India: Kesembuhan ajaib setelah aniaya berat meyakinkan para dokter akan kuasa Yeshua; pendeta ini memimpin lebih dari 500 pekerja Rumah sakit Hindu percaya kepada Yeshua

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”  (Matius 5:10-12)

Orang India[Gereja Kristen India bertumbuh dan teraniaya]
Sementara melayani sebuah gereja rumah terdiri dari 40 orang Kristen baru di sebuah wilayah yang sangat miskis di sebuah wilayah yang mayoritas beragama Hindu, India utara. Tiba-tiba mereka diserang secara brutal, dan difonis dokter pendeta Kumar tidak memiliki harapan untuk hidup kembali.

Pendeta Kumar telah diperingati beberapa kali untuk menghentikan pelayanannya, namun ia terus kerja tanpa kenal lelah dan bertambah sukses. Pada ibadah terakhir sebelum aniaya besar terjadi, anggota jemaatnya telah mencapai 40 orang yang setia. Ketika ibadah itu hampir berakahir sejumlah radikal Hindu menyerbu rumah dimana mereka sedang beribadah.

Mereka memukuli Pendeta Kumar dengan pipa-pipa besi sampai ia terbaring penuh darah dan tidak sadarkan diri, mereka juga menganiaya jemaat, tiga diantaranya mengalami luka-luka yang serius. Keempat orang ini dilarikan ke Rumah Sakit dalam kondisi yang kritis, bahkan selama 48 jam.

Mendengar berita sedih ini, Pendeta Paul dan Peter Haneef, dan sejumlah pemimpin organisasi Alkitab untuk Timur Tengah (The Bibles for Mideast), induk organisasi dari Gereja Kumar dan sekaligus Sekolah Alkitab ia berasal, berangkat segera untuk perjalanan panjang ke India utara dengan kereta api. Mereka mengadakan doa dan puasa di sebuah rumah dari anggota Gereja bawah tanah tersebut.

Hari pertama, Pendeta Kumar bisa membuka matanya, dan di hari ketiga ia mampu berbicara. Saat berita ini ditulis (27/9/2019) mereka bertiga masih tetap berada di Rumah Sakit.

[Malaikat nampak dilangit, menghibur dan lokal Hindu bergabung; para dokter mengakui kuasa mujizat kesembuhan]
Seminggu setelah penyerangan, anggota Gereja lainnya yang hidup terancam sedang berjalan, mereka melihat suatu penglihatan yang menakjubkan: Seorang malaikat perang sedang bergerak dan menari. Orang-orang Hindu setempat yang turut menyaksikan penglihatan tersebut menjadi kurang berlaku kasar atas orang-orang Kristen tersebut. Sebelumnya mereka selalu marah besar ketika melihat adanya ibadah Kristen, sekarang bahkan beberapa dari mereka bergabung menyembah Elohim secara rahasia.

Dua minggu kemudian, ketiga rekan mereka telah keluar dari Rumah Sakit, namun Pendeta Kumar tetap tinggal, untuk perawatan lebih lanjut. Sebelumnya ia telah mengalami beberapa operasi, salah satunya tulang belakangnya; para dokter tidak yakin apakah ia bisa berjalan kembali.

Hari Jumat (9 November) ia dinyatakan boleh keluar dari Rumah Sakit; namun ia merasakan sakit yang aneh pada bagian belakangnya. Hasil X-Ray, para dokter memutuskan untuk ia dioperasi kembali, jika tidak akan berakibat serius seumur hidupnya.

Pendeta Kumar telah tahu bahwa Tuhannya dapat menyembuh dia. Dia berkata kepada para dokter tersebut – yang adalah fundamental Hindu – bahwa Adonai Yeshua akanlah mengurangi sakitnya, melalui doa-doa anak-anak-Nya, bahkan menyembuhkan dia secara sempurna. Kemudian pendeta ini membagikan kesaksian hidupnya sendiri dan pengalaman-pengalaman lainnya yang ia telah alami dari Adonai. Dari masa kanak-kanak sampai ia lulus sekolah Alkitab.

Para dokter menunggu hasil x-ray lainnya sampai minggu depan … jadi Pendeta Paul, menyadari hal ini, ia mengirim berita permintaan doa kepada jemaat.

“Biarlah mereka percaya Yeshua adalah Adonai dan Penyembuh yang perkasa. Kita percaya Adonai kita tidaklah akan mengijinkan anak-anak-Nya ada dipermalukan di depan para orang tidak percaya dan para pengejek.”

Hari berikutnya, para dokter terperanjat mereka tidak menemukan luka-luka, “Mungkinkah sesuatu ada salah pada mesin x-ray mereka?” nampaknya mereka berpikir.

“Tidaklah diragukan, itu adalah karena pekerja ajainb Adonai saya!,” pendeta Kumar meyakinkan mereka; menambahkan: “Percayalah kepada Dia untuk juga menjadi Adonai kalian. Terimalah Dia, maka kalian akan melihat banyak, banyak keajaiban.”

Mereka tidak berargumen. Mereka memutuskan menunggu dan melakukan tes kembali di hari berikutnya.
Jumat paginya, hasil x-ray menunjukan hasil yang sama. Mereka mengakui dan berkata, “Itu adalah sebuah mujizat besar dari Adonai kamu. Kami sekarang percaya pada pekerjaan-pekerjaan mulia-Nya.”

[Mintalah, maka kamu akan menerima!, aniaya yang membuahkan jiwa-jiwa baru]
“Dapatkah kalian mengatus sebuah pertemuan bagi saya di Rumah Sakit ini dengan para pekerja? Saya ingin membagi kesaksian saya kepada mereka,” Pendeta Kumar memohon dengan berani.

Mereka perlu minta ijin kepada para pengurus RS, para dokter berkata. Sorenya ia mendapat kabar: ijin diberikan! Dua jam berikutnya pertemuan akan dibuat.

Kumar segera menghubungi Pendeta Paul dan Pendeta Peter Haneef untuk dukung doa. Ia dan seorang anggora gereja kemudian berlutut di ranjang RS tersebut berdoa sungguh-sungguh untuk acara dua jam dimuka tersebut, mengabaikan makan sore mereka. Mereka kemudian langsung menuju ruang pertemuan

Lebih dari 500 orang hadir – para suster, para suster pelajar, para dokter dan karyawan lainnya – duduk menunggu untuk mengetahui mengapa mereka telah dikumpulkan. Hampir semuanya orang Hindu.
Dokter bedah Pendeta Kumar memperkenalkan dia kepada semua hadirin. Pendeta ini memulai dengan sebuah lagu dan doa.

Ia menceritakan pendidikannya, perpindahannya dari keyakinan Hindu, dan diikuti dengan sebuah presentasi Injil yang sangat luar biasa. Sebuah jarum jatuh akanlah terdengar di seluruh ruang pertemuan tersebut; semuanya diam terpesona. Ketika ia menyimpulkan, Roh Kudus menuntun dia ke langkah lebih lanjut.

“Silahkan berdiri, jika kalian sungguh-sungguh berkehendak menerima Yeshua ini sebagai Adonai dan Juruselmat kalian,” Setiap orang melihat sekeliling pada satu sama lainnya, namun tidak seorangpun berdiri.

Lalu ia ulangi lagi. Kemudian, seorang wanita muda yang berdiri di baris depan mengangkat tangan dan berdiri. Perlahan-lahan, seorang demi seorang, semuanya berdiri: para dokter, para suster, karyawan administrasi – pendek kata, semua hadirin.

Pendeta meminta mereka menutup mata mereka dan meletakkan kedua tangan mereka pada dada mereka, dan berkata dengan suara keras untuk menerima Yeshua masuk ke dalam hati mereka.

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yeshua adalah Adonai dan percaya dalam hatimu, bahwa Elohim telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.  (Roma 10:9-10)

“Saya menerima Meshiah Yeshua, satu-satu Putra Bapa Sorgawi sebagai Adonaiku dan Juruselamatku. Adonai Yeshua yang telah turun dari Sorga dan tersalib pada salib Kalvari. Mati dan bangkit kembali dari kematian untuk memberi saya keselamatan dan kehidupan kekal. Saya percaya dalam Dia dan menerima Dia sebagai Adonai dan Juruselamatku.”

