Hukum Baru RRC: Penganiayaan Terhadap Kristen Terburuk Sejak Budaya Revolusi Mao

Yeshua Ha Mashiah: Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)

Gedung Gereja dihancurkan di Cina“Tanggal 1 Oktober 2019 menandai peringatan tahunan kebrutalan ke-70 tahun Komunis merebut Cina.” Reggie, Pekerja WND.com menulis. Laporan terbaru dan langsung tentang kehidupan Gereja dari seorang pengacara hukum Kristen yang pernah kerja di Pemerintah Komunis Republik Rakyat Cina (RRC). Artikel ini saya terjemahkan selengkap aslinya: China’s new law: Christian persecution worst since Mao’s Cultural Revolution. WND.com adalah situs Kristen Amerika Serikat yang terkenal setia membela nilai-nilai moral dan ajaran Yudeo-Kristianiti. Kalima dalam [kurung siku berasal dari saya]. YBU dan berdoalah bagi Gereja-gereja di RRC.

Jumat malam, [Reggie berkata] saya menerima sebuah panggilan telepon yang sedih, memohon saya untuk menulis tentang keadaan Gereja Kristen di Cina. Penelepon (yang nama atau lokasi saya tidak dapat membocorkan demi perlindungannya) adalah seorang pengacara di Cina yang telah bekerja di dalam sistem pengadilan Cina. Ketika wanita ini menjadi seorang Kristen, bagaimanapun, ia menyadari bahwa ia tidak bisa mengkompromikan imannya dan bergabung dengan Partai Komunis resmi yang atheis, sebagaimana semua hakim diharapkan untuk melakukannya di Cina.

Dia menjelaskan bahwa tiga buah gereja-rumah besar di kotanya menghadapi penganiayaan di Provinsi Guangdong (Kanton). Yang satu dipaksa untuk mendaftar pada pemerintah Cina dan menerima risiko berat pengawasan. Dua lainnya, yang menolak untuk mendaftar, tidak lagi diizinkan berkumpul bersama untuk beribadah. Mereka telah dibubarkan. Dia memohon kepada saya untuk menulis tentang penganiayaan gereja-rumah Kristen di Cina, khususnya di Guangdong.

Sewaktu saya mendengarkan kisah yang berapi-api dan menyedihkan ini, saya memikirkan tentang orang Kristen di dalam katakombe-katakombe [goa-goa di bawah tanah] di Roma kuno. Orang Kristen di Cina sedang didorong ke dalam katakombe-katakombe. Kediktatoran Cina ingin menganiaya mereka dalam kegelapan [dengan sembunyi-sembunyi]. Terima kasih kepada wanita pemberani yang menelepon saya Jumat malam, kita menyiarkan cahaya pada kebenaran yang jelek dari apa yang terjadi pada orang beriman di Cina.

Ilusi bahwa pemerintah Cina adalah teman baik hati kita perlu ada dipatahkan. Partai Komunis Cina ini adalah sebuah rezim yang brutal dan totaliter. Diplomasi perdamaian telah gagal. Semua pemerintah yang berhati nurani perlu berdiri kuat melawan kekejaman hak asasi manusia yang mengerikan dari rezim yang merusak ini.

Saya berjanji untuk mempublikasikan pernyataan wanita ini, dengan kata-katanya sendiri:

Reggie, tolong katakan kepada dunia tentang penderitaan mengerikan orang-orang Kristen di Cina. Telah ada revisi yang keras terhadap peraturan-peraturan tentang beragama di Cina, dan pemerintah Cina telah memperketat kontrol-kontrolnya di semua agama, termasuk umat Kristen.

Orang-orang asing melihat Shanghai dan terkesan dengan kekayaan dan penampakan modernitas dari Cina. Tapi mereka tidak melihat kekejaman mengerikan yang dilakukan di “kamp-kamp cuci otak” di Xinjiang, di kalangan para Muslim Uyghur. Dan mereka juga tidak melihat bagaimana orang Kristen dianiaya.

Sebagai seorang pengacara di Cina, saya bekerja erat dalam sistem pengadilan. Sistem pengadilan Cina bukanlah sebuah cabang independennya pemerintah, seperti sistem pengadilan Amerika. Tidak ada pemisahan kekuasaan di Cina. Pengadilan Cina dikendalikan oleh pemerintah. Mereka dirancang untuk melaksanakan kebijakan nasional, bukan keadilan.

Di pengadilan-pengadilan, saya diberitahu bahwa Kristianiti adalah “candu/opium rakyat,” dirancang untuk mencemari pikiran Cina dan menggulingkan pemerintah Komunis. Pemerintah Cina dan sistem pengadilan menganggap Kristianiti sebagai ancaman, musuh, karena Komunisme adalah ateis, dan mereka percaya bahwa Kristianiti akan membuat negara tidak stabil. Mereka ingin Kristianiti tetap kecil.

Hal ini berlaku untuk semua agama. PKC juga sangat menganiaya penganut Buddha Tibet, para Muslim Uighur dan fpara praktisi Falun Gong. Siapapun yang menyembah suatu makhluk ilahi adalah musuh dari Partai Komunis Cina.

