Mesir: Dua Gereja Koptik dibom saat merayakan Hari Minggu Palm, 5 hari sebelum Paskah

Jemaat Gereja St. George di Tanta Mesir dibom Muslim saat ibadah

JemaatKoptik di Tanta Mesir dibom saat ibadah

Jemaat Kristen Koptik sedang berkumpul merayakan Minggu Palm, sebuah Hari Perayaan Kristen memperingati Yeshua Ha Mashiah menggendarai keledai muda diiringi oleh murid-murid-Nya menuju Bait Elohim dan rakyat di sepanjang jalan menyambut-Nya dengan teriakan meriah  dan lembaian pucuk-pucuk daun palm muda pada tangan mereka, serta meletakkan pakaian mereka dan potongan  ranting pohon zaitun pada jalan yang Dia lalui: ‘Hosanna! Diberkatilah Dia yang datang dalam Nama YAHWEH! Diberkatilah kerajaan Daud, leluhur kita, yang datang dalam Nama YAHWEH! Hosanna di tempat yang mahatinggi!”  (Markus 11:9-10), menggenapi nubuatan nabi Zakharia 9:9.

Serangan bom pertama terjadi di dalam gedung Gereja St. George di Tanta, membunuh 27 jiwa dan melukai 78 lainnya. Beberapa jam kemudian seorang Muslim meledakkan dirinya sendiri di depan Gereja St. Markus di Alexsandria, menewaskan 16 orang dan melukai 41. Total korban jiwa menjadi  43 dan 119 luka-luka.

Uskup  Angaelos, Uskup tertinggi untuk Gereja Koptik di Britania Raya mengkomentari peristiwa ini: “Sementara itu masih terlalu dini untuk menentukan tanggung jawab, apa yang tak terbantahkan adalah kebrutalan ketidak berperasaan dan tanpa hati dapat menyebabkan seseorang atau orang-orang  mengambil nyawa orang tidak bersalah tanpa pandangbulu, terutama yang paling rentan jam doa,” ia menulis dalam sebuah pernyataan.

Dick Brogden, seorang pemimpin Kristen di Kairo berkata kepada CBN News bagaiman respon saudara-saudarinya, “Mereka tidak meresponi dengan marah atau mengangkat senjata. Sebaliknya dari pimpinan tertinggi Gereja Koptik sampai ke level jemaat, mereka telah memberi pipi sebelah mereka. Mereka memiliki roh Mashiah. Mereka telah berkata kami bersedia menderita demi Yeshua.”

Sumber tulisan:

Baca lebih lanjut

Iklan

Skotlandia: Penginjil dikunci, dituntut dengan kejahatan benci karena mengutip Alkitab ke seorang remaja gay

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Elohim.” (2 Timotius 3:1-4)

gordon-penginjil-jalanan-ditahan-polisi-skotland-karena-mengutip-ayat-alkitab

Gordon Larmour ditahan Polisi Skotland karena Injil

Seorang pengkhotbah jalanan Kristen ditahan dalam sel dan dituntut dengan kejahatan benci karena mengutip kitab Kejadian dalam menanggapi pertanyaan seorang remaja gay: ”bagaimana Elohim memandang homoseksual?”

Gordon Larmour, 42, menghabiskan waktu malamnya dalam tahanan dan menghadapi percobaan enam bulan atas tuduhan sebelum akhirnya mereka membawa ia ke sidang bulan lalu.

Bapa dari satu orang anak ini, telah melakukan kotbah-kotbah di jalanan selama tujuh tahun setelah ia menjadi pengikut Yeshua (Kristen), kejadian ini berawal ketika ia sedang membagikan traktat-traktat Kristen di kota ia tinggal, Irvine, Ayrshire, Juni lalu ketika sebuah kelompok remaja pria melewatinya, Telegraph melaporkan. (5 Februari 2017)

Ia, Gordon, berkata kepada mereka: ”Jangan lupa Yeshua mengasihi kalian dan Dia telah mati bagi dosa-dosa kalian.”

Seorang dari mereka bertanya kepada Mr. Lamour, ”Apa yang Elohimmu katakan tentang homosexual?” Ia menjawab dengan merefer ke Kitab Kejadian, yang menyatakan bahwa Elohim telah menciptakan Adam dan Hawa untuk menghasilkan anak-anak.

