Kelahiran Yeshua di Perjanjian Baru: Satu Peristiwa – Empat Narasi (Dr. Corné Bekker)

Apa yang selalu ada dari semula, yang telah kami dengarkan, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami perhatikan dan yang tangan kami telah menyentuhnya, berkenaan dengan Firman kehidupan (the Word of life).
Dan kami menuliskan hal-hal ini kepadamu, supaya sukacitamu dapat dipenuhkan (1 Yohanes 1:1,4)

Injil MatiusKebanyakan orang, ketika mereka berpikir tentang cerita Natal, berpikir satu narasi (jalinan cerita) Alkitab yang di dalamnya termasuk keluarga suci, jam tengah malam, gudang makanan binatang, berbagai hewan ternak, para gembala, para malaikat, orang-orang majus dan tenang, kota kecil disebut Bethlehem. Mungkin datang sebagai kejutan besar untuk belajar bahwa banyak unsur yang orang-orang sering tinggikan sebagai bagian dari kisah kelahiran (Yeshua) datang dari lagu-lagu Natal dan sumber-sumber sejati bagi peristiwa ini, Injil-injil dalam Perjanjian Baru, berurusan dengan kisah kelahiran Yeshua dalam empat cara yang sangat berbeda, namun tidak bertentangan.
Masing-masing Injil menangani cerita ini dengan perhatian yang tinggi untuk mengkomunikasikan citra-citra Yeshua dan dengan demikian mengkomunikasikan pesan unik mereka dengan kuasa bagi penonton tertentu yang mereka targetkan.

Injil Markus
Film: The Gospel of Mark

Injil Markus kemungkinan adalah kitab pertama dari para Injil yang ada ditulis, menurut tradisi Gereja mula-mula, kemungkinan mewakili kotbah dan pesan rasul Petrus.
Injil Markus sama sekali tidak mencatat tentang kelahiran Yeshua. Markus memulai ceritanya tentang Yeshua dengan panggilan Yohanes Pembaptis di padang gurun. Pertama kali kita melihat Yeshua dalam Injil ini adalah ketika Yeshua datang untuk dibaptis oleh Yohanes. “Narasi pengabaian” ini melayani tujuan unik dari Injil Markus. Markus menulis Injil kepada orang-orang Romawi pada zamannya dan menekankan paradoksal pesan layanan tersembunyi Yeshua sebagai Adonai (Tuhan). Bersama-sama dengan motif kerahasiaan dalam Injil ini, kelalaian rincian kelahiran Yesus membantu pembaca memahami bahwa hal ini tidak penting dimana seorang hamba tersebut lahir dari keluarga apa dia datang – pelayanannyalah yang mendefinisikan dirinya.
Bagi masyarakat Romawi di Abad Pertama, terbagi secara mendalam ke dalam kelas-kelas sosial kehormatan dan status, gambar tersembunyi dan pelayanan radikal yang indah ini oleh seorang dengan segala otoritas (Adonai) memanggil para penonton Injil ini untuk meniru teladan Yeshua yang sebagai Adonai telah mendifinisikan misi dan pelayanan-Nya oleh pelayanan-Nya kepada orang-orang lain.


Injil Matius
Film: the Gospel of Matthew
Matius, sama sekali berbeda dengan “narasi pengabaian” Markus, memulai ceritanya dengan silsilah rumit yang menempatkan Yeshua sebagai leluhur Raja Daud (David) dan Abraham. Di sini saja Matius menunjukkan minat khususnya dan para pendengarnya untuk Injilnya. Dia menulis kepada orang-orang Yahudi dan menyajikan Yeshua sebagai raja, lebih baik daripada David dan seorang guru yang lebih besar daripada Moses.
Narasi-narasi kelahiran yang dibawakan oleh Matius berfokus pada peranan Yusuf, yang adalah “seorang yang benar” dalam kata-kata Matius di kisah ini. Yusuf dikontraskan dengan Herodes (Agung), seorang penguasa yang tidak adil dan jahat. Matius dengan kehati-hatian yang sangat besar menunjukkan bagaimana peristiwa kelahiran Yeshua menggenapi nubuatan-nubuatan yang telah dibuat dalam Perjanjian Lama dan membuat pemakaian nubuatan-nubuatan ini untuk menampilkan Yesus sebagai Gubernur, raja Israel, seorang pangeran, dan sebagai Putra Elohim.
Itu adalah Matius yang memberitahu kita tentang orang-orang majus yang datang untuk menyembah, membawa hadiah-hadiah yang cocok untuk raja; kisah tindakan-tindakan pembunuh yang buruk dari Raja Herodes; catatan-cerita perjalanan keluarga yang kudus tersebut (Yusuf, Maria dan Yeshua) ke dan kembali dari Mesir (tidaklah bagian kecil untuk menggambarkan bagaimana kehidupan Yesus mencerminkan bangsa Israel); dan para malaikat yang dalam mimpi menuntun Yusuf.
Matius, dalam catatannya yang kuat tentang kelahiran , menyajikan Yesus, menggenapkan nubuatan-nubuatan dan penharapan-pengharapan para Kitab Suci Ibrani, sebagai Raja orang Yahudi yang telah diberikan segala kuasa di Sorga dan di Bumi. Dia adalah Emmanuel, Elohim beserta kita.

Injil Lukas
Film: the Gospel of Luke

Injil Lukas adalah upaya, dalam kata-katanya sendiri, untuk menempatkan kisah kelahiran, pelayanan, kehidupan, kematian dan kebangkitan Yeshua ”secara urutannya.”
Lukas menulis Injilnya terutama untuk pendengar bukan-Yahudi (Gentile) dan berfokus pada kelompok-kelompok yang secara tradisional tergeser dan diabaikan dalam masyarakat Abad Pertama masyarakat-masyarakat Mediterania. Karenanya Injil Lukas penuh dengan referensi-referensi kepada para wanita, anak-anak, orang sakit, kelompok-kelompok orang-orang miskin dan suku-suku yang tertolak seperti orang-orang Samaria.

