Kelahiran Yeshua di Perjanjian Baru: Satu Peristiwa – Empat Narasi (Dr. Corné Bekker)

Apa yang selalu ada dari semula, yang telah kami dengarkan, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami perhatikan dan yang tangan kami telah menyentuhnya, berkenaan dengan Firman kehidupan (the Word of life).
Dan kami menuliskan hal-hal ini kepadamu, supaya sukacitamu dapat dipenuhkan (1 Yohanes 1:1,4)

Injil MatiusKebanyakan orang, ketika mereka berpikir tentang cerita Natal, berpikir satu narasi (jalinan cerita) Alkitab yang di dalamnya termasuk keluarga suci, jam tengah malam, gudang makanan binatang, berbagai hewan ternak, para gembala, para malaikat, orang-orang majus dan tenang, kota kecil disebut Bethlehem. Mungkin datang sebagai kejutan besar untuk belajar bahwa banyak unsur yang orang-orang sering tinggikan sebagai bagian dari kisah kelahiran (Yeshua) datang dari lagu-lagu Natal dan sumber-sumber sejati bagi peristiwa ini, Injil-injil dalam Perjanjian Baru, berurusan dengan kisah kelahiran Yeshua dalam empat cara yang sangat berbeda, namun tidak bertentangan.
Masing-masing Injil menangani cerita ini dengan perhatian yang tinggi untuk mengkomunikasikan citra-citra Yeshua dan dengan demikian mengkomunikasikan pesan unik mereka dengan kuasa bagi penonton tertentu yang mereka targetkan. Baca lebih lanjut

Iklan

Delapan Prinsip Untuk Pertumbuhan Gereja oleh Floyd McClung

Dan sebagaimana batu yang hidup, kamu sendiri sedang dibangun sebagai rumah rohani, imamat yang kudus, untuk mempersembahkan kurban rohani yang berkenan kepada Elohim melalui Yeshua Ha Mashiah, karena hal itu pun tercantum di dalam kitab suci (Yesaya 28:16), “Lihatlah, Aku meletakkan di Sion batu penjuru utama yang terpilih, yang berharga, dan orang yang percaya kepada-Nya sekali-kali tidak dipermalukan.” (1 Petrus 2:5-6)

Floyd McClung adalah salah satu pemimpin senior dari sebuah yayasan misi internasional Youth With A Mission (YWAM.org) yang memfokuskan penjangkauan dunia melalui memuridkan pemuda-pemudi dan mengirim mereka sebagai misionari muda ke berbagai pelosok penjuru dunia.

Artikel ini hanyalah ringkasan dari artikel aslinya : Eight Principles For Church Growth; Floyd, 13 Mai 2012. Catatan kaki ditambahkan oleh penterjemah.Grafik Pertumbuhan

Yeshua berkata Dia yang akan membangung Gereja-Nya,[1]  dan kita membuat murid-murid. Bagian Dia adalah membangun Gereja, dan bagian kita membuat murid-murid. Dia tidak akan melakukan bagian kita bagi kita, dan kita tidak dapat melakukan bagian Dia bagi Dia.

Prinsip-prinsip untuk pertumbuhan gereja:
1. MULAI DENGAN VISI AKHIR = Prinsipnya ialah mengetahui jenis Gereja atau gerakan Gereja yang Elohim memanggil kita untuk membangunnya, entah Gereja Sel, Gereja Rumah, Gereja Kommunitas, Gereja Sekolah Minggu, atau gerakkan Penanaman Gereja (church planting movement). Ketahui modelnya dan ketahui strategi Anda.

Nilai-nilai dapat ditransfer ke segala model Gereja. Nilai-nilai seperti bumbu-bumbu. Itu bukanlah ukuran atau bahan dari mangkok pencampur ketika Anda membuat kue; itu semua tentang bumbu-bumbu yang Anda masukkan kedalam mangkok tersebut. Melalui memulai dengan visi akhir tersebut, Anda memilih bagaimana Anda ingin membuat murid-murid dan proses apa yang Anda akan ikuti untuk melakukannya.

Kira-kira 95% dari seluruh Gereja di dunia adalah berukuran kurang dari 350 orang. Tidak perlu malu ada sebagai satu dari Gereja-gereja tersebut. Tetapi perlu malu jika kita tidak memiliki visi atau kita tidak menghasilkan lebih murid-murid untuk Kerajaan (Sorga).

2. LEBIH BESAR GEREJA, LEBIH KOMPLEK UKURAN ORGANISASI GEREJA MENJADI = Prinsip ini untuk mengantisipasi apa yang diperlukan pada level pertumbuhan berikutnya. Tumbuh secara jumlah tanpa perencanaan antisipasi akan menyebabkan konflik dan sakit pertumbuhan yang tidak perlu.
Untuk kelanjutan dari point ini silahkan baca Five Stages of Growth of an Apostolic Movement di www.floydandsally.com

3. JANGAN MENYEMBAH METHODE ANDA ATAU MODEL GEREJA ANDA = Prinsipnya, Elohim telah menciptakan Gereja-gereja pergi melalui tahap-tahap pertumbuhan alamiah, persis seperti Dia telah mendesign manusia untuk mengalami tahap-tahap alami dari perkembangan manusia.

Gereja yang sehat akan merubah methodologinya atau modelnya sesuai transisi tahap pertumbuhannya – jika itu akan menolong menjangkau dan mendisiplinkan lebih banyak orang.

Jika sebuah Gereja tidak bersedia untuk merubah untuk menjangkau dan memperhatikan lebih jiwa-jiwa, maka ia bersalah menyembah-methode, seorang menyebutnya “method-olatry.”[2] Method-olatry akibat dari kebingungan antara prinsip-prinsip Alkitabiah yang tidak berubah, nilai-nilai kita dengan merubah method atau model, yang kita harus ada terbuka untuk ubah. Methode-olatry adalah melawan Elohim sebagai bentuk-bentuk penyembahan lain sebab itu berarti kita memberi method-methode kita sebuah tempat penyembahan yang hanya layak bagi Elohim.

4. JANGAN MELEKATKAN NILAI-NILAI MORAL KE UKURAN ATAU KE MODEL GEREJA = Prinsipnya adalah kita haruslah teguh kepada nilai-nilai kita, tapi tidak kepada model yang mengijinkan kita hidup keluar dari nilai-nilai tersebut. Ada sebuah lagu tua yang mengalun seperti ini:
Methods are many (Methode2 adalah banyak)
Values are few (Nilai2 adalah sedikit)
Methods always change (Methode2 selalu berubah)
Values never do (Nilai2 tidak pernah berubah)

Saya telah menggembalai Gereje-gereja kecil dan besar. Dan saya telah berbicara banyak sekali di berbagai gereja di enam benua, dan saya pastikan Anda, ukuran tidak menggaransi apapun, entah sebuah Gereja kecil atau besar.

5. JIKA ANDA INGIN MENUMBUHKAN GEREJA YANG LEBIH BESAR, ANDA PERLU MEMPERSIAPKAN  PERUBAHAN-PERUBAHAN YANG BERARTI SEKARANG = Prinsipnya ialah melihat kedepan kedalam masa depan sehingga Anda tidak tertangkap oleh kejutan ketika Gereja Anda bertumbuh dari satu tahap pertumbuhan ke tapah lainnya. Mark Driscoll menunjukkan beberapa perubahan tersebut: (ada 11, diantaranya ialah)

  • Anda berpindah dari mengatur para pekerja, ke memimpin para manager, memimpin para pemimpin.
  • Tugas-tugas  orang  berpindah dari tanggung  jawab umum ke tanggung jawab khusus.
  • Para anggota berpindah dari ada berhubungan kepada pendeta ke para pemimpin lainnya.

6. CARI NASEHAT PARA PENDETA DAN PENANAN GEREJA (CHURCH PLANTERS) YANG LEBIH BERPENGALAMAN DARI ANDA = Prinsipnya ialah bahwa ada orang lain yang tahu lebih dari Anda dan adalah bijaksana belajar dari mereka.
Saya telah mencari nasehat dari pendeta-pendeta dan pemimpin-pemimpin rohani pada tiap tahap pengalaman pribadi penggembalaanku, menyadari adanya orang lain yang telah mendahului saya dan tahu lebih dari saya.

Apapun masalah yang Anda hadapi, carilah hikmat, doa, dan pementoran dari mereka yang lebih berpengalaman dan lebih dewawa dari dirimu sendiri.

7. BEDAKAN ANTARA TEGURAN DAN TUDUHAN DALAM MASA-MASA TRANSISI = Prinsipnya ialah Anda tidak dapat menyenangkan setiap orang dan Anda tidak dapat ada segala sesuatu kepada semua orang. Ketahuilah siapa Anda, ada damai di dalam tugas sebagaimana Elohim memimpin Anda untuk melakukannya.
Ketahui kekuatanmu dan kesukaanmu, teguh pada nilai-nilaimu, jangan berusaha untuk menjadi Gereja ”sukses.”

Amsal 29:25 berkata bahwa takut akan orang mendatangkan ”jebakkan” atau ”jerat.”  Berusahalah untuk ada setia kepada Yeshua, tidak kepada permintaan-permintaan orang banyak (Mark Driscoll, 8 Principles for Churches That Want to Grow).

8. MEMBUAT MURID-MURID DAN MELATIH ORANG-ORANG UNTUK MEMBUAT PARA MURID = Prinsipnya ialah Elohim ingin Gereja-gereja local bertumbuh melalui jiwa-jiwa baru bukan melalui pertumbuhan perpindahan jemaat. Elohim ingin Anda menumbuhkan murid-murid yang sehat, bukan “para pengunjung” hari Minggu (dan hari Saptu bagi yang ibadah mingguannya hari Saptu).
Gereja adalah tentang menciptakan budaya pemuridan melalui proses-proses pemuridan yang sehat. Yeshua mengutus murid-murid-Nya pergi untuk memuridkan bangsa-bansa, bukan pergi dan memuridkan “semua Gereja.”[3] Bagi Yeshua pembuatan murid adalah bagaimana Dia membawa orang beriman di dalam Dia. Model pertumbuhan Gereja dari Yeshua adalah memuridkan orang untuk perpindahan (conversion), bukan memindahkan mereka untuk memuridkan mereka. Jika pemuridan bukanlah bagian dari proses bergabung ke Gerejamu, maka Anda akan kesulitan menjaga mereka tetap dalam Gereja.

Itu bergitu mudah. Anda membuat murid-murid, dan Dia membangun Gereja. Ajar setiap orang dasar-dasar (Kristianiti).  Kejar mereka yang taat dan terapkan apa yang mereka belajar. Bangunlah fondasi di dalam kehidupan orang. Itu makan waktu. Tidak dapat terburu-buru atau dipaksakan kedalam sebuah formula atau bungkusan.

Floyd mengembangkan artikel diatas dari “8 Principles For Churches That Want To Grow,” ditemukan pada www.theResurgence.com.

Bacaan lainnya yang dianjurkan oleh Floyd McClung:

  • Wiki Church by Steve Murrell
  • You See Bones – I See an Army by Floyd McClung
  • Miraculous Movements by Jerry Trousdale. Buku yang baik tentang gerakan Church Planting.
Catatan kaki:
[1] Injil Matius 16:18. Gereja dari kata Ekklesia (assembly, congregation) artinya Jemaat. Yeshua berkata Dia yang akan membangun Gereja tersebut di atas Pribadi-Nya sendiri (Batu Karang Yang Teguh).
[2] Definisi dari methodolary: Worship of a method that employs it uncritically regardless of ever- changing particulars and steadfastly ignoring past negative results; Collin Dictionary.
[3] Injil Matius 28:19-20.  “Jadikan semua bangsa (ethnos) murid-Ku dan baptislah mereka…” Perintah ini Jemaat diminta memenangkan jiwa yang terhilang melalui proses pemuridan, hal ini nyata dari anak kalimatnya ”dan baptislah mereka” bahwa mereka di sini bukanlah ”Jemaat lama.”

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Mencari Pengampunan Dari Raja – susah sekali!

Pada suatu hari Sabat (Saptu) saya mengambil istirahat tidur siang, dan saya bermimpi suatu mimpi yang memilukan hati.  Saat saya terbangun saya merenungkan mimpi sedih tersebut dan bertanya kepada Roh Kudus apa maksud atau arti dari mimpi tersebut. Ia berkata bahwa begitu banyak orang di bumi ini ingin kembali ke jalan yang benar, menyesali perbuatan salah dan dosa mereka namun mereka frustasi oleh banyaknya aturan agama. Roh Kudus turut sedih atas kondisi mereka, dan ingin menolong mereka.
Mimpi tersebut saya tulis dalam bentuk sebuah cerita, dan diakhir cerita Anda akan menemukan langkah-langkah JALAN KELUAR yang ringan dan mudah yang Elohim telah sediakan. Semoga artikel ini menjadi berkat bagi Anda. God Bless You. PenjalaBaja.

Di suatu negara terdapat seorang raja yang terkenal baik hati. Di negara itu hidup seorang bapa yang miskin namun jujur. Ia dipenjara oleh karena tertangkap basah mencuri empat buah roti dari sebuah toko. Bapa ini sungguh sedih dan menyesali perbuatannya, mengapa ia telah bertindak sebodoh itu hanya untuk perut keluarganya yang lapar, namun yang membuat ia lebih sedih lagi adalah keluarganya, isterinya yang sedang sakit dan dua anak-anaknya yang masih kecil. Keluarganya selalu ada dipikirannya, ”siapakah yang akan menolong mereka dan bagaimana mereka mendapat makanan sehari-hari.”

Sudah menjadi kebiasaan raja, sebulan sekali pintu gerbang halaman kerajaan dibuka, memberi kesempatan bagi setiap rakyatnya untuk memohon pengampunan untuk setiap pelanggaran yang rakyatnya telah lakukan. Para imam yang bertugas melakukan acara pengampunan pelanggaran akan menjadi mediator untuk orang yang bersalah. Setelah orang bersalah mengaku perbuatannya maka imam mencelupkan sebagian atau seluruh dari tasbih doanya kedalam sebuah bejana air yang terbuat dari tembaga sebagai tanda pembersihan kesalahan, sementara tasbih tetap di dalam air raja akan lewat di depan iman dan orang tersebut, jika tangan raja terentang kearah mereka itu berarti kesalahan orang tersebut diampuni, jika tangan raja tidak terentang kesalahan tidak diampuni.

Bapa yang miskin menantikan hari pengampunan tersebut, sebulan seperti bertahun-tahun bagi bapa ini, ia sungguh rindu untuk melihat dan berada bersama keluarganya kembali. Akhirnya hari yang indah itu tiba, pagi-pagi sekali ia telah bangun. Ia membersihkan diri dan siap menghadap imam. Dibawah pengawasan beberapa tentara raja, rombongan napi ini berjalan menuju taman raja. Celaka, rupanya ia bukanlah seorang diri yang ingin dibebaskan dari penjara, ada hampir seratus orang dalam rombongan tersebut. Dari kejauhan telah nampak oleh nya istana raja yang besar dan megah,  celaka, ia melihat rombongan lain di depan mereka menuju tempat yang sama. Dan setibanya ia di lokasi istana raja tersebut ia melihat antrian yang sangat panjang di depannya, celaka, dari pintu gerbang raja ke tempat ia berdiri antri ada dua kilometer panjang antrian, dan ketika ia melihat kebelakang terdapat antrian sekitar tiga kelometer. Sungguh susah mencari pengampunan dari raja, ia berkata dalam hatinya.

Raja duduk dikursinya di teras istana, dan ada 12 imam duduk bersila di bawah tangga teras tersebut, mereka telah siap dengan tasbih doa di tangan mereka masing-masing dan bejana tembaga berisi air di depan mereka. Dua belas per dua belas rakyat dilayani oleh imam, mereka mengaku kesalahan kepada imam, imam mencelupkan tasbih doanya, lalu raja berdiri dan berjalan di depan mereka, dengan tangan raja memberi pengampunan bagi mereka yang layak diampuni dan hukuman atau kembali kepenjara bagi yang tidak layak diampuni.

Pagi berganti siang dan siang berganti sore, akhirnya tibalah giliran bapa tersebut. Dengan air mata berlinang ia mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan melakukannya kembali apapun alasannya. Imam mencelupkan seluruh tasbihnya untuk bapa yang miskin ini. Dan tangan kemurahan raja terentang untuk dirinya. Ia bangkit berdiri dan membungkukkan badannya berkali-kali di depan raja, air mata bahagia mengalir deras di pipinya, ia sungguh berterima kasih kepada raja untuk pengampunan dan kemurahan hati raja kepadanya, bahwa ia akhirnya bisa kembali lagi berada bersama dengan keluarganya yang ia sangat kasihi. TAMAT.

KETAHUILAH. Tahukah Anda bahwa satu dari sekian banyak nama Elohim, Pencipta kita adalah ”Elohim Penyayang” (Ulangan 4:31, Yesaya 49:10).
Nabi Musa ketika Elohim lewat di depannya ia berseru: “YAHWEH, YAHWEH, Elohim penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya” (Keluaran 34:6)
Dan raja (sekaligus nabi) Daud dalam mazmurya sering kali berkata demikan:  YAHWEH adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. (Mazmur 103:8). Ayat sejenis: Maz 78:38; 111:4; 116:5 dan 145:8. Kabar baik untuk Anda dan saya ialah bahwa Pencipta kita jauh lebih baik dari raja yang baik hati pada cerita di atas.

MENGAKU DAN BEROBAT. Jika kita menyesali dosa kita, kita sungguh ingin bertobat, seperti bapa di atas, maka Ia selalu siap mengampuni Anda dan saya, seperti janji-Nya di Alkitab:  Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. (1 Yohanes 1:9)

PENEBUSAN TELAH TERSEDIA. Yeshua Ha Mashiah adalah Mediator (Pengantara) yang resmi antara YAHWEH, Elohim Pencipta, dengan kita, ciptaan-Nya (1 Yohanes 2:1).[1] Yeshua adalah Imam Besar yang telah menyuci segala kesalahan dan dosa kita melalui pencurahan darah-Nya sendiri di kayu salib, suatu korban yang sempurna (sekali untuk selamanya, tidak perlu diulang).[2] Mengapa penebusan dosa hanya harus melalui darah Yeshua saja? Imam Eli menjawab pertanyaan ini dengan baik sekali, kesalahan antar sesama maka Elohim yang menjadi hakimnya, namun jika seorang berdosa (salah kepada YAHWEH) maka perantaranya adalah Yeshua, baca 1 Samuel 2:22-25.

DIMANA SAJA. Karena YAHWEH adalah Raja atas segala raja, dan Ia mahahadir (omnipresent), Anda dan saya bisa menghadap Dia  dimana saja, di penjara, di hutan, di kantor, di kamar tidur Anda, ya kita bisa langsung menghadap kepada Dia, kita tidak perlu pergi kesuatu tempat tertentu dan harus mengeluarkan jutaan rupiah untuk biaya perjalan ibadah tersebut .

TIDAK PERLU MENUNGGU DAN KAPAN SAJA. Anda dan saya tidak perlu menunggu berjam-jam untuk memohon pengampunan dosa, bahkan tidak perlu menunggu hari dan bulan tertentu seperti pada cerita di atas. Setiap hari setiap jam dan setiap detik Elohim siap untuk ditemui oleh hati-hati yang haus untuk bertobat dan ingin hidup benar. YAHWEH adalah Elohim yang tidak pernah menjadi lelah, bahkan Ia menganjurkan kita untuk melakukannya segera ”Pada hari ini.” (Mazmur 95:7-8; Ibrani 3:7-8).
Kesempatan bertobat ”Pada hari ini” maksudnya ialah ”Jangan menunda.” Mengapa Firman YAHWEH menasehati demikian? Tiga alasan utama,

1. Maut itu selangkah jua adanya, artinya ancaman kematian bisa terjadi kapan saja, ia datang seperti pencuri. Penyesalan dan pertobatan hanya berlaku selagi manusia masih hidup, setelah ia mati kesempatan untuk bertobat hilang selamanya.
2. Ketika dosa kita terlalu matang, maka tidak adalagi kesempatan untuk bertobat, seperti Yudas Iskariot.
3. Masa pengampunan ini ada masa akhirnya, seperti kata Firman ini: Sebab Elohim berfirman: “Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.” Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. (2 Korintus 6:2)

 

Catatan kaki:
[1] Yeshua sebagai Pengantara satu-satunya antara YAHWEH dengan kita  juga bisa dilihat pada kitab Ibrani 7:22-28; 8:1-7; 9:11-15
[2] Ibrani 9:11-12 dan 24-28.
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Berkat-berkat di Dalam Badai-badai Kehidupan

Matius 14:22-23
Mrs.  Gayle Claxton      

In English pdf click here.
Disini, kita menemukan murid-murid terjebak di dalam cengkraman badai ketakutan. Mereka berada di dalam badai tersebut, sebab mereka telah diperintahkan oleh Yahweh menyberangi Laut Galilea [ini sebuah danau namun biasa disebut sebagai laut; Mat 4:15].  Orang-orang ini berada di dalam kehendak Yahweh dan namun, kita melihat mereka bergumul melawan badai.   Klick pada ilustrasi gambar untuk membaca ayat-ayatnya.

Pernahkah kalian menemukan diri kalian sendiri di dalam kondisi demikian? Pernahkan kalian menemukan diri kalian sendiri macat di dalam satu dari beberapa badai kehidupan, dan bagaimanapun kalian mencoba, bagaimanpun  kalian berbuat, itu nampak bahwa kalian tidak dapat maju kedepan? Kita semua pernah berada pada waktu-waktu seperti demikian. Bagaimanapun, ada kabar baik untuk kita. Sementara badai-badai kehidupan tidak pernah menyenangkan, mereka menghasilkan keuntungan-keuntungan tertentu di dalam hidup kita. Saya ingin menunjukkan kepada kalian bahwa badai-badai kehidupan berisi beberapa berkat tersembunyi untuk anak-anak Elohim.

Badai-badai adalah sarana-sarana kendaraan Elohim*
Hal yang justru murid- murid takutkan, yakni [badai] laut,  adalah sesungguhnya Yahweh pakai sebagai kendaraan untuk menyatakan diri-Nya kepada mereka. Perhatikan bagaimana Yeshua telah datang kepada mereka pada malam itu:

  • Dia datang di tengah-tengah kegelapan. Alkitab berkata bahwa Yeshua datang kepada mereka pada jam “fourth watch” [antara pukul 3-6 dini hari; perhitungan waktu Romawi] (“kira-kira jam tiga malam;” ITB) – saat malam yang paling gelap Yeshua datang berjalan di atas air! Kalian mungkin sedang berada dalam waktu tergelap di dalam kehidupan saat ini. Saya ingin meningatkan kalian bahwa Elohim kita adalah bersama kalian – Ibrani 13:5! Saya ingin meningatkan kalian bahwa bahkan di dalam kegelapan yang tergelap di dalam waktu-waktu kehidupan , Elohim tetaplah Elohim, dan Dia tetap menguasai kehidupan kalian. Bahkan waktu-waktu tergelap dari kehidupan tidak dapat menyembunyikan kalian dari wajah Elohim. Dia ada di sana meskipun kalian tidak dapat melihat Dia.
  • Dia datang di tengah-tengah kehancuran.- Murid-murid berada di dalam pertarungan untuk hidup mereka. Markus 6:48 berkata bahwa mereka “betapa payahnya mereka mendayung.” Begitulah, mereka bergumul melawan badai. Saya mendapat impresi bahwa pemuda-pemuda ini takut akan hidup mereka. Ketika mereka berpikir semua harapan telah lenyap dan mereka akan binasa. Yeshua datang berjalan di atas ombak/ gelombang air! Ada waktu-waktu ketika kita semua merasa bahwa kita telah kalah di dalam medan peperangan badai kita. Biarlah saya mengingatkan kalian, sebagaimana dengan pasti Yahweh mengendalikan berkat-berkat kalian, Dia juga terlibat pada badai-badai hidup kalian. Ketika hal-hal terlihat sangat tidak ada harapan, lihatlah sekitar kalian, sebab Yeshua akan segera tampil. Ingat: Dia bisa saja tidak menghentikan kalian dari pergi kedalam badai, tetapi Dia akan memelihara  kalian di- tengah-tengah badai tersebut!
  • Dia datang di tengah-tengah kedalaman – Hal yang justru murid-murid takutkan, yaitu amukan gelombang laut, justru itu yang Elohim pakai sebagai kendaraan-Nya untuk datang kepada mereka. Dia ingin mengatakan kepada bahwa Dia lebih besar dari badai! Ini adalah tetap perkataan-Nya kepada kalian: terlepas dari apa yang kalian hadapi di dalam kehidupan, ingatlah bahwa Yeshua lebih besar dari badai yang mungkin kalian ada hadapi. Hal yang justru kalian takuti akan ada sebagai kendaraan yang Dia gunakan untuk menampakan kehadiran-Nya di dalam kehidupan kalian!

Badai-badai Mengungkap Karakter Juruselamat.
Ketika Yeshua datang berjalan di atas air, murid-murid tidak mengenali Dia. Dia datang dengan sebuah kalimat berkuasa, “Aku ini” (It is I”). Dia datang kepada mereka dengan sebuah kalimat berpotensi, “Jangan takut” (“Be not afraid”). Badai-badai kehidupan memiliki potensial mengungkap (to reveal) Juruselamat kepada kita di dalam suatu cara yang kita belum pernah berpikir sebelumnya.

  • Sebuah Pesan Damai – Mereka tenang di dalam badai ketika Dia berkata kepada mereka untuk bersuka-cita. Melalui kuasa-Nya, Putera Elohim dapat member kita damai di tengah-tengah badai-badai kehidupan kita. Itu adalah damai yang Dia maksudkan pada Filipi 4:6-7.
  • Sebuah Pesan Kuasa – Ketika Yeshua tampil, Dia datang menyatakan indentitas-Nya “Aku ini” (“It is I”). Ini adalah pernyataan yang sama Yeshua pakai ketika Dia berkata, “Aku adalah pintu,” “Aku adalah jalan, kebenaran dan kehidupan,” “Aku adalah roti hidup,” “Aku adalah gembala yang baik.”
  • Sebuah Pesan Potensial – Kalian lihat, jika kita pernah mendapat keyakinan dari fakta bahwa Yeshua adalah mengendalikan setiap area hidup kita, bahwa Dia adalah Elohim, dan bahwa Dia memiliki semua kuasa, maka kita dapat datang ke tempat dimana kita dapat percaya Dia dengan penuh melalui semua badai-badai kehidupan.

Badai-badai adalah Sarana Kesaksian Elohim.

  • Mereka bersaksi tentang kuasa-Nya – Yeshua meredahkan badai! Dia tidak mengatakan apapun, Dia hanya datang ke dalam perahu murid-murid dan laut menjadi tenang.
  • Mereka bersaksi tentang pribadi-Nya – Ketika Yeshua menenangkan badai, murid-murid tahu bahwa mereka berada di dalam hadiran Elohim.

Kadang-kadang sukar untuk melihat berkat-berkat pada badai, bukankah begitu? Kadang-kadang sukar untu membayangkan Yahweh membawa suatu yang baik dari apa yang kalian sedang hadapi. Saya tidak tahu badai yang sedang kalian hadapi, tetapi saya tahu Seorang Yang tenang berjalan di atas ombak-ombak laut. Saya tahu bahwa ketika kalian membawa kebutuhan kalian kepada Dia, maka Dia akan mendengar kalian dan Dia akan menolong kalian.

