Skotlandia: Asah Shah dibunuh setelah mengepos ‘Very Happy Easter’

“Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin,” Yeshua berkata tentang tanda kesudahan zaman. (Matius 24:12)

Asad Shah Muslim Glasgow terbunuh di minggu Paskah 2016Asah Shah (40 tahun) ditemukan terluka parah karena ditusuk pisau sedikitnya 30 kali di luar tokonya di Shawlands, Glasgow. Peristiwa terjadi sekitar pukul 9 malam tanggal 21 Maret, Minggu Paskah.

Tambahan dari luka-luka tusukan di atas, nampak bahwa Tanveer Ahmed (32 tahun), pelaku pembunuhan, juga menginjak kepala Asah. Pemilik toko ini kemudian meninggal dunia di rumah sakit.

Asah Shah terbunuh empat jam setelah ia mengirim sebuah pesan video pada Facebooknya mengucapkan kepada seluruh orang Kristen selamat Paskah:*

“Good Friday and a very Happy Easter, especially to my beloved Christian nation. Let’s follow the real footstep of beloved holy Jesus Christ and get the real success in both worlds.” (Jumat Agung dan Paskah yang sungguh Bahagia, khususnya kepada negara Kristen yang saya cintai. Marilah ikuti langkah nyatakasih Yeshua Ha Mashiah dan mendapat sukses nyata dalam kedua dunia (kehidupan sekarang dan kehidupan kekal))

Namun di Pengadilan Tinggi Glasgow Ahmed (supir taxi) menyangkal bahwa ia membunuh Shah oleh karena pesan toleransi Shah kepada penduduk negara Kristen tersebut. Sebaliknya ia bangga dengan perbuatannya dan menyalahi aliran agama Islam yang dianut oleh Asah Shah, yakni Islam Ahmadiah. “Jika saya tidak melakukan ini, orang-orang (Muslim) lainnya akan melakukannya dan akanlah ada lebih pembunuhan dan kekerasan di dunia,” Tanveer Ahmed berkata.

Islam Sunni mengaggap aliran Islam Ahmadiah sebagai aliran sesat. Diperkirakan ada 500 Muslim Ahmadiah di Skotlandia dan lebih dari 10 juta di seluruh dunia.

Motif dari pembunuhan ini dinyatakan sebagai peristiwa “prejudis yang bersifat keagamaan.”

Laporan menulis, ”Bunga-bunga penghormatan telah ada di letakkan pada jalan dimana kejadian terjadi,” termasuk uang sejumlah 90.000 £ (pound sterling) telah terkumpul untuk mendukung keluarganya yang ditinggalkan” karena Asah telah mempromosikan “kasihi semua orang, jangan membenci siapapun.”

Baca lebih lanjut

Raqqa: Pemuda Muslim mengeksekusi ibunya sendiri dimuka umum

Lepaskanlah kiranya aku dari tangan kakakku, dari tangan Esau, sebab aku takut kepadanya, jangan-jangan ia datang membunuh aku, juga ibu-ibu dengan anak-anaknya. (Kejadian 32:11)

Tentara Negara Islam Khalifat menjatukan pemuda homo dari atas gedung sebagai eksekusi hukum IslamSeorang militan Negara Islam Khalifat (Islamic State) telah mengeksekusi ibunya dimuka umum setelah ibunya mengajak dia untuk meninggalkan Negara Islam Khalifat (NIK) dan minggat dengan ibunya, Observatory Syria untuk Hak-hak Asasi yang berpusat di Inggris melaporkan pada hari Jumat (8/1/2016), Breaking Israel News mengutip. ISIS to England in New “Jihadi John” Video: We Will Invade Your Land and Rule by Shariah

Baca lebih lanjut

Murtad-murtad Iran membawa kehidupan kepada Gereja Jerman

BERLIN—Bagian dari Jerman yang adalah wilayah-wilayah sangat tanpa-iman di dunia. Pengumpulan suara menunjukkan bahwa percaya kepada Elohim di timur komunis tua ini (Berlin Timur adalah bekas bagian dari Komunis Rusia) hanyalah 13 persent.

Tetapi pengunjung gereja bertambah, terima kasih kepada para bekas orang Islam dari Iran. Pada Gereja Pertolongan Rumah Elohim (The House of God’s Help) di Berlin, oran-orang Persia yang berpindah ke Kristen telah membuat jumlah jemaat menjadi dua kali lipat.

