Hukum Baru RRC: Penganiayaan Terhadap Kristen Terburuk Sejak Budaya Revolusi Mao

Yeshua Ha Mashiah: Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)

Gedung Gereja dihancurkan di Cina“Tanggal 1 Oktober 2019 menandai peringatan tahunan kebrutalan ke-70 tahun Komunis merebut Cina.” Reggie, Pekerja WND.com menulis. Laporan terbaru dan langsung tentang kehidupan Gereja dari seorang pengacara hukum Kristen yang pernah kerja di Pemerintah Komunis Republik Rakyat Cina (RRC). Artikel ini saya terjemahkan selengkap aslinya: China’s new law: Christian persecution worst since Mao’s Cultural Revolution. WND.com adalah situs Kristen Amerika Serikat yang terkenal setia membela nilai-nilai moral dan ajaran Yudeo-Kristianiti. Kalima dalam [kurung siku berasal dari saya]. YBU dan berdoalah bagi Gereja-gereja di RRC.

Jumat malam, [Reggie berkata] saya menerima sebuah panggilan telepon yang sedih, memohon saya untuk menulis tentang keadaan Gereja Kristen di Cina. Penelepon (yang nama atau lokasi saya tidak dapat membocorkan demi perlindungannya) adalah seorang pengacara di Cina yang telah bekerja di dalam sistem pengadilan Cina. Ketika wanita ini menjadi seorang Kristen, bagaimanapun, ia menyadari bahwa ia tidak bisa mengkompromikan imannya dan bergabung dengan Partai Komunis resmi yang atheis, sebagaimana semua hakim diharapkan untuk melakukannya di Cina.

Dia menjelaskan bahwa tiga buah gereja-rumah besar di kotanya menghadapi penganiayaan di Provinsi Guangdong (Kanton). Yang satu dipaksa untuk mendaftar pada pemerintah Cina dan menerima risiko berat pengawasan. Dua lainnya, yang menolak untuk mendaftar, tidak lagi diizinkan berkumpul bersama untuk beribadah. Mereka telah dibubarkan. Dia memohon kepada saya untuk menulis tentang penganiayaan gereja-rumah Kristen di Cina, khususnya di Guangdong.

Sewaktu saya mendengarkan kisah yang berapi-api dan menyedihkan ini, saya memikirkan tentang orang Kristen di dalam katakombe-katakombe [goa-goa di bawah tanah] di Roma kuno. Orang Kristen di Cina sedang didorong ke dalam katakombe-katakombe. Kediktatoran Cina ingin menganiaya mereka dalam kegelapan [dengan sembunyi-sembunyi]. Terima kasih kepada wanita pemberani yang menelepon saya Jumat malam, kita menyiarkan cahaya pada kebenaran yang jelek dari apa yang terjadi pada orang beriman di Cina.

Ilusi bahwa pemerintah Cina adalah teman baik hati kita perlu ada dipatahkan. Partai Komunis Cina ini adalah sebuah rezim yang brutal dan totaliter. Diplomasi perdamaian telah gagal. Semua pemerintah yang berhati nurani perlu berdiri kuat melawan kekejaman hak asasi manusia yang mengerikan dari rezim yang merusak ini.

Saya berjanji untuk mempublikasikan pernyataan wanita ini, dengan kata-katanya sendiri:

Reggie, tolong katakan kepada dunia tentang penderitaan mengerikan orang-orang Kristen di Cina. Telah ada revisi yang keras terhadap peraturan-peraturan tentang beragama di Cina, dan pemerintah Cina telah memperketat kontrol-kontrolnya di semua agama, termasuk umat Kristen.

Orang-orang asing melihat Shanghai dan terkesan dengan kekayaan dan penampakan modernitas dari Cina. Tapi mereka tidak melihat kekejaman mengerikan yang dilakukan di “kamp-kamp cuci otak” di Xinjiang, di kalangan para Muslim Uyghur. Dan mereka juga tidak melihat bagaimana orang Kristen dianiaya.