Dua remaja (dari antara mereka) berargumentasi dan Mr. Lampur menyatakan bahwa dialah yang dikejar oleh seorang dari remaja tersebut. Bagaimanapun, dialah yang ditahan dan dijebloskan ke mobil polisi sebelum ada ditahan di kantor polisi semalaman, dituntut dengan mengancam atau penyerangan yang dibangkitkan oleh prejudis berkaitan ke orientasi sex.

”Saya berpikir seharusnya polisi menangani itu berbeda dan mendengarkan apa yang telah saya katakan. Mereka seharusnya menenangkan remaja tersebut dan selesai disitu,” Mr. Larmour berkata kepada Scottish Herald hari Minggu kemarin.

Ia menambahkan: ”Di pengadilan teman remaja tersebut berbicara benar – bahwa saya tidak menyerang dia ataupun memanggil dia nama-nama yang bersifat homophobia. Saya hanya sederhananya menjawab pertanyaan dia dan berkata kepadanya tentang Adam dan Hawa dan Sorga dan Neraka. Berkotbah dari Alkitab bukanlah suatu kejahatan.”

Di Pengadilan Sheriff Kilmarnock, Sheriff Alistair Watson setuju, membebaskan Mr. Larmour dari tuntutan. Ia juga menemukan bapa ini tidak bersalah dari tuduhan ke dua ”meyerang yang dibangkitkan oleh prejudis berkaitan ke orientasi sex.”

Mr. Larmour berkata, ”Saya tidak dapat mengerti mengapa saya ditahan pada kejadian tersebut – itu adalah sebuah reaksi berlebihan yang besar dan membuang waktu setiap orang. Polisi tidak mendengarkanku. Mereka segera mengambil posisi membela remaja laki homosex tersebut dan menyerang hak-hakku.”

”Saya merasa mereka (para polisi di kejadian tersebut) telah mencoba begitu keras untuk nampak mereka melindungi para minoritas, sebaliknya ternyata mereka pergi terlalu jauh. Saya ingin ada mampu untuk bercerita kepada orang-orang kata-kata baik dari Injil dan berpikir saya haruslah ada bebas untuk melakukannya juga. Saya saat itu tidak berbicara opini-opini saya sendiri – saya mengutip dari Alkitab.”

Andrea Williams, Pemimpin eksekutiv Pusat Legal Kristen (the Christian Legal Centre), berkata: ”Itu adalah sangat melegakan bahwa Hakim mendukung Gordon, sebab kasus tersebut tidak penting untuk dipermasalahkan.” 

Skotland adalah negara asal penginjil terkenal John Knox, ia begitu mengasihi negerinya sehingga ia berkata, “Berikan saya Skolandia, atau saya mati!” Video dokumentasi: John Knox and The Scottish Covenanters

Sumber terjemahan dan ada lebih dari 2300 komentar, lihat di sini. Preacher Locked Up, Charged with Hate Crime for Quoting Bible to Gay Teen Baca lebih lanjut

Daftar 50 Teratas Negara Penganiaya Terburuk atas umat Kristen 2016 World Watch List

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)

Organisasi Open Doors telah mengelarkan The World Watch List 2016, yang adalah sebuah ranking 50 negara-negara teratas dimana orang-oran Kristen menghadapi penganiayaan terburuk oleh karana iman mereka. Sumber.

9 dari 10 negara pengaiaya umat Kristen sedunia tertinggi ditempati oleh negara-negara dimana Hukum Islam adalah hukum negara. Dan 37 dari 50 negara terdaftar terjadi di negara dimana penganut agama Islam adalah moyoritas. Persentasi umat beragama di tabel diambil dari Wikipedia.

1 R. KorUt 21 Qatar 41 Kuwait
2 Irak 22 Mesir 42 Kazakhstan
3 Eritrea 23 Myanmar 43 Indonesia
4 Afganistan 24 Palestina Ter. 44 Mali
5 Syria 25 Brunai 45 Turkey
6 Pakistan 26 R. Afrika Tengah (15%) 46 Kolombia
7 Somalia 27 Yordania 47 U. Arab Emirat
8 Sudan 28 Djibouti 48 Bahrain
9 Iran 29 Laos 49 Niger
10 Libya 30 Malaysia 50 Oman
11 Yemen 31 Tajikistan
12 Nigeria 32 Tunisia
13 Maldives 33 R.R.Cina
14 Arab Saudi 34 Azerbaijan
15 Uzbekistan 35 Bangladesh
16 Kenya (11%) 36 Tanzania (32%)
17 India (Hindu) 37 Algeria
18 Ethiopia (43,5/ 33,9)* 38 Bhutan (74,7)
19 Turkmenistan 39  Comoros
20 Vietnam 40 Mexico