*) Catatan dari saya: Dalam arti sebenarnya, kendaraan Elohim adalah badai bisa dilihat pada ayat-ayat ini: 2 Raja-raja 2:1,11; Mazmur 83:16; Zakharia 9:14.

Diterjemahkan dari Teaching Letter of  Voice In The City Ministry; April 2011 edition.

Mrs. Gayle Claxton adalah rekan kerja dari Mrss. Suzatte Hattingh.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Ikutlah Serta Dalam Kereta Kencana bg. 3 (16-20)

Ikutlah Serta Dalam Kereta Kencana bg.1
Ikutlah Serta Dalam Kereta Kencan bg. 2 bab 8-15)

16. KAUM WANITA TIDAK KETINGGALAN

Amanat untuk memenangkan jiwa tersebut dan bersaksi tentang Ha Mashiah di luar dari lingkungan Gereja sendiri ditujukan juga bagi kaum wanita.

Di dalam pasal ini kami sengaja memasukkan pembahasan persoalan ini, oleh karena kaum wanita terdiri dari suatu barisan besar yang bisa turut mengambil bagian di dalam usaha memenangkan jiwa seperti yang diamanatkan oleh Ha Mashiah di dalam kegiatan penginjilan itu.

Di dalam banyak gereja atau organisasi, maka kaum wanita itu dilarang atau tidak diperkenankan untuk berbicara atau mengajar, berdasarkan tafsiran yang pernah diberikan oleh Rasul Paulus, yang ucapan itu memang terdorong oleh keadaan yang lain dan berbeda sekali dengan keadaan generasi gerejani sekarang ini.

Di dalam tempat beribadah orang Yahudi memang ada ditekankan enam golongan yang diwajibkan oleh keharusan agama mereka. Ke enam pembatasan yang terpisah-pisah itu adalah:

1). Ruangan untuk orang kafir atau orang asing, yang berada di bagian pekarangan sebelah luar sama sekali.
2). Ru­ang suci tempat berhimpun, di mana tak diperkenankan adanya orang kafir atau orang asing masuk ke dalamnya. Bila mereka masuk, maka mereka akan mati.
3). Ruang khusus bagi kaum wanita.
4). Ruang untuk bani Israel dari golongan kaum pria.
5). Ruang khusus hanya untuk imam.
6). Ruang maha suci tempat Elohim bersemayam.

Tetapi dengan usainya tugas penebusan Ha Mashiah, maka semua pembagian itu telah diruntuhkan dan setiap orang percaya, tidak peduli ia dari bangsa mana, atau apa pun jenis kelamin atau kedudukan sosialnya, semuanya berdiri pada tingkat yang sama di hadapan Elohim Elohim.

Hukum Kristen yang baru ini memasuki suatu kurun jaman yang baru. Di dalam Ha Mashiah semua pembagian itu perbedaan antara orang Yahudi dan kafir itu telah dihapuskan. (Rum 10:12) Demikian pula tak ada perbedaan derajat antara pria dan wanita (Galatia 3:28). Tak ada pula perbedaan antara kaum imam dan anggota jemaat atau kaum awam biasa. (Wahyu 1:6).

Walaupun demikian, tidaklah mudah bagi umat Kristen yang pertama itu untuk menerapkan persamaan derajat bersama dengan kaum wanita itu. Orang hampir-hampir tidak memperkenankan kaum wanita itu untuk turut serta mengam­bil bagian dalam upacara keagamaan, sebab dianggap kurang menjamin kesucian suasana keagamaan. Bahkan kadang-ka­dang mereka sama sekali tidak boleh menghampiri tempat beribadat itu.

Orang-orang Yahudi yang telah bertobat dan menerima Ha Mashiah di dalam hidupnya masih berpegang teguh pada banyak adat kebiasaan mereka yang lama. Sebagian di antara mereka itu ada yang menolak untuk makan daging tertentu. Yang lainnya lagi tetap meneruskan adat kebiasaan menyunat.

Memang banyak hal-hal yang membingungkan disebabkan oleh orang-orang yang masih tetap saja taat dibawah ikatan hukum taurat yang ketat, termasuk juga mengizinkan kaum wanita untuk boleh ikut beribadat di dalam rumah kebaktian bersama-sama dengan kaum pria.

Di kalangan umat Yahudi tempat pertemuan kaum wanita memang terpisah sama sekali. Bagi mereka tersedia ruangan khusus di bagian belakang agar segala obrolan dan nafsu bergunjing mereka itu boleh berlangsung dengan leluasa tanpa mengganggu jalannya upacara keagamaan. Kaum pria yang selama ini menjadi alat di tangan YAHWEH yang serba suci, lalu menduduki jabatan yang utama di dalam pelaksanaan upacara agama. Mereka dengan bebas boleh melakukan pertemuan untuk berbakti, berdiskusi teritang masalah kehidupan sehari-­hari yang mereka hadapi, tentang urusan dagang dan berbagai macam masalah di samping menjalankan upacara agama secara resmi. (Gereja-gereja di negara-negara tertentu juga masih menempatkan kaum wanita secara terpisah dalam kebaktian).

Memang sejauh menyangkut kedudukan kaum wanita pada jamannya Rasul Paulus itu, mereka dianggap lebih rendah derajatnya dari pada kaum lelaki. Pada umumnya orang memandang mereka kurang terpelajar, kurang beroleh pan­dangan luas tentang peradaban umum, dan kurang bisa menyesuaikan diri dengan kemajuan jaman.

Di dalam revolusi paham Kristen yang baru itu, maka umat Yahudi terutama kaum prianya yang telah menganut agama Kristen, masih kurang begitu senang melihat kenyataan bahwa kaum wanita pun boleh memperoleh keselamatan. Oleh karena mereka itu dianggap mahluk yang lebih rendah derajatnya,

maka tidaklah diperkenankan bagi mereka untuk mempunyai jabatan apa lagi mengajar di lingkungan pekerjaan YAHWEH. Kaum pria yang merasa kedudukan mereka itu lebih tinggi tak dapat mentolerir penggeseran hak dan tingkat derajat itu.

Kemerdekaan derajat kaum wanita yang dicetuskan dalam paham Kristen itu lalu mesti berhadapan dengan adat kebiasaan umat Yahudi yang ketat itu. ltulah sebabnya masih terdapatnya pembatasan yang ketat antara pria dan wanita di kalangan umat Kristen yang pertama itu.

Oleh karena kaum wanita ini kurang begitu terpelajar dibandingkan dengan kaum pria, maka dengan sendirinya mereka sangatlah berbangga hati begitu memperoleh kemerde­kaan. Sikap mereka tak bedanya dengan orang-orang yang telah lama menderita tekanan lalu beroleh emansipasi. Soalnya selama ini mereka senantiasa dikucilkan di ruang belakang dari rumah ibadat itu. Tetapi sekarang, mereka sudah boleh masuk dengan bebas ke dalam rumah kebaktian dan dapat mellhat dan mendengar segala sesuatunya dengan leluasa.

Keadaan ini memang menggoncangkan juga. Jiwa mereka gempar. Yang sebagian malah terlampau kegirangan. Yang lainnya menjadi sombong dan berbangga-bangga. Yang lainnya lagi sampai-sampai tidak terkendalikan lagi. Timbullah Ialu suatu dimensi yang baru lagi. Kehadiran mereka kemudian menjadi kejengkelan bagi kaum pria yang pada dasarnya memang sudah tidak senang dengan kebebasan yang tak terbatas itu.

Apabila wanita-wanita ini berada dalam suasana diskusi di dalam rumah kebaktian, sebagian ada yang tidak bisa menguasai diri untuk berteriak-teriak dan memaki-maki suami mereka. Ada pula kaum wanita yang menentang suatu pendapat, memasuki gelanggang perdebatan, atau mengajukan usul-usul, bahkan ada yang bernubuat atau memberikan tafsiran-dan umumnya dilakuk;mnya dengan cara yang sembarangan saja, terutama sekali memandangnya dari segi tuntutan hak kaum wanita, agar mendapat perhatian dari plhak kaum pria.

Kita mesti ingat bahwa ekses ini timbul sebagai reaksi kaum wanita yang baru untuk pertama kalInya di dunia beroleh emansipasi. Mereka sama sekali tidak terlatlh atau belum terdidik dalam disiplin mengenai kemerdekaan pribadi yang mereka peroleh itu dalam peranan dunia mereka yang baru.

Untuk duduk di dalam rumah kebaktian untuk melihat dan mendengar dalam suasana bebas yang pertama sekali adalah suatu pengalaman yang istimewa. Karenanya mereka tidak pernah belajar atau tidak terlatlh dalam mengatur diri mereka sendiri. Maka mereka pun mengobral apa saja seenaknya apa yang mereka pikirkan atau rasakan.

Oleh sebab itu Rasul Paulus kemudian bermaksud hendak melakukan semacam penertiban terhadap kebebasan baru di dalam alam Kristen yang telah mengangkat derajat kaum wanita itu. Bagi Rasul Paulus nampaknya kurang serasi apabila kaum wanita terlalu bersikap berleblh-leblhan di dalam kemerdekaan mereka yang baru ini. Tidaklah pantas bagi wanita untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan, atau menya­takan kebebasan mereka itu dengan jalan bernubuat atau mengajukan bantahan terhadap doktrin agama atau berusaha mengajar kaum pria dengan semena-mena. Sambil meng­gendong anak dalam pelukan dan berteriak-teriak untuk menarik perhatian kaum pria merupakan adegan yang memalukan bagi kaum pria Yahudi itu. Itulah sebabnya Rasul Paulus harus mencari sesuatu untuk mengatasi persoalan ini. Sebab kaum wanita itu telah menyalah gunakan kebebasan hak mereka. Paulus ingin agar mereka belajar menyesuaikan diri dengan peranan mereka yang baru itu di dalam Ha Mashiah.

Dalam hal inilah kaitannya anjuran Rasul Paulus itu yang berbunyi: YAHWEH bukanlah Elohim kekacauan, melainkan Elohim sejahtera. Maka seperti di dalam segala sidang jemaat orang suci, hendaklah segala perempuan berdiam dirinya di dalam sidang-sidang jemaat itu. Karena tiada diizinkan kepada mereka itu berkata-kata melainkan wajiblah mereka itu takluk, seperti kata taurat itu juga. Jikalau mereka itu suka belajar sesuatu, biarlah mereka itu bertanya kepada suaminya sendirl di rumah, karena menjadi suatu aib bagi perempuan berkata-kata di dalam sidang jemaat. 1 Kor. 14:33-35.

[“Sebab Elohim tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera. Sama seperti dalam semua Jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Mereka harus menundukkan diri, seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. Jika mereka ingin mengetahui sesuatu, baiklah mereka menanyakannya kepada suaminya di rumah. Sebab tidak sopan bagi perempuan untuk berbicara dalam pertemuan Jemaat. (1 Kor. 14:33-35, ITB]

Inilah sebabnya mengapa Paulus mengemukakan di dalam 1 Timotius 2:11-12 “Adapun perempuan itu hendaklah ia belajar dengan diam-diam, dan bersungguh-sungguh merendahkan dirinya.” Tetapi tiada aku mengizinkan seorang perempuan mengajar, atau memerintah laki-laki, melainkan hendaklah ia berdiam diri.”
[Seharusnyalah perempuan berdiam diri dan menerima ajaran dengan patuh. Aku tidak mengizinkan perempuan mengajar dan juga tidak mengizinkannya memerintah laki-laki; hendaklah ia berdiam diri. (1Tim 2:11-12; ITB]

Maksudnya ialah bahwa tidaklah pantas bagi kaum wanita yang belum bisa mengendalikan dirinya dan masih belum matang jiwanya untuk berdiri di hadapan Jemaat, karena bisa mengganggu khidmatnya jalan kebaktian. Sebab sebagian di antara mereka itu ada yang terlampau urakan sifatnya, sehingga di hadapan umum tidak segan-segan untuk berdebat dengan kaum pria, bertengkar dan menggugat pendapat umum dengan cara mengemukakan pendiriannya secara terbuka.

Kita tentu saja sudah bisa membayangkan betapa kacaunya suasana yang bisa ditimbulkan oleh agitasi semacam itu. Maka di dalam keadaan semacam itulah Rasul Paulus memperingat­kan, “Saya tak dapat menerima keadaan semacam itu.” Maka selanjutnya ia menegur agar “Biarlah kaum wanita itu belajar secara diam-diam saja.” Dan apabila mereka itu mempunyai pertanyaan, “Biarlah mereka bertanya kepada suami mereka di rumah.”

Saya dapat memahami hai ini, oleh karena saya sudah pemah mengunjungi banyak negara di dunia ini. Saya pernah melihat bagaimana kaum wanita itu masih terbelenggu oleh adat-istiadat kesukuan mereka. Ada yang masih diperjual-beli­kan seperti binatang, menjadi milik pribadi kaum pria seperti memiliki benda biasa yang bisa dipakai begitu saja. Di berbagai macam bangsa yang kafir pun kaum wanita itu tidak diperkenankan untuk turut mengambil bagian di dalam upacara adat atau keagamaan maupun menghadiri upacara korban persembahan. Mereka adalah kaum yang tertindas dan tidak memiliki kebebasan mengeluarkan pendapat sama sekali.

Di bidang kegiatan dunia kekeristenan sekarang ini, apabila orang-orang semacam ini bertobat dan memperoleh kemerde­kaannya yang baru di dalam Ha Mashiah, maka akan makan waktu beberapa lamanya bagi mereka untuk menyesuaikan dengan peranan mereka yang baru itu sebagai wanita-wanita Kristen yang bebas.

Di daerah-daerah yang masih terkebelakang keadaannya, maka saya pun pemah menyaksikan keadaan kacau balau seperti yang pemah dialami Rasul Paulus itu. Saya terpaksa harus memberi anjuran kepada wanita-wanita yang maslh sedang perlu dibina kepribadiannya itu agar mereka bersikap diam dan tenang, duduk dengan tenteram, membiarkan kaum pria memimpin jalannya pertukaran pikiran, dan menunggu sampai mereka tiba di rumah untuk memperbincangkannya dengan para suami mereka. Adalah tidak pantas sama sekali bagi seorang wanita kampung untuk berdiri dengan dada terbuka sambil menggendong anaknya berdiri di hadapan banyak orang dan bertingkah laku seperti orang di pasar umum.

Di daerah-daerah yang beragama Islam di mana kaum wanita masih diselubungi dengan cadar seluruh tubuh dan wajahnya, adalah suatu cela apabila mereka mempertunjukkan bagian badannya kepada kaum lelaki, kecuali suaminya sendiri. Apa lagi berdiri di depan umum, hal itu merupakan suatu aib di tengah masyarakatnya. Saya sering kali menganjurkan kaum pria itu untuk membawa serta isteri-isteri mereka. Tentu saja peristiwa semacam ini dirasakan sangat janggal oleh para kaum isteri itu. Saya pernah menyaksikan bagaimana mereka itu menjadi demikian bersemangatnya mengenai berita Injil, sehingga mereka sangat mengganggu jalannya pertemuan ini. Mereka membuka suara keras dalam diskusi, dan bertanya dengan suara setengah berteriak kepada suami mereka dan meminta penjelasan tentang apa yang telah saya kemukakan itu. Keadaan semacam inilah yang pernah dihadapi Rasul Paulus, maka di dalam suasana dunia modern sekarang ini pun keadaan semacam ini tak dapat kita terima.

Namun apabila kita melarang kaum wanita modern yang sudah maju untuk berbicara di depan umum atau kita suruh mereka itu sebagai orang Kristen berdiam diri, maka tindakan semacam itu adalah tindakan yang kolot. Tidak ada perbuatan yang begitu kuno di anggap oleh masyarakat kita selain menghidupkan kembali tradisi kolot itu di kalangan umat yang modern. Kehilangan kaum wanita berarti kehilangan besar bagian gereja. Sedangkan waktu berjalan dengan cepat. Oleh sebab itu gereja harus membuka belenggu barisan kaum wanita ini dan menyusunnya menjadi satu barisan penginjil yang bisa mencapai dan memenangkan JUTAAN JIWA EKSTRA bagi YAHWEH.

Di negara-negara modern kedudukan kaum wanita adalah sama derajatnya dengan kaum pria. Kebudayaan kita telah lebih meningkat kehalusannya. Pertemuan keagamaan tldak lagi menjadi gelanggang pertengkaran yang terbuka dan perdebatan yang tidak karuan. Semua acara biasanya sudah tersusun rapi dan teratur. Begitu pula soal tempat duduk tidaklah lagi kaku ketat seperti yang dibatasi oleh kebiasaan masa Perjanjian Lama. Sebab Rasul Paulus sendiri berkata: “Kita bukan lagi orang Yahudi atau Yunani, bukan lagi hamba atau manusia merdeka, atau kita tak mengenal perbedaan antara pria maupun wanita, akan tetapi kita semua adalah sama, sebab KITA ADALAH UMAT KRISTEN. Kita adalah satu saja di dalam Yeshua Ha Mashiah.” Gal. 3:28

Dalam abad modern ini kita tidak lagi dalam jaman kegelapan. Kaum wanita adalah sama pintar dan cekatannya di bidang usaha perdagangan, ilmu pendidikan dan ilmu pengeta­huan seperti juga halnya kaum pria. Negara-negara tertentu malah ada yang dipimpln oleh kaum wanita. Sebagian besar lembaga usaha perdagangan di negara modern termasuk toko-toko diselenggarakan oleh tangan-tangan kaum wanita.

Maka adalah betul-betul kolot sekali apabila kita harus membungkam kaum wanita itu di bidang kegiatan pekerjaan YAHWEH, cuma karena kita berpegang pada ayat yang dikemuka­kan Rasul Paulus, yang ditujukan terhadap keadaan yang sama sekali berbeda dengan keadaan kita sekarang ini. (Keadaan itu berlaku bagi kaum wanita di daerah yang masih terkebelakang dan baru mengenal kebebasan setelah menerima pertobatan baru). Bagi masyarakat modern dan maju, maka meredam atau membatasi gerak kaum wanita adalah suatu tindakan yang tidak sesuai lagi. Sama saja halnya kita mewajibkan seorang Kristen harus mencuci kaki seorang tamunya cuma karena kebiasaan itu pemah dijalankan pada jaman dahulu kala itu. Bagi seorang tamu jaman sekarang ini, yang datang berkunjung ke rumah kita dengan mengendarai mobil yang memakai air-condition, dan memakai sepatu yang mengkilat, maka tidaklah perlu sama sekali untuk mencuci kaki orang itu. Tetapi pada jaman dahulu kala, seorang tamu yang datang berkunjung itu, biasanya adalah orang yang telah menempuh jarak bermil-mil jauhnya, melewati jalan yang panas dan berdebu dengan hanya memakai sandal jepit. Maka tak ada yang lebih menyegarkan dan menyenangkan seorang tamu dari pada menyiram kakinya dengan air yang dingin setelah menempuh perjalanan yang begitu meletihkan itu.

Firman Elohim dengan jelas mengemukakan bahwa YAHWEH telah menempatkan kaum pria sebagai kepala rumah tangga, sedangkan kaum wanita diwajibkan tunduk kepada suami mereka di dalam YAHWEH. Bahwa kaum pria harus mengasihi isteri mereka seperti mengasihi dirinya sendiri, dan bahwa kaum wanita itu diciptakan YAHWEH untuk melengkapi kehidupan kaum pria, dan bukannya sebaliknya. Tetapi ketentuan ini bukanlah dimaksud untuk menutup kaum wanita di dalam tugas penginjilan mereka. Juga tidaklah untuk mereng­gut hak mereka di dalam pelayanan gerejani untuk memenangkan jiwa-jiwa.

Apabila kita meninjau ayat-ayat Alkitab itu secara tepat, maka adalah tidak mungkin bagi kita hanya menerapkan dua buah ayat ucapan Rasul Paulus untuk kondisi yang sama sekali lain susunan masyarakatnya, sedangkan ayat-ayat lain yang jumlahnya lebih banyak lagi tentang soal wanita itu kita harus kesampingkan. Hal ini bertentangan dengan logika.

Di sepanjang kisah Alkitab maka kita melihat bahwa kaum wanita turut mengambil peranan yang penting sekali di dalam pekerjaan YAHWEH. Mereka tidaklah diperjual-belikan macam hewan, tidak dilarang untuk menghadiri kebaktian, dan tidak pula dikekang dalam menuntut pelajaran dan pendidikan.

Sekalipun dalam masyarakat terdapat rintangan-rintangan yang hebat terhadap kedudukan mereka, namun mereka telah menempati peranan raksasa yang penub arti di dalam perjalanan sejarah. Kita tengoklah kepada Miriam, Debora, Hulda, Noadia, Anna, puteri Pilipus, Athalia, Esther, dan Ratu Sheba. Belum lagi kita harus menyebut nama-nama seperti Rut, Hanna, atau Abigail, yang cukup terkenal dalam Alkitab itu.

Orang yang paling penghabisan meninggalkan salib tatkala Yeshua disalib adalah seorang wanita. (Markus 15:47)
Orang yang pertama datang menjenguk kuburan YAHWEH Yeshua adalah wanita. (Yohanes 20:1)
Orang pertama yang menyatakan kabar kesukaan tentang kebangkitan YAHWEH adalah seorang wanita. (Matius 28:8)
Pengkhotbah pertama kepada orang Yahudi dan memberi­takan Injil kepada mereka adalah seorang wanita. (Lukas 2:37,38).
Di antara orang-orang yang mula pertama menghadiri kebaktian doa adalah sejumlah kaum wanita. (Kisah 1: 14)
Di antara mereka yang mula-mula sekali menerima ketuangan Roh Kudus agar bisa bersaksi tentang Ha Mashiah adalah kaum wanita. (Kisah 2:4; Kisah 1 :8)
Orang-orang yang pertama menyambut para pemberita Injil di Eropa –  waktu itu Paulus dan Silas-adalah kaum wanita. (Kisah 16:13)
Orang yang pertama menyatakan dirinya bertobat dan menerima Ha Mashiah sebagai Juru selamatnya adalah seorang wanita. (Kisah 16: 14)

Buku ini membahas tentang pelayanan orang Kristen DILUAR LINGKUNGAN GEREJA. Sungguh tepat dan menyenangkan bagi kaum wanita untuk mengetahui bahwa satu-satunya tempat di mana mereka pernah dilarang berbicara ialah “di dalam gereja” – yakni di dalam gedung gereja. (Bahasa Yunani yang dipakai oleh Rasul Paulus ialah “sidang jemaat”, “himpunan orang beriman”, “gedung sinagoge Yahu­di”).

Jadi, sekalipun larangan kolot ini seandainya diteruskan juga kepada kaum wanita modern, namun tak ada ketentuan adat istiadat kuno atau pun ayat Alkitab yang melarang pelayanan wanita Kristen untuk berkecimpung DI LUAR GEDUNG GEREJA. Dan justru di situlah tempat kita memenangkan jiwa yang paling tepat.

Ibu Osborn selalu berkata: “Mengapa kaum wanita mesti merasa kagok atau terbatas ruang geraknya di dalam pelayanan mereka cuma oleh karena mereka pernah dibatasi di dalam ruangan gereja?”

“Amanat Kristen dan kesaksian kita serta pelayanan kaum wanita itu sangat diperlukan sekali, bahkan berjuta kali lebih penting dari pada di dalam batas ruang gereja itu sendiri. Seluruh dunia ini adalah ladang kita.”

“Kita tak perlu kecewa bilamana kita tidak diizinkan berbicara di dalam gereja. Sebab pelayanan dan tugas kita yang paling besar adalah DI LUAR DI MANA ORANG-ORANG BERDOSA ITU BERADA.”

“Jadi, daripada berkeluh kesah tentang ruang sempit pajok gereja kita yang begitu terbatas sekali kemungkinannya, maka alangkah baiknya apabila kita sebagai wanita mengangkat muka kita dan menengok ke ladang yang luas itu, yakni SELURUH DUNIA, di mana tidak ada tradisi maupun batasan Rasul Paulus itu yang perlu diterapkan di dalam pelayanan kita tersebut.”

“Kalau kita memang merasa wajib mematuhi anjuran Paulus itu tentang “keadaan di dalam gedung gereja” itu, mengapa kita tidak harus merasa patut untuk mentaati pula anjuran YAHWEH kita Yeshua Ha Mashiah untuk bekerja di luar batas ruangan gereja itu? Apakah kita harus lebih banyak mendengar Paulus ataukah justru harus taat kepada Ha Mashiah?

Ketika Yeshua memerintahkan: “Pergilah kamu ke seluruh dunia dan beritakanlah Injil itu kepada sekalian mahluk,” maka anjuran itu adalah ditujukan bagi setiap orang yang percaya, tidak pandang bulu, tak peduli laki-laki atau perempuan, tidak pandang asal keturunan, warna kulit ataupun kebudayaan yang dianutnya.

Ketika Ia memberikan ciri-ciri kepada tanda-tanda yang akan mengiringi pelayanan itu, maka dengan tandas Ia kemukakan: “Maka tanda-tanda inilah yang akan mengiringi MEREKA YANG PERCAY A.” Ini berarti sudah termasuk di dalamnya kedua jenis kelamin umat manusia.

Yeshua berkata: “Barang siapa yang percaya kepada Ku, maka apa yang telah Ku lakukan hendaklah ia lakukan pula.” Di dalam hal ini sudah terangkum baik laki-laki maupun perempuan.

Banyak pemimpin kaum wanita yang terkenal telah beroleh kekuatan jiwa dan menjadi berani bertindak oleh dorongan Yeshua ini. Yohanes 14:12-14 berlaku bagi kaum pria maupun kaum wanita. Jadi, di dalamnya termasuk KAUM WANITA. APABILA KAUM WANITA MEMPUNYAI CUKUP IMAN UNTUK PERCAYA AKAN HAL INI MAKA IA AKAN BERTINDAK SESUAI DENGAN HAL ITU.

Jika sekiranya saya adalah seorang wanita, maka saya pun bisa menunjuk kepada Yohanes pasal 15 sebagai pegangan pribadi. Sebab kalau tidak demikian hanyalah kaum pria saja yang bisa diselamatkan.

Ketika Yeshua berkata di dalam kisah Rasul 1:8: “Kamu akan menerima kuasa setelah Roh Kudus datang di atas kamu”, maka janji itu juga berlaku bagi kaum wanita. Hal ini terbukti di dalam ayat 14: “Mereka semua bersekutu di dalam doa dan pengajaran”, BERSAMA DENGAN KAUM WANI­TA” … Dan mereka itu SEMUA telah dipenuhi Roh Kudus.”

Kisah 2:4. Untuk apa? Demi memenuhi Kisah 1:8: “Dan kamu hendaklah menjadi saksi bagiKu.” Di dalamnya jelas termasuk kedua golongan itu, baik pria maupun wanita.

Apabila kita sorot betul-betul kedudukan kaum wanita yang tertindas itu di bawah tata krama bangsa Yahudi, serta kenyataan bahwa mereka tidak diperkenankan sama sekali berada di sekitar tempat ibadat, selain boleh duduk di pekarangan luar tempat menampung kaum wanita, maka bukanlah secara kebetulan bahwa Roh Kudus itu menekankan secara khusus kenyataan “BERSAMA DENGAN KAUM WANITA”. Maka mereka itu semua pun dipenuhi oleh Roh Kudus, sehingga mereka SEMUA pun bisa melakukan pekerjaan penginjilan itu.

