Imanku – Sazan (Barzani) Hendrix; Wanita Kurdi berjumpa Yeshua melalui mimpi-mimpi

Pada waktu itu orang akan berkata: “Sesungguhnya, inilah Elohim kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah YAHWEH yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!” (Yesaya 25:9)

Sazan Hendrix mimpi berjumpa Yeshua Ha Mashiah

Sazan (Barzani) Hendrix

Sazan seorang foto model ex-Muslim Kurdi tinggal di Amerika Serikat. Ia memiliki dua kakak wanita dan seorang adik laki-laki. Tidak terhitung berapa puluh ribu orang Timur Tengah telah menjadi orang Kristen hanya karena Yeshua menampakkan diri dan berbicara kepada mereka melalui mimpi-mimpi. Kesaksian di bawah ini adalah terjemahan bahasa Indonesia yang diambil dari gabungan dua kesaksian Sazan bagaimana ia berjumpa Yeshua, Juruselamat dan Adonainya. YBU, Penjalabaja

Bagi ku, imanku saat ini adalah terutama (gambarkan itu ada sebagai sebuah mesin) dari segala sesuatu saya lakukan hari ini. Saya tidak terlahir sebagai seorang Kristen, malah itu bukanlah sesuatu yang kedua orangku terlalu suka ketika aku menceritakan hal itu ke mereka. Saya tidak terbangun suatu hari dan berkata, ”Hi, saya akan menjadi Kristen hari ini,” itu tidaklah terjadi seperti demikian. Secara etnis mayoritas orang-orang Kurdi dari Irak (darimana saya berasal) adalah Muslim, saya telah diajar untuk percaya Elohim (”Allah,” Muslim menyebutnya) sebagai pribadi tertinggi namun tidak sungguh-sungguh melekat pada agama. Saya seorang yang bersembayang  setiap malam sejak saya berusia 6 tahun, namun saya berpikir, Siapkah Engkau Elohim? Apakah Engkau nyata?” Saya pikir bahwa saya menjadi semakin penasaran sejalan saya menjadi semakin besar  dan ingin tahu siapakah Elohim dan jika Dia sunguh ada.

”Ketika ketakutan datang mengetuk pintu, jawablah itu dengan iman”

Tiga tahun lalu, saya melewati waktu yang berat di rumah setelah adikku yang laki-laki jatuh sakit, dan dalam kehidupan pribadiku dimana hubungan-hubungan dengan orang-orang yang pada siapa saya telah letakkan semua kebahagianku mulai memudar. Saya menjadi sungguh tidak berbahagia dengan diriku sendiri dan mencoba bersembunyi dibalik pekerjaanku. Saat itu saya tidak tahu bahwa ini adalah cara Elohim menarik saya keluar dari semua kehancuran sehingga Dia dapat masuk (ke dalam kehidupanku). Dia tidak memulai transformasi tersebut sampai saya membuka hatiku. Saya pikir ketika sesuatu yang menghancurkan terjadi dalam kehidupan kita entah itu sebuah perpisahan yang buruk, kehilangan pekerjaan yang tiba-tiba, atau sanak famili terdekat meninggal dunia, kita secara tergesa-gesa mempertanyakan Elohim dan menjadi begitu marah kepada Dia sebab kita tidak berbahagia (dengan hal-hal tersebut). Ada sebagai pengendali diri sendiri yang aneh saya saat itu – saya takut melepaskan dan menyerahkan kepada Elohim. Saya juga takut untuk mengenali Elohim, sebab ini akanlah mengecewakan kedua orang tua dan merubah kepercayaan-kepercayaan tradisi yang telah dibangun dalam budayaku. Bagaimanapun, saya telah mencoba menghidupi kehidupanku dengan cara tersebut dan itu telah membuat saya gagal. Saatnya untuk mencoba hal-hal dengan caraku.