Ketika PKC menangkap seorang pendeta, tuduhan pidananya adalah bahwa ia adalah seorang “pengkhianat” yang “mengancam keamanan nasional.” Para Pendeta ini tidak memiliki hak untuk mendapat perwakilan hukum. Jika mereka memiliki seseorang yang cukup berani untuk menjadi pengacara mereka, pendeta dapat dipukuli sebelum melihat pengacara tersebut. Dan pengacara mereka dapat dipukuli juga.

Bacalah juga:

Meskipun beberapa adalah orang-orang Kristen sungguhan, banyak pejabat pendeta, dari gereja yang terdaftar adalah bukan orang beriman. Mereka adalah para pekerja pemerintah, dibayar oleh pemerintah. Ini adalah salah satu alasan mengapa banyak orang Kristen memilih untuk tidak pergi ke Tiga-Mandiri (the Three-Self), [yakni] Gereja-gereja yang resmi terdaftar.

“Tiga-Mandiri” adalah cara khas Cina singkatan dari “mandiri-memerintah (self-governance),” “mandiri-dukungan (self-support),” “mandiri-penyebaran (self-propagation).” Sebagai contoh, orang-orang Katolik di Cina tidak diijinkan menerima kepemimpinan Paus. Gereja-gereja Cina tidak boleh memiliki hubungan-hubungan dengan gereja-gereja diluar Cina. Mereka tidak boleh menerima bantuan, pengajaran atau kepemimpinan dari luar.

Ada dua perubahan besar dalam hukum mengenai praktek keagamaan di Cina.

Pertama, hukum baru sangat memperluas departemen-departemen pemerintah yang dapat menganiaya orang beriman yang beragama. Di bawah hukum sebelumnya, hanya Biro Urusan Keagamaan yang boleh menegakkan larangan agama. Di bawah hukum yang baru, setiap lapisan pemerintahan dapat mengatur  keagamaan. Fakta bahwa ada begitu banyak pejabat yang menindak gereja yang tidak terdaftar menempatkan tekanan luar biasa pada anggota gereja tersebut. Sebagai bagian dari tindakan keras Presiden Xi, umat Kristen Cina menghadapi penganiayaan yang terbanyak sejak revolusi kebudayaan pada tahun 1960-an.

Saya tahu sebuah kejadian di mana beberapa misionaris Kristen Cina pergi ke sebuah konferensi Kristen. Ini adalah November 2018, di Thailand. Para pengintai Komunis Cina juga pergi ke konferensi ini dan secara rahasia mencatat para hadirin. Banyak misionaris ditahan setelah mereka kembali ke Cina.

Teman-teman saya sedang menonton sebuah film dokumenter mengenai Lapangan Tiananmen di ruang tamu mereka sendiri di Shenzhen, sebuah kota di Provinsi Guangdong. Mereka ditangkap dan tetap berada di bawah pengawasan.

Kedua, hukum baru membuat pertemuan-pertemuan informal jelas ilegal. Gereja tidak memiliki kebebasan berkumpul. Jika sekelompok orang percaya berkumpul untuk berdoa, dan mereka tidak terdaftar, hukum baru membuat pertemuan ini dilarang keras. Sebelumnya, pertemuan-pertemuan sejenis itu sangat tidak dianjurkan, tetapi tidak secara teknis ilegal.

Di bawah hukum baru ini, gereja rumah di daerah saya telah dipaksa untuk membuat pilihan yang mustahil. Entah mereka harus membubarkan, jika mereka menolak untuk mendaftar; atau, mereka harus mendaftar dengan pemerintah. Mereka yang mendaftar prihatin tentang pengawasan dari gereja dan anggotanya. Selain itu, khotbah dan ajaran mereka akan dipantau. Orang percaya juga khawatir bahwa persepuluhan dan persembahan Gereja dapat disita oleh pemerintah, dan bahwa garis tanah mereka dapat dipantau oleh Cina setara dengan CIA [Central Intelligence Agency; Badan Pusat Intelegennya Amerika Serikat]

Menjadi anggota gereja-rumah di Cina berbahaya. Sebagian besar anggota Gereja bawah tanah di daerah saya [orang-orang yang] masih muda. Hari ini, saya tidaklah memiliki kebebasan untuk menjadi seorang Kristen di Cina; seandainya saya memimpin pertemuan doa wanita di ruang tamu saya sendiri, saya akanlah ditangkap dan menghadapi tuntutan pidana serta denda yang berat. Aku bisa dipenjara, disiksa dan terbunuh sebelum persidangan. Jika saya berhasil sampai ke pengadilan, persidangan tidaklah akan adil, karena tujuan dari sistem pengadilan adalah untuk memajukan kebijakan nasional, seperti misalnya, untuk mencegah Kristianiti menyebar.