“Itu telah datang seperti hujan dimusim panas yang tidak diduga,” diakon gereja Rosemarie Götz berkata. “Tiba-tiba orang-orang baru mulai berdatangan setiap minggu dan minta untuk ada dibaptis.”

“Pada mulanya hanya lima atau enam orang-orang Iran datang… dan kemudian mereka membawa teman-teman dan tetangga-tetangga mereka.”

Video dapat dilihat pada sumber aslinya (link tersedia di bawah).

Jerman telah menggalami suatu pertumbuhan agama Islam tahun ini. Para orang Islam telah melakukan kampanye nasional memberi Kuran di negara ini yang secara besar telah meninggalkan Kristianiti.

Tetapi para immigran  Iran, atau orang-orang Persia, telah mengalami kegelapan dan tekanan Islam di dalam negara asli mereka, dan mereka lapar akan kebebasan dan sukacita Kristianiti.

”Saya telah bertemu beberapa kali dengan teman-teman di Tehran (ibukota Iran) di sebuah gereja bawah tanah (sebutan untuk ”gereja rahasia”) dalam sebuah apartment dan mereka berbicara tentang Yeshua,” seorang pemuda bernama Michael, yang menghadiri gereja berkata kepada CBN News. ”Kami melakukan pelajaran-pelajaran Alkitab, tetapi terkadang tanpa Alkitab” [sebab tidak mudah didapat di Iran]. Dan lima tahun lalu saya dibaptis di dalam sebuah bakmandi.”

Semua orang Persia yang berbicara kepada CBN News berkata mereka menerima Ha Mashiah (Kristus) di Iran dan kemudian harus melarikan diri atau resiko penjara atau mati.

”Saya suatu hari sedang pergi ke sebuah pertemuan gereja rumah ketika saya melihat polisi diluar gedung, jadi saya tidak jadi masuk,” anggota gereja lainnya bernama David bercerita kepada CBN News. ”Dan kemudian saya telpon kerumah dan ibuku berkata, ’Polisi telah disini mencari kamu.’ Jadi saya tahu saya tidak dapat pulang kerumah, jadi mereka menolong saya lari dari negara.”

Seorang wanita bernama Nafiseh berkata itu sungguh susah belajar tentang  Kristianiti di Iran, ”Sebab itu dilarang jika seorang Islam dan ingin menjadi Kristen, suamiku pada waktu itu orang Islam dan ketika ia tahu bahwa saya ingin menjadi Kristen, dia melarang saya.”

“Saat itu sungguh sulit; saya harus meninggalkan kedua orang tua saya, jadi saya kehilangan rumahku, keluargaku,” wanita ini berkata.

Murtad-murtad beneran?
Götz berkata beberapa orang murtad tersebut terkejut mengetahui begitu banyak orang Jerman tidak tertarik di dalam Kristianiti. Ibu ini berkata, Kebanyakan mereka telah menjadi Kristen di Iran dan tahu lebih banyak tentang Kristianiti dari apa yang kamu harap. Mereka lebih didepan dari kita secara umum sebab mereka sudah dianiaya karena Mashiah dan mereka telah mengetahui dengan sangat cepat bahwa banyak orang Jerman adalah Kristen dalam panggilan saja. Dan mereka kecewa para Jerman menyia-nyiakan kebebasan beragama.”

Beberapa orang Jerman curiga kemurtadan mereka, sebab ada di baptis dapat menolong seorang pengungsi tinggal di Jerman dari pada di deportasi. Jadi Götz membuat para Persian murtad tersebut pergi melewati jadwal ketat kelas-kelas Alkitab.

”Saya telah curiga bahwa beberapa dari mereka hanya ingin dibaptis supaya mereka dapat ijin tinggal mereka di Jerman, ternyata yagn demikian hanyalah sedikit,” ibu ini berkata. ”Nyatanya, mereka yang telah dibaptis telah kembali kepada iman kita (Kristianiti) dan mengikuti kelas baptisan untuk keempat kalinya.”

Phenomena seluruh negara.
Tidaklah diketahui berapa banyak immigran Persia telah murtad dan bergabung di gereja-gereja Jerman, tetapi itu telah menjadi phenomena seluruh negara Jerman, dan yang dibaptis telah mencapai jumlah ribuan.