J adi, di manakah batas kedudukan kaum wanita itu harus kita tetapkan?

Jawaban dari segi tradisi bunyinya: ”Adalah baik bahwa kaum wanita itu mengajar sekolah minggu bagi anak-anak, atau bahkan berdiri di dalam gereja dan bersaksi apa yang telah dilakukan oleh Ha Mashiah bagi dia, atau menjadi pendeta atau pekerja gerejani, atau berkunjung ke rumah tangga kaum anggota, tetapi ia tidak boleh menginjil atau mengajar. “

Tetapi dalam hal ini kita harus berhati-hati sekali. Kalau tidak kita bisa terjerumus dalam kemelut yang serba tanggung dan ruwet nantinya. Misalnya saja: Apabila ada seorang wanita yang pergi keluar lingkungan gereja lalu bersaksi, apakah ia boleh merangkum ayat-ayat Alkitab di dalam kesaksiannya itu? Apabila boleh, maka berapa banyakkah batasnya itu? Betapa jauhnya pembatasan itu yang tidak memperkenankan seorang wanita itu mengajar? Jika sekiranya ia berkesempatan untuk bersaksi kepada seorang yang berdosa, dan sekumpulan orang telah berhasil dihimpunnya. Apakah ia boleh bersaksi kepada sepuluh orang, ataukah seratus orang, ataukah seribu orang? Sampai berapa jauhkah batas baginya untuk bersaksi? Berapakah jumlah sidang jemaat agar ia harus berdiam diri untuk kemudian menyerahkan pimpinan itu kepada seorang pria?

Apabila ia boleh bersaksi kepada seorang jiwa yang terhilang, apakah ia boleh bersaksi di stasiun kereta api atau di rumah perorangan, bolehkah ia menginjil di tepi jalan, di tengah taman, atau di bawah kemah yang ia dirikan? Sampai batas manakah peri hal kesaksiannya itu harus kita larang?

Jika misalnya ia boleh bersaksi di jalan kecil di sebuah taman. Umpamanya saja serombongan orang lalu berkumpul. Apakah boleh ia berdiri di atas sebuah batu agar ia boleh kelihatan oleh semua hadirin? Misalkan ia menginjil di pingglr jalan raya, bolehkah ia menaiki salah sebuah tangga rumah orang di dekat-dekat situ sehlngga semua orang bisa mende­ngarkan dia? Kalau demikian halnya, apakah boleh ia berdiri di atas sebuah peti kemas, sebuah kursi atau panggung?  Secara tepatnya berapa kerasnya suaranya itu boleh bergema dan berapa tingginya ia boleh berdiri di hadapan orang banyak sebelum ia dinyatakan telah melewati batas bagi seorang wanita dan telah merembes ke dalam wilayah kekuasaan orang laki-laki?

Apabilaa ia boleh memimpin doa bagi seorang yang berdosa, apakah ia boleh berdoa dengan dua, ataukah sepuluh atau seratus orang sekaligus? Berapakah sebenarnya batas jumlah yang dianggap sudah terlampau banyak bagi seorang wanita?

Apabila ia boleh bersaksi, apakah dalam kesaksiannya itu dia boleh mengajar dan berkhotbah? Apakah bedanya? Siapakah yang bisa memberikan batas-batas yang pelik itu antara apa yang disebut bersaksi, berkhotbah, mengajar, menginjil, dan berbicara, sehingga kaum wanita itu bisa mengetahui apakah mereka harus mengikuti petunjuk Yeshua untuk mengabarkan Injil DILUAR LINGKUNGAN GEREJA seperti halnya juga mereka harus mentaati petunjuk Paulus DI DALAM BATAS ruang gereja.

Apakah wanita-wanita Kristen yang sudah terpelajar, berkebudayaan tinggi, memiliki kemampuan yang mantap di segala bidang, harus terus berdiam diri dan tidak mengabarkan Injil cuma karena adanya teguran Paulus terhadap kaum wanita yang masih kurang terpelajar, kurang terdidik, yang suka meneriaki suami mereka dari antara himpunan sidang jemaat tentang hal-hal yang pada waktu itu mereka belum berwenang dan belum terlatih kematangannya untuk memperdebatkannya?

Apakah kaum wanita Kristen modern harus dikekang oleh adat istiadat yang kolot ini?

Bagi saya, sungguh suatu tindakan yang terbelakang dan kolot sekali apabila kita harus mencekoki barisan kaum wanita kita dengan paham yang melarang mereka melakukan kegiatan penginjilan kepada dunia. Kita tidak mungkin melarang mereka menjadi saksi yang hidup buat Ha Mashiah, sedangkan abad ke dua puluh sekarang ini sudah berlalu begitu cepatnya. Sebab ada ribuan kaum wanita Kristen yang dengan riang gembira mau maju mematuhi perintah YAHWEH, lalu buat apakah kita harus menerapkan larangan yang kolot itu? Bagaimanakah kita kaum pria harus bertanggung jawab terhadap jutaan umat manusia yang jiwanya perlu diselamatkan? Yang hanya bisa diselamatkan melalui kegiatan penginjilan oleh pihak kaum wanita yang taat kepada YAHWEH, yang mempunyai semangat juang untuk maju di ladang YAHWEH?

Saya tak dapat berkata lain dari pada menganggap hal ini sebagai satu dosa besar bagi kita, apabila kita harus melarang kaum wanita pergi ke segenap penjuru bumi untuk menginjil dan memenangkan jiwa-ratusan bahkan ribuan jiwa – cuma karena kita mengorbankan mereka sama dengan kedudukan kaum wanita yang masih belum maju di jaman dahulu itu.

Saya malah membuka satu tantangan bagi kaum wanita sekarang untuk berani pula mencapai hal-hal yang luar biasa suksesnya di bidang penginjilan seperti halnya mereka juga begitu sukses di dalam bidang usaha perdagangan, pertokoan, perkantoran. dan lain-lain kegiatan sosial masyarakat. Dan kalau sampai mereka itu dianggap berdosa cuma karena mereka menginjil dan mencari jiwa buat YAHWEH, maka biarlah segala dosa mereka itu saya yang memikulnya. Dan saya pun yakin bahwa ada banyak lagi pemimpin-pemimpin Kristen lainnya yang mempunyai pendapat yang sama dengan saya ini.

Marilah kita justru harus berdoa agar terbentuklah satu barisan pejuang-pejuang rohani macam Joan of Arc di bidang penginjilan ini agar dunia boleh menyaksikan kebebasan Ha Mashiah di mana-mana.

Salah satu ayat yang paling gemilang di dalam Alkitab ialah Yohanes 20:18, yang bunyinya bernada sebagai berikut: “Mari Magdalena bertemu dengan para murid YAHWEH dan menyampaikan kepada mereka berita “Saya telah melihat YAHWEH”. Lalu ia pun memberitahukan kepada mereka ita amanat yang disampaikan YAHWEH.”

Saya kurang paham apa sebabnya maka kaum pria itu tidak berada di pekuburan YAHWEH pada pagi hari tatkala YAHWEH bangkit. Padahal mereka sudah menerima firman YAHWEH. YAHWEH telah menyatakan kepada mereka bahwa Ia akan bangkit. Tetapi mereka itu bersikap terlampau alim dan terlalu hati-hati, bahkan ragu-ragu sikapnya. Tetapi Maria Magdalena hadir di sana. Dialah yang mula pertama melihat YAHWEH telah bangkit, dan YAHWEH memanggil dia pada namanya. Maka ia pun beroleh rahmat anugerah dari YAHWEH yang telah bangkit itu.

Yeshua telah memilih seorang wanita untuk menjadi orang pertama yang harus menerima kabar kesukaan tentang kebangkitanNya itu. Maria Magdalena-lah orang pertama yang telah mengabarkan berita kesukaan yang pertama kepada semua orang. dan dialah orang pertama yang menyatakan bahwa Ha Mashiah telah bangkit dari antara orang mati.

Berita tentang kebangkitan ini merupakan denyut jantung kehidupan agama Kristen. “Apabila Ha Mashiah itu tidak bangkit. maka iman kita itu hampa. sedangkan kita masih saja tetap dalam keadaan dosa kita.” 1 Kor. 15:17; Roma 10:9-10 mengikat keselamatan setiap orang percaya bahwa “YAHWEH telah bangkit dari maut.” Dan oleh karena itu kita wajib mengakuinya pula kenyataan ini di hadapan dunia.

KEBANGKITAN itu merupakan berita kesukaan yang paling besar bagi gereja, sedangkan Yeshua telah memilih seorang wanita sebagai pembawa berita pertama tentang hal itu. Ia berkata, “Pergilah kepada sekalian saudara-saudaraKu dan beritahukanlah bahwa Aku telah bangkit dan akan pergi kepada BapaKu dan BapaMu. Kepada ElohimKu dan Elohimmu.”

Coba bayangkan: Yeshua mengutus seorang wanita untuk menyatakan berita yang terbesar di kalangan gereja, yakni kepada MURID-MURID YAHWEH ITU SENDIRI.

Apakah kita berhak melarang kaum wanita yang telah diutus oleh Yeshua sendiri untuk melakukan apa yang Ia amanatkan?

Apakah kita harus membuat pembatasan-pembatasan terhadap seorang saksi wanita, sedangkan Yeshua sendiri telah memilih seorang wanita untuk membawa berita yang pertama itu kepada gereja setelah Ia bangkit dari antara orang mati? Padahal berita itu adalah berita yang paling vital dan paling besar artinya di dalam agama Kristen – yakni, bahwa HA MASHIAH TELAH BANGKIT!

Apakah kita harus membatasi kaum wanita itu atau jumlah orang yang harus mereka hubungi untuk bersaksi, sedangkan Yeshua sendiri telah memberikan wewenang kepada kaum wanita untuk menyatakan dengan bebas amanat kesukaan yang besar tersebut? Bahkan wanitalah yang menyampaikan berita itu kepada murid-murid dan para rasul, – yang justru adalah para pemimpin gereja. Maria Magdalena-lah yang “menyampaikan kepada mereka tentang amanat Ha Mashiah itu.”

Dapatkah kaum wanita Kristen disuruh terus berdiam diri jaman sekarang ini, padahal di sepanjang kisah Alkitab sejak jaman dahulu kala begitu banyaknya kaum wanita telah dipakai YAHWEH sebagai pembawa amanat dari YAHWEH?

Apakah kaum wanita Kristen itu menggunakan anjuran Paulus itu sebagai alasan untuk tidak berbuat sesuatu atau berbuat sedikit saja di dalam pelayanan penginjilan itu? Bukankah hal itu justru mengurangi kegembiraan mereka dalam mengabdi kepada YAHWEH serta memenangkan jiwa buat YAHWEH?

Apakah kaum wanita Kristen bersedia menerima begitu banyak pembatasan di dalam pelayanan pekerjaan YAHWEH, sementara kaum wanita lainnya begitu bebas melakukan kegiatan di bidang usaha, ilmu pengetahuan, suster Rumah Sakit, kegiatan politik, dan pemerintahan?

Jika sekiranya saya adalah seorang wanita, maka saya pun tidak mau dianggap dan diperlakukan sebagai kaum wanita dari masa abad pertengahan di masa lampau itu, yang masih jauh ketinggalan dan belum begitu tinggi taraf pengetahuan dan kemajuan peradabannya.

Jika seandainya saya ini adalah seorang wanita, maka saya ingin mematuhi perintah Yeshua untuk menyampaikan kabar kesukaan itu di luar lingkungan gereja, tidak kurang semaraknya seperti pembatasan Paulus untuk tidak bergiat di dalam lingkungan ruang gereja.

Jika sekiranya saya inl adalah seorang wanita, maka saya ingin dipandang orang sebagai seorang Kristen yang sejati, seorang yang beriman, seorang pengikut Ha Mashiah, seorang saksi buat Dia, seorang utusan pembawa amanatNya, seorang pemberita tentang kebangkitanNya, seorang pemenang jiwa.

Bila seandainya saya ini dilahirkan sebagai seorang wanita, maka saya akan terjun dalam kegiatan pelayanan pekerjaan YAHWEH, yang diamanatkan YAHWEH bagi setiap orang Kristen, ­tak peduli siapa pun juga. Saya ingin membuktian kenyataan bahwa Ha Mashiah itu hidup di dalam diri saya. Bahwa Ia melayani sesamaku manusia melalui saya. Bahwa Ia berbicara melalui cermin kehidupan saya. Bahwa tubuhku adalah tubuhNya juga. Bahwa Ia menghendaki saya menerus­kan pelayananNya MELALUI diri saya. Bahwa “sebagaimana YAHWEH telah mengirim Ha Mashiah ke dalam dunia ini, maka Ha Mashiah pun telah mengirim saya pula ke dalam dunia ini.” Yohanes 17:18; 20:21.

Jika seumpamanya saya ini adalah seorang wanita, maka saya akan melakukan hal-hal yang dianjurkan Ha Mashiah bagi para pengikutNya untuk dikerjakan. Tidak peduli sekalipun saya harus menderita aniaya atau sengsara untuk tujuan itu. Sebab YAHWEH sudah menderita buat saya,  maka saya pun bersedia menderita buat Dia.

Jika saya ini adalah seorang wanita, maka saya akan menjadi salah satu di antara orang-orang yang bijaksana, yang “mendengarkan ucapan Ha Mashiah dan MELAKSANAKANnya,” Matius 7:24. Saya akan membangun iman saya di atas batu karang iman dan pelayanan saya.

Jika sekiranya saya ini adalah tergolong kaum wanita, yang telah dipenuhi oleh Roh Kudus, (Kisah 1:8), maka saya ingin jadi SAKSI buat Ha Mashiah, “baik di Yerusalem, di seluruh tanah Yudea, dan di Samaria, bahkan sampai kepada ujung bumi sekalipun. ”

Andai kata saya ini adalah berstatus wanita, saya akan bergembira sekall, sebab nabi Yoel berkata: “YAHWEH akan mencurahkan RohNya ke atas SEMUA orang. Maka PUTERA-PUTERIMU akan benubuat,” Yoel. 2:28. Sebab Rasul Petrus pun telah berkata: “dan ke atas segala hambaku laki-laki dan PEREMPUAN pun, aku akan mencurahkan Rohku pada masa itu, dan mereka itu akan benubuat,” Kisah 2:18. Saya senang sekali menerima arti bahasa Ibrani yang digunakan oleh nabi Yoel itu, yakni: Berbicara atau menyanyi oleh dorongan ilham. Bernubuat atau memberi pengarahan. Sedangkan perkataan yang dipakai Petrus berarti: Berbicara di bawah bimbingan hikmat YAHWEH; menjalankan tugas nubuatan; menjadi seorang pembicara yang menaruh hikmat kebljaksanaan.

Jika sekiranya saya ini adalah seorang wanita, saya akan bergirang sekali karena Yeshua tidak pemah melakukan tindak perbedaan antara kaum pria dan wanita. Saya akan sangat terkesan sekali oleh sesama kaum wanita yang begitu tekun dan penuh pengabdian melayani pekerjaan YAHWEH. Saya ingin menjadi semacam wanita Samaria itu, yang begitu percaya kepada Yeshua Ha Mashiah, segera pula menuangkan air dan mengabarkan Injil kesukaan itu kepada seluruh isi kota tentang Yeshua itu. Di dalam Yohanes 4 di katakan bahwa “orang-orang pun keluar dari tempat mereka dan pergi mendatangi Dia.” ….. “Dan banyak di antara penduduk kota di Samaria itu lalu percaya kepadaNya,” Berkat adanya kesaksian dan pemberita­an Injil dari SEORANG WANITA. (ayat 30, 39).

Ibu Osborn berpendapat, bahwa kaum wanita itu mempunyai panggilan yang suci dari Elohim di dalam jalan kehidupan mereka. Sebab tugasnya istimewa. Ia memikul tanggung jawab keadaan rumah tangga, sementara ia selalu taat kepada suaminya di dalam YAHWEH. Tetapi di atas segala-galanya ia pun mempunyai pengaruh yang tidak bisa sama dengan suaminya itu baik terhadap suaminya sendiri maupun anak-anaknya.

Seseorang pernah berkata, bahwa “tangan yang pernah menggoyang-goyang ayunan bayi itulah adalah tangan yang mengatur jalannva kehidupan di dunia ini.”

Ibu Osborn berpendapat bahwa hak keibuan itu adalah suatu hak istimewa, yang begitu suci di dalam hidup ini, sehingga ia melebihi segala pahala dan kegirangan yang bisa dialami oleh kaum pria yang yang manapun juga.

Ia melihat keagungan dan pengaruh yang mulia dari seorang wanita itu sebagai sesuatu yang indah dan tinggi nilainya tiada tara di dunia.

Ia berkata bahwa kaum wanita memiliki misi pelayanan yang tidak terbatas ruang lingkupnya, apabila mereka memenu­hi anjuran Ha Mashiah untuk dilaksanakan itu. Mereka boleh bersaksi, memenangkan jiwa buat YAHWEH, memberitakan Injil. Lapangan tugas mereka itu adalah DUNIA itu sendiri. Ia berkata: Jangan ada seorang wanita pun yang mau dikung­kung oleh pembatasan-pembatasan dalam pelayanannya, se­hingga ia harus meringkuk saja di pojok ruang gereja. Padahal Ha Mashiah memberikan kepada kita keleluasaan yang tak terbatas DILUAR LINGKUNGAN GEREJA.”

Pelayanan yang diamanatkan Yeshua kepada para pengikut­Nya tatkala Ia naik ke surga adalah hanya bisa dilaksanakan di luar lingkungan gereja. Dan untung sekali bahwa di dalam Alkitab tidak ada pembatasan apa pun bagi kaum wanita di luar lingkungan gerejani itu.

Jadi, intisari amanat yang terkandung dalam buku ini ialah tertuju bagi kaum pria maupun kaum wanita, keduanya sama saja, untuk pergi keluar di mana orang-orang berdosa itu berada. Kita harus pergi KE LUAR DARI LlNGKUNGAN GEREJA KITA SENDIRI. Pergi ke tempat yang ramai dengan kegiatan hidup ini, di jalan-jalan raya dan persimpangan orang banyak, di tempat-tempat pertemuan umum, di bioskop, taman-taman, tenda-tenda, di rumah-rumah orang, di tengah kaum kafilah, di bawah naungan pohon rindang, di gedung pementasan sandiwara, dan menceritakan kepada dunia bahwa “Saya telah melihat YAHWEH.”- lalu SAMPAIKAN KEPADA MEREKA BERITA KESUKAAN lTU. (Yohanes 20:18).

Pada buku “Why Not Women?”,   Loren Cunningham dan David Joel Hamilton mengatakan bahwa pelarangan wanita terlibat di dunia penginjilan dan misi adalah tipu daya iblis untuk menghambat rencana Elohim bagi memenangkan jiwa dan interpretasi pemimpin Gereja yang salah atas tulisan Rasul Paulus. Bp. L. Cunningham adalah pendiri organisasi misi internasional, dan Bp Hamilton ahli budaya kuno Ibrani, Yunani dan Romawi. Penjala Baja

17. BAGAIMANA MENDEKATI ORANG BERDOSA

Maksud saya menulis buku ini bukanlah untuk mengajarkan kepada anda tehnik memenangkan jiwa. Sebab untuk keperluan itu kita butuhkan pembahasan tersendiri lagi. Dengan uraian singkat ini saya hanya ingin menggugah perhatian pihak gereja, bahwa tradisi yang kaku sangatlah membatasi pelayanan gereja terhadap orang-­orang berdosa yang ingin datang ke gereja. Sembilan puluh persen dari orang yang belum bertobat itu hanya bisa diberitakan Injil kepada mereka itu, DI LUAR DARI LlNGKUNGAN GEREJA. Oleh karena kita diperintahkan untuk menggapai “semua mahluk” untuk menyampaikan Injil itu kepada mereka, maka kita pun harus membawa Injil itu kepada orang-orang yang berdosa di tempat mereka itu berada.

Walaupun demikian, saya ingin menyisihkan satu pasal ini khusus untuk membicarakan bagaimana cara yang baik melaksanakan tugas penginjilan itu. Jadi pembahasan saya ini hanyalah berupa suatu pendekatan ke arah memenangkan jiwa yang terhilang itu. – yakni apa yang dapat diucapkan oleh seorang Kristen kepada seorang berdosa untuk menarik dia pada suatu pembicaraan, sehingga kita boleh bersaksi kepada­nya tentang Ha Mashiah dan keselamatan bagi dirinya itu.

Saya persembahkan cara ini sebagai suatu usaha untuk menunjukkan kepada kaum awam betapa mudahnya sebenar­nya memenangkan jiwa. Yang meruwetkannya sebenamya hanyalah tradisi manusia itu.

Tradisi mewajibkan seseorang harus menjadi manusia yang hafal ayat-ayat Alkitab apabila ia harus pergi memberi kesaksian. Tradisi mewajibkan kaum awam harus menguasai isi Alkitab itu dengan pengetahuan yang cukup mantap, agar bisa memojokkan seorang berdosa. Atau kita harus senantiasa siap sedia dengan senjata ampuh “Maka demikianlah sabda YAHWEH Elohim!” Tradisi memaksakan seseorang harus menjadi seorang manusia suci sebelum ia berusaha hendak memenangkan jiwa orang lain. Tradisi itu membuat suatu pelayanan yang bersahaja itu serba rumit segala-galanya. Tradisi itu merenggut berkat yang paling berlimpah-limpah dari pihak kaum awarn dan menetapkannya sebagai hak istimewa kaum profesional saja, yang kadang kala malah tidak becus untuk melaksanakan pekerjaan itu dengan hasil yang baik.

Seorang pastor atau pendeta menyampaikan pengumuman kepada anggota jemaatnya pada suatu hari Minggu: “Kalian serahkan saja tugas penginjilan dan bersaksi itu kepada gembala sidang. Tempat kalian ialah cukup saja hadir dengan setia di dalam gedung gereja ini.” Itulah tradisi!

Padahal apa yang disebut bersaksi sebenarnya hanyalah suatu percakapan yang sederhana antara seorang Kristen dengan seorang jiwa yang terhilang tentang suatu rencana penyelamatan. Setiap orang awamn dapat melakukannya. Yang terpenting ialah bagaimana kita melibatkan diri dalam percakapan itu tanpa membangkitkan rasa pertentangan.

Apabila anda bisa belajar melakukan hal itu, maka anda bisa memenangkan jiwa buat Ha Mashiah. Itulah sebabnya mengapa saya membatasi diri dalam pasal ini pada teknik bagaimana datang kepada persoalan pokok itu.
Mungkin anda sudah berapa puluh kali ingin bersaksi kepada seseorang, tetapi anda tidak dapat mengarahkan pembicaraan itu dengan tepat. Oleh karena kuatir akan mengalami kegagalan, maka anda membiarkan saja kesempat­an itu berlalu.
Saya ingin membantu anda bagaimana bertindak bijaksana dalam berhubungan dengan seorang jiwa yang terhilang untuk dimenangkan buat Ha Mashiah.
Di sini saya kemukakan beberapa petunjuk sederhana dalam melakukan “pendekatan” yang anda bisa pergunakan dalam keadaan yang bagaimana pun juga agar bisa memperlan­car jalannya pembicaraan anda itu.

***

Pertama: “PERNAKAH ANDA MEMIKIRKAN SECARA MENDALAM SOAL-SOAL YANG BERSANGKUTAN DE­NGAN PERKARA ROHANI?”

Kemukakanlah pertanyaan ini dalam bentuk yang hati-hati dan bijaksana sekali. Jangan kentara seperti dirancang, melainkan buatlah sedemikian rupa sehingga pertanyaan itu terasa seolah-olah wajar saja.
Maksud dari pada pertanyaan ini ialah untuk memusatkan jalan pikiran jiwa yang terhilang itu ke arah perkara-perkara yang bernilai rohani sehingga ia tidak merasa langsung dikejutkan.
Tetapi hendaklah anda tetap usahakan bahwa pembicaraan anda itu berada di atas rel yang wajar dan santai sifatnya. Anda boleh mengajukan pertanyaan ini apabila anda sudah merasa jalannya pembicaraan itu sudah cukup licin. Misalnya setelah beberapa menit anda bercakap-cakap itu anda berkata :

“Kami datang berkunjung ke tempat anda sebenarya dengan maksud agar kita bisa berkenalan lebih erat dan akrab lagi. Mary dan saya telah memperoleh banyak kawan melalui cara ini. Kami telah menjadi orang Kristen selama bertahun-­tahun lamanya dan kami merasa diri kami sangat berbahagia. Saya tidak tahu bagaimana sikap dan pandangan anda terhadap YAHWEH. Tetapi saya kira kita mempunyai banyak perbedaan dalam hal ini. Oh ya, ngomong-ngomong apakah anda pernah merenungkan tentang nilai-nilai rohani dalam kehidupan kita ini?”

Jawabannya: “Oh, rasanya saya sudah pernah. Meskipun tidak begitu mendalam.”

Bisa juga anda beroleh suatu jawaban yang terlalu umum sifatnya. Sebagian orang ada yang perlu waktu sepuluh menit baru tiba pada jawabannya yang sebenarnya. Yang lainnya lagi hanya sekadar menjawab “ya” atau “tidak” secara singkat saja.

Tetapi janganlah anda menyela terhadap jawabannya itu. Biarkanlah dia berbicara terus. Dengarkan saja dulu. Nilailah dirinya itu lewat ucapan-ucapannya tersebut. Pelajari baik-baik bagaimana jalan pikirannya.

Pertanyaan “pendekatan” itu hanyalah sekadar untuk memancing dia bagaimana sebenarnya pendiriannya mengenai hal itu, agar dia mengungkapkan hal itu. Saat bagi anda untuk berbicara ialah setelah anda mendapat jawaban terhadap “pertanyaan pendekatan” itu dan pintu kelihatannya terbuka sudah. Apabila anda adalah seorang pendengar yang baik, maka anda pun akan didengarkannya apabila anda mengemu­kakan kesaksian kelak.

Yang terpentlng ialah: Apa pun jawaban orang itu terhadap pertanyaan pendekatan anda itu, entah panjang atau pendek, hendakIah anda terus melangkah kepada pertanyaan yang berikutnya! Anda hanya bisa memimpin terus pembicaraan itu apabila anda tetap bertaut pada pertanyaan “pendekatan” tadi itu.

Kedua: “APAKAH PENDAPAT ANDA TENTANG KE­ BUTUHAN NILAI ROHANI TERBESAR DAGI SESEORANG?”

Dalam hal ini anda harus bertindak sebagai seorang penanya yang betul-betul menaruh minat  dan jangan sama sekali bersikap seperti seorang guru. Dengarkanlah kepada jawabannya. Mungkin saja ia akan mengemukakan masalah hidupnya sendiri.

Bersikaplah tetap santai. Berdirilah tetap pada garis umum. Biarlah kawan bicara anda itu menaruh kepercayaan kepada diri anda, bahwa dia boleh membicarakan hal ini tanpa beroleh tekanan dari pihak anda. Malah ada kemungkinan ia akan mengemukakan sendiri kebutuhannya untuk merindukan kese­lamatan itu. Apabila hal ini dinyatakannya demikian, maka ini berari “pendekatan” anda itu telah sempat membuka pintu lebar-Iebar bagi pembicraan anda lebih lanjut.