Di daerah terpencil, preman-preman pemerintah mengambil gambar-gambar keagamaan dan menggantinya dengan gambar-gambar [Presiden] Xi Jinping. Partai Komunis Cina tidak ingin Anda percaya kepada Elohim, tetapi kepada Partai tersebut. Xi Jinping adalah seperti Ketua Mao, memusatkan kekuasaan ke dalam tangannya sendiri. Dia telah mengubah Konstitusi Cina untuk menghapus batas-batas masa jabatan. Dia akan menjadi diktator seumur hidup!

Beberapa gereja bawah tanah yang berani terus bertemu secara rahasia. Mereka harus menyanyikan nyanyian pujian mereka dengan sangat perlahan terdengar untuk menghindari deteksi. Banyak gereja, pernah ditemukan, ditendang keluar oleh pemilik tanah dan harus pindah dari satu tempat ke tempat lain setiap minggu.

Pemerintah Cina tidak suka para penginjil. Aku tahu seorang pengkhotbah keliling yang menghilang pada tahun 2004-5.

Kesepakatan Cina-Vatikan telah menjadi hal yang mengerikan bagi umat Katolik Cina. Mungkin Vatikan tidak tahu bagaimana orang-orang Katolik telah dipenjara dan disiksa karena iman mereka. Pemerintah Cina telah menjadi tidak manusiawi kepada umat beragama, termasuk para Katolik. [Banyak jemaat Katolik bahkan pendetanya tidak tahu apa yang pemimpin puncak mereka lakukan, bacalah Wahyu 17 dan 18]

 Reggie, tolong katakan kepada dunia tentang penderitaan orang-orang Kristen di Cina. Mereka tidak berkecil hati dan tidak takut. Bisakah Anda membantu kami? Bisakah Anda berdoa bagi kami?

Link-link sekaitan hukum-hukum barunya PKC mengendalikan agama

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Film seri Alkitab: Paul Apostle of Christ Paulus, Rasul Ha Mashiah

Film Paul Apostle of Christ Paulus Rasul Ha MashiahFilm yang baik ditonton untuk bisa mengerti peranan Lukas, penulis kitab Injil Lukas dan Kisah para Rasul, dalam kehidupan Rasul Paulus dan penyebaran surat-suratnya kepada Jemaat. Film ini berfokus pada saat Paulus dipenjara di kota Roma dan bagaimana ia meninggal dunia. Memberi gambaran bagaimana kondisi kehidupan orang Kristen, Yahudi dan bukan Yahudi di bawah pemerintahan Kaisar Nero (Oktober 54 – June 68 AD). Lukas membahayakan hidupnya sendiri melalui perjalanannya ke Roma mengunjungi Paulus – rasul yang terikat dengan rantai dan terpenjara di sel gelap bawah tanahnya Kaisar Nero yang terkenal sadis tersebut.  Rasul Paulus diperankan oleh James Faulkner dan dokter Lukas diperankan oleh Jim Caviezel. Lihat trailernya di bawah.

Film Paul the APOSTLE, diperankan oleh Johannes Brandrup, mengkisahkan bagaimana lahirnya Gereja Mula-mula dan aniaya yang ditimbulkan oleh Saulus, perjalanan iman Saulus menjadi Paulus dan pekerjaan kerasulannya, bisa dilihat lebih jelas di sini: Film RASUL PAULUS (PAUL THE APOSTLE)

Film Paul Apostle of Christ adalah hasil produksi dari studio AFFIRM Films, studio yang telah menghasilkan dua film Kristen lainnya: RISEN; saksi mata dari sebuah peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah manusia melalui mata orang bukan Kristen dan WAR ROOM; seorang janda yang merubah hidup pernikahan wanita muda melalui kamar doanya, dan kemudian gerakan ”kamar doa” ini menjalar ke gereja-gereja. Klik pada link untuk melihat tailer kedua film tersebut.

Film lainnya:

Baca lebih lanjut

Dua pria Kristen diadili di Algeria atas tuduhan istri meng-Injili

Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Adonai (Kolose 3:18)

Pihak famili dari isteri memaksa istrinya membuat surat keluhan, suaminya berkata

Rachid Ouali Ali Larchi, dari kiri ke kanan, Sadek Najib Pembela Hukum mereka

Rachid dan Ali (dari kiri ke kanan)

TIZI-OUzou, Algeria. Kedua orang Kristen ini menghadapi pengadilan setelah istri dari satu bapa tersebut menuduh mereka menganjukan dirinya meninggalkan Islam, suami dari isteri tersebut berkata.

Rachid Ouali dan teman prianya, Ali Larchi (67 tahun), telah menghadap hakim di Bouira, sekitar 100 kilometer dari timur laut Algeria (9 Oktober), setelah isteri Ouali menulis surat keluhan bulan Juli, menuduh keduanya membawa dia ke sebuah ibadah Gereja dan menganjurkan ia untuk meninggalkan Islam, Ouali bercerita kepada Morning Star News.

Dia dan Larchi menolak tuduhan-tuduhan tersebut, yang kemudian isteri Ouali berkata kepada suaminya bahwa ia melakukan itu dibawah tekanan dari sejumlah pihak familinya.