*: Ethiopia mayoritas adalah Orthodox  (43,5%), dan kedua tertinggi adalah Muslim (22.9%)

Baca lebih lanjut

Pakistan: 5 Muslim menerima hukuman mati karena membunuh satu keluarga Kristen

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.  (Injil Yohanes 16:1-4, ITB)

Masyarakat Kristen Pakistan protes diskriminasi Muslim atas Kristen di Pakistan.jpg

Masyarakat Kristen Pakistan membela saudara mereka yang teraniaya

Pengadilan Pakistan telah memberikan hukuman mati kepada lima Muslim yang terbukti menyiksa dan sepasang suami-isteri Kristen atas tuduhan pembakaran Kuran, menurut Morning Star News.

Ratusan warga desa Kot Radha Kishan, Pakistan terlibat dalam serangan atas Shahzad Masih (26 tahun) dan istrinya yang sedang hamil lima bulan, Shama (24 tahun), keduanya dilemparkan ke pembakaran batu bata yang sedang menyala.

Penduduk desa dihasut oleh para pemimpin Muslim yang menyerukan kekerasan terhadap pasangan yang  dituduh  membakar Kuran.

Pengadilan Anti-Teroris Hakim Chaudhry Azam telah memberikan hukuman mati ke Irfan Shakoor, Muhammad Hanif, Mehdi Khan, Riaz Kamboh dan Hafiz Ishtiaq, awal minggu lalu (Minggu ke 46), berikut hukuman denda 200.000 rupi Pakistan atau 1.900 Dollar AS. Delapan orang lainnya menerima dua tahun hukuman penjara.

Jaksa Riaz Anjum, yang mewakili ayah dari perempuan meninggal, mengatakan kepada Morning Star News bahwa meskipun pada awalnya lebih dari 50 orang telah didakwa membunuh, kebanyakan dari mereka dibebaskan setelah anggota keluarga Shahzad Masih mengirim pernyataan menyangkal bahwa mereka hadir saat perisitiwa itu terjadi.

“Meskipun demikian, ini adalah berita menggembirakan untuk komunitas Kristen di Pakistan,” ujar Anjum. “Keluarga almarhum orang telah menderita banyak tekanan, meskipun negara telah menjadi keluhan dalam hal untuk menggagalkan upaya apapun untuk menekan keluarga korban untuk mencapai penyelesaian dengan dakwaan yang kuat.”

“Tapi hukuman atas lima orang oleh pengadilan tidak suatu usaha yang kecil, dan saya berharap vonis ini akan dilihat sebagai peringatan keras menentang kekerasan sejenis terhadap para minoritas di masa depan,” katanya.

Masih dan istrinya bekerja sebagai buruh terikat di tempat pembakaran batu bata. Pasangan bertahan hidup dengan empat anak mereka.

Banyak oran Kristen Pakistan hidup di dalam perbudakan sampai saat ini, upah yang mereka dapat terlalu kecil untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga anak mereka meneruskan pekerjaan yang sama untuk membayar hutang kepada tuan mereka. Dan jika mereka protes karena pekerjaan ekstra yang tidak dibayar atau tidak ingin bekerja pada hari Minggu karena ingin beribadah, maka tuannya dengan mudah menutup mulut mereka dengan tuduhan ”membakar Kuran” atau ”menghina nabi Muhammad.” Ini jenis tuduhan umum yang telah diketahui oleh banyak organisasi Hak-hak Asasi Manusia baik di dalam maupun di luar Pakistan, seperti: Voice of Martyrs, ChrsitianPakistan, OpenDoor. Dan masyarakat Muslim di banyak desa di Pakistan dengan mudah dimanfaatkan oleh pemimpin agama Islam untuk banyak tujuan.