Anda boleh mengajukan pertanyaan pendekatan yang kedua di atas tadi dalam susunan kata-kata dan percakapan yang sangat wajar sekali, seperti misalnya: “Anda tahu bukan, betapa ramainya orang berbicara soal kebutuhan jasmani dalam hidup kita belakangan ini. Akan tetapi kebutuhan rohani pun tidak kalah pentingnya bagi kita. Menurut pendapat anda, apakah kebutuhan utama bagi kita dalam mengemban nilai-nilai rohani itu?”

Jawaban: “Oh, saya tidak tahu. Mungkin saja pergi ke rumah ibadat dan percaya kepada YAHWEH, atau semacam itulah kira-kira.

Tentu saja anda bisa harapkan bahwa anda akan beroleh macam-macam jawaban terhadap pertanyaan anda di atas tadi itu.
Janganlah memotong pembicaraannya. Dengarkan saja dulu! Kesempatan itu akan memberikan gambaran kepada anda bagaimana sebenarnya pendirian orang itu. Apa pun jawabannya, maka hendaklah anda bergerak melangkah kepada pertanyaan yang herikutnya.

Ketiga: “SEPERTI ANDA KETAHUI MAKA KEBUTUHAN MANUSIA AKAN NILAI-NILAI ROHANI YANG TERBESAR ADALAH PENGAMALAN TENTANG KESELAMATAN (KEKAL). APAKAH ANDA PERNAH MEMIKIRKAN SOAL KESELAMATAN (KEKAL) DIRI ANDA SENDIRI?”

Pokoknya anda beranggapan bahwa ia belum beroleh keselamatan itu, tetapi walaupun demikian janganlah anda berkata bahwa dia belum beroleh keselamatan itu. Tunggulah dahulu dari ungkapan jawaban-jawaban yang ia berikan. Ia akan berpikir dulu mengenai sesuatu waktu atau hal yang mungkin pernah ia alami. Entah sesuatu yang meyakinkan dia tentang nilai hidup itu, entah pengalaman hampir mendekati maut dan sebagainya. Dari penjelasannya anda bisa beroleh petunjuk bagaimana sikap orang itu sebenarnya terhadap agama.

Apabila ia pernah mengalaml hal yang meyakinkan dia tentang keselamatan tidak apa-apa. Pertanyaan anda itu masih tetap juga bermanfaat untuk membuka pintu bagi anda untuk mengetahui pengalaman hidup orang itu. Kemungkinan besar jawabannya akan berbunnyi sebagai berikut:

Jawaban: “Saya yakin, setiap orang memerlukan keselamat­an kekal tersebut.”

Hampir selalu pertanyaan pendekatan ketiga ini membang­kitkan ingatan pada sesuatu pengalaman. Apabila ia mengemukakannya, DENGARKANLAH baik-baik! Hendaklah anda pasang telinga dan menaruh minat terhadap keterangannya itu. Lalu anda melangkah maju langsung kepada langkah yang ke empat, tidak peduli apa pun jawaban yang ia berikan.

***

Keempat: “BAGAIMANA PENDAPAT ANDA, APAKAH YANG BARUS DIPERBUAT SESEORANG AGAR IA BEROLEH KESELAMATAN TERSEBUT?”

Bersikaplah polos dalam mengajukan pertanyaan itu. Sebab pertanyaan ini sangat vital sekali sifatnya. Dari jawabannya maka anda akan bisa menilai sampai berapa jauh ia memahami Injil itu.

Mungkin saja anda akan terpesona, bahwa anda harus menerima jawaban semacam ini misalnya: Kebanyakan orang yang belum mengenal kesela­matan mengemukakan jawaban “tepergantung pada diri anda sendiri”. “Kita hendaknya selalu berbuat baik sedapat mungkin, membayar segala hutang kita, bersikap baik hati terhadap hewan.” Atau mungkin pula jawaban itu berbunyi begini, “Bergabunglah dengan salah satu gereja, dibaptis, lalu berdoalah.” Atau ada kemungkinan pula jawaban itu akan bernada protes dari sikap pribadinya dengan berkata, “Oh, saya tidak pemah menyakiti hati orang lain. Pokoknya saya rasa diri saya bereslah.”

Perhatikan baik-baik. bahwa dengan pertanyaan yang keempat ini anda sedang meneliti sasaran anda itu apakah ia sudah mengenal keselamatan itu atau belum, tanpa ia menyadarinya. Sebab apabila anda bertanya langsung kepada­nya, “Apakah anda sudah diselamatkan?” atau “Apakah anda sudah menjadi seorang Kristen?” maka bisa saja ia langsung

menjawab “Ya” Dengan demikian anda tidak beroleh kesempatan untuk mengetahui pengalamannya tersebut, selain itu kemungkinan timbulnya perdebatan.

Apabila kemungkinan pertentangan paham itu timbul di dalam percakapan anda berdua itu, maka besar kemungkinan, anda akan menang dalam perdebatan itu, akan tetapi anda akan kehilangan jiwa tersebut. Oleh sebab itu hindari sebanyak mungkin adanya perbedaan paham atau perdebatan sengit dalam soal ini. Tetaplah berdiri di atas garis di mana anda nampaknya tetap bisa sejalan dengan cara pikir kawan bicara anda itu, tetapi anda tetap memegang kendali pembicaraan tersebut.

PERKECUALIAN: Apabila kawan anda bicara itu membe­rikan jawaban terhadap pertanyaan “pendekatan” yang keem­pat ini secara jujur dalam pengakuannya misalnya: Entahlah, saya tidak tahu.” atau Saya belum bisa menjawabnya, maka hendaklah anda segera meloncat ke pertanyaan yang kelima, dengan maksud menunjukkan kepadanya tentang firman Elohim itu kepadanya.

Tetapi pada umumnya pertanyaan yang keempat ini akan menarik perhatiannya atau menggeser dia keluar dari garis pembicaraan itu. Sebab kebanyakan orang biasanya sudah punya pendapat atau pendirian tertentu mengenai hal ini. Banyak yang percaya akan perbuatan baik atau hal-hal semacam itu. Tidak apa, bilamana ia memberikan jawaban kepada anda berupa pendirian pribadinya itu, terimalah, dengarkanlah baik-baik! Hal ini penting bagi anda agar anda bisa mengetahui bagaimana jalan pikiran dia yang sebenarya. Lalu melangkahlah ke pada pertanyaan anda yang ke lima.

Kelima: “YA, ANDA BENAR. SETIAP ORANG ME­MANG WAJIB BERBUAT HAL SEPERTI ITU. AKAN TETAPI APA YANG SAYA MAKSUDKAN SEBENARNYA IALAH: BAGAIMANA CARANYA ANDA MELAKSANAKAN HAL ITU UNTUK BEROLEH KESELAMATAN KEKAL TERSEBUT.”

Jawaban: Apa pun yang dikemukakan kawan bicara anda itu sebagai jawaban, berbuatlah diri anda seakan-akan setuju  dengan dia, dan bahwa buah pikirannya itu adalah baik. (dan biasanya juga hal itu akan membawa pabala), akan tetapi hendaklah anda melangkah kepada “pertanyaan pendekatan” yang keenam.

***

Keenam : “YA, ANDA BENAR DALAM HAL INI. MEMANG KESELAMATAN ITU SEBENARNYA ADALAH JAUH LEBIH SEDERHANA DARI APA YANG KlTA DUGA. IZINKANLAH SAYA MENUNJUKKAN KEPADA ANDA TIGA ATAU EMPAT KEJADIAN (sementera itu anda boleh mengambil keluar Alkitab anda) YANG MENUNJUKKAN APA SEBENARNYA YANG PATUT DIPERBUAT SESEORANG UNTUK BEROLEH KESELAMATAN ITU.”

Jawaban : Biasanya kawan bicara anda itu akan berkata, “Ya, silakan.” atau, “Tentu saja, saya tidak keberatan.”

PERHATIAN: Mungkin ada sesorang yang berkata, “Ah, saya sudah pernah membaca Alkitab.” Dalam hal semacam ini berkatalah singkat, “Ya, saya tahu hal itu, bahwa anda telah paham soal itu. Saya yakin anda merasakannya sungguh menarik, bukan? Coba perhatikan, di sini ada terdapat dua buah ayat yang menarik seperti yang anda katakan ltu.” Maka tentu saja ia akan ikut mendengarkan.

***

Sekarang pintu telah terbuka bagi anda untuk mengemukakan lima buah kesaksian anda. Akan tetapi janganlah anda sama sekali berkhotbah!
Gunakanlab jangan lebih Dari dua atau tiga ayat saja dari Alkitab itu.
Kemukakanlah apa yang hendak anda utarakan itu secara tegas dan gamblang agar betul-betul terarah baginya untuk mengambil satu keputusan.

Saya sarankan ayat-ayat yang berikut ini bersama dengan lima titik pakok dalam garis besarnya:

1. KEBUTUHAN MANUSIA. -Roma 3:23.
2. HUKUMAN ATAS DOSA. -Roma 6:23a.
3. JALAN KELUAR MELALUI HA MASHIAH. -Roma 5:8.
4. ANUGERAH ELOHIM BAGI MANUSIA. -Roma 6:23b.
5. BAGAIMANA MENERIMA KESELAMATAN. -Roma 10:9, 10, 13.

(Anda bisa memberi tanda pada tepi halaman ayat-ayat ini dengan pinsil merah misalnya, untuk memudahkan anda mencarinya dan memperlancar penggunaan urutannya di dalam pelaksanaan pembicaraan itu nanti).

Di dalam kesaksian anda itu hendaklah anda berbicara serba singkat dan jangan sama sekali mengajukan pertanyaan kepada orang yang bersangkutan. Kemukakan kenyataan-kenyataan!
Marilah kita bayangkan misalnya orang yang bersangkutan itu setuju dengan kesaksian anda itu.
Walaupun demikian hendaklah anda bersikap positif. Berikanlah kesan bahwa anda yakin bahwa dia setuju sepenuhnya di dalam segala hal tentang apa yang anda kemukakan itu. Hendaklah anda yakin betul bahwa dia senang dan gembira dengan adanya kenyataan tentang keselamatan itu.

Maka segeralah anda memberi kesipulan dengan segera dengan cara memberi saran-saran seperti ini misalnya, “John, semuanya ini merupakan kebenaran yang betul-betul indah. Saya telah yakin bahwa anda sangat menghargai betapa mudahnya dan sederhananya YAHWEH telah membuat bagi kita kesempatan untuk diselamatkan itu. YAHWEH bersabda agar kita mengaku dosa kita dan meminta agar Ha Mashiah mengampuni kita agar bisa diselamatkan. Apabila anda mau melakukan hal ini, maka Ia akan datang ke dalam hatimu dan masuk ke dalam kehidupanmu. Maka Ia akan betul-betul (mengampuni dosa-dosa masa lalu dan) menyelamatkan anda!”

***

LALU BERKATALAH DENGAN SUARA PERLAHAN:
“Apabila anda tidak keberatan, maka saya ingin agar kita boleh berdoa bersama-sama sebentar.”
Janganlah menunggu izin yang akan dia berikan. Tundukkanlah langsung kepala anda, tutuplah mata anda­ dan teruskanlah ucapan anda dengan berkata:
“Sementara saya berdoa untuk anda, saya mohon anda pun turut menutup mata dan menundukkan kepala bersama dengan saya. Biarlah kita membayangkan bahwa YAHWEH berada sungguh-sungguh di samping kita berdua in! Saya yakin betul bahwa YAHWEH mengasihi anda, oleh sebab itu Ia pun ingin memberkati anda dengan seluruh keluarga isi rumah anda.”

***

SEKARANG BERDOALAH:
“Yahweh Yeshua, terima kasih atas kesempatan yang Engkau berikan bagi kami untuk dapat diselamatkan. Tolonglah saudara John ini juga melihat keselamatan baginya itu sekarang ini juga. Tolonglah dia berseru akan nama Yeshua sebagai Juru Selamatnya. Selamatkan saudara John ini sekarang juga.
YAHWEH, biarlah kegirangan dalam beroleh keampunan dosa dan damai dari padaMu itu datang atas saudara kami ini pada saat ini juga.”
Apabila kawan bicara anda itu adalah seorang tua, maka berdoalah juga kepada YAHWEH agar Dia menganugerahkan sanak keluarga dan anak-anaknya itu satu rumah tangga Kristen yang berbahagia. Tetapi hendaknya semuanya serba singkat. Kemukakan saja hal-hal pokok, dan tepat pada sasaran.

***

PENTING: Janganlah menutup doa anda! Jangan berkata, “Di dalam nama Yeshua, Amin!” Apabila anda lakukan hal ini, maka ia akan mengangkat muka dan kesempatan bagi anda untuk memperoleh keputusan dari padanya akan hilang.

Janganlah tutup doa anda itu! Mulailah berbicara lagi dengan dia sementara kepala anda masih menunduk.
Berkatalah: “John, sementara matamu tertutup dan kepalamu tertunduk maukah anda meminta di dalam hati anda agar Yeshua menyelamatkan anda? Anda bisa melakukan­nya hal itu sekarang ini juga. [Ikulah doa saya.]
Berkatalah: Ya YAHWEH, saya mengaku bahwa saya ini manusia yang berdosa.”

Tunggulah sampai ia mengulangi ucapan anda itu. Anda telah melakukan apa yang anda mampu perbuat. Ha Mashiah beserta dengan anda. Oleh sebab itu kawan bicara anda itu hendaknya menjawab “Ya” atau “Tidak” kepada YAHWEH. Apabila ia memang tertarik oleh Roh YAHWEH, dan apabila ia memang telah mengambil keputusan untuk mengiring Ha Mashiah, maka ia akan mulai berdoa.

Kadang kala orang itu akan melanjutkan doa itu tanpa perlu lagi kita memberi saran-saran kepadanya. Jika keadaan­nya demikian, maka hendaklah anda menggabungkan diri di dalam hati anda bersama dengan dia. Atau mungkin juga ia meniru ucapan anda yang pertama, lalu anda hendaklah berhenti sejenak menunggu. Waspadalah. Kemudian anda boleh teruskan.

“Saya berseru kepadaMu YAHWEH.”
“Ampunilah segala dosaku.”
“Saya percaya Engkau telah mati bagi saya.”
“SAYA MENERIMA ENGKAU SEBAGAI JURU SELA­MAT PRIBADIKU.”
“Saya percaya bahwa Engkau telah bangkit dari antara orang mati sesuai dengan bunyi Alkitab.”
“Saya menerima Engkau di dalam kehidupanku.”
“Saya percaya Engkau telah menyelamatkan saya sekarang ini.”
”Terima kasih YAHWEH Yeshua untak keselamatan itu. Amin!”

***

Setelah kawan anda itu menerima Ha Mashiah, maka anda dapat menolong dia dalam banyak hal.

Sekarang ia menaruh kepercayaan pada diri anda. Ia merasa bahwa ia boleh mempercayai anda sepenuhnya. Ia tahu bahwa anda MENARUH PERHATIAN atas nasibnya. Maka ia pun kemungkinan besar akan mau menghadiri kebaktian di dalam gereja anda, sebab kini ia telah sama-sama percaya apa yang anda yakini itu.

Aturlah waktu agar anda bisa ke gereja bersama dengan dia, atau anda hendaknya sudah berada di pintu gereja apabila ia datang, sehingga anda boleh menyambutnya dengan baik. [Menjemputnya untuk ke gereja untuk pertama kali adalah tindakan terbaik, menghindari teman anda ini dari rasa malu atau ’tidak aman’ berada di tempat yang baru] Perkenalkanlah dia kepada kawan-kawan anda serta saudara-­saudara anggota gereja lainnya yang seiman. Antarkanlah dia kepada pendeta anda secara pribadi. Ceritakanlah kepada pendeta anda tentang pertobatan yang telah ia lakukan.

Doronglah dia dengan saran-saran untuk membaca Alkitab setiap hari!

Berikanlah kepadanya bahan bacaan pilihan.

Berkunjunglah ke rumahnya secara tetap. Bacalah Alkitab bersama dengan dia. Sambutlah dengan ramah apabila ia menghadiri pelajaran Alkitab. Ia adalah saudara seiman anda. Maka tidak akan makan waktu lama, ia pasti akan mengikuti anda berkunjung ke rumah jiwa orang yang terhilang lainnya, belajar bagaimana bersaksi itu, maka dalam waktu singkat anda telah menghasilkan seorang pemenang jiwa yang baru pula. Gereja anda telah diperkaya dengan satu pemenang jiwa lagi.

***

Untuk kepentingan anda, yang sewaktu-waktu mungkin anda bisa gunakan, di sini kami sajikan enam buah “pertanyaan pendekatan” sebagai bahan pembuka pembicaraan dengan seorang jiwa yang terhilang itu:

1. Pernahkah anda memikirkan secara mendalam peri hal nilai rohani dalam hidup ini?
2. Apakah pendapat anda tentang kebutuhan manusia yang terbesar dalam kehidupan rohaninya?
3. Pemahkah anda memikirkan tentang perlunya anda membutuhkan suatu keselamatan bagi hidup anda?
4. Bagaimanakah pendapat anda, apakah yang diperlukan seseorang untuk diperbuat agar beroleh keselamatan itu?
5. Bagaimanakah sikap anda untuk beroleh selamat itu?
6. Dapatkah saya menunjukkan kepada anda satu dua ayat Alkitab yang berisi sesuatu petunjuk bagaimana seseorang bisa beroleh keselamatan?

Saya sarankan agar pertanyaan-pertanyaan ini dihafal dengan baik urutannya dan demikian pula ayat-ayat yang menjadi pendam­ping bagi 5 pokok kesaksin anda. Inilah garis besar dari apa yang diperlukan seorang Kristen dalam untuk ia ketahui apabila pergi keluar dari lingkungan gereja dan memenang­ kan jiwa buat Ha Mashiah.

“Mereka yang bertindak bijaksana akan bercahaya gemer­lap bagaikan cuaca terang di langit, sedangkan mereka yang membawa banyak orang kepada kebenaran akan bersinar cemerlang bagaikan bintang-bintang yang kekal seIama-lama­nya.” (Daniel 12:3)

18. SASARAN PENGINJILAN DAN BARISAN BELAKANG

Saya tidak percaya akan penanggulangan masalah. Yang saya yakini ialah kebijaksanaan dalam mengam­bil keputusan untuk menanggulangi masalah itu.

Oleh karena kami telah menyelenggarakan misi di ladang YAHWEH hampir ke seluruh dunia, maka YAHWEH telah memberi kesan kepadaku dari waktu ke waktu, bahwa dengan keputusan yang bijaksana kita bisa menanggulangi kesulitan itu. Salah satu dari keputusan itu ialah menghasilkan dan memperkembangkan sejumlah peralatan bagi keperluan memenangkan jiwa. Alat-alat penginjilan ini, seperti yang biasanya kami menyebutkannya, terbukti sangatlah bermanfaat dalam penggu­naannya selama bertahun-tahun.

***

BAHAN CETAKAN YANG BERBICARA
Dalam menghadapi pembaca yang baru melek huruf di daerah-daerah yang masih sederhana tingkat peradabannya, maka saya telah menulis traktat atau selebaran dengan gaya yang demikian sederhananya, sehingga seorang anak kecil pun bisa mengertinya – di dalam delapan belas macam berita keselamatan.

Dengan bantuan ahli-ahli penterjemah, maka bahan bacaan itu telah dicetak kembali dalam lebih dari 100 macam bahasa. Sekarang ini bahan-bahan bacaan itu mengalir keluar dari mesin percetakan dalam jumlah satu TON perharinya. Penyampaiannya sedemikian sederhana dan jelas sehingga penginjil di seluruh dunia yang meliputi lebih dari dua ratus organisasi dapat memanfaatkannya. Banyak ladang YAHWEH betul-betul merasakan betapa besar manfaatnva alat-alat penginjilan itu.

Kaum yang tidak percaya adanya Elohim justru telah menyebarkan paham mereka secara luas di seluruh dunia dengan penyebaran bahan cetakan yang luar biasa banyaknya.
Alkitab itu sendiri sebenarya adalah iman Kristen dalam bentuk CETAKAN. Dan kita tidak perIu memperbincangkan lagi betapa besar nilainya bahan-bahan cetakan itu bagi para pembaca.
Saya melihat betapa besar pula peranan barisan belakang untuk medan penginjilan yang luas itu. Betapa besarnya para pendeta, kaum penginjil dan anggota-anggota gereja sebagai pekerja nasional membutuhkan bantuan dari garis belakang Ini. ltuIah sebabnya mengapa kami juga membuat alat-alat pemenang jiwa ini juga di bagian barisan belakang.

Brosur dan pamflet adaIah cukup sederhana isinya bagi pembaca di pedesaan Afrika dan Amerika Selatan, tetapi sama efektifnya bagi desa-desa di Amerika Utara dan Eropa. Berita keselamatan yang terkandung di dalamnya tidak mengandung bahasa yang tinggi-tinggi atau muluk-muluk. Tak ada alat yang begitu praktis penggunaannya di dalam tugas memenangkan jiwa seperti traktat-traktat Penginjilan yang kami terbitkan itu.

Suatu senyuman, sambil menyodorkan selembar traktat dan kata-kata kesaksian yang meyakinkan, dapat membuka jalan ke arah memenangkan jiwa yang dapat membawa seorang jiwa yang terhilang datang berdoa dan berlutut di kaki Ha Mashiah untuk bertobat.

Oleh sebab itu perlengkapilah diri anda beserta rekan-re­kan anda yang seiman dengan traktat-traktat itu. Dengan demikian anda berada di ambang pintu langkah keluar untuk menemui pengalaman di bidang memenangkan jiwa. Kami mempersiapkan ke delapan belas macam traktat dalam jumlah yang besar, dengan CUMA-CUMA kepada para pemenang jiwa. Anda cukup saja membayar ongkos perangko pengirimannya beserta biaya penyerahan sebesar ($ 1 dolar setiap 1000 lembarnya. Data lama, Penjala Baja). Anda boleh menyampaikan permintaan itu kepada perwakilan kantor kami yang terdekat dengan negara atau daerah anda.

***

AMANAT YANG MAGNETIS
Salah satu masalah yang dihadapi orang di bidang penginjilan ialah bahwa sebagian besar jumlah orang-orang Kristen setempat di berbagai negara itu masih merasa sulit, terutama dalam tahap pertama kalinya, untuk memberitakan Injil dengan tepat dan teliti, oleh karena sebagian besar di antara mereka itu belum begitu menguasai kisah-kisah dalam Alkitab.

Saya merasa mendapat tantangan untuk membantu para pekerja nasional di tiap negara di mana pun mereka itu berada, agar mereka bisa berbuat apa yang saya bisa perbuat jika sekiranya mereka adalah bertugas seperti saya juga. Oleh sebab itulah saya menciptakan suatu alat yang bisa membantu para pekerja itu menginjil dengan Iancar seperti pekerja YAHWEH yang berpengalaman. Dengan bantuan alat perekam magnetis, maka saya bisa merekam khotbah-khotbah yang temyata bisa efektif, sebab sudah diterjemahkan pula ke dalam berbagai bahasa dan dialek oleh para penterjemah.

Dengan membawa perlengkapan alat-alat rekamanan ini (lingua tape units), maka kita membuka kemungkinan bagi orang-orang Kristen untuk membawa amanat penginjilan itu ke tempat-tem­pat yang tidak pemah kita bayangkan sebelumnya.

Sekarang ini alat-alat itu telah membawa kita pada suatu kenyataan. Peralatan dengan memakai kemampuan tape itu telah membuka kemungkinan penyebaran Injil itu ke seluruh permukaan bumi. Lebih banyak jiwa telah berhasil dimenang­kan lewat penggunaan tape itu dari pada penginjilan yang saya sendiri harus datangi. Dan sementara jiwa-jiwa itu diselamat­kan, maka bertambah pula jumlah kaum pekerja yang harus dididik. Setelah mereka mendengarkan khotbah-khotbah itu sampai beberapa kali, maka mereka lalu pergi berkhotbah pula ke mana-mana. Tidak makan banyak waktu bagi mereka untuk berkhotbah secara efektif seperti yang saya lakukan – tanpa perlu menggunakan seorang juru bahasa untuk menterjemahan­nya langsung.

Di markas bagian belakang ini kita memperoleh hasil yang cukup memuaskan pula. Karena kami beroleh kenyataan bahwa alat perekam atau alat pemutar piringan hitam [sekarang CD, DVD, USB serta Internet] yang mudah dibawa ke mana-mana itu dapat merupakan bantuan yang besar dalam memenangkan jiwa.

Coba ingat akan rasul Paulus. Ia harus bekerja berhari-hari lamanya untuk sekadar menulis dengan tangan untuk dapat menghasilkan sebuah surat kiriman kepada sidang jemaat.

Pada waktu itu ia tidak menggunakan kertas karbon ataupun mesin ketik. Bagaimana jika sekiranya pada jaman Rasul Paulus itu sudah dikenal tape-recorder seperti sekarang? Tentu saja Paulus pasti menggunakan tape recorder [komputer] untuk keperluan penginjilan seperti yang kita gunakan sekarang ini. Ia pasti telah memperbanyak surat-surat ajarannya itu sebanyak mungkin dengan tape [disc dan usb], agar bisa dikirimkan ke segenap pelosok dunia untuk memberitakan Ha Mashiah kepada sekalian bangsa itu. Dengan bantuan alat tape recorder dan piringan hitam itu kita bisa melaksanakan kampanye penginjilan selama dua minggu berturut-turut di dalam suatu rumah keluarga, ruang pertemuan umum, salon kecantikan, penjara, rumah sakit, atau bahkan di samping sebuah tempat tidur seorang yang sakit atau cacat bila anda menghendakinya. (Anda dapat menggunakan alat pendengar yang bisa dipasang di telinga sambil mendengar­kan rekaman itu tanpa mengganggu orang-orang di sekitar anda, sebab suaranya bisa disumbat pula). Sedangkan alat amplifair memungkinkan anda bisa berkhotbah kepada sejum­lah besar orang-di tengah ribuan kaum pekerja, di pasar-pasar yang ramai, atau di mana saja tempat orang-orang banyak bisa beroleh kesempatan untuk mendengarkannya.

Tim-tim yang tersusun rapi dan terdiri dari para penginjil dan barisan pekerja YAHWEH dari kalangan sesama rekan orang Kristen, dapat menggunakan alat ini dengan berhasil baik dalam memenangkan jiwa. Dengan hanya menekan knop saja maka anda sudah bisa memenangkan jiwa dengan sistim yang sungguh modern.

Seorang wanita tua berusia 73 tahun di Ohio membeli sebuah tape recorder portable, sehingga ia bersama dengan kakaknya yang berusia 76 tahun umumya bisa berkeliling melakukan kunjungan ke berbagai rumah sakit, penjara setempat, balai-balai desa, dan kawan-kawan mereka yang sudah lama tidak muncul di gereja. Ia menulis kepada kami sebagai berikut, “Saya berusia 73 tahun, tetapi itu hanyalah ukuran lahiriah saja. Tetapi jiwaku tetap muda untuk bersaksi tentang YAHWEH. Kita orang-orang tua yang sudah beruban patut pula berbuat sesuatu dalam sisa hidup kita ini.”