Penduduk Lekser, 30 kilometer timur laut dari Bouira, dimana Ouali dan isterinya saat itu sedang makan siang di rumah Larchi pada akhir Juni. Larchi dan isterinya dan kelima anak mereka adalah keluarga yang telah dikenal umum di wilayah tersebut sebagai keluarga Kristen yang biasa menerima tamu-tamu dari segala berbagai keyakinan. Profinsi Bouira ini memang telah ada sejumlah besar orang-orang Kristen dari latar belakang Islam.

Awal tuduhan. Sementara kedua keluarga ini menikmati makanan mereka, Ouali dan Larchi saling bercerita tentang kesetian Ha Mashiah dalam kehidupan mereka, Ouali bercerita. Menyebut nama Yeshua dan bereaksi dengan berkata ”Haleluyah!” adalah umum.

Ketika mendengarkan percakapan ini, isteri Ouali tiba-tiba melompat berdiri dan menjerit-jerit dengan marah kepada suaminya, “Kamu membawa saya ke sini untuk memurtadkan saya dan meninggalkan agama saya. Kamu membuat jebakan bagi saya,” Ouali bercerita kejadian silam tersebut. “Dia tidak berhenti meninggikan suaranya membuat dirinya sendiri di dengar orang luar,” suaminya menambahkan.

Isterinya meninggalkan rumah Larchi pergi ke rumah dari sanak familinya yang terdekat, dimana ia menceritakan kejadian tersebut kepada para keponakannya, termasuk dua saudara laki-lakinya yang adalah polisi, pihak family memaksa ia pergi ke Kantor Polisi untuk mengisi surat keluhan menentang suaminya dan temannya.

Pada tuduhan tersebut isterinya menyatakan bahwa suaminya dan Ali Larchi membawa ia ke ibadah Gereja dan mencoba mendorong ia untuk meninggalkan Islam dan menjadi seorang Kristen. Hukum Algeria pasal 03/2006, memaksakan seorang Muslim keluar dari Islam bisa mendapat hukuman dua sampai lima tahun perjara dan denda 500 ribu sampai 1 juta dinnar (4,3 – 8,7 dollar Amerika). Morning Star News menulis.

Kemudian hari isterinya mengakui kepada Ouali, suaminya, ”Saya tidak mau melakukan itu; itu adalah kedua saudara lelaki saya yang memaksa saya melakukan hal itu.” Sehari sebelum Selasa hari pengadilan, isterinya menepon suaminya dan berkata, ”Saya terjepit di antara sanak famili dan suami saya. Saya tidak tahu harus berbuat apa.”

Para pemimpin Kristen berkata hukum pasal 03/2006 tidaklah sah, mengutip kostitusi Algeria Artikel 42 dimana Negara menjamin kebebasan beragama, berpendapat dan beribadah.

Islam adalah negara agama di Algeria, dimana 99% penduduknya dari 40 juta Muslim. Namun sejak tahun 2000, ribuan Muslim Algeria telah menaruh iman mereka kepada Ha Mashiah. Pemerintah setempat memperkirakan jumlah Kristen ada sekitar 50 ribu orang, namun sumber lain berkata itu dapat ada dua kali lipat dari pernyataan pemerintah.

Baca lebih lanjut

The Roberto Vaca’s journey from Roman Catholicism to Yeshua Ha Mashiah

Roberto Vaca with His wife and kids

Roberto with his families (pic: Union Mission.org)

Roberto Vaca is a Mexican man. 90% of Mexico population is Roman Catholics that, he said “they need to know the true Yeshua dan they need know the Elohim of the Bible.” He asked us to pray for them. I got permission from Roberto to publish his testimony at my blog. Same editing has been done in this article, to make the story flows better and necessary.

[Introduction] Greetings from Union School of Theology in Wales. We are very thankful with you church for giving us the opportunity to be here.

Well my name is Roberto; l am married and have 2 children. l have been living in Wales for 6 years, now l am doing a BA in Theology in Union, which is a miracle because I had been praying for this opportunity since Elohim saved me, 17 years ago.

When I talk about how Elohim reached me I always remember these verses in 1 Corinthians 1:26-3O that say,

26 Brothers, think about your own calling. Not many of you were wise by human standards, not many were powerful, not many were of noble birth. 27 But God chose what is nonsense in the world to make the wise feel ashamed. God chose what is weak in the world to make the strong feel ashamed. 28 And God chose what is insignificant in the world, what is despised, what is nothing, in order to destroy what is something, 29 so that no one may boast in God’s presence. 30 It is because of God that you are in union with the Messiah Jesus, who for us has become wisdom from God, as well as our righteousness, sanctification, and redemption. (1 Corinthians 1:26-30, ISV)

I can see my life in these verses and I can see Elohim being patient, generous and merciful to me always.

[His background and how he got save] My father died when I was 11 so since that time my mother was just focused on bringing money to our house, she was not looking after us most of the time so since I was 11 I started to take my own decisions. Therefore, when Elohim met me it was a turning point in my life.

Well, since I stepped into the church I realized that there was something different, the atmosphere was different, and people were carrying Bibles, which was so different from the Catholic Church because Catholics just follow what the priest is saying and that’s it.

