Pengalaman hampir-mati di Neraka merubah total hidup Matthew Botsford

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.” (Injil Yohanes 5:24)

Kisah nyata Pengalaman Hampir Mati (PHM)/ Near-Death Experience (NDE), adalah satu dari sekian bukti bahwa Surga dan Neraka sungguh ada, seperti Adonai Yeshua Ha Mashiah sendiri katakan. Pengalaman banyak orang dari segala latar belakang profesi dan keyakinan telah membawa semua mereka yang telah mengalaminya berkesimpulan bahwa Yeshua adalah terbukti Putra Elohim, Adonai, Juruselamat manusia. Di bawah ini adalah contoh lainnya.

[Tidak seorangpun tahu kapan ia mati; malangnya banyak orang tetap bermain-main dengan kekekalan hidup mereka; pengalaman di Neraka] Matthew sedang menuju ke sebuah pertemuan bisnis bersama saudara dan sanak-familinya yang lain ketika rangkaian tembakan menyapu kumpulan orang yang sedang berada di luar sebuah restoran Atlanta.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Matthew & Nancy Botsford

Tiga pria yang dalam keadaan mabuk dilarang masuk restoran yang menyebabkan satu dari mereka menembaki orang-orang yang ada di sana dengan pistol semi-otomatis Uzi; satu dari peluru memasuki kepala belakang Matthew, bersarang di otaknya.

“Mereka marah, jadi mereka menembaki orang yang berada di kaki-lima,” Matthew berkata. ”Jika Anda mengambil sebuah jarum hypodermik, lalu memanaskannya dan memasukkannya ke dalam kepala Anda, itulah yang saya telah rasakan. Itu sakit panas yang luar biasa, kemudian segala sesuatu menjadi gelap.“

Tubuhnya terlempas ke bumi dan hal terakhir yang ia ingat adalah rasa dingin. Ia diujung kematian. Tiga kali jantungnya terhenti; saat tertembak, dalam ambulan dan terakhir di kamar darurat Rumah Sakit Piedmont. Dokter memberi obat yang membuat ia koma selama 27 hari demi mengurangi pembengkakan otak.

Nancy, isteri Matthew telah menuliskan kondisi sulit itu pada bukunya, ”A Day in Hell; Death to Life to Hope

“Saya tahu Elohim ada dan Yeshua adalah Putra-Nya, tetapi saya tidak pernah serius berkata Yeshua adalah Jalan atau membuat suatu usaha untuk mengenal Dia,” Matthew menceritakan kondisi Kekristenannya saat ia tertembak. “Itulah semuanya tentang saya saat itu. Saya memiliki rencana saya sendiri. Berusia 28 tahun, saya merasa masih muda, aktih dan kuat.”

Namun ketika semua lampu padam, ia memasuki suatu realita nurani yang berbeda. ”Dengan segera, saya telah berpindah dari dunia sementara dimana saya hidup, ke dunai kekekalan neraka,” ia berkata.

Pada buku tersebut, Matthew menyelaskan suasana yang mengerikan yang ia percaya adalah neraka, diman tubuhnya terapung di udara, kedua tangannya lurus terborgol dengan rantai hitam kuno yang pada pergelangan tangan dan kakinya, menggantung di atas jurang merah menyala yang dalam.

Dia melihat makhluk-makhluk berkaki empat bergerak tanpa tujuan dengan wajah kesakitan, sepertinya mereka berusaha untuk melawan aliran lava. Asap mengepul dari magma tersebut tampaknya membawa jiwa-jiwa yang terhilang itu. Ia mendengar teriakan-teriakan mengerikan yang berasal dari kedalaman neraka. Tidak ada satupun dari jeritan-jeritan tersebut ada dimengerti — hanya tangisan dari rasa sakit, kehilangan, dan penderitaan.

”Itu jelas melalui jeritan-jeritan yang tidak terhitung yang saya dengar, saya tidak sendirian, namun terisolasi. Saya berada di dalam siksaan saya sendiri,” ia berkata.

Aliran lahar mendekati Matius dan gelembung-gelembung magma memercik pada kedua daging betis dan kaki, membakar dagingnya sampai ke tulang. “Aku mencium daging saya sendiri yang terbakar dan hangus. Saya melihat dan merasa dagingku membentuk kembali hanya untuk dibakar lagi dan dibakar lagi.”

Setan-setan dengan mata lonjong gelap memandang dirinya, menilai dan mengejek dia. “Aku bisa melihat beberapa wajah-wajah dari setan-setan, dan tubuh-tubuh … pendek dan gemuk ditutupi dengan timbangan dan tanduk berbagai angka, ukuran dan panjang pada kepala mereka, menunjukkan tingkat otoritas mereka di dalam dunia Setan.”

“Setan-setan dengan gigi tajam merobek kulit bagian belakan Matthew, yang menyebabkan sakit luar biasa. Saya mengengar suara saat kulitku terobek dan saya mencium bau mereka seperti bangkai yang membusuk atau daging busuk. Terus dan terus dan terus hal ini berulang. Siksaan yang tidak habis-habisnya. Saya saat itu mengerti bahwa ini adalah keberadaan kekekekalan bagi ku.”