Pendeta Kumar kemudian berdoa bagi mereka semua. Seorang dari para dokter datang mengucapkan terima kasih, dengan cucuran air matanya, berkata, “Dari sekarang dan seterusnya saya tidak akan lagi menyembah berhala apapun. Dan hanya akan menyembah Yeshua.” Dan ia kembali berterima kasih.

Ketika pertemuan itu berakhir pada pukul 4:30 sore, setiap orang maju kedepan memohon, jika mereka bisa diberikan Alkitab. Tentu, saat itu ia tidak memilikinya, namun kami berdoa untuk hal itu bisa terwujud.

Pendeta Kumar kemudian keluar dari RS, kembali kerumahnya dan keluarganya pagi ini. Harap tetaplah berdoa dan menjaganya di hati kalian pelayanan yang baru dan sedang berkembang ini. (16 November 2019)

Sumber berita:

Baca lebih lanjut

Hukum Baru RRC: Penganiayaan Terhadap Kristen Terburuk Sejak Budaya Revolusi Mao

Yeshua Ha Mashiah: Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)

Gedung Gereja dihancurkan di Cina“Tanggal 1 Oktober 2019 menandai peringatan tahunan kebrutalan ke-70 tahun Komunis merebut Cina.” Reggie, Pekerja WND.com menulis. Laporan terbaru dan langsung tentang kehidupan Gereja dari seorang pengacara hukum Kristen yang pernah kerja di Pemerintah Komunis Republik Rakyat Cina (RRC). Artikel ini saya terjemahkan selengkap aslinya: China’s new law: Christian persecution worst since Mao’s Cultural Revolution. WND.com adalah situs Kristen Amerika Serikat yang terkenal setia membela nilai-nilai moral dan ajaran Yudeo-Kristianiti. Kalima dalam [kurung siku berasal dari saya]. YBU dan berdoalah bagi Gereja-gereja di RRC.

Jumat malam, [Reggie berkata] saya menerima sebuah panggilan telepon yang sedih, memohon saya untuk menulis tentang keadaan Gereja Kristen di Cina. Penelepon (yang nama atau lokasi saya tidak dapat membocorkan demi perlindungannya) adalah seorang pengacara di Cina yang telah bekerja di dalam sistem pengadilan Cina. Ketika wanita ini menjadi seorang Kristen, bagaimanapun, ia menyadari bahwa ia tidak bisa mengkompromikan imannya dan bergabung dengan Partai Komunis resmi yang atheis, sebagaimana semua hakim diharapkan untuk melakukannya di Cina.

Dia menjelaskan bahwa tiga buah gereja-rumah besar di kotanya menghadapi penganiayaan di Provinsi Guangdong (Kanton). Yang satu dipaksa untuk mendaftar pada pemerintah Cina dan menerima risiko berat pengawasan. Dua lainnya, yang menolak untuk mendaftar, tidak lagi diizinkan berkumpul bersama untuk beribadah. Mereka telah dibubarkan. Dia memohon kepada saya untuk menulis tentang penganiayaan gereja-rumah Kristen di Cina, khususnya di Guangdong.

Sewaktu saya mendengarkan kisah yang berapi-api dan menyedihkan ini, saya memikirkan tentang orang Kristen di dalam katakombe-katakombe [goa-goa di bawah tanah] di Roma kuno. Orang Kristen di Cina sedang didorong ke dalam katakombe-katakombe. Kediktatoran Cina ingin menganiaya mereka dalam kegelapan [dengan sembunyi-sembunyi]. Terima kasih kepada wanita pemberani yang menelepon saya Jumat malam, kita menyiarkan cahaya pada kebenaran yang jelek dari apa yang terjadi pada orang beriman di Cina.

Ilusi bahwa pemerintah Cina adalah teman baik hati kita perlu ada dipatahkan. Partai Komunis Cina ini adalah sebuah rezim yang brutal dan totaliter. Diplomasi perdamaian telah gagal. Semua pemerintah yang berhati nurani perlu berdiri kuat melawan kekejaman hak asasi manusia yang mengerikan dari rezim yang merusak ini.

Saya berjanji untuk mempublikasikan pernyataan wanita ini, dengan kata-katanya sendiri:

Reggie, tolong katakan kepada dunia tentang penderitaan mengerikan orang-orang Kristen di Cina. Telah ada revisi yang keras terhadap peraturan-peraturan tentang beragama di Cina, dan pemerintah Cina telah memperketat kontrol-kontrolnya di semua agama, termasuk umat Kristen.

Orang-orang asing melihat Shanghai dan terkesan dengan kekayaan dan penampakan modernitas dari Cina. Tapi mereka tidak melihat kekejaman mengerikan yang dilakukan di “kamp-kamp cuci otak” di Xinjiang, di kalangan para Muslim Uyghur. Dan mereka juga tidak melihat bagaimana orang Kristen dianiaya.

Sebagai seorang pengacara di Cina, saya bekerja erat dalam sistem pengadilan. Sistem pengadilan Cina bukanlah sebuah cabang independennya pemerintah, seperti sistem pengadilan Amerika. Tidak ada pemisahan kekuasaan di Cina. Pengadilan Cina dikendalikan oleh pemerintah. Mereka dirancang untuk melaksanakan kebijakan nasional, bukan keadilan.

Di pengadilan-pengadilan, saya diberitahu bahwa Kristianiti adalah “candu/opium rakyat,” dirancang untuk mencemari pikiran Cina dan menggulingkan pemerintah Komunis. Pemerintah Cina dan sistem pengadilan menganggap Kristianiti sebagai ancaman, musuh, karena Komunisme adalah ateis, dan mereka percaya bahwa Kristianiti akan membuat negara tidak stabil. Mereka ingin Kristianiti tetap kecil.

Hal ini berlaku untuk semua agama. PKC juga sangat menganiaya penganut Buddha Tibet, para Muslim Uighur dan fpara praktisi Falun Gong. Siapapun yang menyembah suatu makhluk ilahi adalah musuh dari Partai Komunis Cina.

Ketika PKC menangkap seorang pendeta, tuduhan pidananya adalah bahwa ia adalah seorang “pengkhianat” yang “mengancam keamanan nasional.” Para Pendeta ini tidak memiliki hak untuk mendapat perwakilan hukum. Jika mereka memiliki seseorang yang cukup berani untuk menjadi pengacara mereka, pendeta dapat dipukuli sebelum melihat pengacara tersebut. Dan pengacara mereka dapat dipukuli juga.

Bacalah juga:

Meskipun beberapa adalah orang-orang Kristen sungguhan, banyak pejabat pendeta, dari gereja yang terdaftar adalah bukan orang beriman. Mereka adalah para pekerja pemerintah, dibayar oleh pemerintah. Ini adalah salah satu alasan mengapa banyak orang Kristen memilih untuk tidak pergi ke Tiga-Mandiri (the Three-Self), [yakni] Gereja-gereja yang resmi terdaftar.

“Tiga-Mandiri” adalah cara khas Cina singkatan dari “mandiri-memerintah (self-governance),” “mandiri-dukungan (self-support),” “mandiri-penyebaran (self-propagation).” Sebagai contoh, orang-orang Katolik di Cina tidak diijinkan menerima kepemimpinan Paus. Gereja-gereja Cina tidak boleh memiliki hubungan-hubungan dengan gereja-gereja diluar Cina. Mereka tidak boleh menerima bantuan, pengajaran atau kepemimpinan dari luar.

Ada dua perubahan besar dalam hukum mengenai praktek keagamaan di Cina.

Pertama, hukum baru sangat memperluas departemen-departemen pemerintah yang dapat menganiaya orang beriman yang beragama. Di bawah hukum sebelumnya, hanya Biro Urusan Keagamaan yang boleh menegakkan larangan agama. Di bawah hukum yang baru, setiap lapisan pemerintahan dapat mengatur  keagamaan. Fakta bahwa ada begitu banyak pejabat yang menindak gereja yang tidak terdaftar menempatkan tekanan luar biasa pada anggota gereja tersebut. Sebagai bagian dari tindakan keras Presiden Xi, umat Kristen Cina menghadapi penganiayaan yang terbanyak sejak revolusi kebudayaan pada tahun 1960-an.

Saya tahu sebuah kejadian di mana beberapa misionaris Kristen Cina pergi ke sebuah konferensi Kristen. Ini adalah November 2018, di Thailand. Para pengintai Komunis Cina juga pergi ke konferensi ini dan secara rahasia mencatat para hadirin. Banyak misionaris ditahan setelah mereka kembali ke Cina.