So, I liked the reformed church and I started to go and started to read my Bible. I realized that many of the traditions in the catholic church were against the Word of Elohim, such as idols, images, Mary as mediator, etc. While I was in the Catholic Church I never understood what the meaning of Jesus was at the cross, nor salvation by faith alone”

ln the reformed church Elohim opened my eyes I started to understand the true gospel. Elohim changed my entire life; I can divide my life as before Jesus and after Jesus. Elohim made amazing changes in my life, from the way I thought, to the change in my behavior.

All my family saw that big change in my life, my behavior was much better, and all my priorities changed completely. Because of that big change in my life, all my family started to go to the reformed church, which was an amazing miracle.

[Left the Mexico for Wales, United Kingdom] When I was 32, I got married in Mexico, I met my wife there, she is Welsh lady and we lived in Mexico for 2 years.

ln some places in Mexico we have difficult problems with security. There is a war between drug cartels and sometimes we can hear gunshots from our house. So, when my wife got pregnant, she started to be quite worried about this issue of insecurity and once she was robbed, which made it worse. She became very anxious and worried, she only wanted to come back to wales and I understood that.

So, we decided to come to Wales, and to be honest I didn’t want to come, despite all the insecurity issues I was very happy in Mexico, but in the end, we moved to Wales.

We moved to Wales 7 years ago and I can say that the first 5 years have been the most difficult and challenging time in my life. Because when I came here, I had to learn another language, which actually l am still learning every day, I had no job, was not even allowed to work at the beginning because my first visa was a tourist visa only.

I had no friends, no family, very different weather and very different food. I had only my wife to speak with because she is fluent in Spanish, and in the place where we lived there was not many people able to speak Spanish.

At that time, I was praying to the Lord, “why am I here Elohim?” l was feeling useless! I could not do anything, could not share the Gospel, neither did work. I have had no church and even if I had a church I couldn’t have understand the sermons, because of the language barrier.

After those 6 months I went back to Mexico because I had to apply for another visa. While I was waiting for this new visa, I was praying to the Lord, “Please Lord, don’t grant me that visa, I don’t want to come back to Wales.” I was thinking if I didn’t get the visa, we would must live in Mexico because there is no other option.

Elohim had another plan, I received this new visa which allowed me to live and work in the UK, so I came back to Wales, against my will.

ln my first 3 years I was praying every night to Elohim saying please Lord take us back to Mexico, it was so difficult to be there, sad, depressed from time to time, I wanted to serve the Lord there, but even more impossible than in Mexico. I didn’t understand why the Lord brought me there, to a place where I couldn’t serve Him.

At some point, I thought, maybe it is not for me to serve the Lord full time, perhaps Elohim wasn’t wanting me to do that. So, I stopped praying (what I had done for 15 years) to be used, then I started to get involve in a church – but not full-time ministries.

I have seen the hand of Elohim helping me- many, many times in my life, but at that times I felt Elohim kept silent.

[Elohim shown up] And now just one year ago, Elohim changed our lives completely in two weeks period.

I had been working at night shifts for 5 years, one day I started feeling bad, my body was very weak. I did not to work for two weeks. I went to see doctors. They told me that I was ok but needed to change my life style.

So, I met my boss saying sorry to him that I wasn’t able to work at night times anymore. The Company was kind to me and offered me another position which was at day times. It was good, but I knew that I needed a total change.

The Elders of my church visited my house to pray for me. And while we were praying they told me why I didn’t go to college to study theology and focus on my calling from Elohim.

(Now, Roberto stopped talking, he was crying, tears were dropping from his face. then wiping his face before continuing his testimony)

When they said that my heart gave a big jump, I felt fire in my inner being. I was all that I had been praying for – 15 years long. I thought that Elohim had forgotten my prayer, but now Elohim gives me this privilege to serve Him. Things are in His control, even when it seems that no one is controlling.

Roberto gave some verses of Scripture to us to read: 1 Peter 1:6-7 and 4:12 and Romans 8:28-29.

Baca lebih lanjut

God’s NOT Dead 2, film seru dan bagus!!!

Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Elohim. Matius 10:18

 

Poster Film God's Not Dead 2Film drama Kristen Amerika 2016 ini lanjutan sukses dari seri pertamanya God’s Not Dead 1. Keduanya bukanlah film berdasarkan autobiografi, namun berdasarkan kenyataan hidup secara umum di Amerika Serikat; Atheisme melalui filosofi Teori Evolusi mencoba menteror siapapun yang percaya adanya Elohim (isi pada God’s Not Dead 1) dan melalui filosofi Modernisme dan Liberalisme, kelompok yang sama bukan hanya sekedar memecat dosen yang percaya adanya Elohim lebih dari itu mereka siap menjadikan kasus pemecatan dosen tersebut sebagai pelajaran nasional di Amerika (isi God’s Not Dead 2). Tekanan pemerintah juga terjadi pada para pendeta, mereka harus menyerahkan isi kotbah mereka 3 bulan sejak tiga bulan terakhir dan isi kotbah perlu disensor – cerita film ini juga bagian fakta nyata untuk di negara bagian tertentu – atau dikenakan denda / masuk penjara. Demikian juga dengan kasus-kasus murid sekolah dan kampus dikeluarkan dan dosen dipecat adalah kisah nyata di Amerika.
Film yang sangat bagus dan perlu ditonton oleh seisi keluarga! Banyak pelajaran yang bisa diambil: bagaimana orang Kristen harus bersikap dan bertindak ketika iman mereka dalam ujian.