Sumber berita: Five Muslims Sentenced to Death For Killing Christian Couple in Pakistan (CBN News; 27/11/2016)

Baca lebih lanjut

Martir Ha Mashiah / Kristus dan Empat kata yang menghentikan pertarungan Gladiator Romawi selamanya

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” – Yeshua Ha Mashiah (Matius 16:24-25)

para-martir-kristen-di-colosseum-roma

Martir Kristen di Colosseum Roma

Ada sepuluh penganiayaan besar terhadap umat Kristen di dalam tiga abad pertama, dan penganiayaan di bawah kaisar Diocletian adalah yang terburuk. Ketika Diocletian kalah dalam pertempuran-pertempuran di Persia (Iran), para jendral perangnya berkata kepadanya itu oleh karena mereka telah mengabaikan dewa-dewa Roma. Diocletian kemudian memerintahkan semua orang militernya untuk kembali menyembah dewa-dewa Roma, sehingga memaksa orang-orang Kristen masuk kembali kepada persembunyian mereka atau keluar dari ketentaraan Roma.

Setelah membersihkan orang-orang Kristen dari militer, Diocletian mengumpulkan orang-orangnya yang telah dikenal umum sebagai anti ajaran Kristianiti. Dia membatalkan keputusan toleransi yang dikeluarkan oleh kaisar sebelumnya, Gallienus, di tahun 260 AD, dan kemudian memakai kekuatan militer Roma untuk menyembah dewa-dewa pagan Roma. Pada 303 AD, ia berkunsultasi kepada dukun dari Kuil Apollo di Didyma, yang mengatakan kepadanya untuk memulai penganiaayaan atas Gereja Kristen di seluruh kerajaannya. Sehingga kemudian lahirlah ketidak toleransiaan, kebencian dan aniaya yang sangat berat terhadap orang-orang Kristen.[1]

Diocletian memerintahkan militernya pergi secara sistimatis dari profinsi ke profinsi menahan para pemimpin Gereja, membakari Kitab-kitab Suci, menghancurkan gedung-gedung Gereja, memotong lidah-lidah mereka, memasak mereka hidup-hidup dan memotong-motong tubuh mereka. Itu terjadi dari Eropa sampai ke Afrika Utara, ribuan orang Kristen telah menjadi martir[2]

Para orang percaya berseru dalam doa-doa mereka, kemudian Diocletian dipukul dengan sebuah penyakit usus yang parah dan mengundurkan diri pada 1 Mei 305 AD. Kaisar Gelarius melanjutkan penganiyaan tersebut, namun dia juga dipukul dengan penyakit usus dan mati.

“Saya bisa membayangkan bagaimana orang-orang Kristen mula-mula yang dibawa ke Colosseum untuk dijadikan tontonan bagi mereka yang lebih jahat dari pada binatang-binatang buas, mereka dimohon oleh orang-orang yang ragu-ragu agar tidak membahayakan hidup mereka. Tetapi, berlutut di tengah-tengah arena, mereka berdoa dan bernyanyi sampai mereka dimakan …”

Dua pemimpin politik Kristen Amerika Serikat berkomentar tentang penganiayaan orang Kristen di arena-arena Gladiator Roma:

“Bagaimana  tidak berdayanya mereka nampak, dan, diukur oleh setiap ukuran manusia, bagaimana tidak adanya harapan perbuatan mereka. Namun hanya di dalam puluhan tahun kuasa yang mereka telah panggil terbukti lebih kuat dari legionnya Kaisar, dan iman yang mana mereka telah mati ternyata menang di seluruh negeri … Mereka lebih besar dari pemenang dalam kematian mereka daripada mereka dapat miliki melalui membeli kehidupan.” Seketaris Negara William Jennings Bryan; The Prince of Peace. New York Times, Sept. 7, 1913.

“Kuasa doa ini dapat ada diillustrasikan oleh suatu cerita munder kebelakang abad ke empat – Seorang hamba Tuhan (Telemachus) tinggal di sebuah desa yang kecil, menghabiskan hampir seluruh waktunya di dalam doa. Suatu hari ia berpikir ia telah mendengar suara Elohim berkata untuk dia pergi ke Roma. Berminggu-minggu kemudian, ia tiba …. di saat perayaan di Roma.  Dia mengikuti orang-orang masuk ke dalam Colosseum, dan kemudian, di sana di tengah-tengah keramaian dia melihat beberapa gladiator datang ke arena, berdiri di depan Kaisar, dan berkata, ‘Kami yang akan mati menyaluti Anda.’ Dan hamba Adonai ini sadar bahwa mereka akan segera bertempur untuk mati bagi menghibur para penonton. Dia berteriak, ‘Dalam Nama Kristus, berhenti!” Dan suaranya lenyap di tengah-tengah keramaian di Colosseum yang besar tersebut …”