Teman-teman saya sedang menonton sebuah film dokumenter mengenai Lapangan Tiananmen di ruang tamu mereka sendiri di Shenzhen, sebuah kota di Provinsi Guangdong. Mereka ditangkap dan tetap berada di bawah pengawasan.

Kedua, hukum baru membuat pertemuan-pertemuan informal jelas ilegal. Gereja tidak memiliki kebebasan berkumpul. Jika sekelompok orang percaya berkumpul untuk berdoa, dan mereka tidak terdaftar, hukum baru membuat pertemuan ini dilarang keras. Sebelumnya, pertemuan-pertemuan sejenis itu sangat tidak dianjurkan, tetapi tidak secara teknis ilegal.

Di bawah hukum baru ini, gereja rumah di daerah saya telah dipaksa untuk membuat pilihan yang mustahil. Entah mereka harus membubarkan, jika mereka menolak untuk mendaftar; atau, mereka harus mendaftar dengan pemerintah. Mereka yang mendaftar prihatin tentang pengawasan dari gereja dan anggotanya. Selain itu, khotbah dan ajaran mereka akan dipantau. Orang percaya juga khawatir bahwa persepuluhan dan persembahan Gereja dapat disita oleh pemerintah, dan bahwa garis tanah mereka dapat dipantau oleh Cina setara dengan CIA [Central Intelligence Agency; Badan Pusat Intelegennya Amerika Serikat]

Menjadi anggota gereja-rumah di Cina berbahaya. Sebagian besar anggota Gereja bawah tanah di daerah saya [orang-orang yang] masih muda. Hari ini, saya tidaklah memiliki kebebasan untuk menjadi seorang Kristen di Cina; seandainya saya memimpin pertemuan doa wanita di ruang tamu saya sendiri, saya akanlah ditangkap dan menghadapi tuntutan pidana serta denda yang berat. Aku bisa dipenjara, disiksa dan terbunuh sebelum persidangan. Jika saya berhasil sampai ke pengadilan, persidangan tidaklah akan adil, karena tujuan dari sistem pengadilan adalah untuk memajukan kebijakan nasional, seperti misalnya, untuk mencegah Kristianiti menyebar.

Di daerah terpencil, preman-preman pemerintah mengambil gambar-gambar keagamaan dan menggantinya dengan gambar-gambar [Presiden] Xi Jinping. Partai Komunis Cina tidak ingin Anda percaya kepada Elohim, tetapi kepada Partai tersebut. Xi Jinping adalah seperti Ketua Mao, memusatkan kekuasaan ke dalam tangannya sendiri. Dia telah mengubah Konstitusi Cina untuk menghapus batas-batas masa jabatan. Dia akan menjadi diktator seumur hidup!

Beberapa gereja bawah tanah yang berani terus bertemu secara rahasia. Mereka harus menyanyikan nyanyian pujian mereka dengan sangat perlahan terdengar untuk menghindari deteksi. Banyak gereja, pernah ditemukan, ditendang keluar oleh pemilik tanah dan harus pindah dari satu tempat ke tempat lain setiap minggu.

Pemerintah Cina tidak suka para penginjil. Aku tahu seorang pengkhotbah keliling yang menghilang pada tahun 2004-5.

Kesepakatan Cina-Vatikan telah menjadi hal yang mengerikan bagi umat Katolik Cina. Mungkin Vatikan tidak tahu bagaimana orang-orang Katolik telah dipenjara dan disiksa karena iman mereka. Pemerintah Cina telah menjadi tidak manusiawi kepada umat beragama, termasuk para Katolik. [Banyak jemaat Katolik bahkan pendetanya tidak tahu apa yang pemimpin puncak mereka lakukan, bacalah Wahyu 17 dan 18]

 Reggie, tolong katakan kepada dunia tentang penderitaan orang-orang Kristen di Cina. Mereka tidak berkecil hati dan tidak takut. Bisakah Anda membantu kami? Bisakah Anda berdoa bagi kami?

Link-link sekaitan hukum-hukum barunya PKC mengendalikan agama

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Dua pria Kristen diadili di Algeria atas tuduhan istri meng-Injili

Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, sebagaimana seharusnya di dalam Adonai (Kolose 3:18)

Pihak famili dari isteri memaksa istrinya membuat surat keluhan, suaminya berkata

Rachid Ouali Ali Larchi, dari kiri ke kanan, Sadek Najib Pembela Hukum mereka

Rachid dan Ali (dari kiri ke kanan)

TIZI-OUzou, Algeria. Kedua orang Kristen ini menghadapi pengadilan setelah istri dari satu bapa tersebut menuduh mereka menganjukan dirinya meninggalkan Islam, suami dari isteri tersebut berkata.

Rachid Ouali dan teman prianya, Ali Larchi (67 tahun), telah menghadap hakim di Bouira, sekitar 100 kilometer dari timur laut Algeria (9 Oktober), setelah isteri Ouali menulis surat keluhan bulan Juli, menuduh keduanya membawa dia ke sebuah ibadah Gereja dan menganjurkan ia untuk meninggalkan Islam, Ouali bercerita kepada Morning Star News.

Dia dan Larchi menolak tuduhan-tuduhan tersebut, yang kemudian isteri Ouali berkata kepada suaminya bahwa ia melakukan itu dibawah tekanan dari sejumlah pihak familinya.

Penduduk Lekser, 30 kilometer timur laut dari Bouira, dimana Ouali dan isterinya saat itu sedang makan siang di rumah Larchi pada akhir Juni. Larchi dan isterinya dan kelima anak mereka adalah keluarga yang telah dikenal umum di wilayah tersebut sebagai keluarga Kristen yang biasa menerima tamu-tamu dari segala berbagai keyakinan. Profinsi Bouira ini memang telah ada sejumlah besar orang-orang Kristen dari latar belakang Islam.

Awal tuduhan. Sementara kedua keluarga ini menikmati makanan mereka, Ouali dan Larchi saling bercerita tentang kesetian Ha Mashiah dalam kehidupan mereka, Ouali bercerita. Menyebut nama Yeshua dan bereaksi dengan berkata ”Haleluyah!” adalah umum.

Ketika mendengarkan percakapan ini, isteri Ouali tiba-tiba melompat berdiri dan menjerit-jerit dengan marah kepada suaminya, “Kamu membawa saya ke sini untuk memurtadkan saya dan meninggalkan agama saya. Kamu membuat jebakan bagi saya,” Ouali bercerita kejadian silam tersebut. “Dia tidak berhenti meninggikan suaranya membuat dirinya sendiri di dengar orang luar,” suaminya menambahkan.

Isterinya meninggalkan rumah Larchi pergi ke rumah dari sanak familinya yang terdekat, dimana ia menceritakan kejadian tersebut kepada para keponakannya, termasuk dua saudara laki-lakinya yang adalah polisi, pihak family memaksa ia pergi ke Kantor Polisi untuk mengisi surat keluhan menentang suaminya dan temannya.

Pada tuduhan tersebut isterinya menyatakan bahwa suaminya dan Ali Larchi membawa ia ke ibadah Gereja dan mencoba mendorong ia untuk meninggalkan Islam dan menjadi seorang Kristen. Hukum Algeria pasal 03/2006, memaksakan seorang Muslim keluar dari Islam bisa mendapat hukuman dua sampai lima tahun perjara dan denda 500 ribu sampai 1 juta dinnar (4,3 – 8,7 dollar Amerika). Morning Star News menulis.

Kemudian hari isterinya mengakui kepada Ouali, suaminya, ”Saya tidak mau melakukan itu; itu adalah kedua saudara lelaki saya yang memaksa saya melakukan hal itu.” Sehari sebelum Selasa hari pengadilan, isterinya menepon suaminya dan berkata, ”Saya terjepit di antara sanak famili dan suami saya. Saya tidak tahu harus berbuat apa.”

Para pemimpin Kristen berkata hukum pasal 03/2006 tidaklah sah, mengutip kostitusi Algeria Artikel 42 dimana Negara menjamin kebebasan beragama, berpendapat dan beribadah.

Islam adalah negara agama di Algeria, dimana 99% penduduknya dari 40 juta Muslim. Namun sejak tahun 2000, ribuan Muslim Algeria telah menaruh iman mereka kepada Ha Mashiah. Pemerintah setempat memperkirakan jumlah Kristen ada sekitar 50 ribu orang, namun sumber lain berkata itu dapat ada dua kali lipat dari pernyataan pemerintah.