Setiap gereja hendaknya memiliki sejumlah tape recorder atau pick-up piringan hitam untuk keperluan penginjilan pribadi, dan meminjamkan kepada orang-orang Kristen yang mau bekerja untuk penyebaran Injil YAHWEH dan memenangkan jiwa buat YAHWEH. Sampai sekarang masih sedikit sekali gereja YAHWEH yang memanfaatkan tehnologi modern! Padahal tidak ada salahnya kita menggunakan kemajuan peralatan itu.

Di dalam peralatan yang berkembang luas itu kami menyebar luaskan suara kami, khotbah kami, pengalaman memenangkan jiwa yang kami bersama dengan kaki, tangan, dan hati ribuan umat Kristen yang awam lainnya, sambil memenangkan jiwa dan menambahkan jiwa-jiwa itu menjadi anggota gereja YAHWEH.

***

PERPUSTAKAAN AGAMA MODEL ABAD KE DUAPULUH
Buku-buku yang memberi penerangan dan merupakan berkat bagi jalan pikiran orang banyak betul-betul merupakan satu harta yang tak ternilai harganya. Saya telah berkesempatan menulis dan menerbitkan sejumlah buku-buku yang murah, yang berisi kebangunan iman, keselamatan, penyembuhan ilahi serta cara memenangkan jiwa buat YAHWEH.

Perpustakaan agama model abad ke dua puluh yang kami miliki ini, yang kami sebut “20th Century Faith Library”, merupakan sebuah gedung besar dan luas, tempat menampung peralatan bagi penginjilan. Di gedung ini seorang pencari jiwa yang terhilang dapat bertekun diri dan mempersiapkan hati dan pikirannya dengan membaca-baca persediaan buku yang terdapat di situ, belajar bagaimana harus menjawab pertanya­an-pertanyaan yang timbul dalam masyarakat, bagaimana menghilangkan keragu-raguan, sebelum atau sesudah ia memenangkan jiwa-jiwa yang terhilang itu.
Perorangan dapat memesannya untuk dikirim atau dibeli atas minat seseorang (bagi perpustakaan gereja atau pembeli dalam jumlah besar dapat beroleh potongan. yang lumayan).

Sebuah gereja, atau perorangan pun dapat mendirikan perpustakaan untuk dipinjamkan tentang buku-buku dan bahan bacaan di bidang agama, baik bagi orang-orang yang belum bertobat maupun bagi pengukuhan iman mereka yang sudah berada di dalam YAHWEH. Apabila sebuah buku itu telah membawa berkat buat kita dan kita menganggapnya sangat penting, maka pantaslah bagi kita untuk meneruskannya kepada orang lain. Buku-buku kami itu justru ditujukan untuk keperluan yang semacam itu.

BERITA BULANAN BERKALA
Majalah kami bemama “Faith Digest,” yakni majalah bulanan yang memuat berita perkembangan penginjilan di seluruh dunia. Majalah ini pun dapat merupakan “alat” pendorong dan pemberi semangat bagi anda bila anda memintanya. Majalah itu diterbitkan di dalam bahasa Inggris dan Jerman. Majalah itu akan dapat dikirimkan dengan CUMA-CUMA kepada setiap orang Kristen yang nama dan alamatnya anda serahkan kepada kami. Ada terdapat enam belas majalah berukuran tabloid, yang kami kirimkan dengan slogan, “Anda telab memberikan buat YAHWEH begitu banyaknya sehingga pantaslab bagi anda untuk menerima majalah FAITH DIGEST ini.”

***

ALAT YANG TAK TERKALAHKAN
Belum ada alat, baik dari jenis yang kuno maupun modern, yang mampu menyaingi daya tarik Film-film Mujizat sebagai penarik jiwa di dalam negeri maupun di berbagai negara di luar negeri. Kami menyebut film-film itu dengan julukan Film-film mujuzat yang tidak terkalahkan.

Dari berbagai macam negara kami telah menerima laporan yang sama nadanya: Tak ada yang lebih mampu menandingi daya tarik terhadap orang banyak dari pada film-film mujizat itu. Perhatian orang sungguh-sungguh tertarik akan berita-beri­ta peristiwa yang mengagumkan berupa dokumen penginjilan itu. Tak ada yang bisa menyaingi daya kerja pemberitaan Injil terhadap orang banyak dari pada film-film yang berisi pesan yang sangat berkesan secara audo-visual itu, di mana orang banyak bisa menyaksikan kuasa YAHWEH itu bekerja di mana-mana.

Film-film itu telah dibuat selama penginjilan massal yang kami lakukan dalam rangka perjalanan kampanye penginjilan kami. Belum ada film yang begitu mengagumkan sebelum ini, yang menarik perhatian begitu banyak orang serta berisi begitu banyak mujizat YAHWEH yang justru terjadi di dalam abad cinematografi modern ini. (Perlu saya sebutkan bahwa film ini adalah merupakan kombinasi pengalaman penginjilan yang berisi unsur:

1. Perjalanan keliling.
2. Penginjilan massal.
3. Peristiwa dan adegan-adegan mujizat.

Kami telah memelo­pori pembuatan film ini sebagai film dokumenter non-fiksi yang terbesar selama kampanye keliling yang kami selenggarakan di pulau Jawa. Maka suatu masa penginjilan yang baru pun merekahlah.

Film-film ini tidak ditujukan untuk sekadar menjadi alat hiburan bagi para anggota gereja. Tetapi film-film itu diperuntukkan bagi alat daya tarik buat orang-orang yang belum percaya YAHWEH, atau orang-orang yang belum diselamat­kan, atau orang-orang yang belum mengenal kehidupan gerejani, agar mereka, boleh mendengar, melibat dan yakin tentang kuasa Elohim pada abad sekarang ini.

Gereja-gereja sering menyewa film ini untuk satu malam sebagai pertunjukan selingan apabila sang pendeta sudah terlampau lelah, atau mungkin tidak berada di tempat, atau untuk keperluan tambahan lain-lainnya. Tetapi kesempatan semacam ini sangatlah terbatas sifatnya.

Industri film selalu menghasilkan film dalam bentuk SERI agar bisa dapat melanjutkan daya tarik pertunjukkannya itu sampai berulang kali – dan tidak mungkin hanya untuk pertunjukan satu malam saja. Memang, para pengusaha industri film cukup bijaksana dan mengetahui bahwa orang akan bercerita kepada orang lain tentang apa yang mereka telah lihat, sehingga mereka pun menganjurkan kepada sahabat kenalan mereka untuk datang menontonnya. Para pemimpin orang Kristen pun haruslah bersikap demikian pula, artinya paling kurang, tidaklah kalah gesitnya dibandingkan dengan orang-orang yang belum mengenal YAHWEH itu.

Kami tekankan di sini bahwa film-film DOKUMENTER kami mempunyai pengaruh yang lain sama sekali terhadap orang banyak serta peri kehidupan iman mereka. Orang-orang berdosa-bahkan kaum atheis dan yang bersikap sinis-bisa menemukan bukti-bukti tentang kekuasaan YAHWEH di dalam film ini, suatu hal yang nampaknya seperti mustahil. Kami menganjurkan agar film-film ini diputar berulang kali di daerah-daerah yang tertentu, sehingga cukup lama bagi film itu untuk menyusupkan pengaruhnya yang menyangkut bidang pelayanan Ha Mashiah itu.

Ingatlah baik-baik, bahwa suatu film DOKUMENTER mempunyai pengaruh yang berbeda sama sekali terhadap orang banyak bila dibandingkan dengan sebuah film cerita dengan suatu plot yang mengandung rahasia. Apabila masalahnya sudah terpecahkan di hadapan mata si penonton, demikianlah sifat sebuah film cerita, maka ia tidak lagi mempunyai daya tarik lebih lanjut. Akan tetapi sebuah film dokumenter akan ditonton orang lebih dari satu kali oleh orang yang sama itu juga. Sedangkan film-film kami ini adalah jelas-jelas merupa­kan suatu rentetan KAMPANYE BAGI KRlSTUS DALAM TINDAK PELAYANANNYA! Itulah sebabnya mengapa film-film ini sangat cocok sekali bagi orang-orang Kristen untuk menggunakan film-film ini bagi keperluan menggapai orang­ orang yang belum diselamatkan itu.

Sejumlah daftar mengenai film-film  kami ada terdapat pada bagian terakhir buku ini. Mintalah keterangan dan formulir Film Kampanye dari kami, maka anda pun bisa turut memperkembangkan penginjilan massal di luar lingkungan gereja sendiri.

Alat penginjilan ini dapat memberikan perlengkapan bagi tujuan penyebaran Injil itu dengan skala sasaran yang lebih luas dan banyak lagi. Film-film dokumenter semacam ini dapat membuka pintu bagi sejumlah besar tempat, yang mungkin anda sendiri barangkali tidak diizinkan untuk menginjil di situ.

***

SASARAN-SASARAN DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA SENDIRI

Lembaga-Iembaga Pendidikan.
Dalam meneliti bidang penginjilan kita, maka hendaklah kita camkan, bahwa film-film dokumenter ini merupakan sarana yang efektif sekali bagi penginjilan di sekolah-sekolah, perguruan tinggi, universitas, sekolah juru rawat, rumah yatim piatu, lembaga rehabilitasi, asrama-asrama bagi anak-anak putera maupun puteri dan sebagainya.
Film-film itu dapat diperkenankan atas dasar nilai pendidik­an yang terkandung di dalamnya. Anda biasanya diberikan kebebasan untuk memberikan sepatah dua kata sebelum atau sesudah film itu diputar.
Saya rasa inilah alat yang paling bagus dan lebih meyakinkan sifatnya, yang dapat digunakan untuk membawa kesaksian bagi generasi muda sekarang ini.

Cobalah lihat bagaimana Iblis telah memanfaatkan sebaik baiknya film-film ini di dalam gedung bioskop sekarang ini. Bandingkanlah betapa hebatnya pengaruh film-film itu di bidang kejahatan terhadap umat manusia sekarang ini.

Oleh sebab itu apa salahnya bila kita pun memberikan pengaruh yang baik kepada generasi muda kita melalui film-film penginjilan itu. Saya rasa kita bertanggung jawab untuk menyelamatkan generasi muda kita itu. Sayang sekali apabila kita tidak melakukannya.

Lembaga-Iembaga Umum.
Rumah-rumah sakit, rumah-rumah peristirahatan, rumah atau panti asuhan orang jompo, sanatorium, dan rumah pemulihan orang-orang cacad dan sebagainya adalah ladang yang subur bagi penyebaran Injil. Ingatlah, bahwa sekarang ini orang tuli sekali pun sudah dapat menikmati film pada saat ia menonton film. Sedangkan orang buta dapat mendengar pita suara rekaman atau piringan hitam yang berisi penginjilan. (Salah sebuah dari pada buku kami malah sudah diterbitkan dalam huruf Braille).
Kemudian ada lagi terdapat lowongan kesempatan yang luas sekali di lingkungan.

Lembaga Rehabilitasi.
Kita sebutkan saja seperti gedung-gedung penjara, rumah penampungan, orang-orang terlantar, panti asuhan anak-anak nakal dan lembaga pertanian bagi nara pidana.
Boleh juga kita garap penghuni rumah-rumah kaum janda, para pemabuk yang telah ketagihan alkohol, para penyedot madat atau lembaga ketergantungan obat bius, projek-projek pemerintah, basis-basis militer, dan daerah permukiman kelompok orang-orang tertentu.
Sudahkah terlintas dalam benak anda tentang kemungki­nan di KAMP PENGUNGSIAN?

Di mana saja anda temukan sekelompok orang dari kebangsaan tertentu, maka anda pun dapat menemukan suatu ladang penginjilan di dalam negeri anda sendiri. Film-film kami, tape, traktat, dan buku-buku dapat diperoleh hampir dalam segala macam bahasa utama di dunia ini. (Bahasa Spanyol bagi bangsa-bangsa yang berbahasa Spanyol, baik di Spanyol sendiri maupun kepulauan dan jajahannya. Bahasa Urdu, Hindi, Tamil atau India bagian Timur; Bahasa Mandarin atau Kanton bagi orang Cina; Bahasa Tagalog, Cebu atau IIongo bagi orang-orang penduduk Pilipina; Bahasa Perancis bagi bangsa-bangsa dan kepulauan yang berbahasa Perancis; Bahasa Italia; Jerman; atau hampir setiap jenis bahasa apa saja yang anda butuhkan). Mungkin anda punya panggilan besar untuk menginjil, tetapi anda tidak mampu untuk terjun sendiri ke dalam ladang YAHWEH ltu. Inilah cara yang paling serasi bagi anda untuk menjadi penginjil dari markas barisan belakang. Mungkin dengan cara ini anda bisa memenangkan lebih banyak jiwa lagi dari pada anda sendiri pergi berkunjung ke luar negeri dengan hasil yang belum beroleh ketentuan.

Dan bagaimana pula pendapat anda tentang tempat-tempat hiburan umum semacam balai hiburan, pasar malam, gelang­gang pameran dan semacamnya? Kesempatan ini pun membuka lowongan yang luas pula bagi penginjilan lewat film dan lain-lainnya itu. Rumah-rumah penginapan, pabrik-pabrik, klab-klab hiburan, bar dan restoran, rumah pembinaan, kedai minum dan sebagainya. Gedung-gedung apartemen, pojok-pojok jalanan, taman umum, plaza, pasar. Di mana saja ada terdapat manasia, maka di situ kita dapat memenangkan jiwa!

Alat ini dapat membuka pintu orang-orang atau keluarga yang kaya-kaya maupun lingkungan gubuk-gubuk orang miskin di perkampungan kota. Misi-misi penyelamatan, hostel milik Bala Keselamatan, panti pendidikan anak-anak nakal, tempat berenang dan banyak lagi tempat-tempat lainnya.

Anda bisa mempertunjukkan film itu pada kampanye penginjilan, kampanye kebangunan rohani bagi perkumpulan kaum muda, pertemuan Pemuda untuk Ha Mashiah, dan lain-lain kelompok sosiaI. Boleh juga di putar di kalangan YMCA dan YWCA (organisasi pemuda dan pemudi Kristen se dunia) atau di lain-lain tempat di mana kaum muda biasanya senang berkumpul.

Dengan menggunakan film-film yang berisikan mujizat YAHWEH itu, maka gereja boleh bersaksi kepada wilayah-wilayah yang jauh sekali bidang penjangkauannya. Begitu pula segala buku-buku, piringan hitam, pita rekaman, traktat untuk disebarkan dari rumah ke rumah, semuanya berguna untuk memenangkan jiwa. Suatu undangan untuk menyaksikan film mujizat ini di tempat yang dipandang netral akan menarik banyak orang berdosa yang tidak mungkin mau datang ke gereja.

Ingatlah baik-baik, pemenang jiwa yang aktif adalah orang-orang Kristen yang berbahagia. Seorang gembala sidang dapat saja mendorong semangat para anggotanya yang awam untuk PERGI KELUAR UNTUK MENGINJIL DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA SENDIRI. Dengan demikian dapat­ dapatlah kita uji sampai di mana kemampuan kita sebagai pemenang jiwa secara pribadi.

Saya yakin sepenuhnya bahwa kebangunan rohani di dalam lingkungan gereja akan berhasil dan kelak membangkitkan satu kebangunan perorangan dalam memenangkan jiwa DILUAR LINGKUNGAN GEREJA SENDIRI.  <:::><

19. ADAKAH SUATU ALAT YANG LEBIH BESAR LAGI?

Seorang ahli filsafat Perancis pernah berkata: “Publik tidak lagi menengok kepada Gereja untuk mencari kebenaran. – mereka telah berpaling ke gedung-gedung bios­kop.” Yang ia maksudkan dengan ucapan ini ialah bahwa Gereja telah tenggelam demikian dalam dan tekunnya di bidang ritual atau berbagai macam upacara keagamaan sehingga gereja sudah tidak sanggup lagi menarik perhatian generasi muda sekarang ini. Dari sini kita berkesimpulan bahwa kaum muda itu menyerap fatsafah hidup ini melalui perantaraan film. Akibatnya ialah suatu masyarakat yang penuh dengan pembe­rontakan, kekejaman dan prinsip hidup yang serba kacau balau. Bukan karena film itu sendiri adalah suatu alat yang jahat, melainkan disebabkan oleh apa yang dipertontonkan di dalam film itu.

Di dalam tahun 1947 YAHWEH muncul di hadapan peman­dangan mataku. Saya menjadi yakin sepenuhnya, bahwa mujizat yang sama seperti dikisahkan dalam Alkitab itu berlaku pula sekarang ini. Karenanya hanyalah mujizat di bidang penginjilan saja yang dapat meyakinkan kaum muda jaman sekarang babwa Ha Mashiah itu masih hidup.

Saya lalu menyadari, bahwa di banyak negeri dewa-dewa yang mati banyak disembah orang, oleh karena orang-orang itu tidak mengetahui atau tidak mengenal apa yang disebut Elohim yang hidup itu. Maka itulah pula sebabnya mengapa saya sampai berangkat meninggalkan tempatku lalu berlayar untuk mengabarkan Injil ke tempat-tempat yang jauh, lewat lautan. Kepadaku ditekankan bahwa apabila orang banyak yang belum mengenal Ha Mashiah itu bisa menyaksikan kuasa Elohim itu bisa menyembuhkan orang sakit, seperti halnya pada jaman Alkitab, maka mereka akan menerima Yeshua Ha Mashiah sebagai juru selamat dan menjadi orang-orang Kristen yang setia.

Kami lalu mulai menjelajahi negara demi negara, dan mengabarkan Injil di tempat-tempat yang terbuka. Kami memberitakan kabar selamat, lalu berdoa untuk orang sakit.

Setiap mujizat yang terjadi merupakan bukti bahwa Ha Mashiah itu satu kenyataan dan bahwa janji Elohim itu benar adanya. Puluhan ribu umat yang beragama Islam, Budha, Shinto, Hindu, orang-orang kafir, dan para kaum penyembah berhala telah bertobat dan mengambil keputusan di hadapan umum untuk menerima Ha Mashiah. Ribuan orang telah menyatakan diri hendak menggabungkan diri dengan salah satu gereja yang mengkoordinir kegiatan kampanye yang diselenggarakan itu.

KEBIJAKSANAAN DI DALAM PENGINJILAN KAMI MELALUI FILM adalah kebijaksanaan berdasarkan pandang­an untuk memperlihatkan kampanye besar-besaran itu berlang­sung DALAM KENYATAANNYA, dalam suara dan tatawarna­ untuk menjadi bahan catatan atau laporan tentang amanat iman itu DISAMPAIKAN KEPADA ORANG BANYAK, serta mengabadikan dalam film peristiwa-peristiwa ajaib YANG TELAH TERJADI seperti yang dialami orang-orang dalam rangka kampanye itu. Dengan perantaraan ALA T FILM itu, maka seluruh dunia boleh menyaksikan lagi satu dokumentasi, kesaksian bahwa Yeshua Ha Mashiah itu tidak pernah berobah sama sekali. Juga sekarang ini tidak!

Sekarang ini ada terdapat ratusan film dokumenter penginjilan itu yang beredar dalam lebih dari 50 macam bahasa. Misi-misi yang berkecimpung di bidang pekerjaan YAHWEH di luar negeri. menggunakan film ini untuk menarik ribuan massa agar mendengarkan Injil. Film-fiIm itu terbukti telah merupa­kan “alat penginjilan yang paling ampuh” baik bagi keperluan penginjilan di ladang YAHWEH di luar negeri maupun di dalam wilayah lingkungan tempat sendiri.

Film-film ini bukanlah film fiktif di bidang keagamaan dan dibintangi oleh aktris dan aktor, melainkan merupakan BAHAN DOKUMEN OTENTIK TENTANG KUASA ELOHIM DAN HA MASHIAH YANG HIDUP DI DALAM KENYATAAN YANG SEBENARNYA. Bukti-bukti macam yang dikandung oleh film-film kita itu yang justru diperlukan oleh generasi muda yang sinis masa kini, agar supaya mereka boleh datang kepada Ha Mashiah untuk percaya dan beroleh selamat.

Sekarang ini industri perusahaan film telah mempesona dan menjerat jutaan jalan pikiran anak muda di seluruh dunia. Bintang-bintang layar putih yang tingkah lakunya merangsang nafsu seks yang rendah, tetap saja terus mempunyai pengaruh di kalangan anak muda sekalipun bintang tenar itu telah lama meninggal dunia ataupun menarik diri dari dunia film. Mengapa? Karena alat film itu lebih langgeng sifatnya.

Itulah sebabnya sudah sepantasnya bila kita suguhkan kepada generasi muda sekarang ini film-film mujizat penginjil­an – bukan film agama yang fiktif yang dibintangi oleh aktor atau aktris terkenal. Tetapi satu film dokumenter yang memberikan bukti kebenaran tentang Yeshua Ha Mashiah yang Hidup itu.

Penyakit modernisme, atheisme, skeptisme merongrong sikap hidup dan jalan pikiran orang-orang yang terpelajar maupun lembaga-lembaga pembina kemajuan dalam masyara­kat itu. Anak-anak muda jaman sekarang ada juga yang tidak mengakui YAHWEH sama sekali, sekurang-kurangnya bersikap masa bodoh terhadap adanya YAHWEH itu dengan sikap seakan-akan berkata: ”Apa sih bedanya? Hidup beriman kepada YAHWEH dan tidak mengenal YAHWEH bagi saya sama saja.”

Tak ada lagi alat yang lebib besar peranannya dari pada film di dalam abad manusia lagi gandrung televisi dan bioskop sekarang ini. Tetapi film-film ini adalah film kisah dokumentasi yang membuktikan kuasa HA MASHIAH SEDANG BERLANG­SUNG DALAM KENYATAAN. Film bukti tentang caranya mencapai orang banyak berupa JIWA-JIWA YANG TERHILANG ITU.

Kita telah memanfaatkan alat modern ini untuk menjadi alat yang ampuh dalam penginjilan. Perusahaan-perusahaan besar menggunakan film untuk mempromosikan barang dagangan mereka sampai ke seberang lautan kepada jutaan umat manusia. Kaum yang tidak ber-YAHWEH juga telah mempergunakan film sebagai alat mencapai tujuan cita-cita mereka. Holywood telah lama menggunakannya untuk meracu­ni anak-anak muda dengan kuasa kegelapan yang jahat. Akan tetapi sekarang ini Film Penginjilan merupakan alat yang paling agung dan efektif untuk pelebaran kerajaan YAHWEH – ba­ik di lingkungan sendiri maupun di luar negeri.

OSBORN FOUNDATION telah membagi-bagikan film-film ini kepada para misionaris selama bertahun-tahun lamanya, berlandaskan semboyan prioritas “penginjilan terlebib dahulu.”

Permintaan akan film-film itu demikian besarya mengalir kepada kami, di bagian garis belakang, sehingga film-film ini sangat terkenal dan dianggap vital sekali sebagai sarana ampuh di tangan para kaum pendeta, penginjil-pengin­jil, para misionaris yang sedang bercuti, sekolah-sekolah Alkitab, maupun orang-orang Kristen awam yang terpercaya, baik laki-laki maupun wanita. untuk keperluan memenangkan  jiwa buat YAHWEH.

­

20. WAKTU TIDAKLAH MENGUNTUNGKAN KITA

Secara umum haruslah kita akui bahwa amanat Ha Mashiah yang patut kita sebar luaskan itu kurang cukup lancar dan kurang cepat jalannya. Sebab setiap kali Gereja memenangkan satu jiwa, sudah ada tiga puluh jiwa lagi yang lahir di dalam lingkungan rumah tangga orang Kristen.

Dunia perusahaan dagang memanfaatkan segala macam metode baru apa saja untuk keperluan promosi barang dagangan mereka itu, Banyak nama-nama produksi pabrik­-pabrik telah berhasil menyusup sampai ke daerah-daerah terpencil sekali pun-sedangkan Injil BELUM sempat menyen­tuh daerah itu barang sedikit pun juga.

Sering kati kita menyesali atau meratapi betapa cepatnya kejahatan itu meluas dalam masyarakat. pada hal kita bisa pula mencapai kemajuan yang sama cepatnya dalam memenangkan jiwa asal saja kita mau dan bersedia menggunakan kesempatan itu. Akan tetapi sayang sekali. Banyak orang terlampau sibuk dan tekun dengan perkara-perkara di balik pintu tertutup, sehingga mereka malah buta-tuli terhadap lowongan yang terdapat di balik pintu terbuka itu.

Golongan kaum yang tidak percaya YAHWEH telah merang­kum alat-alat modern dan memperkembangkan suatu tehnik yang efektif dan luar biasa besarya untuk keperluan propaganda, dengan maksud hendak mempengaruhi jalan pikiran berbagai macam bangsa itu. Film-film, piringan hitam, pita rekaman, dan bahan-bahan cetakan bagi mereka adalah jauh lebih berharga dari pada nilai kegunaan bom, tank baja, dan senapan. Ajaran mereka yang menyesatkan itu telah menyusup sampai ke dalam ribuan desa-desa di mana Injil belum pernah di dengar sedikit pun oleh penduduk di desa-desa itu. Mengapa kaum yang tidak beriman itu begitu cepat mencapai sasarannya, sedangkan bagi gereja usaha ini merupakan suatu kegagalan sementara untuk mengejarya memerlukan waktu yang cukup panjang?

Gereja itu tidak hanya berhadapan dengan tantangan yang hebat di luar negeri. Bahkan di bagian barisan garis belakang pun gereja itu diserang oleh atheisme dan sinisme. Dari semenjak masa kanak-kanak di sekolah sampai menduduki bangku sekolah tinggi pengaruh PERLAWANAN terhadap YAHWEH itu makin bertambah pesat juga dari hari ke hari, sampai banyak anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga Kristen kembali ke masyarakat mereka-dengan hati yang buta terhadap YAHWEH.

Seorang pengabar Injil yang bijaksana akan mengambil sikap yang waspada tentunya dan menyadari betapa bobroknya sudah pengaruh buruk terhadap generasi muda sekarang ini.

Adegan-adegan televisi dan bioskop betul-betul meracuni jiwa anak-anak dan pemuda masa kini. Setiap hari hal itu berlangsung terus. Suatu siaran televisi yang berlangsung selama 30 menit atau film yang sangat merangsang dalam waktu yang sesingkat itu bisa memberi kesan yang lebih dalam dan merusak jiwa anak muda kita dari pada apa yang dikerjakan oleh gereja dalam usaha pembinaannya dalam memperbaiki moral generasi muda masa kini.

Waktu memang betul-betul tidak berada di pihak kita, ia tidak menguntungkan kita. Oleh sebab itu gereja harus bergerak lebih capat berlipat ganda untuk dapat mengejar ketinggalan itu. Apalagi bila kita prihatin terhadap nasib orang-orang yang belum mengenal Injil itu. Alat-alat yang diciptakan oleh Osborn Foundation itu merupakan semacam TALENTA bagi kaum awam Kristen, bagi para penginjil, bagi para pendeta, bagi siswa-siswa sekolah Alkitab, dan bagi Gereja. Mereka mempunyai tanggung jawab untuk mengguna­kan talenta itu sebaik-baiknya.

Kita lebih baik tidak usah mengkhayalkan hari esok. Kesempatan untuk hari besok biarlah besok pula kita tangani. Sebab yang penting ialah hari sekarang. Alat apakah sekarang ini yang dapat kita peroleh untuk menambah kemampuan kita memenangkan jiwa di tempat yang jauh-jauh?