Pada (gereja) Pertolongan Rumah Elohim itu telah menguatkan jemaatnya.

”Orang-orang muda ini, berenergi, Kristen-kristen Iran yang rajin telah membawa sedikit kebangunan rohani dari Iran ke jemaat kami,” Götz berkata. ”Dan saya mengucap syukur bahwa jemaat lokal membuka hati-hati  mereka untuk mereka (orang Persia tersebut).”

Diterjemahkan dari:  Iranian Converts Bringing Life to German Church; ditulis oleh Dale Hurd; Dale Hurd adalah CBN News Senior Reporter (18/12/2012)

Baca juga:
Iran: Kebangunan rohani besar-besaran telah datangRibuan Muslim tinggalakan Islam di IrakSatelit SAT-7 semakin laris di Timur TengahKebangunan rohani di UkraniaRoh Kudus melawat Aceh dan Pekan BaruKebangunan Rohani di Indonesia; Penglihatan

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

 

 

 

 

Gadis Kristen Pakistan 12 Tahun Di Perkosa Dan Disiksa Karena Tidak Mau Murtad

Cara orang Islam memenangkan jiwa di Pakistan. The Asian Human Right Commission  (The AHRC) melaporkan bahwa gadis 12 tahun diculik, dibawa kedesa lain lalu diperkosa, dipaksa menikah, delapan bulan lamanya ia dipukuli dan diperkosa oleh karena tidak mau pindah ke Islam, British Pakistani Christian Association melaporkan.

Pada suatu hari Anna, anak gadis dari bapa Arif Masih di kota Lahor, dikunjungi oleh teman perempuan Muslimnya, Nida, untuk ’sebuah perjalanan shopping.’ Nida membawa Anna ke dalam mobil dimana paman Nida, Muhammed Irfan, sudah siap di depan kemudi mobil tersebut. Korban di bawah ketempat yang jauh sebelum ia dimasukkan kedalam rumah dan diperkosa. Dua hari setelah pemerkosaan pertama tersebut tiga wanita dari sanak famili pemerkosa, dilaporkan dengan nama Mumtaz Bibi, Farzana Bibi dan Kiran Bibi beserta Nida teman Anna memaksa Anna untuk menandatangani surat pernikahan ’bersedia dinikahi oleh Mohammed Irfan,’ dibawah ancaman bahwa korban tidak akan dilepaskan jika tidak mau mendatangani surat perjanjian tersebut. Gadis kecil di bawah ancaman tiga wanita dewasa dan ditempat yang sangat asing akhirnya menandatangi surat pernikahan di bawah umur tersebut; Hukum pernikahan di Pakistan wanita boleh menikah setelah berumum 16 tahun. Anna tetap ditahan selama lebih dari 8 bulan,  sampai akhirnya Anna berhasil melarikan diri dan menelpon orang tuanya. The AHRC (Komisi Hak Asasi untuk Asian) dalam laporannya menulis gadis Kristen 12 tahun ini telah diperkosa lebih dari satu pria selama priode 8 bulan penculikan itu.

Korban selama delapan bulan masa penculikan tersebut telah dibawa ke beberapa pusat Islam dimana korban dipaksa untuk memeluk Islam dan dipukuli dengan keras ketika korban menolak permintaan mereka.

Pada minggu pertama September 2011, lebih dari 8 bulan setelah Anna hilang, gadis kecil ini menelpon keluarganya dari Tandianwalla, Faisalabad, 190 Km dari Lahor. Orang tuanya menjemput Anna dan melaporkan kasus ini kepada kantor polisi.

Polisi berdiam diri bahkan berpihak kepada pemerkosa. Keluarga korban kecewa sebab polisi tidak mengambil tindakan untuk melindungi gadis 12 tahun ini dan juga tidak bersedia melakukan pemeriksaan medis.

Para pemerkosa menghubungi polisi melalui jalur kelompok agama Islamnya dan menunjukkan surat pernikahan yang menyatakan bahwa satu dari pemerkosa, yaitu Muhammad Irfan adalah suami dari si korban. Ketika orang tua Anna kembali ke kantor polisi menyertakan nama-nama dari para pemerkosa polisi mengancam orang tua korban dengan mengatakan bahwa Anna telah menikah dan telah pindah ke Islam, jadi lebih baik kembalikan gadis kecil itu kepada suaminya. Dan polisi menambahkan jika orang tua dari korban ini monolak saran polisi tersebut maka pihak korban akan dihadapkan dengan ancaman pelanggaran tindakan kriminalitas.

