Generasi muda Kristen Somalia Yang Pemberani dan Pantang Mundur

Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.  (Matius 10:26-27, ITB)

Generasi muda bangsa SomaliaArtikel berbahasa Indonesia ini diterjemahkan dari Bold, Somali believers (16/1/2018)
“Di Negara Skandinavia dimana mereka bertumbuh, banyak orang Somalia muda berjumpa Yeshua melalui teman-teman kelas sekolah mereka dan teman-teman mereka, menurut Bertil, pekerja OM yang memfasilitaskan jaringan global para Kristen Somalia. ”Kami melihat sejumlah orang-orang muda yang sungguh muncul dengan kuat dalam Adonai,” ia menyatakan.

KESAKSIAN MANAAR

Manaar*, seorang wanita Somalia berusia 21 tahun, pertama kali mendengar tentang Yeshua dari seorang teman kelasnya. Berkehendak untuk mengetahui lebih, ia membaca Alkitab, memperbandingkan itu dengan Kuran. “Dalam Kuran tidak ada kasih. Dalam Alkitab ada kasih Ha Mashiah,” ia menyimpulkan.

Ketika Mannar menjadi seorang percaya (menjadi Kristen), berita secara cepat menyebar diantara keluarganya dan lingkungan tetangga yang Islam fundamental. Bahkan bibinya yang tinggal di Amerika Serikat ikut terlibat. “Kamu membawa malu kepada keluarga. Kamu harus kembali ke Islam,” bibinya menulis.

Meskipun tekanan tersebut, Manaar tidak bergeming.
”Pernahkan kamu membaca Alkitab?” ia menantang para anggota keluarganya.
“Apakah kalian sungguh tahu apa yang kalian sedang bicarakan?
“Sudahkan kalian membaca Kuran?

Kenyataanya, mereka belum membaca kedua kitab tersebut, jadi Manaar mengirim kedua kitab tersebut dalam versi elektonik agar mereka belajar bagi mereka sendiri sebelum menghakimi dirinya.

Kitaabka Quduuska Ah (pdf; Somali)  (Alkitab Somalia / Holy Bible)
Somali Believers Fellowship (web site)

Ibunya, bagaimanapun, tidaklah menyerah dalam menekan Manaar untuk ia kembali ke Islam. Ibunya menyusun rencana mengirim tiga pria untuk berbicara kepada putrinya: mereka adalah seorang Muslim Somalia berusia 25 tahun, seorang mantan Hindu yang menjadi Muslim, dan seorang Swedia ahli theologi yang telah berpindah ke Islam.

Manaar setuju berbicara dengan ketiga pria tersebut dengan satu kondisi – ibunya datang dengan dirinya ke ibadah Gereja. Ibunya menemani putrinya ke ibadah Gereja, namun ia tidak tertarik dengan Jemaat Afrika. Demkian juga dengan Manaar tidak terguncang dengan argumen-argumen pembuktian ketiga pria tersebut.
“Kalian tidak tahu Kuran dan kalian tidak tahu Alkitab. Apa yang kalian sedang bicarakan?” Manaar mempertanyakan mereka.

Kemudian, ia mendengarkan tanpa sengaja satu dari tiga pria berkata kepada ibunya di dapur, ”Ini akanlah ada persoalan yang susah untuk dipecahkan.”

Setelah gagal dengan tiga pria itu, ibunya Manaar meminta seorang imam setempat untuk berbicara kepada putrinya. Sekali lagi, Manaar setuju dengan sebuah kondisi: Imam tersebut ikut dia ke Gereja.

”Saya pikir itu adalah sangat menarik,” Bertil mengklaim. “Dia berusia 21 tahun dan sungguh berani bersaksi. Elohim sedang melakukan perkara-perkara yang besar.”

KESAKSIAN ALI

Ali,* pemuda Somalia berusia 21 tahun, bertemu Yeshua ketika sementara ia mencoba mempengaruhi orang-orang muda lainnya untuk mengikuti Islam.

Ketika ia lebih muda, keluarga Ali – semuanya Muslim-muslim yang taat – berimigrasi ke Skandinavia. Pada sebuah kota dimana mereka menetap, Ali mendapatkan ternyata di situ tidak ada kelas-kelas pengajaran Kuran, jadi ia memulai sebuah kelompok, berawal dari sejumlah anak-anak dan hingga mencangkau hampir 30 jiwa.

“Ia cukup terkenal dan sangat giat,” Bertil mengingat masa lalu tersebut. “Ia berkendak untuk orang-orang sungguh-sungguh mengerti siapakah Allah adanya.”

Ali menghadiri sebuah sekolah lokal dan belajar bahasa, “tetapi ia mencoba menjangkau teman-temannya untuk mengerti Islam, untuk menjadi para Muslim,” Bertil bercerita.

Suatu hari Ali memutuskan untuk mengunjungi Gereja tidak jauh dari rumahnya. “Ini pastinya adalah sebuah tempat yang bagus untuk pergi dan berbicara sebab mereka sudah percaya adanya Elohim,” ia berpikir.

