Mesir: Dua Gereja Koptik dibom saat merayakan Hari Minggu Palm, 5 hari sebelum Paskah

Jemaat Gereja St. George di Tanta Mesir dibom Muslim saat ibadah

JemaatKoptik di Tanta Mesir dibom saat ibadah

Jemaat Kristen Koptik sedang berkumpul merayakan Minggu Palm, sebuah Hari Perayaan Kristen memperingati Yeshua Ha Mashiah menggendarai keledai muda diiringi oleh murid-murid-Nya menuju Bait Elohim dan rakyat di sepanjang jalan menyambut-Nya dengan teriakan meriah  dan lembaian pucuk-pucuk daun palm muda pada tangan mereka, serta meletakkan pakaian mereka dan potongan  ranting pohon zaitun pada jalan yang Dia lalui: ‘Hosanna! Diberkatilah Dia yang datang dalam Nama YAHWEH! Diberkatilah kerajaan Daud, leluhur kita, yang datang dalam Nama YAHWEH! Hosanna di tempat yang mahatinggi!”  (Markus 11:9-10), menggenapi nubuatan nabi Zakharia 9:9.

Serangan bom pertama terjadi di dalam gedung Gereja St. George di Tanta, membunuh 27 jiwa dan melukai 78 lainnya. Beberapa jam kemudian seorang Muslim meledakkan dirinya sendiri di depan Gereja St. Markus di Alexsandria, menewaskan 16 orang dan melukai 41. Total korban jiwa menjadi  43 dan 119 luka-luka.

Uskup  Angaelos, Uskup tertinggi untuk Gereja Koptik di Britania Raya mengkomentari peristiwa ini: “Sementara itu masih terlalu dini untuk menentukan tanggung jawab, apa yang tak terbantahkan adalah kebrutalan ketidak berperasaan dan tanpa hati dapat menyebabkan seseorang atau orang-orang  mengambil nyawa orang tidak bersalah tanpa pandangbulu, terutama yang paling rentan jam doa,” ia menulis dalam sebuah pernyataan.

Dick Brogden, seorang pemimpin Kristen di Kairo berkata kepada CBN News bagaiman respon saudara-saudarinya, “Mereka tidak meresponi dengan marah atau mengangkat senjata. Sebaliknya dari pimpinan tertinggi Gereja Koptik sampai ke level jemaat, mereka telah memberi pipi sebelah mereka. Mereka memiliki roh Mashiah. Mereka telah berkata kami bersedia menderita demi Yeshua.”

Sumber tulisan:

Baca lebih lanjut

Iklan

Skotlandia: Penginjil dikunci, dituntut dengan kejahatan benci karena mengutip Alkitab ke seorang remaja gay

“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Elohim.” (2 Timotius 3:1-4)

gordon-penginjil-jalanan-ditahan-polisi-skotland-karena-mengutip-ayat-alkitab

Gordon Larmour ditahan Polisi Skotland karena Injil

Seorang pengkhotbah jalanan Kristen ditahan dalam sel dan dituntut dengan kejahatan benci karena mengutip kitab Kejadian dalam menanggapi pertanyaan seorang remaja gay: ”bagaimana Elohim memandang homoseksual?”

Gordon Larmour, 42, menghabiskan waktu malamnya dalam tahanan dan menghadapi percobaan enam bulan atas tuduhan sebelum akhirnya mereka membawa ia ke sidang bulan lalu.

Bapa dari satu orang anak ini, telah melakukan kotbah-kotbah di jalanan selama tujuh tahun setelah ia menjadi pengikut Yeshua (Kristen), kejadian ini berawal ketika ia sedang membagikan traktat-traktat Kristen di kota ia tinggal, Irvine, Ayrshire, Juni lalu ketika sebuah kelompok remaja pria melewatinya, Telegraph melaporkan. (5 Februari 2017)

Ia, Gordon, berkata kepada mereka: ”Jangan lupa Yeshua mengasihi kalian dan Dia telah mati bagi dosa-dosa kalian.”

Seorang dari mereka bertanya kepada Mr. Lamour, ”Apa yang Elohimmu katakan tentang homosexual?” Ia menjawab dengan merefer ke Kitab Kejadian, yang menyatakan bahwa Elohim telah menciptakan Adam dan Hawa untuk menghasilkan anak-anak.