Komisi Hak Asasi Manusia mendapat kabar dari masyarakat Kristen Pakitan bahwa keluarga Kristen ini sekarang sedang menyembunyikan diri dari para pelaku pemerkosa dan pihak kepolisian.

Berdoalah untuk Anna dan keluarga korban untuk memiliki kekuatan mebawa masalah sampai keadilan terwujud. Berdoa juga untuk pemerintah Pakistan agar mereka menggambil tanggung jawab untuk menegakkan keadilan dan pembelaan yang adil bagi semua rakyat Pakistan, termasuk gadis Kristen 12 tahun ini.

Bagi pembaca yang ingin memberi petisi untuk pembelaan Anna ini bisa menulis di sini:

Pemerintah Pakistan telah dikenal sangat lemah di dalam menegakkan keadilan bagi rakyatnya yang berasal dari kelompok minoritas.  Tahun lalu, Maret 2010, seorang Kristen dipukuli dengan enam pria berkampak sampai meninggal dunia oleh karen pria Kristen ini tidak mau berpindah ke Islam. Polisi telah mencatat laporan ini namun belum ada tindakan nyata, Compass Direct berkata.

Pengancaman dan pemaksaan terhadap orang-orang Kristen di negara Islam Pakistan  sangatlah umum, sementara di negara-negara Barat orang-orang Islam mengaku bahwa Islam adalah agama damai dan satu ajaran dengan kepercayaan orang-orang Yahudi dan Kristen. Baca : Pakistan: Azra Bibi Terbebas dari Perbudakan!

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja

Umar ‘Fidayee’ kisah remaja pembom bunuh diri yang gagal dan menyesal

“Dia berkata kepada saya bahwa semua pendidikan sekolah adalah tidak ada gunanya,” Umar bercerita tentang seorang Taliban, Qari Zafar, yang telah  membawa hidupnya ke dalam dunai Jihad, mengutip perkataan Qari: ”jadilah pejuang Islam dan kamu akan pergi ke Sorga.” Umar bercerita pada siaran TV Pakistan sementara berbaring di rumah sakit.

Peristiwa yang bersejarah yang merubah hidup pria remaja bernama Umar ‘Fidayee’ (sama artinya dengan Jihadist) terjadi pada hari Senin tanggal 4 April 2011, ia bersama Ismail (16 tahun) dan rekan pembom bunuh diri lainnya masuk ke dalam keramaian orang-orang Islam Sufi yang sedang berkunjung ke kuburan Syed Sakhi Sarwari di Dera Ghazi Khan, Pakistan. Mereka siap melakukan aksi teror mereka.

Umar Fidayee adalah satu ratusan remaja desa yang di latih untuk menjadi pembom bunuh diri atas nama “berjuang demi agama Islam” oleh sebuah kelompok Islam Taleban di Pakistan. Umar berasal dari sebuah desa kecil bernama Khat, tidak jauh dari kota Mir Ali. Kemiskinan, rendahnya pendidikan di tempat ia tinggal, dan ditambah kondisi keluarga yang berat  menjadikan Umar sasaran yang empuk untuk terjaring di dalam gerakan Taiban ini. Ayahnya, Akbar Khan meninggal  beberapa bulan sebelumnya pada operasi bom bunuh diri di Karachi.

Kepada kami dikatakan bahwa kami akan diselundupkan ke dalam Afganistan untuk membunuh para non-Islam. Namun mereka membawa saya ke Dera Ghazi Khan. ”Tidak ada orang-orang kafir di sini,” Umar berkata kepada para Taliban senior. Dijawab, ”Orang-orang ini [para Islam Sufi] adalah lebih buruk dari para kafir.” Dan Umar diperintahkan untuk menarik tali bom pinggangnya 30 menit setelah dua bom lainya meledak, supaya menghasilkan korban yang semaksimal mungkin.