Baca lebih lanjut

RRCina: Orang-orang Kristen mengabaikan larangan pemerintah atas aktivitas Sekolah Minggu

Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. … Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” (Markus 4:3,8)

Murid-murid Kristen Cina di Kamp Musim Panas

Remaja Kristen Cina di Kamp Musim Panas

Republik Rakyat Cina. Orang-orang Kristen di kota Wenzhou (profinsi Zhejiang) mengabaikan larangan resmi kelas-kelas Sekolah Minggu — dan telah bersumpah untuk terus mengajar anak-anak mereka tentang Yeshua sampai orang percaya melebihi jumlah orang komunis di negara tersebut.

Menurut laporan baru dari Reuters, Gereja-gereja di Wenzhou — dikenal sebagai “Yerusalemnya Cina” karena komunitas Kristen yang cukup besar — mulai mengajar anak-anak di rumah pribadi atau di tempat lain setelah pihak berwenang melarang aktivitas Sekolah Minggu awal tahun ini.

“Iman prioritas pertama, pendidikan sekolah hal yang kedua,” seorang ibu dengan nama keluarga Chen berkata. “Anak-anak harus menghadiri kelas-kelas Alkitab sebab sekolah-sekolah pemerintah gagal menyediakan tuntunan moral yang cukup dan kerohanian.

“Obat-obatan, porno, perjudian dan kekerasan adalah masalah serius di antara remaja masa kini dan game-game video sangat menggoda,” ibu ini bercerita kepada Reuters. “Kami tidak bisa bersama dengan putra kami sepanjang waktu, jadi hanya melalui iman kita dapat membuat dia mengerti (yang tepat untuk dilakukan).” Ibu ini menambahkan, “pastilah akan ada lebih banyak orang Kristen beriman pada generasi berikutnya. Kemampuan untuk iman Kristen untuk ada diwariskan dan diteruskan sedang bertumbuh pesat.”

Selain melarang Sekolah-sekolah Minggu di beberapa kabupaten Wenzhou, anak-anak di daerah lain dilarang mengambil bagian dalam kegiatan-kegiatan iman, termasuk kamp-kamp Musim Panas. Saat itu, pihak berwenang memberi alasan “udara panas” kemungkinan menimbulkan bahaya kesehatan.

Reuters memperhatikan bahwa sementara hukum negara Cina secra resmi megijinkan kebebasan beragama untuk semua orang, termasuk anak-anak, peraturan perlindungan anak di bawah umur dan pendidikan juga mengatakan agama tidak dapat digunakan untuk “memaksa” anak-anak untuk percaya.

Pada bulan September, pemerintah merilis peraturan baru yang memperluas pengaruh negara dalam pengawasan pendidikan agama di seluruh negara. Para pejabat Cina sebelumnya memperingatkan orang tua Kristen bahwa jika mereka tetap membawa anak-anak mereka ke Gereja-gereja yang tidak disetujui oleh pemerintah, keturunan mereka akan dilarang dari menghadiri kuliah atau melayani di militer, dan akan menghadapi tindakan hukum.

Gereja-gereja Protestan yang dibawah kontrol pemerintah Cina dikenal sebagai Gerakan Patriotik Tiga-Mandiri [3-M](the Three-Self Patriotic Movement) secara khusus melarang para anggotanya “mencuci otak” para remaja dengan kepercayaan agama dan melarang membawa anak-anak ke aktivitas keagamaan.

“Pemerintah sedang mencoba mengkontrol ideologi,” seorang Kristen bernama keluarga Zhang bercerita kepada seorang karyawan pengawas penganiayaan China Aid. “Selama periode (presiden) Jiang Zemin dan Hu Jintao, pemerintah ada toleran terhadap kotbah dan pekerjaan pemberitaan Injil. Setelah Xi Jinping memasuki kekuasaan, cengkraman pemerintah atas agama semakin kuat.”

Pada tahun 2014, pemerintah meluncurkan sebuah kampanye di Wenzhou untuk menghancurkan Gereja-gereja “ilegal” dan meruntuhkan tiang-tiang salib. Selama kampanye “keindahan” itu, tiang-tiang salib sebanyak 360 buah disingkirkan (dengan paksa) dari tempat-tempat ibadah.

Jemaat Wenzhou protes menentang aksi anti-Salib pemerintah RRC

Jemaat protes anti-Salib pemerintah RRC

Ratusan orang Kristen, termasuk pendeta, pengacara dan aktivis, telah ditangkap karena berbicara melawan penganiayaan yang terus-menerus, dan banyak dari mereka masih ditahan. Para pengacara HAM (hak asasi manusia) yang memberikan bantuan hukum kepada jemaat di Cina telah menjadi korban atas kebrutalan polisi dan dipaksa mengaku di depan siaran TV pemerintah bahwa mereka telah mengganggu keamanan, dan mengancam keamanan negara.

Walaupun adanya larangan-larangan tersebut, diperkiran ada sekitar 30 juta Kristen di Cina, sementara sumber independen memperkirakan jumlah sekitar 60 juta, mayoritas mereka adalah orang-orang Protestan. [Ini hanya jumlah jemaat dari Gereja 3-M, jika ditambah dengan jemaat “Gereja bawah tanah” jumlah pasti lebih dari 200 juta, sebab tahun 2014 saja itu telah mencapai 163 juta orang Kristen laporan menulis, baca: How many Christians in China?]

Sarah Cook, seorang penganalisa dari Freedom House dan kelompok penasehat yang berbasis di New York (AS) berkata kepada Reuters, bahwa Partai Komunis Cina hanya dapat mengontrol sejauh pendidikan iman, “Akanlah selalu ada berlangsung dimana anak-anak di rumah yang cerita-cerita sebelum tidur mereka adalah berasal dari cerita Alkitab.”

Sumber terjemahan: Christians in China Ignore Sunday School Ban: Vow to Teach Children About Jesus Anyway by Leah Marieann Klett (Dec 27, 2017), Gospelherald.com
Baca lebih lanjut

Laos: Dua gadis remaja dianiaya keluarga dan pemerintah, ”Kami ingin mentaati Yeshua!”

Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. (Matius 10:37-38)

Peta Laos dan negara tetangganyaDi tengah-tengah tekanan agama Animisme, Buddha dan Komunisme – dua gadis remaja ini telah menempuh perjalanan iman yang sukar. Mereka menemukan bahwa Yeshua layak bagi hati mereka, bahkan hidup mereka. Laos termasuk dalam daftar ke 24 pada laporan tahunan World Watch List yang dibuat oleh Open Doors, sebuah organisasi Kristen yang menolong kelompok-kelompok minoritas yang teraniaya.

Nani (17 tahun) dan adiknya Nha Phong (16 tahun), telah menjadi orang Kristen pada Musim Gugur tahun 2016 setelah mendengar kebenaran Injil dari sepupunya.

Sepupu kami adalah seorang pendeta di sebuah desa tidak jauh dari tempat kami tinggal. Dialah orang yang membagikan Kabar Baik (Injil) kepada kami, berjalan bersama kami di saat-saat kami belajar lebih dalam tentang Yeshua. Kami suka apa yang kami dengar dan itu sebuah pilihan yang mudah untuk dibuat, namun kami tahu komitmenya adalah berat.

[Diancam]. Ketika keluarga kami tahu apa yang kami telah lakukan, mereka menjadi marah. Ayah kami berkata kami tidak boleh mengunjungi Gereja, dan ia mengancam kami.

”Ketika sekali waktu kami ingin pergi ke Gereja, keluarga kami menjadi begitu marah kepada kami. Mereka berkata jangan pergi. Sepupu saya dan keponakan laki-laki berkata saya perlu kembali ke agama lama saya, dan jika kami tidak melakukannya mereka akan memukul saya dan memaksa saya keluar dari Gereja,” Nani bercerita

Menyadari pentingnya mendengarkan firman Elohim dan berada Bersama saudara-saudari seiman, mereka berkata, ”Namun kami tetap pergi. Mengapa kami tidak dapat pergi? Kami masih bayi rohani. Kami haruslah ada bersama dengan orang-orang beriman lainnya.

Saat itu, sepupu tersebut tidak memenuhi apa yang ia katakan, namun tiga minggu kemudian ketiga kedua gadis ini meninggalkan rumah untuk beibadah, anggota keluarga mereka – sekitar enam sampai sembilan orang – mengikuti mereka. Open Doors bercerita.