para-gladiator-saling-bunuh-demi-kaisar-roma-dan-penonton-di-colosseum-kota-roma

Gladiator saling membunuh demi Kaisar

“Dan saat permainan dimulai, ia turun ke bawah di antara keramaian orang dan memanjat tembok dan loncat ke lapangan arena. Tiba-tiba keramaian orang tersebut melihat manusia bertubuh kecil bergerak menuju ke arah para gladiator dan berkata berkali-kali kalimat yang sama: ‘Dalam Nama Kristus, berhenti!

Dan mereka pikir itu adalah bagian dari hiburan, dan pada awalnya mereka geli. Tapi kemudian, ketika mereka menyadari itu bukan, mereka menjadi beringas dan marah.

“Dan ketika ia memohon kepada para gladiator tersebut, ‘Dalam nama Kristus, berhenti!’ salah satu dari mereka menusukkan pedangnya ke tubuhnya. Dan ketika ia jatuh ke pasir arena untuk mati, kalimat terakhirnya adalah, ‘Dalam nama Kristus, berhenti!’

Dan tiba-tiba, hal yang aneh terjadi. Para Gladiator ini berdiri melihat tubuh kecil terbaring di atas pasir. Kesunyian mencekam Colosseum. Dan kemudian, pada suatu tempat di atas terdengar tangisan, beberapa orang berjalan ke gerbang keluar dan meninggalkan gedung, dan yang lain mulai mengikuti. Dan dalam keheningan yang mencekam tersebut, semua orang meninggalkan Colosseum.

Itu adalah pertempuran terakhir untuk mati di antara para gladiator di Colosseum Roma. Tidak pernah lagi ada seorang membunuh atau manusia membunuh satu sama lain untuk hiburan bagi orang banyak.” Presiden Ronald Reagan berkomentar atas Colosseum Roma di saat the National Prayer Breakfast, Feb. 2, 1984

Diterjemahkan dari Six words that stopped Roman gladiator battles

Catatan kaki:

[1] Ini tepatnya apa yang kitab Wahyu 2:10 berkata: ”Janganlah engkau takut terhadap apa yang akan segera engkau derita. Lihatlah, si iblis akan segera menjebloskan dari antara kamu ke dalam penjara agar kamu dicobai dan kamu akan mengalami kesukaran sepuluh hari. Jadilah setia sampai pada kematian dan Aku akan memberikan kepadamu mahkota kehidupan.” Nubuatan ini telah terjadi dari 303 AD ke 313 AD.

[2] Di Nikomedia (modern Izmit, Turki), saja sejarah mencatat sekitar 20.000 Kristen menjadi martir. Nikomedia adalah metropolitan dari  wilayah Bithynia di jaman Kerajaan Romawi. Raja Diocletian telah menjadi ibukota bagian timur dari Kerajaan Romawi di tahun 286. Lihat:  https://en.wikipedia.org/wiki/20,000_Martyrs_of_Nicomedia  dan  https://en.wikipedia.org/wiki/Nicomedia

[3] Baca Markus 8:33-38

Baca lebih lanjut

Hidup Dan Mati bagi Ha Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

kesaksian Pendeta Joshua John ex-Pakar Islam PakistanPAKISTAN. Rana (sekarang Yoshua John) adalah pakar Islam. Ia hafal seluruh isi Kuran dan biasa berceramah di Mesjid-mesjid. Berasal dari keluarga Muslim yang taat dan lingkuangan hidup yang juga murni Islam. Video Kesaksian Rana bagaimana perjalanannya menuju Ha Mashiah bisa menjadi ilham bagi setiap pirsawan / pembaca bagaimana pekerjaan Elohim kepada orang-orang yang ingin dipanggil dan dipakai-Nya. Text terjemahan Indonesianya saya ambil dari text Inggrisnya. Selamat membaca dan menjadi berkat. Penjala Baja.