Sebagai seorang pengacara di Cina, saya bekerja erat dalam sistem pengadilan. Sistem pengadilan Cina bukanlah sebuah cabang independennya pemerintah, seperti sistem pengadilan Amerika. Tidak ada pemisahan kekuasaan di Cina. Pengadilan Cina dikendalikan oleh pemerintah. Mereka dirancang untuk melaksanakan kebijakan nasional, bukan keadilan.

Di pengadilan-pengadilan, saya diberitahu bahwa Kristianiti adalah “candu/opium rakyat,” dirancang untuk mencemari pikiran Cina dan menggulingkan pemerintah Komunis. Pemerintah Cina dan sistem pengadilan menganggap Kristianiti sebagai ancaman, musuh, karena Komunisme adalah ateis, dan mereka percaya bahwa Kristianiti akan membuat negara tidak stabil. Mereka ingin Kristianiti tetap kecil.

Hal ini berlaku untuk semua agama. PKC juga sangat menganiaya penganut Buddha Tibet, para Muslim Uighur dan fpara praktisi Falun Gong. Siapapun yang menyembah suatu makhluk ilahi adalah musuh dari Partai Komunis Cina.

Ketika PKC menangkap seorang pendeta, tuduhan pidananya adalah bahwa ia adalah seorang “pengkhianat” yang “mengancam keamanan nasional.” Para Pendeta ini tidak memiliki hak untuk mendapat perwakilan hukum. Jika mereka memiliki seseorang yang cukup berani untuk menjadi pengacara mereka, pendeta dapat dipukuli sebelum melihat pengacara tersebut. Dan pengacara mereka dapat dipukuli juga.

Bacalah juga:

Meskipun beberapa adalah orang-orang Kristen sungguhan, banyak pejabat pendeta, dari gereja yang terdaftar adalah bukan orang beriman. Mereka adalah para pekerja pemerintah, dibayar oleh pemerintah. Ini adalah salah satu alasan mengapa banyak orang Kristen memilih untuk tidak pergi ke Tiga-Mandiri (the Three-Self), [yakni] Gereja-gereja yang resmi terdaftar.

“Tiga-Mandiri” adalah cara khas Cina singkatan dari “mandiri-memerintah (self-governance),” “mandiri-dukungan (self-support),” “mandiri-penyebaran (self-propagation).” Sebagai contoh, orang-orang Katolik di Cina tidak diijinkan menerima kepemimpinan Paus. Gereja-gereja Cina tidak boleh memiliki hubungan-hubungan dengan gereja-gereja diluar Cina. Mereka tidak boleh menerima bantuan, pengajaran atau kepemimpinan dari luar.

Ada dua perubahan besar dalam hukum mengenai praktek keagamaan di Cina.

Pertama, hukum baru sangat memperluas departemen-departemen pemerintah yang dapat menganiaya orang beriman yang beragama. Di bawah hukum sebelumnya, hanya Biro Urusan Keagamaan yang boleh menegakkan larangan agama. Di bawah hukum yang baru, setiap lapisan pemerintahan dapat mengatur  keagamaan. Fakta bahwa ada begitu banyak pejabat yang menindak gereja yang tidak terdaftar menempatkan tekanan luar biasa pada anggota gereja tersebut. Sebagai bagian dari tindakan keras Presiden Xi, umat Kristen Cina menghadapi penganiayaan yang terbanyak sejak revolusi kebudayaan pada tahun 1960-an.

Saya tahu sebuah kejadian di mana beberapa misionaris Kristen Cina pergi ke sebuah konferensi Kristen. Ini adalah November 2018, di Thailand. Para pengintai Komunis Cina juga pergi ke konferensi ini dan secara rahasia mencatat para hadirin. Banyak misionaris ditahan setelah mereka kembali ke Cina.

Teman-teman saya sedang menonton sebuah film dokumenter mengenai Lapangan Tiananmen di ruang tamu mereka sendiri di Shenzhen, sebuah kota di Provinsi Guangdong. Mereka ditangkap dan tetap berada di bawah pengawasan.