Ketika adikku (usia 8 tahun saat itu) didiaknosa memiliki Leukemia pada malam Natal 2008, saya berpikir bahwa hidupku berakhir. Sebelumnya saya telah kehilangan seorang paman karena kanker dan berpikir secara serius: ”Elohim jangan biarkan kami mengulangi pengalaman hidup itu lagi.” Melalui ujian setahun, adiku berjuang hidup dan berhasil mengalahkan kanker. Ilmu pengetahuan telah mengambil bagiannya, namun saya tahu bahwa Elohim melakukan peran yang lebih besar pada kejadian ini. Saya adalah pendonor enam dari enam transplantasi sumsum tulang adikku, itu adalah saat (saya mengerti) Elohim memberi saya sebuah tujuan. Saya berpikir jika saya gagal dan gagal untuk sisa hidup saya, itu tidak masalah sebab sedikitnya saya mampu memberi adikku hadiah ini. Saya mengucap syukur kepada Elohim setiap hari untuk mujizat tersebut. Penyakit adikku berakhir menjadi sebuah berkat yang tersembunyi. Elohim rupanya bukan ingin mengambil adiku dari kami, sebagai ganti Dia memakai adikku mengajar kami sebuah pelajaran iman.

Setelah pengalaman ini, saya memulai kehidupanku secara berbeda.  Saya kurang berpikir tentang cara-cara memperbaiki masalah-masalah ku sendiri dan mulai berpikir lebih banyak tentang cara-cara bagaimana Elohim dapat masuk dan mengambil alih situasi – seperti Dia telah lakukan pada adikku.

Saya berpikir, ”Elohim saya tahu Engkau ada. Saya ingi tahu SIAPAKAH Engkau adalah.”

Berdoakah saya kepada Muhammad? Yeshua? Buddha? Saya memerlukan tuntunan. Seorang mentor dekat saya, Stevie Hendrix, menganjurkan saya, ”Begini saja, ketika kamu pulang ke rumah malam ini mintalah Elohim untuk menyatakan diri-Nya kepada mu melalui mimpi-mimpimu.”

Ketika Stevie memberi anjuran ini, Sazan tiba-tiba teringat kembali masa kecilnya dimana ia sering mendapat mimpi-mimpi yang bersifat nubuatan. Di hati Sazan, ia yakin hal ini akan terjadi.

”Saat kanak-kanak saya selalu memiliki mimpi-mimpi nubuatan ini, dan sekarang saya yakin akan segera mendapatkan yang terbesar.”

”Jadi, saya pulang rumah malan itu dan saya berdoa secara berbeda dari biasanya saya telah lakukan sepanjang hidupku,” dia berkata. ”Dan saya hanya berkata, ’Saya tidak tahu siapakah Engkau … sudahkah Engkau menunggu aku selama kehidupanku? Apakah Engkau mendengar doa-doaku? Wujudkanlah diri-Mu sendiri kepada ku.’”

Wau, sungguh Elohim menunjukkan diri-Nya. Elohim memberi dia mimpi-mimpi nubuatan

”Malam tersebut saya sungguh bermimpi saya berada dalam sebuah Gereja memuji / menyembah nama Yeshua Ha Mashiah. Dalam kehidupan yang nyata (saat itu), saya bahkan tidak tahu apa artinya menyembah atau siapakah Yeshua sesungguhnya adalah! Itu adalah sebuah pewahyuan baru bagiku!

Saya dapat melihat diriku di antara mereka yang berdiri, dan kedua tanganku terangkat ke udara. Saya dapat melihat diriku sendiri menyembah Yeshua. Itu adalah pengalaman mimpi di luar tubuh dimana saya meraskan kasih, penyembahan tersebut; saya merasakan semuanya.” (Kesaksian semacam ini bisa dibaca di situs ini pada subtitel Sorga dan Neraka

Mula pertama, saya tepatnya menolak kejadian tersebut sebab saya tidak ingin mengakui bahwa hal tesebut adalah kebenaran. Saya tertarik dan takut pada waktu yang bersamaan.

Elohim berkomunikasi kepadanya melalui mimpi-mimpi selama dua minggu

”Selama dua minggu secara berturut-turut saya mendapatkan mimpi yang ajaib, saya mulai memiliki mimpi-mimpi yang bermakna. Saya mulai mengenal Yeshua melalui mimpi-mimpiku dan bagi ku itu adalah semua yang saya perlukan untuk menyadari bahwa ini adalah kebenaran.

Mimpi-mimpi ini menjadi sebuah jalan kekuar dari dunia nyata sekaligus sebuah jalan bagiku untuk mengenal Yeshua Ha Mashiah. Saya mulai meneliti lebih dan mengelilingi diriku dengan iman Kristen. Setelah 22 tahun kekurangan, sekarang saya merasakan seperti seorang anak kecil dengan sejuta pertanyaan tentang Yeshua.

