“Saya tidak akan pernah jadi seorang Kristen!” Sekarang jutaan jiwa diberkati oleh musiknya.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. (Mazmur 139:14)

Itulah sumpah Austin French, putra dari seorang pendeta, pada masa kanak-kanaknya yang kecewa pada ayahnya sendiri. Bahkan orang tuanya bercerai. Namun tangan kasih Bapa Sorgawi tidak membiarkan ia terhilang, di sebuah kamp remaja, ia mengalami sendiri pentingnya Adonai Yeshua. Sekarang pemuda yang masih tergolong muda ini telah membawa jutaan jiwa kepada kasih dan kuasa Elohim YAHWEH.

Austin French – Freedom Hymn (Official Lyric Video); telah ditonton hampir 6 juta kali.

[Kepalsuan hidup hamba Adonai menghancurkan iman putranya]
Penyanyi Austin French sekarang sedang dalam perjalanan misinya melalui musik yang menyangkau hati dan jiwa para peminatnya. Austin, 24 tahun bersaksi perjalanan rohaninya yang luar biasa dari seorang bocah skeptik anak pendeta menjadi pemusik Kristen yang pupuler.

“Sebagai seorang anak usia 8 tahun, saya ingat saat menulis pada buku harian saya, ‘Saya tidak akan pernah jadi seorang Kristen,'” ia bercerita di The Billy Hallowell Podcast. “Dan saya sungguh membenci Gereja – saya benci orang-orang Kristen, saya tidak ingin ada termasuk dengan itu.”

Penyanyi ini menjelaskan apa yang terjadi pada masa kanak-kanaknya tersebut, mengapa ia sampai bersumpah seperti itu.
”Saya ingat orang-orang datang kepada kami dan berkata, ‘Keluarga kalian adalah keluarga yang paling sangat berohani dari semua keluarga yang pernah kami temui,” Austin mulai bercerita. “Tetapi di rumah itu terasa seperti Perang Dunia ke-III, dan topeng tercabut, pelanggaran terjadi. (Semua tertib rohani) itu adalah di dasarkan pada ketakutan, bukan oleh kasih dan saya sungguh ingat ketika saat itu menulis di buku harian, ‘Jika seorang Kristen adalah seperti ini, saya tidak ingin ada sebagai seorang Kristen.’”

Austin kecil yang masih polos ini sungguh terganggu dengan dualisme kehidupan orang tuanya – di Gereja dan di rumah berbeda jauh, lebih parah lagi, kedua orang tuanya bercerai, dan Gereja dimana mereka biasa mellayani kemudian menolak keluarganya, menjadikan dia merasa terasing dan kecewa dengan Kristianiti. “Yeshua melukai orang-orang,” demikian ia berpikir saat itu.

[Austin menemukan Mashiah yang sesungguhnya]
Mazmur Daud: Terlalu ajaib bagiku pengetahuan itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya. Ke mana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau. Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kediaman di ujung laut, juga di sana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku. Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam,” maka kegelapanpun tidak menggelapkan bagi-Mu, dan malam menjadi terang seperti siang; kegelapan sama seperti terang. (Maz 139:6-12)

Setelah orang tuanya bercerai. Austin hidup ikut ibunya. Ibunya kemudian mendapatkan pekerjaan di sebuah Gereja yang berjemaat sedikit. Ibunya mengirim ia ke sebuah kamp musik Kristen.

“Seorang pemuda bangkit dan naik ke podium,” Austin bercerita kejadian di kamp tersebut. Pemuda Kamp tersebut berkata, “Hai, saya ingin berbicara tentang kemunafikan. Saya akan menceritakan kalian semua bahwa banyak orang yang mengikuti Yeshua dengan lidah mereka dan mereka berbicara sebuah permainan yang luar biasa hebat, tetapi sesungguhnya mereka tidak pernah mengikuti Yeshua dengan kehidupan mereka.” Wau, sangat menarik di dengar! Si pengkotbah muda ini menandaskan, “Itu bukanlah seorang Kristen – ada sebagai seorang Kristen adalah memberikan seluruh hidupmu kepada Yeshua. Itu nampak seperti Yeshua, sebab kalian menghabiskan waktu bersama Yeshua.'” (Baca 1 Yoh 5-7)

Pengkotbah ini lanjut berkata bahwa orang-orang yang hancur hatinya melukai orang-orang lain, tetapi Yeshua “telah mati untuk menyembuhkan orang-orang yang hancur.” Itulah hari dimana Austin menyadari bahwa dia telah memiliki pemikiran yang salah selama ini. Lalu ia menerima Yeshua di acara kamp tersebut.

“Itu adalah hari dimana saya telah memberikan kehidupanku kepada Yeshua dan menyadari bahwa saya telah diselamatkan oleh bilur-bilur-Nya. Saya bukan dibenarkan oleh perbuatan sendiri.”

Dan inilah yang sering terjadi, saat Anda lahir baru, biasanya saat itu juga Anda mengetahui panggilan Anda. Pada hari yang sama, Austin menyadari bahwa ia ingin membuat “musik bagi orang-orang yang hancur” – itulah yang sekarang ia lakukan dengan album pertamanya yang berjudul Wide Open.

Austin French saat ini telah menikah dan memiliki dua anak pria. membagi hidupnya antara keluarga dan karir musiknya

Sumber tulisan: He Vowed ‘I Will Never Be a Christian.’ Now, His Music Is Inspiring Millions (CBN.Com; 15/10/2018)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

 

 

The Roberto Vaca’s journey from Roman Catholicism to Yeshua Ha Mashiah

Roberto Vaca with His wife and kids

Roberto with his families (pic: Union Mission.org)

Roberto Vaca is a Mexican man. 90% of Mexico population is Roman Catholics that, he said “they need to know the true Yeshua dan they need know the Elohim of the Bible.” He asked us to pray for them. I got permission from Roberto to publish his testimony at my blog. Same editing has been done in this article, to make the story flows better and necessary.

[Introduction] Greetings from Union School of Theology in Wales. We are very thankful with you church for giving us the opportunity to be here.

Well my name is Roberto; l am married and have 2 children. l have been living in Wales for 6 years, now l am doing a BA in Theology in Union, which is a miracle because I had been praying for this opportunity since Elohim saved me, 17 years ago.

When I talk about how Elohim reached me I always remember these verses in 1 Corinthians 1:26-3O that say,

26 Brothers, think about your own calling. Not many of you were wise by human standards, not many were powerful, not many were of noble birth. 27 But God chose what is nonsense in the world to make the wise feel ashamed. God chose what is weak in the world to make the strong feel ashamed. 28 And God chose what is insignificant in the world, what is despised, what is nothing, in order to destroy what is something, 29 so that no one may boast in God’s presence. 30 It is because of God that you are in union with the Messiah Jesus, who for us has become wisdom from God, as well as our righteousness, sanctification, and redemption. (1 Corinthians 1:26-30, ISV)

I can see my life in these verses and I can see Elohim being patient, generous and merciful to me always.