Orang laki-laki yang digambarkan didalam Matius.25:14-30 menyerahkan barang.barangnya ke dalam tangan para rekan­nya sesama hamba Elohim. Saya berdoa bagi setiap orang Kristen awam, penginjil, pendeta, dan pengajar agama, yang telah menyadari adanya “telenta” itu, agar menempatkan miliknya itu menjadi bermanfaat, dan agar supaya talentanya itu boleh berlipat ganda leblh banyak lagi, sehingga pada suatu saat berkatalah sang majikan :

Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, (Mat 25:23). Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. (Mat 25:29)

Semoga YAHWEH mengaruniakan hal itu kepada anda, tidak peduli anda seorang pria, wanita, anak laki-laki atau anak perempuan, agar supaya anda boleh menemukan suatu metode baru yang segar di dalam pelayanan anda untuk memenangkan jiwa yang terhilang itu. Semoga anda akan IKUT SERTA DI DALAM KERETA YAHWEH untuk menuju ladang penginjilan. Bahwa anda akan meninggalkan lingkungan anda sendiri dan pergi ke tempat di mana Roh Kudus akan membimbing anda untuk mencari jiwa yang terhilang, agar bisa bersaksi kepadanya tentang Ha Mashiah.

Mudah-mudahan anda akan melakukan tugas seperti yang telah dijalankan oleh Pilipus (Kisah 8:32-33), sampai tiba saatnya pada suatu hari orang akan berkata kepada anda, tak bedanya seperti kepala pemerintahan di Ethiopia itu berkata kepada Pilipus : “Ya, saya percaya bahwa Yeshua Ha Mashiah adalah Anak Elohim,”

TAMAT

Buku T.L Orbon lainnya:

  • Bagaimana Anda Bisa Dilahirkan Kembali (How To Be Born Again)
  • Rahasia Hidup Berkelimpahan (How To Enjoy Planty)
  • Jalan Hidup Sejahtera (How To Have The Good Live)
  • Panggilan Yang Agung (Soul Winning Out Where The Sinner Are)
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Menemukan Kembali Kerajaan Sorga; Dr. Myles Munroe. YouTube.

Sebuah pengajaran yang luar biasa bagusnya untuk mengerti arti, fungsi dan kerja dari Kerajaan. Pendeta Benny Hinn, yang membawa acara ini nampak sangat diberkati oleh pengupasan yang dalam namun praktis dari gembala sidang dari Bahama ini. Video Pengajaran yang patut dilihat dan dimengerti isinya oleh para pemimpin rohani dan setiap jemaat Kristen, akan membawa kita kembali melihat pribadi Yeshua Ha Mashiah dengan benar sebagai mana Alkitab menulis tentang Yeshua: Raja atas segala raja.

Dr. Munroe menekankan pentingnya memiliki konsep yang benar dengan kalimat seperti ini: Jika konsep kita salah, maka kesimpulan kita jadi salah, sehingga theologia kita juga akan salah. Konsep yang seseorang miliki akan menentukan hidup orang tersebut, katanya.

Maka dalam bukunya ia menulis:

”Sebuah idea lebih kuat dari pada seorang tentara.”

Pada video pengajaran ini, Dr. Myles Munroe membagikan konsep Kerajaan yang diambilnya dari ketiga bukunya sendiri:

  • Rediscovering the KINGDOM
  • Kingdom Principles
  • The most imported Person on earth

Melalui video Re-Discovering the Kingdom (12 video sigkat) kita akan belajar:

  • Konsep Kerajaan (Sorga), dan apa bedanya dengan konsep organisasi keagamaan, negara demokrasi, republik.
  • Kekuasaan raja, dan bedanya dengan Presiden dan Perdana Menteri.
  • Lahirnya hukum dan kekuatan hukum di dalam Kerajaan, dan bedanya dengan pemerintahan bersistem demokrasi.
  • Ketaatan kepada pemimpin
  • Siapkah sesungguhnya tentara Kerajaan Sorga.
  • Kepemilikan – perpuluhan – persembahan
  • Dan lain sebagainya.

Video 1 , Video 2 , Video 3 ,

Sebagian dari buku Rediscovering the Kingdom dapat dibaca gratis.

 

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Ikutlah Serta Dalam Kereta Kencana bg.2 (8-15)

8. HIDUP MATINYA PENGINJILAN

Marilah kita tinjau sekilas sejarah perkembangan Gereja Kristen dan menelusuri asal mulanya gerakan penginjilan itu. Lalu kenapa penginjilan itu kemudian surut menghilang, dan nanti bela­kangan muncul kembali lagi?

Alkitab berkata: “Yeshua Ha Mashiah telah datang ke dalam dunia ini untuk MENYELAMATKAN ORANG BERDOSA.” 1 Timotius 1: 15. Itulah penginjilan. Sebab Ha Mashiah sendiri yang memberikan contoh teladan.

Orang-orang Kristen yang pertama itu meniru contoh Ha Mashiah. Mereka menyadari bahwah amanat yang mereka pikul adalah mencari orang yang berdosa. Mereka ingat betul apa yang Ia katakan:

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Rasul 1:8)

Roh Kudus telah dicurahkan kepada mereka untuk mem­berikan kekuatan untuk BERSAKSI, pergi keluar dan berkunjung dari rumah ke rumah, seorang berbicara dengan seorang lainnya, dengan tujuan untuk mengajak orang-orang itu percaya kepada Yeshua Ha Mashiah dan menjadi pengikut Dia.

Metode mereka sangat bersahaja dan praktis:
“Maka setiap hari mereka itu berhimpun di dalam bait Elohim, dan di dalam tiap rumah, dan mereka tidak pernah berhenti mengabarkan Injil.” Kisah 5:42. Maka jamlah murid YAHWEH pun bertambahlah.Kisah 6:7. Akibatnya banyak di antara mereka malah mengalami aniaya. Tetapi dengan peristiwa itu malah “mereka lalu tersebar luas ke berbagai negeri.” … karena itu mereka lalu pergi ke mana-mana untuk menyampaikan firman YAHWEH.” Kisah 8:1,4. “Mereka menyampaikannya di hadapan orang hanyak dan dari rumah ke rumah.” Kisah 20:20.

“Dan hal ini terus berlangsung sampai kira-kira dua tahun lamanya, sehingga orang-orang yang tinggal di tanah Asia pun mendengar kabar Injil tentang Yeshua Ha Mashiah itu, baik orang Yahudi mau pun Yunani” Kisah 19:10.

Hal ini tak bisa diragukan lagi. Bahwa orang-orang Kristen yang pertama itu meniru teladan Ha Mashiah. Mereka semua adalah nelayan-nelayan penangkap jiwa buat YAHWEH. Mereka memahami bahwa dengan cara inilah jiwa mereka sendiri pernah diselamatkan. Itulah sebabnya tugas mereka pun ialah harus bersaksi kepada jlwa-jiwa yang terhilang.

Apakah akibatnya bagi gereja yang pertama itu?

Dengan cepat sekali mereka menginjil ke seluruh dunia yang dikenal waktu itu. Seluruh Asia Kecil telah berhasil di datang. Banyak kota-kota besar seperti Yerusalem, Damsyik, Epesus, dan sejumlah kota-kota lainnya serta desa-desa telah mereka datangi untuk menginjil. Mereka bahkan memberitakan Injil sampai ke tempat-tempat yang terlarang dan terkucil seperti Samaria, daerah padang rumput dengan suku-suku nomad yang berpindah-pindah tempat, dan orang-orang kafir yang tinggal di sekeliling pesisir atau pulau-pulau yang terdekat. Semuanya bagi mereka hanya memakan waktu dua puluh empat bulan saja!

Bayangkan bagaimana sulitnya mereka telah mencapai hasil yang gemilang itu. Padahal waktu itu belum ada listrik, radio, televisi, tape-rekorder, film, alat pengeras suara, pesawat terbang atau Mobil. Bahkan belum ada sepeda atau pun mesin cetak. Tetapi mereka berhasil menyelesalkan tugas mereka hanya dalam dua tahun saja!

Kemudian mereka menyebar dan menginjil ke wilayah Afrika Utara dan Eropa Selatan. Mereka bahkan mencapal daratan Spanyol dan menyusup sampai ke daerah orang-orang kafir di sebelah Utara yang sekarang terkenal dengan nama Skandinavia dan Britania Raya.

Orang-orang Kristen yang pertama itu adalah saksi-saksl yang sejati. Mereka adalah pemenang jiwa. Mereka memenang­kan jiwa di hadapan orang banyak dan dari rumah ke rumah.–SETIAP HARI!

Apakah yang bisa terjadi apabila semangat dan api perjuangan yang sejati ini terus berkobar menghangatkan daya juang gereja? Tetapi kenyataannya apa yang kita harapkan itu justru tidaklah terjadi. Di dalam abad ke dua agama Kristen terlibat dalam pertentangan ajaran teologi yang hebat. Mereka bukannya pergi keluar hendak mencapai pelosok-pelo­sok dunia atau menginjil sampai ke ujung bumi. Mereka mulai sibuk mempertengkarkan soal-soal titik-titik perbedaan doktrin, dan mulai melakukan pembagian-pembagian tingkat keduduk­an.

Dalam abad ke tiga Masehi maka orang-orang Kristen telah betul-betul terbenam dalam ajaran para rasul yang sejati.

Dalam abad ke empat jurang antara pertentangan yang hebat itu dapat dijembatani, dan para penganut yang telah murtad dapat di ajak kembali dan terjadilah semacam kompromi yang lengkap.

Tetapi setelah itu, maka agama Kristen seolah-olah hanyut tenggelam ke dalam satu masa yang kelam–Masa Kegelapan. Dan masa seribu tahun yang gelap itu merupakan tabir mengerikan yang memisahkan Gereja dari doktrin berdasarkan Alkitab Perjanjian Baru.

Ini hanya merupakan pandangan yang sekilas mengenai asal mulanya mengapa semangat perjuangan penginjilan dari umat Kristen yang pertama itu telah musnah. Dan marilah kita tinjau mengapa sampai semangat itu bisa muncul kembali. <:::><

9. MUNCULNYA KEMBALI CARA MEMENANGKAN JIWA

Martin Luther adalab orang pertama yang menemukan kembali nilai Kekeristenan dalam Alkitab Perjanji­an Baru dengan wahyu berdasarkan “orang benar akan hidup oleh iman.” [Roma 1:17]

Gereja yang pertama menyadari betul kebenaran ini, tetapi kebenaran itu telah hilang lenyap ditelan Abad Kegelapan.

Tetapi abad Reformasi dalam abad ke enam belas mencetuskan mula-mula suatu perobahan dalam paham teologia–suatu jalan kembali firman Elohim yang sejati. Sebab kalau tidak, maka kekeristenan itu sangatlah sempit artinya. Misalnya saja, orang-orang Kristen tidak lagi menaruh perhatian terhadap penginjilan kepada banyak orang, penyuci­an diri, melakukan misi, baptisan dengan Rob  Kudus, atau mengalami karunia Roh, atau tentang kedatangan Ha Mashiah kedua kalinya, yang kesemuanya merupakan kebenaran yang hakiki di dalam lingkungan Gereja YAHWEH yang pertama.

Setelah Martin Luther menemukan kembali iman pribadi bagi setiap orang, maka muncul pula Wesley dalam pertengahan tahun 1700-an dengan penemuan kembali tentang penginjilan kepada orang-orang banyak secara besar-besaran, penyucian serta kuasa Roh Kudus di kalangan umat Kristen.

Meskipun hal ini mendapat tantangan dan ditolak mentah-­mentah oleh gereja yang ortodoks atau kolot, namun Wesley menemukan kembali nilai kekeristenan semula. Bahwa seseo­rang boleh pergi keluar menelusuri taman umum, lapangan luas, jalan-jalan raya dan tempat-tempat pertemuan umum untuk menyatakan kabar selamat itu kepada banyak orang. Di situlah ratusan kaum pria dan wanita dapat diselamatkan sekaligus.

Martin Luther telah menemukan bahwa seorang manusia itu dapat datang seeara pribadi kepada Ha Mashiah untuk kepentingan dirinya sendiri. Ia boleh saja membaca Alkitab, berseru dan berdoa kepada YAHWEH secara langsung dan boleh diselamatkan OLEH IMANNYA SENDIRI. Tetapi Wesley juga menemukan bahwa seluruh rombongan orang dalam jumlah yang besar pun dapat juga sekaligus diselamatkan, asal saja mereka itu percaya dan menerima Ha Mashiah sebagai Juru selamat mereka.

Gereja yang pertama mempraktekkan penginjilan secara massal, tetapi cara ini telah hanyut lenyap di dalam Abad Kegelapan tatkala agama Kristen dinyatakan hanya terbatas dalam lingkungan gereja dan mimbar untuk para imam saja. Namun kebenaran itu telah muncul kembali yang ditekankan berulang kali oleh orang-orang macam Finney, dan kemudian Moody di dalam abad kita yang modem ini.

William Carey muncul kira-kira sekitar tahun 1790 dan menemukan bahwa Injil itu pun diperuntukkan bagi orang-­orang kafir. Maka mulailah Gereja menjalankan sistim missinya.

Padahal orang-orang Kristen yang pertama adalah misionaris-­misionaris agung. Tetapi selama Abad Kegelapan konsep tentang evangelisasi kepada berbagai macam bangsa itu lalu luntur untuk akhirnya lenyap sama sekali.

Barulah pada menjelang akhir tahun 1800-an dan awal tahun 1900-an banyak dari kebenaran sejati itu dipulihkan kembali di kalangan gereja Kristen. Seperti pencurahan Roh Kudus, karunia Roh Kudus, doktrin tentang kepercayaan akan dunia akhirat, dan tentang kedatang­an kembali Yeshua Ha Mashiah untuk kedua kalinya. Martin Luther maupun Carey tidak pernah menyinggung-nyinggung kebenaran hakiki ini. Bahkan Wesley pun kurang sekali memberikan tekanan pada hal-hal semacam ini.

Di seberang dunia Barat atau Eropa, maka pada waktu yang bersamaan orang-orang Kristen mulai menemukan apa arti sebenarnya dari baptisan Roh Kudus yang diikuti oleh tanda-tanda mujizat. Lalu mulailah karunia Roh itu bekerja, termasuk di dalamnya kuasa dari pada Ha Mashiah untuk menyembuhkan orang sakit, serta kebenaran tentang akan datangnya Ha Mashiah untuk kedua kalinya.

Orang-orang Kristen yang pertama semuanya mengetahui hal ini, tetapi selama seribu tahun gereja telah bungkem tentang kebenaran yang tercantum dalam Alkitab, Perjanjian Baru. Selama seribu tahun ini orang-orang Kristen lalu menjadi terbiasa akan konsep dan sikap agama yang sama sekali asing dari isi kitab Perjanjian Baru tersebut.

Apabila kita ingat akan 1000 tahun yang merupakan tabir kegelapan bagi kita itu dan mengaburkan pandangan kita tentang Gereja YAHWEH yang pertama, maka kita akan lebih dalam lagi memahami segala, tradisi yang berlaku sekarang ini tanpa perlu melancarkan kritik atau sesuatu penilaian.

SEMUANYA KECUALI SATU

Semenjak Martin Luther melancarkan suatu gerakan reformasi maka terjadilah suatu rentetan pengungkapan kebenaran bagi gereja. Cuma sayangnya ialah belum semua kebenaran yang hakiki itu sempat digali kembali di dalam lingkungan gereja sebagai suatu lembaga. Ada satu hal yang belum ditemukan kembali: Memenangkan jiwa secara perorangan diantara orang yang berdosa!

Semua kebenaran yang utama dari Gereja yang pertama telah sempat diketemukan kembali KECUALI motif kebenaran yang menggerakkan Gereja harus keluar mencari orang yang berdosa, bersaksi dan memenangkan jiwa buat Ha Mashiah.

Sebagai akibatnya maka gereja itu sifatnya tertutup di balik tembok, jauh dari pada jangkauan orang-orang yang berdosa, sehingga tradisi kaku terhadap orang-orang yang segan masuk ke dalamnya untuk minta diselamatkan itu memberikan kesan bahwa gereja tidak mau banyak pusing soal itu.

Dengan kata lain, Gereja seolah-olah berkata, “Orang-orang berdosa mengetahui kami berada di sini. Kalau mereka ingin diselamatkan, silakan saja datang pada kebaktian kami dan mendengarkan khotbah. Di sini di dalam gereja inilah kami akan berbuat sesuatu bagi mereka untuk menolong mereka menemukan Ha Mashiah. Kami mencintai mereka. Kami menyeleng­garakan kebaktian khusus untuk mereka. Kami senantiasa berdoa secara khusus untuk mereka. Di sini, di dalam gedung gereja ini, kami lengkap dengan peralatan kami untuk menolong mereka. Kami punya rombongan penyanyi koor kami, pekerja-pekerja kami, pendeta kami, kamar konsultasi kami. Kami bersedia melakukan sesuatu bagi mereka dalam batas kemampuan kami. Kami siap berkorban untuk menolong seorang berdosa untuk memperoleh Ha Mashiah DI SINI, DI DALAM GEDUNG GEREJA KAMI.”

Tentu saja tidak ada salahnya sama sekali pada pendirian semacam ini. Akan teapi ia hanya bisa menguntungkan SATU golongan saja, yakni mereka yang bersedia untuk datang menghadiri kebaktian di gereja. Ia tidak mempunyai arti sama sekali bagi sejumlah 90% orang-orang berdosa yang segan atau takut-takut untuk datang masuk ke gereja. Dengan kata lain, kenyataan ini menunjukkan bahwa Gereja belum menemukan tingkat kesadaran seperti yang dimiliki Gereja YAHWEH yang pertama, yakni penginjilan perorangan – di luar lingkungan gereja kita sendiri – di tempat para jiwa yang terhilang itu berada.

Kita harus sadari sekarang ini bahwa Gereja YAHWEH telah hampir pulih sama sekali dalam menyamai keadaan Gereja YAHWEH yang pertama menurut konsep Alkitab Perjanjian Baru. Semuanya sudah hampir sempurna, KECUALI SATU hal yang masih ketinggalan, yang justru merupakan kunci sukses perkembangan Gereja YAHWEH yang pertama itu, yakni: SEMANGAT BERSAKSI SECARA PERSEORANGAN -EVANGELISASI PERSEORANGAN!

Itulah sebabnya kami terdorong untuk menulis buku ini, yang berjudul “IKUTLAH SERTA DI DALAM KERETA YAHWEH”. Berbuatlah seperti Pilipus, yang pergi keluar MENCARI JIWA YANG TERHILANG DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA SENDIRI. Kita harus pergi di jalan-jalan raya, di tengah orang kaya maupun miskin, di antara orang pengemis maupun para penguasa yang agung, berjalan dan bercakap-cakap bersama mereka untuk mencari arti hidup yang sesungguhnya. Kita mencari mereka di mana saja mereka berada. Di sanalah kita menemukan mereka, dan memenang­kan jiwa mereka. Ke sanalah Ha Mashiah menghendaki kita pergi untuk “mencari dan menyelamatkan domba yang tersesat.” Di sanalah di mana Roh YAHWEH akan bekerja di dalam hati kita seperti halnya juga YAHWEH telah berbicara kepada Pilipus untuk “turut serta di dalam kereta” di mana kita akan ketemu dengan banyak orang yang berada dalam keadaan bingung, haus akan kebenaran, yang tidak bakalan datang ke gereja untuk minta diselamatkan.  <:::><

10. BUKALAH MATA LEBAR-LEBAR

Di dalam buku “Agama Kristen Masa Kini” Howard E.Butt Jr. mengemukakan satu pesan yang sangat menarik,  yaitu tentang peranan “Kaum Awam sebagai Saksi Ha Mashiah.”

Ia berkata, “Alkitab menekankan kepada kita bahwa setiap orang Kristen adalah imam.” Doktrin Reformasi yang dilancarkan Martin Luther tentang imamat bagi setiap orang yang percaya bukankah berarti TAK ADA LAGI IMAM atau KITA TIDAK MEMERLUKAN PENDETA. Tetapi dengan itu ia maksudkan bahwa KITA SEMUA SEBENARNYA ADALAH IMAM-IMAM DI HADAPAN ELOHIM. Lalu ia menunjukkan isi Alkitab Perjanjian Baru tentang perkataan pleros (akar kata dari imamat) dan laos (akar kata dari kaum awam), yang keduanya memasukkan golongan orang yang sama juga. Ia meresa perlu mengemukakan hal itu karena menganggap seseorang yang mencari nafkahnya dengan cara melakukan pekerjaan duniawi pun tidak dipandang oleh YAHWEH sebagai manusia yang setengah beriman.

Howard E. Butt mempersalahkan gereja atas pandangan yang keliru tentang pemikiran “bahwa kaum pendeta adalah pejuang tunggal di garis depan dalam medan pertempuran di ladang YAHWEH, sedangkan para anggota cukup saja berada di belakang layar memberi sokongan kepada pendeta bayaran itu untuk bekerja lebih keras atau berjuang lebih keras lagi untuk pekerjaan YAHWEH,” ia berkata bahwa justru haruslah sebaliknya. Para prajurit yang terdiri dari KAUM AWAM-lah yang harus berada di garis depan (DI LUAR LINGKUNGAN GEREJA) – yakni di rumahnya, di kantornya, di toko, di perkumpulan di tengah masyarakat tempat ia berkecimpung. Orang awam itu berdiri di sana sebagai seorang prajurit YAHWEH.

Tatkala Ha Mashiah menyampaikan amanat “Pergilah kamu kepada sekalian bangsa dan beritakanlah Injil,” Ia tidak maksudkan hanyalah Afrika, Korea, India dan lain benua, tetapi dunia di sini juga berarti dunianya orang-orang pedagang, ahli-ahli hukum, para pendidik, para pekerja mesin, para seniman, pemain musik, pegawai pemerintahan, para petani. Demikian pendapat Butt.

Dengan kata lain, pergilah sampai ke ujung dunia dan kabarkanlah Injil di sana – ke dalam dunia anda bisa memberikan pengaruh anda, dunia sahabat kenalan anda, dan berbicaralah dengan mereka tentang Ha Mashiah dengan memberi pandangan kepada mereka agar mereka boleh mengambil keputusan untuk menerima Ha Mashiah.

Kitab Perjanjian Baru mulai dengan amanat Yeshua kepada setiap orang penganut kepercayaan Kristen, baik murid-murid-Nya maupun orang-orang awam biasa, untuk “pergi ke segenap pelosok dunia dan memberitakan Injil kepada sekalian mahluk.”

Tetapi apa yang telah dimulai sebagai gerakan kaum awam telah merosot demikian rupa sehingga menjadi semacam gerakan mimbar gereja yang profesionil dengan kaum pendana di balik layar upah dan sumbangan.

Selanjutuya tuan Butt berkata: “Banyak orang mencapai tangga tingkatan pengabdiannya. Yang paling tinggi adalah para misionaris yang bekerja di seberang lautan. Kemudian datang para pendeta yang menggembala sidang. Kemudian kaum pekerja YAHWEH yang profesionil. Akhirnya yang paling di bawah sekali terletak kedudukan yang paling rendah bagi kaum awam, yang tugas utamanya ialah menyokong keuangan bagi biaya para pendeta dan misionaris dan memenuhi bangku gereja pada hari kebaktian berlangsung.”

Ini merupakan suatu abad penonton – tak bedanya dengan peristiwa gelanggang olah raga di mana sebagian besar kita hanya jadi penonton saja apa yang orang lain peragakan kepada kita. Dan cara hidup sebagai pirsawan ini telah merembet dari stadion olahraga sampai ke dalam rumah tiap-tiap orang. Sebab melalui televisi dan mass media lainnya kita lalu membentuk semacam dunia pirsawan yang profesional.”

Secara lucu Fred Allen meramalkan bahwa jika keadaan begini terus berlangsung, maka bentuk manusia pada suatu hari akan berobah. Kepalanya akan menjadi kecil, sedangkan matanya akan menjadi lebar sebesar piring. Sebab otaknya tidak perlu digunakan lagi! Kebanyakan segi kehidupan hanyalah cukup ditonton saja sambil duduk enak-enak. Oleh sebab itu bentuk badannya akan menjadi gepeng dengan kepala kecil dan mata besar pada puncak ubun-ubunnya.

Sungguh suatu ramalan yang menggelikan, tetapi bila kecenderungan hidup kita kelak demikian terus menerus berlangsung, dimana orang tidak perlu lagi jadi peserta di dalam kegiatan gerejani, maka ramalan ini tidaklah menggeli­kan sama sekali.

Canon Bryan Green dari Inggris meramalkan apa yang akan terjadi di Amerika apabila kecenderungan yang sekarang ini berlangsung di dalam lingkungan gereja itu tidak mengalami perobahan : “Tatkala saya masih sebagai seorang anak muda, maka gereja kami di Inggris adalah penuh sesak dengan anggota seperti halnya keadaan gereja-gereja di Amerika sekarang ini. Tetapi kami lalu cepat menjadi puas dengan jumlah anggota jemaat yang besar yang berpatokan kepada mimbar sang pendeta. Para anggota datang begitu saja menghadiri kebaktian rutin dengan keyakinan dan penghayatan iman Kristen yang dangkal. Sebagai akibatnya lalu orang-orang itu menjadi kecewa terhadap kelesuan gereja yang kurang efektif dan mereka menjadi masa bodoh terhadap amanat Kekeristenan yang sejati. Dan kenyataannya sekarang gereja kami itu kosong melom­pong.”

”Gereja-gereja di Amerika sekarang ini penuh sesak dengan pengunjung, tetapi saya melihat tak ada pemahaman yang mendalam tentang ajaran Alkitab serta urapan Roh Kudus di kalangan kaum awamnya. Agama Lalu hanya menjadi semacam peristiwa yang sentimental pada hari Minggu, yang sama sekali tidak menyentuh kehidupan orang sehari-hari. Apabila hal ini tidak dirobah, maka gereja-gereja itu pun akan mengalami nasib yang sama, akan menjadi kosong seperti halnya gereja-gereja di negeri kami sekarang ini.”

Tuan Butt berkata: “Kita telah memperkembangkan suatu ke-Kekristenan yang bercorak penonton, di mana satu dua orang saja yang berbicara dan yang kebanyakan selebihnya cukup mendengar saja.”

“Gereja itu dimaksudkan sebagai suatu lembaga masyarakat yang hidup, bergerak, yang dijiwai oleh jalan penebusan Ha Mashiah terhadap orang berdosa, harus menjalankan missi, pelayanan, kesaksian, cinta kasih, dan pengabdian – dan bukannya suatu  perkumpulan orang-orang penggemar iman!”

Penonton-penonton yang profesional hampir rata-rata memiliki sifat cenderung hanya untuk mengeritik saja, baik di dalam lingkungan dunia olahraga ataupun dunia panggung sandiwara sampai kepada gelanggang pemerintahan. Penonton­-penonton itu tidak pernah merasa dirinya terlibat dalam kegiatan itu secara langsung, oleh sebab itu mereka enak saja melancarkan kritik tajam secara sinis bahwa semua kaum politikus misalnya adalah penipu.”

Begitu pula di kalangan umat Kristen. Manusia Kristen yang hanya jadi penonton hanya bersikap sinis dan mengejek, dingin dan masa bodoh, steril atau mandul tanpa menghasilkan apa-apa. Mereka hanya melihat dari jauh saja sambil mengeritik orang lain, tetapi tidak pemah terjun sendiri dalam gelanggang keterlibatan hidupnya dengan Yeshua Ha Mashiah.