Ketika saya mendapatkan mimpi tersebut saya tahu bahwa itu bukanlah sekedar kebetulan. Saya sedang melangkah ke dalam terang setelah saya merasa seperti saya telah berada dalam kegelapan untuk waktu yang begitu lama.”

Ketika Sazan menceritakan hal ini, kedua orang tuanya tidak suka dengan iman baru putrinya ini.

”Mereka begitu kecewa.” Mereka berkata, ”Janganlah pernah bercerita kepada kami ketika kamu pergi ke Gereja sebab kami tidak ingin mendengar tentang hal itu.”

Tetapi yang membuat hubungan dengan keluarganya rusak berat adalah ketika ia menikah dengan Stevie- pemuda Kriten Barat yang tidak memiliki hubungan dengan budaya bangsa Kurdi.

Keluarganya mengabaikan dirinya, ia merasa seperti dibuang. Namun melalui waktu ke waktu keluarga dapat melihat kehidupan baru Sazan yang telah diubahkan oleh Yeshua, dan sekarang mereka berhubungan kembali bahkan lebih baik dari sebelum ia pindah ke Kristen.

Saat ini Sazan aktif dalam media sebagaimana sebelumnya, hanya sekarang Yeshua adalah pusat hidupnya, bisnis dan popularitasnya adalah sampingan. Situnya Sazan: http://sazan.me/blog/

Pesan Sazan kepada pembaca:

“Elohim hanya ingin kamu berbicara kepada Nya. Dia ingin kamu mendengarkan … sungguh luar biasa ketika kamu membuka mata dan telingamu atas apa Elohim ingin tunjukkan kepadamu.

“Dia telah mentranform hatiku, pikiranku dan yang terpenting jalanku. Sekarang saya secara literal hidup dalam mimpi-mimpiku sebab Elohim telah memberikan kepadaku kesempatan dan tempat berpijak untuk bercahaya. Pelajaran terbesar yang saya telah belajar dari semua ini adalah membangun kembali fondasi kebahagianmu sekitar Elohim sebagai ganti berpusatkan sekitar manusia, pekerjaan atau apapun keputusan terbaik seorang dapat buat. Fondasi ini tidaklah akan pernah hancur menimpamu. Tidak juga akan menjebakmu. Di luar semua keagamaan, memiliki hubungan pribadi dengan Elohim sesungguhnya adalah yang terbaik. Kamu akan belajar secara cepat bahwa tidak ada pertanyaan yang terlampu sulit bagi Elohim untuk menjawab dan menyatakannya.

Sumber acuan:

Baca lebih lanjut

Mesir: Dua Gereja Koptik dibom saat merayakan Hari Minggu Palm, 5 hari sebelum Paskah

Jemaat Gereja St. George di Tanta Mesir dibom Muslim saat ibadah

JemaatKoptik di Tanta Mesir dibom saat ibadah

Jemaat Kristen Koptik sedang berkumpul merayakan Minggu Palm, sebuah Hari Perayaan Kristen memperingati Yeshua Ha Mashiah menggendarai keledai muda diiringi oleh murid-murid-Nya menuju Bait Elohim dan rakyat di sepanjang jalan menyambut-Nya dengan teriakan meriah  dan lembaian pucuk-pucuk daun palm muda pada tangan mereka, serta meletakkan pakaian mereka dan potongan  ranting pohon zaitun pada jalan yang Dia lalui: ‘Hosanna! Diberkatilah Dia yang datang dalam Nama YAHWEH! Diberkatilah kerajaan Daud, leluhur kita, yang datang dalam Nama YAHWEH! Hosanna di tempat yang mahatinggi!”  (Markus 11:9-10), menggenapi nubuatan nabi Zakharia 9:9.

Serangan bom pertama terjadi di dalam gedung Gereja St. George di Tanta, membunuh 27 jiwa dan melukai 78 lainnya. Beberapa jam kemudian seorang Muslim meledakkan dirinya sendiri di depan Gereja St. Markus di Alexsandria, menewaskan 16 orang dan melukai 41. Total korban jiwa menjadi  43 dan 119 luka-luka.