[His background and how he got save] My father died when I was 11 so since that time my mother was just focused on bringing money to our house, she was not looking after us most of the time so since I was 11 I started to take my own decisions. Therefore, when Elohim met me it was a turning point in my life.

Well, since I stepped into the church I realized that there was something different, the atmosphere was different, and people were carrying Bibles, which was so different from the Catholic Church because Catholics just follow what the priest is saying and that’s it.

So, I liked the reformed church and I started to go and started to read my Bible. I realized that many of the traditions in the catholic church were against the Word of Elohim, such as idols, images, Mary as mediator, etc. While I was in the Catholic Church I never understood what the meaning of Jesus was at the cross, nor salvation by faith alone”

ln the reformed church Elohim opened my eyes I started to understand the true gospel. Elohim changed my entire life; I can divide my life as before Jesus and after Jesus. Elohim made amazing changes in my life, from the way I thought, to the change in my behavior.

All my family saw that big change in my life, my behavior was much better, and all my priorities changed completely. Because of that big change in my life, all my family started to go to the reformed church, which was an amazing miracle.

[Left the Mexico for Wales, United Kingdom] When I was 32, I got married in Mexico, I met my wife there, she is Welsh lady and we lived in Mexico for 2 years.

ln some places in Mexico we have difficult problems with security. There is a war between drug cartels and sometimes we can hear gunshots from our house. So, when my wife got pregnant, she started to be quite worried about this issue of insecurity and once she was robbed, which made it worse. She became very anxious and worried, she only wanted to come back to wales and I understood that.

So, we decided to come to Wales, and to be honest I didn’t want to come, despite all the insecurity issues I was very happy in Mexico, but in the end, we moved to Wales.

We moved to Wales 7 years ago and I can say that the first 5 years have been the most difficult and challenging time in my life. Because when I came here, I had to learn another language, which actually l am still learning every day, I had no job, was not even allowed to work at the beginning because my first visa was a tourist visa only.

I had no friends, no family, very different weather and very different food. I had only my wife to speak with because she is fluent in Spanish, and in the place where we lived there was not many people able to speak Spanish.

At that time, I was praying to the Lord, “why am I here Elohim?” l was feeling useless! I could not do anything, could not share the Gospel, neither did work. I have had no church and even if I had a church I couldn’t have understand the sermons, because of the language barrier.

After those 6 months I went back to Mexico because I had to apply for another visa. While I was waiting for this new visa, I was praying to the Lord, “Please Lord, don’t grant me that visa, I don’t want to come back to Wales.” I was thinking if I didn’t get the visa, we would must live in Mexico because there is no other option.

Elohim had another plan, I received this new visa which allowed me to live and work in the UK, so I came back to Wales, against my will.

ln my first 3 years I was praying every night to Elohim saying please Lord take us back to Mexico, it was so difficult to be there, sad, depressed from time to time, I wanted to serve the Lord there, but even more impossible than in Mexico. I didn’t understand why the Lord brought me there, to a place where I couldn’t serve Him.

At some point, I thought, maybe it is not for me to serve the Lord full time, perhaps Elohim wasn’t wanting me to do that. So, I stopped praying (what I had done for 15 years) to be used, then I started to get involve in a church – but not full-time ministries.

I have seen the hand of Elohim helping me- many, many times in my life, but at that times I felt Elohim kept silent.

[Elohim shown up] And now just one year ago, Elohim changed our lives completely in two weeks period.

I had been working at night shifts for 5 years, one day I started feeling bad, my body was very weak. I did not to work for two weeks. I went to see doctors. They told me that I was ok but needed to change my life style.

So, I met my boss saying sorry to him that I wasn’t able to work at night times anymore. The Company was kind to me and offered me another position which was at day times. It was good, but I knew that I needed a total change.

The Elders of my church visited my house to pray for me. And while we were praying they told me why I didn’t go to college to study theology and focus on my calling from Elohim.

(Now, Roberto stopped talking, he was crying, tears were dropping from his face. then wiping his face before continuing his testimony)

When they said that my heart gave a big jump, I felt fire in my inner being. I was all that I had been praying for – 15 years long. I thought that Elohim had forgotten my prayer, but now Elohim gives me this privilege to serve Him. Things are in His control, even when it seems that no one is controlling.

Roberto gave some verses of Scripture to us to read: 1 Peter 1:6-7 and 4:12 and Romans 8:28-29.

Baca lebih lanjut

Brother Rashid, putra keluarga Ustadz Maroko menjadi Penginjil Yeshua di Dunia Arab

Penginjil Yeshua Ha Mashiah Brother Rashid ex-Muslim Maroko

Rashid, penginjil Maroko, Al-Hayat

Perjalanan iman Brother Rashid (Rachid) ke Kristianiti ini disadur ulang dari video kesaksiannya (tersedia di bawah) agar enak dibaca dan mudah diingat (singkat, padat dan jelas dan sesuai tahapan cara bersaksi: kehidupan sebelum menjadi Kristen, bagaimana awal mula mendengar Injil dan proses benih Injil bertumbuh dalam jiwa orang tersebut, tantangan sebelum dan sesudah menjadi Kristen, dan ditutup dengan bagaimana kehidupan orang tersebut setelah menjadi Kristen).

[Latar belakang kehidupan Brother Rashid; diperkenalkan pada Injil yang salah]

Nama saya Rashid, berasal dari Maroko. Aku dibesarkan di keluarga Muslim yang sangat kolot dan konservatif. Ayahku adalah seorang imam, dan sampai sekarang masih bekerja sebagai imam di Mesjid. Dan kakekku juga adalah seorang imam, begitu juga dengan pamanku. Jadi keluarga kami adalah keluarga yang sangat taat dalam beribadah dalam Islam. Aku belajar menghafal setiap pelafalan doa-doa dan semua ibadah sholat sejak usia 4 tahun. Seperti anak Muslim lainnya, akupun menghormati Islam. Sejak usia 6 tahun aku telah hafal 1/6 isi Quran. Aku juga mencintai ayahku dan aku diharapkan akan menggantikan kesuksesannya, tapi aku tidak mewujudkan keinginan mereka sebab Elohim berkehendak lain.

Ayahku, keluargaku, masyarakatku, semuanya mendorong kami melihat budaya Barat sebagai budaya Kristen. Sebagai Muslim, kami biasa melihat negara-negara Barat – seperti Perancis dan Amerika Serika – sebagai wakil dari agama Kristen. Apapun film atau berita dari barat Amerika yang mereka lihat di televisi, dianggap sebagai wujud dari agama Kristen. Dahulu sewaktu aku baru belajar Injil, aku mengira Kristianiti itu mengajarkan umatnya untuk mabuk-mabukan minum anggur, seks bebas, bermain wanita seperti yang kami pikirkan mereka melakukan itu karena kami pikir semua itu ada di dalam Injil dan kami lihat di berbagai film Barat, jadi kami berfikir begitulah Kristianiti.

