Penginjil Afsar Ahmed, perjalanan rohani Muslim Pakistan Inggris menjadi Kristen

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:34-35)

Afsar Ahmed kesaksian ex-Muslim bertemu Yeshua HaMashiah

Perjalanan Afsar Ahmed berjumpa Yeshua

Saya lahir dan dibesarkan di Inggris. Ibuku adalah seorang Inggris Kristen, ayahku adalah dari Pakistan, seorang Muslim. Ketika mereka telah menikah ayahku memaksa ibuku menjadi seorang Muslim; menanggapi ini ibuku berdoa bahwa salah satu putranya akan menjadi seorang Kristen – karenanya saya selalu mulai kesaksianku dari sini karena saya benar-benar percaya bahwa Elohim menjawab doa tersebut. Ketika tumbuh dewasa ayahku selalu memastikan dia membawa kami keluar dari sekolah dasar terutama hari-hari Paskah dan Natal, sebab dia tidak ingin kami mendengarkan pesan-pesan yang terhubungan dengan peristiwa-peristiwa tersebut.

 

Di sekolah menengah pertama saya membuat sebuah salib saat kelas praktek logam, saya cak warna perak dan simpan itu pada saputanganku, jika Anda bertanya padaku mengapa aku melakukan ini? Saya pun tidak tahu mengapa saya melakukannya. Koleksi Kristianiti lainnya yang saya pernah miliki adalah sebuah Alkitab Perjanjian Baru terbitan The Gideon Internasional, yang diberikan pada kami murid-murid dari sekolah. Saya tidak membacanya, hanya mengukir sebuah salib di depannya dan saya menyimpan itu di kamar tidurku. Beberapa tahun kemudian itu menjadi masalah; orang tuaku ingin berimigrasi ke Kanada dan ayahku memeriksa barang-barangku yang dapat saya bawa serta, dan ia menjumpai Salib dan Alkitab kecil tersebut.

Ia menjadi sangat marah dan saya melihat ketakutan di matanya dan saya bertanya-tanya mengapa. Jadi ia bertanya pada ku dariman saya mendapatkan Pernjanian Baru tersebut. Saya katakan mereka (guru-guru sekolah) memberikannya kepada kami. Ia menyuruh ku membuang itu. Saya katakan tidak, saya akan bawa itu serta ke Kanada; ia sungguh marah. Saya melihat ada banyak ketakutan di matanya … Itu ironis. Karena ketakutan dan kemarahannya itu telah menjadi pemicu pencarianku akan Kristianiti.

Ketika kami tiba di sini (Kanada), saya mulai bertemu dengan orang-orang Kristen. Di Inggris saya mendapat masalah, di sini pertama kali dalam hidupku saya menatap ke langit kepada Elohim, minta kepada Nya melepaskan ku dari masalah; saya terlepas, saya berterima kasih pada Dia, saya mulai menyebutkan Doa Bapa Kami sebagaimana guru-guru telah mengajar kami di sekolah.

Ketika saya berumur 15 tahun di tahun 1970, pada saat orang-orang Kristen memakai peneng/lencana Kristen di baju mereka – tujuannya adalah membuat orang lain bertanya pada mereka, maka mereka akan membagikan berita Injil.

Mereka berkata bahwa saya dapat memiliki hubungan pribadi dengan Elohim melalui Yeshua. Ketika mendengar itu saya terkejut, sebab sebagai seorang Muslim saya selalu berpikir bahwa Elohim adalah unik dan jauh. Dia tidak memiliki rekan kerja, tidak memiliki pasangan-pasangan. Saya menolak ide tersebut, karena saya tidak percaya seseorang bisa memiliki hubungan pribadi dengan dengan Elohim

Saya dan saudara laki-lakiku mengajukan program belajar pertanian yang disponsori pemerintah, kami diterima bersamaan dengan 40 orang lainnya. Singkat cerita. Program ini memiliki kunjungan ke ladang pertanian pada akhir minggu, bagian dari sebuah program Musim Panas, dimana kami tinggal di ladang pertanian. Pada program akhir minggu inilah saya bertemu seorang gadis muda yang sangat berapi-api , ia sungguh-sungguh berapi-api bagi Adonai. Ia membagikan Injil kepada ku, saya katakan “Maaf, saya tidak percaya itu.” Namun ia tetap melakukannya sepanjang pelajaran. Pada suatu titik saya katakan “Kita tidaklah akan bisa belajar banyak dari pelajaran-pelajaran ini!” Tetapi dia tidak perduli, terus saja membagikan Injil kepadaku.

Akhirnya gadis muda ini berkata kepadaku,

“Saya akan membuktikan pada mu bahwa Elohimku adalah Elohim yang nyata.

“Bagaimana kamu melakukan ini?” saya tertarik dengan apa yang ia katakan

“Ok, saya akan mendemontrasikan pada mu jawaban doa berdasarkan hubungan pribadiku dengan Elohim.”