Kesaksian pertobatan Pendeta Yoshua John. Bagian II: “Live for Christ Die for Christ”; says an Ex Muslim, now serving Christ as Pastor; ini adalah kelanjutan dari kesaksian Pendeta Yoshua John Bagian I: Perjalananku menuju Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

Sebagaimana kenyataannya, itu ada tertulis di Alkitab bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Adonai Yeshua Meshiah, bahkan gemuruh-gemuruh halilintar sekalipun, kelaparan maupun kematian. Jadi menuruh Alkitab, jika Elohim beserta kita maka tidak seorangpun dapat mencelakakan kita.

Saya telah menghafal ayat ini dan mengikuti jalan kebenaran Elohim.

“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Mashiah: kesukaran, atau kesulitan , atau kelaparan , atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? … Tetapi dalam semuanya ini kita menang mutlak melalui Dia yang telah mengasihi kita. …  Sebab aku diyakinkan bahwa … tidak dapat memisahkan kita dari kasih Elohim yang ada di dalam Ha Mashiah Yeshua, Adonai kita.” (Roma 8:35-39)

Ketika saudara-saudarku laki-laki mengetahui tentang perpindahan imanku, mereka menyalahi kakekku dan ibuku karena merusak diriku. [Orang muslim diajar bahwa jika seorang berpindah dari Islam maka muslim tersebut menjadi rusak dalam arti rohani  dan rusak dalam arti jiwani alias gila. Ajaran ini akibat tafsiran yang salah tentang Surah 3:85; bahasa Arabnya tidak ada kata “Islam”]

Mereka marah dan satu di antara saudara-saudaraku tersebut mulai memukuliku secara brutal, hingga mematahkan tulang rusukku. Namun saya sadari bahwa Elohim telah memberikan ku kehidupan dan saya tidak menyesalinya sebaliknya saya merasa terhormat jika martir di dalam nama Elohim

Saudaraku belum puas (dengan penyiksaan tersebut) maka ia menyewa sebuah gangster Pakistan membayar mereka satu juta Rupiah Pakistan (sekitar 9.560 Dollar AS) untuk membunuhku tetapi Elohim menyelamatkanku dari assasinasi.

Keluargaku tidak ingin saya tinggal di rumah dan juga itu bukan tempat yang aman  bagiku untuk hidup di sana sebab saudara-saudara kandungku menginginkan saya mati karena tidak menghormati keluarga dengan berpindah dari Islam ke Kristianiti

Kecelakaan lainnya terjadi ketika saya di Gujaranwala dan saudara-saudaraku ada bersama dengan rekan-rekan mereka menangkap ku dan mulai memukuliku di teman yang terkenal baik yakni Maaneer Chowk.

Saya jatuh ke bumi ketika mereka tidak berhenti menyiksa.

Tanpa sengaja, seorang teman baik saya lewat ketika ia melihat tindakan yang barbariak ini. Ia mencoba menghentikan suadara-saudaraku dan mencomba melindungiku. Para ektrimist yang sadis ini mulai memukuli dia juga dan kami dikirim ke rumah sakit

Setelah tiga hari teman tersebut menyerah (meninggal dunia) karena cedera-cedera yang dideritanya.

Ketika mereka menangkapku dan membawaku ke tempat yang diinginkan, saya bahkan tidak diberikan air untuk diminum, sebaliknya mereka mengencingi mulutku.

Mereka membuat saya meminum air kencing untuk 17 hari berikutnya dan berkata bahwa saya akanlah mendapat air hanya untuk satu kondisi, yang adalah jika saya menerima Islam sebagai agamaku.

Jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Saya berterima kasih kepada Adonai Yeshua bahwa bahkan air kencing tersebut seperti air murni bagi ku saat itu, sebab menerima (aniaaya) itu bukan karena saya berbuat salah, tetapi itu tertulis di Kitab Suci bahwa orang-orang akan membencimu oleh karena Nama-Ku.

Saya berterima kasih kepada Mu Elohim sebab Firman-Mu menjadi nyata dalam kehidupanku.

Tidak hanya itu, mereka bahkan mematahkan kaki-kaki ku dan saudarku meminta saya melakukan mujizat. Saya menjawab dia, Saya tidak memiliki kuasa melakukannya, hanya Elohimku yang dapat. Lalu ia mengina ku dan berkata kepadaku untuk meminta Dia untuk melindungiku.

Lalu aku menarik kakiku dengan kedua tanganku dan saya sembuh oleh kasih karunia Adonai Yeshua Mashiah.

Saya berkata kepada Elohim, ”Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Elohimku dan saya adalah putra-Mu. Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Bapaku dan saya putra-Mu.”