[Pertemuan pertama Brother Rashid dengan Injil, beriman dan penginjilan pertamanya]

Suatu hari aku mendengar tentang Yeshua Ha Mashiah dari sebuah siaran Radio dan aku mulai surat menyurat selama 4 tahun yang akhirnya membawaku menerima Yeshua ke dalam hidupku. Aku meninggalkan Islam dan memeluk Kristianiti di tahun 1990, setelah 19 tahun menjadi seorang Muslim di Maroko. Sejak itu saya hidup secara rahasia sebagai orang yang percaya kepada Ha Mashiah sampai tahun 2005.

Aku melakukan banyak kegiatan yang berhubungan dengan orang-orang dari komunitas Alkitab, seperti menyebarkan Alkitab di Maroko, dan juga menterjemahkan Kuran ke dalam bahasa daerah Maroko.

[Brother Rashid hari ini, pola pikir Muslim,  Menginjili Dunia Arab melalui Media]

Selama 32 tahun aku hidup di Maroko. Sebagai Muslim, dan sebagian besar muslim dunia lainnya, kami melihat Islam sebagai perlawanan terhadap Kristen dan Yahudi. Umat muslim tidak pernah melihat (masalah perang, konflik bersenjata) sebagai pertentangan antar negara, antar perbedaan politik, tetapi sebagai perang melawan Islam. Begitulah pandangan umat Muslim terhadap dunia Barat. Begitulah kacamata kami dalam menilai masalah dunia. [Islam sesungguhnya adalah politik di dalam agama dan agama di dalam politik; ibadah dan hukum Islam menjadi satu-kesatuan. Ini sama sekali berbeda dengan Kristianiti]

Di dunia Islam, umat Muslim tidak mempunyai kebebasan beragama, mereka bahkan tidak punya kebebasan untuk berpikir. Umat Islam dilarang untuk mempertanyakan Islam, Muslim tidak berani bertanya tentang Muhammad dan Kuran, karena sikap seperti ini bisa dianggap sebagai melawan. Oleh sebab itu, kami mencoba mengajak umat Muslim untuk berani bertanya (Daring Questions) dalam menilai Islam

Media adalah alat penting Rashid dalam penginjilan.  Setiap kali aku duduk berhadapan dengan kamera, aku membayangkan sedang berbicara dengan ayahku, ibuku, saudara laki dan perempuanku. Dan ketika aku berdoa untuk mereka dan memikirkannya, dan berpikir tentang diriku, jika aku dulu tidak punya kesempatan untuk mendengarkan Yeshua Ha Mashiah dari radio, mungkin aku tidak di sini saat ini, mungkin aku sudah menjadi teroris yang mem-bom diriku sendiri, karena aku menyukai Allah dan ingin menyenangkan hati Allah.

Sekarang aku bekerja di bidang media. Dan aku membuat film untuk orang-orang Timur Tengah dan Afrika, dan mencoba menerangkan kepada mereka perbedaan antara Kristen dan Islam. Sampai sekarang kami telah membuat lebih dari 77 buah film live, setiap episode berdurasi 1.5 jam, juga 55 buah film rekaman, dan semuanya memperbandingkan antara Islam dan Kristen. Programnya bisa dilihat di sini: Al-Hayat.org

Sepuluh tahun yang lalu, kita tidak pernah mendengar adanya Islam murtad. Tetapi sekarang kita mendengar ribuan, bahkan jutaan Muslim murtad di Mesir. Sekarang terdapat lebih dari dua juta Muslim murtad dan memeluk Kristen disana.

Doa dan Harapan brother Rashid: Berkaitan dengan tuaian yang sangat besar ini, ia mengajak Gereja-gereja dimanapun membantu umat Kristen lokal di Maroko, Yordania, Saudi Arabia dan Kuwait dan berbagai negara Arab lainnya di dalam usaha mereka menyadarkan saudara-saudari Muslim mereka di negara mereka masing-masing. Proyek besar ini akan bisa diselesaikan secara gotong-royong.

Anak Ustadz Maroko tobat ikut Tuhan Yesus | Brother Rachid

Baca lebih lanjut

Penginjil Afsar Ahmed, perjalanan rohani Muslim Pakistan Inggris menjadi Kristen

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:34-35)

Afsar Ahmed kesaksian ex-Muslim bertemu Yeshua HaMashiah

Perjalanan Afsar Ahmed berjumpa Yeshua

Saya lahir dan dibesarkan di Inggris. Ibuku adalah seorang Inggris Kristen, ayahku adalah dari Pakistan, seorang Muslim. Ketika mereka telah menikah ayahku memaksa ibuku menjadi seorang Muslim; menanggapi ini ibuku berdoa bahwa salah satu putranya akan menjadi seorang Kristen – karenanya saya selalu mulai kesaksianku dari sini karena saya benar-benar percaya bahwa Elohim menjawab doa tersebut. Ketika tumbuh dewasa ayahku selalu memastikan dia membawa kami keluar dari sekolah dasar terutama hari-hari Paskah dan Natal, sebab dia tidak ingin kami mendengarkan pesan-pesan yang terhubungan dengan peristiwa-peristiwa tersebut.

 

Di sekolah menengah pertama saya membuat sebuah salib saat kelas praktek logam, saya cak warna perak dan simpan itu pada saputanganku, jika Anda bertanya padaku mengapa aku melakukan ini? Saya pun tidak tahu mengapa saya melakukannya. Koleksi Kristianiti lainnya yang saya pernah miliki adalah sebuah Alkitab Perjanjian Baru terbitan The Gideon Internasional, yang diberikan pada kami murid-murid dari sekolah. Saya tidak membacanya, hanya mengukir sebuah salib di depannya dan saya menyimpan itu di kamar tidurku. Beberapa tahun kemudian itu menjadi masalah; orang tuaku ingin berimigrasi ke Kanada dan ayahku memeriksa barang-barangku yang dapat saya bawa serta, dan ia menjumpai Salib dan Alkitab kecil tersebut.

Ia menjadi sangat marah dan saya melihat ketakutan di matanya dan saya bertanya-tanya mengapa. Jadi ia bertanya pada ku dariman saya mendapatkan Pernjanian Baru tersebut. Saya katakan mereka (guru-guru sekolah) memberikannya kepada kami. Ia menyuruh ku membuang itu. Saya katakan tidak, saya akan bawa itu serta ke Kanada; ia sungguh marah. Saya melihat ada banyak ketakutan di matanya … Itu ironis. Karena ketakutan dan kemarahannya itu telah menjadi pemicu pencarianku akan Kristianiti.