“Doa apa itu? Saya bertanya

“Saya akan berdoa bahwa kamu akan pergi ke sebuah pertanian dimana mereka semua adalah orang Kristen lahir-baru” dan ia menambahkan, “dan … dimana kamu akan mendapatkan Injil mengalir masuk ke tenggorakanmu pada bulan penuh.”

“Allah tidak akan menjawab doa tersebut” saya berkata dengan marah, “Kita tidak memerintahkan Allah melakukan sesuatu, sebalinya, Dia yang memerintahkan kita apa yang kita lakukan!”

“Saya percaya, Elohim akan menjawab doa tersebut,” gadis ini berkata dengan yakin

Kami berargumentasi sepanjang jalan sampai kami meninggalkan seminar tersebut.

Tibalah harinya untuk murid-murid tinggal diperkebunan dimana mereka ditempatkan.

Tiba di rumah, saya mengepak barang ke koper, ayahku mengantarku tiba di perkebunan dimana saya akan tinggal sementara waktu. Saya mendekati pintu dan mengetuk pintu rumah seorang bapa kurus tinggi orang Belanda Kanada bernama Jerry. Dia baru saja hendak memperkenalkan dirinya saat saya melihat di belakangnya; saya pikir itu adalah lukisan Yeshua, sebab pria pada gambar tersebut ada lingkaran cahaya pada kepalanya, jadi saya berkata ke pada bapa ini,

“Tunggu. Apakah itu lukisan Yeshua yang ada dibelakangmu?” saya bertanya

“Ya!” bapa ini menjawab. Jantungku berdebar sedikit lebih cepat.

“Apakah Anda seorang Kristen penuh cahaya atau sejenisnya?”

“Saya adalah seorang Kristen lahir-baru”

“Anda punya keluarga?”

Saya memiliki istri dan tiga anak perempuan.”

Apakah isteri Anda lahir-baru?”

“Ya”

Putri nomor satu Anda?”

Dia adalah seorang Kristen lahir-baru.”

Putri nomor dua?

Dia adalah seorang Kristen lahir-baru” dan melanjutkan, “putri …”

Saya potong perkataannya, “Janganlah katakan pada saya putri nomor tiga adalah seorang Kristen lahir-baru!”

“Kami adalah orang-orang Kristen lahir-baru dalam rumah ini,” bapa ini berkata.

Afsar tidak percaya apa yang baru saja ia dengar dan terkagum-kagum dengan kuasa doa gadis kristen tersebut.

“Saya merasa kewalahan, sulit untuk menjelaskan bagaimana perasaanku, perasaan saya dipenuhi kekaguman, saya tertunduk kalah; pada saat yang bersamaan saya tidak dapat mengerti bagaiman gadis usia 16 tahun ini dapat berdoa kepada Elohim dan Elohim menjawab sebuah doa. Saya belum pernah mendengar itu sebelumnya di dalam Islam.”

Hal ini berakibat membuka hatiku pada apa yang Jerry perlu bagikan pesan yang ia miliki. Pesan yang ia telah percayai, Pesan yang ia telah hidupi. Saya pikir lewat kursus Musim Panas tersebut, ia telah memenangkan saya atas dua hal.

Pertama dari semuanya, kasihnya. Ia memiliki kasih yang saya belum pernah lihat sebelumnya dalam Islam. Ia lembut, sabar dan pemaaf … kasih Adonai bersinar melalui hatinya … melalui matanya … melalui pembicaraannya … melalui sifatnya. Itu sungguh indah. Jujurnya, saya bisa katakan, ia seorang yang menyenangkan, sungguh orang yang menyenangkan. Ia masih hidup, saya baru berjumpa dia minggu lalu. Ia tinggal di Danville.

Seorang pria (lainnya) bernama Gerald Bruce Emma, saya menganggap dia sebagai bapa rohani saya dalam iman. Ia memenangkan diriku dalam konsistennya. Ia menjalankan apa yang ia kotbahkan. … seperti Yakobus katakan, “jadilah pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja.”[Yakobus 1:22]

Berdoalah untuk Afsar Ahmad dan keluarganya. Ayahnya masih Muslim, tinggal di Amerika Serikat. Ibunya masih memiliki iman Kristen. Saudara kembarnya masih Muslim. Doakan juga pelayanan Afsar menjangkau orang-orang Muslim di Inggris dan dua Gereja yang ia terlibat.

Diterjemahkan dari InternationalTestimony Blogspot “This is why Muslim became Christian Minister”

Video kesaksian Afsar ini dengan text bahasa Indonesianya tersedia di sini:

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

  • Kalender

    • April 2018
      M S S R K J S
      « Mar   Jul »
      1234567
      891011121314
      15161718192021
      22232425262728
      2930  
  • Cari