RRCina: Orang-orang Kristen mengabaikan larangan pemerintah atas aktivitas Sekolah Minggu

Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. … Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” (Markus 4:3,8)

Murid-murid Kristen Cina di Kamp Musim Panas

Remaja Kristen Cina di Kamp Musim Panas

Republik Rakyat Cina. Orang-orang Kristen di kota Wenzhou (profinsi Zhejiang) mengabaikan larangan resmi kelas-kelas Sekolah Minggu — dan telah bersumpah untuk terus mengajar anak-anak mereka tentang Yeshua sampai orang percaya melebihi jumlah orang komunis di negara tersebut.

Menurut laporan baru dari Reuters, Gereja-gereja di Wenzhou — dikenal sebagai “Yerusalemnya Cina” karena komunitas Kristen yang cukup besar — mulai mengajar anak-anak di rumah pribadi atau di tempat lain setelah pihak berwenang melarang aktivitas Sekolah Minggu awal tahun ini.

“Iman prioritas pertama, pendidikan sekolah hal yang kedua,” seorang ibu dengan nama keluarga Chen berkata. “Anak-anak harus menghadiri kelas-kelas Alkitab sebab sekolah-sekolah pemerintah gagal menyediakan tuntunan moral yang cukup dan kerohanian.

“Obat-obatan, porno, perjudian dan kekerasan adalah masalah serius di antara remaja masa kini dan game-game video sangat menggoda,” ibu ini bercerita kepada Reuters. “Kami tidak bisa bersama dengan putra kami sepanjang waktu, jadi hanya melalui iman kita dapat membuat dia mengerti (yang tepat untuk dilakukan).” Ibu ini menambahkan, “pastilah akan ada lebih banyak orang Kristen beriman pada generasi berikutnya. Kemampuan untuk iman Kristen untuk ada diwariskan dan diteruskan sedang bertumbuh pesat.”

Selain melarang Sekolah-sekolah Minggu di beberapa kabupaten Wenzhou, anak-anak di daerah lain dilarang mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan iman, termasuk kamp-kamp Musim Panas. Saat itu, pihak berwenang memberi alasan “udara panas” kemungkinan menimbulkan bahaya kesehatan.

Reuters memperhatikan bahwa sementara hukum negara Cina secra resmi megijinkan kebebasan beragama untuk semua orang, termasuk anak-anak, peraturan perlindungan anak di bawah umur dan pendidikan juga mengatakan agama tidak dapat digunakan untuk “memaksa” anak-anak untuk percaya.

Pada bulan September, pemerintah merilis peraturan baru yang memperluas pengaruh negara dalam pengawasan pendidikan agama di seluruh negara. Para pejabat Cina sebelumnya memperingatkan orang tua Kristen bahwa jika mereka tetap membawa anak-anak mereka ke Gereja-gereja yang tidak disetujui oleh pemerintah, keturunan mereka akan dilarang dari menghadiri kuliah atau melayani di militer, dan akan menghadapi tindakan hukum.

Gereja-gereja Protestan yang dibawah kontrol pemerintah Cina dikenal sebagai Gerakan Patriotik Tiga-Mandiri [3-M](the Three-Self Patriotic Movement) secara khusus melarang para anggotanya “mencuci otak” para remaja dengan kepercayaan agama dan melarang membawa anak-anak ke aktivitas keagamaan.

“Pemerintah sedang mencoba mengkontrol ideologi,” seorang Kristen bernama keluarga Zhang bercerita kepada seorang karyawan pengawas penganiayaan China Aid. “Selama periode (presiden) Jiang Zemin dan Hu Jintao, pemerintah ada toleran terhadap kotbah dan pekerjaan pemberitaan Injil. Setelah Xi Jinping memasuki kekuasaan, cengkraman pemerintah atas agama semakin kuat.”

Pada tahun 2014, pemerintah meluncurkan sebuah kampanye di Wenzhou untuk menghancurkan Gereja-gereja “ilegal” dan meruntuhkan tiang-tiang salib. Selama kampanye “keindahan” itu, tiang-tiang salib sebanyak 360 buah disingkirkan (dengan paksa) dari tempat-tempat ibadah.

Jemaat Wenzhou protes menentang aksi anti-Salib pemerintah RRC

Jemaat protes anti-Salib pemerintah RRC

Ratusan orang Kristen, termasuk pendeta, pengacara dan aktivis, telah ditangkap karena berbicara melawan penganiayaan yang terus-menerus, dan banyak dari mereka masih ditahan. Para pengacara HAM (hak asasi manusia) yang memberikan bantuan hukum kepada jemaat di Cina telah menjadi korban atas kebrutalan polisi dan dipaksa mengaku di depan siaran TV pemerintah bahwa mereka telah mengganggu keamanan, dan mengancam keamanan negara.