Ketika kami tiba di sini (Kanada), saya mulai bertemu dengan orang-orang Kristen. Di Inggris saya mendapat masalah, di sini pertama kali dalam hidupku saya menatap ke langit kepada Elohim, minta kepada Nya melepaskan ku dari masalah; saya terlepas, saya berterima kasih pada Dia, saya mulai menyebutkan Doa Bapa Kami sebagaimana guru-guru telah mengajar kami di sekolah.

Ketika saya berumur 15 tahun di tahun 1970, pada saat orang-orang Kristen memakai peneng/lencana Kristen di baju mereka – tujuannya adalah membuat orang lain bertanya pada mereka, maka mereka akan membagikan berita Injil.

Mereka berkata bahwa saya dapat memiliki hubungan pribadi dengan Elohim melalui Yeshua. Ketika mendengar itu saya terkejut, sebab sebagai seorang Muslim saya selalu berpikir bahwa Elohim adalah unik dan jauh. Dia tidak memiliki rekan kerja, tidak memiliki pasangan-pasangan. Saya menolak ide tersebut, karena saya tidak percaya seseorang bisa memiliki hubungan pribadi dengan dengan Elohim

Saya dan saudara laki-lakiku mengajukan program belajar pertanian yang disponsori pemerintah, kami diterima bersamaan dengan 40 orang lainnya. Singkat cerita. Program ini memiliki kunjungan ke ladang pertanian pada akhir minggu, bagian dari sebuah program Musim Panas, dimana kami tinggal di ladang pertanian. Pada program akhir minggu inilah saya bertemu seorang gadis muda yang sangat berapi-api , ia sungguh-sungguh berapi-api bagi Adonai. Ia membagikan Injil kepada ku, saya katakan “Maaf, saya tidak percaya itu.” Namun ia tetap melakukannya sepanjang pelajaran. Pada suatu titik saya katakan “Kita tidaklah akan bisa belajar banyak dari pelajaran-pelajaran ini!” Tetapi dia tidak perduli, terus saja membagikan Injil kepadaku.

Akhirnya gadis muda ini berkata kepadaku,

“Saya akan membuktikan pada mu bahwa Elohimku adalah Elohim yang nyata.

“Bagaimana kamu melakukan ini?” saya tertarik dengan apa yang ia katakan

“Ok, saya akan mendemontrasikan pada mu jawaban doa berdasarkan hubungan pribadiku dengan Elohim.”

“Doa apa itu? Saya bertanya

“Saya akan berdoa bahwa kamu akan pergi ke sebuah pertanian dimana mereka semua adalah orang Kristen lahir-baru” dan ia menambahkan, “dan … dimana kamu akan mendapatkan Injil mengalir masuk ke tenggorakanmu pada bulan penuh.”

“Allah tidak akan menjawab doa tersebut” saya berkata dengan marah, “Kita tidak memerintahkan Allah melakukan sesuatu, sebalinya, Dia yang memerintahkan kita apa yang kita lakukan!”

“Saya percaya, Elohim akan menjawab doa tersebut,” gadis ini berkata dengan yakin

Kami berargumentasi sepanjang jalan sampai kami meninggalkan seminar tersebut.

Tibalah harinya untuk murid-murid tinggal diperkebunan dimana mereka ditempatkan.

Tiba di rumah, saya mengepak barang ke koper, ayahku mengantarku tiba di perkebunan dimana saya akan tinggal sementara waktu. Saya mendekati pintu dan mengetuk pintu rumah seorang bapa kurus tinggi orang Belanda Kanada bernama Jerry. Dia baru saja hendak memperkenalkan dirinya saat saya melihat di belakangnya; saya pikir itu adalah lukisan Yeshua, sebab pria pada gambar tersebut ada lingkaran cahaya pada kepalanya, jadi saya berkata ke pada bapa ini,

“Tunggu. Apakah itu lukisan Yeshua yang ada dibelakangmu?” saya bertanya

“Ya!” bapa ini menjawab. Jantungku berdebar sedikit lebih cepat.

“Apakah Anda seorang Kristen penuh cahaya atau sejenisnya?”

“Saya adalah seorang Kristen lahir-baru”

“Anda punya keluarga?”

Saya memiliki istri dan tiga anak perempuan.”

Apakah isteri Anda lahir-baru?”

“Ya”

Putri nomor satu Anda?”

Dia adalah seorang Kristen lahir-baru.”

Putri nomor dua?

Dia adalah seorang Kristen lahir-baru” dan melanjutkan, “putri …”

Saya potong perkataannya, “Janganlah katakan pada saya putri nomor tiga adalah seorang Kristen lahir-baru!”

“Kami adalah orang-orang Kristen lahir-baru dalam rumah ini,” bapa ini berkata.

Afsar tidak percaya apa yang baru saja ia dengar dan terkagum-kagum dengan kuasa doa gadis kristen tersebut.

“Saya merasa kewalahan, sulit untuk menjelaskan bagaimana perasaanku, perasaan saya dipenuhi kekaguman, saya tertunduk kalah; pada saat yang bersamaan saya tidak dapat mengerti bagaiman gadis usia 16 tahun ini dapat berdoa kepada Elohim dan Elohim menjawab sebuah doa. Saya belum pernah mendengar itu sebelumnya di dalam Islam.”

Hal ini berakibat membuka hatiku pada apa yang Jerry perlu bagikan pesan yang ia miliki. Pesan yang ia telah percayai, Pesan yang ia telah hidupi. Saya pikir lewat kursus Musim Panas tersebut, ia telah memenangkan saya atas dua hal.

Pertama dari semuanya, kasihnya. Ia memiliki kasih yang saya belum pernah lihat sebelumnya dalam Islam. Ia lembut, sabar dan pemaaf … kasih Adonai bersinar melalui hatinya … melalui matanya … melalui pembicaraannya … melalui sifatnya. Itu sungguh indah. Jujurnya, saya bisa katakan, ia seorang yang menyenangkan, sungguh orang yang menyenangkan. Ia masih hidup, saya baru berjumpa dia minggu lalu. Ia tinggal di Danville.

Seorang pria (lainnya) bernama Gerald Bruce Emma, saya menganggap dia sebagai bapa rohani saya dalam iman. Ia memenangkan diriku dalam konsistennya. Ia menjalankan apa yang ia kotbahkan. … seperti Yakobus katakan, “jadilah pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja.”[Yakobus 1:22]

Berdoalah untuk Afsar Ahmad dan keluarganya. Ayahnya masih Muslim, tinggal di Amerika Serikat. Ibunya masih memiliki iman Kristen. Saudara kembarnya masih Muslim. Doakan juga pelayanan Afsar menjangkau orang-orang Muslim di Inggris dan dua Gereja yang ia terlibat.