Lalu Elohim memintaku untuk berdiri dan saya melakuannya. Lalu Dia berkata “jangan hanya berdiri tetapi berjalanlah di depan mereka sehingga mereka tahu Aku adalah Elohim Yang Mahakuasa dan Aku memiliki kuasa untuk menyembuhkanmu dan melindungimu.”

Ketika ini terjadi saudara-saudarku dipenuhi dengan ketakutan.

Saya meminta mereka menembak saya sehingga saya dapat pergi langsung ke Adonaiku Yeshua Ha Mashiah.

Saya ingin memberikan pesan ini kepada kalian saudara-saudaraku dan saudari-saudariku bahwa jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Berita lainnya tentang kehidupan orang-orang Kristen di Pakistan bisa dibaca di sini: Persecution of Ex-Muslim – Pakistan

Baca lebih lanjut

Henan, Cina: Istri pendeta meninggal setelah dikubur hidup-hidup saat penghancuran gereja

Organisasi Kristen China Aid, melaporkan tindakan pembunuhan oleh perusahaan dukungan pemerintah Henan atas pendeta dan istri dari sebuah gereja di Zhumadian, Profinsi Henan. Ding Cuimei istri pendeta di Henan meninggal dunia setelah di kubur hidup-hidup

Kamis 14 April 2016, pendeta Li Jiangong dan istrinya, Ding Cuimei, melangkap ke depan sebuah bulldozer untuk menghentikan peruntuhan gedung gereja mereka.

“Kuburkan mereka hidup-hidup bagi saya,” seorang anggota dari team penghancuran berkata. “Saya akan bertanggung jawab bagi hidup mereka.”

Lalu pengemudi bulldozer itu menggaruk  Li dan Ding kedalam lembah dan menutupi tubuh mereka dengan tanah. Video: Peristiwa penguburan hidup-hidup Ding Cuimei

Menjerit untuk pertolongan, Li berhasil mengeluarkan dirinya sendiri dari urukan tanah, namun Ding, istrinya meninggal dunia sebelum ia bisa dikeluarkan.

“Membulldozer dan mengubur hidup-hidup Ding Cuimei, seorang wanita yang pendiam dan Kristen yang taat, adalah sadis dan tindakan pembunuhan,” Presiden organisasi China Aid, Bob Fu berkata.

“Perkara ini adalah suatu pelanggaran hak-hak kehidupan yang serius, kebebasan beragama dan aturan hukum. Pihak berwenang Cina harus segera pertanggungjawaban pembunuh mereka dan mengambil langkah-langkah konkret untuk melindungi kebebasan beragama anggota gereja rumah ini.” Mr. Fu menambahkan.

Berkaitan dengan menyebarnya kejadian ini di media, anggota pemerintah telah menekan pendeta Li tidak membongkar lebih jelas kejadian tersebut. Sementara, pendeta Li menuntut pengadilan untuk meneliti motiv dan kondisi-kondisi dibelakang pembunuhan istrinya.

Organisasi yang sama melaporkan penganiayaan di Republik Rakyak Cina telah melonjak 150 persen setahun belakangan ini, dengan hampir tiga ribu (3.000) orang Kristen ditangkap dan hampir seribu tiga ratus (1.300) lainnya dalam kondisi tahanan.

Meskipun perlawanan dari pihak pemerintah RRC, orang-oran Kristen di Henan tetap maju di dalam iman mereka, sekaligus memberi inpirasi dan semangat pada yang lain untuk pantang mundur.

RRC adalah negara yang pemerintahannya dikontrol oleh partai Komunis. Menekan setiap agama lainnya yang ada di tanah Cina: Falon Gong, Kristen, Islam, Tibet-Buddha dan lainnya. Gereja-gereja Rumah di RRC tidak mencampuri urusan politik pemerintah di dalam ajaran mereka. Mereka hanya ingin bebas beribadah tanpa dikontrol oleh pihak Partai Komunis.

Cina Aid adalah organisasi Kristen yang memperjuangkan kebebasan beragama di negara RRC.

Sumber: Church leader’s wife dead after buried alive during church demolition

Baca lebih lanjut

  • Kalender

    • Oktober 2017
      M S S R K J S
      « Jul    
      1234567
      891011121314
      15161718192021
      22232425262728
      293031  
  • Cari