Theodorus Roosevelt pernah melukiskan watak jiwa orang-­orang yang segan-segan semacam itu, yang takut dirinya ikut terlibat dalam kegiatan bermanfaat sebagai berikut:

Bukan kritiklah yang menghasilkan sesuatu. Juga bukan orang yang hanya pintar menuding seseorang kuat yang jatuh tergelincir. Juga bukan orang yang hanya pintar mengatakan bahwa merekalah yang sanggup berbuat lebih baik daripada orang lain.
Tetapi kehormatan patut kita berikan kepada orang-orang yang betul-betul langsung terjun dalam gelanggang. Mereka yang mukanya penuh berlumuran dengan keringat dan debu, bahkan kadang- kadang darah. Mereka yang sering membuat kesalahan, yang serba kekurangan dalam tindak tanduknya, oleh sebab tak ada satu usaha apa pun yang tak kenal kekurangan dan kesalahan. Mereka yang terus giat dalam gelanggang pekerjaan yang bermanfaat. Mereka yang mengenal kegagalan, tetapi sekalipun gagal masih mempunyai kemauan berusaha yang besar. Mereka yang kedudukannya tidak sama dengan orang-orang yang bersikap dingin dan berjiwa segan dalam melakukan perjuangan yang tidak pernah mengenal kemenangan maupun kekalahan.”

“Seorang Kristen yang sejati adalah seorang yang betul-betul berjuang di lapangan. Ia tak boleh menghindari tanggung jawabnya. Ia adalah seorang peserta aktif di dalam misi penyelamatan jiwa-jiwa. Seorang Kristen bukanlah seorang penonton yang kerjanya cuma tahu mengeritik. Seorang Kristen adalah seorang pejuang yang terlibat di dalam kehidupan di dalam dunia ini, – baik di dalam urusan dagang, dalam kegiatan pemerintahan, dalam kegiatan sosial budaya, di dalam derita kelaparan, di dalam kerja membanting tulang, di dalam tangis dan ratap sediholeh karena ia mencintai sesama manusia.

Yeshua berkata: “Aku berdoa agar Engkau jangan menarik mereka dari dalam dunia ini. Oleh karena Engkau telah mengirim Aku ke dalam dunia ini, maka demikianlah Aku akan mengirim mereka ke dalam dunia ini.” Jelaslah, bahwa kaum awam pun terpanggil untuk dikirim ke dalam dunia ini tak bedanya seperti Ha Mashiah telah dikirim oleh AIIah. – sebagai Juru penebus bagi dosa umat manusia.”

Tuan Butt berkata: “Orang Kristen yang awam memang mempunyai peranan yang hidup dalam lingkungan gereja, baik dalam kebaktian, dalam doa sembahyang, dalam persekutuan persaudaraan, dalam latihan bimbingan, dalam peningkatan nilai rohani. Tetapi dari sini ia harus KELUAR DARI LINGKUNGAN GEREJANYA SENDIRI. Masuk ke dalam dunia di mana terdapat orang-orang yang belum beriman, bersaksi kepada mereka, menjadi juru pendamai, menjadi hamba Tuhah. Ha Mashiah telah memperdamaikan kita dengan Elohim dengan mengorbankan diriNya sendiri di kayu salib.”

Maka itulah sebabnya Ia pun mengamanatkan kepada kita pelayanan perdamaian (2 Kor. 5:14-20). Jadi apabila amanat perdamaian itu adalah bagi semua orang, maka dengan sendirinya pelayanan itu pun adalah menjadi tugas semua orang pula.” <:::><

11. KEBENARAN YANG BELUM DIPULlHKAN

Amanat pelayanan satu-satunya yang dimiliki oleh umat Kristen yang pertama adalah MEMBERITA­KAN INJIL! Mereka memahami mengapa perlunya Roh Ku­dus itu datang ke atas diri mereka untuk memberi kuasa kepada mereka untuk BERSAKSI – di mana-mana.

Satu-satunya hasrat yang mereka hayati ialah keinginan untuk memberitakan kepada setiap orang tentang Yeshua Ha Mashiah dan mengajak setiap orang secara pribadi untuk menjadi pengikut Yeshua.

Mereka melakukan hal itu dengan dua macam cara: Evangelisasi secara massal dan evangelisasi secara perorangan.

Penginjilan secara massal memang sering kali pula diadakan pada setiap kesempatan yang memungkinkan. Tetapi sebagai akibatnya sering para pcmyelenggaranya mengalami penganiaya­an besar-besaran di kota-kota kampanye, sedangkan para pengabar Injil itu sering dijebloskan ke dalam penjara.

Tetapi penginjilan PRIBADI merupakan KUNCI bagi mereka. Setiap hari mereka berada di dalam bait Elohim dan di dalam setiap rumah, sedangkan mereka tidak pernah berhenti mengajar orang dan memberitakan Injil tentang Yeshua Ha Mashiah”. Kisah 5:42.

Gereja sekarang ini telah menemukan kembali cara penginjilan massal itu, tetapi penginjilan pribadi masih belum dipulihkan menurut kedudukannya yang sediakala.

Penginjilan pribadi baru mencapai taraf diperbincangkan saja. Orang-orang Kristen menulis buku tentang soal itu. Kaum pendeta berkhotbah dengan penuh semangat tentang perlunya hal itu dijalankan. Dan di dalam angkatan generasi anda kita sudah mulai melihat adanya satu dua orang yang mulai mempraktekkan penginjilan pribadi itu, tetapi ini pun masih berupa gejala perkecuallan. Masih belum merupakan gejala yang umum.

Belum ada kegiatan penginjilan pribadi yang menjiwai sesuatu gereja. Apalagi secara besar-besaran belum ada sama sekali. Yang ada barulah pertanda-pertanda yang menuju ke arah itu. Dan jumlah ini nampaknya mulai bertambah dari hari ke hari. Walaupun demikian masih belum menjadi  kegiatan resmi di dalam lembaga kegerejaan.

Gene Edwards berkata: “Tidak pernah ada satu saat pun dalam masa 1800 tahun belakangan ini di mana satu gerakan penginjilan pribadi itu berlangsung secara besar-besaran di kalangan umat Kristen. Cobalah buku sejarah anda dan telusurilah masa hampir dua ribu tahun ini. Maka anda akan perhatikan bahwa tak ada satu peristiwa pun yang disebut-se­but semacam itu. Setelah 1800 tahun gereja belum juga menemukan kembali semangat perjuangan penginjilan pribadi itu.”
“Konsep yang paling utama dan paling diperlukan oleh umat Kristen itu justru masih dalam keadaan mati! Seolah-olah kita ini memiliki mobil tanpa mesin; sebuah pesawat terbang tanpa sayap; suatu amanat – bahkan satu-satunya amanat – tetapi tidak memiliki cara yang efektif untuk menyampaikannya kepada sekalian mahluk.”

“Suatu penemuan kembali di bidang penginjilan pribadi akan betul-betul merupakan penemuan kembali dari semangat Alkitab Perjanjian Baru bagi umat Kristen.”

Kita patut bersyukur bahwa bibit penginjilan pribadi itu yang sudah mulai disebarkan melalui buku-buku semacam ini sudah nampak mengarah pada perkembangan dan pertumbuh­an. Ada terdapat tanda-tanda yang menggembirakan di seluruh dunia bahwa konsep ini sedang mendapat perhatian yang makin besar. Memang di beberapa bagian dunia kita ini hasil-hasil yang revolusioner sedang dicapai orang. Tetapi sekali lagi saya peringatkan: Semuanya ini berlangsung di kalangan kelompok-­kelompok perhimpunan, golongan dan kalangan orang-orang yang berada di luar kawasan lembaga kegerejaan.

Tetapi Pilipus-Pilipus modern sekarang ini memang sedang banyak tumbuh di mana-mana dari hari ke hari dan mereka sedang mengerahkan orang-orang untuk ikut serta naik di dalam kereta YAHWEH, yakni orang-orang yang bergerak maju, bergerak keluar ke tempat banyak orang bermukim, berlibur dan bekerja. Berbondong-bondong jumlah manu­sia sedang digapai oleh kabar keselamatan Itu. Mudah.mudah­an hal ini bisa mendorong kita ke arab TINDAKAN KELUAR DARI LINGKUNGAN GEREJA SENDIRI. Semua orang Kristen harus menyebar ke seluruh pelosok dunia dan menyampaikan berita Injil itu kepada sekalian mahluk. <:::><

12. GEREJA YANG BELUM KONSEKWEN

Gereja Kristen yang pertama memiliki amanat keselamatan yang sama dengan gereja kita jaman sekarang ini.
Baptisan Roh Kudus adalah suatu hal yang lumrah pada masa gereja yang pertama, tidak bedanya dengan pengalaman ribuan orang jaman sekarang ini.
Kebenaran yang mereka miliki tidak banyak bedanya dengan kebenaran yang kita miliki jaman sekarang, berkat anugerah Yeshua Ha Mashiah.
Penyucian yang mereka alami tidaklah lebih tinggi derajat­nya dari pada penyucian yang kita alami jaman modern Ini.
Karonia Roh Kudus waktu itu tidaklah lebih nyata daripada karunia Roh yang dialami manusia jaman sekarang.
Pengetahuan mereka tentang amanat keselamatan jiwa-jiwa terhilang serta praktek kesembahan Ilahi yang mereka jalankan tidaklah lebih bermutu dibandingkan dengan yang kita jalankan pada abad ke dua pulah ini.

Tetapi bedanya ialah bahwa orang-orang Kristen yang pertama itu tahu betul apa yang harus mereka perbuat dengan kehidupan mereka yang penuh diurapi dengan Roh Kudus. Tetapi kebanyakan orang Kristen sekarang ini tidak menemukan rahasia suksesnya itu.

Sebagai akibatnya maka gereja jaman sekarang ini sudah merasa cukup puas dengan keempat dinding tembok gereja mereka, berbuat seolab-olah mereka menaruh perhatian terhadap orang-orang yang berdosa. Malahan gereja berdoa untuk jiwa-jiwa yang sesat, mengundang mereka untuk datang ke gereja agar bisa diselamatkan. Tetapi dalam kenyataannya gereja sebenarnya tetap saja jauh dari pada jangkauan orang-orang yang berdosa itu.

Padahal gereja yang pertama itu cukup sibuk dengan kegiatan kunjungan dari rumah ke rumah, dari pasar ke pasar, mengabarkan Injil dari seorang kepada seorang yang lainnya. Mereka tahu di mana tempat jiwa-jiwa yang tersesat itu, Ialu mereka membawa Injil itu kepada mereka dengan metode tatap-muka. Inilah yang harus dijiwai kembali oleh pihak gereja abad ke dua puluh sekarang ini. Inilah yang harus dipraktek­kan oleh gereja jaman sekarang ini. Gereja sekarang ini haruslah membuktikan dalam kenyataan dan perbuatan bahwa Gereja itu betul-betul menaruh prihatin terhadap nasib jiwa-jiwa yang tersesat itu – mereka yang tidak mungkin kita harapkan bisa datang sendiri untuk minta diselamatkan di dalam gedung gereja kita.

Kini Gereja itu sudah merangkak keluar dari Abad Kegelapan. la sudab menemukan kembali kebenaran sejati dari Gereja YAHWEH yang pertama. Tetapi ia rupanya demikian terpesonanya oleh berkat rohani yang ia terima itu sebagai wahyu, maka ia pun sampai lalai terhadap aspek praktis dari kehidupan yang dipenuhi Roh Kudus itu. Bukannya melaksa­nakan ajaran Kristen itu dalam praktek serta mencapai setiap mahluk di manapun mereka itu berada, tetapi ia malah menjadi terkurung kaku di tengah dinding gerejanya sendiri sambil menikmati berkat yang telah ia terima itu. la makin memperdalam arti hidup yang telab ia peroleh dan menikmati karunia Roh yang makin besar saja di dalam hidupnya, tetapi semuanya serba terkurung dalam gedung gereja. la tidak keluar untuk memenangkan jiwa yang terhilang – tidak keluar ke tempat orang-orang yang tersesat itu berada.

Saya teringat akan usaha berbagai macam bangsa yang saling berlomba menuju ke planet lain, sementara umat manusia di atas planet kita sendiri ini berjuta-juta jumlahnya yang masih memerlukan makanan, pakaian dan perumahan.

Gereja-gereja pun saling berlomba dalam memperebutkan kemuliaan Ilahi, ruang angkasa kemuliaan yang dipenuhi Roh Kudus, padahal DILUAR LINGKUNGAN GEREJA ITU SENDIRI terdapat berjuta-juta manusia yang sama sekali belum tahu bagaimana mereka bisa diselamatkan.

Dalam perlombaan mengejar “hidup rohani” dan apa yang disebut “memiliki hidup berarti yang lebih mendalam,” maka ribuan orang telah terjerumus ke dalam sikap ekstrim dan fanatisme rohani, sehingga mendatangkan satu penyesalan dan kekecewaan bagi gereja itu sendiri. Saya pernah mendengar seorang wanita yang menyatakan dirinya menerima karunia Roh Kudus dan memiliki kuasa untuk mengusir roh setan dengan jalan berkata-kata dalam bahasa lidah. Maka setiap kali ia duduk di tengah kebaktian sidang jemaat, maka ia pun dikuasai oleh “kekuatan” gaib itu. la pun berdiri dari duduknya, maka dengan keadaan seperti tidak sadar ia pun “berbicara dalam lidah asing” untuk mengusir Roh Iblis. Tetapi apakah benar demikian? Dia sama sekali tidak tahu di mana Roh lblis itu berdiam atau pada siapa roh setan itu sedang bermukim. Walaupun begitu mulut perempuan itu terus saja nyerocos seraya mengusir setan itu, tidak peduli entah di mana setan itu berada.

Sesungguhnya Gereja telah tenggelam ke dalam berkat rohani Allah, sehingga mereka lupa dan lalai untuk menemukan kembali pelayanan utama mereka agar supaya memenangkan jiwa yang terhilang. Jadi, tanpa memperhatikan sasaran utama untuk bersaksi kepada orang-orang yang terhilang, maka gereja telah tenggelam dalam kesibukan memperkembangkan “kehidupan rohani yang lebih dalam,” sehingga akibat yang dipetiknya ialah sikap yang fanatik dan ekstrim dari para penganutnya.

Sekarang ini, ditinjau dari segi status kedudukan nilai rohani, maka apa yang disebut “glossalalia” yang karismatis itu, sudah hampir menjadi suatu mode yang murahan saja.

Jika sekiranya saya tergolong salah satu di antara sekian banyak orang yang pernah menerima karunia lidah asing itu sebagai bukti bahwa saya telah dibaptis oleh Roh Kudus, maka sayalah orang yang pertama-tama sekali harus menyatakan kekecewaan saya. Sebab sekarang ini ternyata sudab terlampau banyak orang yang merasa dirinya beroleh anugerah karunia lidah asing, yang sebenarnya tidaklah sam seperti apa yang pernah dialami oleh gereja YAHWEH yang pertama itu. Tetapi yang saya terima adalah KUASA UNTUK BERSAKSI ­ke tempat di mana jiwa-jiwa yang terhilang itu berada. Kisab Rasul 1:8 perlu kita telaah dengan hati-hati dan harus kita nilai kembali dengan saksama pada masa kini.

Apa yang kita perlukan sekarang ini adalah mengurangi bicara dalam bahasa “lain” yang tidak dimengerti orang, tetapi lebih banyak biceara di dalam bahasa yang “dikenal” – agar supaya lebih jelas bagi kita dalam bersaksi – dan memenangkan jiwa yang terhilang.

Sementara perlombaan untuk hidup rohani yang lebih mendalam itu terus berlangsung, terus mempertontonkan jumlah karunia Roh Kudus yang mereka terima itu, maka penemuan kembali pentingnya nilai penginjilan pribadi itu pun sedang dilakukan pula. Hal ini akan merupakan KUNCI ke arah nilai kekeristenan yang bercorak Alkitab Perjanjian Baru. Orang-orang Kristen sudah mulai menyadari babwa segala kuasa rohani yang mereka miliki itu serta karunia Roh Kudus itu tidaklah punya arti apa-apa jika tidak dipergunakan untuk bersaksi dan memenangkan jiwa. Inilah hakekat dari baptisan Roh Kudus yang sesungguhnya. Yakni, memperleng­kapi orang-orang Kristen dengan kemampuan untuk BERSAK­SI – mendorong dan menempatkan mereka PERGI MENCARl JIWA DI LUAR LlNGKUNGAN MEREKA SENDIRI. <:::><

13. KEKERISTENAN YANG MENDALAM

Kuasa dari Roh Kudus telah dipulihkan kembali di lingkungan generasi umat manusia sekarang ini di kalangan gereja. Sebab tak tersangkal lagi kenyataan betapa berlipat kali gandanya jumlah pengikut orang beriman yang telah dipenubi Roh Kudus seperti halnya orang-orang Kristen yang pertama. Baptisan Roh Kudus yang kita terima sekarang ini tidak bedanya dengan baptisan Roh Kudus pada waktu orang-orang Kristen dahulu kala.

Oleh sebab itu, maka gereja patutlah menjajagi kembali tujuan dari pada kuasa Roh Kudus 1ni. Mengapa YAHWEH memperlengkapi kita dengan kuasa ini? Agar supaya orang-orang Kristen itu pergi keluar untuk bersaksi kepada semua orang dan membawa mereka kepada Ha Mashiah.

Tetapi masih banyak Gereja yang belum menemukan kembali kewajiban itu dalam pelayanan mereka. Jadi, mereka utamakan ialah untuk bagaimana beroleh pengalaman itu. Mereka pergi ke ibadah gereja untuk mempertontonkan betapa mendalamnya kerohanian mereka itu. Mereka sengaja mempertun­jukkan hal itu kepada orang lain, sementara pendeta mereka juga kerjanya mencari pengalaman yang mendalam bagi kehidupan rohani dirinya dan sidang jemaatnya.

Dan hal semacam ini bisa terjadi oleh karena gereja belum menemukan KEMANTAPAN ROHANI YANG PALING BE­SAR, yakni amanat untuk pergi keluar dan mencari jiwa-jiwa yang terhilang untuk dibawa kepada Yeshua Ha Mashiah.

Ada seseorang yang pernah memegang jabatan sebagai Direktur Lembaga Penginjilan di suatu Gereja yang besar selama 33 tahun lamanya. Tetapi Gereja itu tidak pernah merupakan Gereja yang memenangkan jiwa buat YAHWEH. Tetapi seorang pendeta muda yang baru saja diangkat jadi gembala di lingkungan Gereja ini dengan penuh semangat telah menjadi seorang pemenang jiwa yang luar biasa.

Pendeta muda itu merenungkan kenyataan laki-laki tua yang selama 33 tahun memimpin badan penginjilan tetapi tidak pemah memenangkan jiwa buat YAHWEH itu. Maka pendeta muda itu pun memutuskan untuk melakukan sesuatu tindakan.

Ia mengundang Direktur Lembaga Penginjilan itu untuk menemani dia barang sehari saja untuk mengikuti kunjungan acara dari rumah ke rumah untuk bersaksi. Pada malam itu setelah usai kunjungan itu, sejumlah jiwa telah menyatakan diri menerima Ha Mashiah sebagai Juru Selamat mereka di dalam rumah mereka.

Sambil memasuki kamar pendeta muda itu, maka pendeta yang tua itu duduk terhenyak sambit menangis. Sambil berpaling kepada temannya yang muda itu ia berucap: “Sahabatku, saya telah beroleh pelajaran yang mahal di dalam YAHWEH hari ini, yang selama ini tidak pernah saya sadari sama sekali.”

Sekarang ia telah turut membantu membawa banyak jiwa yang terhitang untuk datang kepada Ha Mashiah.

Ada terdapat rahasia di bidang ke-rohanian untuk menghayati bagaimana memenangkan jiwa buat YAHWEH, yakni suatu  penghayatan yang tidak mungkin kita alami dalam pelajaran Alkitab atau pun perkumpulan doa keluarga.

Billy Graham berkata: “Kenyataan yang paling menyedih­kan sekarang ini ialah bahwa para ahli-ahli Alkitab kita adalah justru orang-orang yang hampir tidak pemah memenangkan jiwa buat YAHWEH.”

Seorang penginjil berbicara di hadapan kelompok doa dan penyelidikan Alkitab tentang kewajiban untuk keluar bersaksi tentang Ha Mashiah dari rumah ke rumah.
Tetapi apa kata pemimpin mereka? “Kita tak mungkin melakukan hal itu. Kerohanian kita masih belum cukup mendalam untuk melakukan pekerjaan itu.”
Penginjil itu lalu bertanya: “Sudah berapa lamakah anda menyelenggarakan kelompok penyelidikan Alkitab dan kelom­pok doa ini?”
“Baru dua tahun!”

Di dalam kampanye kami di kota Kansas terdapat seorang pemimpin gang remaja berusia 17 tahun, yang terkenal sangat giat dalam tindak kriminal. Tetapi pada suatu hari Jumat malam ia bertobat dan menerima hidup baru. Pada keesokan harinya, hari Sabtu ia pergi membagi-bagikan traktat kepada beberapa kawan-kawan anggota gang-nya, sehingga mereka pun ikut datang ke pertemuan penginjilan itu dan diselamatkan. Pada hari Minggu mereka semua pergi keluar membagi-bagi traktat dan bersaksi kepada sisa dari anggota-anggota gang itu. Maka seluruh anggota gang itu pun selamatlah. Pada hari Senin saudaranya yang perempuan telah bertobat dan diselamatkan. Maka seluruh gang itu pun menjadi suatu gang pemenang jiwa buat YAHWEH. Sama sekali tidak memakan waktu sampai dua tahun bagi mereka untuk mempersiapkan tindakan penyelamat­an itu, bukan ?

Apabila seorang Kristen berbicara kepada seorang jiwa yang terhilang, mengajak dia untuk menerima Ha Mashiah, merangkul dia dengan hangat pada bahunya, atau menjabat tangannya dengan mesra sambil membimbing jiwa itu di dalam doa, maka – entah di dalam gedung gereja, atau di bangku sebuah taman terbuka, entah di dalam sebuah rumah atau restoran, entah di tengah jalan atau di pojok persimpangan, maka orang yang semacam itu adalah sama dengan Kristus di dalam pelayanannya dan tak dapat dibandingkan dengan pengalaman rohani apa pun juga.

Membawa seorang jiwa yang terhilang kepada Yeshua merupakan satu pengalaman rohani yang paling besar dalam kehidupan Kristen seseorang. Tak ada kedalaman rohani yang lebih indah lagi dari pada itu!

Seorang penginjil yang bersemangat berusaha memberi saran kepada suatu jemaat yang kecil agar lebih berorientasi kepada pengabaran Injil keluar. Pendetanya menjawab: “Kamu ini tidak mengerti apa-apa. Kita tidak membutuhkan kelompok yang besar. Kita hanya membutuhkan satu kelompok kecil yang tiap kali bisa bertemu dengan tenang untuk mempelajari firman YAHWEH dan belajar memperdalam kehidupan kerohanian kita di dalam Ha Mashiah!”
Sikap semacam itu harus berobah apabila Gereja ingin menjadi pemenang jiwa buat YAHWEH.

Bilamana kita menitik beratkan pada pentingnya meme­nangkan jiwa, dan bukannya hanya memperdalam kerohanian pribadi terus-menerus, maka Gereja akan menemukan suatu kedalaman yang baru di dalam Ha Mashiah, suatu pengalaman rohani yang lebih  indah dari pada pengalaman biasa di dalam lingkungan Gereja sendiri.

Dunia sekarang ini tidak memerlukan orang-orang Kristen yang profesional. Yang diperlukan ialah orang-orang Kristen yang bersaksi dan memenangkan jiwa. Inilah KEDALAMAN ROHANI itu INILAH PEKABARAN INJIL itu!

Apabila gereja sungguh-sungguh mau menyelamatkan dunia kita sekarang ini dari jiwa-jiwa yang terhilang, yang tidak mau datang masuk ke gedung gereja untuk beroleh selamat, maka Gereja harus belajar rahasia ini. Dan dunia memang betul-betul sedang MENANTI apakah ada tanda-tanda yang diperlihatkan oleh Gereja bahwa Gereja itu menaruh perhatian terhadap jiwa-jiwa yang terhilang tersebut.

Dr. Harry Denman, Sekjen Lembaga Penginjilan Gereja Metodis selama 25 tahun, pernah berucap: “Apabila kaum awam Kristen tidak menyadari panggilan mereka untuk memenangkan jiwa secara pribadi, maka dunia ini akan terhilang untuk selamanya.”

Billy Graham berkata: “Kebutuhan yang paling besar dirasakan dunia kita sekarang ini ialah penginjilan kepada perorangan – bukan oleh kaum rohaniwan yang ahli, melainkan,oleh orang-orang Kristen yang awam!”

Apabila Gereja tidak keluar mengabarkan Injil, maka dunia pun tidak mungkin bisa mendengar Injil itu.

Tatkala Paulus bicara tentang orang Kristen yang sejati, maka ia bicara soal pelayanan: Jadi siapa yang ada di dalam Ha Mashiah, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Ha Mashiah telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. (2Co 5:17-18)

“Setiap orang” yang berada di dalam Ha Mashiah adalah “manusia baru” dan ia telah menerima satu “pelayanan, perdamaian.” Setiap orang Kristen mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan perdamaian itu terhadap sesama manusia oleh karena YAHWEH. Itulah yang kita sebut memenankan jiwa. Tanpa pandang bulu, entah apa pun warna kulitnya, kebangsaannya, kedudukannya, atau jenis kelaminnya! Setiap pendengar adalah proklamator juga. Setiap penerima berkat hendaknya menjadi pembagil berkat pula. Setiap orang Kristen adalah misionaris-penginjil-seorang salesman yang hidup! Inilah arti rahasia kekristenan YANG DALAM. Inilah kedalaman arti kehidupan seorang Kristen yang dapat dialami seseorang. <:::><

14. MANUSIA SEBAGAI SALURAN

Apabila setiap orang Kristen menemu­kan kembali KUNCI rahasia keberhasilan Gereja yang pertama di dalam memenangkan jiwa maka hendaklah ia sadari bahwa penginjilan dan memenangkan jiwa ini telah dijalankan dengan efektif apabila dijalankan DI LUAR DARI LING­KUNGAN GEREJA ITU SENDIRI.

Gereja sekarang ini harus lebih banyak prihatin terhadap nasib jiwa-jiwa yang terhilang. Gereja harus meninjau kembali titik orientasinya mengenai kekeristenan yang sejati di dalam hidup ini. Gereja harus membuktikan melalui perbuatan bahwa GEREJA MENARUH PERHATIAN TERHADAP ORANG­-ORANG BERDOSA!

Sebab gereja itu adalah tubuh Ha Mashiah – SuaraNya – Kaki dan tangan-Nya – Gereja itu adalah ANDA sendiri, anda sebagai perorangan.

Apa sebabnya Injil belum tersebar kepada setiap mahluk? Karena orang-orang Kristen telah salah menafsirkan apa makna Gereja itu sesungguhnya. Bagi mereka Gereja itu hanyalah sarana keagamaan, tempat berhimpun, sidang jemaat mereka sendiri. (Dan memang tepat apabila kita katakan bahwa Gereja itu adalah persekutuan kolektif orang-orang Kristen).