Diterjemahkan dari InternationalTestimony Blogspot “This is why Muslim became Christian Minister”

Video kesaksian Afsar ini dengan text bahasa Indonesianya tersedia di sini:

Baca lebih lanjut

Jalan unik pasangan Muslim Kuwait menjadi Penginjil Yeshua

Namun, berapa banyak orang yang telah menerima Dia, kepada mereka Dia telah memberikan otoritas untuk menjadi anak-anak Elohim, yaitu mereka yang percaya dalam Nama-Nya; Injil Yohanes 1:12

Adel dan Layla Masoud Kuwait Kristen

Adel dan Layla Masoud dari Kuwait

Adel dan Layla Masoud adalah suami-isteri orang Arab Kuwait yang sangat menikmati kehidupan mewah pada masa lalunya, sebagaimana warga-warga Kuwait pada umumnya. Sebagai seorang ayah yang masih muda, Adel pernah memiliki sebuah perusahaan khusus menjual mobil-mobil mewah. Kemakmuran duniawi adalah gaya hidup, kebersamaan dalam keluarga dan sanak famili demikianlah urutan kehidupan di Kuwait.

Diler mobil Ferrari menjadi miskin. Kehidupan keluarga Masoud tiba-tiba berubah ketika Presiden Irak Sadam Hussein  menyerang Kuwait pada bulan Agustus 1990. Negara-negara kualisi pimpinan Amerika Serikat datang menyelamatkan Kuwait, pertama-tama dengan serangan udara, lalu peperangan darat dan kemudian menduduki Kuwait di bulan Febuari 1991.

 

Keluarga ini terpaksa harus berimigrasi ke Yordania. “Kami pergi dengan tangan yang sungguh kosong. Kami berpindah dari kaya menjadi miskin. Saat itu kami memiliki empat anak-anak yang masih kecil, yang termuda hanyalah baru setengah tahun umurnya.”

Adel mulai tertarik akan Elohim yang hidup di negara pembuangannya. Sebagai pengungsi-pengungsi ilegal, anak-anak tidaklah harus pergi ke sekolah pemerintah, jadi mereka menaruh anak-anak mereka ke sekolah yang tersedia; sekolah Kristen.

“Pada pertemuan sekolah, kami mendengar bahwa Yeshua adalah Putra Elohim. Kami kagum, orang-orang yang baru kami kenal ini nampak menyenangkan, namun kami sedih bahwa mereka tidak bisa masuk ke Sorga [pemikiran Muslim Arab tentang orang Kristen], jadi kami memutuskan untuk memurtadkan mereka.” Namun kebalikannya yang terjadi.

Mujizat-mujizat besar terjadi atas Keluarga Masoud di Yordania.  Pertama datang kepada kepala keluarga: Adel.
Secara terus-menerus mujizat terjadi kepada diriku. Suatu kali saya memerlukan 50 Dinar untuk sewa. Saya pergi dengan perasaan putus asa ke seorang teman untuk meminjam uang. Teman ini teryata juga tidak memiliki uang. Ia mengeser kursi ke depan bangunan, saya mendapatkan sebuah perasaan untuk melihat benda apa yang ada di bawah kursi yang baru dipindahkan tersebut, itu ternyata sebuah Salib dari kayu. Saya mengambilnya dan berpikir: “Yeshua, jika Engkau Elohim tolonglah saya, maka saya akan memberi hidupku kepada Mu.”

Pada hati yang sama tersebut, segera teman saya menganjurkan untuk kami berkunjung ke tetangganya. Di rumah temannya, tetangga dari teman saya ini memberikan saya satu bundel uang berisi seratus Dinar (pada saat itu nilainya setara dengan satu bulan gaji di Yordan; kira-kira 140 USD saat ini)!

Mujizat-mujizat yang ia alami dan penelitan Alkitab meyakinkan Adel bahwa Yeshua adalah Elohim. Layla, isterinya, menjadi marah ketika ia tahu Adel telah menjadikan Yeshua Adonainya (Tuhannya).

“Aku marah, saya berteriak, ‘Kamu sudah dicuci otak’” Namun Adel tidak bereaksi, tidak juga menaikkan suaranya, hanya pergi ke luar.

“Pemisahan kamar tidur terjadi, saya melarang ia berada di sisiku dan melarang menyentuh anak-anak kami. Saya menekan dia dengan keras untuk kembali ke Islam. Saya pun tidak setuju ia berdoa dengan bersuara kepada Yeshua. Itu merupakan waktu-waktu yang sulit” Layla bercerita mengingat masa lalunya

Doa Layla dan Jawaban Elohim melalui Mimpi. Layla sangat terganggu pikirannya. Di satu sisi, ia bertanya-tanya apakah semua negara-negara Muslim dan sanak famili adalah salah dan sia-siakah mereka telah belajar Kuran di luar kepala. Pada sisi lainnya, ia mengasihi suaminya dan keluarganya.

Adel memberi bantuan petunjuk kepada Layla yang sedang bimbang: “Berdoalah dari hatimu kepada Penciptamu – bukan kepada Elohim Islam atau pun Elohim Kristen”

Layla lalu berdoa dan memohon: “Tunjukkanlah kepada ku manakah dari keduanya yang adalah Jalan yang Benar.” (the Straight Path)

Baca: Menyingkap Kuran Al-Faatihah Surah 1:6-7 JALAN LURUSnya Allah

“Pada malam itu aku bermimpi. Saya sedang berpakaian hitam dan mati. Empat orang datang mengunjungi diriku. Mereka membawa saya ke penguburan. Di perjalanan menuju penguburan nampak dari kejauhan terdapat air yang bersih. Mereka bertanya kepada ku, ‘Layla, akankah kami celupkan kamu ke air?’ Lalu mereka menenggelamkan aku ke dalam kolam air dan ketika saya keluar dari air, saya tiba-tiba hidup kembali, bajuku menjadi berwarna putih, dan tanpa hijab (kerudung kepala untuk wanita Muslim), dan saya mengalami suatu damai dan suka cita yang belum pernah saya alami sebelumnya.

Baca: Baptisan Air atau Baptisan Selam

Paginya ketika saya terbangun dari mimpi tersebut saya masih merasakan sukacita tersebut. Saya pergi kepada Adel untuk bertanya apa arti dari mimpiku tersebut.

“Tanpa Yeshua, kita semua mati dan ada sebagai orang-orang berdosa seperti layaknya dibungkus dalam pakaian-pakaian berwarna gelap. Dalam Yeshua kita bersih. Lenyapnya hijab itu berarti kebebasan,” Adel menjawab.