Fokus yang khusus dan peduli pada terabaikan dan tertolak ini juga terlukis dalam ceita Lukas pada kelahiran Yesus. Cerita kelahiran dalam Lukas adalah terpanjang dari semua empat Injil dan memberikan perhatian khusus terhadap peran Roh Kudus dan bagi perempuan dalam cerita ini. Di sini malaikat muncul kepada Maria (tidak kepada Yusuf) dan itu adalah Elizabeth dan kemudian lagi Maria bahwa masing-masing memiliki kata-kata pujian dan berkat-berkat yang direkam. Lukas pada fokusnya akan manusia, mencatat status “tunawisma” Yusuf dan Maria di Betlehem, perawatan khusus diberikan kepada bayi Yeshua saat Dia lahir dan bagaimana palungan yang hina menjadi sebuah keranjang bayi.

Seolah-olah untuk lebih lanjut menekankan fokus yang konsisten ini dari yang miskin dan ditolak masyarakat, para malaikat muncul kepada para gembala dalam catatan Lukas, bukan untuk orang kaya, istimewa dan para bijaksana yang kuat sebagaimana dalam catatan Matius. Itu adalah gembala-gembala yang biasa yang menyaksikan peristiwa mulia ini dan menjadi utusan-utusan pertama pembawa pesan damai dan kehendak baik Elohim terhadap manusia di Bumi
Cerita kelahiran Yeshua yang indah dalam Injil Lukas mengilustrasikan kenotic lengkap tindakan Elohim dalam Yeshua, lahir antara orang miskin dan tertolak, membawa kabar baik dari perdamaian dan persahabatan kepada semua.


Injil Yohanes
Film: The Gospel of John

Injil Yohanes, mungkin yang terakhir dari Injil yang dihasilkan, mencatat kelahiran sorgawi Yeshua, jika bukan istilah-istilah dan bahasa rohani.
Injil ini, ditulis oleh murid yang mengalami kasih yang sedemikian rupa dari Yeshua yang dia mengidentifikasi dirinya sebagai seorang yang dicintai oleh Yeshua menghadirkan cerita kelahiran sebagai kedua “catatan Kejadian.”
Bagi Yohanes, kelahiran ini dimulai di sorga: Yeshua, Firman pada mulanya dan adalah Elohim. Semua yang diciptakan adalah diciptakan melalui Dia. Yohanes kemudian menggambarkan kelahiran Yeshua dengan bahasa yang kuat: ”… dan Firman menjadi manusia dan diam di antara kita.” Yohanes menulis kepada bangsa-bangsa yang berbahasa Yunani di seluruh Kekaisaran Romawi menjelaskan bahwa Yeshua, Firman menjadi daging dan memilih untuk tinggal bersama dengan kita dan dengan demikian kita semua telah menyaksikan kemuliaan-Nya yang penuh kasih karunia dan kebenaran.
Injil Yohanes memfokuskan pada attribut-attribut keilahian Yeshua. Yohanes secara sengaja meninggalkan penyebutan Maria, Yusuf dan semua karakter yang Matius dan Lukas sebutkan dalam narasi-narasi mereka tentang kelahiran. Yohanes secara jelas mengkommunikasikan bahwa kelahiran ini adalah peristiwa yang sangat berarti dalam sejarah dunia. Elohim menjadi daging dan sehingga terang-Nya saat ini terpencar dalam kegelapan, sebuah peristiwa yang mencerminkan penciptaan langit (heavens) dan bumi.


Kesimpulan – Empat Injil
Ke empat Injil di dalam Perjanjian Baru ini menghadirkan empat keunikan dan namun tidak mengurangi gambar-gambar Yeshua – dan ini adalah bukti dalam cara mereka merekam kelahiran Yeshua:
Matius menghadirkan Yeshua sebagai Raja dari orang-orang Yahudi, layak untuk ditaati dan disembah;
Lukas menunjukkan sebuah Juruselamat manusiawi yang membawa kabar-kabar baik dan pembebasan kepada orang miskin, terabaikan dan tidak masuk hitungan;
Markus menghadirkan Yeshua sebagai Adonai yang melayani secara diam-diam dan dengan demikian menunjukkan sebuah jalan yang baru, bebas dari perjuangan untuk supremasi dan status; dan akhirnya,
Yohanes menghadirkan Yeshua sebagai Elohim, yang datang sebagai Firman menjadi daging dan ini bercahaya dalam kegelapan untuk membawa sebuah permulaan yang baru dalam dunia ini.

Dapatlah kiranya kita memakai masa advent dan waktu perayaan (Natal) ini untuk menemukan kembali narasi-narasi kuasa kelahiran (Yeshua) tersebut di dalam Injil-injil Perjanjian Baru.
Bacalah narasi-narasi kelahiran Yeshua dari Perjanjian Baru:
Matius 1:1- 2:23
Lukas 1:1- 2:40
Yohanes 1:1-14

Dapakah Elohim merubah kehidupan Anda?
Elohim telah memuat itu mungkin bagi Anda untuk mengetahui Dia dan mengalamai perubahan yang ajaib dalam kehidupan Anda sendiri. Temukan bagaimana Anda dapat menemukan perdamaian dengan Elohim. Anda dapat juga mengirim ke kami permohonan-permohonan doa Anda.

Artikel ini diterjemahkan dari: The Birth of Jesus in the New Testament: One Event – Four Narratives; CBN.com

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Penjala Baja (Persiapkan Jalan Bagi Raja)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s