Uskup  Angaelos, Uskup tertinggi untuk Gereja Koptik di Britania Raya mengkomentari peristiwa ini: “Sementara itu masih terlalu dini untuk menentukan tanggung jawab, apa yang tak terbantahkan adalah kebrutalan ketidak berperasaan dan tanpa hati dapat menyebabkan seseorang atau orang-orang  mengambil nyawa orang tidak bersalah tanpa pandangbulu, terutama yang paling rentan jam doa,” ia menulis dalam sebuah pernyataan.

Dick Brogden, seorang pemimpin Kristen di Kairo berkata kepada CBN News bagaiman respon saudara-saudarinya, “Mereka tidak meresponi dengan marah atau mengangkat senjata. Sebaliknya dari pimpinan tertinggi Gereja Koptik sampai ke level jemaat, mereka telah memberi pipi sebelah mereka. Mereka memiliki roh Mashiah. Mereka telah berkata kami bersedia menderita demi Yeshua.”

Sumber tulisan:

Baca lebih lanjut

Ethiopia: Mantan Muslim bangkit dari kematian mengejutkan para tetangganya, memenangkan banyak jiwa bagi Ha Mashiah

Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.” (Markus 16:15-16, ITB)

Shubisa Fatuma bersama suami dan missionari Warsa

Para tetangga Muslim Fatuma dan sanak-familinya sedih atas meninggalnya ibu yang masih muda dari sembilan anak ini. Namun setelah menangisi kematiannya selama 12 jam, Elohim membuat sebuah mujizat yang menyentuh hati banyak jiwa.

”Ini adalah satu dari banyak kesaksian-kesaksian yang tidak umum yang pernah kami catat di pelayanan AIMS kami,” Dr. Howard Foltz berkata, presiden dan pendiri organisasi AIMS.

”Itu dimulai ketika seorang pemuda bernama Warsa diselamatkan (menerima Yeshua sebagai Juruselamatnya) dan kemudian Elohim berkata kepada dia bahwa ia akan dipakai oleh Elohim untuk melihat orang-orang mati dibangkitkan.”

Dilatih sebagai seorang misionari oleh AIMS, Warsa siap menjangkau banyak Muslim dengan Kabar Baik tentang Yeshua Ha Mashiah. Kemudian seorang wanita di desanya menjadi sakit.

”Selama dua bulan saya sakit berat,” Fatuma Shubisa berkata. Fatuma tumbuh di keluarga Muslim, tetapi ia dan suaminya telah berpindah ke Kristianiti.

Suatu hari ibu Fatuma datang berkunjung untuk melihat putrinya yang sedang sakit, namun terkejut ketika ia tiba menemukan putrinya tidak bisa bergerak dan tidak berespons. Ia berusaha mencari denyut nadi dan detak jantungnya, tetapi tubuh Fatuma sudah menjadi dingin.

Lalu ia menutup kedua mata Fatuma dan meluruskan kakinya. Tidak berkuasa mengontrol kesedihannya, ia mulai merintih begitu dalam sehingga guncangan tubuhnya membangkitkan banyak tetanggannya yang juga hadir saat itu turut bersedih hatih.

Pada saat roh Fatuma meninggalkan tubuhnya (kondisi meninggal dunia), rohnya dibawa ke Sorga. Pribadi pertama yang ia temui adalah kakak ipar dari suaminya, yang meninggal dua tahun lebih dahulu.

”Saudara laki-laki dari suami saya meraih tangan saya dan memimpin saya,” Fatuma bercerita. Rumahnya di bumi mengucapkan ”sebuah galian terbuka,” Surga terbuka baginya.

”Saya pergi ke sebuah tempat dimana setiap orang berpakaian dari emas,” Fatuma berkata, ”Saya melihat bumi seperti sangat kotor.” Di Sorga, ia merasa ”bebas dan bersih.”

Fatuma juga bertemu mertua perempuannya di Sorga, ”Ia memohon mereka untuk mengirim saya balik supaya saya dapat mendidik anak-anakku,” ia mengingat.

Sementara itu, seorang missionari bernama Warsa Buta sedang berjalan tidak jauh dari rumah yang sedang berduka tersebut dan melihat kumpulan di sekitar rumah Fatuma. Ketika ia pelajari kematiannya, ia pegi masuk dan mulai berdoa.

Beberapa orang yang hadir bertanya-tanya mengapa ia berdoa, toh wanita itu sudah meninggal dunia selama 12 jam. Ketika ia menderngar gerutuhan mereka, ia bersikeras untuk tetap berdoa, sebab ia ingat janji Elohim ketika ia menjadi Kristen, bahwa ia akan dipakai pada momen sedemikian ini. Dapatkah ini harinya?