“Saya tidak ingin bertengkar lebih lanjut, sebaliknya berkehendak dengan semangat untuk mendengar lebih banyak tentang iman Kristen. Dan ketika Adel menjelaskan lebih lanjut kepadaku tentang Adam dan Hawa, saya mengerti semua pesan cerita tersebut.   [Ketika Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, Elohim menyembelih binatang untuk kulitnya dipakai sebagai pembungkus tubuh mereka yang telanjang, lalu mengusir keduanya dair Taman. Yeshua adalah benih Hawa yang menghancurkan kuasa dosa atas manusia melalui korban darah-Nya sendiri dan menghancurkan kuasa kematian Setan setelah kebangkitan-Nya. Kejadian 3, Yesaya 53 dan Injil Yohanes 3:13-18]

Setelah ia memutuskan menjadi Kristen, ternyata Layla baru tahu bahwa anak-anaknya juga telah menjadikan Yeshua sebagai Adonai mereka. Adel dan Layla di depan gedung Yayasan Middle Eastern Friendship Center mereka

Sinkat cerita, keluarga pengungsi Kuwait ini mendapat ijin tinggal di Vancouver, Kanada. Di tempat barunya ini, mereka memulai Gereja mereka. Telah ada 44 anggota Jemaat dari latar belakang Muslim dan seorang bekas Atheis. Mereka memiliki sebuah yayasan kemanusian, bernama Middle Eastern Friendship Centre. Yayasan ini menolong para pengungsi Timur Tengah untuk hal-hal yang praktis: misalnya memberikan paket-paket makanan, peralatan rumah tangga untuk mereka yang baru mendapat tempat tinggal. Mereka juga membuat kegiatan-kegiatan dan bercerita tentang kasih Yeshua Ha Mashiah.
Menurut Wikipedia, Penduduk Kuwait berjumlah 4,2 juta orang (2016), 1,3 juta orang Kuwait dan 2,9 pendatang. 60% Arab, 37,8 % Asia dan 1,9 % Afrika. Orang Kuwait asli 75% Sunni dan 25% Syiah. Pendatang 85% Muslim dan sisanya Kristen dan Hindu.

Di bawah ini beberapa video tentang aktivitas Gereja-gereja di Kuwait:

  1. Kuwaiti Royal Prince, Abdullah al-Sabah, Declared “his Faith in Jesus Christ”
  2. Sharing the Light of Christ in Kuwait

Baca lebih lanjut

Imam Hindu menantang ketuhanan Yeshua 30 hari – kesaksian Penginjil Kosh Dahal

Sebab besarlah YAHWEH dan sangat terpuji, dan Dia ditakuti oleh semua ilah. Sebab semua ilah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi YAHWEH-lah yang telah menjadikan langit. (1 Tawarikh 16:25-26, KS-ILT)

Imam Kosh Dahal dikunjungi seorang Penginjil secara terus-menerus, merasa cape dengan kunjungan Penginjil ini ia memberi tantangan serius kepada si Penginjil, jika Yeshua tidak bisa membuktikan kuasa-Nya pada imam Hindu ini maka Penginjil akan dilaporkan ke polisi Nepal. Kesaksian ini saya ambil dari video kesaksian pribadi Kosh Dahal di bawah. Selamat membaca dan diberkati. Adonai Yeshua memberkati!

”Saya ingin membuktikan bahwa Kristen adalah agama palsu. Yesus Kristus tidak dapat melakukan apa-apa.” Kosh mengawali kesaksiannya, dan melanjutkan, ”saya Pastor Kosh dari Nepal. Aku punya istri Shobha dan tiga anak. Mereka di Nepal. Ayah saya adalah seorang pendeta Hindu. Kami dari latar belakang keluarga imam Hindu. Semua saudara-saudari berasal dari keluarga imam Hindu. Mereka pemeluk Hindu yang kuat. Saya sebelumnya juga adalah seorang iman Hindu

[Imam yang setia, 330 juta dewa tidak bisa memuaskan jiwanya] Pada suatu hari ia merenungkan hidupnya sendiri, bertanya: ”Mengapa saya tidak memiliki damai dalam hatiku?” Meskipun saya telah melayani banyak dewa-dewi, saya memiliki 330 juta dewa-dewi, menyembah mereka, berdoa untuk mereka, selama bertahun-tahun, katakanlah tiga puluh tahun, namun mereka tidak menjawab doa-doaku, tidak menanggapi penyembahanku. Saya bertanya-tanya: mengapa? Mengapa saya ada di bumi? Apa tujuan utamaku hadir di bumi? Apa yang akan terjadi setelah saya meninggal dunia?

“Karena didalam agama Hindu berkata bahwa setelah kita mati kita harus melewati inkarnasi sebanyak 840.000 kali. Saya perlu mengalami inkarnasi (puturan kelahiran-kematian) menjadi rupa seperti serangga, sapi, ayam, anjing. Ada begitu banyak hal yang saya perlu lakukan untuk mengubah keberadaanku. Saya menjadi kecewa.  [Alkitab menyatakan manusia mati hanya satu kali, setelah itu kita akan hidup kekal di Sorga dan yang tidak percaya kepada Firman-Nya hidup kekal di Neraka]

Kosh selain seorang imam Hindu ia juga pengusaha dari beberapa klinik untuk binatang di Kathmandu. Pada suatu hari seorang Kristen datang ke kliniknya dan membagikan berita Injil.

”Ia membagikan berita Injil kepada saya selama ber-hari-hari. Dan dia benar-benar mengganggu saya. Saya tidak ingin menerima Yeshua Ha Mashiah, namun ia terus menerus datang ke klinik hewan saya dan selalu memberitakan Injil.

Saya menolak karena saya berasal dari keluarga kasta tertinggi. Saya tidak ingin masuk gereja dan bercampur dengan orang-orang berkasta rendah.

Selain itu, saya sudah memiliki 330 juta dewa-dewi. Apa yang saya bisa lakukan dengan satu Elohim (God)? Apa yang satu Elohim ini bisa lakukan bagiku? 330 juta juta (dewa-dewi) tidak bisa berbuat apa-apa, apalagi hanya satu, tidak ada harapan.

Jadi saya katakan kepada dia, “Tidak mungkin! Saya tidak percaya itu. Kristianitimu adalah agama palsu, dan saya tidak ingin percaya itu semua. Namun dia terus-menerus datang. Saya mencari sebuah ide, bagaimana saya bisa menghentikan orang yang terus-menerus datang kepadaku untuk mengabarkan Injil?”

[Mengadakan tantangan pembuktian ketuhanan Yeshua selama 30 hari] Kosh menemukan ide, biasanya ia menolak tamu ini datang sekarang ia sengaja mengundang pria kristen ini datang. Perjanjian tantangan dibuat.