”Pada suatu pagi, banyak anggota keluarga kami mengikuti kami secara diam-diam untuk melihat kemana kami pergi. Mereka mungkin telah tahu, tetapi ingin melihat dengan mata mereka sendiri.

[Dianiaya]. Ketika ibadah Gereja dimulai, mereka secara tergesa-gesa memasuki ruangan dan menangkap kami – mengikat kami dan menyeret kami keluar gedung. Mereka membawa saya ke rumah paman saya dan bertanya berkali-kali ‘Apakah kamu tetap percaya Elohim?'” Nha Phong Laos dua remaja Kristen dianiaya karena iman Kristianiti merekabercerita.

Ayah kami berlaku kasar – ia tetap membiarkan kami terikat untuk beberapa hari. Keluarga kami berkata mereka tidak akan melepaskan kami dari ikatan sebelum kami menolak iman kami kepada Yeshua. Setelah empat hari berlalu, ayah kami akhirnya melepaskan kami. Namun kehidupan kami tidaklah sama lagi.

Sementara ayah mereka tetap menentang  keyakinan iman kedua putrinya, ibu mereka nampak tertarik pada Kristianiti dan bahkan terkadang ikut mereka ke Gereja sekali-sekali.

Ibu kami tidak pernah memukul kami, tetapi ayah kami ya. Ayah lakukan itu setelah kepala desa memerintahkannya. Ayah mendengarkan para petugas pemerintah yang tidak suka kami pergi ke Gereja,” Nani berkata. Ayah tidak ingin melihat Alkitab saya ada di rumah, jadi ia mengambilnya dan menyembunyikan itu dari diriku. Saya temukan itu dikemudian hari dan sekarang saya dapat kembali menbaca Alkitab saya.

[Melarikan diri]. Kami tidak suka menentang ayah kami yang adalah kepala keluarga, namun kami ingin mentaati Yeshua lebih dari siapa pun juga. Kami tahu bahwa Yeshua telah mati bagi kami, dan kami tidak ingin kembali ke agama lama kami. Bahkan seandainya itu sulit, kami tetap mengikuti Yeshua. Dan kekuatan kami untuk berdiri teguh adalah karunia dari Elohim. Dia telah memberi kami semangat untuk percaya.

Menentang ayah kami adalah suatu hal, namun kemudian pemimpin desa mengambil masalah kami ke dalam tangannya sendiri. Ia mengutus petugas-petugas pemerintah ke rumah kami untuk menahan kami. Syukurlah kami berhasil melarikan diri  dan bersembunyi dengan sepupu kami di desanya dimana ia melayani sebagai pendeta. Kami tidak tahu akan masa depan, juga esok hari akan terjadi apa. Kami berharap keluarga kami suatu hari menerima kepercayaan baru kami. Namun sekarang kami menghabiskan waktu kami dalam persembunyian. Ada ayat di Alkitab dalam kitab Efesus 6, ketika orang-orang bertempur pada masa lalu, mereka memakai perisai. Kami ingin memiliki iman seperti sebuah perisai, ketika si jahat mencoba memanahkan anak-anak pamah kepada kami, kami akan pakai perisai iman tersebut untuk melindungi kami. Perisai iman kami tersebut adalah iman kami di dalam Yeshua.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Mesir: Dua Gereja Koptik dibom saat merayakan Hari Minggu Palm, 5 hari sebelum Paskah

Jemaat Gereja St. George di Tanta Mesir dibom Muslim saat ibadah

JemaatKoptik di Tanta Mesir dibom saat ibadah

Jemaat Kristen Koptik sedang berkumpul merayakan Minggu Palm, sebuah Hari Perayaan Kristen memperingati Yeshua Ha Mashiah menggendarai keledai muda diiringi oleh murid-murid-Nya menuju Bait Elohim dan rakyat di sepanjang jalan menyambut-Nya dengan teriakan meriah  dan lembaian pucuk-pucuk daun palm muda pada tangan mereka, serta meletakkan pakaian mereka dan potongan  ranting pohon zaitun pada jalan yang Dia lalui: ‘Hosanna! Diberkatilah Dia yang datang dalam Nama YAHWEH! Diberkatilah kerajaan Daud, leluhur kita, yang datang dalam Nama YAHWEH! Hosanna di tempat yang mahatinggi!”  (Markus 11:9-10), menggenapi nubuatan nabi Zakharia 9:9.

Serangan bom pertama terjadi di dalam gedung Gereja St. George di Tanta, membunuh 27 jiwa dan melukai 78 lainnya. Beberapa jam kemudian seorang Muslim meledakkan dirinya sendiri di depan Gereja St. Markus di Alexsandria, menewaskan 16 orang dan melukai 41. Total korban jiwa menjadi  43 dan 119 luka-luka.

Uskup  Angaelos, Uskup tertinggi untuk Gereja Koptik di Britania Raya mengkomentari peristiwa ini: “Sementara itu masih terlalu dini untuk menentukan tanggung jawab, apa yang tak terbantahkan adalah kebrutalan ketidak berperasaan dan tanpa hati dapat menyebabkan seseorang atau orang-orang  mengambil nyawa orang tidak bersalah tanpa pandangbulu, terutama yang paling rentan jam doa,” ia menulis dalam sebuah pernyataan.

Dick Brogden, seorang pemimpin Kristen di Kairo berkata kepada CBN News bagaiman respon saudara-saudarinya, “Mereka tidak meresponi dengan marah atau mengangkat senjata. Sebaliknya dari pimpinan tertinggi Gereja Koptik sampai ke level jemaat, mereka telah memberi pipi sebelah mereka. Mereka memiliki roh Mashiah. Mereka telah berkata kami bersedia menderita demi Yeshua.”

Sumber tulisan:

Baca lebih lanjut

Skotlandia: Penginjil dikunci, dituntut dengan kejahatan benci karena mengutip Alkitab ke seorang remaja gay

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Elohim.” (2 Timotius 3:1-4)

gordon-penginjil-jalanan-ditahan-polisi-skotland-karena-mengutip-ayat-alkitab

Gordon Larmour ditahan Polisi Skotland karena Injil

Seorang pengkhotbah jalanan Kristen ditahan dalam sel dan dituntut dengan kejahatan benci karena mengutip kitab Kejadian dalam menanggapi pertanyaan seorang remaja gay: ”bagaimana Elohim memandang homoseksual?”

Gordon Larmour, 42, menghabiskan waktu malamnya dalam tahanan dan menghadapi percobaan enam bulan atas tuduhan sebelum akhirnya mereka membawa ia ke sidang bulan lalu.

Bapa dari satu orang anak ini, telah melakukan kotbah-kotbah di jalanan selama tujuh tahun setelah ia menjadi pengikut Yeshua (Kristen), kejadian ini berawal ketika ia sedang membagikan traktat-traktat Kristen di kota ia tinggal, Irvine, Ayrshire, Juni lalu ketika sebuah kelompok remaja pria melewatinya, Telegraph melaporkan. (5 Februari 2017)

Ia, Gordon, berkata kepada mereka: ”Jangan lupa Yeshua mengasihi kalian dan Dia telah mati bagi dosa-dosa kalian.”

Seorang dari mereka bertanya kepada Mr. Lamour, ”Apa yang Elohimmu katakan tentang homosexual?” Ia menjawab dengan merefer ke Kitab Kejadian, yang menyatakan bahwa Elohim telah menciptakan Adam dan Hawa untuk menghasilkan anak-anak.

Dua remaja (dari antara mereka) berargumentasi dan Mr. Lampur menyatakan bahwa dialah yang dikejar oleh seorang dari remaja tersebut. Bagaimanapun, dialah yang ditahan dan dijebloskan ke mobil polisi sebelum ada ditahan di kantor polisi semalaman, dituntut dengan mengancam atau penyerangan yang dibangkitkan oleh prejudis berkaitan ke orientasi sex.

”Saya berpikir seharusnya polisi menangani itu berbeda dan mendengarkan apa yang telah saya katakan. Mereka seharusnya menenangkan remaja tersebut dan selesai disitu,” Mr. Larmour berkata kepada Scottish Herald hari Minggu kemarin.

Ia menambahkan: ”Di pengadilan teman remaja tersebut berbicara benar – bahwa saya tidak menyerang dia ataupun memanggil dia nama-nama yang bersifat homophobia. Saya hanya sederhananya menjawab pertanyaan dia dan berkata kepadanya tentang Adam dan Hawa dan Sorga dan Neraka. Berkotbah dari Alkitab bukanlah suatu kejahatan.”