Skenario film: Brooke (mahasiswi) terpukul batinnya atas kematian kakak. Ia mendapatkan simpati dari dosen sejarahnya, Grace Wesley, yang adalah orang Kristen yang taat. Di kantin kampus, Brooke mendekati dosennya dan bertanya ”darimana kamu mendapatkan sikap optimismu?” Grace menjawab singkat ”Yeshua” – ini memimpin Brooke mulai membaca Alkitab. Pada kelas Sejarah, Grace mengajar tentang Mahatma Gandhi dan Martin Luther King, Jr., mahasiswi ini bertanya entah ajaran damai keduanya berkaitan dengan ajaran dari cerita Alkitab pada Kotbat di Bukit, Grace menjawab dengan mengutip (di luar kepala) beberapa ayat dari ajaran Yeshua tersebut. Sementara Grace masih bicara, seorang mahasiswa yang hadir mengirim SMS kepada orang tuanya, yang berakhir pada pemecatan Grace dengan tuduhan “kristenisasi di kampus.” Pihak kampus memaksa Grace minta maaf dan berhenti bicara nama Yeshua, kedua hal ini ditolak oleh Grace mentah-mentah dengan alasan ia bicara dalam kontek “pelajaran sejarah” dan juga tidak “mengkotbahkan siapapun.” Kondisi “keras kepala” Grace dipakai oleh pihak Kampus menjadi masalah nasional, mereka membawa Grace ke meja pengadilan.
Tom Endler, seorang ahli hukum bukan Kristen menawarkan diri untuk menjadi pembela hukum untuk Grace. Tom di tengah-tengah proses pengadilan yang sengit dan pajang, menyadari bahwa ini bukan sekedar klainnya semata, tapi masalah mencoba menghapus iman Kristianiti di Amerika, maka ia menghadirkan saksi mata dua orang atheis yang telah menjadi apologetik Kristen: Lee Patrick Strobel dan J. Warner Wallace  (keduanya adalah tokoh benaran!); Kesaksian Lee Strobel sudah banyak ditulis dalam bahasa Indonesia.

Karena sistim pemerintahan saat itu dikuasai oleh pihak Atheis, maka jaksa penuntut tetap membela pihak kampus. Usaha terakhir Tom sungguh tidak terduka- ia menggemparkan bukan hanya para lawannya dan para hadirin di persidangan tapi juga Grace yang ia bela. Dan … ia akhirnya memenangkan bukan hanya bagi Grace, klainnya, tapi juga para mahasiswa-mahasiswi dan para pendidik di Amerika yang selama ini tertindas oleh karena iman mereka. Film ini juga diperankan oleh penyanyi Kristen legendaris Pat Boone, berperan sebagai ayat dari Grace Wesley. Film yang seru sejak awal dan berakhir dengan spektakuler.

Baca lebih lanjut

RRCina: Orang-orang Kristen mengabaikan larangan pemerintah atas aktivitas Sekolah Minggu

Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. … Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” (Markus 4:3,8)

Murid-murid Kristen Cina di Kamp Musim Panas

Remaja Kristen Cina di Kamp Musim Panas

Republik Rakyat Cina. Orang-orang Kristen di kota Wenzhou (profinsi Zhejiang) mengabaikan larangan resmi kelas-kelas Sekolah Minggu — dan telah bersumpah untuk terus mengajar anak-anak mereka tentang Yeshua sampai orang percaya melebihi jumlah orang komunis di negara tersebut.

Menurut laporan baru dari Reuters, Gereja-gereja di Wenzhou — dikenal sebagai “Yerusalemnya Cina” karena komunitas Kristen yang cukup besar — mulai mengajar anak-anak di rumah pribadi atau di tempat lain setelah pihak berwenang melarang aktivitas Sekolah Minggu awal tahun ini.

“Iman prioritas pertama, pendidikan sekolah hal yang kedua,” seorang ibu dengan nama keluarga Chen berkata. “Anak-anak harus menghadiri kelas-kelas Alkitab sebab sekolah-sekolah pemerintah gagal menyediakan tuntunan moral yang cukup dan kerohanian.

“Obat-obatan, porno, perjudian dan kekerasan adalah masalah serius di antara remaja masa kini dan game-game video sangat menggoda,” ibu ini bercerita kepada Reuters. “Kami tidak bisa bersama dengan putra kami sepanjang waktu, jadi hanya melalui iman kita dapat membuat dia mengerti (yang tepat untuk dilakukan).” Ibu ini menambahkan, “pastilah akan ada lebih banyak orang Kristen beriman pada generasi berikutnya. Kemampuan untuk iman Kristen untuk ada diwariskan dan diteruskan sedang bertumbuh pesat.”