Dua remaja (dari antara mereka) berargumentasi dan Mr. Lampur menyatakan bahwa dialah yang dikejar oleh seorang dari remaja tersebut. Bagaimanapun, dialah yang ditahan dan dijebloskan ke mobil polisi sebelum ada ditahan di kantor polisi semalaman, dituntut dengan mengancam atau penyerangan yang dibangkitkan oleh prejudis berkaitan ke orientasi sex.

”Saya berpikir seharusnya polisi menangani itu berbeda dan mendengarkan apa yang telah saya katakan. Mereka seharusnya menenangkan remaja tersebut dan selesai disitu,” Mr. Larmour berkata kepada Scottish Herald hari Minggu kemarin.

Ia menambahkan: ”Di pengadilan teman remaja tersebut berbicara benar – bahwa saya tidak menyerang dia ataupun memanggil dia nama-nama yang bersifat homophobia. Saya hanya sederhananya menjawab pertanyaan dia dan berkata kepadanya tentang Adam dan Hawa dan Sorga dan Neraka. Berkotbah dari Alkitab bukanlah suatu kejahatan.”

Di Pengadilan Sheriff Kilmarnock, Sheriff Alistair Watson setuju, membebaskan Mr. Larmour dari tuntutan. Ia juga menemukan bapa ini tidak bersalah dari tuduhan ke dua ”meyerang yang dibangkitkan oleh prejudis berkaitan ke orientasi sex.”

Mr. Larmour berkata, ”Saya tidak dapat mengerti mengapa saya ditahan pada kejadian tersebut – itu adalah sebuah reaksi berlebihan yang besar dan membuang waktu setiap orang. Polisi tidak mendengarkanku. Mereka segera mengambil posisi membela remaja laki homosex tersebut dan menyerang hak-hakku.”

”Saya merasa mereka (para polisi di kejadian tersebut) telah mencoba begitu keras untuk nampak mereka melindungi para minoritas, sebaliknya ternyata mereka pergi terlalu jauh. Saya ingin ada mampu untuk bercerita kepada orang-orang kata-kata baik dari Injil dan berpikir saya haruslah ada bebas untuk melakukannya juga. Saya saat itu tidak berbicara opini-opini saya sendiri – saya mengutip dari Alkitab.”

Andrea Williams, Pemimpin eksekutiv Pusat Legal Kristen (the Christian Legal Centre), berkata: ”Itu adalah sangat melegakan bahwa Hakim mendukung Gordon, sebab kasus tersebut tidak penting untuk dipermasalahkan.” 

Skotland adalah negara asal penginjil terkenal John Knox, ia begitu mengasihi negerinya sehingga ia berkata, “Berikan saya Skolandia, atau saya mati!” Video dokumentasi: John Knox and The Scottish Covenanters

Sumber terjemahan dan ada lebih dari 2300 komentar, lihat di sini. Preacher Locked Up, Charged with Hate Crime for Quoting Bible to Gay Teen Baca lebih lanjut

Daftar 50 Teratas Negara Penganiaya Terburuk atas umat Kristen 2016 World Watch List

“Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yohanes 16:33)

Organisasi Open Doors telah mengelarkan The World Watch List 2016, yang adalah sebuah ranking 50 negara-negara teratas dimana orang-oran Kristen menghadapi penganiayaan terburuk oleh karana iman mereka. Sumber.

9 dari 10 negara pengaiaya umat Kristen sedunia tertinggi ditempati oleh negara-negara dimana Hukum Islam adalah hukum negara. Dan 37 dari 50 negara terdaftar terjadi di negara dimana penganut agama Islam adalah moyoritas. Persentasi umat beragama di tabel diambil dari Wikipedia.

1 R. KorUt 21 Qatar 41 Kuwait
2 Irak 22 Mesir 42 Kazakhstan
3 Eritrea 23 Myanmar 43 Indonesia
4 Afganistan 24 Palestina Ter. 44 Mali
5 Syria 25 Brunai 45 Turkey
6 Pakistan 26 R. Afrika Tengah (15%) 46 Kolombia
7 Somalia 27 Yordania 47 U. Arab Emirat
8 Sudan 28 Djibouti 48 Bahrain
9 Iran 29 Laos 49 Niger
10 Libya 30 Malaysia 50 Oman
11 Yemen 31 Tajikistan
12 Nigeria 32 Tunisia
13 Maldives 33 R.R.Cina
14 Arab Saudi 34 Azerbaijan
15 Uzbekistan 35 Bangladesh
16 Kenya (11%) 36 Tanzania (32%)
17 India (Hindu) 37 Algeria
18 Ethiopia (43,5/ 33,9)* 38 Bhutan (74,7)
19 Turkmenistan 39  Comoros
20 Vietnam 40 Mexico