Maka pergilah ia ke Gereja tersebut dan mulai mengadakan diskusi panjang dengan orang-orang yang ia jumpai. Oleh karena ia sungguh sosial, Bertil mencatat, ia juga membuat banyak teman.

Ali menghadiri pertemuan-pertemuan remaja dengan teman-teman barunya, dan pada suatu malam ia mendapatkan dirinya sendiri mengangkat kedua tanganya saat acara penyembahan. Meskipun ia menarik kedua tangannya turun secepat ia menyadari posisinya, Ali tetap mendengarkan para pembicara dan mulai percaya kepada Yeshua.

Segera, sejumlah pemuda Kristen mengundang Ali untuk bergabung dengan mereka pada sebuah retreat (pertemuan kamp di luar kota besar) pada akhir minggu Hari Paskah. Ali setuju dan “iman dan keyakinannya mulai bertumbuh,” Bertil menggambarkan.

Ketika orang-orang di kamp tersebut bertanya kepada Ali apakah ia bersedia menerima Adonai, ia menjawab, “Ya.”

Ali kembali dari kamp tersebut sebagai seorang percaya, tetapi untuk sementara ia merahasiakan imannya dari keluarganya. Bagaimana pun, gossip-gossip menyebar melalui komunitas bahwa sesuatu telah terjadi atas dirinya.

Setelah bertemu dengan sebuah kelompok orang-orang Kristen muda yang berbeda, termasuk orang Somalia lainnya, Ali meras tertantang untuk bersaksi kepada keluarganya. Besok paginya, ia bertanya kepada ayahnya jika mereka dapat berbicara. “Bapa tahu, saya tepatnya telah menjadi seorang Kristen,” ia mengawali percakapannya.
“Saya telah menduga demikian,” ayahnya meresponi
“Mengapa?” Ali bertanya
”Sebab sebelumnya ayah telah sungguh berusaha keras membuat kamu keluar dari ranjang setiap pagi untuk ke sekolah. Tetapi setiap Minggu pagi, kamu bangun lebih pagi, kamu mandi, siap-siap, kamu berpakaian dengan rapi, dan kamu lenyap serta tidak kembali sebelum malam,” ayahnya berkata

Meskipun ayahnya tidak segera menantang iman baru putranya, tetapi ketika ibunya mengetahui itu, Ali harus meninggalkan rumah. Pada saat pertama, ia tinggal dengan sebuah keluarga Kristen. Namun ketika keluarga Kristen itu perlu pindah rumah, orang tua Ali mengundang ia pulang, sejauh ia tidak berbicara tentang agama.

Sekarang Ali menjalani sebuah pendidikan di sebuah Sekolah Alkitab dimana ia belajar kepemimpinan. Tambahan untuk tiga bahasa yang ia sudah kuasai, Ali sudah mulai belajar bahasa Dari dan Farsi untuk menjangkau para imigran lainnya. “Ia dipakai oleh Elohim secara luar biasa, khusunya diantara para imigran,” Bertil berkata. “Elohim mengambil dia dan memakai dia dalam kontek (latar belakang) dirinya.” (Dari bahasa orang Afganisatan, bagian dari rumpun bahasa Farsi, Iran)

* Nama telah diganti demi alasan-alasan keselamatan
Nicole James adalah seorang penjelajah dunia dan penulis dari OM Internasional. Ia sangat tertarik tentang kerja sama dengan orang-orang beriman untuk membicarakan cara-cara Elohim bekerja di seluruh dunia. (OM)

Baca lebih lanjut

Para Somalia Kristen seluruh Eropa bertemu muka (Somali Christians Conference 8th)

 

Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.  (Wahyu 3:7, ITB)

Pertemuan Kristen Somali dari seluruh Eropa di SwediaKata pengantar dari Penjalabaja. Bangsa Somalia tergolong suku bangsa yang sangat tertutup terhadap berita Injil dibanding suku-suku beragama Islam lainnnya di benua Afrika. 10 tahun lalu, hampir tidak pernah terdengar adanya seorang Somalia pindah dari Muslim ke Krisianiti. Mereka yang pindah akan mendapat aniaya yang sangat berat. Tahun 2018 World Watch List menempatkan negara Somalia tetap berada pada rengking ketiga paling berbahaya sedunia di dalam penganiayaan terhadap orang Kristen. The Top 50 Countries Where It’s Most Dangerous to Follow Jesus; 2018 (download the file). 

Daftar 50 Teratas Negara Penganiaya Terburuk atas umat Kristen 2016 World Watch List (rincian)

Bangsa Somalia sangat bangga dengan agama Islamnya, sampai saat ini perang saudara muncul-tenggelam sejak tahun 1991, korban jiwa diperkirakan hampir mencapai 1 juta jiwa. Hampir dua dekade negara Somalia tidak memiliki pusat pemerintahan – ideologi agama adalah paling penting dalam kehidupan orang Somalia. Mereka menyebut diri mereka sebagai “Muslim-muslim yang benar” atau “the True Muslims.” Mereka berpikir lebih Muslim dibanding yang lainnya bahkan dari tetangganya bangsa Arab Saudi yang terkenal dengan aliran Wahabinya yang sangat keras itu.