”Saya  memiliki iman bahwa Adonai akan bekerja melalui diriku,” Warsa berkata, ”Saya berdoa seperti Peter telah berdoa, ’Fatuma, bangkit … Saya perintahkan kamu dalam nama Adonai, bangkit hidup. Fatuma, bangkitlah dalam nama Yeshua!”

Tiba-tiba, Fatuma bangkit duduk di ranjangnya, sementara setiap orang terpana.

”Saya temukan diriku sendiri di dalam tubuhku,” Fatuma mengingat, ”Saya berkata, ’Apakah ini? Apa yang sedang terjadi? Apa yang sedang berlangsung?

Kebanyakan orang yang berada di sekitar dirinya tidak bisa berkata-kata. ”Dapatkah ia memanggil kembali orang yang telah mati – jiwa kembali ketubuhnya?” seorang bertanya

”Jika ini sungguh, kita semua akan menjadi orang Kristen,” seorang pria berkata. ”Elohimmu adalah sungguh Elohim yang sangat berkuasa!” lainnya berseru

Pada saat itu banyak orang yang menjadi percaya kepada Adonai Yeshua dan ada sukacita besar di desa Fatuma. Fatuma yakin ia tahu alasan mengapa ia hidup kembali.

”Saya kembali karena itu adalah kehendak Elohim bagi ku untuk hidup bersama anak-anakku, namun saya tentunya ada lebih bahagia kembali ke sana (ke Sorga),” ia berkata.

”Sekarang saya telah melihat  ketika seorang Kristen meninggal dunia, ia pergi ke tempat yang lebih baik dan tubuhnya kembali ke debu. Untuk yang tidak percaya, Neraka adalah tempat yang menyedihkan. Tetapi ketika seorang Kristen meninggal dunia ia pergi ke sebuah tempat dimana segala sesuatu adalah baik, dimana setiap orang berbahagia,” Fatuma berkata

Dr. Howard Foltz percaya Elohim akan memakai kesaksian-kesaksian yang luar biasa seperti Fatuma ini untuk membuat trobosan-trobosan diantara kelompok-kelompok suku yang belum terjangkau (Injil). ”Tujuan kami adalah untuk melihat semua 35 kelompok suku yang belum terjangkau di Ethiopia dapat terjangkau oleh Injil Yeshua Messiah,” ia berkata. Ia berkata bahwa kesaksian mujizat atas Faruma juga telah dilaporkan oleh The 700 Club, (divisi pelayanan CBN.com)

Sumber: Former Muslim raised from the dead shocked her neighbors, won many to Christ by Mark Ellias, published February 9, 2012

Artikel ini disalin ulang seijin pemiliknya, JHNoteblog.wordpress.com.  Terima kasih untuk saudara Joseph Hendry, GBU!

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Pengalaman hampir-mati di Neraka merubah total hidup Matthew Botsford

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” (Injil Yohanes 5:24)

Kisah nyata Pengalaman Hampir Mati (PHM)/ Near-Death Experience (NDE), adalah satu dari sekian bukti bahwa Surga dan Neraka sungguh ada, seperti Adonai Yeshua Ha Mashiah sendiri katakan. Pengalaman banyak orang dari segala latar belakang profesi dan keyakinan telah membawa semua mereka yang telah mengalaminya berkesimpulan bahwa Yeshua adalah terbukti Putra Elohim, Adonai, Juruselamat manusia. Di bawah ini adalah contoh lainnya.

[Tidak seorangpun tahu kapan ia mati; malangnya banyak orang tetap bermain-main dengan kekekalan hidup mereka; pengalaman di Neraka] Matthew sedang menuju ke sebuah pertemuan bisnis bersama saudara dan sanak-familinya yang lain ketika rangkaian tembakan menyapu kumpulan orang yang sedang berada di luar sebuah restoran Atlanta.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Matthew & Nancy Botsford

Tiga pria yang dalam keadaan mabuk dilarang masuk restoran yang menyebabkan satu dari mereka menembaki orang-orang yang ada di sana dengan pistol semi-otomatis Uzi; satu dari peluru memasuki kepala belakang Matthew, bersarang di otaknya.