*: Ethiopia mayoritas adalah Orthodox  (43,5%), dan kedua tertinggi adalah Muslim (22.9%)

Baca lebih lanjut

Pakistan: 5 Muslim menerima hukuman mati karena membunuh satu keluarga Kristen

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.  (Injil Yohanes 16:1-4, ITB)

Masyarakat Kristen Pakistan protes diskriminasi Muslim atas Kristen di Pakistan.jpg

Masyarakat Kristen Pakistan membela saudara mereka yang teraniaya

Pengadilan Pakistan telah memberikan hukuman mati kepada lima Muslim yang terbukti menyiksa dan sepasang suami-isteri Kristen atas tuduhan pembakaran Kuran, menurut Morning Star News.

Ratusan warga desa Kot Radha Kishan, Pakistan terlibat dalam serangan atas Shahzad Masih (26 tahun) dan istrinya yang sedang hamil lima bulan, Shama (24 tahun), keduanya dilemparkan ke pembakaran batu bata yang sedang menyala.

Penduduk desa dihasut oleh para pemimpin Muslim yang menyerukan kekerasan terhadap pasangan yang  dituduh  membakar Kuran.

Pengadilan Anti-Teroris Hakim Chaudhry Azam telah memberikan hukuman mati ke Irfan Shakoor, Muhammad Hanif, Mehdi Khan, Riaz Kamboh dan Hafiz Ishtiaq, awal minggu lalu (Minggu ke 46), berikut hukuman denda 200.000 rupi Pakistan atau 1.900 Dollar AS. Delapan orang lainnya menerima dua tahun hukuman penjara.

Jaksa Riaz Anjum, yang mewakili ayah dari perempuan meninggal, mengatakan kepada Morning Star News bahwa meskipun pada awalnya lebih dari 50 orang telah didakwa membunuh, kebanyakan dari mereka dibebaskan setelah anggota keluarga Shahzad Masih mengirim pernyataan menyangkal bahwa mereka hadir saat perisitiwa itu terjadi.

“Meskipun demikian, ini adalah berita menggembirakan untuk komunitas Kristen di Pakistan,” ujar Anjum. “Keluarga almarhum orang telah menderita banyak tekanan, meskipun negara telah menjadi keluhan dalam hal untuk menggagalkan upaya apapun untuk menekan keluarga korban untuk mencapai penyelesaian dengan dakwaan yang kuat.”

“Tapi hukuman atas lima orang oleh pengadilan tidak suatu usaha yang kecil, dan saya berharap vonis ini akan dilihat sebagai peringatan keras menentang kekerasan sejenis terhadap para minoritas di masa depan,” katanya.

Masih dan istrinya bekerja sebagai buruh terikat di tempat pembakaran batu bata. Pasangan bertahan hidup dengan empat anak mereka.

Banyak oran Kristen Pakistan hidup di dalam perbudakan sampai saat ini, upah yang mereka dapat terlalu kecil untuk kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga anak mereka meneruskan pekerjaan yang sama untuk membayar hutang kepada tuan mereka. Dan jika mereka protes karena pekerjaan ekstra yang tidak dibayar atau tidak ingin bekerja pada hari Minggu karena ingin beribadah, maka tuannya dengan mudah menutup mulut mereka dengan tuduhan ”membakar Kuran” atau ”menghina nabi Muhammad.” Ini jenis tuduhan umum yang telah diketahui oleh banyak organisasi Hak-hak Asasi Manusia baik di dalam maupun di luar Pakistan, seperti: Voice of Martyrs, ChrsitianPakistan, OpenDoor. Dan masyarakat Muslim di banyak desa di Pakistan dengan mudah dimanfaatkan oleh pemimpin agama Islam untuk banyak tujuan.