Di Pengadilan Sheriff Kilmarnock, Sheriff Alistair Watson setuju, membebaskan Mr. Larmour dari tuntutan. Ia juga menemukan bapa ini tidak bersalah dari tuduhan ke dua ”meyerang yang dibangkitkan oleh prejudis berkaitan ke orientasi sex.”

Mr. Larmour berkata, ”Saya tidak dapat mengerti mengapa saya ditahan pada kejadian tersebut – itu adalah sebuah reaksi berlebihan yang besar dan membuang waktu setiap orang. Polisi tidak mendengarkanku. Mereka segera mengambil posisi membela remaja laki homosex tersebut dan menyerang hak-hakku.”

”Saya merasa mereka (para polisi di kejadian tersebut) telah mencoba begitu keras untuk nampak mereka melindungi para minoritas, sebaliknya ternyata mereka pergi terlalu jauh. Saya ingin ada mampu untuk bercerita kepada orang-orang kata-kata baik dari Injil dan berpikir saya haruslah ada bebas untuk melakukannya juga. Saya saat itu tidak berbicara opini-opini saya sendiri – saya mengutip dari Alkitab.”

Andrea Williams, Pemimpin eksekutiv Pusat Legal Kristen (the Christian Legal Centre), berkata: ”Itu adalah sangat melegakan bahwa Hakim mendukung Gordon, sebab kasus tersebut tidak penting untuk dipermasalahkan.” 

Skotland adalah negara asal penginjil terkenal John Knox, ia begitu mengasihi negerinya sehingga ia berkata, “Berikan saya Skolandia, atau saya mati!” Video dokumentasi: John Knox and The Scottish Covenanters

Sumber terjemahan dan ada lebih dari 2300 komentar, lihat di sini. Preacher Locked Up, Charged with Hate Crime for Quoting Bible to Gay Teen Baca lebih lanjut

Daftar 50 Teratas Negara Penganiaya Terburuk atas umat Kristen 2016 World Watch List

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)

Organisasi Open Doors telah mengelarkan The World Watch List 2016, yang adalah sebuah ranking 50 negara-negara teratas dimana orang-oran Kristen menghadapi penganiayaan terburuk oleh karana iman mereka. Sumber.

9 dari 10 negara pengaiaya umat Kristen sedunia tertinggi ditempati oleh negara-negara dimana Hukum Islam adalah hukum negara. Dan 37 dari 50 negara terdaftar terjadi di negara dimana penganut agama Islam adalah moyoritas. Persentasi umat beragama di tabel diambil dari Wikipedia.

1 R. KorUt 21 Qatar 41 Kuwait
2 Irak 22 Mesir 42 Kazakhstan
3 Eritrea 23 Myanmar 43 Indonesia
4 Afganistan 24 Palestina Ter. 44 Mali
5 Syria 25 Brunai 45 Turkey
6 Pakistan 26 R. Afrika Tengah (15%) 46 Kolombia
7 Somalia 27 Yordania 47 U. Arab Emirat
8 Sudan 28 Djibouti 48 Bahrain
9 Iran 29 Laos 49 Niger
10 Libya 30 Malaysia 50 Oman
11 Yemen 31 Tajikistan
12 Nigeria 32 Tunisia
13 Maldives 33 R.R.Cina
14 Arab Saudi 34 Azerbaijan
15 Uzbekistan 35 Bangladesh
16 Kenya (11%) 36 Tanzania (32%)
17 India (Hindu) 37 Algeria
18 Ethiopia (43,5/ 33,9)* 38 Bhutan (74,7)
19 Turkmenistan 39  Comoros
20 Vietnam 40 Mexico

*: Ethiopia mayoritas adalah Orthodox  (43,5%), dan kedua tertinggi adalah Muslim (22.9%)

Baca lebih lanjut

Pakistan: 5 Muslim menerima hukuman mati karena membunuh satu keluarga Kristen

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.  (Injil Yohanes 16:1-4, ITB)

Masyarakat Kristen Pakistan protes diskriminasi Muslim atas Kristen di Pakistan.jpg

Masyarakat Kristen Pakistan membela saudara mereka yang teraniaya

Pengadilan Pakistan telah memberikan hukuman mati kepada lima Muslim yang terbukti menyiksa dan sepasang suami-isteri Kristen atas tuduhan pembakaran Kuran, menurut Morning Star News.

Ratusan warga desa Kot Radha Kishan, Pakistan terlibat dalam serangan atas Shahzad Masih (26 tahun) dan istrinya yang sedang hamil lima bulan, Shama (24 tahun), keduanya dilemparkan ke pembakaran batu bata yang sedang menyala.

Penduduk desa dihasut oleh para pemimpin Muslim yang menyerukan kekerasan terhadap pasangan yang  dituduh  membakar Kuran.

Pengadilan Anti-Teroris Hakim Chaudhry Azam telah memberikan hukuman mati ke Irfan Shakoor, Muhammad Hanif, Mehdi Khan, Riaz Kamboh dan Hafiz Ishtiaq, awal minggu lalu (Minggu ke 46), berikut hukuman denda 200.000 rupi Pakistan atau 1.900 Dollar AS. Delapan orang lainnya menerima dua tahun hukuman penjara.

Jaksa Riaz Anjum, yang mewakili ayah dari perempuan meninggal, mengatakan kepada Morning Star News bahwa meskipun pada awalnya lebih dari 50 orang telah didakwa membunuh, kebanyakan dari mereka dibebaskan setelah anggota keluarga Shahzad Masih mengirim pernyataan menyangkal bahwa mereka hadir saat perisitiwa itu terjadi.

“Meskipun demikian, ini adalah berita menggembirakan untuk komunitas Kristen di Pakistan,” ujar Anjum. “Keluarga almarhum orang telah menderita banyak tekanan, meskipun negara telah menjadi keluhan dalam hal untuk menggagalkan upaya apapun untuk menekan keluarga korban untuk mencapai penyelesaian dengan dakwaan yang kuat.”

“Tapi hukuman atas lima orang oleh pengadilan tidak suatu usaha yang kecil, dan saya berharap vonis ini akan dilihat sebagai peringatan keras menentang kekerasan sejenis terhadap para minoritas di masa depan,” katanya.

Masih dan istrinya bekerja sebagai buruh terikat di tempat pembakaran batu bata. Pasangan bertahan hidup dengan empat anak mereka.

Banyak oran Kristen Pakistan hidup di dalam perbudakan sampai saat ini, upah yang mereka dapat terlalu kecil untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga anak mereka meneruskan pekerjaan yang sama untuk membayar hutang kepada tuan mereka. Dan jika mereka protes karena pekerjaan ekstra yang tidak dibayar atau tidak ingin bekerja pada hari Minggu karena ingin beribadah, maka tuannya dengan mudah menutup mulut mereka dengan tuduhan ”membakar Kuran” atau ”menghina nabi Muhammad.” Ini jenis tuduhan umum yang telah diketahui oleh banyak organisasi Hak-hak Asasi Manusia baik di dalam maupun di luar Pakistan, seperti: Voice of Martyrs, ChrsitianPakistan, OpenDoor. Dan masyarakat Muslim di banyak desa di Pakistan dengan mudah dimanfaatkan oleh pemimpin agama Islam untuk banyak tujuan.

Sumber berita: Five Muslims Sentenced to Death For Killing Christian Couple in Pakistan (CBN News; 27/11/2016)

Baca lebih lanjut

Martir Ha Mashiah / Kristus dan Empat kata yang menghentikan pertarungan Gladiator Romawi selamanya

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” – Yeshua Ha Mashiah (Matius 16:24-25)

para-martir-kristen-di-colosseum-roma

Martir Kristen di Colosseum Roma

Ada sepuluh penganiayaan besar terhadap umat Kristen di dalam tiga abad pertama, dan penganiayaan di bawah kaisar Diocletian adalah yang terburuk. Ketika Diocletian kalah dalam pertempuran-pertempuran di Persia (Iran), para jendral perangnya berkata kepadanya itu oleh karena mereka telah mengabaikan dewa-dewa Roma. Diocletian kemudian memerintahkan semua orang militernya untuk kembali menyembah dewa-dewa Roma, sehingga memaksa orang-orang Kristen masuk kembali kepada persembunyian mereka atau keluar dari ketentaraan Roma.