10 tahun belakangan ini, Adonai Yeshua telah membuka pintu gerbang kuno Somalia yang telah tertutup berabad-abad tersebut. Di bawah ini laporan dari sebuah organisasi misi internasional pada situsnya tentang kebangkitan orang-orang mantan-Islam Somalia yang telah percaya kepada Yeshua sebagai Tuhan (Adonai) mereka. Kiranya berita ini bisa menjadi berkat dan menguatkan iman percaya para pembaca, bahwa bagi Elohim tidak ada yang terlalu sulit, jika Ia membuka pintu maka tidak ada seorang bahkan mahluk apapun yang bisa menutupnya. GBU, Penjalabaja

Selama minggu pertama bulan Agustus sekitar 80 orang-orang percaya Somalia telah bertemu di luar Örebro, pertengahan Swedia, untuk sebuah minggu persekutuan, penguatan dan pengajaran, diorganisir oleh OM (Operation Mobilization).

“Saya belum pernah melihat ini sebelumnya banyak orang Somalia bersama di dalam satu tempat untuk periode waktu yang panjang tanpa adanya konflik!” seorang peserta berkata.

Ibu muda Somali dan dua anaknya.jpg

Yeshua mengasihi juga bangsa Somali

Itu adalah konferensi (Kristen) Somali kedelapan, yang enam diantaranya telah diadakan di Swedia. Orang-orang Kristen Somalia dari seluruh Eropa telah hadir, bagi beberapa orang itu adalah pertemua pertama dimana mereka bertemu orang-orang percaya Somalia lainnya. Pekerja OM Bertil Engqvist, seorang yang bekerja diantara para Somalia yang meninggalkan tanah air mereka untuk bertahun-tahun, berkata bahwa jumlah orang-orang percaya terus menerus bertambah. Ini adalah tahun kedua dari konferensi yang pengajarannya dipimpin oleh orang-orang Somalia asli.

Diselambatkan oleh kasih karunia (grace)
Thema pengajaran pada konferensi ini adalah ”Diselamatkan oleh Kasih karunia”  berdasarkan Kitab Efesus.

“Orang-orang Somalia terlahir sebagai Muslim-muslim,” Shino berkata, “dan menurut (ajaran) Islam Anda mendapatkan upahmu sebuah tempat di Sorga melalui pekerjaan-pekerjaan baik, jadi sangatlah penting kami mengajar tentang kasih karunia melalui Ha Mashiah.”

Shino mengorganisasikan konferensi ini dengan bantuan isterinya, Shania, dan Bertil. Partisipan lainnya pada konferensi ini adalah Faisal* (pekerja OM Swedia, yang umumnya bekerja dengan pelatihan pemuridan di antara orang-orang Somalia di Tanduk Afrika (negara Somalia).

Selama konferensi empat orang Somalia menerima Meshiah sebagai Juruselamat mereka dan delapan menerima baptisan selam. Seorang peserta bahkan berkata, “Saya akan kembali datang tahun depan dan kemudian saya ingin mendapat baptisan.”

Semakin banyak orang percaya dibanding sebelumnya
Berpindah kepercayaan ke Kristianiti adalah terlarang di Somalia. Shino dan Shania adalah sejumlah orang-orang Somalia yang secara rutin berhubungan dengan sebangsa mereka melalui Skype untuk pemuridan, pendalaman Alkitab dan penguatan.

Baca bagaimana Shania menjadi Pengikut Yeshua Ha Mashiah: Kesaksian Shania Gabo wanita Somalia berjumpa Yeshua Ha Mashiah

Diantara 20 juta orang Somalia di seluruh dunia ada kira-kira 1000 (seribu) orang Kristen, dan jumlah ini terus bertumbuh.

“Sejak Januari (2018) saya telah memimpin 42 orang Somalia kepada Ha Mashiah,” Shania berkata. “Kebanyakan membuat hubungan melalui internet. Kemarin seorang pria menelpon memakai Facebook dan ingin mengetahui bagaimana caranya menjadi seorang Kristen. Kami berdoa bersama dan sebelum kami menutup percakapan telpon, dia telah menerima Ha Mashiah sebagai Juruselamat pribadinya.”

Terpujilah Elohim atas membawa orang-orang Somalia kepada pribadi-Nya sendiri. Berdoalah sehingga lebih banyak lagi mereka datang kepada keselamatan iman dalam Ha Mashiah di seluruh Eropa. (Penulis OM)

* Nama dirubah untuk alasan-alasan keamanan (OM)
Sumber artikel: Somali believers meet face to face (17 September 2015)

Baca lebih lanjut

  • Kalender

    • Desember 2018
      M S S R K J S
      « Okt   Jan »
       1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      3031  
  • Cari