[Adonai mengasihi Nancy, menghidupkan Matthew kembali; pertanyaan penting untuk setiap orang] Nancy berada di rumah di Michigan menunggu untuk panggilan telpon dari Matthew. Ketika suaminya tidak menelpon, ia pergi ke ranjang pukul 11:00 berpikir sesuatu ada yang tidak beres.

Ketika ia terbangung pukul 2:00 pagi dengan perasaan sakit pada perut bagian bawah. Ayah Matthew menelpon, perkataan Nancy yang pertama adalah, ”Apa dia hidup?”

Matthew tersadar dari koma

Matthew bebas dari koma

Pagi itu ia terbang bersama kedua orang tua Matthew ke Atlanta, tanpa mengetahui kondisi suaminya. Seperti Matthew, kondisi rohani Nancy sama dengan suaminya saat itu, bahkan tidak terpikir olehnya untuk berdoa saat perjalanan ke RS.

Suster RS menceritakan Nancy bahwa suaminya tertembak pada kepalanya. Di kamar ICU, ia melihat kepala Matthew dibalut dan sejumlah kabel dan botol-botol di sekitar tubuhnya.

Pada sorenya, dokter memberi harapan tipis, berkata kepada Nancy, ”Ia memiliki 30% kesempatan untuk melewati malam ini,” dan menambahkan, ”Bahkan seandainya ia hidup, ia bisa jadi lumpuh atau luka otak, perlu masuk lembaga RS jiwa.”

Pernyataan dokter ini terlalu berat bagi Nancy, ia segera bangkit berdiri dan meninggalkan ruangan dengan jiwa yang terguncang. Saat ia berjalan keluar, sesuatu terjadi, ia merasa sebuah tangan meraih pundak kanannya. Ia segera berbalik, berpikir itu mungkin ibunya, namun tidak ada seorang pun.

”Segera saya tahu itu adalah Yeshua!” ia berkata, ”Itu adalah sentuhan dari Yeshua. Setiap sel dari tubuhku mengetahui bahwa itu adalah Dia.”

Nancy segera kembali ke ruang ICU, berlutut disamping ranjang Matthew dan mulai berdoa dengan serius, ”Adonai, kembalikanlah suamiku. Kembalikan pribadinya, hatinya. Bahkan, jika ia harus ada di kursi roda, saya berjanji untuk ada bersamanya.”

Tidak diketahui waktu kejadian antara doa Nancy dengan keluarnya Matthew dari neraka. Namun Matthew menyadari perubahan drastis tersebut,

”Dalam dunia nerakaku, saya melihat sebuah jari yang besar mulai nampak, datang dari luar yang kemudian menjadi sebuah tangan laki-laki yang utuh. Tangan Elohim turun ke arah ku dan meraih pada pergelangan tanganku, menyebabkan borgol-gorgol tersebut terlepas jatuh dengan segera, para setan angkat kaki, dan kegelapan, takut dan tidak adanya pengharapan menjadi lenyap.”

Matthew ingat  mendengar musik surgawi dan melihat sinar terang yang berkilau. Kemudian ia mendengar suara seperti halilintar, sebuah kilat tebal dan suara deru angin yang keras berkata, “ITU BUKANLAH WAKTUMU!”

Ia terbangun dari komanya, lumpuh pada sisi kirinya, kemampuan geraknya seperti seorang balita. Selama dua tahun berikutnya, ia menerima rehabilitasi intensive untuk belajar kembali ”segala sesuatu.”

Setelah masa rehabilitasi selesai Matthew bertanya kepada para tetangganya untuk menemukan sebuah Gereja. Seorang tetangga mengundang ia ke Rock Church di Gainesville. Untuk pertama kalinya Matthew dan Nancy menangis sepanjang penyembahan ibadah tersebut.

Itulah saat saya percaya tanpa ada keraguan, Matthew bercerita. ”Ya, Adonai! Saya mengerti itu sekarang. Saya akhirnya mengerti.”

Mengingat peristiwa pengalaman hampir matinya karena tembakan peluru, Matthew berkata, ”Saya mati secara rohani dan peluru tersebut telah membawa saya ke suatu kehidupan yang besar. Saya tidaklah pernah tahu Yeshua. Saya dapat katakan bahwa saya berada di tempat yang tepat ketika saya ditembak.”

Pasangan suami-isteri ini sekarang aktiv di pelayanan rohani Seed of Love Ministries dan secara berkala membagikan kesaksian-kesaksian mereka di Gereja-gereja dan kelompok-kelompok lainnya.

”Saya tidak ingin siapapun mengalami apa yang saya pernah alami. Orang-orang perlu memiliki sebuah jawaban  untuk sebuah pertanyaan besar ini: Dimana kamu akan menghabiskan waktu kekekalan?”

Diterjemahkan dari: Businessman’s near-death experience in hell transformed his life

Baca juga:

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Kalender

    • April 2017
      M S S R K J S
      « Mar   Jul »
       1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      30  
  • Cari