Sumber berita: Five Muslims Sentenced to Death For Killing Christian Couple in Pakistan (CBN News; 27/11/2016)

Baca lebih lanjut

Skotlandia: Asah Shah dibunuh setelah mengepos ‘Very Happy Easter’

“Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin,” Yeshua berkata tentang tanda kesudahan zaman. (Matius 24:12)

Asad Shah Muslim Glasgow terbunuh di minggu Paskah 2016Asah Shah (40 tahun) ditemukan terluka parah karena ditusuk pisau sedikitnya 30 kali di luar tokonya di Shawlands, Glasgow. Peristiwa terjadi sekitar pukul 9 malam tanggal 21 Maret, Minggu Paskah.

Tambahan dari luka-luka tusukan di atas, nampak bahwa Tanveer Ahmed (32 tahun), pelaku pembunuhan, juga menginjak kepala Asah. Pemilik toko ini kemudian meninggal dunia di rumah sakit.

Asah Shah terbunuh empat jam setelah ia mengirim sebuah pesan video pada Facebooknya mengucapkan kepada seluruh orang Kristen selamat Paskah:*

“Good Friday and a very Happy Easter, especially to my beloved Christian nation. Let’s follow the real footstep of beloved holy Jesus Christ and get the real success in both worlds.” (Jumat Agung dan Paskah yang sungguh Bahagia, khususnya kepada negara Kristen yang saya cintai. Marilah ikuti langkah nyatakasih Yeshua Ha Mashiah dan mendapat sukses nyata dalam kedua dunia (kehidupan sekarang dan kehidupan kekal))

Namun di Pengadilan Tinggi Glasgow Ahmed (supir taxi) menyangkal bahwa ia membunuh Shah oleh karena pesan toleransi Shah kepada penduduk negara Kristen tersebut. Sebaliknya ia bangga dengan perbuatannya dan menyalahi aliran agama Islam yang dianut oleh Asah Shah, yakni Islam Ahmadiah. “Jika saya tidak melakukan ini, orang-orang (Muslim) lainnya akan melakukannya dan akanlah ada lebih pembunuhan dan kekerasan di dunia,” Tanveer Ahmed berkata.

Islam Sunni mengaggap aliran Islam Ahmadiah sebagai aliran sesat. Diperkirakan ada 500 Muslim Ahmadiah di Skotlandia dan lebih dari 10 juta di seluruh dunia.

Motif dari pembunuhan ini dinyatakan sebagai peristiwa “prejudis yang bersifat keagamaan.”

Laporan menulis, ”Bunga-bunga penghormatan telah ada di letakkan pada jalan dimana kejadian terjadi,” termasuk uang sejumlah 90.000 £ (pound sterling) telah terkumpul untuk mendukung keluarganya yang ditinggalkan” karena Asah telah mempromosikan “kasihi semua orang, jangan membenci siapapun.”

Baca lebih lanjut

Raqqa: Pemuda Muslim mengeksekusi ibunya sendiri dimuka umum

Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya. (Kejadian 32:11)

Tentara Negara Islam Khalifat menjatukan pemuda homo dari atas gedung sebagai eksekusi hukum IslamSeorang militan Negara Islam Khalifat (Islamic State) telah mengeksekusi ibunya dimuka umum setelah ibunya mengajak dia untuk meninggalkan Negara Islam Khalifat (NIK) dan minggat dengan ibunya, Observatory Syria untuk Hak-hak Asasi yang berpusat di Inggris melaporkan pada hari Jumat (8/1/2016), Breaking Israel News mengutip. ISIS to England in New “Jihadi John” Video: We Will Invade Your Land and Rule by Shariah

Baca lebih lanjut

India: Mahasiswi bunuh diri karena dilarang ber Facebook

Seorang mahasiswi (17 tahun) dari Parbhani, India Barat menggantung diri setelah kedua orang tuanya  melarang dia memakai Facebook. Tubuh dari Aishwarya S. Dahiwal ditemukan di kamar tidurnya pagi berikutnya satu hari setelah larangan tersebut dengan catatan bunuh diri, “Apakah Facebook begitu buruk? Saya tidak tinggal di sebuah rumah dengan larangan-larangan seperti itu sebagaimana saya tidak dapat hidup tanpa Facebook.”

Keterikatan rokok  jaringan sosial FacebookKedua orang tua dari Aishwarya sungguh terkejut dengan tindakan putri mereka tersebut: “Kami tetap tidak dapat mempercayai hal ini. Kami sungguh terkejut,” Sunil Dahiwal, ayah korban berkata, “Kami hanya ingin dia untuk berkonsentrasi pada pelajarannya. Kami tidak pernah berpikir bahwa ia akan mengambil sebuah langkah yang tragis.”