Setelah dua bom meledak, dan sekarang giliran  Umar untuk meledakkan bom yang terikat pada pinggagnya. Umar gagal, dalam keadaan panik oleh karena kegagalan tersebut ia berusaha untuk meledakan granat tangan, granat ini meledak dan menghancurkan sebuah tanganya. Polisi yang melihat kejadian ini segera menembak tangan Umar yang sebelah lagi.  Serangan bom bunuh diri tanggal 4 April ini membunuh 50 orang, Dan Umar di amankan oleh polisi.

Dalam pengakuannya kepada media, ia berkata: “350 sampai 400 pembom bunuh diri sedang dalam latihan di Mir Ali, di utara Waziristan. “Saya dilatih selama dua bulan dan melihat banyak remaja-remaja pria dari berbagai kebangsaan (Uzbek, Tazikkhan, Arab) ada juga dilatih di tempat tersebut.” Warziristan diketahui sebagai satu pusat pertahan Taliban dan al-Qaida.

Umar dengan nada menyesal dan meminta maaf kepada keluarga yang anggotanya telah terbunuh dan terluka, ”Elohim telah memberi saya kehidupan yang baru, tetapi saya sedih bahwa kami telah membunuh orang-orang dan anak-anak yang tidak bersalah.”

Lebih dari 4200 orang telah terbunuh di Pakistan oleh serangan Taliban dan kelompok Islam lainnya sejak tentara pemerintah Pakistan menyerbu sebuah mesjid yang dipakai oleh Islam radikal di Islamabad pada Juli 2007.

Perkataan Yeshua ini tepat untuk remaja Umar dari Pakistan di atas:

Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal.  (Injil Matius 18:8)

Pembunuhan kepada sesama manusia tidak akan pernah dibenarkan oleh Elohim, terlebih jika itu disertai kesombongan dan kebencian. Pembunuhan atas nama agama adalah tipuan Iblis yang paling jahat dan merusak bagi kehidupan manusia.

Disadur dari:   

  1. ‘400 Pakistan suicide bombers in training’ 
  2. A teenage boy in Pakistan has warned that 400 suicide bombers are being prepared in a war against authorities. 
Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
 

Pakistan: Bom bunuh diri di kamp militer Mardan mematikan 23 orang.

Sebuah bom bunuh diri yang dilakukan oleh remaja berseragam sekolah mematikan 23 calon tentara dan beberapa luka-luk. Ledakan terjadi ketika para calon tentara ini sedang  menggali tanah di Kamp pelatihan militer Mardan profinsi Punjab. Peristiwa terjadi Kamis pagi waktu setempat. Media dan organisasi penyelamatan masyarakat dilarang keras masuk kamp militer ini untuk kejadian tersebut.

Tidak dikabarkan mengapa remaja berseragam sekolah ini bisa masuk ke dalam kamp militer.  Sumber: apakistannews.com

Sumber yang sama juga memberitakan bahwa rabu kemarin serangan beruntun tiga bom mobil telah terjadi pada sebuah bangunan keamanan di utara kota Kirkuk, Irak. 7 orang mati dan 75 luka-luka.  Bulan lalu, tanggal 27 Januari bom mobil di Bangdad menyerang kumpulan orang Shia yang sedang melakukan ibadah penguburan. Mematikan 48 orang (11 anak-anak) dan melukai 65 lainnya.

Susah untuk dipikirkan mengapa antar sekte yang berbeda di Islam saling membunuh, dan bahkan terjadi di antara sekte Sunni sendiri, seperti ledakan di Mardan ini. Apakah pihak penyerang berpikir bahwa dengan cara brutal tersebut mereka dapat menjadi pemimpin sebuah negara atau dunia?
Jika mereka akhirnya menjadi pemimpin negara dan bahkan dunia dengan cara tersebut, apakah mereka bisa membawa rakyat yang mereka pimpin menjadi lebih makmur dari sebelumnya?

Firman Elohim berkata: “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” (Luk 16:10)

Sangatlah mustahil bagi pemimpin berjiwa pembunuh untuk mampu memelihara dan membuat rakyat menjadi makmur jika mereka tidak dapat mengampuni dan mengasihi kelompok kecil lainnya yang berbeda paham dan cara hidup dengan mereka. Melihat kepada perkataan Yeshua Ha Mashiah di atas, maka kita tahu bahwa janji dan slogan pemimpin berjiwa pembunuh tersebut adalah hampa belaka atau hanyalah sekedar mimpi-mimpi utopia.