“Mereka marah, jadi mereka menembaki orang yang berada di kaki-lima,” Matthew berkata. ”Jika Anda mengambil sebuah jarum hypodermik, lalu memanaskannya dan memasukkannya ke dalam kepala Anda, itulah yang saya telah rasakan. Itu sakit panas yang luar biasa, kemudian segala sesuatu menjadi gelap.“

Tubuhnya terlempas ke bumi dan hal terakhir yang ia ingat adalah rasa dingin. Ia diujung kematian. Tiga kali jantungnya terhenti; saat tertembak, dalam ambulan dan terakhir di kamar darurat Rumah Sakit Piedmont. Dokter memberi obat yang membuat ia koma selama 27 hari demi mengurangi pembengkakan otak.

Nancy, isteri Matthew telah menuliskan kondisi sulit itu pada bukunya, ”A Day in Hell; Death to Life to Hope

“Saya tahu Elohim ada dan Yeshua adalah Putra-Nya, tetapi saya tidak pernah serius berkata Yeshua adalah Jalan atau membuat suatu usaha untuk mengenal Dia,” Matthew menceritakan kondisi Kekristenannya saat ia tertembak. “Itulah semuanya tentang saya saat itu. Saya memiliki rencana saya sendiri. Berusia 28 tahun, saya merasa masih muda, aktih dan kuat.”

Namun ketika semua lampu padam, ia memasuki suatu realita nurani yang berbeda. ”Dengan segera, saya telah berpindah dari dunia sementara dimana saya hidup, ke dunai kekekalan neraka,” ia berkata.

Pada buku tersebut, Matthew menyelaskan suasana yang mengerikan yang ia percaya adalah neraka, diman tubuhnya terapung di udara, kedua tangannya lurus terborgol dengan rantai hitam kuno yang pada pergelangan tangan dan kakinya, menggantung di atas jurang merah menyala yang dalam.

Dia melihat makhluk-makhluk berkaki empat bergerak tanpa tujuan dengan wajah kesakitan, sepertinya mereka berusaha untuk melawan aliran lava. Asap mengepul dari magma tersebut tampaknya membawa jiwa-jiwa yang terhilang itu. Ia mendengar teriakan-teriakan mengerikan yang berasal dari kedalaman neraka. Tidak ada satupun dari jeritan-jeritan tersebut ada dimengerti — hanya tangisan dari rasa sakit, kehilangan, dan penderitaan.

”Itu jelas melalui jeritan-jeritan yang tidak terhitung yang saya dengar, saya tidak sendirian, namun terisolasi. Saya berada di dalam siksaan saya sendiri,” ia berkata.

Aliran lahar mendekati Matius dan gelembung-gelembung magma memercik pada kedua daging betis dan kaki, membakar dagingnya sampai ke tulang. “Aku mencium daging saya sendiri yang terbakar dan hangus. Saya melihat dan merasa dagingku membentuk kembali hanya untuk dibakar lagi dan dibakar lagi.”

Setan-setan dengan mata lonjong gelap memandang dirinya, menilai dan mengejek dia. “Aku bisa melihat beberapa wajah-wajah dari setan-setan, dan tubuh-tubuh … pendek dan gemuk ditutupi dengan timbangan dan tanduk berbagai angka, ukuran dan panjang pada kepala mereka, menunjukkan tingkat otoritas mereka di dalam dunia Setan.”

“Setan-setan dengan gigi tajam merobek kulit bagian belakan Matthew, yang menyebabkan sakit luar biasa. Saya mengengar suara saat kulitku terobek dan saya mencium bau mereka seperti bangkai yang membusuk atau daging busuk. Terus dan terus dan terus hal ini berulang. Siksaan yang tidak habis-habisnya. Saya saat itu mengerti bahwa ini adalah keberadaan kekekekalan bagi ku.”

[Adonai mengasihi Nancy, menghidupkan Matthew kembali; pertanyaan penting untuk setiap orang] Nancy berada di rumah di Michigan menunggu untuk panggilan telpon dari Matthew. Ketika suaminya tidak menelpon, ia pergi ke ranjang pukul 11:00 berpikir sesuatu ada yang tidak beres.

Ketika ia terbangung pukul 2:00 pagi dengan perasaan sakit pada perut bagian bawah. Ayah Matthew menelpon, perkataan Nancy yang pertama adalah, ”Apa dia hidup?”