Laporan menulis bahwa larangan itu dibuat karena kedua orang tua dari gadis ini melihat bahwa pemakaian Facebook dan komunikasi melalui telpon genggam Aishwarya telah membuat kuliahnya berantakkan. “Seperti semua orang tua,” kata petugas kepada wartawan The Times of India, “tujuan mereka hanyalah untuk meyakinkan bahwa putri mereka tidak salah jalan. Mereka menasehati dia untuk konsentrasi pada pelajaran-pelajaran sekolahnya, keluar dari percakapan panjang di telpon dan situs-situs jaringan social (seperti Facebook, Twitter dan sejenisnya).”

The India Real Time menunjuk bahwa kematian mahasiwa ini membawa perhatian ke trend bunuh diri dikalangan remaja di wilayah India Barat, propinsi Maharashtra. Tahun kemarin 16.112 orang membunuh diri di propinsi ini menurut Badan Catatan Kriminal Nasional India.

Nasehat untuk para orang tua:
Terlepas dari latar belakang agama kalian, atau kalian percaya atau tidak tentang ”dunia roh” perhatikanlah nasehat ini jika kalian tidak ingin mengalami kejadian seperti di atas.
1. Kesadaran dan pengertian. Para orang tua ingatlah ini, bahwa kehidupan sosial dan budaya kita telah bergeser begitu jauh dan sangat cepat – karena teknologi komunikasi dengan segala bentuknya. Dunia internet telah membuat orang tua tidak lagi mampu mengontrol – secara fisik 24 jam sehari 7 hari seminggu – putra dan putri mereka dari hal-hal yang kita tidak inginkan mereka lihat atau dengar (contohnya seperti film untuk orang dewasa, kekerasan, ideologi yang tidak bermoral). Ancaman keras dan hukuman badan hanyalah menambah anak-anak kalian semakin jauh dari orang tuanya.
Apa yang dikatakan ahli jiwa sebagai ”addiction” atau ”ketagihan” seseorang akan sesuatu hal, seperti mahasiswa di atas berkata,  ”saya tidak dapat hidup tanpa Facebook,” itu sesungguhnya adalah ”keterikatan” atau ”pengontrolan” jiwa seseorang, ia sadar itu tidak baik dan merusak tetapi ia ”tidak mampu melepaskan dirinya  dari cengkraman sesuatu tersebut – sebab ia terkendali.” Ini adalah pekerjaan roh-roh jahat, karenanya menghukum ”jiwa yang terikat roh jahat” hanyalah merugikan putra dan putri kalian.
2. Pemecahan masalah. Adonai Yeshua (Tuhan Yesus), di Injil, mengajar kita untuk mengikat dan mengusir roh-roh jahat pada jiwa yang terikat. Mintalah bantuan para Pendeta atau Hamba Tuhan yang mengerti ”Pelayanan Pelepasan dari roh-roh jahat.”
Pendekatan orang tua kepada remaja dan anak-anak mereka. Setelah masa Balita berlalu, hukuman ”tongkat kasih” di pantat tidaklah banyak bermanfaat bagi anak kalian. Pemberian alasan yang logis kepada remaja jauh bermanfaat dari ”kata-kata kemarahan dan larangan yang keras.” Teladan lebih kuat berbicara daripada ”kotbah.” Jika disiplin harus dijalankan, maka kita harus memastikan  satu hal ini: mereka tahu dan mengerti bahwa ”hukuman larangan”  yang kita buat adalah berdasarkan kasih sayang dan demi keuntungan mereka.
Kita bukan malaikat, bukan juga Elohim, yang bisa mengawasi mereka setiap saat. Kita telah banyak tanggung jawab dan perlu istirahat. Jalan terbaik untuk menjaga mereka adalah doa-doa kita kepada Elohim bagi orang-orang yang kita kasihi tersebut.
Semoga nasehat ini bermanfaat bagi para orang tua yang memiliki anak-anak remaja khususnya yang tinggal di kota besar.

Sumber berita: Indian teen commits suicide over Facebook ban: report

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

  • Kalender

    • Desember 2017
      M S S R K J S
      « Nov    
       12
      3456789
      10111213141516
      17181920212223
      24252627282930
      31  
  • Cari