Setelah membersihkan orang-orang Kristen dari militer, Diocletian mengumpulkan orang-orangnya yang telah dikenal umum sebagai anti ajaran Kristianiti. Dia membatalkan keputusan toleransi yang dikeluarkan oleh kaisar sebelumnya, Gallienus, di tahun 260 AD, dan kemudian memakai kekuatan militer Roma untuk menyembah dewa-dewa pagan Roma. Pada 303 AD, ia berkunsultasi kepada dukun dari Kuil Apollo di Didyma, yang mengatakan kepadanya untuk memulai penganiaayaan atas Gereja Kristen di seluruh kerajaannya. Sehingga kemudian lahirlah ketidak toleransiaan, kebencian dan aniaya yang sangat berat terhadap orang-orang Kristen.[1]

Diocletian memerintahkan militernya pergi secara sistimatis dari profinsi ke profinsi menahan para pemimpin Gereja, membakari Kitab-kitab Suci, menghancurkan gedung-gedung Gereja, memotong lidah-lidah mereka, memasak mereka hidup-hidup dan memotong-motong tubuh mereka. Itu terjadi dari Eropa sampai ke Afrika Utara, ribuan orang Kristen telah menjadi martir[2]

Para orang percaya berseru dalam doa-doa mereka, kemudian Diocletian dipukul dengan sebuah penyakit usus yang parah dan mengundurkan diri pada 1 Mei 305 AD. Kaisar Gelarius melanjutkan penganiyaan tersebut, namun dia juga dipukul dengan penyakit usus dan mati.

“Saya bisa membayangkan bagaimana orang-orang Kristen mula-mula yang dibawa ke Colosseum untuk dijadikan tontonan bagi mereka yang lebih jahat dari pada binatang-binatang buas, mereka dimohon oleh orang-orang yang ragu-ragu agar tidak membahayakan hidup mereka. Tetapi, berlutut di tengah-tengah arena, mereka berdoa dan bernyanyi sampai mereka dimakan …”

Dua pemimpin politik Kristen Amerika Serikat berkomentar tentang penganiayaan orang Kristen di arena-arena Gladiator Roma:

“Bagaimana  tidak berdayanya mereka nampak, dan, diukur oleh setiap ukuran manusia, bagaimana tidak adanya harapan perbuatan mereka. Namun hanya di dalam puluhan tahun kuasa yang mereka telah panggil terbukti lebih kuat dari legionnya Kaisar, dan iman yang mana mereka telah mati ternyata menang di seluruh negeri … Mereka lebih besar dari pemenang dalam kematian mereka daripada mereka dapat miliki melalui membeli kehidupan.” Seketaris Negara William Jennings Bryan; The Prince of Peace. New York Times, Sept. 7, 1913.

“Kuasa doa ini dapat ada diillustrasikan oleh suatu cerita munder kebelakang abad ke empat – Seorang hamba Tuhan (Telemachus) tinggal di sebuah desa yang kecil, menghabiskan hampir seluruh waktunya di dalam doa. Suatu hari ia berpikir ia telah mendengar suara Elohim berkata untuk dia pergi ke Roma. Berminggu-minggu kemudian, ia tiba …. di saat perayaan di Roma.  Dia mengikuti orang-orang masuk ke dalam Colosseum, dan kemudian, di sana di tengah-tengah keramaian dia melihat beberapa gladiator datang ke arena, berdiri di depan Kaisar, dan berkata, ‘Kami yang akan mati menyaluti Anda.’ Dan hamba Adonai ini sadar bahwa mereka akan segera bertempur untuk mati bagi menghibur para penonton. Dia berteriak, ‘Dalam Nama Kristus, berhenti!” Dan suaranya lenyap di tengah-tengah keramaian di Colosseum yang besar tersebut …”

para-gladiator-saling-bunuh-demi-kaisar-roma-dan-penonton-di-colosseum-kota-roma

Gladiator saling membunuh demi Kaisar

“Dan saat permainan dimulai, ia turun ke bawah di antara keramaian orang dan memanjat tembok dan loncat ke lapangan arena. Tiba-tiba keramaian orang tersebut melihat manusia bertubuh kecil bergerak menuju ke arah para gladiator dan berkata berkali-kali kalimat yang sama: ‘Dalam Nama Kristus, berhenti!

Dan mereka pikir itu adalah bagian dari hiburan, dan pada awalnya mereka geli. Tapi kemudian, ketika mereka menyadari itu bukan, mereka menjadi beringas dan marah.

“Dan ketika ia memohon kepada para gladiator tersebut, ‘Dalam nama Kristus, berhenti!’ salah satu dari mereka menusukkan pedangnya ke tubuhnya. Dan ketika ia jatuh ke pasir arena untuk mati, kalimat terakhirnya adalah, ‘Dalam nama Kristus, berhenti!’

Dan tiba-tiba, hal yang aneh terjadi. Para Gladiator ini berdiri melihat tubuh kecil terbaring di atas pasir. Kesunyian mencekam Colosseum. Dan kemudian, pada suatu tempat di atas terdengar tangisan, beberapa orang berjalan ke gerbang keluar dan meninggalkan gedung, dan yang lain mulai mengikuti. Dan dalam keheningan yang mencekam tersebut, semua orang meninggalkan Colosseum.

Itu adalah pertempuran terakhir untuk mati di antara para gladiator di Colosseum Roma. Tidak pernah lagi ada seorang membunuh atau manusia membunuh satu sama lain untuk hiburan bagi orang banyak.” Presiden Ronald Reagan berkomentar atas Colosseum Roma di saat the National Prayer Breakfast, Feb. 2, 1984

Diterjemahkan dari Six words that stopped Roman gladiator battles

Catatan kaki:

[1] Ini tepatnya apa yang kitab Wahyu 2:10 berkata: ”Janganlah engkau takut terhadap apa yang akan segera engkau derita. Lihatlah, si iblis akan segera menjebloskan dari antara kamu ke dalam penjara agar kamu dicobai dan kamu akan mengalami kesukaran sepuluh hari. Jadilah setia sampai pada kematian dan Aku akan memberikan kepadamu mahkota kehidupan.” Nubuatan ini telah terjadi dari 303 AD ke 313 AD.

[2] Di Nikomedia (modern Izmit, Turki), saja sejarah mencatat sekitar 20.000 Kristen menjadi martir. Nikomedia adalah metropolitan dari  wilayah Bithynia di jaman Kerajaan Romawi. Raja Diocletian telah menjadi ibukota bagian timur dari Kerajaan Romawi di tahun 286. Lihat:  https://en.wikipedia.org/wiki/20,000_Martyrs_of_Nicomedia  dan  https://en.wikipedia.org/wiki/Nicomedia

[3] Baca Markus 8:33-38

Baca lebih lanjut

Hidup Dan Mati bagi Ha Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

kesaksian Pendeta Joshua John ex-Pakar Islam PakistanPAKISTAN. Rana (sekarang Yoshua John) adalah pakar Islam. Ia hafal seluruh isi Kuran dan biasa berceramah di Mesjid-mesjid. Berasal dari keluarga Muslim yang taat dan lingkuangan hidup yang juga murni Islam. Video Kesaksian Rana bagaimana perjalanannya menuju Ha Mashiah bisa menjadi ilham bagi setiap pirsawan / pembaca bagaimana pekerjaan Elohim kepada orang-orang yang ingin dipanggil dan dipakai-Nya. Text terjemahan Indonesianya saya ambil dari text Inggrisnya. Selamat membaca dan menjadi berkat. Penjala Baja.

Kesaksian pertobatan Pendeta Yoshua John. Bagian II: “Live for Christ Die for Christ”; says an Ex Muslim, now serving Christ as Pastor; ini adalah kelanjutan dari kesaksian Pendeta Yoshua John Bagian I: Perjalananku menuju Mashiah – kesaksian pakar Islam Pakistan

Sebagaimana kenyataannya, itu ada tertulis di Alkitab bahwa tidak ada yang dapat memisahkan kita dari kasih Adonai Yeshua Meshiah, bahkan gemuruh-gemuruh halilintar sekalipun, kelaparan maupun kematian. Jadi menuruh Alkitab, jika Elohim beserta kita maka tidak seorangpun dapat mencelakakan kita.

Saya telah menghafal ayat ini dan mengikuti jalan kebenaran Elohim.

“Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Mashiah: kesukaran, atau kesulitan , atau kelaparan , atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? … Tetapi dalam semuanya ini kita menang mutlak melalui Dia yang telah mengasihi kita. …  Sebab aku diyakinkan bahwa … tidak dapat memisahkan kita dari kasih Elohim yang ada di dalam Ha Mashiah Yeshua, Adonai kita.” (Roma 8:35-39)

Ketika saudara-saudarku laki-laki mengetahui tentang perpindahan imanku, mereka menyalahi kakekku dan ibuku karena merusak diriku. [Orang muslim diajar bahwa jika seorang berpindah dari Islam maka muslim tersebut menjadi rusak dalam arti rohani  dan rusak dalam arti jiwani alias gila. Ajaran ini akibat tafsiran yang salah tentang Surah 3:85; bahasa Arabnya tidak ada kata “Islam”]

Mereka marah dan satu di antara saudara-saudaraku tersebut mulai memukuliku secara brutal, hingga mematahkan tulang rusukku. Namun saya sadari bahwa Elohim telah memberikan ku kehidupan dan saya tidak menyesalinya sebaliknya saya merasa terhormat jika martir di dalam nama Elohim

Saudaraku belum puas (dengan penyiksaan tersebut) maka ia menyewa sebuah gangster Pakistan membayar mereka satu juta Rupiah Pakistan (sekitar 9.560 Dollar AS) untuk membunuhku tetapi Elohim menyelamatkanku dari assasinasi.

Keluargaku tidak ingin saya tinggal di rumah dan juga itu bukan tempat yang aman  bagiku untuk hidup di sana sebab saudara-saudara kandungku menginginkan saya mati karena tidak menghormati keluarga dengan berpindah dari Islam ke Kristianiti

Kecelakaan lainnya terjadi ketika saya di Gujaranwala dan saudara-saudaraku ada bersama dengan rekan-rekan mereka menangkap ku dan mulai memukuliku di teman yang terkenal baik yakni Maaneer Chowk.

Saya jatuh ke bumi ketika mereka tidak berhenti menyiksa.

Tanpa sengaja, seorang teman baik saya lewat ketika ia melihat tindakan yang barbariak ini. Ia mencoba menghentikan suadara-saudaraku dan mencomba melindungiku. Para ektrimist yang sadis ini mulai memukuli dia juga dan kami dikirim ke rumah sakit

Setelah tiga hari teman tersebut menyerah (meninggal dunia) karena cedera-cedera yang dideritanya.

Ketika mereka menangkapku dan membawaku ke tempat yang diinginkan, saya bahkan tidak diberikan air untuk diminum, sebaliknya mereka mengencingi mulutku.

Mereka membuat saya meminum air kencing untuk 17 hari berikutnya dan berkata bahwa saya akanlah mendapat air hanya untuk satu kondisi, yang adalah jika saya menerima Islam sebagai agamaku.

Jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Saya berterima kasih kepada Adonai Yeshua bahwa bahkan air kencing tersebut seperti air murni bagi ku saat itu, sebab menerima (aniaaya) itu bukan karena saya berbuat salah, tetapi itu tertulis di Kitab Suci bahwa orang-orang akan membencimu oleh karena Nama-Ku.

Saya berterima kasih kepada Mu Elohim sebab Firman-Mu menjadi nyata dalam kehidupanku.

Tidak hanya itu, mereka bahkan mematahkan kaki-kaki ku dan saudarku meminta saya melakukan mujizat. Saya menjawab dia, Saya tidak memiliki kuasa melakukannya, hanya Elohimku yang dapat. Lalu ia mengina ku dan berkata kepadaku untuk meminta Dia untuk melindungiku.

Lalu aku menarik kakiku dengan kedua tanganku dan saya sembuh oleh kasih karunia Adonai Yeshua Mashiah.

Saya berkata kepada Elohim, ”Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Elohimku dan saya adalah putra-Mu. Biarlah mereka tahu bahwa Engkau adalah Bapaku dan saya putra-Mu.”

Lalu Elohim memintaku untuk berdiri dan saya melakuannya. Lalu Dia berkata “jangan hanya berdiri tetapi berjalanlah di depan mereka sehingga mereka tahu Aku adalah Elohim Yang Mahakuasa dan Aku memiliki kuasa untuk menyembuhkanmu dan melindungimu.”

Ketika ini terjadi saudara-saudarku dipenuhi dengan ketakutan.

Saya meminta mereka menembak saya sehingga saya dapat pergi langsung ke Adonaiku Yeshua Ha Mashiah.

Saya ingin memberikan pesan ini kepada kalian saudara-saudaraku dan saudari-saudariku bahwa jika kita hidup hendaklah itu bagi Ha Mashiah dan jika kita mati hendaklah itu bagi Ha Mashiah. itu seharusnya ada satu-satunya hal yang mulia bagi seorang Kristen.

Berita lainnya tentang kehidupan orang-orang Kristen di Pakistan bisa dibaca di sini: Persecution of Ex-Muslim – Pakistan

Baca lebih lanjut

Henan, Cina: Istri pendeta meninggal setelah dikubur hidup-hidup saat penghancuran gereja

Organisasi Kristen China Aid, melaporkan tindakan pembunuhan oleh perusahaan dukungan pemerintah Henan atas pendeta dan istri dari sebuah gereja di Zhumadian, Profinsi Henan. Ding Cuimei istri pendeta di Henan meninggal dunia setelah di kubur hidup-hidup

Kamis 14 April 2016, pendeta Li Jiangong dan istrinya, Ding Cuimei, melangkap ke depan sebuah bulldozer untuk menghentikan peruntuhan gedung gereja mereka.

“Kuburkan mereka hidup-hidup bagi saya,” seorang anggota dari team penghancuran berkata. “Saya akan bertanggung jawab bagi hidup mereka.”

Lalu pengemudi bulldozer itu menggaruk  Li dan Ding kedalam lembah dan menutupi tubuh mereka dengan tanah. Video: Peristiwa penguburan hidup-hidup Ding Cuimei

Menjerit untuk pertolongan, Li berhasil mengeluarkan dirinya sendiri dari urukan tanah, namun Ding, istrinya meninggal dunia sebelum ia bisa dikeluarkan.

“Membulldozer dan mengubur hidup-hidup Ding Cuimei, seorang wanita yang pendiam dan Kristen yang taat, adalah sadis dan tindakan pembunuhan,” Presiden organisasi China Aid, Bob Fu berkata.

“Perkara ini adalah suatu pelanggaran hak-hak kehidupan yang serius, kebebasan beragama dan aturan hukum. Pihak berwenang Cina harus segera pertanggungjawaban pembunuh mereka dan mengambil langkah-langkah konkret untuk melindungi kebebasan beragama anggota gereja rumah ini.” Mr. Fu menambahkan.

Berkaitan dengan menyebarnya kejadian ini di media, anggota pemerintah telah menekan pendeta Li tidak membongkar lebih jelas kejadian tersebut. Sementara, pendeta Li menuntut pengadilan untuk meneliti motiv dan kondisi-kondisi dibelakang pembunuhan istrinya.

Organisasi yang sama melaporkan penganiayaan di Republik Rakyak Cina telah melonjak 150 persen setahun belakangan ini, dengan hampir tiga ribu (3.000) orang Kristen ditangkap dan hampir seribu tiga ratus (1.300) lainnya dalam kondisi tahanan.

Meskipun perlawanan dari pihak pemerintah RRC, orang-oran Kristen di Henan tetap maju di dalam iman mereka, sekaligus memberi inpirasi dan semangat pada yang lain untuk pantang mundur.

RRC adalah negara yang pemerintahannya dikontrol oleh partai Komunis. Menekan setiap agama lainnya yang ada di tanah Cina: Falon Gong, Kristen, Islam, Tibet-Buddha dan lainnya. Gereja-gereja Rumah di RRC tidak mencampuri urusan politik pemerintah di dalam ajaran mereka. Mereka hanya ingin bebas beribadah tanpa dikontrol oleh pihak Partai Komunis.

Cina Aid adalah organisasi Kristen yang memperjuangkan kebebasan beragama di negara RRC.

Sumber: Church leader’s wife dead after buried alive during church demolition

Baca lebih lanjut

  • Kalender

    • Juli 2020
      M S S R K J S
       1234
      567891011
      12131415161718
      19202122232425
      262728293031  
  • Cari