Matthew tersadar dari koma

Matthew bebas dari koma

Pagi itu ia terbang bersama kedua orang tua Matthew ke Atlanta, tanpa mengetahui kondisi suaminya. Seperti Matthew, kondisi rohani Nancy sama dengan suaminya saat itu, bahkan tidak terpikir olehnya untuk berdoa saat perjalanan ke RS.

Suster RS menceritakan Nancy bahwa suaminya tertembak pada kepalanya. Di kamar ICU, ia melihat kepala Matthew dibalut dan sejumlah kabel dan botol-botol di sekitar tubuhnya.

Pada sorenya, dokter memberi harapan tipis, berkata kepada Nancy, ”Ia memiliki 30% kesempatan untuk melewati malam ini,” dan menambahkan, ”Bahkan seandainya ia hidup, ia bisa jadi lumpuh atau luka otak, perlu masuk lembaga RS jiwa.”

Pernyataan dokter ini terlalu berat bagi Nancy, ia segera bangkit berdiri dan meninggalkan ruangan dengan jiwa yang terguncang. Saat ia berjalan keluar, sesuatu terjadi, ia merasa sebuah tangan meraih pundak kanannya. Ia segera berbalik, berpikir itu mungkin ibunya, namun tidak ada seorang pun.

”Segera saya tahu itu adalah Yeshua!” ia berkata, ”Itu adalah sentuhan dari Yeshua. Setiap sel dari tubuhku mengetahui bahwa itu adalah Dia.”

Nancy segera kembali ke ruang ICU, berlutut disamping ranjang Matthew dan mulai berdoa dengan serius, ”Adonai, kembalikanlah suamiku. Kembalikan pribadinya, hatinya. Bahkan, jika ia harus ada di kursi roda, saya berjanji untuk ada bersamanya.”

Tidak diketahui waktu kejadian antara doa Nancy dengan keluarnya Matthew dari neraka. Namun Matthew menyadari perubahan drastis tersebut,

”Dalam dunia nerakaku, saya melihat sebuah jari yang besar mulai nampak, datang dari luar yang kemudian menjadi sebuah tangan laki-laki yang utuh. Tangan Elohim turun ke arah ku dan meraih pada pergelangan tanganku, menyebabkan borgol-gorgol tersebut terlepas jatuh dengan segera, para setan angkat kaki, dan kegelapan, takut dan tidak adanya pengharapan menjadi lenyap.”

Matthew ingat  mendengar musik surgawi dan melihat sinar terang yang berkilau. Kemudian ia mendengar suara seperti halilintar, sebuah kilat tebal dan suara deru angin yang keras berkata, “ITU BUKANLAH WAKTUMU!”

Ia terbangun dari komanya, lumpuh pada sisi kirinya, kemampuan geraknya seperti seorang balita. Selama dua tahun berikutnya, ia menerima rehabilitasi intensive untuk belajar kembali ”segala sesuatu.”

Setelah masa rehabilitasi selesai Matthew bertanya kepada para tetangganya untuk menemukan sebuah Gereja. Seorang tetangga mengundang ia ke Rock Church di Gainesville. Untuk pertama kalinya Matthew dan Nancy menangis sepanjang penyembahan ibadah tersebut.

Itulah saat saya percaya tanpa ada keraguan, Matthew bercerita. ”Ya, Adonai! Saya mengerti itu sekarang. Saya akhirnya mengerti.”

Mengingat peristiwa pengalaman hampir matinya karena tembakan peluru, Matthew berkata, ”Saya mati secara rohani dan peluru tersebut telah membawa saya ke suatu kehidupan yang besar. Saya tidaklah pernah tahu Yeshua. Saya dapat katakan bahwa saya berada di tempat yang tepat ketika saya ditembak.”

Pasangan suami-isteri ini sekarang aktiv di pelayanan rohani Seed of Love Ministries dan secara berkala membagikan kesaksian-kesaksian mereka di Gereja-gereja dan kelompok-kelompok lainnya.

”Saya tidak ingin siapapun mengalami apa yang saya pernah alami. Orang-orang perlu memiliki sebuah jawaban  untuk sebuah pertanyaan besar ini: Dimana kamu akan menghabiskan waktu kekekalan?”

Diterjemahkan dari: Businessman’s near-death experience in hell transformed his life

Baca juga:

Baca lebih lanjut

  • Kalender

    • April 2017
      M S S R K J S
      « Mar   Jul »
       1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      30  
  • Cari