Selain melarang Sekolah-sekolah Minggu di beberapa kabupaten Wenzhou, anak-anak di daerah lain dilarang mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan iman, termasuk kamp-kamp Musim Panas. Saat itu, pihak berwenang memberi alasan “udara panas” kemungkinan menimbulkan bahaya kesehatan.

Reuters memperhatikan bahwa sementara hukum negara Cina secra resmi megijinkan kebebasan beragama untuk semua orang, termasuk anak-anak, peraturan perlindungan anak di bawah umur dan pendidikan juga mengatakan agama tidak dapat digunakan untuk “memaksa” anak-anak untuk percaya.

Pada bulan September, pemerintah merilis peraturan baru yang memperluas pengaruh negara dalam pengawasan pendidikan agama di seluruh negara. Para pejabat Cina sebelumnya memperingatkan orang tua Kristen bahwa jika mereka tetap membawa anak-anak mereka ke Gereja-gereja yang tidak disetujui oleh pemerintah, keturunan mereka akan dilarang dari menghadiri kuliah atau melayani di militer, dan akan menghadapi tindakan hukum.

Gereja-gereja Protestan yang dibawah kontrol pemerintah Cina dikenal sebagai Gerakan Patriotik Tiga-Mandiri [3-M](the Three-Self Patriotic Movement) secara khusus melarang para anggotanya “mencuci otak” para remaja dengan kepercayaan agama dan melarang membawa anak-anak ke aktivitas keagamaan.

“Pemerintah sedang mencoba mengkontrol ideologi,” seorang Kristen bernama keluarga Zhang bercerita kepada seorang karyawan pengawas penganiayaan China Aid. “Selama periode (presiden) Jiang Zemin dan Hu Jintao, pemerintah ada toleran terhadap kotbah dan pekerjaan pemberitaan Injil. Setelah Xi Jinping memasuki kekuasaan, cengkraman pemerintah atas agama semakin kuat.”

Pada tahun 2014, pemerintah meluncurkan sebuah kampanye di Wenzhou untuk menghancurkan Gereja-gereja “ilegal” dan meruntuhkan tiang-tiang salib. Selama kampanye “keindahan” itu, tiang-tiang salib sebanyak 360 buah disingkirkan (dengan paksa) dari tempat-tempat ibadah.

Jemaat Wenzhou protes menentang aksi anti-Salib pemerintah RRC

Jemaat protes anti-Salib pemerintah RRC

Ratusan orang Kristen, termasuk pendeta, pengacara dan aktivis, telah ditangkap karena berbicara melawan penganiayaan yang terus-menerus, dan banyak dari mereka masih ditahan. Para pengacara HAM (hak asasi manusia) yang memberikan bantuan hukum kepada jemaat di Cina telah menjadi korban atas kebrutalan polisi dan dipaksa mengaku di depan siaran TV pemerintah bahwa mereka telah mengganggu keamanan, dan mengancam keamanan negara.

Walaupun adanya larangan-larangan tersebut, diperkiran ada sekitar 30 juta Kristen di Cina, sementara sumber independen memperkirakan jumlah sekitar 60 juta, mayoritas mereka adalah orang-orang Protestan. [Ini hanya jumlah jemaat dari Gereja 3-M, jika ditambah dengan jemaat “Gereja bawah tanah” jumlah pasti lebih dari 200 juta, sebab tahun 2014 saja itu telah mencapai 163 juta orang Kristen laporan menulis, baca: How many Christians in China?]

Sarah Cook, seorang penganalisa dari Freedom House dan kelompok penasehat yang berbasis di New York (AS) berkata kepada Reuters, bahwa Partai Komunis Cina hanya dapat mengontrol sejauh pendidikan iman, “Akanlah selalu ada berlangsung dimana anak-anak di rumah yang cerita-cerita sebelum tidur mereka adalah berasal dari cerita Alkitab.”

Sumber terjemahan: Christians in China Ignore Sunday School Ban: Vow to Teach Children About Jesus Anyway by Leah Marieann Klett (Dec 27, 2017), Gospelherald.com
Baca lebih lanjut

Laos: Dua gadis remaja dianiaya keluarga dan pemerintah, ”Kami ingin mentaati Yeshua!”

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. (Matius 10:37-38)

Peta Laos dan negara tetangganyaDi tengah-tengah tekanan agama Animisme, Buddha dan Komunisme – dua gadis remaja ini telah menempuh perjalanan iman yang sukar. Mereka menemukan bahwa Yeshua layak bagi hati mereka, bahkan hidup mereka. Laos termasuk dalam daftar ke 24 pada laporan tahunan World Watch List yang dibuat oleh Open Doors, sebuah organisasi Kristen yang menolong kelompok-kelompok minoritas yang teraniaya.

Nani (17 tahun) dan adiknya Nha Phong (16 tahun), telah menjadi orang Kristen pada Musim Gugur tahun 2016 setelah mendengar kebenaran Injil dari sepupunya.

