Henan, Cina: Istri pendeta meninggal setelah dikubur hidup-hidup saat penghancuran gereja

Organisasi Kristen China Aid, melaporkan tindakan pembunuhan oleh perusahaan dukungan pemerintah Henan atas pendeta dan istri dari sebuah gereja di Zhumadian, Profinsi Henan. Ding Cuimei istri pendeta di Henan meninggal dunia setelah di kubur hidup-hidup

Kamis 14 April 2016, pendeta Li Jiangong dan istrinya, Ding Cuimei, melangkap ke depan sebuah bulldozer untuk menghentikan peruntuhan gedung gereja mereka.

“Kuburkan mereka hidup-hidup bagi saya,” seorang anggota dari team penghancuran berkata. “Saya akan bertanggung jawab bagi hidup mereka.”

Lalu pengemudi bulldozer itu menggaruk  Li dan Ding kedalam lembah dan menutupi tubuh mereka dengan tanah. Video: Peristiwa penguburan hidup-hidup Ding Cuimei

Menjerit untuk pertolongan, Li berhasil mengeluarkan dirinya sendiri dari urukan tanah, namun Ding, istrinya meninggal dunia sebelum ia bisa dikeluarkan.

“Membulldozer dan mengubur hidup-hidup Ding Cuimei, seorang wanita yang pendiam dan Kristen yang taat, adalah sadis dan tindakan pembunuhan,” Presiden organisasi China Aid, Bob Fu berkata.

“Perkara ini adalah suatu pelanggaran hak-hak kehidupan yang serius, kebebasan beragama dan aturan hukum. Pihak berwenang Cina harus segera pertanggungjawaban pembunuh mereka dan mengambil langkah-langkah konkret untuk melindungi kebebasan beragama anggota gereja rumah ini.” Mr. Fu menambahkan.

Berkaitan dengan menyebarnya kejadian ini di media, anggota pemerintah telah menekan pendeta Li tidak membongkar lebih jelas kejadian tersebut. Sementara, pendeta Li menuntut pengadilan untuk meneliti motiv dan kondisi-kondisi dibelakang pembunuhan istrinya.

Organisasi yang sama melaporkan penganiayaan di Republik Rakyak Cina telah melonjak 150 persen setahun belakangan ini, dengan hampir tiga ribu (3.000) orang Kristen ditangkap dan hampir seribu tiga ratus (1.300) lainnya dalam kondisi tahanan.

Meskipun perlawanan dari pihak pemerintah RRC, orang-oran Kristen di Henan tetap maju di dalam iman mereka, sekaligus memberi inpirasi dan semangat pada yang lain untuk pantang mundur.

RRC adalah negara yang pemerintahannya dikontrol oleh partai Komunis. Menekan setiap agama lainnya yang ada di tanah Cina: Falon Gong, Kristen, Islam, Tibet-Buddha dan lainnya. Gereja-gereja Rumah di RRC tidak mencampuri urusan politik pemerintah di dalam ajaran mereka. Mereka hanya ingin bebas beribadah tanpa dikontrol oleh pihak Partai Komunis.

Cina Aid adalah organisasi Kristen yang memperjuangkan kebebasan beragama di negara RRC.

Sumber: Church leader’s wife dead after buried alive during church demolition

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Penjala Baja (Persiapkan Jalan Bagi Raja)

 

 

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s