“Anda adalah orang yang mengatakan kepada saya ‘Yesus adalah Elohim, benarkan?” Kosh membuka forum tantangannya

“Ya,” pria Kristen ini menjawab

“Anda adalah orang mengatakan kepadaku selama beberapa hari dan bulan bahwa Yeshua dapat menyelamatkanmu, dapat berbicara kepadamu, tinggal bersamamu, dapat menjamahmu, dapat mengubah (hidup)mu, dapat melakukan semuanya. Selain Dia tidak ada orang yang bisa melakukan semua hal itu. Kamu telah mengatakan demikian, benar atau tidak?

”Kamu katakan Yeshua adalah Elohim yang penuh kasih dan Elohim yang hidup. Dan elohim (ilah-ilah) lainnya adalah berhala, dan mereka tidak dapat melakukan apa-apa. Apakah kamu mengatakan hal-hal itu? Saya marah kepada mu. Saya ingin membuktikan bahwa Kristianiti adalah agama palsu! Yeshua Ha Mashiah tidak dapat melakukan apa-apa, saya akan membuktikan itu!”

“Tidak, tidak, kamu tidak dapat membuktikan.” si penginjil berkata

“Saya akan membuktikannya!”

“Bagaimana?” tanya tamunya

”Baiklah, kamu berkata, ‘Yeshua Ha Mashiah adalah Elohim yang hidup dan mengasihi, Dia akan datang kepadaku dan Dia mengubahku dan menjamahku, benar begitu?”

“Benar.” tamunya mengiakan

“Baiklah, saya akan meminta kepada Yeshuamu, 10 menit di pagi hari, dan 10 menit di malam hari secara setia dan jujur. Saya akan bertanya kepada Dia, jika Dia adalah Elohim yang nyata. Datanglah, sentuhlah saya dan ubahlah saya dalam waktu 30 hari. Jika tidak terjadi dalam 30 hari itu, maka saya akan membuktikan untuk pertama kalinya di dunia bahwa agama Kristen sungguh palsu.”

“Setuju, kamu dapat melakukan itu.” tamunya setuju

“Jika Yeshua Ha Mashiah tidak membuktikan diri sebagai Elohim, Elohim yang mengasihi dan Elohim yang hidup, dan tidak menyentuhku dan mengubahku, dalam waktu satu bulan kamu tahu apa yang akan saya lakukan? – saya akan membuat keluhan formal terhadap kamu di kantor polisi dan polisi akan menangkapmu. Apakah kamu setuju dengan itu?”

“Setuju!” jawab penginjil tersebut, membuat Kosh terperanjat dengan keyakinan iman dan keberanian tamunya

“Namun dalam waktu satu bulan tersebut, jika kuasa Yesus Kristus datang dan menyentuh saya dan merubah hidupku maka saya akan hidup bagi Dia, meninggalkan rumahku, menjual semua milikku. menjual bisnisku. Saya akan mengorbankan semua yang saya miliki,” Kosh berjanji, ia menambahkan,

“Saya akan mengorbankan segala sesuatu yang saya miliki. Namun jika tidak terjadi, kamu akan berada dalam kesulitan. Jadi saya minta jangan mengajari saya selama satu bulan ini, Saya akan mencoba untuk menemukan Yeshua. saya akan datang pada anda dan saya akan menuntut anda jika Yeshua Ha Mashiah tidak menjamahku dan mengubahku.”

[Masa 30 hari pembuktian ketuhanan Yeshua] Saya mulai melakukan itu, dengan penuh keyakinan. Saya benar-benar ingin menemukan. Saya ingin benar-benar membuktikan bahwa Yeshua Ha Mashiah ini adalah palsu.

Dan apa yang saya lakukan, saya mulai bertanya di pagi hari, dengan satu hati, satu pikiran, satu keinginan: ‘Yeshua, siapa Kamu? Jika Engkau adalah Elohim, mari jamahlah aku dan ubahlah aku. Jika tidak, maka Engkau bukan Elohim.’

Minggu pertama, tidak ada yang terjadi. Minggu kedua, tidak ada yang terjadi. minggu ketiga juga, tidak terjadi apa-apa.

“Yeshua waktu hanya tinggal satu minggu,” saya berkata Dan apa yang terjadi, hari pertama di minggu terakhir itu, sesuatu terjadi pada saya. Waktu itu di Kathmandu sedang musim salju, saat yang dingin, dan saya sedang membungkus diriku dengan selimut, selimut itu sangat tipis, meskipun saya merasa dingin, saya tetap memohon permintaan yang sama. Pagi itu tiba-tiba, ada terasa semacam arus listrik masuk ke dalam tubuhku, awalnya tidak kuat, namun segera menguat, bergerak cepat sekali dalam tubuhku. Saya terkejut, tubuhku mulai gemetar, dengan rasa takut saya bertanya-tanya, “Siapakah ini? Apa yang terjadi padaku?

Selama satu menit jamahan Elohim itu terjadi, ia merasakan sesuatu yang baru tinggal di dalam dirinya dan memberinya kedamaian, Kosh mengingat.

“Saya telah menyembah selama bertahun-tahun kepada 330 juta dewa-dewi tidak pernah terjadi seperti ini meskipun saya menyembah mereka dengan rajin. Namun hari itu saya percaya sekali bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah benar-benar Elohim yang memiliki kekuatan yang besar. Dia datang, Dia menyamah dan merubah saya. Dia membebaskan saya, Dia menyadarkan saya. Saat itu saya menangis dan menyadari dan berkata: “Oh, Yeshua Ha Mashiah, Engkau adalah nyata.”

Isterinya, Shobha juga telah disembuhkan oleh Yeshua dan percaya Yeshua. Kosh menepati semua janjinya, dan pergi ke Filipin untuk belajar Alkitab. Keduanya sekarang memberitakan Injil dan membangun gereja-gereja di Nepal dan melatih calon-calon misionari di negara-negara Asean untuk menjangkau bangsa Nepal.

Jika anda tertarik untuk berhubungan dengan pendeta Kosh hubungi emailnya: koshnet@yahoo.com

Baca lebih lanjut

Imam dan Pengkotbah Muslim bangkit dari kematian setelah di-Injili oleh Yeshua Ha Mashiah

Jawab Yeshua: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”  (Yohanes 11:25-26)

Upacara memandikan jenazah Muslim

Ibadah memandikan jenazah – illustrasi

Diterjemahkan dari laporan Bibles for Mideast: Dead Imam comes alive during burial preparations; a year and a half later, he heads up a newborn church!

Catatan dari penterjemah Indonesia: “Editor” pada tanda kurung adalah editor Bibles4Medeast. Kurung siku dari penterjemah. ”Munaf Ali” bukanlah nama asli sebagaiman Editor Inggris telah menyatakannya; itu dilakukan demi keamanan jiwa bekas imam itu sendiri. Bibles for Mideast bukanlah sebuah denominasi gereja, hanyalah sebuah gerakan misionari yang bekerja tanpa lelah untuk memberitakan Injil kepada para Muslim dan suku-suku yang belum pernah mendengar Injil, serta mendistribusikan Alkitab-alkitab secara gratis. Mereka memfollow-up jiwa-jiwa baru melalui gereja-gereja rumah dibawah bendera Gereja ALG (Assembly of Loving God).