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja.

Negara Barat sangat kuatir akan banjir Muslim radikal

Amr Khaled pengkotbat Islam Mesir pada siaran TV menjawab pertanyaan ” Bagaiman kamu memandang kehidupan Islam di Eropa?”

Dengan senyum bangga ia berkata: “Ada sekitar 25-30 juta Muslim di Eropa. ia memberi alasan, Muslim-muslim terus memiliki anak, sementara orang Europa tidak. Ini berarti bahwa di dalam 20 tahun Muslim akan menjadi mayoritas.”

“Kita sungguh perlu 10 tahun untuk membuat Muslim di Eropa menjadi hadir dengan kuat dan sangat sukses.” tambah pengkotbat ini

Rasa bangganya ini disertai juga kekuatiran bahwa tujuan mendominasi Eropa ini akan gagal oleh tindakan Muslim radikal, ”Ini  akan membuat group-group lain sangat marah. .. Orang Eropa akan mengusir orang-orang Muslim, karena beberapa orang percaya bahwa itu lebih menguntungkan untuk mengusir 30 juta dari pada kerugian dari boikot. ” Sumber Memritv.org: The Muslim plan to take over Europe

Muslims are taking all over the World – Muslim Immigration, suatu laporan ilmiah bagaimana Islam bertumbuh melalui immigrasi dan kelahiran anak. Eropa. Laporan ini mengutip perkataan presiden Libya bahwa Islam akan menguasai Eropa dengan cara immigrasi dan melahirkan anak yang banyak Muammar Qaddafi: Kami tidak perlu para terrorist, kami tidak perlu para pelaku bom-bunuhdiri. Lima puluh juta lebih Muslim [di Europe] akan merubah itu kedalam benua Muslim di dalam hanya beberapa dekade.”

US.  laporan ini menulis : 1970 terdapat 100,000 Muslim dan 2008 menjadi 9000 000 Muslim. Pemimpin Muslim USA pad Islamic Strategy Conference in Chicago: ”Kita harus siapakan diri kita sendiri untuk suatu kenyataaan bahwa di dalam 30 tahun akan ada 50 juta Mulim tinggal di Amerika.”

Kekuatiran negara-negara Barat akan hilangnya budaya dan adat mereka bisa disaksikan pada komentar-komentar di bawah ini:

Lahirnya Manifesto melawan faham Totalitarian setelah demontrasi anti-Muhammad cartoon di London: ”Setelah mengatasi Fascism, Nazims, dan Stalinism, Dunia sekarang menghadapi sebuah ancaman global yang baru: Islamism … itu bukanlah sebuah benturan peradaban-peradaban, bukan juga sebuah pemikiran permusuhan Barat dan Timur yang kita saksikan, tetapi sebuah perjuangan global yang menantang para Demokrat dan Theokrat.” Manifesto: Againts Totalitariansm. Sumber: Islam will take over the world, CBN News London

Geert Wilders, dalam wawancara dengan sebuah media Denmark menyatakan bahwa ”Holland akan mengembalikan juta Muslim jika memang diperlukan”

Stop all Muslim Immigration in US

Islamic Muslim Immigration Destroying Sweden

Laporan banjirnya Muslim radikal di negara-negara Barat, dan khususnya di negara-negara Eropa dan merubah hati dan pikiran tuan rumah kepada tamu mereka ini dari senang dan bersahabat menjadi sangat benci sungguh menggenapi penglihatan supernatural ibu dari Norwegia yang ia dapat dari Roh Kudus  1969.  Perkataan YAHWEH itu pasti, dan Amin.

Baca juga:

Iran: Kebangunan rohani besar-besaran terjadi datangDampak positif TV satelit Sat-7 di Timur TengahRibuan Muslim tinggalkan Islam di Irak

Hak cipta dari artikel ini dimiliki oleh penjalabaja.wordpress.com. Artikel ini boleh diperbanyak dengan syarat alamat blog disertakan dengan lengkap dan bukan untuk tujuan komersial. Persiapkan Jalan Bagi Raja
  • Kalender

    • Juni 2017
      M S S R K J S
      « Apr    
       123
      45678910
      11121314151617
      18192021222324
      252627282930  
  • Cari