Sepupu kami adalah seorang pendeta di sebuah desa tidak jauh dari tempat kami tinggal. Dialah orang yang membagikan Kabar Baik (Injil) kepada kami, berjalan bersama kami di saat-saat kami belajar lebih dalam tentang Yeshua. Kami suka apa yang kami dengar dan itu sebuah pilihan yang mudah untuk dibuat, namun kami tahu komitmenya adalah berat.

[Diancam]. Ketika keluarga kami tahu apa yang kami telah lakukan, mereka menjadi marah. Ayah kami berkata kami tidak boleh mengunjungi Gereja, dan ia mengancam kami.

”Ketika sekali waktu kami ingin pergi ke Gereja, keluarga kami menjadi begitu marah kepada kami. Mereka berkata jangan pergi. Sepupu saya dan keponakan laki-laki berkata saya perlu kembali ke agama lama saya, dan jika kami tidak melakukannya mereka akan memukul saya dan memaksa saya keluar dari Gereja,” Nani bercerita

Menyadari pentingnya mendengarkan firman Elohim dan berada Bersama saudara-saudari seiman, mereka berkata, ”Namun kami tetap pergi. Mengapa kami tidak dapat pergi? Kami masih bayi rohani. Kami haruslah ada bersama dengan orang-orang beriman lainnya.

Saat itu, sepupu tersebut tidak memenuhi apa yang ia katakan, namun tiga minggu kemudian ketiga kedua gadis ini meninggalkan rumah untuk beibadah, anggota keluarga mereka – sekitar enam sampai sembilan orang – mengikuti mereka. Open Doors bercerita.

”Pada suatu pagi, banyak anggota keluarga kami mengikuti kami secara diam-diam untuk melihat kemana kami pergi. Mereka mungkin telah tahu, tetapi ingin melihat dengan mata mereka sendiri.

[Dianiaya]. Ketika ibadah Gereja dimulai, mereka secara tergesa-gesa memasuki ruangan dan menangkap kami – mengikat kami dan menyeret kami keluar gedung. Mereka membawa saya ke rumah paman saya dan bertanya berkali-kali ‘Apakah kamu tetap percaya Elohim?'” Nha Phong Laos dua remaja Kristen dianiaya karena iman Kristianiti merekabercerita.

Ayah kami berlaku kasar – ia tetap membiarkan kami terikat untuk beberapa hari. Keluarga kami berkata mereka tidak akan melepaskan kami dari ikatan sebelum kami menolak iman kami kepada Yeshua. Setelah empat hari berlalu, ayah kami akhirnya melepaskan kami. Namun kehidupan kami tidaklah sama lagi.

Sementara ayah mereka tetap menentang  keyakinan iman kedua putrinya, ibu mereka nampak tertarik pada Kristianiti dan bahkan terkadang ikut mereka ke Gereja sekali-sekali.

Ibu kami tidak pernah memukul kami, tetapi ayah kami ya. Ayah lakukan itu setelah kepala desa memerintahkannya. Ayah mendengarkan para petugas pemerintah yang tidak suka kami pergi ke Gereja,” Nani berkata. Ayah tidak ingin melihat Alkitab saya ada di rumah, jadi ia mengambilnya dan menyembunyikan itu dari diriku. Saya temukan itu dikemudian hari dan sekarang saya dapat kembali menbaca Alkitab saya.

[Melarikan diri]. Kami tidak suka menentang ayah kami yang adalah kepala keluarga, namun kami ingin mentaati Yeshua lebih dari siapa pun juga. Kami tahu bahwa Yeshua telah mati bagi kami, dan kami tidak ingin kembali ke agama lama kami. Bahkan seandainya itu sulit, kami tetap mengikuti Yeshua. Dan kekuatan kami untuk berdiri teguh adalah karunia dari Elohim. Dia telah memberi kami semangat untuk percaya.

Menentang ayah kami adalah suatu hal, namun kemudian pemimpin desa mengambil masalah kami ke dalam tangannya sendiri. Ia mengutus petugas-petugas pemerintah ke rumah kami untuk menahan kami. Syukurlah kami berhasil melarikan diri  dan bersembunyi dengan sepupu kami di desanya dimana ia melayani sebagai pendeta. Kami tidak tahu akan masa depan, juga esok hari akan terjadi apa. Kami berharap keluarga kami suatu hari menerima kepercayaan baru kami. Namun sekarang kami menghabiskan waktu kami dalam persembunyian. Ada ayat di Alkitab dalam kitab Efesus 6, ketika orang-orang bertempur pada masa lalu, mereka memakai perisai. Kami ingin memiliki iman seperti sebuah perisai, ketika si jahat mencoba memanahkan anak-anak pamah kepada kami, kami akan pakai perisai iman tersebut untuk melindungi kami. Perisai iman kami tersebut adalah iman kami di dalam Yeshua.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

  • Kalender

    • Oktober 2019
      M S S R K J S
      « Jan    
       12345
      6789101112
      13141516171819
      20212223242526
      2728293031  
  • Cari