Tetapi dipandang dari segi perorangan, maka Gereja itu sebenamya adalah ANDA sendiri! Tubuh anda adalah milik Ha Mashiah, tubuh Ha Mashiah. Ia hanya bisa bersaksi dan melayani dengan perantaraan Anda! [Itulah sebabnya pada web blog ini saya bedakan antara “Gereja” sebagai kumpulan Jemaat, dan “gereja” sebagai gedung ibadah atau organisasi rohani. Pada terjemahan aslinya semua kata “gereja” huruf kecil. Kata “jemaat” di Alkitab telah diterjemahkan secara salah. Penjala Baja]

Gereja tak dapat mengirim keluar Ha Mashiah, di dalam RohNya, untuk membawa berkat bagi orang-orang miskin, menghibur orang-orang yang menderita batin, berkunjung kepada orang-orang sakit, dan meyakinkan orang-orang yang berdosa.

Ha Mashiah telah mengirim Roh-Nya kepada ANDA! Andalah Gereja itu! Jadi, satu-satunya jalan bahwa Ha Mashiah boleh melawat orang sakit dan bersaksi kepada orang berdosa hanyalah tubuhNya. Dan tubuhNya itu ialah ANDA!

Pelayanan Ha Mashiah di tengah masyarakat anda hanyalah terbatas kepada ANDA! Ia ingin bicara tentang keselamatan bagi jiwa-jiwa, ingin supaya mereka bertobat dari dosa mereka, ingin meyakinkan mereka tentang kebenaran Injil – suatu pekerjaan dari Roh Kudus – tak lain tak bukan HANYALAH MELALUI ANDA! Ia tidak pandang siapa anda. Ia mau bersaksi melalui MULUT ANDA. Apabila anda tidak pergi dan bersaksi untuk menyampaikan amanat itu, maka masyarakat kita akan terhilang. Ha Mashiah mau hidup di dalam DIRI ANDA. Ia tak dapat berkunjung kepada orang-orang yang tersebar di mana-mana itu tanpa ANDA. Ia tak dapat berdiri di tengah lapangan luas dan mengabarkan Injil tanpa seorang penginjil.

Kita sering berdoa agar kepada kita dikirimi Roh Kudus yang dapat menggerakkan hati kita dan mengawal kita di dalam segala hal. Memang hal ini bisa menyelamatkan kita dari kesulitan. Hal ini meringankan beban hidup kita di samping kesibukan kita – menonton siaran televisi, kegiatan perkumpulan kita, kegiatan rekreasi kita, dan urusan pribadi kita.

Tidaklah heran apabila orang-orang yang belum bertobat itu suka mengejek umat Kristen!
Itulah sebabnya mengapa kaum yang anti Tuhun menerta­wakan kita [yang mengaku sebagai] umat Kristen.
Inilah salah satu sebabnya mengapa orang-orang Yahudi misalnya tidak menerima agama Kristen. Pemimpin agama kaum Yahudi itu membaca Alkitab Perjanjian Baru. Mereka tahu siapa Yeshua itu. Mereka tahu bahwa Yeshua adalah seorang Yahudi. Mereka tahu bagaimana Ia hidup. Dan mereka pun tahu apa yang diamanatkan oleh Ha Mashiah itu kepada umatNya untuk dikerjakan – dan mereka tahu betapa bedanya orang Kristen sekarang ini dibandingkan dengan orang Kristen yang pertama.

Yeshua adalah seorang pemenang jiwa. la bergaul dengan masyarakat umum. Ia bertindak sebagai sahabat terhadap orang-orang yang berada dalam kebutuhan. Ia menyembuhkan orang sakit. Ia bicara tentang kabar keselamat­an bagi orang-orang yang berdosa. Ia menolong orang-orang. Tanpa mementingkan diri-Nya sendiri – sepanjang waktu.

IA TlDAK PERNAH BEROBAH! Ia pun menghendaki hal yang sama sekarang ini. Ia ingin bekerja di dalam anda, agar anda mau berbuat dan sungguh-sungguh bertindak melakukan hal-hal yang berkenan bagi Dia.

INILAH MAKNA KEKERISTENAN YANG DALAM! Yang lainnya hanyalah serba dibuat-buat dan dangkal sifatnya. Ha Mashiah berada di dalam diri ANDA. Anda kini mempunyai tujuan tertentu di dalam hidup ini dan di dalam bersaksi. Anda telah dipenuhi oleh Roh Kudus oleh karena sesuatu alasan. Jadi, bukanlah sekadar hanya pergi ke gereja lalu berusaha menjadi dalam di bidang rohani. Tetapi pergilah juga keluar dari gedung gereja anda dan ceritakanlah kepada siapa saja tentang Ha Mashiah itu.

Marilah kita camkan baik-baik bahwa Roh Kudus itu bekerja MELALUI KITA. Kita adalah bait-Nya. Apabila kita terlampau sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk bersaksi, maka Ia tidak mempunyai saluran yang lain untuk melayani masyarakat. Itulah sebabnya Ia tinggal di dalam diri KITA.

Orang-orang berdosa di tengah masyarakat kita tidak mungkin beroleh kunjungan dari YAHWEH kita, apabila ANDA tidak pergi dan berbicara atas namaNya.
Orang-orang yang berada dalam kesakitan serta meringkuk dalam penjara tidak akan disentuh oleh Roh YAHWEH apabila Anda tidak bersaksi tentang NamaNya.
Manusia tidak mungkin bisa melihat YAHWEH – kecuali bisa melihat kebesaran YAHWEH melalui tindakan ANDA.
Kasih Ha Mashiah itu hanyalah bisa dinyatakan melalui KEHIDUPAN anda! Hasrat dan rasa prihtin-Nya terhadap jiwa-jiwa yang terhilang hanyalah bisa dilakukan melalui ANDA.
Yeshua Ha Mashiah mengunjungi orang-orang berdosa di ling­kungan masyarakat sekitarnya apabila ANDA pun berbuat hal yang sama.

Itulah sebabnya apabila kita megabarkan Injil maka haruslah KELUAR DARI LINGKUNGAN GEREJA kita SENDlRI. lTULAH tempat di mana orang berdosa itu berada. Dan itulah pula merupakan amanat utama dari umat Kristen, yakni menggapai orang-orang berdosa dengan bantuan Injil. Itulah namanya menyampaikan kabar selamat! la memerintahkan kepada kita untuk mengabarkan Injil kepada sekalian mahluk. Hal ini hanya bisa dilangsungkan DILUAR GEREJA SENDIRI.

Kebangunan rohani adalah untuk kepentingan di dalam lingkungan anggota-anggota gereja sendiri. Tetapi penginjilan dalam arti yang setinggi-tingginya adalah pergi keluar ke tempat orang-orang berdosa itu berada. Itulah pula sebabnya mengapa orang Kristen HARUS KELUAR DARI lingkungan gerejanya sendiri.

Orang-orang Kristen memerlukan “kebangunan” rohani sewaktu-waktu. Buku ini ditujukan bagi mereka yang berada di dalam gereja atau dilingkungan gereja. Buku ini adalah untuk memberi petunjuk, bahkan memberi satu kebangunan rohani bagi anda untuk memenangkan jiwa agar anda berhasrat dan menaruh prihatin terhadap jumlah besar manusia yang belum diselamatkan itu.

Tetapi apabila kebangunan rohani itu hidup di dalam diri kita, maka kita pun akan mengabarkan Injil itu. Kita akan melancarkan gerakan yang penuh semangat untuk memenang­kan jiwa. Dan kita akan melakukannya di luar lingkungan gereja kita sendiri. ltulah yang menjadi inti sari dari buku ini.

Itulah pula yang menjadi amanat YAHWEH bagi setiap orang Kristen tatkala Ia berseru kepada Filipus “IKUTLAH SERTA DI DALAM KERETA YAHWEH.” Dengan kata lain Ia ingin berkata: Pergilah ke gelanggang hidup yang ramai, pergilah ke tengah kesibukan hidup dunia, dan carilah seseorang yang terhilang jiwanya, bersaksilah kepada mereka, dan menangkan­lah jiwa itu untuk Ha Mashiah.

Selama anda cuma membatasi kesaksian anda itu di antara dinding gedung gereja anda saja, maka YAHWEH tidak mungkin mengajak anda ikut serta di dalam keretaNya untuk pergi mencari jiwa yang perlu diselamatkan.

Oleh sebab itu, keluarlah – pergi ke tempat orang-orang berdosa itu berada – PERGlLAH KELUAR, berangkatlah ke tempat-tempat kesibukan manusia, di tempat-tempat terbuka, maka Roh Kudus akan membimbing anda ke dalam kereta maha YAHWEH, agar anda bisa mencari jiwa yang terhilang buat Ha Mashiah.

lnilah amanat pelayanan bagi setiap orang Kristen tanpa pandang umur, jenis kelamin, suku bangsa, atau kedudukan sosial apa pun. Sebab ini adalah amanat bagi setiap orang, baik laki-laki maupun wanita, putera maupun puteri yang telah menerima Ha Mashiah dalam hidupnya.  <:::><

15. BERKUNJUNG ATAU MEMENANGKAN JIWA

Adalah penting bagi kita untuk membedakan antara melakukan kunjungan dalam rangka acara pelayanan gerejani dan memenangkan jiwa.

Gereja telah menemukan kembali sebagian besar ajaran dasar dari gereja yang pertama, tetapi barulah setelah Abad Kegelapan maka memenangkan jiwa secara perorangan di kalangan orang-orang berdosa itu mendapat perhatian dari padanya.

Membangkitkan kembali kebenaran ini adalah penting sekali. Sebab justru inilah yang menunjukkan ciri gereja yang lahir pada hari Pantekosta. Oleh sebab itu gereja yang semacam ini pulalah yang dimaksudkan Ha Mashiah sebagai mempelainya pada saat Ia datang kembali kelak untuk menjemputuya.

Ada terdapat bukti-bukti bahwa kebenaran tentang pengin­jilan pribadi itu sedang mulai berkembang giat dan mekar sepenuhnya. Di mana-mana para kaum rohaniwan dan orang-orang Kristen yang penuh pengabdian memperbincang­kan soal itu. Para pengarang buku berbicara soal itu. Para pendeta menaruh perhatian besar dalam hal itu. Program-program baru lalu diterapkan dalam bidang ini.

Tetapi sebagian besar cara pendekatan yang ditempuh itu selama ini kurang begitu lancar rasanya, sebab kecenderungan yang kita lihat sekarang ini ialah bahwa orang melakukan “kunjungan,” ada yang menyebutnya dengan istilah “besuk” atau “penginjilan statistik”. Dalam hal ini ada terdapat banyak macam versi dan pola, tetapi sebagian besar diantara­nya masih kurang memenuhi syarat bagi memenangkan jiwa-di luar dari lingkungan gerejani. Sejumlah besar “kunjungan” atau penginjilan statistik itu adalah paling banyak memenuhi lembaran acara kegiatan suatu gereja. Buku-buku dan tulisan-tullsan banyak sekali memuat cara pelaksanaan dari pada bentuk penginjilan apapun juga.

Dan kita harus akui secara jujur bahwa bentuk penginjilan inl bertanggungjawab atas segala jiwa yang patut dijangkau, meskipun hasilnya bagi gereja hanyalah 10 persen. Lalu apakah yang harus kita perbuat dengan yang 90 persen selebihnya itu? Yang tidak tahu datang ke dalam gereja?

Ide yang dimiliki banyak orang kurang memperhitungkan nasib yang 90 persen jiwa-jiwa ini. Konsep yang umum adalah bagaimana ramai-ramai orang pergi keluar dan menghubungi sebanyak mungkin orang lalu mengundang mereka ke gereja. Agar menghadiri suatu program, atau makan-minum, atau suatu pertemuan, suatu klab, suatu acara khusus yang istimewa, entah apa saja yang bia kita pikirkan untuk mengajak orang datang ke gereja.

Kita menganggap bahwa tugas penyelamatan itu adalah suatu pekerjaan berupa seni yang tinggi, yang diperuntukkan saja bagi pendeta atau pekerja profesional di kalangan gereja. Sebab pada umumnya orang beranggapan bahwa orang awam adalah tidak mampu untuk membawa jiwa kepada keselamatan. Tugas mereka cukup saja pergi keluar dan mendaftarkan orang-orang untuk datang hadir ke gereja. Selanjutnya gereja dengan gedungnya yang megah itulah yang jadi sasaran. Nanti bapak pendetalah yang akan bertindak untuk keselamatan mereka.

Acara semacam ini harus kita akui baik, tak ada salahnya. Tetapi terlampau mengabaikan jumlah yang 90 persen itu yang berada di luar pagar gereja.

Mereka itu pun PATUT kita perhitungkan!

Seorang pemuda Kristen di Inggris berkobar-kobar sema­ngatnya setelah mendengar ceramah tentang memenangkan jiwa yang diselenggarakan oleh salah seorang anggota kita. Anak muda itu lalu pergi keluar dan bersaksi di kalangan kelompok pemuda nakal, dan dalam waktu beberapa hari saja ia telah memenangkan mereka itu untuk Ha Mashiah.

Anak muda itu bertanya kepada pendetanya apakah ia boleh membawa serta rombongan teman-temannya yang baru itu untuk berbakti di dalam gereja. Pada waktu itu ia lupa menjelaskan bahwa keadaan lahiriah mereka, cara berpakaian dan dandanan rambut mereka adalah tidak sesuai dengan ukuran kerapihan yang tradisional.

Pada waktu mereka memasuki gedung gereja bersama dengan rombongan itu, maka dengan tajam sekali anak muda itu mendapat teguran, karena telah membawa serta golongan orang yang begitu duniawi dan tiak pantas ke dalam tempat yang suci. Mereka dianjurkan untuk pergi dan hanya boleh kembali apabila dandanan pakaian dan rambut mereka itu sesuai dengan standar yang dimillkl oleh “gereja.” Kepada anak muda itu ditekankan satu peringatan keras: “Tempatmu adalah di dalam gereja. Di sini kamu harus belajar bagaimana untuk menjadi seorang Kristen yang pantas. Kau tidak punya urusan apa-apa untuk pergi keluar dan membawa kesaksian semacam itu. Kau harus serahkan tugas bersaksi itu kepada kami yang berwenang untuk melakukan hal semacam ltu.”

Akan tetapi apa yang dilakukan anak muda itu adalah tepat sama dengan perempuan Samaria setelab ia bertobat. Memang sangat sedikit sekali kaum profesional itu bisa bersaksi tentang sukses Yeshua sebagai pribadi. Padahal dunia tidak memerlukan nasehat seorang profesional. Yang diperlukan orang ialah Yeshua Ha Mashiah. Mereka ingin tahu tentang Ha Mashiah. Dalam bentuknya yang sesederhana mungkin – dengan istilah-istilah yang mereka bisa pahami semudah mungkin tanpa berbelit-belit.

Kaum awam Kristen harus kita bimbing dan dorong untuk pergi keluar ke tempat rumah-rumah orang berdosa agar membawa orang berdosa itu mengambil kesimpulan untuk menerima Ha Mashiah. Di tempat itu juga mereka boleh bersaksi. Seseorang bisa saja pergi ke suatu toko buku dan memborong sejumIah buku-buku rohani, merancang sejumlah kunjungan rumah tangga, mempersiapkan diri menyebarkan Injil dan sebagainya. Pendeknya apa saja yang bermanfaatlah.

Selama seratus tabun belakangan ini memang acara penginjilan telah berkembang demikian pesatnya sehingga banyak sekali rencana telah disusun orang, bahan bacaan dicetak, dan selama dua puluh tahun terakhir ini orang sibuknya bukan main. Kegiatan itu timbul di mana-mana bagaikan cendawan di musim hujan. Lebih besar lagi jumIah orang Kristen yang berkunjung ke rumah-rumah untuk menggapai jiwa-jiwa terhilang. Acara seperti ini sungguh bagus. Langkah ini merupakan satu langkah lebih dekat ke arah apa yang berkenan bagi Ha Mashiah. Dan saya sendiri juga sangat berbesar hati melihat kemajuan rencana penginjilan yang begitu hebat itu.

Tetapi di lingkungan sebagian besar gereja rencana penginjilan semacam ini tidak memanfaatkan tenaga kaum awam. Mereka TIDAK didorong atau diberi semangat untuk pergi dan membawa jiwa-jiwa untuk mengambil keputusan mengenai sikapnya terhadap Ha Mashiah. Gereja menganggap tugas ini hanya boleh dilakukan di dalam gedung gereja. Dan tugas kaum awam hanyalah mendaftarkan saja orang-orang yang mereka hubungi.

Akan tetapi kenyataannya menunjukkan babwa 90 persen dari jiwa-jiwa yang terhilang itu berada di luar garis lingkungan gereja. Dan mereka tidak mungkin datang langsung sendiri ke gereja. Itulah sebabnya kaum awam harus siap sedia untuk berjuang di luar pagar dan memenangkan jiwa-jiwa itu. Kaum awam harus bersaksi kepada mereka itu.

Marilah kita bayangkan peri keadaan sebuah perusahaan alat pembersih ruangan yang terbuat dari listrik. Misalkan saja perusahaan itu mengirim perwakilannya yang serba parlente dan sopan santun terjun ke masyarakat sambil berkunjung dari satu rumah ke rumah yang lainnya sambil berkata : “Kami adalah dari perusahaan alat-alat pembersih ruangan. Kami ingin mengundang anda hadir beserta keluarga anda untuk datang ke ruang pameran yang kami selenggarakan. Kami telah menyusun acara yang menarik, termasuk di dalamnya rombongan koor dari perusahaan kami. Distrik Sales Manager kami akan memberi ceramah kepada anda. Dia adalah seorang pembicara yang ulung dan anda pasti menyukai kepribadiannya.”

Strategi yang dipasang dalam hal ini ialah: Asal kita bisa menggiring orang-orang itu ke tempat pertemuan, maka baru di situlah kita hendak menjual alat-alat keperluan rumah tangga itu.

Tentu saja strategi semacam itu tidaklah buruk. Setiap tindakan semacam ini pasti bisa memajukan kepentingan perusahaan. Cuma masalahnya ialah bahwa perusahaan itu bisa jatuh bangkrut-bukan saja karena alat-alat yang dijualnya itu kurang baik, tetapi karena terutama sekali jumlah pembeli yang ingin dicapai itu hanya terbatas pada persentase yang kecil sekali. Hanya mereka yang berhasil disuruh berpakaian rapih yang mempunyai mobil untuk datang ke pusat kota untuk menyaksikan pertemuan dan pameran promosi barang-barang itu.

Dan tahukah anda bahwa suatu perusahaan tidak mungkin melakukan hal semacam itu? Yang mereka lakukan ialah melatih sungguh-sungguh petugas-petugas perwakilan mereka, lalu mengirim mereka ke segala penjuru angin sambit membawa alat produksi pabrik mereka itu. Mereka berkelilng dari rumah ke rumah dan menjual langsung alat-alat itu kepada pembeli. Tidaklah heran kita menyaksikan Yeshua pernah berkata: “Anak-anak dunia ini dari generasi mereka adalah lebih bijaksana dari pada anak-anak di dalam terang.” Lukas 16:8.

Ciri khas dari Gereja yang pertama ialah bersaksi kepada setiap orang dan memenangkan jiwa buat YAHWEH, di manapun mereka temukan jiwa itu. Hal ini adalah wajar bagi seorang Kristen. Tetapi baru kemudian orang terjerumus dalam sikap yang kaku dan menjadi tradisionil, Ialu meninggalkan cara memenangkan jiwa itu sebagai tugas para pendeta dan pekerja profesional saja.

Pemilik sebuah hotel di negeri Belanda telah bertobat dan menerima Ha Mashiah pada waktu kami melakukan kampanye di sana. Berhari-hari setelah itu ia terus saja bersaksi kepada para tamunya dan menganjurkan mereka untuk menerima YAHWEH dalam hidupnya.

Adalan suatu hal yang lumrah bagi orang yang baru bertobat itu untuk menyampaikan kabar kesukaan ini kepada orang lain, agar orang lain itu pun turut diselamatkan. Oleh sebab itu hendaklah gereja menganjurkan hal ini. Tetapi apa yang dikerjakan gereja? Ia malah membela tradisi yang serba kaku itu.

Pikiran yang umum berlaku adalah bahwa orang-orang Kristen itu tidak mampu untuk berhubungan dengan orang-orang berdosa. Sebab orang menganggap mereka kelak berhadapan dengan masalah-masalah perdebatan atau perlawanan sengit dalam pendirian orang, yang seorang awam tidak mampu untuk mengatasinya.

Maka justru karena itulah kita harus AJARKAN cara memenangkan jiwa itu!

Biasanya Gereja memang tidak memperkenankan seorang anggota baru untuk memberikan pelajaran agama dalam sekolah minggu atau perkumpulan bersama. Gereja-gereja yang baik sering kali menyelenggarakan kursus latihan kepemimpin­an untuk melatih dan membentuk kader pengajar.

Maka dengan cara yang sama pun gereja hendaknya menyelenggarakan kursus latihan eara memenangkan jiwa, untuk membina dan melatih serta memajukan pelayanannya yang terbesar di atas muka bumi ini. Kursus latihan pembinaan itu hendaknya diberikan kepada anggota-anggota kaum awam biasa dan dilakukan secara tetap dan teratur.

Perusahaan-perusahaan melatih salesman mereka. Saksi-saksi Yehova melatih anggota-anggota mereka.

Gereja-gereja yang sejati melatih guru-guru mereka. Kelas-kelas dan konferensi tertentu diselenggarakan khusus untuk mengarahkan orang-orang pada program “kunjungan rumah” itu.

Tetapi hampir tidak ada gereja yang melatih anggotanya di dalam seni memenangkan jiwa. Jarang sekali kita menemukan Sekolah Alkitab atau seminari yang mempunyai kurikulum atau jadwal pelajaran yang mengandung seni memajukan cara memenangkan jiwa, dan melatih mereka berkecimpung di luar gereja sendiri. Padahal justru hal itulah – yang merupakan kunci emas – ke arah sukses dari pada Gereja yang pertama.

Dengan ajaran dan kebenaran utama dari gereja yang pertama itu yang kita gali kembali sekarang ini, maka sudah tiba saatnya kita harus berbuat sesuatu sesuai dengan kebenaran itu. Kita harus keluar dan membagi-bagi berkat YAHWEH kepada orang-orang yang berdosa.

Sekali kebenaran ini beroleh kembali ke landasannya yang tepat, maka Alkitab akan merupakan sebuah buku yang baru dan segar bagi Gereja. Para pengarang akan menghasilkan buku-buku yang bermanfaat sekali tentang caranya memenang­kan jiwa. Kursus-kursus yang intensif akan diselenggarakan, konferensi, pelajaran rutin, dilakukan untuk tujuan itu, dan para pendeta akan menemukan sumber yang tak kunjung habis-habisnya untuk mengajarkan kepada sidang jemaatnya, baik pria maupun wanita, bagaimana keluar untuk bersaksi dan memenangkan jiwa yang terhilang seperti yang pemah dikerjakan oleh Gereja yang pertama-DILUAR LINGKUNG­AN SENDIRI.

Oleh sebab itu sangat dibutuhkan guru-guru yang bisa mengajar seni memenangkan jiwa. Baik pria maupun wanita akan menemukan suatu dimensi yang baru dalam pelayanan­nya. Penginjil-penginjil akan mengajar seni bersaksi di dalam bagian pelayanan mereka. Kelompok-kelompok pemuda akan beroleh harapan baru di dalam kekeristenan mereka. Sidang jemaat yang tadinya melempem akan beroleh kesegaran kembali. Suatu masa baru di dalam dunia kekristenan akan menampilkan adegan-adegan dari dalam panggung riwayat kekristenan kita. Mungkin saja gereja itu akan merupakan Gereja yang teraniaya, tetapi ia akan merupakan satu Gereja yang bergerak dan hidup di tengah masyarakat.

Sudah terdapat kecenderungan di kalangan orang-orang beriman di mana-mana untuk bergerak. Mereka berkata: “Kita tidak merasa betah hanya duduk-duduk di dalam gedung gereja saja. Kita merasa ada sesuatu yang kekurangan pada diri kita. Kita mempunyai pendeta yang bai dan gedung yang bagus. Tetapi kita belum merasa puas. Sebab kita tidak memenangkan jiwa. Kita mempunyai program kunjungan yang bagus, tetapi orang-orang yang berdosa itu tidak mau hadir di antara kita.”

Ini adalah kehendak YAHWEH, agar kita mencari jiwa-jiwa yang terhilang itu-di luar dari pada lingkungan kita sendiri.

“Kunjungan” itu berarti anggota-anggota gereja yang harus keluar mengundang orang untuk ikut serta dalam kegiatan atau acara gerejani. Tetapi “memenangkan jiwa secara perorangan” adalah satu orang bicara kepada lain orang tentang kebutuhan orang lain akan Yeshua Ha Mashiah sebagai Juru Selamatnya, dengan tujuan agar orang itu mengambil keputusan langsung di tempat ita juga. TUGAS PELAYANAN INI ADALAH KEWAJIBAN SETIAP ORANG BERIMAN BAIK PRIA MAUPUN WANITA.

Kami sama sekali tidaklah bermaksud hendak mengurangi arti dari “kunjungan rumah tangga” itu. Selama ini cara itu telah merupakan satu kegiatan yang menguntungkan bagi gereja. Tetapi perlu saya ulangi lagi: Bahwa kita harus menjangkau sedapat mungkin setiap jiwa yang terhilang agar bisa datang ke gereja dan kita harus menyelamatkan mereka apabila mereka datang ke tempat kita.

Tetapi janganlah kita ANDALKAN cara memenangkan jiwa itu pada gedung gereja kita sama sekali.

Kita harus memperbaharui rencana dan cara kerja kita. Kita harus menyelenggarakan kursus-kursus latihan dan program untuk PENGINJILAN PERORANGAN. Kita harus mengajar orang Kristen bagaimana bertindak untuk membim­bing jiwa yang terhilang agar menerima Ha Mashiah dan dilahirkan kembali. Baik laki-Iaki maupun kaum wanita wajib melakukan­nya.

Kita harus membuktikan kepada 90 persen orang-orang yang belum mengenal gereja itu bahwa kita pun turut prihatin atas nasib mereka juga – bahwa Ha Mashiah yang kita miliki itu akan mau menyelamatkan orang berdosa juga di dalam rumahnya sendiri, atau di dalam pabrik tempat ia bekerja, atau di tengah taman terbuka bagi umum, sama dan cukup mulia seperti pertobatan yang terjadi di dalam gedung gereja.

Pergilah keluar lingkungan gereja anda sendiri dan bersaksilah tentang kekristenenan anda itu, di tengah jalan raya dan kesibukan hidup ini, maka Roh Kudus akan menunjukkan kepada anda – seperti Ia juga telah menunjukkan kepada Pilipus – kepada jiwa mana anda harus berbicara dan ANDA AKAN MENJADI SEORANG PEMENANG JIWA YANG TERHILANG – dan bukannya hanya sekadar seorang yang datang melakukan kunjungan rumah tangga atau sekadar pertemuan biasa saja dengan seseorng itu.

Sambungan dari bagian 1 (Pendahuluan-bab 7)
Bersambung ke bagian 3 (16-20)

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Oktober 2017
      M S S R K J S
      « Jul    
      1234567
      891011121314
      15161718192021
      22232425262728
      293031  
  • Cari