[Pembela Islam yang setia dan yakin akan imannya, iblis-iblis merebut jiwanya]

Munaf Ali, 46, telah melayani dengan setia sebagai imam dan pengkotbah pada masjid Timur Tengahnya selama bertahun-tahun. Pada suatu hari yang telah ditentukan di bulan Maret tahun 2016, Pastor Paulus dan tim Injil dari (organisasi) Alkitab-alkitab untuk Mideast (the Bibles For Mideast) memutuskan untuk bertamu mengunjungi imam Muslim ini. Saat mereka mengobrol, topik Yeshua dan Alkitab muncul secara alami. Imam dengan tegas menyangkal keilahian Yeshua Ha Mashiah dan kredibilitas Kitab Suci orang Kristen. Dan dengan marah ia menolak tawaran pendeta Paulus memberi kitab Injil dan berlanjut mengutuki para misionaris tersebut.

Ia kemudian merumuskan rencana penyerangan. Mengumpulkan sebuah massa para fanatik, ia sendiri memimpin mereka dalam upaya penyerangan atas tim penginjilan ini. Dengan teriakan-teriakan ”Allahu Akbar” (bahasa Arab untuk ‘Allah Lebih besar’ – Editor), mereka tiba di suatu tempat yang mereka telah dengar kelompok [penginjil] tersebut mengadakan pertemuan. Untungnya, oleh tuntunan Elohim, tim (penginjil) tersebut memutuskan untuk mengadakan pertemuan mereka di tempat lain.

Beberapa hari kemudian, imam ini sejak berjalan pulang ke rumahnya setelah Sembayang Jumat di Mesjidnya. Tiba-tiba ia dikuasai oleh perasaan pusing, ia jatuh ke tanah. Ketika ia dalam keadaan koma, ia menyaksikan para iblis berdatangan segera ke arah dirinya, ia berkat, untuk mengambil jiwanya.

”Pergi kamu hai para iblis yang dikutuki Allah!” Ia berteriak pada mereka sekeras ia bisa lakukan. ”Kamu tidak punyak hak untuk mengambil jiwaku!” ia mengklaim

”Tidak!” mereka menjawab [menolak usiran imam Muslim ini], ”Itu adalah hak kami untuk mengambil kehidupanmu! Imam ini bercerita bahwa mereka kemudian secara paksa mengambil jiwanya.

[Para iblis lahir dari hadirat Yeshua; Yeshua memberi tahu siap Diri-Nya kepada imam ini dan memberinya kehidupan kembali]

Ketika para roh jahat ini berbalik untuk meninggalkan tempat, Yeshua tiba-tiba menampakan diri diapit oleh para malaikat, Munaf bercerita. Iblis-iblis tersebut melarikan diri dengan rasa ketakutan.

”Dengarkan, putra-Ku” Yeshua berkata kepada Munaf. “Adam Pertama telah tidak taat kepada Elohim dan berdosa menentang Dia di bawah tekanan Setan. Gerbang-gerbang Sorga telah tertutup karena dosanya.

”Aku adalah Adam Kedua, Firman Elohim dan Meshiah Yeshua, Putra dari Yang Mahatinggi. Aku telah lahir dari Maria gadis perawan, sebagai Putra Manusia yang tidak berdosa untuk menebus Adam Pertama dan semua keturunannya -termasuk kamu- dari dosa dan kematian. Aku telah tersalib dan mati sebagai tebusan untuk semua dosa-dosamu, untuk memjadikan kamu anak Elohim dan warga-negara Sorga.”

”Aku telah bangkit dari kematian dan membuka gerbang-gerbang Sorga untuk membawamu kepada kemulian kekal. Milikilah iman dalam Ku dan menjadi saksi Ku. Aku memberi kehidupanmu kembali kepadamu, sebab Aku memiliki otoristas untuk memberi kehidupan.

Ketika Munaf membuka matanya, ia sadar bahwa putra-putranya dan para keluarga dekat lainnya telah meletakkan tubuhnya pada sebuah meja, mempersiapkan untuk menyuci dan membungkus tubuhnya untuk penguburan. Sebuah kumpulan besar telah hadir untuk ibadah pemandian dan pembungkusan sebuah sesuai aturan Islam sebelum penguburan.

Semua yang hadir sungguh terkejut ketika ia tiba-tiba terbangun dari meja pemandian tersebut. Ia mencoba menerangkan kepada mereka apa yang ia baru saja alami. Ia telah ada mati, ia berkata, dan para roh jahat telah melakukan yang terbaik mereka bisa untuk mengambil nyawanya, Tetapi Meshiah Yeshua datang dan memberi dia kehidupannya balik lagi!

Banyak dari mereka yang mendengarkan [kesaksian Munaf] berpikir bahwa dia telah kehilangan kesadarannya. Sungguh ia telah terbentur batu pada kepalanya ketika ia terjatuh. Yang lainnya menduga entah roh-roh jahat sekarang menguasai dirinya.

Pada hari-hari berikutnya setelah kejadian tersebut, Munaf berbicara tentang Yeshua kepada keluarganya dan kepada siapa saja yang mengunjungi dirinya. Anggota-anggota keluarganya percaya apa yang ia katakan, dan mereka menerima Yeshua sebagai Juruselamat dan Tuhan mereka. Namun masyarakat memaksa bahwa ia memerlukan pertolongan ahli jiwa, dan mengusir dia dari mesjid dimana ia bertugas.

Kemudian aniaya melawan dia dan keluarganya semakin bertambah, mereka dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka dan negara mereka.

Namun Elohim memakai Munaf. Munaf telah menjadi seorang penginjil yang sangat luar biasa bekerja bersama organisasi Bibles for Mideast, telah memenangkan banyak jiwa bagi Adonai. Dua dari putranya sekarang belajar Firman Elohim. Minggu lalu, sebuah gereja Rumah ALG telah lahir di bawah kepemimpinannya, mengadakan ibadah mingguan pertama kalinya.

Berdoalah untuk Munaf Ali, keluarganya, dan gereja baru tersebut; meminta Adonai kita tetap melindungi, memimpin dan melengkapi kebutuhan bagi mereka sebagaimana mereka bekerja bagi kelanjutan Kerajaan Elohim di wilayah-wilayah rawan untuk Injil. (www.Bibles4Mideast.com, 9 Oktober 2017)

Baca lebih lanjut

  • Kalender

    • Oktober 2018
      M S S R K J S
      « Jul    
       123456
      78910111213
      14151617181920
      21222324252627
      28293031  
  • Cari