Walaupun adanya larangan-larangan tersebut, diperkiran ada sekitar 30 juta Kristen di Cina, sementara sumber independen memperkirakan jumlah sekitar 60 juta, mayoritas mereka adalah orang-orang Protestan. [Ini hanya jumlah jemaat dari Gereja 3-M, jika ditambah dengan jemaat “Gereja bawah tanah” jumlah pasti lebih dari 200 juta, sebab tahun 2014 saja itu telah mencapai 163 juta orang Kristen laporan menulis, baca: How many Christians in China?]

Sarah Cook, seorang penganalisa dari Freedom House dan kelompok penasehat yang berbasis di New York (AS) berkata kepada Reuters, bahwa Partai Komunis Cina hanya dapat mengontrol sejauh pendidikan iman, “Akanlah selalu ada berlangsung dimana anak-anak di rumah yang cerita-cerita sebelum tidur mereka adalah berasal dari cerita Alkitab.”

Sumber terjemahan: Christians in China Ignore Sunday School Ban: Vow to Teach Children About Jesus Anyway by Leah Marieann Klett (Dec 27, 2017), Gospelherald.com
Baca lebih lanjut

Iklan

“Hari-hari Penguasaan Ismael di Tanah Israel sedang berakhir!,” Rabbi Baba Baruch memproklamasikan

Dan Isamael, anaknya berusia tiga belas tahun pada saat kulit khatannya dipotong (Kejadian 17:26)

Baca lebih lanjut

Alkitab semakin lebih dapat dipercaya di Akhir Zaman ini

Elohim bukanlah manusia sehingga Dia berdusta; juga bukan seorang anak manusia sehingga Dia menyesal! Apakah setelah Dia berfirman dan Dia tidak melakukannya; dan setelah Dia berbicara maka Dia tidak menegakkannya? – Bilangan 23:19

Ayat Alkitab Mazmur 12 ayat 6Ahli Alkitab DR. Josh McDowell berkata penelitian dan arkiologi modern secara stabil mengecilkan daftar dugaan kontradiksi dan perbedaan yang memicu para peragu Alkitab selama berabad-abad.
“Arkiologi kemungkinan telah menyapu bersih lebih dari separuh semua yang sebelumnya nampak ada dugaan perbedaan-perbedaan dalan Kitab Suci,” MrDowell berkata.
Ia memberi dua contoh:
Setiap satu referensi dalam Kitab Para Rasul telah terbukti benar melalui arkiologi
17 referensi sejarah pada Lukas pasal 3 sekarang semuanya telah diconfirmasi oleh penemuan Arkiologi
”Anda tidak bisa dapatkan lebih baik bukti, secara histori, daripada apa yang kita miliki di dalam Kitab Suci,” MrDowell berkata dengan yakin.

Berita lebih lengkap lihat video wawancara CBN ini: Josh McDowell: Apparent Contradictions, Discrepancies Disappearing

Lihat juga: PROPHECIES JESUS FULFILLED by Josh McDowell

Buku-buku DR. Josh McDowell yang terakhir adalah:

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Ketahui hal ini Sebelum Anda melakukan pembunuhan (termasuk bunuh diri) atas NAMA Agama

Rumah orang fasik akan diruntuhkan, tetapi kemah orang jujur akan menjadi subur. Ada jalan yang tampaknya lurus dihadapan seseorang, tetapi ujungnya adalah jalan kematian. (Amsal 14:11-12, ILT)

Besar kemungkinan Anda telah diajar oleh guru agama Anda bahwa membunuh orang-orang yang tidak percaya agama Anda, terlebih jika Anda turut meninggal dalam misi tersebut maka Anda pasti masuk ke Sorga dan mendapat upah yang besar dari Allah, dan dijanjikan kepada Anda status seorang Martir bahkan Santo dan Santa (Orang Kudus). Ketahui beberapa fakta di bawah ini sebelum Anda melakukan tugas bunuh diri tersebut. Bacalah tulisan ini dan mengertilah sebelum Anda melalukan tugas tersebut. Penyesalan sebesar apapun setelah kematian hanyalah penyesalan kekal yang Anda sendiri tidak bisa mengampuni diri Anda sendiri. Elohim memberkati Anda.

Baca lebih lanjut

  • Kalender

    • Juni 2018
      M S S R K J S
      « Apr    
       12
      3456789
      10111213141516
      17181920212223
      24252627282930
  • Cari