Kedua, hukum baru membuat pertemuan-pertemuan informal jelas ilegal. Gereja tidak memiliki kebebasan berkumpul. Jika sekelompok orang percaya berkumpul untuk berdoa, dan mereka tidak terdaftar, hukum baru membuat pertemuan ini dilarang keras. Sebelumnya, pertemuan-pertemuan sejenis itu sangat tidak dianjurkan, tetapi tidak secara teknis ilegal.

Di bawah hukum baru ini, gereja rumah di daerah saya telah dipaksa untuk membuat pilihan yang mustahil. Entah mereka harus membubarkan, jika mereka menolak untuk mendaftar; atau, mereka harus mendaftar dengan pemerintah. Mereka yang mendaftar prihatin tentang pengawasan dari gereja dan anggotanya. Selain itu, khotbah dan ajaran mereka akan dipantau. Orang percaya juga khawatir bahwa persepuluhan dan persembahan Gereja dapat disita oleh pemerintah, dan bahwa garis tanah mereka dapat dipantau oleh Cina setara dengan CIA [Central Intelligence Agency; Badan Pusat Intelegennya Amerika Serikat]

Menjadi anggota gereja-rumah di Cina berbahaya. Sebagian besar anggota Gereja bawah tanah di daerah saya [orang-orang yang] masih muda. Hari ini, saya tidaklah memiliki kebebasan untuk menjadi seorang Kristen di Cina; seandainya saya memimpin pertemuan doa wanita di ruang tamu saya sendiri, saya akanlah ditangkap dan menghadapi tuntutan pidana serta denda yang berat. Aku bisa dipenjara, disiksa dan terbunuh sebelum persidangan. Jika saya berhasil sampai ke pengadilan, persidangan tidaklah akan adil, karena tujuan dari sistem pengadilan adalah untuk memajukan kebijakan nasional, seperti misalnya, untuk mencegah Kristianiti menyebar.

Di daerah terpencil, preman-preman pemerintah mengambil gambar-gambar keagamaan dan menggantinya dengan gambar-gambar [Presiden] Xi Jinping. Partai Komunis Cina tidak ingin Anda percaya kepada Elohim, tetapi kepada Partai tersebut. Xi Jinping adalah seperti Ketua Mao, memusatkan kekuasaan ke dalam tangannya sendiri. Dia telah mengubah Konstitusi Cina untuk menghapus batas-batas masa jabatan. Dia akan menjadi diktator seumur hidup!

Beberapa gereja bawah tanah yang berani terus bertemu secara rahasia. Mereka harus menyanyikan nyanyian pujian mereka dengan sangat perlahan terdengar untuk menghindari deteksi. Banyak gereja, pernah ditemukan, ditendang keluar oleh pemilik tanah dan harus pindah dari satu tempat ke tempat lain setiap minggu.

Pemerintah Cina tidak suka para penginjil. Aku tahu seorang pengkhotbah keliling yang menghilang pada tahun 2004-5.

Kesepakatan Cina-Vatikan telah menjadi hal yang mengerikan bagi umat Katolik Cina. Mungkin Vatikan tidak tahu bagaimana orang-orang Katolik telah dipenjara dan disiksa karena iman mereka. Pemerintah Cina telah menjadi tidak manusiawi kepada umat beragama, termasuk para Katolik. [Banyak jemaat Katolik bahkan pendetanya tidak tahu apa yang pemimpin puncak mereka lakukan, bacalah Wahyu 17 dan 18]

 Reggie, tolong katakan kepada dunia tentang penderitaan orang-orang Kristen di Cina. Mereka tidak berkecil hati dan tidak takut. Bisakah Anda membantu kami? Bisakah Anda berdoa bagi kami?

Link-link sekaitan hukum-hukum barunya PKC mengendalikan agama

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

  • Kalender

    • Oktober 2019
      M S S R K J S
      « Jan    
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      2728293031  
  • Cari