ”Dalam Islam ayahku akanlah ada dibenarkan untuk membunuh kami.” [Namun, sama sekali tidak dibenarkan di dalam Kristianiti; pindah agama tidak bisa dijadikan alasan untuk melanggar 10 Perintah YAHWEH: “Jangan Membunuh!”, Keluaran 20:13]
Singkat cerita, enam dari 10 anak-anak Habib dan juga isterinya sudah berpindah ke Kristianiti, sementara ayahnya tetap di dalam Islam. Perang sesama kelompok Islam di negaranya dan prilaku baik dari keluarganya yang Kristen telah membuka mata ayahnya – menjadikan ia toleran terhadap Kristianiti.

Ibadah Minggu Gereja yang tidak terlupakan; “Itu bukanlah pesan yang menggembirakan, namun …”
“Kamu perlu makan pagi,” kakaknya berkata kepada Samaa sambil memberikan secangkir teh ketika melihat adiknya memeluk semua saudara-saudarinya dan memberi mereka ciuman pagi untuk segera pergi ke latihan koor bagi ibadah Minggu yang tidak akan terlupakan bagi keluarga Habib, khususnya dirinya sendiri.

Saya minun teh itu secepatnya sebelum mengambil sebuah delima dari mangkok buah dan berkata, “Tidak punya waktu lagi. Saya akan bernyanyi di koor dan ingin mengunjungi Adila sebelum praktek.” Adila kakak kandung perempuan Saaba hanya satu tahun lebih tua darinya. Adila sedang menjalani praktek kerja pelayanan gereja setelah ia menyelesaikan pelajaran Alkitab di Eropa, dan ia tinggal di gereja.
Bapanya memasuki dapur. “Sampaikan kasihku pada saudari mu Aila. Bawa dia pulang ke rumah. Mengapa ia tinggal di gereja sementara ia memiliki rumah dan ibu dan bapa?”
Saya akan sampaikan ke dia, papa. Tetapi papa tahukan itu adalah bagian dari sekolahnya.”
”Katakan kepadanya bahwa saya sayang padanya. Dan saya sayang kamu juga, putri kesayanganku,” papa bekata.
Saya mencium dia dan lari ke luar pintu.
”Selamat ya, putriku tersayang,” ia menjerit kepada ku. Pada saat itu, apakah ayahku merasakan sesuatu yang akan terjadi?
Saya secara pribadi tidak merasakan ancaman dari para terorris. Sebaliknya gereja kami telah diancam oleh orang pemerintah, Komisi untuk Masalah-masalah Agama telah mengancam untuk mencabut ijin gereja sebab kami telah mengadakan penginjilan di ibukota.
Kami semua tidak takut sama sekali. Sukacita dan damai Yeshua, yang melampaui segala pengertian telah memenuhi hati-hati dan pikiran-pikiran kami.
Pada ibadah Minggu itu, setelah jemaat menyanyikan lagu-lagu pujian, Missionari Johnny berkotbah sebab pendeta sedang pergi ke tempat lain. Johnny berkotbah tentang ”bersiap menghadapi aniaya” – ia menceritakan suatu cerita bagaimana seorang missionari di RRC dianiaya oleh karena imanya. Ketika akhirnya ia berhasil lolos ia harus hidup di atas kursi roda dan hidungnya telah terpotong. ”Itu bukan sebuah pesan yang menggembirakan, namun YAHWEH telah berkata kepada ku bahwa aniaya sedang datang,” kata Johnny dengan suara yang bergetar dan menambahkan, ”Kita harus ada siap untuk itu. Yeshua telah dianiaya saat hidup-Nya. Ia menderita dan kita akan juga. Apakah kalian siap dianiaya demi Dia? Apakah kalian siap mati untuk Dia?”

Dan setelah Johnny selesai berbicara ia kembali ke kursinya, asisten pendeta maju ke muka membacakan Matius 16:13-19 – ”Ia bertanya kepada para murid-Nya, ’Kata orang, siapakah Anak Manusia itu ? ….Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini? ….Maka jawab Simon Petrus: Engkau adalah Mashiah (Mesias), Putra Elohim yang hidup! …’
Ia kemudian berhenti sebentar lalu bertanya ke jemaat, ”Ketika seorang berkata kepada kalian, ’Siapakah Yeshua ini yang kamu bicarakan itu, Siapakah Dia?’ akankah kalian ada cukup berani , meskipun jika kamu akanlah ada dianiaya , untuk berkata seperti Petrus berkata: ‘Dia adalah Mashiah, Putra dari Elohim yang hidup.’”
Kolekte dilakukan dan lagu Glory, Glory Halleluyah dinyanyikan, dan tiba-tiba kilatan cahaya memancar diikuti suara yang menulikan telinga terdengar! Seluruh auditorium tiba-tiba diliputi asap hitam yang pekat.
Samaa melihat rohnya meninggalkan tubuhnya, meninggal dunia. Rohnya dibawa ke Sorga, melihat Yeshua. Dan Adonai memberi dia pilihan untuk kembali ke bumi. Samaa memilih kembali ke bumi untuk memberi hidupnya melayani Yeshua. Dia secara ajaib kembali sembuh dari luka-lukanya yang parah meskipun ada dianiaya oleh para dokter dan suster Muslim.
Dikemudian hari ia baru tahu bahwa para terroris telah menaruh bom di gereja mereka, dan ia berdiri tepat disebelah kanan bom yang meledak tersebut. Bom tersebut menelan beberapa korban jiwa dan melukai banyak jemaat. Itu terjadi pada waktu ia berusia 19 tahun.

Ia tetap bersaksi, pertama sebagai pelayan restoran, lalu sebagai seorang model dan karyawati real estate. Secara ajaib ia pergi ke Amerika Serikat untuk sekolah misi. Sekarang ia berkeliling dunia untuk membagikan kesaksiannya yang luar biasa tersebut.
Bodie Thoene adalah penyusun cerita kesaksian Samaa Habib. Ia penulis Amerika yang terkenal, telah menulis lebih dari 65 novel, dan telah menjual lebih dari 35 juta buku dan memenangkan delapan kali ECPA Gold Medallion Award.

*) Sunni dalam bahasa Arab mengandung arti ”seorang yang mengikuti tradisi-tradisi Nabi Muhammad” dan Shia dalam bahasa Arab mengandung arti ”kelompok atau pendukung partai rakyat (a group or supportive party of people). Tidak lama setelah Muhammad meninggal dunia, pengikut Sunni selalu memerangi pengikut Shia. Hal ini terjadi sampai hari ini.

Nama-nama tokoh di buku ini (terkecuali nama penyusun cerita) bukanlah nama sebenarnya, nama negara juga tidak disebut hal ini dilakukan demi keselamatan mereka dan penduduk Kristen dimana mereka tinggal.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

  • Kalender

    • Juli 2014
      M S S R K J S
      « Mei   Agu »
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      2728293031  
  • Cari